MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: apa maksud ict    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Malay

Info

maksud intro

sayA

Last Update: 2014-07-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

maksud lest fuck

maksud lest fuck

Last Update: 2014-07-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

maksud commissioning

maksud habis

Last Update: 2014-06-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

apa artinya tell me

APA Artinya beritahu saya

Last Update: 2014-06-25
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Perbezaan antara ict dan tidak menggunakan ict dalam pengajaran kanak-kanak adalah suatu proses yang penting bagi memastikan perkembangan kanak-kanak terhadap penggunaan teknologi dapat meningkatkan prestasi pembelajaran mereka. Menurut Eric Deeson, dalam Dictionary of Information Technology (1991), IT dimaksudkan sebagai “ Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic ( and microelectronic) means. IT special concern being the use of hardware and software for these task for the benefit of individual people and society as a whole.” Berdasarkan jurnal yang bertajuk Exploring the impact of using stories and ICT to teach English to three and four year old Spanish children : Motivation and Development by Elejandro Revio Saucedo from University of Southamton (UK) , teachers and children use of Information and Communication Technology (ICT) in the language classroom and the influence of electronic stories on the development of emergent literacy skill. For using ICT in teaching young children will to exploit the potential of ICT is by integrating technology into the curricula and everyday classroom activities. Children will using digital cameras to illustrate a science project or using a text processor to write sentences and practice punctuation rules. Berbanding kanak-kanak yang tidak menggunakan ICT dalam pembelajaran, potensi yang ada akan jauh ketinggalan dan memberi persaingan yang hebat dalam perkembangan ilmu pengetahuan kini. Proses pembelajaran tanpa ICT yang dilalui oleh kanak-kanak didapati kurang daya tarikan kerana tidak dapat mengacces pelbagai maklumat terkini. Dunia pendidikan kanak-kanak tanpa ICT akan mengurangkan potensi dan kecekapan mereka terhadap barang-barang elektronik dan gadgets. Berdasarkan kanak-kanak di Indonesia iaitu sebagai negara sedang berkembang, perkembangan pembelajaran dalam ICT adalah cukup tertinggal. Sebagaimana dilaporkan oleh Human Development Index (HDI) tahun 2003 lalu, Indonesia berada pada tangga ke -112(0.682) dari 175 negara. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang ada di posisi ke-28 (0.888), dan Malaysia ke-58(0.790). Participant teacher’s using ICT in teaching young children believe in the potential of technology to support children’s learning, language and literacy development, mathematical thinking and social development. Children to exploit technology for leisure or as a tool to solve a problem. Other knowledge area like literacy or language can also benefit from the use of technology like TV and Video. Computer and software designed to support children literacy development and language learning.

Penterjemahan

Last Update: 2014-07-11
Usage Frequency: 30
Quality:
Reference: Wikipedia

Perbezaan antara ict dan tidak menggunakan ict dalam pengajaran kanak-kanak adalah suatu proses yang penting bagi memastikan perkembangan kanak-kanak terhadap penggunaan teknologi dapat meningkatkan prestasi pembelajaran mereka. Menurut Eric Deeson, dalam Dictionary of Information Technology (1991), IT dimaksudkan sebagai “ Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic ( and microelectronic) means. IT special concern being the use of hardware and software for these task for the benefit of individual people and society as a whole.” Berdasarkan jurnal yang bertajuk Exploring the impact of using stories and ICT to teach English to three and four year old Spanish children : Motivation and Development by Elejandro Revio Saucedo from University of Southamton (UK) , teachers and children use of Information and Communication Technology (ICT) in the language classroom and the influence of electronic stories on the development of emergent literacy skill. For using ICT in teaching young children will to exploit the potential of ICT is by integrating technology into the curricula and everyday classroom activities. Children will using digital cameras to illustrate a science project or using a text processor to write sentences and practice punctuation rules. Berbanding kanak-kanak yang tidak menggunakan ICT dalam pembelajaran, potensi yang ada akan jauh ketinggalan dan memberi persaingan yang hebat dalam perkembangan ilmu pengetahuan kini. Proses pembelajaran tanpa ICT yang dilalui oleh kanak-kanak didapati kurang daya tarikan kerana tidak dapat mengacces pelbagai maklumat terkini. Dunia pendidikan kanak-kanak tanpa ICT akan mengurangkan potensi dan kecekapan mereka terhadap barang-barang elektronik dan gadgets. Berdasarkan kanak-kanak di Indonesia iaitu sebagai negara sedang berkembang, perkembangan pembelajaran dalam ICT adalah cukup tertinggal. Sebagaimana dilaporkan oleh Human Development Index (HDI) tahun 2003 lalu, Indonesia berada pada tangga ke -112(0.682) dari 175 negara. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang ada di posisi ke-28 (0.888), dan Malaysia ke-58(0.790). Participant teacher’s using ICT in teaching young children believe in the potential of technology to support children’s learning, language and literacy development, mathematical thinking and social development. Children to exploit technology for leisure or as a tool to solve a problem. Other knowledge area like literacy or language can also benefit from the use of technology like TV and Video. Computer and software designed to support children literacy development and language learning.

terjemahan Citcat

Last Update: 2014-07-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

citcat translationPerbezaan antara ict dan tidak menggunakan ict dalam pengajaran kanak-kanak adalah suatu proses yang penting bagi memastikan perkembangan kanak-kanak terhadap penggunaan teknologi dapat meningkatkan prestasi pembelajaran mereka. Menurut Eric Deeson, dalam Dictionary of Information Technology (1991), IT dimaksudkan sebagai “ Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic ( and microelectronic) means. IT special concern being the use of hardware and software for these task for the benefit of individual people and society as a whole.” Berdasarkan jurnal yang bertajuk Exploring the impact of using stories and ICT to teach English to three and four year old Spanish children : Motivation and Development by Elejandro Revio Saucedo from University of Southamton (UK) , teachers and children use of Information and Communication Technology (ICT) in the language classroom and the influence of electronic stories on the development of emergent literacy skill. For using ICT in teaching young children will to exploit the potential of ICT is by integrating technology into the curricula and everyday classroom activities. Children will using digital cameras to illustrate a science project or using a text processor to write sentences and practice punctuation rules. Berbanding kanak-kanak yang tidak menggunakan ICT dalam pembelajaran, potensi yang ada akan jauh ketinggalan dan memberi persaingan yang hebat dalam perkembangan ilmu pengetahuan kini. Proses pembelajaran tanpa ICT yang dilalui oleh kanak-kanak didapati kurang daya tarikan kerana tidak dapat mengacces pelbagai maklumat terkini. Dunia pendidikan kanak-kanak tanpa ICT akan mengurangkan potensi dan kecekapan mereka terhadap barang-barang elektronik dan gadgets. Berdasarkan kanak-kanak di Indonesia iaitu sebagai negara sedang berkembang, perkembangan pembelajaran dalam ICT adalah cukup tertinggal. Sebagaimana dilaporkan oleh Human Development Index (HDI) tahun 2003 lalu, Indonesia berada pada tangga ke -112(0.682) dari 175 negara. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang ada di posisi ke-28 (0.888), dan Malaysia ke-58(0.790). Participant teacher’s using ICT in teaching young children believe in the potential of technology to support children’s learning, language and literacy development, mathematical thinking and social development. Children to exploit technology for leisure or as a tool to solve a problem. Other knowledge area like literacy or language can also benefit from the use of technology like TV and Video. Computer and software designed to support children literacy development and language learning.

terjemahan Citcat

Last Update: 2014-07-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sumberdaya manusia merupakan asset penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi karena dapat menentukan keberhasilan suatu organisasi. Dalam lingkungan bisnis, teknologi dan ilmu pengetahuan serta tuntutan konsumen yang selalu berubah, maka peningkatan kemampuan SDM merupakan faktor yang sangat mendasar dalam sebuah organisasi.Bagi seorang manajer, pandangan terhadap karyawan haruslah manusiawi. Karyawan adalah tulang punggung tugas untuk mendapatkan apa yang diinginkan perusahaan. Seorang manajer harus mau menyimak pendapat karyawan dan menghormati pendapat orang lain walaupun berbeda prinsip. Sedangkan bagi karyawan, mereka harus menyadari bahwa apapun yang dibebankan adalah merupakan tugas yang harus mereka jalankan. Setiap karyawan mengeluarkan usaha fisik dan mental ketika mereka menempatkan kapabilitas tubuh dan kognitif mereka ke dalam pekerjaan mereka. Tantangan sebenarnya adalah ketika karyawan harus menunjukkan suatu emosi sementara pada saat yang bersamaan mengalami emosi lain. Disparitas atau perbedaan ini disebut dissonansi emosional (emotional dissonance) dan hal ini dapat berakibat sangat buruk bagi karyawan .Emotional Dissonance merupakan inkonsistensi antara emosi yang dirasakan dengan emosi yang diproyeksikan (Robbins, 2008). Jika dibiarkan perasaan – perasaan terkukung dari frustasi, kemarahan, dan kebencian akhirnya dapat menyebabkan kelelahan emosional dan kelelahan mental (burnout). Burnout cenderung menjadi masalah tertentu diantara orang yang pekerjaannya memerlukan kontak yang mendalam dan memiliki tanggung jawab atas orang lain. Burnout (kelelahan mental) merupakan penipisan sumberdaya secara total yang disebabkan oleh perjuangan yang berlebihan untuk mencapai sasaran yang tidak realistis yang berhubungan dengan pekerjaan (Dessler, 2007). Suatu tingkat keterlibatan yang tinggi, identifikasi atau komitmen terhadap pekerjaan atau profesi seseorang serta ketidaksesuaian emosi (emotional dissonance) merupakan penyebab burnout (Ivancevich,et al., 2007). Hampir tidak mungkin seseorang akan lelah tanpa memberikan banyak usaha. Karena itu, ironi dari burnout adalah bahwa karyawan yang paling rentan terkena adalah karyawan yang paling berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Organisasi memberikan kontribusi pada burnout karyawan dengan beragam cara, dua faktor yang pada umumnya merupakan kontributor penting terhadap burnout adalah kelelahan dan ketidakterlibatan karyawan. Emotional dissonance memiliki suatu hubungan yang positif dengan burnout. Hal ini didukung oleh penelitian Karatepe (2011) bahwa ketidakcocokkan emosional sebagai sebuah stressor (penyebab stres) menyebabkan kelelahan dan ketidakterlibatan.Ketidakterlibatan, nantinya, ditentukan sebagai “menjauhkan diri seseorang dari pekerjaan, dan mengalami sikap negatif terhadap obyek pekerjaan”. Hal ini juga didukung oleh penelitian Bakker dan Heuven (2006) yang memberikan dukungan empiris mengenai hubungan positif antara ketidakcocokkan emosional dengan kelelahan mental. Bakker dan Heuven (2006) juga menguji hubungan antara kerja emosi dan burnout di antara petugas kabin maskapai penerbangan Belanda. Sandiford dan Seymour (dalam Karatepe, 2011) juga menyelidiki tenaga kerja emosional dalam sektor perumahan masyarakat pada industri pariwisata Inggris dan melaporkan bahwa para karyawan yang melakukan kerja emosional mengalami stress (tekanan) dalam kehidupan pribadi mereka. Pengaruh emotional dissonance pada burnout semakin kuat dengan adanya persepsi karyawan tentang dukungan organisasi dan otonomi kerja. Persepsi tentang dukungan organisasi terkait dengan penilaian karyawan tentang seberapa jauh organisasi ada disamping mereka. Selain itu, persepsi tentang dukungan organsiasi dianggap sebagai jaminan bahwa organisasi akan memberi karyawan bantuan yang cukup dalam melaksanakan tugas-tugas secara efektif dan mengatasi tuntutan yang rentan stress di tempat kerja seperti konflik peran dan ambiguitas peran (Witt dan Carlson, dalam Karatepe, 2011). Penelitian Witt dan Carlson juga telah mengungkapkan bahwa persepsi dukungan organisasi mengurangi konflik peran organisasi. Persepsi dukungan organisasi memoderasi pengaruh emotional dissonance pada burnout, persepsi dukungan organisasi berfungsi sebagai alat untuk mengelola terjadinya stres di tempat kerja. Dengan adanya persepsi dukungan organisasi karyawan merasa lebih diperhatikan dan dihargai di dalam pekerjaanya. Meskipun persepsi dukungan organisasi belum dipelajari sebagai dukungan sosial dari individu penelitian umumnya menemukan persepsi dukungan organisasi berhubungan negatif dengan stress di tempat kerja (Stamper dan Johlke, dalam Richardson, 2008). Selain persepsi karyawan tentang dukungan organisasi, otonomi kerja merupakan pemoderasi pengaruh emotional dissonance pada burnout. Otonomi pekerjaan mengacu kepada “seberapa jauh pekerjaan memberikan kebebasan, kemandirian dan keleluasaan yang cukup besar kepada karyawan dalam menjadwalkan pekerjaan mereka dan dalam menentukan prosedur-prosedur yang harus digunakan dalam menjalankannya”. Ketersediaan otonomi pekerjaan dalam organisasi mengirimkan sinyal-sinyal yang kuat kepada karyawan bahwa manajer mereka memiliki kepercayaan terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan untuk menjalankan tugas, kesejahteraan emosional karyawan akan turun ketika mereka sama sekali tidak memiliki otonomi pekerjaan (Karatepe, 2011). Dalam sebuah penelitian terkini tentang karyawan jasa hotel, Kim (dalam Karatepe, 2011) menemukan bahwa otonomi pekerjaan tidak menunjukkan suatu hubungan yang signifikan dengan peran karyawan bagian frontliner maupun backoffice. Para karyawan frontliner memiliki otonomi yang cukup dapat mengatasi situasi yang rentan stres dan ketegangan dalam menangani masalah pelayanan dan otonomi pekerjaan mengurangi ketidakcocokkan emosional. Penelitian Tai dan Liu (2007) menyatakan bahwa otonomi memiliki pengaruh positif bagi karyawan yang memiliki emosional yang tinggi di saat mengalami tekanan dan ketegangan. Perusahaan sebaiknya memberikan keleluasan bekerja bagi pegawai yang memilki emosional tinggi agar dapat bekerja lebih baik. Dengan adanya otonomi mereka akan lebih bijaksana dalam bekerja tanpa ketegangan dan tekanan. Penulis mereplikasi penelitian yang telah dilakukan oleh Karatepe (2011). Penelitian ini menarik karena saat ini burnout menjadi masalah penting di dunia kerja, karena seringkali menghambat laju kinerja para karyawan yang akhirnya merugikan perusahaan.

Sumberdaya manusia merupakan asset penting dalam pencapaian tujuan suatu organisasi karena dapat menentukan keberhasilan suatu organisasi.

Last Update: 2014-06-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation