MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: naskah percakapan bahasa arab    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Arabic

Info

Naskah

مخطوط

Last Update: 2014-08-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Bahasa Mandarin

صينية مندرين

Last Update: 2014-08-14
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Daftar nama Allah dalam bahasa Ibrani

kana

Last Update: 2014-08-27
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

jadwal mata pelajaran kelas 4 madrasah diniyyah Al - Amin Jadwal Mata Pelajaran Kelas 4 Madrasah Al – Amin Sabtu Ahad Alquran Tajwid Akhlaq Alquran Isnain Selasa Tauhid Nahwu Alhadist Tarih Rabu Kamis Fiqih Bahasa Arab Sorof Imlaq

الكتابة العربية

Last Update: 2014-08-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Bahasa Sunda

اللغات السوندية

Last Update: 2014-08-05
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

google terjemahan indonesia arab Keadaan Masyarakat Arab Sebelum Islam Jazirah Arab atau semenanjung Arabia adalah daerah yang berbentuk memanjang dan tidak parallelogram. Di sebelah utara berbatasan dengan Palestina dan padang Syam, di sebelah timur berbatasan dengan Hira, Dijla (Tigris), Furat (Euphrates) dan Teluk Persia, di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia dan Teluk Aden, sedangkan di sebelah barat Laut Merah. Jadi, dari sebelah barat dan selatan daerah ini dikelilingi lautan, dari utara padang sahara dan dari timur padang sahara dan Teluk Persia. Secara umum, keadaan wilayah di Jazirah Arab adalah tandus, sehingga hal ini melindunginya dari penjajahan dan penyebaran agama. Wilayah yang dianggap cukup subur adalah daerah Yaman yang terletak di sebelah selatan. Jazirah Arab diapit oleh dua kekaisaran besar yang berada di sebelah utara, yaitu kekaisaran Persia yang beragama Majusi (penyembah api) dengan kitab sucinya Zend Avesta dan kekaisaran Romawi yang beragama Nasrani/kristen dengan kitab sucinya Injil. Kehidupan penduduk Arab pada masa itu rata-rata hidup nomaden (suka berpindah-pindah dan mengembara). Selain itu, kehidupan mereka dibentuk berdasarkan kabilah (suku). Kabilah ini dibentuk oleh kelompok-kelompok keluarga atas dasar pertalian darah (nasab), perkawinan dan sumpah setia. Setiap kabilah dipimpin oleh seorang Syaikh yang dipilih dari seorang anggota tertua melalui musyawarah. Secara garis besar, ada dua macam penduduk yang hidup di Arab ketika itu, yaitu: Penduduk kota, rata-rata pedagang dengan dua kota terkenalnya yaitu Mekkah dan Madinah. Penduduk desa (badui), rata-rata petani, peternak dan penggembala. Masa kehidupan masyarakat Arab sebelum Islam dinamakan masa Jahiliyah (masa kebodohan). Disebut Jahiliyah bukan karena tidak berilmu, tetapi karena penduduknya kebanyakan suka berbuat kejahatan, suka berperang, membunuh, melecehkan wanita, melakukan takhayul, menyembah berhala dan lain-lain. Perbuatan-perbuatan itu adalah contoh kebudayaan arab Jahiliyah yang buruk. Akan tetapi ada beberapa kebudayaan Arab jahiliyah yang baik, di antaranya di bidang kesusastraan (seni), di mana masyarakat Arab suka sekali membuat karya-karya syair (puisi) dan para penyair pada waktu itu dianggap orang yang mempunyai kedudukan tinggi. B. Misi Nabi Muhammad SAW Sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin 1. Kelahiran Nabi Muhammad Muhammad SAW dilahirkan di kota Mekkah (Hijaz) pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau bertepatan tanggal 20 April 571 Masehi. Beliau wafat pada hari senin tanggal 12 Rabi'ul Awwal tahun 11 H bertepatan dengan 8 Juni 632 M. Beliau merupakan keturunan suku Quraisy, suku bangsawan yang sangat berpengaruh di Arab. Ayahnya bernama Abdullah bin Abdul Muthalib yang wafat ketika beliau masih berada dalam kandungan ibunya, Siti Aminah. Sedangkan ibunya wafat ketika beliau berumur 6 tahun. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib selama dua tahun dan oleh pamannya, Abu Thalib. 2. Kerosulan Muhammad Pada usia 25 tahun, beliau menikah dengan Khadijah, seorang janda kaya yang berusia 40 tahun. Kemudian selang beberapa lama beliau mendapat gelar al-Amin (orang yang dapat dipercaya), gelar ini diberikan karena beliau berhasil mengatasi perselisihan para pemuka suku Quraisy dalam peletakkan Hajar Aswad (batu hitam yang suci) di dinding Ka’bah. Pada usia 40 tahun, beliau sering datang ke Gua Hira yang terletak di perbukitan Jabal Nur untuk bertahanuts atau melakukan pemusatan jiwa dan merenungi keadaan masyarakat arab yang masih Jahiliyah. Pada malam 17 Ramadhan tahun 610 M. ketika sedang bertahanuts, datanglah Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama, yaitu al-Quran Surat al-‘Alaq ayat 1-5: إقرأ باسم ربك الذي خلق {} خلق الإنسان من علق {} إقرأ وربك الأكرم {} الذي علم بالقلم {} علم الإنسان ما لم يعلم Artiya; ” Bacalah Atas Nama Tuhanmu Yang Telah Menjadikan Makhluk. Dia Telah Menjadikan Menusia Dari Segumpal Darah. Bacalah ! Tuhan Engkaualah Yang Amat Pemurah. Yang Mengajar Manusia Dengan Pena. Dia Mengajar Manusia Apa-apa Yang Belum Diketahui. ( Qs. Al-alaq; 1 – 5 ) Dengan turunya wahyu yang pertama manandakan bahwa Allah SWT telah mengangkat Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Nya. Setelah menerima wahyu yang pertama Nabi Muhammad SAW tidak langsung bergerak untuk berda’wah. Nabi Muhammad saw. dalam kondisi bingung, takut dan gemetar yang akhirnya ditenangkan oleh istri beliau yaitu Siti Khadijah. Kemudian setelah itu, turun wahyu yang kedua yaitu surat al-Mudatsir ayat 1 – 7. Dengan turunnya wahyu yang kedua ini maka beliau memulai dakwah dengan cara sembunyi-sembunyi Sasaran dakwahnya terbatas pada orang-orang dekat disekitar beliau . Yang mula-mula menerima dakwah beliau adalah Siti Khodijah( istrinya) Ali bin Abi Talib (anak pamannya),Abu Bakar (sahabat nya), dan Zaed bin Harisah (pembantunya). 3. Dakwah Pada Masa Awal Dakwah secara sembunyi-sembunyi. Dakwah ini dilakukan selama kurang lebih tiga tahun dan berhasil mengislamkan: 1.Khadijah (istri Nabi) 2. Abu Bakar (sahabat dekat Nabi) 3. Ali bin Abi Thalib (sepupu Nabi) 4. Zaid bin Haritsah (budak yang dipelihara Nabi), 5. Bilal bin Rabah (seorang budak kulit hitam) 6. Utsman bin Affan 7. Zubair bin Awwam 8. Sa'ad bi abi Waqash 9. Talhah bin Ubaidillah 10.Abdurrahman bin Auf 11.Arqam bin Abil Arqam dan lain-lain. (Orang-orang yang disebutkan di atas disebut Assabiqunal Awwalun (orang-orang yang pertama masuk Islam). Dakwah secara terang-terangan. Dakwah ini dilakukan selama sepuluh tahun setelah turun Al-Qur’an surat al-Hijr ayat: 94 (فاصدع بما تؤمر واعرض عن المشركين) Dengan semangat tinggi dan pantang mundur, langkah pertama yang dilakukan Nabi dalam berdakwah dengan cara terang-terangan adalah mengumpulkan warga kota Mekkah di bukit Shofa. Di antara orang-orang yang hadir adalah Abu Lahab, Abu Jahal, dan Umar bin Khattab. Setelah semua berkumpul, Nabi mulai berdakwah, tetapi Nabi malah dicemooh dan dilempari. Bahkan Abu Lahab mencaci-maki dan melempari beliau dengan batu. Akhirnya pertemuan itu berakhir dengan kekacauan. Meskipun demikian, dakwah dengan cara ini telah memberikan hasil dengan bertambahnya jumlah pemeluk Islam dari golongan lemah seperti wanita, budak, pekerja dan orang-orang miskin . 4. Hambatan-hambatan Dakwah Nabi Di Mekkah Banyaknya tokoh bangsawan kafir Quraisy yang menolak, menentang dan mengancam Nabi seperti Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sofyan. Penentangan ini dilakukan oleh mereka dengan alasan: 1.Nabi yang keturunan Bani Hasyim dianggap akan menundukkan dan menguasai otoritas politik dan ekonomi bangsa Arab yang saat itu dipegang oleh Bani Abdi Syam 2.Kekhawatiran akan hilangnya sistem kasta di kehidupan sosial masyarakat Arab. Dalam hal ini derajat dan kehormatan para bangsawan Arab Quraisy merasa terancam dalam hal kekuasaan, wibawa dan pengaruh di masyarakat. 3.Nabi akan menghilangkan tradisi yang sudah diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Adanya bujukan dari pamannya Abu Thalib (pelindung Nabi) agar menghentikan dakwah. Bujukan ini dilakukan pamannya karena ia didesak oleh para tokoh kafir Quraisy untuk menghentikan kegiatan Nabi dalam berdakwah. Namun demikian, bujukan ini tidak berhasil karena keteguhan Nabi dalam berdakwah. Banyaknya para pengikut Nabi yang disiksa karena masuk Islam, seperti Bilal bin Rabah, Zubair bin Awwam dan Abu Bakar, sehingga Nabi sempat memerintahkan beberapa sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia). Adanya pemboikotan kaum kafir Quraisy yaitu: 1)tidak mau berbicara dengan orang Islam, 2)tidak mau jual beli dengan orang Islam, 3)dan tidak mau menikah dengan orang Islam. Pemboikotan ini berjalan selama 3 ( tiga ) tahun lamanya, dan berhenti pemboikotan ini setelah papan pengumuman yang dipasang di Ka’bah habis dimakan rayap. Selain itu beberapa orang Quraisy juga mempunyai perasaan tidak tega melihat akibat pemboikotan tersebut. Contoh Penderitaan Yang Dialami Umat Islam (Sahabat Bilal) Ketika Mereka Menyatakan dan memepertahankan Keislaman sehingga mereka disiksa oleh orang-orang Kafir 5. Misi Dakwah Nabi Di Mekkah Misi dakwah Nabi selama berada di Mekkah, intinya, adalah mengajak masyarakat untuk menjadi rahmatan lil ‘alamin. Di antara misi dakwah tersebut adalah: 1.Mengajak masyarakat agar menyembah hanya kepada Allah SWT semata (tauhid) dan menyuruh mereka meninggalkan menyembah berhala. 2.Mengajarkan adanya hari kiamat, yang mana setiap manusia akan diminta pertanggungjawaban selama mereka hidup di dunia. 3.Mengajak masyarakat berbuat baik dan berakhlak terpuji dan melarang berbuat kejahatan dan kerusakan. 4.Mengajak masyarakat untuk menegakkan keadilan dan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. 6. Ibrah/Hikmah Dakwah Nabi Di Mekkah kepribadian Nabi yang mempunyai sifat sidik (selalu benar), amanah (dapat dipercaya), Tabligh (berani menyampaikan) dan fatonah (cerdas). Tidak pernah menyerah dalam berdakwah, walaupun banyak ancaman yang dihadapi Berani berkorban harta benda dan nyawa. Dalam berdakwah, selalu menggunakan siasat atau cara yang baik dan bertahap. Tahap pertama dengan sembunyi-sembunyi guna menyusun kekuatan dan tahap kedua dengan terang-terangan (terbuka). 7. Hal-hal Yang Perlu Diteladani Dari Perjuangan Dakwah Nabi Di Mekkah Menampilkan sikap terpuji sebagaimana yang telah dilakukan Nabi dengan sifat-sifatnya. Dalam melakukan segala sesuatu harus mempunyai perencanaan yang matang, sungguh-sungguh, tidak gampang menyerah dan selalu berdoa agar hasilnya dapat memuaskan Berani berkorban dan bertanggungjawab. Berdakwah secara terbuka pada saat kedudukan makin menguat Melukan hijrah untuk menyusun kekuatan Menyandarkan keberhasilan kepada Alloh sw

ترجمة جوجل الأندونيسية الانجليزية

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CONTOH PIDATO BAHASA ARABjudul hijrah السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ فَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ اَشْرَفِ اْلاَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ إِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ سَيِّدِ الْمُؤْمِنِيْنَ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهاَ الْخُطَبَاءُ الْكُرَمَاءُ ، وَياَإِخْوَانِىْ رَحِمَكُمُ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالىَ . اَوَّلاً هَياَّ نَشْكُرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لِاَنَّ بِعِناَيَتِهِ وَبِرَحْمَتِهِ نَسْتَطِيْعُ اْلآنَ اَنْ نَجْتَمِعَ فِى هذاَ الْمَكاَنِ الْمُبَارَكِ. وَلاَ اَنْسَى أَنْ اَشْكُرَ رَئِيْسَ الْجَلَسَةِ عَلَى الْفُرْصَةِ الْمَحْدُوْدَةِ الَّتِىْ اَعْطَانِيْهَا لاُلْقِيَ الْخُطْبَةَ فِى هذِهِ السَّاعَةِ. اَيُّهَا اْلاِخْوَة "كاَنَ فِى الْغُرْفَةِ اَلشَّابُّ ، هُوَ يَجْلِسُ فِى زَاويَةِ اْلغُرْفَةِ بِوَجِهٍ شَدِيْدِ كَدَارَةِ اللَّوْنِ، وَعِظَامُ جِسْمِهِ تَمْرُضُ ، وَبَدَنُهُ تَخْفُقُ ، وَذَوْبَةُ اَنْفِهِ تَخْرُجُ ، اَحْيَاناً يَدْحَكُ ، وَاَحْياَناً هُوَ يَبْكِى ، وَيَصِيْح ُوَيَصْرَحُ وَيَتَأَوَّهُ." أَيُّهَا اْلاِخْوَة ذلِكَ الشَّابُّ الَّذِىْ قَدْ وَقَعَ إِلىَ سَهْلِ الْمُخَدِّرَةِ وَاْلاَدْوِيَةِ اْلمُحَرَّمَةِ. يَدْحَكُ حِيْنَ يَجِدُ الْمُخَدِّرَةَ ويَبْئَسُ حِيْنَ لاَ يَجِدُهَا. أيها الاخوة، مِنَ التَّزْيِيْنِ اَنِفًا، أُرِيْدُ أَنْ اُلْقِىَ الْخُطْبَةَ بِالْمَوْضُوْعِ : "إِسْتِئْصَالُ الْمُخَدِّرَةِ وَاْلاَدْوِيَاتِ الْمُحَرَمَّةِ " كَمَا عَرَفْناَ جَمِيْعاً أَنَّ الشَّبَابَ يَقُوْمُوْنَ بِدَوْرٍ هَامٍّ فِى تَرْقِيَّةِ الشُّعُوْبِ وَتَقَدُّمِهِمْ. فَهُمْ اَمَلُ اْلاُمَّةِ الَّذِيْنَ سَيُجَاهِدُوْنَ لِمُسْتَقْبَلِ بَلَدِنَااْلبَاهِرِ . فَهُمْ اَيْضًا اَمَلُ ْالاِسْلاَمِ الَّذِيْنَ سَيُضَحُّوْنَ اَنْفُسَهُمْ لِتَطْبِيْقِ تَعَالِيْمِهِ فِى المُسْتَقْبَلِ كَمَا قَالَ النَِّبىُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ فِى يَدِ الشُّبَّانِ أَمْرَ اْلأُمَّةِ وَفِى اَقْدَامِهِمْ حَيَاتَهَا. وَبِهذَا كُنَّا نَعِىْ أَنَّ الشَّبَابَ سَوْفَ يَقُوْمُوْنَ بِدَوْرٍِ هَامٍّ فِى الْمُسْتَقْبَلِ . لَكِنْ لَلاَسَفِ كُناَّ نُشَاهِدُ كَثِيْرًا مِنْ اَصْحَابِناَ مِنَ الشَّباَبِ اْلآنَ، يَتَجَاوَزُوْنَ عَنْ اَحْكَامِ دِيْنِ اْلاِسْلاَمِ وَلاَيَهْتَمُّوْنَ بِالتَّرْبِيَّةِ وَالتَّعْلِيْمِ وَيَتَخَلَّقُوْنَ بِاْلاَخْلاَقِ السَّيِّئَةِ . كَمَا شَاهَدْناَ فِى التِّلْفَاذِ ، اَوْ سَمِعْناَ فِى الْمِذْياَعِ ، أَوْ قَرَأْناَ فِىالْجَرِيْدَةِ أَنَّ كَثِيْرًا مِنَ الشَّباَبِ الَّذِيْنَ يَشْرَبُوْنَ الْخَمْرَ وَيَأْكُلُوْنَ الْمُخَدِّرَةَ وَاْلاَفْيُوْنَ وَغَيْرَ ذلِكَ مِنَ اْلاَدْوِيَاتِ اْلمُحَرَّمَةِ . وَكَمَا سَمِعْتُ فِى SCTV أَنَّ حَوَالَىْ ثَلاَثَةَ مِلِيُوْن مِنْ اَصْحَابِناَ مِنْ شَباَبِنَا قَدْ سَقَطُوْا إِلَى سَهْلِ الْمُخَدِّرَةِ وَاْلاَدْوِيَاتِ الْمُحَرَّمَةِ. مَا شَا اللهُ تَبَارَكَ اللهُ. أَيُّهَا اْلاِخْوَة هذَا اْلآنَ ، وَلَكِنْ كَيْفَ فِى السَّنَةِ اْلآتِيَةِ؟ كَيْفَ فِى السَّنَوَاتِ الْقَادِمَةِ؟ كَمْ جُمْلَةُ الشَّبَابِ الَّذِيْنَ سَيَقَعُوْنَ إِلىَ سَهْلِ الْمُخَدِّرَةِ وَاْلاَدْوِيَاتِ الْمُحَرَّمَةِ. كُناَّ لاَ نَسْتَطِيْعُ أَنْ نَتَفَكَّرَ وَنَتَصَوَّرَ مَاذاَ سَوْفَ يَقَعُ فِى الْمُسْتَقْبَلِ ؟ وَكَيْفَ بَلْدَتُنَا هذِهِ فِى الْمُسْتَقْبَلِ ، إِذاَ كاَنَ جَمِيْعُ أَصْجَابِناَ يُخْدَعُوْنَ بِالْمُخَدِّرَةِ وَاْلاَدْوِيَات الْمُحَرَّمَةِ ؟ إِذَنْ ، كَيْفَ نُقْبِلُ إِلىَ هذِهِ الْمَسْئَلَةِ ؟ أَيْوَهْ ، أَيُّهَا اْلاِخْوَة. فِىْ هذِهِ فُرْصَةٍ سَعِيْدَةِ ، سَأُقَدِّمُ لَكُمْ ثَلاَثَةَ طُرُقٍ اَوْ اَحْوَالٍ لِتَوْجِيْهِ وَضَرْبِ هذِهِ الْمَسْئَلَةِ. اْلأَوَّلُ ، يَجُوْزُ إِلَيْناَ أَنْ نَغْرِسَ اْلاِيْمَانَ وَالتَّقْوَى ، خَاصَّةً ، لِكُلِّ اْلاُسْرَةِ. يَجِبُ عَلىَ كُلِّ اْلاُسْرَةِ وَعَلىَ كُلِّ الْوَالِدِ اَنْ يَغْرِسَ اْلاِيْمَانَ وَالتَّقْوَى عَلَى اَوْلاَدِهِ مُنْذُ

مراهقة

Last Update: 2014-09-20
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

BAB IV Al-Jinas didalam “قصيدة المناجات بأسماء الله الحسنى” karya Syaikh Abdul Qadir al-Jailani at-Tilany A. Struktur atau bentuk-bentuk jinas , dan Aspek-aspek keindahan atau gaya bahasa jinas pada “قصيدة المناجات بأسماء الله الحسنى” Para ahli ilmu badi’ mengemukakan, bahwa gaya bahasa jinas ini dapat meningkatkan keindahan uslub, serta mempercantik ritmenya. Namun yang perlu diketahui bahwa kelebihan tersebut baru akan terwujud apabila gaya bahasa jinas terjadi secara alami dan tidak dibuat-buat. Bila diamati lebih jauh mengenai dua lafadz yang serupa dalam pengucapan atau hampir serupa tersebut akan ditemukan beberapa kemungkinan struktur dalam jinas. 1) Struktur atau bentuk-bentuk uslub jinas pada “قصيدة المناجات بأسماء الله الحسنى”. 1. Berbeda pada hurufnya فَعَلَّمَنَا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ مُؤَبَّدٍ ¤ وَأَظْهَرَ فِيْنَا اْلحِلْمَ وَاْلعِلْمَ وَاْلوَلَا “Nabi mengajarkan kita dari semua kebaikan yang abadi, Dan Nabi memperlihatkan kepada kita kesabaran, ilmu dan persaudaraan”. Pada qasidah di atas Syaikh Abdul Qadir al-Jailany menggunakan dua lafadz yang hampir sama dalam pelafalanya, yaitu lafadz اْلحِلْمَ dan اْلعِلْم, bila dilihat dari segi empat hal; jumlah huruf, macam, syakal, serta tertibnya, maka perbedaannya hanya ada pada salah satu dari yang empat yaitu macam hurufnya. Lafadz yang pertama اْلحِلْمَ huruf pertamanya adalah huruf ح sedang lafadz yang kedua اْلعِلْم huruf pertamanya adalah ع. Kedua lafadz yang hampir sama pengucapannya tersebut mempunyai arti yang berbeda; lafadz اْلحِلْمَ berarti kesabaran, sedang lafadz اْلعِلْم berarti ilmu. عَلِيٌّ وَ قَدْ أَعْـلَى مَقَامَ حَبِيْبِهِ ¤ كَبِيْرٌ كَثِيْرُ اْلخَيْرِ وَاْلجُوْدِ مُجْزِلاَ “Wahai dzat yang maha tinggi sungguh telah meninggikan derajat kekasihnya Allah (nabi). Wahai yang maha besar, banyak kebaikannya, kemurahannya,, hai yang maha agung”. Bila dilihat dari segi empat hal; jumlah huruf, macam, syakal, serta tertibnya, maka perbedaannya hanya ada pada salah satu dari yang empat yaitu macam hurufnya. Lafadz yang pertama كَبِيْر huruf keduanya adalah huruf ب sedang lafadz yang kedua كَثِيْرُ huruf keduanya adalah ث. Kedua lafadz yang hampir sama pengucapannya tersebut mempunyai arti yang berbeda; lafadz كَبِيْر berarti maha besar, sedang lafadz كَثِيْرُ berarti banyak. وَيَا وَاجِدَ اْلأَنْوَارِ أَوْجِدْ مَسَرَّتِي ¤ وَيَا مَاجِدَ اْلأَنْوَارِ كُنْ لِي مُعَـوِّلاَ Bila dilihat dari segi empat hal; jumlah huruf, macam, syakal, serta tertibnya, maka perbedaannya hanya ada pada salah satu dari yang empat yaitu macam hurufnya. Lafadz yang pertama وَاجِدَ huruf pertamanya adalah huruf و sedang lafadz yang kedua مَاجِدَ huruf pertamanya adalah م. Kedua lafadz yang hampir sama pengucapannya tersebut mempunyai arti yang berbeda; lafadz وَاجِدَ berarti yang maha mengadakan, sedang lafadz مَاجِدَ berarti yang maha mempunyai kemuliaan. وَقَدِّمْ لِسِرِّي يَا مُقَدِّمُ عَافِنِي ¤ مِنَ الضُّرِّ فَضْلاً يَا مُؤَخِّرُ ذَا اْلعُلاَ Bila dilihat dari segi empat hal; jumlah huruf, macam, syakal, serta tertibnya, maka perbedaannya hanya ada pada salah satu dari yang empat yaitu macam hurufnya. Lafadz yang pertama وَقَدِّمْ huruf pertamanya adalah huruf و sedang lafadz yang kedua مُقَدِّمُ huruf pertamanya adalah م. Kedua lafadz yang hampir sama pengucapannya tersebut mempunyai arti yang berbeda; lafadz وَقَدِّمْ berarti mendahului, sedang lafadz مُقَدِّمُ berarti maha mendahulukan. وَأَسْبِقْ لَنَا اْلخَيْرَاتِ أَوَّلُ أَوَّلاَ ¤ وَيَا آخِرُ اِخْتِمْ لِي أَمُوْتُ مُهَلِّلاَ Dua lafadz yang serupa dalam pelafalannya adalah lafadz أَوَّلُ dan أَوَّلاَ keduanya dibedakan oleh jumlah hurufnya. Lafadz yang pertama terdiri dari tiga huruf, sedang yang kedua terdiri dari empat huruf, dengan perbedaan huruf (hamzah) pada akhir katanya. Kata أَوَّلُ berarti yang maha pertama sedang kata أَوَّلاَ berarti permulaan. عَلِيٌّ وَ قَدْ أَعْـلَى مَقَامَ حَبِيْبِهِ ¤ كَبِيْرٌ كَثِيْرُ اْلخَيْرِ وَاْلجُوْدِ مُجْزِلاَ Dua lafadz yang serupa dalam pelafalannya adalah lafadz عَلِيٌّ dan أَعْـلَى. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada jumlah hurufnya, Lafadz yang pertama terdiri dari tiga huruf, sedang yang kedua terdiri dari empat huruf, dengan perbedaan huruf (hamzah) pada awal katanya. Lafadz عَلِيٌّ berarti maha tinggi sedang lafadz أَعْـلَى berarti tinggikanlah. 2. Berbeda pada syakalnya فَأَلْبِسْ لَنَا يَا ذَا اْلجَلاَلِ جَلاَلَةً ¤ فَجُوْدُكَ وَالِإكْرَامُ مَا زَال مُهْطِلاَ Terdapat dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan; جَلاَلِ dan جَلاَلَ. Keduanya dibedakan pada syakalnya, sedang dilihat dari artinya keduanya berbeda; جَلاَلِ berarti maha kebesaran dan جَلاَلَ bersikap sombong. 3. Berbeda pada jumlah hurufnya. وَيَا ظَاهِرُ أَظْهِرْ لِي مَعَارِفَكَ الَّتِي ¤ بِبَاطِنِ غَـيْبِ اْلغَيْبِ يَا بَاطِنًا وَلاَ Dua lafadz yang serupa dalam pelafalannya adalah lafadz ببَاطِنًا dan بَاطِنًا keduanya dibedakan oleh jumlah hurufnya. Lafadz yang pertama terdiri dari enam huruf, sedang yang kedua terdiri dari lima huruf, dengan perbedaan huruf (ب) pada awal katanya. Kata بِبَاطِنًا berarti yang samar sedang kata بَاطِنًا berarti tersembunyi. 4. Berbeda pada susunannya وَيَا قَابِضُ اقْبِضْ قَلْبَ كُلِّ مُعَانِدٍ ¤ وَيَا بَاسِطُ ابْسُطْنِي بِأَسْرَارِكَ اْلعُلاَ Ada empat lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz قَابِضُ dan اقْبِضْ, بَاسِطُ dan ابْسُطْنِي. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz قَابِضُ berarti maha mencabut sedang lafadz اقْبِضْ berarti cabutlah serta lafadz بَاسِطُ berarti maha meluaskan dan ابْسُطْنِي berarti luaskanlah aku. وَيَا خَافِضُ اخْفِضْ قَدْرَ كُلِّ مُنَافِقٍ ¤ وَيَا رَافِعُ ارْفَعْنِي بِرَوْحِكَ أَسْئِلاَ Ada empat lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz خَافِضُ dan اخْفِضْ, رَافِعُ dan ارْفَعْنِي. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz خَافِضُ berarti maha menjatuhkan sedang lafadz اخْفِضْ berarti jatuhkanlah serta lafadz رَافِعُ berarti maha mengangkat dan ارْفَعْنِي.berarti angkatlah aku. فَحُكْمُكَ حَسْبِي يَا حَسِيْبُ تَوَلَّنِي ¤ وَأَنْتَ جَلِيْلٌ كُنْ لِغَمِّي مُنَكِّلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz حَسْبِي dan حَسِيْبُ. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz حَسْبِي berarti hisablah aku, sedang lafadz حَسِيْبُ berarti maha menghisab. وَيَا بَرُّ يَارَبَّ اْلبَرَايَا وَمُوْهِبَ ¤ اْلعَطَايَا وَ يَا تَوَّابُ تُبْ وَ تَقَبَّلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz بَرُّ dan رَبَّ. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz بَرُّ berarti maha dermawan, sedang lafadz رَبَّ berarti tuhan. وَيَا مُقْسِطُ ثَبِّتْ عَـلَى اْلحَقِّ مُهْجَتِي ¤ وَيَا جَامِعُ اجْمَعْ لِي اْلكَمَالاَتِ فِي اْلمَلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz جَامِعُ dan اجْمَعْ. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz جَامِعُ berarti maha mengumpulkan, sedang lafadz اجْمَعْ kumpulkanlah. وَيَا مَانِعُ امْنِعْنِي مِنَ الذَّنْبِ فَاشْفِنِي ¤ عَـنِ السُّوْءِ مِمَّا قَدْ جَنَيْتُ تَعَمُّلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz مَانِعُ dan امْنِعْنِي. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz مَانِعُ berarti maha melarang, sedang lafadz امْنِعْنِي berarti cegahlah aku. وَيَا ضَارُّ كُنْ لِلْحَاسِدِيْنَ مُوَبِّخًا ¤ وَيَا نَافِعُ انْفَعْنِي بِرُوْحِ مُحَصِّلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz نَافِعُ dan انْفَعْنِي. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz نَافِعُ berarti maha pemberi kemanfaatan, sedang lafadz انْفَعْنِي berarti manfaatkan aku. وَيَا وَاجِدَ اْلأَنْوَارِ أَوْجِدْ مَسَرَّتِي ¤ وَيَا مَاجِدَ اْلأَنْوَارِ كُنْ لِي مُعَـوِّلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz وَاجِدَ dan أَوْجِدْ. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz وَاجِدَ berarti maha mengadakan sedang lafadz أَوْجِدْ berarti ada-lah. وَيَا وَالٍ أَوْلِ أَمْرَنَا كُلَّ نَاصِحٍ ¤ وَيَا مُتَعَالٍ أَرْشِدْ وَأَصْلِحْ لَهُ اْلوَلاَ ada dua lafadz yang hampir sama dalam pengucapan, yaitu lafadz وَالٍ dan أَوْلِ. Kedua lafadz tersebut dibedakan pada tertib huruf-hurufnya, bila dilihat dari aspek arti keduanya berbeda; lafadz وَالٍ berarti maha menguasai sedang lafadz أَوْلِ berarti kuasailah. 2) Aspek-aspek keindahan atau gaya bahasa jinas pada “قصيدة المناجات بأسماء الله الحسنى” 1. Gaya bahasa al-Jinas Al-Jinas dalam ilmu badi’ menurut Majdi Wahbah ialah kesesuaian dua lafadz dalam pengucapan sedang artinya berbeda . Jinas ada dua macam; pertama Jinas Tam, yaitu apabila dua lafa

الترجمة من العربية إلى الإندونيسية

Last Update: 2014-09-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Senin, 28 Juli 2014 Senin, 28 Juli 2014 Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w

الخطاب العربي على الفساد

Last Update: 2014-09-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Senin, 28 Juli 2014 Ceramah "Pentingnya Mempelajari Bahasa Arab" Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat. Amma Ba’du Saudara- Saudara yang dirahmati Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya)” (QS Az Zukhruf: 3) Telah kita ketahui bahwa Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin. Bahasa ini sudah mennjadi bahasa kaum muslimin sejak kemunculan Islam hingga akhir zaman. Sebagai bahasa al-Qur’an, bahasa Arab menjadi bahasa yang sangat penting di dunia ini, bukan hanya bahasa Arab semata. Dari pemaparan tentang keutamaan al-Qur’an di atas, sudah sepantasnya kita sebagai kaum muslimin mempelajari bahasa Arab. Dengan mempelajari bahasa Arab diharapkan seorang muslim dapat memahami kandungan kitab sucinya dan lebih mencintainya. Lebih dari itu, diharapkan seorang muslim mendapatkan istiqamah dan teguh di atas agamanya. Tidakkah kita berpikir dari sekian banyak bahasa yang terdapat di muka bumi mengapa Allah memilih bahasa arab sebagai bahasa kitab suci kita?. Ibnu katsir menafsirkan : “Yang demikian itu, dikarenakan bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan makna lebih mengena jiwa manusia [Tafsir Ibnu Katsir]. Sungguh mulianya bahasa arab sampai-sampai 2 sumber hukum islam yang paling utama yaitu Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) menggunakan bahasa arab bukan yang lainnya. Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Mengingat posisi bahasa Arab yang begitu sangat penting, maka setiap muslim wajib mempelajarinya. Kira didorong untuk mempelajari bahasa Arab agar mampu memahasi ajaran-ajaran Islam dengan baik, karena sumber pengajaran Islam berasal dari bahasa ini. Seorang muslim tidak akan mampu memahami hakikat ajaran agamanya dan mengetahui makna yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Ash-Sunnah kecuali dengan bahasa Arab. Seorang muslim jika sudah meninggalkan bahasa Arab berarti sudah meninggalkan bahasa Agamanya. Karena itu, Ghalad Satun, seorang politisi Inggris yang hidup pada tahun 1980 berpesan kepada bangsanya: “Bangsa Inggris tidak mungkin mewujudkan cita-citanyadalam menguasai bangsa Arab dan kaum muslimin kecuali jika kekuatan Kitab suci ini (tangannya sambil mengeluarkan Al-Qur’an dari laci mejanya) dicabut dari jiwa mereka. keluarkan rahasia Kitab suci ini yang menjadi ruh mereka dari jantung kaum muslimin. Jika kalian berhasil melaksanakan tugas suci ini, maka dengan mudah kalian akan mampumenghancurkan semua benteng kaum muslimin” Saudara- Saudara yang dirahmati Allah.SWT. Orang yang mempelajari suatu bahasa tertentu pasti akan banyak membaca buku-buku berbahasa yang dipelajari. orang yang belajar bahasa arab. begitupula seseorang yang belajar bahasa arab tentu dia akan senang dan bersemangat membaca kitab-kitab para ulama, membaca hadits, membaca Al Qur’an, mentadaburi Al Qur’an dan hadits dan sebagainya. Dengan melihat apa yang mereka baca tersebut tentu akan berpengaruh pada fikiran, pola fikir, akhlak, cara berpikir, agama, kebiasaan dan sebagainya. Sebagai seorang muslim, mempelajari Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) hukumnya wajib. Bagaimana seorang muslim dapat memahami Al Qur’an dan As Sunnah dengan baik jika dia tidak memahami bahasa arab dengan baik. Jika seseorang ada tekad yang kuat dalam belajar bahasa arab dan mendalami agama ini maka bersyukurlah karena ini tanda-tanda kebaikan dalam diri kita. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka dia akan dimudahkan untuk memahami agama ini.” (HR. Bukhori Muslim). Karena itu, Pelajarilah bahasa Arab dan ajarkanlan kepada keluarga dan keturunan kita, semoga kita menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah SWT. Akhir kata, wabillahi taufiq w

الخطاب العربي على الفساد

Last Update: 2014-09-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Tafsir al-Quran Surat Al-Hasyr, 59: 18 Teks Ayat: يَا أَيُّهَاالَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖوَاتَّقُوااللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ Terjemah: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memerhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Tafsir Mufradat: وَلْتَنظُرْ: Hendaklah setiap orang memiliki berkesediaan untuk melakukan evaluasi diri, agar dirinya tahu tentang jati dirinya sendiri. قَدَّمَتْ: Apa yang telah berlalu di masa lampau. Yaitu: “perbuatan apa pun yang pernah dilakukannya”. لِغَدٍ : Untuk kepentingan masa depannya. Baik dalam pengertian duniawi maupun ukhrawi. Penjelasan: Dalam mengupas ayat ini, penulis berpedoman kepada tiga kitab tafsir terkemuka, yakni kitab Tafsîrat-Thabariy, Tafsîr Ibnu Katsîr dan Tafsîr al-Qurthubiy. Ayat ini – secara eksplisit — menyebutkan perintah “bertaqwa” kepada Allah (ittaqûLlâha). Disebutkan dalam Tafsîr ibnu Katsîr bahwa taqwa sendiri diaplikasikan dalam dua hal, menepati aturan Allah dan menjauhkan diri dari laranganNya.Jadi, tidak bisa kita mengatakan “saya telah menegakkan shalat”, setelah itu berbuat maksiat kembali. Karena makna taqwa sendiri saling bersinergi, tidak dapat dipisahkan. Bandingkan dengan penjelasan al-Qurthubiy dalam kitab tafsirnya Al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qurân, yang menyatakan bahwa perintah taqwa (pada rangkaian ayat ini) bermakna: “Bertaqwalah pada semua perintah dan larangannya, dengan cara melaksanakan farâidh-Nya (kewajiban-kewajiban) yang dibebankan oleh Allah kepada diri kita — sebagai orang yang beriman — dan menjauhi ma’âshî-Nya(larangan-larangan) Allah, yang secara keseluruhan harus kita tinggalkan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Mengenai pertanyaan: “Apakah kita – selamanya — harus bertaqwa kepada Allah?” Jawabnya: “Tentu saja; dharûriyyan (bahasa Arab), absolutely (bahasa Inggris), tidak boleh tidak!”. Karena kita adalah orang-orang yang beriman, yang memiliki komitmen untuk bertaqwa kepada Allah. Perintah bertaqwa dalam hal ini ditujukan bagi orang-orang yang beriman(Yâ ayyuhâ l-ladzîna âmanû). Sedangkan orang yang belum beriman haruslah beriman terlebih dahulu, untuk kemudian bertaqwa. Penggalan ayat selanjutnya memunyai makna yang mendalam. Waltanzhur nafsun mâ qaddamatl ighadin. Dan hendaklah seseorang melihat apa yang telah ia perbuat (di masa lalu) untuk hari esok. Dalam Tafsîr at-Thabariy dijabarkan: “Dan hendaklah seseorang melihat apa yang telah diperbuatnya untuk hari Kiamat. Apakah kebajikan yang akan menyelamatkannya, atau kejahatan yang akanmenjerumuskannya? Kata-kata ‘ghad’ sendiri dalam bahasa Arab berarti “besok”. Beberapa mufassir (pakar tafsir) menyatakan dalam beberapa riwayat: Allah “senantiasa mendekatkan hari kiamat hingga menjadikannya seakan terjadi besok, dan ‘besok’ adalah hari kiamat”. Ada juga yang mengartikan ‘ghad’ sesuai dengan makna aslinya, yakni besok. Hal inibisa diartikan juga bahwa kita diperintahkan untuk selalu melakukan introspeksi dan perbaikan guna mencapai masa depan yang lebih baik. Melihat masa lalu,yakni untuk dijadikan pelajaran bagi masa depan. Atau juga menjadikan pelajaran masa lalu sebuah investasi besar untuk masa depan. Dalam kitab Tafsîribnu Katsîr, ayat ini disamakan dengan perkataan hâsibû anfusakum qablaan tuhâsabû. Hisablah (introspeksi) diri kalian sebelum nanti kalian dihisab (di hari akhir). (WattaqûLlâh) Dan bertaqwalah kepada Allah. Kalimat kedua (wattaqûLlâh) sama dengan pernyataan Allah dalam kalimat pertama ayat ini. Perintah bertaqwa disebutkan dua kali sebagai sebuah bentuk penekanan. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya ketaqwaan kita kepada Allah. Bahkan, perintah bertaqwa juga disebutkan oleh para khatib – secara eksplisit– pada setiap khutbah Jum’at. Al-Qurthubiy menjelaskan bahwa kalimat wattaqûLlâh pada rangkaian yang kedua (dalam ayat ini) memberikan pengertian: “Seandainya rangkaian kalimat pertama (wattaqûLlâh) bisa dipahami sebagai perintah untuk bertaubat terhadap apa pun perbuatan dosa yang pernah kita lakukan, maka pengulangan kalimat wattaqûLlâh pada ayat ini (untuk yang kedua kalinya) memberikan pengertian agar kita berhati-hati terhadap kemungkinan perbuatan maksiat yang bisa terjadi di kemudian hari setelah kita bertaubat, karena setan tidak akan pernah berhenti menggoda diri kita”. InnaLâha khabîrun bimâta’malûn (sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan), memberikan pengertian bahwa baik dan buruknya perbuatan kita tidak akan pernah lepas dari pengawasan Sang Khaliq (Allah), kapan pun dan di mana pun. Secara tidaklangsung, ayat ini telah mengajarkan kepada kita suatu hal yang sangat mendasardari Time Management dalam cakupan waktu yang lebih luas. Jika biasanyahanya mencakup kemarin, besok, dan sekarang, dalam ayat ini dibahas waktu didunia dan di akhirat. Karena memang, keterbatasan waktu kita di dunia harusbisa kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendapatkan tempat yang terbaikdi sisiNya. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Tidak terbatas pada Time Management, tapi juga Life Management. Manajemen hidup sebagai muslim, yang berorientasikan Allah dan hari Akhir. Menjadikan perbuatan di dunia sebagai wasilah (sarana) menuju Allah. Ingat! Tujuan penciptaan kita adalahuntuk beribadah pada Allah. Meski begitu, dalam kesehariannya, kita juga tidak boleh melupakan kedudukan kita di dunia. Keduanya kita jadikan sarana untuk menambah perbendaharaan amal shalih. Konklusi: “Pesan Moral Ayat Ini” Pesan-pesan moral yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut adalah mengenai keterbatasan waktu yang kita miliki. Benar, waktu yang kita miliki tidaklah panjang, begitu pun denganmasa hidup kita. Lantas bagaimana kemudian kita menggunakannya dengan baik dan benar? Adalah dengan beramal shalih. Jikalau tidak? Maka pastilah kita akanmerugi. Inna l-insâna lafî khusrin. Sungguh seluruh manusia berada dalam kerugian. Seperti yang sudah termaktub dalam QS Al-‘Ashr. Dalam hal ini, Allah memberikan pengecualian kepada orang-orang dengan kriteria tertentu : 1) beriman 2) beramal shalih 3) saling menasihati dalam kebenaran 4) saling menasihati dalam kesabaran). Hal-hal itulah yang harus mendapatkan perhatian utama dalam hidup. Karena, banyak orang yang pada akhirnya lupa pada Allah karena terlena dengan gelimang dunia. Insyâ Allah, hal tersebut akan kita bahas pada tulisan selanjutnya. Kedua hal ini sangat dekat hubungannya, antara waktu dan pemanfaatannya, tujuan hidup kita, dan rintangan-rintangan dalam hidup, dengan mengambil sampel kajian QS al-Ashr.

الترجمة الإندونيسية جوجل العربية

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada hari selasa saat pelajaran bahasa arab di sekolah fauzan dimulai gurunya menjelaskan bahwa ia dan teman temannya akan diberikan tugas rumah oleh gurunya dengan soal yang sudah disiapkan. Sesampainya di rumah saat fauzan ingin mengerjakan tugas rumah tersebut, ia mendapati beberapa soal yang tidak fauzan mengerti akhirnya ia pergi ke toko buku di dekat rumahnya. Sesampainya di toko buku ia menemukan kamus bahasa arab lengkap dan ia pun membeli kamus tersebut. Seusai membayar di kasir ia pun langsung pulang dan mengerjakan pr yang akan dikumpulkan besok , dengan bantuan kamus yang dibeli tadi dan akhirnya PR bahasa arabnya pun selesai dengan cepat. Besoknya , saat PR itu dikumpulkan dan setelah dikoreksi oleh guru bahasa arabnya ternyata fauzan berhasil mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya yaitu seratus dengan bantuan kamus bahasa arab lengkap yang ia beli kemarin .

الترجمة من العربية إلى الإندونيسية

Last Update: 2014-03-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun)[1] lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan b

الترجمة من العربية إلى الإندونيسية

Last Update: 2014-03-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

SINOPSIS Suatu kali di mekkah, ketika Harun Ar Rasyid memulai mengelilingi ka’bah, pada saat itu ada Arab Badui mendahului Harun Ar Rasyid, pada saat itu juga ketika khalifah mau mencium batu hitam dan shalat di depannya pada saat itu juga Arab Badui itu mendahului lagi khalifah mulai marah dan terjadi dialog antara Arab Badui dengan khalifah ketika itu Arab Badui menyuruh Harun Ar Rasyid duduk bersila dengan tumit dan lutut menyentuh lantai kemudian menyuruh Harun Ar Rasyid bertanya apa yang ia mau tanyakan, Harun Ar Rasyid pun merasa terhibur dengan jawban itu dan berkata: aku bertanya kepadamu mengenai kewajiban mu, dan engkau memberi ku sebuah penjelasan setelah itu lelaki itu tetap khidmat “ wahai Harun ! jika agama tidak melibatkan penjelasan, tuhan tidak akan memanggil menusia untuk memberi penjelasan dan pertanggung jawaban pada hari penghakiman Harun sangat terkesan dengan penjelasan sehingga kemarahannya mereda dan Harun menawari lelaki itu 10 dirham. Tapi lelaki itu menolak dengan sedikit berbincang lelaki itu lalu pergi meninggalkan Harun, dan belakangan Harun mengetahui bahwa lelaki itu adalah seorang syekh Badui dan keturunan langsung dengan Nabi.

الترجمة من العربية إلى الإندونيسية

Last Update: 2014-03-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Percakapan dokter THT dan pasien Percakapan dokter THT dan pasien Posted on March 27, 2013 | belum ada komentar DokterSehat.com – Pada suatu hari ada seorang pasien yang mengeluh kesakitan akibat telinganya kemasukan kacang hijau. Inilah percakapan antara pasien dan dokter di suatu rumah sakit. Pasien : “Dok, telinga saya kemasukan kacang hijau.” Dokter : “Coba saya periksa dulu.” Sesaat kemudian dokter memeriksa telinga pasien yang kemasukan kacang hijau. Tapi, ternyata kacang hijaunya sulit diambil. Dokter : “Wah, kacang hijaunya susah diambil sepertinya telinga Anda harus dioperasi.” Pasien : “Berapa biayanya, Dok?” Dokter : “2 juta!” Pasien : “Mahal amat! Ada cara lain yang lebih murah atau gratis gak, Dok?” Dokter : “Ada, mau yang gratis?” Pasien : “Mau, Gimana, Dok?” Dokter : “Tapi, cara ini membutuhkan kesabaran ekstra.” Pasien : “Yang penting kacang hijaunya bisa keluar dari kuping. Caranya gimana, Dok?” Dokter : “Sirami telinga Anda sehari 2 kali.. Jika kacang hijaunya sudah jadi TOGE silahkan tarik keluar…..”

ترجمة من العربية إلى الإندونيسية

Last Update: 2014-02-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kata TUHAN kepada Musa, "Panggillah Yosua, anak Nun. Ia seorang yang cakap. Letakkan tanganmu ke atas kepalanya
Numbers 27.18

kontolفقال الرب لموسى خذ يشوع بن نون رجلا فيه روح وضع يدك عليه
Numbers 27.18

Last Update: 2014-02-21
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Malaikat itu berkata juga, "Air yang engkau lihat itu, tempat pelacur itu duduk, ialah bangsa-bangsa, rakyat-rakyat, negara-negara dan bahasa-bahasa
Revelation 17.15

ثم قال لي المياه التي رأيت حيث الزانية جالسة هي شعوب وجموع وامم وألسنة.
Revelation 17.15

Last Update: 2014-01-26
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Kemudian saya diperintahkan, "Sebarkanlah sekali lagi berita Allah tentang bangsa-bangsa, negara-negara, bahasa-bahasa, dan raja-raja.
Revelation 10.11

فقال لي يجب انك تتنبأ ايضا على شعوب وامم وألسنة وملوك كثيرين
Revelation 10.11

Last Update: 2014-01-23
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Warning: Contains invisible HTML formatting

Juga pada zaman pemerintahan Artahsasta, kaisar Persia, kejadian itu berulang: Bislam, Mitredat, Tabeel dan rekan-rekan mereka menulis surat kepada raja. Surat itu ditulis dalam bahasa Aram, dan harus diterjemahkan ketika dibacakan
Ezra 4.7

وفي ايام ارتحششتا كتب بشلام ومثرداث وطبئيل وسائر رفقائهم الى ارتحششتا ملك فارس. وكتابة الرسالة مكتوبة بالارامية ومترجمة بالارامية.
Ezra 4.7

Last Update: 2013-09-14
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Sambil berjalan, mereka berdua terus bercakap-cakap. Tiba-tiba sebuah kereta berapi yang ditarik oleh kuda berapi datang memisahkan mereka berdua lalu Elia diangkat ke surga oleh angin puyuh
2 Kings 2.11

tempekوفيما هما يسيران ويتكلمان اذا مركبة من نار وخيل من نار ففصلت بينهما فصعد ايليا في العاصفة الى السماء.
2 Kings 2.11

Last Update: 2013-05-01
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Add a translation