MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan indonesia jawa    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

jangan biarkan korupsi merajai indonesia

saya mau belajar bahasa jawa

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

tak lupa pula kita berkumpul disini untuk menyambut hari kemerdekaan indonesia ke - 69

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke baPenah mengenal kamu itu sudah menjadi hal yang indah. Walau hari hari bersamamu tak seperti dongeng cinta yang aku dengar, Indah, berakhir dengan kebahagiaan aku tahu smua itu adalah khayalan yang fana dalam mimpi disiang bolong., akan hilang seiring bangunya aku dari tidur.. hahahahaha.... baku hanya bisa tersenyum simpul . tapi tetap aku syukuri . smua ini aku jadikan sebagai pengalaman hidup dalam kisah percintaanku hasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Awal ketenarannya dimulai ketika beliau menjabat sebagai wali kota Surakarta yang bisa selama 2 periode dan dapat dikatakan berhasil memimpin Kota Surakarta,salah sartu faktor yang mengangkat Jokowi terkenal oleh masyarakat Indonesia ketika beliau memperkenalkan mobil Esemka yang merupakan hasil rakitan siswa siswa smk di solo.

Awal Ketenaran wiwit nalika piyambakipun njabat minangka Walikutha Surakarta kang bisa 2 suwé lan bisa ngandika kasil mimpin Surakarta, salah siji faktor sing elevates Basuki sartu dikenal dening wong Indonesia nalika ngenalaken Esemka montor sing asil siswa dipun klempakaken ing siswa solo smk.

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jkok (Penokohan) : 1. Bawang Bombai : lemah lembut, sabar 2. Ibu Bawang Bombai : sombong, jahat 3. Cabai keriting : sombong jahat 4. Pengawal : tegas 5. Buto Ijo : baik hati, pemarah 6. Raja : tegas, licik 7. Pangeran : penyabar, baik hati Narasi : Alkisah, di sebuah desa tinggallah seorang gadis yang bernama Bawang Bombai dengan ibu tiri dan saudara tirinya, karena sifat jahat ibu tiri dan saudara tirinya, Bawang Bombai terpaksa harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, termasuk mencuci semua pakaian kotor di sungai. Hingga suatu hari terjadilah peristiwa yang tidak diduga oleh Bawang Bombai, untuk cerita selengkapnya, mari kita saksikan di TKP ! (suara gamelan) (hening) (suara kicauan burung dan gemercik air sungai) BABAK 1 TERLIHAT BAWANG BOMBAI TENGAH MERATAPI NASIBNYA SAMBIL MENCUCI SETUMPUK PAKAIAN DI SUNGAI. Bawang Bombai : “Setiap hari, pekerjaan ini yang harus aku lakukan. Membuatku rindu dengan ayah dan ibu. Ayah, Ibu, Bombai merindukan kalian.” (TIBA-TIBA CABAI KRITING DAN IBUNYA MUNCUL) Cabai Keriting : ”Kayaknya ada yang lagi kangen sama ayah dan ibunya ni !.” Bawang Bombai : “Kakak, ibu, kenapa kalian ada di sini ?.” (KAGET) Ibu Tiri : “Hei!, denger ya, bukan urusan kamu, aku sama Keriting ada di sini.” Cabai Keriting : “Denger gak kamu ?, uda sana lanjutin pekerjaan kamu. Rumahnya juga belum dibersikan tahu!.” Bawang Bombai : “Iya, maafkan saya Bu, Kak.” (BOMBAI MELANJUTKAN MENCUCI, SEMENTARA CABAI KERITING DAN IBUNYA SIBUK MERAPIKAN DIRI DAN BERDANDAN) Cabai Keriting : “Sebentar lagi, mereka pasti akan lewat.” Ibu Tiri : “Iya, karena itu jaga penampilan kamu!.” TAK LAMA KEMUDIAN, MUNCULLAH PARA PENGAWAL ISTANA DENGAN MEMBUNYIKAN KENTONGAN) Pengawal : “Pengumuman, pengumuman. Pengumuman, pengumuman. Pengumuman, pengumuman.” Ibu Tiri : “Hei kalian, gak lihat apa ada orang di sini!, dari tadi pengumuman pengumuman. Emang apa pengumumannya ?.” Cabai Keriting : “Iya dari tadi kita di sini nungguin kalian tahu. Emangnya pengumuman apa si ?.” Pengawal : “Sabar dong. Nyonya-nyonya ingin tau saja apa ingin tahu banget?.” Cabai Keriting : “Ya, ingin tahu banget lah. Kita uda jauh-jauh kesini cuma ingin mendengar pengumuman kalian secara langsung. Bukan lewat kabar burung.” Ibu Tiri : “Uda ayo cepat. Apa pengumumannya, bacakan !” Pengawal : “Baiklah, dengarkan baik-baik.” (BAWANG BOMBAI JUGA TURUT MENDENGARKAN) Pengawal : “Diberitahukan kepada seluruh gadis di seluruh penjuru negeri ini, untuk datang ke istana pada malam tahun baru, karena sang raja akan mengadakan pesta. Sekian terimakasih. Sudah nyonya, saya mau melanjutkan perjalanan. Pengumuaman, pengumuman.” (PENGAWALPUN BERLALU PERGI) Cabai Keriting : “Wah! pasti seru banget. Hei Bombai, jangan harap kamu bisa ikut ya. Kita tidak mengijinkan!, ya kan Bu ?.” Ibu Tiri : “Tentu saja. Sekarang lanjutkan pekerjaanmu dan pulang!, kita berdua mau ke pasar dulu untuk membeli baju yang bagus.” Cabai Keriting : “Rasain!.” (SAMBIL MENENDANG KERANJANG CUCIAN BAWANG BOMBAI DAN BERLALU PERGI) BAWANG BOMBAI KEMBALI SENDIRI DAN MEMBERESKAN CUCIAN YANG BERANTAKAN. Bawang Bombai : “Ibu Tiri hanya cinta, kepada ayahku saja .. selagi ayah di sampingku, ku dipuja dan dimanja. Tapi bila ayah pergi, ku disiksa dan dimaki, “ (MENYANYI DI IRINGI MUSIK) “Sabar sabar, semua ini sudah takdir yang harus aku jalani, meski berat, aku harus bersyukur. Bersyukur tidak jadi Pejabat, (TERTAWA). Kasihan –kasihan. Kasihan kalau ditanya malaikat, mereka jujur gak ya ?, kalau di pengadilan manusia si masih bisa bohong, masih bisa main suap. Malaikat disuap apa ya ? (TERTAWA) jadi nglantur.” (MENYANYI) “Andaiku gayus tambunan, yang bisa pergi ke Bali, semua keinginannya, masih bisa terpenuhi, ….” Buto Ijo : “Terdengar merdu sekali suaranya, buat hatiku berdebar. Siapa ya gadis cantik itu…. ?” (BERJALAN MENGENDAP DI BALIK POHON) Bawang Bombai : “Hai… siapa ya ?. Terdengar suara tapi gak ada orangnya. Jangan nakutin dong ?. Ayo keluarlah !” Buto Ijo : “Maafkan aku tuan putri, aku telah mengganggu pekerjaanmu.” (MASIH DIBALIK POHON DENGAN SUARA DIBUAT-BUAT) Bawang Bombai : “Tidak, kamu tidak menggangguku. Siapa kamu ?, kenapa bersembunyi ?, keluarlah” Buto Ijo : “Maafkan aku tuan putri, aku malu.” Bawang Bombai : “Syukurlah, ternyata hari gini ada orang yang masih punya rasa malu. Tapi kenapa kamu malu ? Apa kamu malu karena sudah korupsi ?. Aku bukan KPK kok !. Jangan takut” Buto Ijo : “Tuan putri bisa saja. Aku malu karena aku jelek tuan putri. Aku khawatir tuan putri takut jika melihat aku.” Bawang Bombai : “Tenang saja, asal kamu bukan gederuwo aku tidak akan takut. Keluarlah !” ( BUTO IJO KEUAR TAPI TUBUHNYA DISELIMUTI DENGAN KAIN) Bawang Bombai : “Kenapa kamu tutupi tubuhmu ?” Buto Ijo : “Aku malu dan takut tuan putri lari jika melihat aku.” Bawang Bombai : “Baiklah, biar aku yang membuka kainnya, kan ku buktikan jika aku tidak takut padamu.” (BAWANG BOMBAI MEMBUKA PENUTUP TUBUH BUTO IJO) Bawang Bombai : “Aawwww!!,” (BAWANG BOMBAI TERIAK MENJAHUI BUTO IJO) Buto Ijo : “Tuan putri jangan takut, aku tidak sedang mencari timun mas untuk dimakan, tapi aku sedang mencari………………….” (BUTO IJO BERBALIK DAN MENGELUARKAN MAWAR MERAH DARI BALIK BAJUNYA) Bawang Bombai : “Maaf, kalau boleh tahu, kamu mencari siapa ?” Buto Ijo : “Aku mencari……………..” Bawang Bombai : “Iya mencari siapa ?” Buto Ijo : “Aku mencari…………….. “ (BUTO IJO BINGGUNG TIDAK BISA MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA) Bawang Bombai : “Sampai kapan aku menunggumu untuk bicara ?” Buto Ijo : “Maaf, aku mencari seorang putri yang mau berteman denganku.” Bawang Bombai : “O, tapi aku bukanlah tuan putri, jadi jangan panggil aku tuan putri. Sekarang biar kuantar kamu ke rumah tuan putri.” Buto Ijo : “Tidak, tidak, aku ingin berteman denganmu saja. Bolehkah ?.” Bawang Bombai : “Baiklah, asalkan kamu tidak akan memakanku. Namaku Bawang Bombai, kamu siapa ?.” (SAMBIL MENGULURKAN TANGAN) Buto Ijo : “Panggil saja aku Ijo.” (KEDUANYA SEKARANG BERTEMAN, BUTO IJO MEMBANTU BAWANG BOMBAI MENCUCI) Buto Ijo :“Sini aku bantu. Kamu istirahat aja dulu.” Bawang Bombai : “Kenapa kamu baik sekali.” Buto Ijo : “Karena kamu sudah bersedia menjadi temanku.” BUTO IJO MERASA SANGAT SENANG, BEGITU PULA BAWANG BOMBAI. DITANGAN BUTO IJO, PEKERJAAN BAWANG BOMBAIPUN CEPAT SELESAI. Bawang Bombai : “Oh ya, besok malam raja akan mengadakan pesta. Aku ingin datang ke pesta itu. Tapi aku tidak tahu jalannya. Ibu dan kakakku tidak mengijinkan aku untuk ikut.” Buto Ijo : “Jangan khawatir, aku akan mengantarkanmu.” Bawang Bombai : “Sungguh ?.” Buto Ijo : “Iya.” Bawang Bombai : “Terimahkasih. Tadi kamu sudah membantuku, besok mau mengantarkan aku. Sekarang, apa yang bisa kulakukan untukmu Ijo ?.” Buto Ijo : “Aku senang sekali bisa bersama kamu Bombai. Kalau boleh, aku ingin bersamamu terus. Apa boleh ?.” Bawang Bombai : (HANYA MENGANGGUK) “Sekarang pulang yuk ?.” Buto Ijo : “Biar aku yang bawakan cuciannya.” Bawang Bombai : “Terimakasih.” BABAK 2 SUASANA KERAJAAN YANG RAMAI, BANYAK GADIS YANG BERDATANGAN. DUDUKLAH SANG RAJA DAN PUTRANYA. Raja : “Putraku, pilihlah satu gadis yang menarik hatimu, dan jadikan ia pendampingmu selamanya.” Pangeran : “Baiklah ayah, semoga ada gadis yang mampu mencuri hatiku.” PENGAWAL MEMBUNYIKAN KENTONGAN, PERTANDA ADA YANG MAU DISAMPAIKAN. Pengawal : “Perhatian, perintah dari Sang Baginda Raja, para gadis diminta untuk memperkenalkan dirinya satu persatu.” TANPA BASA-BASI CABAI KERITING LANGSUNG MAJU MEMPERKENALKAN DIRI. Cabai Keriting : “Permisi Sang Raja, Pangeran. Perkenalkan nama saya Cabai Keriting. Saya yang paling cantik diantara gadis-gadis yang ada disini.” Raja : “Terimakasih Cabai Rawit.” Cabai Keriting : “Cabai Keriting Baginda.” Raja : “Ya, maaf. Terimakasih Cabai Keriting. Silahkan kembali ketempatmu.” PANGERAN BERBISIK KEPADA PENGAWAL UNTUK MEMINTA BAWANG BOMBAI MEMPERKENALKAN DIRI. PENGAWALPUN MEMINTA BAWANG BOMBAI UNTUK MAJU. Bawang Bombai : “Maafkan saya Baginda, Pangeran. Saya malu untuk memperkenalkan diri.” Raja : “Jangan malu, perkenalkan saja siapa nama kamu.” Bawang Bombai : “Nama saya Bawang Bombai Baginda.” Pangeran : “Dimana kamu tinggal Bombai ?.” Bawang Bombai : “Di tengah hutan Pangeran.” Pangeran : “Sekarang pulanglah, bilang pada kedua orang tuamu, mulai sekarang kamu boleh tinggal di Istana.” Ibu Tiri : “Maaf Pangeran, saya ibunya Pangeran, dan ini Cabai Keriting adalah kakak Bawang Bombai. Kenapa Bombai harus tinggal di Istana. Tentu kami akan merasa sedih dan merasa kehilangan Pangeran.” Cabai Keriting : “Iya Pangeran. Bawang Bombai biar bersama kami saja.” Raja : “Kalau begitu kalian berdua juga saya ijinkan untuk tinggal di Istana bersama Bawang Bombai.” Ibu Tiri : “Terimakasih Baginda, terimakasih Pangeran.” Raja : “Kalau begitu, pesta ini saya akhiri, mari ikut saya untuk berkeliling Istana.” (PESTAPUN BERAKHIR, RAJA, IBU BAWANG BOMBAI DAN CABAI KERITING MENGIKUTI SANG RAJA BERKELILING ISTANA, DAN TINGGALLAH PANGERAN BERSAMA BAWANG BOMBAI) Pangeran : “Bawang Bombai, kenapa nama kamu Bawang Bombai ?.” Bawang Bombai : “Maaf, pangeran. Dulu saya sangat gendut, dan semenjak Ibu saya meninggal. Saya harus ikut ibu tiri. Semenjak itu, saya yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah karena para pembantu di usir oleh kakak tiri saya Cabai Keriting.” Pangeran : (TERSENYUM) “Sekarang, disini kamu tidak akan pernah melakukan pekerjaan itu lagi.” Bawang Bombai : “Bagaimana bisa Pangeran. Ibu dan kakak saya kan ada disini.” Pangeran : “Di Istana banyak pembantu yang akan mengerjakan semuanya Bombai.” Bawang Bombai : ”Terus, kenapa saya harus tinggal di istana Pangeran.” Pangeran : “Kamu akan menemaniku jalan-jalan disaat santai.” Bawang Bombai : “Apa Pangeran tidak malu berjalan-jalan dengan saya.” Pangeran : “Tidak Bombai, sebenarnya aku sudah sering melihatmu, saat kamu mencuci begitu banyak pakaian di sungai. Dan kesederhanaanmu itu, membuat kamu kelihatan sangat cantik. Sekarang, bersediakah kamu ku jadikan permaisuri ?.” (SAMBIL MEMBERIKAN SETANGKAI BUNGA MAWAR) DENGAN MALU-MALU BAWANG BOMBAI MENERIMANYA, HATINYA SANGAT SENANG HINGGA LUPA JIKA IA DITUNGGU OLEH BUTO IJO YANG TADI MENGANTARNYA, SEHINGGA BUTO IJO DENGAN MURKA MEMAKSA MASUK MENCARI BAWANG BOMBAI KARENA DIA SUDAH LAMA MENUNGGU. Buto Ijo : “Bombai !!” (DENGAN WAJAH MARAH KARENA MELIHAT BOMBAI DIPELUK OLEH PANGERAN) Bawang Bombai : “Ijo.” Pangeran : “Pengawal !” (PANGERAN BERSERU KETAKUTAN) DENGAN SEGERA PENGAWAL MENGHADANG BUTO IJO, TAPI BUTO IJO BERONTAK DAN MENYERANG PANGERAN. PANGERAN TAMPAK MENYERAH SEHINGGA SALAH SATU PENGAWAL MEMANGGIL SANG RAJA. PANGERAN NAMPAK LEMAH. TETAPI RAJA SEGERA DATANG DAN BUTO IJO BERHENTI MENGHAJAR PANGERAN. Raja : “Siapakah kamu ?, dan apa maksud kamu datang kemari.” Bawang Bombai : “Maaf, Baginda. Dia Buto Ijo teman saya.” Raja : “Teman kamu ?.” Bawang Bombai : “Iya Baginda. Saya mohon, maafkanlah dia” NAMPAKNYA RAJA TAHU AKAN KEMARAHAN BUTO IJO, SEHINGGA IA MEMPUNYAI SIASAT UNTUK MEMBUNUH BUTO IJO AGAR TIDAK LAGI MENGGANGGU BAWANG BOMBAI. Raja : “Baiklah, kalau begitu, duduklah Buto Ijo, pengawalku akan membawakan makanan untukmu. Bawang Bombai, Putraku, pergilah kalian beristirahat, biar saya yang menjamu Buto Ijo di sini ” RAJA MEMBERI ISYARAT KEPADA PENGAWAL UNTUK SEGERA MASUK MEMBAWA MAKANAN YANG TERNYATA SUDAH DIBERI OBAT TIDUR DAN RACUN Raja : “Makanlah, kamu pasti lapar.” BUTO IJOPUN MEMAKAN SEMUA HIDANGAN DENGAN LAHAP, SAMPAI IA TERTIDUR DAN TIDAK AKAN BANGUN LAGI SELAMANYA. (PARA PENGAWAL MASUK DAN MEMBAWANYA KELUAR) SESUNGGUHNYA RAJA SANGAT DENDAM DENGAN KELUARGA BUTO IJO YANG PERNAH MEMAKAN SEBAGIAN RAKYATNYA, SEHINGGA IA SANGAT DENDAM DAN TEGA MEMBUNUH BUTO IJO. SEJAK SAAT ITU, BAWANG BOMBAI TAK PERNAH BERTEMU LAGI DENGAN BUTO IJO, DAN IA MERAYAKAN PESTA PERNIKAHAN DENGAN SANG PANGERAN, IBUNYA DI PERSUNTING SANG BAGINDA, SEDANGKAN CABAI KERITING TERNYATA JATUH HATI DENGAN PENGAWAL. MEREKAPUN HIDUP BAHAGIA DI ISTANA. awa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-19
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

ADAT ISTIADAT JAWA (manusia Jawa sejak dalam kandungan sampai wafat) Wus pinasti wanito puniki,Dadi wadah wijining tumitah,Den aji aji wajibe Watak suwargo nunut,Nunut iku gese njalari,Dadyo nomo suwargo Yen tetesing luhur,Winastono neroko Lamun hamadhani asor asorin budi,wiji haneng poro prio Lahir dan mendewasakan anak Mupu, artinya mungut anak, yang secara magis diharapkan dapat menyebabkan hamilnya si Ibu yang memungut anak, jika setelah sekian waktu dirasa belum mempunyai anak juga atau akhirnya tidak mempunyai anak. Orang Jawa cenderung memungut anak dari sentono (masih ada hubungan keluarga), agar diketahui keturunan dari siapa dan dapat diprediksi perangainya kelak yang tidak banyak menyimpang dari orang tuanya. Syarat sebelum mengambil keputusan mupu anak, diusahakan agar mencari pisang raja sesisir yang buahnya hanya satu, sebab menurut gugon tuhon (takhayul yang berlaku) jika pisang ini dimakan akan nuwuhaken (menyebabkan) jadinya anak pada wanita yang memakannya. Anhinga, bisa dimungkinkan hamil, dan tidak harus memungut anak. Pada saat si Ibu hamil, jika mukanya tidak kelihatan bersih dan secantik biasanya, disimpulkan bahwa anaknya adalah laki-laki, dan demikian sebaliknya jika anaknya perempuan. Sedangkan di saat kehamilan berusia 7 (tujuh) bulan, diadakan hajatan nujuhbulan atau mitoni. Disiapkanlah sebuah kelapa gading yang digambari wayang dewa Kamajaya dan dewi Kamaratih(supaya si bayi seperti Kamajaya jika laki-laki dan seperti Kamaratih jika perempuan), kluban/gudangan/uraban (taoge, kacang panjang, bayem, wortel, kelapa parut yang dibumbui, dan lauk tambahan lainnya untuk makan nasi),dan rujak buah. Disaat para Ibu makan rujak, jika pedas maka dipastikan bayinya nanti laki-laki. Sedangkan saat di cek perut si Ibu ternyata si bayi senang nendang-nendang, maka itu tanda bayi laki-laki. Lalu para Ibu mulai memandikan yang mitoni disebut tingkeban, didahului Ibu tertua, dengan air kembang setaman (air yang ditaburi mawar, melati, kenanga dan kantil), dimana yang mitoni berganti kain sampai 7 (tujuh) kali. Setelah selesai baru makan nasi urab, yang jika terasa pedas maka si bayi diperkirakan laki-laki. Kepercayaan orang Jawa bahwa anak pertama sebaiknya laki-laki, agar bisa mendem jero lan mikul duwur (menjunjung derajat orang tuanya jika ia memiliki kedudukan baik di dalam masyarakat). Dan untuk memperkuat keinginan itu, biasanya si calon Bapak selalu berdo’a memohon kepada Tuhan. Slametan pertama berhubung lahirnya bayi dinamakan brokohan, yang terdiri dari nasi tumpeng dikitari uraban berbumbu pedas tanda si bayi laki-laki) dan ikan asin goreng tepung, jajanan pasar berupa ubi rebus, singkong, jagung, kacang dan lain-lain, bubur merah-putih, sayur lodeh kluwih/timbul agar linuwih (kalau sudah besar terpandang). Ketika bayi berusia 5 (lima) hari dilakukan slametan sepasaran, dengan jenis makanan sama dengan brokohan. Bedanya dalam sepasaran rambut si bayi di potong sedikit dengan gunting dan bayi diberi nama, misalnya bernama T. Dewantoro. Saat diteliti di almanak Jawa tentang wukunya, ternyata T. Dewantoro berwuku tolu, yakni wuku ke-5 dari rangkaian wuku yang berjumlah 30 (tiga puluh). Menurut wuku tolu maka T.Dewantoro berdewa Batara Bayu, ramah-tamah walau bisa berkeras hati, berpandangan luas,cekatan dalam menjalankan tugas serta ahli di bidang pekerjaannya, kuat bergadang hingga pagi, pemberani, banyak rejekinya, dermawan, terkadang suka pujian dan sanjungan yang berhubungan dengan kekayaannya. Slametan selapanan yaitu saat bayi berusia 35 (tiga puluh lima) hari, yang pada pokoknya sama dengan acara sepasaran. Hanya saja disini rambut bayi dipotong habis, maksudnya agar rambut tumbuh lebat. Setelah ini, setiap 35 (tiga puluh lima) hari berikutnya diadakan acara peringatan yang sama saja dengan acara selapanan sebelumnya, termasuk nasi tumpeng dengan irisan telur ayam rebus dan bubur merah-putih. Peringatan tedak-siten/tujuhlapanan atau 245 (dua ratus empat puluh lima) hari sedikit istimewa, karena untuk pertama kali kaki si bayi diinjakkan ke atas tanah. Untuk itu diperlukan kurungan ayam yang dihiasi sesuai selera. Jika bayinya laki-laki, maka di dalam kurungan juga diberi mainan anak-anak dan alat tulis menulis serta lain-lainnya (jika si bayi ambil pensil maka ia akan menjadi pengarang, jika ambil buku berarti suka membaca, jika ambil kalung emas maka ia akan kaya raya, dan sebagainya) dan tangga dari batang pohon tebu untuk dinaiki si bayi tapi dengan pertolongan orang tuanya. Kemudian setelah itu si Ibu melakukan sawuran duwit (menebar uang receh) yang diperebutkan para tamu dan anak-anak yang hadir agar memperoleh berkah dari upacara tedak siten. Setelah si anak berusia menjelang sewindu atau 8 (delapan) tahun, belum juga mempunyai adik, maka perlu dilakukan upacara mengadakan wayang kulit yang biasa acara semacam ini dinamakan ngruwat agar bebas dari marabahaya Biasanya tentang cerita Kresno Gugah yang dilanjutkan dengan cerita Murwakala. Saat menjelang remaja, tiba waktunya ditetaki/khitan/sunat. Setibanya di tempat sunat (dokter atau dukun/bong), sang Ibu menggendong si anak ke dalam ruangan seraya mengucapkan kalimat : laramu tak sandang kabeh (sakitmu saya tanggung semua). Orang Jawa kuno sejak dulu terbiasa menghitung dan memperingati usianya dalam satuan windu, yaitu setiap 8 (delapan) tahun. Peristiwa ini dinamakan windon, dimana untuk windu pertama atau sewindu, diperingati dengan mengadakan slametan bubur merah-putih dan nasi tumpeng yang diberi 8 (delapan) telur ayam rebus sebagai lambang usia. Tapi peringatan harus dilakukan sehari atau 2 (dua) hari setelah hari kelahiran, yang diyakini agar usia lebih panjang. Kemudian saat peringatan 2 (dua) windu, si anak sudah dianggap remaja/perjaka atau jaka,suaranya ngagor-agori (memberat). Saat berusia 32 (tiga puluh dua ) tahun yang biasanya sudah kawin dan mempunyai anak, hari lahirnya dirayakan karena ia sudah hidup selama 4 (empat) windu, maka acaranya dinamakan tumbuk alit (ulang tahun kecil). Sedangkan ulang tahun yang ke 62 (enam puluh dua) tahun disebut tumbuk ageng. Saat dewasa, banyak congkok atau kasarnya disebut calo calon isteri, yang membawa cerita dan foto gadis. Tapi si anak dan orang tuanya mempunyai banyak pertimbangan yang antara lain: jangan mbokongi (menulang-punggungi sebab keluarga si gadis lebih kaya) walau ayu dan luwes karena perlu mikir praja (gengsi), jangan kawin dengan sanak-famili walau untuk nggatuake balung apisah(menghubungkan kembali tulang-tulang terpisah/mempererat persaudaraan) dan bergaya priyayi karena seandainya cerai bisa terjadi pula perpecahan keluarga, kalaupun seorang ndoro (bangsawan) tapi jangan terlalu tinggi jenjang kebangsawanannya atau setara dengan si anak serta sederhana dan menarik hati. Lagi pula si laki-laki sebaiknya harus gandrung kapirangu (tergila-gila/cinta). Melamar Bapak dari anak laki-laki membuat surat lamaran, yang jika disetujui maka biasanya keluarga perempuan membalas surat sekaligus mengundang kedatangan keluarga laki-laki guna mematangkan pembicaraan mengenai lamaran dan jika perlu sekaligus merancang segala sesuatu tentang perkawinan. Setelah ditentukan hari kedatangan, keluarga laki-laki berkunjung ke keluarga perempuan dengan sekedar membawa peningset, tanda pengikat guna meresmikan adanya lamaran dimaksud. Sedangkan peningsetnya yaitu 6 (enam) kain batik halus bermotif lereng yang mana tiga buah berlatar hitam dan tiga buah sisanya berlatar putih, 6 (enam) potong bahan kebaya zijdelinnen dan voal berwarna dasar aneka, serta 6 (enam) selendang pelangi berbagai warna dan 2 (dua) cincin emas berinisial huruf depan panggilan calon pengantin berukuran jari pelamar dan yang dilamar (kelak dipakai pada hari perkawinan). Peningset diletakkan di atas nampan dengan barang-barang tersebut dalam kondisi tertutup. Orang yang pertama kali mengawinkan anak perempuannya dinamakan mantu sapisanan atau mbuka kawah, sedang mantu anak bungsu dinamakan mantu regil atau tumplak punjen. Perkawinan Orang Jawa khususnya Solo, yang repot dalam perkawinan adalah pihak perempuan, sedangkan pihak laki-laki hanya memberikan sejumlah uang guna membantu pengeluaran yang dikeluarkan pihak perempuan, di luar terkadang ada pemberian sejumlah perhiasan, perabot rumah maupun rumahnya sendiri. Selain itu saat acara ngunduh (acara setelah perkawinan dimana yang membuat acara pihak laki-laki untuk memboyong isteri ke rumahnya), biaya dan pelaksana adalah pihak laki-laki, walau biasanya sederhana. Dalam perkawinan harus dicari hari "baik", maka perlu dimintakan pertimbangan dari ahli hitungan hari "baik" berdasarkan patokan Primbon Jawa. Setelah diketemukan hari baiknya, maka sebulan sebelum akad nikah, secara fisik calon pengantin perempuan disiapkan untuk menjalani hidup perkawinan, dengan diurut dan diberi jamu oleh ahlinya. Ini dikenal dengan istilah diulik, yaitu mulai dengan pengurutan perut untuk menempatkan rahim dalam posisi tepat agar dalam persetubuhan pertama dapat diperoleh keturunan, sampai dengan minum jamu Jawa yang akan membikin tubuh ideal dan singset. Selanjutnya dilakukan upacara pasang tarub (erat hubungannya dengan takhayul) dan biasanya di rumah sendiri (kebiasaan di gedung baru mulai tahun 50-an), dari bahan bambu serta gedek/bilik dan atap rumbia yang di masa sekarang diganti tiang kayu atau besi dan kain terpal. Dahulu pasang tarub dikerjakan secara gotong-royong, tidak seperti sekarang. Dan lagi pula karena perkawinan ada di gedung, maka pasang tarub hanya sebagai simbolis berupa anyaman daun kelapa yang disisipkan dibawah genting. Dalam upacara pasang tarub yang terpenting adalah sesaji. Sebelum pasang tarub harus diadakan kenduri untuk sejumlah orang yang ganjil hitungannya (3 - 9 orang). Do’a oleh Pak Kaum dimaksudkan agar hajat di rumah ini selamat, yang bersamaan dengan ini ditaburkan pula kembang setaman, bunga rampai di empat penjuru halaman rumah, kamar mandi, dapur dan pendaringan (tempat menyimpan beras), serta di perempatan dan jembatan paling dekat dengan rumah. Diletakkan pula sesaji satu ekor ayam panggang di atas genting rumah. Bersamaan itu pula rumah dihiasi janur, di depan pintu masuk di pasang batang-batang tebu, daun alang-alang dan opo-opo, daun beringin dan lain-lainnya, yang bermakna agar tidak terjadi masalah sewaktu acara berlangsung. Di kiri kanan pintu digantungkan buah kelapa dan disandarkan pohon pisang raja lengkap dengan tandannya, perlambang status raja. Siraman (pemandian) dilakukan sehari sebelum akad nikah, dilakukan oleh Ibu-ibu yang sudah berumur serta sudah mantu dan atau lebih bagus lagi jika sudah sukses dalam hidup, disiramkan dari atas kepala si calon pengantin dengan air bunga seraya ucapan "semoga selamat di dalam hidupnya". Seusai upacara siraman, makan bersama berupa nasi dengan sayur tumpang (rebusan sayur taoge serta irisan kol dan kacang panjang yang disiram bumbu terbuat dari tempe dan tempe busuk yang dihancurkan hingga jadi saus serta diberi santan, salam, laos serta daun jeruk purut yang dicampuri irisan pete dan krupuk kulit), dengan pelengkap sosis dan krupuk udang. Midodareni adalah malam sebelum akad nikah, yang terkadang saat ini dijadikan satu dengan upacara temu. Pada malam midodareni sanak saudara dan para tetangga dekat datang sambil bercakap-cakap dan main kartu sampai hampir tengah malam, dengan sajian nasi liwet (nasi gurih karena campuran santan, opor ayam, sambel goreng, lalab timun dan kerupuk). Upacara akad nikah, harus sesuai sangat (waktu/saat yang baik yang telah dihitung berdasarkan Primbon Jawa) dan Ibu-Ibu kedua calon pengantin tidak memakai subang/giwang (untuk memperlihatkan keprihatinan mereka sehubungan dengan peristiwa ngentasake/mengawinkan anak, yang sekarang jarang diindahkan yang mungkin karena malu). Biasanya acara di pagi hari, sehingga harus disediakan kopi susu dan sepotong kue serta nasi lodopindang (nasi lodeh dengan potongan kol, wortel, buncis, seledri dan kapri bercampur brongkos berupa bumbu rawon tapi pakai santan) yang dilengkapi krupuk kulit dan sosis. Disaat sedang sarapan, Penghulu beserta stafnya datang, ikut sarapan dan setelah selesai langsung dilakukan upacara akad nikah. Walau akad nikah adalah sah secara hukum, tetapi dalam kenyataannya masih banyak perhatian orang terpusat pada upacara temu, yang terkadang menganggap sebagai bagian terpenting dari perayaan perkawinan. Padahal sebetulnya peristiwa terpenting bagi calon pengantin adalah saat pemasangan cincin kawin, yang setelah itu Penghulu menyatakan bahwa mereka sah sebagai suami-isteri. Temu adalah upacara adat dan bisa berbeda walau tak seberapa besar untuk setiap daerah tertentu, misalnya gaya Solo dan gaya Yogya. Misalnya dalam gaya Solo, di hari "H"nya, di sore hari. Tamu yang datang paling awal biasanya sanak-saudara dekat, agar jika tuan rumah kerepotan bisa dibantu. Lalu tamu-tamu lainnya, yang putri langsung duduk bersila di krobongan, dengan lantai permadani dan tumpukan bantal-bantal (biasanya bagi keluarga mampu), sedang yang laki-laki duduk di kursi yang tersusun berjajar di Pendopo (sekarang ini laki-laki dan perempuan bercampur di Pendopo semuanya). Para penabuh gamelan tanpa berhenti memainkan gending Kebogiro, yang sekitar 15 (lima belas) menit menjelang kedatangan pengantin laki-laki dimainkan gending Monggang. Tapi saat pengantin beserta pengiring sudah memasuki halaman rumah/gedung, gending berhenti, dan para tamu biasanya tahu bahwa pengantin datang. Lalu tiba di pendopo, ia disambut dan dituntun/digandeng dan diiringi para orang-tua masih sejawat orang tuanya yang terpilih Sementara itu, pengantin perempuan yang sebelumnya sudah dirias dukun nganten (rambut digelung dengan gelungan pasangan, dahi dan alis di kerik rambutnya, dsb.nya) untuk akad nikah, dirias selengkapnya lagi di dalam kamar rias. Lalu setelah siap, ia dituntun/digandeng ke pendopo oleh dua orang Ibu yang sudah punya anak dan pernah mantu, ditemukan dengan pengantin laki-laki (waktu diatur yaitu saat pengantin pria tiba di rumah/gedung, pengantin perempuan pun juga sudah siap keluar dari kamar rias), dengan iringan gending Kodokngorek. Sedangkan pengantin laki-laki dituntun ke arah krobongan. Ketika mereka sudah berjarak sekitar 2 (dua) meter, mereka saling melempar dengan daun sirih yang dilipat dan diikat dengan benang, yang siapa saja melempar lebih kena ke tubuh diartikan bahwa dalam hidup perkawinannya akan menang selalu. Lalu yang laki-laki mendekati si wanita yang berdiri di sisi sebuah baskom isi air bercampur bunga. Di depan baskom di lantai terletak telur ayam, yang harus diinjak si laki-laki sampai pecah, dan setelah itu kakinya dibasuh dengan air bunga oleh si wanita sambil berjongkok. Kemudian mereka berjajar, segera Ibu si wanita menyelimutkan slindur/selendang yang dibawanya ke pundak kedua pengantin sambil berucap: Anakku siji saiki dadi loro (anakku satu sekarang menjadi dua). Selanjutnya mereka dituntun ke krobongan, dimana ayah dari pengantin perempuan menanti sambil duduk bersila, duduk di pangkuan sang ayah sambil ditanya isterinya: Abot endi Pak ? (berat mana Pak ?), yang dijawab sang suami: Pada dene (sama saja). Selesai tanya jawab, mereka berdiri, si laki-laki duduk sebelah kanan dan si perempuan sebelah kiri, dimana si dukun pengantin membawa masuk sehelai tikar kecil berisi harta (emas, intan, berlian) dan uang pemberian pengantin laki-laki yang dituangkan ke tangan pengantin perempuan yang telah memegang saputangan terbuka, dan disaksikan oleh para tamu secara terbuka. Inilah yang disebut kacar-kucur. Guna lambang kerukunan di dalam hidup, dilakukan suap-menyuap makanan antara pengantin. Bersamaan dengan ini, makanan untuk tamu diedarkan (sekarang dengan cara prasmanan) berurutan satu persatu oleh pelayan. Setelah itu, dilakukan acara ngabekten (melakukan sembah) kepada orang tua pengantin perempuan dan tilik nganten (kehadiran orang tua laki-laki ke rumah/gedung setelah acara temu selesai yang langsung duduk dikrobongan dan disembah kedua pengantin). Lalu setelah itu dilakukan kata sambutan ucapan terima kasih kepada para tamu dan mohon do’a restu, yang kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan berupa suara gending-gending dari gamelan, misalnya gending ladrang wahana, lalu tayuban bagi jamannya yang senang acara itu, dsb.nya. Mati/Wafat Demikian, sepasang pengantin itu akan mempunyai anak, menjadi dewasa, kemudian mempunyai cucu dan meninggal dunia. Yang menarik tapi mengundang kontraversi, adalah saat manusia mati. Sebab bagi orang Jawa yang masih tebal kejawaannya, orang meninggal selalu didandani berpakaian lengkap dengan kerisnya (ini sulit diterima bagi orang yang mendalam keislamannya), juga bandosa (alat pemikul mayat dari kayu) yang digunakan secara permanen, lalu terbela (peti mayat yang dikubur bersama-sama dengan mayatnya). Sebelum mayat diberangkatkan ke alat pengangkut (mobil misalnya), terlebih dahulu dilakukan brobosan (jalan sambil jongkok melewati bawah mayat) dari keluarga tertua sampai dengan termuda. Sedangkan meskipun slametan orang mati, mulai geblak (waktu matinya), pendak siji (setahun pertama), pendak loro (tahun kedua) sampai dengan nyewu (seribu hari/3 tahun) macamnya sama saja, yaitu sego-asahan dan segowuduk, tapi saat nyewu biasanya ditambah dengan memotong kambing untuk disate dan gule. Nyewu dianggap slametan terakhir dengan nyawa/roch seseorang yang wafat sejauh-jauhnya dan menurut kepercayaan, nyawa itu hanya akan datang menjenguk keluarga pada setiap malam takbiran, dan rumah dibersihkan agar nyawa nenek moyang atau orang tuanya yang telah mendahului ke alam baka akan merasa senang melihat kehidupan keturunannya bahagia dan teratur rapi. Itulah, mengapa orang Jawa begitu giat memperbaiki dan membersihkan rumah menjelang hari Idul fitri yang dalam bahasa Jawanya Bakdan atau Lebaran dari kata pokok bubar yang berarti selesai berpuasanya.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-18
Subject: Literary Translations
Usage Frequency: 6
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-09-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

SEJARAH ASAL USUL WAYANG Sejarah Wayang di Indonesia Wayang Kulit Asal-usul dan perkembangan wayang tidak tercatat secara akurat seperti sejarah. Namun orang selalu ingat dan merasakan kehadiran wayang dalam kehidupan masyarakat. Wayang akrab dengan masyarakat sejak dahulu hingga sekarang, karena memang wayang itu merupakan salah satu buah usaha akal budi bangsa Indonesia. Wayang tampil sebagai seni budaya tradisional, dan merupakan puncak budaya daerah. Menelusuri asal-usul wayang secara ilmiah memang bukan hal yang mudah. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga kini banyak para cendikiawan dan budayawan berusaha meneliti dan menulis tentang wayang. Ada persamaan, namun tidak sedikit yang saling-silang pendapat. Hazeu berbeda pendapat dengan Rassers begitu pula pandangan dari pakar Indonesia seperti K.p.a. Kusumadilaga, Ranggawarsita, Suroto, Sri Mulyono dan lain-lain. Pegelaran Wayang Kulit Jadul Namun semua cendikiawan tersebut jelas membahas wayang Indonesia dan menyatakan bahwa wayang itu sudah ada dan berkembang sejak zaman kuna, sekitar tahun 1500 SM, jauh sebelum agama dan budaya dari luar masuk ke Indonesia. Jadi, wayang dalam bentuknya yang masih sederhana adalah asli Indonesia, yang dalam proses perkembangan setelah berseniuhan dengan unsur-unsur lain, terus berkembang maju sehingga menjadi ujud dan isinya seperti sekarang ini. Sudah pasti perkembangan itu tidak akan berhenti, melainkan akan berlanjut di masa-masa mendatang. Wayang yang kita lihat sekarang ini berbeda dengan wayang pada masa lalu, begitu pula wayang di masa depan akan berubah sesuai zamannya. Tidak ada sesuatu seni budaya yang mandeg. Seni budaya akan selalu berubah dan berkembang, namun perubahan seni budaya wayang ini tidak berpengaruh terhadap jati dirinya, karena wayang telah memiliki landasan yang kokoh. Landasan utamanya adalah sifat "hamot, hamong, hamemangkat yang menyebabkannya memiliki daya tahan dan daya kembang wayang sepanjang zaman. Pegelaran Wayang Kulit Modern Hamot adalah keterbukaan untuk menerima pengaruh dan masukan dari dalam dan luar; Hamong adalah kemampuan untuk menyaring unsur-unsur baru itu sesuai nilai-nilai wayang yang ada, untuk selanjutnya diangkat menjadi nilai-nilai yang cocok dengan wayang sebagai bekal untuk bergerak maju sesuai perkembangan masyarakat. Hamemangkat atau memangkat sesuatu nilai menjadi nilai baru. Dan, ini jelas tidak mudah. Harus melalui proses panjang yang dicerna dengan cermat. Wayang dan seni pedalangan sudah membuktikan kemampuan itu, berawal dari zaman kuna, zaman Hindu, masuknya agama Islam, zaman penjajahan hingga zaman merdeka, dan pada masa pembangunan nasional dewasa ini. Kehidupan global juga merupakan tantangan dan sudah barang tentu wayang akan diuji ketahanannya dalam menghadapinya. Periodisasi ( pembabakan suatu masa ) Periodisasi perkembangan budaya wayang juga merupakan bahasa yang menarik. Bermula zaman kuna ketika nenek moyang bangsa Indonesia masih menganut animisme dan dinamisme. Dalam kepercayaan animisme dan dinamisme ini diyakini roh orang yang sudah meninggal masih tetap hidup, dan semua benda itu bernyawa serta memiliki kekuatan. Roh-roh itu bisa bersemayam di kayu-kayu besar, batu, sungai, gunung dan lain-lain. Paduan dari animisme dan dinamisme ini menempatkan roh nenek moyang yang dulunya berkuasa, tetap mempunyai kuasa. Mereka terus dipuja dan dimintai pertolongan. Untuk memuja roh nenek moyang ini, selain melakukan ritual tertentu mereka mewujudkannya dalam bentuk gambar dan patung Roh nenek moyang yang dipuja ini disebut "hyang" atau "dahyang". Orang bisa berhubungan dengan para hyang ini untuk minta pertolongan dan perlindungan, melalui seorang medium yang disebut ‘syaman’. Ritual pemujaan nenek moyang, hyang dan syaman inilah yang merupakan asal mula pertunjukan wayang. Hyang menjadi wayang, ritual kepercayaan itu menjadi jalannya pentas dan syaman menjadi dalang. Sedangkan ceritanya adalah petualangan dan pengalaman nenek moyang. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Asli yang hingga sekarang masih dipakai. Jadi, wayang itu berasal dari ritual kepercayaan nenek moyang bangsa Indonesia di sekitar tahun l500 SM. Berasal dari zaman animisme, wayang terus mengikuti perjalanan sejarah bangsa sampai pada masuknya agama Hindu di Indonesia sekitar abad keenam. Bangsa Indonesia mulai berseniuhan dengan peradaban tinggi dan berhasil membangun kerajaan-kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, bahkan Sriwijaya yang besar dan jaya. Pada masa itu wayang pun berkembang pesat, mendapat pondasi yang kokoh sebagai suatu karya seni yang bermutu tinggi. Pertunjukan roh nenek moyang itu kemudian dikembangkan dengan cerita yang lebih berbobot, Ramayana dan Mahabarata. Selama abad X hingga XV, wayang berkembang dalam rangka ritual agama dan pendidikan kepada masyarakat. Pada masa ini telah mulai ditulis berbagai cerita tentang wayang. Semasa kerajaan Kediri, Singasari dan Majapahit kepustakaan wayang mencapai puncaknya seperti tercatat pada prasasti di candi-candi, karya sastra yang ditulis oleh Empu Sendok, Empu Sedah, Empu Panuluh, Empu Tantular dan lain-lain. Karya sastra wayang yang terkenal dari zaman Hindu itu antara lain Baratayuda, Arjuna Wiwaha, Sudamala, sedangkan pergelaran wayang sudah bagus, diperkaya lagi dengan penciptaan peraga wayang terbuat dari kulit yang dipahat, diiringi gamelan dalam tatanan pentas yang bagus dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. Pergelaran wayang mencapai mutu seni yang tinggi sampai sampai digambarkan "Hannonton ringgit menangis esekel", tontonan wayang sangat mengharukan. Wayang Orang Menarik untuk diperhatikan Cerita Ramayana dan Mahabarata yang asli berasal dari India, telah diterima dalam pergelaran wayang Indonesia sejak zaman Hindu hingga sekarang. Wayang seolah-olah identik dengan Ramayana dan Mahabarata. Namun perlu dimengerti bahwa Ramayana dan Mahabarata versi India itu sudah banyak berubah. Berubah alur ceritanya; kalau Ramayana dan Mahabarata India merupakan cerita yang berbeda satu dengan lainnya, di Indoenesia menjadi satu kesatuan. Dalam pewayangan cerita itu bermula dari kisah Ramayana terus bersambung dengan Mahabarata, malahan dilanjutkan dengan kisah zaman kerajaan Kediri. Mahabarata asli berisi 20 parwa, sedangkan di Indonesia tinggal 18 parwa. ( artikel, cerita, kesusastraan Jawa Kuna ). Yang sangat menonjol perbedaannya adalah falsafah yang mendasari kedua cerita itu. Lebih-lebih setelah masuknya agama Islam. Falsafah Ramayana dan Mahabarata yang Hinduisme diolah sedemikian rupa sehingga menjadi diwarnai nilai-nilai agama Islam. Hal ini antara lain tampak pada kedudukan dewa, garis keturunan yang patriarkhat, dan sebagainya. Wayang diperkaya lagi dengan begitu banyaknya cerita gubahan baru yang bisa disebut lakon "carangan", maka Ramayana dan Mahabarata benar-benar berbeda dengan aslinya. Begitu pula, Ramayana dan Mahabarata dalam pewayangan tidak sama dengan Ramayana dan Mahabarata yang berkembang di Myanmar, Thailand, Kamboja, dan di tempat-tempat lainnya. Ramayana dan Mahabarata dari India itu sudah menjadi Indonesia karena diwarnai oleh budaya asli dan nilai-nilai budaya yang ada di Nusantara. Rama & Shinta Di Indonesia, walaupun cerita Ramayana dan Mahabarata sama-sama berkembang dalam pewayangan, tetapi Mahabarata digarap lebih tuntas oleh para budayawan dan pujangga kita. Berbagai lakon carangan dan sempalan, kebanyakan mengambil Mahabarata sebagai inti cerita. Masuknya agama Islam di Indonesia pada abad ke-15, membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Begitu pula wayang telah mengalami masa pembaharuan. Pembaharuan besar-besaran, tidak saja dalam bentuk dan cara pergelaran wayang, melainkan juga isi dan fungsinya. Berangkat dari perubahan nilai-nilai yang dianut, maka wayang pada zaman Demak dan seterusnya telah mengalami penyesuaian dengan zamannya. Bentuk wayang yang semula realistik proporsional seperti tertera dalam relief candi-candi, distilir menjadi bentuk imajinatif seperti wayang sekarang ini. Selain itu, banyak sekali tambahan dan pembaharuan dalam peralatan seperti kelir atau layar, blencong, atau lampu, debog yaitu pohon pisang untuk menancapkan wayang, dan masih banyak lagi. Para wali dan pujangga Jawa mengadakan pembaharuan yang berlangsung terus menerus sesuai perkembangan zaman dan keperluan pada waktu itu, utamanya wayang digunakan sebagai sarana dakwah Islam. Sesuai nilai Islam yang dianut, isi dan fungsi wayang telah bergeser dari ritual agama (Hindu) menjadi sarana pendidikan, dakwah, penerangan, dan komunikasi massa. Ternyata wayang yang telah diperbaharui kontekstual dengan perkembangan agama Islam dan masyarakat, menjadi sangat efektif untuk komunikasi massa dalam memberikan hiburan serta pesan-pesan kepada khalayak. Fungsi dan peranan ini terus berlanjut hingga dewasa ini. gambar Sunan Kalijaga Dalang Wanita Cantiq Perkembangan wayang semakin meningkat pada masa setelah Demak, memasuki era kerajaan-kerajaan Jawa seperti Pajang, Mataram, Kartasura, Surakarta, dan Yogyakarta. Banyak sekali pujangga-pujangga yang menulis tentang wayang, menciptakan wayang-wayang baru. Para seniman wayang banyak membuat kreasi-kreasi yang kian memperkaya wayang. Begitu pula para dalang semakin profesional dalam menggelar pertunjukan wayang, tak henti-hentinya terus mengembangkan seni tradisional ini. Dengan upaya yang tak kunjung henti ini, membuahkan hasil yang menggembirakan dan membanggakan, wayang dan seni pedalangan menjadi seni yang bermutu tinggi, dengan sebutan "Adiluhung". Wayang terbukti mampu tampil sebagai tontonan yang menarik sekaligus menyampaikan pesan-pesan moral keutamaan hidup. Dari landasan perkembangan wayang tersebut di atas, tampak bahwa memang wayang itu berasal dari pemujaan nenek moyang pada zaman kuna, dikembangkan pada zaman Hindu, kemudian diadakan pembaharuan pada zaman masuknya agama Islam dan terus mengalami perkembangan dari zaman kerajaan-kerajaan Jawa, zaman penjajahan, zaman kemerdekaan hingga kini. Indonesia Asli Asal-usul wayang menjadi jelas, asli Indonesia yang berkembang sesuai budi daya masyarakat dengan Wayang Indonesia memiliki ciri khas yang merupakan jatidirinya. Sangat mudah dibedakan dengan seni budaya sejenis yang berkembang di India, Cina, dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak saja berbeda bentuk serta cara pementasannya, cerita Ramayana dan Mahabarata yang digunakan juga bisa berbeda. Cerita terkenal ini sudah digubah sesuai nilai dan kondisi yang hidup dan berkembang di Indonesia. Keaslian wayang bisa ditelusuri dari penggunaan bahasa seperti wayang, kelir, blencong, kepyak, dalang, kotak, dan lain-lain. Kesemuanya itu bahasa Jawa Asli. Berbeda misalnya dengan cempala yaitu alat pengetuk kotak, adalah bahasa Sansekerta. Wayang asli menerima pengaruh dari India. Bahasa dalam wayang ini terus berkembang secara pelan namun pasti dari bahasa Jawa Kuna atau bahasa Kawi, bahasa Jawa Baru dan bukan tidak mungkin kelak wayang ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Wayang selalu menggunakan bahasa campuran yang biasa disebut 'basa rinengga' maksudnya bahasa yang telah disusun indah sesuai kegunaannya. Dalam seni pedalangan, kedudukan sastra amat penting dan harus dikuasai dengan baik oleh para dalang. Sendratari Ramayana Bentuk peraga wayang juga mengujudkan keaslian wayang Indonesia, karena bentuk stilasi peraga wayang yang imajinatif dan indah itu merupakan proses panjang seni kriya wayang yang dilakukan oleh para pujangga dan seniman perajin Indonesia sejak dahulu. Begitu majunya dan seni rupa, wayang sudah mencapai tingkat 'sempurna'. Penilaian ini obyektif, tidak berlebihan, apabila dibandingkan dengan bentuk-bentuk peraga wayang atau seni boneka dari mancanegara. Sarat dengan Falsafah Kekuatan utama budaya wayang, yang juga merupakan jati dirinya, adalah kandungan nilai falsafahnya. Wayang yang tumbuh dan berkembang sejak lama itu ternyata berhasil menyerap berbagai nilai-nilai keutamaan hidup dan terus dapat dilestarikan dalam berbagai pertunjukan wayang. Bertolak dari pemujaan nenek moyang, wayang yang sudah sangat religius, mendapat masukan agama Hindu, sehingga wayang semakin kuat sebagai media ritual dan pembawa pesan etika. Memasuki pengaruh agama Islam, kokoh sudah landasan wayang sebagai tontonan yang mengandung tuntutan yaitu acuan moral budi luhur menuju terwujudnya 'akhlaqulkarimah'. Proses akulturasi kandungan isi wayang itu meneguhkan posisi wayang sebagai salah satu sumber etika dan falsafah yang secara tekun dan berlanjut disampaikan kepada masyarakat. Oleh karena itu ada pendapat, wayang itu tak ubahnya sebagai buku falsafah, yaitu falsafah Nusantara yang bisa dipakai sumber etika dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat. Wayang bukan lagi sekedar tontonan bayang-bayang atau 'shadow play, melainkan sebagai 'wewayangane ngaurip' yaitu bayangan hidup manusia. Dalam suatu pertunjukan wayang, dapat dinalar dan dirasakan bagaimana kehidupan manusia itu dari lahir hingga mati. Perjalanan hidup manusia untuk berjuang menegakkan yang benar dengan mengalahkan yang salah. Dari pertunjukan wayang dapat diperoleh pesan untuk hidup penuh amal saleh guna mendapatkan keridloan Illahi. Wayang juga dapat secara nyata menggambarkan konsepsi hidup 'sangkan paraning dumadi', manusia berasal dari Tuhan dan akan kembali keharibaan-Nya. Banyak ditemui seni budaya semacam wayang yang dikenal dengan 'puppet show’, namun yang seindah dan sedalam maknanya sulit menandingi Wayang Kulit Purwa. Itulah asal-usul wayang Indonesia, asli Indonesia yang senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Secara dinamis mengantisipasi perkembangan dan kemajuan zaman. Organisasi Pewayangan Perkembangan wayang dari waktu ke waktu selain didukung oleh masyarakat, juga digerakkan oleh lembaga-lembaga swadaya masyarakat, bukan oleh pemerintah. Dahulu keraton menjadi pusat dan acuan pengembangan wayang dan seni pedalangan. Peranan keraton beralih pada lembaga-lembaga masyarakat antara lain berupa sanggar-sanggar, lembaga pendidikan, paguyuban-paguyuban budaya, kesenian dan dalam jaman modern sekarang ini telah tampil pula organisasi-organisasi pewayangan. Organisasi pewayangan bersifat lokal ada pula yang bersifat nasional. Organisasi pewayangan dan pedalangan yang bersifat nasional adalah Persatuan Pedalangan Indonesia atau PEPADI dan SENAWANGI atau Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia. Dua organisasi pewayangan yang sekarang berkiprah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan wayang. SENAWANGI atau merupakan organisasi pewayangan terkemuka dan terkonsolidasikan dengan baik. Didirikan pada tahun 1975, di Jakarta. Setiap 5 tahun sekali, menyelenggarakan Pekan Wayang Indonesia, yang merupakan puncak kegiatan pewayangan. Bersamaan dengan Pekan Wayang, dilaksanakan pula Kongres SENA WANGI. Pada bulan Agustus 1999, diselenggarakan Pekan Wayang Indonesia VII dan Kongres SENA WANGI yang ke enam. SENAWANGI mengelola Gedung Pewayangan Kautaman yang terletak di kompleks TMII Jakarta Timur. Diupayakan gedung ini bisa menjadi Pusat Pewayangan Indonesia dan dunia. PEPADI organisasi profesi yang beranggotakan para dalang, pengrawit dan swarawati memiliki cabang di seluruh wilayah Indonesia. Banyak bergerak dalam kegiatan pagelaran wayang, pendidikan dan pelatihan dan lain-lain. Jenis - Jenis Wayang Wayang adalah salah satu kebudayaan Indonesia yang sudah dikenal sejak zaman prasejarah. Sebelum pengaruh Hindu, Islam dan yang lainnya masuk ke Indonesia, masyarakat kita sudah mengenal wayang. Seiring dengan masuknya budaya Hindu, Islam, Kristen dan juga budaya China, perkembangan kesenian wayang pun semakin beragam. Bahkan pertunjukkan wayang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan saja, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan ajaran agama dan pendidikan moral. Hingga saat ini kita mengenal banyak jenis dari wayang, mulai dari wayang kulit,wayang golek,wayang beber dan lain-lain. Jenis wayang bisa dibedakan dari bahan pembuatnya, cerita yang diambil dan juga daerah asal. Masing-masing jenis wayang memiliki ciri khas tersendiri, dan menjadikan kesenian wayang semakin beragam dan indah. Bahan Pembuat Wayang Berdarkan bahan yang digunakan untuk membuat wayang, wayang terdiri atas: Wayang kulit Wayang yang terbuat dari kulit kerbau atau sapi yang masih muda. Lembaran kulit kerbau/sapi yang sudah siap dipakai dibuat pola, kemudian dipahat sesuai bentuk wayang yang dinginkan kemudian disungging (diwarnai). Wayang kulit adalah salah satu jenis wayang yang paling terkenal di Indonesia. Wayang Golek Wayang ini terbuat dari kayu. Wayang golek terkenal di daerah Pasundan. Cerita yang diambil biasanya bersumber dari cerita Ramayana dan Mahabharata seperti halnya Wayang Kulit. Wayang Beber Wayang beber adalah wayang yang dilukisakan pada gulungan kain. Wayang beber mengambil cerita dari Ramayana dan Mahabharata. Wayang Krucil Wayang Krucil atau Wayang Klithik adalah wayang yang terbuat dari kayu dan bentuknya pipih/tipis. Wayang Suket Wayang Suket adalah wayang yang terbuat rumput, dalam bahasa jawa “suket”. Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita perwayangan pada anak-anak di desa-desa Jawa. Wayang Kidang Kencana Wayang kidang kencana adalah wayang yang terbuat dari kulit sapi, namun bedanya adalah ukurannya lebih kecil dibandingkan wayang kulit. Wayang Wong Sebenarnya untuk wayang wong bukan dari bahan pembuatnya, tetapi wujud wayangnya. Wayang wong atau wayang orang adalah wayang yang diperankan oleh manusia. Cerita yang diambil biasanya adalah cerita Ramayana dan Mahabharata. Cerita Wayang Berdasarkan Cerita yang diangkat dalam pertunjukkannya, wayang dibedakan menjadi: Wayang Purwa Dalam pertunjukkan wayang purwa, cerita yang diangkat adalah cerita Ramayana dan Mahabharata. Wayang purwa juga biasa disebut wayang kulit Purwa. Wayang Menak Cerita dalam pertunjukkan Wayang Menak diambil dari Kitab Menak, yang ditulis atas kehendak Kanjeng Ratu Mas Balitar, permaisuri Sunan Paku Buwana I pada tahun 1717 M. Isi pokok ceritanya adalah permusuhan antara Wong Agung Jayeng Rana yang beragama Islam dengan Prabu Nursewan yang belum memeluk agama Islam. Wayang Gedog Cerita yang diangkat dalam pertunjukkan wayang Gedog adalah bersumber dari serat Panji. Wayang Calonarang Wayang calonarang atau Wayang leyak adalah wayang yang berkembang di daerah Bali. Cerita yang diangkat dalam wayang ini adalah cerita-cerita yang bersumber dari cerita Calonarang. Wayang Potehi Wayang Potehi adalah wayang yang berkembang pada masyarakat Tioghoa. Cerita yang diangkat pada awalnya adalah cerita-cerita klasik Tiongkok, namun saat ini pertunjukkan wayang Potehi sudah mengambil cerita di luar kisah klasik seperti Se Yu. Wayang Kancil Sesuai dengan namanya, cerita yang diangkat dalam pertunjukkan wayang kancil adalah cerita Kancil yang bersumber dari Serat Kancil Kridhamartana yang ditulis oleh Raden Panji Natarata. Pertunjukkan Wayang Kancil biasanya untuk anak-anak. Wayang Suluh Wayang Suluh termasuk wayang modern, karena wayang ini muncul setelah zaman kemerdekaan. Dalam pertunjukkan wayang suluh, kisah yang diangkat biasanya penerangan mengenai sejarah perjuangan Bangsa. Dan tokoh-tokoh yang muncul pun juga tokoh-tokoh pahlawan pada masa itu ,seperti Bung Karno,Bung Hatta, Bung Tomo dan lain-lain. Wayang Wahyu Yaitu

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Mobil Esemka Ciptakan Lapangan Kerja Dukungan politis diberikan Komisi VI DPR terhadap kehadiran mobil Esemka, yang merupakan produk siswa-siswa SMK bekerja sama dengan usaha kecil menengah (UKM), awal akhir Januari 2012. Mobil ini telah diperkenalkan oleh Walikota Solo Joko Widodo pada awal Januari lalu. Selain menunjukkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, produk ini juga mampu menekan “uang menguap” ke luar negeri sekitar Rp 700 triliun/tahun, hasil keuntungan penjualan mobil produk asing sekitar 1 juta unit/tahun di Indonesia. Justru kalau berhitung dengan konsep industri, banyak keuntungan. Jadi tidak ada kendala pada pembuatan mobil Esemka. Seperti pasar, sudah ada. Kalau dalam record business, yang pesan sudah di atas 4.000 unit, baik yang applied formal, on call, atau lewat internet. Ini baru di Jawa saja. Melihat ini, mestinya kita bahu-membahu untuk mewujudkan permintaan itu. Jadi, jangan takut kita tidak ada niatan untuk membikin pabrik tapi memaksimalkan kapasitas SMK, yang punya tempat praktik cukup baik, dan bermitra dengan industri-industri lokal. Sudah membuat komponen dan 70% komponen produk lokal. Sisanya memang beli, seperti control automatic, meter, electro control lock. Komponen sudah diproduksi di beberapa tempat, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Tulungagung, Purwokerto, Tegal, Bekasi, Tangerang, dan Sukabumi. Dengan pemenuhan 70% komponen lokal, itu sudah cukup. Pabrikan-pabrikan juga tidak ada 100% komponen sendiri.Tidak ada 100% Jepang atau Jerman. Oleh karena itu, semua komponen bangsa ini perlu membantu. Produk mobil Esemka memiliki tiga kelebihan. Selain kualitasnya tidak kalah dengan produk asing, juga bisa menekan “uang menguap” keluar negeri yang diperkirakan mencapai Rp 700 triliun/tahun, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Mobil Esemka ini dapat dukungan dari departemen terkait responnya bagus. BUMN, Kemenko Kesra, Koperasi dan UKM memberikan dukungan positif dan mendorong untuk terus maju. Kalau Perindustrian belum ada statement untuk mendorong kita. Meski begitu, kita akan terus melakukan komunikasi di panja. Dengan perizinan tidak ada kendala. Perindustrian sudah menyatakan vehicle identification number dan pendaftaran protipe oke. Tinggal masalah gas buang. Tetapi, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan membantu menerjunkan para ahlinya guna mengatasi masalah emisi ini. Sedang sertifikasi registrasi uji tipe maupun penerbitan BPKB dan STNK akan lancar saja. Unsur 5W 1H pada berita : What → Apa yg diberitakan? Mobil Esemka Ciptakan Lapangan Kerja. Where → Dimana diperkenalkan mobil Esemka tersebut? di Solo, Jawa Tengah. When → Kapan kehadiran mobil Esemka? Awal akhir Januari 2012. Why → Kenapa produk mobil Esemka di ciptakan? Produk mobil Esemka memiliki tiga kelebihan. Selain kualitasnya tidak kalah dengan produk asing, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Who → Siapa yang membuat mobil Esemka tersebuut? Siswa-siswa SMK yang bekerja sama dengan usaha kecil menengan (UKM) How → Bagaimana dukungan dari departemen terkait? Mobil Esemka ini dapat dukungan dari departemen terkait responnya bagus. . BUMN, Kemenko Kesra, Koperasi dan UKM memberikan dukungan positif dan mendorong untuk terus maju. Kalau Perindustrian belum ada statement untuk mendorong kita.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada suatu hari di kerajaan mataram, sedang berlangsung suatu pertemuan tertutup yang hanya dihadiri oleh para petinggi kerajaan Mataram. Mereka sedang membahas masalah ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada seorang anak selir yang akan dapat menggoyangkan tahta Sultan Agung jika ia dibesarkan di wilayah kerajaan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya diputuskan untuk menitipkan anak tersebut kepada Ki Gede Cempaluk. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang putra yang lucu dan tampan. Anak laki-laki tersebut adalah putra Sultan Agung yang dikandung oleh selirnya. Sesuai dengan kesepakatan, maka sesaat setelah bayi tersebut lahir langsung dibawa oleh Ki Gede Cempaluk untuk diasuh. Sultan Agung memberikan sebidang tanah di daerah Gambiran, Kesesi kepada Ki Gede Cempaluk sebagai tempat untuk mendirikan padepokan sekaligus kediamannya. Oleh Ki Gede Cempaluk, bayi laki-laki tersebut kemudian diberi nama Jaka Bau. Jaka Bau memiliki beberapa sahabat yang sangat akrab. Mereka sudah seperti saudara. Mereka sudah kenal dan berteman akrab sejak mereka masih kanak-kanak. Mereka senang sekali merpura-pura menjadi panglima perang tentara Mataram setiap kali bermain perang-perangan. Bahkan mereka sering bertengkar karena memperebutkan kedudukan. Mereka memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin menjadi panglima perang kerajaan Mataram. Seiring dengan berjalannya waktu, Jaka Bau tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, kuat, baik hati, dan memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi sehingga disegani oleh rekan-rekan sepadepokannya. Kesaktiannya sudah sangat terkenal dan namanya cukup disegani di daerah Pantura. Beberapa tahun kemudian, Ki Gede Cempaluk memutuskan bahwa Jaka sudah cukup dewasa dan harus mengabdikan tenaga dan pikirannya kepada kerajaan Mataram. Beliau kemudian mengutus Jaka Bau untuk berangkat ke Mataram dengan disertai surat pengantar tentang jati diri Jaka Bau yang sebenarnya yang ditujukan langsung kepada Sultan Agung. Sesampainya di Mataram, Jaka Bau langsung pergi menemui Sultan Agung dan menyerahkan surat yang dititipkan oleh Ki Gede Cempaluk. Setelah Sultan Agung membaca surat dari Ki Gede Cempaluk tentang identitas diri Jaka Bau yang sebenarnya, beliau menjadi sangat terkejut sekaligus bahagia karena melihat putranya telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, rupawan, pemberani, dan baik hati. Selama menjadi prajurit Mataram, karir Jaka Bau sangat cemerlang. Pada suatu hari, Jaka Bau kemudian diutus untuk memimpin pasukan mataram menyerang raja Uling di daerah Sigawok oleh Sultan Agung. Tugas tersebut berhasil dijalankan dengan baik oleh Jaka Bau. Atas prestasinya tersebut, Jaka Bau kemudian diberikan gelar Tumenggung Bahurekso oleh Sultan Agung. Tumenggung Bahurekso kemudian diperbolehkan untuk kembali ke Pekalongan dengan diberikan tugas untuk menanam dua batang pohon beringin di kulon kali dan wetan kali pekalongan. Dua batang pohon beringin itulah yang sampai sekarang tumbuh di tengah alun-alun Pekalongan dan Alun-alun Batang. Seusai menunaikan tugasnya tersebut, tumenggung bahurekso dilantik menjadi adipati (bupati) Kendal. Pada suatu hari, Jaka Bau memutuskan untuk bertapa di hutan gambiran. Pertapaan yang dilakukannya ini bukan sembarang semedi, tetapi tapa ngalong, yaitu bertapa dengan posisi terbalik seperti kelelawar. Sejak saat itulah daerah gambiran dan sekitarnya dinamakan daerah ”PEKALONGAN”. Dalam melakukan semedinya, Jaka Bau mengalami banyak sekali godaan, termasuk dari Dewi Lanjar, ratu penguasa para makhluk halus di pantai utara Jawa. Namun karena kesaktiannya, Jaka Bau tidak terpengaruh sama sekali. Justru akhirnya Dewi Lanjar yang takluk kepada Jaka Bau dan menjadi istrinya. Mereka hidup dengan bahagia dan harmonis. Dengan Dewi Lanjar sebagai istrinya, kesaktian Jaka Bau dan namanyapun semakin terkenal. Beberapa bulan kemudian, Sultan Agung mengirim seorang utusan untuk memanggil Tumenggung Bahurekso ke Mataram guna memimpin pasukan Koloduto yang akan menyerang Batavia. Utusan tersebut juga memanggil Tan Kwie Djan (Djaningrat), Bupati Pekalongan saat itu yang juga sahabat dan teman seperjuangan Tumenggung Bahurekso. Mereka kemudian segera berangkat ke Mataram bersama-sama untuk menghadap kepada Sultan Agung. Setelah sampai di Mataram, mereka langsung mempersiapkan segala keperluan untuk berperang. Seminggu kemudian, persiapan telah selesai dan merekapun segera berangkat menuju Batavia setelah berpamitan kepada Sultan Agung dan Ki Gede Cempaluk. Sesampainya di Batavia, pasukan Koloduto tidak langsung menyerang masuk. Mereka mengirim para agen yang menyamar menjadi pedagang dan seniman. Mereka ditugaskan untuk melihat situasi dan kondisi dalam kota. Beberapa hari kemudian, para prajurit yang menyamar menjadi pedagang dan seniman tersebut menyerang pasukan Belanda di Batavia secara serempak pada tengah malam. Namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh Belanda karena keterbatasan jumlah dan persenjataan. Dengan hasil tersebut, belanda merasa senang dan menjadi lengah. Tidak lama kemudian, pasukan utama Koloduto menyerang dari darat dan laut dari arah selatan dan utara. Pasukan Belanda menjadi panik dan sempat kocar-kacir karena terkejut, namun serangan tersebut kembali gagal karena serangan dari darat dan laut tidak secara bersamaan. Meskipun demikian, namun pasukan Belanda juga mengalami kerugian yang sangat besar dan banyak pasukannya yang tewas akibat serangan tersebut. Pasukan Koloduto mundur dan menyusun rencana. Keesokan harinya, pasukan Koloduto yang dipimpin Tumenggung Bahurekso Kembali menyerang pasukan Belanda dengan menggali parit-parit. Untuk menangkis serangan tersebut, Belanda menggunakan budak-budak mereka dengan janji akan diberikan kemerdekaan. Pasukan Koloduto berkali-kali berhasil menembus garis pertahanan pasukan Belanda, dan Djaningrat gugur dalam serangan tersebut. Namun hal itu tidak mempengaruhi semangat juang pasukan Koloduto. Hal ini malah menambah semangat juang mereka. Pada keesokan harinya, tepatnya tanggal 21 September 1628 Tumenggung Bahurekso dan kedua putranya gugur dalam pertempuran. Hal ini membuat kacau pasukan Koloduto karena kehilangan figur seorang pemimpin. Akhirnya keadaan berbalik, dan pasukan Koloduto mundur dengan membawa para pimpinan mereka yang telah gugur.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Omongke ORA nang NARKOBA Narkoba yaiku singkatan saka Narkotika lan jamu Berbahaya. kajaba “Narkoba”, bebasan liya sing dikenalakekne khususnya saka Departemen kawarasan Republik Indonesia yaiku NAPZA sing ngrupakne (singkatan saka Narkotika, Psikotropika, lan Zat Adiktif) sing nduwe arti bakal utawa zat sing nek neng mlebokake kejero awak manusia, becik sacara oral/diombe, dihirup, arepa disuntikkan, bisa mengubah pikiran, kahanan ati utawa pangrasa, lan panggawe seseorang. Narkoba bisa menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik lan psikologis. kabeh bebasan iki becik “Narkoba” utawa NAPZA, mengacu pasa sekelompok zat sing umumnya nduweni resiko kecanduan kanggo kanggone. manut pakar kawarasan, narkoba sabenere yaiku psikotropika sing biyasa kanggo kanggo membius pasien wektu arep dioperasi utawa jamu-jamon kanggo lelara tertentu. ning saiki panggunane disalahgunakan, diantarane karo panglambi sing wis dinjaba wates dosis (over dosis), hal kesebut diamargakne macem-macem alasan anyak saka kekarepan kanggo coba-coba, seneng-seneng, melon trend/gaya, lambing status social, pengen nglalekne persoalan, lan liya-liya mula narkoba disalahgunakan. panggunan terus-nerus lan berkelanjutan arep marakake ketergantungan utawa dependensi, karan uga kecanduan. Penyalahgunaan adhep narkoba dipengaruhi banget saka pergaulan bebas remaja saiki. Penolakan kanggo ajakan nyoba rumangsa gengsi diucapkan, kuwi amarga pikiran ora gaul nek durung ngicipi narkoba. Apalagi neng era saiki diendi samubarang samubarang gampang neng bisakne klebu kanggo mbisakne barang sing berwujud bubuk putih kesebut. Dampak sing paling fatal saka penyalahgunaan narkoba iki yaiku over dosis sing ngakibatake kepaten. saka data BNN, sekitar 15.000 wong kudu meregang nyawa saben taune akibat panglambi narkoba, diendi 78% nya yaiku remaja. ngono akehe dampak sing ditimbulkan saka penyalahgunaan narkoba iki, saorane remaja bisa mikir luwih bijaksana meneh sadurung nyoba hal-hal anyar. ngono gedhene bahaya barkoba nampaknya kurang digatekake saka remaja sing isih bermental labil. sing kepikir saka dekne kabeh munga kadhemenan sawektu sing ditimbulkan saka narkoba. Padahal narkoba sing dikonsumsi sacara terus nerus karo jero dosis sing ora padha bisa marakake rusake organ awak (kaya jantung, paru-paru, ati, ginjal, pembuluh getih karo system saraf puser/otak) sing mestine bisa ngrusak masa ngarep remaja kesebut. rusake organ reproduksi sing arep ngrekasakne kanggo mbisakne turun, HIV/AIDS (sing saprene durung ditemokake jamu kanggo ndhuwurane), nganti alangan psikologis (ora ngandel awak, lumuh dadine ngadohake awak saka prestasi) lan dampak social (diadohi saka pergaulan social sing mengkone ngakibatake kuripan si remaja tambah terkucilkan). Bangsa iki arep kelangan remaja sing akeh banget akibat penyalahgunaan narkoba lan merebaknya HIV/AIDS. kuripan remaja padha karo kelangan sumber daya manusia kanggo bangsa, amarga remaja yaiku panyekel teken estafet lan panerus bangsa diwektu arep teka. Penyalahgunaan narkoba yaiku panggunan narkoba dinjaba kebutuhan medis tanpa pengawasa dokter, ngrupakne panggawe melanggar hukum sing tertuang jero (pasal 59 UU No.5 taun 1997, babagan Psikotropika) lan (undang-undang No.22, taun 1997 babagan Narkotika). lagekne jero pandangan agama islam penyalahgunaan narkoba lan ngombe wedang beralkohol ngrupakne dosa gedhe, padha karo ana jero (Q.S. Al-Baqarah, 2:219 lan Q.S. Al-Maidah, 5:91). saben zat, bakal utawa wedang sing bisa mendemi lan melemahkan budi waras, kaya halnya wedang bralkohol, haram hukume jero (H.R. Abdullah bin Umar.R.a). Upaya pencegahan adhep penyebaran narkoba dikalangan pelajar, wis sabecike dadi tanggung jawab awake dhewe bareng. jero hal iki kabeh pihak klebu wong tuwa, guru, dam masyarakat kudu melu nyaben aktif jero maspadani ancaman narkoba paling utama remaja/pelajar wektu iki. saprene durung ana panjamon sing ngono efektif kanggo para pangrekasa panganggo narkoba sing gedhe. wong-wong sing nganggo narkoba padha halnya karo tuku tiket siji jam dalan tanpa bisa bali meneh. kuwi artine sanajan krasa ana kemaren ning isih ana pengaruh sing membahayakan. dudu mung dampak adhep kawarasan yen awake dhewe nganggo narkoba ning awake dhewe uga bisa mbisa hukuman. dadi apaa alasannya narkoba dudu dalan kanggo ngewangi kenikmatan utawa kadhemenan urip. ngomong babagan narkoba kayane kasus penyalahgunaan neng negara awake dhewe ora tau ana enteke. Berdasarkan data saka awak Narkotikan Nasional (BNN) nganti taun 2008 wae cacah pangguna narkoba neng Inonesia mencapai 3,2 yuta wong. saka cacah iki 32% nya yaiku pelajar karo mahasiswa. aja tau merima ajakan kanggo nyoba nganggo narkoba. HINDARI NARKOBA sadurung NARKOBA MENJERATMU. amarga penyalahgunaan narkoba yaiku bayang-bayang kepaten jero urip, uga arep mbrusak pangimpen uripmu , bahkan kepribadianmu. kanggo kuwi apaa alasannya, lan amergane aja tau mengkonsumsi jamu larang kesebut apalagi mung kanggo pergaulan samata. amarga narkoba urip isin matia isin. padha pisan ora ana guna saka panglambi narkoba kuwi dhewe.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Anoman Anoman (Sanskerta: हनुमान्; Hanuman) atau Hanumat (Sanskerta: हनुमत्; Hanumat), Uga disebut sebagai Raden, adalah salah satu dewa Huma kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis Huma wiracarita Ramayana YANG PALING terkenal. Ia adalah seekor Kéra putih dan merupakan Putera Batara Bayu dan Anjani, Saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut Jaket Kulit Serat Pedhalangan, tokoh Anoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, Nanging Huma pengembangannya tokoh ini Uga kadangkala PLACES Huma serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh Antar Zaman. Di India, HANOMAN dipuja sebagai dewa cewek dan beberapa Kuil didedikasikan Dompet memuja dirinya. daftar ISI 1 Kelahiran 2 Masa kapten 3 Pertemuan dengan Rama 4 Petualangan mencari Sita 4.1 Pergi ke Alengka 4.2 Terbakarnya Alengka 5 ketakutan ngan 6 Kehidupan selanjutnya 7 doel dan pemujaan 8 Anoman Huma pewayangan Jawa 8.1 Kelahiran 8,2 Mengabdi pada Sugriwa 8,3 Melawan Alengka 8,4 pengertian Dompet Anoman 8,5 Anggota Keluarga 8,6 Kematian 9 Lihat Pula 10 pasangan bathari Luar Kelahiran Anoman lahir pada masa Tretayuga sebagai Putera Anjani, seekor Wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan widadari, bernama Punjikastala. Nanging ndamel heboh amargi suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai Wanara wanita. Kutukan Ditapi ujan berakhir apabila ia melahirkan seorang Putera Yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor Wanara perkasa. Bersama benteng singers..alias dengan Kesari, Anjani melakukan Tapa ke hadapan Siwa godher Siwa bersedia menjelma sebagi Putera gapura. Ndamel heboh amargi Siwa terkesan dengan pemujaan Yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan gapura dengan turun ke dunia sebagai Anoman. Salah satu versi menceritakan bahwa anak kampung Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya Dompet memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa Makanan Dompet dibagikan kepada tiga istrinya, Yang di kemudian Hari melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Atas kehendak dewatà, seekor burung merenggut Ustad Makanan Ditapi, dan menjatuhkannya di atas puwuh rindu Anjani sedang bertapa. Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan Makanan Ditapi godher Panggung Sandiwara di tangan Anjani. Anjani memakan Makanan Ditapi, lalu lahirlah Anoman. Tumenggung lukisan India. Huma gambar tampak Anoman menghadap Rama bersama benteng singers..alias istrinya Sita, dan Laksmana (paling kanan). Salah satu versi mengatakan bahwa Anoman lahir secara Kenapa sengaja ndamel heboh amargi hubungan Antara Bayu dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu Hari, Dewa Bayu banyakin Kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani Marah ndamel heboh amargi merasa dilecehkan. Nanging Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani Kenapa Margo ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani Bukan di badannya, Nanging di Huma hatinya. Bayu Uga berkata bahwa kelak Anjani Margo melahirkan seorang Putera Yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling Singapura di Antara para Wanara. Sebagai Putera Anjani, Anoman dipanggil Anjaneya (diucapkan "Aanjanèya"), Yang secara harfiah berarti "lahir dari Anjani" atau "Putera Anjani". masa kapten Pada saat Anoman Masih kapten, ia mengira matahari adalah Pulau Manis Yang ujan dimakan, kemudian Terbang ke arahnya dan hendak memakannya. Dewa Indra banyakin bolte itu dan menjadi cemas dengan Safety matahari. Untuk mengantisipasinya, ia melemparkan petirnya ke purba Anoman sehingga Kéra kapten itu Panggung Sandiwara dan menabrak gunung. Ganti bolte itu, Dewa Bayu menjadi Marah dan berdiam diri. Akibat tindakannya, Statistik Makhluk di bumi menjadi lemas. Para Dewa pun memohon kepada Bayu godher menyingkirkan kemarahannya. Dewa Bayu menghentikan kemarahannya dan Anoman diberi hadiah melimpah ruah. Dewa Brahma dan Dewa Indra memberi Anugerah bahwa Anoman Margo kebal dari segala Senjata, Serta kematian Margo datang Wonderful dengan kehendaknya Lengganglenggung Badai Lautku. Developme dari itu, Anoman menjadi Makhluk Yang abadi atau Ciranjiwin. Pertemuan dengan Rama Patung Anoman Yang dibuat pada masa Dinasti Chola, Abad ke-11. Pada saat ganti Rama dan Laksmana datang ke Kiskenda, Sugriwa merasa cemas. Ia berpikir bahwa gapura adalah utusan Subali Yang dikirim Dompet membunuh Sugriwa. Kemudian Sugriwa memanggil prajurit andalannya, Anoman, Dompet menyelidiki maksud kedatangan Dua orang Ditapi. Anoman menerima pengertian Ditapi kemudian ia menyamar menjadi brahmana dan mendekati Rama dan Laksmana. Saat bertemu dengan Rama dan Laksmana, Anoman merasakan ketenangan. Ia Kenapa ganti adanya Tanda-Tanda permusuhan dari Kedua Pulang itu. Rama dan Laksmana Uga terkesan dengan Etika Anoman. Kemudian gapura bercakap-cakap dengan Sangka. Tibake menceritakan riwayat hidupnya masing-masing. Rama Uga menceritakan keinginannya Dompet menemui Sugriwa. Ndamel heboh amargi Kenapa Curiga di lagi kepada Rama dan Laksmana, Anoman Kembali ke wujud asalnya dan mengantar Rama dan Laksmana menemui Sugriwa. Petualangan mencari Sita Huma misi membantu Rama mencari Sita, Sugriwa mengutus Burung Wanara-nya godher pergi ke seluruh pelosok bumi Dompet mencari Tanda-Tanda keberadaan Sita, dan membawanya ke hadapan Rama kalau mampu. Burung Wanara Yang dikerahkan Sugriwa dipimpin oleh Anoman, Sarana Indah, Nila, jembawan, dan Lain-lain. Tibake menempuh Perjalanan berhari-Hari dan menelusuri Tumenggung gua, kemudian Sagita dan menemukan kota Yang berdiri Megah di dalamnya. Atas keterangan Swayampraba Yang Tinggal di sana, kota Ditapi dibangun oleh Arsitek Mayasura dan sekarang Sepi ndamel heboh amargi Maya pergi ke alam para Dewa. Lalu Anoman menceritakan maksud perjalanannya dengan panjang lebar kepada Swayampraba. Atas bantuan Swayampraba Yang sakti, Anoman dan Wanara lainnya lenyap dari gua dan berada di Tumenggung pantai Huma sekejap. Di pantai Ditapi, Anoman dan Wanara lainnya bertemu dengan Sempati, burung tangga humor singkat YANG NGGAK bersayap. Ia Karanggawing sendirian di pantai Ditapi sambil Jaipongan Kembang Gadung Si bangkai hewan Dompet dimakan. Ndamel heboh amargi ia mendengar percakapan para Wanara mengenai Sita dan kematian Jatayu, Sempati menjadi sedih dan meminta godher para Wanara menceritakan Kejadian Yang sebenarnya terjadi. Sarana Indah menceritakan dengan panjang lebar kemudian meminta bantuan Sempati. Atas keterangan Sempati, para Wanara tahu bahwa Sita ditawan di Tumenggung Istana Yang teretak di Kerajaan Alengka. Kerajaan Ditapi dipréntah oleh raja tangga humor singkat bernama Rahwana. Para Wanara berterima kasih setelah menerima keterangan Sempati, kemudian gapura memikirkan cara godher sampai di Alengka. Pergi ke Alengka Ukiran tanah Liat Yang menggambarkan Anoman sedang mengangkat Gunung Dronagiri. Ndamel heboh amargi bujukan para Wanara, Anoman teringat Margo kekuatannya dan Terbang menyeberangi lautan godher sampai di Alengka. Setelah ia menginjakkan kakinya di sana, ia menyamar menjadi monyet kapten dan mencari-cari Sita. Ia ganti Alengka sebagai Benteng pertahanan Yang Kuat sekaligus kota Yang dijaga dengan ketat. Ia ganti penduduknya menyanyikan mantra-mantra Weda dan lagu pujian kemenangan kepada Rahwana. Nanging tak jarang ada orang-orang bermuka kejam dan buruk dengan Senjata lengkap. Kemudian ia datang ke Istana Rahwana dan mengamati wanita-wanita cantik Yang tak terhitung jumlahnya, Nanging ia Kenapa ganti Sita Yang sedang Om. Setelah mengamati ke sana-kemari, ia memasuki Tumenggung taman Yang Masih rajztanulá diselidikinya. Di sana ia ganti wanita Yang tampak sedih dan Murung Yang diyakininya sebagai Sita. Kemudian Anoman banyakin Rahwana merayu Sita. Setelah Rahwana Sulit dengan rayuannya dan pergi meninggalkan Sita, Anoman menghampiri Sita dan menceritakan maksud kedatangannya. Mulanya Sita Curiga di, Nanging kecurigaan Sita petang saat Anoman menyerahkan Cincin milik Rama. Anoman Uga menjanjikan bantuan bwat segera tiba. Anoman menyarankan godher Sita Terbang bersamanya ke hadapan Rama, Sita Nanging menolak. Ia mengharapkan Rama datang sebagai ksatria sejati dan datang ke Alengka Dompet menyelamatkan dirinya. Kemudian Anoman TANYA Restu dan pamit dari hadapan Sita. Sebelum pulang ia memporak-porandakan taman Asoka di Istana Rahwana. Ia membunuh ribuan Tentara termasuk prajurit Pilihan Rahwana penggabungan Jambumali dan baana. Akhirnya ia dapat ditangkap Indrajit putra Penghulu Rahwana sekaligus putra Mahkota Kerajaan Alengka dengan Senjata Brahma Astra. Senjata itu memilit tubuh HANOMAN. Nanging kesaktian Brahma Astra lenyap saat Tentara tangga humor singkat menambahkan Tali jerami. Indrajit Marah bercampur Kecewa ndamel heboh amargi Brahma Astra ujan dilepaskan Anoman kapan saja, Nanging Anoman Masih bereaksi ndamel heboh amargi Jaipongan Kembang Gadung Si saat Yang tepat. Terbakarnya Alengka Ketika Rahwana hendak memberikan hukuman mati kepada Anoman, Wibisana palo Kandung Rahwana membela Anoman godher hukumannya diringankan, mengingat Anoman adalah seorang utusan. Kemudian Rahwana menjatuhkan hukuman godher Ekor Anoman dibakar. Ganti bolte itu, Sita berdo'a godher api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Ndamel heboh amargi do'a Sita kepada Dewa Agni terkabul, api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Lalu ia memberontak dan melepaskan Brahma Astra Yang mengikat dirinya. Dengan Ekor menyala-Nyala penggabungan obor, ia membakar kota Alengka. Alengka kota pun menjadi lautan api. Setelah menimbulkan kebakaran ngan, ia menceburkan diri ke laut godher api di ekornya Mo Weed. Penghuni Surga memuji keberanian Anoman dan berkata bahwa CHATING kediaman Sita, kota Alengka dilalap api. Dengan membawa kabar Gembira, Anoman menghadap Rama dan menceritakan keadaan Sita. Setelah itu, Rama menyiapkan Burung Wanara Dompet menggempur Alengka ketakutan ngan Anoman diperankan Huma Yakshagana, drama nggak dari Karnataka. Huma ketakutan ngan Antara Rama dan Rahwana, Anoman membasmi kaos Tentara para raksasa. Saat Rama, Laksmana, dan Bala tentaranya Yang lain terjerat oleh Senjata Nagapasa Yang sakti, Anoman pergi ke Himalaya atas Saran jembawan Dompet menemukan Anime & Cartoon obat. Ndamel heboh amargi Tidak tahu Persis bagaimana Lokasi-Lokasi POHON Yang dimaksud, Anoman memotong gunung Ditapi dan membawa potongannya ke hadapan Rama. Setelah Rama dan prajuritnya pulih Kembali, Anoman melanjutkan pertarungan dan membasmi kaos Burung para raksasa. Kehidupan selanjutnya Setelah ketakutan ngan melawan Rahwana berakhir, Rama hendak memberikan hadiah Dompet Anoman. Nanging Anoman menolak ndamel heboh amargi ia Wonderful ingin godher Sri Rama bersemayam di Huma hatinya. Rama mengerti maksud Anoman dan bersemayam secara rohaniah Huma jasmaninya. Akhirnya Anoman pergi bermeditasi di puncak gunung mendo'akan Safety dunia. Pada Zaman pratapan punika, Anoman bertemu dengan Bima dan Arjuna dari Lingkungan keraton pakèwêd. Dari pertemuannya dengan Anoman, Arjuna menggunakan Lambang Anoman sebagai panji keretanya pada saat Bharatayuddha. Doel dan pemujaan Di negara India Yang didominasi oleh agama Hindu, terdapat kaos Kuil Dompet memuja Anoman, dan rindu pun ada gambar awatara Wisnu, pestamu ada gambar Anoman. Kuil Anoman ujan ditemukan di kaos pulut di India dan konon Banten di sekeliling Kuil itu terbebas dari tangga humor singkat atau kejahatan. Beberapa Kuil Anoman Yang terkenal adalah: Kuil Anoman di Nerul Navi, Mumbai, India. Puncak monyet, Himachal Pradesh, India. Kuil Jhaku, Himachal Pradesh, India. Kuil Sri Suchindram, India, India. Sri Hanuman Vatika, Orissa, India. Kuil Saakshi Hanuman, India, India. Shri Krishna Matha (Kuil Krishna), Keeramangalam. Krishnapura Matha, Krishnapura dekat Marina Surathkal. Kuil Ragigudda Anjaneya, Jayanagar, Bangalore. Hanumangarhi, Ayodhya. Kuil Sankat Mochan, Benares. Kuil Hanuman, dekat Marina Nuwara Eliya, Sri Lanka. Salasar Balaji, Kabupaten Churu, Rajasthan. Kuil Mehandipur Balaji, Rajasthan. Ada Balaji, di puwuh Suaka Sariska, Alwar, Rajasthan. Wisata Kerajinan Kuil Maruthi di Maharashtra. Kuil Shri Hanuman di Endah Place, New Delhi. Shri Baal Hanumaan, Tughlak Road, New Delhi. Kuil Prasanna Veeranjaneya swami, di Mahalakshmi letak, Bangalore, Karnataka. Sri Nettikanti Anjaneya Swami Devasthanam, Kasapuram, Andhra Pradesh. Yellala Anjaneya Swami, Yellala, Andhra Pradesh. Pura Sri Mahavir, Patna, Bihar. Kuil Sri Vishwaroopa Anchaneya, India, India. Anoman Huma pewayangan Jawa Wayang Raden versi Yogyakarta. Wayang Raden versi Surakarta. Anoman Huma pewayangan Jawa merupakan Putera Bhatara Guru Yang menjadi murid dan anak angkat telpon Bathara Bayu. Anoman Lengganglenggung Badai Lautku merupakan tokoh lintas Generasi sejak Zaman Rama sampai Zaman Jayabaya. Kelahiran Anjani adalah Puteri Penghulu Resi Gotama Yang terkena kutukan sehingga berwajah Kéra. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di Telaga Madirda. Suatu Ketika, Batara Guru dan Batara Narada Terbang melintasi angkasa. Saat banyakin Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan online mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya asam dengan daun (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke Telaga. Daun Sinom itu Panggung Sandiwara di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para Un widadari Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi Kéra berbulu putih, sedangkan dirinya Lengganglenggung Badai Lautku Kembali berwajah cantik dan dibawa ke Kahyangan sebagai widadari. Mengabdi pada Sugriwa Bayi berwujud Kéra putih Yang merupakan Putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Anoman Kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, panerus Sugriwa, raja Kéra Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, panerus Subali, paman Anoman lainnya. Anoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya Yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa Dompet mengalahkan Subali, dan bersama benteng singers..alias menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama Yang diculik Rahwana murid Subali. Melawan Alengka Anoman sebagai maskot SEA Games di Jakarta Tahun 1997. Pertama-Tama Anoman menyusup ke Istana Alengka Dompet menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia kering kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Anoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa Ditapi terkenal dengan sebutan Anoman Obong. Setelah Anoman Kembali ke tempat Rama, Burung Kéra pun berangkat menyerbu Alengka. Anoman tampil sebagai Pahlawan Yang kaos membunuh Burung Alengka, misalnya Surpanaka (Sang bagaskara) palo Rahwana. Pengertian Dompet Anoman Huma ketakutan Terakhir Antara Rama kewalahan menandingi Rahwana Yang memiliki Aji Pancasunya, panerus kemampuan Dompet karma abadi. Plaza kali Senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu Pula Rahwana bangkit Kembali. Wibisana, palo Rahwana Yang memihak Rama segera meminta Anoman Dompet membantu. Anoman pun mengangkat Gunung Ungrungan Dompet ditimpakan di atas mayat Rahwana anak kampung Rahwana baru saja tewas di tangan Rama Dompet kesekian kalinya. Ganti kelancangan Anoman, Rama pun menghukumnya godher menjaga Kuburan Rahwana. Rama Yakin kalau Rahwana Masih karma di Bawah gencetan gunung Ditapi, dan Plaza saat ujan melepaskan roh Dompet kering kekacauan di dunia. Beberapa Tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa Dompet mencari reinkarnasi Sita, panerus Reza Mohammadnia palo Kresna. Kresna Lengganglenggung Badai Lautku adalah reinkarnasi Rama. Anoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama Putera angkat telpon Bayu. Anoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia Uga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Anoman bertindak sebagai pertapa. Anggota Keluarga Lukisan Anoman versi Thailand. Diambil di Wat Phra Kaeo, Bangkok. Berbeda dengan versi aslinya, Anoman Huma pewayangan memiliki Dua orang anak. Yang Pertama bernama Trigangga Yang berwujud Kéra putih KAYAK dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Anoman terbayang-Bayang siksa neraka Trijata, Puteri Wibisana Yang menjaga Sita. Di atas lautan, online mani Anoman Panggung Sandiwara dan menyebabkan online laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih Ditapi menjadi Trigangga. Trigangga langsung indonesia dan berjumpa dengan Bukbis, Putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Huma perang Ditapi Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana Nanging dikejar oleh Anoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di Antara Kedua Kéra putih Ditapi. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera Kedua Anoman bernama Purwaganti, Yang baru PLACES pada Zaman Pandawa. Ia menemukan berjasa Kembali Pusaka Yudistira Yang petang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang Puteri pendeta Yang dinikahi Anoman, bernama Purwati. Kematian Anoman berusia SANGAT panjang sampai bosan karma. Narada turun mengabulkan permohonannya, panerus "ingin mati", asalkan ia ujan menyelesaikan pengertian Terakhir, panerus merukunkan keturunan keenam Arjuna Yang sedang terlibat perang Saudara. Anoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana Putera, dengan Pramesti, Puteri Jayabaya. Antara Keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian Sanadyan gapura sama-sama keturunan Arjuna. Anoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya Yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Huma perang itu, Anoman Gugur, moksa bersama benteng singers..alias raganya, sedangkan Yaksadewa Kembali ke wujud asalnya, panerus Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa HANOMAN Kenapa mati Huma Huma berperang Nanging dia moksa setelah bertemu Sunan kali Jaga dan menanyakan bobotoh Yang terkandung dari jimat Kalimasada ndamel heboh amargi Dulu HANOMAN berjanji Kenapa Margo mau mati sebelum mengetahui bobotoh dari TULISAN DI Yang terkandung di Huma jimat Kalimasada.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja… Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…) seorang debby akhirnya dilahirkan pada tanggal 1-8-1993, hari minggu, pukul 12.30 , diatas rumah tradisional di desa sumberame, tepatnya di Jalan wringinanom… Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain… Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis… Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja ) Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau…. Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu main kartu,… Ada tambahan nih yang saya ingat…yaitu volly dan bilyard… Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan… Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah: 1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu… 2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali… Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah… tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. Masa Taman Kanak-Kanak Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu. Khusus ibu akan saya tulis tersendiri… Karena ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan saya sekolah di TK selama setahun. Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…). Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…) , saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali pulang lagi… TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah… satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta anak pantura , yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban… Masa Sekolah Dasar Usia sudah cukup 6 tahun rupanya untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang dekat dari rumah, saya jalan kaki terkadang juga memakai sepeda ungklik. , Pada masa MI ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi. Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung MI.SUNAN GIRI (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena mulai terasa mengeluarkan biaya yang cukup banyak Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak DASAR), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit. Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau… Pada masa MI ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota anak pantura Akhirnya sukses dengan tampil di mana mana …mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan… Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 1 krian . Berhubung standar NEM di SMP Negeri 1 krian lumayan tinggi, yaitu 33,35 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 1 wringinanom,. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini… Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai mencari pekerjaan Masih teringat jelas bagaimana saat waktu ibu bekerja kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki. Ngomong-ngomong soal hobi, hobi mmenyanyi & membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur dari waktu kcil hingga menuju puberitas, Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba nyanyi sekecamatan pada tahun 2007 Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya… Masa Sekolah Menengah Atas rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA ini, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya ingin menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan orang tua sebagaimana ia telah merawat ku dari kecil hingga dewasa.” Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan SMA Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)… Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di MA.Raden aku wringinanom. Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri…. 1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “2 tahun jadi milyader.” Akhir masa sekolah menengah keatas adalah sebuah masa menuju keperguruan tinggi dimana hari hari yang menegangkan saat mengikuti test lewat jalur umum yang kurang lebih 2 mingguan pengumuman akan dimunculkan lewat alat informasi yaitu internet Dan saat saya melihat akhirnya saya ditrima di jenjang perguruan tinggi di Stikes Yarsis yang sekarang diganti dengan nama UNUSA Surabaya, dalam hatiku berkata alhamdulillah sujud syukur ku padamu ya allah . pada saat itu aku mulai masuk hari pertama tetesan air mata mulai keluar karena sangking senangnya bisa melanjutkan kejenjang tinggi, hari ke 2 sampai 3 mingguan aku masih terasa nyaman dan mulain banyak teman dan setelah kebahagiaan yang sekilas kini mulai sangat mnyedihkan, karena dimana saya terkena virus GBS , dengan pengetahuan ini saya mulai terasa lemas nggak ada tenaga sama sekali dan akhirnya saya dirawat drumah sakit tepatnya di RS.SOETOMO selama 4 bulan setengan ,pulang dari RS aku pun masih belum bisa ngapa-ngapain masih butuh bantuan, perlu dibantu ,akhirnya pada tahun 2014 sembuhlah serang debby yang kini sudah duduk di fakultas eknomi, meski dengan keadaan seperti ini aku tidak peduli orang berkata apa tentang diriku dan aku selalu semangat dalam meraih cita cita meski ini bukan keinginan aku , setelah lulus ini rencana aku , aku ingin bekerja dan aku akan membalas kebaikan orang tua dengan cara memberangkatkan mreka ke tanah suci tempat dan akan aku tunjukan pada mreka meski dengan keadaan ku seperti ini tapi aku sukses dalam kemandirianku.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Jajan pasar dan bubur merah putih yang harus ada dalam upacara tedak siten. Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.Tedhak Siten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Jawa Tengah . Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Secara keseluruhan, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.Upacara Tedhak Siten selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan kerabat keluarga Jawa karena dari upacara ini mereka dapat memperkirakan minat dan bakat adik kita yang baru bisa berjalan.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, tetapi ia tidak mengikuti perintah yang membuat Sangkuriang mengusir Tumang dan tidak mengijikannya pulang. Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang membuat ibunya sangat marah, lalu memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi. Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya karena kekesalannya tersebut. Dayang Sumbi sangat menyesali kepergian Sangkuriang dan berharap ia kembali. Dari ketulusannya, Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Keesokan harinya, ternyata Sangkuriang menyanggupinya dan Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation