MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: memek basah    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Mimpi basah

Nocturnal emission

Last Update: 2014-06-28
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Alkisah ada sebuah rumah kecil di pinggir hutan rimba hiduplah seorang perempuan bernama Mbok Dhadap yang berusia paruh baya yang hidup sebatangkara tanpa teman dan saudara. Mbok Dhadap sangat mendambakan kehadiran seorang anak untuk menemaninya. Setiap hari ia berdoa agar mendapatkan seorang anak untuk menemaninya. Suatu hari ketika sedang mencari kayu di hutan, Mbok Dhadap bertemu dengan raksasa penguasa hutan rimba tersebut yang gemar memakan manusia. Mbok Dhadap gemetar menahan takut, karena tak kuasa menahan rasa takut, Mbok Dhadap tidak sadar bahwa kain jaritnya basah karena kencing. Raksasa itu tertawa lebar, suaranya bergemuruh memenuhi angkasa dan memekakkan gendang telinga. “Hua..ha…ha… GGGrrrrrrrhhhhhh…..!!!!!, Hai Perempuan Tua !!! kau jangan takut padaku… mendekatlah aku ingin menitipkan sesuatu untukmu….” Mbok Dhadap tertunduk, masih menahan rasa takut yang tak terkira. “Raksasa… kau jangan memakan aku, aku sudah tua.” Lagi-lagi Raksasa itu tertawa. “Hua..ha….ha… aku tidak doyan daging perempuan tua sepertimu, selain tidak enak rasanya, aku yakin pasti banyak kumannya….hi…. ngeri…. Hua..ha…ha….” Mbok Dhadap mulai tenang, karena mengetahui Raksasa itu tidak akan memakannya. “Kau benar sekali wahai Raksasa…, aku memang jarang mandi, sehingga pasti banyak kumannya. Kau akan sakit bila memakan aku. Apa yang hendak kau titipkan kepadaku, wahai Raksasa ?” Sang Raksasa kembali tertawa. “Hua..ha… ha… Mbok Dhadap kau lucu sekali ternyata… Aku mau menitipkan seorang bayi manusia kepadamu, tapi dengan syarat bahwa 15 tahun lagi anak ini akan kuambil untuk kujadikan mangsa. Apakah kau sanggup memenuhi syarat itu?” Mbok Dhadap hanya terdiam, hatinya sebenarnya gembira mendapat tawaran itu, akan tetapi bagaimana kalau Raksasa itu mengambil anak itu kelak? Raksasa itu menggeram. “GGGrrrrrrhhhhhh….. Bagaimana Mbok Dhadap??!! Kalau kau tidak sanggup, anak ini akan ku buang!!!!” Mendengar itu seketika Mbok Dhadap kaget. “I..iii..yaaa!!!! Aku sanggup memenuhi persayaratan itu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku.” Akhirnya Raksasa itu menyerahkan seorang bayi perempuan yang mungil, cantik, dan berkulitnya bersih. Mbok Dhadap terpukau melihat bayi perempuan itu. “Waahh… cantiknya bayi ini.” “GGgrrrrrhhhh… Ingatlah Mbok Dhadap, 15 tahun lagi aku akan datang untuk mengambil anak ini… ingatlah itu Mbok Dhadap… HHHHhmmmhhhh…. Hua..ha..ha….” kemudian Raksasa itu pergi meninggalkan Mbok Dhadap dan bayi itu. *** Mbok Dhadap memberi nama bayi perempuan itu Timun Mas, karena kulitnya yang bersih dan berkilau laksana emas. Mbok Dhadap sangat menyayangi Timun Mas, Dia merawatnya dengan penuh kasih dan cinta. Mbok Dhadap tidak merasa sepi lagi, ada Timun Mas yang menemaninya sekarang. Meskipun bukan anak kandungnya sendiri, Mbok Dhadap telah menganggap Timun Mas sebagai anaknya. Timun Mas memanggil Mbok Dhadap dengan sebutan Biyung yang berarti Ibu. Waktu terus berjalan tanpa henti, tanpa terasa 15 tahun sudah berlalu. Timun Mas tumbuh menjadi sosok gadis yang anggun dan rupawan, parasnya cantik, rambutnya yang lebat terurai panjang sehingga semakin memancarkan aura kecantikannya. Menjelang waktu yang telah dijanjikan, Mbok Dhadap merasa sedih dan bingung lalu memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar menyelamatkan Timun Mas. Hingga suatu ketika doanya dijawab lewat mimpi. Dalam mimpinya, Mbok Dhadap diminta memberikan tiga jenis barang untuk dibawa Timun Mas ketika dikejar Raksasa jahat itu yaitu biji mentimun, jarum dan sepotong terasi. Mbok Dhadap segera menyiapkan ketiga barang tersebut untuk diberikan kepada Timun Mas. Akhirnya dengan rasa sedih yang amat sangat, Mbok Dhadap menceritakan permasalahan itu kepada Timun Mas. “Anakku, Timun Mas, Biyung tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkanmu. Lima belas tahun yang lalu raksasa itu menitipkanmu kepadaku. Sekarang waktu itu telah tiba. Raksasa itu akan datang membawamu. Timun Mas, jaga dirimu Nak…,” ujar Mbok Dhadap sambil terisak menangis. Timun Mas merasa bersedih karena harus meninggalkan biyungnya sendiri. Ia tak sampai hati meninggalkan orang yang telah merawatnya dari kecil hingga dewasa tersebut. “Biyung, aku mau di sini saja menemani Biyung, merawat Biyung, aku tidak takut kepada Raksasa itu Biyung, ” kata Timun Mas terisak meneteskan air mata, kemudian keduanya berpelukan erat. Mbok Dhadap hanya menghela nafas panjang, ada kegalauan yang sangat di dalam hati Mbok Dhadap. “Timun Mas anakku, jangan kau khawatirkan Biyung. Raksasa itu tidak akan memangsa biyung, karena dia hanya menginginkanmu, sudah…,” Belum sampai kalimat Mbok Dhadap selesai tiba-tiba terdengar suara keras dari luar rumah. “GGGGggggrrhhh!!!!!! Mbok Dhadap!! Keluarlah! Aku datang menagih janji kepadamu! Serahkan anak itu kepadaku untuk kumangsa!!!! Mbok Dhadap!!! Keluarlah!!!” “Timun Mas anakku, cepatlah kau pergi Nak, tidak ada waktu lagi. Segera pergilah lewat pintu belakang Ingatlah baik-baik pesan Biyung. Pertama kali, sebarkan biji mentimun ini mana kala raksasa itu mendekat, lalu jika ia mendekat lagi, lemparkan jarum ini kepada Raksasa itu dan jika ia masih mendekat lagi lemparkan terasi ini anakku. Cepatlah kau pergi anakku, selamatkanlah dirimu. Percayalah, Biyung akan baik-baik saja”. Dengan penuh rasa haru dan sedih Timun Mas segera berlari keluar dan meninggalkan rumah Mbok Dhadap untuk menyelamatkan dirinya. Sedangkan Mbok Dhadap keluar menemui raksasa jahat yang lapar itu. “Ada apa, Raksasa? Bukankah masih lama waktu 15 tahun itu?” Mbok Dhadap mencoba mengulur waktu agar Timun Mas dapat selamat dari ancaman raksasa itu. “Ggggrrgggghhhh!!!! Aku tidak mungkin salah. Hari ini adalah genap 15 tahun semenjak aku menyerahkan bayi itu kepadamu, sekarang serahkan bayi itu kepadaku!” “Dia tidak ada di sini Raksasa. Percayalah, dia sudah mati beberapa tahun lalu,” Mbok Dhadap mencoba membohongi raksasa itu. “Tidak mungkin, aku masih bisa mencium bahwa bayi itu masih hidup, sekarang serahkan kepadaku atau aku akan memaksamu!” Saat itulah, Raksasa melihat ada seorang gadis yang berlari kencang meninggalkan rumah itu. “GGGGrrrrrrrrrGggghhhhh!!! Jangan kira kau bisa membohongiku Mbok Dhadap, itu dia bayi itu! Wah, anak itu pasti lezat sekali…. aku akan mengejarnya !” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas tanpa menghiraukan Mbok Dhadap yang menjerit histeris memohon agar Raksasa itu tidak mengejar Timun Mas. *** Timun Mas berlari sekencang-kencangnya meninggalkan rumah Mbok Dhadap. Namun, sekencang-kencangnya Timun Mas berlari, kecepatannya tidak sebanding dengan kecepatan lari Raksasa itu dengan terengah-engah. Timun Mas meilhat bahwa Raksasa itu kian mendekat. “Celaka, Raksasa itu cepat sekali larinya… bagaimana ini?” Timun Mas bingung dan takut dan pasrah. Raksasa itu semakin dekat, semakin dekat dan sekarang hanya berjarak puluhan meter dari Timun Mas yang masih mencoba berlari itu. Di tengah kebingungan dan rasa takutnya, Timun Mas ingat pesan biyungnya untuk menyebarkan biji timun pertama kali manakala raksasa itu mendekat. Tanpa menunggu lebih lama lagi, segera saja Timun Mas menyebarkan biji mentimun itu ke hadapan Raksasa itu. Ajaib, seketika itu juga, biji timun yang disebar oleh Timun Mas itu berubah menjadi hutan mentimun yang dengan buah yang ranum dan segar sehingga membuat Raksasa itu terpana melihat keranuman buah mentimun yang membentang di hadapannya. “Wah…. ranum benar mentimun ini, kebetulan aku sedang haus dan lapar.” Raksasa seperti terhipnotis sehingga memutuskan untuk menikmati buah mentimun itu tanpa mengingat lagi bahwa Ia sedang mengejar Timun Mas. “Kres!!..Kres!!!… Nyam, Nyam…. Wah !!! Segar sekali mentimun ini !!! Huahhhhh!!! Nikmat sekali….” Melihat keajaiban itu, Timun Mas tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia terus berlari kencang meninggalkan raksasa yang kelaparan itu. Waktu terus berlalu. Raksasa itu rupanya terlena dengan kesegaran buah mentimun yang menghampar di hadapannya. Setelah sekian lama ia memakan buah mentimun itu, ia tersadar dari pengaruh hipnotis buah mentimun itu. “Hua…… kurang ajar, rupanya aku terhipnotis hutan mentimun ini…. Di mana anak itu…. Hai, berhenti !!!” Raksasa itu segera berlari mengejar Timun Mas. Tak berapa lama waktu berjalan, raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas kembali. Karena Raksasa itu kian mendekat, Timun Mas segera melemparkan jarum itu kepada Raksasa itu. Benar-benar ajaib, jarum yang dilempar itu seketika berubah menjadi hutan bambu yang lebat dan penuh duri, sehingga menyulitkan Raksasa itu untuk mengejar Timun Mas. Melihat itu, Timun Mas segera berlari sekencang-kencangnya meninggalkan raksasa jahat yang terjebak dalam hutan bambu yang lebat dan penuh duri itu. Harapannya hanya satu yaitu agar lolos dari cengkeraman Raksasa jahat itu. Timun Mas terus saja berlari menjauh, sedangkan Raksasa jahat mengalami kesulitan untuk menembus hutan bambu yang penuh duri itu. Namun, dengan kekuatannya, akhirnya Raksasa itu berhasil menembus hutan bambu berduri itu dan kembali mengejar Timun Mas. Tak berselang lama, Raksasa itu telah berhasil mendekati Timun Mas Kembali. Melihat itu semua, Timun Mas sudah pasrah dan putus asa dan yakin bahwa Raksasa itu akan berhasil menangkapnya. “Oh, Tuhan, apakah benar ini takdirku? Tertangkap raksasa dan mati di tangannya. Oh, Tuhan tolonglah aku. Siapa yang akan merawat Biyung nanti ? Oh, Tuhan….” Timun Mas menangis sedih. Di sela-sela keputusasaannya itu, tiba-tiba Timun Mas teringat bahwa ia masih mempunyai satu senjata lagi yaitu sepotong terasi. Oleh karena itu, begitu raksasa itu mendekat, Timun Mas segera melemparkan sepotong terasi itu kepada raksasa itu. Benar-benar ajaib, sepotong terasi yang ia lemparkan berubah menjadi sebuah lautan lumpur yang dalam, sehingga raksasa itu terperosok ke dalamnya. Semakin lama Raksasa itu berontak, semakin tenggelam pula tubuhnya, hingga akhirnya tubuh raksasa itu benar-benar tenggelam dan matilah raksasa jahat itu ditelan lautan lumpur tersebut. Timun Mas menghela nafas panjang. Rasa lega, letih, dan bahagia menyelimuti hatinya. Tak henti-hentinya Timun Mas bersyukur karena doa dan harapannya dikabulkan Tuhan, Timun Mas yakin bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa mahluknya apabila berdoa dengan tulus dan kesungguhan hati dan berusaha dengan keyakinan penuh. Tanpa menunggu lama Timun Mas memutuskan kembali ke rumah Mbok Dhadap dan akhirnya mereka berdua hidup bahagia dalam nuansa kasih sayang antara orang tua dan anak. Sekian.

google translate

Last Update: 2014-06-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Rekha:permisi,apakah benar ini tempat terjatuhnya pohon yang menimpa 3 rumah? Vanesa:iya benar,3 rumah ambruk karena angin kencang dan hujan yang deras Rekha:kalau boleh kapan dan dimana tempat kejadian nya? Vanesa:di Desa karang malang kec.karang sembung kab.cirebon minggu 27 januari,pada sore hari Rekha:apakah ada korban jiwa? Vanesa:beruntung nya tidak ada korban jiwa,namun bangunan bangun rumah mengalami kerusakan serta para pemilik rumah mengalami kerugian materi lantaran hanya pakaian,itu pun dalam keadan basah dan kotor Rekha:kalau begitu terima kasih atas pemberitahuan nya Vanesa:iya,sama sama

Indonesian translation google english

Last Update: 2013-02-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: anonymous

ULAR TUA YANG LICIK Dahulu kala ada seekor ular tinggal dalam sebuah hutan ular ini besar tapi ia berusia lanjut dan lemah kebanyakan pada waktu itu ia sering kelaparan karena ia tak dapat menangkap mangsanya lagi suatu hari ular tersebut mengembara untuk mencari makanan dan ia sampai pada sebuah telaga yang penuh dengan kodok ia berpikir sepertinya kodok kodok itu lezat dan dapat menyantapnya lalu sikodok memikiran cara untuk menipunya dan si ular menutup dan bergeletak diam kodok kodok melihat si ular tergeletak diam dan tak berkeinginan untuk mengejar mereka pangeran kodok berpikir bahwa ular itu sudah mati dan ia berusaha mendekati si ular namun ratu kodok melarang pangeran kodok untuk mendekati si ular karena akan berbahaya tetapi sang pangeran kodok tidak menghiraukan perkataan ibunya ia mendekati ular tersebut tiba tiba saja ular itu berkata untuk jangan takut kepadanya karena si ular telah dikutuk untuk melayani para kodok dan menggendongnya berkeliling tanpa bergilur panjang ratu kodok raja kodok dan pangeran kodok percaya kepada omongan si ular itu raja kodok ratu kodok dan pangeran kodok pun menaiki punggung si ular mulut ular menjadi basah memilurkan kodok kodok gemuk dan lezat yang menunggangi punggungnya tetapi ia sadar bahwa ia harus sabar untuk beberapa hari sang ular membawa keluarga kerajaan kodok masuk dan keluar hutan suatu hari ia berhenti tiba tiba pangeran kodok bertanya kepada ular tersebut mengapa ia berhenti sang ular pun menjawab bahwa ia beberapa hari ini belum makan dan ia merasa sangat lemas menggendong mereka dan ular itu berkata bahwa ia ingin sekali memakan mereka raja kodok pun langsung marah atas perkataan ular tersebut . ular tersebut tidak menghiraukan perkataan raja kodok tersebut tanpa bibir panjang ular tersebut langsung menyerang raja kodok,ratu kodok,dan pangeran kodok kecil tersebut

translate

Last Update: 2013-01-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

'Bapak Abraham!' seru orang kaya itu. 'Kasihanilah saya. Suruhlah Lazarus mencelupkan jarinya ke dalam air lalu datang membasahi lidah saya. Saya sengsara sekali di dalam api ini!
Luke 16.24

And he cried and said, Father Abraham, have mercy on me, and send Lazarus, that he may dip the tip of his finger in water, and cool my tongue; for I am tormented in this flame.
Luke 16.24

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Ia berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya dan menangis sambil membasahi kaki Yesus dengan air matanya. Kemudian kaki Yesus dikeringkannya dengan rambutnya lalu diciumnya dan dituangi minyak wangi
Luke 7.38

And stood at his feet behind him weeping, and began to wash his feet with tears, and did wipe them with the hairs of her head, and kissed his feet, and anointed them with the ointment.
Luke 7.38

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

"Sendirian Aku masuk ke tempat pengirikan anggur di antara umat-Ku tak ada yang menolong Aku. Bangsa-bangsa Kuinjak-injak dalam kemarahan-Ku, seperti menginjak-injak buah anggur. Darah mereka menyembur membasahi baju-Ku, mencemarkan seluruh pakaian-Ku
Isaiah 63.3

I have trodden the winepress alone; and of the people there was none with me: for I will tread them in mine anger, and trample them in my fury; and their blood shall be sprinkled upon my garments, and I will stain all my raiment.
Isaiah 63.3

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader
Warning: Contains invisible HTML formatting

Ia diusir dari masyarakat manusia dan akalnya menjadi seperti akal binatang. Ia hidup dengan keledai hutan, makan rumput seperti sapi dan tidur di lapangan terbuka sehingga dibasahi embun. Akhirnya ia mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia dan kerajaan itu diberikan-Nya kepada siapa saja yang dipilih-Nya
Daniel 5.21

And he was driven from the sons of men; and his heart was made like the beasts, and his dwelling was with the wild asses: they fed him with grass like oxen, and his body was wet with the dew of heaven; till he knew that the most high God ruled in the kingdom of men, and that he appointeth over it whomsoever he will.
Daniel 5.21

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Ia tumbuh sebab airnya berkecukupan. Sungai di bawah tanah memberinya makanan, menyirami segala akarnya, dan membasahi pohon-pohon lainnya
Ezekial 31.4

The waters made him great, the deep set him up on high with her rivers running round about his plants, and sent out her little rivers unto all the trees of the field.
Ezekial 31.4

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Karena itu marilah kita berusaha untuk sungguh-sungguh mengenal TUHAN. Ia pasti akan datang kepada kita seperti datangnya fajar, dan seperti hujan yang membasahi bumi pada akhir musim hujan.
Hosea 6.3

Then shall we know, if we follow on to know the LORD: his going forth is prepared as the morning; and he shall come unto us as the rain, as the latter and former rain unto the earth.
Hosea 6.3

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Maka bangunlah aku hendak membuka pintu bagi kekasihku. Mur menetes dari tangan dan jari-jariku, membasahi pegangan kancing pintu
Song of Solomon 5.5

I rose up to open to my beloved; and my hands dropped with myrrh, and my fingers with sweet smelling myrrh, upon the handles of the lock.
Song of Solomon 5.5

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Pada masa itu gunung-gunung akan penuh kebun anggur. Binatang ternak akan makan rumput di bukit-bukit yang subur. Sungai-sungai di Yehuda tak akan pernah habis airnya. Sebuah sungai akan mengalir dari Rumah TUHAN, dan membasahi Lembah Akasia dengan air nyaman
Joel 3.18

And it shall come to pass in that day, that the mountains shall drop down new wine, and the hills shall flow with milk, and all the rivers of Judah shall flow with waters, and a fountain shall come forth of the house of the LORD, and shall water the valley of Shittim.
Joel 3.18

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Pada saat itu juga, kata-kata itu menjadi kenyataan. Aku, Nebukadnezar diusir dari masyarakat manusia dan makan rumput seperti sapi. Tubuhku dibasahi embun, rambutku menjadi sepanjang bulu elang, dan kukuku sepanjang cakar burung
Daniel 4.33

The same hour was the thing fulfilled upon Nebuchadnezzar: and he was driven from men, and did eat grass as oxen, and his body was wet with the dew of heaven, till his hairs were grown like eagles' feathers, and his nails like birds' claws.
Daniel 4.33

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Seperti hujan turun dari langit, dan tidak kembali, melainkan membasahi bumi, menyuburkannya dan menumbuhkan tanam-tanaman, memberi hasil untuk ditabur dan dimakan
Isaiah 55.10

For as the rain cometh down, and the snow from heaven, and returneth not thither, but watereth the earth, and maketh it bring forth and bud, that it may give seed to the sower, and bread to the eater:
Isaiah 55.10

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah. Ikatlah dengan rantai besi dan tembaga lalu tinggalkanlah di padang rumput. Biarlah ia dibasahi embun, dan hidup bersama dengan binatang-binatang serta tumbuh-tumbuhan
Daniel 4.15

Nevertheless leave the stump of his roots in the earth, even with a band of iron and brass, in the tender grass of the field; and let it be wet with the dew of heaven, and let his portion be with the beasts in the grass of the earth:
Daniel 4.15

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Tuanku akan diusir dari masyarakat manusia dan hidup di antara binatang-binatang di padang. Selama tujuh tahun Tuanku akan makan rumput seperti sapi dan tidur di lapangan terbuka, sehingga dibasahi embun. Setelah itu Tuanku akan mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia, dan kerajaan itu diberikan-Nya kepada siapa saja yang dipilih-Nya
Daniel 4.25

That they shall drive thee from men, and thy dwelling shall be with the beasts of the field, and they shall make thee to eat grass as oxen, and they shall wet thee with the dew of heaven, and seven times shall pass over thee, till thou know that the most High ruleth in the kingdom of men, and giveth it to whomsoever he will.
Daniel 4.25

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Tuanku melihat juga seorang malaikat turun dari surga sambil berkata, 'Tebanglah pohon ini dan binasakanlah, tetapi biarkanlah tunggulnya tinggal di dalam tanah. Ikatlah dengan rantai besi dan tembaga lalu tinggalkanlah di padang rumput. Biarlah ia dibasahi embun dan hidup bersama dengan binatang-binatang selama tujuh tahun.
Daniel 4.23

And whereas the king saw a watcher and an holy one coming down from heaven, and saying, Hew the tree down, and destroy it; yet leave the stump of the roots thereof in the earth, even with a band of iron and brass, in the tender grass of the field; and let it be wet with the dew of heaven, and let his portion be with the beasts of the field, till seven times pass over him;
Daniel 4.23

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Aku seperti pohon yang subur tumbuhnya, akarnya cukup air dan embun membasahi dahannya
Job 29.19

My root was spread out by the waters, and the dew lay all night upon my branch.
Job 29.19

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Allah memberi hujan untuk membasahi tanah, atau juga untuk menghukum umat manusia; mungkin pula untuk memperlihatkan kepada mereka, betapa besar kasih-Nya yang tetap untuk selamanya
Job 37.13

He causeth it to come, whether for correction, or for his land, or for mercy.
Job 37.13

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Hai bukit-bukit Gilboa, dengarlah seruanku: Jangan sampai embun dan hujan membasahimu! Biarlah kering dan tandus ladang dan padangmu. Sebab di sanalah terdampar perisai pemberani. Dan perisai Saul pun berkarat, tak diminyaki lagi
2 Samuel 1.21

Ye mountains of Gilboa, let there be no dew, neither let there be rain, upon you, nor fields of offerings: for there the shield of the mighty is vilely cast away, the shield of Saul, as though he had not been anointed with oil.
2 Samuel 1.21

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: MyMemoryLoader

Add a translation