MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: ciri-ciri gajah    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Gajah

Kematian

Last Update: 2014-09-29
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Gajah Mada

Gajah Mada

Last Update: 2014-09-28
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Ciri Ciri Idung

traits artist claudia cintia bella

Last Update: 2014-09-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Gajah di pelopak mata tidak terlihat namun semut di seberang lautan terlihat jelas

Although the goodness of the lowly born, remains a goodness / righteousness. Like the chicken eggs that come out of the anus chicken, eaten human remains.

Last Update: 2014-08-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Buttu Kabobong adalah nama sebuah gunung unik yang terletak di Kabupaten Enrekang. Tepatnya di poros jalan dari arah Rappang, Kabupaten Sidrap. Dikatakan unik karena bentuk gunung ini menyerupai alat reproduksi wanita dan dipastikan hanya satu-satunya di dunia. Selain unik dan penuh daya tarik, gunung ini juga ternyata punya legenda yang secara turun temurun menyisakan berbagai versi, namun pada prinsipnya mengandung makna yang sama, yakni pesan moral dari para leluhur setempat tentang pantangan keras untuk melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Kisah di bawah ini adalah salah satu versi yang dihimpun dari berbagai sumber sebagaimana berikut : Pada zaman dahulu kala, di kaki Gunung Bambapuang terdapat suatu kerajaan tua yang bernama Kerajaan Tindalaun. Sementara di dalam kerajaan itu sendiri terdapat sebuah perkampungan kecil yang juga dinamai Tindalun. Konon pada suatu ketika, datanglah seorang yang disebut To Mellaorilangi’ (orang yang turun dair langit) atau yang dalam istilah lainnya disebut To Manurung di Kampung Tindalun yang terletak di sebelah selatan Gunung Bambapuang tersebut. To Manurung ini juga menurut riwayatnya konon datang dari Tangsa, yaitu sebuah daerah di Kabupaten Tana Toraja. Mulanya, di Tangsa ada seorang ibu muda cantik bernama Masoang yang mempunai lima orang anak. Entah karena apa, kelima anak Masoang itu terbagi-bagi. Yakni dua orang ke Tana Toraja Barat, dua lainnya tinggal di Tangsa, kemudian yang satu orang lagi dianggap menghilang karena kepergiaannya tidak diketahui. Beberapa hari kemudian tak jauh dari sebuah perkampungan, pada suatu malam, masyarakat Tindalun melihat ada seonggok api yang menyala seolah tak ada padamnya. Karena didorong rasa keingitahuan, masyarakat lalu mencoba mendekati sumber nyala api tersebut. Dan ternyata, tak jauh dari situ ada anak laki-laki yang rupawan, ganteng serta kulitnya putih bersih. Bahkan menurut penilaian masyarakat Tindalun ketika itu, selain ganteng , anak itu juga memiliki ciri sebagia anak To Malabbi’. Karenanya, si anak yang tidak diketahui asal usulnya itu lalu diambil dan dibawa ke Kampung Tindalun. Boleh jadi anak inilah yang disebut sebagai To Manurung. Ringkas cerita, ketika si anak lelaki tersebut menginjak dewasa, ia lalu dikawinkan dengan salah seorang putri raja Kerajaan Tindalun yang sangat cantik. Di mana setelah pesta perkawinan yang semarak dan yang dilaksanakn secara adat istiadat setempat itu, masyarakat pun secara spontan lalu membuatkan sebuah istana baru bagi pasangan ini. Karena menganggap perkawinan itu adalah penyatuan dari anak seorang raja dengan To Mellaorilangi’ atau To Manurung. Selanjutnya dari perkawinan itu, lahirlah putra mereka yang diberi nama Kalando Palapana, kemudian dinobatkan sebagai Raja Tindalun. Dia memerintah beberapa perkampuangan di situ. Seperti diketahui, Tindalun ini merupakan wilayah yang ketika itu amat kaya dengan sumber daya alamnya. Setiap musim panen, masyarakat sangat bersuka ria karena hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. Itu sebabnya kehidupan masyarakat Tindalun rata-rata makmur dan sejahtera. Cuma sayangnya, kondisi inilah yang membuat mereka lantas lupa diri. Suasana hura-hura nyaris tak terlewatkan setiap saat. Bukan hanya itu, konon karena kekayaan yang dimiliki, perangai masyarakatpun banyak yang mulai berubah. Tatanan perilaku yang selama ini sangat menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat leluhur, mulai bergeser. Kehidupan pergaulan bebas pun kabarnya sempat mewarnai hari-hari mereka. Dengan kata lain, perubahan strata ekonomi yang begitu pesat ketika itu, menjadikan masyarakat Tindalun seolah lupa dengan jati dirinya. Lalu bagaimana dengan Raja Kalando Palapana atas kejadian itu?, tentu saja sangat gusar. Raja muda ini kemudian memanggil para tetua adat untuk dimintai pertanggung jawabannya, sekaligus memerintahkan agar segera mengatasinya. Raja sangat kuatir jika perbuatan menyimpang yang dilakukan masyarakatnya itu dibiarkan, maka akan mendapat azab dari Tuhan Sang Pencipta Alam. Memang menurut kisahnya, para tetua adat tersebut telah melaksanakan titah sang raja untuk menghentikan perilaku menyimpang masyarakat itu. Namun jangankan berhenti, malah sebaliknya perbuatan masyarakat itu semakin menjadi-jadi. Hubungan intim di luar nikah seakan menjadi hal yang rutin tanpa bisa dicegah. Larangan berdasarkan agama dan adat istiadat, bagai tak digubris, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sebelah timur ibukota kerajaan. Karena sulit dicegah, maka suatu hari Raja Tindalun mengundang para pejabat kerajaan dan tetua adat untuk melakukan pembahasan secara khusus. Di mana kesimpulan dari hasil pembahasan yang digelar di atas bukti sekitar. Tindalun itu, antara lain menyebutkan akan memberi sanksi dan hukuman seberat-beratnya bagi siapa saja tanpa kecuali yang kedapatan melakukan hubungan suami istri diluar nikah. Namun apa lacur?, lagi-lagi masyarakat tidak peduli. Hubungan bebaspun bukan hanya pada malam hari dilakukan, tapi disiang bolong pun perbuatan itu dilakukan. Ibaratnya, masyarakat seperti sudah kehilangan akhlak dan moralnya. Celakanya lagi, penyakit masyarakat ini bahkan sempat mewabah di kalangan kerabat kerajaan menyusul terlibatnya salah seorang anak raja Tindalun. Kabarnya, pasangan selingkuh anak raja Tindalun dimaksud adalah anak gadis dari salah seorang tetua adat setempat. Yang akhirnya, pada malam kejadian itu, ketika kedua anak manusia ini sedang hanyut dalam kenikmatan hubungan intim di luar nikah, sekonyong-konyong datang bencana yang memporakporandakan wilayah kerajaan Tindalun. Rupanya Tuhan telah menunjukkan murkanya. Mereka yang selama ini tak mau lagi mendengar titah rajanya, dan gemar melakukan hubungan intim di luar nikah, semua dilaknat menjadi bukit-bukit. Di antaranya ada yang menyerupai kelamin wanita. Gunung yang menghadap ke barat dan terletak di sebelah timur Gunung Bambapuang inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan Buttu Kabobong. Sedangkan pada sebelah barat Buttu Kabobong, terdapat pula gunung yang menjorok ke seberang menghampiri pusat Buttu Kabobong. Gunung ini bentuknya menyerupai “maaf” alat kelamin laki-laki. Antara kedua gunung ini dibatasi oleh sebuah anak sungai. Demikian sekelumit legenda tentang Buttu Kabobong, yang jika ditelaah, sesungguhnya mempunyai pesan moral agar umat manusia di mana pun, tidak melakukan hubungan suami istri di luar nikah. Karena hal itu merupakan perbuatan zinah yang sangat dilarang oleh agama. Hukumnya adalah dosa besar.

translation from Indonesian to Toraja

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CIRI CIRI Buaya

Crocodylidae

Last Update: 2014-09-16
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

ABSTRAK Nafisah, Ziadatun, 2014, “Keefektifan Model Pembelajaran Think-Pair-Square dan Quantum Teaching Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Materi Kubus dan Balok Kelas VIII”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Muhammadiyah Semarang. Pembimbing: I. Dwi Sulistyaningsih, S.Si., M.Pd., II. Eko Andy Purnomo, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe Think-Pair-Square, Quantum Teaching, Keaktifan, Motivasi, Kemampuan Pemecahan Masalah. Kemampuan pemecahan masalah dapat dilihat dari proses belajar mengajar dan ketuntasan belajar. Untuk mencapai ketuntasan belajar guru harus bisa merencanakan suatu pembelajaran matematika yang menarik, efektif dan bermakna. Salah satu alternatif model yang digunakan adalah model kooperatif tipe Think-Pair-Square dan Quantum Teaching bernuansa kontekstual yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi kubus dan balok kelas VIII. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square terhadap kemampuan pemecahan masalah efektif, (2) penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah, dan (3) penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square lebih baik dibanding dengan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII MTs Tarbiyatul Mubtadiin Wilalung Gajah Demak. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diambil 3 kelas, yaitu kelas eksperimen 1 yang dikenai model pembelajaran Think-Pair-Square, eksperimen 2 yang dikenai model pembelajaran Quantum Teaching, dan kelas kontrol yang akan dikenai model konvensional. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square terhadap kemampuan pemecahan masalah efektif, (2) penerapan model pembelajaran Quantum Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah efektif, dan (3) penerapan model pembelajaran Think-Pair-Square lebih baik dibanding dengan model Quantum Teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah. Ketuntasan klasikal pada model pembelajaran Think-Pair-Square dan Quantum Teaching mencapai sebesar 88% dan 85%, sedangkan pengaruh keaktifan dan motivasi terhadap kemampuan pemecahan masalah sebesar 82,3% dan 84,8%. Kesimpulannya adalah pembelajaran dengan model Think-Pair-Square dan Quantum Teaching bernuansa kontekstual efektif dan lebih baik dari model konvensional. Peneliti menyarankan dalam melaksanakan model Think-Pair-Square dan Quantum Teaching guru hendaknya bisa mengatur waktu dengan baik dan sering memberikan soal pemecahan masalah berbentuk kontekstual kepada peserta didik.

What do you know about eagles

Last Update: 2014-08-31
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

RINGKASAN “ Kesehatan adalah Segala-galanya, Tanpa Kesehatan Segalanya Tidak Berarti”, artinya kesehatan tersebut perlu diupayakan. Apalah artinya apabila segala keinginannya terpenuhi, akan tetapi tidak sehat (sakit). Kesehatan itu milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi diri supaya tetap sehat walau sampai lanjut usia (Lansia). Setiap orang pasti berkeinginan untuk hidup sehat dan kuat sampai Lansia. Untuk mencapai kesehatan tentunya ada berbagai cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah berperilaku hidup sehat dan mengkonsumsi gizi yang cukup memadai (adequacy). Upaya nyata yang perlu dilakukan adalah berperilaku hidup sehat. Untuk membantu para lansia mewujudkan hidup sehat sampai di akhir masa dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dan gizi lansia serta pembuatan jus sehat dari buah dan sayur. Kandungan vitamin dan mineral dari buah dan sayur sangat membantu lansia untuk memperlambat proses penuaan. Kegiatan dilakukan selama 6 (enam) bulan di Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur Kotamadia Semarang Selatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat supaya lansia dapat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, mampu berbuat sehat tanpa bantuan ataupun merepotkan anggota keluarga. Hasil kegiatan sangat diminati oleh para lansia dan sangat senang, serta bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan jus. Lansia menyarankan meminta tim pengabdian supaya kegiatan penyuluhan gizi dan kesehatan serta pembuatan jus sehat berkelanjutan di Kelurahan Bendan Ngisor. Kata Kunci: Lansia, sehat, jus buah dan sayur.

belajar

Last Update: 2013-11-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation