MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: terjemahan bhs indonesia ke inggris    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Terjemahan

Nama aku ria febryanti nama panggilan saya ria saya lahir di BANDUNG 11-02-1998 nama ibu saya mamah dan nama ayah saya yaya saya anak ke 4 dari 3 bersaudara ibu saya mempunyai 2 anak perempuan dan 2 anak laki-laki cuman anak ke 1 kaka tiri berbeda ayah dan 2 kaka saya itu asli kaka kandung kaka pertama saya bernama aan kaka ke kedua yayat dan kaka yang ke tiga aryadi saya mempunyai nenek dan kakek nama nene saya ocoh dan kakek saya rasim oh ya kaka pertama pertama dan kedua saya sudah menikah tinggal kaka yang ke 3 dan saya yang belum kaka saya sudah mempunyai anak nama nya fachra dan zhafar waktu sd saya sekolah di sd caringin smp nya di smpn 26 dan sma saya sekolah di sma pgri 1 hoby saya silat cita-cita saya ingin menjadi atlit silat oh ya dahulu waktu saya kelas 1 sd saya sering diantar kalau mau pergi ke sekolah dulu saya terlalu manja kepada ibu waktu kelas 2 saya jarang dianter lagi sama ibu karena ibu saya waktu itu tiba-tiba masuk ke rumah sakit saya sedih waktu itu ketika ibu masuk rumah sakit kali ini bibi saya yang menggantikan ibu saya mengantar saya ke sekolah ibu saya terkena penyakit setruk sudah 2 tahun ibu saya terkena sakit setruk ibu saya sangat tabah merasakan sakit yang di derita nya saya naik kelas 3 ibu saya meninggalkan nafas terakhirnya ibu saya meninggal ketika saya kelas 3 sd ayah saya meninggal ketika saya kelas 3 sd ayah dan ibu meninggal sama ketika saya kelas 3 sd cuman berbeda bulan nya saja ayah mempunyai penyakit kencing manis setelah kedua orang tua saya meninggal keluarga kami harus berjuang hidup untuk membiayai kebutuhan hidup kami sodara-sodara kami tidak ada yang peduli kepada keluarga kami aku kangen sama orang tua ku lamanya sudah 8 tahun kami di tinggalkan sama orang tua terkadang aku pun iri dan sedih ketika teman-teman ku masih ada orang tua nya apalagi kalau sedang di luar rumah ada orang lain main sama ibu nya aku pun masih mau kalau ada orang yang ngasih kasih sayang sama aku dan aku juga masih mau di sayang kaya orang lain dan aku pun harus berjuang dan semangat menjalani hari-hari aku tanpa orang tua semoga orang tua ku bahagia di alam sana

Last Update: 2014-04-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

How could you ahasa Inggris

English language

Last Update: 2014-04-05
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

B indonesia Wawancara Pedagang Makanan kecil Wawancara pedagang makanan kecil Pedagang Pop Ice Dan Makanan-makanan Kecil Rhenka : Permis ibu, maaf menganggu sebentar ,boleh kah kami mewawancarai ibu ? Narasumber : ya, silahkan dengan senang hati. Rhenka : Siapakah nama ibu ? Narasumber : Nama saya Ana Rhenka : sudah berapa lama ibu berdagang seperti ini ? Narasumber : sekitar 3 tahunan Rhenka : Lama jugaya bu ? Narasumber : Yaa lumayanlah Iqbal : pertama kali ibu membuka usaha ini apakah bekerja sendiri / apa dibantu oleh orang lain? Narasumber : Jadi saya berdagang di sini ada bosnya .Maksudnya saya berdagang seperti ini disuruh bos Iqbal : Bagaimana awal nya ibu berdagang semacam makanan kecil dan minuman seperti pop ice ini Narasumber : awal nya saya berdagang disinihanya berjualan pop ice saja, tapi saya diminta bos untuk berdagang makanan kecil lainya tidak hanya berdagang pop ice saja Iqbal : bu, kalau boleh saya tahu penghasilan perbulan / perharinya dari berdagang seperti ini berapa ? Narasumber : Kalau perbulan nya saya tidak tahu, karena setiap hari hasil dari berjualansaya stor langsung ke bos .tapi klo perharinya 100-150 lahkira-kira .. Iqbal : sebelum nya saya minta maaf yah bu ,sudah menanyakan hal yg pribadi Narasumber : iyaaa engga apa-apa Iqbal : Bagai mana awal mulai bu berdagang seperti ini ? Narasumber : Awalnya saya berdagang disini hanya berjualan pop ice saja ,tapi saya diminta bos Irvan : Berapa modal yang ibu keluar kan pada awal ibu membukausaha berdagang sperti ini ? Narasumber : Modal yang saya keluar kan untuk makanan kecil Rp.60.000,00,- kalau pop ice modal yang di keluar kan langsung dari bos saya jadi saya kurang tau Irvan : Penghasilan yang ibu peroleh paling banyak dari berjualan kira-kira berapa ? Narasumber : Kalau pop ice paling banyak sekitar Rp. 200. 000 tetepi kalau hasil dari makanan ringan sekitar kurang lebih Rp. 100. 000. Irvan : kalaupenghasilan paling sedikitnyabu ? Narasumber : hmm, paling sekitarRp. 100. 000 lah Irvan : Apa ibu pernah mengalami ada yang tidak bayar siswa atau siswi disekolah ini pada saat membeli ? Narasumber : Ada aja sih satu dua orang yang tidak bayar kalau lagi rame ,mungkin mereka lupa membayar . tapi kadang mereka kembali lagi untuk membayarnya . Rhenka : Kalau misal kanada yang pura-pura lupa membayar gimana bu ? Narasumber : yaa saya mah ikhlasi najamungkinitubukanrezekisayaJ Rhenka : Oh jadi begitu toh ,,.. oya ibu membuka warung di sini dari jam berapa ? Narasumber : saya mulai berjualan dari jam setengah tujuh pagi ( 06.30 ) Rhenka : Kalau tutupnya jam berapa ? Narasumber : yaa kalau tutupnya sekitar jam 4 sore . Iqbal : Apa sebelumnya ibu pernah berpikir atau berkeinginan untuk berdagang yang lain selain pop ice atau makanan ringan ? Narasumber : yaa adasih keinginan untuk menambahmakanan lain seperti gorengan ,cemilan dan sebagainya. tapi karna sudah banyak juga yang berjualan seperti itu makan yaudah saya tidak jadi hheeee.. Rhenka : sebelumya apa ibu sudah berkeluarga ? Narasumber : iya ,saya sudah menikah Rhenka : sudah berapa lama ibu menikah ? Narasumber : saya sudah menikah 2 tahun Irvan : oh … apa kah ibu sudah mempunyai momongan ? Narasumber : sampe sekarang saya belum dikarunia anak . Iqbal : kalau ibu berdagang suami ibu kerja apa ? Narasumber : suami saya bekerja dipasar senen sebagai pembuat topi Rhenka : kalau susah senang nya ibu jadi pedagang itu apa ? Narasumber : senang nya liat anak sekolah pada jajanaja gitu, kalau susahnya pas lagi istirahat, itu kan banyak yang mesen , jadi saya suka repot sendiri hheee Irvan, iqbal dan Rhenka : hmmp sebelumnya kami mohon maaf apa bila ada kata-kata yang tidak mengenakan ibu pop ice .. wawancara kami selesai sampai disini Narasumber : iyaasama-samadee Wawancara pengusaha mie ayam Hai guys selamat datang di blog saya, kali ini saya akan mewawancarai seorang pengusaha mie ayam yang sukses. Inilah hasil dari wawancara yang sudah saya lakukan dengan pengusaha tersebut: Saya: "Selamat sore pak?" Narasumber: "iya sore." Saya: "Saya boleh minta waktunya sebentar tidak pak?" Narasumber: "Boleh saja, tapi saya sudah mau tutup mas, memangnya ada apa ya?" Saya: "Begini pak, saya mau mewawancara bapak untuk tugas kampus saya." Narasumber: "Oh begitu, boleh saja, tapi dirumah saya saja ya mas, soalnya sudah mau tutup, rumah saya disamping kok." Saya: "Iya pak, sebelumnya saya perkenalkan dulu nama saya agung yoga, saya kesini ingin bertanya tentang kesuksesan warung mie ayam bapak." Narasumber: "Boleh saja." Saya: "Pertama-tama saya boleh tau siapa nama bapak?" Narasumber: "Nama saya Judhi setiawan, panggil saja pak judhi." Saya: "Bapak asli dari mana ya?" Narasumber: "Saya dari jogja, campuran manado." Saya: "Awal usaha bapak seperti apa, kok bisa laku keras?" Narasumber: "Saya awalnya menikmati mie ayam buatan nenek saya, dikampung saya, yaitu dijogja, saat itu saya mencoba untuk bertanya kepada nenek saya apa resepnya, saya mencoba belajar untuk membuat mie ayam tersebut, namun dilidah saya sendiri masih belum seperti buatan nenek saya, padahal saya sudah diberikan resepnya. namun, nenek saya bilang jangan bersikeras untuk meniru dan membaca resepnya mentah-mentah, gunakan perasaanmu ketika kau membuatnya dan percayalah buatanmu buatan yang terbaik. setelah itu, saya bisa membuatnya, namun saya beri sedikit variasi dan sentuhan dari saya. setelah umur saya 19 tahun, saya mencoba membuka usaha di depok, tepatnya di sawangan." Saya: "Terus, kenapa selalu habis terjual?" Narasumber: "Awalnya saya mencoba untuk berdagang menggunakan gerobak, ternyata banyak orang yang suka mie ayam saya di sawangan, dan akhirnya saya mengumpulkan modal untuk membuka cabang dan saya akhirnya bisa buka warung dipinggir jalan, dan saya namai dengan mie ayam pak judhi, semenjak itu orang-orang disawangan jadi sering datang ke warung saya. Saya: Sudah berapa tahun bapak menjalankan usaha ini?" Narasumber: "Sekarang umur saya 27 tahun, dan saya sudah menjalankan usaha ini selama 8 tahun." Saya: "Apakah bapak mengalami kendala selama 8 tahun bapak menjadi pengusaha mie ayam ini?" Narasumber: "Awalnya banyak kendala yang pahit, dari segi ekonomi maupun segi percintaan saya, aduh jadi curhat nih." Saya: "Gapapa pak lanjut aja (sambil tersenyum-senyum menahan tawa)." Narasumber: "Awalnya disegi ekonomi, banyak harga bahan-bahan yang melonjak naik, sementara pelanggan saya sudah cocok dengan harga semula, tapi saya mencoba untuk mencari cara, untuk tetap tidak menaikan harga, dan saya berdo'a agar pelanggan saya tidak berkurang, malah sebaliknya setelah saya mencoba cara itu, saya berusaha keras untuk lebih semangat menjualnya, dan akhirnya pelanggan saya malah bertambah, disisi lain, calon mertua saya tidak setuju kalau saya menjadi pedagang mie ayam, dan akhirnya saya terus berusaha mengumpulkan modal seperti tadi yang sudah saya bilang, pada saat saya sukses, akhirnya saya di izinkan untuk melamar anaknya. sampai sekarang akhirnya saya sudah menikah, dan melanjutkan usaha saya." Saya: "Menurut bapak kunci untuk menjadi sukses itu bagaimana?" Nrasumber: "Yang pertama, jangan malas untuk menjalankan sesuatu yang ingin kita lakukan, jangan pernah takut, selama usaha yang kita lakukan itu halal, dan jangan lupa berdo'a dan minta restu orang tua, karena tanpa restu orang tua usaha apapun yang akan kita lakukan tidak akan menjai lancar." Saya: "Yaudah makasih ya pak, sudah meluangkan waktunya." Narasumber: "Iya sama-sama."  T: Assalamu alaikum Wr Wb. J : Waalaikumussalam Wr Wb.  T: Kami ada tugas wawancara dengan penjual sayur. Apakah Ibu dan Bapak bersedia? J : Silahkan. T: Siapa nama Ibu dan Bapak? J : Ibu Andri dan Bapak Mian Suparman T: Sudah berapa lama Ibu menekuni pekerjaan ini ? J : Sudah 15 tahun. T: Berapa penghasilan Ibu rata-rata dalam sehari? J : Rata-rata Rp 500.000; T: Berapa keuntungan yang diperoleh setiap bulan ? J : 50 %. T: Berapa modal awal pertama kali Ibu berjualan? J : Lupa karena sudah lama. T: Sejak kapan Ibu berjualan ? J : Sejak tahun 1993. T: Di mana Ibu membeli sayuran yang Ibu jual ? J : Di Pasar Induk dan Pasar Kranggan. T: Apakah usaha ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari? J : Cukup. T: Apakah ada kerja sampingan selain berjualan sayuran? J : Warung nasi dan sembako. T: Berapa kerugian yang diderita oleh Ibu selama ini kalau dagangan tidak habis ? J : Kira-kira 10 %. T: Apa suka dan duka Ibu selama menjual sayuran? J : Sukanya dapat uang. Dukanya kalau malam kurang tidur. T: Berapa anak ibu ? J : 2 ( dua ) orang anak. Yang pertama kelas 1 SMP, yang kedua masih TK. T: Jam berapa ibu pergi ke pasar ? J : Pukul 03.00 pagi. T: Jam berapa ibu mulai buka warung ? J : Mulai jam 05.00 pagi. T: Uang hasil berjualan digunakan untuk apa ? J : Untuk makan sehari-hari, biaya sekolah anak-anak dan untuk ditabung. T: Apa pekerjaan ibu sebelum berjualan sayur? J : Bekerja sebagai baby sitter. T: Pekerjaan Bapak sebelumnya ? J : Sebagai petugas kebersihan di perumahan atau komplek. T: Mengapa akhirnya ibu berjualan sayur ? J : Karena tidak ada pilihan lain akhirnya berjualan sayur. Pada mulanya berjualan secara keliling namun akhirnya bisa punya tempat . T: Bagaimana harapan ibu ke depan ? J : Harapan ibu supaya anak pintar, berhasil dan sukses. T: Apa cita-cita ibu selanjutnya, apakah ibu ingin berjualan sayur sampai tua ? J : Kalau sudah tua Ibu ingin istirahat, pergi Haji karena sebagian hasil berjualan sudah ditabung di Bank Syariah dan Ibu juga ingin buka usaha kontrakan nanti. T: Terima kasih Bapak, Ibu atas kesediaannya. J : Sama-sama. T: Assalamualaikum Wr Wb. J : Waalaikumussalam Wr Wb. Wawancara Dengan Pengusaha Bubur Ayam Asal Cirebon Ketika Suatu malam perut saya terasa kosong ,Saya ingin membeli bubur ayam dan setelah sampai ditempat penjual bubur ayam lalu saya memesan bubur ayam, setelah menghabiskan bubur tersebut, Saya mencoba bertanya - tanya dengan pemilik warung bubur tersebut. Usaha bubur asal cirebon yang ia jalani mulai dari nol sampai sekarang ini dan sudah memilik nafkah yang cukup untuk menghidupi keluarga bapak satu anak ini. Dan berikut ini hasil wawancara terhadap narasumber Dani Ismail Akbar yang akrab dipanggil Mas Dani. Saya : Selamat Malam mas..? Mas Dani : Ya Malam dek ada apa..? Saya : Ga mas, saya cuma mau tanya - tanya tentang usaha bubur cirebon ini mas. Mas Dani : Ohhh boleh saja dek, adek mau nannya apa saja..? Saya : Sebenarnya saya ini mendapatkan tugas kuliah untuk mewawancarai, dan saya tertarik untuk mewawancarai warung bubur cirebon milik Mas Dani ini yang sudah cukup maju. Mas Dani : Ohhh boleh saja dek. Saya : Oke mas, sebelum saya bertanya, saya boleh tau nama lengkap mas..? Mas Dani : oohh, Nama lengkap saya adalah Dani Ismail Akbar dan orang - orang biasa manggil saya Mas Dani. Saya : Kira - kira mas Dani sudah berapa lama berjualan bubur ayam cirebon seperti ini..? Mas Dani : Wah prosesnya panjang dek mulai dari nol hinga sampai sekarang ini, ya kira - kira sudah 6 tahun saya berjualan bubur seperti ini. Saya : wah sudah cukup lumayan lama juga ya mas dani berjualan bubur seperti ini. Mas Dani : Ya sudah lumayan lama juga dek. Saya : Apa pada saat awal berjualan mas dani sudah memiliki tempat seperti sekarang ini, dan memiliki pelanggan yang banyak seperti saat ini ? Mas Dani : Ohhh tidak dek, pada awalnya saya bukan berjualan bubur ayam seperti saat ini dulu saya sudah mencoba beberapa macam jualan jenis makanan seperti lontong sayur, nasi uduk, akan tetapi kurang berhasil untuk menjual makanan tersebut. Dan pada akhirnya saya mencoba menjual bubur ayam dan resep pembuatan bubur ayam tersebut sudah turun - menurun dari kakek saya. Pada awalnya saya hanya menjajakan bubur ayam keliling kampung dengan menggunakan gerobak yang sederhana yang diberikan oleh bapak saya, dan para warga kampung sudah mulai menyukai jualan bubur ayam saya. Saya : Hanya itu saja mas.?? Mas Dani : ohhh tidak itu saja dek, Setelah saya rasa warga kampung saya menyukai bubur ayam buatan saya, saya berfikir untuk mengembangkan usaha saya ini dan ingin berjualan di Jakarta, Dengan nekad dan Sedikit uang hasil tabungan saya bertahun - tahun, saya nekad untuk pergi ke jakarta untuk berjualan bubur ayam. pada awalnya usaha saya ini masih keliling menggunakan gerobak dan masih sedikit pula yang membeli bubur ayam saya. Dan kira - kira sekitar dua tahun saya berjualan di Ibu kota Jakarta barulah usaha saya mulai mendapatkan hasil yang sudah cukup membanggakan dan hingga saat ini saya sudah memiliki Ruko atau rumah toko untuk tempat berjualan bubur ayam dan tempat untuk tinggal saya dan keluarga saya. Saya : Wahhh perjalan yang cukup panjang yah mas, kalau boleh tau apasih rahasianya bubur ayam cirebon Mas Dani ini hingga orang - orang ketagihan untuk mencoba bubur ayam ini..?? Mas Dani : Bubur ayam saya ini tidak menggunakan terlalu banyak air pada saat memasakknya dik, jadi tidak terlalu encer pada saat disajikan, dan saya memiliki bumbu rahasia turun - menurun dari keluarga saya dek. Saya : Wahhhhh rahasia perusahaan nih yahhhh...??heheheheh Oke deh mas terima kasih atau waktunya untuk menceritakannya kepada saya. Mas Dani : Ohhhh tidak apa - apa dek, saya malah senang ada yang ingin mengetahui perjalanan usaha saya, Jangan sungkan - sungkan mampir kemari dek buat makan bubur ayam cirebon saya..hahaha Saya : Oke mas sippp, Saya akan sering - sering kesini. WAWANCARA PENJUAL NASI UDUK Penjual nasi uduk, walaupun terdengar biasa saja, tetapi penjual nasi uduk sudah bisa dikatakan wira usaha. Karena membuat usaha ini sendiri, dan sudah bisa dikategorikan sebagai perusahaan perorangan. Pada kesempatan ini, saya sebagai penulis mewawancara seorang ibu penjual nasi uduk yang berjualan disekitar rumah. Wawancara yang dilakukan hanya sebentar, jadi penulis memakai metode 5W+1H. WHAT Penulis : ‘Selamat pagi ibu, boleh tanya apa yang ibu jual?’. Penjual : ‘Saya menjual nasi uduk mas’. WHO Penulis : ‘Siapa yang menjadi target konsumen ibu?’. Penjual :’Biasanya bagi orang yang beraktivitas pagi hari dan mereka membeli nasi uduk saya karena tidak sempat membuat sarapan’. WHEN Penulis : ‘Kapan ibu menjual nasi uduk?’ Penjual : ‘Saya mulai berjualan mulai dari jam 05.30 sampai jam 08.00 pagi. Tetapi apabila nasi uduk sudah habis sebelum pukul 08.00 saya akan selesai berjualan’. WHERE Penulis : ‘Dimana ibu biasanya berjualan?’ Penjual : ‘Saya biasa berjualan di depan rumah, dengan hanya mengeluarkan meja dari dalam rumah. Karena usaha seperti ini tidak mempunyai jaminan umur, sayang kan apabila kita sewa ruko tetapi usaha mandet setelah baru berjalan beberapa bulan’. WHY Penulis : ‘ mengapa ibu berjualan nasi uduk, dan mengapa ibu memilih nasi uduk sebagai usaha?’ Penjual : ‘Saya menjual nasi uduk untuk menambah penghasilan suami, walalupun hasilnya tidak seberapa tetapi cukuplah untuk memberi uang saku anak-anak sekolah. Saya memilih nasi uduk karena pertama saya bisa membuatnya, kemudian menjual nasi uduk tidak membutuhkan modal yang banyak’. HOW Penulis : ‘Bagaimana ibu memasarkan nasi uduk yang ibu jual?’ Penjual : ‘Yaa ini kan usaha kecil, jadi cukup dari mulut ke mulut lah, lagipula buat saya yang penting rasanya enak, jadi beritanya cepat tersebar’.

google translation

Last Update: 2014-04-07
Subject: Art
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

dengan hormat menanggapi iklan yang anda terbitkan untuk menjadi tenaga kerja di bidang pendidikan bahasa inggris, pendidikan matematika, pendidikan bahasa indonesia dan pendidikan olah raga. saya memberanikan untuk bekerja menjadi guru pendidikan matematika di yayasan pendidikan darussalam. saya lulus sarjana pendidikan di universitas muhammdiyah surakarta jurusan pendidikan matematika. pengalaman setelah lulus, saya pernah mengajar di smp negri 2 blora selama 3 tahun

dengan hormat menanggapi iklan yang anda terbitkan untuk menjadi tenaga kerja di bidang pendidikan bahasa inggris, pendidikan matematika, pendidikan bahasa indonesia dan pendidikan olah raga. saya memberanikan untuk bekerja menjadi guru pendidikan matematika di yayasan pendidikan darussalam. saya lulus sarjana pendidikan di universitas muhammdiyah surakarta jurusan pendidikan matematika. pengalaman setelah lulus, saya pernah mengajar di smp negri 2 blora selama 3 tahun

Last Update: 2014-04-04
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Bahasa Inggris Australia

Australian English

Last Update: 2014-03-25
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Add a translation