Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   

You searched for: semoga selalu sukses    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

semoga ALLAH selalu melindungimu

siapa

Last Update: 2012-01-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

kau selalu dihati ku

kau selalu dihatiku

Last Update: 2012-03-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

semoga ibu ku cepat sembuh


Last Update: 2012-03-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

met ultah ya semoga panjang umur

met mlm

Last Update: 2011-12-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

akupun selalu mendambakan cintamu sayng

Please, specify two different languages

Last Update: 2011-12-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Selamat siang semoga hari ini menyenangkan

Selamat siang semoga hari ini menyenangkan

Last Update: 2012-05-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Semoga aku menjadi manusia yang beruntung

Semoga aku menjadi manusia yang beruntung

Last Update: 2012-02-27
Usage Frequency: 1
Quality:

kebanyakan orang ingin menjadi orang yang sukses

kebanyakan orang ingin menjadi orang yang sukses

Last Update: 2012-03-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Sukses adalah ketika hal yang diinginkan dan diusahakan menjadi kenyataan

Sukses adalah ketika hal yang di ingin kan dan diusahakan menjadi kenyataan

Last Update: 2012-02-13
Usage Frequency: 1
Quality:

mengapa aku selalu berharap sama orang yang salah!!!!???

menga

Last Update: 2010-11-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

aku akan selalu menunggu kamu untuk kembali kepada aku lagi, aku sayang kamu mudhita

Terjemahanaku akan selalu menunggu kamu untuk kembali kepada aku lagi, aku sayang kamu mudhita

Last Update: 2012-02-07
Usage Frequency: 1
Quality:

Harapan saya di hari ini berkahi segalanya dan limpahkan keberuntungan dan kebahagian yang kan selalu menyertai kami

Harapan saya di hari ini berkahi segalanya dan limpahkan keberuntungan dan kebahagian yang kan selalu menyertai kami

Last Update: 2012-05-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

setelah lulus S1, saya ingin bekerja dengan lebih baik lagi, agar saya bisa menjadi orang yang sukses dan bisa menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua saya.


Last Update: 2012-04-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

hari ini adiku bertunangan, tapi aku tigak bisa hadir...kasian adik cantiku pasti dia sedih banget...semoga acaranya berjalan lancar aja...


Last Update: 2012-05-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

aku menyesal telah terlambat menyukaimu, karna aku baru sadar kamu orang yang menyenangkan. tapi mau gimana lagi, jodoh sudah ditakdirkan oleh tuhan. aku hanya bisa berdoa, semoga kedepanya kamu,putri dan kluarga baru kalian bisa bahagia sampai akhir hayat.

aku menyesal telah terlambat menyukaimu, karna aku baru sadar kamu orang yang menyenangkan. tapi mau gimana lagi, jodoh sudah ditakdirkan oleh tuhan. aku hanya bisa berdoa, semoga kedepanya kamu,putri dan kluarga baru kalian bisa bahagia sampai akhir hayat.

Last Update: 2012-05-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

terima kasih kamu sudah mau membalas email saya lagi dan terimakasih atas segala sanjungan yang kamu berikan terhadap saya, tolong kamu jangan selalu buat saya besar kepala dengan kata - katamu itu semua hanya rayuan gombal saja.

Corat-coret di baju seragam merupakan tradisi di sekolahnya. Biasanya aksi corat-coret di baju seragam tersebut dilakukan oleh para pelajar mulai tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat SLTA. Namun tradisi seperti ini kadang-kadang berkembang menjadi sebuah aksi yang menimbulkan pelanggaran. Seperti di Surabaya, terdapat kasus pencoretan bendera Merah Putih yang dilakukan oknum siswa ketika konvoi merayakan kelulusan pelajar SLTA. Dan kasus ini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan, timnya akan mendatangi salah satu sekolah swasta di kawasan Jalan Jojoran, Surabaya, Jumat. “Kami sudah mendapatkan informasi bahwa yang mengibarkan bendera Merah Putih dicoret-coret itu siswa dari SMK di kawasan Jojoran. Kami akan mendatangi dan memintai keterangannya,” ujar Agung Pribadi ketika dikonfirmasi wartawan. Agung belum bersedia menyebut siswa pelaku pencoretan bendera bertuliskan “Lulus 45″ saat arak-arakan sepeda motor di Jalan Gubernur Suryo, tepat di depan Gedung Grahadi, Rabu, 18 Mei 2011. Namun diduga, siswa tersebut berasal dari SMK 45 Surabaya. Upaya pengembangan lainnya, polisi juga sudah memintai keterangan seorang pelajar berinisial FN, sebuah siswa SMK di kawasan Jalan Kapas Lor, Surabaya. Hanya saja, status yang ditetapkan masih sebatas saksi. Kepada penyidik, FN mengaku tidak membawa bendera Merah Putih ketika konvoi, terlebih mencoretnya. Ia mengaku sedang menyetir motor yang bersama rekannya, berinisial MD. “Mana mungkin saya bawa bendera, sebab posisinya nyetir,” kata FN kepada penyidik di ruangan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kamis, 19 Mei 2011. FN mengaku berangkat dari sekolahnya sekitar pukul 10.00 WIB, usai pengumuman kelulusan, 18 Mei 2011. Bersama rekan-rekannya, ia berkonvoi mengitari kawasan Jalan Kenjeran, Jalan Ambengan, dan Jalan Simpang Dukuh. Tepat di depan Grahadi, ia bertemu dengan rombongan konvoi lainnya. “Bisa dikatakan aksi itu sebagai penistaan terhadap simbol negara. Tapi itu tidak mesti harus diselesaikan dengan pasal pidana. Kami akan mengedepankan pendekatan pembinaan dan pemanggilan orang tua agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” ucapnya, menegaskan.

Last Update: 2012-02-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

MADRASAH DINIYAH “ RAUDLATUL MUBTADI’IN ” PANAGAN - GAPURA SUMENEP Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam silaturahmi kami sampaikan, semoga Bapak/Ibu Guru pengajar MD Raudlatul Mubtadi’in selalu dalam lindungan Allah SWT. dan sukses dalam melaksanakan aktifitas setiap hari amin……… Selanjutnya, kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu guru dalam pertemuan yang akan dilaksanakan nanti pada : Hari : ……………………………..…. Tanggal : ……………………………..…. Pukul : Isya’ di tempat Tempat : Rumah Ustad ………………. Acara : 1. Pertemuan Rutin Bulanan 2. ………………………….…. 3. ………………………..…… Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan pertisipasi Bapak / Ibu Guru disampaikan terima kasih Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Panagan, ….............................200…. Mengetahui Kepala Sekolah MD Raudlatul Mubtadi’in MAZANI

MADRASAH DINIYAH “ RAUDLATUL MUBTADI’IN ” PANAGAN - GAPURA SUMENEP Assalamu’alaikum Wr. Wb. Salam silaturahmi kami sampaikan, semoga Bapak/Ibu Guru pengajar MD Raudlatul Mubtadi’in selalu dalam lindungan Allah SWT. dan sukses dalam melaksanakan aktifitas setiap hari amin……… Selanjutnya, kami mengharap kehadiran Bapak/Ibu guru dalam pertemuan yang akan dilaksanakan nanti pada : Hari : ……………………………..…. Tanggal : ……………………………..…. Pukul : Isya’ di tempat Tempat : Rumah Ustad ………………. Acara : 1. Pertemuan Rutin Bulanan 2. ………………………….…. 3. ………………………..…… Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan pertisipasi Bapak / Ibu Guru disampaikan terima kasih Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Panagan, ….............................200…. Mengetahui Kepala Sekolah MD Raudlatul Mubtadi’in MAZANI

Last Update: 2012-03-06
Subject: General
Usage Frequency: 3
Quality:

kakak ku mempunyai pekerjaan sebagai tukang kayu.ia selalu bekerja dengan tekun dan hati-hati,agar pekerjaannya dapat hasil yang memuaskan .Setiap hari dia berangkat bekerja pukul 08.00 pagi istirahat untuk makan siang pukul.12.00 siang sampai pukul 01.00 lalu melanjutkan pekerjaannya sebagai tukang kayu.

kakak ku mempunyai pekerjaan

Last Update: 2011-10-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

aku akan selalu mencintai kamu

aku akan selalu mencintai kamu

Last Update: 2011-12-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu. “Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. “Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu. “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu. “Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. “Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. “Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih. “Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih. “Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya. Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi. Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya. Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri. Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya. “Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?” Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibun tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu. “Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya. “Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu. “Siapa kamu nak?” tanya nenek itu. “Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih. “Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek. “Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih. “Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum. Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih. “Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek. Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah. Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya. Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi. Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

Last Update: 2012-05-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Add a translation

Search human translated sentences

Credits - Computer translations are provided by a combination of our statistical machine translator, Google, Systran and Worldlingo.


Help rating similar searches:  mengembalikannya (English - Indonesian) | menceritakannya (English - Indonesian) | memberitahukan (English - Indonesian) | mengetahuinya (English - Indonesian)


Users are now asking for help: dahulu (Malay>Chinese (Simplified)) | sump (Danish>German) | endoparasiticida (Spanish>English) | thank you for your speedy action (English>Portuguese) | budi bicara (Malay>English) | disc (Romanian>Swedish) | angkat kain (Malay>English) | tzu (Basque>English) | cisticercosis (Spanish>English) | awak harus berjumpa dengan pegawai penyiasat (Malay>English) | male (French>Polish) | highlighted (English>Spanish) | stabilising (English>Spanish) | manis (Malay>Chinese (Simplified)) | keo (English>Tagalog)


Report Abuse  | About MyMemory   | Contact Us


MyMemory in your language: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsРусский日本語汉语