MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: dongeng asal usul danau toba ( Indonesian - English )

    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Indonesian

dongeng danau toba

English

fdgfgs

Last Update: 2014-04-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

Indonesian

dongeng asal usul danau kelimutu

English

fabled origins of the lake kelimutu

Last Update: 2015-11-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Danau Toba

English

Lake Toba

Last Update: 2014-11-15
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

Indonesian

dongeng asal usul putri duyung

English

mermaid fairy tale origins

Last Update: 2014-09-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

legenda danau toba

English

The legend of Nyi Roro Kidul story Kumpulan Legenda Bahasa Inggris Once upon a time, there was a beautiful princess named Dewi Kadita. Because of her beauty, she was called Dewi Srengenge. It means the goddess of the sun. Her father was King Munding Wangi. Although he had a beautiful daughter, he was unhappy because he always expected to have a son. Kumpulan Legenda Bahasa Inggris The king decided to marry Dewi Mutiara. He had a son from her. Dewi Mutiara wanted hor son to became a king in the future. She asked the King to send his daughter away. The King did not agree. Kumpulan Legenda Bahasa Inggris Dewi Mutiara called a black wizard tor curse Kadita. She wanted kadita’s beautiful body full of ulcer. Then, Kadita’s body was full of ulcer. It smelled bad. The beautiful princess cried. Kumpulan Legenda Bahasa Inggris The King was very sad. No one could cure the illness of his daughter. The King did not want her daughter to be a rumour, so he sent his daughter away. Kumpulan Legenda Bahasa Inggris The poor princess did not know where to go. However, she had a noble heart. She did not have any bad feelings about her stepmother. She walked for almost seven days and seven nights. Then, she came to the south Ocean. The ocean was so clean and clear. She jumped into the water and swam. Kumpulan Legenda Bahasa Inggris Suddenly, there was a miracle. The ocean water cured her illness. She became more beautiful than before. She also had a power to command the whole South Ocean. She became a fairy called Nyi Roro Kidul or the Queen of South Ocean.

Last Update: 2014-11-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

naskah drama danau toba

English

plays Lake Toba

Last Update: 2016-02-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

dongeng asal usul bukit kaba di rejang lebong

English

fairytale origin kaba hill in Rejang Lebong

Last Update: 2015-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

asal-usul desa kutorejo

English

the origin of the village Kutorejo

Last Update: 2016-03-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

fakultas kesehatan masyarakat saya akan menceritakan asal usul desa saya

English

simple past tense

Last Update: 2014-09-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

tDISCHARGE OF LAKE TOBA FORECASTING YEAR 2032 FOR THE NEEDS RAW WATER REGIONAL SYSTEM OF NORTH SUMATERA BASED ON HYDROLOGY ANALYSIS THE EFFECT NORMAL WATER LEVEL OF LAKE TOBA FOR REGIONAL WATER SUPPLY SYSTEM OF NORTH SUMATERA BASED ON HYDROLOGY ANALYSIS Wesli Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering Universitas Malikussaleh, Reuleut Aceh Utara, Indonesia ABSTRACT Danau Toba merupakan sumber air baku yang potensial di Sumatera Utara yang dapat dimanfaatkan secara regional pada beberapa daerah khususnya kota Medan di mana kebutuhan air baku semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk sementara sumber air baku yang ada sudah tidak memadai secara kualitas. Danau Toba letaknya sangat jauh dari kota Medan sehingga untuk memanfaatkannya perlu dilakukan secara regional antar beberapa kabupaten/kota agar dapat dilakukan efisiensi dalam pembangunan dan pengoperasiannya. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional dapat melayani beberapa daerah sepanjang perlintasan perpipaan yang dilalui seperti Kota Medan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh debit pengambilan terhadap muka air normal Danau Toba apabila dimanfaatkan sebagai sumber air baku secara regional di Sumatera Utara sampai tahun 2032 ditinjau dari analisis hidrologi berdasarkan data hujan dengan memperhatikan uji konsistensi data, uji kesesuaian distribusi data, kemampuan danau toba dalam supply air tanpa mengganggu kondisi eksisting dalam makna muka air normal masih terjaga dan perbandingan antara debit output dengan debit input. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa uji konsistensi data curah hujan bulanan minimum level of significant (tingkat kepercayaan) 90% menunjukkan bahwa nilai kritis Q/n(0,5) dan R/n(0,5) untuk data dari semua stasiun hujan adalah lebih kecil dari nilai Q/n(0,5) tabel 1,075 dan R/n(0,5) tabel 1,275 sehingga data curah hujan adalah Konsisten dapat digunakan. Pada pengujian parameter dengan metode Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov diperoleh nilai D maksimum sebesar 0.126 lebih kecil dari nilai Do sebesar 0,34 berdasarkan 15 buah data hujan dengan derajat kepercayaan 5% maka Uji Kesesuaian Distribusi Data dapat diterima. Berdasarkan curah hujan Debit Periode Ulang 2 tahunan sebesar 6,628.21 m3/det, Debit Periode Ulang 5 tahunan sebesar 10,594.70 m3/det, Debit Periode Ulang 10 tahunan sebesar 13,220.87 m3/det, Debit Periode Ulang 25 tahunan sebesar 16,539.03 m3/det, dan Debit Periode Ulang 50 tahunan sebesar 19,000.64 m3/det, dapat disimpulkan bahwa Hidrologi Danau Toba sangat mampu untuk mensuply kebutuhan air baku yang direncanakan sebesar 11.000 liter/det. Dari hasil simulasi menggambarkan bahwa Pengambilan air baku dari Danau Toba untuk kebutuhan regional sebesar 11.000 liter/detik, tidak akan memepengaruhi ketinggian permukaan air Danau Toba kondisi saat ini (eksisting), karena jumlah pengambilan (output) dibandingkan dengan ketersediaan (input) sangat kecil 1. INTRODUCTION Kebutuhan air baku masyarakat Sumatera Utara semakin hari semakin meningkat khususnya di kota Medan sementara sumber air baku yang ada kondisinya semakin hari semakin buruk karena adanya pencemaran pada sungai-sungai yang ada. Untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat tersebut ke depannya sampai Tahun 2032 perlu dicari alternatif sumber air baku yang memadai dan memenuhi standar kualitas dan diupayakan dapat diproduksi dengan biaya murah. Salah satu sumber air yang sangat potensial adalah Danau Toba yang berada di wilayah Sumatera Utara namun jaraknya sangat jauh dari kota Medan sehingga dapat dipastikan biaya pembuatan infrastrukturnya akan sangat mahal, untuk itu perlu direncanakan suatu System Penyediaan Air Minum (SPAM) secara regional yang dapat dimanfaatkan secara bersama antar beberapa kabupaten/kota agar dapat dilakukan efisiensi dalam pembangunan dan pengoperasiannya. Disamping itu pemanfaatan air danau Toba harus tidak menggagu ketinggian muka air normal di Daerah Tangkapan Air (DTA) karena kondisi muka air normal tersebut diperlukan untuk pelayaran kapal-kapal di danau Toba khususnya pada saat akan bersandar di pelabuhan-pelabuhan yang ada di danau tersebut. Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) secara Regional dapat dilakukan Pemerintah Sumatera Utara dalam memanfaatkan air dari Danau Toba dibuat untuk pelayanan beberapa daerah sepanjang perlintasan perpipaan yang dilalui. Kabupaten.kota yang akan dilayani oleh Spam Regional adalah jalur Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk wilayah Kabupaten Kabupaten Simalungun, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai tidak dapat melayani semua daerahnya hanya meliputi kecamatan-kecamatan yang dilalui oleh jalur perpipaan saja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis debit Danau Toba jika dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional di Sumatera Utara sampai tahun 2032 ditinjau dari analisis hidrologi berdasarkan data hujan dengan memperhatikan uji konsistensi data, uji kesesuaian distribusi data, kemampuan danau toba dalam supply air dengan tidak terganggu kondisi eksisting agar muka air normal terjaga dan perbandingan antara debit output dengan debit input. 2. METHODOLOGY Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini dibagi dalam 2 bagian yaitu analisis debit kebutuhan air sebagai debit output dan analisis ketersediaan air melalui ananisis hidrologi sebagai debit input dengan memperhatikan kondisi ketinggian muka air normal yang harus tetap terjaga apabila dimanfaatkan sebagai sumber air baku regional sumatera utara. 2.1 Kebutuan Air SPAM Regional Untuk melakukan analisis kebutuhan air dilakukan berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani dan diproyeksikan sampai tahun 2032. Untuk proyeksi jumlah penduduk digunakan metode geometri: (1) di mana Pn adalah Jumlah penduduk tahun ke n sedangkan Po merupakan Jumlah penduduk tahun dasar dan r adalah Rata-rata pertambahan penduduk serta n merupakan Selisih tahun. Kebutuhan air dihitung berdasarkan jumlah penduduk, tingkat pelayanan dan standar pemakaian air minum yang dilakukan dengan tiga kategori yaitu kebutuhan domestik, kebutuhan non domestik, dan kehilangan air. Kebutuhan air domestic untuk pelayanan SPAM menggunakan Sambungan Rumah (SR) dan Hidran Umum (HU) dengan perbandingan 80:20 dan akan meningkat menjadi 90:10 di mana 1 SR melayani 5 orang dan 1 HU melayani 100 orang. Kebutuhan air minum Rumah Tangga rata-rata diperlihatkan Pada Tabel 1 Tabel 1 Rata-rata Kebutuhan air minum Rumah Tangga No. Kategori Wilayah JUMLAH PENDUDUK (JIWA) TINGKAT KONSUMSI AIR 1 Kota >1.000.000 240 Liter/orang/hari 2 Metropolitan 500.000 – 1.000.000 190 liter/orang/hari 3 Kota Besar 100.000 – 500.000 150 liter/orang/hari 4 Kota Sedang 10.000 – 100.000 110 liter/orang/hari 5 Kota Kecil Desa 3.000 – 10.000 90 liter/orang/hari Sumber: SK-SNI Air Bersih kebutuhan non domestic, pada kota kategori I, II, dan III non rumah tangga ditetapkan menurut hasil survey kota bersangkutan dikaitkan dengan master plan kota tersebut. Untuk kota-kota kategori IV kebutuhan non rumah tangga ditetapkan 20% dari kebutuhan rumah tangga, sedangkan untuk kota-kota kategori V ditentukan sebesar 10% dari kebutuhan rumah tangga. Berdasarkan kriteria perencanan SPAM kehilangan air sistem perpipaan sebesar 20%, sesuai dengan ketentuan Standar Pelayanan Bidang Air Minum Departemen Kimpraswil tahun 2004. Faktor hari maksimum dan faktor jam maksimum digunakan berdasarkan kriteria Perencanaan SPAM pada Standar Pelayanan Bidang Air Minum yang dikeluarkan Departemen Kimpraswil tahun 2004. Untuk faktor hari maksimum sebesar 1,15 dan faktor jam maksimum sebesar 1,75. Perhitungan proyeksi kebutuhan air disesuaikan menurut sistem pelayanan dan tingkat pelayanan yang direncanakan. 2.2 Ketersediaan Air Danau Toba Ketersediaan air danau toba dihitung berdasarkan Analisis Hidrologi dengan menggunakan data curah hujan di Daerah Tangkapan Air dan debit sungai yang masuk ke dalam danau. Data curah hujan yang digunakan pada analisis hidrologi adalah data curah hujan bulanan daerah Situnggaling, Sitinjo (Kabupaten Dairi sekitarnya), Tanjung Gorbus, Pangururan (Kabupaten Samosir sekitarnya), Dolok Sanggul, Laguboti (Kabupaten Toba Samosir sekitarnya) dan daerah Lumban Julu selama 15 tahun yaitu data hujan dari tahun1993 sampai tahun2007 Pengolahan data hujan dapat dilakukan dengan beberapa metode yaitu dengan Metode Rata-rata Aljabar, Metode Thiessen dan Metode Isohyet ( Sosrodarsono,1997). Dalam kajian ini data curah hujan harian maksimum tahunan diolah dengan menggunakan Metode Rata-rata Aljabar dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: (2) di mana R adalah Curah hujan daerah, n adalah Jumlah titik atau pos pengamatan dan R1, R2,...Rn merupakan curah hujan di tiap titik pengamatan. Perhitungan hujan harian rata-rata berdasarkan data curah hujan dari 4 stasiun hujan diambil data minimum karena analisis ini menghitung kebutuhan air. Apabila curah hujan minimum sudah memenuhi maka kebutuhan air akan terpenuhi meskipun dalam konsisi minimum. Data hujan lebih dulu diuji untuk konsistensinya. Metode yang digunakan adalah metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums). Pengujian konsistensi dengan menggunakan data dari stasiun yaitu pengujian dengan komulatif penyimpangan terhadap nilai rata-rata dibagi dengan akar komulatif rerata penyimpangan kuadrat terhadap nilai reratanya, Perhitungan pengujian menggunakan tahapan sebagai berikut: (3) (4) (5) (6) (7) Nilai statistik Q dan R adalah (8) (9) Dengan melihat nilai statistik di atas maka dapat dicari nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5). Hasil yang di dapat dibandingkan dengan nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5) yang disyaratkan (Nilai Tabel). Jika nilai lebih kecil maka data masih dalam batasan konsisten. Dari hasil analisis konsistensi data curah hujan bulanan minimum sebagaimana Tabel 2 sampai Tabel 8 diketahui bahwa level of significant (tingkat kepercayaan) 90% menunjukkan bahwa hasil perhitungan nilai kritis Q/n(0,5) dan R/n(0,5) untuk data dari semua stasiun hujan adalah lebih kecil dari nilai Tabel 9 sehingga dapat disimpulkan bahwa data curah hujan adalah Konsisten dan dapat digunakan Tabel 2 Nilai Tabel untuk Q/n(0,5) dan R/n(0,5) n Q/n0,5 R/n0,5 90% 95% 99% 90% 95% 99% 10 1,05 1,14 1,29 1,21 1,28 1,38 20 1,10 1,22 1,42 1,34 1,43 1,60 30 1,12 1,24 1,48 1,40 1,50 1,70 40 1,14 1,27 1,52 1,44 1,55 1,78 100 1,17 1,29 1,55 1,50 1,62 1,85 200 1,22 1,36 1,63 1,62 1,75 2,00 Sumber: Soewarno (1995) Untuk menentukan kecocokan (the goodness of fit test) distribusi frekwensi dari sampel data terhadap fungsi distribusi peluang yang diperkirakan dapat menggambarkan atau mewakili distribusi frekwensi tersebut diperlukan pengujian parameter. Pengujian parameter dapat dilakukan dengan Uji Chi-kuadrat (Chi-square) atau Uji Smirnov-Kolmogorov. Uji kecocokan Smirnov-Kolmogorov sering juga disebut uji kecocokan non parametrik (non parametric test), karena pengujiannya tidak menggunakan fungsi distribusi tertentu. Pada analisis hidrologi perencanaan ini digunakan metode Uji distribusi Smirnov-Kolmogorov. Perhitungan distribusi data ini dilakukan dengan prosedur pengujian sebagai berikut : - Urutkan data dari besar ke kecil dan tentukan peluang dari masing-masing data tersebut dengan rumus: (10) Di mana P adalah peluang (%), m adalah nomor urut data dan n adalah jumlah data - Tentukan peluang teoritis untuk masing-masing data tersebut berdasarkan persamaan distribusinya dan (11) - Dari kedua nilai peluang tersebut, tentukan selisih terbesar antara peluang pengamatan dengan peluang teoritis: (12) - Berdasarkan Tabel 3, nilai kritis Smirnov-Kolmogorov ditentukan harga Do - Apabila D lebih kecil dari Do maka distribusi yang digunakan untuk menentukan debit rencana dapat diterima, sebaliknya jika harga D lebih besar dari Do, maka distribusi yang digunakan untuk menetukan debit rencana tidak diterima. Tabel 3 Nilai Kritis Do untuk Uji Smirnov-Kolmogorov N a 0,20 0,10 0,05 0,01 5 0,45 0,51 0,56 0,67 10 0,32 0,37 0,41 0,49 15 0,27 0,30 0,34 0,40 20 0,23 0,26 0,29 0,36 25 0,21 0,24 0,27 0,32 30 0,19 0,22 0,24 0,29 35 0,18 0,20 0,23 0,27 40 0,17 0,19 0,21 0,25 45 0,16 0,18 0,20 0,24 50 0,15 0,17 0,19 0,23 n>50 1,07/n0,5 1,22/n0,5 1,36/n0,5 1,63/n0,5 Sumber Soewarno (1995) Pada perhitungan uji distribusi dijabarkan berdasarkan persamaan analisis curah hujan sebagai berikut: (13) (14) (15) Dari persamaan (12) dapat dijabarkan menjadi: (16) Berdasarkan persamaan (13) disubstitusikan ke persamaan (25) akan menghasilkan: (17) Pengelompokan hujan setiap hari (24) jam yang besarnya tertentu selama bertahun-tahun memperlihatkan bahwa hujan-hujan kecil terjadi lebih sering dari pada hujan-hujan besar. Peninjauan lebih lanjut mengenai hujan-hujan itu menunjukkan bahwa hujan-hujan yang besarnya tertentu mempunyai masa ulang rata-rata tertentu pula dalam jangka waktu yang cukup panjang. Hal ini bermakna misalnya pada hujan harian yang besarnya 123,43 mm terjadi rata-rata 10 tahun sekali, artinya dalam 50 tahun terjadi 5 kali atau dalam 100 tahun terjadi 10 kali dan selanjutnya hujan yang besarnya 123,43 mm sehari itu mempunyai masa ulang rata-rata 10 tahun. Hujan Periode Ulang dihitung dengan metode Gumbel Tipe I Berdasarkan Tabel 15 kemudian dilakukan perhitungan Intensitas hujan pada masing-masing periode ulang dengan menggunakan persamaan Mononobe sebagai berikut: (18) Waktu konsentrasi (Tc) menurut Kirpich : Jam (19) di mana I adalah Intensitas Curah hujan (mm/jam), R24 adalah Curah hujan maksimum dalam 24 jam (mm) dan T c adalah Durasi (lamanya) curah hujan (menit) atau (jam) Tataguna lahan di kawasan Danau Toba diperlukan untuk menentukan koefisien pengaliran dalam menentukan debit kawasan. Tataguna lahan diperlihatkan pada Gambar 1 dan Tabel 3 Gambar 1 Peta Tataguna Lahan DTA Danau Toba Sumber: Badan Koordinasi pengelolaan Ekosistem kawasan danau toba (2009) Tabel 4 Tataguna Lahan Wilayah Danau Toba LAHAN Luas (Ha) Koefisien Pengaliran Belukar 39,060.261 0.55 Danau 112,696.799 0.90 Hutan 76,506.096 0.20 Ladang 26,689.465 0.40 Ladang/Belukar 47,783.674 0.50 Ladang/Rumput 13,742.399 0.30 Lahan Terbuka 2,126.794 0.50 Pemukiman 3,164.434 0.55 Rumput 28,960.187 0.21 Rumput Belukar 3,925.908 0.40 Sawah 18,803.278 0.15 Sungai 20.062 0.60 jumlah 373,479.357 Koefisien pengaliran kawasan: (20) Dalam menentukan Debit banyak metode dapat digunakan diantaranya: Metode Melchior, Metode Rasional Mononobe, Metode Rasional Der Weduwen, Metode Nakayasu, Metode Gamma I, Metode Snyder dan Lain sebagainya. Dalam kajian ini digunakan Metode Rasional Mononobe yang menentukan debit berdasarkan koefisien pengaliran, intensitas hujan dan luas daerah layanan. Ada banyak rumus rasional yang dibuat secara empiris yang dapat menjelaskan hubungan antara hujan dengan limpasannya diantaranya adalah : (21) di mana Q adalah Debit (m3/det), C adalah Koefisien aliran, I adalah Intensitas hujan selama waktu konsentrasi (mm/jam) dan A adalah Luas daerah aliran (km2). Dari Debit Periode Ulang akan dapat ditentukan Debit tersedia pada kawasan Danau Toba sebagai debit input, kemudian akan diperbandingkan dengan debit kebutuhan sebagai debit output sehingga dapat disimpulkan sebagai hasil penelitian 3. RESULT AND DISCUSSION Proyeksi penduduk kabupaten/kota yang dilalui perpipaan system penyediaan air minum regional di Sumatera Utara dihitung menggunakan persamaan (1) berdasarkan jumlah penduduk eksisting dengan pertumbuhan penduduk sesuai dengan kabupaten/kota masing-masing. Hasil perhitungan proyeksi penduduk kabupaten/kota yang dilayani diperlihatkan pada Tabel 5 Tabel 5 Proyeksi Penduduk Tahun 2032 No Kabupaten/Kota Pertumbuhan Penduduk (%) Jumlah Penduduk Eksisting Jumlah Penduduk Proyeksi 2032 1 Kota Medan 0.86 2,097,610 2,532,414 2 Kota Tebing Tinggi 1.62 145,248 206,848 3 Kota Pematang Siantar 0.40 234,688 256,232 4 Kabupaten Simalungun 0.42 198,049 217,375 5 Kabupaten Deli Serdang 2.36 493.566 823.856 6 Kabupaten Serdang Bedagai 1.51 271.72 406.153 Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk maka dapat dihitung kebutuhan air masing-masing daerah serta kebutuhan pengembangannya di mana hasil perhitungan seperti diperlihatkan pada Tabel 6 Tabel 6 Proyeksi kebutuhan air dan pengembangannya No Kabupaten/Kota Kebutuhan Air (liter/detik) Kapasitas Produksi Penurunan Kapasitas Kebutuhan Pengembangan 2015 2032 1 Kota Medan 5,602,748 9,965,445 5,500,000 2,250,000 6,715,445 2 Kota Tebing Tinggi 199,073 492,403 300,000 150,000 342,403 3 Kota Pematang Siantar 461,843 609,959 826,000 413,000 196,959 4 Kabupaten Simalungun 208,696 401,710 180,000 90,000 311,710 5 Kabupaten Deli Serdang 690,175 1,909,149 550,000 275,000 1,634,149 6 Kabupaten Serdang Bedagai 299,828 750,570 200,000 100,000 650,570 Total 7,462,363 14,129,236 7,556,000 3,278,000 9,851,236 Dari Rekapitulasi perhitungan kebutuhan air SPAM Regional Sumatera Utara dapat disimpulkan bahwa untuk Kawasan Regional Suamtera Utara pada tahun 2032 kebutuhan air Maksimum sebesar 14.129,236 l/det, dengan kebutuhan pengembangan sistem sebesar 9.851,236l/det. SPAM regional Sumatera Utara direncanakan dibagi dalam dua sistem yaitu sistem 1 (Medan-Deli Serdang) dan Sistem 2 (Simalungun - Pematang Siantar- Tebing Tinggi dan Serdang bedagai). Dari dua sistem tersebut diperoleh debit rencana untuk masing sistem yaitu sebesar 9500 l/det untuk sistem 1 dan 1500 l/det Untuk sistem 2 seperti diperlihatkan pada Tabel 7 dan table 8. Tabel 7 Proyeksi Kebutuhan Air Sistem 1 No Kabupaten/Kota Kebutuhan Pengembangan 1 Medan 7.546,240 2 Deli Serdang 1.845,758 Total 9.391,998 Tabel 8 Proyeksi Kebutuhan Air Sistem 2 No Kabupaten/Kota Kebutuhan Pengembangan 1 Tebing Tinggi 326,828 2 Pematang Siantar 192,109 3 Simalungun 308,324 4 Serdang Bedagai 628,438 Total 1.455,699 Perhitungan hujan harian rata-rata berdasarkan data curah hujan dari 4 stasiun hujan diambil data minimum karena analisis ini menghitung kebutuhan air dengan makna apabila curah hujan minimum sudah memenuhi maka kebutuhan air akan terpenuhi meskipun dalam konsisi minimum. dihitung dengan menggunakan tabulasi dan hasilnya seperti diperlihatkan pada Tabel 9 Tabel 9 Curah Hujan Bulanan Minimum Tahun Situng galing Sitinjo Tj. Gorbus Pangururan Dolok Sanggul Laguboti Lumban Julu Rerata 1993 37 89 26 42 10 52 100 50,86 1994 25 14 10 23 6 19 13 15,71 1995 125 44 23 61 21 63 74 58,71 1996 42 67 9 32 22 42 72 40,86 1997 49 45 10 82 38 38 61 46,14 1998 35 37 26 36 16 53 36 34,14 1999 40 21 39 0 56 28 17 28,71 2000 25 72 65 7 46 15 29 37,00 2001 33 0 55 23 26 24 81 34,57 2002 37 27 15 27 195 43 156 71,43 2003 53 33 21 110 155 115 30 73,86 2004 8 30 19 6 125 97 49 47,71 2005 56 49 5 66 42 37 117 53,14 2006 28 47 52 6 78 65 19 42,14 2007 121 99 74 83 202 83 202 123,43 Hasil pengujian konsistensi data hujan dengan Metode RAPS (Rescaled Adjusted Partial Sums) dengan nilai komulatif penyimpangan terhadap nilai rata-rata dibagi dengan akar komulatif rerata penyimpangan kuadrat terhadap nilai reratanya, diperlihatkan pada Tabel 2 Dengan melihat nilai statistik diatas maka dapat dicari nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5). Hasil yang di dapat dibandingkan dengan nilai Q/n(0,5) dan R/n(0,5) yang disyaratkan (Nilai Tabel). Jika nilai lebih kecil maka data masih dalam batasan konsisten. Perhitungan Uji Konsistensi data terhadap data hujan dari semua stasiun diperlihatkan pada Tabel 2 Tabel 10 No Data Hujan Q/n0,5 Hasil R/n0,5 Hasil 1 Situnggaling 0,475 < 1,075 Konsiten 0,467 < 1,275 Konsiten 2 Sitinjo 0,332 < 1,075 Konsiten 0,332 < 1,275 Konsiten 3 Tj Gorbus 0,271 < 1,075 Konsiten 0,246 < 1,275 Konsiten 4 Pangururan 0,262 < 1,075 Konsiten 0,252 < 1,275 Konsiten 5 Dolok Sanggul

English

translated into English

Last Update: 2016-04-22
Subject: Civil Engineering
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

kemudian, dia meninggalkan suaminya. Dan tiba-tiba. Pasang besar datang dan melanda desa tersebut. Banjir membuat sebuah danau yang mendalam luas. Orang menyebutnya danau toba

English

then, she left her husband. And suddenly. A big tide came and engulfed the village. The flood made a deep vast lake. People call it lake toba

Last Update: 2016-01-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Cerita Rakyat Sumatera Utara Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu. Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba.

English

translite Indonesian to English

Last Update: 2015-08-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

1.1. Latar Belakang Masalah Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukur an panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di P rovinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di In donesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan dom estik maupun mancanegara (Amnte, 2012). Danau Toba yang mempunya i luas permukaan lebih 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukur an panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di P rovinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di In donesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan dom estik maupun mancanegara (Amnte, 2012). Danau Toba yang mempunya i luas permukaan lebih kurang 1.100 km 2 , dengan total volume air sekitar 1.258 km 3 . Kondisi oligotrofik Danau Toba menyebabkan daya dukung danau untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan bentos sangat terbatas. Pada aspek hidrologis , Danau Toba merup akan sebuah kawasan Daerah Tangkapan Air-DTA (Catchment Area) raksasa dan sang at vital bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Siklus pergantian air 110 -280 tahun merupakan salah satu keunikan Danau Toba karena siklus perputaran a ir danau-danau sedunia rata- rata hanya 17 tahun. Danau Toba merupakan sumber daya air yang mempunyai nilai yang sangat penting ditinjau dari fungsi ekologi, hidrol ogi, serta fungsi ekonomi. Hal ini berkaitan dengan fungsi Danau Toba sebagai habi tat berbagai jenis organisme air, sebagai sumber air minum bagi masyarakat sekit arnya, sebagai sumber air untuk kegiatan pertanian dan budidaya perikanan ser ta untuk menunjang berbagai jenis industri, seperti kebutuhan air untuk industr i pembangkit listrik Sigura-gura dan Asahan. Selain itu, fungsi Danau Toba sebagai k awasan wisata yang sudah terkenal ke mancanegara dan sangat potensial untuk pengembangan kepariwisataan di Provinsi Sumatera Utara Danau Toba juga merupakan suatu perairan yang banya k dimanfaatkan oleh beberapa sector seperti pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan dan 2 juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Adanya berbagai aktivitas di sekitar Danau Toba aka n memberikan dampak negatif terhadap ekosistem danau tersebut, sehingga danau Toba akan mengalami perubahan-perubahan ekologis dimana kondisinya suda h berbeda dengan kondisi alami yang semula (Barus, 2007). Ekosistem Kawasan Danau Toba terletak di Pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara. Menurut wilayah administra si pemerintahan Ekosistem Kawasan Danau Toba meliputi tujuh kabupaten yaitu : Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabup aten Tapanuli Utara Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan K abupaten Karo (Simanjuntak, 2008). Berbagai penelitian di Danau T oba memberikan indikasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas air dan peru bahan ekologis, khususnya pada lokasi-lokasi yang banyak terkena dampak dari kegiatan masyarakat (Siagian, 2009). Pada perairan Danau Toba ini tempo dulu masih dijum pai ikan asli yaitu ikan batak dan pora-pora. Tetapi saat ini sudah jar ang bahkan mungkin sudah hilang dan tidak jelas apa penyebabnya. Pada tahun 1996 usaha perikanan di perairan Danau Toba mulai berkembang dalam bentuk K eramba Jaring Apung (KJA) dan hingga saat ini mencapai luas ± 440 ha. W alaupun luas perairan yang digarap baru mencapai 0,4% dari ambang luas dan yan g diizinkan sebesar 1% dari luas perairan Danau Toba. 2 juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Adanya berbagai aktivitas di sekitar Danau Toba aka n memberikan dampak negatif terhadap ekosistem danau tersebut, sehingga danau Toba akan mengalami perubahan-perubahan ekologis dimana kondisinya suda h berbeda dengan kondisi alami yang semula (Barus, 2007). Ekosistem Kawasan Danau Toba terletak di Pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara. Menurut wilayah administra si pemerintahan Ekosistem Kawasan Danau Toba meliputi tujuh kabupaten yaitu : Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabup aten Tapanuli Utara Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan K abupaten Karo (Simanjuntak, 2008). Berbagai penelitian di Danau T oba memberikan indikasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas air dan peru bahan ekologis, khususnya pada lokasi-lokasi yang banyak terkena dampak dari kegiatan masyarakat (Siagian, 2009). Pada perairan Danau Toba ini tempo dulu masih dijum pai ikan asli yaitu ikan batak dan pora-pora. Tetapi saat ini sudah jar ang bahkan mungkin sudah hilang dan tidak jelas apa penyebabnya. Pada tahun 1996 usaha perikanan di perairan Danau Toba mulai berkembang dalam bentuk K eramba Jaring Apung (KJA) dan hingga saat ini mencapai luas ± 440 ha. W alaupun luas perairan yang digarap baru mencapai 0,4% dari ambang luas dan yan g diizinkan sebesar 1% dari luas perairan Danau Toba. Dalam Hidayati (2010), mengatakan bahwa dari bebera pa hasil penelitian di Danau Toba, dijumpai 14 spesies ikan. Informasi yang diperoleh dari nelayan setempat bahwa ikan yang akhir-akhir ini sering ada lah ikan mujahir ( Tilapia mossambica ), ikan kepala timah ( Aplocheilus panchax ), ikan seribu ( Lebistes reticulates ),ikan gurami,( Osphronemus goramy ), ika sepat ( Trichogaster trichopterus ),ikan gabus ( Channa striata ), ikan lele ( Clarias batrachus ), ikan ( Cyprinus carpio ), dan ikan nila.selain itu terdapat satu jenis ika n endemik yaitu yaitu ikan yang hanya terdapat di Danau Toba yang d isebut sebagai ikan batak atau “ihan” ( Neolisssochillus thienemannni ). Ikan ini berdasarkan kriteria IUCN ( International Union for the Conservation of Nature ) sudah diklasifikasikan sebagai terancam punah ( endangered ). Jenis ikan ini dahulu sering dihidangkan 3 sebagai sajian istimewa untuk berbagai acara pesta adat bagi masyarakat setempat, tetapi kini masyarakat yang tinggal di sekitar Dana u Toba sudah sangat sulit untuk menemukan ikan tersebut. Ikan pora pora atau ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) merupakan ikan endemik dari Danau Singkarak diintroduksi di D anau Toba pada tahun 2003. Dimana tujuan dari introduksi tersebut adalah untuk meningkatkan produksi dan menyelamatkan populasi ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) di habitatnya yang baru yaitu di Danau Toba (Kartamihardja dan Ku nto purnomo , 2006). Ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) merupakan ikan khas Danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6-12 sen timeter ini hasil dari evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan dan au itu. Ikatan antara ikan ini dengan danaunya sangat erat bahkan sampai belum bis a dibudi dayakan di kolam buatan. Suatu kali pernah ada serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat akan kelezatannya dan mencoba membudidayak an ikan tersebut menggunakan kolam buatan. Kondisi lingkungan kolam tersebut dibuat semirip mungkin dengan Danau Singkarak. Tetapi hasilnya nol besar. Untuk itulah Badan Riset Kelautan dan Perikanan Jakarta membawa ikan b ilih ini untuk dibudidayakan di Danau Toba (Sumatera Selatan) seja k enam tahun lalu. Habitat baru ini ternyata cocok bagi ikan bilih untuk berke mbang biak dengan baik. Bahkan ukurannya menjadi lebih besar dari pada yang hidup di Danau Singkarak, orang Sumatera Selatan lebih mengenalnya dengan seb utan ikan pora-pora. Dan ikan bilih Danau Toba inilah yang saat ini menjadi komoditi perdagangan. Bukan hanya di ekspor ke luar negeri, atau dijual di Jaka rta, bahkan yang dijajakan di pinggiran Danau Singkarak sekarang ini tak lain dan tak bukan adalah ikan bilih budidaya Danau Toba (Tiara, 2009). Menurut Kartamihardja dan Kunto purnomo, (2006), ik an pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) yang diintroduksikan ke Danau Toba dapat tunbuh lebih cepat dan berkembangbiak serta mempunyai feku nditas yang lebih tinggi dari ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) yang ada di Danau Singkarak. Makanan utama ikan pora pora di Danau Toba hampir s ama dengan makanan ikan bilih di Danau Singkarak, yaitu detritus dan fitopl ankton sebagai makanan utamanya. 4 Sehubungan dengan pentingnya peranan dari ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) bagi ekoistem di sekitar perairan Danau Toba khususnya di Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Da iri Danau Toba, yang telah diuraikan diatas maka penulis ingin melakukan penelitan dengan judul Studi Kelimpahan Ikan Pora Pora ( Mystacoleucus padangensis ) di Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi Danau Toba. 1.2. Batasan Masalah Dalam penelitian ini ruang lingkup permasalahan di batasi pada pengamatan ikan pora pora yang dilihat dari kelimpa hannya pada perairan Danau Toba di kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi D anau Toba dengan beberapa sifat fisika-kimia yang berpengaruh terhad ap ekologi ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ). Faktor-faktor yang terkait dalam analisis tidak mempertimbangkan cuaca, angin, curah hujan, dan kon disi alamiah lainnya karena dianggap konstan.

English

translit google language to indonesi

Last Update: 2015-02-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Isi Singkat Babad Ksatria Taman Bali. Tersebut bahwa Bhatara Subali bersaudara dengan Dalem Bhatara Sekar Angsana, Bhatara Subali berasrama di Tolangkir. Bhatara Sekar Angsana berasrama di Pura Dasar Gelgel, Ada lagi saudaranya, bernama Sang Hyang Aji Rembat (penawing) berasrama di Kentelgumi, Sang Hyang Aji Rembat berputra Ida Mas Kuning berasrama di Guliang, berasrama di bukit Pangelengan. Tersebut seorang pendeta Sang Pandia Wawu Rawuh, bertemu dengan Bhatara Subali di Tolangkir, Sang Pandia Wawu Rawuh hilir mudik menyusur tepi sungai Melangit. Tetapi, tidak menemukan mata air. Lalu beliau menancapkan tongkat pada-batu padas hingga keluar air yang jernih mengalir. Bersama dengan keluarnya air itu, muncul pula seorang wanita. Sang Pandia Wawu Rawuh menanyai wanita itu, dan memberi nama Ni Dewi Njung Asti. Air itu diberi nama Tirta Harum. Ni Dewi Njung Asti disuruh menunggui air itu dan Sang Pandia Wawu Rawuh kembali pulang. Bau harum itu sampai ke udara. Tercium oleh Hyang Wisnu dan segera bercengkrama di Tirta Harum. Di sana di sebuah gua tampak oleh Bhatara Wisnu seorang gadis, tetapi sang gadis tidak melihat. Bhatara Wisnu mandi dan keluar air mani, karena tak tahan melihat gadis itu. Bhatara Wisnu kembali ke Wisnuloka. Ni Dewi Njung Asti keluar dari gua, melihat air mani Bhatara Wisnu di atas batu, lalu diambil dan dimakannya. Dewi Njung Asti, akhirnya hamil . Dalam keadaan hamil Ni Dewi Njung Asti berkunjung pula Hyang Wisnu, serta bertanya asal usul dirinya. Setelah diceriterakan dengan jelas, maka Ni Dewi Njung Asti, diajak ke Wisnu Bhuana. Bhatara Subali memaklumi air suci (Tirta Harum)itu. Disuruhnya Sang Hyang Aji Rembat menjaganya dan membersihkan pancuran setiap hari. Bhatara Subali membuat telaga meniru di Majapahit, maka diberi nama Taman Bali. Lama kelamaan mereka masing- masing mempunyai putra, Sang Hyang Aji Jayarembat berputra Sira Dukuh Suladri. Ida Mas Kuning berputra dua orang, Ida Tapadhana dan Ida Nagapuspa. Bhatara Dalem Sekar Angsana berputra Ni Dewi Ayu Mas. Bhatara Subali memohon kepada Hyang Wisnu. Permohonannya terkabul, yaitu putra yang lahir dari Dewi Njung Asti bernama Sang Gangga Tirta. Anak itu dibawa oleh Bhatara Subali ke Tirta Harum. Bhatara Subali kembali ke Tolangkir . Keesokan harinya, Sang Hyang Aji Jayarembat mendapatkan bayi itu pada pancuran di Tirta Harum. Segera datang Bhatara Subali menegaskan bahwa anak itu adalah putranya yang diperoleh dari Bhatara Wisnu. Berkat Restu Bhatara Subali, anak itu diasuh oleh Sang Aji Rembat, semula bernama Sang Angga Tirta lalu diganti dengan nama Sang Anom, dalam waktu singkat, anak tersebut sangat rupawan dan telah remaja putra, kemudian pindah ke Rewataka Singasara. Tersebut bahwa Ni Dewi Ayu Mas di Gelgel sakit keras, Dipindahkan ke Taman Bali . Diobati oleh Sang Hyang Aji Jayarembat. Dalam waktu singkat telah sembuh. Diajak kembali ke Gelgel, kemudian penyakitnya kambuh lagi. Demikian berulang-ulang akhirnya tinggal di Taman Bali sampai dewasa. Terjalinlah hubungan antara Sang Anom dengan Dewi Ayu Mas hingga hamil, Dalem Sekar Angsana amat marah, dan memerintahkan untuk membunuh Sang Anom, dan Sang Hyang Aji. Rembat agar diantarkan ke Gelgel, Namun Dalem mengirim utusan rahasia untuk menyuruh Sang Anom menyingkir , Maka Sang Anom tiba di Tianyar luput dari serangan musuh. Lama kelamaan Sang Anom melawat ke desanya kembali, sambil memikat burung di tengah hutan Jarak Bang. Sang Anom bertanya dijawab dengan kelakar berkali-kali. Sang Anom marah dan mengutuk tempat itu agar bernama Bangli, orang-orang dusun itu melaporkan ke Gelgel. Dalem memerintahkan untuk menangkap pemuda tersebut dan diantarkan ke istana Gelgel. Sang Anom tertangkap dan diantar ke Gelgel. Mereka yang melihat pada bersedih menyaksikannya. Setelah tiba di Gelgel, Dalem memerintahkan untuk menangkap Sang Hyang Aji Jayarembat, dalam waktu singkat telah berhasil diserahkan kepada Dalem. Bhatara Subali dari Tolangkir menghadap ke Gelgel melarang Dalem untuk membunuhnya serta menceriterakan riwayat kelahiran Sang Anom dan meminta agar Sang Anom bersuami istri dengan Dewi Ayu Mas serta kembali ke Taman Bali. Dalem dapat menyetujui dan kemudian sangat menyayangi sebagai menantu. Restu Bhatara Subali kepada Sang Anom sebagai cikal- bakal Ksatria Taman Bali lahir dari Tirta Harum. Juga upacara dan upakara pembakaran jenasah sesuai dengan seorang Ksatria. Tidak boleh lupa turun- temurun agar nyawi ke Tirta Harum. Sang Anom dan Ni Dewi Ayu Mas sedang hamil berada di Taman Bali, Sang Anom meninggalkan istrinya untuk bertapa, dengan pesan bila lahir anaknya nanti agar diberi nama I Dewa Garba Jata. Dan disediakan sebilah keris yang bernama Ki Lobar untuk senjatanya di kemudian hari, bila Dalem meminta jangan diberikan. Pada saatnya I Dewa Garba Jata pun lahir. Setelah dewasa menanyakan perihal ayahnya. Sang ibu menceriterakan tengah bersemadi di hutan Dawa, serta ciri-cirinya yang khas, Kemudian I Dewa Garba Java menjumpai ayahnya, tetapi tidak berkenan kembali pulang, Putranya disuruh kembali dan menjadi raja di Taman Bali. Dan tetap nyawi ke Tirta Harum serta Ki Lobar. Sang Anom pun wafat, I Dewa Garba Jata -kembali ke Taman Bali dan menceriterakan semuanya kepada ibunya. Dalem amat cinta kepada I Dewa Garba Jata dan menganugrahkan seorang putri beliau untuk menjadi istrinya. Langsung upacara wiwaha menurut tata cara Ksatria. I Dewa Garba Jata memperoleh seorang putra bernama Cokorda Den Bancingah, Setelah dewasa beristri putri Kyayi Jambe Pule. Melahirkan putra bernama Cokorda Pemecutan, Cokorda Pamecutan berputra I Dewa Gde Den Bancingah. I Dewa Gde Den Bancingah berputra I Dewa Kanea Den Bancingah. I Dewa Kanea Den Bancingah berputra I Dewa Gede Tangkeban. I Dewa Gede Tangkeban banyak putranya: 1. I Dewa Pering 2. I Dewa Pindi 3. I Dewa Prasi 4. I Dewa Kaler 5. I Dewa Batan Wani 6. I Dewa Pulesari 7. I Dewa Mundung 8. I Dewi Kliki 9. I Dewa Gde Anom Teka 10. Tak tercatat yang wanita. Perpindahan putra-putra I Dewa Gede Tangkeban 1. I Dewa Pering ke Brasika (Nyalian) 2. I Dewa Prasi ke Gaga 3. I Dewa Pindi ke Telagasura 4. I Dewa Kaler tetap di Taman Bali. Keris pusaka Ki Lobar dimohon oleh I Dewa Gde Pering kepada I Dewa Gde Tangkeban di Taman Bali. Keris dibawa ke Desa Nyalian. Tersebut seorang raja di Bangli bernama Kyayi Anglurah Prawupan (keturunan Arya Batan Jeruk). Raja Taman Bali mengutus dua orang pesakitan untuk membunuh raja Bangli. Namun gagal, Kemudian raja Bangli mengutus kembali dua pesakitan itu untuk membunuh raja Taman Bali dengan janji bila berhasil diberikan hadiah kekuasaan di daerah itu, Pesakitan itu berusaha membunuh I Dewa Taman. Bali, namun pesakitan itu dapat dibunuhnya. I Dewa Taman Bali hanya menderita luka berat dan lama belum pulih. Sedang dalam penderitaan luka parah, istri I Dewa Taman Bali digauli oleh putranya sendiri yang bernama I Dewa Kaler. I Dewa Kaler diusir dari Taman Bali kemudian bernama Pungakan Kedisan karena dalam perjalanannya disambar burung gagak, juga disebut Pungakan Don Yeh karena waktu berangkatnya mengarungi hujan lebat dan banjir. Setelah raja Taman Bali wafat, diganti oleh putranya bernama I Dewa Anom Teka hendak menuntut bela atas wafat ayahnya yang direncanakan oleh Anglurah Paraupan di Bangli. Hal itu didukung oleh sanak keluarga dan pejabat- pejabat bawahannya. Segera mereka menyerang Bangli di bawah pimpinan I Dewa Anom Teka. Terjadi peperangan sengit antara Taman Bali dengan Bangli yang dipimpin oleh Kyayi Paraupan dan putranya Kyayi Anglurah Dawuh Bahingin. Kyayi (Pamamoran) tewas, Kyayi Dawuh Bahingin tewas pula. Kyayi Paraupan tampil sebagai pimpinan perang. Beliau pun gugur pula. Akhirnya Bangli mengalami kekalahan. Setelah Bangli kalah para putra Taman Bali beralih tempat. I Dewa Gede Perasi di Bangli, I Dewa Gede Pindi di Gaga. Di Taman Bali bertahta I Dewa Anom Teka menggantikan ayahnya. Berdiri tiga kerajaan, Bangli, Taman Bali, Nyalian. I Dewa Gde Prasi Raja Bangli, mempunyai seorang putri bernama I Dewa Ayu Den Bancingah. Tanpa keturunan. I Dewa Kanea (ipar Dalem Linggarsapura) amat disayang oleh Dalem, diberi pangkat Kanea, diam di Utara Bancingah bergelar I Dewa Kanea Den Bancingah. Mempunyai seorang putra bernama I Dewa Gede Tangkeban, sebab pada waktu lahirnya tanpa sengaja ditutup kasur tempat duduk raja oleh Ki Arya Jambe Pule. Pada saat terjadi pemberontakan Kyayi Anglurah Agung di Gelgel, Dalem Dimade mengungsi ke Guliang. I Dewa Kanea Den Bancingah kembali ke Brasika membawa keris Ki Lobar. Taman Bali dikalahkan oleh Kyayi Anglurah Made dari Karangasem. Putra-putra raja Taman Bali diungsikan, ke Gianyar oleh I Dewa Manggis, Kemudian I Dewa Agung Gde diam di Taman Bali karena Taman Bali diserahkan oleh Kyayi Anglurah Made Karangasem. I Dewa Agung Gde menyerahkan desa-desa: Cegeng, Tembaga, Tohjiwa, Sangkan Aji, Margayu, Pamubugan, Sukahet, Lebu, kepada Anglurah Made Karangasem, I Dewa Agung Gde berputra dua orang di Taman Bali, pria-wanita. Yang pria bernama, I Dewa Agung Gde Taman Bali. I Dewa Gde Taman Bali menggempur Taman Bali atas bantuan I Dewa Manggis, Taman Bali dikuasai kembali. I Dewa Agung Gde mengungsi ke Puri Kanginan (Klungkung) I Dewa Manggis ingin melihat warna Ki Lobar. Tak diijinkan oleh Dalem. Namun niatnya tak kunjung padam. Lama kelamaan Dalem meminjamkan keris Ki Lobar. I Dewa Gede Tangkeban menjadi salah paham, I Dewa Taman Bali dan I Dewa di Bangli menyarankan ajar dipertahankan meskipun apa terjadi. Didukung oleh sanak keluarga dan rakyatnya. I Dewa Agung Putra mendengar hal itu maka baginda minta bantuan ke Karangasem dan Gianyar untuk menggempur Nyalian. Terjadi perang sengit, I Dewa Gede Tangkeban minta bantuan Taman Bali dan Bangli, namun belum diberikan. Ternyata I dewa Gede Tangkeban tetap mengadakan perlawanan bersama sanak keluarganya. Banyak jatuh korban. I Dewa Gede Tangkeban tampil ke depan dengan menghunus Ki Lobar, hingga musuh- musuhnya lari tunggang-langgang. Kemudian pasukan Dalem maju lagi. I Dewa Gede Tangkeban tertembak, namun tidak gugur. Terpikir olehnya, kekecewaan dirinya, sehingga timbul kemarahannya pada sanak keluarganya di Bangli dan Taman Bali, beliau pun mengutuk agar selalu cekcok sesama keluarganya. Lalu ujung Ki Lobar dipotongnya. I Dewa Gde Tangkeban gugur dalam peperangan, Nyalian dikuasai oleh Klungkung. I Dewa Gede Tangkeban meninggalkan seorang putra dilarikan ke Bangli oleh ibunya. Kemudian diasuh sebaik baiknya oleh I Dewa Ayu Den Bancingah, seperti putra kandung karena I Dewa Ayu Den Bancingah tidak berputra selama bersuami istri dengan I Dewa Anon Rai. I Dewa Anom Rai mempunyai seekor kuda bernama Gandawesi dan mempunyai keahlian dapat melihat apa yang terjadi. I Dewa Anom Rai kawin dengan seorang kasta sudra, sehingga I Dewa Den Bancingah tidak diperhatikan lagi, timbul sakit hatinya dan menyidangkan bawahannya. I Dewa Ayu Den Bancingah berkat bantuan seorang dukun Ida Waneng Pati berhasil membunuh I Dewa Anom Rai di tempat tidurnya. Kemudian I Dewa Ayu Den Bancingah menjadi Ratu. Keamanan pulih kembali. Putra I Dewa Gede Tangkeban yang diasuh di Puri Bangli telah dewasa. Belum beristri. Senang tari- tarian antara lain, gambuh, legong, mencari guru tari ke Sukawati. Kesenangannya itu sama dengan kesenangan raja Taman Bali. Sering saling sabot guru tari, timbul cekcok antara Bangli dan Taman Bali. Taman Bali hendak menyerang Bangli, maka minta bantuan pada Dalem di Klungkung. Dalem tak berkenan karena tak pernah cekcok dengan raja Bangli. I Dewa Taman Bali merasa kecewa. Kemudian I Dewa Gede Raka Taman Bali mengumpulkan sanak saudara antara lain; I Dewa Gede Mundung, I Dewa Pulesari, I Dewa Batan Wani, I Dewa Jelepung, I Dewa Pindi, I Dewa Rendang, I Dewa Guliangan, I Dewa Pasalakan. Semua setuju menggempur Bangli tetapi agar minta bantuan ke Gianyar. Hal itu disetujui oleh I Dewa Taman. Bali, lalu minta bantuan kepada I Dewa Manggis dengan catatan bila Bangli kalah agar dibagi dua. Pasukan Gianyar dipimpin oleh Cokorda Mas. Bangli kalah dikuasai oleh Taman Bali dan Gianyar. Raja Bangli bersembunyi di Kehen. Raja Taman Bali mengepung Kehen, dan raja Gianyar menunggu di Taman Bali. I Dewa Ayu Den Bancingah setelah memperoleh wahyu di Pura Kehen, hendak berhadapan dengan I Dewa Taman Bali. Namun bersimpang jalan, perjalanannya langsung ke selatan hingga ke Taman Bali, maka berhadapan dengan I Dewa Manggis, pasukan I Dewa Manggis kalah, mereka kembali ke Gianyar. I Dewa Taman Bali tiba di Kehen, tidak berjumpa dengan siapa pun juga. Melihat asap mengepul di arah selatan. Disangka raja Gianyar berbuat buruk. Segera beliau hendak menghadapi raja Gianyar. Tiba di Taman Bali, ternyata sunyi-senyap. Dugaannya semula semakin tebal dan kuat I Dewa Taman Bali menerima laporan dari Guliang, bahwasanya ada serangan pasukan Klungkung. Pasukan Klungkung dihadapinya, pasukan Klungkung ketakutan, sebab tujuannya bukan untuk berperang, melainkan Cokorda Dewagung Putra ingin bertemu dengan I Dewa Manggis. Karena serbuan pasukan Taman Bali, maka baginda kembali melalui jembatan darurat. Jembatan itu patah menimbulkan banyak korban, Dewagung Putra wafat di Blahpane. Bhatara Dalem Sakti (ayah Dewata di Blahpane) amat murka dan memerintahkan agar Gianyar dan Bangli menyerang Taman Bali, Terjadi pertempuran sengit sasih ke 5, rah 9, tenggek 3, titi tanggal 13 Isaka 1809. Taman Bali kalah, dibumihanguskan oleh Bangli. Dan kekayaan Taman Bali dibawa ke Bangli, Raja Bangli tetap I Dewa Ayu Den Bancingah.

English

google translate language bali

Last Update: 2015-02-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

KETIKA sebuah rezeki tertumpah, maka saat itu pula rasa syukur seharusnya dipanjatkan. Keyakinan akan hal itulah yang membuat para nelayan di Pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), melestarikan upacara tradisional Larung Sembonyo. Mitos masyarakat teluk Prigi tentang pembuatan kawasan teluk Prigi merupakan asal usul adanya upacara Larung sembonyo. Pelaksanaannya dilakukan oleh masyarakat nelayan dan petani berkaitan dengan mata pencaharian sebagai nelayan, petani serta merupakan sarana untuk menghormati leluhurnya yang berjasa dalam membuka kawasan teluk Prigi. Mereka tidak ingin melupakan jasa Tumenggung Yudo Negoro sebagai pahlawan sekaligus sebagai pendiri desa Tawang, Tasikmadu. Jika mereka melalaikan takut ada gangguan, sulit dalam penanngkapan ikan, panen pertanian gagal, timbul wabah, bencana alam dan sebagainya. Upacara Larung sembionyo pada tahun 1985 dilaksanakan secara besar-besaran setelah sebelumnya terhenti akibat situasi politik. Peringatan saat itu dibantu Pemda kab. Trenggalek dalam rangka promosi wisata.Upacara Sembonyo dilaksanakan penuh syarat syarat, dan beraneka ragam larangan. Hal ini mempengaruhi watak masyarakat Prigi, khususnya masyarakat nelayan yang membutuhkan ketekunan, ketabahan dan keberanian menantang maut, yang mengintai setiap saat. Laut ladangnya, laut tempat rejekinya. Asal muasal sembonyo Sembonyo sebenarnya nama mempelai tiruan berupa boneka kecil dari tepung beras ketan, dibentuk seperti layaknya sepasang mempelai yang sedang bersanding. Duduk diatas perahu lengkap dengan peralatan satang, yaitu alat unutuk menhjalankan dan mengemudikan perahu. Penggambaran mempelai tiruan yang bersanding diatas perahu ini dilengkapi pula dengan sepasang mempelai tiruan terbuat dari ares atau galih batang pisang, diberi hiasan bunga kenangadan melati, lecari. Karena sembonyo mengambarkan mempelai, maka perlengkapan upacara adat sembonyo juga dilengkapi dengan asahan atau sesaji serta perlengkapan lain seperti halnya upacara perkimpoian tradisional jawa. Tiruan mempelai yang disebut Sembonyo itu berkaitan dengan mitos setempat mengenai terjadinya tradisi larung sembonyo. Tradisi ini bermula dari suatu peristiwa yang dianggap pernah terjadi , yaitu perkimpoian antar Raden Nganten Gambar Inten, dengan Raden Tumenggung Kadipaten Andong Biru. Raden Nganten Gambar Inten juga terkenal dengan nama raden Nganten Tengahan. Larung Sembonyo ini mendapat inspirasi dari legenda rakyat pantai Prigi tentang Tumenggung Yudhonegoro. Masyarakat Prigi meyakini, dia memiliki nama asli Raden Kromodipo, seorang kepala prajurit dari Kerajaan Mataram. Alkisah, kata legenda itu, Yudhonegoro mendapat perintah dari Adipati Andong Biru. Andong Biru adalah ningrat Kerajaan Mataram yang mendapat mandat raja sebagai penguasa wilayah hutan di pesisir Jawa, mulai dari Pacitan hingga Banyuwangi. Mataram yang saat itu berambisi memperluas wilayah, gencar membuka kawasan-kawasan baru. Lalu Andong Biru memerintah Yudhonegoro agar membuka kawasan Prigi yang kala itu masih berupa hutan belantara, menjadi daerah berpenduduk. Andong Biru mengiming-imingi Yudhonegoro, kelak jika berhasil membuka kawasan Prigi, dia berhak mempersunting putri kesayangannya, Gambar Inten. Yudhonegoro tak mengecewakan. Prigi disulapnya menjadi kawasan berpenghuni. Kekuasaan Mataram melebar. Andong Biru pun memenuhi kaulnya terhadap Yudhonegoro. Sebagai ungkapan kegembiraan, Andong Biru menggelar pesta besar-besaran pernikahan Yudhonegoro-Gambar Inten. Pesta berlangsung Senin Kliwon, bulan Selo pada penanggalan Jawa. Di tengah kebahagiaannya memperistri putri cantik Gambar Inten, Yudhonegoro tak lupa diri. Ia bersyukur. Berkat sokongan sang penguasa laut, Prigi bukan lagi hutan belantara, Gambar Inten juga jadi miliknya. Karena itulah, Yudhonegoro melakukan sedekah laut dengan cara melarung sembonyo ke laut pantai Prigi. Tradisi inilah yang dipertahankan secara turun oleh masyarakat Prigi. Hanya, dalam perkembangannya, Larung Sembonyo tidak lagi jatuh pada Senin Kliwon, tetapi Ahad (Minggu) Kliwon. Masyarakat Prigi mempertahankan Kliwon (hari pasaran sesuai dengan penanggalan Jawa). Sebuah alasan praktis karena Minggu hari libur sehingga pelancong memiliki waktu luang untuk mengikuti Larung Sembonyo.

English

this is my kitchen

Last Update: 2014-11-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Pinus merkusii merupakan satu-satunya jenis pinus yang tumbuh asli di Indonesia. P. merkusii termasuk dalam jenis pohon serba guna yang terus-menerus dikembangkan dan diperluas penanamannya pada masa mendatang untuk penghasil kayu, produksi getah, dan konservasi lahan. Hampir semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan, antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk diambil getahnya. Getah tersebut diproses lebih lanjut menjadi gondorukem dan terpentin. Gondorukem dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat sabun, resin dan cat. Terpentin digunakan untuk bahan industry parfum, obat-obatan, dan desinfektan. Hasil kayunya bermanfaat untuk konstruksi, korek api, pulp, dan kertas serat panjang. Bagian kulitnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan abunya digunakan untuk bahan campuran pupuk, karena mengandung kalium Manfaat P. merkusii Jungh et De Vriese atau sering disebut tusam merupakan salah satu jenis pohon industri yang mempunyai nilai produksi tinggi dan merupakan salah satu prioritas jenis untuk reboisasi terutama di luar pulau Jawa. Di pulau Jawa, pinus atau tusam dikenal sebagai penghasil kayu, resin dan gondorukem yang dapat diolah lebih lanjut sehingga mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi seperti produksi α pinen. Kelemahan dari P. merkusii adalah peka terhadap kebakaran, karena menghasilkan serasah daun yang tidak mudah membusuk secara alami. Kebakaran hutan umumnya terjadi pada saat musim kemarau, karena saat itu kandungan air, baik pada ranting-ranting dan serasah di lantai hutan maupun pada pohon menjadi berkurang sehingga kemungkinan untuk mengalami kebakaran menjadi lebih besar. Selain itu, produksi serasah pinus termasuk tinggi, yaitu sebesar 12,56-16,65 ton/hektar. Menurut Harahap dan Izudin (2002) kegunaan P. merkusii untuk bangunan perumahan, lantai, mebel, kotak, korek api, pulp, tiang listrik, papan wol kayu, resin, gondorukem, dan kayu lapis Selain itu, kegunaan pinus sangat banyak, antara lain kayunya dapat digunakan untuk triplek, venir, pulp, sutra tiruan, dan bahan pelarut. Getahnya dapat dijadikan gondorukem, sabun, perekat, cat dan kosmetik. Daur panen untuk kebutuhan pulp 12 tahun dan non pulp 20 tahun. P. merkusii umumnya ditanam untuk produksi kayu pertukangan, disamping itu pohonnya juga disadap untuk menghasilkan terpentin dan gondorukem. Peningkatan kelurusan batang dan volume masih merupakan sifat-sifat penting yang perlu dimuliakan. Nilai heritabilitas bentuk batang umumnya moderat, demikian pula untuk diameter. Korelasi genetik antara bentuk batang dan diameter bervariasi dari rendah positif ke moderat negatif. Korelasi genetik antara tinggi dan diameter umumnya moderat sampai tinggi positif BOTANI PINUS Tata Nama Pinus merkusii Jungh et de Vriese termasuk suku Pinaceae, sinonim dengan P. sylvestri auct. Non. L, P. sumatrana Jung, P. finlaysoniana Blume, P. latteri Mason, P. merkusii var. tonkinensis, P. merkusiana Cooling & Gaussen. Nama daerah : Damar Batu, Huyam, Kayu Sala, Sugi, Tusam (Sumatera), Pinus (Jawa), Sral (Kamboja), Thong Mu (Vietnam), Tingyu (Burma), Tapusan (Filipina), Indochina Pine, Sumatra Pine, Merkus Pine (Amerika Serikat, Inggris) dan lain-lain (Harahap dan Izudin, 2002). Deskripsi P. merkusii Jungh et de Vriese pertama sekali ditemukan dengan nama tusam di daerah Sipirok, Tapanuli Selatan oleh seorang ahli botani dari Jerman - Dr. F. R. Junghuhn - pada tahun 1841. Jenis ini tergolong jenis cepat tumbuh dan tidak membutuhkan persyaratan khusus. Keistimewaan jenis ini antara lain merupakan satu-satunya jenis pinus yang menyebar secara alami ke selatan khatulistiwa sampai melewati 20 LS . Tinggi P. merkusii Jung. & De Vr. dapat mencapai 20-40 m. Daunnya dalam berkas dua dan berkas jarum (sebetulnya adalah tunas yang sangat pendek yang tidak pernah tumbuh) pada pangkalnya dikelilingi oleh suatu sarung dari sisik yang berupa selaput tipis panjangnya sekitar 0,5 cm. Bunga jantan panjangnya sekitar 2 cm, pada pangkal tunas yang muda, tertumpuk berbentuk bulir. Bunga betina terkumpul dalam jumlah kecil pada ujung tunas yang muda, selindris, dan sedikit berbangun telur, kerapkali bengkok. Sisik kerucut buah dengan perisai ujung berbentuk jajaran genjang, akhirnya merenggang; kerucut buah panjangnya 7-10 cm. Biji pipih berbentuk bulat telur, panjang 6-7 mm, pada tepi luar dengan sayap besar, mudah lepas (Steenis, 2003). Tinggi P. merkusii dapat mencapai 20-40 m dengan diameter 100 cm dan batang bebas cabang 2-23 m. Pinus tidak berbanir, kulit luar kasar berwarna coklat kelabu sampai coklat tua, tidak mengelupas dan beralur lebar serta dalam. Kayu pinus berwarna coklat-kuning muda, berat jenis rata-rata 0,55 dan termasuk kelas kuat III serta kelas awet IV. Pohon pinus berbunga dan berbuah sepanjang tahun, terutama pada bulan Juli- November. Biji yang baik warna kulitnya kering kecoklatan, bentuk bijinya bulat, padat, dan tidak berkerut. Jumlah biji kering 57.900 butir per kg atau 31.000 butir/l. Serasah pinus akan terdekomposisi secara alami dalam waktu 8-9 tahun. Serasah pinus merupakan serasah daun jarum yang mempunyai kandungan lignin dan ekstraktif tinggi serta bersifat asam, sehingga sulit untuk dirombak oleh mikroorganisme Syarat Tumbuh P. merkusii dapat tumbuh pada tanah yang kurang subur, tanah berpasir, tanah berbatu dengan curah hujan tipe A-C pada ketinggian 200-1.700 mdpl. Di hutan alam masih banyak ditemukan pohon besar berukuran tinggi 70 m dengan diameter 170 cm. P. merkusii termasuk famili Pinaceae, tumbuh secara alami di Aceh, Sumatera Utara, dan Gunung Kerinci. P. merkusii mempunyai sifat pioner yaitu dapat tumbuh baik pada tanah yang kurang subur seperti padang alang-alang. Di Indonesia, P. merkusii dapat tumbuh pada ketinggian antara 200-2.000 mdpl. Pertumbuhan optimal dicapai pada ketinggian antara 400-1.500 mdpl (Khaerudin, 1999). Penyebaran P. merkusii tersebar di Asia Tenggara antara lain Burma, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Filipina. P. merkusii atau tusam merupakan satu-satunya jenis pinus asli Indonesia. Di daerah Sumatera, tegakan pinus alam dapat dibagi ke dalam tiga strain , yaitu : 1. Strain Aceh, penyebarannya dari pegunungan Selawah Agam sampai sekitar Taman Nasional Gunung Leuser. Dari sini menyebar ke selatan mengikuti pegunungan Bukit Barisan lebih kurang 300 km melalui Danau Laut Tawar, Uwak, Blangkejeren sampai ke Kotacane. Di daerah ini tegakan pinus pada umumnya terdapat pada ketinggian 800 – 2000 mdpl. 2. Strain Tapanuli, menyebar di daerah Tapanuli ke selatan Danau Toba. Tegakan pinus alami yang umum terdapat di pegunungan Dolok Tusam dan Dolok Pardomuan. Di pegunungan Dolok Saut, pinus bercampur dengan jenis daun lebar. Di daerah ini tegakan pinus terdapat pada ketinggian 1000 – 1500 mdpl 3. Strain Kerinci, menyebar di sekitar pegunungan Kerinci. Tegakan pinus alami yang luas terdapat antar Bukit Tapan dan Sungai Penuh. Di daerah ini tegakan pinus tumbuh secara alami umumnya pada ketinggian 1500 – 2000 mdpl Menurut catatan, P. merkusii yang ditanam di Indonesia benihnya berasal dari Aceh atau asal mulanya dari Blangkejeren, sedangkan asal Tapanuli dan Kerinci belum dikembangkan. Pernah dicoba menanam P. merkusii asal Tapanuli di Aek Nauli, tetapi karena serangan Milionia basalis akhirnya tidak dilanjutkan pengembangannya. Padahal menurut pengamatan dengan mata telanjang banyak kelebihan atau perbedaan baik sifat maupun pertumbuhan pohon dari ketiga populasi tersebut. Tampaknya bentuk pohon yang ada di Aceh lebih bengkok-bengkok bila dibandingkan dengan yang ada di Tapanuli dan Kerinci. Kadar terpentin berbeda seperti dalam hal kandungan monoterpenenya. Kadar delta-3-carene lebih tinggi dari alpha pinene yang berlawanan dengan keterangan dalam pustaka selama ini, kecuali untuk Tapanuli. Seandainya diperoleh kadar delta-3-carene yang tinggi di Tapanuli maka akan tampak adanya variasi klinal menurut garis lintang dari utara ke selatan. Kadar limonene terdapat lebih tinggi di Tapanuli, demikian pula untuk alpha pinene. Dengan demikian variasi ekotipik lebih jelas terdapat pada P. merkusii bahwa komposisi asam gondorukem pada ketiga populasi yang ditelitinya (Aceh, Tapanuli dan Kerinci) tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dan lain halnya dengan komposisi terpentinnya. Kandungan alpha pinene dan delta-3-carene sangat tinggi pada ketiga populasi. Pengetahuan variasi geografis sangat penting dalam rangka pemuliaan suatu jenispohon. Zobel dan Talbert (1984) mengemukakan bahwa program pemuliaan pohon hampir sebanyak 30 persen gagal karena tidak memperhatikan adanya variasi geografis. Contohnya adalah introduksi Pinus oocarpa yang mulanya gagal di Amerika Selatan tidak lain disebabkan oleh karena asal benih yang dipakai dalam pengujian memang tidak akan tumbuh optimal di Amerika Selatan. Setelah dicoba jenis yang sama dengan benih dari lokasi yang lain ternyata jenis tersebut dapat tumbuh optimal. Penyadapan Getah Pinus Gondorukem (resina colophonium) adalah olahan dari getah hasil sadapan pada batang tusam (Pinus). Gondorukem merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah tusam. Hasil destilasinya sendiri menjadi terpentin. Di Indonesia gondorukem dan terpentin diambil dari batang tusam Sumatera (Pinus merkusii). Di luar negeri sumbernya adalah P. palustris, P. pinaster, P. ponderosa, dan P. roxburghii. Gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan. Kandungannya sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak) Di Indonesia, komoditi ekspor ini dihasilkan oleh Perum Perhutani, terutama dari penanaman tusam di hutan pegunungan Jawa. Gondorukem Gondorukem adalah getah dari pohon Pinus (Pinus merkusii) yang kemudian diolah menjadi gondorukem. Gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan. Kandungannya sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Penggunaannya antara lain sebagai bahan pelunak plester serta campuran perban gigi, sebagai campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, sebagai bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan cat (lak) Terpentin Gondorukem Terpentin adalah getah dari pohon Pinus (Pinus merkusii) yang kemudian diolah menjadi terpentin. Kegunaan terpentin adalah untuk bahan baku industri kosmetik, minyak cat, campuran bahan pelarut, antiseptik, kamfer dan farmasi. 1. 2. Proses Pengolahan Getah Pinus Dalam proses pengolahan Getah Pinus di Pabrik Gondorukem & Terpentin (PGT) Perum Perhutani, bahan baku industri berupa Getah Pinus (Pinus Merkusii) diproses melalui beberapa tahapan : 1) Penerimaan & Pengujian Bahan Baku 2) Pengenceran 3) Pencucian & Penyaringan 4) Pemanasan/pemasakan 5) Pengujian& Pengemasan Gondorukem dan Terpentin merupakan hasil distilasi/penyulingan dari getah Pinus. Gondorukem berupa padatan berwarna kuning jernih sampai kuning tua. Sedangkan Terpentin berbentuk cair berwarna jernih serta merupakan pelarut yang kuat. Proses pengolahan getah menjadi gondorukem pada umumnya meliputi 2 tahapan : - Pemurnian getah dari kotoran-kotaran - Pemisahan terpentin dari gondorukem dengan cara distilasi/penguapan. Proses pemurnian getah. - pengenceran getah dengan terpentin - pengambilan/penyaringan kotoran kasar - pencucian & pemisahan kotoran halus dengan penyaringan maupun pengendapan. Proses pemisahan gondorukem dari terpentinnya. - dilakukan dengan pemanasan langsung - dilakukan dengan pemanasan tidak langsung. (menggunakan uap)

English

never stop driming

Last Update: 2014-11-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

masa hidup sunan kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan majapahit (berakhir 1478), kesultanan demak, kesultanan cirebon dan banten, bahkan juga kerajaan pajajaran yang lahir pada 1546 serta awal kehadiran kerajaan mataram dibawah pimpinan penambahan senopati. ia ikut juga merancang pembangunan mesjid agung cirebon dan mesjid agung demak. tiang "tatal" (pecahan kayu) yang merupakan salah satu dari tiang utama mesjid adalah kreasi sunan kalijaga . sunan kalijaga di perkirakan lahir pada tahun 1450 dengan nama raden said dia adalah putra adipati tuban yang bernama tumenggung walatikta atau raden sahur. nama lain sunan kalijaga antara lain lokajaya, syekh malaya, pangeran tuban , dan raden abdurahman . berdasarkan 1 persi masyarakat cirebon, nama kalijaga berasal dari desa kalijaga di cirebon. pada saat sunan kalijaga berdiam disana, dia sering berendam disungai (kali) atau juga kali. mengenain asal usulnya, ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa ia juga masih keturunan arab. tapi, banyak pula yang menyatakan ia orang jawa asli. van den berg menyatakan bahwa sunan kalijaga adalah keturunan arab yang silsilahnya sampai kepada rasullulah saw. sementara itu menurut babad tubad menyatakan bahwa ariateja alias abdurrahman berhasil mengislamkan adipati tuban, aria dikara, dan mengawini putrinya. dari perkawinan ini ia memiliki putri bernama aria wilatikta. menurut catatan tome pires,penguasa tuban pada tahun 1500 m adalah cucu dari penguasa islam pertama di tuban sunan kalijaga atau raden mas said adalah putri aria wilatikta . sejarawan lain seperti de graaf membenarkan bahwa aria teja (abdurrahman) memiliki silsilah dengan ibnu abbas. paman muhammad . sunan kalijaga mempunyai 3 anak salah satunya adalah umar said atau sunan muria dalam suatu riwayat, sunan kalijaga di sebutkan menikah dengan dewi saroh binti maulana ishak, dan mempunyai 3 putri ; r.umar said(sunan muria), dewi rakayuh dan dewi sofiah .

English

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Last Update: 2014-10-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

Buttu Kabobong adalah nama sebuah gunung unik yang terletak di Kabupaten Enrekang. Tepatnya di poros jalan dari arah Rappang, Kabupaten Sidrap. Dikatakan unik karena bentuk gunung ini menyerupai alat reproduksi wanita dan dipastikan hanya satu-satunya di dunia. Selain unik dan penuh daya tarik, gunung ini juga ternyata punya legenda yang secara turun temurun menyisakan berbagai versi, namun pada prinsipnya mengandung makna yang sama, yakni pesan moral dari para leluhur setempat tentang pantangan keras untuk melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Kisah di bawah ini adalah salah satu versi yang dihimpun dari berbagai sumber sebagaimana berikut : Pada zaman dahulu kala, di kaki Gunung Bambapuang terdapat suatu kerajaan tua yang bernama Kerajaan Tindalaun. Sementara di dalam kerajaan itu sendiri terdapat sebuah perkampungan kecil yang juga dinamai Tindalun. Konon pada suatu ketika, datanglah seorang yang disebut To Mellaorilangi’ (orang yang turun dair langit) atau yang dalam istilah lainnya disebut To Manurung di Kampung Tindalun yang terletak di sebelah selatan Gunung Bambapuang tersebut. To Manurung ini juga menurut riwayatnya konon datang dari Tangsa, yaitu sebuah daerah di Kabupaten Tana Toraja. Mulanya, di Tangsa ada seorang ibu muda cantik bernama Masoang yang mempunai lima orang anak. Entah karena apa, kelima anak Masoang itu terbagi-bagi. Yakni dua orang ke Tana Toraja Barat, dua lainnya tinggal di Tangsa, kemudian yang satu orang lagi dianggap menghilang karena kepergiaannya tidak diketahui. Beberapa hari kemudian tak jauh dari sebuah perkampungan, pada suatu malam, masyarakat Tindalun melihat ada seonggok api yang menyala seolah tak ada padamnya. Karena didorong rasa keingitahuan, masyarakat lalu mencoba mendekati sumber nyala api tersebut. Dan ternyata, tak jauh dari situ ada anak laki-laki yang rupawan, ganteng serta kulitnya putih bersih. Bahkan menurut penilaian masyarakat Tindalun ketika itu, selain ganteng , anak itu juga memiliki ciri sebagia anak To Malabbi’. Karenanya, si anak yang tidak diketahui asal usulnya itu lalu diambil dan dibawa ke Kampung Tindalun. Boleh jadi anak inilah yang disebut sebagai To Manurung. Ringkas cerita, ketika si anak lelaki tersebut menginjak dewasa, ia lalu dikawinkan dengan salah seorang putri raja Kerajaan Tindalun yang sangat cantik. Di mana setelah pesta perkawinan yang semarak dan yang dilaksanakn secara adat istiadat setempat itu, masyarakat pun secara spontan lalu membuatkan sebuah istana baru bagi pasangan ini. Karena menganggap perkawinan itu adalah penyatuan dari anak seorang raja dengan To Mellaorilangi’ atau To Manurung. Selanjutnya dari perkawinan itu, lahirlah putra mereka yang diberi nama Kalando Palapana, kemudian dinobatkan sebagai Raja Tindalun. Dia memerintah beberapa perkampuangan di situ. Seperti diketahui, Tindalun ini merupakan wilayah yang ketika itu amat kaya dengan sumber daya alamnya. Setiap musim panen, masyarakat sangat bersuka ria karena hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. Itu sebabnya kehidupan masyarakat Tindalun rata-rata makmur dan sejahtera. Cuma sayangnya, kondisi inilah yang membuat mereka lantas lupa diri. Suasana hura-hura nyaris tak terlewatkan setiap saat. Bukan hanya itu, konon karena kekayaan yang dimiliki, perangai masyarakatpun banyak yang mulai berubah. Tatanan perilaku yang selama ini sangat menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat leluhur, mulai bergeser. Kehidupan pergaulan bebas pun kabarnya sempat mewarnai hari-hari mereka. Dengan kata lain, perubahan strata ekonomi yang begitu pesat ketika itu, menjadikan masyarakat Tindalun seolah lupa dengan jati dirinya. Lalu bagaimana dengan Raja Kalando Palapana atas kejadian itu?, tentu saja sangat gusar. Raja muda ini kemudian memanggil para tetua adat untuk dimintai pertanggung jawabannya, sekaligus memerintahkan agar segera mengatasinya. Raja sangat kuatir jika perbuatan menyimpang yang dilakukan masyarakatnya itu dibiarkan, maka akan mendapat azab dari Tuhan Sang Pencipta Alam. Memang menurut kisahnya, para tetua adat tersebut telah melaksanakan titah sang raja untuk menghentikan perilaku menyimpang masyarakat itu. Namun jangankan berhenti, malah sebaliknya perbuatan masyarakat itu semakin menjadi-jadi. Hubungan intim di luar nikah seakan menjadi hal yang rutin tanpa bisa dicegah. Larangan berdasarkan agama dan adat istiadat, bagai tak digubris, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sebelah timur ibukota kerajaan. Karena sulit dicegah, maka suatu hari Raja Tindalun mengundang para pejabat kerajaan dan tetua adat untuk melakukan pembahasan secara khusus. Di mana kesimpulan dari hasil pembahasan yang digelar di atas bukti sekitar. Tindalun itu, antara lain menyebutkan akan memberi sanksi dan hukuman seberat-beratnya bagi siapa saja tanpa kecuali yang kedapatan melakukan hubungan suami istri diluar nikah. Namun apa lacur?, lagi-lagi masyarakat tidak peduli. Hubungan bebaspun bukan hanya pada malam hari dilakukan, tapi disiang bolong pun perbuatan itu dilakukan. Ibaratnya, masyarakat seperti sudah kehilangan akhlak dan moralnya. Celakanya lagi, penyakit masyarakat ini bahkan sempat mewabah di kalangan kerabat kerajaan menyusul terlibatnya salah seorang anak raja Tindalun. Kabarnya, pasangan selingkuh anak raja Tindalun dimaksud adalah anak gadis dari salah seorang tetua adat setempat. Yang akhirnya, pada malam kejadian itu, ketika kedua anak manusia ini sedang hanyut dalam kenikmatan hubungan intim di luar nikah, sekonyong-konyong datang bencana yang memporakporandakan wilayah kerajaan Tindalun. Rupanya Tuhan telah menunjukkan murkanya. Mereka yang selama ini tak mau lagi mendengar titah rajanya, dan gemar melakukan hubungan intim di luar nikah, semua dilaknat menjadi bukit-bukit. Di antaranya ada yang menyerupai kelamin wanita. Gunung yang menghadap ke barat dan terletak di sebelah timur Gunung Bambapuang inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Buttu Kabobong. Sedangkan pada sebelah barat Buttu Kabobong, terdapat pula gunung yang menjorok ke seberang menghampiri pusat Buttu Kabobong. Gunung ini bentuknya menyerupai “maaf” alat kelamin laki-laki. Antara kedua gunung ini dibatasi oleh sebuah anak sungai. Demikian sekelumit legenda tentang Buttu Kabobong, yang jika ditelaah, sesungguhnya mempunyai pesan moral agar umat manusia di mana pun, tidak melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Karena hal itu merupakan perbuatan zinah yang sangat dilarang oleh agama. Hukumnya adalah dosa besar.

English

translation from Indonesian to Toraja

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

cerita danau toba Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar. Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan. “Tunggu, aku jangan dimakan! Aku akan bersedia menemanimu jika kau tidak jadi memakanku.” Petani tersebut terkejut mendengar suara dari ikan itu. Karena keterkejutannya, ikan yang ditangkapnya terjatuh ke tanah. Kemudian tidak berapa lama, ikan itu berubah wujud menjadi seorang gadis yang cantik jelita. “Bermimpikah aku?,” gumam petani. “Jangan takut pak, aku juga manusia seperti engkau. Aku sangat berhutang budi padamu karena telah menyelamatkanku dari kutukan Dewata,” kata gadis itu. “Namaku Puteri, aku tidak keberatan untuk menjadi istrimu,” kata gadis itu seolah mendesak. Petani itupun mengangguk. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setahun kemudian, kebahagiaan Petani dan istri bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Ia diberi nama Putera. Kebahagiaan mereka tidak membuat mereka lupa diri. Putera tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan kuat. Lama kelamaan, Putera selalu membuat jengkel ayahnya. Jika disuruh membantu pekerjaan orang tua, ia selalu menolak. Istri Petani selalu mengingatkan Petani agar bersabar atas ulah anak mereka. “Ya, aku akan bersabar, walau bagaimanapun dia itu anak kita!” Memang kata orang, kesabaran itu ada batasnya. Hal ini dialami oleh Petani itu. Pada suatu hari, Putera mendapat tugas mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi Putera tidak memenuhi tugasnya. Petani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Ia langsung pulang ke rumah. Di lihatnya Putera sedang bermain bola. Petani menjadi marah sambil menjewer kuping anaknya. “Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri ! Dasar anak ikan !,” umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan itu. Setelah petani mengucapkan kata-katanya, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap. Tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras dan semakin deras. Desa Petani dan desa sekitarnya terendam semua. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Sedangkan pulau kecil di tengahnya dikenal dengan nama Pulau Samosir.

English

Lake Toba story

Last Update: 2014-09-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Legenda Danau Toba Pada jaman dahulu, hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu di bagian utara pulau Sumatra. Daerah tersebut sangatlah kering. Syahdan, pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu hari ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning keemasan. Begitu dipegangnya, ikan tersebut berubah menjadi seorang putri jelita. Putri itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan. Ia akan berubah menjadi sejenis mahluk yang pertama menyentuhnya. Oleh karena yang menyentuhnya manusia, maka ia berubah menjadi seorang putri. Terpesona oleh kecantikannya, maka pemuda tani tersebut meminta sang putri untuk menjadi isterinya. Lamaran tersebut diterima dengan syarat bahwa pemuda itu tidak akan menceritakan asal-usulnya yang berasal dari ikan.Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut. Setelah setahun, pasangan suami istri tersebut dikarunia seorang anak laki-laki. Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang. Ia makan semua makanan yang ada. Pada suatu hari anak itu memakan semua makanan dari orang tuanya. Pemuda itu sangat jengkelnya berkata: "dasar anak keturunan ikan!" Pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari isterinya.Dengan demikian janji mereka telah dilanggar. Istri dan anaknya menghilang secara gaib. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari mata air tersebut makin lama makin besar. Dan menjadi sebuah danau yang sangat luas. Danau itu kini bernama Danau Toba.

English

Pada jaman dahulu hiduplah seorang pemuda tani yatim piatu dari bagian utara pulau sumatra. Daerah tersebut sangatlah kering. Syahdan . Pemuda itu hidup dari bertani dan memancing ikan. Pada suatu hari ia memancing seekor ikan yang indah. Warnanya kuning keemasan. Begitu di pegangnya. Ikan itu berubah menjadi putri jelita. wanita itu di kutuk karena melanggar larangan. Ia akan berubah menjadi sejenis mahluk yang pertama memengangnya. Oleh karena itu yang pertama kali menyentuhnya seorang manusia.maka Ia berubah menjadi seorang putri. Terpesona dengan kecantikannya maka pemuda tani meminta sang putri utuk menjadi istrinya. Lamaran tersebut di terima dengan syarat pemuda itu tidak akan menceritakan asal usulnya yang berasal dari ikan. Pemuda tani itu menyanggupi syarat tersebut. Setelah setahun. Pasangan tersebut di karunia seorang anak laki laki . Ia mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak pernah kenyang ia makan semua makanan yang ada. Pada suatu hari anak itu memakan semua makanan dari orang tuanya. Pemuda itu dengan jengkelnya berkata "dasar anak ketrunan ikan pernyataan itu dengan sendirinya membuka rahasia dari istinya. Dengan demikian janji mereka telah dilanggar istri dan anaknya hilang secara gaib. Ditanah bekas pijakan mereka menyemburlah mata air. Air yang mengalir dari mata air tersebut makin lama makin besar. dan menjadi danau yang sangat luas. Danau itu kini bernama danau toba

Last Update: 2014-08-27
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Add a translation

Search human translated sentences



Users are now asking for help: where have you been up to lately (English>Hindi) | main tum se pyar karta hoon (Hindi>English) | bf video (Hindi>English) | organostannic (English>Polish) | bf movie hindi bf (Hindi>English) | vepřová panenka (Czech>English) | xnxn com (Portuguese>English) | hi ate musta na po kayo jan (Tagalog>English) | aaj barish ho rahi hai (Hindi>English) | poydi ba kitang maging friend (Tagalog>English) | pantanggal ng antok (Tagalog>English) | bf 3x film java x** bf (Hindi>English) | czesz (Polish>English) | bf 3x filmjava x** bf x** video (Hindi>English) | una fanya nini (Swahili>English)


Report Abuse  | About MyMemory   | Contact Us


MyMemory in your language: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsNederlandsSvenskaРусский日本語汉语한국어Türkçe

We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK