MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: foto+kelamin+wanita    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

google terjemahan bRaden Werkudara ATAU Bima merupakan putra kedua Dari Dewi Kunti Dan Prabu Pandudewanata. Tetapi besarbesaran Sesungguhnya Adalah putra Batara Bayu Dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu TIDAK DAPAT menghasilkan keturunan. Suami merupakan Kutukan Dari Begawan Kimindama. Namun Akibat Aji Adityaredhaya Yang dimiliki Diposkan Dewi Kunti, Pasangan tersebut DAPAT memiliki keturunan. PADA Saat Lahirnya, Werkudara Berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi Diposkan oleh selaput tipis Yang TIDAK DAPAT disobek Diposkan Senjata apapun. Hal Suami Pasangan MEMBUAT Dewi Kunthi Dan Pandu Sangat sedih. Atas anjuran Dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama Delapan Tahun bungkus tersebut TIDAK pecah-pecah Dan Mulai berguling kesana kemari sehingga hutan Yang tadinya Rimbun Menjadi rata DENGAN tanah. Hal inisial MEMBUAT Penghuni hutan kalang kabut. Selain para ITU jin Penghuni hutan pun Mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu Dari SEMUA Makhluk halus, Melapor pãda Batara Guru, raja Dari SEMUA dewa. Lalu, raja para dewa ITU memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga, Dan Gajah Sena, Anak Dari Erawata, gajah tunggangan Batara Indra, Serta diiringi Diposkan Batara Narada turun-UNTUK Dan memecahkan bungkus bayi tersebut. SEBELUM dipecahkan, Batari Durga MASUK kedalam bungkus Dan Memberi menyanyikan bayi pakaian Yang Berupa, Kain Poleng Bang Bintulu (hearts Kehidupan Nyata, Banyak ditemui di pulau Bali Astra Honda Motor sebagai busana patung-patung Yang danggap sakral (kain poleng = kain kotak Negara-kotak Negara berwarna hitam Dan putih), Gelang Candrakirana, Kalung Nagabanda, Pupuk Jarot Asem Dan Sumping (semacam hiasan kepala) Surengpati. Penghasilan kena pajak berbusana lengkap, Batari Durga Keluar Dari Tubuh Bima, kemudian giliran telkom Gajah Sena memecahkan bungkus Dari bayi tersebut. Oleh Gajah Sena kemudian bayi tersebut di tabrak, di tusuk DENGAN gadingnya Dan diinjak-Injak., anehnya bukannya mati tetapi bayi tersebut kemudian Malah melawan, Penghasilan kena pajak Keluar Dari bungkusnya. Sekali tendang, Gajah Sena Langsung mati Dan kata lalu menunggal hearts Tubuh si bayi. Lalu bungkus Dari Werkudara tersebut di hembuskan Diposkan Batara Bayu Sampai ke pangkuan Begawan Bareng, Yang kemudian dipuja Diposkan pertapa tersebut Menjadi bayi gagah perkasa Yang Serupa Bima. Bayi tersebut kemudian diberi nāma Jayadrata ATAU Tirtanata. Nama-nama berbaring Bagi Bima Adalah Bratasena (nama Yang di gunakan sewaktu Masih muda), Werkudara Yang berarti Perut Srigala, Bima, Gandawastratmaja, Dwijasena, Arya Sena KARENA di hearts tubuhnya menunggal Tubuh Gajah Sena, Wijasena, Dandun Wacana, di hearts tubuhnya menunggal raja Jodipati Yang JUGA adik Dari Prabu Yudistira, Jayadilaga, Jayalaga, Kusumayuda, Kusumadilaga Yang artinya Selalu Menang hearts Pertempuran, Arya Brata KARENA besarbesaran tahan menderita, Wayunendra, Wayu Ananda, Bayuputra, Bayutanaya, Bayusuta, Bayusiwi KARENA besarbesaran Adalah putra Batara Bayu, Bilawa, nāma Samaran Saat Menjadi Jagal di Wiratha, Bondan Peksajandu Yang artinya kebal akan Segala racun, Dan Bungkus Yang merupakan kesayangan Panggilan Prabu Kresna. KARENA Bima Adalah putra Batara Bayu, Maka besarbesaran memiliki kesaktian UNTUK Menguasai angin . Werkudara memiliki Saudara Tunggal Bayu Yaitu, Anoman, Gunung Maenaka, Garuda Mahambira, Ular Naga Kuwara, Liman / Gajah Setubanda, Kapiwara, Yaksendra Yayahwreka, Dan Pulasiya Yang menunggal hearts Tubuh Anoman Sesaat SEBELUM Perang Alengka Terjadi (zaman Ramayana). Werkudara Yang bertubuh gede Suami memiliki perwatakan Berani, tegas, KUAT berpendirian, teguh iman. Selama hidupnya Werkudara TIDAK PERNAH berbicara halus ditunjukan kepada siapapun termasuk ditunjukan kepada orangutan tua, dewa, Dan gurunya, ditunjukan kepada kecuali Dewa Ruci, dewanya Yang sejati, besarbesaran berbicara halus Dan mau menyembah. Selama hidupnya Werkudara berguru pãda Resi Drona UNTUK olah batin Dan keprajuritan, Begawan Krepa , Dan Prabu Baladewa UNTUK ketangkasan gada menggunakan. Dalam berguru Werkudara Selalu Menjadi saingan Utama Bagi Saudara sepupunya Yang JUGA sulung Dari Kurawa Yaitu Duryudana. Para Kurawa Selalu Ingin menyingkirkan Pandawa KARENA * Menurut mereka Pandawa Hanya Menjadi batu sandungan Bagi mereka UNTUK mengusasai Kerajaan Astina. Kurawa menganggap kekuatan Pandawa terletak pãda Werkudara KARENA besarbesaran memang Adalah Yang terkuat Diantara Kelima Pandawa, sehingga Suatu Hari differences akal licik Patih Sengkuni Yang mendalangi para Kurawa merencanakan UNTUK meracun Werkudara. Kala ITU Saat Bima sedang Bermain, dpanggilnya besarbesaran Diposkan Duryudana Dan diajak minum Sampai Mabuk Dimana Minuman ITU di beri racun. Penghasilan kena pajak Werkudara Jatuh tak sadarkan Diri, di besarbesaran gotong Diposkan oleh para Kurawa Dan dimasukkan kedalam Sumur Jalatunda Dimana Terdapat RIBUAN Ular Berbisa di sana. Kala ITU, Datanglah Sang Hyang Nagaraja, Penguasa Sumur Jalatunda membantu Werkudara, kata lalu olehnya Werkudara diberi kesaktian agar kebal akan Bisa apapun Dan mendapat nāma baru Negara Dari San Hyang Nagaraja Yaitu Bondan Peksajandu. Akal para Kurawa UNTUK menyingkirkan Pandawa Belum Habis, mereka kata lalu menantang Yudistira UNTUK timbang melakukan Yang Menang akan mendapatkan Astina seutuhnya. Jelas Saja Pandawa akan Kalah KARENA Seratus Satu orangutan Melawan lima, namun Werkudara memiliki akal, AGLOCO meminta kakaknya menyisakan sedikit Tempat buat Dirinya. Werkudara kata lalu Mundur beberapa Langkah, kata lalu meloncat Dan menginjak Tempat Yang disisakan kakaknya, Sesaat pulalah ITU, para Kurawa Yang Duduk pagar Ujung Menjadi terpental JAUH. Para Kurawa Yang terpental Sampai ke negri-negri sebrang ITU Yang kemudian hearts Baratayuda dinamai "Ratu Sewu Negara." Diantaranya Adalah Prabu Bogadenta Dari Kerajaan Turilaya, Prabu Gardapati Dari Kerajaan Bukasapta, Prabu Gardapura Yang Menjadi pendamping Prabu Gardapati Astra Honda Motor sebagai Prabu Anom, Prabu Widandini Dari Kerajaan Purantura, Dan Kartamarma Dari Kerajaan Banyutinalang. Cerita Suami dikemas hearts Satu lakon Yang dinamai Pandawa Timbang. Belum PUAS DENGAN usaha-usaha mereka, Kurawa Kembali Ingin mencelakakan Pandawa lewat siasat licik Sengkuni. Kali inisial Para Pandawa diundang UNTUK Datang hearts Acara Penyerahan kekuasaan Amarta Dan di beri suatu pesanggrahan Yang Terbuat Dari kayu Yang Bernama Bale Sigala-gala. Acara Penyerahan tersebut diulur-ulur Hingga Larut Malam Dan para Pandawa Kembali di buat Mabuk. Penghasilan kena pajak para Pandawa tertidur, Hanya Bima Yang Masih terbangun KARENA Bima menolak UNTUK Ikut minum- Minuman Keras. PADA Tengah Malam, Para Kurawa Yang mengira Pandawa TELAH Tidur Mulai Membakar pesanggrahan. Sebelumnya Arjuna memperbolehkan Enam orangutan Pengemis UNTUK Tidur Dan Makan di hearts pesanggrahan KARENA merasa Kasihan. Saat Kebakaran Terjadi Bima Langsung menggendong ibu, kakak, adik-adiknya Dan kedalam Terowongan Yang TELAH dibuat Diposkan Yamawidura, Yang mengetahui akal licik Kurawa. Mereka kata lalu dibimbing Diposkan oleh garangan putih Yang merupakan jelmaan Sang Hyang Antaboga Dari. Sampai di Kayangan Sapta Pratala. Here Werkudara berkenalan kemudian Dan Menikah DENGAN putri Sang Hyang Antaboga Yang beranama Dewi Nagagini. Dari Perkawinan ITU mereka memiliki sorang putra Yang Kelak Menjadi Sangat sakti Dan Ahli Perang hearts tanah Yang dinamai Antareja. Penghasilan kena pajak para Pandawa meninggalkan Kayangan Sapta Pratala, mereka memasuki hutan. Di Tengah Hutan para Pandawa Bertemu DENGAN Prabu Arimba Yang merupakan putra Prabu Tremboko Dari Yang PERNAH dibunuh Prabu Pandu differences hasutan Sengkuni. Mengetahui asal usul para Pandawa, Prabu Arimba kemudian Ingin membunuh mereka, tetapi DAPAT dihalau Dan Akhirnya Tewas di serbi Werkudara. Namun Adik Dari Prabu Arimba bukannya benci tetapi Malah menaruh hati pãda Werkudara. SEBELUM mati Prabu Arimba menitipkan adiknya Dewi Arimbi ditunjukan kepada Werkudara. KARENA Arimbi Adalah Seorang rakseksi, Maka Werkudara menolak cintanya. Lalu Dewi Kunti Yang Melihat hal ketulusan cinta Dari Dewi Arimbi bersabda, "Duh ayune, bocah iki ..." (Duh cantiknya, Anak Suami ..!) Tiba-Tiba, Dewi Arimbi Yang buruk rupa ITU Menjadi cantik Dan kata lalu diperistri Diposkan Werkudara. Pasangan Suami Akhirnya memiliki Seorang putra Yang Ahli Perang Di Udara Yang dinamai Gatotkaca. Gatotkaca kata lalu JUGA diangkat Astra Honda Motor sebagai raja di Pringgandani Astra Honda Motor sebagai Pengganti pamannya, Prabu Arimba. PADA Saat berada di hutan Penghasilan kena pajak Kejadian Bale Sigala-gala, ibunya meminta Werkudara Dan Arjuna UNTUK MENCARI doa bungkus nasi UNTUK Nakula Sadewa Dan Yang kelaparan. Werkudara Datang kesebuah negri Bernama Kerajaan Manahilan Dan di sana besarbesaran menjumpai Resi Hijrapa Dan istrinya Yang Menangis. Saat ditanyai penyebabnya, mereka Menjawab bahwa putra mereka Satu Satunya mendapat giliran UNTUK dimakan Diposkan raja di negri tersebut. Raja Dari negri tersebut Yang Bernama Prabu Baka ATAU Prabu Dawaka memang gemar memangsa Manusia. Tanpa Pikir Panjang, Werkudara Langsung menawarkan Diri Astra Honda Motor sebagai ganti putra pertapa tersebut. Saat Diposkan dimakan Prabu Baka, bukannya badan Dari Werkudara Yang Sobek tetapi gigi Dari Prabu Baka Yang putus. Hal Suami murkanya menyebabkan Prabu Baka. Tetapi hearts perkelahian Melawan Werkudara, Prabu Baka Tewas Dan Seluruh rakyat bersuka ria KARENA raja mereka Yang gemar memangsa Manusia TELAH Meninggal. Oleh rakyat negri tersebut Werkudara akan dijadikan raja, namun Werkudara menolak. Saat ditanyai APA Imbalan Yang Ingin TIMAH, Werkudara Menjawab besarbesaran Hanya Ingin doa bungkus nasi. Lalu Penghasilan kena pajak mendapat nasi tersebut Werkudara Kembali to hutan Dan Kelak Keluarga pertapa ITU bersedia Menjadi tumbal demi Kejayaan Pandawa di Baratayuda Jayabinangun. & E Arjuna JUGA BERHASIL mendapatkan doa bungkus nasi Dari belas Kasihan orangutan. Dewi Kunti pun Berkata "Arjuna, makanlah Sendiri nasi tersebut!" Dewi Kunti Selalu mengajarkan bahwa hearts Hidup Ini kitd TIDAK MENERIMA boleh Sesuatu Dari hasil temuan iba Seseorang. Selain Gatotkaca Dan Antareja, Werkudara JUGA mamiliki putra Yang Ahli Perang hearts Yaitu udara Antasena, Putra Bima DENGAN Dewi Urangayu, putri Hyang Mintuna Dari, dewa Penguasa air tawar. Para tetua Astina merasa sedih KARENA mereka mengira Pandawa TELAH Meninggal KARENA mereka menemukan mayat di pesanggrahan Enam Yang Habis Terbakar ITU. Kurawa Yang sedang bahagia kemudian Sadar bahwa Pandawa Masih Hidup Saat mereka mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Drupadi. Para Pandawa Yang diwakilkan Werkudara DAPAT memenangkan sayembara denagn membunuh Gandamana. Disaat Yang sama Hadir pula Sengkuni Dan Jayajatra Yang Ikut sayembara mewakili Resi Drona tetapi Kalah. Dari Gandamana, Werkudara memperoleh aji-aji Wungkal Bener, Dan Aji-aji Bandung Bandawasa. Penghasilan kena pajak memenangkan sayembara tersebut, Werkudara mempersembahkan Dewi Drupadi ditunjukan kepada kakaknya, Puntadewa. Penghasilan kena pajak mengetahui bahwa Pandawa Masih Hidup, para tetua Astina seperti Resi Bisma, Resi Drona, Dan Yamawidura mendesak Prabu Destarastra UNTUK memberikan Pamdawa hutan Wanamarta, denagn Composition Komposisi agar Kurawa Dan Pandawa TIDAK Bersatu Dan menghindarkan Perang Saudara. Akhirnya Destarastra menyetujuinya. Para Pandawa kata lalu dihadiahi hutan Wanamarta Yang Terkenal angker. Dan DENGAN usaha Yang Keras Akhirnya mereka DAPAT mendirikan SEBUAH Kerajaan Yang dinamai Amarta. Werkudara pun BERHASIL mengalahkan adik Dari raja jin, Prabu Yudistira, Yang bersemayam di Jodipati Yang Bernama Dandun Wacana. Dadun Wacana kemudian menyatu hearts Tubuh Werkudara. Lalu, Werkudara mendapat warisan Gada Lukitasari selain ITU, Werkudara JUGA mendapat nāma Dandun Wacana. Astra Honda Motor sebagai raja di Jodipati, Werkudara bergelar Prabu Jayapusaka DENGAN Gagak Bongkol Astra Honda Motor sebagai patihnya. Werkudara JUGA PERNAH Menjadi raja di Gilingwesi DENGAN sedangkan gelar Prabu Tugu Wasesa. PADA Saat Pandawa Kalah hearts Permainan judi Kurawa DENGAN, para pandawa Harus Hidup Astra Honda Motor sebagai Buangan selama 12 Tahun di hutan Dan 1 Tahun menyamar. Dalam penyamaran tersebut, Werkudara menyamar Astra Honda Motor sebagai Jagal ATAU juru masak istana di negri Wiratha DENGAN nāma Jagal Abilawa. Di sana besarbesaran berjasa membunuh Kencakarupa, Rupakenca Dan Rajamala Yang memberontak bertujuan. Sesungguhnya besarbesaran membunuh Kencakarupa Dan Rupakenca DENGAN Alasan keduannya Ingin memperkosa Salindri Yang TIDAK berbaring Adalah Istri kakaknya, Puntadewa, Dewi Drupadi Yang sedang menyamar. PERNAH Bima Diminta Diposkan gurunya, Resi Drona, UNTUK MENCARI Tirta Prawitasari Kehidupan ATAU udara di Dasar samudra. Sebenarnya yang Tirta Prawitasari ITU TIDAK ADA di Dasar samudra tetapi ADA di Dasar hati tiap Manusia dan Perintah gurunya ITU Hanyalah rontgent Yang di rencanakan Diposkan Sengkuni DENGAN menggunakan Resi Drona. Namun Bima menjalaninya DENGAN Sungguh-Sungguh. Ia MENCARI tirta Prawitasari ITU Sampai ke Dasar samudra di Laut Selatan. Dalam perjalanannya besarbesaran Bertemu DENGAN doa Raksasa gede Yang menghadang. Kedua Raksasa ITU Bernama Rukmuka Dan Rukmakala Yang merupakan jelmaan Dari Batara Indra Batara Bayu Dan Yang di sumpah Diposkan Batara Guru Menjadi Raksasa. Penghasilan kena pajak BERHASIL membunuh kedua rakasasa tersebut Dan Penghasilan kena pajak Raksasa tersebut Berubah Kembali to Ujud aslinya Dan Kembali to Kayangan, Werkudara peprjalanannya melanjutkan. Sesampainya di Samudra Luas besarbesaran Kembali diserang Diposkan Seekor naga Bernama Naga Nemburnawa. Mencari Google Artikel kuku pancanakanya, disobeknya Perut ular naga tersebut. Penghasilan kena pajak ITU Werkudara Hanya Terdiam di differences samudra. Here lah besarbesaran Bertemu DENGAN dewanya Yang sejati, Dewa Ruci. Oleh Dewa Ruci, Werkudara kemudian Diminta MASUK kedalam Lubang Telinga dewa kerdil ITU. Lalu Werkudara MASUK Dan mendapat Wejangan TENTANG Makna Kehidupan. Ia JUGA Melihat hal suatu daerah adalah Yang Damai, Aman, Dan tenteram. Penghasilan kena pajak ITU Werkudara Menjadi Seorang Pendeta bergelar Begawan Bima Suci Dan mengajarkan APA Yang TELAH besarbesaran peroleh Dari Dewa Ruci. Werkudara JUGA PERNAH berjasa hearts menumpas aksi kudeta Yang akan Diposkan dilakukan Prabu Anom Kangsa di negri Mandura. Kangsa Adalah putra Dari Dewi Maerah, Permaisuri Prabu Basudewa, Dan Prabu Gorawangsa Dari Guwabarong Yang sedang menyamar Astra Honda Motor sebagai Basudewa. Saat ITU Kangsa hendak menyingkirkan putra-putra Basudewa Yaitu Narayana (Kelak Menjadi Kresna), Kakrasana (Kelak Menjadi Baladewa, raja Pengganti ayahnya) Dan Dewi Lara Ireng (Kelak Menjadi Istri Arjuna Yang Bernama Wara Sumbadra). Dalam lakon berjudul Kangsa Adu Jago ITU, Werkudara BERHASIL menyingkirkan Patih Suratimantra Dan Kangsa Sendiri Tewas putra-putra Diposkan oleh Basudewa, Kakrasana Dan Narayana. Sejak Saat itulah Hubungan kekerabatan ANTARA Pandawa Dan Kresna Serta Baladewa Menjadi Hobi Erat. Dalam lakon Bima Kacep, Werkudara Menjadi Seorang pertapa UNTUK mendapat ilham Kemenangan hearts Baratayuda. Ketika sedang bertapa Datanglah Dewi Uma Yang tertarik DENGAN kegagahan sang Werkudara. Mereka kata lalu berolah asmara. Namun, malang, Batara Guru, suami Dewi Uma, memergoki mereka. Oleh Batara Guru, alat kelamin Werkudara dipotong DENGAN menggunakan Sebagai Jaludara Yang kemudian Menjadi pusaka pengusir Hama Bernama Angking Gobel. Dari hubungannya DENGAN Dewi Uma, Bima memiliki Seorang putri Lagi Bernama Bimandari. Lakon Suami Sangat Jarang dipentaskan. Dan beberapa dalang bahkan TIDAK mengetahui cerita inisial. Selain Ajian Yang Diposkan diwariskan Gandamana, Werkudara JUGA memiliki Aji Blabak pangantol-antol Dan Aji Ketuklindu. Dalam HAL Senjata, Werkudara memiliki Senjata andalan Yaitu Gada Rujak Polo. Selain ITU JUGA Werkudara memiliki pusaka Bargawa Yang berbantuk kapak Serta Bargawastra Yang Berbentuk Anak panah. Anak panah tersebut tak DAPAT Habis KARENA SETIAP kali digunakan, Anak panah tersebut akan Kembali to pemiliknya. Ia PERNAH pula Bertemu DENGAN Anoman, Saudara tunggal Bayunya. Disana mereka bertukar ilmu, Dimana Werkudara mendapat Ilmu Pembagian Jaman Dari Anoman Anoman Dan mendapat Ilmu Sasra Jendra Hayuningrat. Sebelumnya, arwah Kumbakarna Yang Masih Penasaran Dan Ingin mencapai kesempurnaan JUGA menyatu di Paha kiri Raden Werkudara hearts cerita Wahyu Makutarama Yang menjadikan ksatria Pandawa panegak tersebut bertambah KUAT. Dalam Perang Besar Baratayuda Jayabinangun Werkudara BERHASIL membunuh Banyak satria Kurawa, diantaranya, Raden Dursasana, Anak kedua Kurawa Yang dihabisinya DENGAN kejam pãda Hari ke 16 Baratayuda UNTUK melunasi sumpah Drupadi Yang Hanya akan menyanggul rambutnya Dan mengeramas Penghasilan kena pajak dikeramas DENGAN Darah Dursasana Penghasilan kena pajak putri Pancala tersebut dilecehkan Saat Pandawa Kalah Bermain dadu. Bima JUGA membunuh adik- adik Prabu Duryudana yang lain seperti, Gardapati di Hari ke Tiga Baratyuda, Kartamarma, Penghasilan kena pajak Baratayuda, Dan Banyak Lagi. Werkudara pun membunuh Patih Sengkuni di Hari ke 17 DENGAN Cara menyobek kulitnya Dari anus Sampai ke Mulut UNTUK melunasi sumpah ibunya Yang TIDAK akan berkemben Jika tidak memakai kulit Sengkuni Saat Putri Mandura tersebut dilecehkan Sengkuni pãda pembagian minyak tala. Hal tersebut JUGA TPU DENGAN Kutukan Gandamana Yang PERNAH dijebak Sengkuni demi merebut posisi mahapatih Astina bahwa Sengkuni akan mati DENGAN Tubuh Yang dikuliti. PADA Hari terakhir di Baratayuda, Semua Perwira Astina TELAH gugur, Tinggal saingan terbesarnya Werkudaralah Yang Tersisa Yaitu raja Astina Sendiri, Prabu Duryudana. Pertarungan Diposkan diwasiti Suami Prabu Baladewa Sendiri Yang merupakan guru Dari kedua murid DENGAN Aturan Hanya boleh memukul Bagian Tubuh pinggang keatas. Dalam pertarungan ITU Duryudana tubuhnya TELAH kebal Dan Hanya Paha Kirinya Yang TIDAK terkena minyak tala, KARENA besarbesaran TIDAK mau Membuka kain Penutup kemaluannya Yang Masih menutupi Paha Kirinya Saat Dewi Gendari mengoleskan minyak tersebut to Tubuh Duryudana. Banyak pihak Yang menyalah artikan Paha Suami DENGAN mengatakan betis kiri. Sebenarnya yang betul Yang Adalah Paha KARENA hearts bahasa Jawa wentis Adalah Paha Bukan betis. Duryudana Yang Mencoba memukul Paha kiri Werkudara Gagal KARENA di Paha kiri Werkudara bersemayam arwah Kumbakarna Yang mengakibatkan Paha kiri Bima Menjadi Sangat KUAT, ditempat berbaring Werkudara Mulai kewalahan KARENA Duryudana kebal Segala akan Pukulan Gada Rujak Polonya. Untunglah Arjuna Dari kejauhan Memberi isyarat DENGAN menepuk Paha kiri nya. Werkudara Yang Waspada DENGAN isyarat adiknya ITU Langsung menghantamkan gadanya di Paha kiri Duryudana, hearts doa kali Pukul Duryudana sekarat, Diposkan Werkudara, Duryudana Lalu dihabisi DENGAN menghancurkan wajahnya sehingga tak Berbentuk. Baladewa Yang Melihat hal HAL ITU menganggap Werkudara berbuat curang Dan hendak menghukumnya, namun differences Penjelasan Dari Prabu Kresna akan kecurangan Yang dilakukan terlebih dulu Diposkan Duryudana Dan Kutukan Dari Begawan Maetreya Akhirnya Prabu Baladewa mau memaafkannya. Saat Begawan Maetreya Datang menghadap Duryudana Dan Memberi Nasehat TENTANG pemberian Setengah Kerajaan ditunjukan kepada Pandawa, Duryudana Hanya Duduk Dan Berkata, Seorang Pendeta Seharusnya Hanya berpendapat JIKA menyanyikan raja memintanya, Sambil menepuk-nepuk Paha K

google agensi nganti Jawa IndonesiaRaden Werkudara ATAU Bima merupakan putra kedua Dari Dewi Kunti Dan Prabu Pandudewanata. Tetapi besarbesaran Sesungguhnya Adalah putra Batara Bayu Dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu TIDAK DAPAT menghasilkan keturunan. Suami merupakan Kutukan Dari Begawan Kimindama. Namun Akibat Aji Adityaredhaya Yang dimiliki Diposkan Dewi Kunti, Pasangan tersebut DAPAT memiliki keturunan. PADA Saat Lahirnya, Werkudara Berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi Diposkan oleh selaput tipis Yang TIDAK DAPAT disobek Diposkan Senjata apapun. Hal Suami Pasangan MEMBUAT Dewi Kunthi Dan Pandu Sangat sedih. Atas anjuran Dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama Delapan Tahun bungkus tersebut TIDAK pecah-pecah Dan Mulai berguling kesana kemari sehingga hutan Yang tadinya Rimbun Menjadi rata DENGAN tanah. Hal inisial MEMBUAT Penghuni hutan kalang kabut. Selain para ITU jin Penghuni hutan pun Mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu Dari SEMUA Makhluk halus, Melapor pãda Batara Guru, raja Dari SEMUA dewa. Lalu, raja para dewa ITU memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga, Dan Gajah Sena, Anak Dari Erawata, gajah tunggangan Batara Indra, Serta diiringi Diposkan Batara Narada turun-UNTUK Dan memecahkan bungkus bayi tersebut. SEBELUM dipecahkan, Batari Durga MASUK kedalam bungkus Dan Memberi menyanyikan bayi pakaian Yang Berupa, Kain Poleng Bang Bintulu (hearts Kehidupan Nyata, Banyak ditemui di pulau Bali Astra Honda Motor sebagai busana patung-patung Yang danggap sakral (kain poleng = kain kotak Negara-kotak Negara berwarna hitam Dan putih), Gelang Candrakirana, Kalung Nagabanda, Pupuk Jarot Asem Dan Sumping (semacam hiasan kepala) Surengpati. Penghasilan kena pajak berbusana lengkap, Batari Durga Keluar Dari Tubuh Bima, kemudian giliran telkom Gajah Sena memecahkan bungkus Dari bayi tersebut. Oleh Gajah Sena kemudian bayi tersebut di tabrak, di tusuk DENGAN gadingnya Dan diinjak-Injak., anehnya bukannya mati tetapi bayi tersebut kemudian Malah melawan, Penghasilan kena pajak Keluar Dari bungkusnya. Sekali tendang, Gajah Sena Langsung mati Dan kata lalu menunggal hearts Tubuh si bayi. Lalu bungkus Dari Werkudara tersebut di hembuskan Diposkan Batara Bayu Sampai ke pangkuan Begawan Bareng, Yang kemudian dipuja Diposkan pertapa tersebut Menjadi bayi gagah perkasa Yang Serupa Bima. Bayi tersebut kemudian diberi nāma Jayadrata ATAU Tirtanata. Nama-nama berbaring Bagi Bima Adalah Bratasena (nama Yang di gunakan sewaktu Masih muda), Werkudara Yang berarti Perut Srigala, Bima, Gandawastratmaja, Dwijasena, Arya Sena KARENA di hearts tubuhnya menunggal Tubuh Gajah Sena, Wijasena, Dandun Wacana, di hearts tubuhnya menunggal raja Jodipati Yang JUGA adik Dari Prabu Yudistira, Jayadilaga, Jayalaga, Kusumayuda, Kusumadilaga Yang artinya Selalu Menang hearts Pertempuran, Arya Brata KARENA besarbesaran tahan menderita, Wayunendra, Wayu Ananda, Bayuputra, Bayutanaya, Bayusuta, Bayusiwi KARENA besarbesaran Adalah putra Batara Bayu, Bilawa, nāma Samaran Saat Menjadi Jagal di Wiratha, Bondan Peksajandu Yang artinya kebal akan Segala racun, Dan Bungkus Yang merupakan kesayangan Panggilan Prabu Kresna. KARENA Bima Adalah putra Batara Bayu, Maka besarbesaran memiliki kesaktian UNTUK Menguasai angin . Werkudara memiliki Saudara Tunggal Bayu Yaitu, Anoman, Gunung Maenaka, Garuda Mahambira, Ular Naga Kuwara, Liman / Gajah Setubanda, Kapiwara, Yaksendra Yayahwreka, Dan Pulasiya Yang menunggal hearts Tubuh Anoman Sesaat SEBELUM Perang Alengka Terjadi (zaman Ramayana). Werkudara Yang bertubuh gede Suami memiliki perwatakan Berani, tegas, KUAT berpendirian, teguh iman. Selama hidupnya Werkudara TIDAK PERNAH berbicara halus ditunjukan kepada siapapun termasuk ditunjukan kepada orangutan tua, dewa, Dan gurunya, ditunjukan kepada kecuali Dewa Ruci, dewanya Yang sejati, besarbesaran berbicara halus Dan mau menyembah. Selama hidupnya Werkudara berguru pãda Resi Drona UNTUK olah batin Dan keprajuritan, Begawan Krepa , Dan Prabu Baladewa UNTUK ketangkasan gada menggunakan. Dalam berguru Werkudara Selalu Menjadi saingan Utama Bagi Saudara sepupunya Yang JUGA sulung Dari Kurawa Yaitu Duryudana. Para Kurawa Selalu Ingin menyingkirkan Pandawa KARENA * Menurut mereka Pandawa Hanya Menjadi batu sandungan Bagi mereka UNTUK mengusasai Kerajaan Astina. Kurawa menganggap kekuatan Pandawa terletak pãda Werkudara KARENA besarbesaran memang Adalah Yang terkuat Diantara Kelima Pandawa, sehingga Suatu Hari differences akal licik Patih Sengkuni Yang mendalangi para Kurawa merencanakan UNTUK meracun Werkudara. Kala ITU Saat Bima sedang Bermain, dpanggilnya besarbesaran Diposkan Duryudana Dan diajak minum Sampai Mabuk Dimana Minuman ITU di beri racun. Penghasilan kena pajak Werkudara Jatuh tak sadarkan Diri, di besarbesaran gotong Diposkan oleh para Kurawa Dan dimasukkan kedalam Sumur Jalatunda Dimana Terdapat RIBUAN Ular Berbisa di sana. Kala ITU, Datanglah Sang Hyang Nagaraja, Penguasa Sumur Jalatunda membantu Werkudara, kata lalu olehnya Werkudara diberi kesaktian agar kebal akan Bisa apapun Dan mendapat nāma baru Negara Dari San Hyang Nagaraja Yaitu Bondan Peksajandu. Akal para Kurawa UNTUK menyingkirkan Pandawa Belum Habis, mereka kata lalu menantang Yudistira UNTUK timbang melakukan Yang Menang akan mendapatkan Astina seutuhnya. Jelas Saja Pandawa akan Kalah KARENA Seratus Satu orangutan Melawan lima, namun Werkudara memiliki akal, AGLOCO meminta kakaknya menyisakan sedikit Tempat buat Dirinya. Werkudara kata lalu Mundur beberapa Langkah, kata lalu meloncat Dan menginjak Tempat Yang disisakan kakaknya, Sesaat pulalah ITU, para Kurawa Yang Duduk pagar Ujung Menjadi terpental JAUH. Para Kurawa Yang terpental Sampai ke negri-negri sebrang ITU Yang kemudian hearts Baratayuda dinamai "Ratu Sewu Negara." Diantaranya Adalah Prabu Bogadenta Dari Kerajaan Turilaya, Prabu Gardapati Dari Kerajaan Bukasapta, Prabu Gardapura Yang Menjadi pendamping Prabu Gardapati Astra Honda Motor sebagai Prabu Anom, Prabu Widandini Dari Kerajaan Purantura, Dan Kartamarma Dari Kerajaan Banyutinalang. Cerita Suami dikemas hearts Satu lakon Yang dinamai Pandawa Timbang. Belum PUAS DENGAN usaha-usaha mereka, Kurawa Kembali Ingin mencelakakan Pandawa lewat siasat licik Sengkuni. Kali inisial Para Pandawa diundang UNTUK Datang hearts Acara Penyerahan kekuasaan Amarta Dan di beri suatu pesanggrahan Yang Terbuat Dari kayu Yang Bernama Bale Sigala-gala. Acara Penyerahan tersebut diulur-ulur Hingga Larut Malam Dan para Pandawa Kembali di buat Mabuk. Penghasilan kena pajak para Pandawa tertidur, Hanya Bima Yang Masih terbangun KARENA Bima menolak UNTUK Ikut minum- Minuman Keras. PADA Tengah Malam, Para Kurawa Yang mengira Pandawa TELAH Tidur Mulai Membakar pesanggrahan. Sebelumnya Arjuna memperbolehkan Enam orangutan Pengemis UNTUK Tidur Dan Makan di hearts pesanggrahan KARENA merasa Kasihan. Saat Kebakaran Terjadi Bima Langsung menggendong ibu, kakak, adik-adiknya Dan kedalam Terowongan Yang TELAH dibuat Diposkan Yamawidura, Yang mengetahui akal licik Kurawa. Mereka kata lalu dibimbing Diposkan oleh garangan putih Yang merupakan jelmaan Sang Hyang Antaboga Dari. Sampai di Kayangan Sapta Pratala. Here Werkudara berkenalan kemudian Dan Menikah DENGAN putri Sang Hyang Antaboga Yang beranama Dewi Nagagini. Dari Perkawinan ITU mereka memiliki sorang putra Yang Kelak Menjadi Sangat sakti Dan Ahli Perang hearts tanah Yang dinamai Antareja. Penghasilan kena pajak para Pandawa meninggalkan Kayangan Sapta Pratala, mereka memasuki hutan. Di Tengah Hutan para Pandawa Bertemu DENGAN Prabu Arimba Yang merupakan putra Prabu Tremboko Dari Yang PERNAH dibunuh Prabu Pandu differences hasutan Sengkuni. Mengetahui asal usul para Pandawa, Prabu Arimba kemudian Ingin membunuh mereka, tetapi DAPAT dihalau Dan Akhirnya Tewas di serbi Werkudara. Namun Adik Dari Prabu Arimba bukannya benci tetapi Malah menaruh hati pãda Werkudara. SEBELUM mati Prabu Arimba menitipkan adiknya Dewi Arimbi ditunjukan kepada Werkudara. KARENA Arimbi Adalah Seorang rakseksi, Maka Werkudara menolak cintanya. Lalu Dewi Kunti Yang Melihat hal ketulusan cinta Dari Dewi Arimbi bersabda, "Duh ayune, bocah iki ..." (Duh cantiknya, Anak Suami ..!) Tiba-Tiba, Dewi Arimbi Yang buruk rupa ITU Menjadi cantik Dan kata lalu diperistri Diposkan Werkudara. Pasangan Suami Akhirnya memiliki Seorang putra Yang Ahli Perang Di Udara Yang dinamai Gatotkaca. Gatotkaca kata lalu JUGA diangkat Astra Honda Motor sebagai raja di Pringgandani Astra Honda Motor sebagai Pengganti pamannya, Prabu Arimba. PADA Saat berada di hutan Penghasilan kena pajak Kejadian Bale Sigala-gala, ibunya meminta Werkudara Dan Arjuna UNTUK MENCARI doa bungkus nasi UNTUK Nakula Sadewa Dan Yang kelaparan. Werkudara Datang kesebuah negri Bernama Kerajaan Manahilan Dan di sana besarbesaran menjumpai Resi Hijrapa Dan istrinya Yang Menangis. Saat ditanyai penyebabnya, mereka Menjawab bahwa putra mereka Satu Satunya mendapat giliran UNTUK dimakan Diposkan raja di negri tersebut. Raja Dari negri tersebut Yang Bernama Prabu Baka ATAU Prabu Dawaka memang gemar memangsa Manusia. Tanpa Pikir Panjang, Werkudara Langsung menawarkan Diri Astra Honda Motor sebagai ganti putra pertapa tersebut. Saat Diposkan dimakan Prabu Baka, bukannya badan Dari Werkudara Yang Sobek tetapi gigi Dari Prabu Baka Yang putus. Hal Suami murkanya menyebabkan Prabu Baka. Tetapi hearts perkelahian Melawan Werkudara, Prabu Baka Tewas Dan Seluruh rakyat bersuka ria KARENA raja mereka Yang gemar memangsa Manusia TELAH Meninggal. Oleh rakyat negri tersebut Werkudara akan dijadikan raja, namun Werkudara menolak. Saat ditanyai APA Imbalan Yang Ingin TIMAH, Werkudara Menjawab besarbesaran Hanya Ingin doa bungkus nasi. Lalu Penghasilan kena pajak mendapat nasi tersebut Werkudara Kembali to hutan Dan Kelak Keluarga pertapa ITU bersedia Menjadi tumbal demi Kejayaan Pandawa di Baratayuda Jayabinangun. & E Arjuna JUGA BERHASIL mendapatkan doa bungkus nasi Dari belas Kasihan orangutan. Dewi Kunti pun Berkata "Arjuna, makanlah Sendiri nasi tersebut!" Dewi Kunti Selalu mengajarkan bahwa hearts Hidup Ini kitd TIDAK MENERIMA boleh Sesuatu Dari hasil temuan iba Seseorang. Selain Gatotkaca Dan Antareja, Werkudara JUGA mamiliki putra Yang Ahli Perang hearts Yaitu udara Antasena, Putra Bima DENGAN Dewi Urangayu, putri Hyang Mintuna Dari, dewa Penguasa air tawar. Para tetua Astina merasa sedih KARENA mereka mengira Pandawa TELAH Meninggal KARENA mereka menemukan mayat di pesanggrahan Enam Yang Habis Terbakar ITU. Kurawa Yang sedang bahagia kemudian Sadar bahwa Pandawa Masih Hidup Saat mereka mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Drupadi. Para Pandawa Yang diwakilkan Werkudara DAPAT memenangkan sayembara denagn membunuh Gandamana. Disaat Yang sama Hadir pula Sengkuni Dan Jayajatra Yang Ikut sayembara mewakili Resi Drona tetapi Kalah. Dari Gandamana, Werkudara memperoleh aji-aji Wungkal Bener, Dan Aji-aji Bandung Bandawasa. Penghasilan kena pajak memenangkan sayembara tersebut, Werkudara mempersembahkan Dewi Drupadi ditunjukan kepada kakaknya, Puntadewa. Penghasilan kena pajak mengetahui bahwa Pandawa Masih Hidup, para tetua Astina seperti Resi Bisma, Resi Drona, Dan Yamawidura mendesak Prabu Destarastra UNTUK memberikan Pamdawa hutan Wanamarta, denagn Composition Komposisi agar Kurawa Dan Pandawa TIDAK Bersatu Dan menghindarkan Perang Saudara. Akhirnya Destarastra menyetujuinya. Para Pandawa kata lalu dihadiahi hutan Wanamarta Yang Terkenal angker. Dan DENGAN usaha Yang Keras Akhirnya mereka DAPAT mendirikan SEBUAH Kerajaan Yang dinamai Amarta. Werkudara pun BERHASIL mengalahkan adik Dari raja jin, Prabu Yudistira, Yang bersemayam di Jodipati Yang Bernama Dandun Wacana. Dadun Wacana kemudian menyatu hearts Tubuh Werkudara. Lalu, Werkudara mendapat warisan Gada Lukitasari selain ITU, Werkudara JUGA mendapat nāma Dandun Wacana. Astra Honda Motor sebagai raja di Jodipati, Werkudara bergelar Prabu Jayapusaka DENGAN Gagak Bongkol Astra Honda Motor sebagai patihnya. Werkudara JUGA PERNAH Menjadi raja di Gilingwesi DENGAN sedangkan gelar Prabu Tugu Wasesa. PADA Saat Pandawa Kalah hearts Permainan judi Kurawa DENGAN, para pandawa Harus Hidup Astra Honda Motor sebagai Buangan selama 12 Tahun di hutan Dan 1 Tahun menyamar. Dalam penyamaran tersebut, Werkudara menyamar Astra Honda Motor sebagai Jagal ATAU juru masak istana di negri Wiratha DENGAN nāma Jagal Abilawa. Di sana besarbesaran berjasa membunuh Kencakarupa, Rupakenca Dan Rajamala Yang memberontak bertujuan. Sesungguhnya besarbesaran membunuh Kencakarupa Dan Rupakenca DENGAN Alasan keduannya Ingin memperkosa Salindri Yang TIDAK berbaring Adalah Istri kakaknya, Puntadewa, Dewi Drupadi Yang sedang menyamar. PERNAH Bima Diminta Diposkan gurunya, Resi Drona, UNTUK MENCARI Tirta Prawitasari Kehidupan ATAU udara di Dasar samudra. Sebenarnya yang Tirta Prawitasari ITU TIDAK ADA di Dasar samudra tetapi ADA di Dasar hati tiap Manusia dan Perintah gurunya ITU Hanyalah rontgent Yang di rencanakan Diposkan Sengkuni DENGAN menggunakan Resi Drona. Namun Bima menjalaninya DENGAN Sungguh-Sungguh. Ia MENCARI tirta Prawitasari ITU Sampai ke Dasar samudra di Laut Selatan. Dalam perjalanannya besarbesaran Bertemu DENGAN doa Raksasa gede Yang menghadang. Kedua Raksasa ITU Bernama Rukmuka Dan Rukmakala Yang merupakan jelmaan Dari Batara Indra Batara Bayu Dan Yang di sumpah Diposkan Batara Guru Menjadi Raksasa. Penghasilan kena pajak BERHASIL membunuh kedua rakasasa tersebut Dan Penghasilan kena pajak Raksasa tersebut Berubah Kembali to Ujud aslinya Dan Kembali to Kayangan, Werkudara peprjalanannya melanjutkan. Sesampainya di Samudra Luas besarbesaran Kembali diserang Diposkan Seekor naga Bernama Naga Nemburnawa. Mencari Google Artikel kuku pancanakanya, disobeknya Perut ular naga tersebut. Penghasilan kena pajak ITU Werkudara Hanya Terdiam di differences samudra. Here lah besarbesaran Bertemu DENGAN dewanya Yang sejati, Dewa Ruci. Oleh Dewa Ruci, Werkudara kemudian Diminta MASUK kedalam Lubang Telinga dewa kerdil ITU. Lalu Werkudara MASUK Dan mendapat Wejangan TENTANG Makna Kehidupan. Ia JUGA Melihat hal suatu daerah adalah Yang Damai, Aman, Dan tenteram. Penghasilan kena pajak ITU Werkudara Menjadi Seorang Pendeta bergelar Begawan Bima Suci Dan mengajarkan APA Yang TELAH besarbesaran peroleh Dari Dewa Ruci. Werkudara JUGA PERNAH berjasa hearts menumpas aksi kudeta Yang akan Diposkan dilakukan Prabu Anom Kangsa di negri Mandura. Kangsa Adalah putra Dari Dewi Maerah, Permaisuri Prabu Basudewa, Dan Prabu Gorawangsa Dari Guwabarong Yang sedang menyamar Astra Honda Motor sebagai Basudewa. Saat ITU Kangsa hendak menyingkirkan putra-putra Basudewa Yaitu Narayana (Kelak Menjadi Kresna), Kakrasana (Kelak Menjadi Baladewa, raja Pengganti ayahnya) Dan Dewi Lara Ireng (Kelak Menjadi Istri Arjuna Yang Bernama Wara Sumbadra). Dalam lakon berjudul Kangsa Adu Jago ITU, Werkudara BERHASIL menyingkirkan Patih Suratimantra Dan Kangsa Sendiri Tewas putra-putra Diposkan oleh Basudewa, Kakrasana Dan Narayana. Sejak Saat itulah Hubungan kekerabatan ANTARA Pandawa Dan Kresna Serta Baladewa Menjadi Hobi Erat. Dalam lakon Bima Kacep, Werkudara Menjadi Seorang pertapa UNTUK mendapat ilham Kemenangan hearts Baratayuda. Ketika sedang bertapa Datanglah Dewi Uma Yang tertarik DENGAN kegagahan sang Werkudara. Mereka kata lalu berolah asmara. Namun, malang, Batara Guru, suami Dewi Uma, memergoki mereka. Oleh Batara Guru, alat kelamin Werkudara dipotong DENGAN menggunakan Sebagai Jaludara Yang kemudian Menjadi pusaka pengusir Hama Bernama Angking Gobel. Dari hubungannya DENGAN Dewi Uma, Bima memiliki Seorang putri Lagi Bernama Bimandari. Lakon Suami Sangat Jarang dipentaskan. Dan beberapa dalang bahkan TIDAK mengetahui cerita inisial. Selain Ajian Yang Diposkan diwariskan Gandamana, Werkudara JUGA memiliki Aji Blabak pangantol-antol Dan Aji Ketuklindu. Dalam HAL Senjata, Werkudara memiliki Senjata andalan Yaitu Gada Rujak Polo. Selain ITU JUGA Werkudara memiliki pusaka Bargawa Yang berbantuk kapak Serta Bargawastra Yang Berbentuk Anak panah. Anak panah tersebut tak DAPAT Habis KARENA SETIAP kali digunakan, Anak panah tersebut akan Kembali to pemiliknya. Ia PERNAH pula Bertemu DENGAN Anoman, Saudara tunggal Bayunya. Disana mereka bertukar ilmu, Dimana Werkudara mendapat Ilmu Pembagian Jaman Dari Anoman Anoman Dan mendapat Ilmu Sasra Jendra Hayuningrat. Sebelumnya, arwah Kumbakarna Yang Masih Penasaran Dan Ingin mencapai kesempurnaan JUGA menyatu di Paha kiri Raden Werkudara hearts cerita Wahyu Makutarama Yang menjadikan ksatria Pandawa panegak tersebut bertambah KUAT. Dalam Perang Besar Baratayuda Jayabinangun Werkudara BERHASIL membunuh Banyak satria Kurawa, diantaranya, Raden Dursasana, Anak kedua Kurawa Yang dihabisinya DENGAN kejam pãda Hari ke 16 Baratayuda UNTUK melunasi sumpah Drupadi Yang Hanya akan menyanggul rambutnya Dan mengeramas Penghasilan kena pajak dikeramas DENGAN Darah Dursasana Penghasilan kena pajak putri Pancala tersebut dilecehkan Saat Pandawa Kalah Bermain dadu. Bima JUGA membunuh adik- adik Prabu Duryudana yang lain seperti, Gardapati di Hari ke Tiga Baratyuda, Kartamarma, Penghasilan kena pajak Baratayuda, Dan Banyak Lagi. Werkudara pun membunuh Patih Sengkuni di Hari ke 17 DENGAN Cara menyobek kulitnya Dari anus Sampai ke Mulut UNTUK melunasi sumpah ibunya Yang TIDAK akan berkemben Jika tidak memakai kulit Sengkuni Saat Putri Mandura tersebut dilecehkan Sengkuni pãda pembagian minyak tala. Hal tersebut JUGA TPU DENGAN Kutukan Gandamana Yang PERNAH dijebak Sengkuni demi merebut posisi mahapatih Astina bahwa Sengkuni akan mati DENGAN Tubuh Yang dikuliti. PADA Hari terakhir di Baratayuda, Semua Perwira Astina TELAH gugur, Tinggal saingan terbesarnya Werkudaralah Yang Tersisa Yaitu raja Astina Sendiri, Prabu Duryudana. Pertarungan Diposkan diwasiti Suami Prabu Baladewa Sendiri Yang merupakan guru Dari kedua murid DENGAN Aturan Hanya boleh memukul Bagian Tubuh pinggang keatas. Dalam pertarungan ITU Duryudana tubuhnya TELAH kebal Dan Hanya Paha Kirinya Yang TIDAK terkena minyak tala, KARENA besarbesaran TIDAK mau Membuka kain Penutup kemaluannya Yang Masih menutupi Paha Kirinya Saat Dewi Gendari mengoleskan minyak tersebut to Tubuh Duryudana. Banyak pihak Yang menyalah artikan Paha Suami DENGAN mengatakan betis kiri. Sebenarnya yang betul Yang Adalah Paha KARENA hearts bahasa Jawa wentis Adalah Paha Bukan betis. Duryudana Yang Mencoba memukul Paha kiri Werkudara Gagal KARENA di Paha kiri Werkudara bersemayam arwah Kumbakarna Yang mengakibatkan Paha kiri Bima Menjadi Sangat KUAT, ditempat berbaring Werkudara Mulai kewalahan KARENA Duryudana kebal Segala akan Pukulan Gada Rujak Polonya. Untunglah Arjuna Dari kejauhan Memberi isyarat DENGAN menepuk Paha kiri nya. Werkudara Yang Waspada DENGAN isyarat adiknya ITU Langsung menghantamkan gadanya di Paha kiri Duryudana, hearts doa kali Pukul Duryudana sekarat, Diposkan Werkudara, Duryudana Lalu dihabisi DENGAN menghancurkan wajahnya sehingga tak Berbentuk. Baladewa Yang Melihat hal HAL ITU menganggap Werkudara berbuat curang Dan hendak menghukumnya, namun differences Penjelasan Dari Prabu Kresna akan kecurangan Yang dilakukan terlebih dulu Diposkan Duryudana Dan Kutukan Dari Begawan Maetreya Akhirnya Prabu Baladewa mau memaafkannya. Saat Begawan Maetreya Datang menghadap Duryudana Dan Memberi Nasehat TENTANG pemberian Setengah Kerajaan ditunjukan kepada Pandawa, Duryudana Hanya Duduk Dan Berkata, Seorang Pendeta Seharusnya Hanya berpendapat JIKA menyanyikan raja memintanya, Sambil mene

Last Update: 2014-11-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

16DecArtikel-0 CommentsTata Cara Pernikahan Adat Jogjakarta Adat dan budaya yang ada di Indonesia sangatlah beragam, baik dari segi seni tari, kerajinan tangan atau pernikahan. Budaya setiap daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri. Tim @NgunduhMantu kali ini akan mengulas sedikit banyak tentang tata cara adat sebuah pernikahan di Indonesia yang telah kita kenal secara luas. Tim @Ngunduhmantu kali ini akan coba membeberkan bagaimana sih pernikahan adat jawa especially ada Ngayogyakarta Hadiningrat itu.Pada pernikahan adat Yogyakarta sendiri ada beberapa tahap urutannya, rumit dan njlimet kelihatannya. Tapi acara pernikahan memang tidak se-simple hewan atau manusia jaman batu kawin-kan? angkrok sana – angkrok sini, teriak-teriak, keluar, rampung. Kita kan manusia yang beradab, beragama dan berbudaya to, Sepakatkan? okesip! Lanjut deh disimak apa yang @NgunduhMantu ketahui soal tata cara pernikahan adat Jogjakarta. Berikut Tata Cara Pernikahan Adat Jogjakarta:*) Nontoni Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya. Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia. Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran.*) Lamaran Melamar artinya meminang, karena pada zaman dulu diantara pria dan wanita yang akan menikah terkadang masih belum saling mengenal, jadi hal ini orang tualah yang mencarikan jodoh dengan cara menanyakan kepada seseorang apakah puterinya sudah atau belum mempunyai calon suami. Dari sini bisa dirembug hari baik untuk menerima lamaran atas persetujuan bersama. Upacara lamaran: Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan dan lain sebagainya ) yang dipikul oleh empat orang pria. Makanan tersebut biasanya terbuat dari beras ketan antara lain : Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya. Menurut naluri makanan tersebut mengandung makna sebagaimana sifat dari bahan baku ketan yang banyak glutennya sehingga lengket dan diharapkan kelak kedua pengantin dan antar besan tetap lengket (pliket,Jawa). Setelah lamaran diterima kemudian kedua belah pihak merundingkan hari baik untuk melaksanakan upacara peningsetan. Banyak keluarga Jawa masih melestarikan sistem pemilihan hari pasaran pancawara dalam menentukan hari baik untuk upacara peningsetan dan hari ijab pernikahan.*) Peningsetan Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti pengikat. Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari orang tua pihak pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri. Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan gending Nala Ganjur . Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah upacara peningsetan.*) Upacara Tarub Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang. Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa ) Dua untai padi yang sudah tua. Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus. Daun beringin secukupnya. Daun dadap srep.Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do’a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:1. Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap. 2. Jajan pasar 3. Nasi liwet yang dileri lauk serundeng. 4. Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok. 5. Roti tawar. 6. Jadah bakar. 7. Tempe keripik. 8. Ketan, kolak, apem. 9. Tumpeng gundul 10. Nasi golong sejodo yang diberi lauk. 11. Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing 12. Golong lulut. 13. Nasi gebuli 14. Nasi punar 15. Ayam 1 ekor 16. Pisang pulut 1 lirang 17. Pisang raja 1 lirang 18. Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil. 19. Daun sirih, kapur dan gambir 20. Kembang telon (melati, kenanga dan kantil) 21. Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro. 22. Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur. 23. Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa. 24. Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit 25. Ayam jantan hidup 26. Tikar 27. Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan 28. Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit 29. Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang ) 30. Sayur pada mara 31. Kolak kencana 32. Nasi gebuli 33. Pisang emas 1 lirangMasih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:1. Area sumur 2. Area memasak nasi 3. Tempat membuat minum 4. Tarub 5. Untuk menebus kembarmayang ( kaum ) 6. Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan. 7. Jembatan 8. Prapatan. 5. NyantriUpacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri 1 sampai 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumsh saudara atau tetangga dekat. Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap dit3empat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.*) Upacara Siraman Siraman dari kata dasar siram ( Jawa ) yang berarti mandi. Yang dimaksud dengan siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman :Kembang setaman secukupnya Lima macam konyoh panca warna ( penggosok badan yang terbuat dari beras kencur yang dikasih pewarna) Dua butir kelapa hijau yang tua yang masih ada sabutnya. Kendi atai klenting Tikar ukuran ½ meter persegi Mori putih ½ meter persegi Daun-daun : kluwih, koro, awar-awar, turi, dadap srep, alang-alang Dlingo bengle Lima macam bangun tulak ( kain putih yang ditepinnya diwarnai biru) Satu macam yuyu sekandang ( kain lurik tenun berwarna coklat ada garis-garis benang kuning) Satu macam pulo watu (kain lurik berwarna putih lorek hitam), 1 helai letrek ( kain kuning), 1 helai jinggo (kain merah). Sampo dari londo merang ( air dari merang yang dibakar didalam jembangan dari tanah liat kemudian saat merangnya habis terbakar segera apinya disiram air, air ini dinamakan air londo) Asem, santan kanil, 2meter persegi mori, 1 helai kain nogosari, 1 helai kain grompol, 1 helai kain semen, 1 helai kain sidomukti atau kain sidoasih Sabun dan handuk. Saat akan melaksanakan siraman ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam: Tumpeng robyong Tumpeng gundul Nasi asrep-asrepan Jajan pasar, pisang raja 1 sisir, pisang pulut 1 sisir, 7 macam jenang Empluk kecil ( wadah dari tanah liat) yang diisi bumbu dapur dan sedikit beras 1 butir telor ayam mentah Juplak diisi minyak kelapa 1 butir kelapa hijau tanpa sabut Gula jawa 1 tangkep 1 ekor ayam jantanUntuk menjaga kesehatan calon pengantin supaya tidak kedinginan maka ditetapkan tujuh orang yang memandikan, tujuh sama dengan pitu ( Jawa ) yang berarti pitulung (Jawa) yang berarti pertolongan. Upacara siraman ini diakhiri oleh juru rias ( pemaes ) dengan memecah kendi dari tanah liat.*) Midodareni Midodareni berasal dari kata dasar widodari ( Jawa ) yang berarti bidadari yaitu putri dari sorga yang sangat cantik dan sangat harum baunya. Midodareni biasanya dilaksanakan antara jam 18.00 sampai dengan jam 24.00 ini disebut juga sebagai malam midodareni, calon penganten tidak boleh tidur. Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan yang di simbulkan dalam:Sepasang kembarmayang ( dipasang di kamar pengantin ) Sepasang klemuk ( periuk ) yang diisi dengan bumbu pawon, biji-bijian, empon-empon dan dua helai bangun tulak untuk menutup klemuk tadi Sepasang kendi yang diisi air suci yang cucuknya ditutup dengan daun dadap srep ( tulang daun/ tangkai daun ), Mayang jambe (buah pinang), daun sirih yang dihias dengan kapur. Baki yang berisi potongan daun pandan, parutan kencur, laos, jeruk purut, minyak wangi, baki ini ditaruh dibawah tepat tidur supaya ruangan berbau wangi.Adapun dengan selesainya midodareni saat jam 24.00 calon pengantin dan keluarganya bisa makan hidangan yang terdiri dari :Nasi gurih Sepasang ayam yang dimasak lembaran ( ingkung, Jawa ) Sambel pecel, sambel pencok, lalapan Krecek Roti tawar, gula jawa Kopi pahit dan teh pahit Rujak degan Dengan lampu juplak minyak kelapa untuk penerangan ( jaman dulu)*) Upacara Langkahan Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.*) Upacara Ijab Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.*) Upacara Panggih Panggih ( Jawa ) berarti bertemu, setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai. Untuk melengkapi upacara panggih tersebut sesuai dengan busana gaya Yogyakarta dengan iringan gending Jawa:1. Gending Bindri untuk mengiringi kedatangan penantin pria 2. Gending Ladrang Pengantin untuk mengiringi upacara panggih mulai dari balangan ( saling melempar ) sirih, wijik ( pengantin putri mencuci kaki pengantin pria ), pecah telor oleh pemaes. 3. Gending Boyong/Gending Puspowarno untuk mengiringi tampa kaya (kacar-kucur), lambang penyerahan nafkah dahar walimah. Setelah dahar walimah selesai, gending itu bunyinya dilemahkan untuk mengiringi datangnya sang besan dan dilanjutkan upacara sungkeman

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

a. Legenda Desa Pandak Konon berdasarkan cerita para sesepuh Desa Pandak mengisahkan bahwa awal mula nama Desa Pandak berasal dari kisah datangnya seorang pertapa agung bernama Mbah Pendek. Beliau adalah seorang pertapa sakti yang berbudi luhur yang mengarungi perjalanan kehidupannya dengan merantau sambil menebarkan bhakti sosial, ilmu kanuragan yang adiluhung, budi pekerti luhur dan berbagai tatanan kehidupan yang tenteram, damai, rukun dan sentosa. Beliau dikenal arif bijaksana di kalangan nayaka praja maupun abdi dalem, disegani kawan maupun lawan. Beliau seorang pertapa agung yang berjiwa penolong. Hingga pada suatu saat beliau bertemu dengan seorang wanita pengelana yang ahli dalam menari (terkenal dengan nama Nyai Ronggeng) bersama putri asuhnya yang masih keturunan trah Kadipaten Kuthaliman. Di saat mereka mengembara singgahlah mereka di pertapaan Mbah Pendek. Lama-kelamaan mereka tinggal di pedukuhan itu, hingga banyak pendatang yang mengikuti jejak Nyai Ronggeng untuk tinggal di pedukuhan itu membentuk masyarakat desa yang tenteram, guyub rukun dalam kedamaian. Lama-kelamaan banyak warga berdatangan ke pedukuhan itu, setelah mereka beranak pinak hingga terbentuklah masyarakat desa. Untuk mengenang kasepuhan pendirinya maka desa itu dinamakan Desa Pandak. Beberapa kisah tentang adat yang masih berlaku di Desa Pandak antara lain Pada jaman dulu hingga kini masyarakat Desa Pandak pantang menyebut kata “pendeken” karena frase kata tersebut ada mosi merendahkan Mbah Pendek. Masyarakat Pandak tidak boleh menanggap hiburan wayang kulit sampai tujuh turunan sejak adanya sengketa pendapat antara Mbah Dukun dengan Mbah Nyai Ronggeng, namun pada dekade tahun 1960 an serapah tersebut digugurkan dengan adanya gebyak wayang kulit Pandak Ki Dalang Martosuwito. Kemudian disusul pula oleh Ki Dalang Aji Mujiono. Sejak itulah pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Desa Pandak dapat dilakukan hingga kini. Demikian juga dengan tanggapan hiburan Ronggeng, Ebeg (Kuda Lumping), Lengger, Angguk (Tari Rebana),Genjringan, Calung, Gendhingan, Tarling, Kenthongan, bahkan penampilan group musik modern seperti Band dapat diselenggarakan di Desa Pandak. Kegiatan keagamaan seperti kegiatan tahlil pada kendurian juga berlangsung turun temurun. Hal ini dilakukan sebagian masyarakat Desa Pandak yang beragama Islam pada saat acara selamatan, tasyakuran, dan dijadikan sebagai kegiatan rutin warga pada malam Jum’at secara berkeliling atau bergiliran tempat dengan maksud agar masyarakat yang belum bisa membaca Al Qur’an dapat saling belajar.

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-11-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kisah ini bercerita tentang kesucian cinta Rama dan Shinta. Dimulai dari sayembara yang diselenggarakan oleh Raja Janaka dari Kerajaan Wideha. Di mana pada sayembara itu, Rama berhasil memenangkan sayembara dan mendapatkan Shinta.Rama adalah seorang raja dari Ayodya yang berbudi pekerti luhur, jujur, peduli , tegas​​, dan setia. Wajahnya begitu tampan dan mengkilap, sehingga mudah baginya untuk menarik hati semua wanita di dunia. Betapa beruntungnya seorang putri cantik bernama Shinta . Dia adalah satu-satunya wanita dicintai oleh Rama dan menjadi istri Rama. Shinta adalah seorang wanita yang cantik, lembut, dan sangat perhatian.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-11
Subject: General
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Anonymous

Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang bernama Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub karena hari sudah senja. Singkat cerita, keduanya lalu menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa. Nawangwulan bergabung kembali bersama bidadari lain. Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung. Nawangwulan yang marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut mengancam meninggalkan Jaka Tarub. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela datang ke marcapada untuk menyusui bayi Nawangsih

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Fatmawati nyata jeneng Fatimah (lair ing Bengkulu, 5 Februari 1923 - tilar donya ing Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei, 1980 ing umur 57 taun) [1] iku istri pertama Presiden Indonesia Soekarno. Fatmawati dadi wanita pertama Indonesia saka taun 1945 nganti taun 1967 lan ana ing 3rd istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno.Fatmawati uga dikenal kanggo kang karya ing sewing pusaka Saka Flag Merah Putih uga mibur ing Proklamasi Kemerdekaan Indonesia upacara di Jakarta 17 Agustus, 1945. Ing tanggal 1 Juni, 1943, nikah karo Fatmawati Soekarno, sing mengko dadi presiden pertama Indonesia. Saka pernikahan, Fatmawati wis limang putra lan putri, yaiku Soekarnoputra Guntur, Megawati Sukarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, lan guntur Soekarnoputra.

punapa

Last Update: 2014-11-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Ada seorang pemuda yang hidup hanya bersama ibunya ( nama tidak disebutkan). Dia pemuda yg cerdas, rajin dan cukup cool. Setidaknya itu pendapat cewe2 yang mengenalnya. Baru beberapa tahun lulus dari kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan swasta, dia sudah di promosikan ke posisi manager.Gaji-nya pun lumayan. Tempat tinggalnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tipe orangnya yang humoris dan gaya hidupnya yang sederhana membuat banyak teman-teman kantor senang bergaul dengan dia, terutama dari kalangan wanita-wanita single. Bahkan putri owner perusahaan tempat ia bekerja juga menaruh perhatian khusus padanya. Dirumahnya ada seorang wanita tua yang tampangnya seram sekali.Sebagian kepalanya botak dan kulit kepala terlihat seperti borok yang baru mengering. Rambutnya hanya tinggal sedikit dibagian kiri dan belakang.Tergerai seadanya sebatas pundak. Mukanya juga cacat seperti luka bakar. Wanita tua ini betul2 terlihat menakutkan. Ia jarang keluar rumah bahkan jarang keluar dari kamarnya kalau tidak ada keperluan penting. Wanita tua ini tidak lain adalah Ibu kandung dari wanita tersebut. Walau demikian, sang Ibu selalu setia melakukan pekerjaan rutin layaknya ibu rumah tangga lain yang sehat. Membereskan rumah, pekerjaan dapur, cuci-mencuci (pakai mesin cuci) dan lain-lain. Juga selalu memberikan perhatian yang besar kepada anak satu2-nya tersebut. Namun pemuda tersebut adalah seorang pemuda normal layaknya anak muda lain. Kondisi Ibunya yang cacat menyeramkan itu membuatnya cukup sulit untuk mengakuinya. Setiap kali ada teman atau kolega business yang bertanya siapa wanita cacat dirumahnya, pemuda tersebut selalu menjawab "wanita itu adalah pembantu yang ikut Ibunya dulu sebelum meninggal. Dia tidak punya saudara, jadi saya tampung, kasihan.". Hal ini sempat terdengar dan diketahui oleh sang Ibu. Tentu saja Ibunya sedih sekali. Tetapi ia tetap diam dan menelan ludah pahit dalam hidupnya. Ia semakin jarang keluar dari kamarnya, takut anaknya sulit untuk menjelaskan pertanyaan mengenai dirinya. Hari demi hari kemurungan sang Ibu kian parah. Suatu hari ia jatuh sakit cukup parah. Tidak kuat bangun dari ranjang. pemuda tersebut mulai kerepotan mengurusi rumah, menyapu, mengepel, cuci pakaian, menyiapkan segala keperluan sehari-hari yang biasanya di kerjakan oleh Ibunya. Ditambah harus menyiapkan obat-obatan buat sang Ibu sebelum dan setelah pulang kerja (di Taiwan sulit sekali cari pembantu, kalaupun ada mahal sekali). Hal ini membuat pemuda tersebut menjadi BT (bad temper) dan uring-uringan dirumah. -Datangnya hidayah kepada pemuda tersebut Pada saat ia mencari sesuatu dan mengacak-acak lemari Ibunya, pemuda tersebut melihat sebuah box kecil. Didalam box hanya ada sebuah foto dan potongan koran usang. Bukan berisi perhiasan seperti dugaan pemuda tersebut. Foto berukuran postcard itu tampak seorang wanita cantik. Potongan koran usang memberitakan tentang seorang wanita berjiwa pahlawan yang telah menyelamatkan anaknya dari musibah kebakaran. Dengan memeluk erat anaknya dalam dekapan, menutup dirinya dengan sprei kasur basah menerobos api yang sudah mengepung rumah. Sang wanita menderita luka bakar cukup serius sedang anak dalam dekapannya tidak terluka sedikitpun. Walau sudah usang, pemuda tersebut sudah cukup dewasa untuk mengetahui siapa wanita cantik di dalam foto dan siapa wanita pahlawan yang dimaksud dalam potongan koran itu. Dia adalah Ibu kandungnya sendiri. Wanita yang sekarang terbaring sakit tak berdaya. Spontan air mata pemuda tersebut menetes keluar tanpa bisa di bendung. Dengan menggenggam foto dan koran usang tersebut, pemuda itu langsung bersujud disamping ranjang sang Ibu yang terbaring. Sambil menahan tangis ia meminta maaf dan memohon ampun atas dosa-dosanya selama ini. Sang Ibu-pun ikut menangis, terharu dengan ketulusan hati anaknya. sambil berkata "Yang sudah-sudah nak, Ibu sudah maafkan. Jangan di ungkit lagi". Setelah sembuh, pemuda tersebut bahkan berani membawa Ibunya belanja kesupermarket. Walau menjadi pusat perhatian banyak orang, pemuda tersebut tetap cuek bebek. Kemudian peristiwa ini menarik perhatian kuli tinta (wartawan). Dan membawa kisah ini kedalam media cetak dan elektronik. (sites.google.com) Demikian cerita yang dapat saya bagikan, semoga ini menjadi renungan bagi kita semua, banyak hal yang bisa kita petik dari cerita ini. salah satunya kasih sayang ibu yang tiada menuntut balas. tiada dendam meskipun kita menyakitinya, dan tidak ada perbuatan atau apapun yang bisa membalas kasih sayang seorang ibu. dan "kasih ibu sepanjang masa bagai sang surya menyinari dunia.". Bagi pembaca yang masih punya Ibu di rumah, branjaklah sekarang. peluklah erat-erat dan memohon maaf lah sebesar besarnya. biar bagaimanapun kondisinya, segera meminta ampun. Dan bagi yang ibunya sudah dipanggil oleh yang maha kuasa tekadkan untuk senantiasa mendoakanNya, agar damai dan tenang di sisi Allah Swt. sayangilah Ibu kalian selama ia masih hidup, jika ia sudah tiada maka satu kerugian besar yang kita rasakan dan tidak akan pernah kita rasakan lagi nikmatnya yaitu. "DOA SEORANG IBU"

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

ADEGAN 1 Setting : Disebuah kerajaan pengging Suasana : mesra atau senang Musik: Ket: ADEGAN 1 “Bandung bertemu Roro Jonggrang” Disuatu hari hiduplah seorang raja yang sangat kejam yang bernama Bandung Bondowoso, Ia terkenal kekerajaannya karena selalu membunuh orang orang yang tidak menuruti perkataannya. Bandung Selalu ingin memperluas daerah kerajaanya. Suatu hari ia bertemu dengan wanita cantik yang bernama Roro Jonggrang. Bandung : Wahai wanita cantik, siapakah namamu? (dengan rasa ingintahu) Roro Jonggrang : Namaku Roro Jonggrang, siapakah nama kangmas?(sambil tersenyum) Bandung : Nama saya Bandung Bondowoso, dan dimanakah tinggalmu? Roro Jonggrang : saya tinggal di kerajaan pengging. Bandung : o....! ya... bisakah kita sedikit berbincang sambil jalan-jalan? Roro Jonggrang : Memang mau jalan-jalan kemana bandung? Bandung : ya, kemana saja.. yang Roro mau !! J Roro Jonggrang : ya, baiklah!!!, aku turuti ajakanmu, mari... Sambil jalan-jalan mereka pun berbincang bincang, kini setiap hari mereka bertemu dan menjalin hubungan yang lebih dekat... www.indo-seven.blogspot.com Bandung : Roro, setelah berberapa lama kita menjalin hubungan seperti ini, apakah kamu mau menjamin hubungan yang lebih dekat lagi? Roro Jonggrang : Maksudmu apa, Bandung.? Bandung : Begini lho...!! apakah kau mau menjalin hubungan ini lebih dekat? Seperti berpacaran, dan maukah kau menjadi pacarku? Roro Jonggrang : Apa,(dengan kagetnya) menjadi pacarmu? Bandung : emmm,, ya...ya seperti itu,apakah kau mau?(salting) Roro Jonggrang : mmmm... gimana ya..! aku jadi bingung(salah tingkah) Bandung : Bagaimana, mau tidak?? Roro Jonggrang : iya deh aku mau !! J (pipi menjadi merah) Bandung : Beneran mau jadi pacarku?!!!(dengan terkejutnya) Roro Jonggrang : iya, aku mau Bandung... Bandung : Terimakasih atas kau menerimaku menjadi pacarmu!!! Roro Jonggrang : ya,,, sama-sama, Tetapi Bandung : Tetapi apa Roro?(dengan rasa penasaran) Roro Jonggrang : Tetapi.. Bandung : apa Roro, katakan saja... Roro Jonggrang : kau harus bisa membahagiakan aku, dan mencintaiku sepenuh hati!! Dan jangan buat aku kecewa. Bandung : tenang saja Roro, aku akan membahagiakanmu Roro sekalipun Harus mengorbankan nyawaku !! (dengan PD) Roro Jonggrang : ya.. baguslah tapi kau harus berjanji tak akan hiyanatiku, Bandung : ya Roro, aku sanggup.. Roro Jonggrang : ngomong ngomong kau seorang raja? Bandung : iya, aku adalah seorang raja, yang memiliki harta benda yang melimpah(dengan sedikit mengeluarkan kesobongan) Roro Jonggrang : jadi.... kau kaya raya? Bandung : ya, tentu Roro,Kekayaan ku sudah terkenal di berbagai tempat. Roro Jonggrang : berarti kau raja yang makmur bukan!!?! Bandung : ya, begitulah... ngomong ngomong juga,! kamu putri siapa? Roro Jonggrang : aku adalah seorang putri dari kerajaan prambanan Bandung : apakah kerajaan tersebut luas? Roro Jonggrang : iya kerajaan prambanan sangat luas sekali.. Bandung : wah berarti kerajaanmu sama bersarnya denganku.. Roro Jonggrang : wah berarti kita sama ya... Bandung : ya begitulah... Roro Jonggrang : Bandung apakah kau sungguh mencintaiku? Bandung : iya Roro Roro Jonggrang : Tetapi aku meragukanmu,,, Bandung : jadi kau masih meragukan cintaku kepadamu? Roro Jonggrang : iya iya aku percaya kepadamu... Bandung : niah begitu, kitaka harusnya saling percaya... Roro Jonggrang : Bandung, hari ini terasa cepat , hari sudah mulai petan,, dan sebaiknya aku harus segera pulang... Bandung : ahhhhhh!!! Knapa hari begitu cepatnya berlalu... L Roro Jonggrang : ya kalau sudah petang mau apa lagi ,, aku haru segera pulang Bandung : Baiklah kalau begitu kau ku antar pulang. Roro Jonggrang : Tak usah, aku bisa pulang sendiri.. Bandung : Tidak apa apa aku antar kau pulang Roro Jonggrang : ahhh, tak susahlah aku bisa pulang sendiri... Bandung : biarlah aku mengantarmu, sekali sekali... Roro Jonggrang : kalau begitu baiklah, kalau kau mau mengantar... Bandung : Ayo kita naik kudaku saja... Roro Jonggrang : tapi pelan pelan saja ya... Bandung : Pegangan yang erat aku akan mengebut untuk cepat sampai ke keerajaanmu Roro Jonggrang : iya iya ini aku sudah pegangan dengan erat... Bandung : ya sudah kita berangkat.... Merekapun Berangkat dengan menaiki kuda yang berlari cepat... Roro Jonggrang : pelan pelan saja,, aku takut... Bandung : ehmmmm, baiklah aku pelankan kudaku... Selang beberapa menit merekapun tiba... Roro Jonggrang : terimakasih ya sudah mengantarku... Bandung : iya... tak apa... Roro Jonggrang : apakah besok kita jalan lagi? Bandung : iya besok kita ketempat yang berbeda...

parak kayu

Last Update: 2014-10-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Mahabharata merupakan kisah kilas balik yang dituturkan oleh Resi Wesampayana untuk Maharaja Janamejaya yang gagal mengadakan upacara korban ular. Sesuai dengan permohonan Janamejaya, kisah tersebut merupakan kisah raja-raja besar yang berada di garis keturunan Maharaja Yayati, Bharata, dan Kuru, yang tak lain merupakan kakek moyang Maharaja Janamejaya. Kemudian Kuru menurunkan raja-raja Hastinapura yang menjadi tokoh utama Mahabharata. Mereka adalah Santanu, Chitrāngada, Wicitrawirya, Dretarastra, Pandu, Yudistira, Parikesit dan Janamejaya. Mahabharata banyak memunculkan nama raja-raja besar pada zaman India Kuno seperti Bharata, Kuru, Parikesit (Parikshita), dan Janamejaya. Mahabharata merupakan kisah besar keturunan Bharata, dan Bharata adalah salah satu raja yang menurunkan tokoh-tokoh utama dalam Mahabharata. Kisah Sang Bharata diawali dengan pertemuan Raja Duswanta dengan Sakuntala. Raja Duswanta adalah seorang raja besar dari Chandrawangsa keturunan Yayati, menikahi Sakuntala dari pertapaan Bagawan Kanwa, kemudian menurunkan Sang Bharata, raja legendaris. Sang Bharata lalu menaklukkan daratan India Kuno. Setelah ditaklukkan, wilayah kekuasaanya disebut Bharatawarsha yang berarti wilayah kekuasaan Maharaja Bharata (konon meliputi Asia Selatan)[2]. Sang Bharata menurunkan Sang Hasti, yang kemudian mendirikan sebuah pusat pemerintahan bernama Hastinapura. Sang Hasti menurunkan Para Raja Hastinapura. Dari keluarga tersebut, lahirlah Sang Kuru, yang menguasai dan menyucikan sebuah daerah luas yang disebut Kurukshetra (terletak di negara bagian Haryana, India Utara). Sang Kuru menurunkan Dinasti Kuru atau Wangsa Kaurawa. Dalam Dinasti tersebut, lahirlah Pratipa, yang menjadi ayah Prabu Santanu, leluhur Pandawa dan Korawa. Kerabat Wangsa Kaurawa (Dinasti Kuru) adalah Wangsa Yadawa, karena kedua Wangsa tersebut berasal dari leluhur yang sama, yakni Maharaja Yayati, seorang kesatria dari Wangsa Chandra atau Dinasti Soma, keturunan Sang Pururawa. Dalam silsilah Wangsa Yadawa, lahirlah Prabu Basudewa, Raja di Kerajaan Surasena, yang kemudian berputera Sang Kresna, yang mendirikan Kerajaan Dwaraka. Sang Kresna dari Wangsa Yadawa bersaudara sepupu dengan Pandawa dan Korawa dari Wangsa Kaurawa. [sunting] Prabu Santanu dan keturunannya Prabu Santanu dan Dewi Satyawati, leluhur para Pandawa dan Korawa Prabu Santanu adalah seorang raja mahsyur dari garis keturunan Sang Kuru, berasal dari Hastinapura. Ia menikah dengan Dewi Gangga yang dikutuk agar turun ke dunia, namun Dewi Gangga meninggalkannya karena Sang Prabu melanggar janji pernikahan. Hubungan Sang Prabu dengan Dewi Gangga sempat membuahkan anak yang diberi nama Dewabrata atau Bisma. Setelah ditinggal Dewi Gangga, akhirnya Prabu Santanu menjadi duda. Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan menikahi Dewi Satyawati, puteri nelayan. Dari hubungannya, Sang Prabu berputera Sang Citrānggada dan Wicitrawirya. Citrānggada wafat di usia muda dalam suatu pertempuran, kemudian ia digantikan oleh adiknya yaitu Wicitrawirya. Wicitrawirya juga wafat di usia muda dan belum sempat memiliki keturunan. Atas bantuan Resi Byasa, kedua istri Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika, melahirkan masing-masing seorang putera, nama mereka Pandu (dari Ambalika) dan Dretarastra (dari Ambika). Dretarastra terlahir buta, maka tahta Hastinapura diserahkan kepada Pandu, adiknya. Pandu menikahi Kunti kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madrim,namun akibat kesalahan Pandu pada saat memanah seekor kijang yang sedang kasmaran, maka kijang tersebut mengeluarkan (Supata=Kutukan) bahwa Pandu tidak akan merasakan lagi hubungan suami istri, dan bila dilakukannya, maka Pandu akan mengalami ajal. Kijang tersebut kemudian mati dengan berubah menjadi wujud aslinya yaitu seorang pendeta. Kemudian karena mengalami kejadian buruk seperti itu, Pandu lalu mengajak kedua istrinya untuk bermohon kepada Hyang Maha Kuasa agar dapat diberikan anak. Lalu Batara guru mengirimkan Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahir anak yang pertama yaitu Yudistira Kemudian Batara Guru mengutus Batara Indra untuk membuahi Dewi Kunti shingga lahirlah Harjuna, lalu Batara Bayu dikirim juga untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahirlah Bima, dan yang terakhir, Batara Aswin dikirimkan untuk membuahi Dewi Madrim, dan lahirlah Nakula dan Sadewa - Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa. Dretarastra yang buta menikahi Gandari, dan memiliki seratus orang putera dan seorang puteri yang dikenal dengan istilah Korawa. Pandu dan Dretarastra memiliki saudara bungsu bernama Widura. Widura memiliki seorang anak bernama Sanjaya, yang memiliki mata batin agar mampu melihat masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Keluarga Dretarastra, Pandu, dan Widura membangun jalan cerita Mahabharata. Pandawa dan Korawa Pandawa dan Korawa merupakan dua kelompok dengan sifat yang berbeda namun berasal dari leluhur yang sama, yakni Kuru dan Bharata. Korawa (khususnya Duryodana) bersifat licik dan selalu iri hati dengan kelebihan Pandawa, sedangkan Pandawa bersifat tenang dan selalu bersabar ketika ditindas oleh sepupu mereka. Ayah para Korawa, yaitu Dretarastra, sangat menyayangi putera-puteranya. Hal itu membuat ia sering dihasut oleh iparnya yaitu Sangkuni, beserta putera kesayangannya yaitu Duryodana, agar mau mengizinkannya melakukan rencana jahat menyingkirkan para Pandawa. Pada suatu ketika, Duryodana mengundang Kunti dan para Pandawa untuk liburan. Di sana mereka menginap di sebuah rumah yang sudah disediakan oleh Duryodana. Pada malam hari, rumah itu dibakar. Namun para Pandawa diselamatkan oleh Bima sehingga mereka tidak terbakar hidup-hidup dalam rumah tersebut. Usai menyelamatkan diri, Pandawa dan Kunti masuk hutan. Di hutan tersebut Bima bertemu dengan rakshasa Hidimba dan membunuhnya, lalu menikahi adiknya, yaitu rakshasi Hidimbi. Dari pernikahan tersebut, lahirlah Gatotkaca. Setelah melewati hutan rimba, Pandawa melewati Kerajaan Panchala. Di sana tersiar kabar bahwa Raja Drupada menyelenggarakan sayembara memperebutkan Dewi Dropadi. Karna mengikuti sayembara tersebut, tetapi ditolak oleh Dropadi. Pandawa pun turut serta menghadiri sayembara itu, namun mereka berpakaian seperti kaum brahmana. Arjuna mewakili para Pandawa untuk memenangkan sayembara dan ia berhasil melakukannya. Setelah itu perkelahian terjadi karena para hadirin menggerutu sebab kaum brahmana tidak selayaknya mengikuti sayembara. Pandawa berkelahi kemudian meloloskan diri. sesampainya di rumah, mereka berkata kepada ibunya bahwa mereka datang membawa hasil meminta-minta. Ibu mereka pun menyuruh agar hasil tersebut dibagi rata untuk seluruh saudaranya. Namun, betapa terkejutnya ia saat melihat bahwa anak-anaknya tidak hanya membawa hasil meminta-minta, namun juga seorang wanita. Tak pelak lagi, Dropadi menikahi kelima Pandawa. Dursasana yang berwatak kasar, menarik kain yang dipakai Dropadi, namun kain tersebut terulur-ulur terus dan tak habis-habis karena mendapat kekuatan gaib dari Sri Kresna Agar tidak terjadi pertempuran sengit, Kerajaan Kuru dibagi dua untuk dibagi kepada Pandawa dan Korawa. Korawa memerintah Kerajaan Kuru induk (pusat) dengan ibukota Hastinapura, sementara Pandawa memerintah Kerajaan Kurujanggala dengan ibukota Indraprastha. Baik Hastinapura maupun Indraprastha memiliki istana megah, dan di sanalah Duryodana tercebur ke dalam kolam yang ia kira sebagai lantai, sehingga dirinya menjadi bahan ejekan bagi Dropadi. Hal tersebut membuatnya bertambah marah kepada para Pandawa. Untuk merebut kekayaan dan kerajaan Yudistira secara perlahan namun pasti, Duryodana mengundang Yudistira untuk main dadu dengan taruhan harta dan kerajaan. Yudistira yang gemar main dadu tidak menolak undangan tersebut dan bersedia datang ke Hastinapura dengan harapan dapat merebut harta dan istana milik Duryodana. Pada saat permainan dadu, Duryodana diwakili oleh Sangkuni yang memiliki kesaktian untuk berbuat curang. Satu persatu kekayaan Yudistira jatuh ke tangan Duryodana, termasuk saudara dan istrinya sendiri. Dalam peristiwa tersebut, pakaian Dropadi berusaha ditarik oleh Dursasana karena sudah menjadi harta Duryodana sejak Yudistira kalah main dadu, namun usaha tersebut tidak berhasil berkat pertolongan gaib dari Sri Kresna. Karena istrinya dihina, Bima bersumpah akan membunuh Dursasana dan meminum darahnya kelak. Setelah mengucapkan sumpah tersebut, Dretarastra merasa bahwa malapetaka akan menimpa keturunannya, maka ia mengembalikan segala harta Yudistira yang dijadikan taruhan. Duryodana yang merasa kecewa karena Dretarastra telah mengembalikan semua harta yang sebenarnya akan menjadi miliknya, menyelenggarakan permainan dadu untuk yang kedua kalinya. Kali ini, siapa yang kalah harus menyerahkan kerajaan dan mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun, setelah itu hidup dalam masa penyamaran selama setahun, dan setelah itu berhak kembali lagi ke kerajaannya. Untuk yang kedua kalinya, Yudistira mengikuti permainan tersebut dan sekali lagi ia kalah. Karena kekalahan tersebut, Pandawa terpaksa meninggalkan kerajaan mereka selama 12 tahun dan hidup dalam masa penyamaran selama setahun. Setelah masa pengasingan habis dan sesuai dengan perjanjian yang sah, Pandawa berhak untuk mengambil alih kembali kerajaan yang dipimpin Duryodana. Namun Duryodana bersifat jahat. Ia tidak mau menyerahkan kerajaan kepada Pandawa, walau seluas ujung jarum pun. Hal itu membuat kesabaran Pandawa habis. Misi damai dilakukan oleh Sri Kresna, namun berkali-kali gagal. Akhirnya, pertempuran tidak dapat dielakkan lagi. Pertempuran di Kurukshetra Pandawa berusaha mencari sekutu dan ia mendapat bantuan pasukan dari Kerajaan Kekaya, Kerajaan Matsya, Kerajaan Pandya, Kerajaan Chola, Kerajaan Kerala, Kerajaan Magadha, Wangsa Yadawa, Kerajaan Dwaraka, dan masih banyak lagi. Selain itu para ksatria besar di Bharatawarsha seperti misalnya Drupada, Satyaki, Drestadyumna, Srikandi, Wirata, dan lain-lain ikut memihak Pandawa. Sementara itu Duryodana meminta Bisma untuk memimpin pasukan Korawa sekaligus mengangkatnya sebagai panglima tertinggi pasukan Korawa. Korawa dibantu oleh Resi Drona dan putranya Aswatama, kakak ipar para Korawa yaitu Jayadrata, serta guru Krepa, Kretawarma, Salya, Sudaksina, Burisrawas, Bahlika, Sangkuni, Karna, dan masih banyak lagi. Pertempuran berlangsung selama 18 hari penuh. Dalam pertempuran itu, banyak ksatria yang gugur, seperti misalnya Abimanyu, Drona, Karna, Bisma, Gatotkaca, Irawan, Raja Wirata dan puteranya, Bhagadatta, Susharma, Sangkuni, dan masih banyak lagi. Selama 18 hari tersebut dipenuhi oleh pertumpahan darah dan pembantaian yang mengenaskan. Pada akhir hari kedelapan belas, hanya sepuluh ksatria yang bertahan hidup dari pertempuran, mereka adalah: Lima Pandawa, Yuyutsu, Satyaki, Aswatama, Krepa dan Kretawarma. Setelah perang berakhir, Yudistira dinobatkan sebagai Raja Hastinapura. Setelah memerintah selama beberapa lama, ia menyerahkan tahta kepada cucu Arjuna, yaitu Parikesit. Kemudian, Yudistira bersama Pandawa dan Dropadi mendaki gunung Himalaya sebagai tujuan akhir perjalanan mereka. Di sana mereka meninggal dan mencapai surga. Parikesit memerintah Kerajaan Kuru dengan adil dan bijaksana. Ia menikahi Madrawati dan memiliki putera bernama Janamejaya. Janamejaya menikahi Wapushtama (Bhamustiman) dan memiliki putera bernama Satanika. Satanika berputera Aswamedhadatta. Aswamedhadatta dan keturunannya kemudian memimpin Kerajaan Wangsa Kuru di Hastinapura.

.tresno ku ginow

Last Update: 2014-10-20
Subject: General
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Anonymous

diawali dengan pertemuan Raja Duswanta dengan Sakuntala. Raja Duswanta adalah seorang raja besar dari Chandrawangsa keturunan Yayati, menikahi Sakuntala dari pertapaan Bagawan Kanwa, kemudian menurunkan Sang Bharata. Sang Bharata menurunkan Sang Hasti, yang kemudian mendirikan sebuah pusat pemerintahan bernama Hastinapura. Sang Hasti menurunkan Para Raja Hastinapura. Dari keluarga tersebut, lahirlah Sang Kuru, yang menguasai dan menyucikan sebuah daerah luas yang disebut Kurukshetra. Sang Kuru menurunkan Dinasti Kuru atau Wangsa Kaurawa. Dalam Dinasti tersebut, lahirlah Pratipa, yang menjadi ayah Prabu Santanu, leluhur Pandawa dan Kurawa. Prabu Santanu adalah seorang raja mahsyur dari garis keturunan Sang Kuru, berasal dari Hastinapura. Ia menikah dengan Dewi Gangga yang dikutuk agar turun ke dunia, namun Dewi Gangga meninggalkannya karena Sang Prabu melanggar janji pernikahan. Hubungan Sang Prabu dengan Dewi Gangga sempat membuahkan 7 anak, akan tetapi semua ditenggelamkan ke laut Gangga oleh Dewi Gangga dengan alasan semua sudah terkena kutukan. Akan tetapi kemudian anak ke 8 bisa diselamatkan oleh Prabu Santanu yang diberi nama Dewabrata. Kemudian Dewi Ganggapun pergi meninggalkan Prabu Santanu. Nama Dewabrata diganti menjadi Bisma karena ia melakukan bhishan pratigya, yaitu sumpah untuk membujang selamanya dan tidak akan mewarisi tahta ayahnya. Hal itu dikarenakan Bisma tidak ingin dia dan keturunannya berselisih dengan keturunan Satyawati, ibu tirinya. Setelah ditinggal Dewi Gangga, akhirnya Prabu Santanu menjadi duda. Beberapa tahun kemudian, Prabu Santanu melanjutkan kehidupan berumah tangga dengan menikahi Dewi Satyawati, puteri nelayan. Dari hubungannya, Sang Prabu berputera Sang Citrānggada dan Wicitrawirya. Demi kebahagiaan adik-adiknya, ia pergi ke Kerajaan Kasi dan memenangkan sayembara sehingga berhasil membawa pulang tiga orang puteri bernama Amba, Ambika, dan Ambalika, untuk dinikahkan kepada adik-adiknya. Karena Citrānggada wafat, maka Ambika dan Ambalika menikah dengan Wicitrawirya sedangkan Amba mencintai Bisma namun Bisma menolak cintanya karena terikat oleh sumpah bahwa ia tidak akan kawin seumur hidup. Demi usaha untuk menjauhkan Amba dari dirinya, tanpa sengaja ia menembakkan panah menembus dada Amba. Atas kematian itu, Bisma diberitahu bahwa kelak Amba bereinkarnasi menjadi seorang pangeran yang memiliki sifat kewanitaan, yaitu putera Raja Drupada yang bernama Srikandi. Kelak kematiannya juga berada di tangan Srikandi yang membantu Arjuna dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Citrānggada wafat di usia muda dalam suatu pertempuran, kemudian ia digantikan oleh adiknya yaitu Wicitrawirya. Wicitrawirya juga wafat di usia muda dan belum sempat memiliki keturunan. Satyawati mengirim kedua istri Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika, untuk menemui Resi Byasa, sebab Sang Resi dipanggil untuk mengadakan suatu upacara bagi mereka agar memperoleh keturunan. Satyawati menyuruh Ambika agar menemui Resi Byasa di ruang upacara. Setelah Ambika memasuki ruangan upacara, ia melihat wajah Sang Resi sangat dahsyat dengan mata yang menyala-nyala. Hal itu membuatnya menutup mata. Karena Ambika menutup mata selama upacara berlangsung, maka anaknya terlahir buta. Anak tersebut adalah Drestarastra. Kemudian Ambalika disuruh oleh Satyawati untuk mengunjungi Byasa ke dalam sebuah kamar sendirian, dan di sana ia akan diberi anugerah. Ia juga disuruh agar terus membuka matanya supaya jangan melahirkan putra yang buta (Drestarastra) seperti yang telah dilakukan Ambika. Maka dari itu, Ambalika terus membuka matanya namun ia menjadi pucat setelah melihat rupa Sang Bagawan (Byasa) yang luar biasa. Maka dari itu, Pandu (putranya), ayah para Pandawa, terlahir pucat. Drestarastra dan Pandu mempunyai saudara tiri yang bernama Widura. Widura merupakan anak dari Resi Byasa dengan seorang dayang Satyawati yang bernama Datri. Pada saat upacara dilangsungkan dia lari keluar kamar dan akhirnya terjatuh sehingga Widura pun lahir dengan kondisi pincang kakinya. Dikarenakan Drestarastra terlahir buta maka tahta Hastinapura diberikan kepada Pandu. Pandu menikahi Kunti kemudian Pandu menikah untuk yang kedua kalinya dengan Madrim, namun akibat kesalahan Pandu pada saat memanah seekor kijang yang sedang kasmaran, maka kijang tersebut mengeluarkan kutukan bahwa Pandu tidak akan merasakan lagi hubungan suami istri, dan bila dilakukannya, maka Pandu akan mengalami ajal. Kijang tersebut kemudian mati dengan berubah menjadi wujud aslinya yaitu seorang pendeta. Kemudian karena mengalami kejadian buruk seperti itu, Pandu lalu mengajak kedua istrinya untuk bermohon kepada Hyang Maha Kuasa agar dapat diberikan anak. Atas bantuan mantra Adityahredaya yang pernah diberikan oleh Resi Byasa maka Dewi Kunti bisa memanggil para dewa untuk kemudian mendapatkan putra. Pertama kali mencoba mantra tersebut datanglah Batara Surya, tak lama kemudian Kunti mengandung dan melahirkan seorang anak yang kemudian diberi nama Karna. Tetapi Karna kemudian dilarung kelaut dan dirawat oleh Kurawa, sehingga nanti pada saat perang Bharatayudha, Karna memihak kepada Kurawa. Kemudian atas permintaan Pandu, Kunti mencoba mantra itu lagi, Batara Guru mengirimkan Batara Dharma untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahir anak yang pertama yaitu Yudistira, setahun kemudian Batara Bayu dikirim juga untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahirlah Bima, Batara Guru juga mengutus Batara Indra untuk membuahi Dewi Kunti sehingga lahirlah Arjuna dan yang terakhir Batara Aswan dan Aswin dikirimkan untuk membuahi Dewi Madrim, dan lahirlah Nakula dan Sadewa. Kelima putera Pandu tersebut dikenal sebagai Pandawa. Dretarastra yang buta menikahi Dewi Gandari, dan memiliki sembilan puluh sembilan orang putera dan seorang puteri yang dikenal dengan istilah Kurawa.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-02
Subject: General
Usage Frequency: 6
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, tetapi ia tidak mengikuti perintah yang membuat Sangkuriang mengusir Tumang dan tidak mengijikannya pulang. Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang membuat ibunya sangat marah, lalu memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi. Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya karena kekesalannya tersebut. Dayang Sumbi sangat menyesali kepergian Sangkuriang dan berharap ia kembali. Dari ketulusannya, Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Keesokan harinya, ternyata Sangkuriang menyanggupinya dan Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Perang Bharatayudha Tentu saja kata-kata ini tidaklah asing bagi kita, apa yang ada di benak kita saat memikirkan kata “Perang Bharatayudha” ? Wayang, sejarah, sebuah perang hebat? Kisah peperangan ini adalah kisah perang terhebat dalam cerita pewayangan, perang ini adalah perang antar saudara yaitu Pandhawa(melambangkan kekuatan baik) dan sepupu mereka Kurawa(melambangkan kekuatan jahat) akibat perebutan takhta kerajaan yang seharusnya jatuh ke tangan Puntadewa, malah diberikan pamannya(Destrarestra) ke anaknya yaitu Duryudana, anak sulung dari para Kurawa. Padahal Destraresta berjanji akan mengembalikan takhta ke tangan Puntadewa saat mereka sudah cukup dewasa. Di saat mereka sudah mulai berkuasa, datanglah Kurawa dan Sengkuni yang mencurangi mereka dalam permainan judi sehingga para Pandawa pun harus pergi ke hutan sebagai akibat dari kekalahan mereka. Balatentara Korawa menyerang laksana gelombang lautan yang menggulung-gulung, sedang pasukan Pandawa yang dipimpin Resi Seta menyerang dengan dahsyat seperti senjata yang menusuk langsung ke pusat kematian. Bisma dapat menewaskan Resi Seta. Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kematian pimpinan perang Pandawa. Setelah Resi Seta gugur, Pandawa kemudian mengangkat Drestadyumna (Trustajumena) sebagai pimpinan perangnya dalam perang Bharatayuddha. Sedangkan Bisma tetap menjadi pimpinan perang Korawa. Dalam babak ini kedua kubu berperang dengan siasat yang sama yaitu Garudanglayang (Garuda terbang). Dalam pertempuran ini dua anggota Korawa, Wikataboma dan kembarannya, Bomawikata, terbunuh setelah kepala keduanya diadu oleh Bima. Sementara itu beberapa raja sekutu Korawa juga terbunuh dalam babak ini. Diantaranya Prabu Sumarma, raja Trigartapura tewas oleh Bima, Prabu Dirgantara terbunuh oleh Arya Satyaki, Prabu Dirgandana tewas di tangan Arya Sangasanga (anak Setyaki), Prabu Dirgasara dan Surasudirga tewas di tangan Gatotkaca, dan Prabu Malawapati, raja Malawa tewas terkena panah Hrudadali milik Arjuna. Bisma setelah melihat komandan pasukannya berguguran kemudian maju ke medan pertempuran, mendesak maju menggempur lawan. Atas petunjuk Kresna, Pandawa kemudian mengirim Dewi Wara Srikandi untuk maju menghadapi Bisma. Dengan tampilnya prajurit wanita tersebut di medan pertempuran menghadapi Bisma. Bisma merasa bahwa tiba waktunya maut menjemputnya, sesuai dengan kutukan Dewi Amba yang tewas di tangan Bisma. Bisma gugur dengan perantaraan panah Hrudadali milik Arjuna yang dilepaskan oleh istrinya, Srikandi. Asal Usul Perang Bharatayudha Istilah Baratayuda berasal dari kata Kisah peperangan ini merupakan bagian dari kitab Mahabarata yang berasal dari India, beberapa hal dalam peperangan agak berbeda versi antara Jawa dengan India. Konon, sebelum Pandawa dan Korawa dilahirkan, perang ini sudah ditetapkan akan terjadi. Selain itu, Padang Kurusetra sebagai medan pertempuran menurut pewayangan bukan berlokasi di India, melainkan berada di Jawa, tepatnya di dataran tinggi Dieng. Dengan kata lain, kisah Mahabharata menurut tradisi Jawa dianggap terjadi di Pulau Jawa, Dalam pewayangan Jawa dikenal adanya sebuah kitab yang tidak terdapat dalam versi Mahabharata. Kitab tersebut bernama Jitabsara berisi tentang urutan siapa saja yang akan menjadi korban dalam perang Baratayuda. kitab ini ditulis oleh Batara Penyarikan, atas perintah Batara Guru, raja kahyangan. Menurut beberapa sumber, 695 tahun sebelum masehi, muncul banyak pujangga-pujangga kerajaan yang menulis banyak karya sastra dan menerjemahkan cerita-cerita yang berkembang, di masa ini, terdapat banyak biksu, nah kitab Mahabharata ini sendiri dikatakan berasal dari kerajaan Sriwijaya, sebab di sini terdapat biksu-biksu yang lebih banyak dari di kerajaan lain dan kerajaan Sriwijaya sudah mulai mengelola perpustakaan. uga muncul dua kitab keagamaan yaitu Brahmandapurana dan Agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal adalah Arjuna Wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Dari uraian tersebut nyatabahwa sudah ada naskah yang ditulis tangan dalam media daun lontar yang diperuntukkan bagi pembaca kalangan sangat khusus yaitu kerajaan. Jaman Kerajaan Kediri dikenal beberapa pujangga dengan karya sastranya. Mereka itu adalah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang bersama-sama menggubah kitab Bharatayudha. Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri. Sebenarnya kitab baratayuda yang ditulis pada masa Kediri itu untuk simbolisme keadaan perang saudara antara Kerajaan Kediri dan Jenggala yang sama sama keturunan Raja Erlangga . Di Yogyakarta, cerita Baratayuda ditulis ulang dengan judul Serat Purwakandha pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana V. Penulisannya dimulai pada 29 Oktober 1847 hingga 30 Juli 1848. Babak dalam Perang Bharatayudha • Babak 1: Seta Gugur • Babak 2: Tawur (Bisma Gugur) • Babak 3: Paluhan (Bogadenta Gugur) • Babak 4: Ranjapan (Abimanyu Gugur) • Babak 5: Timpalan (Burisrawa Gugur atau Dursasana Gugur) • Babak 6: Suluhan (Gatotkaca Gugur) • Babak 7: Karna Tanding • Babak 8: Rubuhan (Duryudana Gugur) • Babak 9: Lahirnya Parikesit

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Mengapa? Karena aku tidak seperti laki­laki pada umumnya. Wajah  itu,  penampilan itu yang terpantul pada permukaan cermin, membuatku  enggan meninggalkan kamar, apalagi harus berada di luar rumah. Maka,   kubiarkan   Ayah   dan   Ninda   berlama­lama   menungguku   di  mobil. Aku tidak ingin ikut bersama mereka ke kampus, salah satu tempat  yang paling aku hindari. Kemarin,  aku mengalami hal  buruk di tempat itu.  Di hari pertama  kuliah,   aku   harus   bertemu   seseorang   yang   kuanggap   penjahat   semasa  SMA. Seseorang yang selalu memperolok keadaanku. Kali   ini,   ia   membawa   teman­temannya   yang   baru   dan   kembali  mempermalukanku  dengan mengatakan  bahwa   aku  ini   banci.  Laki­laki  yang   kejantanannya   telah   hilang,   laki­laki   yang   ingin   keluar   dari  kodratnya. Hatiku panas. Darahku terasa mendidih. Tampaknya, sudah tiba saat  di mana orang yang telah lama kubenci mendapat sebuah pelajaran yang  begitu berharga. Kepalan   tanganku   telah   siap   dan   mulutnya   telah   masuk   dalam  sasaran  tinjuku.  Tapi  begitu hendak aku  luncurkan,   tanganku  terkunci.  Ninda  menggenggam  kedua   lengan   tanganku   dengan   erat.  Gadis   yang  menguasai  karate  dan  silat   tersebut   semakin memperparah keadaanku.  Aku  semakin dipermalukan.  Laki­laki   yang  berlindung  di  bawah ketiak  wanita katanya. “Begitulah jika ibumu seorang yang tidak waras!” Telunjuk Riko tepat  ke   arah mukaku  yang  memerah,   panas  menahan marah  yang   semakin  memuncak. Nyaris aku dapat melepaskan diri, tetapi Ninda masih belum  mau melepaskan cengkeramannya di kedua lenganku. 1 “Sebaiknya, kau tutup mulutmu! Apa kau tidak tahu bahwa mulutmu  itu   bau   sekali?”   Ninda   membalas.   Suaranya   yang   lantang   menarik   perhatian sekitarnya. Muka Riko sontak merah padam. Matanya mendelik. “Berani...?” Ninda  membalas   dengan   kepalan   tangan   teracung.  Disambut   oleh  sorakan   teman­teman   Riko   lengkap   dengan   tepuk   tangan.   Sepertinya,  mereka senang mendapat ancaman itu. Padahal, mereka belum tahu bahwa  kepalan   tangan  Ninda   telah   tiga   kali  memakan   korban,   ketiga­tiganya  adalah wajah Riko. “Hajar, Rik! Hajar!” Riko mengangkat tangan. Teman­temannya berhenti berseru. Ia lalu  berputar dan pergi. Teman­temannya menjadi ekor. “Mengapa tidak kau hajar saja gadis sok jago itu, Rik?” “Tidak usah.  Jika aku menghajar yang perempuan,  aku  juga harus  menghajar yang laki­laki. Dan itu akan membuat mereka semakin aneh.  Yang perempuan nanti  malah bisa menghamili dan yang laki­laki malah  bisa dihamili.” Tawa  mereka  meledak.  Dan   di   sela­sela   tawa   itu,   aku  mendengar  Ninda berkata, “Aku rasa, ibunya yang tidak waras.” Kata­kata  itu,  meskipun ditujukan kepada Riko,   tetap  membuatku  sakit.  Air mataku meleleh tanpa dapat kutahan.  Tanpa banyak berkata,  aku   bergegas   pergi.   Aku   tidak   menghiraukan   pesan   Ayah   yang   akan  menjemput   jika   kami   menelepon.   Yang   kupikirkan   hanya   pulang,  secepatnya pulang dan memperlihatkan air mataku kepada Ibu. Aku menaiki   sebuah  angkutan  umum.  Penumpangnya   yang  nyaris  penuh bertambah olehku,   lalu ditambah Ninda yang berhasil  menyusul.  Napasnya turun naik tak karuan. Ia telah berlari berpuluh­puluh meter. Ia  sempat kehilangan jejak sebelum akhirnya menemukanku terlihat menaiki  angkutan umum. Aku menangis. Masih menangis. Air mataku masih belum juga dapat  berhenti. “Kenapa, Dik?” tanya seorang ibu. Aku bergegas mengesat air mata. Namun, tetap saja terus mengalir.  Melihatku kewalahan, ibu itu mengunjukkan selembar tisu. “Pakai saja, Dik. Saya masih punya tiga kotak lagi. Boleh minta jika  masih kurang.” 2 Aku hanya tercenung, sementara pipiku semakin basah. Ninda yang  melihatku  tidak berbuat  apa­apa,   segera mengambil  alih.   Ia mengambil  tisu   itu   untuk   kemudian   memberikannya   kepadaku.   Dan   aku  mengambilnya ragu­ragu. “Masalah laki­laki, ya?” bisik ibu itu kepada Ninda. Kebetulan mereka  duduk bersebelahan. Ninda   balas   mengangguk.   Aku   menangis   sejadi­jadinya   di   balik  lembaran tisu yang telah basah. Dalam hati, aku bertanya, “Apakah aku  telah benar­benar seperti wanita?” Ibu itu memberiku tisu, dan penumpang  lain tidak berbisik­bisik, seolah­olah menggunjing. Mereka seperti melihat  sesuatu yang telah lumrah. Seorang gadis yang menangis. *** “Jika benci, mengapa harus kau tatap?” Sebuah suara yang kukenal  membalikkan   tubuhku.   Itu   Ninda,   satu­satunya   teman   yang   kumiliki  hingga   sekarang.  Hanya   ia   yang   tersisa   setelah  penampilanku   berubah  aneh seperti ini. Ia ternyata menyusul ke kamar. “Kau hanya akan semakin  membenci  dirimu  jika kau  terlalu suka menatap dirimu di   cermin.  Apa  waktu   dua   tahun   tidak   cukup   untuk   membuatmu   terbiasa   dengan  penampilan itu?” Dua   tahun....   Seratus   tahun   pun   rasanya   tidak   akan   dapat  membuatku   terbiasa   dengan   penampilan   ini.  Meskipun   penampilan   ini  sangat dekat dengan seseorang yang kukenal baik. Aku   lalu   hanya  menggeleng   dan  menjawab,   “Meskipun   aku   tidak  menatap diriku di cermin, aku masih bisa menatap diriku di mana­mana,  terutama dari mata orang­orang yang aku jumpai.” Ninda diam  sekejap.   “Sudahlah....  Sekarang,   lebih baik kita  segera  berangkat   ke   kampus.  Kasihan   ayahmu.  Beliau   telah   lama  menunggu.  Mesin  mobilnya   juga   telah   lama  menyala   dari   tadi.   Ingat,  BBM  sudah  mahal.” “Aku tidak ingin ke kampus. Aku tidak ingin kuliah jika penampilanku  tetap seperti ini.” “Aku tahu itu. Kau telah sering mengatakannya padaku dan kau juga  telah sering mengatakannya pada ibumu.” 3 Lalu, Ninda menoleh ke belakang. Aku baru sadar bahwa Ibu ada di  sana, yang kini tengah menangis dalam pelukan Ayah. Ibu kemudian pergi.  Pasti  memuaskan   hatinya   untuk  menangis   di   kamar.  Ayah  menatapku  seakan meminta untuk menurut. Aku tak berkutik. Jika Ibu sudah menangis, apa boleh buat. Ini adalah  keinginannya dan  ia adalah orang yang paling  rapuh di  keluarga kami.  Ialah   yang   paling  menginginkanku  melanjutkan   sekolah   ke   perguruan  tinggi, tanpa memperbolehkanku merubah penampilan. Sementara Ayah, ia  selalu dalam bimbang. Kini, aku lagi­lagi harus menurut. Sama seperti dua tahun lalu, ketika  aku harus menggantikan seseorang. “Baiklah....” Aku melangkah meninggalkan kamar diiringi oleh Ninda.  Kami menuju mobil dan duduk di kursi belakang. Ayah menyusul setelah  memberitahukan kabar gembira ini kepada Ibu. Ia duduk di kursi depan  dan mulai  menjalankan mobil  yang mesinnya  telah begitu panas.  Entah  sudah berapa liter menghabiskan bensin. Dalam perjalanan,  aku hanya diam.  Kepalaku bersandar pada kaca  jendela pintu mobil  sebelah kiri.  Rambut  yang begitu panjang menutup  sebagian wajahku. Kubiarkan Ninda mengoceh  tanpa kugubris.  Ia mencoba menghibur  dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki­laki  soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “Pandang   ke   sini!”   Ia   memutar   daguku.   Ia   ternyata   telah  mempersiapkan   sebuah   cermin   bundar   yang   mungil   di   samping   kiri  wajahnya.  “Lihat,  kau  lebih cantik dariku!  Pasti  banyak wanita yang  iri  kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki­laki.” Aku   segera   membuang   muka   dan   kembali   bersandar.   “Itu   wajah  kakakku, bukan wajahku...,” ucapku dalam hati. Kubiarkan   Ninda   kecewa.   Usahanya   untuk   menghiburku   kembali  gagal.   Ya,   yang   baru   saja   menurutnya   adalah   cara   menghibur,   selalu  melihat dari sisi baiknya.  “Lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam  angkutan umum. Mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar  kalau menangis. Hanya Riko yang menganggapmu aneh, bersama teman­ temannya   yang   tidak   waras   itu.   Jika   Riko   yang   menangis,   lain   lagi  ceritanya.   Riko   menangis   darah,   penumpang­penumpang   itu   mungkin  hanya tertawa. Mereka baru simpati ketika Riko pingsan karena kehabisan  darah.” 4 Tetapi,   aku   tidak   pernah   sependapat   soal   itu.   Penampilan   ini  mengungkungku.  Semenjak  berpenampilan  seperti   ini,   aku harus  dapat  menjaga sikap. Aku tidak bisa bertindak kasar sembarangan.  Seperti yang pernah terjadi ketika aku duduk di kelas XII. Jam pulang  sekolah,   aku   balas   dendam   dengan   seorang   teman   Riko   yang   sering  mengolok   dan   mengatakan   bahwa   ibuku   bukanlah   orang   yang   waras.  Pukulanku   tepat   mengenai   wajahnya   dan   tepat   di   depan   mata   Ibu.  Pulangnya,  aku  dinasehati  habis­habisan.   Ibu  tidak  ingin melihat   anak  gadisnya ternodai oleh sifat kasarku. Rasanya, aku telah menjadi tubuh orang lain, tubuh kakakku sendiri.  Mungkin,   ini   adalah   balasan   karena   aku   sering   berbuat   tidak   baik  kepadanya.  Aku   sering  membuatnya   kaget,  meskipun   tahu   ia  memiliki  jantung   yang   lemah.   Oleh   karena   itu,   ia   menjadi   anak   yang   paling  dilindungi oleh Ibu. Ibu tidak ingin Kak Anita memiliki masalah dengan  jantungnya. Hingga di  suatu hari  di   libur sekolah dua  tahun silam.  Aku masih  ingat ketika sebuah truk meluncur ke arah mobil kami, di bawah terpaan   hujan   lebat.   Truk   itu   tak   terkendali   dan   menghantam   mobil   kami.  Selebihnya, aku sadar di rumah sakit dengan luka yang cukup parah, dan  mendengar   kabar   bahwa   Kak   Anita   tidak   tertolong.   Itu  membuat   Ibu  sangat terpukul. Hampir   dua   bulan,   aku   baru   dapat   bersekolah.   Namun   terlebih  dahulu, aku harus memotong rambutku yang terlampau panjang. Mereka  ternyata tidak kehilangan kesuburan, meski selama ini aku terbaring sakit.  Rambutku   justru   tumbuh   panjang,   hingga   cukup   membuat   Ibu  menganggapku sebagai Kak Anita. Aku dan Ayah sontak tersadar. Penampilanku kini lebih mirip dengan  saudara  kembarku  tersebut.  Gawatnya,   itu membuat   Ibu kembali   jatuh  dalam masa lalu. Padahal, ia baru mulai mencoba menerima kepergian Kak  Anita dua pekan ini. Ibu   tidak   setuju   dengan   rencanaku   untuk   memotong   rambut.  Sementara   aku   berkeras.   Tiap   siswa   tidak   diperkenankan   bersekolah  dengan rambut gondrong. “Tapi....” Mata Ibu berkaca­kaca dan mendadak ia pergi meninggalkan  kami.  Ia memuaskan hatinya menangis di  kamar.  Ayah pergi  membujuk  dan rencanaku terpaksa ditunda. Hari pertama di sekolah, rambutku menjuntai lurus hampir sebahu.  Aku   hanya  mendapat   teguran  agar   aku  menjaga   sikap.  Aku  mendapat  keringanan karena Ayah telah berbicara dengan pihak sekolah. 5 Pulangnya, aku singgah di tempat cukur rambut tepi jalan. Rambutku  dipangkas. Kedatanganku di rumah disambut Ibu dengan kebingungan., “Di mana Anita...?” Sekarang, Ibu tambah parah. Ia tidak mau makan dan akhirnya jatuh  sakit. Ia sangat ingin Anita kembali hadir di hadapannya, meski ia sendiri  sadar  bahwa putri   tercintanya  tersebut   telah  lama pulang ke pangkuan  Sang   Pencipta.  Hanya   dengan  melihat  Anita   berada   di   sampingnya,   ia  merasa masih dapat menjaga sang putri. Karena keinginan Ibu yang aneh, orang­orang bahkan keluarga kami  sendiri, berkata bahwa Ibu telah gila. Apakah karena kejadian naas itu?  Mungkin saja. Karena aku juga merasakan ada yang berubah pada diriku.  Aku pendiam. Gawatnya, itu adalah kepribadian Kak Anita. Apakah otakku telah rusak? Kian hari,  kondisi  Ibu kian memburuk.  Ayah sempat memberi  usul  untu

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Soekarno atau biasa di panggil Bung Karno, lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Blitar, Jawa Timur dan meninggal Dunia di Jakarta, 21 Juni 1970. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, Beliau mempunyai 3 orang istri (walaupun sebenarnya istrinya lebih dari itu) dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Ibu Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika.

google agensi Indonesia - kamardikan

Last Update: 2014-09-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

Last Update: 2014-09-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

google Tembung tegese Artine ngeklik Indonesia lan

Last Update: 2014-09-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahaKenduri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah,dan sebagainya.[1] Kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan Selamatan atau Kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat Jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke Nusantara.[1] Dalam praktikya, kenduri merupakan sebuah acara berkumpul, yang umumnya dilakukan oleh laki-laki, dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang yang dipimpin oleh orang yang dituakan atau orang yang memiliki keahlian dibidang tersebut.[2] [3] Seperti : Kiyai.[2] [3] Pada umumnya, kenduri dilakukan setelah ba'da isya, dan disajikan sebuah nasi tumpeng dan besek (tempat yg terbuat darr anyaman bambu bertutup bentuknya segi empat yang dibawa pulang oleh seseorang dari acara selametan atau kenduri) untuk tamu undangan.[2] [3] Sedangkan bagi kaum perempuan , kenduri memberikan ruang privasi untuk kaum wanita dalam berbagi informasi baik tentang keluarga sendiri maupun tetangga yang lain.[1] Di sinilah wanita bisa saling bertukar cerita dengan bebas tanpa gangguan dari kaum [laki-laki|lelaki]] selama mereka menyiapkan makanan, karena wanita akan bekerja mempersiapkan kenduri dalam waktu yang relatif lama, yaitu sekitar 4-7 hari pada masa perayaan.[1] Pada zaman sekarang, kenduri masih banyak dilakukan oleh segala lingkup masyarakat baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan.[4] [3] Karena kenduri merupakan sebuah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, dengan cara untuk memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama, sekaligus melakukan kontrol sosial atas penyimpangan dari cita-cita bersama. Kenduri sebagai suatu institusi sosial menampung dan merepresentasikan banyak kepentingan.[3] [4] Macam[sunting sumber] Kenduri selapanan Tujuan kenduri selapanan adalah untuk mendoakan anak tersebut (yang didoakan) terhindar dari penyakit, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, terhindar dari bencana, dan menjadi anak yang bermanfaat dalam bermasyarakat.[3] Biasanya kenduri ini diadakan setelah anak berumur 35 hari atau selapan.[3] Kenduri Suronan Tujuan diadakan kenduri suronan adalah untuk memperingati tahun jawa.[3] Biasanya tanggal 10 suro dan laksanakan oleh semua warga desa dengan membawa berkat sendiri-sendiri.[3] Kenduri Mitoni Tujuan kenduri mitoni adalah untuk memperingati kehamilan anak pertama yang masih dalam kandungan dan berumur kurang lebih tujuh bulan.[3] Kenduri Puputan Tujuan diadakan kenduri puputan adalah untuk memperingati terlepasnya tali pusar anak.[3] Biasanya dilakukan sebelum anak berumur selapan atau kalau tali pusarnya terlepas.[3] Kenduri Syukuran Tujuan diadakan kenduri syukuran adalah untuk mengucapkan rasa syukur karena yang sebuah hal yang diinginkan sudah tercapai dan orang yang mengadakan kenduri syukuran ini bersedekah dengan masyarakat sekitar.[3] Kenduri Munggahan Kenduri ini menurut cerita tujuannya untuk menaikkan para leluhur ke Surga (beberapa tempat menyebutnya dengan selamaten pati).[5] Kenduri ini ditujukan sebagai do’a untuk ahli kubur dari keluarga yang menggelar kenduri tersebut.[5] [3] Dan, kenduri ini dapat dibagi menjadi beberapa macam, yakni: kenduren/selamatan ke-3(Kenduri Telongdinanan), ke-7 (Kenduri Pitungdinanan), ke-40 (Kenduri Patangpuluhan), ke-100 (Kenduri Nyatusan), dan ke-1000 (Kenduri Nyewu) hari wafatnya seseorang.[5] [3] Kenduri Badan (lebaran/mudunan) Kenduri ini dilaksanakan pada hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 1 syawal (aboge).[5] Kenduri ini sama seperti kenduri Likuran, konon hanya tujuannya yang berbeda yaitu untuk menurunkan leluhur agar dapat bertemu dan bertegur sapa.[5] Yang membedakan hanya, sebelum kenduri badan, biasanya didahului dengan nyekar ke makam leluhur dari masing-masing keluarga.[5] Kenduri Weton Kenduri ini dinamakan wetonan karena tujuannya untuk selametan pada hari lahir (weton, jawa) seseorang.[5] Di beberapa tempat, kenduri jenis ini dilakukan oleh hampir setiap warga, biasanya satu keluarga satu weton yang dirayakan, yaitu yang paling tua atau dituakan dalam keluarga tersebut.[5] Kenduri ini di lakukan secara rutinitas setiap selapan hari (1 bulan).[5] Kenduri Sko Kenduri ini merupakan kendurian terbesar dalam masyarakat Kerinici.[6] Kenduri ini biasanya dilaksanakan setelah panen hasil sawah yang pada awalnya dilakukan untuk tujuan meningkatkan rasa kebersamaan antar sesama masyarakat yang memanen.[6] Kenduri Selikuran Tujuan diadakan kenduri selikuran adalah untuk memperingati puasa sudah 21 hari.[3] Biasanya dilaksanakan oleh semua warga desa dengan membawa berkat sendiri-sendiri.[3] Kenduri Angsumdahar Tujuan diadakan kenduri ini adalah untuk memperingati calon pengantin sebelum resmi menikah dan biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum calon pengantin tersebut menikah.[3] Tujuan diadakan kenduri ini adalah untuk memperingati calon pengantin sebelum resmi menikah dan biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum calon pengantin tersebut menikah.[3] sa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-08-31
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Berlatar belakang Korea Selatan modern fiktif yang berbentuk monarki konstitusional dari Dinasti Joseon , dikisahkan bahwa Lee Jae-ha adalah pangeran muda dan tampan namun materialistik serta tidak peduli pada politik. Tidak hanya itu Jae-ha berusaha mencari cara agar ia kelak tidak perlu naik tahta untuk menggantikan kakaknya, Raja Jae-kang . Kesal melihat Jae-ha masih bersikap belum dewasa, akhirnya Raja Jae-kang menipunya agar mau ikut latihan militer gabungan Korsel dan Korut dengan harapan bisa mendapat pelajaran untuk bertanggung-jawab atas hidupnya. Di sisi lain, Kapten Kim Hang-ah adalah perwira wanita dari pasukan khusus Korut yang juga putri Wakil Menteri dari Kementerian Unifikasi Korut pun ikut latihan gabungan tersebut. Ia adalah wanita muda yang keras dan tangguh, namun di baliknya sebenarnya Hang-ah adalah wanita pemalu yang ingin mendapat pendamping hidup yang bisa memahami dirinya. Walau pertemuan antara Jae-ha dan Hang-ah dimulai dengan awal buruk, namun tak terduga mereka akhirnya bisa menjalin persahabatan. Bahkan Jae-ha kemudian jatuh hati kepada Hang-ah. Melihat kesempatan baik untuk mendekatkan Korsel dan Korut, maka Raja Jae-kang berkeinginan untukmempertunangkan adiknya dengan Hang-ah. Pihak Korut pun menerima baik rencana raja tersebut lantaran melihat peluang besar untuk menjadikan Hang-ah sebagai mata-mata dalam keluarga kerajaan Korsel. Agar bisa diterima dalam keluarga kerajaan Korsel, maka Hang-ah berusaha belajar keras untuk menyesuaikan diri dengan tradisi kerajaan yang asing baginya. Ia berusaha membuat keluarga Jae-ha bisa menerimanya khususnya Ibu Suri. Ketika Jae-ha dan Hang-ah sedang berusaha menjembatani perbedaan mereka, tiba-tiba Raja Jae-kang dan istrinya dibunuh oleh komplotan Club M pimpinan Kim Bong-gu alias John Meyer (Yoon Je-moon) lantaran perdamaian antara Korsel dan Korut bisa mengancam prospekkbisnis perdagangan senjatanya. Namun sebenarnya John Meyer punya motivasi lain untuk membunuh Raja Jae-kang. Lantaran Raja tidak punya anak, maka Jae-ha akhirnya naik tahta sebagai raja berikutnya. Hang-ah pun memutuskan tetap mendampingi Jae-ha. Dan pada akhirnya Kim Hang Ah dan Lee Jae Ha menikah.Dan Kim Bong Goo akhirnya dibawa ke pengadilan. Melihat dan menimbang semua kejahatan yang dilakukannya, hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-08-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Nama lengkap : Mohammad Tria Ramadhani Nama panggilan : Tria Cangcut Jenis kelamin : Pria Tempat & tanggal lahir : Bandung, Juni 22, 1982 Zodiak : Cancer Pendidikan : -- Status perkawinan : Lajang

Nama lengkap : Mohammad Tria Ramadhani Nama panggilan : Tria Cangcut Jenis kelamin : Pria Tempat & tanggal lahir : Bandung, Juni 22, 1982 Zodiak : Cancer Pendidikan : -- Status perkawinan : Lajang

Last Update: 2014-01-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation