MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

google translation Javanese Indonesian

google terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

Last Update: 2014-11-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Untuk upacara siraman sebetulnya jumlah orang yang akan memandikan tidak dibatasi, semakin banyak semakin baik asal jumlahnya ganjil. Namun untuk menjaga agar calon pengatin tidak kedinginan maka jumlah orang yang akan memandikan ditetapkan pitu (tujuh orang) yang berarti pitulungan. Siraman ini akan diakhiri oleh juru rias atau sesepuh (orang yang dituakan) dengan memecah kendi/klenthing dari tanah liat.google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-02
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Dursasana putera Prabu Destarastra yang ke dua di Hastinapura, seorang Kurawa kesatria yang tinggal di kesatrian Banjarjungut, karena itu ia disebut juga kesatria Banjarjungut. Dursasana sangat disayangi oleh rama ibu dan saudara tuanya, Sri Duryudana. Apa yang diperbuatnya tidak dilarang dan selalu dibiarkan saja. la suka dipuji dan bertabiat sesuka-sukanya. Tidak ada seorangpun yang kuasa melarangnya. Perkataan Dursasana kasar diikuti dengan tertawa dan ia tak pernah tenang. Pada waktu berjalan melenggang-lenggang panyang, pun waktu duduk ia berbuat begitu juga, suatu adat yang ganjil sekali. Dursasana diangkat sebagai panglima negeri Hastinapura, akan bertanding dengan Wrekudara nanti pada perang Baratayudha. Dalam perang Baratayudha, benar-benar ia berhadapan dengan Wrekudara, yang kemudian ia tewas oleh Wrekudara. Pada lakon Arjuna papa, yaitu ketika Arjuna mendapat sengsara, para Kurawa merasa dapat membalas sakit hati pada kerabat Pandawa. Arjuna dapat ditangkap oleh Kurawa dan disiksa. Waktu Arjuna tersiksa itu, Raden Dursasana sebagai ketua para Kurawa sangat gembira melihat tingkah laku para Kurawa menyiksa Arjuna itu. Demikian pula dalam lakon Balesigalagala, Kurawa merasa dapat mengenyahkan kerabat Pandawa dari muka bumi, terbukti pada Pandawa itu waktu mabuk dalam perayaan, dibakarlah rumah tempat perayaan itu oleh Kurawa, hingga dikiranya punahlah kerabat Pandawa. Tetapi oleh pertolongan Dewa Bumi, Hyang Antaboga, kerabat Pandawa itu ditunjukkan jalan ke Saptapretala oleh seekor garangan (musang) putih. Kejadian ini justru menambah kemuliaan kerabat Pandawa. Setelah Kurawa mengetahui pula bahwa Pandawa masih hidup, para Kurawa tak putus daya upayanya untuk memusnahkan Pandawa.google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kabupaten Kudus adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibukota kabupaten ini adalah Kudus, berada di jalur pantai utara timur Jawa Tengah, yaitu di antara (Semarang-Surabaya). Kota ini berada 51 km sebelah timur Kota Semarang. Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok kretek terbesar di Jawa Tengah. Selain itu Kudus juga dikenal sebagai kota santri, kota ini juga menjadi pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal itu dapat dilihat dari terdapatnya tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu. Asal nama Nama "Kudus" berasal dari Bahasa Arab yang berarti suci. Kudus bukan sebagai satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena Kabupaten Demak juga berasal dari Bahasa Arab. Geografi Sebagian besar wilayah Kabupaten Kudus adalah dataran rendah. Di sebagian wilayah utara terdapat pegunungan (yaitu Gunung Muria), dengan puncak Gunung Saptorenggo (1.602 m dpl), Gunung Rahtawu (1.522 m dpl), dan Gunung Argojembangan (1.410 m dpl). Sungai terbesar adalah Sungai Serang yang mengalir di sebelah barat, membatasi Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Demak. Kudus dibelah oleh Sungai Gelis di bagian tengah sehingga terdapat istilah Kudus Barat dan Kudus Timur. Asal Usul Nama Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para Jama’ah Haji. Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang mati. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus (lihat gambar). Peran Sunan Kudus Sunan Kudus memohon kepada Amir Palestina yang sekaligus sebagai gurunya untuk memindahkan wewenang wilayah tersebut ke pulau Jawa. Permohonan tersebut dapat disetujui dan Ja’far Shoddiq pulang ke Jawa. Setelah pulang, Ja’far Shoddiq mendirikan Masjid di daerah Kudus pada tahun 1956 H atau 1548 M. Semula diberi nama Al Manar atau Masjid Al Aqsho, meniru nama Masjid di Yerussalem yang bernama Masjidil Aqsho. Kota Yerussalem juga disebut Baitul Maqdis atau Al-Quds. Dari kata Al-Quds tersebut kemudian lahir kata Kudus, yang kemudian digunakan untuk nama kota Kudus sekarang. Sebelumnya mungkin bernama Loaram, dan nama ini masih dipakai sebagai nama Desa Loram sampai sekarang. Masjid buatan Sunan Kudus tersebut dikenal dengan nama masjid Menara di Kauman Kulon. Sejak Sunan Kudus bertempat tinggal di daerah itu, jumlah kaum muslimin makin bertambah sehingga daerah disekitar Masjid diberi nama Kauman, yang berarti tempat tinggal kaum muslimin. Cerita Rakyat Ada cerita rakyat di Kudus tentang 'apa sebab masyarakat Kudus sampai sekarang tidak menyembelih sapi'?. Sebelum kedatangan Islam, daerah Kudus dan sekitarnya merupakan Pusat Agama Hindu. Dahulu Sunan Kudus ketika dahaga pernah ditolong oleh seorang pendeta Hindu dengan diberi air susu sapi. Maka sebagai rasa terima kasih, Sunan Kudus waktu itu melarang menyembelih binatang sapi dimana dalam agama Hindu, sapi merupakan hewan yang dimuliakan. Hari Jadi Kota Kudus Hari Jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang Hari Jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Hari jadi Kota Kudus dirayakan dengan parade, upacara, tasyakuran dan beberapa kegiatan di Al Aqsa / Masjid Menara yang dilanjutkan dengan ritual keagamaan seperti doa bersama dan tahlil. SEJARAH KOTA KUDUS Sejarah tentang hari jadi Kota Kudus di tetapkan pada tanggal 23 September 1549 M dan diatur dalam Peraturan Daerah (PERDA) No. 11 tahun 1990 tentang hari jadi Kudus yang di terbitkan tanggal 6 Juli 1990 yaitu pada era Bupati Kolonel Soedarsono. Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus hal ini di tunjukan oleh Skrip yang terdapat pada Mihrab di Masjid Al-Aqsa Kudus ( Majid Menara), di ketahui bahwa bangunan masjid tersebut didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Mengenai asal usul nama Kudus menurut dongeng / legenda yang hidup dikalangan masyarakat setempat ialah, bahwa dahulu Sunan Kudus pernah pergi naik haji sambil menuntut ilmu di Tanah Arab, kemudian beliau pun mengajar pula di sana. Pada suatu masa, di Tanah Arab konon berjangkit suatu wabah penyakit yang membahayakan, penyakit tersebut menjadi reda berkat jasa Sunan Kudus. Olek karena itu, seorang amir di sana berkenan untuk memberikan suatu hadiah kepada beliau, akan tetapi beliau menolak, hanya sebagai kenang-kenangan beliau meminta sebuah batu. Batu tersebut menurut sang amir berasal dari kota Baitul Makdis atau Jeruzalem (Al Quds), maka sebagai peringatan kepada kota dimana Ja’far Sodiq hidup serta bertempal tinggal, kemudian diberikan nama Kudus. Sejarah Sunan Kudus Dja’far Sodiq, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Kudus, adalah putra dari Raden Usman Haji yang bergelar dengan sebutan Sunan Ngudung di Jipang Panolan. Semasa hidupnya Sunan Kudus mengajarkan agam islam di sekitar daerah Kudus khususnya di Jawa Tengah pesisir utara pada umumnya. Beliau terhitung salah seorang ulama, guru besar agama yang telah mengajar serta menyiarkan agama islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Terkenal dengan keahliannya dalam ilmu agama. Terutama dalam ilmu agama Tauhid, Usul, Hadits, Sastra Mantiq dan lebih-lebih didalam Ilmu Fiqih. Oleh sebab itu, digelari dengan sebutan sebagai Waliyyul ‘Ilmi. Beliau yang termasuk salah seorang pujangga yang berinisiatif mengarang cerita-cerita pendek yang berisi filsafat serta berjiwa agama. Diantara buah ciptaannya yang terkenal, ialah Gending Maskumambang dan Mijil. Disamping bertindak sebagai guru islam, juga sebagai salah seorang yang kuat syariatnya. Sunan Kudus pun menjadi Senopati dari Kerajaan Islam di Demak. Bekas peninggalan beliau antara lain adalah Masjid Raya di Kudus, yang kemudian dikenal dengan sebutan Masjid Menara Kudus. Oleh Karena di halaman masjid tersebut terdapat sebuah menara kuno yang indah. Mengenai perjuangan Sunan Kudus dalam menyebarkan agama islam tidak berbeda dengan para wali lainnya, yaitu senantiasa dipakai jaln kebijaksanaan, dengan siasat dan taktik yang demikian itu, rakyat dapat diajak memeluk agama islam. Sejarah Sunan Muria Raden Umar Syaid, atau Raden Said dikenal dengan sebutan Sunan Muria, adalah termasuk salah seorang dari kesembilan wali yang terkenal di Jawa. Nama kecilnya ialah Raden Prawoto. Beliau adalah putra dengan Sunan Kalijaga dengan Dewi Soejinah putri Sunan Ngudung. Jadi, kakak dari Sunan Kudus. Sunan Muria memperoleh seorang putra yang diberi nama Pangeran Santri, dan kemudian mendapat julukan Sunan Ngadilungu. Suan Muia yang terhitung salah seorang penyokong dari Kerajaan Bintoro. Beliau yang ikut mendirikan Masjid Demak. Beliau lebih suka menyendiri dan bertempat tinggal di desa, bergaul serta hidup di tengah-tengah rakyat jelata. Sunan Muria lebih suka mendidik rakyat jelata tentang agama islam di sepanjang lereng Gunung Muria yang terletak 18 km jauhnya sebelah utara Kota Kudus sekarang. Cara beliau menjalankan dakwah ke-islam-an, adalah dengan jalan mengadakan pelatihan terhadap kaum dagang, nelayan, pelaut dan rakyat jelata. Beliaulah kabarnya yang mempertahankan tetap berlangsungnya gamelan sebagai satu-satunya sebagai seni jawa yang sangat digemari rakyat serta dipergunakannya untuk memasukkan rasa ke-islaman ke dalam jiwa rakyat untuk mengingat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Disamping itu, beliau adalah pencipta dari gending “Sinom dan Kinanti”. Kini beliau dikenal dengan sebutan Sunan Muria oleh karena beliau di Makamkan di atas Gunung Muria, termasuk dalam wilayah Kudus. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam. Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan. Masyarakat Banyuwangi yang mayoritas petani menganggap ritual sakral ini sebagai wujud syukur terhadap yang Maha Kuasa. Ritual ini menggunakan kerbau sebagai sarana upacara. Namun, kerbau yang digunakan binatang jadi-jadian yakni manusia berdandan mirip kerbau, lalu beraksi layaknya kerbau di sawah. Ritual kebo-keboan digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa). Bulan ini diyakini memiliki kekuatan magis. Konon, ritual ini muncul sejak abad ke-18 M. Di Banyuwangi, kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Munculnya ritual kebo-keboan di Alasmalang berawal terjadinya musibah brindeng atau pagebluk ( wabah penyakit) yang berkepanjangan. Yakni jenis penyakit yang menakutkan dan sulit di temukan obatnya, karena bagi yang terkena pagi maka sorenya akan mati, jika malam kena paginya akan mati begitulah seterusnya. Kala itu, seluruh warga diserang penyakit. Hama juga menyerang tanaman. Banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius. Dalam kondisi genting itu, sesepuh desa yang bernama Mbah Karti melakukan meditasi di bukit. Selama meditasi, tokoh yang disegani ini mendapatkan wangsit. Isinya, warga disuruh menggelar ritual “kebo-keboan” dan mengagungkan Dewi Sri atau yang dipercainya sebagai simbol kemakmuran. Keajaiban muncul ketika warga menggelar ritual kebo-keboan. Warga yang sakit mendadak sembuh. Hama yang menyerang tanaman padi sirna. Sejak itu, ritual kebo-keboan dilestarikan. Mereka takut terkena musibah jika tidak melaksanakannya.

Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam. Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan. Masyarakat Banyuwangi yang mayoritas petani menganggap ritual sakral ini sebagai wujud syukur terhadap yang Maha Kuasa. Ritual ini menggunakan kerbau sebagai sarana upacara. Namun, kerbau yang digunakan binatang jadi-jadian yakni manusia berdandan mirip kerbau, lalu beraksi layaknya kerbau di sawah. Ritual kebo-keboan digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa). Bulan ini diyakini memiliki kekuatan magis. Konon, ritual ini muncul sejak abad ke-18 M. Di Banyuwangi, kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Munculnya ritual kebo-keboan di Alasmalang berawal terjadinya musibah brindeng atau pagebluk ( wabah penyakit) yang berkepanjangan. Yakni jenis penyakit yang menakutkan dan sulit di temukan obatnya, karena bagi yang terkena pagi maka sorenya akan mati, jika malam kena paginya akan mati begitulah seterusnya. Kala itu, seluruh warga diserang penyakit. Hama juga menyerang tanaman. Banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius. Dalam kondisi genting itu, sesepuh desa yang bernama Mbah Karti melakukan meditasi di bukit. Selama meditasi, tokoh yang disegani ini mendapatkan wangsit. Isinya, warga disuruh menggelar ritual “kebo-keboan” dan mengagungkan Dewi Sri atau yang dipercainya sebagai simbol kemakmuran. Keajaiban muncul ketika warga menggelar ritual kebo-keboan. Warga yang sakit mendadak sembuh. Hama yang menyerang tanaman padi sirna. Sejak itu, ritual kebo-keboan dilestarikan. Mereka takut terkena musibah jika tidak melaksanakannya.

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam. Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan. Masyarakat Banyuwangi yang mayoritas petani menganggap ritual sakral ini sebagai wujud syukur terhadap yang Maha Kuasa. Ritual ini menggunakan kerbau sebagai sarana upacara. Namun, kerbau yang digunakan binatang jadi-jadian yakni manusia berdandan mirip kerbau, lalu beraksi layaknya kerbau di sawah. Ritual kebo-keboan digelar setahun sekali pada bulan Muharam atau Suro (penanggalan Jawa). Bulan ini diyakini memiliki kekuatan magis. Konon, ritual ini muncul sejak abad ke-18 M. Di Banyuwangi, kebo-keboan dilestarikan di dua tempat yakni di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, dan Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi. Munculnya ritual kebo-keboan di Alasmalang berawal terjadinya musibah brindeng atau pagebluk ( wabah penyakit) yang berkepanjangan. Yakni jenis penyakit yang menakutkan dan sulit di temukan obatnya, karena bagi yang terkena pagi maka sorenya akan mati, jika malam kena paginya akan mati begitulah seterusnya. Kala itu, seluruh warga diserang penyakit. Hama juga menyerang tanaman. Banyak warga kelaparan dan mati akibat penyakit misterius. Dalam kondisi genting itu, sesepuh desa yang bernama Mbah Karti melakukan meditasi di bukit. Selama meditasi, tokoh yang disegani ini mendapatkan wangsit. Isinya, warga disuruh menggelar ritual “kebo-keboan” dan mengagungkan Dewi Sri atau yang dipercainya sebagai simbol kemakmuran. Keajaiban muncul ketika warga menggelar ritual kebo-keboan. Warga yang sakit mendadak sembuh. Hama yang menyerang tanaman padi sirna. Sejak itu, ritual kebo-keboan dilestarikan. Mereka takut terkena musibah jika tidak melaksanakannya.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala karunia dan hidayah Nya kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah terhadap baginda Rasullullah SAW, yang telah membawa kita pada zaman gelap gulita hingga zaman yang terang benderang seperti ini. Pertama-tama maksud dibuatnya makalah berjudul “Wayang Kulit Sebagai Kesenian Jawa Yang Luhur Dan Agung” ini adalah sebagai tugas dari mata kuliah Dasar-Dasar Ilmu Budaya. Selain itu agar mahasiswa mengerti dan memahami dengan materi dan penjelasan yang telah diberikan, makalah ini dibuat juga untuk tugas mandiri seberapa jauh untuk mengerti dan lebih paham atas materi yang telah diberikan.

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Gundul adalah kepala plontos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang, sementara rambut adalah mahkota lambang keindahan kepala. Dengan demikian, gundul artinya adalah kehormatan yang tanpa mahkota. Pacul adalah cangkul, alat pertanian yang terbuat dari lempeng besi segi empat, merupakan lambang rakyat kecil yang kebanyakan adalah petani. Orang Jawa mengatakan bahwa pacul adalah papat kang ucul (lit. "empat yang lepas"), dengan pengertian kemuliaan seseorang sangat tergantung kepada empat hal, yaitu cara orang tersebut menggunakan mata, hidung, telinga, dan mulutnya. Jika empat hal itu lepas, kehormatan orang tersebut juga akan lepas.

saru

Last Update: 2014-11-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Karna menjadi panglima perang, dan berhasil menewaskan musuh. Yudhisthira minta agar Arjuna menahan serangan Karna. Arjuna menyuruh Ghatotkaca untuk menahan dengan ilmu sihirnya, Ghatotkaca mengamuk, Korawa lari tunggang-langgang. Karna dengan berani melawan serangan Ghatotkaca. Namun Ghatotkaca terbang ke angkasa. Karna melayangkan panah, dan mengenai dada Ghatotkaca. Satria Pringgandani ini limbung dan jatuh menyambar kereta Karna, tetapi Karna dapat menghindar dan melompat dari kereta. Ghatotkaca mati di atas kereta Karna. Para Pandawa berdukacita. Hidimbi pamit kepada Dropadi untuk terjun ke perapian bersama jenasah anaknya. Pertempuran terus berkobar, Drona berhasil membunuh tiga cucu Drupada, kemudian membunuh Drupada, dan raja Wirata. Maka Dhrtadyumna ingin membalas kematian Drupada. Kresna mengadakan tipu muslihat. Disebarkannya berita, bahwa Aswatthama gugur. Yudhisthira dan Arjuna mencela sikap Kresna itu. Kemudian Bhima membunuh kuda bernama Aswatthama, kemudian disebarkan berita kematian kuda Aswatthama. Mendengar berita kematian Aswatthama, Drona menjadi gusar, lalu pingsan. Dhrtadyumna berhasil memenggal leher Drona. Aswatthama membela kematian ayahnya, lalu mengamuk dengan menghujamkan panah Narayana. Arjuna sedih atas kematian gurunya akibat perbuatan yang licik. Arjuna tidak bersedia melawan Aswatthama, tetapi Bhima tidak merasakan kematian Drona. Dhrtadymna dan Satyaki saling bertengkar mengenai usaha perlawanan terhadap Aswatthama. Kresna dan Yudhisthira menenangkan mereka. Pandawa diminta berhenti berperang. Tapi Bhima ingin melanjutkan pertempuran, dan maju ke medan perang mencari lawan, terutama ingin menghajar Aswatthama. Saudara-saudaranya berhasil menahan Bhima. Arjuna berhasil melumpuhkan senjata Aswatthama. Putra Drona ini lari dan sembunyi di sebuah pertapaan. Karna diangkat menjadi panglima perang. Banyak perwira Korawa yang memihak kepada Pandawa. Pada waktu tengah malam, Yudhisthira meninggalkan kemah bersama saudara-saudaranya. Mereka khidmat menghormat kematian sang guru Drona, dan menghadap Bhisma yang belum meninggal dan masih terbaring di atas anak panah yang menopang tubuhnya. Bhisma memberi nasihat agar Pandawa melanjutkan pertempuran, dan memberi tahu bahwa Korawa telah ditakdirkan untuk kalah. Pandawa melanjutkan pertempuran melawan Korawa yang dipimpin oleh Karna. Karna minta agar Salya mau mengusiri keretanya untuk menyerang Kresna dan Arjuna. Salya sebenarnya tidak bersedia, tetapi akhirnya mau asal Karna menuruti perintahnya. Pertempuran berlangsung hebat, disertai caci maki dari kedua belah pihak. Bhima bergulat dengan Doryudana, kemudian menarik diri dari pertempuran. Dussasana dibunuh oleh Bhima, sebagai pembalasan sejak Dussasana menghina Drupadi. Darah Dussasana diminumnya. Arjuna perang melawan Karna. Naga raksasa bernama Adrawalika musuh Arjuna, ingin membantu Karna dengan masuk ke anak panah Karna untuk menembus Arjuna. Ketika hendak disambar panah, kereta yang dikusiri Kresna dirundukkan, sehingga Arjuna hanya terserempet mahkota kepalanya. Naga Adrawalika itu ditewaskan oleh panah Arjuna. Ketika Karna mempersiapan anak panah yang luar biasa saktinya, Arjuna telah lebih dahulu meluncurkan panah saktinya. Tewaslah Karna oleh panah Arjuna. Doryudhana menjadi cemas, lalu minta agar Sakuni melakukan tipu muslihat. Sakuni tidak bersedia karena waktu telah habis. Diusulkannya agar Salya jadi panglima tinggi. Sebenarnya Salya tidak bersedia. Ia mengusulkan agar mengadakan perundingan dengan Pandawa. Aswatthama menuduh Salya sebagai pengkhianat, dan menyebabkan kematian Karna. Tuduhan itu menyebabkan mereka berselisih, tetapi dilerai oleh saudara-saudaranya. Aswatthama tidak bersedia membantu perang lagi. Salya terpaksa mau menjadi panglima perang. Nakula disuruh Kresna untuk menemui Salya, dan minta agar Salya tidak ikut berperang. Nakula minta dibunuh daripada harus berperang melawan orang yang harus dihormatinya. Salya menjawab, bahwa ia harus menepati janji kepada Duryodhana, dan melakukan darma kesatria. Salya menyerahkan kematiannya kepada Nakula dan agar dibunuh dengan senjata Yudhisthira yang bernama Pustaka, agar dapat mencapai surga Rudra. Nakula kembali dengan sedih. Salya menemui Satyawati, pamit maju ke medan perang. Isteri Salya amat sedih dan mengira bahwa suaminya akan gugur di medan perang. Satyawati ingin bunuh diri, ingin mati sebelum suaminya meninggal. Salya mencegahnya. Malam hari itu merupakan malam terakhir sebagai malam perpisahan. Pada waktu fajar Salya meninggalkan Satyawati tanpa pamit, dan dipotongnya kain alas tidur isterinya dengan keris. Salya memimpin pasukan Korawa. Amukan Bhima dan Arjuna sulit untuk dilawannya. Salya menghujankan anak panahnya yang bernama Rudrarosa. Kresna menyuruh agar Pandawa menyingkir. Yudhisthira disuruh menghadap Salya. Yudhisthira tidak bersedia harus melawan pamannya. Kresna menyadarkan dan menasihati Yudhisthira. Yudhisthira disuruh menggunakan Kalimahosadha, kitab sakti untuk menewaskan Salya. Salya mati oleh Kalimahosadha yang telah berubah menjadi pedang yang bernyala-nyala. Kematian Salya diikuti oleh kematian Sakuni oleh Bhima. Berita kematian Salya sampai kepada Satyawati. Satyawati menuju medan perang, mencari jenasah suaminya. Setelah ditemukan, Satyawati bunuh diri di atas bangkai suaminya. Duryodhana melarikan diri dari medan perang, lalu bersembunyi di sebuah sungai. Bhima dapat menemukan Duryodhana yang sedang bertapa. Duryodhana dikatakan pengecut. Duryodhana sakit hati, lalu bangkit melawannya. Bhima diajak berperang dengan gada. Terjadilah perkelahian hebat. Baladewa yang sedang berziarah ke tempat-tempat suci diberi tahu oleh Narada tentang peristiwa peperangan di Hastina. Kresna menyuruh Arjuna agar Bhima diberi isyarat untuk memukul paha Duryodhana. Terbayarlah kaul Bhima ketika hendak menghancurkan Duryodhana dalam perang Bharatayudha. Baladewa yang menyaksikan pergulatan Bhima dengan Duryodhana menjadi marah, karena Pandawa dianggap tidak jujur, lalu akan membunuh Bhima. Tetapi maksud Baladewa dapat dicegah, dan redalah kemarahan Baladewa..google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Tradisi Bulusan sudah ada sejak sekitar abad 18 M atau pada zaman Wali Songo. Bulusan berasal dari bahasa jawa "Bulus" yang dalam Bahasa Indonesia disebut kura - kura. Bulus itu semacam kura - kura namun berbeda. Tradisi Bulusan itu sendiri dilaksanakan di Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Tepatnya disebelah barat Raudhatul Atfal (R.A) Hidayatut Tholibin Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Konon katanya, tradisi itu menceritakan tentang sekelompok orang yang di sabda oleh seorang wali. Wali itu adalah Sunan Muria ( Raden Umar Said ). Pada saat itu, Sunan Muria beserta rombongan muridnya sedang melintasi daerah Sumber. Tiba - tiba beliau mendengar suara "Krubyak .. krubyuk.." disawah. Ketika itu, Sunan Muria mengira hal itu adalah suara "bulus" karena bagaimana mungkin seorang manusia malam - malam masih berada di sawah. Seketika itu, sekelompok orang yang terdiri sekitar 4 orang ( Semua Perangkat - perangkat Desa ) berubah menjadi Bulus. Mereka meminta agar dirinya diubah menjadi manusia lagi. Namun ternyata Sunan Muria tidak dapat mengembalikan ke wujud semula karena semua itu adalah takdir Allah. Kemudian Sunan Muria meminta murid - muridnya agar memberitahu seluruh warga Desa Sumber bahwa warga mereka ada yang menjadi Bulus. Singkat cerita, Sunan Muria memerintahkan agar para warga Dukuh Sumber setiap tujuh hari setelah hari raya Idul Fitri untuk mendatangi "bulus - bulus" tersebut kemudian memberikan sebagian rizki kepada mereka seperti kupat, dan lepet. Tradisi ini dilestarikan oleh warga, khususnya warga Dukuh Sumber. Upacara tradisi Bulusan itu diawali dengan arak- arakan makanan yang dimulai dari sawah yang dinamakan mojo bulus, yaitu sawah dimana dahulu awal mula sekelompok orang yang disabda oleh Sunan Muria dan berakhir di sungai tempat Bulus itu hidup. Tradisi itu juga dimeriahkan dengan penampilan wayang kulit 24 jam non stop dan menurut pendapat warga sekitar, jika tidak melaksanakan tradisi - tradisi tersebut maka para warga akan mendapatkan kesialan. Sampai sekarang, Bulus yang masih hidup dan ada di sana hanya tinggal seekor. Sampai sekarang tradisi itu tetap dilestarikan oleh masyarakat Dukuh Sumber, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.

nerjemahake Indonesia nganti Jawa

Last Update: 2014-11-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Bahan-bahan : 250 gram babat sapi, direbus, dipotong kotak 350 gram daging sandung lemur 2 ltr air 2 cm jahe di memarkan 2 batang serai dimemarkan 5 lembar daun jeruk 4 sdm tauco 2 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 2 sdm minyak goreng untuk menumis Bumbu yang dihaluskan : 8 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 cm kunyit bakar 4 buah cabe merah Bahan pelengkap : 150 gram tauge 75 gram soun 2 buah tomat dipotong sesuai selera 2 batanf daun bawang diiris 2 sdm bawang merah goreng Cara membuat : Rebus daging dan air sampai keluar kaldu, angkat dagingnya, potong dadu, sisihkan, ambil kaldu 1,5 ltr, rebus kembali bersama daging. Tumis bumbu halus, jahe, serai, daun jeruk dan tauco sampai harum, masukkan kedalam rebusan kaldu. Sajikan soto bersama pelengkap. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Bahan-bahan : 250 gram babat sapi, direbus, dipotong kotak 350 gram daging sandung lemur 2 ltr air 2 cm jahe di memarkan 2 batang serai dimemarkan 5 lembar daun jeruk 4 sdm tauco 2 1/2 sdt garam 1 sdt gula pasir 2 sdm minyak goreng untuk menumis Bumbu yang dihaluskan : 8 butir bawang merah 3 siung bawang putih 2 cm kunyit bakar 4 buah cabe merah Bahan pelengkap : 150 gram tauge 75 gram soun 2 buah tomat dipotong sesuai selera 2 batanf daun bawang diiris 2 sdm bawang merah goreng Cara membuat : Rebus daging dan air sampai keluar kaldu, angkat dagingnya, potong dadu, sisihkan, ambil kaldu 1,5 ltr, rebus kembali bersama daging. Tumis bumbu halus, jahe, serai, daun jeruk dan tauco sampai harum, masukkan kedalam rebusan kaldu. Sajikan soto bersama pelengkap. google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Last Update: 2014-11-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

saya tidak mengerti bahasa daerah

NYUWUN SEWU PAK NIKI BBNE SANTY SEK KULO BETO

Last Update: 2014-11-06
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Liputan6.com,Jakarta - Saat ini Indonesia diperkirakan memiliki dana abadi pendidikan mencapai Rp 20 triliun. Jumlah tersebut nilai patut untuk dipertahankan guna menjamin pendidikan bagi generasi mendatang. Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Andin Hadiyanto mengatakan, dana abadi tersebut menjadi penting untuk mengejar ketertinggalan jumlah orang-orang perpendidikan dan perpendidikan tinggi Indonesia dibanding dengan negara lain. "Jumlah rasio, doktor terhadap penduduk Indonesia ini sangat jauh, sebagai contoh misalnya di Indonesia doktor hanya 146, di Malaysia sudah 500, Jepang 6.500, di Amerika Serikat 10 ribu, itu bukan persoalan jangka pendek, ini harus disiapkan untuk generasi muda," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (18/9/2014). Selain untuk membiayai pendidikan, menurut Andin, dana tersebut juga bisa digunakan untuk membangun infrastruktur pendidikan seperti sekolah diwilayah bencana. "Dananya bisa dipakai untuk membangun infrastruktur pendidikan kalau ada bencana. Bisa dipakai untuk hal itu. Kalau sudah habis nanti tdak punya lagi, nanti ada yang sekolah dan ada yang tidak kedepannya," tandasnya. Sebagai informasi, dana abadi pendidikan merupakan inisiatif Sri Mulyani pada 2010 yang kala itu menjabat sebagai Menteri Keuangan. Dana ini terkumpul dari alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dalam APBN yang disisihkan antar 1 persen-2 persennya. Dana abadi ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan diinvestasikan dalam deposito dan surat berharga negara (SBN). (Dny/Nrm)

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Tokoh Wayang ARJUNA November 4, 2013putriendangfitriany Leave a comment Indonesia merupakan negeri dengan beribu macam kebudayaan, kebudayaan tersebut salah satunya tercermin dari beragam kesenian yang dimiliki. Salah satu kesenian yang dimiliki adalah seni pewayangan, baik wayang kuli maupun wayang orang. Tokoh pewayangan yang sangat terkenal salah satunya adalah Arjuna. Arjuna adalah nama seorang tokoh protagonis dalam cerita Mahabharata. Dalam bahasa Sanskerta, secara harfiah kata Arjuna berarti “bersinar terang”, “putih” , “bersih”. Dilihat dari maknanya, kata Arjuna bisa berarti “jujur di dalam wajah dan pikiran”. Ia dikenal sebagai anggota Pandawa yang berparas menawan dan berhati lemah lembut. Dalam Mahabharata diriwayatkan bahwa ia merupakan putra Prabu Pandu, raja di Hastinapura dengan Kunti atau Perta, putri Prabu Surasena, raja Wangsa Yadawa di Mathura. Arjuna dididik bersama dengan saudara-saudaranya yang lain (para Pandawa dan Korawa) oleh Drona. Kemahirannya dalam ilmu memanah sudah tampak senjak kecil. Pada usia muda ia mendapat gelar Maharathi atau “kesatria terkemuka”. Di Nusantara, tokoh Arjuna juga dikenal dan sudah terkenal dari dahulu kala. Arjuna terutama menjadi populer di daerah Jawa, Bali, Madura, dan Lombok. Arjuna merupakan seorang tokoh ternama dalam dunia pewayangan dalam budaya Jawa Baru. Beberapa ciri khas Arjuna versi pewayangan mungkin berbeda dengan ciri khas Arjuna dalam kitab Mahābhārata versi India dengan bahasa Sanskerta. Dalam dunia pewayangan, Arjuna digambarkan sebagai seorang kesatria yang gemar berkelana, bertapa, dan berguru. Selain menjadi murid Resi Drona di Padepokan Sukalima, ia juga menjadi murid Resi Padmanaba dari Pertapaan Untarayana. Arjuna pernah menjadi brahmana di Goa Mintaraga, bergelar Bagawan Ciptaning. Ia dijadikan kesatria unggulan para dewa untuk membinasakan Prabu Niwatakawaca, raja raksasa dari negara Manimantaka. Atas jasanya itu, Arjuna dinobatkan sebagai raja di Kahyangan Dewa Indra, bergelar Prabu Karitin. dan mendapat anugrah pusaka-pusaka sakti dari para dewa, antara lain: Gendewa (dari Bhatara Indra), Panah Ardadadali (dari Bhatara Kuwera), Panah Cundamanik (dari Bhatara Narada). Setelah perang Bharatayuddha, Arjuna menjadi raja di Negara Banakeling, bekas kerajaan Jayadrata. Arjuna memiliki sifat cerdik dan pandai, pendiam, teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Ia memimpin Kadipaten Madukara, dalam wilayah negara Amarta. Ia adalah petarung tanpa tanding di medan laga, meski bertubuh ramping berparas rupawan sebagaimana seorang dara, berhati lembut meski berkemauan baja, kesatria dengan segudang istri dan kekasih meski mampu melakukan tapa yang paling berat, seorang kesatria dengan kesetiaan terhadap keluarga yang mendalam tapi kemudian mampu memaksa dirinya sendiri untuk membunuh saudara tirinya. Bagi generasi tua Jawa, dia adalah perwujudan lelaki seutuhnya. Sangat berbeda dengan Yudistira, dia sangat menikmati hidup di dunia. Petualangan cintanya senantiasa memukau orang Jawa, tetapi secara aneh dia sepenuhnya berbeda dengan Don Juan yang selalu mengejar wanita. Konon Arjuna begitu halus dan tampan sosoknya sehingga para puteri begitu, juga para dayang, akan segera menawarkan diri mereka. Merekalah yang mendapat kehormatan, bukan Arjuna. Ia sangat berbeda dengan Wrekudara. Dia menampilkan keanggunan tubuh dan kelembutan hati yang begitu dihargai oleh orang Jawa berbagai generasi. Dalam Mahabharata versi pewayangan Jawa, Arjuna mempunyai banyak sekali istri,itu semua sebagai simbol penghargaan atas jasanya ataupun atas keuletannya yang selalu berguru kepada banyak pertapa. Berikut sebagian kecil istri dan anak-anaknya: Dewi Subadra, berputra Raden Abimanyu Dewi Sulastri, berputra Raden Sumitra Dewi Larasati, berputra Raden Bratalaras Dewi Ulupi atau Palupi, berputra Bambang Irawan Dewi Jimambang, berputra Kumaladewa dan Kumalasakti Dewi Ratri, berputra Bambang Wijanarka Dewi Dresanala, berputra Raden Wisanggeni Dewi Wilutama, berputra Bambang Wilugangga Dewi Manuhara, berputra Endang Pregiwa dan Endang Pregiwati Dewi Supraba, berputra Raden Prabakusuma Dewi Antakawulan, berputra Bambang Antakadewa Dewi Juwitaningrat, berputra Bambang Sumbada Dewi Maheswara Dewi Retno Kasimpar Dewi Dyah Sarimaya Dewi Srikandi

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

 BIOGRAFI JENDRAL SUDIRMAN    Profil dan Biografi Jendral Sudirman merupakan sosok pahlawan nasional. Beliau lahir pada tanggal 24 Januari pada tahun 1916 di kota Purbalingga, tepatnya di Dukuh Rembang. Beliau lahir dari sosok ayah yang bernama Karsid Kartowirodji, danseorang ibu yang bernama Siyem. Ayah dari Sudirman ini merupakan seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas, dan ibunya merupakan keturunan Wedana Rembang. Jendral Sudirman dirawat oleh Raden Tjokrosoenarjo dan istrinya yang bernama Toeridowati. Profil dan Biografi Jenderal Sudirman mengenyam pendidikan keguruan yang bernama HIK. Beliau belajar di tempat tersebut selama satu tahun. Hal ini beliau lakukan setelah selesai melaksanakan belajarnya di Wirotomo. Sudirman diangkat menjadi seorang Jendral pada umurnya yang menginjak 31 tahun. Beliau merupakan orang termuda dan sekaligus pertama di Indonesia. Sejak kecil, beliau merupakan seorang anak yang pandai dan juga sangat menyukai organisasi. Dimulai dari organisasi yang terdapat di sekolahnya dahulu, beliau sudah menunjukkan criteria pemimpin yang disukai di masyarakat. Keaktifan beliau pada pramuka hizbul watan menjadikan beliau seorang guru sekolah dasar Muhammadiyah di kabupaten Cilacap. Lalu beliau berlanjut menjadi seorang kepala sekolah. Profil dan Biografi Jendral Sudirman juga pernah masuk ke dalam belajar militer di PETA (Pembela Tanah Air) yang berada di kota Bogor. Pendidikan di PETA dilakukan oleh tentara Jepang pada sat itu. Ketika sudah menyelesaikan pendidikannya di PETA, kemudian beliau menjadi seorang Komandan Batalyon yang berada di Kroya, Jawa Tengah. Kepemimpinan beliau tidak berhenti sampai situ, beliau juga menjadi seorang panglima di kota Banyumas. Profil dan Biografi Jenderal Sudirman beliau pernah menjadi seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat di kota Banyumas. Jenderal Sudirman terpilih menjadi seorang panglima angkatan perang pada tanggal 12 November 1945. Beberapa perang melawan penjajah telah beliau pimpin seperti perang melawan tentara Inggris di Ambarawa, memimpin pasukannya untuk membela Yogyakarta dari serangan Belanda II. Pada tahun 1950 beliau ini wafat. Beliau wafat karena terjangkit penyakit tuberculosis. Panglima besar Sudirman ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-05
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Fatmawati nyata jeneng Fatimah (lair ing Bengkulu, 5 Februari 1923 - tilar donya ing Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei, 1980 ing umur 57 taun) [1] iku istri pertama Presiden Indonesia Soekarno. Fatmawati dadi wanita pertama Indonesia saka taun 1945 nganti taun 1967 lan ana ing 3rd istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno.Fatmawati uga dikenal kanggo kang karya ing sewing pusaka Saka Flag Merah Putih uga mibur ing Proklamasi Kemerdekaan Indonesia upacara di Jakarta 17 Agustus, 1945. Ing tanggal 1 Juni, 1943, nikah karo Fatmawati Soekarno, sing mengko dadi presiden pertama Indonesia. Saka pernikahan, Fatmawati wis limang putra lan putri, yaiku Soekarnoputra Guntur, Megawati Sukarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, lan guntur Soekarnoputra.

punapa

Last Update: 2014-11-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaDi padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk'”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.

goDi padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk'”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.ogle agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa ja Contoh #1 BAB 1 : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka. Terutama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masala-masala ( Hurlock 1998 ). Oleh karenanya, remaja sangat rentah sekali mengalami psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan social. Sebenarnya seorang pelajar belum boleh merokok di kalangan sekolah, masyarakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya dan lain-lain. Biasanya hal ini di lakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil memebuat mereka melakukan segalah hal untuk melampiaskan esmosinya. Populasi merokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini di sebabakan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok di kalangan sekolah atau masyarkat, atau mungkin juga kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti kedepanya. Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah di lakukan menunjukan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila di hirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya ( perokok pasif ). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan lebih tinggi dari pada para prokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru-paru mengancam para perokok aktif maupun pasif. Kami menyadari bahwa informasi tentang bahya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah ini tentang Bahaya Merokok. kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok. B. Rumusan Masalah 1. Zat-zat kimia apa sajahka yang terkandung di dalam rokok ? 2. Apakah factor penyebab seorang remaja mulai merokok ? 3. Mengapa rokok tidak boleh dikonsumsi oleh para remaja ? 4. Apa dampak perilaku bagi para siswa dalam mengonsumsi rokok ? 5. Upaya apa yang dilakukan di sekolah untuk membenahi remaja yang suka merokok ? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bahaya rokok. 2. Mengetahui tujuan para sisiwa mengapa mereka lebih senang membeli rokok dari pada membeli barang yang lebih penting. D. Manfaat Penelitian Sebagai wacana bagi pelajar agar lebih bisa memilih yang baik sebagai motifasi agar siswa lebih bisa hidup mandiri. E. Metode Penelitian Metode yang kami gunakan adalah kajian pustaka di lakukan dengan mencari literature di internet dan buku-buku panduan. BAB 2 : LANDASAN TEORI A. Pengertian Rokok Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Rokok dibakar disalah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dihirup melalui mulut pada ujung lain. Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dsri berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. B. Dampak Rokok Bagi diri sendiri 1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh. 2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok mulut tidak enak dan asam. 3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok. Selain diri sendiri yang terkena dampaknya, ternyata orang lainpun yang berada di sekitar kita akan terkena juga, antara lain : 1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita adapat mengganggu orang lain dan juga menyebabkan polusi udara. 2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi perokok pasif. 3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu dapat menyebabkan kebakaran. 4. Menyebabakan menipisnya lapisan ozon. BAB 3 : PEMBAHASAN TEORI A. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada rokok 1. Nikotin : menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan dara muda menggumpal. 2. Tar : menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi dahak atau lendir di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru. 3. Karbon monoksida : yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat di ikat dara, dan dan mengurangi transportasi dara dalam tubuh. 4. Zat kersinogen : dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. 5. Zat iritan : dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru. B. Faktor alasan seorang remaja mulai merokok Alasan seorang remaja mulai pertamakali merokok dari berbagai penelitian antara lain:rasa ingin coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, agar terlihat maco, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, lambing kedewasaan, mencari ispirasi. Dan alasan lainya adalah sebagai penghilang stress, penghilang jenuh, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan. Bagi kebanyakan pelajar , mulai merokok di sebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut mulai merokok karena malu hati kepada teman-temanya yang merokok, sehingga ia pun mulai merokok dan akhirnya kebiasaan atau kecanduan dengan rokok. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa hebat/maco, gaya, dan di akui. Padahal jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal terjerumusnya seseorang ke pada obat-obatan terlarang. C. Alasan rokok tidak boleh di konsumsi oleh para remaja Para remaja tidak di perbolehkan mengonsumsi rokok dikarenakan asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia, yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainya menyebabkan kanker bagi tubuh ( ada pada bahan-bahan yang terkandung di dalam rokok ). Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan lima puluh kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. D. Ciri-ciri seorang perokok 1. Bibir dan gusih menjdi hitam 2. Kulit jadi hitam 3. Mata merah 4. Kukuh membiru 5. Pipih perokok terlihat kempok 6. Mudah terserang penyakit batuk 7. Nafas bau 8. Perokok terlihat tenang dengan asiknya mengisap rokok 9. Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin 10. Mengganggu penciuman 11. Mengganggu pengecapan 12. Infeksi pada tenggorokan 13. Kanker paru-paru 14. Borok pada usus 15. Impotensi 16. Gangguan kehamilan dan janin. E. Upaya pencegahan Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah yaitu: 1. Upaya yang dilaksanakan oleh depatermen kesehatan bukan suatu kampanye anti rokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan. 2. Sasaran yang ingin di jangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu: petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita terutama ibu hamil. 3. Kegiatan di utamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok. 4. Menanamkan pengertian tentang etika rokok. F. Upaya yang di lakukan sekolah Para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan menyusuri tempat-tempat yang sering di jadikan tempat untuk merokok. Selain itu juga guru harus member sangsi tegas kepada siswa yang suka merokok agar siswa tersebut jerah. BAB 4 : PENUTUP A. Kesimpulan Kebiasaan merokok dikalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit ( serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya ). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan. B. Saran Setelah membaca karya tulis ilmiah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa mereka. wa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasKenduren Kenduren/ selametan adalah tradisi yang sudaah turun temurun dari jaman dahulu, yaitu doa bersama yang di hadiri para tetangga dan di pimpin oleh pemuka adat atau yang di tuakan di setiap lingkungan, dan yang di sajikan berupa Tumpeng, lengkap dengan lauk pauknya. Tumpeng dan lauknya nantinya di bagi bagikan kepada yang hadir yang di sebut Carikan ada juga yang menyebut dengan Berkat. Carikan/ berkat Tujuan dari kenduren itu sendiri adalah meminta selamat buat yang di doakan, dan keluarganya, kenduren itu sendiri bermacam macam jenisnya, antara lain : kenduren wetonan ( wedalan ) Di namakan wetonan karena tujuannya untuk selametan pada hari lahir ( weton, jawa ) seseorang. Dan di lakukan oleh hampir setiap warga, biasanya 1 keluarga 1 weton yang di rayain , yaitu yang paling tua atau di tuakan dalam keluarga tersebut. Kenduren ini di lakukan secara rutinitas setiap selapan hari ( 1 bulan ). Biasanya menu sajiannya hanya berupa tumpeng dan lauk seperti sayur, lalapan, tempe goreng, thepleng, dan srundeng. tidak ada ingkung nya ( ayam panggang ). Kenduren Sabanan ( Munggahan ) Kenduren ini menurut cerita tujuannya untuk menaik kan para leluhur. Di lakukan pada bulan Sya’ban, dan hampir oleh seluruh masyarakat di Watulawang dan sekitarnya, khususnya yang adatnya masih sama, seperti desa peniron, kajoran, dan sekitarnya. Siang hari sebelum di laksanakan upacara ini, biasanya di lakukan ritual nyekar, atau tilik bahasa watulawangnya, yaitu mendatangi makan leluhur, untuk mendoakan arwahnya, biasanya yang di bawa adalah kembang, menyan dan empos ( terbuat dari mancung ). Tradisi bakar kemenyan memang masih di percaya oleh masyarakat watulawang, sebelum mulai kenduren ini pun, terlebih dahulu di di jampi jampi in dan di bakar kemenyan di depan pintu. Menu sajian dalam kenduren sabanan ini sedikit berbeda dengan kenduren Wedalan, yaitu disini wajib memakai ayam pangang ( ingkung ). Kenduren Likuran Kenduren ini di laksanakan pada tanggal 21 bulan pasa ( ramadan ), yang di maksudkan untuk memperingati Nuzulul Qur’an. dalam kenduren ini biasanya di lakukan dalam lingkup 1 RT, dan bertempat di ketua adat, atau sesepuh di setiap RT. dalam kenduren ini, warga yang datang membawa makanan dari rumah masing2, tidak ada tumpeng, menu sajiannya nasi putih, lodeh ( biasanya lodeh klewek) atau bihun, rempeyek kacang, daging, dan lalapan. Kenduren Badan ( Lebaran )/ mudunan Kenduren ini di laksanakan pada hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 1 sawal ( aboge ). kenduren ini sama seperti kenduren Likuran,hanya tujuannya yang berbeda yaitu untuk menurunkan leluhur. TYang membedakan hanya, sebelum kenduren Badan, biasanya di dahului dengan nyekar ke makam luhur dari masing2 keluarga. Kenduren Ujar/tujuan tertentu Kenduren ini di lakukan oleh keluarga tertentu yang punya maksud atau tujuan tertentu, atau ayng punya ujar/ omong. Sebelum kenduren ini biasanya di awali dengan ritual Nyekar terlebih dahulu. dan menu wajibnya, harus ada ingkung ( ayam panggang ). Kenduren ini biasanya banyak di lakukan pada bulan Suro ( muharram ). Kenduren Muludan Kenduren ini di lakukan pada tanggal 12 bulan mulud, sama seperti kenduren likuran, di lakukan di tempat sesepuh, dan membawa makanan dari rumah masing- masing. biasanya dalam kenduren ini ada ritual mbeleh wedus ( motong kambing ) yang kemudian di amsak sebagai becek dalam bahasa watulawang ( gulai ). Tilik Luhur Luhur – Têmbúng dwipúrwå lêluhúr såkå têmbúng linggå luhúr kang têgêsé dhuwúr. Kabèh kuwi miturút kontèks kang sumadhiyå. Déné lumrahé têmbúng luhúr kuwi ugå ngêmót råså wigati, bêcík lan utåmå. Akèh têtêmbungan kang nggunakaké têmbúng luhúr, kayåtå: budi pakarti luhúr, marsudi luhúr, pangudi luhúr, pawiyatan luhúr, majlís luhúr. Uga akèh jênêng kang nganggo têmbúng luhúr, kayåtå: – Luhúr Pambudi, – Luhúr Winasís, – Warsitå Luhúr, – Sri Luhúr Wigati. Têmbúng lêluhúr pådhå karo luhúr-luhúr, atêgês dhuwúr-dhuwúr, yåiku kang ånå ing dhuwúr-dhuwúr. Sabanjuré têmbúng lêluhúr minångkå istilah wóng tuwå sapandhuwúr kang wús nurúnaké. Lêluhúr kuwi ånå sing isíh sugêng, ånå lan akèh kang wís murút ing kasidan jati. Awaké dhéwé iki pådhå duwé lêluhúr yåiku wóng tuwå sakalórón, båpå lan biyúng. Dadi, båpå biyúng ånå båpå biyungé. Båpå biyungé båpå biyúng iyå ånå båpå biyungé, mangkono sapandhuwúr. Síng wís pådhå omah-omah, duwé bojo, gadhah sémah, kagungan garwå (garbhå) wóng tuwané dadi papat. Wóng tuwå såkå awaké dhéwé loro, lan wóng tuwa såkå sisihané uga loro. Wóng papat kuwi mêsthi wóng tuwané wólu. Wólu aran êmbah, simbah utåwå éyang. Êmbah wólu kuwi wóng tuwané mêsthi nêmbêlas. Nêmbêlas kuwi aran buyút. Sapandhuwúr wóng tuwané buyút cacah têlúng pulúh loro, arané canggah. Lêluhúr sandhuwuré yaiku warèng, cacahé ånå sêwidak papat. Têrusé udhêg-udhêg, ånå satus wólu likur. Banjúr gantúng siwúr, róng atús sèkêt ênêm. Gropak sénthé limang atús rolas. Kandhang bubrah sèwu pat likúr. Ing ndhuwuré manèh dêbóg bósók, ånå róng èwu patang pulúh wólu. Sabanjuré têkan tataran 11 gunggungé wís ånå patang èwu sangang pulúh ênêm, kuwi diarani galíh asêm. Mangkono satêrusé sandhuwuré. Mångkå saupåmå salah siji såkå kasêbut lêluhúr kuwi ora tinitah ing alam padhang iki, aliyas ora èksís, wósé ora sugêng ing ndonyå iki, lha åpå awaké iki ånå? Mulå prayogané pårå lêluhúr kasêbut kinúrmatan, dimúlyakaké, cinandhi ing salumrahé. Awaké dhéwé iki ing saiki lan ing mêngkoné iyå pådhå dadi lêluhúr; lêluhuré pårå anak, putu, buyút, canggah, warèng, udhêg-udhêg, gantúng siwúr, gropak sénthé, kandhang bubrah, dêbóg bósók, galíh asêm, sartå trah tumêrah turún tumurún mênggênêrasi amangún lan ambangun tuwúh, nuhóni darmané uríp. Iku laku jåntrå jlèntrèhíng ngauríp síng såpå ora ngluhúraké pårå lêluhuré, pantês baé ugå ora diluhúraké déníng kang binakal lêluhúr sartå turún-turúné.Bêbrayan sadonyå iki duwé cårå lan adat dhéwé-dhéwé tumrap ngluhúraké pårå lêluhúr. Ånå síng tilík kubúr, bêrsíh kubúr, rêsík kubúr, kirím dongå, wilujêngan mêmulé utåwå nyandhi, wilujêngan ruwahan, ziarah, misa arwah, ngêsúr tanah, nêlúng dinå, mitúng dinå, matang pulúh, nyatús, mêndhak pisan, mêndhak pindho, nyèwu, kól, haúl, lan sajinisé kuwi. Sanadyan wús sawatårå suwéné anggóné sédå (1350) éyangé, Gayatri; Hayam Wurúk nganakaké pangêtan ing taún 1362 aran sraddha. Sarirané ingkang éyang ginubah ginambar måwå rêróncèn ing kêmbang, sarta winarnå (dicritakaké) munggúh labúh labêté åpå déné åpå baé kang bisa tinulad tinuladhå dadyå sudarsanèng têdhak turún-turuné (Nêgarakêrtagama; Pararatón). Ing bêbrayan nganti tumêkå saiki isíh katón lan karåså nuwansa pèngêtan kang kadyéku. Bêbrayan isíh pådhå nyraddha, nyraddhan (nyadran) sarta anawúng lan anawúr kêmbang, sêkar; pådhå ngêmbang utåwå nyêkar. Pårå mitra ing ngrikå, Amérika, ing sasi Novèmbêr pådhå balík ndésané dhéwé-dhéwé, saprêlu bêbarêngan karo kulawargå kulawangså kulabråyå nglêksanani silaturahmi karo síng isíh uríp, matúr nuwún marang Gusti Allah awít sakèh sakabèhíng bêrkah kang ruméntah marang pårå tinitah, kanthi pangêtan Thanksgiving Day, kalayan angalimputi ngluhúraké pårå lêluhúr, kang tandhês tundhóné angluhúraké Hyang Mahaluhúr, luhúr-luhuríng ngaluhúr, sangkan Paraníng Pårå Lêluhúr. Déníng : Sudi Yatmånå ( soko File Ki Demang/ http:www.ki-demang.com )a jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation