Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   

You searched for: surveyed    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

These projects usually also offer a much larger incentive than a regular GlobalTestMarket online survey, and may even include direct cash payments following successful completion.

Proyek ini biasanya juga menawarkan insentif yang jauh lebih besar daripada survei online GlobalTestMarket, dan bahkan Anda dapat menerima pembayaran uang secara tunai setelah Anda menyelesaikan tugas.

Last Update: 2005-03-23
Subject: Marketing
Usage Frequency: 1
Quality:

Statistical survey

Survey

Last Update: 2011-06-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Based on Self-Determination Theory (SDT; Ryan and Deci 2000b; Gagné and Deci 2005), the present research proposes and tests a motivation-based model of participation in budgeting that distinguishes among intrinsic motivation, autonomous extrinsic motivation, and controlled extrinsic motivation for participative budgeting. The proposed model was tested using a survey conducted among managers of an international bank. The results suggest that while intrinsic motivation and autonomous extrinsic motivation for participation in budgeting are positively related to performance, controlled extrinsic motivation is negatively associated with performance. These findings highlight the importance of distinguishing among various forms of motivation in participative budgeting research and suggest that the mechanism by which the information benefits of participation in budgeting are obtained may be more complex than assumed. The results also provide evidence of the viability of using the proposed model to study commonly assumed reasons for participative budgeting within a general theoretically based framework of motivation. ABSTRACT FROM AUTHOR


Last Update: 2012-04-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Buku Jendela Dunia Banyak orang beranggapan bahwa sebuah buku tidak lebih dari sekumpulan kertas yang diketik rapih, diberi kata pengantar, daftar isi, bab demi bab berupa konten, kemudian diberi gambar lalu diberi cover yang menarik, kemudian dijilid. Secara fisik pengertian itu tidak dapat dimungkiri.Namun, kendati sebagian besar kalangan memiliki pengertian yang jamak seperti di atas, mari kita telisik fenomena baca-tulis di negri kita sebagai berikut ini. Survey membuktikan bahwa di negri kita, walaupun sebagian besar masyarakat mengetahui adagium “membaca adalah jendela dunia”, namun mayoritas penduduknya lebih senang menonton sinetron ketimbang membaca. Dalam hal ini, membaca untuk beberapa media yang dianggap dapat mengedukasi masyarakat seperti buku, artikel, koran, majalah, baik dalam bentuk fisik yang sebenarnya, maupun melalui dunia maya. Ini adalah sebuah kondisi yang mengejutkan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita.Kalau kita melihat rating beberapa sinetron, maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa menonton dan membaca sebenarnya ada tarik menarik yang perlu di cermati lebih lanjut. Inilah yang saya maksud fenomena baca-tulis-tonton.Lebih jauh lagi, bila kita membedah konten dari tontonan tersebut, yang kebanyakan tidak mengandung unsur pembelajaran yang positif, melainkan profokasi yang tidak mendidik dan cenderung melemahkan daya juang penontonya. Mengapa melemahkan? Lihata saja penokohan yang keliru dalam setiap sinetron yang ada,

Buku Jendela Dunia Banyak orang beranggapan bahwa sebuah buku tidak lebih dari sekumpulan kertas yang diketik rapih, diberi kata pengantar, daftar isi, bab demi bab berupa konten, kemudian diberi gambar lalu diberi cover yang menarik, kemudian dijilid. Secara fisik pengertian itu tidak dapat dimungkiri.Namun, kendati sebagian besar kalangan memiliki pengertian yang jamak seperti di atas, mari kita telisik fenomena baca-tulis di negri kita sebagai berikut ini. Survey membuktikan bahwa di negri kita, walaupun sebagian besar masyarakat mengetahui adagium “membaca adalah jendela dunia”, namun mayoritas penduduknya lebih senang menonton sinetron ketimbang membaca. Dalam hal ini, membaca untuk beberapa media yang dianggap dapat mengedukasi masyarakat seperti buku, artikel, koran, majalah, baik dalam bentuk fisik yang sebenarnya, maupun melalui dunia maya. Ini adalah sebuah kondisi yang mengejutkan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita.Kalau kita melihat rating beberapa sinetron, maka secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa menonton dan membaca sebenarnya ada tarik menarik yang perlu di cermati lebih lanjut. Inilah yang saya maksud fenomena baca-tulis-tonton.Lebih jauh lagi, bila kita membedah konten dari tontonan tersebut, yang kebanyakan tidak mengandung unsur pembelajaran yang positif, melainkan profokasi yang tidak mendidik dan cenderung melemahkan daya juang penontonya. Mengapa melemahkan? Lihata saja penokohan yang keliru dalam setiap sinetron yang ada, misalnya seorang pengusaha yang selalu digambarkan dengan dasi dan mobil mewah, tidak luput rumah mewahnya juga. Akan tetapi kita tidak dapat mengetahui bagaimana Ia meraih itu semua. Tidak ada “Process”, langsung pada hasil (result) yaitu kekayaan dan kemewahan. Atau penokohan gadis cantik yang baru berusia belasan tahun tapi telah memegang posisi puncak di perusahaan, Kok bisa? Bagaimana caranya?Tentang karier pengusaha dan gadis cantik adalah hal yang luar biasa instan dan menyesatkan masyarakat. Sehingga asosiasi masyarakat cenderung kagum pada kekayaan dan ketajiran seseorang, ataupun posisi puncak yang dicapai, tanpa pernah bertanya proses dan cara untuk mencapainya. Penokohan yang seperti ini jelas-jelas adalah proses pembodohan masyarakat. Dalam dunia nyata tidak ada seperti itu.Seorang Napoleon Hill, mengungkapkan bahwa derajat sebuah bangsa, salah satunya ditentukan oleh media yang dibaca dan minat baca bangsa itu sendiri.Lebih tajam lagi bila kita menyimak ungkapan Andrias Harefa, bahwa masa depan suatu bangsa akan ditentukan oleh berapa artikel yang ditulis setiap harinya di Negara dimana bangsa itu berada, dan berapa buku yang diterbitkan dalam setahun.Sesuatu pemikiran dan cakrawala yang belum tentu kita dapat kita jangkau bukan? Ternyata dari beberapa tinjauan tadi dapat kita simpulkan betapa dahsyatnya sebuah tulisan ( baca: buku). “Buku adalah harta yang paling bernilai untuk diwariskan, lihatlah piramid yang dibangun pada 3000 tahun yang lalu, sebagian besar sudah rusak bahkan hancur, tapi lain halnya dengan kitab Nabi Musa yang ditulis pada kurun waktu yang sama dengan pembangunan Piramid oleh Firaun, sampai saat ini masih tetap utuh, tidak rusak, sudah dibaca jutaan orang, dan dan akan bertahan selamanya.”

Last Update: 2012-01-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Add a translation

Search human translated sentences

Credits - Computer translations are provided by a combination of our statistical machine translator, Google, Systran and Worldlingo.


Help rating similar searches:  globaltestmarket (English - Indonesian) | distinguishing (English - Indonesian) | participative (English - Indonesian)


Users are now asking for help: angeläget (Swedish>English) | traçabilité (French>English) | preocupar (Spanish>Italian) | folders (Italian>English) | buch (German>Somali) | cremosa e omogenea (Italian>English) | craniotomia (Italian>English) | fadarchen (Welsh>English) | weder (Dutch>Italian) | wheat flour (English>Tagalog) | conoscer (Italian>English) | why did he ask for so much money (English>Italian) | descărcare (Romanian>Portuguese) | comportamenti alimentari (Italian>Spanish) | cartomante (Italian>English)


Report Abuse  | About MyMemory   | Contact Us


MyMemory in your language: English  | ItalianoEspañolFrançaisDeutschPortuguêsРусский日本語汉语