MyMemory — самая большая база памяти переводов в мире
Click to expand

Языковая пара: Click to swap content  Тематика   
Спросить у Google

Вы искали: google terjemah indonesia ke inggris    [ Выключить цвета ]

Переводы пользователей

Добавлены профессиональными переводчиками и компаниями и на основе веб-страниц и открытых баз переводов.

Добавить перевод

Английский

Индонезийский

Информация

google translet Indonesia to English

god will avenge all the pain that i feel

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google translet Indonesia to English

Left

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google translet Indonesia to English

New Users You need to create an account to begin sending and receiving email on your BlackBerry® device. Please turn on your device and ensure that it is connected to the wireless network. BlackBerry® 10 and BlackBerry PlayBook® tablet email setup are not supported from this website. Please use your BlackBerry 10 device or BlackBerry tablet to set up email accounts. Existing Users User name: Require Assistance? Password: Forgot Password?

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google translet Indonesia to English

jangan suka bohong

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google translete Indonesia to English

Hanya tingal kenangan

Последнее обновление: 2014-10-07
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google translet Japan to Indonesia

flasher

Последнее обновление: 2014-10-07
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

google terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

Sejak tadi pagi, setelah sholat id, Rahman hanya berdiam dirumah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya biasanya ia membantu remaja masjid menyembelih hewan qurban di masjid dekat rumahnya. Ia merasa sepi menjalani hari raya Idul Adha tahun ini. Tetangga di sekitar rumahnya juga banyak yang hanya berdiam dirumah, entah kenapa semangat Idul Adha tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang begitu semarak bahu membahu membantu menyembelih dan mengurus hewan qurban yang dikelola oleh remaja masjid. Tiba-tiba lamunannya dikejutkan oleh suara seorang gadis kecil "Kambing milik Marwah apa sudah disembelih, Pah? sapa Marwah sambil menggenggam sebuah pisau dari dapur. "Biar Marwah yang menyembelih kambingnya ya Pah..."lanjut Marwah, memperlihatkan pisau dapur di tangannya kepada Rahman, ayahnya. Rahman berfikir di usianya yang baru 5 tahun Marwah sang buah hati begitu bersemangat ingin menyembelih hewan qurban miliknya, sedangkan tetangga-tetangga dan sejawat-sejawat tak lagi bergairah. Rahman lalu mendekati Marwah "Pisau Marwah, biar Papah yang pegang ya...nanti kita sama-sama ke masjid melihat orang-orang menyembelih hewan qurban, oke ". Bujuknya. "Tidak Pah, biar Marwah aja yang sembelih." Marwah tak ingin memberikan pisau dapur di tangannya dan mencoba lari dari bujukan ayahnya. Sebenarnya, Rahman sangat bangga dengan anak perempuannya itu, melihat kondisi orang-orang di kampungnya yang sudah tidak lagi bergairah menghadapi Idul Adha. Sementara Marwah memberikan spirit dan inspirasi baru terhadapnya bahwa kadang angan-angan anak lebih bernilai dari orang-orang dewasa. "Aku bangga padamu, nak". Gumam Rahman terharu. Memang nilai-nilai yang dibawa secara spontan oleh anak-anak dapat mengajarkan orang dewasa untuk lebih dewasa dari sebelumnya, sayangnya saat ini banyak yang sudah melupakan nilai-nilai islami sehingga hilang begitu saja di tengah derasnya arus informasi dan budaya yang merubah pola hidup masyarakat. Bagaikan dihembus angin topan yang tak menyisakan sepercik embun pun, semuanya bersih dan hilang. Pikir Rahman. “Besok sholat id dimana, Pah?” tanya istri Rahman yang menghentikan sejenak setrikaannya. Sontak membuat Rahman kaget dari lamunannya “Di lapangan dekat kampung” jawab Rahman Spontan. “Potong qurbannya besok? sambung istri Rahman. “Terserah panitianya, Mah. Kita ikut aja mereka.” Istri Rahman lalu melanjutkan setrikaannya. Ia menyetrika baju Rahman yang akan dipakai pada sholat id besok. Saat itu, Rahman sedang menonton pertandingan sepak bola di ruang keluarga yang sebentar lagi akan usai. Ia kemudian mengambil remote tv lalu mematikannya. "Papa ingat Marwah, Mah..." "Jangan di bicarakan lagi Pah. Insya Allah Marwah sudah tenang di alam sana" Istri Rahman melanjutkan pekerjaannya. Raut muka Rahman terlihat sedih, hatinya galau, mencoba mengingat masa lalu yang sangat indah bagi hidupnya bersama Marwah. Marwah anaknya, yang begitu bersemagat jika waktu idul qurban datang karena ia sangat senang dan bahagia melihat hewan-hewan qurban yang akan disembelih bahkan Marwah sendiri yang ingin menyembelihnya. Pernah Marwah bertanya “Pah, apakah tidak kesakitan mereka dipotong? Marwah kasihan, Pah!” “Marwah tidak perlu sedih karena hewan-hewan itu sebenarnya senang. Mereka akan bertemu dengan Allah dan mendapatkan surga, Marwah kenal surga kan!” Kini Marwah hanya menjadi kenangan bagi Rahman. Sebulan setelah Idul Adha tahun lalu Marwah tertabrak motor di jalan depan rumah. Saat itu ia bersama teman-temannya sedang bermain dan tidak melihat motor berwarna hitam melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak Marwah. Marwah terlempar beberapa meter dan bersimbah darah akibat benturan keras di kepalanya dan Marwah dipanggil Allah saat perjalanan ke rumah sakit, sementara pengendara motor berkecepatan tinggi itu melarikan diri tanpa bertanggung jawab atas perbuatannya. Rahman sangat terpukul menghadapi kejadian ini, dan istrinya pun sempat pingsan melihat Marwah yang bersimbah darah. Sesekali Rahman mengingat anaknya, ia tampak sedih. Tak ada lagi yang menemaninya melihat orang-orang menyembelih hewan qurban dan bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya kagum terhadap Marwah. Tak ada lagi yang membuatnya semangat melirik masa depan dengan kecerdasan Marwah lewat ucapan-ucapan ringan khas anak-anak yang sangat bermanfaat bagi orang-orang dewasa yang membuat inspirasinya tidak pernah mati memahami hidup dan kehidupan. Sempat juga ia berpikir bahwa ia akan menyekolahkan Marwah setinggi mungkin. Rahman optimis kelak Marwah bisa menjadi pemimpin bangsa yang dapat menyadarkan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Rahman sudah berusaha mencari tahu siapa yang menabrak Marwah tapi tak kunjung ia temui. Menghubungi aparat kepolisian pun sudah tak dipikirkannya lagi karena tidak akan menyelesaikan masalah, berlarut-larut dan tak juga akan ditemukan. Sejak saat itu, Rahman hanya bisa berdoa dan berharap agar anaknya diterima di sisi Allah SWT dan setiap Idul Adha Rahman selalu mengingat Marwah. "Selamat Idul Adha Marwah, semoga kamu menemukan kambing-kambingmu yang gemuk di Syurga" harap Rahman lirih...

Последнее обновление: 2014-10-05
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно
Предупреждение: Содержит скрытое HTML-форматирование

indonesia

Bahasa jawa

Последнее обновление: 2014-10-08
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Wikipedia

Pontianak, Indonesia

Kota Pontianak

Последнее обновление: 2014-10-03
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Wikipedia

bokep Indonesia plus

JANUARI 1 Januari : Hari Perdamaian Dunia 1 Januari : Tahun Baru Masehi 3 Januari : Hari Ulang Tahun Departemen Agama 5 Januari : Hari Ulang Tahu Korps Wanita Angkatan Laut 10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat 15 Januari : Hari Peristiwa Laut atau Samudera 25 Januari : Hari Gizi dan Makanan 26 Januari : Hari Ulang Tahun Maskapai Penerbangan Garuda 31 Januari : Hari Lahir N.U (Nahdatul Ulama) FEBRUARI 5 Februari : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam 5 Februari : Hari Peristiwa Kapal Tujuh (Zeven Provincien) 9 Februari : Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) 9 Februari : Hari Ulang Tahun Pasukan Kavaleri 10 Februari : Hari Ulang Tahun Persatuan Farmasi Indonesia 14 Februari : Hari Peringatan PETA di Blitar 19 Februari : Hari Ulang Tahun KOHANUDNAS 22 Februari : Hari Ulang Tahun berdirinya Masjid Istiqlal Jakarta MARET 1 Maret : Hari Kehakiman Indonesia 1 Maret : Peristiwa Serangan Umum 11 Maret di Yogyakarta 6 Maret : Hari Ulang Tahun KOSTRAD 10 Maret : Hari Ulang Tahun FARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) 11 Maret : Hari Surat Peringatan 11 Maret (Super Semar 18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia 24 Maret : Hari Peringatan 'Bandung Lautan Api' 30 Maret : Hari Film Indonesia APRIL 6 April : Hari Nelayan Indonesia 9 April : Hari Penerbangan Nasional 15 April : Hari Zeni TNI Angkatan Darat 16 April : Hari KOPASANDA (Komando Pasukan Sandi Yudha) 18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika di Bandung 19 April : Hari Hansip (pertahanan sipil) 21 April : Hari Peringatan R.A Kartini 24 April : Hari Angkatan Nasional 27 April : Hari Permayarakatan Indonesia MEI 1 Mei : Hari Pembebasan Irian Barat 2 Mei : Hari Pendidikan Nasional 3 Mei : Hari Surya 5 Mei : Hari Lembaga Sosial Desa 11 Mei : Hari POM ABRI 19 Mei : Hari Korps Cacad Veteran Indonesia 20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional 21 Mei : Hari Buku Nasional JUNI 1 Juni : Hari Lahir Pancasila 3 Juni : Hari Pasar & Modal Nasional 17 Juni : Hari Dermaga Tanjung Priok 21 Juni : Hari Krida Pertanian 22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta 24 Juni : Hari Bidan Indonesia 26 Juni : Hari Ulang Tahun LPKJ 29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional JULI 1 Juli : Hari Bhayangkara 1 Juli : Hari Anak-anak Indonesia 5 Juli : Hari Bank Indonesia 9 Juli : Hari Peluncuran Satelit Palapa 12 Juli : Hari Koperasi Indonesia 17 Juli : Hari Integrasi Timor-timur 22 Juli : Hari Kejaksaan 23 Juli : Hari Ulang Tahun KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) 29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara AGUSTUS 5 Agustus : Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Indonesia 10 Agustus : Hari Veteran Nasional 13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Branda Lautan Api 14 Agustus : Hari Pramuka 17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia 19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri 21 Agustus : Hari Maritim Nasional 24 Agustus : Hari Ulang Tahun TVRI SEPTEMBER 1 September : Hari Polwan (Polisi Wanita) 8 September : Hari Aksara 8 September : Hari Pamong Praja 11 September : Hari RRI (Radio Republik Indonesia 17 September : Hari Perhubungan Nasional 24 September : Hari Agraria Indonesia (Hari Tani) 27 September : Hari P.T.T 28 September : Hari Kereta Api 29 September : Hari Sarjana Indonesia 30 September : Hari Pemberontakka PKI OKTOBER 1 Oktober : Hari Kesaktian Pancasila 5 Oktober : Hari Ulang Tahun ABRI 15 Oktober : Hari Hak Azasi Binatang 16 Oktober : Hari Parlemen Indonesia 20 Oktober : Hari Ulang Golkar 24 Oktober : Hari Dokter Indonesia 27 Oktober : Hari Penerbangan Nasional 28 Oktober : Hari Sumpah Pemuda 30 Oktober : Hari Keuangan November 1 November : Hari Interdans Angkatan Darat 3 November : Hari Kerohanian 10 November : Hari Pahlawan 12 November : Hari Kesehatan Nasional 14 November : Hari BRIMOB 21 November : Hari Pohon 22 November : Hari Perhubungan Angkatan Darat 25 November : Hari Guru (HUT PGRI) DESEMBER 1 Desember : Hari Artileri 9 Desember : Hari Armada Republik Indonesia 12 Desember : Hari Transmigrasi 15 Desember : Hari Infantri 19 Desember : Hari Trikora 22 Desember : Hari Ibu 22 Desember : Hari KOWAD (Korps Wanita Angkatan Darat) 22 Desember : Hari Sosial Help us spread this site through facebook Recent Updates Sorry This site is still under development. to access the old page please click... More… categories School Technology Sundries Entertainment Islamic Links Google PageRank Checker Powered by MyPagerank.Net

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно
Предупреждение: Содержит скрытое HTML-форматирование

Indonesia to Madura

kenapa

Последнее обновление: 2014-10-08
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

sakit

Последнее обновление: 2014-10-07
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

Roro Jonggrang Print Email Cerita Rakyat Jawa Tengah Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Roro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso. Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang. Roro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Roro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso. “Bagaimana, Roro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Roro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Roro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!” Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah. Sementara itu, diam-diam Roro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Roro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Roro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing. Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin. Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Roro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Roro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Roro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Roro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Roro Jonggrang. Ajaib! Roro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Roro Jonggrang. (SELESAI)

Последнее обновление: 2014-10-07
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

saya

Последнее обновление: 2014-10-05
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

Sebuah perkawinan yang pada akhirnya diharapkan oleh semua orang adalah menciptakan mahligai rumah tangga yang bahagia dan sejahtera serta terbangun rumah tangga mawaddah wa rahmah. Untuk mencapai maksud tersebut tentu banyak usaha yang dipersipkan dan dilakukan oleh orang tua ketika harus menikahkan putra putrinya dalam suatu proses, yaitu proses yang dibenarkan oleh adat danbudaya. Demikian pula yang terjadi pada masyarakat Madura. Upacara adat yang kerap menjadi tuntutan dan tuntunan sejak kelahiran anak, perkawinan sampai kematianpun dilakukan dengan proses panjang. Hal ini tentu banyak sisi yang dijalani sebagai tolok ukur sejauh mana penghargaan diri manusia terhadap dirinya, lingkungan sosial, dan terutama terhadap Sang Pencitanya. Upacara Pelet Kandhung. Secara harfiah Pelet Kandhung atau Peret Kandung atau Pelet Betteng atau Salameddhan Kandhungan punya arti pijat kandungan. Secara tradisional masyarakat Madura cenderung tahap demi tahap melakukan pijak kandungan sebagai bentuk pencegahanh dan penghindaran agar bayi yang dikandunfnya tidak mengalami masalah sehingga ketika bayi dilahirkan berjalan lancar dan aman. Oleh karena masa-masa tersebut dianggap sebagai masa yang penuh dengan ancaman dan bahaya, maka diperlukan adanya suatu usaha untuk menetralkannya, sehingga dapat dilalui dengan selamat. Usaha tersebut diwujudkan dalam bentuk upacara yang kemudian dikenal sebagai upacara lingkaran hidup individu yang meliputi: kehamilan, kelahiran, khitanan, perkawinan, dan kematian. Dan tentu berbicara tentang budaya dan upacara adat Madura, akan terbagai beberapa perwilayahan yang berbeda, yang masing-masing daerah memikili ciri tersendiri dalam melakukan upacara adat. Wilayah Madura timur akan berbada dengan Madura wilayah tengah dan barat. Bahkan dalam satu wilayahpun kerap berbeda antara satu kecamatan/desa/kampung dengan lainnya. Meski demikian, nama dan pemaknaan dari peristiwa budaya itu mempunyai maksud dan tujuan yang sama. Demikian pula yang terjadi pada upacara adat Pelet Kandhung, atau upacara adat lainnya. Dalam tulisan ini akan kami ambil secara umum yaitu mengurai upacara Pelet Kandung yang umumnya dilakukan oleh masyarakat Madura. Upacara Pelet Kandhung ini dilakukan hanya pada saat hamil pertama, kalaupun terjadi kehamilan berikutnya, biasa tidak dilaksanakan semeriah pada pada kehamilan pertama, namun tetap dilaknakan dengan sangat sederhana, yaitu yang umumnya berupa.salameddhan (arasol) (selamatan) atau cuma arebbha (hantaran nasi kepada kiyai, atau kerabat terdekat). Upacara ini dilakukan pada saat kandungan berusia tujuh bulan. Pada masa itu merupakan masa pembentukan janin yang wajib dirawat dan diruwat. Upacara adat ini biasanya dilakukan dari pihak keluarga perempuan atau orang tua dari anak yang hamil. Dan ada pula dilaksanakan oleh pihak mertua, orang tua suami. Hal ini tergantung kesepakatan, dan umumnya untuk wilayah Madura timur, pihak keluarga laki-laki meminta agar dilaksanakan di rumah si suami mengingat berbagai pertimbangan. Telah menjadi kesepakatan adat, setelah pelaknaan pernikahan, sang anak laki-laki (suami) langsung hijrah ke rumah sang istri sebagai tempat tinggalnya. Dalam kondisi ini orang tua si perempuan secara tradisional rumah-rumah yang nantinya menjadi bagian/warisan yang kemudian dikenal dengan Taneyan Lanjheng. Jauh sebelum upacara Pelet Kandhung dilaksanakan, pada bulan pertama kandhungan telah dikalakukan upacara nandai, yaitu memberi tanda bahkan sang anak telah mengandung. Nandai ini ditaruh sebiji bigilan atau manjilen (biji nangka) di atas sebuah leper (tatakan cangkir) dan diletakkan di atas meja. Setiap bulannya, di leper itu ditambah satu biji bigilan sesuai dengan hitungan usia kandungan perempuan tersebut. Dan, pada saat di atas leper itu telah ada tujuh bigilan atau manjilen yang menandakan bahwa usia kandungan telah mencapai tujuh bulan. Sebagaimana upacara pada umumnya, upacara pelet kandhung ini juga dilakukan secara bertahap. Tahap-tahap yang harus dilalui oleh seseorang dalam upacara ini adalah sebagai berikut: • tahap pelet kandhung (pijat perut) • tahap penyepakan ayam • tahap penginjakan kelapa muda dan telur • tahap pemandian • tahap orasol (kenduri). Seluruh rentetan upacara ini biasanya dilakukan pada malam bulan purnama setelah sholat Isya, dan apa pula dilaksanakan sekitar jam 2 siang, atau bha’da dhuhur . Hal ini bergantung situasi dan kondisi wilayah yang bersangkutan. Mengambil pada saat bulan purnama, lantaran pada saat itu memungkinkan suasana kampung akan jadi terang, selian sebagai simbul kecerahan. Dilaksanakan pada siang atau menjelang sore, karena diharapkan memberikan kesempatan kepada para terundang bisa hadir setelah turun dari ladang. Yang hadir dan menyaksikan upacara adat ini hanya terdiri kaum perempuan atau para ibu. Sedang tata laksana upacara pelet kandhung bergantung dari tahapan-tahapan yang harus dilalui. Untuk prosesi pelet kandhung, penyepakan ayam, penginjakan telur ayam dan kelapa muda, dilakukan di dalam kamar atau bilik orang yang sedang mengandung. Untuk prosesi pemandian dilakukan di kamar mandi atau di halaman belakang rumah. Upacara ini dipimpin oleh seorang dukun baji (dukun beranak) dan dibantu oleh agung bine atau emba nyae (nenek dari perempuan hamil yang sedang diupacarai). Sedangkan, acara kenduri dilaksanakan di ruang tamu dan dipimpin oleh seorang kyae atau ulama setempat. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam upacara pelet betteng adalah ayah, ibu serta sanak kerabat dari perempuan yang hamil itu maupun orang tua dan sanak kerabat dari pihak suaminya. Di samping sanak kerabat tersebut, hadir pula para tetangga yang sebagian besar adalah perempuan dewasa atau yang sudah kawin. Sedang Peralatan dan perlengkapan yang perlu dipersiapkan dalam upacara pelet betteng atau pelet kandhung adalah: • kain putih sepanjang 1½ meter yang nantinya akan digunakan sebagai penutup badan perempuan yang akan diupacarai pada saat dimandikan • air satu penay (belanga) • berbagai jenis bunga (biasanya 40 jenis bunga) untuk campuran air mandi. Air dalam penay dan berbagai jenis bunga (komkoman) mengandung makna kesucian dan keharuman • gayung yang terbuat dari tempurung kelapa dan gagangnya dari ranting pohon beringin yang masih ada daunnya • sebutir telur ayam yang masih mentah dan sebutir lagi yang sudah direbus • satu leper ketan kuning yang sudah masak • seekor ayam muda • minyak kelapa • kemenyan Arab • setanggi • uang logam • sepasang cengker kelapa gading yang digambari Arjuna dan Sembodro serta dibubuhi tulisan Arab atau Jawa; serta • berbagai macam hidangan untuk arasol (kenduri) yang berupa: kuwe procut, ketan kuning yang dibalut daun berbentuk kerucut, jubada (juadah), lemeng (ketan yang dibakar dalam bambu), tettel (penganan yang terbuat dari ketan), minuman cendol, la’ang dan bunga siwalan (semacam legen). Prosesi Upacara Adat Pelet Kandhung Dalam proses ini dukon baji’ (dukun bayi) berperan penting, yang nantinya akan memimpin proses upacara adat. Dalam kegiatan yang lain, selain dukun bayi, dihadirkan pula seorang kiyai atau bindhara yang nantinya akan memimpin pembacaan ayat-ayat al-Qur’an dan doa-doa. Pada hari yang telah ditentukan dan semua peserta upacara telah berkumpul di rumah perempuan yang diupacarakan, maka upacara pun dilaksanakan. Upacara diawali dengan pembacaan ayat-ayat Al Quran (Surat Yusuf dan Maryam) oleh para undangan laki-laki yang dipimpin oleh seorang Kyae. Sementara mereka membaca ayat-ayat Al Quran, di dalam bilik perempuan yang mengandung itu mulai dilaksanakan prosesi pelet kandhung. Dukun baji mulai memelet atau memijat bagian perut perempuan tersebut dengan menggunakan minyak kelapa. Maksud dari tindakan ini adalah untuk mengatur posisi bayi di dalam kandungan. Saat si perempuan hamil sedang dipelet, para kerabatnya yang perempuan, mulai dari embha/ nyae (nenek), mattowa bine (mertua perempuan dari suami istri), majedhi’ bine’ (adik perempuan ayah dan ibunya), epar bine’ (saudara ipar perempuan), secara bergantian mendatangi dan mengusap perutnya. Sambil mengusap perut, mereka memanjatkan doa dan harapan agar si perempuan beserta bayi yang dikandungnya selalu dalam lindungan Tuhan. Usai dipelet, perempuan hamil tersebut dibimbing oleh sang dukon baji’ ke tempat seekor ayam yang sebelumnya telah diikat pada salah satu kaki tempat tidur. Saat berada di dekat ayam, si perempuan hamil diharuskan untuk menyepak hingga sang ayam kesakitan dan berbunyi “keok”. Selanjutnya ayam yang masih terikat itu dilepaskan dan dikurung di belakang rumah. Apabila upacara telah selesai, ayam itu akan diserahkan kepada dukun baji sebagai ucapan terima kasih. Selesai menyepak ayam, perempuan hamil itu kemudian diselimuti dengan kain putih dan diminta untuk menginjak sebutir kelapa muda dengan kaki kanan. Selanjutnya, ia diminta lagi untuk menginjak telur mentah dengan kaki kiri. Apabila telur berhasil dipecahkan, maka bayi yang dikandung diramalkan akan berjenis kelamin laki-laki. Namun, apabila telur tidak berhasil dipecahkan, sang dukun akan mengambil dan menggelindingkannya dari perut perempuan hamil itu. Saat telur pecah, orang-orang yang hadir di ruangan itu seretak berucap “jebbhing, jebbhing”, yang mengandung makna bahwa kelak bayi yang dikandung diramalkan akan berjenis kelamin perempuan atau “kacong, kacong”, menandakan jabang bayi itu berkelamin laki-laki. Selanjutnya, perempuan hamil tersebut dibimbing oleh dukun baji ke belakang rumah untuk menjalani prosesi pemandian. Ia kemudian didudukkan di sebuah kursi kayu yang rendah dan di dekatnya disediakan air komkoman pada sebuah periuk tanah. Setelah itu, sang dukun baji sambil memegang gayung yang terbuat dari tempurung kelapa dan ranting beringin, memasukkan uang logam ke dalam komkoman dan mulai memandikan perempuan hamil itu. Sesudah dukun selesai mengguyur, maka satu-persatu perempuan kaum kerabatnya mulai bergiliran mengguyur hingga air di dalam komkoman habis. Selesai dimandikan, ia dibawa masuk lagi ke kamarnya untuk dirias dan dipakaikan busana yang paling bagus. Kemudian, ia dibawa menuju ke ruang tamu untuk diperlihatkan kepada para hadirin. Saat itu, para hadirin akan mengucapkan kata-kata “radin, radin”, yang artinya “cantik”. Ucapan itu dimaksudkan sebagai persetujuan hadirin bahwa pakaian yang dikenakannya sudah serasi dan sesuai. Setelah itu, acara diteruskan dengan penyerahan dua buah kelapa gading yang masih cengker (muda) yang telah digambari pewayangan biasanya tokoh Arjuna dan Sembodro kepada Kyae untuk didoakan. Setelah selesai pembacaan doa yang diamini oleh segenap yang hadir, Kyae lalu menyerakan kedua cengker tersebut kepada mattowa bine’ untuk diletakkan di tempat tidur menantu perempuannya yang sedang hamil itu. Sebagai catatan, cengker itu tetap ditaruh di tempat tidur hingga si perempuan melahirkan bayinya. Dan, dengan adanya cengker di sisi tempat tidurnya, maka sejak saat itu suaminya tidak diperkenankan lagi menggauli hingga bayi yang dikandungnya lahir dan telah berumur 40 hari. Selanjutnya, perempuan hamil itu dibawa masuk lagi ke dalam kamarnya dan diberi minum jamu dek cacing towa yang ditempatkan dalam sebuah cengkelongan (tempurung gading). Setelah jamu dek cacing towa diminum, maka cengkelongan itu segera dilemparkan ke taneyan (halaman rumah). Apabila cengkelongan jatuhnya tertelentang, maka bayi yang akan lahir diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, apabila tertelungkup, maka bayi yang akan lahir diperkirakan berjenis kelamin perempuan. Setelah itu, si perempuan hamil disuapi dengan sedikit nasi ponar (nasi kuning), ketan yang diberi warna kuning dan telur rebus. Makanan itu tidak dimakan sampai habis. Dengan berakhirnya tahap pemberian nasi ponar ini, berakhirlah seluruh rentetan upacara pelet kandhung. Sebagai catatan, sejak saat diadakan upacara nandai, pelet kandhung, hingga melahirkan, perempuan yang sedang hamil itu harus mematuhi berbagai macam pantangan, baik pantangan memakan makanan tertentu maupun pantangan melakukan perbuatan tertentu. Pantangan yang berupa makanan diantaranya adalah: pantang memakan juko’ lake’ (sejenis binatang yang bersengat), kepiting,janggireng, seyongan, ennos (sejenis cumi-cumi), daging kambing, ce cek (kerupuk rambak), petis, nenas muda, durian, mangga kweni lembayung, dan plotan lembur. Apabila pantangan ini dilanggar, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti: keguguran, bayi yang dikandung terkena sabhan (sawan), proses melahirkan tidak lancar, dan banyak darah yang keluar pada saat melahirkan. Sedangkan pantangan yang berupa tindakan atau perbuatan diantaranya adalah: tidak boleh kerja berat berat, bekerja secara tergesa-gesa dan mendadak, berjalan cepat, naik-turun tangga, menyiksa binatang, tidur melingkar, duduk di ambang pintu, etampa (makan sambil menyangga piring), asanrasan (bergunjing, mencela, menyumpah, dan bertengkar dengan orang lain), dan bersenggama pada hari-hari tertentu (Selasa, Rabu, Sabtu dan Minggu). Apabila pantangan-pantangan ini dilanggar, sebagian masyarakat Madura percaya bahwa kandungan yang nantinya akan dilahirkan akan mengalami cacat. Nilai yang Terkandung. Dalam pelaksanaan Pelet Kandhung ini merupakan refleksi dari aktifitas budaya yang secara turun temurun berlangsung. Banyak hal yang didapat dari proses upacara adat ini, antara lain memiliki nilai kebersamaan, ketelitian, gotong royong, keselamatan, dan religius. Nilai kebersamaan tercermin dari berkumpulnya sebagian sanak kerabat untuk berdoa bersama demi keselamatan bersama pula. Ini adalah wujud kebersamaan dalam hidup bersama di dalam lingkungannya (dalam arti luas). Oleh karena itu, upacara ini mengandung pula nilai kebersamaan. Nilai ketelitian tercermin dari proses upacara itu sendiri. Sebagai suatu proses, upacara memerlukan persiapan, baik sebelum upacara, pada saat prosesi, maupun sesudahnya. Persiapan-persiapan itu, tidak hanya menyangkut peralatan upacara, tetapi juga tempat, waktu, pemimpin, dan peserta. Semuanya itu harus dipersiapkan dengan baik dan seksama, sehingga upacara dapat berjalan dengan lancar. Untuk itu, dibutuhkan ketelitian. Nilai kegotong-royongan tercermin dari keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan upacara. Mereka saling bantu demi terlaksananya upacara. Dalam hal ini ada yang membantu menyiapkan makanan dan minuman, menjadi pemimpin upacara, membantu pemimpin upacara, dan lain sebagainya. Nilai keselamatan tercermin dalam adanya kepercayaan bahwa peralihan kehidupan seorang individu dari satu masa ke masa yang lain penuh dengan ancaman (bahaya) dan tantangan. Untuk mengatasi krisis dalam daur kehidupan seorang manusia itu, maka perlu diadakan suatu upacara. Pelet kandhung merupakan salah satu upacara yang bertujuan untuk mencari keselamatan pada tahap peralihan dari masa di dalam kandungan menuju ke kehidupan di dunia. Nilai religius tercermin dalam doa bersama yang dipimpin oleh kyae atau ulama setempat, pada acara arasol (kenduri) yang merupakan salah satu bagian dari serentetan tahapan dalam upacara pelet kandhung. Tujuannya adalah agar sang bayi mendapatkan perlindungan dari Tuhan. Catatan Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa setiap acara upcara adat baik Pelet Kandhung maupun lainnya di Madura, memang terjadi perbedaan dalam pelaksanaan maupun bentuk kegiatannya. Dalam tulisan ini cenderung dilakukan oleh masyarakat Madura wilayah Barat, atau sekitar dari Sampang dan Bangkalan. Untuk wilayah Madura timur, seperti Pamekasan, Sumenep serta wilayah kepulauan akan berbeda pula, meski pada intinya punyai tujuan dan maksud yang sama. Namun disayangkan upacara adat macam ini sekarang mulai sudah tidak lagi dilakukan secara utuh bahkan mengalami perubahan dan pelaksanaannya jauh lebih simpel dan praktis. Dalam kondisi perubahan kondisi masyarakat, Pelet Kandhung jauh dilaksanakan lebih sederhana, bahkan untuk wilayah perkotaan yaitu cukup pemandian anak yang hamil saja, kemudian diteruskan selamatan (arasol). Dalam arasol biasanya dibacakan sholawat Nabi atau dibak kemudian disugihi makanan hidangan dan ditandai dengan minuman poka’ atau minuman rojak yaitu minuman yang terbuat dari buah-buahan dengan rasa manis pedas seperti rujak. (Syaf Anton Wr / Lontar Madura) Tulisan diatas menyalin dari : Pelet Kandung, Upacara Adat Kehamilan Masyarakat Madura http://www.lontarmadura.com/pelet-kandung-upacara-adat-kehamilan-masyarakat-madura/#ixzz3EtkT4gEr

Последнее обновление: 2014-10-01
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

tidak apa apa

Последнее обновление: 2014-09-29
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

aku cinta kamu

Последнее обновление: 2014-09-28
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

pergi makan

Последнее обновление: 2014-09-25
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

ASAL MULA NAMA BANGKALAN

Последнее обновление: 2014-09-24
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Indonesia to Madura

di larang masuk

Последнее обновление: 2014-09-24
Тематика: Общая тематика
Частота использования: 1
Качество:
Источник: Анонимно

Добавить перевод

Поиск по предложениям, переведенным пользователями

Сведения об источнике - Компьютерные переводы являются сочетанием результатов нашего статистического машинного переводчика и переводчиков Google, Microsoft, Systran и Worldlingo.


Помогите оценить похожие результаты поиска:  translete (Английский - Индонезийский) | translet (Английский - Индонезийский) | terjemahan (Английский - Индонезийский) | pontianak (Английский - Индонезийский) | indonesia (Английский - Индонезийский)


Сейчас пользователи ищут: injetora (Португальский>Английский) | n the unformed plate material crystal structure (Английский>Испанский) | good morning guy, how are you (Английский>Португальский) | 20 pomodori pachino (Итальянский>Английский) | batchig (Армянский>Английский) | caramellizzato (Итальянский>Английский) | ÅÅÅÅ-mm-dd (Шведский>Английский) | raudteevõrgustikuga (Эстонский>Румынский) | rollingback (Английский>Итальянский) | buon sabato sera e buon fine settimana a tutti (Итальянский>Немецкий) | tousser (Французский>Словенский) | wag pabayaan ang sarili (Тагальский>Английский) | mga halimbawa ng dulang komedya na may script (Английский>Тагальский) | pentatonix (Английский>Латинский) | hekasi grade 5 2nd grading (Тагальский>Английский)


Сообщить о нарушении  | О MyMemory   | Свяжитесь с нами


MyMemory на вашем языке: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsNederlandsSvenskaРусский日本語汉语한국어Türkçe