MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

google terjemahan bahasa palembang

google agensi palembang

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

saya sangat senang dilahirkan dan hidup di jawa

jjjjj

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

salah satu budaya indonesia yang terkenal di dunia internasional adalah wayang kulit. Tradisi ini biasanya ditampilkan dalam acara tertentu,

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia bahasaRaden Werkudara atau Bima merupakan putra kedua dari Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata. Tetapi ia sesungguhnya adalah putra Batara Bayu dan Dewi Kunti sebab Prabu Pandu tidak dapat menghasilkan keturunan. Ini merupakan kutukan dari Begawan Kimindama. Namun akibat Aji Adityaredhaya yang dimiliki oleh Dewi Kunti, pasangan tersebut dapat memiliki keturunan. Pada saat lahirnya, Werkudara berwujud bungkus. Tubuhnya diselubungi oleh selaput tipis yang tidak dapat disobek oleh senjata apapun. Hal ini membuat pasangan Dewi Kunthi dan Pandu sangat sedih. Atas anjuran dari Begawan Abiyasa, Pandu kemudian membuang bayi bungkus tersebut di hutan Mandalasara. Selama delapan tahun bungkus tersebut tidak pecah-pecah dan mulai berguling kesana kemari sehingga hutan yang tadinya rimbun menjadi rata dengan tanah. Hal ini membuat penghuni hutan kalang kabut. Selain itu para jin penghuni hutan pun mulai terganggu, sehingga Batari Durga, ratu dari semua makhluk halus, melapor pada Batara Guru, raja dari semua dewa. Lalu, raja para dewa itu memerintahkan Batara Bayu, Batari Durga, dan Gajah Sena, anak dari Erawata, gajah tunggangan Batara Indra, serta diiringi oleh Batara Narada jawa

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Hujan. Pada siang menuju sore hari ini, hujan terus mengguyur tanah pertiwi. Lebih tepatnya kota saya, Jakarta. Karena saya tidak tahu apakah di belahan kota sana, hujan juga turun atau tidak. Amazing. Itulah hal yang saya selalu rasakan tatkala hujan datang. Ya, semoga saja seperti itu dan memang seharusnya seperti itu. Di luar kejadian yang sering terjadi ketika hujan turun, misalnya angin besar yang menyebabkan pohon-pohon dan baliho tumbang, banjir, kadang longsor, macet dan sebagainya, saya selalu merasa amazing melihat hujan. Menatap tetesan hujan yang turun entah dari ketinggian berapa –karena saya tidak pernah tahu berapa ketinggian langit yang luas itu-. Atau merasakan bau hujan dan menghirupnya dalam-dalam. Mungkin aneh, tapi saya seperti merasakan suatu hawa baru yang sejuk dan jernih. Pernah suatu kali saya tidur telentang di sebuah lapangan pada suatu malam dan mata saya menatap pada langit luas tanpa sekat. Yang saya lihat adalah betapa langit itu benar-benar tanpa batas. Mungkin dari situlah ada pepatah yang mengatakan “gantungkan cita-cita setinggi langit”. Karena memang langit itu tidak berujung dan bercita-citalah terus tanpa henti. Dan gapailah cita-cita dengan usaha yang maksimal. Sama seperti yang saya lihat pada malam itu, langit yang luas seperti memberikan suatu atmosfer yang berbeda. Benar-benar memanjakan mata dengan pada dimensi tanpa batas. Yang seketika mengajak kita untuk bermimpi. Karena langit itu luas dan mimpi sebanyak apapun akan tertampung. Seperti kuasa Allah yang luasnya melebihi langit dan Allah akan menampung mimpi-mimpi jika kita berusaha mengejarnya. Kembali pada hujan. Butirannya yang terus membasahi bumi bagaikan saksi yang tak pernah putus saat penghuni bumi memanjatkan doa-doanya. Ya, karena setahu saya hujan adalah rahmat dan berdoa saat hujan adalah mustajab. Indah betul bukan segala ciptaan Allah ?? Saya jadi lebih merasakan amazing saat hujan ketika saya berada di atas gunung. Tempat yang sebelumnya belum pernah saya datangi tapi saya selalu merasa penasaran untuk hadir di sana. Dan kali pertama saya berkesempatan ke gunung, saya pun di sambut hujan deras. Hujan yang turun pada pendakian pertama saya dan di malam hari pula. Tak ayal, setelah sampai di atas gunung saya pun menangis karena kedinginan setelah beberapa jam tertimpa hujan. Dan parahnya lagi, saya tidak bisa ganti baju kering karena tas saya di bawa oleh teman yang masih ketinggalan di bawah. Kenangan pahit yang terasa manis. Semenjak itu saya semakin suka dengan hujan. Terlebih hujan-hujan setelahnya yang menemani saya ketika di gunung. Hujan rintik-rintik yang menemani saya bersujud di pendakian saya yang kedua. Sungguh nikmat tiada terkira. Dan tidur berkawan suara hujan yang seakan berlomba-lomba menyentuh saya, tapi toh tidak bisa karena saya berada di dalam tenda. Dan banyak lagi cerita hujan saya yang selalu amazing menurut saya. Mungkin kesenangan saya akan hujan sama seperti anak kecil yang merengek pada ibunya karena ingin main hujan. Dan ada rona bahagia yang terpancar dari wajah anak-anak kecil ketika berhasil bermain hujan meskipun dengan izin yang di paksakan dari sang ibunda. Atau kesenangan orang-orang akan hujan yang bisa membuatnya tidur lebih lelap dari biasanya dan efeknya pasti akan menimbulkan rasa malas yang luar biasa untuk bangkit memulai aktifitas di hari yang baru. Saya pun tidak jarang merasakan hal yang sama. Juga di sebuah film. Hujan menggambarkan suasana yang penuh romatisme. Dalam film India pun, tarian dan nyanyian orang yang sedang bersukaria sering di gambarkan pada saat hujan. Di film lain, hujan di jadikan saat untuk pasangan melakukan adegan romantis yang membuat para penonton seperti terbius ke dalam suasana tersebut. Kesenangan para petani yang ladang atau sawahnya menjadi subur karena air hujan atau yang mengandalkan pengairan hanya dengan air hujan. Kesenangan tukang bakso yang akan laris manis karena dagangannya bisa menambah nafsu makan siapapun yang membelinya saat hujan. Yang pasti bagi suatu daerah yang telah lama di landa kekeringan maka hujan bagaikan anugerah tak ternilai. Subhanallah. Mungkin masih sangat banyak ke-amazing-an hujan yang luput dari pantauan indera saya. Hujan adalah rahmat yang mengairi bumi Allah tanpa pilih kasih. Jika hujan saja sudah sebuah rahmat maka setelahnya pun ada bonus Allah, yaitu pelangi. Semua orang tahu jika pelangi itu indah dengan tujuh warna yang melingkupinya. Pelangi merupakan sisa pembiasan dari air hujan dan pelangi itu hanya ada setelah hujan turun. Meskipun pelangi itu tidak selalu hadir di depan mata saya. Tapi pelangi itu selalu ada. Entah di ujung kota saya, di atas gunung tempat saya menuai hikmah, atau di tempat yang saya tidak tahu di mana keberadaannya. Tapi pelangi itu bukanlah suatu fiksi terlebih imajinasi. Karena semua orang pasti pernah melihatnya walaupun tidak selalu melihatnya ketika hujan reda. Hujan memang selalu amazing. Dan Allah tidak pernah sia-sia menciptakan sesuatu. Jika di ibaratkan hujan adalah suatu permasalahan, maka pelangi adalah penyelesaiannya. Jika hujan di ibaratkan dengan mimpi-mimpi, maka pelangi adalah bukti nyata mimpi-mimpi itu.google terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-10-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia bahasa jaBabak I Intro: Musik Dangdut mengiringi masuknya Toba, si anak Yatim Piatu yang tinggal di sebelah utara Pulau Sumatera yang sangat kering dengan peralatan pancingnya. Intro diakhiri dengan musik dangdut yang berkolaborasi dengan musik pop. 1.Toba: (dengan logat batak)” Halo, Penonton. Apa kabarnya? Baik – baik sajakah? Aku ke sini mau memancing ikan. Doakan aku ya!!” (setelah menunggu kira – kira 3 jam) “Lihatlah, dari pagi aku menunggu ikan, tapi kenapa tidak ada yang tertarik dengan umpanku? Apa umpanku sudah ketinggalan zaman? Atau, sudah ada yang lebih up to date lagi dari umpanku? Perasaan, umpan ini adalah umpan yang paling up to date sekarang. Apa dewi fortuna belum mengiringi langkahku? Bagaimana aku bisa makan hari ini? Tuhan, tolonglah hambamu ini. ” 2.Toba: (mengayun tali pancing sambil melamun) 3.Toba: (ekspresi terkejut karena tiba – tiba tali pancing terasa berat) “Eh, penonton ikan apa yang tertarik dengan umpanku?” 4.Toba: “Wah, hari ini aku dapat ikan mas. Besar lagi. Cukup untuk dua hari kumakan. Para penonton, Bapak - bapak, Ibu - ibu, semua yang ada di sini, pasti kebagian ikan mas ini. Tenang saja.”(sambil mengusap ikan mas yang besar) 5.Musik dangdut dilantunkan, ikan tersebut berubah menjadi wanita berparas cantik dan anggun, dan Toba terkejut bercampur tidak percaya melihatnya? 6.Toba : “Putri dari mana kau? Dari kayangankah? Soalnya elok sekali paras kau.” 7.Putri : “Halo, penonton semua. Aku Putri. Aku dari kayangan. Aku yang punya sejarah yang suram. Dulu, saya pernah dikutuk oleh para dewa karena telah melanggar peraturan di kayangan dan telah tersurat jika saya tersentuh tangan maka saya akan berubah seperti makhluk yang menyentuh saya. Karena saya disentuh oleh manusia, maka saya menjadi manusia.” 8.Toba : “Panjang sekali cerita kau, tak mengerti aku. Ah! Sudahlah, kau pulang dulu ke rumahku nanti baru kau ceritakan ulang.” 9.Sesampainya di rumah Toba 10.Putri : “Ini rumah Abang? Berantakan sekali ya, Penonton!” 11.Toba: “Iyalah. Pasti kau kira rumahku itu bersih, aman, rapi, dan indah seperti julukan kota di seberang sana? Ya, beginilah kalau tinggal sendirian. Aku cuma di rumah itu malam hari. Sisanya, aku mengurusi ladang milik ayahku dan memancing.” 12.Putri : “Lho, ayah Aang kemana? Kenapa tidak kelihatan dari tadi?” 13Toba : Beliau sudah meninggal 3 tahun lalu, terus sebulan setelah ayahku meninggal ibuku menyusul. Eh, tapi sudahlah tak perlu kau pikirkan. Itu sudah berlalu. 14.Putri : Maaf, aku mengingatkan Abang dengan masa lalu. Ngomong – ngomong, nama Abang siapa? 15.Toba : “Aku, Toba. Kalau kau siapa? Eh, sebentar, katanya kau dari kayangan. Berarti kupanggil kau Putri saja. Lebih elok didengar orang kampung. Eh, tadi kau ngomong mau cerita lagi kenapa kau sampai bisa dikutuk jadi ikan mas. Ceritalah. Aku siap mendengar.” 16.Putri :”Ah! Sudahlah, tak perlu diingat lagi. Aku tak mau mengingat masa laluku. Tadi juga aku sudah berbagi dengan penonton dan Abang, tapi sepertinya Abang agak telat mikir. Yang penting sekarang, aku bisa menikmati rasanya menjadi seorang manusia.” 17.Toba: ”Ya, sudahlah kalau kau tak mau ceritera, yang penting penonton sudah tahu keluh-kesah kau. Biarlah aku tidak tahu. 18.Toba: ”Penonton, aku mau menyatakan cintaku dengan si Putri ya. Putri, jujur, aku jatuh cinta padamu. Paras kau yang elok dan anggun, tutur kata kau yang lembut, dan semuanya. Apa kau mau menikah denganku?” 19.Putri : “Baiklah. Aku bersedia. Tapi ada satu syarat. Biarkan penonton jadi saksi. Abang tidak boleh memberitahu bahwa aku berasal dari ikan dan saat kita punya anak nanti, abang tidak boleh menghinanya dengan sebutan anak ikan.” 20.Toba: “Kalau masalah itu kau tak perlu takut. Rahasia ini akan kujaga baik – baik. Mari, kau kukenalkan dengan orang kampung. Kujamin mereka terpesona melihat keanggunanmu. Penonton juga bisa memegang ucapanku ini.” 21.Toba: “Warga, ayo ke sini! Aku mau mengenalkan kalian dengan calon istriku yang berasal dari i……” 22.Warga kampung:”Toba, dari mana kau dapat wanita ini? Bagaimana kau bisa bertemu dengannya? Kapan ketemunya? Apa dia tersesat?” 23.Toba: (dengan logat batak yang khas) “Dia kudapat dari desa sebelah. Katanya dia tersesat. Wah kalau kalian tanya bagaimana, panjang ceriteranya, aku sendiri sampai tidak mengerti bagaimana aku bisa bertemu dengan wanita berparas anggun ini. Aku salah satu orang yang lebih dari beruntung dapat menikahinya.” Babak II 24.Toba dan Putri telah menikah dan Toba sudah pindah rumah. 25.Toba: (masih dengan logat batak yang kental) “Putri, terimakasih sekali, karena kau aku bisa tinggal di rumah moderen seperti ini. Tidak seperti rumahku yang dulu. Sekali lagi terimakasih, Putri. Penonton, aku sekarang jadi orang kaya yang bertempat tinggal di rumah moderen, walaupun sikapku masih kampungan. Maklum, aku lahir, besar, dan akan tua di kampung.” 26.Putri: “Abang, tidak perlu sungkan. Yang penting, sekarang kita bahagia. Iya, kan, Penonton?” 27.Toba: “Betul ‘kali kau.” 28.Putri: (mengerahkan kesaktian yang dimilikinya) “Abang, ini adalah pemberianku yang terakhir. Setelah ini, kesaktianku akan hilang. Dan, aku tidak bisa memberikanmu sesuatu yang berharga lagi. Pergunakan pemberianku yang terakhir ini dengan sebaik – baiknya. Penonton, kalian sudah melihat apa yang kuberikan pada suamiku. Selanjutnya, kuingin kalian memantau suamiku. Kalau dia nakal, lapor ke saya, biar saya lapor ke Pak RT.” 27.Toba:”Kau tak perlu takut. Aku pasti menggunakannya untuk hal – hal yang bermanfaat. Kau juga tak perlu ragu, aku tidak akan menyia – nyiakanmu, karena kau, aku bisa sukses. Kalau tidak ada kau, mungkin aku masih kerja sendirian di ladang sekarang. Penonton kalau nakalnya cuma sedikit, tak perlu dilaporkan. Nanti aku yang susah. Setuju?” Babak III 29.Toba dan Putri dikaruniai bayi laki – laki yang lucu. 30.Toba:”Nang, ning, ning, nang, ning, nung. Putri, kau lihat anak kita lucu ‘kali.” “Penonton, lihat, aku sudah jadi bapak sekarang.” 31.Putri:”Iya, Bang. Ngomong – ngomong, anak kita dikasih nama apa, Bang? Abang masih telmi ya, Penonton, padahal sudah mau jadi ayah dari anakku” 32.Toba:”Anakku yang lucu, kuberi nama kau “Samosir”. Putri dan penonton, setuju?” 33.Putri:”Samosir, nama yang bagus. Cocok untuk anak kita, Bang. 34.Samosir:”Halo, penonton, aku Samosir, anak Pak Toba dan Bu Putri. Salam kenal!” Babak IV 35.Anak itu tumbuh menjadi anak yang tampan, tetapi anak ini punya kebiasaan buruk, ia sering merasa lapar. Hal ini seringkali membuat Toba marah. 36.Toba: (berteriak sambil setengah marah)”Putri, kau tidak masak hari ini? Bagaimana kau ini? Tak malu kau dilihat penonton sebanyak ini. Kau juga tidak tahu aku lelah pulang kerja. Ternyata, sampai rumah aku harus marah lagi.” 37.Putri: “Maaf, Bang. Tadi Samosir merasa sangat lapar. Jadi, bekal buat Abang dimakan sama Samosir. Ini mau saya buatkan lagi bekal untuk Abang. Ditunggu ya, Bang. 38.Toba: (masih setengah marah) Ya, sudah kutunggu. Tapi, lain kali awas kau begitu.” “Mana si Samosir?” “Samosir, ke mana kau? Sudah kenyang kau makan, Nak? Enak kau makan jatah punya ayahmu ini? Kau, tahu ayahmu ini lelah, letih, dan lesu. Kau enak saja makan punya ayahmu ini.” 39.Samosir:”Maaf, Ayah. Tadi, Samosir sangat lapar. Jadi, Samosir makan punya ayah.” 40.Toba:”Ya sudah, ayah maafkan. Tapi kau janji lain kali, tidak boleh mengambil milik orang lain. Itu tidak lebih dari pencuri. Mengerti?” 41.Samosir:”Iya, Ayah. Samosir, janji.” 42.Toba:”Bagus.” 43.Hal ini berlangsung terus sampai akhrnya kesabaran Toba sudah melampaui batas 44.Toba: (dengan nada marah) “Samosir, apa yang waktu itu kau janjikan kepada aku? Kau melanggar janjimu. Sekarang, aku harus menghukummu.” “Kau tidak boleh tidur di rumah ini, sebelum kau bisa merubah tabiat burukmu itu.” 45.Putri: (sambil menangis)”Jangan, Bang!” “Samosir masih kecil, kalau Samosir sakit bagaimana, Bang? Apa Abang tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan Samosir jika Abang melakukan ini. Samosir tak berdaya, Bang. Dia masih kecil. 46.Toba: (masih dengan nada marah) “Ini jadinya kalau anak ini terus dimanja. Dia selalu bertindak sesuka hati, tidak memikirkan orang lain. Kalian berdua sama saja.” 47.Putri: (dengan nada memelas) “Sekarang terserah pada Abang! Kalau Abang ingin menghukum Samosir. Silahkan! Tapi, Abang harus turuti permintaan saya. Saya minta Abang tidak mengusir Samosir dari rumah. Hanya itu permintaan saya.” 48.Toba: (marah agak mereda) “Samosir, karena ibumu yang meminta, Ayah tidak bisa menolak. Ayah tidak jadi mengusirmu. Tapi kau tetap harus menjalani hukumanmu.” “Selama seminggu, kau tidak kuizinkan tidur di kamar. Tempat tidurmu di gudang.” “Mengerti?” 49.Samosir: (sambil menangis) “Iya, Ayah. Samosir mengerti.” 50.Empat bulan berlalu, Samosir yang sudah bebas dari hukumannya, masih dengan kebiasaannya yang sering lapar. Kali ini, kemarahan Toba sudah memuncak. 51.Toba: (sangat marah) “Samosir, di mana kau?” 52.Samosir: “Aku di sini Ayah. Ada apa Ayah memanggilku?” 53.Toba: “Jangan banyak bertanya kau! Apakah kau makan lagi bekal untuk Ayah?” 54.Samosir: “Maaf, Ayah! Tadi, Samosir sangat lapar, terpaksa Samosir makan bekal Ayah?” 55.Toba: (menarik telinga Samosir sambil membawanya ke luar rumah) “Kau tahu Ayah dari mana? Kau tahu Ayah ini bekerja di ladang, Banting tulang. Kau seenaknya saja makan bekal Ayah. Sekali, dua kali sudah Ayah maafkan, tapi ini sudah berulang kali. Kau tahu itu bukan? 56.Samosir: (menangis) Maaf, Ayah! Samosir akan mencoba untuk tidak mengulanginya lagi. Jangan hokum Samosir lagi Ayah. 57.Toba: “Sudah! Tak ada lagi kata maaf buat anak nakal seperti kau!” “Dasar anak kurang ajar. Tidak tahu diuntung. Betul-betul kau anak keturunan perempuan yang berasal dari ikan!!” 58. Sambil menangis, Samosir berlari pulang menemui ibunya di rumah. Kepada ibunya dia mengadukan bahwa dia dipukuli ayahnya. Semua kata-kata cercaan yang diucapkan ayahnya kepadanya di ceritakan pula. Mendengar cerita anaknya itu, si ibu sedih sekali, terutama karena suaminya sudah melanggar sumpahnya dengan kata-kata cercaan yang dia ucapkan kepada anaknya itu. 59.Putri: (terkejut mendengar cerita Samosir) Anakku, apakah kau berkata jujur? Apakah kau tidak membohongi Ibu? 60.Samosir: “Tidak, Bu. Apa benar aku ini anak ikan, Bu? Jawab, Bu! 61.Putri: “Sekarang, Ibu minta kau untuk tidak mempedulikan perkataan Ayahmu.” “Segeralah pergi mendaki bukit yang terletak tidak begitu jauh dari rumah kita dan kau harus memanjat pohon kayu tertinggi yang terdapat di puncak bukit itu.” 62.Samosir: “Baik, Bu!” 63. Samosir segera melakukan perintah ibunya itu. Dia berlari-lari menuju ke bukit yang dimaksud ibunya dan mendakinya. 64. Ketika tampak oleh ibunya bahwa Samosir sudah hampir sampai ke puncak pohon kayu yang dipanjatnya di atas bukit , dia pun berlari menuju sungai yang tidak begitu jauh dari rumah mereka itu. 65. Putri: (sambil berlari ke arah sungai) “Sudah tidak ada lagi yang bisa kupercaya. Toba sudah berkhianat!” 66. Akhir cerita, Putri tiba di tepi sungai itu, kilat menyambar disertai bunyi guruh yang megelegar. Sesaat kemudian, ia melompat ke dalam sungai dan tiba-tiba berubah menjadi seekor ikan besar. Pada saat yang sama, sungai itu pun banjir besar dan turun pula hujan yang sangat lebat. Beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Toba tak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. Lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang di kemudian hari dinamakan orang Danau Toba dan Pulau kecil di tengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.wa

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-10-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kelebihan dan Kharisma Bung karno sebagai Presiden RI pertama beliau memiliki berbagai kompetensi yang bahkan sulit ditandingi oleh orang pada umumnya yaitu menguasai lebih dari 7 bahasa mancanegara, ahli dalam bidang arsitektur dan menguasai ilmu-ilmu politik maupun sejarah, selain itu Soekarno juga terkenal sebagai Orator ulung yang tiada duanya. jadi Soekarno adalah figur tepat Pemimpin Bangsa Indonesia pada masanya.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sejarah Pandawa Lima Kisah pewayangan merupakan kisah legendaris bagi masyarakat hindu. Di india maupun di Indonesia semasa nusantara dibawah jaman kerajaan hindu kisah tersebut mengakar dalam cerita rakyat, juga berkembang menjadi budaya di masyarakat nusantara. Seperti kitab Bharatayudha karangan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. kisah2 tersebut kemudian berakulturasi dengan kebudayaan jawa, dan diceritakan kembali dalam kisah pewayangan, meskipun mengalami sedikit perbedaan. Cerita filosofi wayang yang merupakan budaya hindu tersebut mulai menjadi filosofi jawa, yang digelar dalam acara2 penting pada masyarakat jawa. Pada masa kecilku, masih banyak sekali pertunjukan wayang digelar untuk merayakan upacara khitanan, perkawinan, ulang tahun instansi, atau pesta adat jawa. namun saat ini kebudayaan wayang sudahmulai tergradasi dengan budaya modern. Bioskop, Televisi, Playstation, dan berbagai teknologi baru, telah menggantikan hiburan massal seperti pertunjukan wayang. Budaya wayang dekat dengan masa kecilku, membuat kisah filosofisnya masih melekat dalam benakku. Pada tanggal 7 November 2003, wayang dianugerahi oleh UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga(Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Kisah Baratayudha, sebuah kisah pertempuran antara bala Pandawa dan Kurawa di Kurusetra, meninggalkan sepenggal legenda heroik yang sarrat makna. Pandawa yang merupakan Putra Pandu, terdiri dari 5 orang kesatria yang melambangkan kebaikan dan 5 sifat kesempurnaan manusia (khususnya pria). YUDHISTIRA Dalam pewayangan jawa lebih sering dikenal dengan Puntadewa, merupakan putra pertamapandawa yang memiliki sifat paling Jujur. dalam kisahnya Dia diceritakan tidak pernah berbohong selama hidupnya. Dia juga disebut Satria dari Amarta. Yudisthira adalah pemegang hak waris tahta Hastinapura yang sesungguhnya, karena ayahnya Pandu menitipkan Hastinapura kepada Destarata adiknya yang juga merupakan ayah para Korawa. Namun karena ketamakan Korawa, Pandawa menjadi teraniaya dan sering ditipu. BIMA Dalam pewayangan jawa Werkudara atau Bimasena, merupakan putra kedua Pandawa yang paling perkasa dan pemberani, tempramental namun mencintai kebenaran, ia dikenal denganGada Rujakpolo sebagai senjatanya yang paling terkenal. Werkudara adalah satria dari Jodiphati, wilayah dari Amarta. Dia menganggap semua orang sama derajadnya, sehingga dalam cerita pewayangan jawa, dia tidak pernah bicara dalam Bahasa Krama Inggil (bahasa jawa yang nilai rasanya paling halus) juga tidak pernah duduk ketika berbicara dengan orang lain. sifat khasnya yang lain, dia tidak suka berbasa-basi dalam berbicara, tanpa tading aling-aling dan tidak pernah menelan kembali ludahnya sendiri. ARJUNA dikenal juga dengan nama Janaka atau Permadi, diceritakan memiliki wajah yang rupawan, romantis, dan pecinta ulung dengan panah pasopati sebagai senjatanya. dalam berbagai kisah roman masa kini, kisah arjuna banyak dijadikan inspirasi percintaan para sastrawan. Janaka merupakan Satria dari Madukara. Arjuna memiliki banyak istri, yang paling terkenal adalah Sembadradan Srikandi. Sembadra memiliki sifat yang lembut, lemah gemulai, anggun dan santun. sedangkan Srikandi memiliki sifat lincah, enerjik, bahkan ikut bertempur di Baratayudha bahu-membahu bersama suaminya. maka dalam masyarakat masa kini wanita karir dengan segudang prestasi sering dikiaskan dengan Srikandi istri sang Arjuna. Meskipun tampan dan rupawan, Arjuna merupakan kesatria tanpa tanding, selalu menang dalam setiap pertempuran. untuk itu dia juga pernah dijuluki Wijaya yang berarti tidak pernah kalah. dan yang terakhir adalah si kembar Nakula dan Sadewa merupakan saudara tiri dari ketiga pandawa sebelumnya. NAKULA mempunyai watak setia, taat, belas kasih, tahu membalas budi dan dapat menyimpan rahasia. dia memiliki kelebihan dalam ilmu pengobatan. dikisahkan dia memiliki ingatan yang tidak terbatas, sehingga dapat mengingat semua hal yang pernah ia alami. SADEWA Sadewa dikisahkan memiliki sifat bijak dan pintar. jika Nakula saudara kembarnya memilikiingatan masa lalu yang kuat, sadewa memiliki penglihatan masa depan karena Sadewa adalah seorang ahli perbintangan yang ulung (ramalan) dan dianggap mengetahui kejadian yang akan terjadi dalam Mahabharata namun ia dikutuk bahwa apabila ia membeberkan apa yang diketahuinya, kepalanya akan terbelah. Maka dari itu, selama dalam kisah ia cenderung diam saja dibandingkan dengan saudaranya yang lain. Sadewa jugalah dengan kepintarannya akhirnya yang berhasil membunuh Sengkuni, paman dan penasihat Korawa yang paling pintar (licik). Dalam kisah Baratayudha, seteru pandawa adalah Korawa dengan Duryudana sebagai putra sulungnya, merupakan seratus bersaudara laki-laki yang merupakan sepupu pandawa. seratus berarti banyak maka Kurawa merupakan filosofis dari Tamak dan Serakah. Dalam kisah Baratayudha lahir pula berbagai sosok pahlawan yang gugur di medan Kurusetra. ABIMANYU Abimanyu: Tokoh yang sering terdengar namanya ini adalah putra Arjuna dari Dewi Sembadra,merupakan sosok yang lembut, namun keras hati. dia seorang yang cerdik, ahli strategi, dan patuh kepada ayahnya. Pada hari ketiga belas perang Bharatayuddha, Abimanyu tewas dalam formasi Chakrayuha korawa yang sebenarnya digunakan untuk menjebak Pandawa yang begitu tangguh. namun Abimanyu yang berhasil memporakporandakan formasi korawa malah tertinggal dalam Chakrayuha sendirian, karena para pandawa yang lain dipancing keluar. dengan gagah berani Abimanyu bertarung seperti banteng terluka menjelang ajalnya di medan Kurusetra. Bahkan sempat menewaskan Laksamana, Putra kesayangan Duryudana. Abimanyu merupakan sosok pejuang sampai titik darah penghabisan. GATOTKACA Gatotkaca merupakan putra Bima dengan dewi Arimbi, kesatria sakti mandraguna dari Pringgodani. dikisahkan sebagai seorang manusia setengah raksasa yang gagah perkasa, memiliki sifat pemberani rela berkorban, dan pantang menyerah. Ketika lahir, ia di masukkan dalam kawah candradimuka sehingga benar2 menjadi kesatria yang tertempa. Dia bisa terbang, memiliki otot kawat balung wesi (otot kawat tulang besi). Gatotkaca memiliki dua orang saudara tiri yang juga sangat sakti yaitu Antareja dan Antasena, namun kedua saudaranya tersebut meningal sebelum perang baratayudha. Gatotkaca tewas oleh Adipati Dorna dengan satu-satunya senjata yang bisa membunuhnya yaitu Kuntawijayadanu, sebuah keris yang digunakan untuk memoton tali pusarnya sewaktu lahir. Dan di hari tewasnya Gatotkaca menukar nyawanya dengan seribu nyawa pasukan Korawa.

artinya dalam bahasa jawa mana

Last Update: 2014-10-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kemarin mereka menjalani beberapa agenda. Yakni, mengisi acara liveprogram-program di Antv dan TV One. Para penggemar mengetahui hal tersebut. Karena itu, sejak pagi mereka memadati kantor Antv. Mereka histeris ketika satu per satu pemain dipanggil untuk tampil. Rohit, Saurav, Shaheer, Vin, Lavanya, Aham, dan Arpit sangat antusias. Mereka meneriakkan kalimat dalam bahasa Indonesia seperti ’’aku cinta Indonesia, aku sayang Indonesia, kalian cantik, apa kabar, dan terima kasih’’. Shaheer dan Aham bahkan menyempatkan berfoto selfie berlatar para fans dan mengunggahnya di akun media sosial mereka. ’’Senang sekali bisa datang di Indonesia. Bermain di Mahabharata dan dikenal banyak orang rasanya luar biasa. Ini sangat mengagumkan,’’ ungkap Shaheer sambil sesekali melambai kepada fans. Mereka bilang dua hari di Jakarta sudah kepincut makanan lokal seperti gado-gado dan sate. Shaheer dan Saurav sangat menyukainya. Dalam temu media kemarin, mereka berbagi suka-duka saat menjalani syuting Mahabharata. Mereka mengungkapkan, kostum yang dikenakan sangat berat. Lalu, cuaca sering tidak bersahabat. Terkadang panas sangat menyengat, tidak jarang pula angin dingin berembus kencang. Belum lagi mereka harus berlatih untuk memainkan senjata seperti panah dan gada yang membutuhkan keahlian serta detail ekspresi. Saurav menyatakan, saat adegan bertengkar, mereka beberapa kali terbawa emosi. Misalnya, ketika adegan Drupadi diculik orang suruhan Duryodana. Saurav yang berperan sebagai Bima merasa benar-benar emosional ketika melihat perempuan yang dicintainya itu diculik. Dia melakukan adegan berkelahi dengan sungguh-sungguh. Bahkan, efeknya masih terasa hingga syuting selesai. ’’Tidak gampang memakai kostum yang sangat berat itu. Karena banyak adegan berkelahi, kami juga sering mengalami sakit-sakit. Apalagi bahasa yang digunakan di Mahabharata adalah Hindi. Sangat berbeda dengan bahasa kami sekarang, Hindustani,’’ tambah Rohit dan Aham. Hari ini kegiatan mereka adalah berlatih untuk Mahabharata Show di Taman Mini Indonesia Indah pada Jumat (3/10). Sabtu pagi (4/10), mereka dijadwalkan meet and greet dengan fans di Gandaria City, Jakarta Selatan. Minggu (5/10) mereka terbang ke Bali. Di sana, mereka dijadwalkan bertemu petinggi Bali sekaligus menikmati keindahan Pulau Dewata. Rabu (8/10) mereka pulang ke India dari Bali. Khusus untuk Shaheer, dia akan lebih lama tinggal di Jakarta. Pemeran Arjuna tersebut bakal berada di Indonesia sekitar tiga bulan. ’’Dia akan tinggal di sini lebih lama untuk program Panah Cinta Arjuna,’’ jelas Direktur Antv Otis Hahijary. Otis juga membocorkan bahwa mereka akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya tengah menyiapkan serial berjudulPandawa Lima yang dibintangi mereka. Syuting pun dilakukan di Indonesia.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

perkenalkan nama saya mundhofar dari kelas 10 TKR , sekolah saya di SMK N JATENG di BPDIKJUR Prov.Jateng saya masuk smk di jurusan otomotif, guru-guru yang mengajar dalam bidang otomotif yaitu ada Pak Sugiarto, Pak Tatang,pak trubus mereka yang membimbing saya pada saat saya praktik kejuruan. saya praktik di bengkel otomotif, di smk n jateng bengkel otomotif mempunyai 3 yaitu ada bengkel TUK motor,TUK mobil, dan yang satunya lagi bemgkel untuk mesin-mesin diesel. Di bengkel Tuk motor ada belasan motor yang biasa digunakan guru-guru untuk uji kompetensi , dan bengkel TUK mobil juga biasa dijadikan untuk uju kompetensi. dan bengkel yang biasa digunakan siswa pada saat praktik di bengkel mesen-mesin diesel, dibengkel mesin-mesin diesel terdapat beberapa jenis tipe tipe mesin diesel. ketiga bengkel yang dimiliki kejuruan otomotif selalu bersih, karena setiap siswa-siswi selesai praktik diwajibkan untuk membersihkannya, sampai pada waktu lomba tujuh belasan mendapatkan juara satu . bengkel yang dimiliki kejuruan juga biasah digunakan untuk prakkin para siswa-siswa smk yang lain.letak ketiga bengkel tersebut yang bengkel mesin-mesin diesel berada di sebelah timur yang dekat dari asrama putri dekat juga dengan jalur rel kereta api, dan yang kedua bengngkel TUK mobil dan motor itu bersebelahan . ketiga bengkel tersebut berdekatan semua. cukup sekian yang dapat saya deskripsikan tentang bengkel otomotif saya. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia perkenalkan nama saya mundhofar dari kelas 10 TKR , sekolah saya di SMK N JATENG di BPDIKJUR Prov.Jateng saya masuk smk di jurusan otomotif, guru-guru yang mengajar dalam bidang otomotif yaitu ada Pak Sugiarto, Pak Tatang,pak trubus mereka yang membimbing saya pada saat saya praktik kejuruan. saya praktik di bengkel otomotif, di smk n jateng bengkel otomotif mempunyai 3 yaitu ada bengkel TUK motor,TUK mobil, dan yang satunya lagi bemgkel untuk mesin-mesin diesel. Di bengkel Tuk motor ada belasan motor yang biasa digunakan guru-guru untuk uji kompetensi , dan bengkel TUK mobil juga biasa dijadikan untuk uju kompetensi. dan bengkel yang biasa digunakan siswa pada saat praktik di bengkel mesen-mesin diesel, dibengkel mesin-mesin diesel terdapat beberapa jenis tipe tipe mesin diesel. ketiga bengkel yang dimiliki kejuruan otomotif selalu bersih, karena setiap siswa-siswi selesai praktik diwajibkan untuk membersihkannya, sampai pada waktu lomba tujuh belasan mendapatkan juara satu . bengkel yang dimiliki kejuruan juga biasah digunakan untuk prakkin para siswa-siswa smk yang lain.letak ketiga bengkel tersebut yang bengkel mesin-mesin diesel berada di sebelah timur yang dekat dari asrama putri dekat juga dengan jalur rel kereta api, dan yang kedua bengngkel TUK mobil dan motor itu bersebelahan . ketiga bengkel tersebut berdekatan semua. cukup sekian yang dapat saya deskripsikan tentang bengkel otomotif saya.

Last Update: 2014-10-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Suku Tengger Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Suku Tengger Pendeta Tengger pada masa Hindia Belanda Pendeta Tengger pada masa Hindia Belanda Jumlah populasi 500.000. Kawasan dengan populasi yang signifikan gunung Bromo, Jawa Timur Bahasa bahasa Jawa Agama Sebagian besar Hindu dan minoritas beragama Islam, Buddha, dan Kristen. Kelompok etnik terdekat suku Jawa, Suku Bali Suku Tengger (IPA: /tənggər/) adalah sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo, Jawa Timur, yakni menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan, Lumajang, Probolinggo, dan Malang. Suku Tengger merupakan sub suku Jawa menurut sensus BPS tahun 2010.[1] Daftar isi 1 Asal nama 2 Agama 3 Budaya 4 Lihat pula 5 Rujukan Asal nama Ada 3 teori yang menjelaskan asal nama Tengger: Tengger berarti berdiri tegak atau berdiam tanpa gerak, yang melambangkan watak orang Tengger yang berbudi pekerti luhur, yang harus tercermin dalam segala aspek kehidupan. Tengger bermakna pegunungan, yang sesuai dengan daerah kediaman suku Tengger. Tengger berasal dari gabungan nama leluhur suku Tengger, yakni Roro Anteng dan Joko Seger. Agama Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger, yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger". Perasaan sebagai satu saudara dan satu keturunan Roro Anteng-Joko Seger itulah yang menyebabkan suku Tengger tidak menerapkan sistem kasta dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Bagi suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara yakni Pura Luhur Poten Bromo dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Upacara adat lain yang diamalkan masyarakat Tengger adalah unan-unan, leliwet, entas-entas, dll.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Artikel tentang Kebudayaan Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia. “Kebudayaan didefinisikan sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterprestasikan lingkungan dan pengalamanya, serta menjadi landasan bagi tingkah-lakunya. Dengan demikian, kebudayaan merupakan serangkaian aturan-aturan, petunjuk-petunjuk, rencana-rencana, dan strategi-strategi yang terdiri atas serangkaian model-model kognitif yang dipunyai oleh manusia, dan digunakannya secara selektif dalam menghadapi lingkungannya sebagaimana terwujud dalam tingkah-laku dan tindakan-tindakannya.” Kebudayaan dapat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasi lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi pedoman bagi tingkah lakunya. Suatu kebudayaan merupakan milik bersama anggota suatu masyarakat atau suatu golongan sosial, yang penyebarannya kepada anggota-anggotanya dan pewarisannya kepada generasi berikutnya dilakukan melalui proses belajar dan dengan menggunakan simbol-simbol yang terwujud dalam bentuk yang terucapkan maupun yang tidak (termasuk juga berbagai peralatan yang dibuat oleh manusia). Dengan demikian, setiap anggota masyarakat mempunyai suatu pengetahuan mengenai kebudayaannya tersebut yang dapat tidak sama dengan anggota-anggota lainnya, disebabkan oleh pengalaman dan proses belajar yang berbeda dan karena lingkungan-lingkungan yang mereka hadapi tidak selamanya sama. Budaya yang Hilang Lagu Rasa Sayang-sayange diklaim oleh Pemerintah Malaysia Rasa Sayange atau Rasa Sayang-Sayange adalah lagu daerah yang berasal dari Maluku, Indonesia. Lagu ini merupakan lagu daerah yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat Maluku. Lagu ini digunakan oleh departemen Pariwisata Malaysia untuk mempromosikan kepariwisataan Malaysia, yang dirilis sekitar bulan Oktober 2007. Sementara Menteri Pariwisata Malaysia Adnan Tengku Mansor mengatakan bahwa lagu Rasa Sayange merupakan lagu kepulauan Nusantara (Malay archipelago)[1], Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bersikeras lagu “Rasa Sayange” adalah milik Indonesia karena ia merupakan lagu rakyat yang telah membudaya di provinsi Maluku sejak leluhur, sehingga klaim Malaysia itu adalah salah.[2]. Bagaimanapun, bukti tersebut akhirnya ditemukan. ‘Rasa Sayange1′ diketahui direkam pertama kali di perusahaan rekaman Lokananta Solo 1962. [3] Pada tanggal 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia [4]. Namun, ada beberapa sumber yang mengatakan bahwa Malaysia menyebutkan bahwa mereka mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik bersama, maksudnya warisan milik bersama bangsa Melayu, antara Indonesia dan Malaysia[5]. Tentang bukti rekaman “Rasa Sayange”, bukti lagu tersebut direkam oleh PT Lokananta, Solo, Indonesia pada tanggal 1962 dalam piringan hitam Gramophone [6]. Rekaman master dari piringan ini masih disimpan oleh PT Lokananta. Ini dikenal sebagai rekaman pertama terhadap lagu ini. Piringan hitam tersebut didistribusikan sebagai souvenir kepada partisipan Asian Games ke 4 tahun 1962 di Jakarta, dan lagu “Rasa Sayange” adalah salah satu lagu rakyat Indonesia di piringan tersebut, bersama dengan lagu etnis lain Indonesia seperti Sorak-sorak Bergembira, O Ina ni Keke, dan Sengko Dainang. Desain Grafis Perak Asli Bali Rasa terambilnya desain garafis perak asli Bali ini muncul ketika seorang warga bali yang menjaul hasil karyanya ke konsumen luar negeri. Namun tanpa diketahui konsumentersebut malah mematenkan hasil karya tersebut sebagai desain dari luar negeri, sehingga ketika warga Bali ini hendak mengekspor hasil karyanya ternyata dia harus beurusan dengan WTO karena dianggap telah melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Sesungguhnya desain tersebut telah dimiliki dan merupakan warisan dari leluhur masyarakat Bali itu sendiri. Namun ada juga kejadian perebutan hak paten yang terjadi di dalam negeri ini sendiri yang dimana kedua belah pihak telah mematenkan hak ciptanya. Namun salah satu pihak menganggap bahwa karya lainnya merupakan plagiat dari hasil karya yang telah mereka buat. Tari Reog Ponorogo dengan Tari Barongan Malaysia Dikisahkan di dalam Asal Usul Reog Ponorogo telah terjadi pertempuran antara Raja Ponorogo dengan Singa Barong penjaga hutan Lodoyo. Pujangga Anom nama raja itu telah membangunkan dan membuat marah singa tersebut, karena mencuri 150 anak macan dari hutan Lodoyo. Anak-anak macan itu rencananya akan dia gunakan sebagai mas kawin pernikahannya dengan seorang puteri dari Raja Kadiri. Pertempuran antara Pujangga Anom dan singa penjaga hutan Lodoyo kemudian tak terelakkan. Kisah itu lalu menjadi legenda pada rakyat Ponorogo dan sekitarnya tentang keberanian dan ketabahan orang-orang Ponorogo dan diwujudkan dalam bentuk tarian Reog. Dalam tarian Reog para penari bukan saja menampilkan gerakan-gerakan badan yang mempesona namun juga menyertakan suasana magis. Para penari dipercaya berada dalam keadaaan kesurupan meskipun yang sesungguhnya terjadi mereka mendahului tarian Reog dengan ritual puasa dan semedi. Adegan ketika seorang penari memanggul topeng besar berupa kepala singa yang di atasnya dihiasai dengan bulu merak adalah salah satu contoh kuatnya aroma magis tersebut. Barongan Malaysia tidak seperti itu dan itulah yang membedakan tarian itu dengan Reog dari Ponorogo. Mungkin tema tariannya agak mirip meskipun harus dikatakan antara keduanya terdapat perberbedaan yang jauh. Namun andai pun dianggap mirip, hal itu hanya terletak pada temanya yang mengusung tema singa atau macan. Tema semacam itu juga bisa dijumpai dalam tarian Sisingaan dari Kuningan Jawa Barat dan Barongsai tarian khas Cina. Dan jika dilihat dari filosofinya, Barongan Malaysia cenderung bernuansa keagaamaan (penyebaran Islam) sementara filosofi Reog adalah keberanian dan ketabahan. Tempe yang diklaim oleh WN Jepang Tercatat ada 19 paten tentang tempe, di mana 13 buah paten adalah milik AS, yaitu: 8 paten dimiliki oleh Z-L Limited Partnership; 2 paten oleh Gyorgy mengenai minyak tempe; 2 paten oleh Pfaff mengenai alat inkubator dan cara membuat bahan makanan; dan 1 paten oleh Yueh mengenai pembuatan makanan ringan dengan campuran tempe. Sedangkan 6 buah milik Jepang adalah 4 paten mengenai pembuatan tempe; 1 paten mengenai antioksidan; dan 1 paten mengenai kosmetik menggunakan bahan tempe yang diisolasi. Paten lain untuk Jepang, disebut Tempeh, temuan Nishi dan Inoue (Riken Vitamin Co. Ltd) diberikan pada 10 Juli 1986. Tempe tersebut terbuat dari limbah susu kedelai dicampur tepung kedele, tepung terigu, tepung beras, tepung jagung, dekstrin, Na-kaseinat dan putih telur. Makanan Daerah yang tergantikan oleh makanan dari Luar Negeri Sekarang ini banyak sekali makanan daerah yang tergantikan terutama didaerah pariwisata. Sebenarnya tidak ada kerugian yang akan dialami oleh negara, namun jika dilaihat dari segi lain maka akan merugikan karena para penerus bangsa mendatang mungkin tidak akan tahu apa makanan daerah yang mereka miliki. Penyebab utamanya yaitu danya investor asing yang ingin memajukan perekonomian daerah pariwisata dengan membangun restoran cepat saji ataupun sejenis kedai junkfood. Masyarakat sekarang ini khususnya anak – anak muda, berpikir makanan daerah sudah ketinggalan jaman sehingga mereka berusaha untuk mengikuti tren yang ada. Semua itu tak lain juga akibat dari globalisasi apalagi sarana dan prasarana telah memadai bahkan terpenuhi. sumber : http://farisasbsb.blogspot.com/2009/12/artikel-ilmu-budaya-dasar.html Pendapat penulis tentang kebudayaan di Indonesia Melihat fenomena – fenomena yang terjadi tentang kebudayaan di negara kita ini, Indonesia, sudah mulai ke arah yang waspada. Contohnya saja lagu daerah milik Indonesia yang diaku – aku oleh negara tetangga, yaitu Malaysia. Mereka mengaku bahwa lagu tersebut berasal dari negara mereka sendiri. Padahal ada bukti otentik yang menjelaskan bahwa lagi tersebut pertama kali direkam di Indonesia yaitu di daerah Solo, Indonesia. Namun juga ada kabar bahwa pihak Malaysia berargumen bahwa lagu ini adalah lagu milik bersama. Tetapi tidak terdengar penyelesaian yang begitu jelas antar 2 negara. Tidak hanya di sektor lagu saja, banyak hal lain yang diperebutkan oleh negara lain. Dari sektor makanan, di Indonesia juga sudah mulai dimasuki oleh produk – produk luar seperti makanan siap saji ( junk food ). Memang dengan berdirinya tempat makan ini akan menambah aset negara, namun jika dilihat dari sisi generasi penerus bangsa mereka akan terbiasa dengan masakan – masakan ini dan tidak mengetahui tentang masakan tradisional sendiri. Investor – investor asing jaman sekarang sudah mulai maju dengan membuat dagangan mereka lebih menarik sehingga banyak anak – anak remaja yang mengonsumsinya. Anak – anak remaja sekarang akan merasa kuno jika disuruh memakan makanan – makanan tradisional. Inilah hal yang harus dipertanggungjawabkan mengenai pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. Mengapa kita harus selalu mengikuti jalur yang seperti ini ?. Apakah budaya asing dapat memberikan solusi tentang perbaikan jati diri setiap manusia khususnya siswa yang duduk di bangku sekolah ?. Karakter manusia itu berbeda-beda karena ini semua tergantung oleh sifat dan watak perilakunya masing-masing. Pada dasarnya dalam menyikapi tentang persoalan yang demikian ini kita justru cenderung pada bagaimana upaya penanggulangannya agar supaya jati diri kita sebagai manusia yang sejati tidak rusak. Fenomena alam sudah terlihat adanya musibah dimana-mana dari sinilah kita menginstropeksi diri tentang apa kesalahan kita karena dari sini kita dapat menggali dalam dalam bahwa sebenarnya yang patut disalahkan itu pihak asing ataukah kita sendiri. Insight terhadap anak didik khususnya remaja yang cenderung melakukan tindakan anarkhis dengan jalan kekerasan lewat cara entah itu tawuran,perkelahian perkosaan sampai berujung kriminal. Inilah remaja yang suka seenaknya sendiri. Apakah kita harus mencontoh mereka juga?. Tidak, dalam hal ini sudah diupayakan lewat jalan observasi di sekolah-sekolah yang intinya juga sama. Dimanapun sekolah yang terfavorit ataupun yang biasa juga melakukan tindakan kekerasan. Generasi muda menjadi mlempem, atau seperti hewan undur-undur yang jalannya mundur yang artinya dia jika berhadapan dengan orang jujur tidak mau jujur sehingga mampu menutupi kebohongannya. Jaman ini semakin berubah sampai berubahnya tidak mampu untuk bisa mengontrol mengenai manusia yang tinggal dibumi ini. Sebenarnya bumi langit adalah titipan dari yang maha kuasa tanpa Tuhan menciptakan bumi langit dan isi-isinya kita tidak mungkin bisa hidup.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

ARTIKEL MENARA MASJID KUDUS *Menara Masjid Kudus Tidak dapat diketahui dengan pasti kapan menara menjadi bagian dari bangunan masjid. Karena, pada awal kemunculan masjid kuno tidak ditemukan adanya bangunan menara. Kebutuhan akan menara muncul saat Islam berekspansi ke daerah lain di luar jazirah Arab. Keadaan geografis yang bervariatif, bergunung. Atau berbukit memerlukan siasat agar suara adzan dapat terdengar sampai wilayah yang lebih jauh. Ahli-ahli seni bangunan Islam mengenal bentuk menara setelah Islam masuk Asia Barat, dimana kebudayaan Yunani sudah berkembang di sana termasuk di dalamnya seni bangunan mercusuar. Menara masjid yang pertama diketahui adalah Masjid Sidi Ukba di Khairawan, Tunisia yang dibangun tahun 703 Masehi. Menara itu memiliki corak bangunan yang mirip dengan mercusuar di Alexandria, Yunani. Hal ini karena sejumlah orang Alexandria hijrah ke Tunisia dan terlibat dalam pembangunan bberapa menara masjid. Pada perkebangannya Mesir, Spanyol, Maroko, Persia, Turki, dan India memiliki arsitektur menara masjid yang khas. Gaya-gaya tersebut banyak mempengaruhi daerah-daerah di sekitarnya dan berpadu dengan tradisi arsitektur setempat, sehingga muncul menara masjid yang bergaya lokal. Bentuknya pun semakin beragam seiring dengan perkembangan teknologi, kondisi sosio kultural, dan kemampuan pembuatannya. Di Pulau Jawa sebagai wilayah yang juga merupakan wilayah persebaran agama Islam, didapati pula adanya menara masjid. Hanya saja keberadaannya tidak dominan untuk menyertai masing-masing masjid yang dibangun di masa lampau. Selain untuk menyuarakan adzan, menara masjid Jawa digunakan untuk berdzikir di malam hari. Hal ini sesuai dengan perspektif orang Jawa, di mana tempat tinggi dianggap semakin sakral karena semakin dekat dengan Sang Pencipta. Menara masjid, juga merupakan penanda bahwa di daerah tersebut terdapat komunitas muslim. Dari sudut estetika, menara juga merupakan penyempurna keindahan masjid. Jika dibandingkankan dengan gaya arsitektur Islam di luar negeri yang cenderung agung dan megah, hal serupa jarang dijumpai di Indonesia. Bangunan Islam awal di Indonesia selain bentuk dan hiasannya berbeda, cara pembuatannya lebih sederhana dan ukurannya pun lebih kecil. Selain karena mutu materialnya yang lebih rendah, juga karena masih kentalnya tradisi Islam lama yang melekat dalam masyarakat tentang larangan menghias atau membangun suatu bangunan secara berlebih. Awal kemunculan masjid di Jawa biasanya tidak disertai dengan pembangunan menara. Hanya Masjid Kudus lah yang sudah memiliki menara yang bercorak Hindu. Baru kemudian diikuti oleh masjid-masjid lainnya. Ada juga beberapa menara yang dipengaruhi arsitektur Bangsa Eropa yang pernah singgah di Pulau Jawa. Menara Masjid Kudus Masjid Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Propinsi Jawa Tengah. Masjid ini diperkirakan didirikan tahun 1537 Masehi oleh Ja’far Shodiq yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus. Perkiraan ini berdasarkan inskripsi yang terdapat di atas mihrab. Selain itu disebutkan pula bahwa nama masjid ini adalah Masjid Al-Aqsa. Untuk memasuki area masjid, harus melewati dua gapura utama yang berbentuk bentar. Masjid ini dilengkapi pula dengan menara, serambi, ruang utama, pawestren, dan makam. Salah satu keistimewaan dari Masjid Kudus adalah Menara Kudus. Menara Kudus ini sangat terkenal bahkan orang lebih mengenal menara Kudus daripada Masjid Kudus. Menara Masjid Kudus merupakan menara yang terpisah dari bangunan induk masjid. Terletak di sisi tenggara masjid masjid. Bentuk menara ini mengingatkan akan bentuk candi corak Jawa Timur. Gapura bentar yang terdapat di halaman depan, serambi, dan dalam masjid mengingatkan kepada corak bangunan klasik di Jawa Timur. Menara Masjid Kudus merupakan bangunan kuno hasil dari akulturasi antara kebudayaan Hindu-Jawa dengan Islam. Unsur Hindu tampak dari bentuknya yang ramping dan tinggi, penggunaan batu bata sebagai bahan bangunan, serta terdapatnya gapura bentar di halaman masjid. Hal ini mengingatkan kepada bentuk arsitektur candi Hindu tipe Jawa Timur. Selain itu terdapat ornamen tumpal pada susunan tangga menara yang mirip dengan yang ada pada Candi Jago. Menara Masjid Kudus memiliki pondasi masif dengan struktur dasar berbentuk persegi. Pondasi ini berbentuk tangga, sebelah baratnya terdapat anak tangga menuju tubuh menara. Di akhir anak tangga ini terdapat pintu masuk ruangan yang terbuat dari kayu jati. Pintu ini memiliki dua daun pintu. Pada kanan dan kiri pintu terdapat candi sudut. Di dalam tubuh menara terdapat konstruksi tangga yang terbuat dari kayu jati. Tangga tersebut berada di tengah-tengah ruangan menuju ke puncak menara. Tubuh menara berbentuk persegi, pada seluruh sisinya terdapat relung-relung kosong yang pada bangunan Hindu biasanya berisi relief, patung, dan sebagainya. Pada Tubuh menara terdapat hiasan seperti pola geometris, mangkuk porselin, dekorasi bergambar, dekorasi berbentuk silang yang penempatannya berselang-seling. Terdapat pula tempelan piring yang berlukiskan gambar masjid, manusia, pohon kurma, unta, dan bunga. Tubuh bagian atas menara berupa susunan pelipit yang semakin ke atas semakin panjang dan lebar. Bagian teratas menara berupa ruangan mirip pendopo berlantaikan papan. Ruangan ini ditopang oleh empat buah tiang kayu. Di antara dua tiang sebelah timur sekarang dipasang hiasan arloji yang cukup besar. Pada salah satu tiang terdapat sengkalan yang ditulis dengan huruf dan bahasa Jawa yang berbunyi Gapura Rusak Ewahing Jagad yang berarti 1609 S (1685 Masehi). Atap menara berbentuk tajug bersusun dua dengan atap sirap dan di bagian puncaknya terdapat tulisan Arab Allah, sedangkan di bagian bawah atap menara tergantung sebuah bedug dan kentongan. Menara Masjid Kudus merupakan salah satu bangunan Islam awal yang sadar konteks. Menara masjid ini menandakan keberadaan komunitas umat Hindu dan Islam di wilayah sekitarnya. Mayoritas masyarakat sekitar pada waktu itu memeluk agama Hindu. Dengan membangun menara masjid yang berbentuk seperti candi Hindu, penyiaran agama Islam akan berlangsung dengan damai dan mampu menarik banyak orang untuk masuk ke agama Islam. Menara Masjid Kudus berkembang menjadi pusat dakwah dan penyiaran agama Islam di Kudus dan sekitarnya dari dulu hingga sekarang. Setiap hari terutama di bulan Ramadhan, tempat ini dikunjungi banyak orang, baik untuk beribadah, berziarah ke makam Sunan Kudus, maupun melihat keunikan arsitektur Menara Masjid Kudus. Menara ini merupakan landmark kebanggaan Kota Kudus. Agaknya arsitektur semacam ini susah untuk ditemui lagi di zaman sekarang. Bangunan Islam seperti masjid dan menara masjid sekarang cenderung mengadopsi arsitektur luar negeri yang serba agung dan megah. Kebanyakan meniru gaya Turki, dengan menara lebih dari satu dan menjulang tinggi ke langit atau memilih gaya Timur Tengah dengan kubah yang berukuran gigantik. Perkembangan teknologi memang semakin memudahkan manusia untuk mencapai apapun keinginannya, termasuk dalam seni bangun. Tentunya akan lebih baik jika teknologi dan daya cipta manusia dimanfaatkan untuk mengembangkan dan menginovasi kearifan budaya lokal Indonesia sehingga tidak lekas lapuk dimakan zaman. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahaTERIMAKASIH UNTUK KEPERCAYAANMU Kehidupan yang nestapa, kehidupan yang kelam, kehidupan yang gelap. Kehidupan ku yang hambar tanpa warna dan rasa. Kehidupan ku yang hitam putih.. tak berhias apa pun disisi nya. Sudut kepedihan adalah hal yang sering kutemui di hidup ku. tak ada ruang bagiku untuk menemukan kebahagiaan di balik jeruji kesedihan. Kemana? Kemana kebahagiaan ! kenapa semua nya menghilang!? Apa yang terjadi padaku? Kenapa semuanya terasa hancur dan kacau? Seperti becahan beling yang tajam menusuk. Kemana kehidupan ku yang dulu? Yang pernah ada canda tawa di sudutnya? Yang selalu bewarna di setiap celah nya.. kemana? Oh kemana?! Aku hanya bisa menyesali semuanya. Menyesali setiap kesalahan yang pernah kuperbuat di masa lalu ku. tapi itu sudah tak ada guna nya, karena kini. Aku sudah tak dianggap lagi di muka bumi ini. lantas, untuk apa aku hidup ? Aku hanya bisa menghela nafas dalam-dalam, sambil memandang pantulan tubuh ku dari sebuah cermin besar di dekat ku. aku melihat, tubuh ku yang begitu dekil dan sangat menyedihkan. Baju compang-camping. Badan kurus kering dengan beberapa luka sayatan di lengan. Oh tidak, tidak.. itu sepertinya bukan ku! itu sepertinya seorang pengecut di masa lalu yang kini tengah menyesali semuanya. “Kenapa mas?” tanya salah seorang gadis dari balik pintu dibelakang ku. Aku menoleh ke arahnya, dengan senyuman sinis. Maklum saja, sudah hampir satu tahun setengah aku tak pernah tersenyum manis.. paling-paling senyum sinis. “Enggak ada apa-apa kok, kenapa emang?” “Ooh gitu, ya enggak aja sih. Kirain saya mas mau beli cermin besar itu” tunjuknya ke arah cermin yang berada di depan ku. aku hanya menggeleng dan menudukkan kepalaku. “Apakah penampilan ku ini seperti yang hendak membeli cermin?” tanyaku pada gadis itu dengan tatapan kosong. Ia mengangkat bahunya, menghela nafas dalam-dalam kemudian menjawab, “Enggak juga sih mas.. kan mungkin aja gitu” Aku terdiam, kemudian meninggalkan gadis tersebut. Aku menyusuri jalanan setapak tanpa alas kaki. Kurasakan kedua telapak kakiku yang terasa pecah-pecah dan sangat kotor oleh debu dan lumpur. Ingin sekali aku mandi lalu mengenakan baju baru dan bersih sambil menata kembali kehidupan ku yang dulu. Tapi itu rasanya mustahil. Aku merasa sangat kasihan pada diriku sendiri. Merasa seperti sampah yang tak diperlukan oleh masyarakat. Walau pun sebenarnya aku bukan sampah, aku hanya seorang pria yang terjebak dalam kelam nya dunia narkotika. Mencari jalan untuk kembali pada-Nya, tapi kurasa aku sudah terlalu jauh dalam kesesatan yang nyata. Kemana lagi aku akan mencari tempat untuk berteduh? Mengeluh? Apakah aku harus kembali ke rumah ku? oh tidak,tidak! Itu sama saja aku menyerahkan diriku untuk merasakan siksaan dari kepedihan keluarga ku. Masih terbayang dalam pikiran ku ketika aku ketahuan oleh keluargaku menggunakan narkoba. Ekspresi ayah ku membeku seperti es dengan raut mata yang menunjukkan rasa kekecewaan yang sangat. Lalu ibuku, yang menangis tersedu-sedu karena tak dapat menggampai ku.. sedangkan kakak ku, kak Tasya ia hanya bisa diam dalam kekecewaan terdalam. Bukan kah itu sudah cukup ? aku tak ingin membuat mereka kembali menjadi seperti dulu dengan adanya kedatangan ku. aku takut, aku tak punya rumah untuk kembali. Aku sekarang hanya bisa tinggal dijalanan dengan sisa usia ku. aku merasa tak bisa banyak berbuat. Pikiran ku melayang, pusing rasanya. Aku tak punya uang lagi untuk membeli lintingan ganja di Bos Belo. Si penggedar paling terkenal di kota ku. Aku diam, masih membayangkan pilunya masa lalu ku, masih terpuruk dalam masa lalu ku yang kelam..begitu kelam. Rasanya aku ingin memutar kembali waktu dan ingin kuperbaiki semuanya! Langkah kakiku terhenti di depan masjid yang berwarna putih dan perak. Masjid itu begitu besar nan luas. Mataku jauh memandang ke arahnya. Rasanya, aku ingin sekali menginjakkan kedua kakiku kedalam bangunan suci itu, kemudian solat dan memohon ampunan kepada ALLAH SWT. Tapi rasanya, aku tak bisa.. banyak bacaan solat dan surat-surat pendek yang sudah kulupan. Jangankan bacaan solat dan surat pendek, cara berwudhu saja aku sudah lupa. Aku makin merasa down dengan keadaan ku yang sekarang. Ingin tobat saja sudah lupa caranya. Bagaimana ini? apa yang akan kulakukan selanjutnya? Kembali meneruskan perjalanan ku yang tiada akhir dan ujung? Dan menunggu ajal menjemputku? Klasik! “Permisi mas, ada yang bisa saya bantu?” tanya salah seorang pria dari belakang, membuyarkan lamunan ku. Aku terdiam sejenak, aku memandang pria berbadan besar itu. Ia mengenakan pakaian kokoh serba putih, rambutnya yang hitam pekat ia tutupi dengan kopiah putih polosnya. “Tidak ada apa-apa mas, saya Cuma jalan-jalan. cari kehidupan saya yang telah menghilang..” entah kenapa setelah aku berkata seperti itu, pria itu mengkerutkan dahinya. Kedua mata nya memandang ku dengan tatapan heran, ia sepertinya melihatku seperti yang tak asing. “Lho.. Akbar! Kamu Akbar kah?” pria itu berkata dengan penuh semangat. Aku kemudian berpikir, berusaha mengingat siapakah gerangan pria itu.. hmm..siapa ya dia? Dan.. otakku menemukan jawabannya! Ternyata itu adalah Karno. Sahabat ku ketika aku masih SMA, “Iyah ini Akbar, kamu Karno ya?” jawab ku dengan perasaan lega. Ya lega.. setidaknya ada seseorang yang masih mengenali ku walau pun aku sudah berubah pesat. “Iyah Bar, ini aku Karno. Duh gimana kabar mu? Jarang kelihatan ya sekarang?” “Aku lagi nggak baik-baik No, ya biasalah .. kamu tahukan aku. Aku habis diculik sama dunia kelam ku!” “Oh begitu kah? Okeh.. kita ngobrol nya di warung sana aja yuk? Sambil ngopi-ngopi” ajak nya, ia menggegam tangan kanan ku. lalu kami berdua menuju sebuah warung yang berukuran lumayan besar di daerah luar masjid. Setelah Karno memesan pesanan kami berdua, ia lalu mengajakku untuk bercerita tentang kehidupan ku selama satu tahun lebih kemarin. “Aku nggak yakin mau cerita ini sama kamu, No..” aku berkata demikian, nyali ku rasanya ciut. Kamu, kamu memang punya seribu tebakan buatku. Tingkah laku mu yang misterius, tak pernah tertebak oleh ku apa isi hatimu ketika kamu berada disampingku. Tapi entah mengapa kamu tetap ingin menjadi seseorang yang spesial di hidupku, aku sendiri tidak punya kelebihan apa-apa. Selain diriku yang hanya seorang gadis energic dan sangat ceria, dan selalu hadir di kehidupan mu tak henti. Namun aku .. sangat senang telah mengenalmu, dan aku sangat bersyukur pada Tuhan karena.. di waktu-waktu terakhirmu, aku bisa membuatmu tersenyum walau dengan tangisan air mata yang menyeruak meleleh di kedua pipimu. Yeah.. setidaknya, pada saat itu, kamu memberiku kepercayaan untuk memiliki mu.. walau itu hanya sebentar.. +++ “Ayda, tumben belum pulang?” tanya Rangga ketika aku masih duduk di depan kelas seorang diri, walau hari telah petang. Aku menggelengkan kepala lalu tersenyum simpul padanya, ya.. aku tak dapat mengatakan apa pun, karena tubuhku terasa kaku dan jantungku berdebar kencang ketika ia menyapa ku, mendekatiku atau berhadapan. Rangga membalas senyuman ku dengan manis, kemudian ia duduk di sampingku sambil melempar tas nya yang bewarna abu-abu pekat itu ke sampingku. Ia kemudian duduk dengan santai di lantai depan kelas ku sambil melihat ke arahku, dengan tatapan misterius. Aku menundukkan kepala, seperti biasanya. Entah aku tak dapat melakukan apa pun ketika ia melihat ku dengan tatapan misterius seperti itu, aku takut salah membalas tatapannya dan malah menimbulkan gelak tawa. Rangga, cowok kelas 9A, kelas unggulan. Ia terkenal misterius dan lucu. Punyabody gede dan tinggi, tekstur tubuhnya cocok buat jadi pemain basket andalan. Matanya yang bewarna coklat muda jernih, kulit putih agak kecoklatan dan wajahnya yang manis dan nggak pasaran. Aku bingung, kenapa cowok seperti Rangga mau mengajak ku ngobrol, padahal Rangga itu termaksud cowok nomer 1 terpopuler di sekolah, karena keahliannya di bidang basket. Dan selalu mendapat juara satu terus menerus setiap diikut sertakan pertandingan. Sedangkan aku? Seorang Ayda Ashida kelas 9K , kelas ku yang lebih sering disebutkelas buangan. Fisikku juga biasa saja, seperti anak perempuan lainnya. Rambut panjang diikat satu, kulit sawo matang, wajah sederhana tanpa bintik jerawat, bodysedang, tinggi dan nggak menunjukkan sexy. Pokoknya sangat sederhana, dengan prestasi sederhana dan hanya menonjol di bidang melukis saja. Aku malah justru heran dengan Rangga yang mendekatiku, padahal ada banyak seribu wanita yang mengejarnya setiap hari demi mendapatkan hati Rangga, si cowok cool itu. Namun tetap saja, Rangga tak pernah membuka hatinya pada wanita mana pun. Dan.. justru, Rangga malah saat ini selalu ingin mendekatiku, menyapa ku dan seperti yang ingin mendapatkan hatiku. Namun, aku sih sadar diri saja! Aku nggak mau terlalu dekat dengannya, takut malah menimbulkan konflik dengan para fans Rangga di sekolah ini. “Ayda, pulang bareng yuk?” “Eeh? Pu..pulang bareng? Enggak deh Rang! Lain waktu aja ya? Aku ga biasa pulang sama cowok, hehehe” sialan! Harusnya aku tidak menolak ajakkan Rangga.. namun aku harus sadar diri! “Hmm.. yang bener Da? Oke deh! Sekarang kamu lagi nunggu siapa? Jemputan?” “Sekarang sih iyah, tunggu jemputan. Kalau kamu?” “Aku sih nunggu kamu sampai pulang aja” “Weh!! Lebay deh! Hehehe” “Biarin!” Jantungku berdetak kencang dari biasanya, yeah! Barusan adalah momen dimana untuk pertama kalinya Rangga mengajakku pulang bareng! Weh.. enak banget ya? Mimpi apa aku semalam? Hahaha… tapi, mau tak mau aku harus menolak ajakannya. Bukannya sok jual mahal atau karena dijemput, hanya saja sadar diri aja deh! Sebelum konflik membanjiri diriku terlebih dahulu. Aku kemudian menunggu beberapa menit lagi dan tak lama setelah itu, ada pesan masuk dari kakakku yang berisikan kalau ia sudah berada di depan gerbang sekolah. So jemputan yang sedari tadi kutunggu akhirnya datang juga. Aku segera beranjak dari depan kelasku seraya melambaikan tangan pada Rangga dengan ekpresi wajah salah tingkah. Ternyata Rangga membalas lambaian tangan ku! Plus… ia juga tersenyum manis kepadaku! Oh ya Tuhan.. indahnya!! bersambung Hari ini, hari kamis. Hari dimana aku harus masuk sekolah lebih awal dari biasanya. Yeah.. pukul enam pagi harus sudah di kelas. karena setiap kamis kami dijadwalkan pulang lebih awal, yaitu pukul sembilan pagi. Jadi masuknya pun harus lebih awal. Namun aku kecolongan pagi ini, aku lupa kalau hari ini hari kamis dan aku juga lupa memasang jam waker untuk membangunkan ku pukul lima. Dan alhasil.. pukul 5.30 aku baru saja bangun! Sialan.. belum mandi dan belum pula sarapan ditambah waktu yang dihabiskan untuk perjalanan di sekolah. 6.00 tepat dimana aku baru usai makan. Aku menepuk jidatku ketika melihat jam dinding pink yang terletak di ruang tamu itu menunjukkan pukul enam pagi pas. Aku segera mengenakan sepatu kats hitam putihku yang diselingi dengan garukkan kepala yang agak gatal. Seusai mengenakan sepatu, aku pamit kepada orang-orang rumah. Kemudian setelah itu, aku dan kakakku mulai menerobos gerbang rumah dengan cepat, melesat bagai rudal dengan kecepatan tinggi. Seperti yang bisa kita tebak, pukul 06.19 aku baru sampai depan gerbang sekolah dan.. gerbang sekolah sudah ditutup ternyata! Huh telat lagi, hampir 2 pekan terakhir ini aku telat. Yaahh.. terpaksa menunggu jam pelajaran pertama usai, karena itu peraturan sekolah ku. Aku duduk terpangku di depan gerbang sekolah dengan perasaan kacau, kesal dan kecewa pada diri sendiri. Mengingat kebodohan yang telah kulakukan 2 pekan terakhir ini. Mana Cuma aku sendiri yang ada di depan gerbang ini! yeah.. percis kucing kehilangan sang jantan dan sedang menunggu sang jantannya pulang. Aku menundukkan kepalaku, kepalaku tenggelam di lekukan tangan yang kulipat erat, dengan membawa sedikit angan agar gerbang ini terbuka, lalu aku dibiarkan masuk agar bisa mengikuti pelajaran kembali. Ahh.. cuman keinginan yang tak tersampai, sampai sejauh kuberimajinasi, takkan ada yang berubah. Kecuali menunggu jam pelajaran pertama usai. Tiba-tiba ditengah aganku yang terbang jauh, kudengar di sampingku ada langkah kaki yang mendekat disertai nafas yang memburu, yeah.. sangat memburu. Ia sepertinya bernasib sama denganku, kesiangan. “Ayda, kesiangan juga?” Suara itu adalah suara yang sangat kukenal baik, membuatku tersentak dan segera melirik ke sampingku. Ohh ya Tuhan! Betapa terkejutnya aku! Ternyata itu adalah Rangga! Ia ternyata kesiangan juga! “Hehe iyah Rang, aku kebobolan. Lupa pasang alarm plus lupa kalau sekarang hari kamis” “Oh gitu ya? Senasib dong! Aku juga sama tragedinya sama kamu. Btw bosen nih, mau ngapain ya?” “Ga tau Rang, aku bingung. Huh.. bt pula!” “Yaudah, kita main yuk? Ke taman kota? Kan disana seger tuh.. lagi pula nunggu jam pelajaran pertama usai kan lama, gimana?” Aku mengaanguk pelan dengan rasa senang bercampur gugup mendengar nya. Yeah.. untuk pertama kalinya, aku menerima ajakan Rangga. Bukan karena aku sedang ingin berdua dengannya, tapi ya bisa juga kan melepas rasa jenuh akibat dihukum. Akhirnya, dengan berjalan kaki saja. Kami akhirnya sampai di taman kota yang jaraknya untung tidak terlalu jauh, sekitar beberapa meter saja. Disana, ada sebuah teman duduk taman yang luas dan besar, ber catkan putih dan abu-abu. Di sana, ada kami berdua tengah duduk bersama sambil bercanda ria, tertawa girang melepas beban yang terasa. “Jadi waktu dulu, kamu takut banget sama kulkas ya Rangga? Hahaha” “Iyah .. soalnya dingin dan bisa nyetrum, hahaha” Itulah percakapan canda tawa kami saat ini, hari ini. Rangga mengungkapkan fakta rahasia dan uniknya padaku seorang. Mulai dari phobianya pada benda-benda tertentu ketika masih kecil seperti saat berusia 5 tahun, Rangga paling takut dengan kulkas. Ia mengalami trauma saat ia mendengar berita pembantu tetangganya meninggal gara-gara tertimpah kulkas, lalu selain itu ia juga berpikiran kalau kulkas itu dingin dan bisa nyetrum. Dan yang paling lucu nya lagi, dulu Rangga anti yang namanya olahraga. Ia paling suka ngemil dan tidur-tiduran alias malas-malassan dirumah. Alhasil ketika ia beranjak SD, tubuh Rangga terbilang gemuk dan ia mudah terserang penyakit gara-gara malas untuk berolahraga. Sehingga ketika ia kelas 7, ia terpaksa diikut sertakan olahraga basket di eskul sekolah. Alhasil selama beberapa tahun, hmm.. yang tepatnya dua tahun lamanya ia melakoni kegiatan olahraga basket itu, tubuhnya makin lama makin kurus dan terbentuk, lalu ia juga mendapat banyak prestasi di bidang olahraga basket tersebut. Aku hanya cekikikan mendengar semua perkataan Rangga, fakta lucunya. Ahh pokoknya rame sekali mengobrol dengan Rangga. Bahkan aku, aku tak menyangka dapat berbincang-bincang lama dan mengetahui lebih dalam sosok Rangga. Padahal aku ini lebih sering menjauhi nya karena aku merasa tak cocok dan aku bukan level untuk dia. “Kenapa sih kamu ngedekatin aku? Padahal Aku nggak punya kelebihan yang cetarkayak kamu Rang.. aku juga nggak sexy. Aku terkesan kuper dan kamseupay” “Aah! Ngomong apa sih kamu, Ayda? Aku tuh ngedekatin kamu. Karena kamu berbeda. Aku nggak liat dari fisik mu, aku melihat dari cara mu bertingkah laku. Kamu alim dan lugu, baik pula. nggak kayak kebanyakan cewek jaman sekarang, kamu berbeda Da” Ucapan Rangga membuatku tersentak, aku tersenyum kepadanya. Untuk pertama kali nya pun aku merasakan kedekatan ku dengan Rangga. Padahal selama ini aku selalu menghindarinya, tapi mengapa? Sekarang aku merasakan kalau aku ingin selalu dekat dengannya? n bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Wayang adalah seni wayang yang muncull dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah daerah tertentu di Pulau Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupunRamayana.Wayang beber muncul dan berkembang di Pulau Jawa pada masa kerajaan Majapahit. Gambar-gambar tokoh pewayangan dilukiskan pada selembar kain atau kertas, kemudian disusun adegan demi adegan berurutan sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar ini dimainkan dengan cara dibeber.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

::: Kota Baru ::: Mita : "Hai, Lina! Bagaimana kesanmu terhadap kota ini setelah tinggal seminggu di sini? Lina : "Ehm... aku senang tinggal di sini.Orang-orang di sini ramah dan tidak individualis, termasuk teman-teman di sekolah ini." Mita : "Benarkah? Memang bagaimana di kota lamamu?" Lina : "Di sana orang-orangnya cenderung individualis, kurang memerhatikan orang lain. Lingkungannya juga tidak bersahabat." Mita : "Tidak bersahabat? Maksudnya?" Lina : "Lingkungan di kata lamaku sudah tidak nyaman. Masyarakatnya juga tidak ramah. Di sana tingkat polusi udara, air, dan suara sudah sangat tinggi. Pabrik yangmuncul di setiap sudut kota membuat udara semakin kotor. Tumbuhan sudah jarang sekali. Taman kota sudah diubah menjadi area pertokoan. Jadi, aku tidak bisa bermain di taman kota kalau hari Minggu." Mita : "Wah, sepertinya sudah jelek sekali kondisi lingkungan di kota lamamu itu ya?" Lina : "Iya, makanya aku sekeluarga memilih pindah ke kota ini. Ternyata benar, lebih nyaman." Mita : "Eh, kamu tadi bilang senang bermain di taman kota?" Lina : "Iya, tapi semenjak di sini aku belum pernah pergi ke taman kota. Di kota ini ada taman kota tidak?" Mita : "Ada, kamu ingin pergi ke sana?" Lina : "Iya, tapi aku tidak tahu letaknya. Maukah kamu memberi tahu?" Mita : "Begini, dari jalan depan di sekolah kita, JalanWijayaKusuma, kamu lurus saja ke arah timur. Nanti kamu akan melewati pertigaan. Kamu tetap saja lurus sampai melewati perempatan. Kemudian kamu belok ke kiri, yaitu ke Jalan Sudirman. Kamu ikuti terus JalanSudirman itu sampai kamumenemukan pertigaan, beloklah ke kananmasuk Jalan Yos Sudarso. Dari situ kamu jalan sekitar 100 meter, nanti kamu akan sampai di taman kota. Taman kota ada di JalanYos Sudarso, di sebelah kiri jalan. Paham tidak dengan penjelasanku?" Lina : "Iya, aku paham karena kamu memberi penjelasan dengan lancar dan jelas. Terima kasih ya." - See more at: http://i-bahasaindonesia.blogspot.com/2013/08/contoh-percakapan-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.2SdiYurI.dpuf

google agensi palembang

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

“Wong jawa ilang jawane “ merupakan sebuah pepatah jawa . Pepatah tersebut berarti orang jawa yang sudah tidak memiliki jati diri sebagai orang jawa. Halus dan sopan adalah suatu sikap yang melekat di diri orang jawa.Halus dan sopan tercermin ketika orang berbicara dan bersikap. Orang jawa zaman dahulu jika berbicara halus dan penuh tata krama. Mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa jawa yang sesuai dengan unggah-ungguhnya. Bahasa jawa adalah bahasa ibu suku jawa.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di F icon.svg Facebook, Twitter bird logo 2012.svg Twitter dan Instagram logo.png Instagram [tutup] Sutomo Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Kenetralan sebagian atau keseluruhan artikel ini dipertentangkan. Silakan melihat pembicaraan di halaman diskusi artikel ini. Untuk tokoh pendiri Budi Utomo, lihat Soetomo. Untuk kelompok sekolah di Kota Medan, lihat Perguruan Sutomo. Sutomo Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia ke-10 Masa jabatan 27 Agustus 1964 – 26 Maret 1966 Presiden Soekarno Didahului oleh Ahem Erningpradja Digantikan oleh Awaluddin Djamin Informasi pribadi Lahir 3 Oktober 1920 Bendera Belanda Surabaya, Jawa Timur, Hindia Belanda Meninggal 7 Oktober 1981 (umur 61) Bendera Arab Saudi Padang Arafah, Arab Saudi Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia Agama Islam Sutomo (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 3 Oktober 1920 – meninggal di Padang Arafah, Arab Saudi, 7 Oktober 1981 pada umur 61 tahun)[1] lebih dikenal dengan sapaan akrab oleh rakyat sebagai Bung Tomo, adalah pahlawan yang terkenal karena peranannya dalam membangkitkan semangat rakyat untuk melawan kembalinya penjajah Belanda melalui tentara NICA, yang berakhir dengan pertempuran 10 November 1945 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sutomo dilahirkan di Kampung Blauran, di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo, seorang kepala keluarga dari kelas menengah. Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan, sebagai staf pribadi di sebuah perusahaan swasta, sebagai asisten di kantor pajak pemerintah, dan pegawai kecil di perusahan ekspor-impor Belanda. Ia mengaku mempunyai pertalian darah dengan beberapa pendamping dekat Pangeran Diponegoro yang dikebumikan di Malang. Ibunya berdarah campuran Jawa Tengah, Sunda, dan Madura.dan batak Ayahnya adalah seorang serba bisa. Ia pernah bekerja sebagai polisi di kotapraja, dan pernah pula menjadi anggota Sarekat Islam, sebelum ia pindah ke Surabaya dan menjadi distributor lokal untuk perusahaan mesin jahit Singer. Daftar isi [sembunyikan] 1 Masa muda 2 Pemimpin Perjuangan Pertempuran Surabaya 10 November 1945 3 Setelah kemerdekaan 4 Gelar Pahlawan Nasional 5 Kontroversi 6 Referensi 7 Pranala luar Masa muda[sunting | sunting sumber] Sutomo dibesarkan di rumah yang sangat menghargai pendidikan. Ia berbicara dengan terus terang dan penuh semangat. Ia suka bekerja keras untuk memperbaiki keadaan. Pada usia 12 tahun, ketika ia terpaksa meninggalkan pendidikannya di MULO, Sutomo melakukan berbagai pekerjaan kecil-kecilan untuk mengatasi dampak depresi yang melanda dunia saat itu. Belakangan ia menyelesaikan pendidikan HBS-nya lewat korespondensi, namun tidak pernah resmi lulus. Sutomo kemudian bergabung dengan KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Belakangan Sutomo menegaskan bahwa filsafat kepanduan, ditambah dengan kesadaran nasionalis yang diperolehnya dari kelompok ini dan dari kakeknya, merupakan pengganti yang baik untuk pendidikan formalnya. Pada usia 17 tahun, ia menjadi terkenal ketika berhasil menjadi orang kedua di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Sebelum pendudukan Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia. Pemimpin Perjuangan Pertempuran Surabaya 10 November 1945[sunting | sunting sumber] Sutomo pernah menjadi seorang jurnalis yang sukses. Kemudian ia bergabung dengan sejumlah kelompok politik dan sosial. Ketika ia terpilih pada 1944 untuk menjadi anggota Gerakan Rakyat Baru yang disponsori Jepang, hampir tak seorang pun yang mengenal dia. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk peranannya yang sangat penting, ketika pada Oktober dan November 1945, ia menjadi salah satu Pemimpin yang menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan oleh pasukan Inggeris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa. Sutomo terutama sekali dikenang karena seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radionya yang penuh dengan emosi. Meskipun Indonesia kalah dalam Pertempuran 10 November itu, kejadian ini tetap dicatat sebagai salah satu peristiwa terpenting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan[sunting | sunting sumber] Setelah kemerdekaan Indonesia, Sutomo sempat terjun dalam dunia politik pada tahun 1950-an, namun ia tidak merasa bahagia dan kemudian menghilang dari panggung politik. Pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Suharto yang mula-mula didukungnya, Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional. Padahal, berbagai jabatan kenegaraan penting pernah disandang Bung Tomo. Ia pernah menjabat Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/Veteran sekaligus Menteri Sosial Ad Interim pada 1955-1956 di era Kabinet Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Bung Tomo juga tercatat sebagai anggota DPR pada 1956-1959 yang mewakili Partai Rakyat Indonesia. Namun pada awal 1970-an, ia kembali berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Ia berbicara dengan keras terhadap program-program Suharto sehingga pada 11 April 1978 ia ditahan oleh pemerintah Indonesia yang tampaknya khawatir akan kritik-kritiknya yang keras. Baru setahun kemudian ia dilepaskan oleh Suharto. Meskipun semangatnya tidak hancur di dalam penjara, Sutomo tampaknya tidak lagi berminat untuk bersikap vokal. Ia masih tetap berminat terhadap masalah-masalah politik, namun ia tidak pernah mengangkat-angkat peranannya di dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia sangat dekat dengan keluarga dan anak-anaknya, dan ia berusaha keras agar kelima anaknya berhasil dalam pendidikannya. Sutomo sangat bersungguh-sungguh dalam kehidupan imannya, namun tidak menganggap dirinya sebagai seorang Muslim saleh, ataupun calon pembaharu dalam agama. Pada 7 Oktober 1981 ia meninggal dunia di Padang Arafah, ketika sedang menunaikan ibadah haji. Berbeda dengan tradisi untuk memakamkan para jemaah haji yang meninggal dalam ziarah ke tanah suci, jenazah Bung Tomo dibawa kembali ke tanah air dan dimakamkan bukan di sebuah Taman Makam Pahlawan, melainkan di Tempat Pemakaman Umum Ngagel di Surabaya. Gelar Pahlawan Nasional[sunting | sunting sumber] Setelah pemerintah didesak oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Fraksi Partai Golkar (FPG) agar memberikan gelar pahlawan kepada Bung Tomo pada 9 November 2007.[2] Akhirnya gelar pahlawan nasional diberikan ke Bung Tomo bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 2008. Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Kabinet Indonesia Bersatu, Muhammad Nuh pada tanggal 2 November 2008 di Jakarta[3]. Kontroversi[sunting | sunting sumber] Search Wikisource Wikisumber memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan artikel ini: Bung Tomo Pada tahun 1950-an di Surabaya, Bung Tomo berusaha sebagai penolong tukang becak pertama yakni dengan mendirikan pabrik sabun melalui uang iuran tukang becak untuk pendirian pabrik sabun. Pabrik tersebut didirikan oleh dan untuk tukang becak akan tetapi kelanjutan ide pendirian pabrik sabun tidak berhasil dan tanpa adanya pertanggungan-jawaban keuangan. [4]

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemah اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى فَضَّلَ بَنِيْ أَدَمَ بِا لْعِلْمِ وَالْعَمَلِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَصْحَابِ الْكَرَامَةِ وَالْكَمَلْ أمّا بعد Jumateng poro Bpk, poro ibu, hadirin sekalian ingkang kulo hormati... Minangkani awalipun atur kulo ing mriki kulo muji syukur Alhamdulillah dateng alloh swt ingkang sampun paring pinten-pinten rohmat, ni’mat, dumateng kulo, lan panjenengan sedoyo, sehinggo kulo lan panjenengan saged karoyo-royo bucal thempo ninggalno griyo, ninggal bondho lan rojo koyo sami saget rawo wonten ing majlis puniko boten ategas prawan golek joko, utawi dudo golek rondho. nanging leres-leres golek pengetahuan agomo. pengetahuan sing keno kangge sangu dateng griyane moro tuwo. shoho pengetahuan sing keno kangge sangune ngadep datang kang moho kuoso. Poro rawuh ingkang kaulo hormati lan kaulo cintai... sebagai pengajak kulo monggo iang waktu meniko kulo lan panjenengan samiho kemauan ngaji. kemauan ibadah dateng ngarsanipun Allah SWT. keranten pancen dados tiyang islam lho pak ? ! bu ? ! ngaji niku harus tumrap kito sedoyo. kanjeng Nabi Muhammad SAW. nate dawoh : ط ;َ ;ل ;َ ;ب ;ُ ; ا ;ل ;ْ ;ع ;َ ;ل ;ْ ;م ;ِ ; ف ;َ ;ر ;ِ ;ي ;ْ ;ض ;َ ;ة ;ٌ ; ع ;َ ;ل ;َ ;ى ; ك ;ُ ;ل ;ِ ;ّ ; م ;ُ ;س ;ِ ;ل ;ِ ;م ;ٍ ; و ;َ ;م ;ُ ;س ;ْ ;ل ;ِ ;م ;َ ;ة ;ٍ ; ( ر ;و ;ا ;ه ; ا ;ب ;ن ; ع ;ب ;د ; ا ;ل ;ب ;ر ; ) Artosipun inggih meniko: “Bilih pados pengetahuan meniko dipun fardhuaken tumrap saben-saben tiyang Islam jaler lan istri“ soho kanti hadist meniko kito sampun jelas bilih pados pengetahuan meniko adalah sistem ingkang serba terus tanpa wonten bates waktu baik kapanpun, dimanapun serta didalam situasi bagaimanapun. dados senajan tiyangnipun sampun tuwek, elek, ngrowek, untune entek, ora tedas peyek, meniko tetep keharusan pados pengetahuan. Poro rawuh ingkang kulo hormati... Amergi tiyang niku menawi boten gadah pengetahuan senajan toh ibadah sampek jungkir balik, utawi ibadah mempeng, namun boten dipun ilmuni meniko tiwas bal gedual. و ;ُ ; ك ;ُ ;ل ;ُ ;ّ ; م ;َ ;ن ;ْ ; ب ;ِ ;غ ;َ ;ي ;ْ ;ر ;ِ ; ع ;ِ ;ل ;ْ ;م ; ي ;َ ;ع ;ْ ;م ;َ ;ل ;ُ ; ا ;َ ;ع ;ْ ;م ;َ ;ا ;ل ;ُ ;ه ;ُ ; م ;َ ;ر ;ْ ; د ;ُ ;و ;ْ ; د ;َ ;ة ;ٌ ; ل ;ا ;َ ; ت ;ُ ;ق ;ْ ;ب ;َ ;ل ;ُ ; Tiyang niku menawi boten gadah pengetahuan, ngamalipun boten dipun terimo dening alloh. mardudatun laa tugbalu. Pramilo sangkeng meniko, monggo poro rawoh sedoyo terlebih adik-adik lan generasi muda-mudi remaja Islam. kito tingkataken anggen kito studi. supados benjang angsal pengetahuan ingkang katah lan manfaat soho pengetahuan ingkang saget beto bahagia lan wilujeng donyo lan akherat. perihal meniko pas kalian dawohipun alloh wonten al-qur’an, surat al-mujadalah ayat 11 ي ;َ ;ر ;ْ ;ف ;َ ;ع ;ِ ; ا ;ل ;ل ;ه ; ُ ; ا ;ل ;َ ;ّ ;ذ ;ِ ; ي ;ْ ;ن ;َ ; آ ;م ;َ ;ن ;ُ ;و ;ْ ;ا ; م ;ِ ;ن ;ْ ;ك ;ُ ;م ;ْ ; و ;َ ;ا ;ل ;َ ;ّ ;ذ ;ِ ; ي ;ْ ;ن ;َ ; أ ;ُ ;و ;ْ ;ت ;ُ ;و ;ْ ;ا ; ا ;ل ;ْ ;ع ;ِ ;ل ;ْ ;م ;َ ; د ;َ ;ر ;َ ;ج ;َ ;ا ;ت ;ٍ ; Artosipun Ayat meniko : “Allah SWT. bade ngangkat derajatipun tiyang-tiyang ingkang beriman lan tiyang-tiyang ingkang nggadahi pengetahuan dateng pinten-pinten derajat“ Namun sa’wangsulipun menawi kito boten anggadahi pengetahuan boten saget ngaji lan boten purun studi lan boten sekolah, tengriyo namung kluyur-kluyur jogrok klimprak-klimprik kados sarung goyor, niku nggih boten pantas, sampun ketinggalan masa. amargi, niki sampun masa merdeka boten kados masa penjajah. sa’niki sampun kathah sekolahan sampun kathah tempat-tempat pendidikan. pramilo monggo kito tingkataken anggen kito studi, pados ilmu dan pengetahuan ingkang kathah. soho dumateng poro Bpk, ibu sampun ngantos ketinggalan, ojo sampek gadah putro sing lolak-lolok, boten purun sekolah, boten purun ngaji, boten purun datang masjid, datang langgar, lan sanes-sanesipun. keranten lare niku menawi boten kenal pendidikan, nopo maleh pendidikan pengetahuan agama. niku nggeh nyusahaken tiyang sepuh nipun. menawi kentandang gaweh boten purun. sa’bendino ngente’no sego, jaluki uang, di papari boten manut, karo ibu nesu, karo Bpk galak, karo embah mbantah, karo kakang mbangkang, karo paklek mendelik, karo pakdhe gumedhe, karo dulur ngladur, karo tonggo ora duwe dugho. diajar nangis, kon minggat boten budal, di guwak moleh bendino ngentekno sego, didhol ora payu akheripun tiyang sepuhipun namung sulit, gelisah pikiran jibek napas sesek, dodo ampek, awak dredek, kuping gemrebek weteng muneg-muneg, irung pilek, awak sak kujur rasane dredek, bendino kur telek-telek mergo duwe anak ndablek kon mergawe ora untek menengahe jadi mbegegek lek ngeteniki tiyang sepuh sulit menopo boten ? poro Bpk poro ibu ? mulane monggo putro-putrine dipun didik ingkang saestu supados leres-leres saget kados lare ingkang bermanfaat untuk agama, bangsa lan negoro, soho ingkang saget menjunjung tinggih harkat lan martabat tiyang sepuhipun kaleh. ingkang pas dawohipun kanjeng Nabi Muhammad SAW. خ ;َ ;ي ;ْ ;ر ;ُ ; ا ;ل ;ن ;َ ;ّ ;ا ;س ;ِ ; أ ;َ ;ن ;ْ ;ف ;َ ;ع ;ُ ;ه ;ُ ;م ;ْ ; ل ;ِ ;ل ;ن ;َ ;ّ ;آ ;س ;ِ ; Artosipun inggih meniko : “Sa’bagus-baguse tiyang yoiku sing manfaat marang, tiyang liyane“ Poro rawo ingkang kaulo hormati lan kaulo cintai... Mekaten, cekap semanten atur kulo, mugi-mugi saget bermanfaat kangge kito sedoyo. Kirang langkungipun kulo nyuwun pangapunten ingkang katah و بالله التو فيق و الهداية والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته. Read more: http://www.teksdrama.com/2013/03/contoh-naskah-pidato-bahasa-jawa-tema.html#ixzz3E2ApOhhg an bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation