MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: argumentasi budaya pop    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Susunan Upacara Pernikahan Adat Budaya Bali

susunan upacara pernikahan adat budaya bali

Last Update: 2013-02-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

dengan semangat proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 kita lestarikan budaya dan sejarah leluhur demi kelestarian budaya bangsa

Please, specify two different languages

Last Update: 2014-08-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

salah satu budaya indonesia yang terkenal di dunia internasional adalah wayang kulit. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam acara tertentu,

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Artikel tentang Kebudayaan Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. “Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.” Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama. Budaya yang Hilang Lagu Rasa Sayang-sayange diklaim oleh Pemerintah Malaysia Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange adalah lagu daerah yang berasal dari Maluku, Indonesia. Lagu ini merupakan lagu daerah yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat Maluku. Lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar bulan Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago)[1], Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu adalah salah.[2]. Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. ‘Rasa Sayange1′ diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962. [3] Pada tanggal 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia [4]. Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Malaysia menyebutkan bahwa mereka mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik bersama, maksudnya warisan milik bersama bangsa Melayu, antara Indonesia dan Malaysia[5]. Tentang bukti rekaman “Rasa Sayange”, bukti lagu tersebut direkam oleh PT Lokananta, Solo, Indonesia pada tanggal 1962 dalam piringan hitam Gramophone [6]. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh PT Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu “Rasa Sayange” adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang. Desain Grafis Perak Asli Bali Rasa terambilnya desain garafis perak asli Bali ini muncul ketika seorang warga bali yang menjaul hasil karyanya ke konsumen luar negeri. Namun tanpa diketahui konsumentersebut malah mematenkan hasil karya tersebut sebagai desain dari luar negeri, sehingga ketika warga Bali ini hendak mengekspor hasil karyanya ternyata dia harus beurusan dengan WTO karena dianggap telah melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Sesungguhnya desain tersebut telah dimiliki dan merupakan warisan dari leluhur masyarakat Bali itu sendiri. Namun ada juga kejadian perebutan hak paten yang terjadi di dalam negeri ini sendiri yang dimana kedua belah pihak telah mematenkan hak ciptanya. Namun salah satu pihak menganggap bahwa karya lainnya merupakan plagiat dari hasil karya yang telah mereka buat. Tari Reog Ponorogo dengan Tari Barongan Malaysia Dikisahkan di dalam Asal Usul Reog Ponorogo telah terjadi pertempuran antara Raja Ponorogo dengan Singa Barong penjaga hutan Lodoyo. Pujangga Anom nama raja itu telah membangunkan dan membuat marah singa tersebut, karena mencuri 150 anak macan dari hutan Lodoyo. Anak-anak macan itu rencananya akan dia gunakan sebagai mas kawin pernikahannya dengan seorang puteri dari Raja Kadiri. Pertempuran antara Pujangga Anom dan singa penjaga hutan Lodoyo kemudian tak terelakkan. Kisah itu lalu menjadi legenda pada rakyat Ponorogo dan sekitarnya tentang keberanian dan ketabahan orang-orang Ponorogo dan diwujudkan dalam bentuk tarian Reog. Dalam tarian Reog para penari bukan saja menampilkan gerakan-gerakan badan yang mempesona namun juga menyertakan suasana magis. Para penari dipercaya berada dalam keadaaan kesurupan meskipun yang sesungguhnya terjadi mereka mendahului tarian Reog dengan ritual puasa dan semedi. Adegan ketika seorang penari memanggul topeng besar berupa kepala singa yang di atasnya dihiasai dengan bulu merak adalah salah satu contoh kuatnya aroma magis tersebut. Barongan Malaysia tidak seperti itu dan itulah yang membedakan tarian itu dengan Reog dari Ponorogo. Mungkin tema tariannya agak mirip meskipun harus dikatakan antara keduanya terdapat perberbedaan yang jauh. Namun andai pun dianggap mirip, hal itu hanya terletak pada temanya yang mengusung tema singa atau macan. Tema semacam itu juga bisa dijumpai dalam tarian Sisingaan dari Kuningan Jawa Barat dan Barongsai tarian khas Cina. Dan jika dilihat dari filosofinya, Barongan Malaysia cenderung bernuansa keagaamaan (penyebaran Islam) sementara filosofi Reog adalah keberanian dan ketabahan. Tempe yang diklaim oleh WN Jepang Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur. Makanan Daerah yang tergantikan oleh makanan dari Luar Negeri Sekarang ini banyak sekali makanan daerah yang tergantikan terutama didaerah pariwisata. Sebenarnya tidak ada kerugian yang akan dialami oleh negara, namun jika dilaihat dari segi lain maka akan merugikan karena para penerus bangsa mendatang mungkin tidak akan tahu apa makanan daerah yang mereka miliki. Penyebab utamanya yaitu danya investor asing yang ingin memajukan perekonomian daerah pariwisata dengan membangun restoran cepat saji ataupun sejenis kedai junkfood. Masyarakat sekarang ini khususnya anak – anak muda, berpikir makanan daerah sudah ketinggalan jaman sehingga mereka berusaha untuk mengikuti tren yang ada. Semua itu tak lain juga akibat dari globalisasi apalagi sarana dan prasarana telah memadai bahkan terpenuhi. sumber : http://farisasbsb.blogspot.com/2009/12/artikel-ilmu-budaya-dasar.html Pendapat penulis tentang kebudayaan di Indonesia Melihat fenomena – fenomena yang terjadi tentang kebudayaan di negara kita ini, Indonesia, sudah mulai ke arah yang waspada. Contohnya saja lagu daerah milik Indonesia yang diaku – aku oleh negara tetangga, yaitu Malaysia. Mereka mengaku bahwa lagu tersebut berasal dari negara mereka sendiri. Padahal ada bukti otentik yang menjelaskan bahwa lagi tersebut pertama kali direkam di Indonesia yaitu di daerah Solo, Indonesia. Namun juga ada kabar bahwa pihak Malaysia berargumen bahwa lagu ini adalah lagu milik bersama. Tetapi tidak terdengar penyelesaian yang begitu jelas antar 2 negara. Tidak hanya di sektor lagu saja, banyak hal lain yang diperebutkan oleh negara lain. Dari sektor makanan, di Indonesia juga sudah mulai dimasuki oleh produk – produk luar seperti makanan siap saji ( junk food ). Memang dengan berdirinya tempat makan ini akan menambah aset negara, namun jika dilihat dari sisi generasi penerus bangsa mereka akan terbiasa dengan masakan – masakan ini dan tidak mengetahui tentang masakan tradisional sendiri. Investor – investor asing jaman sekarang sudah mulai maju dengan membuat dagangan mereka lebih menarik sehingga banyak anak – anak remaja yang mengonsumsinya. Anak – anak remaja sekarang akan merasa kuno jika disuruh memakan makanan – makanan tradisional. Inilah hal yang harus dipertanggungjawabkan mengenai pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Mengapa kita harus selalu mengikuti jalur yang seperti ini ?. Apakah budaya asing dapat memberikan solusi tentang perbaikan jati diri setiap manusia khususnya siswa yang duduk di bangku sekolah ?. Karakter manusia itu berbeda-beda karena ini semua tergantung oleh sifat dan watak perilakunya masing-masing. Pada dasarnya dalam menyikapi tentang persoalan yang demikian ini kita justru cenderung pada bagaimana upaya penanggulangannya agar supaya jati diri kita sebagai manusia yang sejati tidak rusak. Fenomena alam sudah terlihat adanya musibah dimana-mana dari sinilah kita menginstropeksi diri tentang apa kesalahan kita karena dari sini kita dapat menggali dalam dalam bahwa sebenarnya yang patut disalahkan itu pihak asing ataukah kita sendiri. Insight terhadap anak didik khususnya remaja yang cenderung melakukan tindakan anarkhis dengan jalan kekerasan lewat cara entah itu tawuran,perkelahian perkosaan sampai berujung kriminal. Inilah remaja yang suka seenaknya sendiri. Apakah kita harus mencontoh mereka juga?. Tidak, dalam hal ini sudah diupayakan lewat jalan observasi di sekolah-sekolah yang intinya juga sama. Dimanapun sekolah yang terfavorit ataupun yang biasa juga melakukan tindakan kekerasan. Generasi muda menjadi mlempem, atau seperti hewan undur-undur yang jalannya mundur yang artinya dia jika berhadapan dengan orang jujur tidak mau jujur sehingga mampu menutupi kebohongannya. Jaman ini semakin berubah sampai berubahnya tidak mampu untuk bisa mengontrol mengenai manusia yang tinggal dibumi ini. Sebenarnya bumi langit adalah titipan dari yang maha kuasa tanpa Tuhan menciptakan bumi langit dan isi-isinya kita tidak mungkin bisa hidup.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sejarah Pandawa Lima Kisah pewayangan merupakan kisah legendaris bagi masyarakat hindu. Di india maupun di Indonesia semasa nusantara dibawah jaman kerajaan hindu kisah tersebut mengakar dalam cerita rakyat, juga berkembang menjadi budaya di masyarakat nusantara. Seperti kitab Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. kisah2 tersebut kemudian berakulturasi dengan kebudayaan jawa, dan diceritakan kembali dalam kisah pewayangan, meskipun mengalami sedikit perbedaan. Cerita filosofi wayang yang merupakan budaya hindu tersebut mulai menjadi filosofi jawa, yang digelar dalam acara2 penting pada masyarakat jawa. Pada masa kecilku, masih banyak sekali pertunjukan wayang digelar untuk merayakan upacara khitanan, perkawinan, ulang tahun instansi, atau pesta adat jawa. namun saat ini kebudayaan wayang sudahmulai tergradasi dengan budaya modern. Bioskop, Televisi, Playstation, dan berbagai teknologi baru, telah menggantikan hiburan massal seperti pertunjukan wayang. Budaya wayang dekat dengan masa kecilku, membuat kisah filosofisnya masih melekat dalam benakku. Pada tanggal 7 November 2003, wayang dianugerahi oleh UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga(Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Kisah Baratayudha, sebuah kisah pertempuran antara bala Pandawa dan Kurawa di Kurusetra, meninggalkan sepenggal legenda heroik yang sarrat makna. Pandawa yang merupakan Putra Pandu, terdiri dari 5 orang kesatria yang melambangkan kebaikan dan 5 sifat kesempurnaan manusia (khususnya pria). YUDHISTIRA Dalam pewayangan jawa lebih sering dikenal dengan Puntadewa, merupakan putra pertamapandawa yang memiliki sifat paling Jujur. dalam kisahnya Dia diceritakan tidak pernah berbohong selama hidupnya. Dia juga disebut Satria dari Amarta. Yudisthira adalah pemegang hak waris tahta Hastinapura yang sesungguhnya, karena ayahnya Pandu menitipkan Hastinapura kepada Destarata adiknya yang juga merupakan ayah para Korawa. Namun karena ketamakan Korawa, Pandawa menjadi teraniaya dan sering ditipu. BIMA Dalam pewayangan jawa Werkudara atau Bimasena, merupakan putra kedua Pandawa yang paling perkasa dan pemberani, tempramental namun mencintai kebenaran, ia dikenal denganGada Rujakpolo sebagai senjatanya yang paling terkenal. Werkudara adalah satria dari Jodiphati, wilayah dari Amarta. Dia menganggap semua orang sama derajadnya, sehingga dalam cerita pewayangan jawa, dia tidak pernah bicara dalam Bahasa Krama Inggil (bahasa jawa yang nilai rasanya paling halus) juga tidak pernah duduk ketika berbicara dengan orang lain. sifat khasnya yang lain, dia tidak suka berbasa-basi dalam berbicara, tanpa tading aling-aling dan tidak pernah menelan kembali ludahnya sendiri. ARJUNA dikenal juga dengan nama Janaka atau Permadi, diceritakan memiliki wajah yang rupawan, romantis, dan pecinta ulung dengan panah pasopati sebagai senjatanya. dalam berbagai kisah roman masa kini, kisah arjuna banyak dijadikan inspirasi percintaan para sastrawan. Janaka merupakan Satria dari Madukara. Arjuna memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Sembadradan Srikandi. Sembadra memiliki sifat yang lembut, lemah gemulai, anggun dan santun. sedangkan Srikandi memiliki sifat lincah, enerjik, bahkan ikut bertempur di Baratayudha bahu-membahu bersama suaminya. maka dalam masyarakat masa kini wanita karir dengan segudang prestasi sering dikiaskan dengan Srikandi istri sang Arjuna. Meskipun tampan dan rupawan, Arjuna merupakan kesatria tanpa tanding, selalu menang dalam setiap pertempuran. untuk itu dia juga pernah dijuluki Wijaya yang berarti tidak pernah kalah. dan yang terakhir adalah si kembar Nakula dan Sadewa merupakan saudara tiri dari ketiga pandawa sebelumnya. NAKULA mempunyai watak setia, taat, belas kasih, tahu membalas budi dan dapat menyimpan rahasia. dia memiliki kelebihan dalam ilmu pengobatan. dikisahkan dia memiliki ingatan yang tidak terbatas, sehingga dapat mengingat semua hal yang pernah ia alami. SADEWA Sadewa dikisahkan memiliki sifat bijak dan pintar. jika Nakula saudara kembarnya memilikiingatan masa lalu yang kuat, sadewa memiliki penglihatan masa depan karena Sadewa adalah seorang ahli perbintangan yang ulung (ramalan) dan dianggap mengetahui kejadian yang akan terjadi dalam Mahabharata namun ia dikutuk bahwa apabila ia membeberkan apa yang diketahuinya, kepalanya akan terbelah. Maka dari itu, selama dalam kisah ia cenderung diam saja dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Sadewa jugalah dengan kepintarannya akhirnya yang berhasil membunuh Sengkuni, paman dan penasihat Korawa yang paling pintar (licik). Dalam kisah Baratayudha, seteru pandawa adalah Korawa dengan Duryudana sebagai putra sulungnya, merupakan seratus bersaudara laki-laki yang merupakan sepupu pandawa. seratus berarti banyak maka Kurawa merupakan filosofis dari Tamak dan Serakah. Dalam kisah Baratayudha lahir pula berbagai sosok pahlawan yang gugur di medan Kurusetra. ABIMANYU Abimanyu: Tokoh yang sering terdengar namanya ini adalah putra Arjuna dari Dewi Sembadra,merupakan sosok yang lembut, namun keras hati. dia seorang yang cerdik, ahli strategi, dan patuh kepada ayahnya. Pada hari ketiga belas perang Bharatayuddha, Abimanyu tewas dalam formasi Chakrayuha korawa yang sebenarnya digunakan untuk menjebak Pandawa yang begitu tangguh. namun Abimanyu yang berhasil memporakporandakan formasi korawa malah tertinggal dalam Chakrayuha sendirian, karena para pandawa yang lain dipancing keluar. dengan gagah berani Abimanyu bertarung seperti banteng terluka menjelang ajalnya di medan Kurusetra. Bahkan sempat menewaskan Laksamana, Putra kesayangan Duryudana. Abimanyu merupakan sosok pejuang sampai titik darah penghabisan. GATOTKACA Gatotkaca merupakan putra Bima dengan dewi Arimbi, kesatria sakti mandraguna dari Pringgodani. dikisahkan sebagai seorang manusia setengah raksasa yang gagah perkasa, memiliki sifat pemberani rela berkorban, dan pantang menyerah. Ketika lahir, ia di masukkan dalam kawah candradimuka sehingga benar2 menjadi kesatria yang tertempa. Dia bisa terbang, memiliki otot kawat balung wesi (otot kawat tulang besi). Gatotkaca memiliki dua orang saudara tiri yang juga sangat sakti yaitu Antareja dan Antasena, namun kedua saudaranya tersebut meningal sebelum perang baratayudha. Gatotkaca tewas oleh Adipati Dorna dengan satu-satunya senjata yang bisa membunuhnya yaitu Kuntawijayadanu, sebuah keris yang digunakan untuk memoton tali pusarnya sewaktu lahir. Dan di hari tewasnya Gatotkaca menukar nyawanya dengan seribu nyawa pasukan Korawa.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

ARTIKEL MENARA MASJID KUDUS *Menara Masjid Kudus Tidak dapat diketahui dengan pasti kapan menara menjadi bagian dari bangunan masjid. Karena, pada awal kemunculan masjid kuno tidak ditemukan adanya bangunan menara. Kebutuhan akan menara muncul saat Islam berekspansi ke daerah lain di luar jazirah Arab. Keadaan geografis yang bervariatif, bergunung. Atau berbukit memerlukan siasat agar suara adzan dapat terdengar sampai wilayah yang lebih jauh. Ahli-ahli seni bangunan Islam mengenal bentuk menara setelah Islam masuk Asia Barat, dimana kebudayaan Yunani sudah berkembang di sana termasuk di dalamnya seni bangunan mercusuar. Menara masjid yang pertama diketahui adalah Masjid Sidi Ukba di Khairawan, Tunisia yang dibangun tahun 703 Masehi. Menara itu memiliki corak bangunan yang mirip dengan mercusuar di Alexandria, Yunani. Hal ini karena sejumlah orang Alexandria hijrah ke Tunisia dan terlibat dalam pembangunan bberapa menara masjid. Pada perkebangannya Mesir, Spanyol, Maroko, Persia, Turki, dan India memiliki arsitektur menara masjid yang khas. Gaya-gaya tersebut banyak mempengaruhi daerah-daerah di sekitarnya dan berpadu dengan tradisi arsitektur setempat, sehingga muncul menara masjid yang bergaya lokal. Bentuknya pun semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi, kondisi sosio kultural, dan kemampuan pembuatannya. Di Pulau Jawa sebagai wilayah yang juga merupakan wilayah persebaran agama Islam, didapati pula adanya menara masjid. Hanya saja keberadaannya tidak dominan untuk menyertai masing-masing masjid yang dibangun di masa lampau. Selain untuk menyuarakan adzan, menara masjid Jawa digunakan untuk berdzikir di malam hari. Hal ini sesuai dengan perspektif orang Jawa, di mana tempat tinggi dianggap semakin sakral karena semakin dekat dengan Sang Pencipta. Menara masjid, juga merupakan penanda bahwa di daerah tersebut terdapat komunitas muslim. Dari sudut estetika, menara juga merupakan penyempurna keindahan masjid. Jika dibandingkankan dengan gaya arsitektur Islam di luar negeri yang cenderung agung dan megah, hal serupa jarang dijumpai di Indonesia. Bangunan Islam awal di Indonesia selain bentuk dan hiasannya berbeda, cara pembuatannya lebih sederhana dan ukurannya pun lebih kecil. Selain karena mutu materialnya yang lebih rendah, juga karena masih kentalnya tradisi Islam lama yang melekat dalam masyarakat tentang larangan menghias atau membangun suatu bangunan secara berlebih. Awal kemunculan masjid di Jawa biasanya tidak disertai dengan pembangunan menara. Hanya Masjid Kudus lah yang sudah memiliki menara yang bercorak Hindu. Baru kemudian diikuti oleh masjid-masjid lainnya. Ada juga beberapa menara yang dipengaruhi arsitektur Bangsa Eropa yang pernah singgah di Pulau Jawa. Menara Masjid Kudus Masjid Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Propinsi Jawa Tengah. Masjid ini diperkirakan didirikan tahun 1537 Masehi oleh Ja’far Shodiq yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus. Perkiraan ini berdasarkan inskripsi yang terdapat di atas mihrab. Selain itu disebutkan pula bahwa nama masjid ini adalah Masjid Al-Aqsa. Untuk memasuki area masjid, harus melewati dua gapura utama yang berbentuk bentar. Masjid ini dilengkapi pula dengan menara, serambi, ruang utama, pawestren, dan makam. Salah satu keistimewaan dari Masjid Kudus adalah Menara Kudus. Menara Kudus ini sangat terkenal bahkan orang lebih mengenal menara Kudus daripada Masjid Kudus. Menara Masjid Kudus merupakan menara yang terpisah dari bangunan induk masjid. Terletak di sisi tenggara masjid masjid. Bentuk menara ini mengingatkan akan bentuk candi corak Jawa Timur. Gapura bentar yang terdapat di halaman depan, serambi, dan dalam masjid mengingatkan kepada corak bangunan klasik di Jawa Timur. Menara Masjid Kudus merupakan bangunan kuno hasil dari akulturasi antara kebudayaan Hindu-Jawa dengan Islam. Unsur Hindu tampak dari bentuknya yang ramping dan tinggi, penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan, serta terdapatnya gapura bentar di halaman masjid. Hal ini mengingatkan kepada bentuk arsitektur candi Hindu tipe Jawa Timur. Selain itu terdapat ornamen tumpal pada susunan tangga menara yang mirip dengan yang ada pada Candi Jago. Menara Masjid Kudus memiliki pondasi masif dengan struktur dasar berbentuk persegi. Pondasi ini berbentuk tangga, sebelah baratnya terdapat anak tangga menuju tubuh menara. Di akhir anak tangga ini terdapat pintu masuk ruangan yang terbuat dari kayu jati. Pintu ini memiliki dua daun pintu. Pada kanan dan kiri pintu terdapat candi sudut. Di dalam tubuh menara terdapat konstruksi tangga yang terbuat dari kayu jati. Tangga tersebut berada di tengah-tengah ruangan menuju ke puncak menara. Tubuh menara berbentuk persegi, pada seluruh sisinya terdapat relung-relung kosong yang pada bangunan Hindu biasanya berisi relief, patung, dan sebagainya. Pada Tubuh menara terdapat hiasan seperti pola geometris, mangkuk porselin, dekorasi bergambar, dekorasi berbentuk silang yang penempatannya berselang-seling. Terdapat pula tempelan piring yang berlukiskan gambar masjid, manusia, pohon kurma, unta, dan bunga. Tubuh bagian atas menara berupa susunan pelipit yang semakin ke atas semakin panjang dan lebar. Bagian teratas menara berupa ruangan mirip pendopo berlantaikan papan. Ruangan ini ditopang oleh empat buah tiang kayu. Di antara dua tiang sebelah timur sekarang dipasang hiasan arloji yang cukup besar. Pada salah satu tiang terdapat sengkalan yang ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa yang berbunyi Gapura Rusak Ewahing Jagad yang berarti 1609 S (1685 Masehi). Atap menara berbentuk tajug bersusun dua dengan atap sirap dan di bagian puncaknya terdapat tulisan Arab Allah, sedangkan di bagian bawah atap menara tergantung sebuah bedug dan kentongan. Menara Masjid Kudus merupakan salah satu bangunan Islam awal yang sadar konteks. Menara masjid ini menandakan keberadaan komunitas umat Hindu dan Islam di wilayah sekitarnya. Mayoritas masyarakat sekitar pada waktu itu memeluk agama Hindu. Dengan membangun menara masjid yang berbentuk seperti candi Hindu, penyiaran agama Islam akan berlangsung dengan damai dan mampu menarik banyak orang untuk masuk ke agama Islam. Menara Masjid Kudus berkembang menjadi pusat dakwah dan penyiaran agama Islam di Kudus dan sekitarnya dari dulu hingga sekarang. Setiap hari terutama di bulan Ramadhan, tempat ini dikunjungi banyak orang, baik untuk beribadah, berziarah ke makam Sunan Kudus, maupun melihat keunikan arsitektur Menara Masjid Kudus. Menara ini merupakan landmark kebanggaan Kota Kudus. Agaknya arsitektur semacam ini susah untuk ditemui lagi di zaman sekarang. Bangunan Islam seperti masjid dan menara masjid sekarang cenderung mengadopsi arsitektur luar negeri yang serba agung dan megah. Kebanyakan meniru gaya Turki, dengan menara lebih dari satu dan menjulang tinggi ke langit atau memilih gaya Timur Tengah dengan kubah yang berukuran gigantik. Perkembangan teknologi memang semakin memudahkan manusia untuk mencapai apapun keinginannya, termasuk dalam seni bangun. Tentunya akan lebih baik jika teknologi dan daya cipta manusia dimanfaatkan untuk mengembangkan dan menginovasi kearifan budaya lokal Indonesia sehingga tidak lekas lapuk dimakan zaman. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tapak V”Adat-istiadat Desaku” Dalam adat-istiadat di desa Randusari hampir tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan desa-desa yang lain. Disebabkan faktor rumpun atau budaya suku yang berperan vital dalam hal ini. Penulis akan coba sebutkan contoh-contohnya semoga pembaca dapat memahami dan menjadikan wawasan baru bagi pengetahuan pembaca. Ada adat mapati dan mitoni bagi Ibu hamil. Mapati berasal dari kata papat artinya empat, yang dimaksud empat disini adalah empat bulan usia kehamilan. Baisanya dalam usia empat bulan kehamilan, akan diadakan tasyakuran. Maksud tasyakuran tersebut adalah pada umur kandungan tersebut dipercaya bayi dalam perut mulai ditiupkan Ruh dari Allah Swt. Agar ruh yang ditiupkan kelak menjadi anak atau orang yang baik dan banyak rejeki maka pada usia hamil empat bulan itu diadakan tasyakuran, berdoa agar anak yang dikandung kelak menjadi anak yang mulia. Mitoni dengan mapati hampir tidak ada bedanya, berasal dari kata pitu atau tujuh. Pada usia kehamilan tujuh bulan, bayi biasanya diselamatani dengan bermacam-macam ritual. Yang berbeda dengan mapati adalah usia tujuh bulan itu adalah usia dimana bayi hampir lahir ke dunia, sehingga prosesi acaranya lebih rumit dibanding mapati. Biasanya kalau mitoni, ada persiapan khusus seperti kelapa gading dua buah dengan diberi gambar wayang sesuai pilihan orangtuanya. Misalnya gambar Wrjuna dan Srikandi dimaksudkan agar apabila yang lahir laki-laki maka diharapkan berwajah tampan seperti Arjuna. Bila perempuan yang lahir maka diharapkan agar kecantikannya seperti dewi Srikandi. Disertakan pula biasanya boneka dari labu panjang dengan dihiasi uang recehan. Dimaksudkan agar prosesi persalinan si jabang bayi kelak lancar tidak ada kendala. Juga agar kelak saat menempuh kehidupan diberi kelebihan harta. Sambil dibacakan kitab Barzanji agar anak yang lahir kelak menjadi anak yang soleh atau soleha. Ada pula adat tumplek ponjen saat prosesi pernikahan, dimaksudkan agar pasangan pengantin kelak hidup makmur dan banyak rejeki. Masih dalam prosesi pernikahan, ada ritual pecah telur, lempar sirih, saling suap, dan lain-lain yang kesemuanya dimaksudkan agar kelak pasangan pengantin dapat hidup berumah tangga dengan langgeng, aman, damai, dan melimpah rejeki. Ada lagi yang menarik dalam adat-istiadat desa kami, ada yang namanya prosesi buka kaki. Buka kaki yang dimaksud adalah permulaan orang mau membangun rumah tempat tinggal. Agar rumahnya terbebas dari bala bencana, serta penghuninya selalu rukun juga betah. Macam-macam yang disyaratkan dalam buka kaki ini, mulai ada kelapa, padi, buah-buahan, yang unik lagi wajib ada bendera merah putihnya. Dalam memanen padi dan khajatan juga ada ritual khusus yang harus dilakukan sebagai adat-istiadat. Setiap musim panen dan hendak khajatan harus ada sesaji yang dikhusukan untuk ruh para leluhur. Demikian pula bila ada ritual tolak bala dan pindahah rumah, jug aharus ada sesaji yang disuguhkan untuk ruh nenenk moyang. Padahal secara logika hal tersebut tidak ada korelasinya. Namun yang namanya adat tidak dapat dihilangkan begitu saja, biarlah hilang seiring bergesernya nilai-nilai budaya yang ada. Karena untuk menggusur keberadaan adat adalah gaya hidup modern yang selalu mengedepankan logika dari pada mitos.Demikian sekilas adat-istiadat yang dapat penulis sampaikan semoga bermanfaat bagi perbendaharaan pengetahuan pembaca. saya berharap tulisan ini selain bermanfaat untuk saya semoga tulisan ini dapat menjadi literature bagi pembaca dalam memahami pengetahuan tentang asal-usul desa Randusari khususnya dan Kabupaten Tegal secara umum beserta adat-istiadatnya yang berkembang hingga sekarang.

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Makna Bersih Desa Dengan mengamati berbagai kegiatan yang ada pada acara adat Bersih Desa/Majemukan tersebut kiranya dapat kita ambil maknanya: • Adanya rasa takwa dan hormat terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ini dapat dilihat adanya kegiatan doa bersama dalam kenduri yang dilakukan di halaman masjid atau lapangan secara bersama dan juga adanya sesaji yang dimanifestasikan Dewi Sri sebagai dewa penolong terhadap keberhasilan para petani. • Adanya perilaku rasa penghormatan terhadap orang yang lebih tua atau yang lebih dulu ada. Ini memberikan suatu tauladan bahwa yang muda sudah sewajarnya memberi hormat kepada yang lebih tua. Bagaimanapun orang yang lebih tua itu sebagai panutan. • Adanya rasa kebersamaan persatuan, gotong-royong berarti menghilangkan individualisme dan egoistis. Ini dapat kita lihat dalam kerja sama dalam melaksanakan keberhasilan kenduri bersama. • Adanya sikap perilaku kemanusiaan ini bisa kita lihat dengan cara membagi sedekah/makanan kepada fakir miskin/peminta-minta waktu kenduri bersama. • Mengajarkan tentang kesehatan, kebersihan dan keindahan yang bisa kita lihat adanya pelaksanaan kebersihan kuburan, jalan-jalan sepi dan lain-lain, sehingga akan membuat keindahan di samping kesehatan. • Mengajarkan tentang kehidupan yang teratur, penghematan dan pemanfaatan. Penyimpangan hasil panen padi ke dalam lumbung dengan maksud agar para petani tidak mengalami kekurangan, sehingga akan tercapai pengaturan ekonomi yang baik. Dengan adat Bersih Desa/Mejemukan yang merupakan warisan adat istiadat sebagian bangsa Indonesia ini seyogyanya dipertahankan dan dilestarikan agar jangan musnah. Hal ini perlu diketahui oleh generasi muda sebagai generasi penerus bangsa yang perlu menjiwai nilai-nilai luhur bangsa yang berdasar Pancasila. Jika kita lihat kenyataan dalam perkembangan zaman teknologi yang berpangkal pada kehidupan modern, maka adat istiadat bangsa Indonesia ini akan menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai. Tidak mustahil pergeseran nilai dapat mendangkalkan adat istiadat leluhur, terlebih pada generasi muda yang masih belum kuat dan belum mampu mengantisipasi kedatangan budaya asing yang serba modern yang mendasarkan pada kemampuan teknologi dan melupakan sumber nilai-nilai luhur yang mengakar pada adat istiadat kebudayaan bangsa kita. Kalau pergeseran nilai dibiarkan berlarut-larut, maka tidak mustahil adat Bersih Desa atau Mejemukan akan dilupakan dan bahkan tidak dikenal oleh generasi muda dan akhirnya akan hilang sama sekali. Kalau hal itu terjadi sangat disayangkan

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-25
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize)

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize) Jagung QPM adalah salah satu jenis jagung uang memiliki protein lisin dan tritofan yang tinggi dalam endospermnya. Kandungan yang dimiliki oleh jagung QPM adalah gen opaque-2 (o₂) yang bersifat resesif untuk mengendalikan produksi lisin dan triptofan. Fraksi prolamin pada jagung QPM akan berkurang hingga 50%, sedangkan sintesis albumin, globulin dan glutein menjadi meningkat. Jagung Minyak Tinggi (High-Oil) Jenis jagung ini ini memiliki biji dengan mengandung minyak lebih rendah dari 6%, sedangkan sebagian besar jagung memiliki kadar minyak 3,5-5%. Jagung minyak tinggi ini memiliki tipe biji bermacam-macam, bisa berbentuk dent ataupun bisa berbentuk flint.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawa wicara sedhekahé bumi

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan bahasa indonesi1 00:00:07,207 --> 00:00:14,348 December 24th, 2005 2 00:00:37,103 --> 00:00:38,905 Thank you. 3 00:00:45,646 --> 00:00:47,480 Thank you. 4 00:00:48,448 --> 00:00:50,684 Congratulations, Karasawa Yukiho 5 00:01:28,722 --> 00:01:30,323 Ryou... 6 00:02:11,097 --> 00:02:15,135 The sun never shone on us. 7 00:02:18,104 --> 00:02:20,073 We existed in an endless night... 8 00:02:20,373 --> 00:02:23,910 but it was never dark. 9 00:02:25,011 --> 00:02:27,847 Because we had something to replace the sun. 10 00:02:51,938 --> 00:02:54,140 No. 11 00:02:56,810 --> 00:03:01,648 I could live my life that way, imagining it was daytime. 12 00:03:07,921 --> 00:03:10,357 It wasn't bright, 13 00:03:11,691 --> 00:03:15,562 but it was clear... and that was enough. 14 00:03:25,071 --> 00:03:27,273 You were... 15 00:03:44,290 --> 00:03:46,893 You were... 16 00:03:49,229 --> 00:03:51,531 ...my sun. 17 00:03:53,600 --> 00:03:56,403 My artificial sun. 18 00:03:57,937 --> 00:04:00,306 And... 19 00:04:00,907 --> 00:04:03,810 My one and only wish, 20 00:04:05,078 --> 00:04:08,748 was that you would never stop rising each day. 21 00:04:11,418 --> 00:04:13,586 Ryou! 22 00:04:25,799 --> 00:04:27,767 Yuki... 23 00:04:46,186 --> 00:04:48,321 Go. 24 00:04:52,726 --> 00:04:55,595 You were... 25 00:04:59,399 --> 00:05:03,203 You were my sun. 26 00:05:08,208 --> 00:05:11,277 My fake sun. 27 00:05:12,779 --> 00:05:14,848 And yet, 28 00:05:14,848 --> 00:05:18,351 you burnt with love and lit my path! 29 00:05:18,351 --> 00:05:21,554 My one and only light. 30 00:05:33,600 --> 00:05:36,236 I won't cry. 31 00:05:39,506 --> 00:05:42,042 I won't cry! 32 00:05:55,121 --> 00:05:58,825 Ever since that day... 33 00:06:07,567 --> 00:06:10,270 14 years ago... 34 00:06:25,652 --> 00:06:28,388 that was... 35 00:06:29,289 --> 00:06:31,257 the day I lost the sun. 36 00:07:00,720 --> 00:07:03,223 Yukiho... 37 00:07:22,809 --> 00:07:29,183 Byakuyakou (Journey Under a midnight Sun) Chapter 1 38 00:07:33,487 --> 00:07:38,825 Autumn, 1991 39 00:07:44,931 --> 00:07:47,867 Here you go, 300 yen please. 40 00:07:47,867 --> 00:07:49,069 Thank you. 41 00:07:49,036 --> 00:07:51,505 Thank you. 42 00:07:53,773 --> 00:07:56,076 Wow, Seibu won this year! 43 00:07:56,109 --> 00:07:58,545 Way to go! 44 00:08:02,482 --> 00:08:04,317 Excuse me? 45 00:08:04,317 --> 00:08:06,319 Yes? 46 00:08:07,253 --> 00:08:09,122 What's going on over there? 47 00:08:09,122 --> 00:08:14,127 Well, you know, the bubble economy burst, so the construction workers just left it half finished. 48 00:08:14,127 --> 00:08:17,230 Now it's just a place where kids play. 49 00:08:19,099 --> 00:08:20,433 Thank you. 50 00:08:20,433 --> 00:08:22,435 You're welcome. 51 00:08:27,607 --> 00:08:30,110 5 minutes 25 seconds. 52 00:08:30,143 --> 00:08:31,778 It's a new record. 53 00:08:31,811 --> 00:08:34,247 Brilliant! 54 00:08:35,648 --> 00:08:38,418 How can you get out of there in 5 minutes? 55 00:08:38,418 --> 00:08:41,321 Have you never heard "less haste, more speed?" 56 00:08:41,321 --> 00:08:43,323 Oh no! We'll be late for cram school! 57 00:08:44,124 --> 00:08:45,759 See ya later, Ryouji 58 00:09:07,281 --> 00:09:09,383 Book Title: Gone With the Wind 59 00:09:37,044 --> 00:09:39,012 Kirihara Pawn Shop 60 00:10:15,215 --> 00:10:17,283 Hey! 61 00:10:26,192 --> 00:10:29,129 Nobody's home? 62 00:10:35,669 --> 00:10:39,506 If you end up getting divorced, 63 00:10:40,940 --> 00:10:44,911 I don't think Ryou-chan will be that shaken up about it. 64 00:10:45,378 --> 00:10:50,150 Just for getting together with an employee with a criminal record? 65 00:10:53,319 --> 00:10:55,622 Becoming concerned about whether your parents are cheating... 66 00:10:56,589 --> 00:10:58,858 that is very strange. 67 00:10:58,858 --> 00:11:00,860 Who knows I'm cheating? 68 00:11:18,645 --> 00:11:24,518 Predictions say that we'll become a place where young girls demand and purchase brand-name goods. 69 00:11:24,551 --> 00:11:29,189 It basically says, that if we don't make a department for young people, it will be difficult to survive. 70 00:11:24,617 --> 00:11:27,454 Newspaper Article: With the collapse of the bubble economy, pawn shops will change 71 00:11:29,189 --> 00:11:32,025 You'll have to make a change then, won't you? 72 00:11:32,025 --> 00:11:35,595 I wonder how you will make it in these difficult times. 73 00:11:36,229 --> 00:11:39,232 What do you think, Ryouji? 74 00:11:39,933 --> 00:11:43,069 Then this shop will go bankrupt, won't it? 75 00:11:43,069 --> 00:11:45,872 All of our workers will be taken from us. 76 00:11:46,840 --> 00:11:49,543 What about Matsura-san? 77 00:11:47,975 --> 00:11:50,227 He's a really good guy, that guy! 78 00:11:50,310 --> 00:11:52,312 Thanks for the food! 79 00:11:54,414 --> 00:11:56,349 Do you think he's just getting to that rebellious age? 80 00:11:56,349 --> 00:11:58,651 Who knows... 81 00:12:31,151 --> 00:12:33,586 It's 2000 yen though... 82 00:12:35,288 --> 00:12:37,023 Here you go. 83 00:12:37,023 --> 00:12:40,760 Yukiho, are you alright? 84 00:12:42,629 --> 00:12:45,965 Come on mom, let's go. 85 00:12:50,337 --> 00:12:53,440 It's okay. 86 00:12:54,374 --> 00:12:56,577 Yukiho. 87 00:12:56,578 --> 00:12:58,611 Yukiho! 88 00:12:58,611 --> 00:13:01,948 You think of your mom like luggage, don't you? 89 00:13:03,016 --> 00:13:05,385 If you start getting rowdy, I'll leave you here. 90 00:13:29,877 --> 00:13:31,945 Ooe Library 91 00:13:32,912 --> 00:13:36,082 Excuse me, I'll take this, please. 92 00:13:34,248 --> 00:13:35,516 Book title: World Encyclopedia - Volume 12 93 00:13:36,349 --> 00:13:38,351 Thank you. 94 00:13:43,089 --> 00:13:46,393 You always get this kind of book. What are you doing? 95 00:13:46,393 --> 00:13:48,661 Eh? I'm learning stuff. 96 00:13:48,661 --> 00:13:50,430 Is it fun? 97 00:13:50,430 --> 00:13:53,933 It must be good mustn't it, to be so carefree? 98 00:14:26,567 --> 00:14:27,701 Nishimoto Yukiho Year 5, Class 1 Ooe Minami Primary School 99 00:15:03,970 --> 00:15:05,939 Um... 100 00:15:11,745 --> 00:15:13,813 Nishi... 101 00:15:14,948 --> 00:15:17,017 Nishimo... 102 00:15:17,017 --> 00:15:19,352 I'm really sorry, but we're closing. 103 00:15:21,321 --> 00:15:23,656 Wait, Nishimoto-san! 104 00:15:36,469 --> 00:15:39,439 You go to Ooe Minami Primary School, don't you? 105 00:15:39,439 --> 00:15:41,641 I go to North Usu Primary School. 106 00:15:43,743 --> 00:15:48,081 You've already started learning English? That's amazing! 107 00:15:48,782 --> 00:15:53,286 Ah, but nowadays everyone is going to English cram school aren't they... 108 00:15:53,553 --> 00:15:57,290 Oh, you've forgotten Japanese have you?! 109 00:15:59,092 --> 00:16:01,528 My family is poor. 110 00:16:02,195 --> 00:16:06,533 The only way for poor people to succeed is to study. Don't you think so? 111 00:16:07,767 --> 00:16:09,803 Really? 112 00:16:09,269 --> 00:16:11,404 Goodbye. 113 00:16:11,404 --> 00:16:14,140 Uh, yesterday... 114 00:16:14,140 --> 00:16:16,409 Yesterday, what were you doing over there? 115 00:16:16,409 --> 00:16:19,045 Did you drop something in there? 116 00:16:22,282 --> 00:16:25,518 I heard there was a flower that blooms in ditches... 117 00:16:26,553 --> 00:16:28,722 I was just looking for it. 118 00:16:29,789 --> 00:16:32,125 Goodbye. 119 00:16:35,395 --> 00:16:37,364 In ditches? 120 00:17:08,962 --> 00:17:10,530 Yukiho! 121 00:17:10,530 --> 00:17:13,667 It's late, what were you doing? 122 00:17:15,735 --> 00:17:19,039 Yukiho, please... 123 00:17:19,039 --> 00:17:22,409 You're the only person I can rely on. 124 00:17:22,809 --> 00:17:24,944 Please! 125 00:17:31,818 --> 00:17:34,921 Ditches... ditches... 126 00:17:34,922 --> 00:17:37,590 A flower that blooms in ditches... 127 00:18:01,314 --> 00:18:04,484 About the flower you mentioned yesterday... 128 00:18:25,905 --> 00:18:28,842 Hey! Nishimoto-san! 129 00:18:29,075 --> 00:18:31,611 Look! 130 00:18:32,345 --> 00:18:35,081 Hey! Look! Here! 131 00:18:41,988 --> 00:18:43,990 It can't be... 132 00:18:47,293 --> 00:18:49,863 That flower, what is it? What is it?! 133 00:18:50,296 --> 00:18:52,699 Hm, what could it be? 134 00:19:00,674 --> 00:19:02,409 The flower you were talking about... 135 00:19:02,575 --> 00:19:06,246 You were thinking of a flower that blooms in the gutter rather than in ditches, I think. 136 00:19:06,246 --> 00:19:09,549 The lotus grows on ruins... 137 00:19:10,517 --> 00:19:14,387 There really isn't a flower that blooms in ditches! 138 00:19:15,889 --> 00:19:18,091 Even if there isn't one, 139 00:19:18,091 --> 00:19:20,560 it's better to have the dream isn't it? 140 00:19:22,862 --> 00:19:24,831 Um... 141 00:19:25,498 --> 00:19:28,001 Are you angry? 142 00:19:38,378 --> 00:19:41,081 Hey, what are you doing?!? 143 00:19:41,081 --> 00:19:44,150 It's dirty in the river, wait! 144 00:19:51,024 --> 00:19:53,025 This is why I said wait! 145 00:19:53,026 --> 00:19:54,995 It's amazing! 146 00:19:56,696 --> 00:19:58,865 It was amazing! 147 00:19:58,865 --> 00:20:01,301 It was so, so beautiful. 148 00:20:03,903 --> 00:20:06,706 It's the first time I've ever seen anything like that. 149 00:20:11,745 --> 00:20:14,114 It's a dream come true... 150 00:20:40,840 --> 00:20:43,209 Here you go, "snow." 151 00:20:50,183 --> 00:20:53,653 ...because you're Yukiho. (Translator's Note: Yuki means "snow" in Japanese.) 152 00:20:58,158 --> 00:21:00,560 Tell me, 153 00:21:00,960 --> 00:21:04,164 why are you being nice to me? 154 00:21:10,236 --> 00:21:13,707 I just... feel like you and I are similar. 155 00:21:15,875 --> 00:21:18,044 How? 156 00:21:18,044 --> 00:21:22,349 Between Chage & Aska, which do you like? (Cultural Note: Chage & Aska were Pop stars in Japan in the 90's.) 157 00:21:22,349 --> 00:21:24,217 Aska. 158 00:21:24,217 --> 00:21:25,885 I see... 159 00:21:25,885 --> 00:21:29,022 It's nothing to do with Chage's moroseness, is it? 160 00:21:31,057 --> 00:21:32,759 Yes. 161 00:21:32,760 --> 00:21:34,794 I see. 162 00:21:36,229 --> 00:21:41,901 If you had a time machine, would you go to the future or the past? 163 00:21:41,901 --> 00:21:44,838 Um... the past! 164 00:21:46,139 --> 00:21:48,408 Oh. 165 00:21:49,909 --> 00:21:52,045 So you would go to the future then? 166 00:21:52,045 --> 00:21:54,414 Because I hate to look back and regret... 167 00:21:59,786 --> 00:22:02,088 When something bad happens, do you study to take your mind off it? 168 00:22:02,088 --> 00:22:03,089 Yes, I do! 169 00:22:02,489 --> 00:22:03,656 Really? Me too! 170 00:22:03,857 --> 00:22:06,893 While you are studying, you don't think about unpleasant things, right? 171 00:22:06,893 --> 00:22:08,895 Yes, that's right! 172 00:22:08,895 --> 00:22:13,199 Phew! I always wondered what to do when I felt like that! 173 00:22:18,304 --> 00:22:21,441 But, are you pleased about that? 174 00:22:25,445 --> 00:22:30,250 When you say "bad things," you have to use "ga," don't you? (Translator's Note: She's correcting his Japanese from a few lines ago.) 175 00:22:30,250 --> 00:22:33,286 Really? Ah, yes you do, don't you. 176 00:22:37,090 --> 00:22:39,826 I'm terrible, aren't I! 177 00:22:44,030 --> 00:22:46,533 Hey! Look! 178 00:22:54,541 --> 00:22:56,843 Over there! 179 00:22:58,778 --> 00:23:02,148 Don't you think it looks like a flower? 180 00:23:09,789 --> 00:23:11,891 It's my gift to you. 181 00:23:14,461 --> 00:23:16,663 Thank you. 182 00:23:25,572 --> 00:23:32,245 Wow! Amazing! It's amazing! Amazing! Amazing! 183 00:23:32,379 --> 00:23:34,881 This program is brought to you by KDDI... 184 00:23:36,282 --> 00:23:37,717 Suzuki... 185 00:23:39,185 --> 00:23:40,987 Kobayashi Seiyaku... 186 00:23:43,356 --> 00:23:46,092 And Windows XP... 187 00:23:57,304 --> 00:23:59,740 Hey! Don't run! 188 00:23:59,773 --> 00:24:01,775 Sorry. 189 00:24:06,479 --> 00:24:08,948 You're here! 190 00:24:28,368 --> 00:24:30,103 Tada!! 191 00:24:30,103 --> 00:24:32,906 Wow, that's brilliant! 192 00:24:34,774 --> 00:24:36,876 Tada!! 193 00:24:37,377 --> 00:24:39,213 All of them? 194 00:24:39,246 --> 00:24:41,548 Go on. 195 00:24:39,713 --> 00:24:41,949 No way!! 196 00:24:41,948 --> 00:24:43,951 Go on! 197 00:24:42,850 --> 00:24:44,618 I'll die! 198 00:24:44,284 --> 00:24:46,619 You won't, it's alright. 199 00:24:48,088 --> 00:24:50,156 Just once. 200 00:24:50,156 --> 00:24:51,992 Go on! 201 00:24:51,291 --> 00:24:53,593 No! 202 00:24:58,631 --> 00:25:01,267 I... I won't die! 203 00:25:03,503 --> 00:25:05,972 Do you want to die?! 204 00:25:14,247 --> 00:25:16,249 That's mean... 205 00:25:18,284 --> 00:25:19,853 Thank you very much. 206 00:25:19,853 --> 00:25:24,124 Gone With the Wind... A melodrama - Book 1? 207 00:25:24,124 --> 00:25:26,893 It's fine, just lend it to me please. 208 00:25:35,669 --> 00:25:38,538 It must be good to be young. 209 00:25:53,953 --> 00:25:59,059 An old man and woman who love each other, it's nice isn't it? 210 00:26:02,595 --> 00:26:04,898 Hey, um... 211 00:26:05,398 --> 00:26:10,337 Yu... Yu... Yuki, 212 00:26:10,670 --> 00:26:15,175 Out of Midaifuku and Joudaifuku, which do you like best? (Translator's Note: Types of rice and bean jam sweets.) 213 00:26:23,483 --> 00:26:26,319 Just normal Daifuku are nice. 214 00:26:29,856 --> 00:26:32,625 S... so, you mean neither then, right? 215 00:26:38,598 --> 00:26:40,100 Ryou-kun... 216 00:26:40,100 --> 00:26:42,135 Y... yes? 217 00:26:42,469 --> 00:26:44,871 You have really sweaty hands! 218 00:26:44,871 --> 00:26:48,008 Huh? I'm so sorry! Really, I'm sorry! 219 00:26:58,251 --> 00:27:01,454 Ryouji! What are you doing? 220 00:27:04,924 --> 00:27:06,426 What are you doing, Dad? 221 00:27:06,426 --> 00:27:09,096 I'm going to look at an article that someone wants to pawn. 222 00:27:12,899 --> 00:27:15,502 I'm going home. 223 00:27:33,554 --> 00:27:35,022 Kirihara Pawn Shop 224 00:27:38,258 --> 00:27:42,696 Ryouji, the girl I saw you with before, you're to never see her again.

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Sejarah Singkat Kota Surakarta by mashendri Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala ( 1746 Masehi atau 1671 Jawa ). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat. Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa memberontak dan melawan kekuasaan Pakubuwana II yang bertahta di Kartasura sehingga Keraton Kartasura hancur dan Pakubuwana II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur. Dengan Bantuan VOC pemberontakan tersebut berhasil ditumpas dan Kartasura berhasil direbut kembali. Sebagai ganti ibukota kerajaan yang telah hancur maka didirikanlah Keraton Baru di Surakarta 20 km ke arah selatan timur dari Kartasura pada 18 Februari 1745. Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai titik awal didirikannya kraton Kasunanan Surakarta. Pemberian nama Surakarta Hadiningrat mengikuti naluri leluhur, bahwa Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, kemudian ke Pleret, lalu pindah ke Wanakarta, yang kemudian diubah namanya menjadi Kartasura. Surakarta Hadiningrat berarti harapan akan terciptanya negara yang tata tentrem karta raharja (teratur tertib aman dan damai), serta harus disertai dengan tekad dan keberanian menghadapi segala rintangan yang menghadang (sura) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan demikian, kata “Karta” dimunculkan kembali sebagai wujud permohonan berkah dari para leluhur pendahulu dan pendirian kerajaan Mataram. Sejarah nama kota Solo sendiri dikarenakan daerah ini dahulu banyak ditumbuhi tanaman pohon Sala ( sejenis pohon pinus) seperti yang tertulis dalam serat Babad Sengkala yang disimpan di Sana Budaya Yogyakarta. Sala berasal dari bahasa Jawa asli ( lafal bahasa jawa : Solo ) Pada akhirnya orang-orang mengenalnya dengan nama Kota Solo.google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

aku di sini

Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tari [sunting] Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.


Last Update: 2013-05-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Prasasti Yupa uga diarani Prasasti Mulawarman iku salahsijining sumber sajarah peninggalan kerajaan Kutai sing wujudé tugu watu sing ana tulisané. Prasasti Yupa iki ditemo'aké déning petugas topografi Walanda taun 1879 lan saiki disimpen ing Museum Nasional ing Jakarta. Ana 7 iji Yupa peninggalan kerajaan Kutai kabèh ditulis nganggo aksara Pallawa lan nganggo basa Sansekerta. Salahsiji Yupa ana sing urung dadi sing saiki disimpen ing kompleks cagar budaya Muara Kaman, ing pinggir kali Mahakam, Kalimantan Timur.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru. Berbagi keceriaan dengan pesta kembang api ataupun riuhnya tiupan terompet menjadi salah satu yang biasa kita lihat untuk menyambut pergantian tahun. Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri. Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat. Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah. Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa. Bagi warga Solo mungkin perayaan malem selikuran keraton surakarta memiliki kesan tersendiri. Sebanyak seribu tumpeng akan diperebutkan oleh abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dan masyarakat sekitar. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun untuk memeringati malam selikuran atau malam ke dua puluh satu dalam hitungan bulan Ramadan yang biasa disebut malam Lailatul Qadar itu. Seribu tumpeng tersebut dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter. Para abdi dalem juga membawa lampu menyerupai lampion atau ting. Sehingga kirab ini juga dikenal dengan nama ting-ting hik. Di depan barisan ancak canthaka, terdapat joli kencana atau kotak menyerupai anchak canthaka yang berukuran besar dan berbentuk menyerupai rumah-rumahan. Di dalam joli kencana tersebut terdapat ingkung. Setiap prosesi tumpeng seribu selalu ada dua joli kencana dan satu ting berukuran besar, lengkap dengan cap logo Keraton Surakarta. Tradisi malam selikuran dengan mengusung seribu tumpeng merujuk pada malam lailatul qodar yang jatuh pada malam ganjil di bulan Ramadan. Kirab dilakukan pada malam selikur sebagai malam ganjil. Dan pada malam lailatul qadar adalah malam seribu pahala jumlah pahala tersebut diibaratkan dengan jumlah seribu tumpeng. Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro. Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro. Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri. Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Last Update: 2013-03-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation