MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: argumentasi budaya pop    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Susunan Upacara Pernikahan Adat Budaya Bali

susunan upacara pernikahan adat budaya bali

Last Update: 2013-02-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:

dengan semangat proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 kita lestarikan budaya dan sejarah leluhur demi kelestarian budaya bangsa

Please, specify two different languages

Last Update: 2014-08-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Biarkan saya tetap masuk Lupa kata sandi Anda? Mendaftar SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO 16 Agustus 2013 pukul 16:48 Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarnoyang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar. Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan. Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah. Namun banyak yang tidak tahu wanita seperti apa yang dicintai Sang Putra Fajar itu. Untuk urusan kriteria ternyata Bung Karno bukanlah sosok pria neko-neko. Perhatian Bung Karno akan mudah tersedot jika melihat wanita sederhana yang berpakaian sopan. Lalu, bagaimana Bung Karno memandang wanita berpenampilan seksi? Pernah di satu kesempatan ketika sedang jalan berdua dengan Fatmawati, Bung Karno bercerita mengenai penilaiannya terhadap wanita. Kala itu Bung Karno benar-benar sedang jatuh hati pada Fatmawati. "Pada suatu sore ketika kami sedang berjalan-jalan berdua, Fatmawati bertanya padaku tentang jenis perempuan yang kusukai," ujar Soekaro dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antar Kota. Sesaat Bung Karno memandang sosok Fatmawati yang saat itu berpakaian sederhana dan sopan. Perasaan Bung Karno benar-benar bergejolak, dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku memandang kepada gadis desa ini yang berpakaian baju kurung merah dan berkerudung kuning diselubungkan dengan sopan. Kukatakan padanya, aku menyukai perempuan dengan keasliannya, bukan wanita modern yang pakai rok pendek, baju ketat dan gincu bibir yang menyilaukan," kata Soekarno. "Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring," tambahnya. Mungkin saat itu Fatmawati begitu terpesona mendengar jawaban Soekarno yang lugas. Sampai pada akhirnya jodoh mempertemukan keduanya. Soekarno menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943, dan dikarunia 5 anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. "Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak," katanya. Menurut pengakuan Ibu Fatmawati, dia dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia. "Kami tidak pernah merayakan kawin perak atau kawin emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978. Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari. Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. "Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007. Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua. Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong. Setlah itu Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". Detik Detik Kematian Sang Presiden Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Isu di bunuh secara perlahan Banyak Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderit

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-11-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Wayang Beber merupakan kesenian rakyat pinggiran yang hampir punah di Indonesia ini. Bagaimana tidak, melihat dari jumlah wayang beber itu sendiri juga hanya ada dua, satu di daerah Pacitan dan satu lagi berada di Gunungkidul, Yogyakarta. Selain itu, pementasan wayang beber itu sendiri juga bisa dikatakan minim, karena memang tidak adanya jadwal rutin maupun minat masyarakat untuk menanggap pementasan wayang beber itu sendiri. Hal itu dikarenakan oleh perubahan jaman dan teknologi yang ada, yang akhirnya mengubah selera masyarakat juga. Wayang beber merupakan peninggalan kesenian sejak tahun 1700-an, pada saat kerajaan Kediri. Waktu itu wayang beber merupakan kesenian rakyat yang populer. Hingga pada suatu ketika terjadi perang dan kriya dari wayang beber ini pun tersebar dimana-mana. Sampai sekarang hanya tinggal dua, dan menjadi suatu warisan turun temurun. Entah ditemukan dimana pun tidak diketahui dengan jelas. “Ini peninggalan simbah”, itulah kalimat yang cocok dan keluar ketika ditanya dari mana asal-usul wayang yang berupa lembaran-lembaran ini. Satu dari dua wayang beber asli terdapat di Gunungkidul, Yogyakarta. Tepatnya di desa Bejiharjo. Wayang beber di Gunungkidul ini terdiri dari 7 gulungan. Yaitu adalah empat gulungan yang berisi tentang cerita Panji Asmarabangun, satu gulungan berisi tentang ringkasan cerita Panji Asmarabangun, satu berisi tentang ringkasan cerita Jaka Tarub, dan yang satu lagi sampai sekarang tidak diketahui isinya karena memang alasan adat dan kepercayaan yang dianut oleh ahli waris untuk tidak membuka gulungan itu turun temurun. Nah, pagelaran wayang beber ini menggunakan empat gulungan yang berupa cerita Panji Asmarabangun atau Ki Remeng Mangunjaya. Dalang wayang beber di Gunung Kidul adalah Ki Slamet Raharjo. Beliau merupakan pengamat budaya dan guru dari sanggar pedalangan wayang bagi anak-anak yang berada dirumahnya sendiri di daerah Wiladeg, Gunungkidul. Ki Slamet Raharjo sendiri sebenanya bukanlah ahli waris dari pemegang wayang beber, beliau adalah dalang wayang beber yang memainkan wayangnya dengan cara yang lebih baru tanpa harus mengubah isi cerita dari wayang beber yang asli, hanya sedikit variasi ditambahkan. Karena fenomenanya memang sudah tidak ada yang bisa memainkan wayang beber itu sendiri. Beliau juga pernah mementaskan wayang beber di Birma pada tahun 2008. Sekarang ini pementasan wayang beber sudah sangat minim, dan wayang yang digunakan juga tidak selalu wayang asli, melainkan duplikat yang sudah dibuat dan disimpan di Kota Yogyakarta.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Emansipasi wanita sebuah padangan yang muncul ketika kita mendengar nama beliau Ibu RA. Kartini. Seorang sosok pejuang wanita yang gigih untuk memperjuangkan kaumnya, yaitu kaum wanita yang ketika jaman beliau dulu wanita selalu dipandang sebagai kaum lemah yang tugasnya hanya bekerja diapur dan mengurus rumah tangga. Tapi berkat beliau kaum wanita bisa menunjukkan bahwa mereka juga adalah kaum yang menentukan, pantas untuk memimpin dan revolisioner. Berikut ini biografi singkat beliau Raden Ajeng Kartini. Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia lahir pada tahun 1879 di kota Rembang . Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah. Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda. Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, RM Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Keinginan Kartini untuk melanjutkan studi, terutama ke Eropa, memang terungkap dalam surat-suratnya. Beberapa sahabat penanya mendukung dan berupaya mewujudkan keinginan Kartini tersebut. Ketika akhirnya Kartini membatalkan keinginan yang hampir terwujud tersebut, terungkap adanya kekecewaan dari sahabat-sahabat penanya. Niat dan rencana untuk belajar ke Belanda tersebut akhirnya beralih ke Betawi saja setelah dinasihati oleh Nyonya Abendanon bahwa itulah yang terbaik bagi Kartini dan adiknya Rukmini. Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, niat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi pun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. "...Singkat dan pendek saja, bahwa saya tiada hendak mempergunakan kesempatan itu lagi, karena saya sudah akan kawin..." Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini dan Rukmini untuk belajar di Betawi. Saat menjelang pernikahannya, terdapat perubahan penilaian Kartini soal adat Jawa. Ia menjadi lebih toleran. Ia menganggap pernikahan akan membawa keuntungan tersendiri dalam mewujudkan keinginan mendirikan sekolah bagi para perempuan bumiputra kala itu. Dalam surat-suratnya, Kartini menyebutkan bahwa sang suami tidak hanya mendukung keinginannya untuk mengembangkan ukiran Jepara dan sekolah bagi perempuan bumiputra saja, tetapi juga disebutkan agar Kartini dapat menulis sebuah buku. Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Read more at http://info-biografi.blogspot.com/2010/04/biografi-raden-ajeng-kartini.html#1kbsI1dKbDtJXovL.99google terjemahan bahasa jawa--bebasan

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Last Update: 2014-11-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

google terjemahan bahasa jawa--bebasKERATON KASEPUHAN yang terletak di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon merupakan keraton yang pertama sekali didirikan sekitar abad ke 13. Sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Cirebon pada masa itu. Sebagai Keraton Kesultanan Cirebon yang pertama, Keraton Kasepuhan memiliki sejarah yang paling panjang dibanding ketiga keraton lainnya. Keraton ini juga memiliki wilayah kekeratonan yang terluas, wilayah kekeratonannya mencapai lebih dari 10 Ha. Keraton ini terletak di selatan alun-alun dengan Masjid Agung Sang Cipta Rasa di sebelah barat alun-alun. Pada masa awal didirikannya yang pertama kali dibangun adalah bangunan Keraton Pakungwati I. Keraton Pakungwati dibangun menghadap ke arah Laut Jawa dan membelakangi Gunung Ciremai. Bangunan ini terdapat disebelah timur bangunan Keraton Pakungwati II. Banyak sejarah penting yang tersimpan di dalam keraton ini, serta benda peninggalan yang terdapat didalamnya seperti: sebuah tandu berbentuk makhluk berkepala burung dan berbadan ikan. Hal ini melambangkan “Setinggi-tingginya seorang pemimpin dalam kepemimpinannya tetap harus mampu melihat dan menyelami keadaan setiap rakyat yang berada dibawahnya”. Rentetan perjalanan panjang dalam membangun sebuah pemerintahan pada masa itu. Keraton Kasepuhan sebagai keraton yang pertama ada di Cirebon. Hal ini menunjukan betapa besar peran serta pengaruh budaya Cirebon dalam membangun ekonomi pada masa pemerintahan Kesultanan saat itu. Keraton Kasepuhan memang saat ini tidak lagi memegang dan menjalankan tampuk pemerintahan di Cirebon seperti pada masa Kesultanan. Namun sebagai peninggalan budaya, Keraton Kasepuhan memiliki arti dan peran yang sangat penting dalam perjalanan panjangnya membangun budaya dan ekonomi Cirebon.an

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Last Update: 2014-11-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Kebonturi, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, tahun 2012. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bupati Pati yang kami hormati, yang telah berkenan menghadiri sedekah bumi Desa Kebonturi, 2. Camat Jaken yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 3. Kepada yang terhormat Bapak Agus Junaedi, selaku Kepala Desa Kebonturi, 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini. Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun pada bulan Februari di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Kebonturi. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Pati yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Kebonturi. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena untuk pertama kalinya Desa Kebonturi mendapat penghargaan sebagai desa paling maju dan berkembang se-kabupaten Pati. Semua prestasi yang telah dicapai oleh desa ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Kebonturi dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Dengan perasaan bangga dan senang, acara sedekah bumi Desa Kebonturi saya nyatakan resmi dimulai hari ini sampai dua hari ke depan. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Kebonturi terutama dalam hal pertanian dan tekhnologi. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Kebonturi menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

google terjemahan basa Jawa - kabebasan

Last Update: 2014-11-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Daftar Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertambah panjang dengan masuknya 2 warisan alam dunia dan 11 situs warisan budaya dunia. Dengan demikian, total terdapat 890 situs warisan dunia yang tersebar di 148 negara. Adapun satu situs keluar dari daftar, yakni Dresden Elbe Valley di Jerman. Situs tersebut dipindahkan dari daftar warisan budaya dunia lantaran terdapat pembangunan baru di situs itu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Unsur intrinsik cerita “Asal Usul Danau Toba”. 1. Tema: Kokar lupa akan janjinya kepada istrinya. Buki : “……..Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya dengan berkata, “Pantaslah kamu semakin nakal kepada orang tua karena kamu memang anak dekke (ikan)!”. 2. Penokohan dan perwatakan a) Tokoh utama → Kokar : Rajin dan pemarah, pelupa. Bukti : “……Kau adalah pemuda yang rajin dan baik budi, maka saya disuruh menemuimu dan mendampingimu sebagai seorang istri,” (paragraph 2) → “……..Timbullah amarah Kokar kepada anaknya. Dicarinya Samosir. Ketika hendak tertangkap, Samosir tertawa terbahak-bahak. Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya”. (Paragraf 6) → Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung.” (Paragraf 7) b) Tokoh sampingan → Samosir : baik dan lincah menjadi nakal. Bukti : “Setahun kemudian istri kokar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Samosir. Anaknya baik dan lincah. Akan tetapi, semakin besar sikapnya bertambah nakal.” (Paragraf 5). → Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung.” (Paragraf 7) → Karena kenakalanmu, kita semua harus berpisah. Tempat ini akan dilanda banjir besar, anakku!” (Paragraf 7) 3. Alur/Plot : maju a) Pengenalan Bukti : Pada suatu pagi, kokar mengangkat bubunya dari sebuah parit. Alangkah senang hatinya ketika didapatnya seekor dekke (ikan) yang besar. Ikan itu ditaruhnya dalam kolam disamping rumah, lalu ia pergi ke sawah. → Setelah mengerjakan sawah ladangnya, kokar terkejut karena melihat seorang gadis yang sangat cantik berdiri didekat kolam ikannya. → “Jangan takut dan heran, wahai kokar! Saya adalah seorang putrid raja jin penghuni pegunungan disekitar sini. Kau pemuda yang rajin dan baik budi, maka saya disuruh menemuimu dan mendampingimu sebagai seorang istri,” kata putri yang jelita itu. → Belum sempat kokar berkata, putri jin itu melanjutkan kata-katanya. “Tetapi ada satu syarat yang harus kau penuhi, kokar. Syarat itu adalah janji yang tidak boleh dilanggar. Bila kita nanti dikaruniai anak, jika itu nakal jangan sekali-kali memarahi dan mengatakan anak dekke! Apabila engkau melanggar, kita akan berpisah untuk selamanya. Engkau dan anak kita akan binasa,” kata putri cantik itu. b) Muncul masalah Bukti : Suatu hari, Kokar pulang dari sawah. Sehabis membasuh kaki, tangan, dan muka Kokar menuju keruang makan. Ia terkejut karena hidangan di meja telah habis, tentu dimakan oleh Samosir, putranya sendiri. Timbullah amarah Kokar kepada anaknya. Dicarinya Samosir. Ketika hendak tertangkap, Samosir tertawa terbahak-bahak. Kokar semakin marah, maka ia lupa janjinya kepada istrinya dengan berkata, “Pantaslah kamu semakin nakal kepada orang tua karena kamu memang anak dekke (ikan)!”. → Mendengar kata-kata ayahnya, Samosir lahi mencari ibunya dan mengatakan seperti ayahnya. Mendengar kata anaknya, ibu Samosir gemetar sambil berkata. “O……., anakku! Tiba juga saat yang mengetikan. Ayahmu telah lupa pada janjinya. Sekarang pergilah ke puncak gunung. Karena kenakalanmu, kita semua harus berpisah. Tempat ini akan dilanda banjir besar, anakku!” → Sebentar kemudian keadaan berubah, gelap. Halilintar menggelegar dan kilat bersautan. Hujan turun tiada hentinya, Banjir segera terjadi. Lembah yang subur digenangi air. Semua penduduk binasa termasuk Kokar. Samosir yang di puncak gunung dicekam ketakutan hingga meninggal di puncak gunung tersebut. c) Keadaan mulai memuncak Bukti : Sebentar kemudian keadaan berubah, gelap. Halilintar menggelegar dan kilat bersautan. Hujan turun tiada hentinya, Banjir segera terjadi. Lembah yang subur digenangi air. Semua penduduk binasa termasuk Kokar. Samosir yang di puncak gunung dicekam ketakutan hingga meninggal di puncak gunung tersebut. d) Akhir Bukti : Putri jin kembali ke asalnya. Lembah subur menjadi telaga yang disebut Danau Toba. Gunung tempat Samosir meninggal disebut Pulau Samosir yang ada di tengah Danau Toba. 4. Latar a) Latar waktu : siang hari b) Latar tempat : Rumah/sawah c) Latar suasana : Mengerikan 5. Amanat “ Jangan sembarang janji kepada orang lain kalau kita tidak mampu menjaganya”. Unsur Ekstrinsik 1. Nilai moral → Orang yang rutin dan baik pasti akan membuahkan hasil yang bagus. 2. Nilai kebudayaan → Sebuah pernikahan dilaksanakan sesuai adat daerah itu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

berbudaya untuk anti kekerasan

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize)

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jagung Mutiara (Flint Corn) Tipe biji jagung berbentuk bulat licin, mengkilap dan keras. Pada bagian pati jagung keras terdapat pada bagian atas biji. Dan pada saat memasak, bagian atas biji menjadi mengkerut bersama-sama sehingga permukaan biji bagian atas licin dan bulat. Jagung Gigi Kuda (Dent Corn) Bagian pati yang keras pada jagung ini berada dibagian sisi biji, sedangkan bagian pati yang lunak berada pada bagian tengah sampai ujung biji. Tipe jagung gigi kuda ini bentuknya besar, pipih dan berlekuk. Jagung Manis (Sweet Corn) Biji jagung manis akan mengalami pengeriputan dan transparan setalah masak. Dan biji yang belum masak kaya akan kandungan kadar gula lebih tinggi daripada pati. Sifat Jagung manis ditentukan oleh gen sugary yang resesif pada jagung manis. Jagung Pod Jagung Pod adalah jagung yang memiliki sifat paling primitif. Jagung ini biasanya terbungkus oleh glume atau kelobot yang berukuran kecil. Karena sifatnya primitif, jagung ini tidak banyak dibudidayakan secara komersial sehingga masyarakat tidak banyak mengenalnya. Jagung Berondong (Pop Corn) Jenis jagung ini memiliki tipe biji yang berukuran kecil. Endospern biji pada jagung berondong ini mengandung pati keras dengan proporsi lebih banyak daripada pati lunak. Saat jagung berondong ini di panaskan, maka uap akan masuk dalam biji yang kemudian akan membesar dan pecah. Jagung Pulut (Waxy Corn) Jagung pulut adalah salah satu dari jenis-jenis jagung yang memiliki kandungan pati hampir 100% amilopektinnya. Gen tunggal jagung pulut ini bersifat resesif epistasis yang terletak pada kromosom sembilan dan mempengaruhi komposisi kimiawi pati, sehingga akumulasi amilosa pada jagung pulut sangat sedikit. Jagung QPM (Quality Protein Maize) Jagung QPM adalah salah satu jenis jagung uang memiliki protein lisin dan tritofan yang tinggi dalam endospermnya. Kandungan yang dimiliki oleh jagung QPM adalah gen opaque-2 (o₂) yang bersifat resesif untuk mengendalikan produksi lisin dan triptofan. Fraksi prolamin pada jagung QPM akan berkurang hingga 50%, sedangkan sintesis albumin, globulin dan glutein menjadi meningkat. Jagung Minyak Tinggi (High-Oil) Jenis jagung ini ini memiliki biji dengan mengandung minyak lebih rendah dari 6%, sedangkan sebagian besar jagung memiliki kadar minyak 3,5-5%. Jagung minyak tinggi ini memiliki tipe biji bermacam-macam, bisa berbentuk dent ataupun bisa berbentuk flint.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-24
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sejarah Singkat Kota Surakarta by mashendri Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala ( 1746 Masehi atau 1671 Jawa ). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat. Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa memberontak dan melawan kekuasaan Pakubuwana II yang bertahta di Kartasura sehingga Keraton Kartasura hancur dan Pakubuwana II menyingkir ke Ponorogo, Jawa Timur. Dengan Bantuan VOC pemberontakan tersebut berhasil ditumpas dan Kartasura berhasil direbut kembali. Sebagai ganti ibukota kerajaan yang telah hancur maka didirikanlah Keraton Baru di Surakarta 20 km ke arah selatan timur dari Kartasura pada 18 Februari 1745. Peristiwa ini kemudian dianggap sebagai titik awal didirikannya kraton Kasunanan Surakarta. Pemberian nama Surakarta Hadiningrat mengikuti naluri leluhur, bahwa Kerajaan Mataram yang berpusat di Karta, kemudian ke Pleret, lalu pindah ke Wanakarta, yang kemudian diubah namanya menjadi Kartasura. Surakarta Hadiningrat berarti harapan akan terciptanya negara yang tata tentrem karta raharja (teratur tertib aman dan damai), serta harus disertai dengan tekad dan keberanian menghadapi segala rintangan yang menghadang (sura) untuk mewujudkan kehidupan dunia yang indah (Hadiningrat). Dengan demikian, kata “Karta” dimunculkan kembali sebagai wujud permohonan berkah dari para leluhur pendahulu dan pendirian kerajaan Mataram. Sejarah nama kota Solo sendiri dikarenakan daerah ini dahulu banyak ditumbuhi tanaman pohon Sala ( sejenis pohon pinus) seperti yang tertulis dalam serat Babad Sengkala yang disimpan di Sana Budaya Yogyakarta. Sala berasal dari bahasa Jawa asli ( lafal bahasa jawa : Solo ) Pada akhirnya orang-orang mengenalnya dengan nama Kota Solo.google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

aku di sini

Last Update: 2014-06-12
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tari [sunting] Ada berbagai jenis tarian yang merupakan aset budaya Provinsi Lampung. Salah satu jenis tarian yang terkenal adalah Tari Sembah dan Tari Melinting (saat ini nama Tari Sembah sudah dibakukan menjadi Sigeh Pengunten). Ritual tari sembah biasanya diadakan oleh masyarakat lampung untuk menyambut dan memberikan penghormatan kepada para tamu atau undangan yang datang, mungkin bolehlah dikatakan sebagai sebuah tarian penyambutan. Selain sebagai ritual penyambutan, tari sembah pun kerap kali dilaksanakan dalam upacara adat pernikahan masyarakan Lampung.


Last Update: 2013-05-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Prasasti Yupa uga diarani Prasasti Mulawarman iku salahsijining sumber sajarah peninggalan kerajaan Kutai sing wujudé tugu watu sing ana tulisané. Prasasti Yupa iki ditemo'aké déning petugas topografi Walanda taun 1879 lan saiki disimpen ing Museum Nasional ing Jakarta. Ana 7 iji Yupa peninggalan kerajaan Kutai kabèh ditulis nganggo aksara Pallawa lan nganggo basa Sansekerta. Salahsiji Yupa ana sing urung dadi sing saiki disimpen ing kompleks cagar budaya Muara Kaman, ing pinggir kali Mahakam, Kalimantan Timur.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk menyambut tahun baru. Berbagi keceriaan dengan pesta kembang api ataupun riuhnya tiupan terompet menjadi salah satu yang biasa kita lihat untuk menyambut pergantian tahun. Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri. Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa). Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat. Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi). Saat itu masyarakat Jawa masih mengikuti sistem penanggalan Tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Sementara itu umat Islam pada masa Sultan Agung menggunakan sistem kalender Hijriah. Sebagai upaya memperluas ajaran Islam di tanah Jawa, kemudian Sultan Agung memadukan antara tradisi Jawa dan Islam dengan menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Jawa. Bagi warga Solo mungkin perayaan malem selikuran keraton surakarta memiliki kesan tersendiri. Sebanyak seribu tumpeng akan diperebutkan oleh abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta dan masyarakat sekitar. Tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun untuk memeringati malam selikuran atau malam ke dua puluh satu dalam hitungan bulan Ramadan yang biasa disebut malam Lailatul Qadar itu. Seribu tumpeng tersebut dikirab dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Masjid Agung Solo yang berjarak sekitar 500 meter. Para abdi dalem juga membawa lampu menyerupai lampion atau ting. Sehingga kirab ini juga dikenal dengan nama ting-ting hik. Di depan barisan ancak canthaka, terdapat joli kencana atau kotak menyerupai anchak canthaka yang berukuran besar dan berbentuk menyerupai rumah-rumahan. Di dalam joli kencana tersebut terdapat ingkung. Setiap prosesi tumpeng seribu selalu ada dua joli kencana dan satu ting berukuran besar, lengkap dengan cap logo Keraton Surakarta. Tradisi malam selikuran dengan mengusung seribu tumpeng merujuk pada malam lailatul qodar yang jatuh pada malam ganjil di bulan Ramadan. Kirab dilakukan pada malam selikur sebagai malam ganjil. Dan pada malam lailatul qadar adalah malam seribu pahala jumlah pahala tersebut diibaratkan dengan jumlah seribu tumpeng. Sepanjang bulan Suro masyarakat Jawa meyakini untuk terus bersikap eling (ingat) dan waspada. Eling artinya manusia harus tetap ingat siapa dirinya dan dimana kedudukannya sebagai ciptaan Tuhan. Sedangkan waspada berarti manusia juga harus terjaga dan waspada dari godaan yang menyesatkan. Karenanya dapat dipahami jika kemudian masyarakat Jawa pantang melakukan hajatan pernikahan selama bulan Suro. Pesta pernikahan yang biasanya berlangsung dengan penuh gemerlap dianggap tidak selaras dengan lelaku yang harus dijalani selama bulan Suro. Terlepas dari mitos yang beredar dalam masyarakat Jawa berkaitan dengan bulan Suro, namun harus diakui bersama bahwa introspeksi menjelang pergantian tahun memang diperlukan agar lebih mawas diri. Bagi masyarakat Jawa, bulan Suro sebagai awal tahun Jawa juga dianggap sebagai bulan yang sakral atau suci, bulan yang tepat untuk melakukan renungan, tafakur, dan introspeksi untuk mendekatkan dengan Yang Maha Kuasa.

Last Update: 2013-03-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation