MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: argumentasi budaya pop    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Susunan Upacara Pernikahan Adat Budaya Bali

susunan upacara pernikahan adat budaya bali

Last Update: 2013-02-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawa wicara sedhekahé bumi

Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

aku di sini

Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah.

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.[2]

Last Update: 2014-06-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamualaikum wr wb. Pada postingan kali ini saya pengen mengenal kan salah satu gunung di gugusan gunung di daerah kota kudus-jawa tengah, mungkin nama gunung ini terdengar asing di telinga anda bagi yg luar jawa. Tapi di balik nama asing gunung ini tersimpan keindahan budaya tanah jawa yg teramat kental dan mistik…… gunung ini terkenal dengan sebutan Wukir Rahtawu (puncak 29 ). Rahtawu sebenarnya adalah nama desa di lereng Gunung Muria masuk Kecamatan Gebog itu, bagi masyarakat Kudus dikenal banyak menyimpan misteri. Sekitar tiga dasa warsa yang lalu (lebih 30 tahun-Red), Rahtawu merupakan sebuah desa yang sangat terisolir. Sebab, belum ada jalan poros desa. Roda empat pun tak bisa menuju ke desa itu, termasuk angkudes. Satu-satunya jalan adalah lewat jalan setapak. Pendatang harus rela berjalan kaki sekitar lima kilometer mulai dari Desa Menawan. Berkat jasa Bupati Marwotosoeko, dengan tekad gugur gunung, jalan menuju desa tersebut sudah dilebarkan, sehingga Rahtawu menjadi seperti sekarang ini. Meskipun lokasi tidak mudah dicapai, Rahtawu mempunyai daya tarik tersendiri bagi mereka yang suka melakukan ritual ziarah. Di kawasan Rahtawu banyak menyimpan petilasan (bukan makam-Red) dengan nama-nama tokoh pewayangan leluhur Pandawa. Sebut saja petilasan Eyang Sakri, Lokajaya, Pandu, Palasara, Abiyoso. Selain itu di sana juga ada kawasan yang diberi nama Jonggring Saloka dan Puncak Songolikur. Petilasan itu banyak menarik minat orang untuk datang berziarah. Di setiap daerah biasanya ada pantangan tertentu. Di Rahtawu juga ada pantangan, yakni warga dilarang nanggap wayang kulit. Meski di sana banyak nama petilasan bernama leluhur Pandawa. Sampai sekarang tidak ada yang berani melanggar. Bila dilanggar, konon yang bersangkutan terkena bencana. Jadi kalau ada warga punya hajat, paling nanggap tayub, karena diperbolehkan. Kata orang desa sana nama Rahtawu mempunyai arti getih yang bercecer (bahasa jawa) kalo indonesianya (darah yang bercecer ) Menurut mitos, Wukir Rahtawu merupakan tempat pertapaan Resi Manumayasa sampai kepada Begawan Abiyoso yang merupakan leluhur Pandawa dan Korawa. Menurut cerita babad dan parwa, konon leluhur raja-raja Jawa merupakan keturunan dinasti Bharata/para shangyang. Sebuah misteri yang membingungkan , ( aku aja bingung…..hehehehhe ) banyak sekali tokoh 2 pewayangan yang petilasan nya masih di rawat oleh penduduk sekitar sampai sekarang bahkan banyak orang – orang dari luar kudus ( jateng ) banyak yg berdatangan untuk menikmati suasan pegunungan dan mistik yg ada di gunung tersebut , menurut pengalaman saya tidak salah kalau orang -orang yang suka mistik ( terutama yang beraliran kejawen ) banyak yang berdatangan ke gunung Rahtawu karena memang dari lereng gunung sampai puncak gunung itu berjajar banyak sekali petilasan – petilasan dari para tokoh pewayangan yang di sucikan dan di sebut ” eyang ” oleh penduduk sekitar . Berikut ini adalah nama – nama petilasan para tokoh pewayangan yang ada di gunung Wukir Rahtawu : Eyang Sakri (Bathara Sakri), di Desa Rahtawu Eyang Pikulun Narada dan Bathara Guru, di Joggring Saloko, dukuh Semliro, desa Rahtawu. Eyang Abiyasa dan Eyang Palasara, di puncak gunung “Abiyasa”, ada yang menyebut “Sapta Argo”. Eyang Manik Manumayasa, Eyang Puntadewa, Eyang Nakula Sadewa di lereng gunung “Songolikur”, di puncaknya tempat pertapaan Eyang Sang Hyang Wenang (Wening) dan sedikit ke bawah pertapaan Eyang Ismaya. Eyang Sakutrem (Satrukem) di sendang di kaki gunung “Sangalikur” sebelah timur. Eyang Lokajaya (Guru Spiritual Kejawen Sunan Kalijaga, menurut dongeng Lokajaya nama samaran Sunan Kalijaga (sebelum bertaubat), di Rahtawu. Eyang Mada (Gajah Mada) dan Eyang (Romo) Suprapto, berupa makam di dusun Semliro. Memang didaerah rahtawu peradaban Hindu, budha tidak tampak jelas karena tidak di temukan candi / arca yang sebagai mana di temukan di daerah lain yang mempunyai peradaban hindu / budha , yang ada hanyalah petilasan 2 batu datar yang menurut penduduk sekitar merupakan bekas tempat bersemedinya para ” suci “. Ada satu lagi yang aneh dari kebudayaan warga sekitar, meskipun semua petilasan yang ada di Wukir Rahtawu identik dengan para tokoh Pewayangan ( Mahabarata – Hindu ) tapi di sana sangat di tabukan untuk mengadakan pagelaran wayang. Konon cerita para penduduk setempat, pernah ada yang melanggar larangan tersebut, maka datang bencana angin ribut yang menghancurkan rumah dan dukuh yang mengadakan pagelaran wayang tersebut. Menurut saya pribadi sesungguhnya gunung rahtawu dlm kajian mistik adalah netral dalam artian ,Hitam dan Putih tergantung manusianya. Kalau mau wisata mistik ke rahtawu pasti ketemu macam2 dukun/orang pintar dr mana saja datang saja dan nginap dr yg saya tahu dukun2 yg kejawen di daerahku gak lepas dr rahtawu. Saya yakin ada para bolowongalus yg sudah pernah ke rahtawu…… Wassalam. @@@

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-05-25
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tari [sunting] Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.


Last Update: 2013-05-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Prasasti Yupa uga diarani Prasasti Mulawarman iku salahsijining sumber sajarah peninggalan kerajaan Kutai sing wujudé tugu watu sing ana tulisané. Prasasti Yupa iki ditemo'aké déning petugas topografi Walanda taun 1879 lan saiki disimpen ing Museum Nasional ing Jakarta. Ana 7 iji Yupa peninggalan kerajaan Kutai kabèh ditulis nganggo aksara Pallawa lan nganggo basa Sansekerta. Salahsiji Yupa ana sing urung dadi sing saiki disimpen ing kompleks cagar budaya Muara Kaman, ing pinggir kali Mahakam, Kalimantan Timur.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru. Berbagi keceriaan dengan pesta kembang api ataupun riuhnya tiupan terompet menjadi salah satu yang biasa kita lihat untuk menyambut pergantian tahun. Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri. Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat. Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah. Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa. Bagi warga Solo mungkin perayaan malem selikuran keraton surakarta memiliki kesan tersendiri. Sebanyak seribu tumpeng akan diperebutkan oleh abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dan masyarakat sekitar. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun untuk memeringati malam selikuran atau malam ke dua puluh satu dalam hitungan bulan Ramadan yang biasa disebut malam Lailatul Qadar itu. Seribu tumpeng tersebut dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter. Para abdi dalem juga membawa lampu menyerupai lampion atau ting. Sehingga kirab ini juga dikenal dengan nama ting-ting hik. Di depan barisan ancak canthaka, terdapat joli kencana atau kotak menyerupai anchak canthaka yang berukuran besar dan berbentuk menyerupai rumah-rumahan. Di dalam joli kencana tersebut terdapat ingkung. Setiap prosesi tumpeng seribu selalu ada dua joli kencana dan satu ting berukuran besar, lengkap dengan cap logo Keraton Surakarta. Tradisi malam selikuran dengan mengusung seribu tumpeng merujuk pada malam lailatul qodar yang jatuh pada malam ganjil di bulan Ramadan. Kirab dilakukan pada malam selikur sebagai malam ganjil. Dan pada malam lailatul qadar adalah malam seribu pahala jumlah pahala tersebut diibaratkan dengan jumlah seribu tumpeng. Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro. Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro. Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri. Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Last Update: 2013-03-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation