MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google perjemahan    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Google Terjemahan

Google Translate

Last Update: 2014-07-19
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Indonesian-english translation google

A well accepted therapeutic approach considered the standard of practice for a particular disease state

Last Update: 2014-06-25
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Menyikapi Bencana اَلْحَمْدُ للهِ الّذِىْ اَكْرَمَ مَنِ اتَّقَى بِمَحَبَّتِهِ, وَاَوْعَدَ مَنْ خَالَفَهُ بِغَضَبِهِ وَعَذَابِهِ, اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَرْسَلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيْدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللهِ وَخَيْرِ خَلْقِهِ, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ. اما بعد : فَيَااَيُّهَاالنَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak kaum muslimin, khususnya diri saya pribadi untuk menambah ketaqwaan kita kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala taqwa dalam arti melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. Ma’asyiralmuslimin Rahimakumullah Dunia kembali tersentak oleh bencana besar berskala dunia, gempa bumi dan tsunami berkekuatan dahsyat, yang satu minggu lalu menimpa pesisir pantai Jepang, berkekuatan 9,0 skala Rihcter. Bencana ini tidak hanya meninggalkan prahara dengan ribuan korban dan kerusakan berbagai fasilitas hidup, ancaman yang tak kalah dahsyatnya hadir di depan mata yaitu efek radiasi nuklir dari rusaknya reaktor nuklir PLTN di Fukushima akibat gempa.. Nuklir menjadi ancaman yang paling menakutkan pada masa perkembangan tekhnologi modern saat ini. Bencana Jepang ini juga kembali mengingatkan kita akan bencana-bencana besara sebelumnya yang pernah mengguncang berbagai belahan dunia, termasuk negeri kita Indonesia, gempa-tsunami, gunung meletus, longsor, banjir bandang yang pernah menimpa berbagai daerah negeri ini telah membuat ciut-cemas jantung kita, mengguncang titik terakhir pertahanan iman manusia, betapa kematian begitu dekat mengintai. Bencana datang tak pernah bisa diprediksi, datang tak terduga, kapan dan di mana saja ia mau, ancaman kematian semakin nyata, dan kita tinggal menunggu giliran saja. Dan Allah memang telah menegaskan akan misteriusnya kematian …………… وَمَاتَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. 31:34) Ma’asyiralmuslimin Rahimakumullah Dan bencana yang menimpa hanya sebab dari pastinya datangnya kematian itu sendiri.Masalahnya sekarang, bagaimana kita mensikapi akan segala musibah/bencana yang pernah datang dan yang akan datang. Dalam perspektif islam, sebuah bencana dapat dilihat ke dalam 3 kategori. Pertama, bencana sebagai ujian bagi orang-orang beriman, kedua, bencana sebagai teguran, dan ketiga, bencana sebagai adzab terhadap orang-orang kafir atau orang yang ingkar terhadap kebenaran. Yang pertama, halnya musibah/bencana sebagai ujian adalah merupakan sunatullah, ia datang untuk menguji keimanan seseorang. Dan tidak akan luput seseorang dari yang namanya ujian, dalam bentuk apapun ujian tersebut, apakah ia tetap teguh dengan keimanannya atau malah kufur terhadap segala ketentuan Allah. Dalam surat Al-Ankabut dapat kita baca tentang hal ini: أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَيُفْتَنُونَ. وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. 29:3) Begitu juga Firman Alloh ; وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ اْلأَمْوَالِ وَاْلأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadam, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS.al baqoroh :155) Yang kedua, bencana dipandang sebagai teguran. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan orang-orang yang beriman agar ia kembali atau bertaubat dari segala kelalainnya atau dosa-dosanya وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). (QS. 42:30) Yang ketiga, dan yang tidak kita harapkan, adalah datangnya bencana sebagai adzab atau siksa Allah Swt. Azab diturunkan Allah SWT kepada kaum yang nyata membangkang dan betul-betul tidak mau menerima Ajaran Allah dan para Nabinya. Dalam hal ini Allah betul-betul Maha Kuasa untuk menghancurkan suatu negeri tanpa sisa, seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an yaitu kisah-kisah kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Luth, Penduduk Madyan atau kaum Nabi Syuaib. Yang diturunkan banjir dasyat, gempa dasyat, petir, dan hujan batu api. Mereka semua dibinasakan (kecuali sedikit orang yang mengikuti petunjuk Rasul Allah). Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah! Dapat kita baca dalam banyak ayat dalam al-Qur’an tentang bencana yang merupakan adzab dari Allah ini, diantaranya adalah : Surta al-Ankabut; 40 فَكُلاًّ أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ اْلأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَاكَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang menguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS. 29:40) Hadirin Jamaah sholat Jumat yang berbahagia Begitu banyak ayat dalam al-qur’an yang menjelaskan masalah ini. Semoga kita tidak termasuk yang mendapat adzab Allah karena pembangkangan, tidak melaksanakan perintah Alloh ataupun ajaran yang di bawa Rasul-rasulNya. Jadi kesimpulannya seandainya musibah ini adalah ujian, semoga kita bisa menerimanya dengan penuh keimanan dan kesabaran. Kalaupun itu sebuah teguran, semoga kita cepat menyadarinya dan kembali hidup dalam tuntunan yang telah digariskan Allah Swt.yaitu jalan yang penuh kebenaran. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى اَمَرَنَا بِالاتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ للهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ اِيَّاهُ نَعْبُدُ وَاِيَّاهُ نَسْتَعِيْنَ, وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِّلْعَالَمِيْنَ. اَلّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَالله اِتَّقُ اللهَ تَعَالَى رَبَّ الْعَالمَيْنَ. وَسَارِعُوْ اِلى مَغْفِرَةِ اللهِ الْكَرِيْمِ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَلَى بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ فَقَالَى فِى كِتَابِهِ الْعَزِيْز. اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَلّلهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلاْحْيَاءِ مِنْهُمُ اْلاَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعْوَاتِ رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاَخِرَةِ حَسَنَهً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَالله, اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانَ وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرْ وَالْبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهَ اَكْبَرَ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا يَصْنَعُوْنَ اَقِيْمُوا الصَّلوةَ google translet Indonesia to English

horax, in amphibians, reptiles, birds, and mammals, the chest. In humans and other mammals the chest is that part of the body between the neck and abdomen. In humans the bony framework of the thorax consists of the 12 thoracic vertebrae, 12 pairs of ribs, and the sternum (breastbone). The mammalian thorax contains the chief organs of respiration and circulation, namely, the lungs, some air passages, the heart, and the great vessels (see thoracic cavity). Below, it is bounded by the diaphragm. The bony framework is encased with muscles, fat, and cutaneous tissues. In insects the thorax is the middle of the three major divisions of the body. It is composed of three parts, each of which commonly bears a pair of legs; the rearward two parts usually each bear a pair of wings.

Last Update: 2014-07-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Add a translation