MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

Google Account

Saya setuju

Last Update: 2014-10-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translete

prosedur penanganan surat

Last Update: 2014-10-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translation

kvfgfjhgfvhgf

Last Update: 2014-10-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translet

Rumah dan kebersihan kehidupan sehari-hari Kebersihan rumah berkaitan dengan praktek-praktek kebersihan yang mencegah atau meminimalkan penyakit dan penyebaran penyakit di rumah (domestik) dan dalam pengaturan kehidupan sehari-hari seperti pengaturan sosial, transportasi umum, tempat kerja, tempat umum dll Kebersihan di rumah dan pengaturan kehidupan sehari-hari berperan penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular. [5] Ini mencakup prosedur yang digunakan dalam berbagai situasi domestik seperti kebersihan tangan, kebersihan pernapasan, makanan dan kebersihan air, kebersihan rumah umum (kebersihan lingkungan situs dan permukaan), perawatan hewan domestik, dan kesehatan rumah (perawatan orang yang beresiko lebih besar infeksi). Saat ini, komponen ini kebersihan cenderung dianggap sebagai isu yang terpisah, meskipun semua didasarkan pada prinsip yang sama mikrobiologi yang mendasari. Mencegah penyebaran penyakit menular berarti memutus rantai penularan infeksi. Prinsip sederhana adalah bahwa, jika rantai infeksi rusak, infeksi tidak dapat menyebar. Dalam tanggapan terhadap kebutuhan untuk kode yang efektif kebersihan di rumah dan pengaturan kehidupan sehari-hari Forum Ilmiah Internasional tentang Kebersihan Depan telah mengembangkan pendekatan berbasis risiko (berdasarkan Titik Hazard Analysis Critical Control ( HACCP ), yang kemudian dikenal sebagai " kebersihan "Target sasaran kebersihan. didasarkan pada identifikasi rute penyebaran patogen di rumah, dan menerapkan prosedur kebersihan di titik kritis pada saat yang tepat untuk memutus rantai infeksi. Sumber-sumber utama infeksi di rumah [6] adalah orang-orang (yang operator atau yang terinfeksi), makanan (terutama makanan mentah) dan air, dan hewan domestik (di negara-negara barat lebih dari 50% rumah memiliki satu atau lebih hewan peliharaan) . Selain itu, situs yang menumpuk stagnan air seperti sink, toilet, pipa limbah, alat pembersih, kain-siap menghadapi mendukung pertumbuhan mikroba, dan bisa menjadi reservoir infeksi sekunder, meskipun sebagian besar spesies mereka yang mengancam "berisiko" kelompok. Kuman (bakteri yang berpotensi menular, virus dll) terus gudang dari sumber-sumber melalui lendir, feses, muntahan, sisik kulit, dll Jadi, ketika keadaan menggabungkan, orang menjadi terbuka, baik secara langsung atau melalui makanan atau air, dan dapat mengembangkan infeksi . Utama "jalan raya" untuk penyebaran kuman [6] di rumah adalah tangan, tangan dan permukaan kontak makanan, dan kain pembersih dan peralatan. Kuman juga dapat menyebar melalui pakaian dan linen rumah tangga seperti handuk. Utilitas seperti toilet dan wastafel, misalnya, diciptakan untuk menangani secara aman dengan kotoran manusia, namun masih memiliki risiko yang terkait dengan mereka, yang mungkin menjadi kritis pada waktu tertentu, misalnya, ketika seseorang memiliki penyakit atau diare. Pembuangan yang aman dari limbah manusia adalah kebutuhan mendasar; miskin sanitasi adalah penyebab utama penyakit diare pada masyarakat berpenghasilan rendah. Virus pernapasan dan spora jamur juga menyebar melalui udara. Kebersihan rumah yang baik berarti menargetkan prosedur kebersihan di titik-titik kritis, pada waktu yang tepat, untuk memutus rantai infeksi yaitu untuk menghilangkan kuman sebelum mereka dapat menyebar lebih lanjut. [6] Karena "dosis menular" untuk beberapa patogen bisa sangat kecil (10 - 100 unit yang layak, atau bahkan kurang untuk beberapa virus), dan infeksi dapat hasil dari transfer langsung dari permukaan melalui tangan atau makanan ke mulut, mukosa hidung atau mata, prosedur 'higienis pembersihan' harus cukup untuk menghilangkan patogen dari permukaan kritis. Membersihkan higienis dapat dilakukan dengan: Mekanikal penghapusan (yaitu pembersihan) menggunakan sabun atau deterjen . Untuk menjadi efektif sebagai ukuran kebersihan, proses ini harus diikuti dengan pembilasan menyeluruh di bawah air mengalir untuk menghilangkan kuman dari permukaan. Menggunakan proses atau produk yang inactivates patogen di situ. Kuman membunuh adalah dicapai dengan menggunakan "mikro-biosidal" yaitu produk desinfektan atau antibakteri produk atau pembersih tangan tanpa air , atau oleh aplikasi panas. Dalam beberapa kasus dikombinasikan dengan membunuh kuman penghapusan digunakan, misalnya pencucian pakaian dan linen rumah tangga seperti handuk dan seprai.

Last Update: 2014-10-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Google Translate

Membut kesalahan

Last Update: 2014-10-22
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

berserah pada Tuhan

Last Update: 2014-10-22
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

Lebih baik diam diam itu emas

Last Update: 2014-10-17
Usage Frequency: 4
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

Distance is nothing when the love is real

Last Update: 2014-10-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

Earthquake can cause the...........of the ground.

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translate

optimalisasi sumber daya manusia

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translation

This Connection is Untrusted You have asked Firefox to connect securely to www.facebook.com, but we can't confirm that your connection is secure. Normally, when you try to connect securely, sites will present trusted identification to prove that you are going to the right place. However, this site's identity can't be verified. What Should I Do? If you usually connect to this site without problems, this error could mean that someone is trying to impersonate the site, and you shouldn't continue.

Last Update: 2014-09-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Goo Mengundurkan diri darimu

Last Update: 2014-07-29
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

istri ku

Last Update: 2014-07-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

penggaris itu panjang

Last Update: 2014-07-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

Changed Endgame: There are no wonder of the world anymore. The alliance with the most victory points wins. New Map: instead of the normal Travian map, we have for this scenario a map that shows you Europe with parts of North Africa and the Middle East. Ancient Cities: There will be 87 Ancient Cities from the start, which are spread among the map. In these Ancient Cities the artefacts are waiting for you. There will be no artefacts appearing in the midgame! The Ancient cities will be defended by Romans, Gauls or Teutons. However they will have no AI, so they cannot build fields or buildings or produce troops. But from the start they will be guarded by a certain amount of troops. Every 24 hours the owner of an Ancient City has to decide whether he wants to use the power of the artefact or to generate victory points. Alliance members can use this advantage as well, if the owner has decided to use the power of the artefact. The Ancient Cities can only be conquered. The artefacts cannot be moved and the Ancient Cities can´t be the main capital of any player.

Last Update: 2014-07-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translate

Jika kamu ingin membenciku, lakukanlah aku tidak apa yang penting kamu puas menyiksaku disini dan aku tidak apa-apa yg penting itu bisa membuat kamu bahagiaJika kamu ingin membenciku, lakukanlah aku tidak apa yang penting kamu puas menyiksaku disini dan aku tidak apa-apa yg penting itu bisa membuat kamu bahagia

Last Update: 2014-06-11
Subject: Music
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Ma'af,siapa nama kamu?

Last Update: 2014-06-08
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translate

Alkisah ada sebuah rumah kecil di pinggir hutan rimba hiduplah seorang perempuan bernama Mbok Dhadap yang berusia paruh baya yang hidup sebatangkara tanpa teman dan saudara. Mbok Dhadap sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk menemaninya. Setiap hari ia berdoa agar mendapatkan seorang anak untuk menemaninya. Suatu hari ketika sedang mencari kayu di hutan, Mbok Dhadap bertemu dengan raksasa penguasa hutan rimba tersebut yang gemar memakan manusia. Mbok Dhadap gemetar menahan takut, karena tak kuasa menahan rasa takut, Mbok Dhadap tidak sadar bahwa kain jaritnya basah karena kencing. Raksasa itu tertawa lebar, suaranya bergemuruh memenuhi angkasa dan memekakkan gendang telinga. “Hua..ha…ha… GGGrrrrrrrhhhhhh…..!!!!!, Hai Perempuan Tua !!! kau jangan takut padaku… mendekatlah aku ingin menitipkan sesuatu untukmu….” Mbok Dhadap tertunduk, masih menahan rasa takut yang tak terkira. “Raksasa… kau jangan memakan aku, aku sudah tua.” Lagi-lagi Raksasa itu tertawa. “Hua..ha….ha… aku tidak doyan daging perempuan tua sepertimu, selain tidak enak rasanya, aku yakin pasti banyak kumannya….hi…. ngeri…. Hua..ha…ha….” Mbok Dhadap mulai tenang, karena mengetahui Raksasa itu tidak akan memakannya. “Kau benar sekali wahai Raksasa…, aku memang jarang mandi, sehingga pasti banyak kumannya. Kau akan sakit bila memakan aku. Apa yang hendak kau titipkan kepadaku, wahai Raksasa ?” Sang Raksasa kembali tertawa. “Hua..ha… ha… Mbok Dhadap kau lucu sekali ternyata… Aku mau menitipkan seorang bayi manusia kepadamu, tapi dengan syarat bahwa 15 tahun lagi anak ini akan kuambil untuk kujadikan mangsa. Apakah kau sanggup memenuhi syarat itu?” Mbok Dhadap hanya terdiam, hatinya sebenarnya gembira mendapat tawaran itu, akan tetapi bagaimana kalau Raksasa itu mengambil anak itu kelak? Raksasa itu menggeram. “GGGrrrrrrhhhhhh….. Bagaimana Mbok Dhadap??!! Kalau kau tidak sanggup, anak ini akan ku buang!!!!” Mendengar itu seketika Mbok Dhadap kaget. “I..iii..yaaa!!!! Aku sanggup memenuhi persayaratan itu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku.” Akhirnya Raksasa itu menyerahkan seorang bayi perempuan yang mungil, cantik, dan berkulitnya bersih. Mbok Dhadap terpukau melihat bayi perempuan itu. “Waahh… cantiknya bayi ini.” “GGgrrrrrhhhh… Ingatlah Mbok Dhadap, 15 tahun lagi aku akan datang untuk mengambil anak ini… ingatlah itu Mbok Dhadap… HHHHhmmmhhhh…. Hua..ha..ha….” kemudian Raksasa itu pergi meninggalkan Mbok Dhadap dan bayi itu. *** Mbok Dhadap memberi nama bayi perempuan itu Timun Mas, karena kulitnya yang bersih dan berkilau laksana emas. Mbok Dhadap sangat menyayangi Timun Mas, Dia merawatnya dengan penuh kasih dan cinta. Mbok Dhadap tidak merasa sepi lagi, ada Timun Mas yang menemaninya sekarang. Meskipun bukan anak kandungnya sendiri, Mbok Dhadap telah menganggap Timun Mas sebagai anaknya. Timun Mas memanggil Mbok Dhadap dengan sebutan Biyung yang berarti Ibu. Waktu terus berjalan tanpa henti, tanpa terasa 15 tahun sudah berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi sosok gadis yang anggun dan rupawan, parasnya cantik, rambutnya yang lebat terurai panjang sehingga semakin memancarkan aura kecantikannya. Menjelang waktu yang telah dijanjikan, Mbok Dhadap merasa sedih dan bingung lalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyelamatkan Timun Mas. Hingga suatu ketika doanya dijawab lewat mimpi. Dalam mimpinya, Mbok Dhadap diminta memberikan tiga jenis barang untuk dibawa Timun Mas ketika dikejar Raksasa jahat itu yaitu biji mentimun, jarum dan sepotong terasi. Mbok Dhadap segera menyiapkan ketiga barang tersebut untuk diberikan kepada Timun Mas. Akhirnya dengan rasa sedih yang amat sangat, Mbok Dhadap menceritakan permasalahan itu kepada Timun Mas. “Anakku, Timun Mas, Biyung tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkanmu. Lima belas tahun yang lalu raksasa itu menitipkanmu kepadaku. Sekarang waktu itu telah tiba. Raksasa itu akan datang membawamu. Timun Mas, jaga dirimu Nak…,” ujar Mbok Dhadap sambil terisak menangis. Timun Mas merasa bersedih karena harus meninggalkan biyungnya sendiri. Ia tak sampai hati meninggalkan orang yang telah merawatnya dari kecil hingga dewasa tersebut. “Biyung, aku mau di sini saja menemani Biyung, merawat Biyung, aku tidak takut kepada Raksasa itu Biyung, ” kata Timun Mas terisak meneteskan air mata, kemudian keduanya berpelukan erat. Mbok Dhadap hanya menghela nafas panjang, ada kegalauan yang sangat di dalam hati Mbok Dhadap. “Timun Mas anakku, jangan kau khawatirkan Biyung. Raksasa itu tidak akan memangsa biyung, karena dia hanya menginginkanmu, sudah…,” Belum sampai kalimat Mbok Dhadap selesai tiba-tiba terdengar suara keras dari luar rumah. “GGGGggggrrhhh!!!!!! Mbok Dhadap!! Keluarlah! Aku datang menagih janji kepadamu! Serahkan anak itu kepadaku untuk kumangsa!!!! Mbok Dhadap!!! Keluarlah!!!” “Timun Mas anakku, cepatlah kau pergi Nak, tidak ada waktu lagi. Segera pergilah lewat pintu belakang Ingatlah baik-baik pesan Biyung. Pertama kali, sebarkan biji mentimun ini mana kala raksasa itu mendekat, lalu jika ia mendekat lagi, lemparkan jarum ini kepada Raksasa itu dan jika ia masih mendekat lagi lemparkan terasi ini anakku. Cepatlah kau pergi anakku, selamatkanlah dirimu. Percayalah, Biyung akan baik-baik saja”. Dengan penuh rasa haru dan sedih Timun Mas segera berlari keluar dan meninggalkan rumah Mbok Dhadap untuk menyelamatkan dirinya. Sedangkan Mbok Dhadap keluar menemui raksasa jahat yang lapar itu. “Ada apa, Raksasa? Bukankah masih lama waktu 15 tahun itu?” Mbok Dhadap mencoba mengulur waktu agar Timun Mas dapat selamat dari ancaman raksasa itu. “Ggggrrgggghhhh!!!! Aku tidak mungkin salah. Hari ini adalah genap 15 tahun semenjak aku menyerahkan bayi itu kepadamu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku!” “Dia tidak ada di sini Raksasa. Percayalah, dia sudah mati beberapa tahun lalu,” Mbok Dhadap mencoba membohongi raksasa itu. “Tidak mungkin, aku masih bisa mencium bahwa bayi itu masih hidup, sekarang serahkan kepadaku atau aku akan memaksamu!” Saat itulah, Raksasa melihat ada seorang gadis yang berlari kencang meninggalkan rumah itu. “GGGGrrrrrrrrrGggghhhhh!!! Jangan kira kau bisa membohongiku Mbok Dhadap, itu dia bayi itu! Wah, anak itu pasti lezat sekali…. aku akan mengejarnya !” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas tanpa menghiraukan Mbok Dhadap yang menjerit histeris memohon agar Raksasa itu tidak mengejar Timun Mas. *** Timun Mas berlari sekencang-kencangnya meninggalkan rumah Mbok Dhadap. Namun, sekencang-kencangnya Timun Mas berlari, kecepatannya tidak sebanding dengan kecepatan lari Raksasa itu dengan terengah-engah. Timun Mas meilhat bahwa Raksasa itu kian mendekat. “Celaka, Raksasa itu cepat sekali larinya… bagaimana ini?” Timun Mas bingung dan takut dan pasrah. Raksasa itu semakin dekat, semakin dekat dan sekarang hanya berjarak puluhan meter dari Timun Mas yang masih mencoba berlari itu. Di tengah kebingungan dan rasa takutnya, Timun Mas ingat pesan biyungnya untuk menyebarkan biji timun pertama kali manakala raksasa itu mendekat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera saja Timun Mas menyebarkan biji mentimun itu ke hadapan Raksasa itu. Ajaib, seketika itu juga, biji timun yang disebar oleh Timun Mas itu berubah menjadi hutan mentimun yang dengan buah yang ranum dan segar sehingga membuat Raksasa itu terpana melihat keranuman buah mentimun yang membentang di hadapannya. “Wah…. ranum benar mentimun ini, kebetulan aku sedang haus dan lapar.” Raksasa seperti terhipnotis sehingga memutuskan untuk menikmati buah mentimun itu tanpa mengingat lagi bahwa Ia sedang mengejar Timun Mas. “Kres!!..Kres!!!… Nyam, Nyam…. Wah !!! Segar sekali mentimun ini !!! Huahhhhh!!! Nikmat sekali….” Melihat keajaiban itu, Timun Mas tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia terus berlari kencang meninggalkan raksasa yang kelaparan itu. Waktu terus berlalu. Raksasa itu rupanya terlena dengan kesegaran buah mentimun yang menghampar di hadapannya. Setelah sekian lama ia memakan buah mentimun itu, ia tersadar dari pengaruh hipnotis buah mentimun itu. “Hua…… kurang ajar, rupanya aku terhipnotis hutan mentimun ini…. Di mana anak itu…. Hai, berhenti !!!” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas. Tak berapa lama waktu berjalan, raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas kembali. Karena Raksasa itu kian mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum itu kepada Raksasa itu. Benar-benar ajaib, jarum yang dilempar itu seketika berubah menjadi hutan bambu yang lebat dan penuh duri, sehingga menyulitkan Raksasa itu untuk mengejar Timun Mas. Melihat itu, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya meninggalkan raksasa jahat yang terjebak dalam hutan bambu yang lebat dan penuh duri itu. Harapannya hanya satu yaitu agar lolos dari cengkeraman Raksasa jahat itu. Timun Mas terus saja berlari menjauh, sedangkan Raksasa jahat mengalami kesulitan untuk menembus hutan bambu yang penuh duri itu. Namun, dengan kekuatannya, akhirnya Raksasa itu berhasil menembus hutan bambu berduri itu dan kembali mengejar Timun Mas. Tak berselang lama, Raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas Kembali. Melihat itu semua, Timun Mas sudah pasrah dan putus asa dan yakin bahwa Raksasa itu akan berhasil menangkapnya. “Oh, Tuhan, apakah benar ini takdirku? Tertangkap raksasa dan mati di tangannya. Oh, Tuhan tolonglah aku. Siapa yang akan merawat Biyung nanti ? Oh, Tuhan….” Timun Mas menangis sedih. Di sela-sela keputusasaannya itu, tiba-tiba Timun Mas teringat bahwa ia masih mempunyai satu senjata lagi yaitu sepotong terasi. Oleh karena itu, begitu raksasa itu mendekat, Timun Mas segera melemparkan sepotong terasi itu kepada raksasa itu. Benar-benar ajaib, sepotong terasi yang ia lemparkan berubah menjadi sebuah lautan lumpur yang dalam, sehingga raksasa itu terperosok ke dalamnya. Semakin lama Raksasa itu berontak, semakin tenggelam pula tubuhnya, hingga akhirnya tubuh raksasa itu benar-benar tenggelam dan matilah raksasa jahat itu ditelan lautan lumpur tersebut. Timun Mas menghela nafas panjang. Rasa lega, letih, dan bahagia menyelimuti hatinya. Tak henti-hentinya Timun Mas bersyukur karena doa dan harapannya dikabulkan Tuhan, Timun Mas yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa mahluknya apabila berdoa dengan tulus dan kesungguhan hati dan berusaha dengan keyakinan penuh. Tanpa menunggu lama Timun Mas memutuskan kembali ke rumah Mbok Dhadap dan akhirnya mereka berdua hidup bahagia dalam nuansa kasih sayang antara orang tua dan anak. Sekian.

Last Update: 2014-06-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Cung Lai Si Zeng Si Ce Zoi Na Yat Nim Si Yan Si Yu Sam Si Mui Hak Zoi Lau Bin Jyu Cing Bat Ja Si Pang Zik Na Yat Nim Si Hau Si Zyu Nou Lik Nang Lin Cing Dai Xin Lou Syun Yat Ceot Zung Jau Bat Gai Jyu Sa Jang Ceot Jin Cung Mei Pa Tiu Zin Zui Cin (**) Sui Jyun Zoi Sai Dan Kau Hu Bi Sam Nim Si Cam Si Sing Dan Zik Jyu Meng Yuin Zoi Sin Reff : Ahaa.. Hoeng Tin Fat Jyun Jung Sang Mei Cing Bat Wing Bat Kui Teoi Zyun Jyu Si Zan Gin Sai Gan Zing Tou Sam Cong Sai Ho Gin, Bat Sou Bei San Se Gan Jauh Ying

Last Update: 2014-06-06
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

aku ingin jadi teman kamu, karena suatu saat nanti aku akan membeli set card kamu

Last Update: 2014-06-05
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Add a translation