MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: susunan acara tedak siten ( Indonesian - Javanese )

    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Indonesian

acara

Javanese

Tedak wicara Siten

Last Update: 2014-11-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

pidato tedhak siten

Javanese

tedhak wicara tedak

Last Update: 2016-02-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara 10 muharram

Javanese

10 acara pandonga nutup sakti

Last Update: 2016-01-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara pentas seni

Javanese

nutup acara seni pandonga

Last Update: 2015-07-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara nuzulul quran

Javanese

Acara nutup quran pandonga Marhaban

Last Update: 2015-07-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara isra mi'raj

Javanese

acara pandonga nutup Isra Mi'raj

Last Update: 2016-01-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Susunan Upacara Pernikahan Adat Budaya Bali

Javanese

susunan upacara pernikahan adat budaya bali

Last Update: 2013-02-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara KEJUARAAN PENCAK SILAT

Javanese

Please, specify two different languages

Last Update: 2014-07-30
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

pidato tedhak siten

Javanese

Tedak wicara Siten

Last Update: 2014-11-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

selamat pagi permisa jumpa lagi dengan saya dalam acara liputan 6 pagi

Javanese

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara ulang tahun

Javanese

nutup acara ulang pandonga

Last Update: 2015-12-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

hanya dengan karunia Allah kita semua dapat berkumpul diacara ini, semoga pertemuan hari ini mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Javanese

translation google Cirebon disualekno-basa Indonesia

Last Update: 2016-04-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Asal Usul Nama Kota Batang - Pada jaman dahulu kala di sebuah desa Kalisalak hiduplah seorang gadis cantik jelita yang bernama Dewi Rantan sari anak dari Mbok Rondo, karena kecantikannya tersebut maka Sultan Mataram yang bernama Sultan Agung Hanyokrokusumo jatuh cinta kepada Dewi Rantan Sari. Ia menyuruh Bhahurekso yang biasa dikenal bernama Joko Bau anak dari Ki Agung Cempalek dari Kesesi untuk melamar Dewi Rantan Sari. Sesampainya di kediaman Rantan sari, Bhahurekso terpesona dan jatuh cinta kepada Dewi Rantan sari, begitu pula sebaliknya Dewi Rantan Sari, begitu pula sebaliknya Dewi Rantan Sari jatuh cinta pada Bhahurekso. Akhirnya Bhahurekso melamarnya untuk dirinya sendiri tanpa sepengetahuan Sultan Mataram yang mengutusnya, dalam perjalanan pulang menuju Mataram dia terus berfikir bagaimana caranya bicara denagan Sultan Mataram atas peristiwa tersebut. Tidak lama dalam perjalanan tersebut Bhahurekso bertemu dengan gadis cantik lainnya yang juga yang wajahnya mirip dan secantik Rantan Sari di desa Kalibeluk anak seorang penjual serabi yang bernama Endang Wiranti, segera setelah muncul sebuah rencana di benak Bhahurekso, ia berencana membawa Endang Wiranti ke Mataram untuk diperkenalkan kepada Sultan Mataram sebagai Rantan Sari. Asal Usul Nama Kota Batang Akhirnya diputuskan Bhahurekso meminta Endang Wiranti menyamar menjadi Rantan Sari dan Endang menyetujui rencana tersebut, sesampai di kota Mataram Endang dipertemukan dengan Sultan, tidak lama Endang Wiranti jatuh pingsan, sultan menjadi curiga atas kejadian tersebut, setelah siuman dari pingsannya Sultan bertanya kepada Rantan Sari gadungan, Endang Wiranti menjadi sangat ketakutan dan akhirnya berterus terang mengatakan yang sesungguhnya bahwa sebenarnya dia ini bukan Rantan Sari yang dimaksudkan Sultan, tetapi adalah Endang Wiranti anak seorang penjual serabi dari desa Kalibeluk dia mengakui segala rencana yang disusun Bhahurekso untuk menipu Sultan Mataram karena Bhahurekso terlanjur jatuh cinta dan menikahi dewi Rantan sari gadis cantik yang hendak dipersunting Sultan Mataram. Karena keterusterangan Endang Wiranti ini, Sultan sangat menghargai kejujuran Endang Wiranti dengan menghadiahkan sejumlah uang yang cukup banyak untuk modal meneruskan berjualan serabi dan diantarkan pulang ke Kalibeluk, Endang mohon pamit pulang dan mohon dimaafkan atas kejadian tersebut. Sebagai hukuman atas kejadian kebohongan tersebut Sultan menghukum Bhahurekso dengan tugas berat berupa membuka hutan lebat yang sangat berbahaya karena banyak dihuni jin dan setan dengan menebang pohon-pohon besar dan berperang melawan jin penghuni alas roban. Karena Bhahurekso bersalah dan menerima hukuman itu dan langsung sesampainya disana Bhahurekso menebang semua pohon besar yang ada di alas Roban. Sebenarnya pohon-pohon besar itu adalah jelmaan para siluman yang dipimpin oleh seorang siluman raksasa yang mempunyai anak yang sangat cantik bernama Dubrikso wati, sebagai tanda menyerah atas kemenangan Bhahurekso yang sangat sakti itu raja siluman memberi hadiah berupa putrinya untuk dinikahi Bhahurekso. Bhahurekso menyetujui dan menikahi Dubrikso Wati dan memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Banteng. Akibat dari penebangan pohon-pohon hutan yang besar-besar tersebut, bau, maka banyak bangkai-bangkai siluman berupa batang-batang (istilah Jawa) yang terapung di sungai, setelah hujan besar, sejak saat itu maka tempat tersebut disebut BATANG yang sekarang disebut Kota Batanggogle translete indonesia ke inggris

Javanese

gogle translete Indonesia nganti javanese

Last Update: 2016-02-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Asal Usul Nama Kota Batang - Pada jaman dahulu kala di sebuah desa Kalisalak hiduplah seorang gadis cantik jelita yang bernama Dewi Rantan sari anak dari Mbok Rondo, karena kecantikannya tersebut maka Sultan Mataram yang bernama Sultan Agung Hanyokrokusumo jatuh cinta kepada Dewi Rantan Sari. Ia menyuruh Bhahurekso yang biasa dikenal bernama Joko Bau anak dari Ki Agung Cempalek dari Kesesi untuk melamar Dewi Rantan Sari. Sesampainya di kediaman Rantan sari, Bhahurekso terpesona dan jatuh cinta kepada Dewi Rantan sari, begitu pula sebaliknya Dewi Rantan Sari, begitu pula sebaliknya Dewi Rantan Sari jatuh cinta pada Bhahurekso. Akhirnya Bhahurekso melamarnya untuk dirinya sendiri tanpa sepengetahuan Sultan Mataram yang mengutusnya, dalam perjalanan pulang menuju Mataram dia terus berfikir bagaimana caranya bicara denagan Sultan Mataram atas peristiwa tersebut. Tidak lama dalam perjalanan tersebut Bhahurekso bertemu dengan gadis cantik lainnya yang juga yang wajahnya mirip dan secantik Rantan Sari di desa Kalibeluk anak seorang penjual serabi yang bernama Endang Wiranti, segera setelah muncul sebuah rencana di benak Bhahurekso, ia berencana membawa Endang Wiranti ke Mataram untuk diperkenalkan kepada Sultan Mataram sebagai Rantan Sari. Asal Usul Nama Kota Batang Akhirnya diputuskan Bhahurekso meminta Endang Wiranti menyamar menjadi Rantan Sari dan Endang menyetujui rencana tersebut, sesampai di kota Mataram Endang dipertemukan dengan Sultan, tidak lama Endang Wiranti jatuh pingsan, sultan menjadi curiga atas kejadian tersebut, setelah siuman dari pingsannya Sultan bertanya kepada Rantan Sari gadungan, Endang Wiranti menjadi sangat ketakutan dan akhirnya berterus terang mengatakan yang sesungguhnya bahwa sebenarnya dia ini bukan Rantan Sari yang dimaksudkan Sultan, tetapi adalah Endang Wiranti anak seorang penjual serabi dari desa Kalibeluk dia mengakui segala rencana yang disusun Bhahurekso untuk menipu Sultan Mataram karena Bhahurekso terlanjur jatuh cinta dan menikahi dewi Rantan sari gadis cantik yang hendak dipersunting Sultan Mataram. Karena keterusterangan Endang Wiranti ini, Sultan sangat menghargai kejujuran Endang Wiranti dengan menghadiahkan sejumlah uang yang cukup banyak untuk modal meneruskan berjualan serabi dan diantarkan pulang ke Kalibeluk, Endang mohon pamit pulang dan mohon dimaafkan atas kejadian tersebut. Sebagai hukuman atas kejadian kebohongan tersebut Sultan menghukum Bhahurekso dengan tugas berat berupa membuka hutan lebat yang sangat berbahaya karena banyak dihuni jin dan setan dengan menebang pohon-pohon besar dan berperang melawan jin penghuni alas roban. Karena Bhahurekso bersalah dan menerima hukuman itu dan langsung sesampainya disana Bhahurekso menebang semua pohon besar yang ada di alas Roban. Sebenarnya pohon-pohon besar itu adalah jelmaan para siluman yang dipimpin oleh seorang siluman raksasa yang mempunyai anak yang sangat cantik bernama Dubrikso wati, sebagai tanda menyerah atas kemenangan Bhahurekso yang sangat sakti itu raja siluman memberi hadiah berupa putrinya untuk dinikahi Bhahurekso. Bhahurekso menyetujui dan menikahi Dubrikso Wati dan memiliki seorang anak laki-laki yang diberi nama Banteng. Akibat dari penebangan pohon-pohon hutan yang besar-besar tersebut, bau, maka banyak bangkai-bangkai siluman berupa batang-batang (istilah Jawa) yang terapung di sungai, setelah hujan besar, sejak saat itu maka tempat tersebut disebut BATANG yang sekarang disebut Kota Batanggogle translete indonesia ke inggris

Javanese

gogle translete Indonesia nganti Inggris

Last Update: 2016-02-19
Subject: History
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Bapak-bapak ibu-ibu sekalian yang berbahagia, Sebagai Kades dan mewakili semua staf kami mengucapkan banyak terimakash kepada para hadirin yang berkenan hadir di tempat yang agung ini. Kehadiran bapa ibu sekalian merupakan faktor penunjang dan pendukung kesuksesan acara malam ini. Dan kepada panitia beserta masyarakat disini kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya semoga acara yang besar ini dapat terwujud. Harapan kami peringatan semacam ini dapat kita laksanakan setiap tahun. Kita isi dan libatkan generasi muda dan anak-anak dalam menampilkan berbagai kreativitas Islami.

Javanese

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Last Update: 2016-01-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Sejarah Angklung Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar. Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu. Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya. Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya. Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena — tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Javanese

Jawa artikel basa bab angklung ing

Last Update: 2015-09-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

doa penutup acara ulang tahun

Javanese

nutup acara mengeti pandonga

Last Update: 2015-06-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Bapak, Ibu guru dan karyawan, para orang tua siswa kelas IX, serta para undangan, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan semua dukungannya sehingga dalam waktu yang relatif singkat acara pelepasan siswa Kelas IX Angkatan 59 tahun 2012-2013 ini dapat dilaksanakan. Untuk para siswa yang Bapak sayangi, Lewat perjalanan waktu telah kita lalui bersama dalam suka dan duka hingga akhirnya pada hari ini kami melepas kalian untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Kalian adalah anak-anak yang baik. Kebersamaan kalian membuat sekolah kita menjadi kuat dan berprestasi dalam membangun nama baik sekolah yang kita cintai ini. Jagalah nama baik sekolah kita di manapun kalian menginjakkan kaki. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran. Dengan kejujuran dan kebenaran niscaya kalian akan menjadi orang orang sukses dan berhasil di masa depan. Dalam sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa faktor mengapa seseorang dapat meraih sukses. Namun hebatnya faktor kejujuran ditempatkan sebagai peringkat pertama , baru sesudah itu faktor-faktor yang lain, termasuk pandai di kelas, mudah bergaul dll. Gapailah terus mimpi dan cita-cita kalian sehingga kelak kalian menjadi sosok yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kalian. Anak-anakku yang Bapak cintai, Seperti halnya lomba lari penghalang, agar kita sukses dalam perjuangan, kita harus mampu dan berani melewati setiap penghalang yang menghadang. Tegakkan disiplin diri dengan tegas. Jangan malas, manja dan mudah bosan ! Kalau kita tunduk oleh rasa malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita tidak akan berubah. Pastikanlah bahwa kalian bisa meraih sekolah yang kalian impikan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Kepada Bapak Ibu Orang tua siswa kelas IX, Bersamaan dengan acara pelepasan ini, kami serahkan kembali putra-putri Bapak Ibu. Selesai sudah tugas kami membimbing dan mendidik putra putri Bapak Ibu selama berada di sekolah ini. Harapan kami Bapak/Ibu tetap mendampingi putra putrinya dalam menempuh pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dengan adanya hubungan baik antara orang tua dan anak akan bisa menciptakan sebuah kenyamanan dan ketenangan dalam menempuh pendidikan, dan hal ini akan mendorong anak untuk tetap berprestasi. Kami sudah berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun ibarat “tak ada gading yang tak retak”, kami mohon maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan di hati para orang tua dan juga kepada para siswa. Selamat berjuang, selamat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mempertemukan kita pada masa-masa yang akan datang Wassalamu'alaikum wr. wb

Javanese

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2015-03-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

ini adalah vidio orang lagi berunding untuk acara pesta kawinan

Javanese

tarjamahan

Last Update: 2015-02-28
Subject: Social Science
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Indonesian

Drama Tari Wayang Topeng Berkembang di daerah malang tepatnya didaerah Jabung, Jatiguri, Banjarsari, Kedungmonggo. Drama tari wayang topeng pada umumnya menggelar cerita tentang Panji. Didaerah Madura terdapat wayang topeng yang disebut dengan Topeng Dalang dengan cerita Mahabarata. Didaerah Situbondo tepatnya di Kraksaan dan Panarukan dikenal dengan nama wayang Kerteh, nama ini disesuaikan dengan nama dalang wayang topeng sekitar tahun 1930 yaitu Kartosuwignyo. b. Tari gandrung Banyuwangi Tarian ini merupakan jenis tari pergaulan sejenis tayub. Gerak dasar tari gandrung ini merupakan perkembangan dari tari sakral yang disebut Seblang. Tari gandrung ini terdiri dari 3 bagian, diantaranya : 1. Jejer, berisi ucapan selamat datang untuk para tamu. 2. Gandrung, Secara bergantian tukang gedog atau tukang mengatur giliran menari, mempersilahkan para tamu untuk menari dengan penari gandrung. 3. Seblang, Ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa c. Tari Jaranan Buto Tari ini berkembang didaerah Banyuwangi dan Blitar, Tari jaranan buto ini dipertunjukkan pada Upacara iring-iringan pengantin dan khitanan. Tarian ini serupa dengan tari Jaranan Kepang tetapi kuda-kudanya menggambarkan binatang yang berkepala Raksasa. d. Tari Reog Kendang Tari ini disebut juga dengan Reog Tulungagung, Karen berkembang didaerah Tuliunggagung dan sekitarnya. Konon tarian ini melukiskan tentang iringan – iringan prajurit kediri ketika hendak menjebak raksasan di kawah gunung Kemput, Kisah tarian ini erat hubungannya dengan legenda terjadinya kota Kediri. Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini diilhami oleh permainan gendang prajurit bugis dalam salah satu kesatuan laskar trunojoyo, Alat yang digunakan adalah Tam-Tam (kendang kecil yang digendong) e. Tari Reog Ponorogo Merupakan tarian khas kota Ponorogo, Pada tarian ini terdiri dari pemain kuda kepang, Penari dhadak merak, bujang ganong, klana sewandono, thetek melek, penthul dan tembem serta celengan. Tarian ini diangkat dari cerita panji yangberkisah tentang perjalanan Raden Klana Sewandono meminang putri kediri yang dalam perjalanannya harus berperang dengan singobarong dengan burung merak diatasnya. f. Tari Glipang Tari ini berkembang dikalangan masyarakat Mandalungan, Gerak Tarinya kebanyakan mengambil unsur-unsur silat dengan gerakan keras tetapi penuh humor, Penggambaran tarian ini yaitu tentang pemuda-pemuda yang sedang berlatih olah keprajuritan g. Tari Gembu /Gambuh Tarian ini menggambarkan prajurit yang berlatih perang dengan berbekal senjata keris dan perisai kecil. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu agung dan para raja di daerah Sumenep. h. Tari Remo Tari ini dipertunjukkan sebagai tarian untuk mengawali pertunjukan ludruk. Jenis tarinya ada 2 yaitu remo gaya putra dan remo gaya putri. Disaat menari, penarinya sambil menari juga diselingi dengan nyanyi ( ngidung) yang berisi pantun dengan iringan gendhing jula-juli surabayang diteruskan dengan tropongan, ada juga yang dilanjutkan dengan Krucilan atau bahkan ditambah dengan nyanyi gendhing-gendhing kreasi baru. Dalam perkembangannya tari remo dapat berdiri sendiri sebagai tari lepas. Tokoh-tokoh peanri Remo yang masih terkenal hingga saat ini adalah : Munalifattah dari Sidoarjo, Bollet dari Jombang, Markaban dari Surabaya. i. Tari Beskalan Suatu bentuk tari gaya putri yang dipertunjukkan sebagai acara kedua setelah tarian pembukaan. Dasar tari terdiri dari rangkaian ragam gerak yang disebut Solah disusun dengan gerak penghubung tertentu yang disebut Sendi. Didalam menari tari beskalan ini kadang-kadang penarinya juga menyanyikan lagu-lagu daerah setempat. Tari putri yang bercorak demikian ternyata masih merata diseluruh jawatimur, dimana tarian ini berfungsi sebagai tari penghormatan kepada para tamu. PERKEMBANGAN TARIAN JAWA TIMUR Secara garis besar seni tari dijawa timur masih termasuk dalam lingkungan kebudayaan jawa atau kultur jawa hal ini terbukti bahwa jawa timur pernah memegang peranan besar dalam salah satu periode pertumbuhan tari yang ada di jawa, yaitu disaat perpindahan pusat pemerintahan pulau jawa yang berlangsung pada abad XI sampai XIV membawa dampak pergeseran peranan jawa tengah kedalam kehidupan kebudayaan kewilayah jawa timur.Perkembangan tari tradisional jawa timur dapat dibedakan berdasarkan latar belakang historis kultur dan geografisnya, yang mana menurut data kesenian jawa timur terbagi menjadi 2 etnis yang dominan dan beberapa sub etnis yang masing-masing sub etnis ini memiliki ciri tersendiri yang mempengaruhi gerak tari. a. Sub Etnis Jawa Kulonan - Derahnya dekat dengan kebudayaan jawa yang berakar dari jawa tengah - Sifat kebudayaannya disebut Solo oriented arinya berorientasi dari solo - Seni tari yang berkembang tidak berbeda dengan seni tari yang berkembang di jawa tengah geraknya mengacu pada gerak jawa tengahan. b. Sub Etnis jawa pesisir utara Tarinya bernafaskan keagamaan khususnya agama islam (bersifat/bernafas islami) c. Sub Etnis jawa wetanan - Derahnya memiliki dialek bahasa tertentu - Dalam tarinya memiliki gerak yang dinamis - Kesenian tradisinya memiliki corak tersendiri seperti wayang, topeng, ludruk, remo, berkalan. d. Sub Etnis Jawa Tengger - Letak dilereng gunung wilis - Memiliki kebudayaan jawa dengan kepercayaan hindu - Kesenian tradisi yang dimiliki yaitu sodoran karo e. Sub etnis mandalungan - Derah yang meliputi yaitu sepanjang pantai utara selat madura, masuk pedalaman sekitar jember dan lumajang. Bagian timur panarukan ke bondowoso. Perkawinan kultur madura dengan jawa menghasilkan corak khusus yang disebut mandalungan. - Seni pertunjukan yang berkembang kuda kencak, glipang, terbang gending, topeng dalang, kenong telok. f. Sub etnis madura Kebudayaan Masyarakat madura banyak memperoleh pengaruh kebudayaan islam, contohnya Pojian, Ajing, Rhodat, Hadrah, Disamping itu juga masih memiliki sisa-sisa kesenian Indonesia Hindu. Contoh : Topeng Dalang, Tari Gembu (gambuh), Pangkak, Pantil. g. Sub etnis osing Daerah banyuwangi terletak diujung timur jawa timur, Seni tradisi yang berkembang antara lain : Tari barong, tari sanyang, tari seblang, tari gandrung dll. Di wilayah ini tidak luput dari pengaruh budaya islam, pengaruhnya terlihat pada seni pertunjukan hadrah, kuntul, pencak silat dsb. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seni tari jawa timur tidak berorintasi pada pusat pemerintahan, melainkan tumbuh dan berkembang dikalangan rakyat dan lingkungan masyarakat.

Javanese

Javanese language

Last Update: 2015-01-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference:

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation

Search human translated sentences



Users are now asking for help: carrom board rules (English>Tamil) | 何ですか? (Japanese>English) | will fitter (English>German) | lisboa (Dutch>Czech) | suboxone stosowanie (Polish>English) | mình ở lỗ, cổ đeo hoa (Vietnamese>Chinese (Simplified)) | taku aroha nui mōu (Maori>English) | bina ayat dalam bahasa eglish (Malay>English) |  (Korean>English) | tenho que ir vou dormi (Portuguese>English) | mi parserito bello (Spanish>English) | picha za kuma kubwa na ndogo (Swahili>English) | i could but i can't (English>Italian) | villa (Spanish>English) | partida arancelaria (Spanish>English)


Report Abuse  | About MyMemory   | Contact Us


MyMemory in your language: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsNederlandsSvenskaРусский日本語汉语한국어Türkçe

We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK