MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: argumentasi budaya pop    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Susunan Upacara Pernikahan Adat Budaya Bali

susunan upacara pernikahan adat budaya bali

Last Update: 2013-02-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: anonymous

dengan semangat proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 kita lestarikan budaya dan sejarah leluhur demi kelestarian budaya bangsa

Please, specify two different languages

Last Update: 2014-08-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indoneSENI TUTUR BEGALAN Banyumas merupakan daerah wilayah Jawa Tengah yang terletak di perbatasan Jawa Barat yang dipengaruhi oleh budaya Sunda dan Jawa menjadikan Banyumas memiliki kekhasan bahasa dan budaya Banyumasan. Banyumas sangat kaya kesenian yang sampai saat ini masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang, misalnya Kesenian lengger, Aksimidha, Angguk, Aplang, Baritan, Bongkel, Buncis, Calung, Ebeg, Begalan, dan lain sebagainya. Kesenian tersebut pada awalnya memiliki fungsi sebagai upacara keagamaan, upacara selamatan desa, maupun upacara selamatan pasca panen. Namun, sekarang ini kesenian tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga fungsi kesenian pun berubah menjadi sarana hiburan. Walaupun masih ada beberapa kesenian yang masih dipercayai sebagai upacara penolak bala di antaranya Seni Tutur Begalan. Seni tutur Begalan merupakan kesenian yang dilaksanakan pada upacara pernikahan, dilakukan oleh seseorang yang bernama Surantani memikul alat-alat rumah tangga kemudian datang seorang begal bernama Suradenta bermaksud merampas alat-alat rumah tangga tersebut. Dan terjadilah Hakikat Seni Tutur Begalan Begalan adalah seni tutur tradisional sebagai sarana upacara pernikahan. Begalan menggambarkan peristiwa perampokan terhadap barang bawaan dari pihak mempelai pria oleh seorang begal. Begalan dilakukan oleh dua orang dewasa yang merupakan sedulur pancer lanang dari pihak mempelai pria. Kedua pemain begalan menari di depan kedua mempelai dengan membawa peralatan rumah tangga yang disebut brenong kepang. Peralatan tersebut memiliki makna simbol dan berisi falsafah Jawa yang berguna bagi kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru mengarungi kehidupan berumah tangga. Begal artinya sama dengan perampok, yaitu orang yang pekerjaannya merampas barang milik orang lain untuk dirinya sendiri. Istilah begalan dalam kesenian ini tidak berarti merampas barang orang lain, tetapi menjaga keselamatan apabila ada roh-roh jahat yang datang dan mengganggu. Begalan dilakukan sebagai salah satu syarat guna menghindari kekuatan-kekuatan gaib yang mengancam atau mengganggu upacara pernikahan. Jadi istilah begalan di sini sebagai syarat/krenah/pangruwat guna menghindari segala kekuatan gaib yang mengancam keselamatan kedua mempelai. Arti begalan dijelaskan dengan ucapan kebegalan sambekalanipun. Maksudnya dijauhkan dari mara bahaya. Mereka takut apabila nanti ada gangguan dari kekuatan yang selalu mengelilingi dan mengancam dirinya. Maka upacara ruwatan termasuk upacara begalan. sia ke bahasa jawa

google ageSENI TUTUR BEGALAN Banyumas merupakan daerah wilayah Jawa Tengah yang terletak di perbatasan Jawa Barat yang dipengaruhi oleh budaya Sunda dan Jawa menjadikan Banyumas memiliki kekhasan bahasa dan budaya Banyumasan. Banyumas sangat kaya kesenian yang sampai saat ini masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang, misalnya Kesenian lengger, Aksimidha, Angguk, Aplang, Baritan, Bongkel, Buncis, Calung, Ebeg, Begalan, dan lain sebagainya. Kesenian tersebut pada awalnya memiliki fungsi sebagai upacara keagamaan, upacara selamatan desa, maupun upacara selamatan pasca panen. Namun, sekarang ini kesenian tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga fungsi kesenian pun berubah menjadi sarana hiburan. Walaupun masih ada beberapa kesenian yang masih dipercayai sebagai upacara penolak bala di antaranya Seni Tutur Begalan. Seni tutur Begalan merupakan kesenian yang dilaksanakan pada upacara pernikahan, dilakukan oleh seseorang yang bernama Surantani memikul alat-alat rumah tangga kemudian datang seorang begal bernama Suradenta bermaksud merampas alat-alat rumah tangga tersebut. Dan terjadilah Hakikat Seni Tutur Begalan Begalan adalah seni tutur tradisional sebagai sarana upacara pernikahan. Begalan menggambarkan peristiwa perampokan terhadap barang bawaan dari pihak mempelai pria oleh seorang begal. Begalan dilakukan oleh dua orang dewasa yang merupakan sedulur pancer lanang dari pihak mempelai pria. Kedua pemain begalan menari di depan kedua mempelai dengan membawa peralatan rumah tangga yang disebut brenong kepang. Peralatan tersebut memiliki makna simbol dan berisi falsafah Jawa yang berguna bagi kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru mengarungi kehidupan berumah tangga. Begal artinya sama dengan perampok, yaitu orang yang pekerjaannya merampas barang milik orang lain untuk dirinya sendiri. Istilah begalan dalam kesenian ini tidak berarti merampas barang orang lain, tetapi menjaga keselamatan apabila ada roh-roh jahat yang datang dan mengganggu. Begalan dilakukan sebagai salah satu syarat guna menghindari kekuatan-kekuatan gaib yang mengancam atau mengganggu upacara pernikahan. Jadi istilah begalan di sini sebagai syarat/krenah/pangruwat guna menghindari segala kekuatan gaib yang mengancam keselamatan kedua mempelai. Arti begalan dijelaskan dengan ucapan kebegalan sambekalanipun. Maksudnya dijauhkan dari mara bahaya. Mereka takut apabila nanti ada gangguan dari kekuatan yang selalu mengelilingi dan mengancam dirinya. Maka upacara ruwatan termasuk upacara begalan.nsi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indoneSENI TUTUR BEGALAN Banyumas merupakan daerah wilayah Jawa Tengah yang terletak di perbatasan Jawa Barat yang dipengaruhi oleh budaya Sunda dan Jawa menjadikan Banyumas memiliki kekhasan bahasa dan budaya Banyumasan. Banyumas sangat kaya kesenian yang sampai saat ini masih tumbuh dan berkembang sampai sekarang, misalnya Kesenian lengger, Aksimidha, Angguk, Aplang, Baritan, Bongkel, Buncis, Calung, Ebeg, Begalan, dan lain sebagainya. Kesenian tersebut pada awalnya memiliki fungsi sebagai upacara keagamaan, upacara selamatan desa, maupun upacara selamatan pasca panen. Namun, sekarang ini kesenian tersebut berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga fungsi kesenian pun berubah menjadi sarana hiburan. Walaupun masih ada beberapa kesenian yang masih dipercayai sebagai upacara penolak bala di antaranya Seni Tutur Begalan. Seni tutur Begalan merupakan kesenian yang dilaksanakan pada upacara pernikahan, dilakukan oleh seseorang yang bernama Surantani memikul alat-alat rumah tangga kemudian datang seorang begal bernama Suradenta bermaksud merampas alat-alat rumah tangga tersebut. Dan terjadilah Hakikat Seni Tutur Begalan Begalan adalah seni tutur tradisional sebagai sarana upacara pernikahan. Begalan menggambarkan peristiwa perampokan terhadap barang bawaan dari pihak mempelai pria oleh seorang begal. Begalan dilakukan oleh dua orang dewasa yang merupakan sedulur pancer lanang dari pihak mempelai pria. Kedua pemain begalan menari di depan kedua mempelai dengan membawa peralatan rumah tangga yang disebut brenong kepang. Peralatan tersebut memiliki makna simbol dan berisi falsafah Jawa yang berguna bagi kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru mengarungi kehidupan berumah tangga. Begal artinya sama dengan perampok, yaitu orang yang pekerjaannya merampas barang milik orang lain untuk dirinya sendiri. Istilah begalan dalam kesenian ini tidak berarti merampas barang orang lain, tetapi menjaga keselamatan apabila ada roh-roh jahat yang datang dan mengganggu. Begalan dilakukan sebagai salah satu syarat guna menghindari kekuatan-kekuatan gaib yang mengancam atau mengganggu upacara pernikahan. Jadi istilah begalan di sini sebagai syarat/krenah/pangruwat guna menghindari segala kekuatan gaib yang mengancam keselamatan kedua mempelai. Arti begalan dijelaskan dengan ucapan kebegalan sambekalanipun. Maksudnya dijauhkan dari mara bahaya. Mereka takut apabila nanti ada gangguan dari kekuatan yang selalu mengelilingi dan mengancam dirinya. Maka upacara ruwatan termasuk upacara begalan. sia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Rumah Adat Jawa Tengah Joglo dan Ciri Khasnya 16th April 2013 Cat: Rumah Adat with 1 Comment Keragaman budaya bangsa Indonesia yang juga tercermin dalam rumah adat Jawa Tengah tentunya sudah sangat dikenal oleh banyak orang Indonesia. Kali ini kita akan membahas keragaman tersebut dalam keunikan dan karakteristik dalam rumah adat Jawa Tengah Joglo, yang pastinya sudah sangat dikenal di seantero negeri. Rumah Joglo sudah sangat dikenal oleh banyak masyarakat, terutama masyarakat Jawa Tengah. Joglo adalah kerangka rumah yang membentuk rumah adat di Jawa Tengah yang berupa soko guru dan terdiri dari empat pilar atau tiang penyangga utama dan tumpangsari yakni susunan balok yang ditopang oleh soko guru. Rumah Adat Jawa Tengah Secara sosial, dulunya tidak banyak yang mempunyai rumah adat dikarenakan rumah ini merupakan lambang status sosial bagi orang-orang Jawa yang mempunya kemampuan ekonomi yang berlebih. Rumah Joglo adalah jenis rumah yang membutuhkan banyak bahan materi rumah yang mahal, terutama dari kayu. Umumnya pemilik rumah Joglo dulunya berasal dari kalangan ningrat atau bangsawan. Rumah jenis ini biasanya juga membutuhkan lahan yang luas dikarenakan beberapa bagian rumahnya digunakan untuk menerima tamu atau memuat banyak orang. Bagian-bagian dalam Rumah Adat Jawa Tengah Umumnya bagian rumah adat Jawa Tengah terdiri dari tiga bagian utama: pendhopo, pringgitan, dan omah ndalem atau omah njero. Pendhopo adalah bagian rumah yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Pringgitan adalah bagian ruang tengah yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit; berasal dari akar kata “ringgit” yang artinya wayang kulit. Bagian ketiga adalah omah ndalem atau omah njero, yang merupakan ruang keluarga. Dalam omah njero terdapat tiga buah kamar (senthong), yaitu senthong kanan, tengah, dan kiri. Dilihat dari strukturnya, rumah adat Jawa Tengah mungkin terlihat lebih sederhana. Pembangunan bagian rumah seperti pendhopo membutuhkan empat buah tiang penyangga guna menyangga berdirinya rumah. Tiang-tiang tersebut dinamakan soko guru, yang juga merupakan lambang penentu arah mata angin. Dari empat soko guru tersebut, terdapat juga tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang tersangga soko guru. Ndalem atau omah njero digunakan sebagai inti dari sebuah Joglo. Dilihat dari struktur tata ruangnya, bagian ndalem mempunyai 2 ketinggian yang berbeda. Hal ini bertujuan agar terdapat ruang sebagai tempat sirkulasi udara. Joglo adalah jenis rumah adat suku Jawa yang terlihat sederhana dan digunakan sebagai lambang atau penanda status sosial seorang priyayi atau bangsawan Jawa. Rumah ini mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dengan adanya tiang-tiang penyangga atau soko guru, beserta tumpang sari nya. Setiap bagian rumah merepresentasikan fungsi yang berbeda, yang dibangun di atas lahan yang luas juga; oleh karena itu, rumah ini hanyalah dipunyai orang dari kalangan berpunya saja. Beberapa hal penting lain tentang rumah adat Jawa Tengah dapat anda cari dari sumber lain, dari wikipedia.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

berbudaya untuk anti kekerasan

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tapak V”Adat-istiadat Desaku” Dalam adat-istiadat di desa Randusari hampir tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan desa-desa yang lain. Disebabkan faktor rumpun atau budaya suku yang berperan vital dalam hal ini. Penulis akan coba sebutkan contoh-contohnya semoga pembaca dapat memahami dan menjadikan wawasan baru bagi pengetahuan pembaca. Ada adat mapati dan mitoni bagi Ibu hamil. Mapati berasal dari kata papat artinya empat, yang dimaksud empat disini adalah empat bulan usia kehamilan. Baisanya dalam usia empat bulan kehamilan, akan diadakan tasyakuran. Maksud tasyakuran tersebut adalah pada umur kandungan tersebut dipercaya bayi dalam perut mulai ditiupkan Ruh dari Allah Swt. Agar ruh yang ditiupkan kelak menjadi anak atau orang yang baik dan banyak rejeki maka pada usia hamil empat bulan itu diadakan tasyakuran, berdoa agar anak yang dikandung kelak menjadi anak yang mulia. Mitoni dengan mapati hampir tidak ada bedanya, berasal dari kata pitu atau tujuh. Pada usia kehamilan tujuh bulan, bayi biasanya diselamatani dengan bermacam-macam ritual. Yang berbeda dengan mapati adalah usia tujuh bulan itu adalah usia dimana bayi hampir lahir ke dunia, sehingga prosesi acaranya lebih rumit dibanding mapati. Biasanya kalau mitoni, ada persiapan khusus seperti kelapa gading dua buah dengan diberi gambar wayang sesuai pilihan orangtuanya. Misalnya gambar Wrjuna dan Srikandi dimaksudkan agar apabila yang lahir laki-laki maka diharapkan berwajah tampan seperti Arjuna. Bila perempuan yang lahir maka diharapkan agar kecantikannya seperti dewi Srikandi. Disertakan pula biasanya boneka dari labu panjang dengan dihiasi uang recehan. Dimaksudkan agar prosesi persalinan si jabang bayi kelak lancar tidak ada kendala. Juga agar kelak saat menempuh kehidupan diberi kelebihan harta. Sambil dibacakan kitab Barzanji agar anak yang lahir kelak menjadi anak yang soleh atau soleha. Ada pula adat tumplek ponjen saat prosesi pernikahan, dimaksudkan agar pasangan pengantin kelak hidup makmur dan banyak rejeki. Masih dalam prosesi pernikahan, ada ritual pecah telur, lempar sirih, saling suap, dan lain-lain yang kesemuanya dimaksudkan agar kelak pasangan pengantin dapat hidup berumah tangga dengan langgeng, aman, damai, dan melimpah rejeki. Ada lagi yang menarik dalam adat-istiadat desa kami, ada yang namanya prosesi buka kaki. Buka kaki yang dimaksud adalah permulaan orang mau membangun rumah tempat tinggal. Agar rumahnya terbebas dari bala bencana, serta penghuninya selalu rukun juga betah. Macam-macam yang disyaratkan dalam buka kaki ini, mulai ada kelapa, padi, buah-buahan, yang unik lagi wajib ada bendera merah putihnya. Dalam memanen padi dan khajatan juga ada ritual khusus yang harus dilakukan sebagai adat-istiadat. Setiap musim panen dan hendak khajatan harus ada sesaji yang dikhusukan untuk ruh para leluhur. Demikian pula bila ada ritual tolak bala dan pindahah rumah, jug aharus ada sesaji yang disuguhkan untuk ruh nenenk moyang. Padahal secara logika hal tersebut tidak ada korelasinya. Namun yang namanya adat tidak dapat dihilangkan begitu saja, biarlah hilang seiring bergesernya nilai-nilai budaya yang ada. Karena untuk menggusur keberadaan adat adalah gaya hidup modern yang selalu mengedepankan logika dari pada mitos.Demikian sekilas adat-istiadat yang dapat penulis sampaikan semoga bermanfaat bagi perbendaharaan pengetahuan pembaca. saya berharap tulisan ini selain bermanfaat untuk saya semoga tulisan ini dapat menjadi literature bagi pembaca dalam memahami pengetahuan tentang asal-usul desa Randusari khususnya dan Kabupaten Tegal secara umum beserta adat-istiadatnya yang berkembang hingga sekarang.

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize)

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize) Jagung QPM adalah salah satu jenis jagung uang memiliki protein lisin dan tritofan yang tinggi dalam endospermnya. Kandungan yang dimiliki oleh jagung QPM adalah gen opaque-2 (o₂) yang bersifat resesif untuk mengendalikan produksi lisin dan triptofan. Fraksi prolamin pada jagung QPM akan berkurang hingga 50%, sedangkan sintesis albumin, globulin dan glutein menjadi meningkat. Jagung Minyak Tinggi (High-Oil) Jenis jagung ini ini memiliki biji dengan mengandung minyak lebih rendah dari 6%, sedangkan sebagian besar jagung memiliki kadar minyak 3,5-5%. Jagung minyak tinggi ini memiliki tipe biji bermacam-macam, bisa berbentuk dent ataupun bisa berbentuk flint.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawa wicara sedhekahé bumi

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan bahasa indonesi1 00:00:07,207 --> 00:00:14,348 December 24th, 2005 2 00:00:37,103 --> 00:00:38,905 Thank you. 3 00:00:45,646 --> 00:00:47,480 Thank you. 4 00:00:48,448 --> 00:00:50,684 Congratulations, Karasawa Yukiho 5 00:01:28,722 --> 00:01:30,323 Ryou... 6 00:02:11,097 --> 00:02:15,135 The sun never shone on us. 7 00:02:18,104 --> 00:02:20,073 We existed in an endless night... 8 00:02:20,373 --> 00:02:23,910 but it was never dark. 9 00:02:25,011 --> 00:02:27,847 Because we had something to replace the sun. 10 00:02:51,938 --> 00:02:54,140 No. 11 00:02:56,810 --> 00:03:01,648 I could live my life that way, imagining it was daytime. 12 00:03:07,921 --> 00:03:10,357 It wasn't bright, 13 00:03:11,691 --> 00:03:15,562 but it was clear... and that was enough. 14 00:03:25,071 --> 00:03:27,273 You were... 15 00:03:44,290 --> 00:03:46,893 You were... 16 00:03:49,229 --> 00:03:51,531 ...my sun. 17 00:03:53,600 --> 00:03:56,403 My artificial sun. 18 00:03:57,937 --> 00:04:00,306 And... 19 00:04:00,907 --> 00:04:03,810 My one and only wish, 20 00:04:05,078 --> 00:04:08,748 was that you would never stop rising each day. 21 00:04:11,418 --> 00:04:13,586 Ryou! 22 00:04:25,799 --> 00:04:27,767 Yuki... 23 00:04:46,186 --> 00:04:48,321 Go. 24 00:04:52,726 --> 00:04:55,595 You were... 25 00:04:59,399 --> 00:05:03,203 You were my sun. 26 00:05:08,208 --> 00:05:11,277 My fake sun. 27 00:05:12,779 --> 00:05:14,848 And yet, 28 00:05:14,848 --> 00:05:18,351 you burnt with love and lit my path! 29 00:05:18,351 --> 00:05:21,554 My one and only light. 30 00:05:33,600 --> 00:05:36,236 I won't cry. 31 00:05:39,506 --> 00:05:42,042 I won't cry! 32 00:05:55,121 --> 00:05:58,825 Ever since that day... 33 00:06:07,567 --> 00:06:10,270 14 years ago... 34 00:06:25,652 --> 00:06:28,388 that was... 35 00:06:29,289 --> 00:06:31,257 the day I lost the sun. 36 00:07:00,720 --> 00:07:03,223 Yukiho... 37 00:07:22,809 --> 00:07:29,183 Byakuyakou (Journey Under a midnight Sun) Chapter 1 38 00:07:33,487 --> 00:07:38,825 Autumn, 1991 39 00:07:44,931 --> 00:07:47,867 Here you go, 300 yen please. 40 00:07:47,867 --> 00:07:49,069 Thank you. 41 00:07:49,036 --> 00:07:51,505 Thank you. 42 00:07:53,773 --> 00:07:56,076 Wow, Seibu won this year! 43 00:07:56,109 --> 00:07:58,545 Way to go! 44 00:08:02,482 --> 00:08:04,317 Excuse me? 45 00:08:04,317 --> 00:08:06,319 Yes? 46 00:08:07,253 --> 00:08:09,122 What's going on over there? 47 00:08:09,122 --> 00:08:14,127 Well, you know, the bubble economy burst, so the construction workers just left it half finished. 48 00:08:14,127 --> 00:08:17,230 Now it's just a place where kids play. 49 00:08:19,099 --> 00:08:20,433 Thank you. 50 00:08:20,433 --> 00:08:22,435 You're welcome. 51 00:08:27,607 --> 00:08:30,110 5 minutes 25 seconds. 52 00:08:30,143 --> 00:08:31,778 It's a new record. 53 00:08:31,811 --> 00:08:34,247 Brilliant! 54 00:08:35,648 --> 00:08:38,418 How can you get out of there in 5 minutes? 55 00:08:38,418 --> 00:08:41,321 Have you never heard "less haste, more speed?" 56 00:08:41,321 --> 00:08:43,323 Oh no! We'll be late for cram school! 57 00:08:44,124 --> 00:08:45,759 See ya later, Ryouji 58 00:09:07,281 --> 00:09:09,383 Book Title: Gone With the Wind 59 00:09:37,044 --> 00:09:39,012 Kirihara Pawn Shop 60 00:10:15,215 --> 00:10:17,283 Hey! 61 00:10:26,192 --> 00:10:29,129 Nobody's home? 62 00:10:35,669 --> 00:10:39,506 If you end up getting divorced, 63 00:10:40,940 --> 00:10:44,911 I don't think Ryou-chan will be that shaken up about it. 64 00:10:45,378 --> 00:10:50,150 Just for getting together with an employee with a criminal record? 65 00:10:53,319 --> 00:10:55,622 Becoming concerned about whether your parents are cheating... 66 00:10:56,589 --> 00:10:58,858 that is very strange. 67 00:10:58,858 --> 00:11:00,860 Who knows I'm cheating? 68 00:11:18,645 --> 00:11:24,518 Predictions say that we'll become a place where young girls demand and purchase brand-name goods. 69 00:11:24,551 --> 00:11:29,189 It basically says, that if we don't make a department for young people, it will be difficult to survive. 70 00:11:24,617 --> 00:11:27,454 Newspaper Article: With the collapse of the bubble economy, pawn shops will change 71 00:11:29,189 --> 00:11:32,025 You'll have to make a change then, won't you? 72 00:11:32,025 --> 00:11:35,595 I wonder how you will make it in these difficult times. 73 00:11:36,229 --> 00:11:39,232 What do you think, Ryouji? 74 00:11:39,933 --> 00:11:43,069 Then this shop will go bankrupt, won't it? 75 00:11:43,069 --> 00:11:45,872 All of our workers will be taken from us. 76 00:11:46,840 --> 00:11:49,543 What about Matsura-san? 77 00:11:47,975 --> 00:11:50,227 He's a really good guy, that guy! 78 00:11:50,310 --> 00:11:52,312 Thanks for the food! 79 00:11:54,414 --> 00:11:56,349 Do you think he's just getting to that rebellious age? 80 00:11:56,349 --> 00:11:58,651 Who knows... 81 00:12:31,151 --> 00:12:33,586 It's 2000 yen though... 82 00:12:35,288 --> 00:12:37,023 Here you go. 83 00:12:37,023 --> 00:12:40,760 Yukiho, are you alright? 84 00:12:42,629 --> 00:12:45,965 Come on mom, let's go. 85 00:12:50,337 --> 00:12:53,440 It's okay. 86 00:12:54,374 --> 00:12:56,577 Yukiho. 87 00:12:56,578 --> 00:12:58,611 Yukiho! 88 00:12:58,611 --> 00:13:01,948 You think of your mom like luggage, don't you? 89 00:13:03,016 --> 00:13:05,385 If you start getting rowdy, I'll leave you here. 90 00:13:29,877 --> 00:13:31,945 Ooe Library 91 00:13:32,912 --> 00:13:36,082 Excuse me, I'll take this, please. 92 00:13:34,248 --> 00:13:35,516 Book title: World Encyclopedia - Volume 12 93 00:13:36,349 --> 00:13:38,351 Thank you. 94 00:13:43,089 --> 00:13:46,393 You always get this kind of book. What are you doing? 95 00:13:46,393 --> 00:13:48,661 Eh? I'm learning stuff. 96 00:13:48,661 --> 00:13:50,430 Is it fun? 97 00:13:50,430 --> 00:13:53,933 It must be good mustn't it, to be so carefree? 98 00:14:26,567 --> 00:14:27,701 Nishimoto Yukiho Year 5, Class 1 Ooe Minami Primary School 99 00:15:03,970 --> 00:15:05,939 Um... 100 00:15:11,745 --> 00:15:13,813 Nishi... 101 00:15:14,948 --> 00:15:17,017 Nishimo... 102 00:15:17,017 --> 00:15:19,352 I'm really sorry, but we're closing. 103 00:15:21,321 --> 00:15:23,656 Wait, Nishimoto-san! 104 00:15:36,469 --> 00:15:39,439 You go to Ooe Minami Primary School, don't you? 105 00:15:39,439 --> 00:15:41,641 I go to North Usu Primary School. 106 00:15:43,743 --> 00:15:48,081 You've already started learning English? That's amazing! 107 00:15:48,782 --> 00:15:53,286 Ah, but nowadays everyone is going to English cram school aren't they... 108 00:15:53,553 --> 00:15:57,290 Oh, you've forgotten Japanese have you?! 109 00:15:59,092 --> 00:16:01,528 My family is poor. 110 00:16:02,195 --> 00:16:06,533 The only way for poor people to succeed is to study. Don't you think so? 111 00:16:07,767 --> 00:16:09,803 Really? 112 00:16:09,269 --> 00:16:11,404 Goodbye. 113 00:16:11,404 --> 00:16:14,140 Uh, yesterday... 114 00:16:14,140 --> 00:16:16,409 Yesterday, what were you doing over there? 115 00:16:16,409 --> 00:16:19,045 Did you drop something in there? 116 00:16:22,282 --> 00:16:25,518 I heard there was a flower that blooms in ditches... 117 00:16:26,553 --> 00:16:28,722 I was just looking for it. 118 00:16:29,789 --> 00:16:32,125 Goodbye. 119 00:16:35,395 --> 00:16:37,364 In ditches? 120 00:17:08,962 --> 00:17:10,530 Yukiho! 121 00:17:10,530 --> 00:17:13,667 It's late, what were you doing? 122 00:17:15,735 --> 00:17:19,039 Yukiho, please... 123 00:17:19,039 --> 00:17:22,409 You're the only person I can rely on. 124 00:17:22,809 --> 00:17:24,944 Please! 125 00:17:31,818 --> 00:17:34,921 Ditches... ditches... 126 00:17:34,922 --> 00:17:37,590 A flower that blooms in ditches... 127 00:18:01,314 --> 00:18:04,484 About the flower you mentioned yesterday... 128 00:18:25,905 --> 00:18:28,842 Hey! Nishimoto-san! 129 00:18:29,075 --> 00:18:31,611 Look! 130 00:18:32,345 --> 00:18:35,081 Hey! Look! Here! 131 00:18:41,988 --> 00:18:43,990 It can't be... 132 00:18:47,293 --> 00:18:49,863 That flower, what is it? What is it?! 133 00:18:50,296 --> 00:18:52,699 Hm, what could it be? 134 00:19:00,674 --> 00:19:02,409 The flower you were talking about... 135 00:19:02,575 --> 00:19:06,246 You were thinking of a flower that blooms in the gutter rather than in ditches, I think. 136 00:19:06,246 --> 00:19:09,549 The lotus grows on ruins... 137 00:19:10,517 --> 00:19:14,387 There really isn't a flower that blooms in ditches! 138 00:19:15,889 --> 00:19:18,091 Even if there isn't one, 139 00:19:18,091 --> 00:19:20,560 it's better to have the dream isn't it? 140 00:19:22,862 --> 00:19:24,831 Um... 141 00:19:25,498 --> 00:19:28,001 Are you angry? 142 00:19:38,378 --> 00:19:41,081 Hey, what are you doing?!? 143 00:19:41,081 --> 00:19:44,150 It's dirty in the river, wait! 144 00:19:51,024 --> 00:19:53,025 This is why I said wait! 145 00:19:53,026 --> 00:19:54,995 It's amazing! 146 00:19:56,696 --> 00:19:58,865 It was amazing! 147 00:19:58,865 --> 00:20:01,301 It was so, so beautiful. 148 00:20:03,903 --> 00:20:06,706 It's the first time I've ever seen anything like that. 149 00:20:11,745 --> 00:20:14,114 It's a dream come true... 150 00:20:40,840 --> 00:20:43,209 Here you go, "snow." 151 00:20:50,183 --> 00:20:53,653 ...because you're Yukiho. (Translator's Note: Yuki means "snow" in Japanese.) 152 00:20:58,158 --> 00:21:00,560 Tell me, 153 00:21:00,960 --> 00:21:04,164 why are you being nice to me? 154 00:21:10,236 --> 00:21:13,707 I just... feel like you and I are similar. 155 00:21:15,875 --> 00:21:18,044 How? 156 00:21:18,044 --> 00:21:22,349 Between Chage & Aska, which do you like? (Cultural Note: Chage & Aska were Pop stars in Japan in the 90's.) 157 00:21:22,349 --> 00:21:24,217 Aska. 158 00:21:24,217 --> 00:21:25,885 I see... 159 00:21:25,885 --> 00:21:29,022 It's nothing to do with Chage's moroseness, is it? 160 00:21:31,057 --> 00:21:32,759 Yes. 161 00:21:32,760 --> 00:21:34,794 I see. 162 00:21:36,229 --> 00:21:41,901 If you had a time machine, would you go to the future or the past? 163 00:21:41,901 --> 00:21:44,838 Um... the past! 164 00:21:46,139 --> 00:21:48,408 Oh. 165 00:21:49,909 --> 00:21:52,045 So you would go to the future then? 166 00:21:52,045 --> 00:21:54,414 Because I hate to look back and regret... 167 00:21:59,786 --> 00:22:02,088 When something bad happens, do you study to take your mind off it? 168 00:22:02,088 --> 00:22:03,089 Yes, I do! 169 00:22:02,489 --> 00:22:03,656 Really? Me too! 170 00:22:03,857 --> 00:22:06,893 While you are studying, you don't think about unpleasant things, right? 171 00:22:06,893 --> 00:22:08,895 Yes, that's right! 172 00:22:08,895 --> 00:22:13,199 Phew! I always wondered what to do when I felt like that! 173 00:22:18,304 --> 00:22:21,441 But, are you pleased about that? 174 00:22:25,445 --> 00:22:30,250 When you say "bad things," you have to use "ga," don't you? (Translator's Note: She's correcting his Japanese from a few lines ago.) 175 00:22:30,250 --> 00:22:33,286 Really? Ah, yes you do, don't you. 176 00:22:37,090 --> 00:22:39,826 I'm terrible, aren't I! 177 00:22:44,030 --> 00:22:46,533 Hey! Look! 178 00:22:54,541 --> 00:22:56,843 Over there! 179 00:22:58,778 --> 00:23:02,148 Don't you think it looks like a flower? 180 00:23:09,789 --> 00:23:11,891 It's my gift to you. 181 00:23:14,461 --> 00:23:16,663 Thank you. 182 00:23:25,572 --> 00:23:32,245 Wow! Amazing! It's amazing! Amazing! Amazing! 183 00:23:32,379 --> 00:23:34,881 This program is brought to you by KDDI... 184 00:23:36,282 --> 00:23:37,717 Suzuki... 185 00:23:39,185 --> 00:23:40,987 Kobayashi Seiyaku... 186 00:23:43,356 --> 00:23:46,092 And Windows XP... 187 00:23:57,304 --> 00:23:59,740 Hey! Don't run! 188 00:23:59,773 --> 00:24:01,775 Sorry. 189 00:24:06,479 --> 00:24:08,948 You're here! 190 00:24:28,368 --> 00:24:30,103 Tada!! 191 00:24:30,103 --> 00:24:32,906 Wow, that's brilliant! 192 00:24:34,774 --> 00:24:36,876 Tada!! 193 00:24:37,377 --> 00:24:39,213 All of them? 194 00:24:39,246 --> 00:24:41,548 Go on. 195 00:24:39,713 --> 00:24:41,949 No way!! 196 00:24:41,948 --> 00:24:43,951 Go on! 197 00:24:42,850 --> 00:24:44,618 I'll die! 198 00:24:44,284 --> 00:24:46,619 You won't, it's alright. 199 00:24:48,088 --> 00:24:50,156 Just once. 200 00:24:50,156 --> 00:24:51,992 Go on! 201 00:24:51,291 --> 00:24:53,593 No! 202 00:24:58,631 --> 00:25:01,267 I... I won't die! 203 00:25:03,503 --> 00:25:05,972 Do you want to die?! 204 00:25:14,247 --> 00:25:16,249 That's mean... 205 00:25:18,284 --> 00:25:19,853 Thank you very much. 206 00:25:19,853 --> 00:25:24,124 Gone With the Wind... A melodrama - Book 1? 207 00:25:24,124 --> 00:25:26,893 It's fine, just lend it to me please. 208 00:25:35,669 --> 00:25:38,538 It must be good to be young. 209 00:25:53,953 --> 00:25:59,059 An old man and woman who love each other, it's nice isn't it? 210 00:26:02,595 --> 00:26:04,898 Hey, um... 211 00:26:05,398 --> 00:26:10,337 Yu... Yu... Yuki, 212 00:26:10,670 --> 00:26:15,175 Out of Midaifuku and Joudaifuku, which do you like best? (Translator's Note: Types of rice and bean jam sweets.) 213 00:26:23,483 --> 00:26:26,319 Just normal Daifuku are nice. 214 00:26:29,856 --> 00:26:32,625 S... so, you mean neither then, right? 215 00:26:38,598 --> 00:26:40,100 Ryou-kun... 216 00:26:40,100 --> 00:26:42,135 Y... yes? 217 00:26:42,469 --> 00:26:44,871 You have really sweaty hands! 218 00:26:44,871 --> 00:26:48,008 Huh? I'm so sorry! Really, I'm sorry! 219 00:26:58,251 --> 00:27:01,454 Ryouji! What are you doing? 220 00:27:04,924 --> 00:27:06,426 What are you doing, Dad? 221 00:27:06,426 --> 00:27:09,096 I'm going to look at an article that someone wants to pawn. 222 00:27:12,899 --> 00:27:15,502 I'm going home. 223 00:27:33,554 --> 00:27:35,022 Kirihara Pawn Shop 224 00:27:38,258 --> 00:27:42,696 Ryouji, the girl I saw you with before, you're to never see her again.

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Sejarah Singkat Kota Surakarta by mashendri Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala ( 1746 Masehi atau 1671 Jawa ). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat. Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa memberontak dan melawan kekuasaan Pakubuwana II yang bertahta di Kartasura sehingga Keraton Kartasura hancur dan Pakubuwana II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur. Dengan Bantuan VOC pemberontakan tersebut berhasil ditumpas dan Kartasura berhasil direbut kembali. Sebagai ganti ibukota kerajaan yang telah hancur maka didirikanlah Keraton Baru di Surakarta 20 km ke arah selatan timur dari Kartasura pada 18 Februari 1745. Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai titik awal didirikannya kraton Kasunanan Surakarta. Pemberian nama Surakarta Hadiningrat mengikuti naluri leluhur, bahwa Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, kemudian ke Pleret, lalu pindah ke Wanakarta, yang kemudian diubah namanya menjadi Kartasura. Surakarta Hadiningrat berarti harapan akan terciptanya negara yang tata tentrem karta raharja (teratur tertib aman dan damai), serta harus disertai dengan tekad dan keberanian menghadapi segala rintangan yang menghadang (sura) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan demikian, kata “Karta” dimunculkan kembali sebagai wujud permohonan berkah dari para leluhur pendahulu dan pendirian kerajaan Mataram. Sejarah nama kota Solo sendiri dikarenakan daerah ini dahulu banyak ditumbuhi tanaman pohon Sala ( sejenis pohon pinus) seperti yang tertulis dalam serat Babad Sengkala yang disimpan di Sana Budaya Yogyakarta. Sala berasal dari bahasa Jawa asli ( lafal bahasa jawa : Solo ) Pada akhirnya orang-orang mengenalnya dengan nama Kota Solo.google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

aku di sini

Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tari [sunting] Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.


Last Update: 2013-05-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Prasasti Yupa uga diarani Prasasti Mulawarman iku salahsijining sumber sajarah peninggalan kerajaan Kutai sing wujudé tugu watu sing ana tulisané. Prasasti Yupa iki ditemo'aké déning petugas topografi Walanda taun 1879 lan saiki disimpen ing Museum Nasional ing Jakarta. Ana 7 iji Yupa peninggalan kerajaan Kutai kabèh ditulis nganggo aksara Pallawa lan nganggo basa Sansekerta. Salahsiji Yupa ana sing urung dadi sing saiki disimpen ing kompleks cagar budaya Muara Kaman, ing pinggir kali Mahakam, Kalimantan Timur.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru. Berbagi keceriaan dengan pesta kembang api ataupun riuhnya tiupan terompet menjadi salah satu yang biasa kita lihat untuk menyambut pergantian tahun. Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri. Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat. Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah. Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa. Bagi warga Solo mungkin perayaan malem selikuran keraton surakarta memiliki kesan tersendiri. Sebanyak seribu tumpeng akan diperebutkan oleh abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dan masyarakat sekitar. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun untuk memeringati malam selikuran atau malam ke dua puluh satu dalam hitungan bulan Ramadan yang biasa disebut malam Lailatul Qadar itu. Seribu tumpeng tersebut dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter. Para abdi dalem juga membawa lampu menyerupai lampion atau ting. Sehingga kirab ini juga dikenal dengan nama ting-ting hik. Di depan barisan ancak canthaka, terdapat joli kencana atau kotak menyerupai anchak canthaka yang berukuran besar dan berbentuk menyerupai rumah-rumahan. Di dalam joli kencana tersebut terdapat ingkung. Setiap prosesi tumpeng seribu selalu ada dua joli kencana dan satu ting berukuran besar, lengkap dengan cap logo Keraton Surakarta. Tradisi malam selikuran dengan mengusung seribu tumpeng merujuk pada malam lailatul qodar yang jatuh pada malam ganjil di bulan Ramadan. Kirab dilakukan pada malam selikur sebagai malam ganjil. Dan pada malam lailatul qadar adalah malam seribu pahala jumlah pahala tersebut diibaratkan dengan jumlah seribu tumpeng. Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro. Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro. Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri. Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Last Update: 2013-03-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation