MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: direktorat jenderal pajak ( Indonesian - English )

    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Indonesian

tDISCHARGE OF LAKE TOBA FORECASTING YEAR 2032 FOR THE NEEDS RAW WATER REGIONAL SYSTEM OF NORTH SUMATERA BASED ON HYDROLOGY ANALYSIS THE EFFECT NORMAL WATER LEVEL OF LAKE TOBA FOR REGIONAL WATER SUPPLY SYSTEM OF NORTH SUMATERA BASED ON HYDROLOGY ANALYSIS Wesli Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering Universitas Malikussaleh, Reuleut Aceh Utara, Indonesia ABSTRACT Danau Toba merupakan sumber air baku yang potensial di Sumatera Utara yang dapat dimanfaatkan secara regional pada beberapa daerah khususnya kota Medan di mana kebutuhan air baku semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk sementara sumber air baku yang ada sudah tidak memadai secara kualitas. Danau Toba letaknya sangat jauh dari kota Medan sehingga untuk memanfaatkannya perlu dilakukan secara regional antar beberapa kabupaten/kota agar dapat dilakukan efisiensi dalam pembangunan dan pengoperasiannya. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional dapat melayani beberapa daerah sepanjang perlintasan perpipaan yang dilalui seperti Kota Medan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh debit pengambilan terhadap muka air normal Danau Toba apabila dimanfaatkan sebagai sumber air baku secara regional di Sumatera Utara sampai tahun 2032 ditinjau dari analisis hidrologi berdasarkan data hujan dengan memperhatikan uji konsistensi data, uji kesesuaian distribusi data, kemampuan danau toba dalam supply air tanpa mengganggu kondisi eksisting dalam makna muka air normal masih terjaga dan perbandingan antara debit output dengan debit input. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa uji konsistensi data curah hujan bulanan minimum level of significant (tingkat kepercayaan) 90% menunjukkan bahwa nilai kritis Q/n(0,5) dan R/n(0,5) untuk data dari semua stasiun hujan adalah lebih kecil dari nilai Q/n(0,5) tabel 1,075 dan R/n(0,5) tabel 1,275 sehingga data curah hujan adalah Konsisten dapat digunakan. Pada pengujian parameter dengan metode Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov diperoleh nilai D maksimum sebesar 0.126 lebih kecil dari nilai Do sebesar 0,34 berdasarkan 15 buah data hujan dengan derajat kepercayaan 5% maka Uji Kesesuaian Distribusi Data dapat diterima. Berdasarkan curah hujan Debit Periode Ulang 2 tahunan sebesar 6,628.21 m3/det, Debit Periode Ulang 5 tahunan sebesar 10,594.70 m3/det, Debit Periode Ulang 10 tahunan sebesar 13,220.87 m3/det, Debit Periode Ulang 25 tahunan sebesar 16,539.03 m3/det, dan Debit Periode Ulang 50 tahunan sebesar 19,000.64 m3/det, dapat disimpulkan bahwa Hidrologi Danau Toba sangat mampu untuk mensuply kebutuhan air baku yang direncanakan sebesar 11.000 liter/det. Dari hasil simulasi menggambarkan bahwa Pengambilan air baku dari Danau Toba untuk kebutuhan regional sebesar 11.000 liter/detik, tidak akan memepengaruhi ketinggian permukaan air Danau Toba kondisi saat ini (eksisting), karena jumlah pengambilan (output) dibandingkan dengan ketersediaan (input) sangat kecil 1. INTRODUCTION Kebutuhan air baku masyarakat Sumatera Utara semakin hari semakin meningkat khususnya di kota Medan sementara sumber air baku yang ada kondisinya semakin hari semakin buruk karena adanya pencemaran pada sungai-sungai yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat tersebut ke depannya sampai Tahun 2032 perlu dicari alternatif sumber air baku yang memadai dan memenuhi standar kualitas dan diupayakan dapat diproduksi dengan biaya murah. Salah satu sumber air yang sangat potensial adalah Danau Toba yang berada di wilayah Sumatera Utara namun jaraknya sangat jauh dari kota Medan sehingga dapat dipastikan biaya pembuatan infrastrukturnya akan sangat mahal, untuk itu perlu direncanakan suatu System Penyediaan Air Minum (SPAM) secara regional yang dapat dimanfaatkan secara bersama antar beberapa kabupaten/kota agar dapat dilakukan efisiensi dalam pembangunan dan pengoperasiannya. Disamping itu pemanfaatan air danau Toba harus tidak menggagu ketinggian muka air normal di Daerah Tangkapan Air (DTA) karena kondisi muka air normal tersebut diperlukan untuk pelayaran kapal-kapal di danau Toba khususnya pada saat akan bersandar di pelabuhan-pelabuhan yang ada di danau tersebut. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional dapat dilakukan Pemerintah Sumatera Utara dalam memanfaatkan air dari Danau Toba dibuat untuk pelayanan beberapa daerah sepanjang perlintasan perpipaan yang dilalui. Kabupaten.kota yang akan dilayani oleh Spam Regional adalah jalur Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk wilayah Kabupaten Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai tidak dapat melayani semua daerahnya hanya meliputi kecamatan-kecamatan yang dilalui oleh jalur perpipaan saja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis debit Danau Toba jika dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional di Sumatera Utara sampai tahun 2032 ditinjau dari analisis hidrologi berdasarkan data hujan dengan memperhatikan uji konsistensi data, uji kesesuaian distribusi data, kemampuan danau toba dalam supply air dengan tidak terganggu kondisi eksisting agar muka air normal terjaga dan perbandingan antara debit output dengan debit input. 2. METHODOLOGY Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini dibagi dalam 2 bagian yaitu analisis debit kebutuhan air sebagai debit output dan analisis ketersediaan air melalui ananisis hidrologi sebagai debit input dengan memperhatikan kondisi ketinggian muka air normal yang harus tetap terjaga apabila dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional sumatera utara. 2.1 Kebutuan Air SPAM Regional Untuk melakukan analisis kebutuhan air dilakukan berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani dan diproyeksikan sampai tahun 2032. Untuk proyeksi jumlah penduduk digunakan metode geometri: (1) di mana Pn adalah Jumlah penduduk tahun ke n sedangkan Po merupakan Jumlah penduduk tahun dasar dan r adalah Rata-rata pertambahan penduduk serta n merupakan Selisih tahun. Kebutuhan air dihitung berdasarkan jumlah penduduk, tingkat pelayanan dan standar pemakaian air minum yang dilakukan dengan tiga kategori yaitu kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kehilangan air. Kebutuhan air domestic untuk pelayanan SPAM menggunakan Sambungan Rumah (SR) dan Hidran Umum (HU) dengan perbandingan 80:20 dan akan meningkat menjadi 90:10 di mana 1 SR melayani 5 orang dan 1 HU melayani 100 orang. Kebutuhan air minum Rumah Tangga rata-rata diperlihatkan Pada Tabel 1 Tabel 1 Rata-rata Kebutuhan air minum Rumah Tangga No. Kategori Wilayah JUMLAH PENDUDUK (JIWA) TINGKAT KONSUMSI AIR 1 Kota >1.000.000 240 Liter/orang/hari 2 Metropolitan 500.000 – 1.000.000 190 liter/orang/hari 3 Kota Besar 100.000 – 500.000 150 liter/orang/hari 4 Kota Sedang 10.000 – 100.000 110 liter/orang/hari 5 Kota Kecil Desa 3.000 – 10.000 90 liter/orang/hari Sumber: SK-SNI Air Bersih kebutuhan non domestic, pada kota kategori I, II, dan III non rumah tangga ditetapkan menurut hasil survey kota bersangkutan dikaitkan dengan master plan kota tersebut. Untuk kota-kota kategori IV kebutuhan non rumah tangga ditetapkan 20% dari kebutuhan rumah tangga, sedangkan untuk kota-kota kategori V ditentukan sebesar 10% dari kebutuhan rumah tangga. Berdasarkan kriteria perencanan SPAM kehilangan air sistem perpipaan sebesar 20%, sesuai dengan ketentuan Standar Pelayanan Bidang Air Minum Departemen Kimpraswil tahun 2004. Faktor hari maksimum dan faktor jam maksimum digunakan berdasarkan kriteria Perencanaan SPAM pada Standar Pelayanan Bidang Air Minum yang dikeluarkan Departemen Kimpraswil tahun 2004. Untuk faktor hari maksimum sebesar 1,15 dan faktor jam maksimum sebesar 1,75. Perhitungan proyeksi kebutuhan air disesuaikan menurut sistem pelayanan dan tingkat pelayanan yang direncanakan. 2.2 Ketersediaan Air Danau Toba Ketersediaan air danau toba dihitung berdasarkan Analisis Hidrologi dengan menggunakan data curah hujan di Daerah Tangkapan Air dan debit sungai yang masuk ke dalam danau. Data curah hujan yang digunakan pada analisis hidrologi adalah data curah hujan bulanan daerah Situnggaling, Sitinjo (Kabupaten Dairi sekitarnya), Tanjung Gorbus, Pangururan (Kabupaten Samosir sekitarnya), Dolok Sanggul, Laguboti (Kabupaten Toba Samosir sekitarnya) dan daerah Lumban Julu selama 15 tahun yaitu data hujan dari tahun1993 sampai tahun2007 Pengolahan data hujan dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu dengan Metode Rata-rata Aljabar, Metode Thiessen dan Metode Isohyet ( Sosrodarsono,1997). Dalam kajian ini data curah hujan harian maksimum tahunan diolah dengan menggunakan Metode Rata-rata Aljabar dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: (2) di mana R adalah Curah hujan daerah, n adalah Jumlah titik atau pos pengamatan dan R1, R2,...Rn merupakan curah hujan di tiap titik pengamatan. Perhitungan hujan harian rata-rata berdasarkan data curah hujan dari 4 stasiun hujan diambil data minimum karena analisis ini menghitung kebutuhan air. Apabila curah hujan minimum sudah memenuhi maka kebutuhan air akan terpenuhi meskipun dalam konsisi minimum. Data hujan lebih dulu diuji untuk konsistensinya. Metode yang digunakan adalah metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Pengujian konsistensi dengan menggunakan data dari stasiun yaitu pengujian dengan komulatif penyimpangan terhadap nilai rata-rata dibagi dengan akar komulatif rerata penyimpangan kuadrat terhadap nilai reratanya, Perhitungan pengujian menggunakan tahapan sebagai berikut: (3) (4) (5) (6) (7) Nilai statistik Q dan R adalah (8) (9) Dengan melihat nilai statistik di atas maka dapat dicari nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5). Hasil yang di dapat dibandingkan dengan nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5) yang disyaratkan (Nilai Tabel). Jika nilai lebih kecil maka data masih dalam batasan konsisten. Dari hasil analisis konsistensi data curah hujan bulanan minimum sebagaimana Tabel 2 sampai Tabel 8 diketahui bahwa level of significant (tingkat kepercayaan) 90% menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai kritis Q/n(0,5) dan R/n(0,5) untuk data dari semua stasiun hujan adalah lebih kecil dari nilai Tabel 9 sehingga dapat disimpulkan bahwa data curah hujan adalah Konsisten dan dapat digunakan Tabel 2 Nilai Tabel untuk Q/n(0,5) dan R/n(0,5) n Q/n0,5 R/n0,5 90% 95% 99% 90% 95% 99% 10 1,05 1,14 1,29 1,21 1,28 1,38 20 1,10 1,22 1,42 1,34 1,43 1,60 30 1,12 1,24 1,48 1,40 1,50 1,70 40 1,14 1,27 1,52 1,44 1,55 1,78 100 1,17 1,29 1,55 1,50 1,62 1,85 200 1,22 1,36 1,63 1,62 1,75 2,00 Sumber: Soewarno (1995) Untuk menentukan kecocokan (the goodness of fit test) distribusi frekwensi dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili distribusi frekwensi tersebut diperlukan pengujian parameter. Pengujian parameter dapat dilakukan dengan Uji Chi-kuadrat (Chi-square) atau Uji Smirnov-Kolmogorov. Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov sering juga disebut uji kecocokan non parametrik (non parametric test), karena pengujiannya tidak menggunakan fungsi distribusi tertentu. Pada analisis hidrologi perencanaan ini digunakan metode Uji distribusi Smirnov-Kolmogorov. Perhitungan distribusi data ini dilakukan dengan prosedur pengujian sebagai berikut : - Urutkan data dari besar ke kecil dan tentukan peluang dari masing-masing data tersebut dengan rumus: (10) Di mana P adalah peluang (%), m adalah nomor urut data dan n adalah jumlah data - Tentukan peluang teoritis untuk masing-masing data tersebut berdasarkan persamaan distribusinya dan (11) - Dari kedua nilai peluang tersebut, tentukan selisih terbesar antara peluang pengamatan dengan peluang teoritis: (12) - Berdasarkan Tabel 3, nilai kritis Smirnov-Kolmogorov ditentukan harga Do - Apabila D lebih kecil dari Do maka distribusi yang digunakan untuk menentukan debit rencana dapat diterima, sebaliknya jika harga D lebih besar dari Do, maka distribusi yang digunakan untuk menetukan debit rencana tidak diterima. Tabel 3 Nilai Kritis Do untuk Uji Smirnov-Kolmogorov N a 0,20 0,10 0,05 0,01 5 0,45 0,51 0,56 0,67 10 0,32 0,37 0,41 0,49 15 0,27 0,30 0,34 0,40 20 0,23 0,26 0,29 0,36 25 0,21 0,24 0,27 0,32 30 0,19 0,22 0,24 0,29 35 0,18 0,20 0,23 0,27 40 0,17 0,19 0,21 0,25 45 0,16 0,18 0,20 0,24 50 0,15 0,17 0,19 0,23 n>50 1,07/n0,5 1,22/n0,5 1,36/n0,5 1,63/n0,5 Sumber Soewarno (1995) Pada perhitungan uji distribusi dijabarkan berdasarkan persamaan analisis curah hujan sebagai berikut: (13) (14) (15) Dari persamaan (12) dapat dijabarkan menjadi: (16) Berdasarkan persamaan (13) disubstitusikan ke persamaan (25) akan menghasilkan: (17) Pengelompokan hujan setiap hari (24) jam yang besarnya tertentu selama bertahun-tahun memperlihatkan bahwa hujan-hujan kecil terjadi lebih sering dari pada hujan-hujan besar. Peninjauan lebih lanjut mengenai hujan-hujan itu menunjukkan bahwa hujan-hujan yang besarnya tertentu mempunyai masa ulang rata-rata tertentu pula dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini bermakna misalnya pada hujan harian yang besarnya 123,43 mm terjadi rata-rata 10 tahun sekali, artinya dalam 50 tahun terjadi 5 kali atau dalam 100 tahun terjadi 10 kali dan selanjutnya hujan yang besarnya 123,43 mm sehari itu mempunyai masa ulang rata-rata 10 tahun. Hujan Periode Ulang dihitung dengan metode Gumbel Tipe I Berdasarkan Tabel 15 kemudian dilakukan perhitungan Intensitas hujan pada masing-masing periode ulang dengan menggunakan persamaan Mononobe sebagai berikut: (18) Waktu konsentrasi (Tc) menurut Kirpich : Jam (19) di mana I adalah Intensitas Curah hujan (mm/jam), R24 adalah Curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm) dan T c adalah Durasi (lamanya) curah hujan (menit) atau (jam) Tataguna lahan di kawasan Danau Toba diperlukan untuk menentukan koefisien pengaliran dalam menentukan debit kawasan. Tataguna lahan diperlihatkan pada Gambar 1 dan Tabel 3 Gambar 1 Peta Tataguna Lahan DTA Danau Toba Sumber: Badan Koordinasi pengelolaan Ekosistem kawasan danau toba (2009) Tabel 4 Tataguna Lahan Wilayah Danau Toba LAHAN Luas (Ha) Koefisien Pengaliran Belukar 39,060.261 0.55 Danau 112,696.799 0.90 Hutan 76,506.096 0.20 Ladang 26,689.465 0.40 Ladang/Belukar 47,783.674 0.50 Ladang/Rumput 13,742.399 0.30 Lahan Terbuka 2,126.794 0.50 Pemukiman 3,164.434 0.55 Rumput 28,960.187 0.21 Rumput Belukar 3,925.908 0.40 Sawah 18,803.278 0.15 Sungai 20.062 0.60 jumlah 373,479.357 Koefisien pengaliran kawasan: (20) Dalam menentukan Debit banyak metode dapat digunakan diantaranya: Metode Melchior, Metode Rasional Mononobe, Metode Rasional Der Weduwen, Metode Nakayasu, Metode Gamma I, Metode Snyder dan Lain sebagainya. Dalam kajian ini digunakan Metode Rasional Mononobe yang menentukan debit berdasarkan koefisien pengaliran, intensitas hujan dan luas daerah layanan. Ada banyak rumus rasional yang dibuat secara empiris yang dapat menjelaskan hubungan antara hujan dengan limpasannya diantaranya adalah : (21) di mana Q adalah Debit (m3/det), C adalah Koefisien aliran, I adalah Intensitas hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam) dan A adalah Luas daerah aliran (km2). Dari Debit Periode Ulang akan dapat ditentukan Debit tersedia pada kawasan Danau Toba sebagai debit input, kemudian akan diperbandingkan dengan debit kebutuhan sebagai debit output sehingga dapat disimpulkan sebagai hasil penelitian 3. RESULT AND DISCUSSION Proyeksi penduduk kabupaten/kota yang dilalui perpipaan system penyediaan air minum regional di Sumatera Utara dihitung menggunakan persamaan (1) berdasarkan jumlah penduduk eksisting dengan pertumbuhan penduduk sesuai dengan kabupaten/kota masing-masing. Hasil perhitungan proyeksi penduduk kabupaten/kota yang dilayani diperlihatkan pada Tabel 5 Tabel 5 Proyeksi Penduduk Tahun 2032 No Kabupaten/Kota Pertumbuhan Penduduk (%) Jumlah Penduduk Eksisting Jumlah Penduduk Proyeksi 2032 1 Kota Medan 0.86 2,097,610 2,532,414 2 Kota Tebing Tinggi 1.62 145,248 206,848 3 Kota Pematang Siantar 0.40 234,688 256,232 4 Kabupaten Simalungun 0.42 198,049 217,375 5 Kabupaten Deli Serdang 2.36 493.566 823.856 6 Kabupaten Serdang Bedagai 1.51 271.72 406.153 Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk maka dapat dihitung kebutuhan air masing-masing daerah serta kebutuhan pengembangannya di mana hasil perhitungan seperti diperlihatkan pada Tabel 6 Tabel 6 Proyeksi kebutuhan air dan pengembangannya No Kabupaten/Kota Kebutuhan Air (liter/detik) Kapasitas Produksi Penurunan Kapasitas Kebutuhan Pengembangan 2015 2032 1 Kota Medan 5,602,748 9,965,445 5,500,000 2,250,000 6,715,445 2 Kota Tebing Tinggi 199,073 492,403 300,000 150,000 342,403 3 Kota Pematang Siantar 461,843 609,959 826,000 413,000 196,959 4 Kabupaten Simalungun 208,696 401,710 180,000 90,000 311,710 5 Kabupaten Deli Serdang 690,175 1,909,149 550,000 275,000 1,634,149 6 Kabupaten Serdang Bedagai 299,828 750,570 200,000 100,000 650,570 Total 7,462,363 14,129,236 7,556,000 3,278,000 9,851,236 Dari Rekapitulasi perhitungan kebutuhan air SPAM Regional Sumatera Utara dapat disimpulkan bahwa untuk Kawasan Regional Suamtera Utara pada tahun 2032 kebutuhan air Maksimum sebesar 14.129,236 l/det, dengan kebutuhan pengembangan sistem sebesar 9.851,236l/det. SPAM regional Sumatera Utara direncanakan dibagi dalam dua sistem yaitu sistem 1 (Medan-Deli Serdang) dan Sistem 2 (Simalungun - Pematang Siantar- Tebing Tinggi dan Serdang bedagai). Dari dua sistem tersebut diperoleh debit rencana untuk masing sistem yaitu sebesar 9500 l/det untuk sistem 1 dan 1500 l/det Untuk sistem 2 seperti diperlihatkan pada Tabel 7 dan table 8. Tabel 7 Proyeksi Kebutuhan Air Sistem 1 No Kabupaten/Kota Kebutuhan Pengembangan 1 Medan 7.546,240 2 Deli Serdang 1.845,758 Total 9.391,998 Tabel 8 Proyeksi Kebutuhan Air Sistem 2 No Kabupaten/Kota Kebutuhan Pengembangan 1 Tebing Tinggi 326,828 2 Pematang Siantar 192,109 3 Simalungun 308,324 4 Serdang Bedagai 628,438 Total 1.455,699 Perhitungan hujan harian rata-rata berdasarkan data curah hujan dari 4 stasiun hujan diambil data minimum karena analisis ini menghitung kebutuhan air dengan makna apabila curah hujan minimum sudah memenuhi maka kebutuhan air akan terpenuhi meskipun dalam konsisi minimum. dihitung dengan menggunakan tabulasi dan hasilnya seperti diperlihatkan pada Tabel 9 Tabel 9 Curah Hujan Bulanan Minimum Tahun Situng galing Sitinjo Tj. Gorbus Pangururan Dolok Sanggul Laguboti Lumban Julu Rerata 1993 37 89 26 42 10 52 100 50,86 1994 25 14 10 23 6 19 13 15,71 1995 125 44 23 61 21 63 74 58,71 1996 42 67 9 32 22 42 72 40,86 1997 49 45 10 82 38 38 61 46,14 1998 35 37 26 36 16 53 36 34,14 1999 40 21 39 0 56 28 17 28,71 2000 25 72 65 7 46 15 29 37,00 2001 33 0 55 23 26 24 81 34,57 2002 37 27 15 27 195 43 156 71,43 2003 53 33 21 110 155 115 30 73,86 2004 8 30 19 6 125 97 49 47,71 2005 56 49 5 66 42 37 117 53,14 2006 28 47 52 6 78 65 19 42,14 2007 121 99 74 83 202 83 202 123,43 Hasil pengujian konsistensi data hujan dengan Metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums) dengan nilai komulatif penyimpangan terhadap nilai rata-rata dibagi dengan akar komulatif rerata penyimpangan kuadrat terhadap nilai reratanya, diperlihatkan pada Tabel 2 Dengan melihat nilai statistik diatas maka dapat dicari nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5). Hasil yang di dapat dibandingkan dengan nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5) yang disyaratkan (Nilai Tabel). Jika nilai lebih kecil maka data masih dalam batasan konsisten. Perhitungan Uji Konsistensi data terhadap data hujan dari semua stasiun diperlihatkan pada Tabel 2 Tabel 10 No Data Hujan Q/n0,5 Hasil R/n0,5 Hasil 1 Situnggaling 0,475 < 1,075 Konsiten 0,467 < 1,275 Konsiten 2 Sitinjo 0,332 < 1,075 Konsiten 0,332 < 1,275 Konsiten 3 Tj Gorbus 0,271 < 1,075 Konsiten 0,246 < 1,275 Konsiten 4 Pangururan 0,262 < 1,075 Konsiten 0,252 < 1,275 Konsiten 5 Dolok Sanggul

English

translated into English

Last Update: 2016-04-22
Subject: Civil Engineering
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation

Search human translated sentences



Users are now asking for help: sourceforge (English>French) | kamus bi ke bm (English>Malay) | i admire you a lot (English>French) | wireless connection (English>Vietnamese) | sisters ki beti ko ky bolte h english (Hindi>English) | tools in carpentry with picture (English>Tagalog) | una lluvia de ideas para liberar tu creatividad (Spanish>English) | forlasos (Esperanto>Latvian) | jaħraq (Maltese>Greek) | sathish meaning (English>Tamil) | malaki puki mo (Tagalog>English) | ratha dhanam veru sol (English>Tamil) | zucchini vegetable (English>Tagalog) | live sxs arab sxs live sxs arab sxs (French>Arabic) | plot out (English>German)


Report Abuse  | About MyMemory   | Contact Us


MyMemory in your language: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsNederlandsSvenskaРусский日本語汉语한국어Türkçe

We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK