MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: contoh argumentasi basa jawa ( Javanese - Indonesian )

    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Javanese

Indonesian

Info

pacelathon basa Jawa

pulang

Last Update: 2014-04-25
Subject: Medical
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa main sekolah

bapak mangkat kantor numpak

Last Update: 2014-10-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

banyuwangi asal ing basa Jawa

asal usul banyuwangi dalam bahasa jawa

Last Update: 2015-03-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

banyuwangi asal ing basa Jawa

Naskah Drama "ASAL-USUL KOTA BANYUWANGI". Prolog : Pada zaman dahulu dikawasan ujung timur Provinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. Adegan 1 : Raden banterang : “Pagi ini aku akan berburu. Siapkan alat berburu” Pengawal 1 dan 2: “Baik Raden. Peralatan sudah kami siapkan”. Raden Banterang : “Menurutmu kemana kita ini akan berburu ?” Pengawal 1 dan 2: “Bagaimana kalau ke hutan saja, karena pasti di hutan banyak kijang melintas”. Raden Banterang : “Kalau begitu kita berangkat sekarang”. Pengawal 1 dan 2: “ Siap Raden”. Raden Banterang : “coba lihat ! ada seekor kijang besar dan bagus. Akan ku panah dia. Waahhhh…. Dia lolos! Akan ku kejar dia.” Pengawal 1 dan 2: “tunggu Raden. Tunggu kami Raden.” ( kedua pengawal tersebut mengejar Raden, tapi mereka kehilangan jejak Raden di tengah hutan) Pengawal 1 : “waduuuh!! Bagaimana ini….?? Kita kehilangan jejak Raden Pengawal 2 : “ya sudah kalau begitu kita tunggu saja di jalan keluar hutan ini” . Raden Banterang : “ akhirnya kau kena juga kijang…..!!” ( tersenyum senang dan bangga) “ lho…. Mana para pengawalku ya….?. ehm… pasti kami terpisah gara-gara aku tadi larinya cepat. Tapi, aku yakin mereka pasti menungguku di jalan keluar hutan ini. Karena mereka pasti sudah hafal kebiasaanku.” Raden Banterang : “Ehmmm…. Gerangan gadis cantik nan jelita itu ya…? Benarkah dia seorang manusia ? atau jangan-jangan “ “penunggu” hutan ini ?/“ kau ini manusia atau penuggu hutan ini ? “. Surati : “ saya manusia !! nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung” Raden Banterang : “lalu mengapa kau ada di sini ?”. Surati : “ hamba berada di tempat ini karena menyelatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam pertempuran mempertahankan Mahkota Kerajaan”. Raden Banterang : “ kalau begitu, apakah kau mau ikut bersamaku ke istana dan menjadi permaisuriku ? “. Surati : “ apakah saya ini pantas bersanding dengan Raden ?” Raden Banterang : “ tentu saja, kau adalah gadis tercantik yang pernak kutemui dan hanya kamulah yang aku inginkan menjadi permaisuriku”. Surati : “ dengan segala kerendahan hati, aku mau menerima lamaran ini. Dengan satu syarat yaitu Raden harus setia dan bisa menjagaku” Raden Banterang : “ tanpa kau minta pun, aku pasti akan melakukan itu. Karena itu adalah kewajiban seorang ksatria”. (Setelah itu Raden Banterang bersama dengan Surati menuju keluar hutan). Pengawal 1 : “nah itu Raden tapi dengan siapa ya ?. Raden, tidak apa-apa kan…? Kami tadi sangat cemas karena kehilangan jejak Raden di hutan.” Raden Banterang : “ ya.. tadi karena terlalu bersemangat berburu kijang itu sehingga aku lupa bahwa kalian ikut. Tapi, aku bersyukur sekali karena sekaligus menemuksn tambatan hati.” Pengawal 2 : “ syukurlah kalau Raden sudah mendapatkan tambatan hati.Kami juga ikut senang, kalau Raden senang.” Raden Banterang : “ ya sudah kalau begitu kita bergegas pulang ke istana dan merayakan pesta pernikahanku dengan Surati” Pengawal 1 dan 2: “ baik Raden” Adegan 2 : Pengawal 1 : “ mohon maaf permaisuri, hamba menghadap”. Permaisuri : “ dia siapa ? dan mengapa ia kesini ?” Pengawal 1 : “hamba tidak tahu Permaisuri,yang jelas dia sangat ingin bertemu dengan Permaisuri”. Permaisuri : “ baiklah, bawa dia ke sini !”. Pengawal 1 : “ baik Permaisuri”. Rupaksa : “ Surati ! Surati ! aku ini kakak kandungmu”. Permaisuri : “ apa benar kau kakakku ?”. Rupaksa : “ sungguh aku tidak berbohong bahwa aku ini kakakmu yang telah lama terpisah denganmu semenjak dihutan.” Permaisuri : “ maafkan aku yang sedikit melupakanmu’. ( berpelukan ) Rupaksa : “ sebenarnya selama ini aku mencarimu, lalu aku mendengar bahwa nama Permaisuri Kerajaan ini adalah Surati dan ternyata itu adalah adik kandungku sendiri”. Permaisuri : “ lalu, apa maksud kedatangan kakak kesini ?’. Rupaksa : " perlu kau ketahui bahwa yang menyebabkan orang tua kita meninggal adalah mertuamu sendiri”. Permaisuri : “ kakak tidak bercandakan ?”. ( karena terlalu syok tubuh Permaisuri jadi gemetar ) Rupaksa : “ apa aku kelihatan bercanda ?? dan aku kesini untuk menyerahkan sebuah keris dan gunakanlah untuk membunuh suamimu”. Permaisuri : “ aku tak mau kak. Walaupun dia anak dari pembunuh orang tua kita,tapi dia telah menyelamatkaku dan akupun mencintainya”. Rupaksa : “ terus terang bahwa kakakmu ini sangat kecewa sekali karena kau tidak mendukung rencana kakak. Kalau kau tidak mau membunuh suamimu, maka simpanlah keris itu sebagai tanda kenang-kenangan dariku”. ( lalu Rupaksa tersebut pergi karena dia tidak sudi berlama-lama berada di istana ) Adegan 3 : Rupaksa : “ sembah hamba paduka. Tuanku, keselamatan tuan terancam bahaya kerena Permaisuri punya rencana hendak membunuh Paduka”. Raden Banterang : “ hai, siapa engkau berani-beraninya memfitnah istriku ? !!” Rupaksa : “ itu tak penting paduka tahu siapa saya. Kalau Paduka tidak percaya dengan omongan hamba lihatlah sesuatu yang di simpan di bawah bantal Permaisuri”. Raden Banterang : “ awas saja kalau kau berbohong padaku. Akan kusuruh pengawalku mencarimu dan memberimu hukuman mati”. ( Raden pun pergi ke istana dan langsung menuju kamar pribadi mereka ). Raden Banterang : “ astaga…!! Ternyta ada keris di bawah bantal istriku”. ( kemudian, Permaisuri masuk ke kamarnya ). Permaisuri : “ ada apa kakanda…? Sepertinya kakanda sedang marah ?”. Raden Banterang : “apa benar dinda ingin membunuhku dengan keris ini ?’. Begitukah balasan dinda pada kanda ?”. Permaisuri : “ jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak punya maksud begitu. Raden Banterang : “lalu buat apa keris ini di bawah bantal dinda ?”. Permaisuri : “ keris ini adalah kenang-kenangan dari kakak adinda. Sungguh adinda tidak pernah berfikir untuk membunuh kakanda. Bahkan, adinda rela mati demi keselamatan kakanda”. Raden Banterang : “ kakanda sudah tidak percaya dengan omongan dinda lagi”. Permaisuri : “ lalu dengan cara apa kakanda percaya pada dinda ?” Raden Banterang : “ kalau begitu buktikan pada kanda dengan cara masuklah ke dalam sungai itu untuk membuktikan kebenarannya”. Permaisuri : “ baik, adinda akan melompat ke sungai itu. Apabila dinda telah masuk ke dalam sungai dan ternyata air sungai ini menjadi jernih serta wangi maka dinda tak bersalah dan sebaliknya apabila airnya keruh dan berbau busuk maka dinda bersalah”. Raden Banterang : “tercium bau wangi! Ohh…. Dinda maafkanlah kakanda ini yang sudah tidak percaya lagi denganmu. Dengan ini aku sebagai Raja memberi nama kota ini menjadi Banyuwangi.

Last Update: 2015-02-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

persuasion Essay basa Jawa

karangan persuasi bahasa jawa

Last Update: 2015-01-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa muter 8 wong

pada suatu hari

Last Update: 2015-01-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

snails muter basa Jawa

naskah drama keong mas bahasa jawa

Last Update: 2015-01-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa nganti Indonesia

Prabu Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka.  Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman  memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik. Terlebih-lebih pula Anoman dapat terbang keangkasa, sehingga Prabu Rama dapat memperkirakan,  perjalanan Anoman akan lebih cepat dari pada para senapati lainnya. yang lewat daratan. Apalagi perjalanan ini akan melewati samudera, dan merupakan tugas pertama  menuju Alengka Anoman berpamitan kepada Prabu Rama,untuk segera melaksanakan tugas. Namun kemudian datanglah Anggada menghadap Prabu Rama. Anggada minta Prabu Rama untuk membatalkan niatnya untuk mengutus Anoman  ke Alengka. Akhirnya Anoman dan Anggada berkelahi memperebutkan tugas  ke Alangka. Prabu Rama melerai keduanya agar tidak berkelahi. Keduanya didudukkan bersama. Prabu Rama menguji kelebihan masing-masing. Prabu Rama menanyakan pada Anoman berapa lama waktu perjalanan yang ditempuh dalam melakukan tugas. Anoman menyangggupi 10 hari. Diperkirakan oleh Anoman, Kerajaan Alengka jauh letaknya, disamping itu ada kemungkinan  dalam perjalanan nanti akan menghadapi mata-mata Prabu Dasamuka, yang pasti akan menghambat perjalanan berikutnya. Sedangkan Anggada menyanggupi 7 hari. Kemudian keduanya tawar menawar. Anoman  menyanggupi 5 hari parjalanan menuju Alengka. Anggada tidak mau mengalah, ia menyanggupi 3 hari perjalanan menuju Alengka. Anoman akhirnya menyanggupi 1 hari. Kemudian Prabu Rama menunjuk Anoman untuk berangkat ke Alengka. Perjalanannya menuju Alengka  disertai Para Punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.. Untuk memudahkan perjalanan, para punakawan dimasukkan dalam kancing gelung Anoman. Dari penulis menginginkan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, mengikuti Anoman yang sedang terbang dalam perjalanannya ke Alengka, namun karena tidak lazim, ada Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, maka mereka saya masukkan saja dalam kancing gelung Anoman. Mereka sebenarnya bisa terbang, karena Semar adalah jelmaan Dewa, Gareng dan Petruk adalah gandarwa sedangkan Bagong adalah bayangan Semar. Pada hari pertama perjalanannya, Anoman pergi ke kahyangan, menemui  Batara Surya . Dimintanya Batara Surya mau mengikat matahari supaya  tidak bergeser ke Barat. Batara Surya keberatan,dan tidak bisa menyanggupi kemauan Anoman. Anoman memaksa Batara Surya untuk memenuhi permintaannya.Maka terjadilah perkelahian antara keduanya.  Semar segera melerai perkelahian mereka. Akhirnya Semar sendiri yang minta agar  Batara Surya mau menuruti kehendak Anomann. Akhirnya.Batara Surya memenuhi keinginan Anoman, mengingat Semar adalah Sanghyang Ismaya adalah ayahanda Batara Surya sendiri,.Anoman meminta Batara Surya tidak melepaskan matahari sampai Anoman kembali ke Pancawati.. Batara Surya menuruti permintaan Anoman.  Batara Surya mengikat matahari yang posisinya masih diatas kepala, sehingga negeri Pancawati akan mengalami siang yang berke panjang an selama Anoman dalam perjalanan. Ditengah perjalanan di angkasa menuju Alengka, Anoman kehilangan arah. Anoman sudah berada diatas lautan Hindia. Laut luas membiru. Anoman terkejut merasa ada kekuatan besar yang menyedot tubuhnya, Tiba-tiba saja  tubuh Anoman tertarik kebawah dan masuk dalam perut raksasa.Raksasa itu Wil Kataksini, yang bertugas menjaga lautan Alengka. Tubuh Anoman tidak berdaya dan berusaha keluar dari mulut raksasa Wil Kataksini. Anoman dengan sekuat tenaga menendang-nendang dan mencakar-cakar dalam perut Wil Kataksini. Kataksini merasa dalam perutnya perih dan geli. Anoman yang ada dalam perut itu di muntahkan kembali keluar mulutnya. Setelah itu tubuh Wil Kataksini menjadi limbung, dan roboh, Wil Kataksini  tewas. Sementara itu tubuh Anoman bagaikan dibanting, Anoman jatuh terpelanting di daerah  pegunungan. Anoman memperkira kan daerah Suwelagiri, sangat cocok untuk menghimpun pasukan dan menyusun pertahanan Prabu Rama dalam penyerangan ke istana Alengka atau tempat unntuk memata-matai Prajurit Alengka. Anoman sudah tidak bisa terbang lagi. Ia melanjutkan perjalanan lewat daratan dengan tertatih-tatih.  Setelah berjalan begitu lama, Anoman  tidak kuat lagi. Ia jatuh pingsan. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, segera keluar dari kancing gelung Anoman. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong membawa Anoman ketempat  berlindung. Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah goa, yaitu Goa Windu tempat bersemayamnya seorang pertapa wanita bernama Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba adalah mantan istri Prabu Dasamuka. Ia seorang bidadari. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang memapah Anoman sudah sampai dihadapan Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba   segera menyambut kedatangan para tamunya.  Setelah beberapa hari dirawat di dalam goa, Anoman sadar dari pingsannya. Ia terkejut ketika  mengetahui dirinya berada di dalam istana yang megah, Anoman kagum ternyata di  dalam goa terdapat istana yang megah dan indah. Ia pun melihat ada seorang dewi  cantik berada dihadapannya. Anoman tertarik kecantikan Dewi Sayempraba. Selama dalam perawatan Dewi Sayempraba Anoman tidak tahu apa yang dilakukan pada dirinya. Kelihatannya Anoman terpedaya dengan kecantikan dewi Sayempraba. Anoman dan para punakawan dijamu dengan makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Anoman dan para punakawan makan dengan lahapnya.Anoman memang lapar. Sudah lama ia pingsan jadi sudah beberapa hari tidak makan. Selesai makan minum, Anoman berpamitan mau melanjutkan perjalanan menuju Alengka. Dewi Sayempraba menghalangi Anoman, agar tidak meninggalkan Goa Windu. Sayempraba menghendaki agar Anoman bersedia memperistrinya. Anoman menolak ajakan dewi Sayempraba. Kemudian  Anoman segera mengajak para punakawan meninggalkan istana Sayempraba. Sepeninggal Anoman, Dewi Sayempraba gundah gulana. Ia kecewa Anoman tidak menanggapi cintanya. Padahal Dewi Sayempraba sangat mencintainya. Namun Dewi Sayempraba percaya, kalau Anoman akan kembali ke Goa Windu pada suatu saat. Setelah beberapa lama berjalan meninggalkn goa. Tiba-tiba  kedua mata Anoman seakan akan melihat seberkas cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian pandangan  menjadi gelap, Anoman menjadi buta Anoman menjadi sedih, Ia merasa gagal melak sanakan tugas dari Prabu Rama. Para panakawan memapah Anoman dan mencarikan orang yang dapat mengobati sakitnya. Anoman kelihatannya masih beruntung, agaknya tangisannya didengar oleh seekor burung garuda, yang bernama Sempati. Sempati mencoba mengobati Anoman. Sebelumnya Burung Sempati  memohon dewa agar dapat menyembuhkan mata Anoman. Sempati mengobati kedua mata Anoman dengan meneteskan air liur dari paruhnya. Permohonan burung Sempati kepada dewa, agaknya dikabulkan Dewa, Anoman sembuh. Anoman sudah tidak buta lagi. Burung Sempati menceriterakan saudaranya, Burung Jatayu, yang tewas ketika melawan Prabu Dasamuka. Burung Jatayu sebenarnya mau menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik Prabu Dasamuka. Namun Jatayu gagal membawa Dewi Sinta ke Ayodya,  karena Prabu Dasamuka, membabat kedua sayapnya dan lehernya dari belakang, sehinga burung Jatayu  jatuh ke bumi.Sedangkan Dewi Sinta dapat direbut kembali oleh Prabu Dasamuka dan dibawa ke negerinya, Alengka. Beberapa saat kemudian, Jatayu pun tewas. Anoman mendengar cerita Burung Sempati menjadi semakin yakin, bahwa yang menculik Dewi Sinta adalah Prabu Dasamuka. Anoman dan para Punakawan mengucapkan terima kasih pada burung Sempati karena telah menyembuhkan Anoman dari kebutaannya. Anoman dan para Punakawan berpamitan kepada burung Sempati, untuk meneruskan perjalanannya ke negeri Alengka  Oleh Anoman para Punakawan dimasukkan kembali dalam kancing gelungnya. Kemudian Anoman  melesat jauh keangkasa menuju Istana Alengka. Perjalanan Anoman ke istana Alengka dirasa tidak terlalu lama lagi. Setelah beberapa saat kemudian sampailah Anoman ke Istana Alengka. Indrajid anak Prabu Dasamuka yang sedang berjaga di luar Istana melihat sekelebatan makhluk asing yang berlalu dihadapannya. Indrajid penasaran, ia segera mencari keseluruh penjuru Istana.  Anoman sekarang sudah berada di taman Asoka. Ia bersembunyi diatas pohon Nagasari yang rimbun daunnya. Sementara itu di Kaputren  taman Asoka, Prabu Dasamuka merasa kecewa, karena dewi Sinta belum mau diboyong ke dalam Istana. Prabu Dasamuka berniat memaksa dewi Sinta untuk melayani dirinya. Namun niat Prabu Dasamuka dapat diurungkan oleh Dewi Trijatha anak Wibisana, adik Prabu Dasamuka. Prabu Dasamuka meninggalkan taman Asoka dengan kecewa. Untuk menghilangkan gundah hati Dewi Sinta, Dewi Trijatha mengajak Dewi Sinta ke taman bunga yang letaknya dekat pohon Nagasari, dimana tempat  Anoman bersembunyi. Anoman segera meloncat dari pohon. Kedua wanita itu menjadi terkejut, ketika melihat makhluk asing didepannya. Anoman memperkenalkan diri bahwa ia utusan Prabu Rama. Anoman menyampaikan pesan Prabu Rama agar Dewi Sinta bersabar menunggu kedatangan Prabu Rama untuk menjemputnya.  Anoman menawarkan jasa, apabila Dewi Sinta menghendaki Anoman akan membawa pulang ketempat Prabu Rama. Anoman memberikan cincin dari Prabu Rama kepada Dewi Sinta. Dewi Sinta menerima pemberian cincin dari Prabu Rama, dan dipakai dijari manisnya. Namun sayang cincin itu menjadi  kebesaran, karena Dewi Sinta menjadi kurus kering, setelah tinggal di Alengka. Dewi Sinta menitipkan sebuah sisir yang sudah lama tak dipakai. Karena sejak di Alengka Dewi Sinta sudah tidak mau menyisir rambut dan merawat dirinya. Kelihatannya badan Dewi Sinta menjadi rusak. Dewi Sinta merasa tersiksa di negeri orang, jauh dari Prabu Rama. Dewi Sinta tidak bersedia dibawa Anoman pulang ke tempat Prabu Rama. Dewi Sinta menginginkan Prabu Rama sendiri yang menjemput pulang. Belum selesai mereka saling bicara, Indrajid dan pasukannya telah mengepung taman Asoka. Anoman sengaja tidak memberi perlawanan, agar mereka menangkap dirinya. Anoman bermaksud mengukur kekuatan pertahanan Alengka. Indrajid segera membawa Anoman ke tempat Prabu Dasamuka yang sedang mengadakan pertemuan agung, yang dihadiri Patih Prahasta, adik-adik Prabu Dasamuka, seperti Kumbakarna, Sarpakenaka, Wibisana, para putera Prabu Dasamuka serta raja-raja taklukan Kerajaan Alengka.  Setelah Anoman dibawa masuk ke dalam Istana, Indrajid menghadap Ayahandanya dan melaporkan semua kejadian yang baru terjadi. Mendengar itu muka  Prabu Dasamuka menjadi merah padam.Prabu Dasamuka marah bukan kepalang. Oleh Prabu Dasamuka, Indrajid disuruh mengikat Anoman di depan istana, dan dibakar hidup-hidup.Indrajid berangkat melaksanakan tugas. Anoman digelandang keluar istana dan di ikat di tiang depan istana. Anoman melihat beberapa orang perajurit membawa kayu bakar, dan menumpukkannya di sekeliling Anoman berdiri. Indrajid dan para perajuritnya masuk kembali ke istana, dan melaporkan kesiapannya untuk membakar Anoman . Sewaktu Indrajid dan perajurit-prajuritnya masuk istana, datanglah Togog, seorang Abdi Kerajaan Alengka jelmaan Sanghyang Antaga mendatangi Anoman. Dibawakannya Anoman sebuah kendi yang berisi air minum yang sejuk dan menyegarkan. Anoman memang sejak tadi merasakan kehausan, karena sejak kedatangannya di negeri Alengka belum minum sama sekali.Anoman segera menerima kendi itu dan meminumnya. Anoman merasakan tubuhnya menjadi segar kembali. Anoman berterima kasih kepada Togog dan berpesan, agar Togog memasang janur kuning diatap rumahnya. Tiada lama kemudian Indrajid bersama ayahandanya, Prabu Dasamuka beserta para adik dan putera-putera yang lainnya  mendekati Anoman. Wibisana, Adik Prabu Dasamuka meminta kakaknya bisa berbuat bijaksana. Dimintanya Prabu Dasamuka melepaskan Anoman dan menyuruhnya pulang ke Negara asalnya. Prabu Dasamuka tidak memperdulikan permintaan adiknya.  Prabu Dasamuka segera menyuruh Indrajid segera membakar Anoman. Dengan sekali sulut saja, terbakarlah seluruh tumpukan kayu disekeliling Anoman. Anoman kelihatan sudah terbakar dan sekarang yang nampak hanyalah nyala api yang membumbung tinggi. Api semakin  membesar dan menjilat-jilat sampai setinggi istana. Setelah ikatan Anoman terlepas, Anoman terbang dengan membawa api yang menyala ditubuhnya. Api tidak membakar Anoman. Anoman melemparkan api-api itu keseluruh bangunan istana. Istana Alengka terbakar.  Penghuninya lari pontang-panting.Seluruh bangunan istana habis terbakar. Untunglah masih ada satu tempat yang tidak terbakar, yaitu sebuah rumah gubug milik Tejamantri Togog. Prabu Dasamuka dan segenap keluarga dan perangkatnya mengungsi kerumah Togog. Selesai membakar istana Alengka, Anoman pun meninggalkan Alengka kembali ke negeri Pancawati.  Anoman  sekarang sudah kembali ke Negara Pancawati. Mataharipun mulai bergeser ke barat.Rupanya Bathara Surya telah mengetahui kepulangan Anoman ke Pancawati, sehingga tali pengikat matahari pun dilepas. Anoman  kemudian menceriterakan  semua kejadian yang dialami, khususnya pertemuan dengan Dewi Sinta.Kepada Rama, Anoman menyerahkan titipan Dewi Sinta berupa sisir yang sudah lama tidak dipakainya. Dewi Sinta tidak akan pergi dari Alengka kalau yang menjemput bukan Prabu Rama sendiri. Sehingga ajakan Anoman untuk memboyong Dewi Sintapun ditolak olehnya. Prabu Rama bersedih hati mendengar laporan Anoman, ia terharu mengetahui Dewi Sinta istrinya selalu setya padanya. Prabu Rama  berjanji akan segera menyusul Dewi Sinta ke Alengka, untuk memboyongnya pulang kenegeri Ayodya. Prabu Rama segera bersiap-siap menggelar perang melawan Prabu Dasamuka.Prabu Dasamuka nantinya hanya ada dua pilihan, memilih dengan cara damai yaitu Prabu Dasamuka mengembalikan  Dewi Sinta kepada Prabu Rama, ataukah dengan perang. Untuk  membawa pasukan ke negeri Alengka, Prabu Rama merenca nakan  membuat jembatan atau menambak air laut sehingga di laut ada jalan yang bisa dilewati   pasukan Prabu Rama, mulai dari Pantai Pancawati ke daratan Alengka.***

Last Update: 2015-01-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

banyuwangi asal ing basa Jawa

Konon, dahulu kala wilayah ujung timur Pulau Jawa yang alamnya begitu indah ini dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan pemerintahannya ia dibantu oleh seorang Patih yang gagah berani, arif, tampan bernama Patih Sidopekso. Istri Patih Sidopekso yang bernama Sri Tanjung sangatlah elok parasnya, halus budi bahasanya sehingga membuat sang Raja tergila- gila padanya. Agar tercapai hasrat sang raja untuk membujuk dan merayu Sri Tanjung maka muncullah akal liciknya dengan memerintah Patih Sidopekso untuk menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai oleh manusia biasa. Maka dengan tegas dan gagah berani, tanpa curiga, sang Patih berangkat untuk menjalankan titah Sang Raja. Sepeninggal Sang Patih Sidopekso, sikap tak senonoh Prabu Sulahkromo dengan merayu dan memfitnah Sri Tanjung dengan segala tipu daya dilakukanya. Namun cinta Sang Raja tidak kesampaian dan Sri Tanjung tetap teguh pendiriannya, sebagai istri yang selalu berdoa untuk suaminya. Berang dan panas membara hati Sang Raja ketika cintanya ditolak oleh Sri Tanjung. Ketika Patih Sidopekso kembali dari misi tugasnya, ia langsung menghadap Sang Raja. Akal busuk Sang Raja muncul, memfitnah Patih Sidopekso dengan menyampaikan bahwa sepeninggal Sang Patih pada saat menjalankan titah raja meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan Sang Raja. Tanpa berfikir panjang, Patih Sidopekso langsung menemui Sri Tanjung dengan penuh kemarahan dan tuduhan yang tidak beralasan. Pengakuan Sri Tanjung yang lugu dan jujur membuat hati Patih Sidopekso semakin panas menahan amarah dan bahkan Sang Patih dengan berangnya mengancam akan membunuh istri setianya itu. Diseretlah Sri Tanjung ke tepi sungai yang keruh dan kumuh. Namun sebelum Patih Sidopekso membunuh Sri Tanjung, ada permintaan terakhir dari Sri Tanjung kepada suaminya, sebagai bukti kejujuran, kesucian dan kesetiannya ia rela dibunuh dan agar jasadnya diceburkan ke dalam sungai keruh itu, apabila darahnya membuat air sungai berbau busuk maka dirinya telah berbuat serong, tapi jika air sungai berbau harum maka ia tidak bersalah. Patih Sidopekso tidak lagi mampu menahan diri, segera menikamkan kerisnya ke dada Sri Tanjung. Darah memercik dari tubuh Sri Tanjung dan mati seketika. Mayat Sri Tanjung segera diceburkan ke sungai dan sungai yang keruh itu berangsur-angsur menjadi jernih seperti kaca serta menyebarkan bau harum, bau wangi. Patih Sidopekso terhuyung-huyung, jatuh dan ia jadi linglung, tanpa ia sadari, ia menjerit "Banyu..... ... wangi............... . Banyu wangi ... .." Banyuwangi terlahir dari bukti cinta istri pada suaminya

Last Update: 2014-12-31
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Basa Jawa muter 8 wong

saya selalu berfikir

Last Update: 2014-11-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa crita ir soekarno

cerita bahasa jawa ir soekarno

Last Update: 2015-02-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

crita Menara basa Jawa ir

saya

Last Update: 2014-10-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

pacelathon basa Jawa 2 pitepangan

banana

Last Update: 2014-08-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa muter Anoman Obong

naskah drama bahasa jawa anoman obong

Last Update: 2015-03-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

muter roro basa Jonggrang Jawa /

naskah drama roro jonggrang bahasa jawa/

Last Update: 2015-01-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Basa Jawa drama Kratoning singosari

drama bahasa jawa kerajaan singosari

Last Update: 2015-01-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Indonesia nerjemahake menyang basa Jawa

Pada suatu hari Sunan muria berniat mnghadiri sebuah pertemuan Wali Sanga di daerah Pati untuk membicarakan syiar islam. Perjalanannya diikuti oleh sejumlah santri terpilih yang senantiasa setia berguruk kepada Sunan Muria. Pada waktu itu perjalanan mereka belum selancar sekarang karena masih menempuh hutan belukar, sawah dan rawa. Perjalanan itu berlangsung siang dan malam agar segera sampai ke tempat tujuan. Di suatu persawahan yang terlindung pepohonan yang lebat, Sunan Muria terhenti langkahnya karena mendengar suara “krubyuk-krubyuk” yaitu suara air yang disebabkan oleh gerakan tertentu. Sesungguhnya suara itu berasal dari langkah-langkah orang disawah yang berair. “suara apakah yang krubyuk-krubyuk dimalam sepi begini?” tanya Sunan Muria kepada santri-santrinya Mendengar pertanyaan Sang Sunan bergegaslah para santrinya mencari tahu. Kemudian, diketahui bahwa suara itu berasal dari langkah-langkah orang yang sedang mencabuti bibit padi untuk ditanam di sawah keesokan harinya. “Kanjeng Sunan, sesungguhnya suara itu dari orang yang sedang mencabuti bibit pada. Besok pagi mereka akan menanamnya di sawah” “oh, kukira tadi suara bulus.” Kata Sunan Muria dengan lembutnya. Konon, kata-kata Sunan menjadi kenyataan. Orang-orang yang sedang mencabuti bibit padi itu berubah menjadi bulus atau kura-kura. Tentu saja mereka pun terkejut dan bersedih hati menyadari nasibnya yang malang itu. Akan tetap ikepada siapa mereka harus mengadukan nasibnya? Mereka hanya bisa menduga bahwa kejadian itu akibat kutukan dewata atau orang sakti yang keramat. “Barangkali kita berdosa karena bekerja malam hari,” ujar seekor bulus dengan nada sedih. “Tapi, siapa orang yang melarang orang bekerja malam hari?” ujar yang lain. “Itu mustahil, sebab Dewi Sri selalu mendapat sesaji di saat kita panen. Dewi Sri pastilah bersedih manyaksikan nasib kita seperti ini.” “Sudahlah, kita berserah diri kepada sang Pencipta. Barangkali memang sudah takdir,” kata seekor bulus yang merasa bertanggung jawab atas musibah itu. Dialah yang pada mulanya mengajak sanak kerabatnya untuk bekerja di malam hari. Segera saja peristiwa itu menjadi buah bibir penduduk setempat yang resah karena kehilangan sebagian warganya. Lantas, diantara mereka ada yang berusaha mencari keterangan kesana-kesini hingga tahulah bahwa kejadian itu akibat kata-kata sunan muria. Kabar itu akhirnya terdengar oleh kaum kura-kura yang berusaha payah mencari persembunyian Beberapa hari kemudian, mereka yang telah menjadi bulus itu mendengar kabar dari orang-orang bahwa Sunan Muria akan segera kembali dari Pati. Tumbuhlah niat mereka hendak memohon ampunan kepada Sunan Muria agar dapat menjadi manusia biasa. Dengan kabar mereka menunggu lewatnya suan muria sambil berendam diri disawah. Setiap kali mendengar langkah orang yang lewat mereka berebut naik keatas hendak mengetahui siapa yang lewat. Beberapa kali mereka pun kecewa karena orang-orang yang lewat ternyata bukan rombongan Sunan Muria. Pada saat Sunan Muria dan Santri-santrinya melewati tempat itu bergegaslah mereka naik keatas hendak menghadap Sunan Muria. Setelah yakin bahwa orang-orang yang lewat adalah rombongan Sunan Muria, berkatalah diantara mereka,” Kanjeng Sunan, ampunilah dosa dan kesalahan kami dan mohonkan kepada Allah agar akmi kembali menjadi manusia biasa.” Sesungguhnya hati Sunan Muria merasa terharu menyaksikan peristwa itu. Akan tetapi beliau pun tersenyum sambil berkata dengan lembutnya. “Wahai sanak kerabatku, aku sendiri ikut prihatin terhadap musibah ini, namun haruslah kukatakan bahwa semua ini sudah menjadi takdir Allah. Oleh karena itu terimalah dengan iklas dan bertawakallah kepada Sang Pencipta.” Kanjeng Sunan, sekiranya memang demikian takdir kami, lantas bagaimanakah kami memperoleh kehidupan?” Hati Sunan Muria semakin pilu mendengar permohonan itu. Setelah beliau bertafakur sejenak sesaat kemudian dengan tangkas menusukkan tongkatnya ke dalam tanah. Pada saat Sunan mencabut tongkatnya muncullah air yang jernih. Dalam waktu sekejap saja tempat itu telah menjadi kolam atau sendang. “Dengarlah wahai para bulus tempat ini telah menjadisumber air abadi dan kelak akan mejadi desa yang ramai dengan nama sumber. Bersabarlah kalian disini karena makanan apapun yang kalian inginkan akan datang sendiri.” Setelah berkata demikian bergegaslah Sunan Muria dan rombongan meningglkan tempat itu sehingga para bulus tak sempat menyampaikan terima kasihnya. Sejak itu orang-orang setempat menyaksikan sebuah kolam atau sendang yang banyak bulusnya. Sampai sekarang sendang sumber itu masih dikeramatkan.

Last Update: 2014-08-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

nama lengkap

Last Update: 2015-02-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

imam berangkat sekolah

Last Update: 2015-02-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

ana tamu dikongkon manjing

Last Update: 2015-02-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation