MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

google translite

you're invited

Last Update: 2014-09-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translete

The Infulence of Citronellal Lemongrass (Cymbopogon winterianus Linn.) toward Emphasis Attack Colletotrichum sp. on Welsh Onion (Allium fistulosum L.). Ria Kurniasih, Syamsuddin Djauhari, Anton Muhibuddin, Edi Priyo Utomo Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Jl. Veteran, Malang 65145 ABSTRACT This research aims to know the influence of sitronelal lemongrass (Cymbopogon winterianus Linn.) toward emphasis attack Colletotrichum sp. on welsh onion (Allium fistulosum L.). In this research is done using that method determination concentration IC50 approach in modeling software autodock tools, in silico with testing obstruent power in vitro and calculation intensity attack in vivo. The separation of a compound sitronelal lemongrass in the organic laboratory, departement of chemistry, faculty of mipa, testing in vitro in the mycology laboratory and testing in vivo in a screen house of hpt, the faculty of agriculture, brawijaya university since january until june 2014. The result showed that results fractionate vacum add purity sitronelal of 50,30 % to 70,60 %. Results approach modeling in silico produce value Ki and obtained concentration equivalent IC50 is 7 ppm. In testing in vitro food poisonied method inhibitory the percentage is 27,40 % to 36,30 % while on evaporation method is 5,56 % to 9,63 %. Based on testing in vivo, at the rising concentration compound sitronelal given on a scallion then intensity their attack will be more low. Key word: Sitronellal, Colletotrichum sp., welsh onion ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sitronelal serai wangi (Cymbopogon winterianus Linn.) terhadap penekanan serangan Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Pada penelitian ini dilakukan metode penentuan konsentrasi yang setara dengan IC50 menggunakan pendekatan pemodelan secara in silico dengan software Autodock Tools, pengujian daya hambat secara in vitro dan perhitungan intensitas serangan secara in vivo. Pemisahan senyawa sitronelal serai wangi dilakukan di Laboratorium Organik, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, pengujian secara in vitro di Laboratorium Mikologi dan pengujian secara in vivo di Screen house Jurusan HPT, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Januari hingga Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil fraksinasi vakum menambah kemurnian sitronelal dari 50,30% menjadi 70,60%. Hasil pendekatan pemodelan in silico menghasilkan nilai Ki dan didapatkan konsentrasi yang setara IC50 sebesar 7 ppm. Persentase penghambatan pada pengujian in vitro metode peracunan makanan sebesar 27,40% - 36,30% sedangkan pada metode pnguapan sebesar 5,56% - 9,63%. Berdasarkan pengujian secara in vivo disimpulkan bahwa dengan bertambahnya konsentrasi senyawa sitronelal yang diberikan pada bawang daun maka intensitas serangannya akan semakin rendah. Kata kunci: Sitronelal, Colletotrichum sp., bawang daun PENDAHULUAN Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah tanaman jenis sayuran daun bahan bumbu dapur dan pencampur sayur mayur yang banyak digunakan di Indonesia. Salah satu kendala yang penting dalam usaha meningkatkan produksi bawang daun yaitu adanya serangan penyakit antraknose yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum sp. Di sentra produksi bawang di Jawa, penyakit ini dikenal dengan nama penyakit “otomatis” karena tanaman yang terserang bisa mati mendadak. Penyakit tersebut menyebabkan kerusakan 20,15% (Nurjanani, 2011). Nurmansyah (2010) menyatakan bahwa senyawa sitronelal merupakan salah satu komponen utama dalam minyak serai wangi dengan sifat anti jamur yang tinggi. Senyawa sitronelal termasuk kelompok terpenoid yang tergolong monoterpen yang mampu menekan pertumbuhan jamur patogen. Senyawa-senyawa ini dapat menghambat proses metabolisme jamur sehingga akan mengganggu pertumbuhan jamur (Knobloch et al., 1989). Pemodelan menggunakan perangkat lunak Autodock Tools dapat menghasilkan informasi konstanta inhibisi (Ki) yang berbanding langsung dengan konsentrasi inhibisi antijamur (IC50) (Cer et al., 2009). Berdasarkan uraian diatas, maka pemanfaatan senyawa sitronelal minyak atsiri serai wangi sebagai fungisida nabati yang ramah lingkungan merupakan alternatif pengendalian penyakit antraknose pada tanaman bawang daun yang sangat bijak pada saat ini. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh senyawa sitronelal seraiwangi terhadap pertumbuhan dan perkembngan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknose pada bawang daun. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di Laboratorium Organik Jurusan Kimia Fakultas MIPA, Laboratorium Mikologi dan Screen house jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2014. Pemisahan sitronelal dengan destilasi fraksinasi minyak atsiri Minyak atsiri serai wangi didapat dari hasil destilasi uap di PHKI Tema C (Program Hibah Kompetisi Institusi Tema C) Universitas Brawijaya. Minyak atsiri dianalisis kandungan senyawa-senyawanya menggunakan instrumen GC-MS dengan tipe GCMS-QP 2010S Shimadzu dengan kolom Rtx-5ms. Minyak atsiri serai wangi dipisahkan komponen senyawanya melalui proses fraksinasi vakum sehingga didapatkan destilat yang kemudian ditampung dalam fraksi-fraksi pada suhu dan tekanan tertentu, setiap fraksi diuji kemurniannya menggunakan GC tipe hp 9850 dengan kolom HP5. Menentukan konsentrasi inhibitor melalui pendekatan in silico Penentuan konsentrasi secara in silico menggunakan software Autodock Tools sehingga diperoleh nilai Ki (konstanta inhibisi). Konsentrasi tersebut digunakan sebagai konsentrasi tengah pada interval perlakuan secara in vitro dan in vivo. Pembuatan Formula Inhibitor Pembuatan formula menggunakan rumus pngenceran V1 x M1 = V2 x M2. Dimana V1= volume senyawa sitronelal serai wangi yang dibutuhkan, M1= massa senyawa sitronelal, V2= volume larutan yang dibutuhkan, M2= formulasi yang diinginkan. Persiapan dan Perbanyakan Isolat Jamur Colletotrichum sp. Jamur Colletotrichum sp. yang digunakan berasal dari daun tanaman bawang daun yang terserang antraknose yang diperoleh dari lahan milik petani di Desa Pendem kec. Karangploso, Malang. Daun yang terinfeksi dipotong dengan ukuran 1 cm, sehingga potongan mengandung jaringan yang sakit dan jaringan yang sehat. Potongan tersebut dimasukkan ke dalam khlorox (NaOCl 2%) selama 1 menit, dimasukkan dalam larutan sterilisasi permukaan alkohol 70% selama 1 menit. Potongan dibilas dengan aquades dan ditiriskan diatas tissue steril sampai kering lalu potongan daun ditanam pada media PDA. Isolat kemudian diinkubasi pada suhu 25-300C selama 5-7 hari atau sampai jamur tumbuh memenuhi cawan petri (full plate) (Muhibuddin et al., 2011). Pemurnian biakan jamur dilakukan dengan cara memotong sebagian miselium jamur dan dipindahkan secara aseptis menggunakan jarum ose kedalam media PDA baru. Biakan jamur yang telah murni kemudian diamati secara makroskopis dan mikroskopis untuk proses identifikasi. Koloni jamur yang tumbuh pada media PDA diisolasi dan diletakkan di atas gelas objek steril yang ditetesi aquades steril dan ditutup dengan gelas penutup, diinkubasi 4 hari. Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 400x untuk diidentifikasi. Pada uji Postulat Koch jamur Colletotrichum sp. dalam biakan murni diinokulasikan pada tanaman bawang daun dengan cara disemprot menggunakan suspensi konidia dan menimbulkan penyakit, selanjutnya patogen dari gejala penyakit yang muncul dari hasil inokulasi harus dapat diisolasi kembali pada biakan murni. Penyiapan Inokulum dan Inokulasi Pembuatan inokulum jamur Colletotrichum sp. dilakukan dengan membuat suspensi, yaitu 10 ml aquades steril ditambahkan pada media biakan jamur Colletotrichum sp. yang berumur 7 hari di cawan dan diambil dengan menggunakan jarum ose untuk melepaskan konidianya dari media tumbuh. Jumlah konidia per mililiter dihitung menggunakan haemocytometer dan dibuat sampai pada konsentrasi 106 konidia/ml. Rumus yang digunakan untuk menghitung konsentrasi konidia permililiter menurut Prasetyowati (2003) sebagai berikut: K=txd/nx0,25 x106 konidia/ml K = jumlah konidia/ml larutan t = otal konidia dalam semua kotak contoh d = faktor pengenceran n = jumlah semua kotak contoh yang dihitung 0,25 = koreksi Pengujian Senyawa Sitronelal Serai Wangi secara in vitro terhadap Pertumbuhan Colletotrichum sp. pada Cawan Petri Metode pertama yang digunakan pada pengujian secara in vitro yaitu dengan peracunan makanan (poisoned food technique). Menurut Chaelani (2011) metode peracunan makanan yaitu metode yang digunakan dengan cara meracuni pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. melalui media tumbuh PDA yang dicampur dengan senyawa sitronelal. Aplikasi dengan menuangkan media PDA cair yang telah mengandung senyawa sitronelal dengan berbagai konsentrasi sebanyak 10 ml dalam cawan petri dan didiamkan sampai media padat atau mendingin. Selanjutnya isolat murni Colletotrichum sp. berdiameter 0,6 cm ditumbuhkan pada media PDA tersebut, kemudian diinkubasi selama 7 hari. Pada pengujian in vitro metode penguapan menurut Istianto dan Eliza (2009) yaitu dengan cara menyiapan dua macam cawan petri yang berbeda ukuran yaitu cawan petri berdiameter 9 cm (A) dan 5 cm (B). Cawan petri B diletakkan kedalam cawan petri A dan selanjutnya media PDA sebanyak 10 ml dituang kedalam cawan petri A. senyawa sitronelal yang telah diteteskan pada kertas saring berdiameter 1 mm sesuai dengan pelakuan diletakkan kedalam cawan petri B. Tanam isolat Colletotrichum sp. berdiameter 0,6 cm kedalam media PDA. Gambar 1. Metode Penguapan Pengujian Senyawa Sitronelal Minyak Atsiri Serai Wangi secara in vivo terhadap Pertumbuhan Jamur Colletotrichum sp. pada Tanaman Bawang Daun Penanaman dan Pemeliharaan Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah steril dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 yang dimasukkan dalam polybag 5 kg. Bibit bawang daun berupa anakan yang berumur 2 bulan, sebagian akarnya dibuang, sepertiga bagian tanaman dari ujungnya dipotong. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit bawang daun secara tegak dengan jarak tanam yaitu 20 cm x 20 cm pada kedalaman 10 cm. Penanaman dilakukan saat pagi atau sore hari, bibit bawang daun akan tumbuh merata pada umur 7-15 hari setelah tanam. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari setiap hari. pemberian pupuk SP36 1,28 mg/tanaman dan KCl 0,64 mg/tanaman yang dicampur merata pada tanah dan diberikan bersama-sama pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk ZA 1,92 mg/tanaman dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyulaman. Apliikasi fungisida nabati Aplikasi dilakukan dengan cara menyemprot fungisida nabati ke seluruh permukaan daun. Penyemprotan fungisida nabati pada tanaman berumur 15-30 HST (Hari Setelah Tanam) sebanyak 2,5 ml dengan 25 kali semprotan per tanaman, sedangkan pada tanaman yang berumur 31-50 HST penyemprotan dilakukan sebanyak 5 ml dengan 50 kali semprotan. Setiap satu kali semprot mengeluarkan fungisida nabati sebanyak 0,1 ml. Jarak penyemprotan yang digunakan pada tanaman yaitu 10 cm dengan luas permukaan semprotan sebesar 226,865 cm2. Pengaplikasian fungisida nabati dilakukan sehari sebelum inokulasi penyakit karena aplikasi fungisida nabati ini dilakukan sebagai kegiatan preventif atau pencegahan terhadap penyakit. Penyemprotan dilakukan dengan interval 7 hari sekali dan berhenti saat tanaman berumur 50 HST (panen). Penghambatan Pertumbuhan Koloni Colletotrichum sp. Daya hambat dihitung berdasarkan hasil pengukuran diameter koloni jamur Colletotrichum sp. Istianto dan eliza (2009) menyatakan penghitungan diameter koloni dilakukan dengan cara membuat garis vertikal dan horizontal berpotongan tepat pada titik tengah koloni jamur di bagian luar alas cawan petri sesuai dengan rumus dan skema dibawah ini: D = diameter koloni jamur d1 = diameter vertikal koloni jamur yang diamati d2 = diameter horizontal koloni jamur yang diamati. Berat Kering (Biomassa) Miselilum Colletotrichum sp. Menghitung berat kering (biomassa) miselium jamur digunakan untuk mengetahui terhambatnya pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal minyak atsiri serai wangi melalui bobotnya. Rumus berat kering (biomassa) yaitu: M = m1-m0 M = massa miselium Colletotrichum sp. m0 = berat kertas saring kosong m1 = berat kerta saring + miselia Colletotrichum sp. Persentase Penghambatan Setelah diketahui diameter koloni pada setiap perlakuan dan ulangan kemudian dihitung persentase penghambatan pertumbuhan koloni dihitung dengan rumus (Nurmansyah, 2010) : P= Penghambatan pertumbuhan koloni/ daya kendali K= Diameter koloni/biomassa koloni pada kontrol T= Diameter koloni/biomassa koloni pada perlakuan Intensitas Serangan Penyakit Pengukuran intensitas serangan penyakit dilakukan pada 2-7 minggu setelah inokulasi (MST). Intensitas serangan penyakit diukur dengan rumus Horsfal dan Cowling (1978) dalam Abadi (2003) yaitu: I I = intensitas serangan penyakit n = jumlah tanaman dari tiap kategori serangan v = nilai skor dari tiap tanaman yang terserang N = jumlah tanaman contoh Z =skor dari kategori serangan tertinggi Tabel 1. Skala serangan antraknose Colletotrichum sp. (skala kategori serangan) Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat beda nyata, lebih lanjut nilai rata-rata akan dibandingkan dengan Uji BNT pada Taraf Kebenaran 95% menggunakan minitab 16. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan Interaksi Ligan dengan Reseptor Hasil peneltian pendahuluan secara in silico menggunakan software Autodock Tools diperoleh harga Ki terendah untuk interaksi ligan senyawa sitronelal dengan reseptor pollymerase Colletotrichum sp. adalah Ki = 47,04 µM. Berdasarkan hasil perhitungan Ki dan berat molekul senyawa sitronelal, konsentrasi yang digunakan adalah 7 ppm (7 mg/L). Analisis Senyawa Sitronelal dengan Menggunakan GC-MS Berdasarkan hasil GC-MS puncak/peak menunjukkan senyawa kimia yang teridentifikasi sebanyak 15 senyawa. Senyawa terbanyak yang terkandung dalam minyak atsiri serai wangi adalah sitronelal (50,39 %), Geraniol (15,36%), dan β-sitronelal (11,82%). Senyawa lain dalam minyak atsiri serai wangi yaitu limonene, cyclohexane, α-terpinolene, linalool, isopulegol, decanal, nerol, butene, citral, citronellyl, neryl acetate, β-elemene, caryophyllene, germacrene, cadinene, dan elemol. Berdasarkan hasil GC terlihat bahwa kandungan senyawa sitronelal dalam minyak atsiri hasil fraksinasi vakum memiliki kemurnian yang lebih besar daripada senyawa sitronelal hasil destilasi. Dalam 50 ml minyak atsiri didapatkan senyawa sitronelal 76,60 % sebanyak 4 ml pada suhu 400 C dan tekanan 20 mmHg, terpisah pada fraksi III dan berat jenis senyawa sitronelal 0,886 g/ml. Isolasi dan Identifikasi Jamur Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknose pada Tanaman Bawang Daun Berdasarkan hasil pengamatan secara makroskopis pada media PDA (Potato Dextrose Agar) didapatkan bahwa koloni dari biakan murni jamur Colletotrichum sp. pada awal pertumbuhan berwarna putih kemudian koloni semakin lama mengalami perubahan menjadi abu-abu kehitaman dan terus meluas seiring bertambahnya umur koloni. Koloni jamur ini mempunyai tekstur tebal dan permukaan kasar atau tidak rata dan rapat. Koloni jamur Colletotrichum sp. memenuhi cawan petri yang berdiameter 9 cm dalam waktu 8 hari. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa miselium Colletotrichum sp. berwarna hialin dan tidak bersekat, berbentuk tabung atau jorong dengan kedua ujungnya tumpul. Panjang konidia berukuran 10,91 µm dan lebar 5,12 µm. Gambar 2. Jamur Colletotrichum sp. yang diisolasi dari daun bawang daun (A) biakan murni pada cawan petri 9 cm berumur 8 hari (B) mikroskopis dengan perbesaran 400x Berdasarkan hasil uji Postulat koch, terlihat bahwa terdapat bercak putih pada daun yang lama-kelamaan akan berubah menjadi coklat atau coklat kehitaman kemudian terbentuk lekukan sehingga menyebabkan daun melengkung, terkulai, berputar ataupun patah dan lama kelamaa daun berwarna pucat kemudian kuning dan mati. Gambar 3. Gejala antraknose oleh Colletotrichum sp. pada uji Postulat Koch Pengujian Senyawa sitronelal Serai Wangi secara in vitro dengan Metode Peracunan Makanan Gambar 4. Pertumbuhan diameter koloni jamur Colletotrichum sp. pada uji toksisitas senyawa sitronelal secara in vitro dalam cawan petri pada akhir pengamatan (hari ke-7) metode peracunan makanan. (a) kontrol (0 ppm), (b) 0,4 ppm, (c) 2 ppm, (d) 7 ppm, (e) 12 ppm, (f) 17 ppm Gambar 5. Persentase penghambatan diameter jamur Colletotrichum sp. pada berbagai konsentrasi senyawa sitronelal serai wangi metode peracunan makanan Gambar 6. Persentase penghambatan biomassa miselium jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal serai wangi metode peracunan makanan pada 7 hari setelah inokulasi Berdasarkan pengujian secara in vitro metode peracunan makanan diperoleh hasil bahwa dengan bertambahnya konsentrasi senyawa sitronelal yang diberikan maka persentase penghambatan pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum sp. akan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan senyawa sitronelal merupakan senyawa terpenoid yang mampu menekan pertumbuhan jamur dengan menghambat proses metabolisme jamur. Gambar 7. Pertumbuhan diameter koloni jamur Colletotrichum sp. pada uji toksisitas senyawa sitronelal secara in vitro dalam cawan petri pada akhir pengamatan (hari ke-2) metode penguapan. (a) kontrol (0 ppm), (b) 0,4 ppm, (c) 2 ppm, (d) 7 ppm, (e) 12 ppm, (f) 17 ppm Gambar 8. Persentase penghambatan diameter jamur Colletotrichum sp. pada berbagai konsentrasi senyawa sitronelal serai wangi metode penguapan Gambar 9. Persentase penghambatan biomassa miselium jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal serai wangi metode penguapan pada 2 hari setelah inokulasi. Pada metode penguapan, pemberian sitronelal mampu menekan pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum sp. karena sitronelal bersifat volatil, namun keefektifan penghambatan pada setiap pemberian konsentrasi yang semakin meningkat tidak stabil terhadap penghambatan pertumbuhan jamur. Keefektifan yang tidak stabil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tekanan udara, suhu, luas permukaan cawan petri yang digunakan untuk meletakkan kertas saring dan kelembaban cawan petri. Gambar 10. Intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun Gambar 1. Intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun. (A) kontrol, (B) 0,4 ppm, (C) 2 ppm, (D) 7 ppm, (E) 12 ppm, (F) 17 ppm pada pengamatan 18 hsi Pada pengujian secara in vivo disimpulkan bahwa dengan bertambahnya konsentrasi sitronelal yang diberikan maka intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada bawang daun akan semakin kecil. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa efektivitas maksimuml penghambatan dari sitronelal terjadi pada pengamatan 21 hari setelah inokulasi. Tabel 2. Nilai EC50 Sitronelal Serai Wangi Perlakuan Persamaan EC50 (ppm) Peracun

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translete

Investors’ Reaction to the Implementation of Corporate Governance Mechanisms The study investigates the impact of corporate governance on investor reaction. This is the first study till date that addresses this gap in literature. The design of the study comprises of corporate governance, investor reac-tion. Data was taken from 125 non-financial sector of Pakistani companies listed at KSE for the period of 2005-2010. Data was extracted from balance sheet analysis (SBP report), KSE website and annual reports of companies. Correlation (individual and composite) and linear regression tests were applied to validate the out-comes. The results confirm that there is no impact of corporate governance on investor reaction and relationship between them is negative. This implies the inefficiency of financial market where noise trades create sentiment. Corporate Governance; Investor Reaction; Emerging Market Introduction Corporate governance is an important component for profitability and growth of firms through achieving the allocative efficiency, so that scarce funds were transferred to investment projects with higher returns. Generally, efficiency can be achieved if the investment projects offer higher returns as compared to cost of capital [1]. Corporate governance mechanism provides protection to shareholders and other stakeholder particularly investors. Good governance practices help to increase the share prices that could get higher capital. It also facilitates the international investor to lend money and purchase shares in domestic companies [2]. [3,4] investigated the market reaction to corporate governance mechanism. They argued that those firms which were greatly affected from such governance practices reacted more profoundly as compared to firms exhibiting good governance practices. Furthermore, [5] investigated the market reaction to corporate governance practices. They criticized the governance practices are value destroying as they found abnormal return, reducing in CEO pay, number of large block holders, easiness of institutional investors and presence of a staggered board. Although, researchers scrutinized the market reaction to corporate governance mechanism, but there is no study till date that investigates impact of corporate governance mechanism on investor reaction. So the specialty of this study is to gain the attention of academicians and practitioners by bridging this gap in literature. Two research questions has been addressed which are: Does corporate governance impact the investor behavior? Is this relationship significant across different economies? This study confirms that the corporate governance mechanism impacts insignificantly on investor reaction. This paper is organized in a way that the first section describes the introduction of the study followed by literature review to build theoretical framework. The next one discusses the methodology, followed by discussion of the results and conclusion; the last section explains the managerial implications and future research direction. Literature Review Corporate governance is a “process whereby suppliers of capital (shareholders) attempt to ensure that managers of the firms in which they invest provide a sufficient return. It addresses the agency problem whereby the shareholders (principals) are the ultimate owners of the firm and want to ensure that managers (agents), who are separate from the shareholders, act in the shareholders’ best interests rather than the interests of managers” [6]. [6] scrutinized the link between measures of corporate governance and stock returns. They highlighted that high governance ranking firms outperform than other port- folios. Moreover, market reacts significantly to governance related information which reflects that good governance does matters to Canadian investors. Similarly, [7] investigated the price reaction to corporate governance announcements. They confirmed that investors react to these governance practices but the sign of their reaction depend upon the extension and nature of these types of announcements. Moreover, [8] studied the corporate governance mechanisms and market reaction and liquidity impact. They depicted that market price reaction is significant positive when firm committed for higher transparency and minority shareholder protection in its announcement. Furthermore, shares having voting rights experience stronger price reaction and liquidity enhancement rather than non-voting shares. They suggested that corporate governance mechanism can be effective strategy for countries having weak investor protection provisions. Corporate Governance announcements are important ways for interacting with the investors. [9] demonstrated the link between corporate governance rating announcements and stock returns of companies. By using event study, they analyzed the 11 top listed corporate governance companies for the period of 2004-2005 and found no relationship between corporate governance and share performance of firms, might be attributable to perception of Thai investors. [5] scrutinized the link between market reaction to corporate governance regarding to regulatory and legislative actions. They proved that abnormal re-turns relating to corporate governance mechanism are reduction in number of large bondholders, CEO pay, ease of institutional investors to access the proxy method and presence of stagnant board. [10] studied that how corporate governance would impact the market reaction to earning surprise regarding to post earnings announcements drift. They confirmed the investor ‘reactions both, over-reaction and under-reaction to earnings surprises can create post earnings announcement drift. They investigated for bad governance firms, that investor would under-react to earnings surprises as they believed that earnings surprises might be attributable to firm’s luck rather than its ability. On the other scenario i.e. for good governance firms, they scrutinized that investor would over-react to earnings surprises as they believed that earnings surprises are attributable to firm’s ability rather than its luck. [11] studied the role of corporate governance in abnormal returns regarding to seasonal equity offerings. They confirmed that investors react positively for companies in which people hold the CEO and chair-man positions. Moreover, investor reacts positively for companies having high outsider members, low CEO ownership and small board size. They highlighted that investors also react positively to seasonal equity offerings by companies having stronger corporate governance mechanism that ultimately reduces the agency problems. [12] demonstrated the relationship between governance and asymmetric information and other imperfections that usually firm faces. They found that corporate governance is highly related to high market valuation and operating performance. They highlighted that countries having weak legal system are more probable to firm level corporate governance mechanism. [13] examined the firm announcement that is negatively valued by investor might be attributable to information asymmetry and its adverse features. They also depicted that stronger corporate governance mechanisms experience low price de-cline from the information symmetry, transpiring that strong corporate governance mechanism might mitigate the agency problems. [14] explored the impact of corporate governance on investment decisions. They proved that strong corporate governance structure can ease the investment decisions. Owner-owned firms get less financial distress and more positive stock evaluation than management controlled firms, reflecting that firms with better corporate governance practices can get positive investor evaluation from investors. [15] depicted the effectiveness of corporate governance mechanism for increasing capital and Re-search and development investment decisions. They found that higher ownership governance yields greater abnormal returns to capital investment decisions however; higher board governance mechanism yields abnormal returns to research and development investment decisions. Institutional investors play a vital role in corporate governance activities like [16] examined the institutional investors would impact the corporate governance through analyzing the portfolio holdings of institutions in companies over the period of 2003-2008. They proved that change in institutional investment would bring positive change in firm level governance; however, they did not find any impact of governance on institutional investments. Furthermore, they highlighted that firms having higher institutional ownership could easily terminate poorly performing chief executives and made further improvements. [17] investigated the corporate governance mechanism and investor protection. They found that investor’s evaluation of investor protection regimes are related to firm-level corporate governance mechanism along with characteristics of their portfolio holdings. They also depicted that firm level corporate governance are attributable to mitigation of agency problems between large and small shareholders, irrespective of weaker investor protection. Furthermore, countries having weak legal structure might be attributable to attract investors through having strong corporate governance regime. The investor preferences for country level investor protection and good corporate governance mechanism are highly related to investment decisions. [18] investigated that governance-sensitive institutions is related to improvement in shareholder rights. They also confirmed that low turnover institutions with preference for small cap and growth companies are attributable to be more governance sensitive. Furthermore, they suggested that common proxies for governance sensitivity do not measure governance preference clearly. [19] scrutinized the relationship between governance mechanisms and firm investment choices by using Real Estate Investment Trusts (REITs) as a sample. They highlighted that responsiveness of REITs’ investment opportunities depend upon their corporate governance structures. Moreover, REITs have higher institutional ownership, then their investment opportunities are closely related to Tobin’s q. However, Real Estate Investment Trusts (REITs) may vitiate the effectiveness of internal governance mechanism. They found that information asymmetry diminished by REIT governance. Further-more, they confirmed that high financial incentives for board members along with experienced board members and independent audit committee having financial expertise reduces asymmetric information [20]. From above discussion it can be inferred that corporate governance mechanism impacts the investor reaction positively. Therefore, a proposed hypothesis is. H1: Corporate governance mechanism has a significant impact on investor reaction. Methodology Methodology portion comprises of two sections. One describes the variables, proxies and data collection and other highlights the statistical tests applied on the data. The aim of current study is to investigate impact of corporate governance mechanism on investor reaction. Therefore, data has been collected for the 125 non-financial sector of Pakistani companies listed at Karachi Stock Exchange, for the period of 2005-2010 on yearly basis. Data was extracted from Balance sheet analysis (SBP report), KSE website and annual reports of companies. Variables Corporate governance mechanism has been taken as in-dependent variable and investor reaction has been taken as dependent variable. Equation α = Intercept CG= Corporate Governance IR = Investor Reaction, BS= Board Size, ACI = Audit Committee Independence, OS = Ownership Structure, ε = Error Term. Proxies Corporate Governance Corporate Governance can be measured through four proxies: Board size = Natural log of Number of Total Directors Board independence = Number of Non Executive Directors divided by Total Number of Directors Audit Committee independence = Number of Non Executive Directors divided by Total Number of Audit Committee Members Ownership Structure = Shares held by Directors divided by Total Shares Investor reaction Investor reaction can be measured through stock re-turns. Stock Returns = Natural log of Pn/Po Methodological Tests Correlation test has applied to find out the interrelationship between variables. Linear regressions have applied to check the hypothesis. Result and Discussion Correlation Correlation tests were used to find out inter-relation- ship among Corporate Governance and Investor Reaction. The findings highlight that Investor Reaction (IS). Tables 1 and 2 depict the correlation analysis. Table 1 shows the correlation between variables of corporate governance and investor reaction. It depicts that board size is negatively related to director independence, ownership structure and investor reaction while it is positively related to audit committee independence. Director Independence is positively related to audit committee independence however, it has negative relationship between ownership structure and investor reaction. Audit committee independence is negatively related to ownership structure and investor reaction. Lastly, Ownership structure also exhibits a negative relationship with investor reaction. When correlation test was applied between corporate governance and investor reaction, it highlights that corporate governance has negative relationship with investor reaction. Linear Regression OLS regression was applied for testing the hypothesis. i.e. corporate governance has significant impact on investor reaction. The results of OLS regression have been presented in Tables 3 and 4. When investor reaction was regressed with individual component of corporate governance, it has been seen that there is no impact of corporate governance on investor reaction. The value of R-square is 0.53% which means that this model explains only few factors of corporate governance that affect investor reaction (IR) while 99% are other factors that influence investor reaction (IR). F- statistics is insignificant at 0.94. When investor reaction was regressed with corporate governance, it has been seen that corporate governance is insignificantly negatively related to investor reaction. The value of R-square is 0.16% which means that this model explains only 0.16% of factors of corporate governance that affect investor reaction (IR) while 99% are other factors that influence investor reaction (IR). F-statistics is insignificant at 1.19. Conclusions Corporate governance is insignificantly negatively related to investor reaction. On the basis of these findings, our hypothesis has been rejected. Previous studies confirmed the corporate governance practices provide investor protection, due to which investor invest more in those firms which incorporated corporate governance mechanism in their strategic policy. This study does not support the above justification. One interpretation might be that this study was con-ducted in inefficient market, due to which investor don’t have much knowledge about financial markets. They don’t respond to market rationally. Due to this behavior investor creating sentiment in markets and exploit stock return, Noise trader exploit corporate governance practices as well. In such market corporate governance mechanisms is unable to provide protection to their investors. Managerial Implications Corporate governance has no impact on investor reaction. Therefore, mangers should focus other factors while making their strategic policies to attract their investors, not solely focus on corporate governance Limitation and Future Research In future studies, further variables would be incorporated to investigate the impact of corporate governance on investor reaction. This relationship would be generalized among different economies in order to validate the out-comes. Review of Accounting Gimmicks Called Depreciation Depreciation is a complex, intricate and confusing term in the fields of engineering, social and management sciences. As a result, it has been over used, over stressed, and over worked by the accountants and professional valuers. International Accounting Standard (IAS) 4, qualifies assets for depreciation when assets are used for more than one accounting period, i.e. assets held by an enterprise for production or service, and has economic useful life. Whereas, under Standard Statement of Accounting Practice (SSAP) 12, depreciation is viewed as wearing out, consumption or other loss of value of fixed asset, whether arising from use, affluxion of time or obsolescence through technology and market changes. Complexity may arise when it is viewed as a fall in price, physical deterioration, allocation of cost, fall in value, valuation technique and asset replacement. Intricate and confusion are inevitable when accountants employ various methods of providing for depreciation on the same or similar assets of different life span. These methods may include straight line, reducing balance, sum of the year’s digit, revaluation, annuity, output, sinking fund etc which will definitely give different values in the financial statement. The consequential effect is either to undermine or overstate the reported profit or distributable profit in the hands of the stakeholders, hence the absurdity of the financial reports. It is recom- mended that depreciation should be used with caution especially when the anticipated economic useful lives of the asset is short lived by new technology or passage of time thereby making it extremely difficult to recover or replace the net book value of the asset. Depreciation; Measuring Profitability; Expense Capture; Corporate Performance Measures; Earnings Engineering Currently the theory and practice of depreciation have not generally unified the fixed amount to be charged as annual expenses in the Income Statement and Balance Sheet due to different meanings and computations. Al- though materiality concept affirms that what might be material to one person/company may not necessarily be material to another person/company (Concept of Value). Materiality concept is viewed as fundamental when inclusion, exclusion of a particular item, transaction into or from the financial statement could lead to distortion, misleading and/or debase financial statement anticipated report, meaning and understanding. In order to avoid this confusing nature of any inclusion or exclusion there is the need to explain vividly such aspects in the form of notes to the accounts which gives credence and reliability to the users of financial statement. The word depreciation has been grossly over worked, over used, over stressed and above all has varying senses with different connotations even among intra and inter group disciplines. International Accounting Standard (IAS) 4 and Statement of Standard Accounting Practice (SSAP) 12 view standards in accounting for depreciation as the allocation of depreciable amount of assets over its estimated useful life. Depreciable amount from assets is anchored on its historica

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Goo Mengundurkan diri darimu

Last Update: 2014-07-29
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

istri ku

Last Update: 2014-07-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

berserah pada Tuhan

Last Update: 2014-07-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

penggaris itu panjang

Last Update: 2014-07-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

Lebih baik diam diam itu emas

Last Update: 2014-07-09
Usage Frequency: 4
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

Changed Endgame: There are no wonder of the world anymore. The alliance with the most victory points wins. New Map: instead of the normal Travian map, we have for this scenario a map that shows you Europe with parts of North Africa and the Middle East. Ancient Cities: There will be 87 Ancient Cities from the start, which are spread among the map. In these Ancient Cities the artefacts are waiting for you. There will be no artefacts appearing in the midgame! The Ancient cities will be defended by Romans, Gauls or Teutons. However they will have no AI, so they cannot build fields or buildings or produce troops. But from the start they will be guarded by a certain amount of troops. Every 24 hours the owner of an Ancient City has to decide whether he wants to use the power of the artefact or to generate victory points. Alliance members can use this advantage as well, if the owner has decided to use the power of the artefact. The Ancient Cities can only be conquered. The artefacts cannot be moved and the Ancient Cities can´t be the main capital of any player.

Last Update: 2014-07-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translate

Jika kamu ingin membenciku, lakukanlah aku tidak apa yang penting kamu puas menyiksaku disini dan aku tidak apa-apa yg penting itu bisa membuat kamu bahagiaJika kamu ingin membenciku, lakukanlah aku tidak apa yang penting kamu puas menyiksaku disini dan aku tidak apa-apa yg penting itu bisa membuat kamu bahagia

Last Update: 2014-06-11
Subject: Music
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Ma'af,siapa nama kamu?

Last Update: 2014-06-08
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translate

Alkisah ada sebuah rumah kecil di pinggir hutan rimba hiduplah seorang perempuan bernama Mbok Dhadap yang berusia paruh baya yang hidup sebatangkara tanpa teman dan saudara. Mbok Dhadap sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk menemaninya. Setiap hari ia berdoa agar mendapatkan seorang anak untuk menemaninya. Suatu hari ketika sedang mencari kayu di hutan, Mbok Dhadap bertemu dengan raksasa penguasa hutan rimba tersebut yang gemar memakan manusia. Mbok Dhadap gemetar menahan takut, karena tak kuasa menahan rasa takut, Mbok Dhadap tidak sadar bahwa kain jaritnya basah karena kencing. Raksasa itu tertawa lebar, suaranya bergemuruh memenuhi angkasa dan memekakkan gendang telinga. “Hua..ha…ha… GGGrrrrrrrhhhhhh…..!!!!!, Hai Perempuan Tua !!! kau jangan takut padaku… mendekatlah aku ingin menitipkan sesuatu untukmu….” Mbok Dhadap tertunduk, masih menahan rasa takut yang tak terkira. “Raksasa… kau jangan memakan aku, aku sudah tua.” Lagi-lagi Raksasa itu tertawa. “Hua..ha….ha… aku tidak doyan daging perempuan tua sepertimu, selain tidak enak rasanya, aku yakin pasti banyak kumannya….hi…. ngeri…. Hua..ha…ha….” Mbok Dhadap mulai tenang, karena mengetahui Raksasa itu tidak akan memakannya. “Kau benar sekali wahai Raksasa…, aku memang jarang mandi, sehingga pasti banyak kumannya. Kau akan sakit bila memakan aku. Apa yang hendak kau titipkan kepadaku, wahai Raksasa ?” Sang Raksasa kembali tertawa. “Hua..ha… ha… Mbok Dhadap kau lucu sekali ternyata… Aku mau menitipkan seorang bayi manusia kepadamu, tapi dengan syarat bahwa 15 tahun lagi anak ini akan kuambil untuk kujadikan mangsa. Apakah kau sanggup memenuhi syarat itu?” Mbok Dhadap hanya terdiam, hatinya sebenarnya gembira mendapat tawaran itu, akan tetapi bagaimana kalau Raksasa itu mengambil anak itu kelak? Raksasa itu menggeram. “GGGrrrrrrhhhhhh….. Bagaimana Mbok Dhadap??!! Kalau kau tidak sanggup, anak ini akan ku buang!!!!” Mendengar itu seketika Mbok Dhadap kaget. “I..iii..yaaa!!!! Aku sanggup memenuhi persayaratan itu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku.” Akhirnya Raksasa itu menyerahkan seorang bayi perempuan yang mungil, cantik, dan berkulitnya bersih. Mbok Dhadap terpukau melihat bayi perempuan itu. “Waahh… cantiknya bayi ini.” “GGgrrrrrhhhh… Ingatlah Mbok Dhadap, 15 tahun lagi aku akan datang untuk mengambil anak ini… ingatlah itu Mbok Dhadap… HHHHhmmmhhhh…. Hua..ha..ha….” kemudian Raksasa itu pergi meninggalkan Mbok Dhadap dan bayi itu. *** Mbok Dhadap memberi nama bayi perempuan itu Timun Mas, karena kulitnya yang bersih dan berkilau laksana emas. Mbok Dhadap sangat menyayangi Timun Mas, Dia merawatnya dengan penuh kasih dan cinta. Mbok Dhadap tidak merasa sepi lagi, ada Timun Mas yang menemaninya sekarang. Meskipun bukan anak kandungnya sendiri, Mbok Dhadap telah menganggap Timun Mas sebagai anaknya. Timun Mas memanggil Mbok Dhadap dengan sebutan Biyung yang berarti Ibu. Waktu terus berjalan tanpa henti, tanpa terasa 15 tahun sudah berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi sosok gadis yang anggun dan rupawan, parasnya cantik, rambutnya yang lebat terurai panjang sehingga semakin memancarkan aura kecantikannya. Menjelang waktu yang telah dijanjikan, Mbok Dhadap merasa sedih dan bingung lalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyelamatkan Timun Mas. Hingga suatu ketika doanya dijawab lewat mimpi. Dalam mimpinya, Mbok Dhadap diminta memberikan tiga jenis barang untuk dibawa Timun Mas ketika dikejar Raksasa jahat itu yaitu biji mentimun, jarum dan sepotong terasi. Mbok Dhadap segera menyiapkan ketiga barang tersebut untuk diberikan kepada Timun Mas. Akhirnya dengan rasa sedih yang amat sangat, Mbok Dhadap menceritakan permasalahan itu kepada Timun Mas. “Anakku, Timun Mas, Biyung tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkanmu. Lima belas tahun yang lalu raksasa itu menitipkanmu kepadaku. Sekarang waktu itu telah tiba. Raksasa itu akan datang membawamu. Timun Mas, jaga dirimu Nak…,” ujar Mbok Dhadap sambil terisak menangis. Timun Mas merasa bersedih karena harus meninggalkan biyungnya sendiri. Ia tak sampai hati meninggalkan orang yang telah merawatnya dari kecil hingga dewasa tersebut. “Biyung, aku mau di sini saja menemani Biyung, merawat Biyung, aku tidak takut kepada Raksasa itu Biyung, ” kata Timun Mas terisak meneteskan air mata, kemudian keduanya berpelukan erat. Mbok Dhadap hanya menghela nafas panjang, ada kegalauan yang sangat di dalam hati Mbok Dhadap. “Timun Mas anakku, jangan kau khawatirkan Biyung. Raksasa itu tidak akan memangsa biyung, karena dia hanya menginginkanmu, sudah…,” Belum sampai kalimat Mbok Dhadap selesai tiba-tiba terdengar suara keras dari luar rumah. “GGGGggggrrhhh!!!!!! Mbok Dhadap!! Keluarlah! Aku datang menagih janji kepadamu! Serahkan anak itu kepadaku untuk kumangsa!!!! Mbok Dhadap!!! Keluarlah!!!” “Timun Mas anakku, cepatlah kau pergi Nak, tidak ada waktu lagi. Segera pergilah lewat pintu belakang Ingatlah baik-baik pesan Biyung. Pertama kali, sebarkan biji mentimun ini mana kala raksasa itu mendekat, lalu jika ia mendekat lagi, lemparkan jarum ini kepada Raksasa itu dan jika ia masih mendekat lagi lemparkan terasi ini anakku. Cepatlah kau pergi anakku, selamatkanlah dirimu. Percayalah, Biyung akan baik-baik saja”. Dengan penuh rasa haru dan sedih Timun Mas segera berlari keluar dan meninggalkan rumah Mbok Dhadap untuk menyelamatkan dirinya. Sedangkan Mbok Dhadap keluar menemui raksasa jahat yang lapar itu. “Ada apa, Raksasa? Bukankah masih lama waktu 15 tahun itu?” Mbok Dhadap mencoba mengulur waktu agar Timun Mas dapat selamat dari ancaman raksasa itu. “Ggggrrgggghhhh!!!! Aku tidak mungkin salah. Hari ini adalah genap 15 tahun semenjak aku menyerahkan bayi itu kepadamu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku!” “Dia tidak ada di sini Raksasa. Percayalah, dia sudah mati beberapa tahun lalu,” Mbok Dhadap mencoba membohongi raksasa itu. “Tidak mungkin, aku masih bisa mencium bahwa bayi itu masih hidup, sekarang serahkan kepadaku atau aku akan memaksamu!” Saat itulah, Raksasa melihat ada seorang gadis yang berlari kencang meninggalkan rumah itu. “GGGGrrrrrrrrrGggghhhhh!!! Jangan kira kau bisa membohongiku Mbok Dhadap, itu dia bayi itu! Wah, anak itu pasti lezat sekali…. aku akan mengejarnya !” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas tanpa menghiraukan Mbok Dhadap yang menjerit histeris memohon agar Raksasa itu tidak mengejar Timun Mas. *** Timun Mas berlari sekencang-kencangnya meninggalkan rumah Mbok Dhadap. Namun, sekencang-kencangnya Timun Mas berlari, kecepatannya tidak sebanding dengan kecepatan lari Raksasa itu dengan terengah-engah. Timun Mas meilhat bahwa Raksasa itu kian mendekat. “Celaka, Raksasa itu cepat sekali larinya… bagaimana ini?” Timun Mas bingung dan takut dan pasrah. Raksasa itu semakin dekat, semakin dekat dan sekarang hanya berjarak puluhan meter dari Timun Mas yang masih mencoba berlari itu. Di tengah kebingungan dan rasa takutnya, Timun Mas ingat pesan biyungnya untuk menyebarkan biji timun pertama kali manakala raksasa itu mendekat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera saja Timun Mas menyebarkan biji mentimun itu ke hadapan Raksasa itu. Ajaib, seketika itu juga, biji timun yang disebar oleh Timun Mas itu berubah menjadi hutan mentimun yang dengan buah yang ranum dan segar sehingga membuat Raksasa itu terpana melihat keranuman buah mentimun yang membentang di hadapannya. “Wah…. ranum benar mentimun ini, kebetulan aku sedang haus dan lapar.” Raksasa seperti terhipnotis sehingga memutuskan untuk menikmati buah mentimun itu tanpa mengingat lagi bahwa Ia sedang mengejar Timun Mas. “Kres!!..Kres!!!… Nyam, Nyam…. Wah !!! Segar sekali mentimun ini !!! Huahhhhh!!! Nikmat sekali….” Melihat keajaiban itu, Timun Mas tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia terus berlari kencang meninggalkan raksasa yang kelaparan itu. Waktu terus berlalu. Raksasa itu rupanya terlena dengan kesegaran buah mentimun yang menghampar di hadapannya. Setelah sekian lama ia memakan buah mentimun itu, ia tersadar dari pengaruh hipnotis buah mentimun itu. “Hua…… kurang ajar, rupanya aku terhipnotis hutan mentimun ini…. Di mana anak itu…. Hai, berhenti !!!” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas. Tak berapa lama waktu berjalan, raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas kembali. Karena Raksasa itu kian mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum itu kepada Raksasa itu. Benar-benar ajaib, jarum yang dilempar itu seketika berubah menjadi hutan bambu yang lebat dan penuh duri, sehingga menyulitkan Raksasa itu untuk mengejar Timun Mas. Melihat itu, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya meninggalkan raksasa jahat yang terjebak dalam hutan bambu yang lebat dan penuh duri itu. Harapannya hanya satu yaitu agar lolos dari cengkeraman Raksasa jahat itu. Timun Mas terus saja berlari menjauh, sedangkan Raksasa jahat mengalami kesulitan untuk menembus hutan bambu yang penuh duri itu. Namun, dengan kekuatannya, akhirnya Raksasa itu berhasil menembus hutan bambu berduri itu dan kembali mengejar Timun Mas. Tak berselang lama, Raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas Kembali. Melihat itu semua, Timun Mas sudah pasrah dan putus asa dan yakin bahwa Raksasa itu akan berhasil menangkapnya. “Oh, Tuhan, apakah benar ini takdirku? Tertangkap raksasa dan mati di tangannya. Oh, Tuhan tolonglah aku. Siapa yang akan merawat Biyung nanti ? Oh, Tuhan….” Timun Mas menangis sedih. Di sela-sela keputusasaannya itu, tiba-tiba Timun Mas teringat bahwa ia masih mempunyai satu senjata lagi yaitu sepotong terasi. Oleh karena itu, begitu raksasa itu mendekat, Timun Mas segera melemparkan sepotong terasi itu kepada raksasa itu. Benar-benar ajaib, sepotong terasi yang ia lemparkan berubah menjadi sebuah lautan lumpur yang dalam, sehingga raksasa itu terperosok ke dalamnya. Semakin lama Raksasa itu berontak, semakin tenggelam pula tubuhnya, hingga akhirnya tubuh raksasa itu benar-benar tenggelam dan matilah raksasa jahat itu ditelan lautan lumpur tersebut. Timun Mas menghela nafas panjang. Rasa lega, letih, dan bahagia menyelimuti hatinya. Tak henti-hentinya Timun Mas bersyukur karena doa dan harapannya dikabulkan Tuhan, Timun Mas yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa mahluknya apabila berdoa dengan tulus dan kesungguhan hati dan berusaha dengan keyakinan penuh. Tanpa menunggu lama Timun Mas memutuskan kembali ke rumah Mbok Dhadap dan akhirnya mereka berdua hidup bahagia dalam nuansa kasih sayang antara orang tua dan anak. Sekian.

Last Update: 2014-06-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Cung Lai Si Zeng Si Ce Zoi Na Yat Nim Si Yan Si Yu Sam Si Mui Hak Zoi Lau Bin Jyu Cing Bat Ja Si Pang Zik Na Yat Nim Si Hau Si Zyu Nou Lik Nang Lin Cing Dai Xin Lou Syun Yat Ceot Zung Jau Bat Gai Jyu Sa Jang Ceot Jin Cung Mei Pa Tiu Zin Zui Cin (**) Sui Jyun Zoi Sai Dan Kau Hu Bi Sam Nim Si Cam Si Sing Dan Zik Jyu Meng Yuin Zoi Sin Reff : Ahaa.. Hoeng Tin Fat Jyun Jung Sang Mei Cing Bat Wing Bat Kui Teoi Zyun Jyu Si Zan Gin Sai Gan Zing Tou Sam Cong Sai Ho Gin, Bat Sou Bei San Se Gan Jauh Ying

Last Update: 2014-06-06
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

aku ingin jadi teman kamu, karena suatu saat nanti aku akan membeli set card kamu

Last Update: 2014-06-05
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

mengapa kamu tidak pernah balas sms saya

Last Update: 2014-06-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

Kamu orang mana

Last Update: 2014-05-30
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Google Translate

saya mau makan

Last Update: 2014-05-28
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google translation

HI Jyothi, Here a little description about my profile, for more detail you can confirm me during technical discussion by telephone. Total exp: 3 Years Relevant exp: 2 Years Technical Skills : 1. Installation, Configuration, Integration, and Performance analyze for storage ( HDS VSP, HDS USP-V, HP XP 24K, EMC Clarion, IBM DS8100 and IBM DS49K) 2. Configuration and monitoring for Tibco administrator (user management, resource management, failure recovery) 3. Installation, Configuration, Integration and Performance Analyze for SAN switch (Brocade DCX, Brocade DCX-4S, Brocade 48K, Brocade 5100, Brocade 300, Cisco MDS9509, and Cisco MDS9506) 4. Installation , configuration and monitoring for storage replication software ( TrueCopy, Universal Replicator, and Shadow Image) 5. Installation, configuration, and monitoring for server performance monitoring (HP-BSM, HP-BTO and many others) Work Authorization status(Visa or Citizenship Citizenship Visa validity : - Current Company:PT. Bank OCBCNISP Tbk Current salary: Rp. 5.000.000, Expected salary: Rp. 15.000.000 (Negoitable) Reason for change : Need more challenge to compete with new technology Notice time : 1 Month Notice after Hiring Willing to relocation: Yes (Negoitable) Thank you and warm regards Hendro Lukito

Last Update: 2014-05-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google translation

for talking

Last Update: 2014-05-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Google Translate

Harimau

Last Update: 2014-05-23
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Add a translation