MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: contoh report text    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Contoh

Dan dia berkulit putih

Last Update: 2014-09-16
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Contoh

Example

Last Update: 2014-10-11
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

penjelasan report text pepohonan-stem

text Reports explanation trees -stem

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

contoh surat sign off kapal

letter sign off ship

Last Update: 2014-10-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Contoh

example text report entitled Prambanan

Last Update: 2014-09-26
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

This Page Will Allow You To Create Your Own Ad Products. Use the Tabs To Create, Text, Image or Video Ads *NOTE Advertisers cannot purchase ads on your website until your ad zone code has been placed on your website. Once the AdHitz system verifies placement of the code, your ad zones can then be purchased. After your ad zones and types are set, you should create code to place on your website. Create code by Clicking Here. e.

Sick

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Contoh Teks MC Perayaan Hari Jadi (Ultah) Assalamu’alaikum wr. wb. Teman-temanku yang saya sayangi, selamat siang semuanya! Apa kabar? Wah, semangat sekali ya! Sebelum memulai acara, marilah kita bersama-sama bersyukur kepada Allah Yang Maha Kuasa, yang senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Sehingga kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam acara ulang tahun teman kita “Sarah Rizkia Suhada” yang ke-15. Ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Untuk itu, perkenalkan nama saya Luthfi Nur Azizah yang akan memandu teman sampai akhir acara. Untuk memanfaatkan waktu mari kita membuka acara ini dan mengucapkan bismillah “Bismillahirrohmaanirrohiim”. Acara selanjutnya sambutan dari teman kita yang berulang tahun hari ini. Kepada Sarah kami persilahkan. ............................................................. Selanjutnya sambutan dari Ayahanda Sarah, Bapak Suhada sekaligus pembacaan do’a yang akan dipimpin oleh beliau. Kepada Bapak kami persilahkan. ................................................................. Alhamdulillah semoga do’a tersebut terkabul, aamiin. Ada yang tahu acara selanjutnya apa? Ya benar! Acara selanjutnya adalah saat yang berbahagia bagi Sarah. Ia akan mengajak kita bersama-sama menyakisikan peniupan lilin dan pastinya potong kue! Sebelum itu, ayo kita bernyanyi lagu Happy Birthday bersama-sama untuk Sarah! Diakhir lagu kami persilahkan Sarah untuk meniup lilinnya. ................................................................ Yee, tepuk tangan untuk Sarah! Tau dong setelah tiup lilin selanjutnya apa? Ya, Potong kue! Nah, Sarah silahkan memotong kuenya. Kue pertama akan diberikan kepada kedua orang tuanya. Kue kedua akan diberikan kepada teman dekat Sarah. Siapa ya? .......................................................................... Oh ternyata Chiara! Tepuk tangan yang meriah, ye! Wah teman-teman pasti lapar melihat kue ulang tahun ini, iya kan? Jangan khawatir! Sekarang teman-teman dipersilahkan untuk makan hidangan yang telah disiapkan oleh keluarga Sarah. ................................................................. Hai teman-teman! Saya kembali! Wah, pasti sudah kenyang nih! Kita lanjutkan acaranya ya? Acara selanjutnya adalah sesi permainan yang akan dipimpin dan diatur oleh rekan kita Gilang Erlangga Ekadana. Kepada Gilang kami persilahkan. ......................................................... Terima kasih Gilang! Wah, teman-teman seru ya! Masih semangat nggak nih? Untuk nambah semangat, mungkin dari teman-teman ingin menyumbangkan suaranya? Wah ternyata ada yang mau! Silahkan maju ke depan! Mari kita dengarkan suara emas teman kita Nanda Akmal! ................................................................ Ye, tepuk tangannya dong untuk teman-teman yang telah menghibur kita! Ok teman-teman, sampailah kita di ujung acara. Sebelum itu marilah kita tutup acara kita hari ini dengan membaca hamdalah bersam-sama Alhamdulillahirobbil ‘alamiin. Sekaligus atas nama Sarah sekeluarga saya sebagai pembawa acara mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Selamat siang teman-teman. Wassalamu’alaikum wr. wb.

Aku dulu ganteng

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CONTOH DIALOG RAPAT FORMAL ; Ketua Rapat: Jika kita semua di sini, mari kita mulai. Pertama-tama, saya ingin Anda untuk menyenangkan bergabung dengan saya dalam menyambut Jack Peterson, Southwest di Area Sales kami Wakil Presiden. Jack Peterson: Terima kasih karena telah saya, saya melihat ke depan untuk pertemuan hari ini. Pertemuan Ketua: Saya juga ingin memperkenalkan Margaret Simmons yang baru saja bergabung dengan tim kami. Margaret Simmons: Semoga saya juga memperkenalkan asisten saya, Bob Hamp. Pertemuan Ketua: Bob Selamat Datang. Aku takut nasional kita direktur penjualan, Anne Trusting, tidak bisa bersama kami hari ini. Dia di Kobe saat ini, pengembangan kekuatan Far East penjualan kami. Meninjau Bisnis Past Pertemuan Ketua: Mari kita mulai. Kami berada di sini hari ini untuk membahas cara-cara meningkatkan penjualan di daerah pasar pedesaan. Pertama, mari kita membahas laporan dari pertemuan terakhir yang diadakan pada tanggal 24 Juni. Benar, Tom, ke Anda. Tom Robbins: Terima kasih Mark. Mari saya hanya meringkas poin utama dari pertemuan terakhir. Kami mulai pertemuan dengan menyetujui perubahan dalam sistem pelaporan kami penjualan dibahas pada 30 Mei. Setelah sempat merevisi perubahan yang akan terjadi, kami pindah ke sesi brainstorming mengenai perbaikan setelah dukungan penjualan pelanggan. Anda akan menemukan salinan dari ide-ide utama yang dikembangkan dan dibahas dalam sesi di fotokopi di depan Anda. Pertemuan itu dinyatakan ditutup pada 11,30. · Mulai Rapat Pertemuan Ketua: Terima kasih Tom. Jadi, jika ada apa-apa lagi yang perlu kita bicarakan, mari kita beralih ke agenda hari ini. Apakah Anda semua menerima salinan agenda hari ini? JikaAnda tidak keberatan, saya ingin untuk melewati angka 1 dan beralih ke angka 2: peningkatan penjualan di daerah pasar pedesaan. Jack ramah setuju untuk memberikan laporan mengenai hal ini. Jack? · Membahas Produk Jack Peterson: Sebelum saya memulai laporan, saya ingin mendapatkan beberapa ide dari Anda semua. Bagaimana perasaan Anda tentang penjualan pedesaan di kabupaten penjualan Anda? Saya sarankan kita pergi putaran meja pertama untuk mendapatkan semua masukan Anda. John Ruting: Menurut pendapat saya, kami telah memfokuskan terlalu banyak pada pelanggan perkotaan dan kebutuhan mereka. Cara saya melihat hal-hal, kita perlu kembali ke dasar pedesaan kami dengan mengembangkan sebuah iklan kampanye untuk fokus pada kebutuhan khusus mereka. Alice Linnes: Aku takut aku tidak bisa setuju dengan Anda. Saya pikir pelanggan pedesaan ingin merasa sama pentingnya dengan pelanggan kami yang tinggal di kota-kota. Saya sarankan kita berikan pedesaan penjualan kami tim bantuan lebih lanjut dengan pelaporan informasi pelanggan canggih. Donald Peters: Maaf, saya tidak menangkap itu. Bisakah Anda mengulanginya, please? Alice Linnes: Saya hanya menyatakan bahwa kita perlu memberikan pedesaan kita tim penjualan pelaporan informasi pelanggan yang lebih baik. John Ruting: Saya tidak cukup mengikuti Anda. Apa sebenarnya maksudmu? Alice Linnes: Yah, kami menyediakan kota kami staf penjualan dengan informasi database pada semua klien kami yang lebih besar. Kita harus menyediakan jenis yang sama dari pengetahuan tentang pelanggan pedesaan kami untuk staf penjualan kami di sana. Jack Peterson: Apakah Anda ingin menambahkan sesuatu, Jennifer? Jennifer Miles: Saya harus mengakui saya tidak pernah berpikir tentang penjualan pedesaan seperti itu sebelumnya. Saya harus setuju dengan Alice. Jack Peterson: Nah, biarkan aku mulai dengan presentasi Power Point (Jack menyajikan laporannya). Jack Peterson: Seperti yang Anda lihat, kami sedang mengembangkan metode baru untuk menjangkau pelanggan di pedesaan kami. John Ruting: Saya sarankan kita putus menjadi kelompok-kelompok dan mendiskusikan ide-ide kita lihat disajikan. · Finishing Rapat Pertemuan Ketua: Sayangnya, kita berjalan singkat. Kita harus meninggalkan ke lain waktu. Jack Peterson: Sebelum kita menutup, saya hanya meringkas poin utama: · Pelanggan Pedesaan membutuhkan bantuan khusus untuk merasa lebih dihargai. · Penjualan kami tim memerlukan informasi yang lebih akurat pada pelanggan kami. · Sebuah survei akan selesai untuk mengumpulkan data tentang kebiasaan belanja di daerah-daerah. · Hasil dari survei ini akan disampaikan kepada tim penjualan kami · Kami sedang mempertimbangkan prosedur yang spesifik data mining untuk membantu memperdalam pemahaman kita. Ketua Rapat: Terima kasih banyak Jack. Benar, itu tampak seolah-olah kita telah menutupi item utama Apakah ada bisnis lain? Donald Peters: Bisakah kita memperbaiki pertemuan berikutnya, please? Pertemuan Ketua: Donald Good idea. Bagaimana Jumat di dua suara minggu waktu untuk semua orang? Mari kita bertemu pada saat yang sama, jam 9. Apakah itu OK untuk semua orang? Sangat baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih Jack untuk datang ke pertemuan kami hari ini. Pertemuan ditutup

Indonesian translation google english

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

jadi setiap saat, kapan saja, dimana saja dengan siapa saja. CONTOH DIALOG RAPAT FORMAL ; Ketua Rapat: Jika kita semua di sini, mari kita mulai. Pertama-tama, saya ingin Anda untuk menyenangkan bergabung dengan saya dalam menyambut Jack Peterson, Southwest di Area Sales kami Wakil Presiden. Jack Peterson: Terima kasih karena telah saya, saya melihat ke depan untuk pertemuan hari ini. Pertemuan Ketua: Saya juga ingin memperkenalkan Margaret Simmons yang baru saja bergabung dengan tim kami. Margaret Simmons: Semoga saya juga memperkenalkan asisten saya, Bob Hamp. Pertemuan Ketua: Bob Selamat Datang. Aku takut nasional kita direktur penjualan, Anne Trusting, tidak bisa bersama kami hari ini. Dia di Kobe saat ini, pengembangan kekuatan Far East penjualan kami. Meninjau Bisnis Past Pertemuan Ketua: Mari kita mulai. Kami berada di sini hari ini untuk membahas cara-cara meningkatkan penjualan di daerah pasar pedesaan. Pertama, mari kita membahas laporan dari pertemuan terakhir yang diadakan pada tanggal 24 Juni. Benar, Tom, ke Anda. Tom Robbins: Terima kasih Mark. Mari saya hanya meringkas poin utama dari pertemuan terakhir. Kami mulai pertemuan dengan menyetujui perubahan dalam sistem pelaporan kami penjualan dibahas pada 30 Mei. Setelah sempat merevisi perubahan yang akan terjadi, kami pindah ke sesi brainstorming mengenai perbaikan setelah dukungan penjualan pelanggan. Anda akan menemukan salinan dari ide-ide utama yang dikembangkan dan dibahas dalam sesi di fotokopi di depan Anda. Pertemuan itu dinyatakan ditutup pada 11,30. · Mulai Rapat Pertemuan Ketua: Terima kasih Tom. Jadi, jika ada apa-apa lagi yang perlu kita bicarakan, mari kita beralih ke agenda hari ini. Apakah Anda semua menerima salinan agenda hari ini? JikaAnda tidak keberatan, saya ingin untuk melewati angka 1 dan beralih ke angka 2: peningkatan penjualan di daerah pasar pedesaan. Jack ramah setuju untuk memberikan laporan mengenai hal ini. Jack? · Membahas Produk Jack Peterson: Sebelum saya memulai laporan, saya ingin mendapatkan beberapa ide dari Anda semua. Bagaimana perasaan Anda tentang penjualan pedesaan di kabupaten penjualan Anda? Saya sarankan kita pergi putaran meja pertama untuk mendapatkan semua masukan Anda. John Ruting: Menurut pendapat saya, kami telah memfokuskan terlalu banyak pada pelanggan perkotaan dan kebutuhan mereka. Cara saya melihat hal-hal, kita perlu kembali ke dasar pedesaan kami dengan mengembangkan sebuah iklan kampanye untuk fokus pada kebutuhan khusus mereka. Alice Linnes: Aku takut aku tidak bisa setuju dengan Anda. Saya pikir pelanggan pedesaan ingin merasa sama pentingnya dengan pelanggan kami yang tinggal di kota-kota. Saya sarankan kita berikan pedesaan penjualan kami tim bantuan lebih lanjut dengan pelaporan informasi pelanggan canggih. Donald Peters: Maaf, saya tidak menangkap itu. Bisakah Anda mengulanginya, please? Alice Linnes: Saya hanya menyatakan bahwa kita perlu memberikan pedesaan kita tim penjualan pelaporan informasi pelanggan yang lebih baik. John Ruting: Saya tidak cukup mengikuti Anda. Apa sebenarnya maksudmu? Alice Linnes: Yah, kami menyediakan kota kami staf penjualan dengan informasi database pada semua klien kami yang lebih besar. Kita harus menyediakan jenis yang sama dari pengetahuan tentang pelanggan pedesaan kami untuk staf penjualan kami di sana. Jack Peterson: Apakah Anda ingin menambahkan sesuatu, Jennifer? Jennifer Miles: Saya harus mengakui saya tidak pernah berpikir tentang penjualan pedesaan seperti itu sebelumnya. Saya harus setuju dengan Alice. Jack Peterson: Nah, biarkan aku mulai dengan presentasi Power Point (Jack menyajikan laporannya). Jack Peterson: Seperti yang Anda lihat, kami sedang mengembangkan metode baru untuk menjangkau pelanggan di pedesaan kami. John Ruting: Saya sarankan kita putus menjadi kelompok-kelompok dan mendiskusikan ide-ide kita lihat disajikan. · Finishing Rapat Pertemuan Ketua: Sayangnya, kita berjalan singkat. Kita harus meninggalkan ke lain waktu. Jack Peterson: Sebelum kita menutup, saya hanya meringkas poin utama: · Pelanggan Pedesaan membutuhkan bantuan khusus untuk merasa lebih dihargai. · Penjualan kami tim memerlukan informasi yang lebih akurat pada pelanggan kami. · Sebuah survei akan selesai untuk mengumpulkan data tentang kebiasaan belanja di daerah-daerah. · Hasil dari survei ini akan disampaikan kepada tim penjualan kami · Kami sedang mempertimbangkan prosedur yang spesifik data mining untuk membantu memperdalam pemahaman kita. Ketua Rapat: Terima kasih banyak Jack. Benar, itu tampak seolah-olah kita telah menutupi item utama Apakah ada bisnis lain? Donald Peters: Bisakah kita memperbaiki pertemuan berikutnya, please? Pertemuan Ketua: Donald Good idea. Bagaimana Jumat di dua suara minggu waktu untuk semua orang? Mari kita bertemu pada saat yang sama, jam 9. Apakah itu OK untuk semua orang? Sangat baik. Saya ingin mengucapkan terima kasih Jack untuk datang ke pertemuan kami hari ini. Pertemuan ditutup

Indonesian translation google english

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Bal Jumat, 01 April 2011 Contoh Dharmawacana Agama Hindu Terimakasih atas kesempatan yang diberikan pada hari ini. Sebelum menyampaikan darmawacana mengenai srada, saya ingin mengucapkan puja panganjali terlebih dahulu. “Om Suastiastu” Pada kesempatan kali ini saya perwakilan dari kelas X6, akan menyampaikan darmawacana mengenai sradha. Agama yang kita anut disebut dengan ‘Agama Hindu’ atau disebut juga ‘Hindu Dharma’. Adapun tujuan dari Agama Hindu adalah untuk mencapai kebahagiaan/kedamaian rohani dan kesejahteraan hidup jasmani. Di dalam kitab suci Weda tujuan agama Hindu tersebut disebut dengan istilah “Moksartham jagaditha ya ca iti dharma”, yang artinya dharma atau agama itu adalah bertujuan untuk mencapai “moksa” (kebahagiaan) rohani dan “jagaditha” (kesejahteraan) hidup untuk semua makhluk. Agama Hindu memiliki lima keyakinan yang disebut “Panca Srada”. Panca sradha terdiri dari 5 bagian, yaitu percaya dengan adanya Sang Hyang Widhi ( Brahman), percaya dengan adanya atma( Atman), percaya dengan adanya karmaphala ( karman), percaya dengan adanya punarbhawa ( samskara ), percaya dengan adanya moksa. Dalam kesempatan kali ini saya hanya akan membahas mengenai moksa. Bersatunya Brahman dengan Atman akan tercapai keadaan sat cit anandha yaitu kebahagiaan yang abadi, hal itulah yang dinamakan dengan moksa. Moksa merupakan salah satu bagian dari panca sradha yang merupakan pokok keimanan dalam agama Hindu. Moksa merupakan tujuan tertinggi dalam hidup setiap orang, yang pencapaiannya didasarkan pada cinta kasih dan ketidak terikatan. Keberadaaan alam surga dan neraka dalam agama Hindu bukanlah tujuan hidup yang tertinggi. Karena alam-alam ini merupakan alam fenomena yang dialami oleh atman bersama karmaphalanya masing-masing waktu hidupnya di dunia. Usaha-usaha untuk menuju moksa itu adalah dinilai dari sifat dasar ajaran agama, seperti berperilaku yang baik, berdana, bernyadnya, dan tirta yatra. Semua usaha-usaha ini dapat dilakukan secara bertahap yang didasari oleh niat yang baik, sehingga pada akhirnya seseorang dapat melepaskan dirinya dari keterikatan yang mengarah pada adharma. Demikian darma wacana yang dapat saya sampaikan. Maafkan jika ada salah kata. Semoga darma wacana ini dapat bermanfaat bagi semua umat Hindu. Sekian dan terimakasih. Om Santih, Santih, Santih Omi

MAKAN

Last Update: 2014-09-16
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Beberapa adat-istiadat dlm upacara perkawinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang budaya-budaya yang mengandung unsur syirik, seperti pemujaan terhadap leluhur dan nenek moyang, dan budaya-budaya yang bertentangan dengan adab-adab Islami. Jadi, selama adat dan budaya itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, silakan melakukannya. Namun jika bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memamerkan aurat pada sebagian pakaian adat daerah, atau budaya itu berbau syirik atau memiliki asal-usul ritual syirik dan pemujaan atau penyembahan kepada dewa-dewa atau tuhan-tuhan selain Allah, maka budaya seperti itu hukumnya haram. BEBERAPA CONTOH KEBUDAYAAN MASYARAKAT INDONESIA A. Budaya Tumpeng. Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut. Itulah sebabnya disebut “nasi tumpeng”. Olahan nasi yang dipakai, umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa, dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang. Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai “tumpengan”. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi “tumpengan” pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara. Ada tradisi tidak tertulis yang menganjurkan bahwa pucuk dari kerucut tumpeng dihidangkan bagi orang yang profesinya tertinggi dari orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. B. Peusijeuk, upah-upah (manyonggot), tepung tawar dan selamatan. Adat istiadat ini biasa diadakan apabila seseorang memiliki hajatan atau hendak pergi jauh untuk menghilangkan kesialan. Di daerah Aceh, acara ini disebut peusijeuk. Di pesisir Melayu disebut tepung tawar, dan di Jawa dikenal dengan sebutan selamatan. Di daerah Tapanuli Utara dan Asahan dikenal dengan sebutan upah-upah atau manyonggot. Tepung tawar biasa dilakukan dengan menghambur-hambur beras kepada orang yang ditepung tawari. Adapun upah-upah, juga merupakan upacara menolak kesialan. Biasanya dilakukan terhadap orang yang sakit agar spiritualnya (roh) kembali ke jasadnya. Yaitu dengan memasak ayam kemudian diletakkan di piring lalu dibawa mengitari orang yang akan diupah-upahi, kemudian disuapkan kepada orang tersebut. Tujuannya ialah mengembalikan semangat pada orang sakit itu. Acara-acara seperti tersebut di atas, tidak lepas dari unsur-unsur kepercayaan animisme, dan konon asal-usulnya berasal dari ritual-ritual nenek moyang. C. Sungkeman. Biasanya, kebiasaan ini berasal dari pulau Jawa yang umumnya dilakukan pada saat Hari Raya dan pada upacara pernikahan, tetapi kadang kala dilakukan juga setiap kali bertemu. Dilakukan dengan cara sujud kepada orang tua atau orang yang dianggap sepuh (Jawa, tua atau dituakan). Adat ini mengandung unsur sujud dan rukuk kepada selain Allah, yang tentunya dilarang dalam Islam. D. Beberapa adat-istiadat dalam upacara perkawinan adat Jawa yang bertentangan dengan syariat Islam, karena mengandung unsur syirik atau maksiat atau lainnya. 1. Tarub atau janur kuning. Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi tarub atau janur kuning yang terdiri dari bermacam tumbuhan dan daun-daunan, dua pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh di manapun). Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat. Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain. Berbagai macam daun seperti daun beringin, mojo-koro, alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya. Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang belketepe, yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut. Sebelum tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya. Arti simbolis dari sesajian ini ialah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya. Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih. 2. Upacara Siraman. Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum ijab atau upacara pernikahan ini, bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka. Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh) -biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting- yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari, yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria. 3. Pecah Kendi. Yaitu ibu pengantin perempuan atau Pameas (untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan “wis pecah pamore”, artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah. 4. Pangkas Rikmo lan Tanam Rikmo. Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang. 5. Ngerik, Yaitu pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pameas lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik. 6. Gendhongan. Kedua orangtua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske, artinya mengentaskan seorang anak. 7. Dodol Dhawet. Kedua orangtua pengantin wanita berjualan minuman dawet, yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang. 8. Temu Panggih. Penyerahan pisang sanggan berupa gedung ayu suruh ayu sebagai tebusan atau syarat untuk pengantin perempuan. 9. Penyerahan Cikal. Sebagai tanda agar kehidupan mendatang menjadi orang berguna dan tak kurang suatu apapun. 10. Penyerahan Jago Kisoh. Sebagai tanda melepaskan anak dengan penuh ikhlas. 11. Tukar Manuk Cengkir Gading. Acara tukar menukar kembang mayang diawali tukar menukar manuk cengkir gading, sebagai simbol agar kedua pengantin menjadi pasangan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat. 12. Upacara Midodaren. Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan. Orang tua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya. 13. Peningsetan. Peningsetan yang berasal dari kata “singset” atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan. Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hantaran sebagai berikut: Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan. Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan. Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan. Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan. Buah-buahan, mendoakan kesehatan. Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari. Sepasang cincin untuk kedua mempelai. Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan. Acara ini disebut juga acara serah-serahan. Bisa diartikan bahwa sang calon mempelai perempuan “diserahkan” kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan. Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan. 14. Nyantri. Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orangtuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulang, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan didandani dan dipersiapkan untuk acara Ijab dan acara-acara lainnya. 15. Upacara panggih/temu (mengawali acara resepsi). Pada upacara ini kembar mayang dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa. Dekorasi ini memiliki makna: Berbentuk seperti gunung, tinggi dan luas, melambangkan seorang laki-laki harus berpengetahuan luas, berpengalaman, dan sabar. Hiasan menyerupai keris, pasangan harus berhati-hati di dalam hidup mereka. Hiasan menyerupai cemeti, pasangan harus selalu berpikir positif dengan harapan untuk hidup bahagia. Hiasan menyerupai payung, pasangan harus melindungi keluarga mereka. Hiasan menyerupai belalang, pasangan harus tangkas, berpikir cepat dan mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mereka. Hiasan menyerupai burung, pasangan harus memiliki tujuan hidup yang tinggi. Daun beringin, pasangan harus selalu melindungi keluarga mereka dan orang lain. Daun kruton, melindungi pasangan pengantin dari roh-roh jahat. Daun dadap serep, daun ini dapat menjadi obat turun panas, menandakan pasangan harus selalu berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapi segala permasalahan (menenangkan perasaan dan mendinginkan kepala). Bunga Patra Manggala, digunakan untuk mempercantik hiasan kembar mayang. Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya. Dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual: 16. Balangan Suruh. Setelah pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya, dan orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orangtua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang. Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan. 17. Wiji Dadi. Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya. 18. Pupuk. Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga. 19. Sindur Binayang. Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral. 20. Timbang/Pangkon. Di dalam ritual ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya. 21. Tanem. Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat. 22. Tukar Kalpika. Mula-mula pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan. Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta. 23. Kacar-Kucur/Tampa Kaya/Tandur. Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli. 24. Dahar Kembul/Dahar Walimah. Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis. 25. Rujak Degan. Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera. 26. Bubak Kawah. Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera. 27. Tumplak Punjen. Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir. 28. Mertui. Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orangtua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya. 29. Sungkeman. Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orangtua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi. Itulah beberapa adat istiadat dan kebudayaan di kalangan masyarakat Jawa yang bertentangan dengan ajaran Islam. Di antaranya ada yang berupa syirik, dan di antaranya ada yang berupa maksiat dan penghambur-hamburan harta dan pemberatan atas manusia. Maha Benar Allah yang mengatakan: ”Kami tidak menurunkan Al-Qur`ân ini kepadamu agar kamu menjadi susah” [Thaha 20:2]. Siapa saja yang berpaling dari pedoman dan syariatnya pasti sempit dan susah hidupnya, Allah berfirman: “Dan barang siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. [Thaha/20:124]. E. Tabot atau Tabuik. Tabot atau Tabuik, adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad, Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M). Perayaan di Bengkulu pertama kali dilaksanakan oleh Syaikh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo pada tahun 1685. Syaih Burhanuddin (Imam Senggolo) menikah dengan wanita Bengkulu kemudian anak mereka, cucu mereka dan keturunan mereka disebut sebagai keluarga Tabot. Upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 Muharram (berdasar kalendar islam) setiap tahun. Pada awalnya, inti upacara Tabot ialah untuk mengenang upaya pemimpin Syi’ah dan kaumnya mengumpulkan potongan tubuh Husein, mengarak dan memakamkannya di Padang Karbala. Istilah Tabot berasal dari kata Arab, “tabut”, yang secara harfiah berarti kotak kayu atau peti. Dalam Al-Qur`ân, kata Tabot dikenal sebagai sebuah peti yang berisikan kitab Taurat. Bani Israil pada masa itu percaya bahwa mereka akan mendapatkan kebaikan bila Tabot ini muncul dan berada di tangan pemimpin mereka. Sebaliknya mereka akan mendapatkan malapetaka bila benda itu hilang. Tidak ada catatan tertulis sejak kapan upacara Tabot mulai dikenal di Bengkulu. Namun, diduga kuat tradisi yang berangkat dari upacara berkabung para penganut paham Syi’ah ini dibawa oleh para tukang yang membangun Benteng Marlborought (1718-1719) di Bengkulu. Para tukang bangunan tersebut, didatangkan oleh Inggris dari Madras dan Bengali di bagian selatan India yang kebetulan merupakan penganut Islam Syi‘ah. Para pekerja yang merasa cocok dengan tata kehidupan masyarakat Bengkulu, dipimpin oleh Imam Senggolo alias Syaikh Burhanuddin, memutuskan tinggal dan mendirikan pemukiman baru yang disebut Berkas, sekarang dikenal dengan nama Kelu

Tamarind

Last Update: 2014-09-13
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Contoh Surat Panggilan WawancaraPT. Water CannonJl. Kaliurang km 10 no 69 Yogyakarta ______________________________________________________________________________ No. : 089/3/06 3 Januari 2013Hal : Panggilan WawancaraYth. Sdr. Fajar LazuardiPerum Griya Arga Permai kwarasan Gamping SlemanYogyakartaDengan hormat,Setelah kami mempertimbangkan surat lamaran Saudara pada tanggal 28 Desember 2012, makakami beritahukan bahwa Lamaran Saudara diterima untuk itu kami mengharapkan saudara untuk mengikuti wawancara kerja.Kami mengharap kehadiran Saudara di kantor pada hari Senin 7 Januari pukul 08.00. Padakesempatan tersebut diharapkan agar Saudara membawa semua ijazah asli dan surat-surat lainyang kami perlukan . Kami menanti kedatangan Saudara.Hormat kami,Dra. Aura KasihKepala Bagian SDM PT.Water Cannon

Indonesian translation google english

Last Update: 2014-08-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

pagi salam sejah tera untuk kita semua, Mari kita panjatkan puji teken syukur ke hadirat Tuhan sane Maha Esa, sane telah memungkinkan kita untuk berkumpul ring pagi hari sane baik ini,dalam keadaan santi , tenang, teken nyaman. Tujuan rage hadir di sini adalah untuk membicarakan pidato rage sane berjudul Sahabat. teken perlu kamu ketahui rage berdiri di arep ene tanpa adanya unsur paksaan ,dan yen kamu berfikir rage berdiri di sini duur kemauan rage … kamu salah,apalagi yan ade berfikir hanya orang cerdaslah sane maan berbicara seperti ini….anda masih salah,dan bila kamu mengira yan rage tan cerdas…anda salah lagi, teken yen kamu wantah sedang tan berfikiran demikian …berarti rage sane salah .Mari kita berhenti saling menyalahkan teken ngararis dogen kita ranjing ke topic pembahasan kita yaitu sahabat. Dalam pertemanan kita dadi dogen tan pandang bulu , nyak berteman sareng orang jalanan,orang rumahan,orang luar, orang dalem jati orang orangan sekalipun,tetapi yan urusan mencari sahabat ento wajib selektif. Karna pepatah wikan mengatakan bahwa “Persahabatan ento seperti wedang sane tumpah di kemeja putih, Orang-orang bisa melihatnya tetapi hanya kalianlah sane bisa merasakan kehangatannya.” Maka uli ento kita tidaklah dadi salah memilih dalem pertemanan atau persahabatan awanan dampaknya ento nanti pacang kita rasakan sendiri.Karna ento kita harus hati-hati dalem memilih sahabat. Memilih sahabat ento mudah , tapi kita butuh waktu makelo untuk memahaminya. Kita maan memilih sahabat atau menjadi sahabat sane menurut rage baik sareng memperhatikan: 1.Tata basa Dengan tatabahasa sane baik , ucapan kita ento pasti pacang lebih sering di dengar.Dan ade baiknya pula yen kita bisa merubah basa teman kita yg tak baik itu,Contoh: Andre pernah janji sama Angga bahwa ia nyak ngantri buat beli tiket konser Obama-Sby di medan. Tetapi Andre tan mendapatkan tiket ento dikarnakan keterlambatannya mengantri dadi ,ia kabarkan hal ento kepada Angga teken kene reaksi Angga setelah mendengar orta ento “Aahh…Babi lah Ndre. Kita sebaiknya sampunang begitu , Andre sane telat ngantri tiket , kok bawi sane Angga salahkan . 2.Perbuatan Kita masih sebaiknya memperhatikan napi sane sering ia lakukan, awanan guru rage pernah ngomong , “klw kita berteman sareng tukang parfum maka mungkin dogen nanti kita pacang terkena baunya,dan yan kita berteman sareng tukang racun , maka mungkin suatu saat nanti kita pacang terkena racunnya”maka uli ento kita masih harus tau perbuatannya teken sampunang sampai perbuatan buruknya ento bisa ter tular kepada kita. 3.Kesetiaan Seperti baos Helen Keller” Berjalan sareng seorang teman di kegelapan lebih baik daripada berjalan sendirian dalem terang.” Karna ento kita gak membutuhkan teman sane hanya bisa mengantarkan kita sampai ke pintu sekolah saja.Kita butuh sahabat sane setia apapun ke adaannya. nyak ento keadaan susah , senang , sedih,bingung teken lian lain.Sahabat sane gak peduli nyen kamu, napi sane kirang uli mu,dan mengapa kamu bisa begitu. Persahabatan teken sahabat ento sulit di alih teken lebih sulit malih melupakannya. -Teman pacang memberikanmu senyuman, sahabat kan membuatmu bahagia -Teman pacang membicarakan baik buruknya dirimu,Sahabat pacang tutup mulut sareng kesalahanmu -Teman pacang takjub pacang kelebihan mu,Tetapi hanya sahabatlah yg nyidaang menerima kekurangan mu -Seribu teman pacang teke saat ragane tertawa,Dan Cuma seorang sahabatlah sane ade saat ragane sedih Maka uli ento sampunang sia-sia kan mereka ,karena kita tan pacang tahu seberapa berharganya mereka sampai kita merasakan kehilangan duur diri mereka. Itulah pidato uli rage ,ada kirang atau lebih ne sane menyinggung perasaan mohon di maafkan . Atas semua perhatian sane telah kamu berikan ring hari ene rage ucapkan TerimaKasih

google translate languages ​​bali

Last Update: 2014-08-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

1 Predicting Australian Takeover Targets: A Logit Analysis Maurice Peat* Maxwell Stevenson* * Discipline of Finance, School of Finance, The University of Sydney Abstract Positive announcement-day adjusted returns to target shareholders in the event of a takeover are well documented. Investors who are able to accurately predict firms that will be the subject of a takeover attempt should be able to earn these excess returns. In this paper a series of probabilistic regression models were developed that use financial statement variables suggested by prior research as explanatory variables. The models, applied to in-sample and out-of-sample data, led to predictions of takeover targets that were better than chance in all cases. The economic outcome resulting from holding a portfolio of the predicted targets over the prediction period are also analysed. Keywords: takeovers, targets, prediction, classification, logit analysis JEL Codes: G11, G17, G23, G34 This is a draft copy and not to be quoted. 2 1. Introduction In this paper our aim is to accurately predict companies that will become takeover targets. Theoretically, if it is possible to predict takeovers with accuracy greater than chance, it should be possible to generate abnormal returns from holding a portfolio of the predicted targets. Evidence of abnormal returns of 20% to 30% made by shareholders of firms on announcement of a takeover bid is why prediction of these events is of interest to academics and practitioners alike. The modelling approach adopted in this study was based on the discrete choice approach used by Palepu (1986) and Barnes (1999). The models were based on financial statement information, using variables suggested by the numerous theories that have been put forward to explain takeover activity. The performance of the models was evaluated using statistical criteria. Further, the predictions from the models were rated against chance and economic criteria through the formation and tracking of a portfolio of predicted targets. Positive results were found under both evaluation criteria. Takeover prediction studies are a logical extension of the work of Altman (1968) who used financial statement information to explain corporate events. Early studies by Simkowitz and Monroe (1971) and Stevens (1973) were based on the Multiple Discriminant Analysis (MDA) technique. Stevens (1973) coupled MDA with factor analysis to eliminate potential multicollinearity problems and reported a predictive accuracy of 67.5%, suggesting that takeover prediction was viable. Belkaoui (1978) and Rege (1984) conducted similar analyses in Canada with Belkaoui (1978) confirming the results of these earlier researchers and reporting a predictive accuracy of 85% . Concerns were raised by Rege (1984) who was unable to predict with similar accuracy. These concerns were also raised in research by others such as Singh (1971) and Fogelberg, Laurent, and McCorkindale (1975). Reacting to the wide criticism of the MDA method, researchers began to use discrete choice models as the basis of their research. Harris et al. (1984) used probit analysis to develop a model and found that it had extremely high explanatory power, but were unable to discriminate between target and non-target firms with any degree of accuracy. Dietrich and Sorensen (1984) continued this work using a logit model and achieved a classification accuracy rate of 90%. Palepu (1986) addressed a number of methodological problems in takeover prediction. He suggested the use of statebased prediction samples where a number of targets were matched with non-targets 3 for the same sample period. While this approach was appropriate for the estimation sample, it exaggerated accuracies within the predictive samples because the estimated error rates in these samples were not indicative of error rates within the population of firms. He also proposed the use of an optimal cut-off point derivation which considered the decision problem at hand. On the basis of this rectified methodology, along with the application of a logit model to a large sample of US firms, Palepu (1986) provided evidence that the ability of the model was no better than a chance selection of target and non-target firms. Barnes (1999) also used the logit model and a modified version of the optimal cut-off rule on UK data. His results indicated that a portfolio of predicted targets may have been consistent with Palepu’s finding, but he was unable to document this in the UK context due to model inaccuracy. In the following section the economic explanations underlying takeover activity are discussed. Section 3 outlines our takeover hypotheses and describes the explanatory variables that are used in the modelling procedure. The modelling framework and data used in the study is contained in Section 4, while the results of our model estimation, predictions, classification accuracy and portfolio economic outcomes are found in Section 5. We conclude in Section 6. 2. Economic explanations of takeover activity Economic explanations of takeover activity have suggested the explanatory variables that were included in this discrete choice model development study. Jensen and Meckling (1976) posited that agency problems occurred when decision making and risk bearing were separated between management and stakeholders1, leading to management inefficiencies. Manne (1965) and Fama (1980) theorised that a mechanism existed that ensured management acted in the interests of the vast number of small non-controlling shareholders2. They suggested that a market for corporate control existed in which alternative management teams competed for the rights to control corporate assets. The threat of acquisition aligned management objectives with those of stakeholders as managers are terminated in the event of an acquisition in order to rectify inefficient management of the firm’s assets. Jensen and Ruback (1983) suggested that both capital gains and increased dividends are available to an 1 Stakeholders are generally considered to be both stock and bond holders of a corporation. 2 We take the interests of shareholders to be in the maximization of the present value of the firm. 4 acquirer who could eliminate the inefficiencies created by target management, with the attractiveness of the firm for takeover increasing with the level of inefficiency. Jensen (1986) looked at the agency costs of free cash flow, another form of management inefficiency. In this case, free cash flow referred to cash flows in excess of positive net present value (NPV) investment opportunities and normal levels of financial slack (retained earnings). The agency cost of free cash flow is the negative NPV value that arises from investing in negative NPV projects rather than returning funds to investors. Jensen (1986) suggested that the market value of the firm should be discounted by the expected agency costs of free cash flow. These, he argued, were the costs that could be eliminated either by issuing debt to fund an acquisition of stock, or through merger with, or acquisition of a growing firm that had positive NPV investments and required the use of these excess funds. Smith and Kim (1994) combined the financial pecking order argument of Myers and Majluf (1984) with the free cash flow argument of Jensen (1986) to create another motivational hypothesis that postulated inefficient firms forgo profitable investment opportunities because of informational asymmetries. Further, Jensen (1986) argued that, due to information asymmetries that left shareholders less informed, management was more likely to undertake negative NPV projects rather than returning funds to investors. Smith and Kim (1994) suggested that some combination of these firms, like an inefficient firm and an efficient acquirer, would be the optimal solution to the two respective resource allocation problems. This, they hypothesised, would result in a market value for the combined entity that exceeded the sum of the individual values of the firms. This is one form of financial synergy that can arise in merger situations. Another form of financial synergy is that which results from a combination of characteristics of the target and bidding firms. Jensen (1986) suggested that an optimal capital structure exists, whereby the marginal benefits and marginal costs of debt are equal. At this point, the cost of capital for a firm is minimised. This suggested that increases in leverage will only be viable for those firms who have free cash flow excesses, and not for those which have an already high level of debt. Lewellen (1971) proposed that in certain situations, financial efficiencies may be realized without the realization of operational efficiencies. These efficiencies relied on a simple Miller and Modigliani (1964) model. It proposed that, in the absence of corporate taxes, an increase in a firm’s leverage to reasonable levels would increase the value of the equity share of the company due to a lower cost of capital. By a 5 merger of two firms, where either one or both had not utilised their borrowing capacity, would result in a financial gain. This financial gain would represent a valuation gain above that of the sum of the equity values of the individual firms. However, this result is predicated on the assumption that the firms need to either merge or be acquired in order to achieve this result. Merger waves are well documented in the literature. Gort (1969) suggested that industry disturbances are the source of these merger waves, his argument being that they occurred in response to discrepancies between the valuation of a firm by shareholders and potential acquirers. As a consequence of economic shocks (such as deregulation, changes in input or output prices, etc.), expectations concerning future cash flow became more variable. This results in an increased probability that the value the acquirer places on a potential target is greater than its current owner’s valuation. The result is a possible offer and subsequent takeover. Mitchell and Mulherin (1996), in their analysis of mergers and acquisitions in the US during the 1980s, provided evidence that mergers and acquisitions cluster by industries and time. Their analysis confirmed the theoretical and empirical evidence provided by Gort (1969) and provided a different view suggesting that mergers, acquisitions, and leveraged buyouts were the least cost method of adjusting to the economic shocks borne by an industry. These theories suggested a clear theoretical base on which to build takeover prediction models. As a result, eight main hypotheses for the motivation of a merger or acquisition have been formulated, along with twenty three possible explanatory variables to be incorporated predictive models. 3. Takeover hypotheses and explanatory variables The most commonly accepted motivation for takeovers is the inefficient management hypothesis.3 The hypothesis states that inefficiently managed firms will be acquired by more efficiently managed firms. Accordingly, H1: Inefficient management will lead to an increased likelihood of acquisition. Explanatory variables suggested by this hypothesis as candidates to be included in the specifications of predictive models included: 1. ROA (EBIT/Total Assets – Outside Equity Interests) 3 It is also known as the disciplinary motivation for takeovers. 6 2. ROE (Net Profit After Tax / Shareholders Equity – Outside Equity Interests) 3. Earnings Before Interest and Tax Margin (EBIT/Operating Revenue) 4. EBIT/Shareholders Equity 5. Free Cash Flow (FCF)/Total Assets 6. Dividend/Shareholders Equity 7. Growth in EBIT over past year, along with an activity ratio, 8. Asset Turnover (Net Sales/Total Assets) While there are competing explanations for the effect that a firm’s undervaluation has on the likelihood of its acquisition by a bidder, there is consistent agreement across all explanations that the greater the level of undervaluation then the greater the likelihood a firm will be acquired. The hypothesis that embodies the impact of these competing explanations is as follows: H2: Undervaluation of a firm will lead to an increased likelihood of acquisition. The explanatory variable suggested by this hypothesis is: 9. Market to book ratio (Market Value of Securities/Net Assets) The Price Earnings (P/E) ratio is closely linked to the undervaluation and inefficient management hypotheses. The impact of the P/E ratio on the likehood of acquisition is referred to as the P/E hypothesis: H3: A high Price to Earnings Ratio will lead to a decreased likelihood of acquisition. It follows from this hypothesis that the P/E ratio is a likely candidate as an explanatory variable for inclusion in models for the prediction of potential takeover targets. 10. Price/Earnings Ratio The growth resource mismatch hypothesis is the fourth hypothesis. However, the explanatory variables used in models specified to examine this hypothesis capture growth and resource availability separately. This gives rise to the following: H4: Firms which possess low growth / high resource combinations or, alternatively, high growth / low resource combinations will have an increased likelihood of acquisition. The following explanatory variables suggested by this hypothesis are: 7 11. Growth in Sales (Operating Revenue) over the past year 12. Capital Expenditure/Total Assets 13. Current Ratio (Current Assets/Current Liabilities) 14. (Current Assets – Current Liabilities)/Total Assets 15. Quick Assets (Current Assets – Inventory)/Current Liabilities The behaviour of some firms to pay out less of their earnings in order to maintain enough financial slack (retained earnings) to exploit future growth opportunities as they arise, has led to the dividend payout hypothesis: H5: High payout ratios will lead to a decreased likelihood of acquisition. The obvious explanatory variable suggested by this hypothesis is: 16. Dividend Payout Ratio Rectification of capital structure problems is an obvious motivation for takeovers. However, there has been some argument as to the impact of low or high leverage on acquisition likelihood. This paper proposes a hypothesis known as the inefficient financial structure hypothesis from which the following hypothesis is derived. H6: High leverage will lead to a decreased likelihood of acquisition. The explanatory variables suggested by this hypothesis include: 17. Net Gearing (Short Term Debt + Long Term Debt)/Shareholders Equity 18. Net Interest Cover (EBIT/Interest Expense) 19. Total Liabilities/Total Assets 20. Long Term Debt/Total Assets The existence of Merger and Acquisition (M&A) activity waves, where takeovers are clustered in wave-like profiles, have been proposed as indicators of changing levels of M&A activity over time. It has been argued that the identification of M&A waves, with the corresponding improved likelihood of acquisition when the wave is surging, captures the effect of the rate of takeover activity at specific points in time, and serves as valuable input into takeover prediction models. Consistent with M&A activity waves and their explanation as a motivation for takeovers is the industry disturbance hypothesis: 8 H7: Industry merger and acquisition activity will lead to an increased likelihood of acquisition. An industry relative ratio of takeover activity is suggested by this hypothesis: 21. The numerator is the total bids launched in a given year, while the denominator is the average number of bids launched across all the industries in the ASX. Size will have an impact on the likelihood of acquisition. It seems plausible that smaller firms will have a greater likelihood of acquisition due to larger firms generally having fewer bidding firms with the resources to acquire them. This gives rise to the following hypothesis: H8: The size of a firm will be negatively related to the likelihood of acquisition. Explanatory variables that can be employed to control for size include: 21. Log (Total Assets) 22. Net Assets 4. Data and Method The data requirements for the variables defined above are derived from the financial statements and balance sheet date price information for Australian listed companies. The financial statement information was sourced from the AspectHuntley data base which includes annual financial statement data for all ASX listed companies between 1995 and 2006. The database includes industry classifications for all firms included in the construction of industry relative ratios. Lists of takeover bids and their respective success were obtained from the Connect4 database. This information enabled the construction of variables for relative merger activity between industries. Additionally, stock prices from the relevant balance dates of all companies were sourced from the AspectHuntley online database, the SIRCA Core Price Data Set and Yahoo! Finance. 4.1 The Discrete Choice Modelling Framework The modelling procedure used is the nominal logit model, made popular in the bankruptcy prediction literature by Ohlson (1980) and, subsequently, in the takeover prediction literature by Palepu (1986). Logit models are commonly utilised for dichotomous state problems. The model is given by equations [1] to [3] below. 9 [3] The logit model was developed to overcome the rigidities of the Linear Probability Model in the presence of a binary dependent variable. Equations [1] and [2] show the existence of a linear relationship between the log-odds ratio (otherwise known as the logit Li) and the explanatory variables. However, the relationship between the probability of the event and acquisition likelihood is non-linear. This non-linear relationship has a major advantage that is demonstrated in equation [3]. Equation [3] measures the change in the probability of the event as a result of a small increment in the explanatory variables, . When the probability of the event is high or low, the incremental impact of a change in an explanatory variable on the likelihood of the event will be compressed, requiring a large change in the explanatory variables to change the classification of the observation. If a firm is clearly classified as a target or non-target, a large change in the explanatory variables is required to change its classification. 4.2 Sampling Schema Two samples were used in the model building and evaluation procedure. They were selected to mimic the problem faced by a practitioner attempting to predict takeover targets into the future. The first sample was used to estimate the model and to conduct in-sample classification. It was referred to as the Estimation Sample. This sample was based on financial data for the 2001 and 2002 financial years for firms that became takeover targets, as well as selected non-targets, between January, 2003 and D

saya pergi ke kediri

Last Update: 2014-02-23
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia
Warning: Contains invisible HTML formatting

Kalau punya uang 1 milyar Kalau aku mempunyai uang sebanyak 1 milyar , akan ku gunakan untuk 150 juta naik haji orang tua , 150 juta membantu orang yang membutuhkan , seperti , anak yatim piatu , fakir miskin , panti asuhan , dan lain lain , 50 juta memberi sumbangan ke mesjid , 200 juta untuk beli mobil, motor , dan sebagainya , 50 juta untuk ladang usaha , 100 juta untuk investasi ke perusahaan terkenal , atau perusahaan modern , 20 juta untuk uang kuliah , 30 juta untuk sekolah adik adik , 150 juta untuk persiapan tes manjadi polisi kalau ada kesempatan , selebih nya untuk senang senang dengan keluarga , contoh nya makan enak di hotel bintang lima , lalu beli komputer beli wifi yang cepat misalnya speedy habis untuk main PB main GB , masak besar lalu di bagi bagi ke tetangga agar mereka kenyang , kalau masih ada lebih nya aku tabung di bank untuk persiapan kalau masih ada keperluan , itu lah impian ku

set the operation when lid is opened

Last Update: 2013-11-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

4. Echoes: contoh state-of-the-art TEL intervensi Pada bagian ini kita membahas tantangan utama yang muncul dalam mengembangkan contoh state-of-the-art sistem TEL. Proyek Echoes merupakan upaya multi-disiplin yang melibatkan kolaborasi dari psikologi, pendidikan, kecerdasan buatan, visi komputer, dan desain. Ini bertujuan untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikasi sosial pada anak autis serta biasanya mengembangkan anak-anak (usia 5-7 tahun).

4. ECHOES: an example state-of-the-art TEL interventionIn this section we discuss the key challenges that emerged in developing an examplestate-of-the-art TEL system. The ECHOES project was a multi-disciplinary effort thatinvolved collaboration from psychology, education, artificial intelligence, computervision, and design. It aimed to support development of social communication skills inchildren with autism as well as typically developing children (aged 5-7 years).

Last Update: 2013-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Several difficulties are encountered in providing a successful , single complete denture treatment. This case report deals with successful rehabilitation of edentulous maxillary ridge opposing a full complement of natural teeth prosthetically incorporating metal denture base in place of the conventional Poly Methyl Methacrylate material to combat the masticatory forces from natural dentition and improve the longevity of the prosthetic rehabilitation, at the same time improving the strength of the maxillary denture base. Keywords: residual ridge resorption, metal denture base, single complete denture

commands

Last Update: 2013-10-03
Subject: Banking
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pertanian Kegiatan pertanian merupakan kegiatan ekonomi sara diri masyarakat Melayu tradisional yang sangat penting. Merujuk kepadanya, padi pula merupakan tanaman utama memandangkan ia adalah makanan asasi masyarakat di rantau ini. Di Malaysia, dua jenis padi telah diusahakan iaitu padi sawah dan padi huma (bukit). Padi sawah ditanam di kawasan rendah dan di lembah-lembah sungai yang subur damdengan tanah alluvium. Penanaman padi sawah dipercayai diperkenalkan oleh orang Thai di negeri-negeri Melayu Utara dan orang Minangkabau di negeri-negeri Selatan. Negeri-negeri yang terkenal dalam penanaman padi sawah di Tanah Melayu ialah Kedah, Melaka, Negeri Sembilan dan Pahang. Antara negeri ini, Kedah merupakan negeri yang terkenal sebagai jelapang padi negara kita. Menjelang abad ke-18, dataran Perlis dan Seberang Perai juga turut menjadi kawasan penanaman padi yang utama. Penanaman padi sawah ini berkembang dengan pesat adalah dipengaruhi oleh sistem pengairan yang digunakan sejak abad ke-19. Air telah dibawa masuk ke sawah padi melalui tali air dan terusan. Antara terusan yang terkenal ialah Terusan Wan Mat Saman yang dibina pada tahun 1885 di Kedah. Di Negeri Sembilan pula, kincir telah dibina untuk membawa air masuk ke sawah padi. Berbanding dengan penanaman padi sawah, padi huma ditanam secara berpindah-randah setiap kali penanaman dijalankan kerana kesuburan tanah telah hilang atau berkurangan. Biasanya, padi huma ditanam di kawasan yang bergunung-ganang. Sebagai contoh, suku kaum Dusun dari Murut di Sabah dan Sarawak yang tinggal di kawasan pedalaman melakukan kegiatan penanaman padi huma. Walau bagaimanapun, terdapat juga tanaman-tanaman lain sebagai pelengkap kepada hasil padi seperti ubi, sayur-sayuran dan sebagainya. Penanaman tanaman ini menjadi penting kerana ia merupakan “makanan selang”. Selain itu, ubi juga dapat dijadikan sebahagian makanan utama sewaktu bekalan beras.

who are you

Last Update: 2013-01-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

sampai sekarang tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemerintah. pemerintah hanya bisa menyampaikan usulan yang nyatanya tidak pernah bisa dilaksanakan. contohnya usulan menggunkan handphone dan hal yang mustahil karena untuk keluar rumah saja susah.

not to mention if disclosed cases of Indonesian maids advertising in malaysia and singapore is very alarming. but why is the government still continue sending workers? whereas the life of migrant workers abroad is life as a sex slave.

Last Update: 2012-11-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

Janganlah lupa kepada pemimpin-pemimpinmu yang menyampaikan pesan Allah kepadamu. Perhatikanlah bagaimana mereka hidup dan bagaimana mereka mati, dan contohilah iman mereka
Hebrews 13.7

Remember them which have the rule over you, who have spoken unto you the word of God: whose faith follow, considering the end of their conversation.
Hebrews 13.7

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Add a translation