MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: sayur    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Sayur

Vegetable

Last Update: 2013-04-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Sayur asem

Sayur asem

Last Update: 2014-09-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Sayur-sayuran

Vegetable

Last Update: 2013-04-29
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Sayuran

Vegetable

Last Update: 2014-03-02
Usage Frequency: 4
Quality:
Reference: Wikipedia

Sayuran

Vegies

Last Update: 2014-01-27
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Sayuran

Vegetables

Last Update: 2013-08-30
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Wikipedia

sayuran

Peace yes I understand what I said I want to see you

Last Update: 2012-11-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Malam itu juga dagingnya harus dipanggang dan dimakan dengan sayur pahit dan roti tak beragi
Exodus 12.8

And they shall eat the flesh in that night, roast with fire, and unleavened bread; and with bitter herbs they shall eat it.
Exodus 12.8

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Lebih baik makan sayur tapi disertai cinta kasih, daripada makan daging lezat tapi disertai kebencian
Proverbs 15.17

Better is a dinner of herbs where love is, than a stalled ox and hatred therewith.
Proverbs 15.17

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Pada suatu hari ketika Yakub sedang memasak sayur kacang merah, datanglah Esau dari perburuannya. Ia lapar
Genesis 25.29

And Jacob sod pottage: and Esau came from the field, and he was faint:
Genesis 25.29

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Setelah itu Yakub memberi kepadanya roti dan sebagian dari sayur kacang merah itu. Esau makan dan minum lalu pergi. Demikianlah Esau meremehkan haknya sebagai anak sulung
Genesis 25.34

Then Jacob gave Esau bread and pottage of lentiles; and he did eat and drink, and rose up, and went his way: thus Esau despised his birthright.
Genesis 25.34

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Ada orang yang berpendirian bahwa ia boleh makan apa saja. Tetapi ada orang lain yang lemah keyakinannya; ia merasa bahwa ia hanya boleh makan sayur-sayuran saja
Romans 14.2

For one believeth that he may eat all things: another, who is weak, eateth herbs.
Romans 14.2

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

The Infulence of Citronellal Lemongrass (Cymbopogon winterianus Linn.) toward Emphasis Attack Colletotrichum sp. on Welsh Onion (Allium fistulosum L.). Ria Kurniasih, Syamsuddin Djauhari, Anton Muhibuddin, Edi Priyo Utomo Program Studi Agroekoteknologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Jl. Veteran, Malang 65145 ABSTRACT This research aims to know the influence of sitronelal lemongrass (Cymbopogon winterianus Linn.) toward emphasis attack Colletotrichum sp. on welsh onion (Allium fistulosum L.). In this research is done using that method determination concentration IC50 approach in modeling software autodock tools, in silico with testing obstruent power in vitro and calculation intensity attack in vivo. The separation of a compound sitronelal lemongrass in the organic laboratory, departement of chemistry, faculty of mipa, testing in vitro in the mycology laboratory and testing in vivo in a screen house of hpt, the faculty of agriculture, brawijaya university since january until june 2014. The result showed that results fractionate vacum add purity sitronelal of 50,30 % to 70,60 %. Results approach modeling in silico produce value Ki and obtained concentration equivalent IC50 is 7 ppm. In testing in vitro food poisonied method inhibitory the percentage is 27,40 % to 36,30 % while on evaporation method is 5,56 % to 9,63 %. Based on testing in vivo, at the rising concentration compound sitronelal given on a scallion then intensity their attack will be more low. Key word: Sitronellal, Colletotrichum sp., welsh onion ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sitronelal serai wangi (Cymbopogon winterianus Linn.) terhadap penekanan serangan Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun (Allium fistulosum L.). Pada penelitian ini dilakukan metode penentuan konsentrasi yang setara dengan IC50 menggunakan pendekatan pemodelan secara in silico dengan software Autodock Tools, pengujian daya hambat secara in vitro dan perhitungan intensitas serangan secara in vivo. Pemisahan senyawa sitronelal serai wangi dilakukan di Laboratorium Organik, Jurusan Kimia, Fakultas MIPA, pengujian secara in vitro di Laboratorium Mikologi dan pengujian secara in vivo di Screen house Jurusan HPT, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Januari hingga Juni 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil fraksinasi vakum menambah kemurnian sitronelal dari 50,30% menjadi 70,60%. Hasil pendekatan pemodelan in silico menghasilkan nilai Ki dan didapatkan konsentrasi yang setara IC50 sebesar 7 ppm. Persentase penghambatan pada pengujian in vitro metode peracunan makanan sebesar 27,40% - 36,30% sedangkan pada metode pnguapan sebesar 5,56% - 9,63%. Berdasarkan pengujian secara in vivo disimpulkan bahwa dengan bertambahnya konsentrasi senyawa sitronelal yang diberikan pada bawang daun maka intensitas serangannya akan semakin rendah. Kata kunci: Sitronelal, Colletotrichum sp., bawang daun PENDAHULUAN Bawang daun (Allium fistulosum L.) adalah tanaman jenis sayuran daun bahan bumbu dapur dan pencampur sayur mayur yang banyak digunakan di Indonesia. Salah satu kendala yang penting dalam usaha meningkatkan produksi bawang daun yaitu adanya serangan penyakit antraknose yang disebabkan oleh patogen Colletotrichum sp. Di sentra produksi bawang di Jawa, penyakit ini dikenal dengan nama penyakit “otomatis” karena tanaman yang terserang bisa mati mendadak. Penyakit tersebut menyebabkan kerusakan 20,15% (Nurjanani, 2011). Nurmansyah (2010) menyatakan bahwa senyawa sitronelal merupakan salah satu komponen utama dalam minyak serai wangi dengan sifat anti jamur yang tinggi. Senyawa sitronelal termasuk kelompok terpenoid yang tergolong monoterpen yang mampu menekan pertumbuhan jamur patogen. Senyawa-senyawa ini dapat menghambat proses metabolisme jamur sehingga akan mengganggu pertumbuhan jamur (Knobloch et al., 1989). Pemodelan menggunakan perangkat lunak Autodock Tools dapat menghasilkan informasi konstanta inhibisi (Ki) yang berbanding langsung dengan konsentrasi inhibisi antijamur (IC50) (Cer et al., 2009). Berdasarkan uraian diatas, maka pemanfaatan senyawa sitronelal minyak atsiri serai wangi sebagai fungisida nabati yang ramah lingkungan merupakan alternatif pengendalian penyakit antraknose pada tanaman bawang daun yang sangat bijak pada saat ini. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh senyawa sitronelal seraiwangi terhadap pertumbuhan dan perkembngan jamur Colletotrichum sp. penyebab penyakit antraknose pada bawang daun. BAHAN DAN METODE Penelitian dilakukan di Laboratorium Organik Jurusan Kimia Fakultas MIPA, Laboratorium Mikologi dan Screen house jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. Penelitian mulai dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2014. Pemisahan sitronelal dengan destilasi fraksinasi minyak atsiri Minyak atsiri serai wangi didapat dari hasil destilasi uap di PHKI Tema C (Program Hibah Kompetisi Institusi Tema C) Universitas Brawijaya. Minyak atsiri dianalisis kandungan senyawa-senyawanya menggunakan instrumen GC-MS dengan tipe GCMS-QP 2010S Shimadzu dengan kolom Rtx-5ms. Minyak atsiri serai wangi dipisahkan komponen senyawanya melalui proses fraksinasi vakum sehingga didapatkan destilat yang kemudian ditampung dalam fraksi-fraksi pada suhu dan tekanan tertentu, setiap fraksi diuji kemurniannya menggunakan GC tipe hp 9850 dengan kolom HP5. Menentukan konsentrasi inhibitor melalui pendekatan in silico Penentuan konsentrasi secara in silico menggunakan software Autodock Tools sehingga diperoleh nilai Ki (konstanta inhibisi). Konsentrasi tersebut digunakan sebagai konsentrasi tengah pada interval perlakuan secara in vitro dan in vivo. Pembuatan Formula Inhibitor Pembuatan formula menggunakan rumus pngenceran V1 x M1 = V2 x M2. Dimana V1= volume senyawa sitronelal serai wangi yang dibutuhkan, M1= massa senyawa sitronelal, V2= volume larutan yang dibutuhkan, M2= formulasi yang diinginkan. Persiapan dan Perbanyakan Isolat Jamur Colletotrichum sp. Jamur Colletotrichum sp. yang digunakan berasal dari daun tanaman bawang daun yang terserang antraknose yang diperoleh dari lahan milik petani di Desa Pendem kec. Karangploso, Malang. Daun yang terinfeksi dipotong dengan ukuran 1 cm, sehingga potongan mengandung jaringan yang sakit dan jaringan yang sehat. Potongan tersebut dimasukkan ke dalam khlorox (NaOCl 2%) selama 1 menit, dimasukkan dalam larutan sterilisasi permukaan alkohol 70% selama 1 menit. Potongan dibilas dengan aquades dan ditiriskan diatas tissue steril sampai kering lalu potongan daun ditanam pada media PDA. Isolat kemudian diinkubasi pada suhu 25-300C selama 5-7 hari atau sampai jamur tumbuh memenuhi cawan petri (full plate) (Muhibuddin et al., 2011). Pemurnian biakan jamur dilakukan dengan cara memotong sebagian miselium jamur dan dipindahkan secara aseptis menggunakan jarum ose kedalam media PDA baru. Biakan jamur yang telah murni kemudian diamati secara makroskopis dan mikroskopis untuk proses identifikasi. Koloni jamur yang tumbuh pada media PDA diisolasi dan diletakkan di atas gelas objek steril yang ditetesi aquades steril dan ditutup dengan gelas penutup, diinkubasi 4 hari. Kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 400x untuk diidentifikasi. Pada uji Postulat Koch jamur Colletotrichum sp. dalam biakan murni diinokulasikan pada tanaman bawang daun dengan cara disemprot menggunakan suspensi konidia dan menimbulkan penyakit, selanjutnya patogen dari gejala penyakit yang muncul dari hasil inokulasi harus dapat diisolasi kembali pada biakan murni. Penyiapan Inokulum dan Inokulasi Pembuatan inokulum jamur Colletotrichum sp. dilakukan dengan membuat suspensi, yaitu 10 ml aquades steril ditambahkan pada media biakan jamur Colletotrichum sp. yang berumur 7 hari di cawan dan diambil dengan menggunakan jarum ose untuk melepaskan konidianya dari media tumbuh. Jumlah konidia per mililiter dihitung menggunakan haemocytometer dan dibuat sampai pada konsentrasi 106 konidia/ml. Rumus yang digunakan untuk menghitung konsentrasi konidia permililiter menurut Prasetyowati (2003) sebagai berikut: K=txd/nx0,25 x106 konidia/ml K = jumlah konidia/ml larutan t = otal konidia dalam semua kotak contoh d = faktor pengenceran n = jumlah semua kotak contoh yang dihitung 0,25 = koreksi Pengujian Senyawa Sitronelal Serai Wangi secara in vitro terhadap Pertumbuhan Colletotrichum sp. pada Cawan Petri Metode pertama yang digunakan pada pengujian secara in vitro yaitu dengan peracunan makanan (poisoned food technique). Menurut Chaelani (2011) metode peracunan makanan yaitu metode yang digunakan dengan cara meracuni pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. melalui media tumbuh PDA yang dicampur dengan senyawa sitronelal. Aplikasi dengan menuangkan media PDA cair yang telah mengandung senyawa sitronelal dengan berbagai konsentrasi sebanyak 10 ml dalam cawan petri dan didiamkan sampai media padat atau mendingin. Selanjutnya isolat murni Colletotrichum sp. berdiameter 0,6 cm ditumbuhkan pada media PDA tersebut, kemudian diinkubasi selama 7 hari. Pada pengujian in vitro metode penguapan menurut Istianto dan Eliza (2009) yaitu dengan cara menyiapan dua macam cawan petri yang berbeda ukuran yaitu cawan petri berdiameter 9 cm (A) dan 5 cm (B). Cawan petri B diletakkan kedalam cawan petri A dan selanjutnya media PDA sebanyak 10 ml dituang kedalam cawan petri A. senyawa sitronelal yang telah diteteskan pada kertas saring berdiameter 1 mm sesuai dengan pelakuan diletakkan kedalam cawan petri B. Tanam isolat Colletotrichum sp. berdiameter 0,6 cm kedalam media PDA. Gambar 1. Metode Penguapan Pengujian Senyawa Sitronelal Minyak Atsiri Serai Wangi secara in vivo terhadap Pertumbuhan Jamur Colletotrichum sp. pada Tanaman Bawang Daun Penanaman dan Pemeliharaan Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah steril dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 yang dimasukkan dalam polybag 5 kg. Bibit bawang daun berupa anakan yang berumur 2 bulan, sebagian akarnya dibuang, sepertiga bagian tanaman dari ujungnya dipotong. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit bawang daun secara tegak dengan jarak tanam yaitu 20 cm x 20 cm pada kedalaman 10 cm. Penanaman dilakukan saat pagi atau sore hari, bibit bawang daun akan tumbuh merata pada umur 7-15 hari setelah tanam. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari setiap hari. pemberian pupuk SP36 1,28 mg/tanaman dan KCl 0,64 mg/tanaman yang dicampur merata pada tanah dan diberikan bersama-sama pada saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk ZA 1,92 mg/tanaman dilakukan bersamaan dengan kegiatan penyulaman. Apliikasi fungisida nabati Aplikasi dilakukan dengan cara menyemprot fungisida nabati ke seluruh permukaan daun. Penyemprotan fungisida nabati pada tanaman berumur 15-30 HST (Hari Setelah Tanam) sebanyak 2,5 ml dengan 25 kali semprotan per tanaman, sedangkan pada tanaman yang berumur 31-50 HST penyemprotan dilakukan sebanyak 5 ml dengan 50 kali semprotan. Setiap satu kali semprot mengeluarkan fungisida nabati sebanyak 0,1 ml. Jarak penyemprotan yang digunakan pada tanaman yaitu 10 cm dengan luas permukaan semprotan sebesar 226,865 cm2. Pengaplikasian fungisida nabati dilakukan sehari sebelum inokulasi penyakit karena aplikasi fungisida nabati ini dilakukan sebagai kegiatan preventif atau pencegahan terhadap penyakit. Penyemprotan dilakukan dengan interval 7 hari sekali dan berhenti saat tanaman berumur 50 HST (panen). Penghambatan Pertumbuhan Koloni Colletotrichum sp. Daya hambat dihitung berdasarkan hasil pengukuran diameter koloni jamur Colletotrichum sp. Istianto dan eliza (2009) menyatakan penghitungan diameter koloni dilakukan dengan cara membuat garis vertikal dan horizontal berpotongan tepat pada titik tengah koloni jamur di bagian luar alas cawan petri sesuai dengan rumus dan skema dibawah ini: D = diameter koloni jamur d1 = diameter vertikal koloni jamur yang diamati d2 = diameter horizontal koloni jamur yang diamati. Berat Kering (Biomassa) Miselilum Colletotrichum sp. Menghitung berat kering (biomassa) miselium jamur digunakan untuk mengetahui terhambatnya pertumbuhan jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal minyak atsiri serai wangi melalui bobotnya. Rumus berat kering (biomassa) yaitu: M = m1-m0 M = massa miselium Colletotrichum sp. m0 = berat kertas saring kosong m1 = berat kerta saring + miselia Colletotrichum sp. Persentase Penghambatan Setelah diketahui diameter koloni pada setiap perlakuan dan ulangan kemudian dihitung persentase penghambatan pertumbuhan koloni dihitung dengan rumus (Nurmansyah, 2010) : P= Penghambatan pertumbuhan koloni/ daya kendali K= Diameter koloni/biomassa koloni pada kontrol T= Diameter koloni/biomassa koloni pada perlakuan Intensitas Serangan Penyakit Pengukuran intensitas serangan penyakit dilakukan pada 2-7 minggu setelah inokulasi (MST). Intensitas serangan penyakit diukur dengan rumus Horsfal dan Cowling (1978) dalam Abadi (2003) yaitu: I I = intensitas serangan penyakit n = jumlah tanaman dari tiap kategori serangan v = nilai skor dari tiap tanaman yang terserang N = jumlah tanaman contoh Z =skor dari kategori serangan tertinggi Tabel 1. Skala serangan antraknose Colletotrichum sp. (skala kategori serangan) Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kesalahan 5%. Apabila terdapat beda nyata, lebih lanjut nilai rata-rata akan dibandingkan dengan Uji BNT pada Taraf Kebenaran 95% menggunakan minitab 16. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemodelan Interaksi Ligan dengan Reseptor Hasil peneltian pendahuluan secara in silico menggunakan software Autodock Tools diperoleh harga Ki terendah untuk interaksi ligan senyawa sitronelal dengan reseptor pollymerase Colletotrichum sp. adalah Ki = 47,04 µM. Berdasarkan hasil perhitungan Ki dan berat molekul senyawa sitronelal, konsentrasi yang digunakan adalah 7 ppm (7 mg/L). Analisis Senyawa Sitronelal dengan Menggunakan GC-MS Berdasarkan hasil GC-MS puncak/peak menunjukkan senyawa kimia yang teridentifikasi sebanyak 15 senyawa. Senyawa terbanyak yang terkandung dalam minyak atsiri serai wangi adalah sitronelal (50,39 %), Geraniol (15,36%), dan β-sitronelal (11,82%). Senyawa lain dalam minyak atsiri serai wangi yaitu limonene, cyclohexane, α-terpinolene, linalool, isopulegol, decanal, nerol, butene, citral, citronellyl, neryl acetate, β-elemene, caryophyllene, germacrene, cadinene, dan elemol. Berdasarkan hasil GC terlihat bahwa kandungan senyawa sitronelal dalam minyak atsiri hasil fraksinasi vakum memiliki kemurnian yang lebih besar daripada senyawa sitronelal hasil destilasi. Dalam 50 ml minyak atsiri didapatkan senyawa sitronelal 76,60 % sebanyak 4 ml pada suhu 400 C dan tekanan 20 mmHg, terpisah pada fraksi III dan berat jenis senyawa sitronelal 0,886 g/ml. Isolasi dan Identifikasi Jamur Colletotrichum sp. Penyebab Penyakit Antraknose pada Tanaman Bawang Daun Berdasarkan hasil pengamatan secara makroskopis pada media PDA (Potato Dextrose Agar) didapatkan bahwa koloni dari biakan murni jamur Colletotrichum sp. pada awal pertumbuhan berwarna putih kemudian koloni semakin lama mengalami perubahan menjadi abu-abu kehitaman dan terus meluas seiring bertambahnya umur koloni. Koloni jamur ini mempunyai tekstur tebal dan permukaan kasar atau tidak rata dan rapat. Koloni jamur Colletotrichum sp. memenuhi cawan petri yang berdiameter 9 cm dalam waktu 8 hari. Pengamatan secara mikroskopis menunjukkan bahwa miselium Colletotrichum sp. berwarna hialin dan tidak bersekat, berbentuk tabung atau jorong dengan kedua ujungnya tumpul. Panjang konidia berukuran 10,91 µm dan lebar 5,12 µm. Gambar 2. Jamur Colletotrichum sp. yang diisolasi dari daun bawang daun (A) biakan murni pada cawan petri 9 cm berumur 8 hari (B) mikroskopis dengan perbesaran 400x Berdasarkan hasil uji Postulat koch, terlihat bahwa terdapat bercak putih pada daun yang lama-kelamaan akan berubah menjadi coklat atau coklat kehitaman kemudian terbentuk lekukan sehingga menyebabkan daun melengkung, terkulai, berputar ataupun patah dan lama kelamaa daun berwarna pucat kemudian kuning dan mati. Gambar 3. Gejala antraknose oleh Colletotrichum sp. pada uji Postulat Koch Pengujian Senyawa sitronelal Serai Wangi secara in vitro dengan Metode Peracunan Makanan Gambar 4. Pertumbuhan diameter koloni jamur Colletotrichum sp. pada uji toksisitas senyawa sitronelal secara in vitro dalam cawan petri pada akhir pengamatan (hari ke-7) metode peracunan makanan. (a) kontrol (0 ppm), (b) 0,4 ppm, (c) 2 ppm, (d) 7 ppm, (e) 12 ppm, (f) 17 ppm Gambar 5. Persentase penghambatan diameter jamur Colletotrichum sp. pada berbagai konsentrasi senyawa sitronelal serai wangi metode peracunan makanan Gambar 6. Persentase penghambatan biomassa miselium jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal serai wangi metode peracunan makanan pada 7 hari setelah inokulasi Berdasarkan pengujian secara in vitro metode peracunan makanan diperoleh hasil bahwa dengan bertambahnya konsentrasi senyawa sitronelal yang diberikan maka persentase penghambatan pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum sp. akan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan senyawa sitronelal merupakan senyawa terpenoid yang mampu menekan pertumbuhan jamur dengan menghambat proses metabolisme jamur. Gambar 7. Pertumbuhan diameter koloni jamur Colletotrichum sp. pada uji toksisitas senyawa sitronelal secara in vitro dalam cawan petri pada akhir pengamatan (hari ke-2) metode penguapan. (a) kontrol (0 ppm), (b) 0,4 ppm, (c) 2 ppm, (d) 7 ppm, (e) 12 ppm, (f) 17 ppm Gambar 8. Persentase penghambatan diameter jamur Colletotrichum sp. pada berbagai konsentrasi senyawa sitronelal serai wangi metode penguapan Gambar 9. Persentase penghambatan biomassa miselium jamur Colletotrichum sp. oleh senyawa sitronelal serai wangi metode penguapan pada 2 hari setelah inokulasi. Pada metode penguapan, pemberian sitronelal mampu menekan pertumbuhan koloni jamur Colletotrichum sp. karena sitronelal bersifat volatil, namun keefektifan penghambatan pada setiap pemberian konsentrasi yang semakin meningkat tidak stabil terhadap penghambatan pertumbuhan jamur. Keefektifan yang tidak stabil dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tekanan udara, suhu, luas permukaan cawan petri yang digunakan untuk meletakkan kertas saring dan kelembaban cawan petri. Gambar 10. Intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun Gambar 1. Intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada tanaman bawang daun. (A) kontrol, (B) 0,4 ppm, (C) 2 ppm, (D) 7 ppm, (E) 12 ppm, (F) 17 ppm pada pengamatan 18 hsi Pada pengujian secara in vivo disimpulkan bahwa dengan bertambahnya konsentrasi sitronelal yang diberikan maka intensitas serangan jamur Colletotrichum sp. pada bawang daun akan semakin kecil. Dari data yang diperoleh diketahui bahwa efektivitas maksimuml penghambatan dari sitronelal terjadi pada pengamatan 21 hari setelah inokulasi. Tabel 2. Nilai EC50 Sitronelal Serai Wangi Perlakuan Persamaan EC50 (ppm) Peracun

google translete

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

kelinci memiliki empat kaki, dua kaki didepan dan dua kaki dibelakang. memiliki sepasang mata berwarna merah dan memiliki bulu berwarna putih. selain itu ada juga yang berwarna hitam atau coklat. memiliki telinga panjang dan dia berjalan dengan cara melompat. makanan yang ia sukai adalah sayuran dan semacamnya.

Animal

Last Update: 2014-09-07
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

RUWATAN Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian, atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang jawa, sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Dalam cerita "wayang" dengan lakon Murwakala pada tradisi ruwatan di jawa ( jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita jawa kuno, yang isi pokoknya memuat masalah pensucian, yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda, agar menjadi suci kembali, atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit yang mengambil tema/cerita Murwakala. ruwatan1.jpg (11212 bytes) Dalam tradisi jawa orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa, maka untuk mensucikan kembali, perlu mengadakan ritual tersebut. Menurut ceriteranya, orang yang manandang sukerto ini, diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri DewiUma, yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut, akhirnya menjelma menjadi raksasa, yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan, oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Atas dasar inilah yang kemudian dicarikan solosi ,agar tak termakan Sang Batara Kala ini diperlukan ritual ruwatan. Kata Murwakala/ purwakala berasal dari kata purwa (asalmuasal manusia) ,dan pada lakon ini, yang menjadi titik pandangnya adalah kesadaran : atas ketidak sempurnanya diri manusia, yang selalu terlibat dalam kesalahan serta bisa berdampak timbulnya bencana (salah kedaden). Untuk pagelaran wayang kulit dengan lakon Murwakala biasanya diperlukan perlengkapan sbb : Alat musik jawa (Gamelan) Wayang kulit satu kotak (komplit) Kelir atau layar kain Blencong atau lampu dari minyak Selain peralatan tersebut diatas masih diperlukan sesajian yang berupa: Tuwuhan, yang terdiri dari pisang raja setudun, yang sudah matang dan baik, yang ditebang dengan batangnya disertai cengkir gading (kelapa muda), pohon tebu dengan daunnya, daun beringin, daun elo, daun dadap serep, daun apa-apa, daun alang-alang, daun meja, daun kara, dan daun kluwih yang semuanya itu diikat berdiri pada tiang pintu depan sekaligus juga berfungsi sebagai hiasan/pajangan dan permohonan. Dua kembang mayang yang telah dihias diletakkan dibelakang kelir (layar) kanan kiri, bunga setaman dalam bokor di tempat di muka dalang, yang akan digunakan untuk memandikan Batara Kala, orang yang diruwat dan lain-lainya. Api (batu arang) di dalam anglo, kipas beserta kemenyan (ratus wangi) yang akan dipergunakan Kyai Dalang selama pertunjukan. Kain mori putih kurang lebih panjangnya 3 meter, direntangkan dibawah debog (batang pisang) panggungan dari muka layar (kelir) sampai di belakang layar dan ditaburi bunga mawar dimuka kelir sebagai alas duduk Ki Dalang, sedangkan di belakang layar sebagai tempat duduk orang yang diruwat dengan memakai selimut kain mori putih. Gawangan kelir bagian atas (kayu bambu yang merentang diatas layar) dihias dengan kain batik yang baru 5 (lima) buah, diantaranya kain sindur, kain bango tulak dan dilengkapi dengan padi segedeng (4 ikat pada sebelah menyebelah). Bermacam-macam nasi antara lain : Nasi golong dengan perlengkapannya, goreng-gorengan, pindang kluwih, pecel ayam, sayur menir, dsb. Nasi wuduk dilengkapi dengan; ikan lembaran, lalaban, mentimun, cabe besar merah dan hijau brambang, kedele hitam. Nasi kuning dengan perlengkapan; telur ayam yang didadar tiga biji. Srundeng asmaradana. Bermacam-macam jenang (bubur) yaitu: jenang merah, putih, jenang kaleh, jenang baro-baro (aneka bubur). Jajan pasar (buah-buahan yang bermacam-macam) seperti : pisang raja, jambu, salak, sirih yang diberi uang, gula jawa, kelapa, makanan kecil berupa blingo yang diberi warna merah, kemenyan bunga, air yang ditempatkan pada cupu, jarum dan benang hitam-putih, kaca kecil, kendi yang berisi air, empluk (periuk yang berisi kacang hijau, kedele, kluwak, kemiri, ikan asin, telur ayam dan uang satu sen). Benang lawe, minyak kelapa yang dipergunakan untuk lampu blencong, sebab walaupun siang tetap memakai lampu blencong. Yang berupa hewan seperti burung dara satu pasang ayam jawa sepasang, bebek sepasang. Yang berupa sajen antara lain : rujak ditempatkan pada bumbung, rujak edan (rujak dari pisang klutuk ang dicampur dengan air tanpa garam), bambu gading linma ros. Kesemuanya itu diletakan ditampah yang berisi nasi tumpeng, dengan lauk pauknya seperti kuluban panggang telur ayam yang direbus, sambel gepeng, ikan sungai/laut dimasak anpa garam dan ditempatkan di belakang layar tepat pada muka Kyai Dalang. Sajen buangan yang ditunjukkan kepada dhayang yang berupa takir besar atau kroso yang berisi nasi tumpeng kecil dengan lauk-pauk, jajan pasar (berupa buah-buahan mentah serta uang satu sen. ). Sajen itu dibuang di tempat angker disertai doa (puji/mantra) mohon keselematan. Sumur atau sendang diambil airnya dan dimasuki kelapa. Kamar mandi yang untuk mandi orang yang diruwat dimasuki kelapa utuh. ruwatan2.jpg (9864 bytes) Selesai upacara ngruwat, bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau , kedelai hitam, ikan asin, kluwak, kemiri, telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan.

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-08-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Masakan sayuran

Indonesian cuisine

Last Update: 2014-08-20
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Bahan : 150 g kacang panjang, potong-potong 1 cm 150 kol, buang tulang daunnya, cincang kasar 150 taoge, buang bagian ekornya 150 g mentimun, potong dadu ½ cm 3 buah terung bulat, bagi 2 bagian, iris tipis 75 g daun kemangi, petiki daunnya Bumbu: 4 buah cabai merah keriting 3 buah cabai rawit merah 2 siung bawang putih 10 cm kencur 1 ½ sdt garam 1 sdt terasi bakar 100 g gula jawa, sisir 250 g kacang tanah sangrai 1 sdm jeruk limau 75 ml air matang Cara Membuat : 1. Bumbu : Di atas cobek besar, ulek cabai merah keriting, cabai rawit, bawang putih, kencur, garam, terasi, dan gula jawa hingga halus. 2. Masukkan kacang tanah secara bertahap sambil terus diulek hingga bahan halus. 3. Tambahkan air jeruk limau dan air matang, aduk rata. 4. Masukkan sayuran ke dalam cobek, aduk rata. 5. Sajikan

yIndonesian translation google english

Last Update: 2014-04-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

RINGKASAN “ Kesehatan adalah Segala-galanya, Tanpa Kesehatan Segalanya Tidak Berarti”, artinya kesehatan tersebut perlu diupayakan. Apalah artinya apabila segala keinginannya terpenuhi, akan tetapi tidak sehat (sakit). Kesehatan itu milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi diri supaya tetap sehat walau sampai lanjut usia (Lansia). Setiap orang pasti berkeinginan untuk hidup sehat dan kuat sampai Lansia. Untuk mencapai kesehatan tentunya ada berbagai cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah berperilaku hidup sehat dan mengkonsumsi gizi yang cukup memadai (adequacy). Upaya nyata yang perlu dilakukan adalah berperilaku hidup sehat. Untuk membantu para lansia mewujudkan hidup sehat sampai di akhir masa dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dan gizi lansia serta pembuatan jus sehat dari buah dan sayur. Kandungan vitamin dan mineral dari buah dan sayur sangat membantu lansia untuk memperlambat proses penuaan. Kegiatan dilakukan selama 6 (enam) bulan di Kelurahan Bendan Ngisor Kecamatan Gajah Mungkur Kotamadia Semarang Selatan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat supaya lansia dapat meningkatkan kualitas hidup bersih dan sehat, mampu berbuat sehat tanpa bantuan ataupun merepotkan anggota keluarga. Hasil kegiatan sangat diminati oleh para lansia dan sangat senang, serta bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan dan praktek pembuatan jus. Lansia menyarankan meminta tim pengabdian supaya kegiatan penyuluhan gizi dan kesehatan serta pembuatan jus sehat berkelanjutan di Kelurahan Bendan Ngisor. Kata Kunci: Lansia, sehat, jus buah dan sayur.

belajar

Last Update: 2013-11-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kurangi stres, perhatikan untuk beristirahat, kurangi makan daging dan makanan dengan kadar kolesterol yang tinggi, perbanyak makan sayuran, berhenti merokok dan minum, dan mampu melakukan latihan yang tepat, seperti: berjalan, jogging, bermain tai chi, dll

Reduce stress, pay attention to rest, eat less meat and foods with high cholesterol, eat more vegetables, quit smoking and drinking, and be able to do appropriate exercises, such as: walking, jogging, playing tai chi, etc.

Last Update: 2013-11-21
Subject: Medical
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Baso Kuah Ingrediens: • 15 butir baso sapi • Beberapa garam dan merica • Bawang merah goring, untuk taburan • 1 tangkai daun seledri, untuk taburan • 1 bungkus penyedap rasa • 1 tangkai sawi hijau (caisim) • 1 liter air Equipmen : • Pisau • Panci • Mangkok • Sendok sayur Steps : • Potong kasar sawi hijau (caisim) dan daun seledri • Rebus air hingga mendidih • Tambah kan penyedap rasa , garam , ,merica lalu masukan baso • Hijau Masak hingga mendidig lalu masukan sawi (caisim) • Aduk sampai seluruh bahan merata • Angkat sajikan baso kuah kedalam mangkokdengan taburan bawang goring dan daun seledri

Hello Aprilia, I am so very excited for your prospects over the next few months, I've spent a lot of time working on your full Personal Horoscope (which you requested from me on my website on the 2 November 2013) and I have been able to use your personal details, your birth date 4 April 1992 and your sign of the Zodiac Aries, to analyse your configuration over all the months going into 2014. I am so very sure that this year is going to represent an important turning point in your life. So here we are, your own free reading for the coming period including insights about your year 2014, which you requested on my website on the 2 November 2013. Using all your personal details, I have worked on your personal reading. You have some very exciting news to discover and I am happy to tell you all about it on the link below: http://www.aboutastro.com/cgi-bin/yf.html?c=s3gt7a&r=tst0n And is my email adress in your contacts list? If not can you quickly add me? I don't want any of our future email to get lost! Your Professional Astrologer and friend, Jenna

Last Update: 2013-11-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Add a translation