MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: peraturan jalan raya    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

Jalan Terbaik

Jalan terbaik

Last Update: 2013-10-01
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Jalan Malioboro

Malioboro

Last Update: 2012-11-26
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

aku jalan jalan bersama keluarga

aku jalan jalan bersama keluarga

Last Update: 2013-12-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jalan Sudirman, Limba B. Kota Selatan Kota Gorontalo

Jalan Sudirman, Limba B. Kota Selatan Kota Gorontalo

Last Update: 2012-11-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

menuju hari raya paskah

Menuju hari raya Paskah

Last Update: 2014-04-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Selamat hari raya idul fitri

bapak

Last Update: 2013-08-08
Usage Frequency: 4
Quality:
Reference: Wikipedia

mungkin ini jalan terbaik untuk dirimu dAN diriku sdh ku coba untuk ttp bersatu tapi tak bisa.

mungkin ini jalan terbaik untuk dirimu dAN diriku sudah ku coba untuk tetap bersatu tapi tak bisa.

Last Update: 2013-01-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

saya juga kangen sama kamu.. maaf saya belum bisa menyisikan waktu buat kita jalan"bersama>>sabar yaperterjemah

saya juga kangen sama kamu.. maaf saya belum bisa menyisikan waktu buat kita jalan"bersama>>sabar ya

Last Update: 2013-11-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

mengharapkan yang terindah tp kenyataannya sebaliknya aku capek dengan keadaan ayahnya sprt ini terus sama aku pengen menghindar tapi sulit percuma jalan 6 tahun g ada respon sama sekali

aku mengharapkan yang terindah tp kenyataannya sebaliknya aku capek dengan keadaan ayahnya sprt ini terus sama aku pengen menghindar tapi sulit percuma jalan 6 tahun g ada respon sama sekali

Last Update: 2013-04-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Belum saja anda saya buat tidak bisa jalan 3 hari

Aku rela Allah rabbku, islam agamaku, nabi muhammad itu utusan allah, ya allah, tambahilah ilmuku dan pertinggilah kecerdasanku. aamiin.

Last Update: 2014-05-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada suatu hari,kita merencanakan untuk berkemah disuatu perkemahan. Setelah menentukan tanggal dan tempat untuk berkemah,kita siap untuk berangkat berkemah. Tetapi sebelum berangkat ke perkemahan tersebut,kita menyiapkan barang dan peralatan yang akan dibawa di perkemahan. Peralatan tersebut diantaranya adalah bahan-bahan makanan,alat untuk memasak,baju,obat,peralatan mandi,peralatan untuk kemah,dan lain-lain. Setelah semua siap, kita berangkat menaiki bis. Setelah sampai disebuah perkemahan,kita langsung mendirikan tenda di tempat yang telah disediakan. Setelah selesai mendirikan tenda,kita langsung mandi. Setelah selesai mandi,kita mencari kayu bakar untuk membuat api unggun. Setelah api unggun jadi,kita menyiapkan makanan karena waktu sudah hampir malam hari. Setelah makanan jadi,kita langsung memakan makanan tersebut. Setelah semua selesai makan,kita bermain-main mengelilingi api unggun dan menghangatkan tubuh di api unggun. Karena sudah larut malam dan kita lelah setelah bermain,akhirnya kita memutusken untuk tidur. Keesokan harinya,setelah semua mandi,kita menyiapkan makan dan langsung memakan makanan tersebut. Setelah selesai makan,kita jalan-jalan untuk melihat-lihat pemandangan yang indah disana. Setelah berjam-jam kita berjalan-jalan melihat pemandangan yang indah,kita kembali ke tenda. Setelah sampai di tenda,kita menyiapkan makanan karena hari sudah siang. Setelah makanan jadi,kita menyantap makanan tersebut karena lelah setelah jalan-jalan untuk melihat-lihat pemandangan. Tetapi kita senang karena pemandangan disana sangat indah sekali. Setelah semua selesai makan,kita bermain-main disekitar perkemahan tersebut. Setelah sore hari telah tiba,kita bergiliran untuk mandi. Setelah mandi,kita bermain-main bersama-sama disekitar tenda perkemahan. Setelah malam tiba,kita membuat api unggun. Setelah selesai membuat api unggun,kita membuat makanan. Setelah makanan jadi,kita memakan makanan tersebut. Setelah semua selesai makan,kita bermain-main bersama di sekitar api unggun. Kita sangat asyik bermain,sehingga lupa akan waktu yang sudah larut malam. Setelah kita lelah untuk bermain-main,akhirnya kita tidur. Keesokan harinya setelah semua sudah selesai mandi,kita menyiapkan makanan dan langsung makan. Setelah selesai makan,kita membereskan semua perlengkapan karena kita akan pulang ke rumah masing-masing. Setelah semua sudah membereskan perlengkapan yang dibawa masing-masing,kita membersekan tenda bersama-sama. Setelah membereskan tenda,kita pulang menaiki bis. Setelah sampai di tempat berkumpul,kita pulang ke rumah masing-masing. Kita sangat senang dengan perkemahan ini.

Tiga puluh tiga ribu

Last Update: 2014-05-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CERITA RAKYAT BALI : "JAYAPRANA DAN LAYONSARI" Dua orang suami istri bertempat tinggal di Desa Kalianget mempunyai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang dari keluarga yang miskin ini meninggal dunia bersamaan. Tinggalan seorang laki-laki yang paling bungsu bernama I Jayaprana. Oleh karena orang yang terakhir ini keadaannya yatim piatu, maka ia puan memberanikan dirimengabdi di istana raja. Di istana, laki-laki itu sangat rajin, rajapun amat kasih sayang kepadanya. Kini I Jayaprana baru berusia duabelas tahun. Ia sangat ganteng paras muka tampan dan senyumnya pun sangat manis menarik. Beberapa tahun kemudian. Pada suatu hari raja menitahkan I Jayaprana, supaya memilih seorang dayang-dayang yang ada di dalam istana atau gadis gadis yang ada di luar istana. Mula-mula I Jayaprana menolak titah baginda, dengan alasan bahwa dirinya masih kanak-kanak. Tetapi karena dipaksan oleh raja akhirnya I Jayaprana menurutinya. Ia pun melancong ke pasar yang ada di depan istana hendak melihat-lihat gadis yang lalu lalang pergi ke pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang sangat cantik jelita. Gadis itu bernama Ni Layonsari, putra Jero Bendesa, berasal dari Banjar Sekar. Melihat gadis yang elok itu, I Jayaprana sangat terpikat hatinya dan pandangan matanya terus membuntuti lenggang gadis itu ke pasar, sebaliknya Ni Layonsari pun sangat hancur hatinya baru memandang pemuda ganteng yang sedang duduk-duduk di depan istana. Setelah gadis itu menyelinap di balik orang-orang yang ada di dalam pasar, maka I Jayaprana cepat-cepat kembali ke istana hendak melapor kehadapan Sri Baginda Raja. Laporan I Jayaprana diterima oleh baginda dan kemudian raja menulis sepucuk surat. I Jayaprana dititahkan membawa sepucuk surat ke rumahnya Jero Bendesa. Tiada diceritakan di tengah jalan, maka I Jayaprana tiba di rumahnya Jero Bendesa. Ia menyerahkan surat yang dibawanya itu kepada Jero Bendesa dengan hormatnya. Jero Bendesa menerima terus langsung dibacanya dalam hati. Jero Bendesa sangat setuju apabila putrinya yaitu Ni Layonsari dikawinkan dengan I Jayaprana. Setelah ia menyampaikan isi hatinya “setuju” kepada I Jayaprana, lalu I Jayaprana memohon diri pulang kembali. Di istana Raja sedang mengadakan sidang di pendopo. Tiba-tiba datanglah I Jayaprana menghadap pesanan Jero Bendesa kehadapan Sri Baginda Raja. Kemudian Raja mengumumkan pada sidang yang isinya antara lain: Bahwa nanti pada hari Selasa Legi wuku Kuningan, raja akan membuat upacara perkawinannya I Jayaprana dengan Ni Layonsari. Dari itu raja memerintahkan kepada segenap perbekel, supaya mulai mendirikan bangunan-bangunan rumah, balai-balai selengkapnya untuk I Jayaprana. Menjelang hari perkawinannya semua bangunan-bangunan sudah selesai dikerjakan dengan secara gotong royong semuanya serba indah. Kini tiba hari upacara perkawinan I Jayaprana diiringi oleh masyarakat desanya, pergi ke rumahnya Jero Bendesa, hendak memohon Ni Layonsari dengan alat upacara selengkapnya. Sri Baginda Raja sedang duduk di atas singgasana dihadap oleh para pegawai raja dan para perbekel baginda. Kemudian datanglah rombongan I Jayaprana di depan istana. Kedua mempelai itu harus turun dari atas joli, terus langsung menyembah kehadapan Sri Baginda Raja dengan hormatnya melihat wajah Ni Layonsari, raja pun membisu tak dapat bersabda. Setelah senja kedua mempelai itu lalu memohon diri akan kembal ke rumahnya meninggalkan sidang di paseban. Sepeninggal mereka itu, Sri Baginda lalu bersabda kepada para perbekel semuanya untuk meminta pertimbangan caranya memperdayakan I Jayaprana supaya ia mati. Istrinya yaitu Ni Layonsari supaya masuk ke istana dijadikan permaisuri baginda. Dikatakan apabila Ni Layonsari tidak dapat diperistri maka baginda akan mangkat karena kesedihan. Mendengar sabda itu salah seorang perbekel lalu tampak ke depan hendak mengetengahkan pertimbangan, yang isinya antara lain: agar Sri Paduka Raja menitahkan I Jayaprana bersama rombongan pergi ke Celuk Terima, untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang Bajo menembak binatang yang ada di kawasan pengulan. Demikian isi pertimbangan salah seorang perbekel yang bernama I Saunggaling, yang telah disepakati oleh Sang Raja. Sekarang tersebutlah I Jayaprana yang sangat brebahagia hidupnya bersama istrinya. Tetapi baru tujuh hari lamanya mereka berbulan madu, datanglah seorang utusan raja ke rumahnya, yang maksudnya memanggil I Jayaprana supaya menghadap ke paseban. I Jayaprana segera pergi ke paseban menghadap Sri P aduka Raja bersama perbekel sekalian. Di paseban mereka dititahkan supaya besok pagi-pagi ke Celuk Terima untuk menyelidiki adanya perahu kandas dan kekacauan-kekacauan lainnya. Setelah senja, sidang pun bubar. I Jayaprana pulang kembali ia disambut oleh istrinya yang sangat dicintainya itu. I Jayaprana menerangkan hasil-hasil rapat di paseban kepada istrinya. Hari sudah malam Ni Layonsari bermimpi, rumahnya dihanyutkan banjir besar, ia pun bangkit dari tempat tidurnya seraya menerangkan isi impiannya yang sangat mengerikan itu kepada I Jayaprana. Ia meminta agar keberangkatannya besok dibatalkan berdasarkan alamat-alamat impiannya. Tetapi I Jayaprana tidak berani menolak perintah raja. Dikatakan bahwa kematian itu terletak di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Pagi-pagi I Jayaprana bersama rombongan berangkat ke Celuk Terima, meninggalkan Ni Layonsari di rumahnya dalam kesedihan. Dalam perjalanan rombongan itu, I Jayaprana sering kali mendapat alamat yang buruk-buruk. Akhirnya mereka tiba di hutan Celuk Terima. I Jayaprana sudah meras dirinya akan dibinasakan kemudian I Saunggaling berkata kepada I Jayaprana sambil menyerahkan sepucuk surat. I Jayaprana menerima surat itu terus langsung dibaca dalam hati isinya: “ Hai engkau Jayaprana Manusia tiada berguna Berjalan berjalanlah engkau Akulah menyuruh membunuh kau Dosamu sangat besar Kau melampaui tingkah raja Istrimu sungguh milik orang besar Kuambil kujadikan istri raja Serahkanlah jiwamu sekarang Jangan engkau melawan Layonsari jangan kau kenang Kuperistri hingga akhir jaman.” Demikianlah isi surat Sri Baginda Raja kepada I Jayaprana. Setelah I Jayaprana membaca surat itu lalu ia pun menangis tersedu-sedu sambil meratap. “Yah, oleh karena sudah dari titah baginda, hamba tiada menolak. Sungguh semula baginda menanam dan memelihara hambat tetapi kini baginda ingin mencabutnya, yah silakan. Hamba rela dibunuh demi kepentingan baginda, meski pun hamba tiada berdosa. Demikian ratapnya I Jayaprana seraya mencucurkan air mata. Selanjutnya I Jayaprana meminta kepada I Saunggaling supaya segera bersiap-siap menikamnya. Setelah I Saunggaling mempermaklumkan kepada I Jayaprana bahwa ia menuruti apa yang dititahkan oleh raja dengan hati yang berat dan sedih ia menancapkan kerisnya pada lambung kirinya I Jayaprana. Darah menyembur harum semerbak baunya bersamaan dengan alamat yang aneh-aneh di angkasa dan di bumi seperti: gempa bumi, angin topan, hujan bunga, teja membangun dan sebagainya. Setelah mayat I Jayaprana itu dikubur, maka seluruh perbekel kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka sering mendapat bahaya maut. Diantara perbekel itu banyak yang mati. Ada yang mati karena diterkam harimau, ada juga dipagut ular. Berita tentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia. Language

CERITA RAKYAT BALI : "JAYAPRANA DAN LAYONSARI" Dua orang suami istri bertempat tinggal di Desa Kalianget mempunyai tiga orang anak, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Oleh karena ada wabah yang menimpa masyarakat desa itu, maka empat orang dari keluarga yang miskin ini meninggal dunia bersamaan. Tinggalan seorang laki-laki yang paling bungsu bernama I Jayaprana. Oleh karena orang yang terakhir ini keadaannya yatim piatu, maka ia puan memberanikan dirimengabdi di istana raja. Di istana, laki-laki itu sangat rajin, rajapun amat kasih sayang kepadanya. Kini I Jayaprana baru berusia duabelas tahun. Ia sangat ganteng paras muka tampan dan senyumnya pun sangat manis menarik. Beberapa tahun kemudian. Pada suatu hari raja menitahkan I Jayaprana, supaya memilih seorang dayang-dayang yang ada di dalam istana atau gadis gadis yang ada di luar istana. Mula-mula I Jayaprana menolak titah baginda, dengan alasan bahwa dirinya masih kanak-kanak. Tetapi karena dipaksan oleh raja akhirnya I Jayaprana menurutinya. Ia pun melancong ke pasar yang ada di depan istana hendak melihat-lihat gadis yang lalu lalang pergi ke pasar. Tiba-tiba ia melihat seorang gadis yang sangat cantik jelita. Gadis itu bernama Ni Layonsari, putra Jero Bendesa, berasal dari Banjar Sekar. Melihat gadis yang elok itu, I Jayaprana sangat terpikat hatinya dan pandangan matanya terus membuntuti lenggang gadis itu ke pasar, sebaliknya Ni Layonsari pun sangat hancur hatinya baru memandang pemuda ganteng yang sedang duduk-duduk di depan istana. Setelah gadis itu menyelinap di balik orang-orang yang ada di dalam pasar, maka I Jayaprana cepat-cepat kembali ke istana hendak melapor kehadapan Sri Baginda Raja. Laporan I Jayaprana diterima oleh baginda dan kemudian raja menulis sepucuk surat. I Jayaprana dititahkan membawa sepucuk surat ke rumahnya Jero Bendesa. Tiada diceritakan di tengah jalan, maka I Jayaprana tiba di rumahnya Jero Bendesa. Ia menyerahkan surat yang dibawanya itu kepada Jero Bendesa dengan hormatnya. Jero Bendesa menerima terus langsung dibacanya dalam hati. Jero Bendesa sangat setuju apabila putrinya yaitu Ni Layonsari dikawinkan dengan I Jayaprana. Setelah ia menyampaikan isi hatinya “setuju” kepada I Jayaprana, lalu I Jayaprana memohon diri pulang kembali. Di istana Raja sedang mengadakan sidang di pendopo. Tiba-tiba datanglah I Jayaprana menghadap pesanan Jero Bendesa kehadapan Sri Baginda Raja. Kemudian Raja mengumumkan pada sidang yang isinya antara lain: Bahwa nanti pada hari Selasa Legi wuku Kuningan, raja akan membuat upacara perkawinannya I Jayaprana dengan Ni Layonsari. Dari itu raja memerintahkan kepada segenap perbekel, supaya mulai mendirikan bangunan-bangunan rumah, balai-balai selengkapnya untuk I Jayaprana. Menjelang hari perkawinannya semua bangunan-bangunan sudah selesai dikerjakan dengan secara gotong royong semuanya serba indah. Kini tiba hari upacara perkawinan I Jayaprana diiringi oleh masyarakat desanya, pergi ke rumahnya Jero Bendesa, hendak memohon Ni Layonsari dengan alat upacara selengkapnya. Sri Baginda Raja sedang duduk di atas singgasana dihadap oleh para pegawai raja dan para perbekel baginda. Kemudian datanglah rombongan I Jayaprana di depan istana. Kedua mempelai itu harus turun dari atas joli, terus langsung menyembah kehadapan Sri Baginda Raja dengan hormatnya melihat wajah Ni Layonsari, raja pun membisu tak dapat bersabda. Setelah senja kedua mempelai itu lalu memohon diri akan kembal ke rumahnya meninggalkan sidang di paseban. Sepeninggal mereka itu, Sri Baginda lalu bersabda kepada para perbekel semuanya untuk meminta pertimbangan caranya memperdayakan I Jayaprana supaya ia mati. Istrinya yaitu Ni Layonsari supaya masuk ke istana dijadikan permaisuri baginda. Dikatakan apabila Ni Layonsari tidak dapat diperistri maka baginda akan mangkat karena kesedihan. Mendengar sabda itu salah seorang perbekel lalu tampak ke depan hendak mengetengahkan pertimbangan, yang isinya antara lain: agar Sri Paduka Raja menitahkan I Jayaprana bersama rombongan pergi ke Celuk Terima, untuk menyelidiki perahu yang hancur dan orang-orang Bajo menembak binatang yang ada di kawasan pengulan. Demikian isi pertimbangan salah seorang perbekel yang bernama I Saunggaling, yang telah disepakati oleh Sang Raja. Sekarang tersebutlah I Jayaprana yang sangat brebahagia hidupnya bersama istrinya. Tetapi baru tujuh hari lamanya mereka berbulan madu, datanglah seorang utusan raja ke rumahnya, yang maksudnya memanggil I Jayaprana supaya menghadap ke paseban. I Jayaprana segera pergi ke paseban menghadap Sri P aduka Raja bersama perbekel sekalian. Di paseban mereka dititahkan supaya besok pagi-pagi ke Celuk Terima untuk menyelidiki adanya perahu kandas dan kekacauan-kekacauan lainnya. Setelah senja, sidang pun bubar. I Jayaprana pulang kembali ia disambut oleh istrinya yang sangat dicintainya itu. I Jayaprana menerangkan hasil-hasil rapat di paseban kepada istrinya. Hari sudah malam Ni Layonsari bermimpi, rumahnya dihanyutkan banjir besar, ia pun bangkit dari tempat tidurnya seraya menerangkan isi impiannya yang sangat mengerikan itu kepada I Jayaprana. Ia meminta agar keberangkatannya besok dibatalkan berdasarkan alamat-alamat impiannya. Tetapi I Jayaprana tidak berani menolak perintah raja. Dikatakan bahwa kematian itu terletak di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Pagi-pagi I Jayaprana bersama rombongan berangkat ke Celuk Terima, meninggalkan Ni Layonsari di rumahnya dalam kesedihan. Dalam perjalanan rombongan itu, I Jayaprana sering kali mendapat alamat yang buruk-buruk. Akhirnya mereka tiba di hutan Celuk Terima. I Jayaprana sudah meras dirinya akan dibinasakan kemudian I Saunggaling berkata kepada I Jayaprana sambil menyerahkan sepucuk surat. I Jayaprana menerima surat itu terus langsung dibaca dalam hati isinya: “ Hai engkau Jayaprana Manusia tiada berguna Berjalan berjalanlah engkau Akulah menyuruh membunuh kau Dosamu sangat besar Kau melampaui tingkah raja Istrimu sungguh milik orang besar Kuambil kujadikan istri raja Serahkanlah jiwamu sekarang Jangan engkau melawan Layonsari jangan kau kenang Kuperistri hingga akhir jaman.” Demikianlah isi surat Sri Baginda Raja kepada I Jayaprana. Setelah I Jayaprana membaca surat itu lalu ia pun menangis tersedu-sedu sambil meratap. “Yah, oleh karena sudah dari titah baginda, hamba tiada menolak. Sungguh semula baginda menanam dan memelihara hambat tetapi kini baginda ingin mencabutnya, yah silakan. Hamba rela dibunuh demi kepentingan baginda, meski pun hamba tiada berdosa. Demikian ratapnya I Jayaprana seraya mencucurkan air mata. Selanjutnya I Jayaprana meminta kepada I Saunggaling supaya segera bersiap-siap menikamnya. Setelah I Saunggaling mempermaklumkan kepada I Jayaprana bahwa ia menuruti apa yang dititahkan oleh raja dengan hati yang berat dan sedih ia menancapkan kerisnya pada lambung kirinya I Jayaprana. Darah menyembur harum semerbak baunya bersamaan dengan alamat yang aneh-aneh di angkasa dan di bumi seperti: gempa bumi, angin topan, hujan bunga, teja membangun dan sebagainya. Setelah mayat I Jayaprana itu dikubur, maka seluruh perbekel kembali pulang dengan perasaan sangat sedih. Di tengah jalan mereka sering mendapat bahaya maut. Diantara perbekel itu banyak yang mati. Ada yang mati karena diterkam harimau, ada juga dipagut ular. Berita tentang terbunuhnya I Jayaprana itu telah didengar oleh istrinya yaitu Ni Layonsari. Dari itu ia segera menghunus keris dan menikan dirinya. Demikianlah isi singkat cerita dua orang muda mudi itu yang baru saja berbulan madu atas cinta murninya akan tetapi mendapat halangan dari seorang raja dan akhirnya bersama-sama meninggal dunia. Bahasa

Last Update: 2014-05-04
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

Sejarah PERKEMBANGAN DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta adalah Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah yang melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan umum. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dipimpin oleh Kepala Dinas yang bertanggung jawab langsung kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah, namun dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Dinas dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta mempunyai tugas pengaturan, pembinaan, pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, pengendalian dan pengamanan jalan, jembatan, pengelolaan sumber daya air dan sarana jaringan utilitas. I. Sejarah dan Perkembangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1953 tentang pelaksanaan penyerahan sebagian dari urusan Pemerintah Pusat mengenai pekerjaan umum kepada provinsi-provinsi dan penegasan mengenai pekerjaan umum dan daerah otonom, kabupaten, kota besar, dan kecil yang diserahkan kepada daerah meliputi : a. Jalan – jalan umum beserta bangunan-bangunan turutannya b. Lapangan – lapangan dan taman – taman c. Pembuluh – pembuluh pembilas, got – got dann riol – riol d. Penerangan jalan e. Tempat perkuburan umum f. Pasar – pasar dan los pasar g. Sumur – sumur bor h. Pesanggrahan – pesanggrahan i. Pencegahan bahaya kebakaran j. Bangunan – bangunan umum k. Gedung – gedung negara Sampai dengan tahun 1966, semua jenis kegiatan tersebut diatas masih dilaksanakan oleh unit pekerjaan umum, kemudian sesuai dengan berkembangannya volume kegiatan dan pembangunan maka kegiatan yang bersifat ke-PU-an seperti diuraikan dalam PP No. 18 tahun 1953, satu persatu mulai ditangani oleh unit-unit tersendiri. II. Dasar Hukum Pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Adapun dasar hukum pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta yaitu : 1. PP No. 18 Tahun 1953 tentang penyerahan sebagian dari urusan Pemerintah Pusat mengenai Pekerjaan umum kepada Propinsi (LD. No. 395) 2. Undang – undang No. 15 tahun 1974, tentang pokok-pokok di daerah (bagian kesebelas pasal 49) mengenai dinas daerah, yaitu : a. Dinas daerah adalah unsur pelaksanaan pemerintah daerah. Pembentukan susunan organisasi dan formasi dinas dengan pedoman ditetapkan oleh menteri dalam negeri. b. Peraturan Daerah yang dimaksud ayat 2 pasal ini, berlaku sesudah ada pengesahan pejabat yang berwenang. 3. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 363 tahun 1977, tentang pedoman pembentukan susunan organisasi dan tata kerja dinas daerah. 4. Keputusan Gubernur DKI Jakarta, No. 1b.3/1/26/1968 tentang Struktur Organisasi DPU DKI Jakarta (LD No. 24 tahun 1968) 5. Keputusan Gubernur DKI Jakarta, No. Da.20/1/46/1972 tentang Struktur Organisasi DPU DKI Jakarta (LD No. 26 tahun 1972) 6. Tahun 1974 Organisasi Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta disempurnakan dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. B.VII 5141/9/1/1974 tanggal 1 Oktober 1974 7. Keputusan Gubernur KDKI Jakarta, No. 40 tahun 1978 tentang penyempurnaan Struktur, Organisasi DPU DKI Jakarta (LD. No. 5 tahun 1978 seri : D No. 6) 8. Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 2 tahun 1989 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja DPU DKI Jakarta (LD No. 8 tahun 1989 seri D No. 6) 9. Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 3 Tahun 2001 tentang bentuk susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 170 tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja DPU Provinsi DKI Jakarta 11.Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 10 tahun 2008 (tanggal 24 Desember 2008) tentang organisasi perangkat daerah. 12.Peraturan Gubernur No. 118 tahun 2009 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta SEJARAH KEPEMIMPINAN DINAS PEKERJAAN UMUM PROV. DKI JAKARTA No. NAMA PEJABAT JABATAN MASA JABATAN 1. Ir. Agus Prawiranata Direktur 1950 - 1953 2. Ir. S. Danunegoro Direktur 1953 - 1957 3. Ir. Pudjiono Hardjo P Direktur 1957 – 1961 4. Ir. D. Manuhutu Kepala Dinas 1961 – 1972 5. Ir. H. Bun Yamin ramto, SE Kepala Dinas 1972 – 1984 6. Ir. H. Syamsu Romli Kepala Dinas 1984 – 1990 7. Ir. H. Prawoto S.D Kepala Dinas 1990 – 1993 8. Ir. H. Soeharto Kepala Dinas 1993 – 1999 9 DR. Ing. Ir. H. M. Fadly Katib Kepala Dinas 1999 – 2001 10. Ir. I.G.KG. Suena Kepala Dinas 2001 – 2004 11. Ir. H. M. Fodly Misbach, MM Kepala Dinas 2004 – 2005 12. Ir. H. Wishnu Subagio Yusuf, M.Si Kepala Dinas 2005 – 2008 13. Ir. Budi Widiantoro, M.Si Kepala Dinas 2008 – 2010 14. Ir. H. Ery Basworo, M.Sc Kepala Dinas 2010 – 2013 15. Dr. Ir. M. Rudy Siahaan, M.Sc Kepala Dinas 2013 - peace no taking me sir

Sejarah PERKEMBANGAN DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI DKI JAKARTA Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta adalah Unsur Pelaksana Pemerintah Daerah yang melaksanakan tugas-tugas di bidang pekerjaan umum. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dipimpin oleh Kepala Dinas yang bertanggung jawab langsung kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah, namun dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Dinas dikoordinasikan oleh Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta mempunyai tugas pengaturan, pembinaan, pembangunan, peningkatan, pemeliharaan, pengendalian dan pengamanan jalan, jembatan, pengelolaan sumber daya air dan sarana jaringan utilitas. I. Sejarah dan Perkembangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 1953 tentang pelaksanaan penyerahan sebagian dari urusan Pemerintah Pusat mengenai pekerjaan umum kepada provinsi-provinsi dan penegasan mengenai pekerjaan umum dan daerah otonom, kabupaten, kota besar, dan kecil yang diserahkan kepada daerah meliputi : a. Jalan – jalan umum beserta bangunan-bangunan turutannya b. Lapangan – lapangan dan taman – taman c. Pembuluh – pembuluh pembilas, got – got dann riol – riol d. Penerangan jalan e. Tempat perkuburan umum f. Pasar – pasar dan los pasar g. Sumur – sumur bor h. Pesanggrahan – pesanggrahan i. Pencegahan bahaya kebakaran j. Bangunan – bangunan umum k. Gedung – gedung negara Sampai dengan tahun 1966, semua jenis kegiatan tersebut diatas masih dilaksanakan oleh unit pekerjaan umum, kemudian sesuai dengan berkembangannya volume kegiatan dan pembangunan maka kegiatan yang bersifat ke-PU-an seperti diuraikan dalam PP No. 18 tahun 1953, satu persatu mulai ditangani oleh unit-unit tersendiri. II. Dasar Hukum Pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Adapun dasar hukum pembentukan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta yaitu : 1. PP No. 18 Tahun 1953 tentang penyerahan sebagian dari urusan Pemerintah Pusat mengenai Pekerjaan umum kepada Propinsi (LD. No. 395) 2. Undang – undang No. 15 tahun 1974, tentang pokok-pokok di daerah (bagian kesebelas pasal 49) mengenai dinas daerah, yaitu : a. Dinas daerah adalah unsur pelaksanaan pemerintah daerah. Pembentukan susunan organisasi dan formasi dinas dengan pedoman ditetapkan oleh menteri dalam negeri. b. Peraturan Daerah yang dimaksud ayat 2 pasal ini, berlaku sesudah ada pengesahan pejabat yang berwenang. 3. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 363 tahun 1977, tentang pedoman pembentukan susunan organisasi dan tata kerja dinas daerah. 4. Keputusan Gubernur DKI Jakarta, No. 1b.3/1/26/1968 tentang Struktur Organisasi DPU DKI Jakarta (LD No. 24 tahun 1968) 5. Keputusan Gubernur DKI Jakarta, No. Da.20/1/46/1972 tentang Struktur Organisasi DPU DKI Jakarta (LD No. 26 tahun 1972) 6. Tahun 1974 Organisasi Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta disempurnakan dengan Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. B.VII 5141/9/1/1974 tanggal 1 Oktober 1974 7. Keputusan Gubernur KDKI Jakarta, No. 40 tahun 1978 tentang penyempurnaan Struktur, Organisasi DPU DKI Jakarta (LD. No. 5 tahun 1978 seri : D No. 6) 8. Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 2 tahun 1989 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja DPU DKI Jakarta (LD No. 8 tahun 1989 seri D No. 6) 9. Peraturan Daerah DKI Jakarta No. 3 Tahun 2001 tentang bentuk susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10.Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 170 tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja DPU Provinsi DKI Jakarta 11.Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 10 tahun 2008 (tanggal 24 Desember 2008) tentang organisasi perangkat daerah. 12.Peraturan Gubernur No. 118 tahun 2009 tentang organisasi dan tata kerja Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta SEJARAH KEPEMIMPINAN DINAS PEKERJAAN UMUM PROV. DKI JAKARTA No. NAMA PEJABAT JABATAN MASA JABATAN 1. Ir. Agus Prawiranata Direktur 1950 - 1953 2. Ir. S. Danunegoro Direktur 1953 - 1957 3. Ir. Pudjiono Hardjo P Direktur 1957 – 1961 4. Ir. D. Manuhutu Kepala Dinas 1961 – 1972 5. Ir. H. Bun Yamin ramto, SE Kepala Dinas 1972 – 1984 6. Ir. H. Syamsu Romli Kepala Dinas 1984 – 1990 7. Ir. H. Prawoto S.D Kepala Dinas 1990 – 1993 8. Ir. H. Soeharto Kepala Dinas 1993 – 1999 9 DR. Ing. Ir. H. M. Fadly Katib Kepala Dinas 1999 – 2001 10. Ir. I.G.KG. Suena Kepala Dinas 2001 – 2004 11. Ir. H. M. Fodly Misbach, MM Kepala Dinas 2004 – 2005 12. Ir. H. Wishnu Subagio Yusuf, M.Si Kepala Dinas 2005 – 2008 13. Ir. Budi Widiantoro, M.Si Kepala Dinas 2008 – 2010 14. Ir. H. Ery Basworo, M.Sc Kepala Dinas 2010 – 2013 15. Dr. Ir. M. Rudy Siahaan, M.Sc Kepala Dinas 2013 - Sekarang

Last Update: 2014-03-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur, lumpuh total karena jalur yang menghubungkan Situbondo dengan Probolinggo tertutup lumpur material banjir, Sabtu (1/2/2014). Kondisi ini menimbulkan kemacetan luar biasa. Antrean kendaraan mengular hingga mencapai puluhan kilometer, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, Longsor yang terjadi di jalan raya Desa Klatakan, hingga Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan juga mengakibatkan dua mobil terseret arus banjir bandang tersebut. Material banjir berupa lumpur dan bebatuan besar itu masih menutup jalan raya pantura di jalan raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Bahkan, material itu ada di sepanjang 1 km di jalur tersebut. "Untuk membersihkan material lumpur dan batu besar yang mencapai ketinggian hingga 70 cm, kami langsung meminta bantuan alat berat ke Dinas Bina Marga Propinsi Jatim. Hingga siang ini baru satu alat berat yang datang ke lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Zainul Arifin. Menurutnya, hujan deras yang mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah titik selain membawa material dari pegunungan, sejumlah bronjong berisi batu-batu besar untuk penahan banjir di tepi jalan raya banyak yang ambrol. “Sehingga material banjir juga banyak berserakan di atas ruas jalan raya. Sejumlah rumah warga juga kembali tergenang banjir hingga ketinggian 0,5 sampai 1 meter,” imbuh Zainul Arifin. Karena material banjir sedang dibersihkan hingga siang ini, untuk mengantisipasi terjadinya anteran kendaraan yang lebih parah, petugas Polres langsung menutup jalur Pantura. ”Sembari menunggu selesainya pembersihan material, untuk sementara arus lalin baik arah Surabaya maupun Banyuwangi dialihkan ke jalur Bondowoso,” terang Kasat Sabhara AKP Haryonojemahan

ngertiBahasa

Last Update: 2014-02-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

TerTRIBUNMANADO.CO.ID, SITUBONDO - Jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur, lumpuh total karena jalur yang menghubungkan Situbondo dengan Probolinggo tertutup lumpur material banjir, Sabtu (1/2/2014). Kondisi ini menimbulkan kemacetan luar biasa. Antrean kendaraan mengular hingga mencapai puluhan kilometer, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, Longsor yang terjadi di jalan raya Desa Klatakan, hingga Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan juga mengakibatkan dua mobil terseret arus banjir bandang tersebut. Material banjir berupa lumpur dan bebatuan besar itu masih menutup jalan raya pantura di jalan raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Bahkan, material itu ada di sepanjang 1 km di jalur tersebut. "Untuk membersihkan material lumpur dan batu besar yang mencapai ketinggian hingga 70 cm, kami langsung meminta bantuan alat berat ke Dinas Bina Marga Propinsi Jatim. Hingga siang ini baru satu alat berat yang datang ke lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Zainul Arifin. Menurutnya, hujan deras yang mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah titik selain membawa material dari pegunungan, sejumlah bronjong berisi batu-batu besar untuk penahan banjir di tepi jalan raya banyak yang ambrol. “Sehingga material banjir juga banyak berserakan di atas ruas jalan raya. Sejumlah rumah warga juga kembali tergenang banjir hingga ketinggian 0,5 sampai 1 meter,” imbuh Zainul Arifin. Karena material banjir sedang dibersihkan hingga siang ini, untuk mengantisipasi terjadinya anteran kendaraan yang lebih parah, petugas Polres langsung menutup jalur Pantura. ”Sembari menunggu selesainya pembersihan material, untuk sementara arus lalin baik arah Surabaya maupun Banyuwangi dialihkan ke jalur Bondowoso,” terang Kasat Sabhara AKP Haryonojemahan

BENCANA BANJIR DI JAKARTA TerTRIBUNMANADO.CO.ID, SITUBONDO - Jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur, lumpuh total karena jalur yang menghubungkan Situbondo dengan Probolinggo tertutup lumpur material banjir, Sabtu (1/2/2014). Kondisi ini menimbulkan kemacetan luar biasa. Antrean kendaraan mengular hingga mencapai puluhan kilometer, baik dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, Longsor yang terjadi di jalan raya Desa Klatakan, hingga Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan juga mengakibatkan dua mobil terseret arus banjir bandang tersebut. Material banjir berupa lumpur dan bebatuan besar itu masih menutup jalan raya pantura di jalan raya Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Bahkan, material itu ada di sepanjang 1 km di jalur tersebut. "Untuk membersihkan material lumpur dan batu besar yang mencapai ketinggian hingga 70 cm, kami langsung meminta bantuan alat berat ke Dinas Bina Marga Propinsi Jatim. Hingga siang ini baru satu alat berat yang datang ke lokasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Zainul Arifin. Menurutnya, hujan deras yang mengakibatkan terjadinya longsor di sejumlah titik selain membawa material dari pegunungan, sejumlah bronjong berisi batu-batu besar untuk penahan banjir di tepi jalan raya banyak yang ambrol. “Sehingga material banjir juga banyak berserakan di atas ruas jalan raya. Sejumlah rumah warga juga kembali tergenang banjir hingga ketinggian 0,5 sampai 1 meter,” imbuh Zainul Arifin. Karena material banjir sedang dibersihkan hingga siang ini, untuk mengantisipasi terjadinya anteran kendaraan yang lebih parah, petugas Polres langsung menutup jalur Pantura. ”Sembari menunggu selesainya pembersihan material, untuk sementara arus lalin baik arah Surabaya maupun Banyuwangi dialihkan ke jalur Bondowoso,” terang Kasat Sabhara AKP Haryonojemahan can you be mine

Last Update: 2014-02-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

Lumba-lumba adalah mamalia laut yang sangat Cerdas,ikan ini sering membantu para nelayan ketika nelayan kesusahan mencari arahdan biasanya ikan ini muncul untuk membantu, lumba-lumba memiliki bentuk yang unik dan lucu, sering kali ikan ini dijadikan binatang sirkus dan partunjukkan untuk menghibur para penonton dengan tingkah lakunya yang unik dan lucu, ikan yang tergolong ikan mamalia ini bernafas mengguakan paru paru, dan memiliki lubang yang terdapat di atas kepalanya, sering kali kita menjumpai ikan ini muncul ke permukaan untuk bernafas, ikan ini memiliki sistem yang di gunakan untuk berkomunikasi. Lumba-lumba hidup dan bekerja dalam kelompok atau disebut kawanan. Mereka sering bermain bersama. Seekor lumba-lumba tidak bisa tidur nyenyak di bawah air. Ia bisa tenggelam. Oleh karena itu, ia setengah tidur beberapa saat dalam sehari. Lumba-lumba makan cumi dan ikan seperti ikan mullet abu-abu. Kadang kadang Lumba-lumba menggiring kawanan ikan agar mudah ditangkap. Lumba-lumba mencari jalan dengan mengirimkan suara di dalam air. Jika suara itu mengenai suatu benda, suara itu akan dipantulkan kembali sebagai gema. Kadang kadang, suara gaduh di laut akibat pengeboran minyak dapat membingungkan lumba-lumba. Mereka akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima pesan. Karena lumba-lumba dapat berkomunikasi, maka lumba-lumba disebut sebagai hewan yang paling cerdas, melebihi simpanze.

aku

Last Update: 2013-11-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

ABSTRAK Penelitian ini adalah sebuah penelitian studi tokoh, dan tokoh yang diangkat adalah Nukman Sulaiman seorang ulama dan tokoh Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap bagaimana pandangannya tentang hukum meminjamkan rahim untuk kandungan bayi yang dia ulas dalam sebuah seminar pada tahun 1987 di UNIVA. Begitu juga tentang kontribusinya terhadap perkembangan hukum Islam di Kota Medan, karena pada saat itu, pembicaraan tentang peminjaman rahim untuk kandungan bayi dan bagaimana prosesnya dibicarakan di masyarakat Kota Medan namun hanya sebatas pembicaraan dan tidak mengetahui bagaimana teknis pelaksanaannya dan konsekuensi hukumnya jika ditinjau dari perspektif hukum Islam. Metodologi yang peneliti gunakan dalam menganalisa pemikiran tokoh ini adalah dengan mengumpul literatur-literatur baik yang klasik maupun kontemporer, begitu juga dengan pendapat para ulama dan ilmuan serta lembaga-lembaga fatwa dan ormas Islam sebagai sebuah pisau analisis terhadap apa yang dikemukakan oleh Nukman Sulaiman. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku yang berjudul Seminar Sehari tentang Hukum Meminjamkan Rahim untuk Kandungan Bayi yang diterbitkan Yaspen UNIVA. Sebagai data sekunder adalah buku-buku yang ditulis oleh para ulama klasik dan kontemporer serta putusan-putusan dari berbagai lembaga fatwa. Disamping itu untuk menyempurnakan data, penulis wawancara dengan para tokoh dan murid-murid Nukman Sulaiman. Kesimpulannya, mayoritas ulama mengatakan hukum meminjamkan rahim untuk kandungan bayi adalah haram kecuali hal itu dilakukan dengan sperma dan ovum yang bersumber dari suami isteri yang sah dan dititipkan kembali kepada isterinya. Walau ada ulama dan lembaga minoritas mengatakan kehalalannya dengan jalan dikiaskan pada radha’ah (susuan) namun Nukman Sulaiman lebih cenderung sependapat dengan mayoritas yang mengharamkannya, dan mengenai status anak yang dilahirkan adalah dinasabkan kepada ibu yang melahirkannya. Pembahasan yang dilakukan Nukman Sulaiman dalam seminar sehari pada tahun 1978 itu adalah sebuah kontribusi dalam menambah wawasan dan membuat kepastian hukum tentang meminjamkan rahim untuk kandungan bayi bagi masyarakat Kota Medan.

gunung adalah

Last Update: 2013-09-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada malam kamis, tanggal 10 juli 2013 sekitar pukul 18.50 saya sedang bersepeda. Pada malam itu saya bersepeda berboncengan dengan teman saya. waktu itu saya yang mengendarai, saya dan teman saya terlalu asik bermain Hp, saat itu saya dan teman saya bersepeda di jalan yang panjang, tidak sadar saya bersepeda sudah dipinggir jalan dan menyebabkan saya dan teman saya terecebur ke sawah dan Hp saya jatuh. Waktu itu adalah kejadian buruk yang dialami saya.

You’ve seen our videos from all over the world – from those showcasing our global employees collaborating to improve their emergency response skills to videos tracking the activities of field employees around the globe. Now we want to see the business from your perspective. Upload videos and photos that show how you or your coworkers add value to the company each and every day. We’ll select segments from the submissions and feature them for all of our employees to see. Here are just a few ideas – show us how you: • Use technology. • Find and produce energy. • Demonstrate a SPIRIT value. • Connect and collaborate with coworkers. • Build our brand in our communities. • Act as an ambassador for the company (with family, friends, local communities, schools, etc.). Creativity is encouraged! Upload your submissions by Aug. 30. Click here to upload files in Internet Explorer. If prompted, enter: userid: creative password: Visual13 Questions? Contact digitalteam@cop.com.

Last Update: 2013-08-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Radar Lampung adalah sebuah surat kabar harian yang terbit di Lampung, Indonesia. Surat kabar ini termasuk dalam grup Jawa Pos. Kantor pusatnya terletak di kota Bandar Lampung. Koran ini pertama kali terbit 2 Februari 2000. Hanya dalam waktu 3 tahun, harian ini menjadi market leader koran-koran di Lampung. Sebarannya menyentuh pelosok-pelosok kabupaten. Pada tanggal 2 Februari 2012 atau ulang tahunnya ke 12, moto Radar Lampung berubah dari "Selalu Ada yang Baru" menjadi "Satu untuk Semua". Terbitnya harian Rakyat Lampung pada tanggal 18 November 2002 merupakan ckial bakal Radar Lampung Group. Kemudian berturut-turut terbit Radar Lamsel (Lampung Selatan), Radar Tuba (Tulang Bawang), Radar Tanggamus, Radar Lambar (Lampung Barat), Radar Lamteng (Lampung Tengah), Radar Kotabumi (Lampung Utara), Radar Metro (Kota Metro), dan Trans Lampung. Keberadaan 10 harian itu menjadikan Radar Lampung Group sebagai jaringan media terbesar di Lampung, diperkuat lagi dengan keberadaan Radar Lampung TV dan portal berita online www.radarlampung.co.id lengkap dengan koran digitalnya atau yang lebih sering disebut e-paper Oleh para talenta muda yang bekerja di Radar Lampung, mereka menorehkan dua penghargaan bergengsi sampul muka (cover) terbaik media cetak se-Indonesia, dari Indonesia Print Media Award dan ada juga yang merupakan lulusan terbaik dari SJI (Sekolah Jurnaslistik Indonesia) Lampung. Radar Lampung juga mengadakan beberapa kegiatan seperti pengenalan jurnaslistik kepada pelajar melalui X-Presi Road to School dan secara periodik membuka Klinik Jurnalistik Radar Lampung. Lalu mengadakan arisan dengan RT-RT di Bandar Lampung, memberangkatkan RT terpilih untuk umrah, pembuatan plang nama jalan di Bandar Lampung, serta finalisasi guru favorit pada pertengah tahunan yang akan melakukan studi ke tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand.[1]Google Translate

Elisa Putri

Last Update: 2013-08-03
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

setelah tiba di stasiun bogor kami langsung menuju kebun raya bogor

Minggu lalu

Last Update: 2013-03-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation