MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: usus buntu    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Usus buntu

Cecum

Last Update: 2013-08-09
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus buntu

Cecal

Last Update: 2012-02-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus

Intestine

Last Update: 2013-09-28
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus

Bowel

Last Update: 2013-07-15
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus

Bowels

Last Update: 2011-01-22
Usage Frequency: 5
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus halus

Small intestine

Last Update: 2011-04-13
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus kosong

Jejunum

Last Update: 2012-02-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus penyerapan

Ileum

Last Update: 2012-02-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus dua belas jari

Duodenum

Last Update: 2014-04-14
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Wikipedia

Usus dua belas jari

Duodenal

Last Update: 2012-02-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Radang usus besar

Colitis

Last Update: 2012-02-02
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Kanker usus besar

Colon cancer

Last Update: 2011-07-25
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Baginda sendiri pun akan menderita penyakit usus yang makin hari makin parah!
2 Chronicles 21.15

And thou shalt have great sickness by disease of thy bowels, until thy bowels fall out by reason of the sickness day by day.
2 Chronicles 21.15

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Setelah semua kejadian itu, TUHAN menghukum Yehoram dengan penyakit usus yang tak dapat sembuh
2 Chronicles 21.18

And after all this the LORD smote him in his bowels with an incurable disease.
2 Chronicles 21.18

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Daging, kulit dan usus sapi jantan itu harus dibakar di luar perkemahan. Itulah persembahan untuk pengampunan dosa para imam
Exodus 29.14

But the flesh of the bullock, and his skin, and his dung, shalt thou burn with fire without the camp: it is a sin offering.
Exodus 29.14

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

dan perselisihan yang tidak habis-habisnya. Jalan pikiran orang-orang itu sudah buntu dan tidak lagi benar. Mereka menyangka bisa menjadi kaya dari agama
1 Timothy 6.5

Perverse disputings of men of corrupt minds, and destitute of the truth, supposing that gain is godliness: from such withdraw thyself.
1 Timothy 6.5

Last Update: 2012-05-06
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:

Ke' Lesap adalah putera Madura keturunan dari Pangeran Sosro Diningrat / Pangeran Tjokro Diningrat III / Pangeran Cakraningrat III (1707-1718) dengan isteri selir. Tokoh ini sering muncul dari cerita rakyat Madura. Pada suatu waktu ia diberitahu oleh ibunya tentang siapa sebenarnya ayahnya. Sebagai seorang pemuda ia merasa kesal dan berusaha untuk tampil ke depan dengan berbagai macam keahliannya. Kek Lesap muda memiliki kebiasaan suka sekali bertapa di Gunung-gunung dan di kuburan-kuburan yang keramat. Pada suatu waktu ia bertapa di gunung Geger (di Bangkalan) dengan waktu yang cukup lama, hingga setelah bertapa ia mempunyai beberapa macam keahlian dan terutama keahliannya sebagai dukun untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit yang diderita oleh orang-orang. Hal itu terdengar oleh Raja Bangkalan yang bernama Suro Diningrat / Pangeran Tjokro Diningrat IV / Pangeran Cakraningrat IV (1718-1736). lalu ia dipanggil dan diperkenankan untuk tinggal di Bangkalan dan diberi hadiah berupa rumah di Desa Pejagan, selain itu Raja juga mengijinkan ia untuk menjalankan prakteknya sebagai dukun. Sebagai dukun ia tak segan untuk memberi berbagai macam obat-obatan kepada siapapun yang menderita sakit. Meskipun sudah mendapat penghormatan semacam itu, Ke' Lesap masih merasa belum puas karena ia merasa sering diawasi oleh Raja. Sementara Ke' Lesap sendiri mempunyai maksud tersembunyi yaitu dia berambisi untuk memegang pemerintahan di Seluruh Madura, karena itu Ke' Lesap meninggalkan kota Bangkalan dengan menuju ke arah Timur dan akhirnya ia sampai di goa Gunung Pajuddan di daerah Guluk-Guluk dan di Goa itulah ia bertapa untuk beberapa tahun lamanya. Diceritakan bahwa Ke' Lesap mempunyai sebuah Calok atau golok yang dinamai dengan Kodhi' Crancang yang dapat disuruh untuk mengamuk sendiri tanpa ada seorang pun yang memegangnya, karena kesaktian-kesaktian yang dimilikinya, maka ia makin dikenal sampai ke seluruh pelosok Madura. Pemberontakan[sunting | sunting sumber] Akhirnya Ke' Lesap merasa yakin pada dirinya sendiri bahwa ia sudah cukup mampu untuk mengobarkan api pemberontakan, keahlian dan kemasyhurannya banyak membawa simpati pada rakyat, sehingga ketika ia turun dari pertapaannya di gunung Pajuddan dan ia mulai dapat menaklukan desa-desa yang ia datangi. Dengan bantuan pengikutnya Ke' Lesap yang dikomandoi oleh panglima perangnya yang bernama oleh Raden Buka mulai menyerang kerajaan Sumenep pada tahun 1749 - 1750 M. Pertempuran terjadi dimana-mana dan tak lama kemudian Sumenep dapat didudukinya. Kanjeng Pangeran Ario Cokronegoro IV atau Raden Alza atau Adipati Sumenep XXVIII ( 1744 - 1749) sebagai Bupati Sumenep merasa sangat ketakutan, dan ia melarikan diri bersama-sama keluarganya ke Surabaya dan melaporkan adanya pemberontakan itu kepada Kompeni Belanda - VOC (1749 M) yang berada di Surabaya. Setelah keraton Sumenep dapat diduduki, Ke' Lesap menempatkan Raden Buka sebagai Adipati Sumenep (1749 - 1750). Selanjutnya Kek Lesap menuju ke Pamekasan melalui jalan sebelah selatan ialah Bluto, Prenduan, Kaduaradan seterusnya. Dimanapun tempat yang ia lalui, dia selalu disambut oleh rakyat dengan penuh simpati dan terus rakyat menggabungkan diri sebagai pasukan pemberontak, Pamekasan dengan mudah pula dapat dikalahkan karena pada waktu itu Bupati Pamekasan Tumenggung Ario Adikoro IV (R. Ismail) tidak ada di tempat, karena ia sedang bepergian ke Semarang. Raden Adikoro IV tak lain adalah menantu Cakraningrat V yang bertahta di Bangkalan, sewaktu Adikoro IV kembali dari Semarang dan singgah di Bangkalan ia lalu mendengar dari mertuanya bahwa Ke' Lesap melakukan pemberontakan, setelah mendengar berita itu Adikoro IV meminta diri kepada ayahnya untuk berangkat berperang melawan Ke' Lesap. Ia sangat marah karena memikirkan nasib rakyat pamekasan yang tentunya kocar kacir karena ditinggal pemimpinnya. Dengan diiringi pengikutnya yang masih setia Adikoro IV terus menuju ke Sampang, Di kota ini ia berhenti untuk beristirahat sebentar, pada saat makan siang datanglah seorang utusan Ke' Lesap dengan membawa sepucuk surat yang isinya menantang untuk berperang. Adikoro IV sangat marah dan serta merta nasinya tidak dimakannya bahkan ia terus berdiri dan menanyakan kepada orang-orang banyak siapa yang sanggup mengikuti dirinya untuk berperang dengan Ke' Lesap. Penghulu Bagandan tidak menyetujui untuk berangkat segera karena hari itu adalah hari naas dan menasehatkan untuk berangkat keesokan harinya saja. Tetapi adikoro tidak sabar untuk menunggu semalam saja, ia menanyakan lagi siapa yang sanggup mati bersama-bersama dengan dirinya. Penghulu Bagandan menyahut bahwa ia yang pertama bersedia untuk mati bersama pemimpinnya karena itu tanpa ditunda-tunda lagi Adikoro berangkat dengan diikuti penghulu Bagandan dan pengiring-pengiring menuju ke Pamekasan, Adikoro IV dan pasukannya mengamuk sedemikian rupa sehingga musuhnya dapat dipukul mundur sampai ke Pangantenan di daerah Pamekasan, namun karena jumlah pasukan Adikoro sangat sedikit dan ia sendiri sudah amat lelah maka tidak lama kemudian perutnya terkena senjata sampai ususnya keluar. Tetapi semangatnya tidak padam, dengan melilitkan tangkai ususnya pada tangkai kerisnya, ia terus mengamuk dengan tombaknya, rupanya ia kehabisan tenaga juga dan terus jatuh dan meninggal dunia. Demikian pula Penghulu Bagandan gugur di Medan pertempuran bersama Adikoro IV. Setelah Adikoro IV dapat dikalahkan maka Ke' Lesap beserta pasukannya terus menuju ke Bangkalan. Saat itu Bangkalan dipimpin oleh Raden Adipati Sejo Adi Ningrat I / Panembahan Tjokro Diningrat V / Pangeran Cakraningrat V (1736-1769). di Bangkalan pertempuran hebat pun dimulai, sebab pasukan Cakraningrat V mengadakan perlawanan-perlawanan yang cukup berkobar tetapi lama kelamaan pasukan Bangkalan dapat dipukul mundur dan saat bantuan Kumpeni Belanda telah didatangkan dari Surabaya, pertempuran terus berkobar kembali. Bantuan dari Kumpeni belanda tidak dapat bertahan dan terpaksa mundur pula. Merasa hampir kalah, Cakraningrat V akhirnya mengungsi ke daerah Malajah, sedangkan Benteng masih dipertahankan oleh Pasukan Kompeni Belanda (VOC), dan waktu itu Ke' Lesap membuat Pesanggrahan di desa Tonjung. Bengkah La An[sunting | sunting sumber] Pada suatu malam Cakraningrat V bermimpi supaya Ke' Lesap dikirimi seorang perempuan dengan disuruh memegang bendera putih yang maksudnya Bangkalan akan menyerah, tipu muslihat itu keesokan harinya dijalankan seorang perempuan diberinya pakaian Keraton serta disuruh memegang bendera putih dan terus dikirimkan kepada Ke' Lesap. Ke' Lesap menerima pemberian itu dan wanita si pemberi hadiah itupun dibawa ke Pesanggrahannya dengan keyakinan bahwa Bangkalan sudah menyerah. Pada waktu Cakraningrat V menunggu reaksi, Ke' Lesap dengan dikirimkannya seorang wanita yang memegang bendera putih, tiba-tiba terlihatlah tombak pusaka Bangkalan yang bernama Ki Nenggolo gemetar dan bersinar-sinar seolah mengeluarkan api, Cakraningrat V bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengambil tombak itu, ia lalu mengajak pasukannya untuk berangkat berperang guna menumpas pemberontakan Ke' Lesap. Sesampainya di Desa Tonjung Ke' Lesap sangat terkejut karena Cakraningrat V datang menyerang dengan tiba-tiba dengan tidak menunggu lama Cakraningrat V mendatangi pempinan pemberontak itu dan menancapkan tombaknya, pada seketika itu Ke' Lesap meninggal, Rakyat Bangkalan yang mengikuti Rajanya berseru "Bengkah la'an" yang artinya sudah matilah. Karena itu sebagian orang Madura mengatakan bahwa nama Bangkalan itu berasal dari kalimat itu.

Indonesia to Madura

Last Update: 2014-03-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

MANIFESTASI KLINIS ​ Infeksi usus menimbulkan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bila terjadi komplikasi ekstra intestinal termasuk manifestasi neurologik. Gejala gastrointestinal bisa berupa diare, kram perut, dan muntah. Sedangkan manifestasi sistemik bervariasi tergantung pada penyebabnya. ​ Penderita dengan diare cair mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah ion natrium, klorida, dan bikarbonat. Kehilangan air dan elektrolit ini bertambah bila ada muntah dan kehilangan air juga meningkat bila ada panas. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, asidosis metabolik, dan hipovolemia. Dehidrasi merupakan keadaan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan hipovolemia, kolaps kardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Dehidrasi yang terjadi menurut tonisitas plasma dapat berupa dehidrasi isotonik, dehidrasi hipertonik (hipernatremik) atau dehidrasi hipotonik. Menurut derajat dehidrasinya bisa tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan, dehidrasi sedang atau dehidrasi berat (Juffrie, 2010).

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Last Update: 2014-02-15
Subject: Medical
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

​MANIFESTASI KLINIS ​ Infeksi usus menimbulkan gejala gastrointestinal serta gejala lainnya bila terjadi komplikasi ekstra intestinal termasuk manifestasi neurologik. Gejala gastrointestinal bisa berupa diare, kram perut, dan muntah. Sedangkan manifestasi sistemik bervariasi tergantung pada penyebabnya. ​ Penderita dengan diare cair mengeluarkan tinja yang mengandung sejumlah ion natrium, klorida, dan bikarbonat. Kehilangan air dan elektrolit ini bertambah bila ada muntah dan kehilangan air juga meningkat bila ada panas. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, asidosis metabolik, dan hipovolemia. Dehidrasi merupakan keadaan yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan hipovolemia, kolaps kardiovaskuler dan kematian bila tidak diobati dengan tepat. Dehidrasi yang terjadi menurut tonisitas plasma dapat berupa dehidrasi isotonik, dehidrasi hipertonik (hipernatremik) atau dehidrasi hipotonik. Menurut derajat dehidrasinya bisa tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan, dehidrasi sedang atau dehidrasi berat (Juffrie, 2010). ​ Diare akut karena infeksi dapat disertai keadaan muntah-muntah dan/atau demam, tenesmus, hematochezia, nyeri perut atau kejang perut. Diare yang berlangsung beberapa waktu tanpa penanggulangan medis yang adekuat dapat menyebabkan kematian karena kekurangan cairan di badan yang mengakibatkan renjatan hipovolemik atau karena gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang lanjut. Karena kehilangan cairan seseorang merasa haus, berat badan berkurang, mata menjadi cekung, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun serta suara menjadi serak. Keluhan dan gejala ini disebabkan deplesi air yang isotonik. Karena kehilangan bikarbonas, perbandingan bikarbonas berkurang, yang mengakibatkan penurunan pH darah. Penurunan ini akan merangsang pusat pernapasan sehingga frekwensi nafas lebih cepat dan lebih dalam (kussmaul). Reaksi ini adalah usaha tubuh untuk mengeluarkan asam karbonas agar pH dapat naik kembali normal. Pada keadaan asidosis metabolik yang tidak dikompensasi, bikarbonat standard juga rendah, pCO2 normal dan base excess sangat negatif. Gangguan kardiovaskular pada hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tanda-tanda denyut nadi yang cepat, tekanan darah menurun sampai tidak terukur. Pasien mulai gelisah, muka pucat, ujung-ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. Karena kehilangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung. Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun dan akan timbul anuria. Bila keadaan ini tidak segera diatasi akan timbul penyulit berupa nekrosis tubulus ginjal akut, yang berarti pada saat tersebut kita menghadapi gagal ginjal akut. Bila keadaan asidosis metabolik menjadi lebih berat, akan terjadi kepincangan pembagian darah dengan pemusatan yang lebih banyak dalam sirkulasi paru-paru. Observasi ini penting karena dapat menyebabkan edema paru pada pasien yang menerima rehidrasi cairan intravena tanpa alkali.

Indonesian translation google english

Last Update: 2014-02-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Unit 10 What Seorang ibu (ningsih) 35 tahun dan anaknya (leni) 5 tahun mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan anaknya yang masih duduk di bangku TK meninggal. Why Ningsih menabrak truk bagian belakang akibatnya motornya oleng, dan dia terlempar dijalan, apesnya leni langsung terlindas ban truk hingga puluhan meter. How Saat itu, sekitar pukul 10.00 ningsih yang mengendarai sepeda motor beat nopol P 5068 SU bersama leni melintas di simpang tiga pasar sempolan, saat dia belok kiri tepatnya depan pasar sempolan di jalur jember banyuwangi muncul truk Fuso nopol N 9205 UY yang dikemudikan yayan (38) warga kepulauan situsi, suka laksana. Tasikmalaya, truk itu melaju dari arah timur dengan kecepatan sedang, ningsih langsung menabrak truk bagian belakang dan keduanya terlempar ke aspal, apesnya leni langsung terlindas ban truk hingga 20 meter, hinggan kondisinya cukup mengenaskan dengan usus terburai, sedangkan ningsih mengalami patah tulang di bagian kaki. Warga yang mengetahui adanya kecelakaan tersebut langsung menolong mereka, namun nyawa leni tidak terselamatkan dan ningsih dilarikan ke puskesmas terdekat, sedangkan yayan (supir truk ) telah ditahan di mapolsek Silo untuk di mintai keterangan.

Translation ingris

Last Update: 2013-11-04
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation