MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Artikel bahasa Jawa pada korupsi

artikel bahasa jawa korupsi

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

jangan biarkan korupsi merajai indonesia

saya mau belajar bahasa jawa

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

tak lupa pula kita berkumpul disini untuk menyambut hari kemerdekaan indonesia ke - 69

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman sekarang, mungkin tidak banyak remaja yang menggunakan bahasa jawa yang baik dan benar. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantarany

google agensi nganti Indonesia jawa

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke baPenah mengenal kamu itu sudah menjadi hal yang indah. Walau hari hari bersamamu tak seperti dongeng cinta yang aku dengar, Indah, berakhir dengan kebahagiaan aku tahu smua itu adalah khayalan yang fana dalam mimpi disiang bolong., akan hilang seiring bangunya aku dari tidur.. hahahahaha.... baku hanya bisa tersenyum simpul . tapi tetap aku syukuri . smua ini aku jadikan sebagai pengalaman hidup dalam kisah percintaanku hasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Masjid Saka Tunggal terletak di desa Cikakak kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, provinsi Jawa Tengah atau 30 KM kearah barat dari kota Purwokerto

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Awal ketenarannya dimulai ketika beliau menjabat sebagai wali kota Surakarta yang bisa selama 2 periode dan dapat dikatakan berhasil memimpin Kota Surakarta,salah sartu faktor yang mengangkat Jokowi terkenal oleh masyarakat Indonesia ketika beliau memperkenalkan mobil Esemka yang merupakan hasil rakitan siswa siswa smk di solo.

Awal Ketenaran wiwit nalika piyambakipun njabat minangka Walikutha Surakarta kang bisa 2 suwé lan bisa ngandika kasil mimpin Surakarta, salah siji faktor sing elevates Basuki sartu dikenal dening wong Indonesia nalika ngenalaken Esemka montor sing asil siswa dipun klempakaken ing siswa solo smk.

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja… Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…) seorang debby akhirnya dilahirkan pada tanggal 1-8-1993, hari minggu, pukul 12.30 , diatas rumah tradisional di desa sumberame, tepatnya di Jalan wringinanom… Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain… Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis… Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja ) Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau…. Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu main kartu,… Ada tambahan nih yang saya ingat…yaitu volly dan bilyard… Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan… Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah: 1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu… 2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali… Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah… tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. Masa Taman Kanak-Kanak Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu. Khusus ibu akan saya tulis tersendiri… Karena ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan saya sekolah di TK selama setahun. Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…). Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…) , saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali pulang lagi… TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah… satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta anak pantura , yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban… Masa Sekolah Dasar Usia sudah cukup 6 tahun rupanya untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang dekat dari rumah, saya jalan kaki terkadang juga memakai sepeda ungklik. , Pada masa MI ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi. Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung MI.SUNAN GIRI (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena mulai terasa mengeluarkan biaya yang cukup banyak Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak DASAR), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit. Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau… Pada masa MI ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota anak pantura Akhirnya sukses dengan tampil di mana mana …mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan… Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 1 krian . Berhubung standar NEM di SMP Negeri 1 krian lumayan tinggi, yaitu 33,35 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 1 wringinanom,. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini… Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai mencari pekerjaan Masih teringat jelas bagaimana saat waktu ibu bekerja kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki. Ngomong-ngomong soal hobi, hobi mmenyanyi & membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur dari waktu kcil hingga menuju puberitas, Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba nyanyi sekecamatan pada tahun 2007 Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya… Masa Sekolah Menengah Atas rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA ini, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya ingin menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan orang tua sebagaimana ia telah merawat ku dari kecil hingga dewasa.” Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan SMA Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)… Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di MA.Raden aku wringinanom. Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri…. 1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “2 tahun jadi milyader.” Akhir masa sekolah menengah keatas adalah sebuah masa menuju keperguruan tinggi dimana hari hari yang menegangkan saat mengikuti test lewat jalur umum yang kurang lebih 2 mingguan pengumuman akan dimunculkan lewat alat informasi yaitu internet Dan saat saya melihat akhirnya saya ditrima di jenjang perguruan tinggi di Stikes Yarsis yang sekarang diganti dengan nama UNUSA Surabaya, dalam hatiku berkata alhamdulillah sujud syukur ku padamu ya allah . pada saat itu aku mulai masuk hari pertama tetesan air mata mulai keluar karena sangking senangnya bisa melanjutkan kejenjang tinggi, hari ke 2 sampai 3 mingguan aku masih terasa nyaman dan mulain banyak teman dan setelah kebahagiaan yang sekilas kini mulai sangat mnyedihkan, karena dimana saya terkena virus GBS , dengan pengetahuan ini saya mulai terasa lemas nggak ada tenaga sama sekali dan akhirnya saya dirawat drumah sakit tepatnya di RS.SOETOMO selama 4 bulan setengan ,pulang dari RS aku pun masih belum bisa ngapa-ngapain masih butuh bantuan, perlu dibantu ,akhirnya pada tahun 2014 sembuhlah serang debby yang kini sudah duduk di fakultas eknomi, meski dengan keadaan seperti ini aku tidak peduli orang berkata apa tentang diriku dan aku selalu semangat dalam meraih cita cita meski ini bukan keinginan aku , setelah lulus ini rencana aku , aku ingin bekerja dan aku akan membalas kebaikan orang tua dengan cara memberangkatkan mreka ke tanah suci tempat dan akan aku tunjukan pada mreka meski dengan keadaan ku seperti ini tapi aku sukses dalam kemandirianku.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

terjemahan bahasa indonesi1 00:00:07,207 --> 00:00:14,348 December 24th, 2005 2 00:00:37,103 --> 00:00:38,905 Thank you. 3 00:00:45,646 --> 00:00:47,480 Thank you. 4 00:00:48,448 --> 00:00:50,684 Congratulations, Karasawa Yukiho 5 00:01:28,722 --> 00:01:30,323 Ryou... 6 00:02:11,097 --> 00:02:15,135 The sun never shone on us. 7 00:02:18,104 --> 00:02:20,073 We existed in an endless night... 8 00:02:20,373 --> 00:02:23,910 but it was never dark. 9 00:02:25,011 --> 00:02:27,847 Because we had something to replace the sun. 10 00:02:51,938 --> 00:02:54,140 No. 11 00:02:56,810 --> 00:03:01,648 I could live my life that way, imagining it was daytime. 12 00:03:07,921 --> 00:03:10,357 It wasn't bright, 13 00:03:11,691 --> 00:03:15,562 but it was clear... and that was enough. 14 00:03:25,071 --> 00:03:27,273 You were... 15 00:03:44,290 --> 00:03:46,893 You were... 16 00:03:49,229 --> 00:03:51,531 ...my sun. 17 00:03:53,600 --> 00:03:56,403 My artificial sun. 18 00:03:57,937 --> 00:04:00,306 And... 19 00:04:00,907 --> 00:04:03,810 My one and only wish, 20 00:04:05,078 --> 00:04:08,748 was that you would never stop rising each day. 21 00:04:11,418 --> 00:04:13,586 Ryou! 22 00:04:25,799 --> 00:04:27,767 Yuki... 23 00:04:46,186 --> 00:04:48,321 Go. 24 00:04:52,726 --> 00:04:55,595 You were... 25 00:04:59,399 --> 00:05:03,203 You were my sun. 26 00:05:08,208 --> 00:05:11,277 My fake sun. 27 00:05:12,779 --> 00:05:14,848 And yet, 28 00:05:14,848 --> 00:05:18,351 you burnt with love and lit my path! 29 00:05:18,351 --> 00:05:21,554 My one and only light. 30 00:05:33,600 --> 00:05:36,236 I won't cry. 31 00:05:39,506 --> 00:05:42,042 I won't cry! 32 00:05:55,121 --> 00:05:58,825 Ever since that day... 33 00:06:07,567 --> 00:06:10,270 14 years ago... 34 00:06:25,652 --> 00:06:28,388 that was... 35 00:06:29,289 --> 00:06:31,257 the day I lost the sun. 36 00:07:00,720 --> 00:07:03,223 Yukiho... 37 00:07:22,809 --> 00:07:29,183 Byakuyakou (Journey Under a midnight Sun) Chapter 1 38 00:07:33,487 --> 00:07:38,825 Autumn, 1991 39 00:07:44,931 --> 00:07:47,867 Here you go, 300 yen please. 40 00:07:47,867 --> 00:07:49,069 Thank you. 41 00:07:49,036 --> 00:07:51,505 Thank you. 42 00:07:53,773 --> 00:07:56,076 Wow, Seibu won this year! 43 00:07:56,109 --> 00:07:58,545 Way to go! 44 00:08:02,482 --> 00:08:04,317 Excuse me? 45 00:08:04,317 --> 00:08:06,319 Yes? 46 00:08:07,253 --> 00:08:09,122 What's going on over there? 47 00:08:09,122 --> 00:08:14,127 Well, you know, the bubble economy burst, so the construction workers just left it half finished. 48 00:08:14,127 --> 00:08:17,230 Now it's just a place where kids play. 49 00:08:19,099 --> 00:08:20,433 Thank you. 50 00:08:20,433 --> 00:08:22,435 You're welcome. 51 00:08:27,607 --> 00:08:30,110 5 minutes 25 seconds. 52 00:08:30,143 --> 00:08:31,778 It's a new record. 53 00:08:31,811 --> 00:08:34,247 Brilliant! 54 00:08:35,648 --> 00:08:38,418 How can you get out of there in 5 minutes? 55 00:08:38,418 --> 00:08:41,321 Have you never heard "less haste, more speed?" 56 00:08:41,321 --> 00:08:43,323 Oh no! We'll be late for cram school! 57 00:08:44,124 --> 00:08:45,759 See ya later, Ryouji 58 00:09:07,281 --> 00:09:09,383 Book Title: Gone With the Wind 59 00:09:37,044 --> 00:09:39,012 Kirihara Pawn Shop 60 00:10:15,215 --> 00:10:17,283 Hey! 61 00:10:26,192 --> 00:10:29,129 Nobody's home? 62 00:10:35,669 --> 00:10:39,506 If you end up getting divorced, 63 00:10:40,940 --> 00:10:44,911 I don't think Ryou-chan will be that shaken up about it. 64 00:10:45,378 --> 00:10:50,150 Just for getting together with an employee with a criminal record? 65 00:10:53,319 --> 00:10:55,622 Becoming concerned about whether your parents are cheating... 66 00:10:56,589 --> 00:10:58,858 that is very strange. 67 00:10:58,858 --> 00:11:00,860 Who knows I'm cheating? 68 00:11:18,645 --> 00:11:24,518 Predictions say that we'll become a place where young girls demand and purchase brand-name goods. 69 00:11:24,551 --> 00:11:29,189 It basically says, that if we don't make a department for young people, it will be difficult to survive. 70 00:11:24,617 --> 00:11:27,454 Newspaper Article: With the collapse of the bubble economy, pawn shops will change 71 00:11:29,189 --> 00:11:32,025 You'll have to make a change then, won't you? 72 00:11:32,025 --> 00:11:35,595 I wonder how you will make it in these difficult times. 73 00:11:36,229 --> 00:11:39,232 What do you think, Ryouji? 74 00:11:39,933 --> 00:11:43,069 Then this shop will go bankrupt, won't it? 75 00:11:43,069 --> 00:11:45,872 All of our workers will be taken from us. 76 00:11:46,840 --> 00:11:49,543 What about Matsura-san? 77 00:11:47,975 --> 00:11:50,227 He's a really good guy, that guy! 78 00:11:50,310 --> 00:11:52,312 Thanks for the food! 79 00:11:54,414 --> 00:11:56,349 Do you think he's just getting to that rebellious age? 80 00:11:56,349 --> 00:11:58,651 Who knows... 81 00:12:31,151 --> 00:12:33,586 It's 2000 yen though... 82 00:12:35,288 --> 00:12:37,023 Here you go. 83 00:12:37,023 --> 00:12:40,760 Yukiho, are you alright? 84 00:12:42,629 --> 00:12:45,965 Come on mom, let's go. 85 00:12:50,337 --> 00:12:53,440 It's okay. 86 00:12:54,374 --> 00:12:56,577 Yukiho. 87 00:12:56,578 --> 00:12:58,611 Yukiho! 88 00:12:58,611 --> 00:13:01,948 You think of your mom like luggage, don't you? 89 00:13:03,016 --> 00:13:05,385 If you start getting rowdy, I'll leave you here. 90 00:13:29,877 --> 00:13:31,945 Ooe Library 91 00:13:32,912 --> 00:13:36,082 Excuse me, I'll take this, please. 92 00:13:34,248 --> 00:13:35,516 Book title: World Encyclopedia - Volume 12 93 00:13:36,349 --> 00:13:38,351 Thank you. 94 00:13:43,089 --> 00:13:46,393 You always get this kind of book. What are you doing? 95 00:13:46,393 --> 00:13:48,661 Eh? I'm learning stuff. 96 00:13:48,661 --> 00:13:50,430 Is it fun? 97 00:13:50,430 --> 00:13:53,933 It must be good mustn't it, to be so carefree? 98 00:14:26,567 --> 00:14:27,701 Nishimoto Yukiho Year 5, Class 1 Ooe Minami Primary School 99 00:15:03,970 --> 00:15:05,939 Um... 100 00:15:11,745 --> 00:15:13,813 Nishi... 101 00:15:14,948 --> 00:15:17,017 Nishimo... 102 00:15:17,017 --> 00:15:19,352 I'm really sorry, but we're closing. 103 00:15:21,321 --> 00:15:23,656 Wait, Nishimoto-san! 104 00:15:36,469 --> 00:15:39,439 You go to Ooe Minami Primary School, don't you? 105 00:15:39,439 --> 00:15:41,641 I go to North Usu Primary School. 106 00:15:43,743 --> 00:15:48,081 You've already started learning English? That's amazing! 107 00:15:48,782 --> 00:15:53,286 Ah, but nowadays everyone is going to English cram school aren't they... 108 00:15:53,553 --> 00:15:57,290 Oh, you've forgotten Japanese have you?! 109 00:15:59,092 --> 00:16:01,528 My family is poor. 110 00:16:02,195 --> 00:16:06,533 The only way for poor people to succeed is to study. Don't you think so? 111 00:16:07,767 --> 00:16:09,803 Really? 112 00:16:09,269 --> 00:16:11,404 Goodbye. 113 00:16:11,404 --> 00:16:14,140 Uh, yesterday... 114 00:16:14,140 --> 00:16:16,409 Yesterday, what were you doing over there? 115 00:16:16,409 --> 00:16:19,045 Did you drop something in there? 116 00:16:22,282 --> 00:16:25,518 I heard there was a flower that blooms in ditches... 117 00:16:26,553 --> 00:16:28,722 I was just looking for it. 118 00:16:29,789 --> 00:16:32,125 Goodbye. 119 00:16:35,395 --> 00:16:37,364 In ditches? 120 00:17:08,962 --> 00:17:10,530 Yukiho! 121 00:17:10,530 --> 00:17:13,667 It's late, what were you doing? 122 00:17:15,735 --> 00:17:19,039 Yukiho, please... 123 00:17:19,039 --> 00:17:22,409 You're the only person I can rely on. 124 00:17:22,809 --> 00:17:24,944 Please! 125 00:17:31,818 --> 00:17:34,921 Ditches... ditches... 126 00:17:34,922 --> 00:17:37,590 A flower that blooms in ditches... 127 00:18:01,314 --> 00:18:04,484 About the flower you mentioned yesterday... 128 00:18:25,905 --> 00:18:28,842 Hey! Nishimoto-san! 129 00:18:29,075 --> 00:18:31,611 Look! 130 00:18:32,345 --> 00:18:35,081 Hey! Look! Here! 131 00:18:41,988 --> 00:18:43,990 It can't be... 132 00:18:47,293 --> 00:18:49,863 That flower, what is it? What is it?! 133 00:18:50,296 --> 00:18:52,699 Hm, what could it be? 134 00:19:00,674 --> 00:19:02,409 The flower you were talking about... 135 00:19:02,575 --> 00:19:06,246 You were thinking of a flower that blooms in the gutter rather than in ditches, I think. 136 00:19:06,246 --> 00:19:09,549 The lotus grows on ruins... 137 00:19:10,517 --> 00:19:14,387 There really isn't a flower that blooms in ditches! 138 00:19:15,889 --> 00:19:18,091 Even if there isn't one, 139 00:19:18,091 --> 00:19:20,560 it's better to have the dream isn't it? 140 00:19:22,862 --> 00:19:24,831 Um... 141 00:19:25,498 --> 00:19:28,001 Are you angry? 142 00:19:38,378 --> 00:19:41,081 Hey, what are you doing?!? 143 00:19:41,081 --> 00:19:44,150 It's dirty in the river, wait! 144 00:19:51,024 --> 00:19:53,025 This is why I said wait! 145 00:19:53,026 --> 00:19:54,995 It's amazing! 146 00:19:56,696 --> 00:19:58,865 It was amazing! 147 00:19:58,865 --> 00:20:01,301 It was so, so beautiful. 148 00:20:03,903 --> 00:20:06,706 It's the first time I've ever seen anything like that. 149 00:20:11,745 --> 00:20:14,114 It's a dream come true... 150 00:20:40,840 --> 00:20:43,209 Here you go, "snow." 151 00:20:50,183 --> 00:20:53,653 ...because you're Yukiho. (Translator's Note: Yuki means "snow" in Japanese.) 152 00:20:58,158 --> 00:21:00,560 Tell me, 153 00:21:00,960 --> 00:21:04,164 why are you being nice to me? 154 00:21:10,236 --> 00:21:13,707 I just... feel like you and I are similar. 155 00:21:15,875 --> 00:21:18,044 How? 156 00:21:18,044 --> 00:21:22,349 Between Chage & Aska, which do you like? (Cultural Note: Chage & Aska were Pop stars in Japan in the 90's.) 157 00:21:22,349 --> 00:21:24,217 Aska. 158 00:21:24,217 --> 00:21:25,885 I see... 159 00:21:25,885 --> 00:21:29,022 It's nothing to do with Chage's moroseness, is it? 160 00:21:31,057 --> 00:21:32,759 Yes. 161 00:21:32,760 --> 00:21:34,794 I see. 162 00:21:36,229 --> 00:21:41,901 If you had a time machine, would you go to the future or the past? 163 00:21:41,901 --> 00:21:44,838 Um... the past! 164 00:21:46,139 --> 00:21:48,408 Oh. 165 00:21:49,909 --> 00:21:52,045 So you would go to the future then? 166 00:21:52,045 --> 00:21:54,414 Because I hate to look back and regret... 167 00:21:59,786 --> 00:22:02,088 When something bad happens, do you study to take your mind off it? 168 00:22:02,088 --> 00:22:03,089 Yes, I do! 169 00:22:02,489 --> 00:22:03,656 Really? Me too! 170 00:22:03,857 --> 00:22:06,893 While you are studying, you don't think about unpleasant things, right? 171 00:22:06,893 --> 00:22:08,895 Yes, that's right! 172 00:22:08,895 --> 00:22:13,199 Phew! I always wondered what to do when I felt like that! 173 00:22:18,304 --> 00:22:21,441 But, are you pleased about that? 174 00:22:25,445 --> 00:22:30,250 When you say "bad things," you have to use "ga," don't you? (Translator's Note: She's correcting his Japanese from a few lines ago.) 175 00:22:30,250 --> 00:22:33,286 Really? Ah, yes you do, don't you. 176 00:22:37,090 --> 00:22:39,826 I'm terrible, aren't I! 177 00:22:44,030 --> 00:22:46,533 Hey! Look! 178 00:22:54,541 --> 00:22:56,843 Over there! 179 00:22:58,778 --> 00:23:02,148 Don't you think it looks like a flower? 180 00:23:09,789 --> 00:23:11,891 It's my gift to you. 181 00:23:14,461 --> 00:23:16,663 Thank you. 182 00:23:25,572 --> 00:23:32,245 Wow! Amazing! It's amazing! Amazing! Amazing! 183 00:23:32,379 --> 00:23:34,881 This program is brought to you by KDDI... 184 00:23:36,282 --> 00:23:37,717 Suzuki... 185 00:23:39,185 --> 00:23:40,987 Kobayashi Seiyaku... 186 00:23:43,356 --> 00:23:46,092 And Windows XP... 187 00:23:57,304 --> 00:23:59,740 Hey! Don't run! 188 00:23:59,773 --> 00:24:01,775 Sorry. 189 00:24:06,479 --> 00:24:08,948 You're here! 190 00:24:28,368 --> 00:24:30,103 Tada!! 191 00:24:30,103 --> 00:24:32,906 Wow, that's brilliant! 192 00:24:34,774 --> 00:24:36,876 Tada!! 193 00:24:37,377 --> 00:24:39,213 All of them? 194 00:24:39,246 --> 00:24:41,548 Go on. 195 00:24:39,713 --> 00:24:41,949 No way!! 196 00:24:41,948 --> 00:24:43,951 Go on! 197 00:24:42,850 --> 00:24:44,618 I'll die! 198 00:24:44,284 --> 00:24:46,619 You won't, it's alright. 199 00:24:48,088 --> 00:24:50,156 Just once. 200 00:24:50,156 --> 00:24:51,992 Go on! 201 00:24:51,291 --> 00:24:53,593 No! 202 00:24:58,631 --> 00:25:01,267 I... I won't die! 203 00:25:03,503 --> 00:25:05,972 Do you want to die?! 204 00:25:14,247 --> 00:25:16,249 That's mean... 205 00:25:18,284 --> 00:25:19,853 Thank you very much. 206 00:25:19,853 --> 00:25:24,124 Gone With the Wind... A melodrama - Book 1? 207 00:25:24,124 --> 00:25:26,893 It's fine, just lend it to me please. 208 00:25:35,669 --> 00:25:38,538 It must be good to be young. 209 00:25:53,953 --> 00:25:59,059 An old man and woman who love each other, it's nice isn't it? 210 00:26:02,595 --> 00:26:04,898 Hey, um... 211 00:26:05,398 --> 00:26:10,337 Yu... Yu... Yuki, 212 00:26:10,670 --> 00:26:15,175 Out of Midaifuku and Joudaifuku, which do you like best? (Translator's Note: Types of rice and bean jam sweets.) 213 00:26:23,483 --> 00:26:26,319 Just normal Daifuku are nice. 214 00:26:29,856 --> 00:26:32,625 S... so, you mean neither then, right? 215 00:26:38,598 --> 00:26:40,100 Ryou-kun... 216 00:26:40,100 --> 00:26:42,135 Y... yes? 217 00:26:42,469 --> 00:26:44,871 You have really sweaty hands! 218 00:26:44,871 --> 00:26:48,008 Huh? I'm so sorry! Really, I'm sorry! 219 00:26:58,251 --> 00:27:01,454 Ryouji! What are you doing? 220 00:27:04,924 --> 00:27:06,426 What are you doing, Dad? 221 00:27:06,426 --> 00:27:09,096 I'm going to look at an article that someone wants to pawn. 222 00:27:12,899 --> 00:27:15,502 I'm going home. 223 00:27:33,554 --> 00:27:35,022 Kirihara Pawn Shop 224 00:27:38,258 --> 00:27:42,696 Ryouji, the girl I saw you with before, you're to never see her again. 225 00:27:43,430 --> 00:27:46,332 Her mother is a nasty customer. 226 00:27:46,599 --> 00:27:49,069 She's always drunk. 227 00:27:50,036 --> 00:27:52,339 I don't think what her mother does has anything to do with her. 228 00:27:52,339 --> 00:27:54,341 SILENCE!! 229 00:27:54,341 --> 00:27:56,242 Get out of this house! 230 00:27:56,242 --> 00:27:58,244 Don't eat anymore of my food! 231 00:28:03,783 --> 00:28:06,786 What do you think's wrong with him? 232 00:28:07,821 --> 00:28:10,323 Ryouji is at a troublesome age. 233 00:28:18,264 --> 00:28:20,266 The person with the "Harmony" bag... 234 00:28:20,734 --> 00:28:23,103 His name was Kirihara wasn't it? 235 00:28:24,204 --> 00:28:26,373 I thought it was better you didn't know. 236 00:28:26,873 --> 00:28:28,942 Thanks for the food! 237 00:29:15,622 --> 00:29:18,458 Hey, have you been dumped already? 238 00:29:44,517 --> 00:29:47,520 Wait! Wait! 239 00:29:48,355 --> 00:29:50,324 Wait! 240 00:29:51,091 --> 00:29:53,093 I said wait! 241 00:29:53,093 --> 00:29:55,095 Did I do something wrong? 242 00:29:57,597 --> 00:29:59,799 If I did something, tell me! 243 00:30:00,700 --> 00:30:03,870 It's not about my father is it... 244 00:30:03,870 --> 00:30:05,839 Don't touch me! 245 00:30:05,840 --> 00:30:09,142 It's disgusting, don't come near me again! 246 00:30:37,003 --> 00:30:40,840 Welcome home! Yukiho, do you want some of this? 247 00:30:40,874 --> 00:30:44,511 No way. I can't take this anymore! 248 00:30:46,579 --> 00:30:49,282 Hey, look! 2,000,000 yen. 249 00:30:49,282 --> 00:30:51,818 I received it! 250 00:30:51,985 --> 00:30:54,821 With this, I can pay off all our debts! 251 00:30:55,388 --> 00:30:57,758 Don't you see? It's over! 252 00:30:57,190 --> 00:30:59,493 There's no way it's over! 253 00:30:59,526 --> 00:31:03,029 You only got that 2,000,000 yen as a down-payment for me, didn't you! 254 00:31:07,500 --> 00:31:10,804 Before your father died, he hit me. 255 00:31:11,538 --> 00:31:14,207 You've made your mother do the same thing! 256 00:31:14,441 --> 00:31:18,178 Why do you say such selfish things? 257 00:31:19,346 --> 00:31:21,081 Yukiho! 258 00:31:27,387 --> 00:31:33,193 So your conclusion is that she left you because your hands were sticky? 259 00:31:35,628 --> 00:31:40,166 She said "it's disgusting," so that's all it can be, isn't it? 260 00:31:42,469 --> 00:31:45,672 I don't think that's really true though. 261 00:31:45,672 --> 00:31:49,843 You see, she only started to smile after she met you. 262 00:31:52,512 --> 00:31:54,748 I see. 263 00:31:55,315 --> 00:31:57,784 You're the same you know. 264 00:32:01,588 --> 00:32:03,390 How about writing a letter? 265 00:32:03,390 --> 00:32:04,457 A letter? 266 00:32:04,557 --> 00:32:08,828 If you write a letter, she might read it, right? 267 00:32:25,045 --> 00:32:26,380 Dear Yuki-chan, 268 00:32:26,413 --> 00:32:27,681 ...you don't want to see me anymore because of my sweaty hands? 269 00:32:43,029 --> 00:32:45,098 Yuki-chan! 270 00:33:09,122 --> 00:33:12,225 I'll come and get you later. 271 00:35:10,510 --> 00:35:12,612 What are you doing? 272 00:35:21,454 --> 00:35:23,790 What is this? 273 00:35:24,391 --> 00:35:26,559 This is... uh, Ryouji. 274 00:35:26,626 --> 00:35:28,561 It isn't what it seems. 275 00:35:43,309 --> 00:35:45,345 It's with consent! 276 00:35:45,345 --> 00:35:48,181 Look, she doesn't seem bothered really, does she? 277 00:35:57,891 --> 00:36:01,094 It's not like I love her. Besides, if it's for money... 278 00:36:45,705 --> 00:36:47,774 What do I do? 279 00:36:49,009 --> 00:36:51,177 What do I do? 280 00:36:51,578 --> 00:36:53,747 What do I do? 281 00:36:55,148 --> 00:36:58,118 I... my Dad... 282 00:36:59,853 --> 00:37:02,622 I... killed... 283 00:37:02,622 --> 00:37:04,624 You didn't kill him! 284 00:37:09,429 --> 00:37:11,765 It's unpleasant to say this to you, but... 285 00:37:12,799 --> 00:37:16,336 I killed him. 286 00:37:18,838 --> 00:37:20,974 So many times... 287 00:37:21,474 --> 00:37:23,610 I killed him in my head. 288 00:37:43,196 --> 00:37:45,398 Therefore... 289 00:37:46,099 --> 00:37:49,135 the one who killed him... was me. 290 00:38:05,151 --> 00:38:07,754 This program is brought to you by KDDI... 291 00:38:09,089 --> 00:38:10,323 Suzuki... 292 00:38:12,092 --> 00:38:13,660 Kobayashi Seiyaku... 293 00:38:16,196 --> 00:38:19,265 And Windows XP... 294 00:38:33,546 --> 00:38:35,615 Here you go. 295 00:38:37,550 --> 00:38:39,753 Hey... 296 00:38:39,753 --> 00:38:42,188 Will you make me a promise? 297 00:38:43,923 --> 00:38:46,960 We've never met before, 298 00:38:46,961 --> 00:38:48,995 we've never talked before. 299 00:38:49,696 --> 00:38:54,000 We don't even know each other's names. We are complete strangers, okay? 300 00:38:56,636 --> 00:38:58,938 Why are you saying this? 301 00:38:59,973 --> 00:39:02,409 Because I think it's for the best. 302 00:39:05,211 --> 00:39:07,814 I'll definitely contact you. 303 00:39:13,353 --> 00:39:15,422 Trust me. 304 00:39:40,814 --> 00:39:42,849 Good night. 305 00:39:46,019 --> 00:39:50,990 At the time, I didn't even realize what I was promising to you. 306 00:39:52,792 --> 00:39:54,894 Even if it was just a second faster, 307 00:39:54,894 --> 00:39:58,865 or a single meter further away, foolish me wanted to get away. 308 00:40:04,971 --> 00:40:09,509 I didn't even consider that I was leaving you behind. 309 00:40:33,366 --> 00:40:35,869 Hey, Yukiho... 310 00:40:49,883 --> 00:40:52,852 About the time machine... 311 00:40:55,388 --> 00:40:58,658 I would go back to the past after all. 312 00:41:02,395 --> 00:41:05,932 I'd go back to that day and tell myself not to run away. 313 00:41:07,400 --> 00:41:13,606 If I had done that, then I'm sure your path would have been a bit brighter. 314 00:41:32,392 --> 00:41:33,793 Excuse me sir, you can't come in here as you please! 315 00:41:33,793 --> 00:41:36,930 How many times have I told you to remember the precinct detectives' faces, you idiot! 316 00:41:36,930 --> 00:41:38,232 Sasagaki-san! 317 00:41:37,430 --> 00:41:38,264 Ah, Koga. 318 00:41:38,264 --> 00:41:39,366 He's authorized you idiot! 319 00:41:39,366 --> 00:41:40,601 This way. 320 00:41:39,866 --> 00:41:41,434 What is it? 321 00:41:40,701 --> 00:41:41,434 I don't know. 322 00:41:48,441 --> 00:41:50,410 Koga... 323 00:41:49,209 --> 00:41:51,178 Yes? 324 00:41:50,910 --> 00:41:52,712 What's this? 325 00:41:52,712 --> 00:41:54,714 It was all piled up in front of that door. 326 00:41:54,814 --> 00:41:56,816 The child who found the body moved all of it over there. 327 00:41:56,816 --> 00:41:57,650 Child? 328 00:41:57,650 --> 00:41:59,786 A child called Kikuchi was playing in the air duct, 329 00:41:59,786 --> 00:42:02,222 but it was a coincidence. It seems he came out around here. 330 00:42:02,689 --> 00:42:04,724 That's the duct. 331 00:42:07,060 --> 00:42:09,796 Kikuchi must have been really surprised, huh! 332 00:42:13,667 --> 00:42:15,702 It was a murder, wasn't it? 333 00:42:15,702 --> 00:42:20,707 A fatal wound was delivered with one blow. The killer was lucky. 334 00:42:20,707 --> 00:42:23,076 The murder weapon was thin and pointed, perhaps some sort of cutlery. 335 00:42:23,076 --> 00:42:26,346 It's like, afterwards, when you see the wallet is gone, you feel like you understand it all... 336 00:42:27,814 --> 00:42:30,016 But it doesn't seem like there was a struggle... 337 00:42:30,016 --> 00:42:36,456 Perhaps an acquaintance, or family member... 338 00:42:37,123 --> 00:42:40,694 Sir, we've managed to contact his wife. 339 00:42:40,694 --> 00:42:42,729 Oh, right. 340 00:43:07,187 --> 00:43:14,294 I don't have any idea. He wasn't really a person noted for his seriousness. 341 00:43:14,294 --> 00:43:17,931 But when you have this kind of business, you get lots of different kinds of customers, right? 342 00:43:17,931 --> 00:43:20,300 Was anyone particularly jealous of your husband, or acted strangely around him? 343 00:43:20,301 --> 00:43:24,004 Occasionally, there would be strange customers... 344 00:43:24,838 --> 00:43:31,445 He didn't extend personal credit so there was nothing like that to motivate a customer to kill him. 345 00:43:31,478 --> 00:43:34,815 Could I see a list of your recent customers? 346 00:43:35,348 --> 00:43:37,183 Of course. 347 00:43:49,062 --> 00:43:51,931 Your son and his father had a good relationship, didn't they? 348 00:43:52,832 --> 00:43:56,903 We waited a while before we had Ryouji, and he was a good father. 349 00:44:03,043 --> 00:44:05,311 You want to question him, don't you? 350 00:44:05,311 --> 00:44:08,314 I would like to have a quiet chat with your son, if that is okay. 351 00:44:08,314 --> 00:44:09,949 Is there really any need for that? 352 00:44:09,949 --> 00:44:14,754 On this occasion, I think it would be better for the police to talk to him first, don't you? 353 00:44:19,959 --> 00:44:23,663 Ryouji-kun, is it okay if we have a little chat? 354 00:44:24,698 --> 00:44:26,766 I'm opening the door. 355 00:44:47,454 --> 00:44:51,524 That's amazing, did you make this? 356 00:44:52,726 --> 00:44:54,527 Yes. 357 00:44:54,861 --> 00:44:56,596 This is on the same level as performers and... 358 00:44:56,596 --> 00:44:59,232 entertainers you know. You're very good with scissors, aren't you! 359 00:45:02,335 --> 00:45:04,938 So what are the local kids reading now? 360 00:45:09,476 --> 00:45:11,544 What do you want to talk to me about? 361 00:45:13,313 --> 00:45:17,851 I think you heard a few minutes ago, but I want you to know I understand your pain. 362 00:45:21,488 --> 00:45:25,458 will catch the criminal without fail. I want you to help me. 363 00:45:27,727 --> 00:45:29,662 How? 364 00:45:30,830 --> 00:45:36,469 Your father was found in a building under-construction in front of Ooe park. 365 00:45:37,270 --> 00:45:39,372 Do you know the building? 366 00:45:40,407 --> 00:45:43,476 What I'd like to know is, what was your father doing there? 367 00:45:43,576 --> 00:45:45,478 It seems mysterious to me. 368 00:45:45,578 --> 00:45:46,680 Come on... 369 00:45:47,080 --> 00:45:51,985 Kids are always playing over there in the ducts, aren't they? 370 00:45:52,485 --> 00:45:55,055 It was primary school children who found your father. 371 00:45:55,321 --> 00:46:01,027 I don't suppose you've ever seen your father over there? 372 00:46:02,729 --> 00:46:04,831 Have you? 373 00:46:06,132 --> 00:46:08,401 No. 374 00:46:10,937 --> 00:46:12,872 I see. 375 00:46:13,940 --> 00:46:15,909 Thank you. 376 00:46:21,147 --> 00:46:23,450 See you again. 377 00:46:28,922 --> 00:46:32,092 Oh? Are you finished with Ryouji already? 378 00:46:32,192 --> 00:46:34,294 Thank you. 379 00:46:50,043 --> 00:46:52,345 What's wrong Ryou-chan? 380 00:46:58,318 --> 00:46:59,286 Nishifuse Police Station 381 00:46:59,319 --> 00:47:00,320 Violent Crimes Division 382 00:47:02,322 --> 00:47:04,491 He was a really strange child. 383 00:47:04,491 --> 00:47:06,493 Really? 384 00:47:06,693 --> 00:47:08,695 His eyes were about to pop out from his sockets! 385 00:47:08,795 --> 00:47:11,998 It might just have been shock. He's only 11 you know. 386 00:47:12,198 --> 00:47:14,701 Yes, but it was really like this! 387 00:47:16,903 --> 00:47:18,471 Is that good? 388 00:47:18,471 --> 00:47:20,473 Yes, it's delicious. 389 00:47:27,914 --> 00:47:33,620 Why do me, you, and Ryouji have to make sure our stories match in advance? 390 00:47:33,620 --> 00:47:36,189 It's necessary. 391 00:47:38,692 --> 00:47:45,465 You don't really want to tell the police what we were doing that day, do you? 392 00:47:49,169 --> 00:47:53,006 You see, whatever we say, they will be suspicious about it. 393 00:47:55,308 --> 00:48:01,614 And if they found out about our affair, you won't receive anything from the Kirihara household. 394 00:48:15,962 --> 00:48:19,733 After that, my life with Matsura-san began. 395 00:48:21,701 --> 00:48:23,870 Even though I knew I was the killer, 396 00:48:24,471 --> 00:48:27,607 I went to school everyday as if I had a murdered parent. 397 00:48:31,077 --> 00:48:33,546 I was able to hide everything from the students. 398 00:48:39,686 --> 00:48:42,989 But reality swelled up in my dreams. 399 00:48:46,059 --> 00:48:48,695 I wanted to throw everyhing up and get rid of it. 400 00:48:56,302 --> 00:49:02,742 However, the only person who could do that, I hadn't heard from yet. 401 00:49:07,414 --> 00:49:09,683 Thinking of that, 402 00:49:15,055 --> 00:49:18,258 I started to regret meeting you. 403 00:49:21,061 --> 00:49:25,999 I thought that if I had never met you, I wouldn't have become a murderer. 404 00:49:29,035 --> 00:49:31,705 It was nice to think of what we had together. 405 00:49:31,705 --> 00:49:33,606 Trust me. 406 00:49:33,606 --> 00:49:37,277 But I started to wonder if I was being deceived. 407 00:49:38,912 --> 00:49:43,049 And I at the time, started to wonder if you intended to take those scissors to the police. 408 00:49:48,621 --> 00:49:51,324 I couldn't trust anything. 409 00:49:52,559 --> 00:49:57,130 I felt as if you had destroyed the sun. 410 00:50:07,407 --> 00:50:09,877 South Ooe Station 411 00:50:20,420 --> 00:50:22,689 You'll finish that book soon, won't you? 412 00:50:24,657 --> 00:50:26,693 Yes. 413 00:50:29,396 --> 00:50:32,532 Scarlett was able to go to heaven, didn't she? 414 00:50:35,135 --> 00:50:39,506 She'll kill the soldiers who are trying to take her home, won't she? 415 00:50:42,809 --> 00:50:45,145 If she does it in order to live... 416 00:50:45,412 --> 00:50:48,615 If she goes that far, I wonder if she can be forgiven... 417 00:50:52,686 --> 00:50:55,255 Who knows? 418 00:50:56,890 --> 00:51:01,061 Even if she thinks she will be killed... 419 00:51:02,228 --> 00:51:05,165 I wonder if I might do the same. 420 00:51:06,800 --> 00:51:08,401 He's cute. 421 00:51:08,401 --> 00:51:11,571 Why don't you talk about that with Kirihara-kun? 422 00:51:12,472 --> 00:51:15,375 I see, you can't talk to him now? 423 00:51:17,610 --> 00:51:20,413 You know about what happened, don't you? 424 00:51:21,147 --> 00:51:24,150 There are rumors at school. 425 00:51:24,150 --> 00:51:26,152 I see. 426 00:51:27,454 --> 00:51:32,092 But when they calm down, I'm thinking of writing a letter. 427 00:51:33,660 --> 00:51:35,695 That's a good idea. 428 00:51:37,397 --> 00:51:39,432 Yes. 429 00:51:54,514 --> 00:51:56,583 Father... 430 00:51:57,450 --> 00:52:00,353 Please hide these well, okay? 431 00:52:07,994 --> 00:52:10,063 Our initial investigation has established the identity... 432 00:52:10,063 --> 00:52:12,165 of the victim, and his actions on the day of the murder. 433 00:52:12,165 --> 00:52:18,538 Kirihara-san stopped at a credit company at around 2:00pm and withdrew 2,000,000 yen. 434 00:52:18,538 --> 00:52:22,042 After that, at around 3:30, he went to a cake shop called Harmony in the Ooe shopping district. 435 00:52:22,342 --> 00:52:25,779 It was confirmed that he bought 3 almond puddings there. 436 00:52:25,779 --> 00:52:28,214 Please look at the document in front of you. 437 00:52:28,348 --> 00:52:31,584 This was taken from the customer list of the Kirihara pawn shop. 438 00:52:31,651 --> 00:52:34,587 Nishimoto Fumiyo, 32 years old. Her husband died 8 years... 439 00:52:34,587 --> 00:52:37,724 ago in an accident. She is currently working in a restaurant. 440 00:52:38,124 --> 00:52:41,094 We have several eye-witnesses who state that Kirihara-san... 441 00:52:41,128 --> 00:52:44,497 was seen visiting Nishimoto Fumiyo on several occasions. 442 00:52:44,764 --> 00:52:49,069 Furthermore, we have discovered that Nishimoto Fumiyo was in serious financial trouble. 443 00:52:53,306 --> 00:52:55,542 This is it, isn't it? 444 00:52:55,742 --> 00:52:57,777 Let's go in. 445 00:53:02,916 --> 00:53:06,820 It seems strange for her to kill him. 446 00:53:08,521 --> 00:53:13,460 They're lovers aren't they? She gets money doesn't she? But if she killed him then that would be the end. 447 00:53:14,060 --> 00:53:17,664 Think about it though, there could be any number of reasons. 448 00:53:19,599 --> 00:53:22,902 If it were me, I'd spend the money little by little. 449 00:53:23,036 --> 00:53:24,904 Um... 450 00:53:26,539 --> 00:53:28,641 Who are you? 451 00:53:40,887 --> 00:53:43,189 I think my mom will be home soon. 452 00:53:44,591 --> 00:53:46,460 Here you go. 453 00:53:45,392 --> 00:53:47,460 Thank you. 454 00:53:47,761 --> 00:53:49,696 Thank you. 455 00:53:53,833 --> 00:53:56,102 She seems like a level-headed girl, doesn't she? 456 00:54:00,440 --> 00:54:02,509 What are you reading? 457 00:54:03,376 --> 00:54:05,779 Gone With the Wind. 458 00:54:07,614 --> 00:54:11,651 What do you think of her... Scarlett? 459 00:54:13,920 --> 00:54:18,558 I find that kind of woman very, very difficult. 460 00:54:21,394 --> 00:54:23,329 Admirable... 461 00:54:23,630 --> 00:54:26,132 Strong, sturdy... 462 00:54:26,132 --> 00:54:28,401 Never giving up, no matter what happens. 463 00:54:43,683 --> 00:54:45,752 What is it? 464 00:55:06,106 --> 00:55:09,242 Yukiho, why don't you lock the door? 465 00:55:12,912 --> 00:55:14,981 These are detectives. 466 00:55:15,982 --> 00:55:18,184 Um, has something happened? 467 00:55:18,318 --> 00:55:21,254 Didn't you know that Kirihara Yousuke has been stabbed? 468 00:55:22,689 --> 00:55:25,759 No! He was killed? 469 00:55:27,627 --> 00:55:29,796 You didn't know? 470 00:55:30,030 --> 00:55:33,700 We don't get the paper, I'm sorry. 471 00:55:34,834 --> 00:55:39,939 There's a witness who says that they saw Kirihara-san come into this house before he was murdered. 472 00:55:41,074 --> 00:55:43,376 It was on the 11th of November. 473 00:55:46,212 --> 00:55:48,181 Don't you remember? 474 00:55:48,248 --> 00:55:52,285 No, I can't remember at all. Why? 475 00:55:52,686 --> 00:55:55,588 I see. Can I ask you another question? 476 00:56:01,561 --> 00:56:03,496 What's wrong? 477 00:56:03,496 --> 00:56:05,732 There is something unusual going on there. 478 00:56:05,732 --> 00:56:07,734 There is, isn't there... 479 00:56:07,767 --> 00:56:10,603 That woman is clearly lying, isn't she? 480 00:56:10,737 --> 00:56:13,039 Not just that, but the girl... 481 00:56:17,777 --> 00:56:20,280 I think the girl is trying to implicate her mother. 482 00:56:20,380 --> 00:56:27,887 She noticed me looking at the box of puddings, and put on an extravagant act as if to hide it. 483 00:56:27,954 --> 00:56:30,590 But why would she want to do that? 484 00:56:30,857 --> 00:56:33,526 To make her mother seem suspicious, for example. 485 00:56:33,526 --> 00:56:36,930 But she's her mother! Why would she want to implicate her? 486 00:56:37,297 --> 00:56:39,366 Please exercise your common sense. 487 00:56:41,534 --> 00:56:43,537 How did it go? 488 00:56:43,570 --> 00:56:45,506 Koga! 489 00:56:43,971 --> 00:56:45,506 Right. 490 00:56:45,538 --> 00:56:47,974 We asked Nishimoto Fumiyo to come to the station, and there is no problem. 491 00:56:47,974 --> 00:56:49,609 I see. 492 00:56:49,609 --> 00:56:51,611 Did something happen? 493 00:56:52,012 --> 00:56:55,715 At the time of the murder, there was one customer who went to the Kirihara pawn shop. 494 00:56:55,715 --> 00:56:58,551 However, according to that customer, even though... 495 00:56:58,551 --> 00:57:01,654 the shop looked open, it seemed that nobody was there. 496 00:57:01,654 --> 00:57:03,990 We received another piece of information... 497 00:57:03,990 --> 00:57:07,660 the wife and Matsura are living together now. 498 00:57:08,028 --> 00:57:10,196 Do you think they could have killed him for his assets? 499 00:57:10,196 --> 00:57:13,066 It's not that hard to believe is it? 500 00:57:13,299 --> 00:57:16,503 Besides, it seems that Matsura has a criminal record. 501 00:57:17,337 --> 00:57:19,273 Will you corroborate their stories tomorrow? 502 00:57:18,705 --> 00:57:19,273 Yes sir! 503 00:57:19,305 --> 00:57:20,340 And Nishimoto Fumiyo? 504 00:57:19,305 --> 00:57:22,309 Prepare for her to come to the station. 505 00:57:21,975 --> 00:57:23,710 Yes sir. 506 00:57:24,411 --> 00:57:26,546 Please, may we speak? 507 00:57:26,546 --> 00:57:30,917 That night between 6:00 and 8:00, can you tell us where you were, and what you were doing? 508 00:57:40,727 --> 00:57:42,762 I was in the shop. 509 00:57:42,762 --> 00:57:46,466 You say you were in the shop, but someone else has testified that they came by, and that nobody was in. 510 00:57:48,802 --> 00:57:54,307 At that time, I must've been in this part here. From here, you can't hear anything at all. 511 00:57:54,307 --> 00:57:56,643 Is there anyone who can corroborate your story? 512 00:57:58,244 --> 00:58:00,647 Yes, the owner's wife shouted at me. 513 00:58:00,647 --> 00:58:03,249 You could hear the owner's wife shout but you couldn't... 514 00:58:03,249 --> 00:58:05,819 hear the buzzer at the door? It's loud enough, isn't it? 515 00:58:08,088 --> 00:58:12,959 Well, there's nothing I can say. The owner's wife wouldn't go out. 516 00:58:12,959 --> 00:58:15,762 What was she doing at the time? 517 00:58:20,000 --> 00:58:23,536 I think she was eating with Ryou-chan. 518 00:58:24,471 --> 00:58:26,673 Is Ryouji here today? 519 00:58:26,806 --> 00:58:32,312 What were you doing between 6:00 and 8:00 on the day of the accident? 520 00:58:33,179 --> 00:58:35,982 I was watching TV with my mom, then we had dinner. 521 00:58:35,982 --> 00:58:37,017 What was on TV? 522 00:58:37,017 --> 00:58:42,322 "News no Mori," "100 Person Quiz," and "Why Why Sports." 523 00:58:42,589 --> 00:58:44,758 Do you remember what the shows were about that day? 524 00:58:44,758 --> 00:58:51,631 On "News no Mori," there was an air show in Ohio, and a big meeting in Moscow... 525 00:58:51,998 --> 00:58:56,069 On "100 Person Quiz," they were asking about the Nobel Prize... 526 00:58:56,103 --> 00:58:59,973 Wow, you remember all that! You're smart, aren't you! 527 00:59:00,006 --> 00:59:02,809 Because it's become a day that I can't forget. 528 00:59:14,287 --> 00:59:17,490 Sasagaki-san, is there anything else you want to ask? 529 00:59:18,625 --> 00:59:22,095 There's a big change from the other day, isn't there? 530 00:59:23,196 --> 00:59:25,265 Because I've gotten used to it. 531 00:59:25,432 --> 00:59:27,200 Used to what? 532 00:59:27,400 --> 00:59:30,503 The fact that my father was killed. 533 00:59:36,209 --> 00:59:39,079 I see, thank you. 534 00:59:41,181 --> 00:59:43,283 See you again. 535 00:59:48,688 --> 00:59:51,858 The wife, the worker, and the boy's stories are all in agreement. 536 00:59:51,858 --> 00:59:54,794 I can't imagine that they'd arrange their stories even down to the boy. 537 00:59:54,794 --> 00:59:57,197 He even remembers what was on TV that night. 538 00:59:57,197 --> 01:00:00,000 Come on, even I can tell what kind of things are on that show. 539 01:00:00,000 --> 01:00:02,602 Why do you keep trying to show me these things over and over again? 540 01:00:02,602 --> 01:00:08,908 I'm not convinced. Why were Nishimoto Fumiyo and Kirihara Yousuke in that kind of place? 541 01:00:08,908 --> 01:00:12,712 Nishimoto could've been thinking of anything, like what would happen if news of their affair got out. 542 01:00:12,712 --> 01:00:16,649 But it doesn't make sense. I don't believe she's capable of carrying out such a crime! 543 01:00:16,649 --> 01:00:18,385 That's only your opinion. You have no proof, so please stop proposing it. 544 01:00:18,385 --> 01:00:21,788 The facts that we see aren't always the truth. 545 01:00:22,122 --> 01:00:24,358 Sir, we have something! 546 01:00:23,356 --> 01:00:24,791 What is it? 547 01:00:24,791 --> 01:00:30,030 Three days after the incident, 2,00,000 yen was deposited into Nishimoto Fumiyo's account. 548 01:00:30,730 --> 01:00:32,766 When is Nishimoto Fumiyo coming here? 549 01:00:32,265 --> 01:00:34,134 Tomorrow morning. 550 01:00:34,134 --> 01:00:36,103 I see... 551 01:00:35,068 --> 01:00:36,736 Where are you going? 552 01:00:36,736 --> 01:00:39,906 I'm going to clear my head. 553 01:01:03,263 --> 01:01:06,166 Mom, what's wrong? 554 01:01:06,599 --> 01:01:09,969 The police have asked to see me again tomorrow. 555 01:01:13,039 --> 01:01:18,011 Damn it! What have I done to deserve this? 556 01:01:46,339 --> 01:01:50,910 7 years ago, Sasagaki-san had a painful experience with a wrongful arrest. 557 01:01:51,077 --> 01:01:54,447 The motive, witnesses, and the murder weapon all pointed to a suspect, 558 01:01:54,447 --> 01:01:57,817 Sasagaki-san was confident and made the arrest... 559 01:02:12,499 --> 01:02:15,402 The suspect had a single daughter. 560 01:02:18,004 --> 01:02:23,510 When her father was arrested, people started calling her "the killer's daughter," teasing her non-stop. 561 01:02:23,710 --> 01:02:26,379 She ended up committing suicide. 562 01:02:28,648 --> 01:02:31,751 Later we found that the man was innocent. 563 01:02:33,420 --> 01:02:37,724 Our jobs... should've never been created, it only sows tragedy. 564 01:02:38,491 --> 01:02:41,836 That is what Sasagaki-san fears the most. 565 01:03:25,271 --> 01:03:29,509 It's over now, Ryou-kun. 566 01:03:43,990 --> 01:03:46,493 Here you go, "snow." 567 01:03:48,862 --> 01:03:51,097 Because you're Yukiho! 568 01:04:37,344 --> 01:04:40,580 Mom, take this. 569 01:04:42,982 --> 01:04:47,087 The old man next door gave them to me, saying they helped with hangovers. (For various cold symptoms.) 570 01:04:48,922 --> 01:04:50,890 Thank you. 571 01:04:51,791 --> 01:04:54,794 You're kind aren't you, Yukiho? 572 01:05:00,834 --> 01:05:02,836 Yukiho... 573 01:05:03,636 --> 01:05:06,172 It was you who did it, wasn't it? 574 01:05:09,309 --> 01:05:11,444 Because... 575 01:05:11,711 --> 01:05:14,280 ...there was nobody else there but you. 576 01:05:18,351 --> 01:05:23,223 It's true, you want to kill people, like that old man. 577 01:05:34,868 --> 01:05:38,872 It's okay, I won't tell anyone. 578 01:05:44,911 --> 01:05:47,147 Good night. 579 01:05:57,290 --> 01:05:59,626 I want to kill...? 580 01:06:03,196 --> 01:06:05,465 Why? 581 01:06:10,570 --> 01:06:12,939 W... why? 582 01:06:16,776 --> 01:06:20,213 Why did you say that? 583 01:06:32,559 --> 01:06:38,932 There were various construction materials and items blocking the door, but the door was... 584 01:06:41,167 --> 01:06:43,103 I found you! 585 01:06:42,002 --> 01:06:43,737 What are you doing here? 586 01:06:43,737 --> 01:06:48,274 Nishimoto Fumiyo has tried to commit double suicide with her daughter! 587 01:06:52,612 --> 01:06:54,481 Koga-san. 588 01:06:54,481 --> 01:06:56,449 Yes? 589 01:07:07,694 --> 01:07:10,230 It seems she cut the gas pipe. 590 01:07:23,843 --> 01:07:26,579 That's... the murder weapon, isn't it? 591 01:07:40,293 --> 01:07:43,530 Ah, you're awake. 592 01:07:49,436 --> 01:07:51,571 The hospital...? 593 01:07:54,841 --> 01:07:57,844 Lie down and relax. 594 01:08:01,014 --> 01:08:04,084 Doctor, excuse me doctor... 595 01:08:04,818 --> 01:08:10,290 Your mother tried to commit suicide and kill you at the same time... with gas. 596 01:08:11,291 --> 01:08:14,561 But we managed to save your life. 597 01:08:16,563 --> 01:08:18,631 And... 598 01:08:19,833 --> 01:08:21,901 my mother? 599 01:08:24,671 --> 01:08:26,806 I'm sorry... 600 01:08:37,384 --> 01:08:39,452 I see. 601 01:08:41,955 --> 01:08:46,292 There's only me left alive. 602 01:08:56,970 --> 01:09:00,140 Were these your mother's scissors? 603 01:09:02,742 --> 01:09:05,111 They were found in the kitchen. 604 01:09:09,983 --> 01:09:11,985 Yes. 605 01:09:42,515 --> 01:09:47,520 Hey, hey, hey, is the rumor about Nishimoto-san's mother true?! 606 01:09:47,520 --> 01:09:50,023 My mother was talking about it too! 607 01:09:50,924 --> 01:09:53,493 Yes, yes, I know! I... 608 01:10:29,195 --> 01:10:30,897 Are things still unclear to you? 609 01:10:30,897 --> 01:10:34,834 This is what the person who found the body said in his statement... 610 01:10:34,834 --> 01:10:40,306 "There were various construction materials and items blocking the door, and the door was not used much." 611 01:10:40,640 --> 01:10:44,477 This made me curious. 612 01:10:46,012 --> 01:10:55,155 If it was like this, the door more or less opens and you can easily escape. 613 01:10:55,155 --> 01:10:59,125 But if all this stuff was piled up by the door, you couldn't get out here. 614 01:10:59,159 --> 01:11:05,932 It says here that the window was closed, so there was only one way a person could escape. 615 01:11:06,232 --> 01:11:08,335 Through there... 616 01:11:08,335 --> 01:11:12,739 I don't think Nishimoto Fumiyo could escape through there. 617 01:11:15,141 --> 01:11:18,378 I think the killer was a child. 618 01:11:19,879 --> 01:11:23,683 The child of either the victim or of an absent killer. 619 01:11:23,683 --> 01:11:24,918 But... 620 01:11:24,918 --> 01:11:28,788 I know, it's scary to even think isn't it! 621 01:11:29,589 --> 01:11:32,759 However, the killer's motive escapes me. 622 01:11:32,826 --> 01:11:37,997 If it was the boy, then the motive would be that he saw his father with Nishimoto Fumiyo. 623 01:11:37,997 --> 01:11:45,105 But then there would be no reason for Nishimoto to commit suicide, and we can't explain the weapon. 624 01:11:45,105 --> 01:11:48,641 If it was the girl, there's no reason she would kill the man who wanted... 625 01:11:48,641 --> 01:11:52,312 to help her mother, and why she wanted her mother to look like the killer. 626 01:11:52,312 --> 01:11:54,514 But she was gassed with her mother! 627 01:11:54,514 --> 01:11:56,549 I know! 628 01:11:57,350 --> 01:11:58,351 But... 629 01:12:00,987 --> 01:12:03,556 But the door was only opened a little. 630 01:12:04,891 --> 01:12:07,127 Are you really convinced? 631 01:12:07,127 --> 01:12:12,832 Whether I'm convinced or not, I'm being put onto another case. All I can do is forget about it. 632 01:12:37,190 --> 01:12:39,592 Are you alright? 633 01:12:39,693 --> 01:12:43,129 I'm tired. It's driving me crazy. 634 01:12:43,930 --> 01:12:48,902 Thinking that you can go on living normally after you kill someone, that's too much! 635 01:12:49,269 --> 01:12:54,307 Thinking that you can go on and be happy... as a murderer. 636 01:12:56,142 --> 01:12:57,344 But... 637 01:12:57,677 --> 01:13:02,182 But a girl has dreams for the future, you know. 638 01:13:02,649 --> 01:13:07,220 She starts to question what she wants for her happiness, and that is also a dream to chase. 639 01:13:09,055 --> 01:13:11,491 A dream? 640 01:13:13,026 --> 01:13:18,665 I'm sure that the criminal that killed your father is also somewhere having bad dreams. 641 01:13:19,432 --> 01:13:24,104 The human conscience is like that, it shows people their true selves. 642 01:13:24,337 --> 01:13:28,742 And keeps the truth fresh in their hearts and memories. 643 01:13:36,983 --> 01:13:39,652 Hey, did you get a letter from that girl? 644 01:13:42,322 --> 01:13:45,291 Ah, never mind. 645 01:13:45,825 --> 01:13:47,660 A letter? 646 01:13:47,660 --> 01:13:50,730 I will definitely contact you. 647 01:14:11,251 --> 01:14:13,153 Was it the police? 648 01:14:12,118 --> 01:14:14,921 They say the prime suspect has died. 649 01:14:14,921 --> 01:14:16,489 You mean it's over? 650 01:14:16,489 --> 01:14:20,627 It seems they've found the murder's weapon and suspect. 651 01:14:21,294 --> 01:14:24,364 They say the woman tried to commit double suicide with her daughter. 652 01:14:24,431 --> 01:14:27,167 Is a woman called Nishimoto a customer here? 653 01:14:27,167 --> 01:14:29,402 They say it will also be in the papers tomorrow. 654 01:14:31,371 --> 01:14:34,407 That means we're safe now, right? 655 01:14:34,474 --> 01:14:36,409 It seems so. 656 01:14:36,443 --> 01:14:38,878 What about the daughter? 657 01:14:40,780 --> 01:14:42,949 They say they saved her. 658 01:14:46,853 --> 01:14:52,592 It was then that I realized everything that you had done for me... 659 01:14:56,663 --> 01:15:00,200 The one who killed him... was me. 660 01:15:02,469 --> 01:15:04,871 Trust me. 661 01:15:06,272 --> 01:15:10,877 And I finally understood what your promise meant. 662 01:15:27,927 --> 01:15:29,396 Please throw this away. - Nishimoto 663 01:15:44,944 --> 01:15:46,579 Thank you. 664 01:15:46,613 --> 01:15:48,581 Do you want to keep this? 665 01:15:50,250 --> 01:15:53,186 It will remind you of the incident. 666 01:15:53,687 --> 01:15:56,256 Yes, but I also have good memories. 667 01:15:56,790 --> 01:16:02,262 They were my mother's scissors, and they were originally my dead father's. 668 01:16:07,434 --> 01:16:10,170 You know, if you tell just one lie... 669 01:16:10,203 --> 01:16:13,039 you end up having to lie again and again. 670 01:16:13,773 --> 01:16:16,443 That kind of life doesn't have a future. 671 01:16:17,510 --> 01:16:22,482 If you can't walk under the sun's eye, you'll be destroyed. 672 01:16:26,252 --> 01:16:30,724 Do you have anything you want to say to me? 673 01:16:32,325 --> 01:16:34,994 Thank you for everything you've done. 674 01:16:47,674 --> 01:16:50,543 I think you can like her, you know? 675 01:16:51,211 --> 01:16:53,713 Scarlett. 676 01:16:55,815 --> 01:16:58,084 Thank you. 677 01:17:04,224 --> 01:17:15,201 You must not kill people for yourself, but you can kill hundreds or thousands for others. 678 01:17:24,477 --> 01:17:28,314 Hey, hey, what are you doing?! What's wrong with you? 679 01:17:48,101 --> 01:17:50,303 Dear Ryou-kun, 680 01:17:57,911 --> 01:18:01,181 I wonder if you will read this letter one day. 681 01:18:02,949 --> 01:18:05,919 I'm writing this believing thatyou will. 682 01:18:06,219 --> 01:18:10,490 What happened is probably just what you imagined. 683 01:18:15,028 --> 01:18:18,798 But I don't regret anything at all. 684 01:18:20,100 --> 01:18:24,471 The truth is I intended to kill myself too. 685 01:18:25,138 --> 01:18:31,011 Anyway, I think it is best if we cut all ties between us. 686 01:18:45,258 --> 01:18:47,327 However, 687 01:18:50,330 --> 01:18:54,200 my feelings are still there. 688 01:18:54,567 --> 01:18:56,770 I'm sorry. 689 01:19:00,473 --> 01:19:04,711 I think God hates me. 690 01:19:06,246 --> 01:19:13,119 He rejected the part of me that believed that if I died it would all end. 691 01:19:18,091 --> 01:19:22,362 However, I think that what happened means that I can go anywhere... 692 01:19:23,396 --> 01:19:27,167 Even though I killed my mother, it is the life that was given to me. 693 01:19:28,268 --> 01:19:30,637 I will go far away, 694 01:19:31,271 --> 01:19:33,640 but I won't say where, okay? 695 01:19:34,774 --> 01:19:41,514 What people see is that Ryou-kun is the victim 's son, and I am the assailant's daughter. 696 01:19:41,848 --> 01:19:46,219 However people think about it, a good relationship. between us will seem strange... 697 01:19:46,353 --> 01:19:51,224 If people think we have one, then everything we have done will become pointless. 698 01:19:51,291 --> 01:19:54,761 Up until now, and from here on out, we are strangers... 699 01:19:54,761 --> 01:19:58,498 who have never met and who don't know each other's names. 700 01:20:00,166 --> 01:20:04,404 For both our sakes, I think that is the best thing. 701 01:20:06,272 --> 01:20:10,010 But I'll keep the scissors... 702 01:20:13,346 --> 01:20:16,683 Because they are you... 703 01:20:22,822 --> 01:20:30,797 The Ryou-kun who made the white flower from the ditch bloom inside me every day. 704 01:20:34,668 --> 01:20:38,571 The Ryou-kun that taught me how to laugh when I... 705 01:20:38,571 --> 01:20:43,443 thought that there wasn't a single good thing in this world. 706 01:20:48,381 --> 01:20:50,850 Above all else... 707 01:20:53,687 --> 01:20:57,691 The Ryou-kun who saved me. 708 01:21:01,995 --> 01:21:04,397 Ryou-kun... 709 01:21:07,467 --> 01:21:09,602 Thank you. 710 01:21:10,770 --> 01:21:14,941 I was truly happy then. 711 01:21:15,709 --> 01:21:18,778 I was glad that I had been born. 712 01:21:19,012 --> 01:21:21,514 And that... 713 01:21:22,916 --> 01:21:24,317 was enough. 714 01:21:29,322 --> 01:21:32,826 You were my sun. 715 01:22:05,859 --> 01:22:08,094 Wait. 716 01:22:47,334 --> 01:22:52,505 Yukiho, you made the flower in the ditch bloom for me! 717 01:22:53,840 --> 01:22:55,909 The moon flower. 718 01:22:58,912 --> 01:23:03,583 I only smiled after I met you. 719 01:23:05,352 --> 01:23:08,488 I thought I really had found a great thing. 720 01:23:10,390 --> 01:23:15,362 I wanted to say thank you for all the times you were with me. 721 01:23:20,066 --> 01:23:22,235 Yuki-chan... 722 01:23:24,137 --> 01:23:27,207 You are my sun. 723 01:23:30,643 --> 01:23:32,946 Don't go! 724 01:23:34,381 --> 01:23:36,916 Don't go Yukiho! 725 01:23:40,020 --> 01:23:43,056 Because I'll become strong. 726 01:23:43,757 --> 01:23:46,993 Yuki, you don't have to do this! 727 01:23:47,660 --> 01:23:51,231 I'll never leave you again! 728 01:24:09,215 --> 01:24:11,384 Go. 729 01:24:16,122 --> 01:24:18,358 Go. 730 01:24:23,329 --> 01:24:26,132 It will get dark soon. 731 01:24:30,170 --> 01:24:32,639 Before we knew it, 732 01:24:33,006 --> 01:24:36,242 the sun that was above us had disappeared. 733 01:24:37,811 --> 01:24:43,016 Aside from being strangers, there was nothing more you could do. 734 01:24:44,584 --> 01:24:47,120 But I felt that we were able to smile. 735 01:25:44,878 --> 01:25:49,115 We were 11 years old. 736 01:25:57,157 --> 01:26:01,528 Winter, 1998 737 01:26:24,050 --> 01:26:28,088 Over the years, most things changed. 738 01:26:29,923 --> 01:26:34,761 Around the time I graduated from middle school, the Kirihara business went bankrupt. 739 01:26:35,328 --> 01:26:39,466 Because Matsura embezzled the shop 's money. 740 01:26:39,833 --> 01:26:43,503 Construction even resumed on that building. 741 01:26:45,438 --> 01:26:48,975 My mother started a snack business there. 742 01:26:51,044 --> 01:26:55,281 She says it was because, due to the incident, there was no security money required. 743 01:26:58,318 --> 01:27:03,390 Nobody remembers you or anything that happened now. 744 01:27:08,862 --> 01:27:12,465 Maybe just her and I. 745 01:27:22,075 --> 01:27:25,078 ...and this guy. 746 01:27:26,346 --> 01:27:33,953 Ah, Ryou-chan. There's just the three of us now, so bring a cute girl around, okay? 747 01:27:34,654 --> 01:27:36,289 Right, let's go. 748 01:27:36,356 --> 01:27:40,861 I truly started to believe that we would carry on living like this, as complete strangers. 749 01:27:40,927 --> 01:27:42,896 How much is it? 750 01:27:51,204 --> 01:27:54,908 I'll go down the path that doesn't cross with yours. 751 01:28:08,822 --> 01:28:10,190 Karasawa flower arranging and tea ceremony classes 752 01:28:10,224 --> 01:28:13,393 Karasawa 753 01:28:18,264 --> 01:28:20,734 I'm home, Mom. 754 01:28:22,569 --> 01:28:25,138 Welcome home. 755 01:28:28,475 --> 01:28:32,579 Hey, don't you have a boyfriend? 756 01:28:33,813 --> 01:28:36,082 What's this all of a sudden? 757 01:28:36,182 --> 01:28:40,320 Every day you come home and cook dinner for me. 758 01:28:40,453 --> 01:28:43,723 On your days off, you help out in the classes. 759 01:28:44,057 --> 01:28:51,364 Now, I may not know very well, but that's not what a young person's life should be, is it? 760 01:28:52,198 --> 01:28:55,935 You should do more of the things you want to do. 761 01:28:56,269 --> 01:28:58,938 Okay, let's go to an onsen next time. (Translator's Note: Onsen is a hot spring resort.) 762 01:29:01,041 --> 01:29:04,010 Onsens are popular at the moment, you know! 763 01:29:11,818 --> 01:29:14,320 It's turning out alright isn't it? 764 01:29:21,728 --> 01:29:23,697 Ryou-kun... 765 01:29:36,376 --> 01:29:38,445 Lucky! 766 01:29:39,346 --> 01:29:43,983 He must be from Ooe... the schools there are full of hooligans. 767 01:29:45,385 --> 01:29:50,290 It's not good to talk like that, there are good and bad people wherever you go, aren't there? 768 01:29:50,290 --> 01:29:52,292 Shall we go? 769 01:29:56,529 --> 01:29:59,332 I thought that what happened had been buried with time. 770 01:29:59,332 --> 01:30:01,935 That under the forgetful sky, 771 01:30:03,970 --> 01:30:07,040 everything was over. 772 01:30:13,580 --> 01:30:16,883 I thought... 773 01:30:17,250 --> 01:30:19,953 that everyone had forgotten. 774 01:30:45,546 --> 01:30:51,885 I wonder where I am now? 775 01:30:53,220 --> 01:30:56,723 In that place where I stand. 776 01:30:58,225 --> 01:31:01,728 I don't really have many interests. 777 01:31:03,130 --> 01:31:06,834 But when we are together, we stand out. 778 01:31:08,035 --> 01:31:16,710 From the beginning we never had anything to rely on. 779 01:31:17,978 --> 01:31:26,787 But I'm sure there's no need to savour the gentleness... 780 01:31:27,120 --> 01:31:34,261 Aaa but then, even if this weight disappears, 781 01:31:34,928 --> 01:31:39,933 We can be together, 782 01:31:40,334 --> 01:31:44,605 Sinners who should love. 783 01:31:44,938 --> 01:31:50,244 This morning that holds such sorrow, 784 01:31:50,677 --> 01:31:55,315 Is my last llittle bit of strength I have left. 785 01:31:55,649 --> 01:32:00,120 I will see a vision of you. 786 01:32:00,220 --> 01:32:05,058 And I won't be afraid alone... 787 01:32:05,592 --> 01:32:10,731 Is what I quietly whispered to myself. 788 01:32:24,611 --> 01:32:30,050 In order for you to seize your happiness, 789 01:32:30,317 --> 01:32:34,955 Let's hope to become each other's fake sun. 790 01:32:35,222 --> 01:32:39,793 We will lose a few years, 791 01:32:39,927 --> 01:32:45,032 But before that, what will be left, 792 01:32:45,299 --> 01:32:52,973 Is what comes after the tears. a ke bahasa jepang

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Jajan pasar dan bubur merah putih yang harus ada dalam upacara tedak siten. Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.Tedhak Siten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Jawa Tengah . Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Secara keseluruhan, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.Upacara Tedhak Siten selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan kerabat keluarga Jawa karena dari upacara ini mereka dapat memperkirakan minat dan bakat adik kita yang baru bisa berjalan.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, tetapi ia tidak mengikuti perintah yang membuat Sangkuriang mengusir Tumang dan tidak mengijikannya pulang. Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang membuat ibunya sangat marah, lalu memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi. Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya karena kekesalannya tersebut. Dayang Sumbi sangat menyesali kepergian Sangkuriang dan berharap ia kembali. Dari ketulusannya, Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Keesokan harinya, ternyata Sangkuriang menyanggupinya dan Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Sanskerta: Hanumān) atau Hanumat (Sanskerta: Hanumat), juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya. Anjani adalah puteri sulung Resi Gotama yang terkena kutukan sehingga berwajah kera. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di telaga Madirda. Suatu ketika, Batara Guru dan Batara Narada terbang melintasi angkasa. Saat melihat Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan air mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya dengan daun asam (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke telaga. Daun sinom itu jatuh di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para bidadari kiriman Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi kera berbulu putih, sedangkan dirinya sendiri kembali berwajah cantik dan dibawa ke kahyangan sebagai bidadari. Bayi berwujud kera putih yang merupakan putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Hanoman kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, yaitu Sugriwa, raja kera Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, yaitu Subali, paman Hanoman lainnya. Hanoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa untuk mengalahkan Subali, dan bersama menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama yang diculik Rahwana murid Subali. Pertama-tama Hanoman menyusup ke istana Alengka untuk menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia membuat kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Hanoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa tersebut terkenal dengan sebutan Hanoman Obong. Setelah Hanoman kembali ke tempat Rama, pasukan kera pun berangkat menyerbu Alengka. Hanoman tampil sebagai pahlawan yang banyak membunuh pasukan Alengka, misalnya Surpanaka (Sarpakenaka) adik Rahwana. Dalam pertempuran terakhir antara Rama kewalahan menandingi Rahwana yang memiliki Aji Pancasunya, yaitu kemampuan untuk hidup abadi. Setiap kali senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu pula Rahwana bangkit kembali. Wibisana, adik Rahwana yang memihak Rama segera meminta Hanoman untuk membantu. Hanoman pun mengangkat Gunung Ungrungan untuk ditimpakan di atas mayat Rahwana ketika Rahwana baru saja tewas di tangan Rama untuk kesekian kalinya. Melihat kelancangan Hanoman, Rama pun menghukumnya agar menjaga kuburan Rahwana. Rama yakin kalau Rahwana masih hidup di bawah gencetan gunung tersebut, dan setiap saat bisa melepaskan roh untuk membuat kekacauan di dunia. Beberapa tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa untuk mencari reinkarnasi Sita, yaitu Subadra adik Kresna. Kresna sendiri adalah reinkarnasi Rama. Hanoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama putera angkat Bayu. Hanoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia juga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Hanoman bertindak sebagai pertapa. Berbeda dengan versi aslinya, Hanoman dalam pewayangan memiliki dua orang anak. Yang pertama bernama Trigangga yang berwujud kera putih mirip dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Hanoman terbayang-bayang wajah Trijata, puteri Wibisana yang menjaga Sita. Di atas lautan, air mani Hanoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana namun dikejar oleh Hanoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera kedua Hanoman bernama Purwaganti, yang baru muncul pada zaman Pandawa. Ia berjasa menemukan kembali pusaka Yudistira yang hilang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang puteri pendeta yang dinikahi Hanoman, bernama Purwati. Hanoman berusia sangat panjang sampai bosan hidup. Narada turun mengabulkan permohonannya, yaitu "ingin mati", asalkan ia bisa menyelesaikan tugas terakhir, yaitu merukunkan keturunan keenam Arjuna yang sedang terlibat perang saudara. Hanoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana, dengan Pramesti, puteri Jayabaya. Antara keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian meskipun mereka sama-sama keturunan Arjuna. Hanoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Dalam perang itu, Hanoman gugur, moksa bersama raganya, sedangkan Yaksadewa kembali ke wujud asalnya, yaitu Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa hanoman tidak mati dalam dalam berperang namun dia moksa setelah bertemu sunan kali jaga dan menanyakan arti yang terkandung dari jimat kalimasada karena dulu hanoman berjanji tidak akan mau mati sebelum mengetahui arti dari tulisan yang terkandung di dalam jimat kalimasada.

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang. Beliau mendapatkan pendidikan agama dan rumah tangga yang baik dari kedua orang tua dan para guru agama. Semua ini membentuk kepribadian beliau yang memiliki sifat tabah, teguh pendirian, dan tawakal. Seperti umumnya di masa itu, beliau menikah di usia sangat muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Ketika Perang Aceh meletus tahun 1873, Teuku Ibrahim turut aktif di garis depan. Cut Nyak Dien selalu memberikan dukungan dan dorongan semangat. Semangat juang dan perlawanan Cut Nyak Dien bertambah kuat saat Belanda membakar Masjid Besar Aceh. Dengan semangat menyala, beliau mengajak seluruh rakyat Aceh untuk terus berjuang. Saat Teuku Ibrahim gugur, di tengah kesedihan, beliau bertekad meneruskan perjuangan. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar. Seperti Teuku Ibrahim, Teuku Umar adalah pejuang kemerdekaan yang hebat. Bersama Cut Nyak Dien, perlawananyang dipimpin Teuku Umar bertambah hebat. Sebagai pemimpin yang cerdik, Teuku Umar pernah mengecoh Belanda dengan pura-pura bekerja sama pada tahun 1893, sebelum kemudian kembali memeranginya dengan membawa Iari senjata dan perlengkapan peranglain. Namun, dalam pertempuran di Meulaboh tanggal 11 Februari 1899 ,Teuku Umar gugur. Sejak meninggalnya Teuku Umar, selama 6 tahun Cut Nyak Dien mengatur serangan besar- besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Seluruh barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk biaya perang. Meski tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut. Perlawanan yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu, bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya. Namun, kehidupan yang berat dihutan dan usia yang menua membuat kesehatan perempuan pemberani ini mulal menurun. Ditambah lagi, jumlah pasukannya terus berkurang akibat serangan Belanda. Meski demikian,ketika Pang Laot Ali, tangan kanan sekaligus panglimanya, menawarkan untuk menyerah, beliau sangat marah. Akhirnya, Pang Laot Ali yang tak sampai hati melihat penderitaan Cut Nyak Dien terpaksa berkhianat. la melaporkan persembunyian Cut Nyak Dien dengan beberapa syarat, di antaranya jangan melakukan kekerasan dan harus menghormatinya. Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien, bahkan ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap dalam kondisi rabun pun masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Beliau marah luar biasa kepada Pang LaotAli. Namun,walau pun di dalam tawanan, Cut Nyak Dien masih terus melakukan kontak dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga beliau akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, pada 11 Desember 1906. Cut Nyak Dien yang tiba dalam kondisi lusuh dengan tangan tak lepas memegang tasbih ini tidak dikenal sebagian besar penduduk Sumedang. Beliau dititipkan kepada Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja, bersama dua tawanan lain, salah seorang bekas panglima perangnya yang berusia sekitar 50 tahun dan kemenakan beliau yang baru berusia 15 tahun. Belanda sama sekali tidak memberitahu siapa para tawanan itu. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Masjid Besar Sumedang. Perilaku beliau yang taat beragama dan menolak semua pemberian Belanda menimbulkan rasa hormat dan simpati banyak orang yang kemudian datang mengunjungi membawakan pakaian atau makanan. Cut Nyak Dien, perempuan pejuang pemberani ini meninggal pada 6 November 1908. Beliau dimakamkan secara hormat di Gunung Puyuh, sebuah komplek pemakaman para bangsawan Sumedang, tak jauh dan pusat kota. Sampai wafatnya, masyarakat Sumedang belum tahu siapa beliau, bahkan hingga Indonesia merdeka. Makam beliau dapat dikenali setelah dilakukan penelitian berdasarkan data dari pemerintah Belanda. Tempat/Tgl. Lahir : Aceh, 1848 (tanggal dan bulan tidak diketahui) Tempat/Tgl. Wafat : Sumedang, 6 November 1908 SK Presiden : Keppres No.106 Tahun 1964, Tgl. 2 Mei 1964 Gelar : Pahlawan Nasional google terjemahan bahasa jawa - bebasan

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Perang Bharatayudha Tentu saja kata-kata ini tidaklah asing bagi kita, apa yang ada di benak kita saat memikirkan kata “Perang Bharatayudha” ? Wayang, sejarah, sebuah perang hebat? Kisah peperangan ini adalah kisah perang terhebat dalam cerita pewayangan, perang ini adalah perang antar saudara yaitu Pandhawa(melambangkan kekuatan baik) dan sepupu mereka Kurawa(melambangkan kekuatan jahat) akibat perebutan takhta kerajaan yang seharusnya jatuh ke tangan Puntadewa, malah diberikan pamannya(Destrarestra) ke anaknya yaitu Duryudana, anak sulung dari para Kurawa. Padahal Destraresta berjanji akan mengembalikan takhta ke tangan Puntadewa saat mereka sudah cukup dewasa. Di saat mereka sudah mulai berkuasa, datanglah Kurawa dan Sengkuni yang mencurangi mereka dalam permainan judi sehingga para Pandawa pun harus pergi ke hutan sebagai akibat dari kekalahan mereka. Balatentara Korawa menyerang laksana gelombang lautan yang menggulung-gulung, sedang pasukan Pandawa yang dipimpin Resi Seta menyerang dengan dahsyat seperti senjata yang menusuk langsung ke pusat kematian. Bisma dapat menewaskan Resi Seta. Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kematian pimpinan perang Pandawa. Setelah Resi Seta gugur, Pandawa kemudian mengangkat Drestadyumna (Trustajumena) sebagai pimpinan perangnya dalam perang Bharatayuddha. Sedangkan Bisma tetap menjadi pimpinan perang Korawa. Dalam babak ini kedua kubu berperang dengan siasat yang sama yaitu Garudanglayang (Garuda terbang). Dalam pertempuran ini dua anggota Korawa, Wikataboma dan kembarannya, Bomawikata, terbunuh setelah kepala keduanya diadu oleh Bima. Sementara itu beberapa raja sekutu Korawa juga terbunuh dalam babak ini. Diantaranya Prabu Sumarma, raja Trigartapura tewas oleh Bima, Prabu Dirgantara terbunuh oleh Arya Satyaki, Prabu Dirgandana tewas di tangan Arya Sangasanga (anak Setyaki), Prabu Dirgasara dan Surasudirga tewas di tangan Gatotkaca, dan Prabu Malawapati, raja Malawa tewas terkena panah Hrudadali milik Arjuna. Bisma setelah melihat komandan pasukannya berguguran kemudian maju ke medan pertempuran, mendesak maju menggempur lawan. Atas petunjuk Kresna, Pandawa kemudian mengirim Dewi Wara Srikandi untuk maju menghadapi Bisma. Dengan tampilnya prajurit wanita tersebut di medan pertempuran menghadapi Bisma. Bisma merasa bahwa tiba waktunya maut menjemputnya, sesuai dengan kutukan Dewi Amba yang tewas di tangan Bisma. Bisma gugur dengan perantaraan panah Hrudadali milik Arjuna yang dilepaskan oleh istrinya, Srikandi. Asal Usul Perang Bharatayudha Istilah Baratayuda berasal dari kata Kisah peperangan ini merupakan bagian dari kitab Mahabarata yang berasal dari India, beberapa hal dalam peperangan agak berbeda versi antara Jawa dengan India. Konon, sebelum Pandawa dan Korawa dilahirkan, perang ini sudah ditetapkan akan terjadi. Selain itu, Padang Kurusetra sebagai medan pertempuran menurut pewayangan bukan berlokasi di India, melainkan berada di Jawa, tepatnya di dataran tinggi Dieng. Dengan kata lain, kisah Mahabharata menurut tradisi Jawa dianggap terjadi di Pulau Jawa, Dalam pewayangan Jawa dikenal adanya sebuah kitab yang tidak terdapat dalam versi Mahabharata. Kitab tersebut bernama Jitabsara berisi tentang urutan siapa saja yang akan menjadi korban dalam perang Baratayuda. kitab ini ditulis oleh Batara Penyarikan, atas perintah Batara Guru, raja kahyangan. Menurut beberapa sumber, 695 tahun sebelum masehi, muncul banyak pujangga-pujangga kerajaan yang menulis banyak karya sastra dan menerjemahkan cerita-cerita yang berkembang, di masa ini, terdapat banyak biksu, nah kitab Mahabharata ini sendiri dikatakan berasal dari kerajaan Sriwijaya, sebab di sini terdapat biksu-biksu yang lebih banyak dari di kerajaan lain dan kerajaan Sriwijaya sudah mulai mengelola perpustakaan. uga muncul dua kitab keagamaan yaitu Brahmandapurana dan Agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal adalah Arjuna Wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Dari uraian tersebut nyatabahwa sudah ada naskah yang ditulis tangan dalam media daun lontar yang diperuntukkan bagi pembaca kalangan sangat khusus yaitu kerajaan. Jaman Kerajaan Kediri dikenal beberapa pujangga dengan karya sastranya. Mereka itu adalah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang bersama-sama menggubah kitab Bharatayudha. Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri. Sebenarnya kitab baratayuda yang ditulis pada masa Kediri itu untuk simbolisme keadaan perang saudara antara Kerajaan Kediri dan Jenggala yang sama sama keturunan Raja Erlangga . Di Yogyakarta, cerita Baratayuda ditulis ulang dengan judul Serat Purwakandha pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana V. Penulisannya dimulai pada 29 Oktober 1847 hingga 30 Juli 1848. Babak dalam Perang Bharatayudha • Babak 1: Seta Gugur • Babak 2: Tawur (Bisma Gugur) • Babak 3: Paluhan (Bogadenta Gugur) • Babak 4: Ranjapan (Abimanyu Gugur) • Babak 5: Timpalan (Burisrawa Gugur atau Dursasana Gugur) • Babak 6: Suluhan (Gatotkaca Gugur) • Babak 7: Karna Tanding • Babak 8: Rubuhan (Duryudana Gugur) • Babak 9: Lahirnya Parikesit

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jambu biji (Psidium Guajava) adalah tanaman perdu dan memiliki banyak cabang dan ranting, dan batang pohonnyapun juga keras. Batangnya berwarna coklat dan licin. Bentuk daunnya umumnya berbentuk bulat telur dengan ukuran agak besar. Bunganya kecil-kecil berwarna putih dan muncul dari balik daun. Tanaman ini bisa tumbuh di daerah dataran rendah. Pembudidayaannya sangatlah mudah, yaitu bisa dari bijinya yang di tanam atau untuk mempercepat mendapatkah buahnya bisa dengan mencangkoknya atau merunduk. Nama lain dari jambu biji ini adalah, Guava (Inggris), Jambu Klutuk (Jawa), Jambu Batu (Sunda), Jambu Bunder (Madura), Bayawas, Tetokal. Kandungan yang terdapat dalam jambu biji, ialah dalam setiap 100 gr buah jambu mengandung : Kalori 49 kal, Vitamin A 25 SI, Vitamin B1 0,02 mg, Vitamin C 87 mg, Kalsium 14 mg, Hidrat Arang 12,2 g, Fosfor 28 mg, Besi 1,1 mg, Protein 0,9 mg, Lemak 0,3 g, Air 86 Adapun khasiat yang terdapat dalam jambu biji antrara lain: 1. Menjaga kesehatan dan kesegaran tubuh 2. Menyembuhkan maag, diare, masuk angin, sakit kulit, dan beser (buang air kecil berlebihan) 3. Meningkatkan keteraturan denyut jantung 4. Mengaktifkan kontraksi otot dan mengatur penerimaan zat-zat gizi ke sel tubuh 5. Mengendalikan keseimbangan aliran pada jaringan sel tubuh 6. Menurunkan tekanan darah tinggi dan meredam penyakit diabetes melitus. Sedangkan cara pengobatannya adalah: 1. Mengatasi Maag : 8 lembar Dun Jmbu biji yang masih segar dengan 1,5 liter air direbus sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Lalu diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore. 2. Mengatasi sakit perut, diare dan mencret 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batang. Semua bahan direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Minum 2 kali sehari, pagi9 dan sore. 3. Mengatasi Masuk Angin 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya. Semua bahan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 4. Mengatasi Beser (sering kencing): 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk beras yang digoreng tanpa minyak (sangan=Jawa). Kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring. Ambil airnya dan diminum tiap 3 jam sekali dengan takaran 3 sendok makan 5. Mengatasi Sariawan : 1 genggam daun jambu biji dan 1 potong kulit batang direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih , kemudian disaring untuk diambil airnya, dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore 6. Mengatasi sakit Kulit : 1 genggan daun jambu biji yang masih muda dan 7 kuntum bunganya ditumbuk bersama-sama sampai halus. Kemudian dipakai untuk menggosok bagian kulit yang sakit. 7. Sebagai Obat Luka Baru : 3 pucuk daun jambu biji dikunyah sampai lembut, kemudian ditempelkan pada anggota tubuh yang luka agar tidak mengluarkan darah terus menerus. Demikian beberapa khasiat atau manfaat yang dapat kita ambil dari ciptaan Allah yang berupa jambu biji. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya. Amin Oleh : Desi Tirta Ningsih Putri PAM Kenjeran Siswa SMK Al Irsyad - Surabaya No comments: Post a Comment Newer Post Older Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom)

hari minggu sesudah ujian nasional aku dengan teman teman ku pergi ke

Last Update: 2014-09-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Haji Muhammad Soeharto, (ER, EYD: Suharto) (lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun) adalah Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General" (bahasa Indonesia: "Sang Jenderal yang Tersenyum") karena raut mukanya yang selalu tersenyum.

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-09-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Mengapa? Karena aku tidak seperti laki­laki pada umumnya. Wajah  itu,  penampilan itu yang terpantul pada permukaan cermin, membuatku  enggan meninggalkan kamar, apalagi harus berada di luar rumah. Maka,   kubiarkan   Ayah   dan   Ninda   berlama­lama   menungguku   di  mobil. Aku tidak ingin ikut bersama mereka ke kampus, salah satu tempat  yang paling aku hindari. Kemarin,  aku mengalami hal  buruk di tempat itu.  Di hari pertama  kuliah,   aku   harus   bertemu   seseorang   yang   kuanggap   penjahat   semasa  SMA. Seseorang yang selalu memperolok keadaanku. Kali   ini,   ia   membawa   teman­temannya   yang   baru   dan   kembali  mempermalukanku  dengan mengatakan  bahwa   aku  ini   banci.  Laki­laki  yang   kejantanannya   telah   hilang,   laki­laki   yang   ingin   keluar   dari  kodratnya. Hatiku panas. Darahku terasa mendidih. Tampaknya, sudah tiba saat  di mana orang yang telah lama kubenci mendapat sebuah pelajaran yang  begitu berharga. Kepalan   tanganku   telah   siap   dan   mulutnya   telah   masuk   dalam  sasaran  tinjuku.  Tapi  begitu hendak aku  luncurkan,   tanganku  terkunci.  Ninda  menggenggam  kedua   lengan   tanganku   dengan   erat.  Gadis   yang  menguasai  karate  dan  silat   tersebut   semakin memperparah keadaanku.  Aku  semakin dipermalukan.  Laki­laki   yang  berlindung  di  bawah ketiak  wanita katanya. “Begitulah jika ibumu seorang yang tidak waras!” Telunjuk Riko tepat  ke   arah mukaku  yang  memerah,   panas  menahan marah  yang   semakin  memuncak. Nyaris aku dapat melepaskan diri, tetapi Ninda masih belum  mau melepaskan cengkeramannya di kedua lenganku. 1 “Sebaiknya, kau tutup mulutmu! Apa kau tidak tahu bahwa mulutmu  itu   bau   sekali?”   Ninda   membalas.   Suaranya   yang   lantang   menarik   perhatian sekitarnya. Muka Riko sontak merah padam. Matanya mendelik. “Berani...?” Ninda  membalas   dengan   kepalan   tangan   teracung.  Disambut   oleh  sorakan   teman­teman   Riko   lengkap   dengan   tepuk   tangan.   Sepertinya,  mereka senang mendapat ancaman itu. Padahal, mereka belum tahu bahwa  kepalan   tangan  Ninda   telah   tiga   kali  memakan   korban,   ketiga­tiganya  adalah wajah Riko. “Hajar, Rik! Hajar!” Riko mengangkat tangan. Teman­temannya berhenti berseru. Ia lalu  berputar dan pergi. Teman­temannya menjadi ekor. “Mengapa tidak kau hajar saja gadis sok jago itu, Rik?” “Tidak usah.  Jika aku menghajar yang perempuan,  aku  juga harus  menghajar yang laki­laki. Dan itu akan membuat mereka semakin aneh.  Yang perempuan nanti  malah bisa menghamili dan yang laki­laki malah  bisa dihamili.” Tawa  mereka  meledak.  Dan   di   sela­sela   tawa   itu,   aku  mendengar  Ninda berkata, “Aku rasa, ibunya yang tidak waras.” Kata­kata  itu,  meskipun ditujukan kepada Riko,   tetap  membuatku  sakit.  Air mataku meleleh tanpa dapat kutahan.  Tanpa banyak berkata,  aku   bergegas   pergi.   Aku   tidak   menghiraukan   pesan   Ayah   yang   akan  menjemput   jika   kami   menelepon.   Yang   kupikirkan   hanya   pulang,  secepatnya pulang dan memperlihatkan air mataku kepada Ibu. Aku menaiki   sebuah  angkutan  umum.  Penumpangnya   yang  nyaris  penuh bertambah olehku,   lalu ditambah Ninda yang berhasil  menyusul.  Napasnya turun naik tak karuan. Ia telah berlari berpuluh­puluh meter. Ia  sempat kehilangan jejak sebelum akhirnya menemukanku terlihat menaiki  angkutan umum. Aku menangis. Masih menangis. Air mataku masih belum juga dapat  berhenti. “Kenapa, Dik?” tanya seorang ibu. Aku bergegas mengesat air mata. Namun, tetap saja terus mengalir.  Melihatku kewalahan, ibu itu mengunjukkan selembar tisu. “Pakai saja, Dik. Saya masih punya tiga kotak lagi. Boleh minta jika  masih kurang.” 2 Aku hanya tercenung, sementara pipiku semakin basah. Ninda yang  melihatku  tidak berbuat  apa­apa,   segera mengambil  alih.   Ia mengambil  tisu   itu   untuk   kemudian   memberikannya   kepadaku.   Dan   aku  mengambilnya ragu­ragu. “Masalah laki­laki, ya?” bisik ibu itu kepada Ninda. Kebetulan mereka  duduk bersebelahan. Ninda   balas   mengangguk.   Aku   menangis   sejadi­jadinya   di   balik  lembaran tisu yang telah basah. Dalam hati, aku bertanya, “Apakah aku  telah benar­benar seperti wanita?” Ibu itu memberiku tisu, dan penumpang  lain tidak berbisik­bisik, seolah­olah menggunjing. Mereka seperti melihat  sesuatu yang telah lumrah. Seorang gadis yang menangis. *** “Jika benci, mengapa harus kau tatap?” Sebuah suara yang kukenal  membalikkan   tubuhku.   Itu   Ninda,   satu­satunya   teman   yang   kumiliki  hingga   sekarang.  Hanya   ia   yang   tersisa   setelah  penampilanku   berubah  aneh seperti ini. Ia ternyata menyusul ke kamar. “Kau hanya akan semakin  membenci  dirimu  jika kau  terlalu suka menatap dirimu di   cermin.  Apa  waktu   dua   tahun   tidak   cukup   untuk   membuatmu   terbiasa   dengan  penampilan itu?” Dua   tahun....   Seratus   tahun   pun   rasanya   tidak   akan   dapat  membuatku   terbiasa   dengan   penampilan   ini.  Meskipun   penampilan   ini  sangat dekat dengan seseorang yang kukenal baik. Aku   lalu   hanya  menggeleng   dan  menjawab,   “Meskipun   aku   tidak  menatap diriku di cermin, aku masih bisa menatap diriku di mana­mana,  terutama dari mata orang­orang yang aku jumpai.” Ninda diam  sekejap.   “Sudahlah....  Sekarang,   lebih baik kita  segera  berangkat   ke   kampus.  Kasihan   ayahmu.  Beliau   telah   lama  menunggu.  Mesin  mobilnya   juga   telah   lama  menyala   dari   tadi.   Ingat,  BBM  sudah  mahal.” “Aku tidak ingin ke kampus. Aku tidak ingin kuliah jika penampilanku  tetap seperti ini.” “Aku tahu itu. Kau telah sering mengatakannya padaku dan kau juga  telah sering mengatakannya pada ibumu.” 3 Lalu, Ninda menoleh ke belakang. Aku baru sadar bahwa Ibu ada di  sana, yang kini tengah menangis dalam pelukan Ayah. Ibu kemudian pergi.  Pasti  memuaskan   hatinya   untuk  menangis   di   kamar.  Ayah  menatapku  seakan meminta untuk menurut. Aku tak berkutik. Jika Ibu sudah menangis, apa boleh buat. Ini adalah  keinginannya dan  ia adalah orang yang paling  rapuh di  keluarga kami.  Ialah   yang   paling  menginginkanku  melanjutkan   sekolah   ke   perguruan  tinggi, tanpa memperbolehkanku merubah penampilan. Sementara Ayah, ia  selalu dalam bimbang. Kini, aku lagi­lagi harus menurut. Sama seperti dua tahun lalu, ketika  aku harus menggantikan seseorang. “Baiklah....” Aku melangkah meninggalkan kamar diiringi oleh Ninda.  Kami menuju mobil dan duduk di kursi belakang. Ayah menyusul setelah  memberitahukan kabar gembira ini kepada Ibu. Ia duduk di kursi depan  dan mulai  menjalankan mobil  yang mesinnya  telah begitu panas.  Entah  sudah berapa liter menghabiskan bensin. Dalam perjalanan,  aku hanya diam.  Kepalaku bersandar pada kaca  jendela pintu mobil  sebelah kiri.  Rambut  yang begitu panjang menutup  sebagian wajahku. Kubiarkan Ninda mengoceh  tanpa kugubris.  Ia mencoba menghibur  dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki­laki  soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “Pandang   ke   sini!”   Ia   memutar   daguku.   Ia   ternyata   telah  mempersiapkan   sebuah   cermin   bundar   yang   mungil   di   samping   kiri  wajahnya.  “Lihat,  kau  lebih cantik dariku!  Pasti  banyak wanita yang  iri  kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki­laki.” Aku   segera   membuang   muka   dan   kembali   bersandar.   “Itu   wajah  kakakku, bukan wajahku...,” ucapku dalam hati. Kubiarkan   Ninda   kecewa.   Usahanya   untuk   menghiburku   kembali  gagal.   Ya,   yang   baru   saja   menurutnya   adalah   cara   menghibur,   selalu  melihat dari sisi baiknya.  “Lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam  angkutan umum. Mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar  kalau menangis. Hanya Riko yang menganggapmu aneh, bersama teman­ temannya   yang   tidak   waras   itu.   Jika   Riko   yang   menangis,   lain   lagi  ceritanya.   Riko   menangis   darah,   penumpang­penumpang   itu   mungkin  hanya tertawa. Mereka baru simpati ketika Riko pingsan karena kehabisan  darah.” 4 Tetapi,   aku   tidak   pernah   sependapat   soal   itu.   Penampilan   ini  mengungkungku.  Semenjak  berpenampilan  seperti   ini,   aku harus  dapat  menjaga sikap. Aku tidak bisa bertindak kasar sembarangan.  Seperti yang pernah terjadi ketika aku duduk di kelas XII. Jam pulang  sekolah,   aku   balas   dendam   dengan   seorang   teman   Riko   yang   sering  mengolok   dan   mengatakan   bahwa   ibuku   bukanlah   orang   yang   waras.  Pukulanku   tepat   mengenai   wajahnya   dan   tepat   di   depan   mata   Ibu.  Pulangnya,  aku  dinasehati  habis­habisan.   Ibu  tidak  ingin melihat   anak  gadisnya ternodai oleh sifat kasarku. Rasanya, aku telah menjadi tubuh orang lain, tubuh kakakku sendiri.  Mungkin,   ini   adalah   balasan   karena   aku   sering   berbuat   tidak   baik  kepadanya.  Aku   sering  membuatnya   kaget,  meskipun   tahu   ia  memiliki  jantung   yang   lemah.   Oleh   karena   itu,   ia   menjadi   anak   yang   paling  dilindungi oleh Ibu. Ibu tidak ingin Kak Anita memiliki masalah dengan  jantungnya. Hingga di  suatu hari  di   libur sekolah dua  tahun silam.  Aku masih  ingat ketika sebuah truk meluncur ke arah mobil kami, di bawah terpaan   hujan   lebat.   Truk   itu   tak   terkendali   dan   menghantam   mobil   kami.  Selebihnya, aku sadar di rumah sakit dengan luka yang cukup parah, dan  mendengar   kabar   bahwa   Kak   Anita   tidak   tertolong.   Itu  membuat   Ibu  sangat terpukul. Hampir   dua   bulan,   aku   baru   dapat   bersekolah.   Namun   terlebih  dahulu, aku harus memotong rambutku yang terlampau panjang. Mereka  ternyata tidak kehilangan kesuburan, meski selama ini aku terbaring sakit.  Rambutku   justru   tumbuh   panjang,   hingga   cukup   membuat   Ibu  menganggapku sebagai Kak Anita. Aku dan Ayah sontak tersadar. Penampilanku kini lebih mirip dengan  saudara  kembarku  tersebut.  Gawatnya,   itu membuat   Ibu kembali   jatuh  dalam masa lalu. Padahal, ia baru mulai mencoba menerima kepergian Kak  Anita dua pekan ini. Ibu   tidak   setuju   dengan   rencanaku   untuk   memotong   rambut.  Sementara   aku   berkeras.   Tiap   siswa   tidak   diperkenankan   bersekolah  dengan rambut gondrong. “Tapi....” Mata Ibu berkaca­kaca dan mendadak ia pergi meninggalkan  kami.  Ia memuaskan hatinya menangis di  kamar.  Ayah pergi  membujuk  dan rencanaku terpaksa ditunda. Hari pertama di sekolah, rambutku menjuntai lurus hampir sebahu.  Aku   hanya  mendapat   teguran  agar   aku  menjaga   sikap.  Aku  mendapat  keringanan karena Ayah telah berbicara dengan pihak sekolah. 5 Pulangnya, aku singgah di tempat cukur rambut tepi jalan. Rambutku  dipangkas. Kedatanganku di rumah disambut Ibu dengan kebingungan., “Di mana Anita...?” Sekarang, Ibu tambah parah. Ia tidak mau makan dan akhirnya jatuh  sakit. Ia sangat ingin Anita kembali hadir di hadapannya, meski ia sendiri  sadar  bahwa putri   tercintanya  tersebut   telah  lama pulang ke pangkuan  Sang   Pencipta.  Hanya   dengan  melihat  Anita   berada   di   sampingnya,   ia  merasa masih dapat menjaga sang putri. Karena keinginan Ibu yang aneh, orang­orang bahkan keluarga kami  sendiri, berkata bahwa Ibu telah gila. Apakah karena kejadian naas itu?  Mungkin saja. Karena aku juga merasakan ada yang berubah pada diriku.  Aku pendiam. Gawatnya, itu adalah kepribadian Kak Anita. Apakah otakku telah rusak? Kian hari,  kondisi  Ibu kian memburuk.  Ayah sempat memberi  usul  untuk   mengenakan   rambut   palsu.   Tapi   kutolak   mentah­mentah.   Aku  merasa bodoh dengan benda tersebut. Aku laki­laki. “Kalau   begitu,   biarkan   saja   rambutmu   kembali   terurai   seperti  kemarin.  Demi   ibumu.  Ayah   akan  mencoba   untuk  meminta   pengertian  kepada pihak sekolah.” “Tapi....” “Kau laki­laki. Meski sekarang penampilanmu seperti Anita, lambat  laun kau akan tetap seperti laki­laki. Kumismu bisa tumbuh dan suaramu  akan  membesar.  Dengan   cara   ini,  Ayah   harap   kau   dapat   sedikit   demi  sedikit menggiring ibumu untuk dapat menerima kepergian Anita.” Pada saat itu, aku percaya saja. Aku menurut hingga aku benar­benar  merasa itu sebuah kebohongan yang besar. Hingga sekarang, wajahku tetap  semulus dulu. Bahkan pita suaraku, rasanya semakin mengencang. Justru  inilah yang lebih mengukuhkanku lagi sebagai Kak Anita di mata Ibu. *** Terasa  sangat  berat  untuk menjejakkan kaki  di  kampus.  Jika  saja  bukan  Ninda   yang  menarikku,   aku  mungkin   akan   tetap  mematung   di  tempat di mana Ayah menurunkan kami. 6 “Bersikap wajar. Tidak seisi kampus tahu tentang jati dirimu.” Tapi, kami tampaknya memang harus bertemu dengan si penjahat itu  kembali. Ia dan teman­teman barunya mencegat jalan kami. “Tidak usah repot­repot untuk menyembunyikan jati dirimu. Karena  dalam waktu dekat, seisi kampus akan tahu siapa dirimu. Dan mulai saat  ini, kau tidak akan betah di sini. Sebagai permulaan....” Riko   menunjukkan   selembar   kertas   kepada   Ninda.   Ninda  merampasnya dan membaca apa yang tertulis. “Dasar tidak punya hati! Kau ingin mengekspose temanku?” “Itu hanya untuk edisi minggu ini. Untuk edisi minggu depan, akan  kumuat semuanya lebih gamblang. Aku ingin orang­orang penasaran.” “Kau takkan berhasil!” “Selama ini, aku selalu berhasil membuat kalian menjadi pecundang.” Ninda menyiapkan kepalannya. “Ingin menghajarku? Pikirkan lagi jika kau tidak ingin kami keroyok.” “Pengecut!” “Ninda...,  sebaiknya kita pergi.”  Aku mencoba melerai.  Orang­orang  sudah mulai  memperhatikan kami  dan aku  takut   rahasiaku akan bocor  lebih awal. “Yap, pergi saja dengan setengah wanita itu!” Deg!   Jiwa   laki­lakiku   terpanggil.  Aku  maju   ke   depan.   “Kau   ingin  merasakan pukulanku?” “Aku yakin, pukulanmu selembut belaian tangan bayi.” Giliran Ninda mencoba menarikku untuk menjauh.   Ia sudah sadar  dengan situasi yang akan kami hadapi. “Aku bisa membeberkan  rahasiamu  sekarang.  Dan malumu  takkan  tertanggung. Kau memiliki ibu yang....” “Hentikan ucapanmu!” Pekikanku berhasil menarik perhatian orang­ orang. Semua berhenti dan menoleh.  Saat itu, aku tersadar.  Tampaknya,  semua akan tahu rahasiaku. Tapi, aku terlanjur kesal dengan pemuda di  hadapanku. Riko tersenyum melecehkan. Dan  mendadak,   tanganku   bergerak  merangkul   pundak   Riko.   Aku  menciumnya. Mata Ninda seakan mau copot menyaksikan bibir kami yang  saling menyatu. 7 ** TAMAT ** http://www.dirgitadevina.web.id 8 Tentang Penulisgoogle terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

KESULTANAN BANTEN Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak menaklukkan penguasa lokal di Banten, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Anak dari Sunan Gunung Jati ( Hasanudin ) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara. Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Daftar pemimpin Kesultanan Banten  Sunan Gunung Jati  Sultan Maulana Hasanudin 1552 - 1570  Maulana Yusuf 1570 - 1580  Maulana Muhammad 1585 - 1590  Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 - 1640  Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 - 1650  Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680  Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 - 1687  Sultan Yahya 1687 - 1690  Sultan Zainul Abidin 1690 - 1733  Sultan Arifin 1733–1748  Halimin  Abul Nazar Mohammad Arif Zainul Asikin 1753–1777 Sunan Gunung Jati Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M namun ada juga yang mengatakan bahwa ia lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo. Sunan Gunung Jati bernama Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450. Ayah beliau adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar. Jamaluddin Akbar adalah seorang Muballigh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Mawlana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh Mawlana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramawt, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucu beliau Imam Husayn. Ibunda Syarif Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi (dari Nyai Subang Larang) adik Kiyan Santang bergelar Pangeran Cakrabuwana yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi. Makam Nyai Rara Santang bisa ditemui di dalam komplek KLENTENG di Pasar Bogor, di sebelah Kebun Raya Bogor. Pertemuan Rara Santang dengan Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar masih diperselisihkan. Sebagian riwayat (lebih tepatnya mitos) menyebutkan bertemu pertama kali di Mesir, tapi analisis yang lebih kuat atas dasar perkembangan Islam di pesisir ketika itu, pertemuan mereka di tempat-tempat pengajian seperti yang di Majelis Syekh Quro, Karawang (tempat belajar Nyai Subang Larang ibunda dari Rara Santang) atau di Majelis Syekh Kahfi, Cirebon (tempat belajar Kiyan Santang kakanda dari Rara Santang). Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar, sangat mungkin terlibat aktif membantu pengajian di majelis-majelis itu mengingat ayahanda dan kakek beliau datang ke Nusantara sengaja untuk menyokong perkembangan agama Islam yang telah dirintis oleh para pendahulu. Pernikahan Rara Santang putri Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang dengan Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Syarif Hidayatullah. Raden Syarif Hidayatullah mewarisi kecendrungan spiritual dari kakek buyutnya Syekh Mawlana Akbar sehingga ketika telah selesai belajar agama di pesantren Syekh Kahfi beliau meneruskan ke Timur Tengah. Tempat mana saja yang dikunjungi masih diperselisihkan, kecuali (mungkin) Mekah dan Madinah karena ke 2 tempat itu wajib dikunjungi sebagai bagian dari ibadah haji buat seluruh umat Islam. Babad Cirebon menyebutkan ketika Pangeran Cakrabuawana membangun kota Cirebon dan tidak mempunyai pewaris, maka sepulang dari Timur Tengah Raden Syarif Hidayat mengambil peranan mambangun kota Cirebon dan menjadi pemimpin perkampungan Muslim yang baru dibentuk itu setalah Uwaknya wafat. Memasuki usia dewasa sekitar diantara tahun 1470-1480, beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu dan Mawlana Hasanuddin yang kelak menjadi Sultan Banten I. Masa ini kurang banyak diteliti para sejarawan hingga tiba masa pendirian Kesultanan Demak tahun 1487 yang mana beliau memberikan andil karena sebagai anggota dari Dewan Muballigh yang sekarang kita kenal dengan nama Walisongo. Pada masa ini beliau berusia sekitar 37 tahun kurang lebih sama dengan usia Raden Patah yang baru diangkat menjadi Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah. Bila Syarif Hidayat keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat dari pihak ayah, maka Raden Patah adalah keturunan beliau juga tapi dari pihak ibu yang lahir di Campa. Dengan diangkatnya Raden Patah sebagai Sultan di Pulau Jawa bukan hanya di Demak, maka Cirebon menjadi semacam Negara Bagian bawahan vassal state dari kesultanan Demak, terbukti dengan tidak adanya riwayat tentang pelantikan Syarif Hidayatullah secara resmi sebagai Sultan Cirebon. Hal ini sesuai dengan strategi yang telah digariskan Sunan Ampel, Ulama yang paling di-tua-kan di Dewan Muballigh, bahwa agama Islam akan disebarkan di Pulau Jawa dengan Kesultanan Demak sebagai pelopornya. Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 adalah masa-masa paling sulit, baik bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Asia Tenggara. Raja Pakuan di awal abad 16, seiring masuknya Portugis di Pasai dan Malaka, merasa mendapat sekutu untuk mengurangi pengaruh Syarif Hidayat yang telah berkembang di Cirebon dan Banten. Hanya Sunda Kelapa yang masih dalam kekuasaan Pakuan. Di saat yang genting inilah Syarif Hidayat berperan dalam membimbing Pati Unus dalam pembentukan armada gabungan Kesultanan Banten, Demak, Cirebon di Pulau Jawa dengan misi utama mengusir Portugis dari wilayah Asia Tenggara. Terlebih dulu Syarif Hidayat menikahkan putrinya untuk menjadi istri Pati Unus yang ke 2 di tahun 1511. Kegagalan expedisi jihad II Pati Unus yang sangat fatal di tahun 1521 memaksa Syarif Hidayat merombak Pimpinan Armada Gabungan yang masih tersisa dan mengangkat Tubagus Pasai (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah),untuk menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka, sebagai Panglima berikutnya dan menyusun strategi baru untuk memancing Portugis bertempur di Pulau Jawa. Sangat kebetulan karena Raja Pakuan telah resmi mengundang Armada Portugis datang ke Sunda Kelapa sebagai dukungan bagi kerajaan Pakuan yang sangat lemah di laut yang telah dijepit oleh Kesultanan Banten di Barat dan Kesultanan Cirebon di Timur.

KESULTANAN BANTEN Kesultanan Banten berawal ketika Kesultanan Demak memperluas pengaruhnya ke daerah barat. Pada tahun 1524/1525, Sunan Gunung Jati bersama pasukan Demak menaklukkan penguasa lokal di Banten, dan mendirikan Kesultanan Banten yang berafiliasi ke Demak. Anak dari Sunan Gunung Jati ( Hasanudin ) menikah dengan seorang putri dari Sultan Trenggono dan melahirkan dua orang anak. Anak yang pertama bernama Maulana Yusuf. Sedangkan anak kedua menikah dengan anak dari Ratu Kali Nyamat dan menjadi Penguasa Jepara. Terjadi perebutan kekuasaan setelah Maulana Yusuf wafat (1570). Pangeran Jepara merasa berkuasa atas Kerajaan Banten daripada anak Maulana Yusuf yang bernama Maulana Muhammad karena Maulana Muhammad masih terlalu muda. Akhirnya Kerajaan Jepara menyerang Kerajaan Banten. Perang ini dimenangkan oleh Kerajaan Banten karena dibantu oleh para ulama. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Abu Fatah Abdulfatah atau lebih dikenal dengan nama Sultan Ageng Tirtayasa. Saat itu Pelabuhan Banten telah menjadi pelabuhan internasional sehingga perekonomian Banten maju pesat. Daftar pemimpin Kesultanan Banten  Sunan Gunung Jati  Sultan Maulana Hasanudin 1552 - 1570  Maulana Yusuf 1570 - 1580  Maulana Muhammad 1585 - 1590  Sultan Abdul Mufahir Mahmud Abdul Kadir 1605 - 1640  Sultan Abu al-Ma'ali Ahmad 1640 - 1650  Sultan Ageng Tirtayasa 1651-1680  Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji) 1683 - 1687  Sultan Yahya 1687 - 1690  Sultan Zainul Abidin 1690 - 1733  Sultan Arifin 1733–1748  Halimin  Abul Nazar Mohammad Arif Zainul Asikin 1753–1777 Sunan Gunung Jati Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M namun ada juga yang mengatakan bahwa ia lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo. Sunan Gunung Jati bernama Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450. Ayah beliau adalah Syarif Abdullah bin Nur Alam bin Jamaluddin Akbar. Jamaluddin Akbar adalah seorang Muballigh dan Musafir besar dari Gujarat, India yang sangat dikenal sebagai Syekh Mawlana Akbar bagi kaum Sufi di tanah air. Syekh Mawlana Akbar adalah putra Ahmad Jalal Syah putra Abdullah Khan putra Abdul Malik putra Alwi putra Syekh Muhammad Shahib Mirbath, ulama besar di Hadramawt, Yaman yang silsilahnya sampai kepada Rasulullah melalui cucu beliau Imam Husayn. Ibunda Syarif Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang putri Prabu Siliwangi (dari Nyai Subang Larang) adik Kiyan Santang bergelar Pangeran Cakrabuwana yang berguru kepada Syekh Datuk Kahfi, seorang Muballigh asal Baghdad bernama asli Idhafi Mahdi. Makam Nyai Rara Santang bisa ditemui di dalam komplek KLENTENG di Pasar Bogor, di sebelah Kebun Raya Bogor. Pertemuan Rara Santang dengan Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar masih diperselisihkan. Sebagian riwayat (lebih tepatnya mitos) menyebutkan bertemu pertama kali di Mesir, tapi analisis yang lebih kuat atas dasar perkembangan Islam di pesisir ketika itu, pertemuan mereka di tempat-tempat pengajian seperti yang di Majelis Syekh Quro, Karawang (tempat belajar Nyai Subang Larang ibunda dari Rara Santang) atau di Majelis Syekh Kahfi, Cirebon (tempat belajar Kiyan Santang kakanda dari Rara Santang). Syarif Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar, sangat mungkin terlibat aktif membantu pengajian di majelis-majelis itu mengingat ayahanda dan kakek beliau datang ke Nusantara sengaja untuk menyokong perkembangan agama Islam yang telah dirintis oleh para pendahulu. Pernikahan Rara Santang putri Prabu Siliwangi dan Nyai Subang Larang dengan Abdullah cucu Syekh Mawlana Akbar melahirkan seorang putra yang diberi nama Raden Syarif Hidayatullah. Raden Syarif Hidayatullah mewarisi kecendrungan spiritual dari kakek buyutnya Syekh Mawlana Akbar sehingga ketika telah selesai belajar agama di pesantren Syekh Kahfi beliau meneruskan ke Timur Tengah. Tempat mana saja yang dikunjungi masih diperselisihkan, kecuali (mungkin) Mekah dan Madinah karena ke 2 tempat itu wajib dikunjungi sebagai bagian dari ibadah haji buat seluruh umat Islam. Babad Cirebon menyebutkan ketika Pangeran Cakrabuawana membangun kota Cirebon dan tidak mempunyai pewaris, maka sepulang dari Timur Tengah Raden Syarif Hidayat mengambil peranan mambangun kota Cirebon dan menjadi pemimpin perkampungan Muslim yang baru dibentuk itu setalah Uwaknya wafat. Memasuki usia dewasa sekitar diantara tahun 1470-1480, beliau menikahi adik dari Bupati Banten ketika itu bernama Nyai Kawunganten. Dari pernikahan ini beliau mendapatkan seorang putri yaitu Ratu Wulung Ayu dan Mawlana Hasanuddin yang kelak menjadi Sultan Banten I. Masa ini kurang banyak diteliti para sejarawan hingga tiba masa pendirian Kesultanan Demak tahun 1487 yang mana beliau memberikan andil karena sebagai anggota dari Dewan Muballigh yang sekarang kita kenal dengan nama Walisongo. Pada masa ini beliau berusia sekitar 37 tahun kurang lebih sama dengan usia Raden Patah yang baru diangkat menjadi Sultan Demak I bergelar Alam Akbar Al Fattah. Bila Syarif Hidayat keturunan Syekh Mawlana Akbar Gujarat dari pihak ayah, maka Raden Patah adalah keturunan beliau juga tapi dari pihak ibu yang lahir di Campa. Dengan diangkatnya Raden Patah sebagai Sultan di Pulau Jawa bukan hanya di Demak, maka Cirebon menjadi semacam Negara Bagian bawahan vassal state dari kesultanan Demak, terbukti dengan tidak adanya riwayat tentang pelantikan Syarif Hidayatullah secara resmi sebagai Sultan Cirebon. Hal ini sesuai dengan strategi yang telah digariskan Sunan Ampel, Ulama yang paling di-tua-kan di Dewan Muballigh, bahwa agama Islam akan disebarkan di Pulau Jawa dengan Kesultanan Demak sebagai pelopornya. Setelah pendirian Kesultanan Demak antara tahun 1490 hingga 1518 adalah masa-masa paling sulit, baik bagi Syarif Hidayat dan Raden Patah karena proses Islamisasi secara damai mengalami gangguan internal dari kerajaan Pakuan dan Galuh (di Jawa Barat) dan Majapahit (di Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan gangguan external dari Portugis yang telah mulai expansi di Asia Tenggara. Raja Pakuan di awal abad 16, seiring masuknya Portugis di Pasai dan Malaka, merasa mendapat sekutu untuk mengurangi pengaruh Syarif Hidayat yang telah berkembang di Cirebon dan Banten. Hanya Sunda Kelapa yang masih dalam kekuasaan Pakuan. Di saat yang genting inilah Syarif Hidayat berperan dalam membimbing Pati Unus dalam pembentukan armada gabungan Kesultanan Banten, Demak, Cirebon di Pulau Jawa dengan misi utama mengusir Portugis dari wilayah Asia Tenggara. Terlebih dulu Syarif Hidayat menikahkan putrinya untuk menjadi istri Pati Unus yang ke 2 di tahun 1511. Kegagalan expedisi jihad II Pati Unus yang sangat fatal di tahun 1521 memaksa Syarif Hidayat merombak Pimpinan Armada Gabungan yang masih tersisa dan mengangkat Tubagus Pasai (belakangan dikenal dengan nama Fatahillah),untuk menggantikan Pati Unus yang syahid di Malaka, sebagai Panglima berikutnya dan menyusun strategi baru untuk memancing Portugis bertempur di Pulau Jawa. Sangat kebetulan karena Raja Pakuan telah resmi mengundang Armada Portugis datang ke Sunda Kelapa sebagai dukungan bagi kerajaan Pakuan yang sangat lemah di laut yang telah dijepit oleh Kesultanan Banten di Barat dan Kesultanan Cirebon di Timur.

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation