MyMemory, la memoria di traduzione più grande del mondo
Click to expand

Coppia linguistica: Click to swap content  Argomento   
Chiedi a Google

Hai cercato: arep sambat nanging karo sopo    [ Disattiva i colori ]

Contributi umani

Da traduttori professionisti, imprese, pagine web e archivi di traduzione disponibili gratuitamente al pubblico.

Aggiungi una traduzione

Giavanese

Indonesiano

Informazioni

sopo

SIAPA

Ultimo aggiornamento 2014-03-16
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Aku, nanging kowé ora tresna kula

saya cinta kamu tapi kamu tidak cinta aku

Ultimo aggiornamento 2014-10-10
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

jare sopo

kata siapa

Ultimo aggiornamento 2013-02-03
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

siswanto kepingin melu wisata nanging ora duwe ragat


Ultimo aggiornamento 2013-05-22
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

sopo jenengmu

siapa namamu

Ultimo aggiornamento 2014-03-16
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

jenenge bapak sopo

Nama bapak siapa

Ultimo aggiornamento 2014-03-16
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Rasane koq yo arep semaput

utara

Ultimo aggiornamento 2013-09-21
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

sing wis ngandhut karo kula kanggo 9 sasi

kau yang telah mengandung aku selama 9 bulan

Ultimo aggiornamento 2014-10-03
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

nuwun sewu ya ma'am Aku arep takon

permisi ya bu saya mau tanya

Ultimo aggiornamento 2014-09-16
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

gooSaben wayah lingsir wengi Mripat iki ora biso turu Tansah kelingan sliramu Wong ayu kang dadi pepujanku Bingung rasane atiku Arep sambat nanging karo sopo Nyatane ora kuwowo Nyesake atiku sansoyo nelongso Wis tak lali-lali Malah sansoyo kelingan Nganti tekan mbesok kapan nggonku Mendem ora biso turu Opo iki sing jenenge Wong kang lagi ke taman asmoro Prasasat ra biso lali Esuk awan bengi tansah mbedo atigle agensi nganti Jawa Indonesia

Saben wayah lingsir wengi Mripat iki ora biso turu Tansah kelingan sliramu Wong ayu kang dadi pepujanku Bingung rasane atiku Arep sambat nanging karo sopo Nyatane ora kuwowo Nyesake atiku sansoyo nelongso Wis tak lali-lali Malah sansoyo kelingan Nganti tekan mbesok kapan nggonku Mendem ora biso turu Opo iki sing jenenge Wong kang lagi ke taman asmoro Prasasat ra biso lali Esuk awan bengi tansah mbedo ati

Ultimo aggiornamento 2014-09-09
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Wong kaya sing ora pantes berdekata karo pembesar minangka bisa di-push kanggo nindakake piala. Nanging ana tetep appropriateness, kang kabungkus.

Orang seperti itu tidak pantas untuk berdekata dengan pembesar karena dapat mendorong untuk berbuat jahat. Meskipun begitu tetap ada kepantasannya, yaitu ditumbuk.

Ultimo aggiornamento 2014-09-30
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

go Ojo mendem dewe toch...kan mesa ake karo awakmuu.....hehehehe....ogle agensi Jawa Indonesia

asal usul desa sigong

Ultimo aggiornamento 2014-02-02
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

go Ojo mendem dewe toch...kan mesa ake karo awakmuu.....hehehehe....ogle agensi Jawa Indonesia

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, Dalam Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, kita mencari bantuan dari-Nya, dan meminta kepada-Nya untuk pengampunan. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan dalam diri kita sendiri dan dari kejahatan dalam pekerjaan kita. Siapapun yang dipandu oleh Allah, apa-apa atau tidak ada yang bisa menipunya, dan siapa Allah mengirimkan tersesat, baginya tidak ada kepemimpinan. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Dia adalah Satu, tanpa pasangan, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, berkat dan damai Allah besertanya dan keluarganya.

Ultimo aggiornamento 2014-02-02
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

gunung gunung Kaba ayu banget karo sawijining alam Pesona. Aku tresna kanggo pindhah ana karo kanca-kanca.

gunung bukit kaba sangat indah dengan pesona alam nya. saya ingin sekali pergi ke sana bersama teman-teman saya.

Ultimo aggiornamento 2014-10-15
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Ultimo aggiornamento 2014-09-17
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

RAMAPARASU KANG LALI MARANG ING PURWADUKSINA “Kakang Patih Surata, rumangsa ribet rasaning atiku lan sepet paningalku yenta nyawang wujude Bambang Sumantri kang kaduk piangkuh. Yenta nyata kesaguhane bisa ngentasi gawe kaya kang ingsun kersaake, bakal gedhe ganjarane. Nanging yenta luput kaya kang disaguhake, bumi Maespati aja nganti kaambah dening wujude manungsa kang aran Bambang Sumantri. Sadurunge mangkat marang Negara Magada, busanane Sumantri kang ngenek eneki kuwi, salinana cara kaprajurtian. Ujubing atiku ora arep ambebagus marang wujude Bambang Sumantri, nanging kanggo rumeksa kuluhuraning jenengingsun. Negara Maespati aja nganti asor darajate, darbe caraka kang busanane ora mingsra”. Mangkana dhawuhku marang Patih Surata mungkasi anggonku anggelar pasewakan.

Ya Allah bingung saya dengan semua ini, mohon petunjukmu

Ultimo aggiornamento 2014-09-09
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

google agensi jawaPompa basa Indonesia minangka alat kanggo obah Cairan utawa antuk giliran. Pumps mindhah adi saka tekanan kurang kanggo titik karo meksa sing luwih dhuwur, iki meksa prabédan ngalahake energi dibutuhake (energi).

Penebar benih/pupuk memiliki ukuran yang bervariasi. Mekanisme penyebarannya memanfaatkan energi dari roda penebar taburan yang ditransmisikan

Ultimo aggiornamento 2014-04-23
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

NASKAH DRAMA CERITA RARA JONGGRANG Disebuah desa yang indah hiduplah seorang wanita bersama anaknya yang bernama Bandung Bondowoso. Mereka tinggal dengan damai, hingga pada suatu saat ketika mereka sedang asyik bercerita Bandung Bondowoso menanyakan suatu hal kepada ibundatercintanya Bandung : Bu, apa ibu tidak kesepian jika kita tinggal hanya berdua saja di perkampunganyang indah ini.Ibu : Kesepian ngopo to le?Ibu wis seneng ana kowe nang kene. Kita sudah hidup berkecukupan, bahagia tanpa ada yang mengganggu, mau minta yang bagaimana lagiibu ini.Bandung : Ya mungkin saja ibu ingin mempunyai suami lagi di luar sana. Ibu masih cantik, pasti akan banyak orang yang mau menikah sama ibu.Ibu : (dengan tersenyum) Kowe ki ngomong opo to.Ora..ora..Ibu tidak apa-apa hidupmenjanda seperti ini. Yang penting ibu punya kamu(Katanya sambil membelai rambut putranya.Bandung : Lho, saestu Bu. Ibu kan perlu pendamping hidup.Ibu : Pendamping hidup? Sakjane lakyo kowe sing patut tak takoni koyo ngono kuwi anakku.Kowe iku wis gede, moso kowe arep dewean wae.Bandung : (mesem) Ah, menawi kula, boten usah di pikir bu. Bu, saktemene kula ajeng tangletkalih ibu, Nanging kula boten kepenak,Bu.Ibu : Kowe arep takon opo?Kok nganggo ora kepenak barang. Aku iki ibumu opo udu. Areptakon opo to Le?Bandung : Ngeten lho Bu, saktemene Rama kula menika sinten? Ngantos sakniki kok kulataksih bingung.Ibu bingung mau menjawab apa, matanya dialihkan jauh ke sawah-sawah di depanrumahnya.Bandung : Bo

rumah

Ultimo aggiornamento 2013-12-16
Argomento: Generale
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:
Riferimento: Anonimo

Alcuni contributi umani con scarsa rilevanza sono stati nascosti.
Mostra i risultati con scarsa rilevanza.

Aggiungi una traduzione