MyMemory, la memoria di traduzione più grande del mondo
Click to expand

Coppia linguistica: Click to swap content  Argomento   
Chiedi a Google

Hai cercato: geogle translite    [ Disattiva i colori ]

Contributi umani

Da traduttori professionisti, imprese, pagine web e archivi di traduzione disponibili gratuitamente al pubblico.

Aggiungi una traduzione

Inglese

Indonesiano

Informazioni

translite Indonesian to English

teknik pemisahan dan ektraksi dalam analisis pemisahan obat

Ultimo aggiornamento 2014-10-14
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

i dinner would invite you like to haveterjemahan geogle

Sangat harap akan saya pergi

Ultimo aggiornamento 2014-06-10
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

KATA PENGANTAR Alhadulillah, segala puji bagi allah SWT yang telah mengajarkan kepada manusia apa-apa yang belum di ketahuinya dan memberikan hidayah dan rahmatNya antara lain berupa kekuatan lahir dan batin sehingga penulis dapat merampungkan penyusunan makalah ini dengan segala keterbatasan dan kekurangan. Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu saran dan kritikan yang sifatnya membangun sangat diperlukan penulis demi kesempurnaan penulisan makalah ini pada masa yang akan mendatang. Akhir kata dengan segala kerendahan hari penulis mengucapkan mohon maaf dan terima kasih, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin............................ Kendari, JUNI 2012 Penulis LA ODE SAMARUDDIN DAFTAR ISI Sampul Kata Pengantar I Daftar Isi II BAB I a. Latar Belakang III b. Rumusan Masalah IV c. Tujuan dan Manfaat V a. Tujuan V b. Manfaat V BAB II a. Pengertian komunikasi 1 b. Komunikasi social 2 a. Pembentukan konsep diri 3 b. Pernyataan eksistensi diri 3 c. Komunikasi dan Perubahan sosial 6 a. Sistem Sosial 6 b. Perubahan Sosial 6 c. Komunikasi dan perubahan social 7 d. Komunikasi sebagai proses social 9 e. Komunikasi sebagai proses Budaya 11 BAB III a. Kesimpulan 16 b. Saran 16 DAFTAR PUSTAKA   BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu : 1. Komunikator : Orang / kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan 2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan. Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu : Cakap, Pengetahuan, Sikap, Sistem Sosial, Kondisi lahiriah. Menurut Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu: 1. Proses komunikasi secara primer Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan. Komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain, komunikasi adalah proses membuat pesan yang setara bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna). 2. Proses komunikasi sekunder Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasike karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.). Dari penjabaran di atas, komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk sosial. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. B. Rumusan masalah Adapun masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut yaitu: 1. Apa yang dimaksud dengan komunikasi? 2. Bagaimana itu komunikasi sosial? 3. Menjelaskan Komunikasi dan perubahan sosial ? 4. Menjelaskan Komunikasi sebagai proses sosial ? dan 5. Menjelaskan komunikasi sebagai proses budaya? C. Tujuan dan Manfaat a. Tujuan dari penulisan makalah 1. Agar kita dapat mengetahui dan mempelajari apa itu komunikasi 2. Agar kita bias mengerti apa bagaimana itu komunikasi social dan 3. Mengetahui apa-apa saja yang ada dalam komunikasi itu b. Manfaat dari penulisan makalah Adapaun manfaat dari penulisan makalah ini, semata-mata hanya untuk kita mempelajari dan mengetahui serta bias kita mengerti. BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIAN KOMUNIKASI Kata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu: Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another. Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Di kutip dari buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar yang di tulis oleh Deddy Mulyana, terdapat empat fungsi komunikasi, yakni: komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental. Dan di makalah ini, penulis akan sedikit menjelaskan tentang komunikasi sosial. B. KOMUNIKASI SOSIAL Di kehidupan ini komunikasi merupakan sesuatu yang sangat vital. Komunikasi berperan penting bagi kehidupan manusia, karena manusia itu sendiri dikenal sebagai makhluk social. Setiap saat pasti manusia di dunia ini melakukan komunikasi, baik itu komunikasi verbal maupun komunikasi non verbal. Namun , berkomunikasi dengan mengharapkan timbal balik yang positif dari lawan bicara kita itu sulit, contohnya pada saat perang dunia kedua. Menjelang akhir perang dunia kedua, terdapat bukti bahwa ada kekeliruan dalam menterjemahkan pesan yang dikirimkan pemerintah Jepang dan ini telah memicu pengeboman Hiroshima. Kata mokusatsu yang digunakan Jepang dalam merespon ultimatum Amerika Serikat untuk menyerah diterjemahkan oleh domei sebagai “mengabaikan”, tetapi pihak Amerika Serikat mengartikan kata tersebut dengan “no comment” sehingga pihak Amerika Serikat memutuskan menjatuhkan bom atom di Hiroshima. Padahal kata mokusatsu itu adalah “Kami akan menanti ultimatum Tuan tanpa komentar.” Melihat dari kasus di atas, kesalahpahaman dalam berkomunikasi akan mengakibatkan sebuah masalah, maka komunikasi sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Berdasarkan pengamatan berbagai pakar komunikasi, mereka mengemukakan fungsi yang berbeda-beda, meskipun ada kalanya terdapat kesamaan dan tumpang tindih diantara berbagai pendapat tersebut. Seperti yang sudah penulis katakan di atas, di kutip dari buku Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar yang di tulis oleh Deddy Mulyana, terdapat empat fungsi komunikasi, yakni: komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental. Berikut ini saya akan membahas komunikasi sosial. Komunikasi sosial adalah Kegiatan komunikasi yang diaarahkan pada pencapaian suatu situasi integrasi sosial. Komunikasi sosial juga merupakan suatu proses pengaruh-mempengaruhi mencapai keterkaitan sosial yang dicita-citakan antar individu yang ada di masyarakat. Komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk menbangun konsep diri kita, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagian, terhindar dari tekanan dan ketegangan (lewat komunikasi yang bersifat menghibur) dan mempunyai hubungan dengan orang lain. - Pembentukan konsep diri Pembentukan konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Aspek-aspek konsep diri diantaranya : jenis kelamin, agama, kesukuan, pendidikan, pengalaman, rupa fisik dan lain-lain. Identitas etnik merupakan konsep penting atau unsur-unsur penting konsep diri. - Pernyataan eksistensi diri Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau pernyataan eksistensi diri. Ketika berbicara, kita sebenarnya menyatakan bahwa kita ada. Komunikasi sosial itu sendiri bertujuan untuk integrasi bangsa dan sosial. Integrasi adalah menciptakan rasa aman yang diperoleh dari ikatan sosial yang kuat dengan mengorbankan sedikit atau banyak kepentingan individu. Adapun beberapa masalah yang menjadi penghambat integrasi bangsa dan integrasi sosial, yaitu : 1. Integrasi bangsa melalui komunikasi antar generasi. 2. Pengaruh luar negeri melalui komunikasi internasional dan ilmu pengetahuan. 3. Akibat-akibat pembangunan sebagai unitended by products, contoh : pembangunan yang lebih banyak dikota dibandingkan dipedesaan. Integrasi bangsa dan sosial dapat dicapai melalui : a. Perbedaan identifikasi bangsa melalui bahasa. Bahasa merupakan pencerminan dari realita hidup masyarakat, mekanisme bersosialisasi dan komuniakasi, situasi hubungan, diri dan derajat integrasi diri dan persediaan pengetahuan. b. Identifikasi sosial melalui proses belajar atau sosialisai. Sistem sosial adalah hasil dari interaksi yang bersifat interdependen dan komplementer. c. Identifikasi sosial melalui legitimasi Contohnya yaitu : Di Indonesia sila Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan nilai yang merupakan perlu atau utama bagi seluruh warga negara Indonesia. Sejak lahir kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memenuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Melalui komunikasi pula kita dapat memenuhi kebutuhan emosional kita dan meningkatkan kesehatan mental kita. Komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi dilakukan untuk pemenuhan diri untuk merasa terhibur, nyaman dan tentram dengan diri sendiri dan juga orang lain C. KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL a. Sistem Sosial Dalam proses komunikasi pembangunan, sistem sosial merupakan target atau sasaran dari perubahan yang akan diciptakan. Sistem sosial dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan unit yang berbeda secara fungsional dan terikat dalam kerjasama untuk memecahkan masalah dalam rangka mencapai tujuan bersama. Sebuah sistem sosial terdiri dari subsitem-subsistem sosial yang dalam konteks tertentu dapat pula menjadi sistem tersendiri (sitem sosial tersendiri). Ditinjau dari luas lingkupnya, sistem sosial dapat berupa sistem yang sangat besar, misalnya sebuah bangsa, sebuah komunitas budaya, komunitas sosial, dan masyarakat. Namun demikian, sistem sosial dapat pula berupa kumpulan unit manusia dalam skala kecil, misalnya organisasi dan kelompok. b. Perubahan Sosial Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: 1. Invensi, yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan 2. Difusi, yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. 3. Konsekuensi, yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Jenis-jenis Perubahan Sosial Salah satu cara untuk mengidentifikasi jenis-jenis perubahan sosial yang terjadi adalah dengan mencermati dari mana sumber terjadinya perubahan itu. Jika perubahan itu bersumber dari dalam sistem sosial itu sendiri, perubahan yang terjadi disebut perubahan imanen. Sedangkan jika sumbernya ide baru itu berasal dari luar sistem sosial, disebut perubahan kontak. Perubahan imanen terjadi jika anggota sistem sosial menciptakan dan mengembangkan ide baru dengan sedikit atau tanpa pengaruh sama sekali dari pihak luar dan kemudian ide baru itu menyebar ke seluruh sistem sosial. Perubahan kontak terjadi jika sumber dari luar sistem sosial memperkenalkan ide baru ke dalam suatu sistem sosial. Dengan demikian, perubahan kontak merupakan gejala “antarsistem”. Ada dua macam perubahan kontak, yaitu perubahan kontak selektif dan perubahan kontak terarah. Perbedaan perubahan tersebut tergantung dari mana kita mengamati datangnya kebutuhan untuk berubah itu, dari dalamkah atau dari luar sistem sosial. Perubahan kontak selektif terjadi jika anggota sistem sosial terbuka pada pengaruh dari luar (bersikap kosmopolitan) pada pengaruh dari luar dan menerima atau menolak ide baru itu berdasarkan kebutuhan yang mereka rasakan sendiri (felt-needs). Perubahan kontak terarah atau perubahan terencana (planned changes) adalah perubahan yang disengaja dengan adanya orang luar atau sebagian anggota sitem sosial yang bertindak sebagai agen pembaru (agent of changes) yang secara intensifberusaha memperkenalkan ide-ide baru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh lembaga dari luar. Ditinjau dari cakupan sasarannya, perubahan sosial dapat berupa perubahan dalam tataran mikro dan tataran makro. Perubahan yang terjadi dalam tataran mikro adalah perubahan yang terjadi dalam level individual, ketika seseorang menerima atau menolak inovasi, sehingga berdampak pada perilaku orang tersebut, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Perubahan yang terjadi dalam tataran makro adalah perubahan pada level sistem sosial, ketika dalam sistem sosial terjadi struktur dan fungsi sistem sosial. c. Komunikasi Dan Perubahan Sosial Komunikasi merupakan unsur yang sangat penting dalam proses perubahan sosial. Kita sama-sama paham, secara sederhana komunikasi adalah proses di mana pesan-pesan dioperkan dari sumber kepada penerima, baik secara langsung maupun melalui media tertentu. Dalam proses perubahan sosial, pesan-pesan yang terkandung dan dioperkan oleh sumber kepada penerima itu berupa ide-ide pembaruan atau inovasi. Oleh karena itu, komunikasi yang digunakan untuk menciptakan perubahan sosial dikenal dengan istilah komunikasi sosial atau komunikasi pembangunan. Salah satu tipe komunikasi sosial/komonikasi pembangunan yang paling menonjol adalah difusi. Difusi merupakan proses dimana inovasi tersebar ke dalam sistem sosial. Oleh karen itu, difusi dipandang sebagai kajian komunikasi tersendiri yang memokuskan telaahan tentang pesan-pesan yang berupa gagasan baru. Unsur-unsur Difusi Difusi sebagai sebuah proses penyebaran ide baru dapat terjadi jika ada (1) inovasi yang (2) dikomunikasikan memlalui saluran tertentu (3) dalam jangka waktu tertentu, kepada (4) anggota suatu sitem sosial. Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap abru oleh seseorang di mana kebaruannya itu bersifat relatif. Suatu gagasan dapat dianggap sebagai sebuah inovasi oleh anggota sistem sosial tertentu, tetapi juga dapat dianggap bukan inovasi oleh anggota sistem sosial lainnya. Saluran komunikasi dalam proses difusi dapat berupa media massa atau media interpersonal. Jangka waktu adalah banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses penyebaran inovasi dan proses pengambilan keputusan adopsi oleh anggota sistem sosial. Kecepatan adopsi oleh anggota sistem sosial tergantung pada tingkat keinovatifan anggota sistem sosial serta ciri karakteristik inovasi yang ditawarkan dalam pandangan anggota sistem sosial. Ciri karakteristik atau sifat inovasi terdiri dari: 1. Keuntungan Relatif (Relative Advantage) 2. Kompatibilitas (Compatibility) 3. Kompleksitas (Complexity) 4. Trialabilitas (Trialability) D. KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES SOSIAL Dalam hubungannya dengan proses sosial, komunikasi menjadi sebuah cara dalam melakukan perubahan sosial (social change). Komunikasi berperan menjembatani perbedaan dalam masyarakat karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya melakukan perubahan. Namun begitu, komunikasi juga tak akan lepas dari konteks sosialnya. Artinya ia akan diwarnai oleh sikap, perilaku, pola, norma, pranata masyarakatnya. Jadi keduanya saling mempengaruhi dan saling melengkapi, seperti halnya hubungan antara manusia dengan masyarakat. Little John (1999), menjelaskan hal ini dalam genre interactionist theories. Dalam teori ini, dijelaskan bahwa memahami kehidupan sosial sebagai proses interaksi. Komunikasi (interaksi) merupakan sarana kita belajar berperilaku. Komunikasi merupakan perekat masyarakat. Masyarakat tidak akan ada tanpa komunikasi. Struktur sosial-struktur sosial diciptakan dan ditopang melalui interaksi. Bahasa yang dipakai dalam komunikasi adalah untuk menciptakan struktur-struktur sosial. Hubungan antara perubahan sosial dengan komunikasi (atau media komunikasi) pernah diamati oleh Goran Hedebro (dalam Nurudin, 2004) sebagai berikut : 1. Teori komunikasi mengandung makna pertukaran pesan. Tidak ada perubahan dalam masyarakat tanpa peran komunikasi. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa komunikasi hadir pada semua upaya bertujuan membawa ke arah perubahan. 2. Meskipun dikatakan bahwa komunikasi hadir dengan tujuan membawa perubahan, namun ia bukan satu-satunya alat dalam membawa perubahan sosial. Dengan kata lain, komunikasi hanya salah satu dari banyak faktor yang menimbulkan perubahan masyarakat. 3. Media yang digunakan dalam komunikasi berperan melegitimasi bangunan sosial yang ada. Ia adalah pembentuk kesadaran yang pada akhirnya menentukan persepsi orang terhadap dunia dan masyarakat tempat mereka hidup. 4. Komunikasi adalah alat yang luar biasa guna mengawasi salah satu kekuatan penting masyarakat; konsepsi mental yang membentuk wawasan orang mengenai kehidupan. Dengan kata lain, mereka yang berada dalam posisi mengawasi media, dapat menggerakkan

meja

Ultimo aggiornamento 2014-10-13
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

gooThe novel is about two young children and a galley cook who are the survivors of a shipwreck in the South Pacific. In the turmoil of the burning ship from which they escaped, they become separated from another lifeboat that the boy's father (who is the girl's uncle) is in and drift out to sea. After days afloat, they arrive and are stranded on a lush tropical island. The cook, Paddy Button, assumes the responsibility for caring for the small children, teaching them how to behave, how to forage for food, etc. He warns them as well what not to eat, particularly arita, which he calls "the never-wake-up berries." An unspecified amount of time passes and Paddy eventually dies in a drunken binge. Together, cousins Richard and Emmeline Lestrange have to survive solely on their resourcefulness, and the bounty of their remote paradise. Years pass and both Richard and Emmeline grow into tall, strong and beautiful young adults. They live in a self-constructed hut and spend their days fishing, swimming, diving for pearls, and exploring the island. During this period, they get along unthinkingly, although Richard often ignores Emmeline or takes her for granted, unless he needs an audience for one of his stories. Eventually, strange emotions start influencing their relationship. Richard and Emmeline (they call each other Dick and Em) begin to fall in love, although they do not realize it, partly due to their general ignorance of human sexuality. They are physically attracted to each other, but don't realize it or know how to express it. They spend periods of time apart, feeling a sense of annoyance. Ultimately, after making up after a fight, they consummate their relationship. Stacpoole describes their sexual encounter as having "been conducted just as the birds conduct their love affairs. An affair absolutely natural, absolutely blameless, and without sin. It was a marriage according to Nature, without feast or guests." From then on, Richard is very attentive to Emmeline, listening to her stories and bringing her gifts. They make love quite often for several months, and eventually Emmeline gets pregnant. Richard and Emmeline have no knowledge of childbirth and don't understand the physical changes to Emmeline's body. One day, Emmeline disappears. Richard searches for her all day, but cannot find her; he returns to their house and eventually she comes walking out of the forest, carrying a baby in her arms. Assuming her labor pains were a symptom of nauseous migraine like the ones she suffered as a child, she had simply gone for a walk to clear her head, and this strange thing had happened to her. Knowing nothing about babies, they learn by trial and error that the child will not be able to drink fruit juice, but will nurse from Emmeline's breast. Because the only baby they have ever known was called Hannah, they give their little boy this name. Together, the two young castaways spend all their time with Hannah, teaching him how to swim, fish, throw a spear, and play in the mud. They survive a violent tropical cyclone and other hazards of South Sea Island life; Emmeline often feels that the paradisiac beauty of the island is a mask or facade, and that the dangers — poisonous berries and deadly storms — are the reality. Meanwhile, back in San Francisco, Richard's father Arthur (Emmeline's uncle) still believes the pair are alive and that he will find them, obsessively turning over any clue. The strongest lead is a child's toy tea set, picked up on an island that the sailors call Palm Tree (because there is a large one at the break of the lagoon). Ships stop there for fresh water, and someone on a whaler had picked up the box out of curiosity. Arthur at once recognizes it as an old plaything of Emmeline's — she had carried it everywhere and would never be without it. He finds a ship whose captain is willing to take him to Palm Tree. One day, the two young parents and Hannah return in their lifeboat to the side of the island where they had lived with Paddy. Inexplicably, even to herself, Emmeline has broken off a branch of the deadly "never-wake-up" berries that Paddy warned her about on their first day. While Richard cuts bananas, absent-minded Emmeline fails to notice that her son has tossed one of the oars out of the boat. The tide comes in and sweeps the boat out into the lagoon, with her and Hannah in it. Richard comes swimming after, but is followed closely by a shark and is only saved when Emmeline throws the other oar, striking the shark and allowing Richard enough time to climb in. Although not far from shore, they cannot get back, or jump into the water to retrieve the oars for fear of a shark attack. They try to paddle with their hands, but to no avail; the boat is caught in the current and drifts out to sea. Clasped in Emmeline's hand is the branch of arita. The reader is not made privy to the specifics of what happened next. Somewhat later, Arthur Lestrange's ship comes upon the pair with Hannah in their boat, lying unconscious but breathing. The arita branch is now bare, save for one berry remaining. Lestrange asks "Are they dead?" and the captain answers "No, sir. They are asleep." The ambiguous ending leaves it uncertain as to whether they can be revived. In The Garden of God, Stacpoole's sequel to The Blue Lagoon, the story begins at the very next moment and the pronouncement is made that Richard and Emmeline are now dead, as their breathing has just stopped. Hannah lives and is revived. gle translit

di pijat

Ultimo aggiornamento 2014-10-06
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo
Attenzione: contiene formattazione HTML nascosta

TATA TERTIBgoogle translit

TATA TERTIB

Ultimo aggiornamento 2013-10-25
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Aggiungi una traduzione