MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan indonesia inggris    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Arabic

Info

Senin, 28 Juli 2014 Senin, 28 Juli 2014 Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w

الخطاب العربي على الفساد

Last Update: 2014-09-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Senin, 28 Juli 2014 Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w

الخطاب العربي على الفساد

Last Update: 2014-09-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Ayam Indonesia translation bhs to bhs Arabic

daa'a

Last Update: 2014-09-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tafsir al-Quran Surat Al-Hasyr, 59: 18 Teks Ayat: يَا أَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖوَاتَّقُوااللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Terjemah: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Tafsir Mufradat: وَلْتَنظُرْ: Hendaklah setiap orang memiliki berkesediaan untuk melakukan evaluasi diri, agar dirinya tahu tentang jati dirinya sendiri. قَدَّمَتْ: Apa yang telah berlalu di masa lampau. Yaitu: “perbuatan apa pun yang pernah dilakukannya”. لِغَدٍ : Untuk kepentingan masa depannya. Baik dalam pengertian duniawi maupun ukhrawi. Penjelasan: Dalam mengupas ayat ini, penulis berpedoman kepada tiga kitab tafsir terkemuka, yakni kitab Tafsîrat-Thabariy, Tafsîr Ibnu Katsîr dan Tafsîr al-Qurthubiy. Ayat ini – secara eksplisit — menyebutkan perintah “bertaqwa” kepada Allah (ittaqûLlâha). Disebutkan dalam Tafsîr ibnu Katsîr bahwa taqwa sendiri diaplikasikan dalam dua hal, menepati aturan Allah dan menjauhkan diri dari laranganNya.Jadi, tidak bisa kita mengatakan “saya telah menegakkan shalat”, setelah itu berbuat maksiat kembali. Karena makna taqwa sendiri saling bersinergi, tidak dapat dipisahkan. Bandingkan dengan penjelasan al-Qurthubiy dalam kitab tafsirnya Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qurân, yang menyatakan bahwa perintah taqwa (pada rangkaian ayat ini) bermakna: “Bertaqwalah pada semua perintah dan larangannya, dengan cara melaksanakan farâidh-Nya (kewajiban-kewajiban) yang dibebankan oleh Allah kepada diri kita — sebagai orang yang beriman — dan menjauhi ma’âshî-Nya(larangan-larangan) Allah, yang secara keseluruhan harus kita tinggalkan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Mengenai pertanyaan: “Apakah kita – selamanya — harus bertaqwa kepada Allah?” Jawabnya: “Tentu saja; dharûriyyan (bahasa Arab), absolutely (bahasa Inggris), tidak boleh tidak!”. Karena kita adalah orang-orang yang beriman, yang memiliki komitmen untuk bertaqwa kepada Allah. Perintah bertaqwa dalam hal ini ditujukan bagi orang-orang yang beriman(Yâ ayyuhâ l-ladzîna âmanû). Sedangkan orang yang belum beriman haruslah beriman terlebih dahulu, untuk kemudian bertaqwa. Penggalan ayat selanjutnya memunyai makna yang mendalam. Waltanzhur nafsun mâ qaddamatl ighadin. Dan hendaklah seseorang melihat apa yang telah ia perbuat (di masa lalu) untuk hari esok. Dalam Tafsîr at-Thabariy dijabarkan: “Dan hendaklah seseorang melihat apa yang telah diperbuatnya untuk hari Kiamat. Apakah kebajikan yang akan menyelamatkannya, atau kejahatan yang akanmenjerumuskannya? Kata-kata ‘ghad’ sendiri dalam bahasa Arab berarti “besok”. Beberapa mufassir (pakar tafsir) menyatakan dalam beberapa riwayat: Allah “senantiasa mendekatkan hari kiamat hingga menjadikannya seakan terjadi besok, dan ‘besok’ adalah hari kiamat”. Ada juga yang mengartikan ‘ghad’ sesuai dengan makna aslinya, yakni besok. Hal inibisa diartikan juga bahwa kita diperintahkan untuk selalu melakukan introspeksi dan perbaikan guna mencapai masa depan yang lebih baik. Melihat masa lalu,yakni untuk dijadikan pelajaran bagi masa depan. Atau juga menjadikan pelajaran masa lalu sebuah investasi besar untuk masa depan. Dalam kitab Tafsîribnu Katsîr, ayat ini disamakan dengan perkataan hâsibû anfusakum qablaan tuhâsabû. Hisablah (introspeksi) diri kalian sebelum nanti kalian dihisab (di hari akhir). (WattaqûLlâh) Dan bertaqwalah kepada Allah. Kalimat kedua (wattaqûLlâh) sama dengan pernyataan Allah dalam kalimat pertama ayat ini. Perintah bertaqwa disebutkan dua kali sebagai sebuah bentuk penekanan. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya ketaqwaan kita kepada Allah. Bahkan, perintah bertaqwa juga disebutkan oleh para khatib – secara eksplisit– pada setiap khutbah Jum’at. Al-Qurthubiy menjelaskan bahwa kalimat wattaqûLlâh pada rangkaian yang kedua (dalam ayat ini) memberikan pengertian: “Seandainya rangkaian kalimat pertama (wattaqûLlâh) bisa dipahami sebagai perintah untuk bertaubat terhadap apa pun perbuatan dosa yang pernah kita lakukan, maka pengulangan kalimat wattaqûLlâh pada ayat ini (untuk yang kedua kalinya) memberikan pengertian agar kita berhati-hati terhadap kemungkinan perbuatan maksiat yang bisa terjadi di kemudian hari setelah kita bertaubat, karena setan tidak akan pernah berhenti menggoda diri kita”. InnaLâha khabîrun bimâta’malûn (sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan), memberikan pengertian bahwa baik dan buruknya perbuatan kita tidak akan pernah lepas dari pengawasan Sang Khaliq (Allah), kapan pun dan di mana pun. Secara tidaklangsung, ayat ini telah mengajarkan kepada kita suatu hal yang sangat mendasardari Time Management dalam cakupan waktu yang lebih luas. Jika biasanyahanya mencakup kemarin, besok, dan sekarang, dalam ayat ini dibahas waktu didunia dan di akhirat. Karena memang, keterbatasan waktu kita di dunia harusbisa kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tempat yang terbaikdi sisiNya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Tidak terbatas pada Time Management, tapi juga Life Management. Manajemen hidup sebagai muslim, yang berorientasikan Allah dan hari Akhir. Menjadikan perbuatan di dunia sebagai wasilah (sarana) menuju Allah. Ingat! Tujuan penciptaan kita adalahuntuk beribadah pada Allah. Meski begitu, dalam kesehariannya, kita juga tidak boleh melupakan kedudukan kita di dunia. Keduanya kita jadikan sarana untuk menambah perbendaharaan amal shalih. Konklusi: “Pesan Moral Ayat Ini” Pesan-pesan moral yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut adalah mengenai keterbatasan waktu yang kita miliki. Benar, waktu yang kita miliki tidaklah panjang, begitu pun denganmasa hidup kita. Lantas bagaimana kemudian kita menggunakannya dengan baik dan benar? Adalah dengan beramal shalih. Jikalau tidak? Maka pastilah kita akanmerugi. Inna l-insâna lafî khusrin. Sungguh seluruh manusia berada dalam kerugian. Seperti yang sudah termaktub dalam QS Al-‘Ashr. Dalam hal ini, Allah memberikan pengecualian kepada orang-orang dengan kriteria tertentu : 1) beriman 2) beramal shalih 3) saling menasihati dalam kebenaran 4) saling menasihati dalam kesabaran). Hal-hal itulah yang harus mendapatkan perhatian utama dalam hidup. Karena, banyak orang yang pada akhirnya lupa pada Allah karena terlena dengan gelimang dunia. Insyâ Allah, hal tersebut akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Kedua hal ini sangat dekat hubungannya, antara waktu dan pemanfaatannya, tujuan hidup kita, dan rintangan-rintangan dalam hidup, dengan mengambil sampel kajian QS al-Ashr.

الترجمة الإندونيسية جوجل العربية

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation