MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-11-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa jawa - Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh".

mangan

Last Update: 2014-11-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Assalamualaikum Warakhmatullahi Wabarakkatuh Yang Terhormat Kepada Bapak Kepala Sekolah Yang Terhormat Kepada Bapak Ibu Guru dan Staff Karyawan Sekolah Dan Tak lupa kepada teman teman yang saya sayangi Pertama tama, Marilah kita panjatkan puja dan puji Syukur terhadap Allah SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat dan waktu yang baik ini dengan keadaan sehat wal afiat. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Yang senantiasa mendoakan umatnya ke jalan kebaikan dan keselamatan. Teman teman yang saya sayangi, Hari ini tepat pada tanggal 17 agustus 2014 kita merayakan ulang tahun kemerdekaan Negara kita yang ke-69. Dengan memperingati hari ulang tahun kemerdekaan saya berharap semoga kita lebih lagi untuk meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme kepada tanah air tercinta, dan lebih meningkatkan semangat kita untuk belajar lebih rajin lagi, agar kita sebagai generasi muda bisa menjadi generasi yang membuat negara tercinta kita makmur dan tentram. Masih Ingatkah? Betapa hebatnya para pejuang pejuang bangsa dalam mempertahankan dan merebut kemerdekaan Negara kita dari tangan penjajah? Kita sebagai rakyat Indonesia dan sebagai bangsa yang besar harus dapat menghormati dan menghargai sekali jasa para perjuangan pahlawan bangsa kita. Peranan Generasi muda sekarang ini sangatlah penting sekali demi kemajuan dan ketentraman negara kita untuk masa depan. Karena Generasi Muda sekarang ini lebih bersikap individualime, bersikap hedonisme (hura hura), terjadinya kejahatan asusila serta kriminal dan runtuhnya jiwa nasionalisme dikalangan generasi muda. Tentu negara ini menjadi seperti apa nantinya jika generasi mudanya sudah kehilangan nilai-nilai budi pekerti yang luhur serta semangat untuk hidup bergotong royong dan saling membantu. Semangat Nasionalisme generasi muda sangatlah penting, karena nasionalisme dapat membentuk kesadaran dan kesetian terhadap bangsa dan negara tanpa memandang suku, ras dan agama.Dengan adanya semangat nasionalisme kita dapat menjalin kerukunan antar rakyat. Oleh Karena itu, hal tersebut bukan berarti kita lantas berputus ada dan berdiam diri saja dalam menghadapi kenyataan kehidupan yang seperti itu. Kita harus bisa membangkitkan semangat para generasi muda dan memberi motivasi pendidikan terhadap generasi muda. Keyakinan harus senantiasa ditumbuhkan dan harus ada dalam tubuh generasi muda sekarang ini, untuk melakukan perubahan Bangsa yang rakyatnya berkeinginan sejahtera. Generasi muda bangsa Indonesi saat ini menjadi penompang bangsa indonesia, dan memiliki tugas yang sangat penting untuk memajukan bangsa Indonesia di segala bidang. Marilah kita kaum muda Indonesia untuk bangkit kembali, memperjuangkan bangsa Indonesia, selalu bersemangat dan selalu optimis untuk memberikan yang terbaik untuk tanah ait tercinta. Hal tersebut dapat kita wujudkan dengan belajar berprestasi dan serta mengharumkan nama bangsa dan mengisi kemerdekaan Indonesia dengan sebaik baiknya serta dengan semangat nasionalisme dan patriotisme. Teman Teman Sekalian Yakinilah bahwa kita sebagai generasi muda penerus bangsa dapat mampu memberikan perubahan untuk bangsa tercinta ini. Selamat berjuang, semangat belajar untuk menjadi generasi muda yang lebih baik. Dirgahayu IndonesiaKu! Merdekaa !! Merdekaa!! Wasalammualaikum Warahmatullahi wabarakaatuhh

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kabongan, Asal Muasal Rembang SYAHDAN, delapan orang Campa Banjarmiati yang dipimpin oleh Pow Le Dien melakukan perjalanan ke barat untuk meraih penghidupan baru. Mereka konon memiliki keahlian dalam bidang pertanian, terutama bertanam tebu. Suatu hari pada Tahun Saka 1336, kapal mereka mendarat di sebuah sungai berhutan bakau nan lebat. Orang-orang Campa itu kemudian mendarat di sebuah tempat yang landai untuk berdoa dan bersemadi. Setelah mendapatkan pentunjuk dari Yang Mahakuasa, mereka memulai membuka hutan bakau tersebut untuk dijadikan permukiman dan kawasan pertanian. Hikayat turun-temurun warga menyebutkan, pada bulan Waisaka atau bertepatan dengan Minggu Kasada Tahun Saka 1337, tebu yang mereka tanam tiba masanya dipanen. Setelah melakukan sembahyang, delapan orang Campa mulai bersiap-siap memanen tebu. Seperti adat yang dibawa dari tanah leluhur, mereka memulai ngrembang (memangkas-Red) dua batang tebu serumpun yang dinamakan tebu pengantin. Upacara tersebut kemudian dinamakan upacara ngrembang sekawit. Beberapa tahun berlalu, kawasan itu kemudian mulai ramai dikunjungi orang. Masyarakat pun kemudian menyebut permukiman baru tersebut dengan nama ''Kau-Bong-An'' yang merujuk pada kata bakau dalam bahasa Campa. Lambat laun karena akulturasi, orang-orang menyebut daerah tersebut dengan nama Kabongan. Sementara aktivitas ngrembang yang dilakukan oleh orang-orang Campa menjadi cikal bakal kata Rembang saat ini. Kabongan Kini Wilayah Kabongan kini berada di pusat kota, berdekatan dengan Alun-alun Kota Rembang, dekat rumah dinas Bupati Rembang. Luas wilayah Kabongan saat ini mencapai 18,08 ha dan dihuni tak kurang dari 1.249 warga yang terbagi menjadi 290 keluarga. Kehidupan warga Kabongan jauh berbeda dibandingkan dengan masa awal pembukaan lahan. Sekarang, tak ada satu pun petani dan kebun tebu di wilayah Kabongan. Rata-rata penduduknya menjadi nelayan tradisional dan penjual hasil laut. Sebagian kecil menjadi pedagang, pegawai pemerintah, ataupun karyawan swasta. ''Sekitar 60% warga menggantungkan hidup dari laut,'' ungkap Kepala Kelurahan Kabongan Lor Doni Drihandoko. Selain kebun tebu yang menghilang, Kabongan juga tak lagi dipenuhi pohon bakau yang menjadi cikal bakal nama kampung itu. Hutan bakau telah berganti dengan permukiman warga yang cukup padat. Menurut data di Kelurahan Kabongan Lor, tinggi daratan juga sangat tipis mencapai 1,3 meter dpl (di atas permukaan laut). Beberapa rumah warga yang dekat dengan garis pantai tak urung mendapat ancaman ombak besar. Jika ombak besar datang, permukiman warga bisa kemasukan air laut. ''Namun belakangan ini tidak ada lagi ombak besar yang membuat air laut naik ke rumah warga,'' katanya. Ancaman lainnya yang mungkin timbul adalah abrasi yang membuat garis pantai semakin menjorok ke daratan. Meski garis pantai Kabongan berbentuk cekungan, warga melakukan upaya untuk mencegah abrasi dengan membangun pagar penangkal dari batang pohon dan bambu di sepanjang garis pantai.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Fatmawati nyata jeneng Fatimah (lair ing Bengkulu, 5 Februari 1923 - tilar donya ing Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei, 1980 ing umur 57 taun) [1] iku istri pertama Presiden Indonesia Soekarno. Fatmawati dadi wanita pertama Indonesia saka taun 1945 nganti taun 1967 lan ana ing 3rd istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno.Fatmawati uga dikenal kanggo kang karya ing sewing pusaka Saka Flag Merah Putih uga mibur ing Proklamasi Kemerdekaan Indonesia upacara di Jakarta 17 Agustus, 1945. Ing tanggal 1 Juni, 1943, nikah karo Fatmawati Soekarno, sing mengko dadi presiden pertama Indonesia. Saka pernikahan, Fatmawati wis limang putra lan putri, yaiku Soekarnoputra Guntur, Megawati Sukarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Sukarnoputri, lan guntur Soekarnoputra.

punapa

Last Update: 2014-11-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaDi padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk'”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.

goDi padang rumput nan hijau, hiduplah seekor kelinci yang sangat nakalm, setiap hari kerjaannya mengusili penghuni padang rumput. Pada suatu hari, si kelinci ketemu pak kijang. Dalam hati kelinci berpikir “saya kerjain saja Pak Kijang, tapi bagaimana ya?” Si kelinci berpikir keras dan tiba-tiba ide nakal sampai di kepalanya. “Saya pura-pura saja lari Pak Kijang sambil berteriak ‘pak singa ngamuk'”. Maka sambil larilah, Si Kelinci sambil berteriak “Pak Singa ngamuk! Pak Singa ngamuk!”, akhirnya pak kijang sekeluarga lari tak beraturan, sampai anaknya Pak Kijang jatuh ke jurang. Puaslah hati Si Kelinci, berbahak-bahak dia, “kena saya kerjain Pak Kijang”. Begitu bangganya Si Kelinci, “cerdas juga saya” Congkak si kelinci. Si kelinci melanjutkan jalan-jalannya sambil mencari korban berikutnya. Dari kejauhan, Si Kelinci melihat Pak Kerbau. Dia pun melakukan hal yang sama seperti pada Pak Kijang. “Pak Singa ngamuk! Pak singa Ngamuk” teriak Si Kelinci, sambil berlari ke arah Pak Kerbau sekeluarga. Terang saja Pak Kerbau langsung lari terbirit-birit sampai istri Pak Kerbau yang lagi hamil, keguguran. Duka Pak Kerbau jadi suka cita Si Kelinci. Hari berikutnya Pak Kijang bertemu Pak Kerbau, mereka menceritakan kejadian yang mereka alami kemarin. Selagi mereka asik membahas masalah yang menimpa keluarga mereka yang disebabkan oleh Si Kelinci, tiba-tiba terdengarlah suara teriakan Si Kelinci dari kejauhan, “Tolong, saya dikejar-kejar Pak Singa, Pak Singa ngamuk! Tolong, tolong, tolooong!,” tapi tidak ada yang perduli, “ah, paling-paling Si Kelinci lagi-lagi membohongin kita” pikir mereka. Sekuat tenaga Si Kelinci menghindari kejaran Pak Singa, tapi apalah daya, Pak Singa lebih cepat larinya, akhirnya Si Kelinci mati dikoyak-koyak Pak Singa dan tidak ada yang perduli.ogle agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa ja Contoh #1 BAB 1 : PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka. Terutama remaja masa kini, masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat pola perilaku, dan juga panuh dengan masala-masala ( Hurlock 1998 ). Oleh karenanya, remaja sangat rentah sekali mengalami psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan social. Sebenarnya seorang pelajar belum boleh merokok di kalangan sekolah, masyarakat atau kalangan yang lainnya. Karena hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatannya, sekolahnya dan lain-lain. Biasanya hal ini di lakukan oleh para pelajar karena kondisi emosi mereka yang tidak stabil memebuat mereka melakukan segalah hal untuk melampiaskan esmosinya. Populasi merokok pada usia dini sangatlah tinggi. Hal ini di sebabakan karena kurangnya penyuluhan tentang bahaya rokok di kalangan sekolah atau masyarkat, atau mungkin juga kurangnya kesadaran pada diri mereka sehingga mereka tidak memperhatikan bahayanya dan juga nanti kedepanya. Kebiasaan merokok di Indonesia sangat memprihatinkan. Setiap saat kita dapat menjumpai masyarakat dari berbagai usia, termasuk pelajar. Padahal, berbagai penelitian dan kajian yang telah di lakukan menunjukan bahwa rokok sangat membahayakan kesehatan. Bukan hanya membahayakan para perokok, asap rokok juga sangat berbahaya apabila di hirup oleh orang-orang yang berada di sekitarnya ( perokok pasif ). Bahkan sebagian penelitian menunjukkan bahwa para perokok pasif memiliki resiko kesehatan lebih tinggi dari pada para prokok itu sendiri. Penyakit-penyakit mulai dari menderita batuk hingga kanker paru-paru mengancam para perokok aktif maupun pasif. Kami menyadari bahwa informasi tentang bahya rokok bagi kesehatan sangat penting untuk di ketahui oleh masyarakat luas, khususnya para pelajar. Hal ini yang mendorong kami untuk menyusun Karya Tulis Ilmiah ini tentang Bahaya Merokok. kami berharap, dengan mengetahui informasi ini para pelajar dapat mengurungkan niatnya untuk mengonsumsi rokok, atau bahkan berhenti merokok. B. Rumusan Masalah 1. Zat-zat kimia apa sajahka yang terkandung di dalam rokok ? 2. Apakah factor penyebab seorang remaja mulai merokok ? 3. Mengapa rokok tidak boleh dikonsumsi oleh para remaja ? 4. Apa dampak perilaku bagi para siswa dalam mengonsumsi rokok ? 5. Upaya apa yang dilakukan di sekolah untuk membenahi remaja yang suka merokok ? C. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui bahaya rokok. 2. Mengetahui tujuan para sisiwa mengapa mereka lebih senang membeli rokok dari pada membeli barang yang lebih penting. D. Manfaat Penelitian Sebagai wacana bagi pelajar agar lebih bisa memilih yang baik sebagai motifasi agar siswa lebih bisa hidup mandiri. E. Metode Penelitian Metode yang kami gunakan adalah kajian pustaka di lakukan dengan mencari literature di internet dan buku-buku panduan. BAB 2 : LANDASAN TEORI A. Pengertian Rokok Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70-120 mm dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Rokok dibakar disalah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dihirup melalui mulut pada ujung lain. Bahan dasar rokok adalah tembakau. Tembakau terdiri dsri berbagai bahan kimia yang dapat membuat seseorang ketagihan, walaupun mereka tidak ingin mencobanya lagi. B. Dampak Rokok Bagi diri sendiri 1. Merokok lebih banyak mendatangkan kerugian dibandingkan keuntungan bagi tubuh. 2. Menimbulkan sugesti kepada diri kita, bahwa jika kita tidak merokok mulut tidak enak dan asam. 3. Rasa ingin tahu, semangat untuk belajar, dan berbagai hal positif yang ada pada diri kita hilang ketika kita menjadi seorang perokok. Selain diri sendiri yang terkena dampaknya, ternyata orang lainpun yang berada di sekitar kita akan terkena juga, antara lain : 1. Ketika kita sedang merokok, asap rokok kita adapat mengganggu orang lain dan juga menyebabkan polusi udara. 2. Menyebabkan seseorang yang dekat dengan kita menjadi perokok pasif. 3. Jika membuang puntung rokok sembarangan tanpa mematikan terlebih dahulu dapat menyebabkan kebakaran. 4. Menyebabakan menipisnya lapisan ozon. BAB 3 : PEMBAHASAN TEORI A. Bahan-bahan kimia yang terkandung pada rokok 1. Nikotin : menyebabkan kecanduan, merusak jaringan otak, dan dara muda menggumpal. 2. Tar : menyebabkan kerusakan pada sel paru-paru, meningkatkan produksi dahak atau lendir di paru-paru, dan dapat menyebabkan kanker paru-paru. 3. Karbon monoksida : yang dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat di ikat dara, dan dan mengurangi transportasi dara dalam tubuh. 4. Zat kersinogen : dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh. 5. Zat iritan : dapat mengakibatkan batuk, kanker paru-paru, dan iritasi pada paru-paru. B. Faktor alasan seorang remaja mulai merokok Alasan seorang remaja mulai pertamakali merokok dari berbagai penelitian antara lain:rasa ingin coba-coba, ikut-ikutan, ingin tahu enaknya rokok, sekedar ingin merasakan, agar terlihat maco, meniru orang tua, iseng, menghilangkan ketegangan, kebiasaan saja untuk pergaulan, lambing kedewasaan, mencari ispirasi. Dan alasan lainya adalah sebagai penghilang stress, penghilang jenuh, sukar melepaskan diri, pengaruh lingkungan, iseng anti mulut asam, pencuci mulut, kenikmatan. Bagi kebanyakan pelajar , mulai merokok di sebabkan oleh dorongan lingkungan. Contohnya saja, pelajar tersebut mulai merokok karena malu hati kepada teman-temanya yang merokok, sehingga ia pun mulai merokok dan akhirnya kebiasaan atau kecanduan dengan rokok. Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok dirinya merasa hebat/maco, gaya, dan di akui. Padahal jika dia tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal terjerumusnya seseorang ke pada obat-obatan terlarang. C. Alasan rokok tidak boleh di konsumsi oleh para remaja Para remaja tidak di perbolehkan mengonsumsi rokok dikarenakan asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia, yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainya menyebabkan kanker bagi tubuh ( ada pada bahan-bahan yang terkandung di dalam rokok ). Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan lima puluh kali mengandung bahan pengiritasi mata dan pernapasan. D. Ciri-ciri seorang perokok 1. Bibir dan gusih menjdi hitam 2. Kulit jadi hitam 3. Mata merah 4. Kukuh membiru 5. Pipih perokok terlihat kempok 6. Mudah terserang penyakit batuk 7. Nafas bau 8. Perokok terlihat tenang dengan asiknya mengisap rokok 9. Gigi menjadi kuning karena noda dari nikotin 10. Mengganggu penciuman 11. Mengganggu pengecapan 12. Infeksi pada tenggorokan 13. Kanker paru-paru 14. Borok pada usus 15. Impotensi 16. Gangguan kehamilan dan janin. E. Upaya pencegahan Beberapa upaya yang telah di lakukan pemerintah yaitu: 1. Upaya yang dilaksanakan oleh depatermen kesehatan bukan suatu kampanye anti rokok, tetapi penyuluhan tentang hubungan rokok dengan kesehatan. 2. Sasaran yang ingin di jangkau adalah sasaran-sasaran terbatas, yaitu: petugas kesehatan, para pendidik, para murid sekolah, para pemuka, anak dan remaja, para wanita terutama ibu hamil. 3. Kegiatan di utamakan pada pencegahan bagi yang belum merokok. 4. Menanamkan pengertian tentang etika rokok. F. Upaya yang di lakukan sekolah Para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan menyusuri tempat-tempat yang sering di jadikan tempat untuk merokok. Selain itu juga guru harus member sangsi tegas kepada siswa yang suka merokok agar siswa tersebut jerah. BAB 4 : PENUTUP A. Kesimpulan Kebiasaan merokok dikalangan remaja amat membahayakan baik ditinjau dari segi pendidikan maupun kesehatan serta social ekonomi. Dipandang dari segi pendidikan sudah jelas bahwa hal ini akan mengganggu studinya, sedangkan dari segi kesehatan akibat kebiasaan merokok akan menyebabkan berbagai penyakit ( serangan jantung, gangguan pernafasan, dan sebagainya ). Dari segi ekonomi merupakan pengeluaran anggaran yang tidak perlu atau memboroskan. B. Saran Setelah membaca karya tulis ilmiah ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokok, agar kesehatan mereka tidak terganggu dan terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa mereka. wa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Arjuna adalah putra ketiga dari pasangan Dewi Kunti dan Prabu Pandu atau sering disebut dengan ksatria Panengah Pandawa. Seperti yang lainnya, Arjuna pun sesungguhnya bukan putra Pandu, namun ia adalah putra dari Dewi Kunti dan Batara Indra. Dalam kehidupan orang jawa, Arjuna adalah perlambang manusia yang berilmu tingga namun ragu dalam bertindak. Hal ini nampak jelas sekali saat ia kehilangan semangat saat akan menghadapi saudara sepupu, dan guru-gurunya di medan Kurusetra. Keburukan dari Arjuna adalah sifat sombongnya. Karena merasa tangguh dan juga tampan, pada saat mudannya ia menjadi sedikit sombong. Arjuna memiliki dasanama sebagai berikut : Herjuna, Jahnawi, Sang Jisnu, Permadi sebagai nama Arjuna saat muda, Pamade, Panduputra dan Pandusiwi karena merupakan putra dari Pandu, Kuntadi karena punya panah pusaka, Palguna karena pandai mengukur kekuatan lawan, Danajaya karena tidak mementingkan harta, Prabu Kariti saat bertahta menjadi raja di kayangan Tejamaya setelah berhasil membunuh Prabu Niwatakaca, Margana karena dapat terbang tanpa sayap, Parta yang berarti berbudi luhur dan sentosa, Parantapa karena tekun bertapa, Kuruprawira dan Kurusatama karena ia adalah pahlawan di dalam baratayuda, Mahabahu karena memiliki tubuh kecil tetapi kekuatannya besar, Danasmara karena tidak pernah menolak cinta manapun, Gudakesa, Kritin, Kaliti, Kumbawali, Kumbayali, Kumbang Ali-Ali, Kuntiputra, Kurusreta, Anaga, Barata, Baratasatama, Jlamprong yang berarti bulu merak adalah panggilan kesayangan Werkudara untuk Arjuna, Siwil karena berjari enam adalah panggilan dari Prabu Kresna, Suparta, Wibaksu, Tohjali, Pritasuta, Pritaputra, Indratanaya dan Indraputra karena merupakan putra dari Batara Indra, dan Ciptaning dan Mintaraga adalah nama yang digunakan saat bertapa di gunung Indrakila. Arjuna sendiri berarti putih atau bening. Pada saat lahir, sukma Arjuna yang berwujud cahaya yang keluar dari rahim ibunya dan naik ke kayangan Kawidaren tempat para bidadari. Semua bidadari yang ada jatuh cinta pada sukma Arjuna tersebut yang bernama Wiji Mulya. Kegemparan tersebut menimbulkan kemarahan para dewa yang lalu menyerangnya. Cahaya yang samar samar tersebut lalu berubah menjadi sesosok manusia tampan yang berpakaian sederhana. Hilangnya sukma Arjuna dari tubuh Dewi Kunthi menyebabkan kesedihan bagi Prabu Pandu. Atas nasehat Semar, Pandu lalu naik ke kayangan dan meminta kembali putranya setelah diberi wejangan oleh Batara Guru. Sejak muda, Arjuna sudah gemar menuntut ilmu. Ia menuntut ilmu pada siapapun. Menurutnya lingkungan masyarakat adalah gudang dari ilmu. Guru-gurunya antara lain adalah Resi Drona, dari Resi Dona ia mendapat senjata ampuh yang bernama panah Cundamanik dan Arya Sengkali, yang kedua adalah Begawan Krepa, Begawan Kesawasidi, Resi Padmanaba, dan banyak pertapa sakti lainnya. Dalam kisah Mahabarata, Arjuna berguru pada Ramaparasu, namun dalam kisah pewayangan, hal tersebut hampit tidak pernah disinggung.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-31
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasKenduren Kenduren/ selametan adalah tradisi yang sudaah turun temurun dari jaman dahulu, yaitu doa bersama yang di hadiri para tetangga dan di pimpin oleh pemuka adat atau yang di tuakan di setiap lingkungan, dan yang di sajikan berupa Tumpeng, lengkap dengan lauk pauknya. Tumpeng dan lauknya nantinya di bagi bagikan kepada yang hadir yang di sebut Carikan ada juga yang menyebut dengan Berkat. Carikan/ berkat Tujuan dari kenduren itu sendiri adalah meminta selamat buat yang di doakan, dan keluarganya, kenduren itu sendiri bermacam macam jenisnya, antara lain : kenduren wetonan ( wedalan ) Di namakan wetonan karena tujuannya untuk selametan pada hari lahir ( weton, jawa ) seseorang. Dan di lakukan oleh hampir setiap warga, biasanya 1 keluarga 1 weton yang di rayain , yaitu yang paling tua atau di tuakan dalam keluarga tersebut. Kenduren ini di lakukan secara rutinitas setiap selapan hari ( 1 bulan ). Biasanya menu sajiannya hanya berupa tumpeng dan lauk seperti sayur, lalapan, tempe goreng, thepleng, dan srundeng. tidak ada ingkung nya ( ayam panggang ). Kenduren Sabanan ( Munggahan ) Kenduren ini menurut cerita tujuannya untuk menaik kan para leluhur. Di lakukan pada bulan Sya’ban, dan hampir oleh seluruh masyarakat di Watulawang dan sekitarnya, khususnya yang adatnya masih sama, seperti desa peniron, kajoran, dan sekitarnya. Siang hari sebelum di laksanakan upacara ini, biasanya di lakukan ritual nyekar, atau tilik bahasa watulawangnya, yaitu mendatangi makan leluhur, untuk mendoakan arwahnya, biasanya yang di bawa adalah kembang, menyan dan empos ( terbuat dari mancung ). Tradisi bakar kemenyan memang masih di percaya oleh masyarakat watulawang, sebelum mulai kenduren ini pun, terlebih dahulu di di jampi jampi in dan di bakar kemenyan di depan pintu. Menu sajian dalam kenduren sabanan ini sedikit berbeda dengan kenduren Wedalan, yaitu disini wajib memakai ayam pangang ( ingkung ). Kenduren Likuran Kenduren ini di laksanakan pada tanggal 21 bulan pasa ( ramadan ), yang di maksudkan untuk memperingati Nuzulul Qur’an. dalam kenduren ini biasanya di lakukan dalam lingkup 1 RT, dan bertempat di ketua adat, atau sesepuh di setiap RT. dalam kenduren ini, warga yang datang membawa makanan dari rumah masing2, tidak ada tumpeng, menu sajiannya nasi putih, lodeh ( biasanya lodeh klewek) atau bihun, rempeyek kacang, daging, dan lalapan. Kenduren Badan ( Lebaran )/ mudunan Kenduren ini di laksanakan pada hari Raya Idul Fitri, pada tanggal 1 sawal ( aboge ). kenduren ini sama seperti kenduren Likuran,hanya tujuannya yang berbeda yaitu untuk menurunkan leluhur. TYang membedakan hanya, sebelum kenduren Badan, biasanya di dahului dengan nyekar ke makam luhur dari masing2 keluarga. Kenduren Ujar/tujuan tertentu Kenduren ini di lakukan oleh keluarga tertentu yang punya maksud atau tujuan tertentu, atau ayng punya ujar/ omong. Sebelum kenduren ini biasanya di awali dengan ritual Nyekar terlebih dahulu. dan menu wajibnya, harus ada ingkung ( ayam panggang ). Kenduren ini biasanya banyak di lakukan pada bulan Suro ( muharram ). Kenduren Muludan Kenduren ini di lakukan pada tanggal 12 bulan mulud, sama seperti kenduren likuran, di lakukan di tempat sesepuh, dan membawa makanan dari rumah masing- masing. biasanya dalam kenduren ini ada ritual mbeleh wedus ( motong kambing ) yang kemudian di amsak sebagai becek dalam bahasa watulawang ( gulai ). Tilik Luhur Luhur – Têmbúng dwipúrwå lêluhúr såkå têmbúng linggå luhúr kang têgêsé dhuwúr. Kabèh kuwi miturút kontèks kang sumadhiyå. Déné lumrahé têmbúng luhúr kuwi ugå ngêmót råså wigati, bêcík lan utåmå. Akèh têtêmbungan kang nggunakaké têmbúng luhúr, kayåtå: budi pakarti luhúr, marsudi luhúr, pangudi luhúr, pawiyatan luhúr, majlís luhúr. Uga akèh jênêng kang nganggo têmbúng luhúr, kayåtå: – Luhúr Pambudi, – Luhúr Winasís, – Warsitå Luhúr, – Sri Luhúr Wigati. Têmbúng lêluhúr pådhå karo luhúr-luhúr, atêgês dhuwúr-dhuwúr, yåiku kang ånå ing dhuwúr-dhuwúr. Sabanjuré têmbúng lêluhúr minångkå istilah wóng tuwå sapandhuwúr kang wús nurúnaké. Lêluhúr kuwi ånå sing isíh sugêng, ånå lan akèh kang wís murút ing kasidan jati. Awaké dhéwé iki pådhå duwé lêluhúr yåiku wóng tuwå sakalórón, båpå lan biyúng. Dadi, båpå biyúng ånå båpå biyungé. Båpå biyungé båpå biyúng iyå ånå båpå biyungé, mangkono sapandhuwúr. Síng wís pådhå omah-omah, duwé bojo, gadhah sémah, kagungan garwå (garbhå) wóng tuwané dadi papat. Wóng tuwå såkå awaké dhéwé loro, lan wóng tuwa såkå sisihané uga loro. Wóng papat kuwi mêsthi wóng tuwané wólu. Wólu aran êmbah, simbah utåwå éyang. Êmbah wólu kuwi wóng tuwané mêsthi nêmbêlas. Nêmbêlas kuwi aran buyút. Sapandhuwúr wóng tuwané buyút cacah têlúng pulúh loro, arané canggah. Lêluhúr sandhuwuré yaiku warèng, cacahé ånå sêwidak papat. Têrusé udhêg-udhêg, ånå satus wólu likur. Banjúr gantúng siwúr, róng atús sèkêt ênêm. Gropak sénthé limang atús rolas. Kandhang bubrah sèwu pat likúr. Ing ndhuwuré manèh dêbóg bósók, ånå róng èwu patang pulúh wólu. Sabanjuré têkan tataran 11 gunggungé wís ånå patang èwu sangang pulúh ênêm, kuwi diarani galíh asêm. Mangkono satêrusé sandhuwuré. Mångkå saupåmå salah siji såkå kasêbut lêluhúr kuwi ora tinitah ing alam padhang iki, aliyas ora èksís, wósé ora sugêng ing ndonyå iki, lha åpå awaké iki ånå? Mulå prayogané pårå lêluhúr kasêbut kinúrmatan, dimúlyakaké, cinandhi ing salumrahé. Awaké dhéwé iki ing saiki lan ing mêngkoné iyå pådhå dadi lêluhúr; lêluhuré pårå anak, putu, buyút, canggah, warèng, udhêg-udhêg, gantúng siwúr, gropak sénthé, kandhang bubrah, dêbóg bósók, galíh asêm, sartå trah tumêrah turún tumurún mênggênêrasi amangún lan ambangun tuwúh, nuhóni darmané uríp. Iku laku jåntrå jlèntrèhíng ngauríp síng såpå ora ngluhúraké pårå lêluhuré, pantês baé ugå ora diluhúraké déníng kang binakal lêluhúr sartå turún-turúné.Bêbrayan sadonyå iki duwé cårå lan adat dhéwé-dhéwé tumrap ngluhúraké pårå lêluhúr. Ånå síng tilík kubúr, bêrsíh kubúr, rêsík kubúr, kirím dongå, wilujêngan mêmulé utåwå nyandhi, wilujêngan ruwahan, ziarah, misa arwah, ngêsúr tanah, nêlúng dinå, mitúng dinå, matang pulúh, nyatús, mêndhak pisan, mêndhak pindho, nyèwu, kól, haúl, lan sajinisé kuwi. Sanadyan wús sawatårå suwéné anggóné sédå (1350) éyangé, Gayatri; Hayam Wurúk nganakaké pangêtan ing taún 1362 aran sraddha. Sarirané ingkang éyang ginubah ginambar måwå rêróncèn ing kêmbang, sarta winarnå (dicritakaké) munggúh labúh labêté åpå déné åpå baé kang bisa tinulad tinuladhå dadyå sudarsanèng têdhak turún-turuné (Nêgarakêrtagama; Pararatón). Ing bêbrayan nganti tumêkå saiki isíh katón lan karåså nuwansa pèngêtan kang kadyéku. Bêbrayan isíh pådhå nyraddha, nyraddhan (nyadran) sarta anawúng lan anawúr kêmbang, sêkar; pådhå ngêmbang utåwå nyêkar. Pårå mitra ing ngrikå, Amérika, ing sasi Novèmbêr pådhå balík ndésané dhéwé-dhéwé, saprêlu bêbarêngan karo kulawargå kulawangså kulabråyå nglêksanani silaturahmi karo síng isíh uríp, matúr nuwún marang Gusti Allah awít sakèh sakabèhíng bêrkah kang ruméntah marang pårå tinitah, kanthi pangêtan Thanksgiving Day, kalayan angalimputi ngluhúraké pårå lêluhúr, kang tandhês tundhóné angluhúraké Hyang Mahaluhúr, luhúr-luhuríng ngaluhúr, sangkan Paraníng Pårå Lêluhúr. Déníng : Sudi Yatmånå ( soko File Ki Demang/ http:www.ki-demang.com )a jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalam mu'alaikum wr.wb Yang terhormat Ibu Erna Rossa S.Pd selaku guru pembimbing dan tetam-teman yang saya sayangi pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita atas kehadirat Allah Swt. karena berkat Rahmat dan karunia-Nya lah kita dapat berkumpul di ruangan ini dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda. pada tanggal 28 oktober kita sebagai bangsa indonesia selalu memperingati hari sumpah pemuda. sumpah pemuda berari kita mengakui bertanah air,berbangsa,dan berbahasa satu indonesia. sumpah pemuda merupakan suatu contoh untuk membina semangat kebersamaan dan semangat dalam membela bangsa dan negara. kita sebagai generasi muda indonesia sudah seharusnya memikirkan masa depan bangsa dan negara kita, kita dapat memulainya dari sekarang,dengan cara yang paling sederhana,yaitu, dengan cara membina semangat persatuan dan kesatuan. kita juga dapat memulainya dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh agar kelak kita dapat menyumbang prestasi kita dan pikiran kita. saya berharap semoga generasi muda sekrang dapat membanggakan bangsa dan negara indonesia dan dapat membawa indonesia menjadi negara yang maju seperti negara yang lain. Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan.lebih dan kurangnya saya mohon maaf,kepada Allah saya mohon maaf, terimah kasih atas perhatiaannya,sekian dan terimah kasih Wassalam Mu'alaikum wr.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-28
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

BANYUMANIK adalah salah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Terletak di Selatan Semarang dan terdiri atas 11 kelurahan. Yakni Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon, Tinjomoyo dan Ngesrep. Asal mula nama Banyumanik konon berhubungan dengan perjalanan Ki Ageng Pandanaran menuju Tembayat. Saat itu Ki Ageng bersama istrinya yang masih sarat dengan urusan keduniawian melewati sebuah daerah yang cantik pemandangannya. Istrinya yang melihat dari kejauhan daun-daun talas yang berkilau kemudian berseru dalam bahasa jawa, “Duhai Kanjeng, lihatlah di sana begitu banyak manik-manik di atas daun-daun talas itu, sungguh kayanya daerah ini,” katanya. Menjawab hal itu, Ki Ageng pun berkata, “Jangan salah dinda, itu hanyalah air (jawa: banyu) tetesan embun pagi di atas daun-daun talas yang terkena cahaya matahari pagi.” Istri Ki Ageng pun termangu. “Oh jadi manik-manik itu hanya air? Ya sudahlah, kalau sampai “rejoning zaman”, daerah ini akan dinamakan Banyu Manik”.

BANYUMANIK adalah salah satu dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang. Terletak di Selatan Semarang dan terdiri atas 11 kelurahan. Yakni Pudakpayung, Gedawang, Jabungan, Padangsari, Banyumanik, Srondol Wetan, Pedalangan, Sumurboto, Srondol Kulon, Tinjomoyo dan Ngesrep. Asal mula nama Banyumanik konon berhubungan dengan perjalanan Ki Ageng Pandanaran menuju Tembayat. Saat itu Ki Ageng bersama istrinya yang masih sarat dengan urusan keduniawian melewati sebuah daerah yang cantik pemandangannya. Istrinya yang melihat dari kejauhan daun-daun talas yang berkilau kemudian berseru dalam bahasa jawa, “Duhai Kanjeng, lihatlah di sana begitu banyak manik-manik di atas daun-daun talas itu, sungguh kayanya daerah ini,” katanya. Menjawab hal itu, Ki Ageng pun berkata, “Jangan salah dinda, itu hanyalah air (jawa: banyu) tetesan embun pagi di atas daun-daun talas yang terkena cahaya matahari pagi.” Istri Ki Ageng pun termangu. “Oh jadi manik-manik itu hanya air? Ya sudahlah, kalau sampai “rejoning zaman”, daerah ini akan dinamakan Banyu Manik”.

Last Update: 2014-10-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Kartini adalah pejuang kaum wanita yang berjasa memperjuangkan kaumnya. Ia berjuang membuat derajat wanita setara dengan kaum laki-laki. Dia juga memberantas kebodohan dan memajukan kaumnya. Kartini juga ingin memperoleh kebebasan. Ia sosok wanita yang berani. Dia juga senang berteman. Kita perlu mengenal kartini lebih dalam karena jasa-jasanya dan tekadnya yang kuat. Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad dan perbuatanya .Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus dia mampu mengubah kaumnya dari belenggu diskriminasi. Penderitaan perempuan Jawa yang dunianya sebatas tembok rumah dan bersedia untuk dimadu kini bisa bebas untuk berpartisipasi di segala bidang. BAB II ISI Kartini lahir di Jepara Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1897. Kartini adalah putri dari Adipati Ario Sosrodiningrat, Bupati Jepara. Ia putri dari istri pertama tapi bukan dari istri utama. Ibunya bernama M.A Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telu-kawur,Jepara. Adipati Ario Sosrodiningrat awalnya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan waktu itu mengharuskan seorang Bupati beristrikan bangsawan. Karena Ngasirah bukan bangsawan tinggi, maka beliau menikah lagi dengan Raden Adjeng Werjan. Setelah pernikahan itu, ayah kartini diangkat menjadi Bupati di Jepara, menggantikan kedudukan ayah kandung R.A Werjan, yaitu ,R.A.A. Tjitrowikromo. R.AKartini anak ke -5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari 11 bersaudara Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakak Kartini Sosrokartono adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Eropase Legene School) hingga usia 12 tahun. Di situlah Kartini belajar bahasa Belanda. Pada seusia 12 tahun, Kartini harus mengalami masa pingitan. Kartini dipingit karena kebiasaan adat istiadat di tempat tinggalnya. Apabila seorang wanita sudah menamatkan belajar di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus mengalami masa pingitan hingga saatnya menikahnya tiba. Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang bergaul dengan orang-orang terpelajar dan juga gemar membaca buku. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya yang kebanyakan terdiri dari anak keluarga biasa tidak pernah bersekolah. Sejak saat itu Kartini berkeinginan dan betekad memajukan kaumnya. Untuk membenahi cita-citanya tersebut dia mendirikan sekolah untuk anak gadis. Di sekolah itu diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak dan sebagainya. Semua itu tidak dipungut biaya apapun. Bahkan demi cita-cita mulianya tersebut, Kartini berencana mengikuti sekolah guru di Belanda. Dia ingin menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Ia mendapat beasiswa dari pemerintah Belanda. Namun keinginan mulianya tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orang tuanya. Kartini sangat senang berteman dengan orang-orang di dalam negeri maupun di Eropa khususnya di negeri Belanda. Kepada sahabatnya dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya untuk memajukan kaum wanita di negerinya. Ia ingin ada persamaan hak kaum wanita dan kaum pria. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka ia menulis surat kepada sahabatnya di Eropa, salah satu temanya adalah Rosa Abendanon. Oleh kawan-kawannya di Belanda. surat-surat Kartini dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Door Duistermis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Buku inilah yang akhirnya menjadi pondasi ’bangunan’ kesetaraan gender di Indonesia. Orang tua Kartini menikahkannya dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djoyodiningrat, seorang Bupati di Rembang. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya memberi kebebasan dan mendukung mendirikan sekolah wanita. Kehidupan berkeluarganya tidak berlangsung lama. Kartini wafat di Rembang pada tanggal 17 September 1904, empat hari setelah beliau berjuang melahirkan putra pertamanya. BAB III ULASAN Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangat berpengaruh bagi bangsa kita. Kini kaum wanita sudah merasakan hasilnya. Kaum wanita sudah bisa sekolah dengan bebas dan di mana saja baik di dalam maupun di luar negeri. Gerakan emansipasi wanita telah berhasil. Kartini telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatam dan kebebasan. Kartini adalah sosok wanita teladan yang patut kita contoh. Kita perlu mencontoh keinginannya memberantas kebodohan dan mendirikan sekolah gratis bagi kaum wanita. Kita juga harus mencontoh sikap Kartini yang mempunyai banyak cita-cita mulia.Kartini juga menulis surat untuk memperoleh pertolongan dari luar negeri demi cita-citanya. Tanggal 21 April, kita memperingati kelahiran Raden Ajeng Kartini seorang pejuang tokoh wanita. Dia seorang figur yang baik dan harus kita teladani dalam kehidupan sehari- hari. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa-jasa pahlawannya.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Rumah Adat Jawa Tengah Joglo dan Ciri Khasnya 16th April 2013 Cat: Rumah Adat with 1 Comment Keragaman budaya bangsa Indonesia yang juga tercermin dalam rumah adat Jawa Tengah tentunya sudah sangat dikenal oleh banyak orang Indonesia. Kali ini kita akan membahas keragaman tersebut dalam keunikan dan karakteristik dalam rumah adat Jawa Tengah Joglo, yang pastinya sudah sangat dikenal di seantero negeri. Rumah Joglo sudah sangat dikenal oleh banyak masyarakat, terutama masyarakat Jawa Tengah. Joglo adalah kerangka rumah yang membentuk rumah adat di Jawa Tengah yang berupa soko guru dan terdiri dari empat pilar atau tiang penyangga utama dan tumpangsari yakni susunan balok yang ditopang oleh soko guru. Rumah Adat Jawa Tengah Secara sosial, dulunya tidak banyak yang mempunyai rumah adat dikarenakan rumah ini merupakan lambang status sosial bagi orang-orang Jawa yang mempunya kemampuan ekonomi yang berlebih. Rumah Joglo adalah jenis rumah yang membutuhkan banyak bahan materi rumah yang mahal, terutama dari kayu. Umumnya pemilik rumah Joglo dulunya berasal dari kalangan ningrat atau bangsawan. Rumah jenis ini biasanya juga membutuhkan lahan yang luas dikarenakan beberapa bagian rumahnya digunakan untuk menerima tamu atau memuat banyak orang. Bagian-bagian dalam Rumah Adat Jawa Tengah Umumnya bagian rumah adat Jawa Tengah terdiri dari tiga bagian utama: pendhopo, pringgitan, dan omah ndalem atau omah njero. Pendhopo adalah bagian rumah yang biasanya digunakan untuk menerima tamu. Pringgitan adalah bagian ruang tengah yang digunakan untuk pertunjukan wayang kulit; berasal dari akar kata “ringgit” yang artinya wayang kulit. Bagian ketiga adalah omah ndalem atau omah njero, yang merupakan ruang keluarga. Dalam omah njero terdapat tiga buah kamar (senthong), yaitu senthong kanan, tengah, dan kiri. Dilihat dari strukturnya, rumah adat Jawa Tengah mungkin terlihat lebih sederhana. Pembangunan bagian rumah seperti pendhopo membutuhkan empat buah tiang penyangga guna menyangga berdirinya rumah. Tiang-tiang tersebut dinamakan soko guru, yang juga merupakan lambang penentu arah mata angin. Dari empat soko guru tersebut, terdapat juga tumpang sari yang merupakan susunan terbalik yang tersangga soko guru. Ndalem atau omah njero digunakan sebagai inti dari sebuah Joglo. Dilihat dari struktur tata ruangnya, bagian ndalem mempunyai 2 ketinggian yang berbeda. Hal ini bertujuan agar terdapat ruang sebagai tempat sirkulasi udara. Joglo adalah jenis rumah adat suku Jawa yang terlihat sederhana dan digunakan sebagai lambang atau penanda status sosial seorang priyayi atau bangsawan Jawa. Rumah ini mempunyai keunikan atau kekhasan tersendiri dengan adanya tiang-tiang penyangga atau soko guru, beserta tumpang sari nya. Setiap bagian rumah merepresentasikan fungsi yang berbeda, yang dibangun di atas lahan yang luas juga; oleh karena itu, rumah ini hanyalah dipunyai orang dari kalangan berpunya saja. Beberapa hal penting lain tentang rumah adat Jawa Tengah dapat anda cari dari sumber lain, dari wikipedia.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

::: Kota Baru ::: Mita : "Hai, Lina! Bagaimana kesanmu terhadap kota ini setelah tinggal seminggu di sini? Lina : "Ehm... aku senang tinggal di sini.Orang-orang di sini ramah dan tidak individualis, termasuk teman-teman di sekolah ini." Mita : "Benarkah? Memang bagaimana di kota lamamu?" Lina : "Di sana orang-orangnya cenderung individualis, kurang memerhatikan orang lain. Lingkungannya juga tidak bersahabat." Mita : "Tidak bersahabat? Maksudnya?" Lina : "Lingkungan di kata lamaku sudah tidak nyaman. Masyarakatnya juga tidak ramah. Di sana tingkat polusi udara, air, dan suara sudah sangat tinggi. Pabrik yangmuncul di setiap sudut kota membuat udara semakin kotor. Tumbuhan sudah jarang sekali. Taman kota sudah diubah menjadi area pertokoan. Jadi, aku tidak bisa bermain di taman kota kalau hari Minggu." Mita : "Wah, sepertinya sudah jelek sekali kondisi lingkungan di kota lamamu itu ya?" Lina : "Iya, makanya aku sekeluarga memilih pindah ke kota ini. Ternyata benar, lebih nyaman." Mita : "Eh, kamu tadi bilang senang bermain di taman kota?" Lina : "Iya, tapi semenjak di sini aku belum pernah pergi ke taman kota. Di kota ini ada taman kota tidak?" Mita : "Ada, kamu ingin pergi ke sana?" Lina : "Iya, tapi aku tidak tahu letaknya. Maukah kamu memberi tahu?" Mita : "Begini, dari jalan depan di sekolah kita, JalanWijayaKusuma, kamu lurus saja ke arah timur. Nanti kamu akan melewati pertigaan. Kamu tetap saja lurus sampai melewati perempatan. Kemudian kamu belok ke kiri, yaitu ke Jalan Sudirman. Kamu ikuti terus JalanSudirman itu sampai kamumenemukan pertigaan, beloklah ke kananmasuk Jalan Yos Sudarso. Dari situ kamu jalan sekitar 100 meter, nanti kamu akan sampai di taman kota. Taman kota ada di JalanYos Sudarso, di sebelah kiri jalan. Paham tidak dengan penjelasanku?" Lina : "Iya, aku paham karena kamu memberi penjelasan dengan lancar dan jelas. Terima kasih ya." - See more at: http://i-bahasaindonesia.blogspot.com/2013/08/contoh-percakapan-dalam-bahasa-indonesia.html#sthash.2SdiYurI.dpuf

google agensi palembang

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada suatu hari di kerajaan mataram, sedang berlangsung suatu pertemuan tertutup yang hanya dihadiri oleh para petinggi kerajaan Mataram. Mereka sedang membahas masalah ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada seorang anak selir yang akan dapat menggoyangkan tahta Sultan Agung jika ia dibesarkan di wilayah kerajaan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya diputuskan untuk menitipkan anak tersebut kepada Ki Gede Cempaluk. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang putra yang lucu dan tampan. Anak laki-laki tersebut adalah putra Sultan Agung yang dikandung oleh selirnya. Sesuai dengan kesepakatan, maka sesaat setelah bayi tersebut lahir langsung dibawa oleh Ki Gede Cempaluk untuk diasuh. Sultan Agung memberikan sebidang tanah di daerah Gambiran, Kesesi kepada Ki Gede Cempaluk sebagai tempat untuk mendirikan padepokan sekaligus kediamannya. Oleh Ki Gede Cempaluk, bayi laki-laki tersebut kemudian diberi nama Jaka Bau. Jaka Bau memiliki beberapa sahabat yang sangat akrab. Mereka sudah seperti saudara. Mereka sudah kenal dan berteman akrab sejak mereka masih kanak-kanak. Mereka senang sekali merpura-pura menjadi panglima perang tentara Mataram setiap kali bermain perang-perangan. Bahkan mereka sering bertengkar karena memperebutkan kedudukan. Mereka memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin menjadi panglima perang kerajaan Mataram. Seiring dengan berjalannya waktu, Jaka Bau tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, kuat, baik hati, dan memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi sehingga disegani oleh rekan-rekan sepadepokannya. Kesaktiannya sudah sangat terkenal dan namanya cukup disegani di daerah Pantura. Beberapa tahun kemudian, Ki Gede Cempaluk memutuskan bahwa Jaka sudah cukup dewasa dan harus mengabdikan tenaga dan pikirannya kepada kerajaan Mataram. Beliau kemudian mengutus Jaka Bau untuk berangkat ke Mataram dengan disertai surat pengantar tentang jati diri Jaka Bau yang sebenarnya yang ditujukan langsung kepada Sultan Agung. Sesampainya di Mataram, Jaka Bau langsung pergi menemui Sultan Agung dan menyerahkan surat yang dititipkan oleh Ki Gede Cempaluk. Setelah Sultan Agung membaca surat dari Ki Gede Cempaluk tentang identitas diri Jaka Bau yang sebenarnya, beliau menjadi sangat terkejut sekaligus bahagia karena melihat putranya telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, rupawan, pemberani, dan baik hati. Selama menjadi prajurit Mataram, karir Jaka Bau sangat cemerlang. Pada suatu hari, Jaka Bau kemudian diutus untuk memimpin pasukan mataram menyerang raja Uling di daerah Sigawok oleh Sultan Agung. Tugas tersebut berhasil dijalankan dengan baik oleh Jaka Bau. Atas prestasinya tersebut, Jaka Bau kemudian diberikan gelar Tumenggung Bahurekso oleh Sultan Agung. Tumenggung Bahurekso kemudian diperbolehkan untuk kembali ke Pekalongan dengan diberikan tugas untuk menanam dua batang pohon beringin di kulon kali dan wetan kali pekalongan. Dua batang pohon beringin itulah yang sampai sekarang tumbuh di tengah alun-alun Pekalongan dan Alun-alun Batang. Seusai menunaikan tugasnya tersebut, tumenggung bahurekso dilantik menjadi adipati (bupati) Kendal. Pada suatu hari, Jaka Bau memutuskan untuk bertapa di hutan gambiran. Pertapaan yang dilakukannya ini bukan sembarang semedi, tetapi tapa ngalong, yaitu bertapa dengan posisi terbalik seperti kelelawar. Sejak saat itulah daerah gambiran dan sekitarnya dinamakan daerah ”PEKALONGAN”. Dalam melakukan semedinya, Jaka Bau mengalami banyak sekali godaan, termasuk dari Dewi Lanjar, ratu penguasa para makhluk halus di pantai utara Jawa. Namun karena kesaktiannya, Jaka Bau tidak terpengaruh sama sekali. Justru akhirnya Dewi Lanjar yang takluk kepada Jaka Bau dan menjadi istrinya. Mereka hidup dengan bahagia dan harmonis. Dengan Dewi Lanjar sebagai istrinya, kesaktian Jaka Bau dan namanyapun semakin terkenal. Beberapa bulan kemudian, Sultan Agung mengirim seorang utusan untuk memanggil Tumenggung Bahurekso ke Mataram guna memimpin pasukan Koloduto yang akan menyerang Batavia. Utusan tersebut juga memanggil Tan Kwie Djan (Djaningrat), Bupati Pekalongan saat itu yang juga sahabat dan teman seperjuangan Tumenggung Bahurekso. Mereka kemudian segera berangkat ke Mataram bersama-sama untuk menghadap kepada Sultan Agung. Setelah sampai di Mataram, mereka langsung mempersiapkan segala keperluan untuk berperang. Seminggu kemudian, persiapan telah selesai dan merekapun segera berangkat menuju Batavia setelah berpamitan kepada Sultan Agung dan Ki Gede Cempaluk. Sesampainya di Batavia, pasukan Koloduto tidak langsung menyerang masuk. Mereka mengirim para agen yang menyamar menjadi pedagang dan seniman. Mereka ditugaskan untuk melihat situasi dan kondisi dalam kota. Beberapa hari kemudian, para prajurit yang menyamar menjadi pedagang dan seniman tersebut menyerang pasukan Belanda di Batavia secara serempak pada tengah malam. Namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh Belanda karena keterbatasan jumlah dan persenjataan. Dengan hasil tersebut, belanda merasa senang dan menjadi lengah. Tidak lama kemudian, pasukan utama Koloduto menyerang dari darat dan laut dari arah selatan dan utara. Pasukan Belanda menjadi panik dan sempat kocar-kacir karena terkejut, namun serangan tersebut kembali gagal karena serangan dari darat dan laut tidak secara bersamaan. Meskipun demikian, namun pasukan Belanda juga mengalami kerugian yang sangat besar dan banyak pasukannya yang tewas akibat serangan tersebut. Pasukan Koloduto mundur dan menyusun rencana. Keesokan harinya, pasukan Koloduto yang dipimpin Tumenggung Bahurekso Kembali menyerang pasukan Belanda dengan menggali parit-parit. Untuk menangkis serangan tersebut, Belanda menggunakan budak-budak mereka dengan janji akan diberikan kemerdekaan. Pasukan Koloduto berkali-kali berhasil menembus garis pertahanan pasukan Belanda, dan Djaningrat gugur dalam serangan tersebut. Namun hal itu tidak mempengaruhi semangat juang pasukan Koloduto. Hal ini malah menambah semangat juang mereka. Pada keesokan harinya, tepatnya tanggal 21 September 1628 Tumenggung Bahurekso dan kedua putranya gugur dalam pertempuran. Hal ini membuat kacau pasukan Koloduto karena kehilangan figur seorang pemimpin. Akhirnya keadaan berbalik, dan pasukan Koloduto mundur dengan membawa para pimpinan mereka yang telah gugur.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan bahasa indonesi1 00:00:07,207 --> 00:00:14,348 December 24th, 2005 2 00:00:37,103 --> 00:00:38,905 Thank you. 3 00:00:45,646 --> 00:00:47,480 Thank you. 4 00:00:48,448 --> 00:00:50,684 Congratulations, Karasawa Yukiho 5 00:01:28,722 --> 00:01:30,323 Ryou... 6 00:02:11,097 --> 00:02:15,135 The sun never shone on us. 7 00:02:18,104 --> 00:02:20,073 We existed in an endless night... 8 00:02:20,373 --> 00:02:23,910 but it was never dark. 9 00:02:25,011 --> 00:02:27,847 Because we had something to replace the sun. 10 00:02:51,938 --> 00:02:54,140 No. 11 00:02:56,810 --> 00:03:01,648 I could live my life that way, imagining it was daytime. 12 00:03:07,921 --> 00:03:10,357 It wasn't bright, 13 00:03:11,691 --> 00:03:15,562 but it was clear... and that was enough. 14 00:03:25,071 --> 00:03:27,273 You were... 15 00:03:44,290 --> 00:03:46,893 You were... 16 00:03:49,229 --> 00:03:51,531 ...my sun. 17 00:03:53,600 --> 00:03:56,403 My artificial sun. 18 00:03:57,937 --> 00:04:00,306 And... 19 00:04:00,907 --> 00:04:03,810 My one and only wish, 20 00:04:05,078 --> 00:04:08,748 was that you would never stop rising each day. 21 00:04:11,418 --> 00:04:13,586 Ryou! 22 00:04:25,799 --> 00:04:27,767 Yuki... 23 00:04:46,186 --> 00:04:48,321 Go. 24 00:04:52,726 --> 00:04:55,595 You were... 25 00:04:59,399 --> 00:05:03,203 You were my sun. 26 00:05:08,208 --> 00:05:11,277 My fake sun. 27 00:05:12,779 --> 00:05:14,848 And yet, 28 00:05:14,848 --> 00:05:18,351 you burnt with love and lit my path! 29 00:05:18,351 --> 00:05:21,554 My one and only light. 30 00:05:33,600 --> 00:05:36,236 I won't cry. 31 00:05:39,506 --> 00:05:42,042 I won't cry! 32 00:05:55,121 --> 00:05:58,825 Ever since that day... 33 00:06:07,567 --> 00:06:10,270 14 years ago... 34 00:06:25,652 --> 00:06:28,388 that was... 35 00:06:29,289 --> 00:06:31,257 the day I lost the sun. 36 00:07:00,720 --> 00:07:03,223 Yukiho... 37 00:07:22,809 --> 00:07:29,183 Byakuyakou (Journey Under a midnight Sun) Chapter 1 38 00:07:33,487 --> 00:07:38,825 Autumn, 1991 39 00:07:44,931 --> 00:07:47,867 Here you go, 300 yen please. 40 00:07:47,867 --> 00:07:49,069 Thank you. 41 00:07:49,036 --> 00:07:51,505 Thank you. 42 00:07:53,773 --> 00:07:56,076 Wow, Seibu won this year! 43 00:07:56,109 --> 00:07:58,545 Way to go! 44 00:08:02,482 --> 00:08:04,317 Excuse me? 45 00:08:04,317 --> 00:08:06,319 Yes? 46 00:08:07,253 --> 00:08:09,122 What's going on over there? 47 00:08:09,122 --> 00:08:14,127 Well, you know, the bubble economy burst, so the construction workers just left it half finished. 48 00:08:14,127 --> 00:08:17,230 Now it's just a place where kids play. 49 00:08:19,099 --> 00:08:20,433 Thank you. 50 00:08:20,433 --> 00:08:22,435 You're welcome. 51 00:08:27,607 --> 00:08:30,110 5 minutes 25 seconds. 52 00:08:30,143 --> 00:08:31,778 It's a new record. 53 00:08:31,811 --> 00:08:34,247 Brilliant! 54 00:08:35,648 --> 00:08:38,418 How can you get out of there in 5 minutes? 55 00:08:38,418 --> 00:08:41,321 Have you never heard "less haste, more speed?" 56 00:08:41,321 --> 00:08:43,323 Oh no! We'll be late for cram school! 57 00:08:44,124 --> 00:08:45,759 See ya later, Ryouji 58 00:09:07,281 --> 00:09:09,383 Book Title: Gone With the Wind 59 00:09:37,044 --> 00:09:39,012 Kirihara Pawn Shop 60 00:10:15,215 --> 00:10:17,283 Hey! 61 00:10:26,192 --> 00:10:29,129 Nobody's home? 62 00:10:35,669 --> 00:10:39,506 If you end up getting divorced, 63 00:10:40,940 --> 00:10:44,911 I don't think Ryou-chan will be that shaken up about it. 64 00:10:45,378 --> 00:10:50,150 Just for getting together with an employee with a criminal record? 65 00:10:53,319 --> 00:10:55,622 Becoming concerned about whether your parents are cheating... 66 00:10:56,589 --> 00:10:58,858 that is very strange. 67 00:10:58,858 --> 00:11:00,860 Who knows I'm cheating? 68 00:11:18,645 --> 00:11:24,518 Predictions say that we'll become a place where young girls demand and purchase brand-name goods. 69 00:11:24,551 --> 00:11:29,189 It basically says, that if we don't make a department for young people, it will be difficult to survive. 70 00:11:24,617 --> 00:11:27,454 Newspaper Article: With the collapse of the bubble economy, pawn shops will change 71 00:11:29,189 --> 00:11:32,025 You'll have to make a change then, won't you? 72 00:11:32,025 --> 00:11:35,595 I wonder how you will make it in these difficult times. 73 00:11:36,229 --> 00:11:39,232 What do you think, Ryouji? 74 00:11:39,933 --> 00:11:43,069 Then this shop will go bankrupt, won't it? 75 00:11:43,069 --> 00:11:45,872 All of our workers will be taken from us. 76 00:11:46,840 --> 00:11:49,543 What about Matsura-san? 77 00:11:47,975 --> 00:11:50,227 He's a really good guy, that guy! 78 00:11:50,310 --> 00:11:52,312 Thanks for the food! 79 00:11:54,414 --> 00:11:56,349 Do you think he's just getting to that rebellious age? 80 00:11:56,349 --> 00:11:58,651 Who knows... 81 00:12:31,151 --> 00:12:33,586 It's 2000 yen though... 82 00:12:35,288 --> 00:12:37,023 Here you go. 83 00:12:37,023 --> 00:12:40,760 Yukiho, are you alright? 84 00:12:42,629 --> 00:12:45,965 Come on mom, let's go. 85 00:12:50,337 --> 00:12:53,440 It's okay. 86 00:12:54,374 --> 00:12:56,577 Yukiho. 87 00:12:56,578 --> 00:12:58,611 Yukiho! 88 00:12:58,611 --> 00:13:01,948 You think of your mom like luggage, don't you? 89 00:13:03,016 --> 00:13:05,385 If you start getting rowdy, I'll leave you here. 90 00:13:29,877 --> 00:13:31,945 Ooe Library 91 00:13:32,912 --> 00:13:36,082 Excuse me, I'll take this, please. 92 00:13:34,248 --> 00:13:35,516 Book title: World Encyclopedia - Volume 12 93 00:13:36,349 --> 00:13:38,351 Thank you. 94 00:13:43,089 --> 00:13:46,393 You always get this kind of book. What are you doing? 95 00:13:46,393 --> 00:13:48,661 Eh? I'm learning stuff. 96 00:13:48,661 --> 00:13:50,430 Is it fun? 97 00:13:50,430 --> 00:13:53,933 It must be good mustn't it, to be so carefree? 98 00:14:26,567 --> 00:14:27,701 Nishimoto Yukiho Year 5, Class 1 Ooe Minami Primary School 99 00:15:03,970 --> 00:15:05,939 Um... 100 00:15:11,745 --> 00:15:13,813 Nishi... 101 00:15:14,948 --> 00:15:17,017 Nishimo... 102 00:15:17,017 --> 00:15:19,352 I'm really sorry, but we're closing. 103 00:15:21,321 --> 00:15:23,656 Wait, Nishimoto-san! 104 00:15:36,469 --> 00:15:39,439 You go to Ooe Minami Primary School, don't you? 105 00:15:39,439 --> 00:15:41,641 I go to North Usu Primary School. 106 00:15:43,743 --> 00:15:48,081 You've already started learning English? That's amazing! 107 00:15:48,782 --> 00:15:53,286 Ah, but nowadays everyone is going to English cram school aren't they... 108 00:15:53,553 --> 00:15:57,290 Oh, you've forgotten Japanese have you?! 109 00:15:59,092 --> 00:16:01,528 My family is poor. 110 00:16:02,195 --> 00:16:06,533 The only way for poor people to succeed is to study. Don't you think so? 111 00:16:07,767 --> 00:16:09,803 Really? 112 00:16:09,269 --> 00:16:11,404 Goodbye. 113 00:16:11,404 --> 00:16:14,140 Uh, yesterday... 114 00:16:14,140 --> 00:16:16,409 Yesterday, what were you doing over there? 115 00:16:16,409 --> 00:16:19,045 Did you drop something in there? 116 00:16:22,282 --> 00:16:25,518 I heard there was a flower that blooms in ditches... 117 00:16:26,553 --> 00:16:28,722 I was just looking for it. 118 00:16:29,789 --> 00:16:32,125 Goodbye. 119 00:16:35,395 --> 00:16:37,364 In ditches? 120 00:17:08,962 --> 00:17:10,530 Yukiho! 121 00:17:10,530 --> 00:17:13,667 It's late, what were you doing? 122 00:17:15,735 --> 00:17:19,039 Yukiho, please... 123 00:17:19,039 --> 00:17:22,409 You're the only person I can rely on. 124 00:17:22,809 --> 00:17:24,944 Please! 125 00:17:31,818 --> 00:17:34,921 Ditches... ditches... 126 00:17:34,922 --> 00:17:37,590 A flower that blooms in ditches... 127 00:18:01,314 --> 00:18:04,484 About the flower you mentioned yesterday... 128 00:18:25,905 --> 00:18:28,842 Hey! Nishimoto-san! 129 00:18:29,075 --> 00:18:31,611 Look! 130 00:18:32,345 --> 00:18:35,081 Hey! Look! Here! 131 00:18:41,988 --> 00:18:43,990 It can't be... 132 00:18:47,293 --> 00:18:49,863 That flower, what is it? What is it?! 133 00:18:50,296 --> 00:18:52,699 Hm, what could it be? 134 00:19:00,674 --> 00:19:02,409 The flower you were talking about... 135 00:19:02,575 --> 00:19:06,246 You were thinking of a flower that blooms in the gutter rather than in ditches, I think. 136 00:19:06,246 --> 00:19:09,549 The lotus grows on ruins... 137 00:19:10,517 --> 00:19:14,387 There really isn't a flower that blooms in ditches! 138 00:19:15,889 --> 00:19:18,091 Even if there isn't one, 139 00:19:18,091 --> 00:19:20,560 it's better to have the dream isn't it? 140 00:19:22,862 --> 00:19:24,831 Um... 141 00:19:25,498 --> 00:19:28,001 Are you angry? 142 00:19:38,378 --> 00:19:41,081 Hey, what are you doing?!? 143 00:19:41,081 --> 00:19:44,150 It's dirty in the river, wait! 144 00:19:51,024 --> 00:19:53,025 This is why I said wait! 145 00:19:53,026 --> 00:19:54,995 It's amazing! 146 00:19:56,696 --> 00:19:58,865 It was amazing! 147 00:19:58,865 --> 00:20:01,301 It was so, so beautiful. 148 00:20:03,903 --> 00:20:06,706 It's the first time I've ever seen anything like that. 149 00:20:11,745 --> 00:20:14,114 It's a dream come true... 150 00:20:40,840 --> 00:20:43,209 Here you go, "snow." 151 00:20:50,183 --> 00:20:53,653 ...because you're Yukiho. (Translator's Note: Yuki means "snow" in Japanese.) 152 00:20:58,158 --> 00:21:00,560 Tell me, 153 00:21:00,960 --> 00:21:04,164 why are you being nice to me? 154 00:21:10,236 --> 00:21:13,707 I just... feel like you and I are similar. 155 00:21:15,875 --> 00:21:18,044 How? 156 00:21:18,044 --> 00:21:22,349 Between Chage & Aska, which do you like? (Cultural Note: Chage & Aska were Pop stars in Japan in the 90's.) 157 00:21:22,349 --> 00:21:24,217 Aska. 158 00:21:24,217 --> 00:21:25,885 I see... 159 00:21:25,885 --> 00:21:29,022 It's nothing to do with Chage's moroseness, is it? 160 00:21:31,057 --> 00:21:32,759 Yes. 161 00:21:32,760 --> 00:21:34,794 I see. 162 00:21:36,229 --> 00:21:41,901 If you had a time machine, would you go to the future or the past? 163 00:21:41,901 --> 00:21:44,838 Um... the past! 164 00:21:46,139 --> 00:21:48,408 Oh. 165 00:21:49,909 --> 00:21:52,045 So you would go to the future then? 166 00:21:52,045 --> 00:21:54,414 Because I hate to look back and regret... 167 00:21:59,786 --> 00:22:02,088 When something bad happens, do you study to take your mind off it? 168 00:22:02,088 --> 00:22:03,089 Yes, I do! 169 00:22:02,489 --> 00:22:03,656 Really? Me too! 170 00:22:03,857 --> 00:22:06,893 While you are studying, you don't think about unpleasant things, right? 171 00:22:06,893 --> 00:22:08,895 Yes, that's right! 172 00:22:08,895 --> 00:22:13,199 Phew! I always wondered what to do when I felt like that! 173 00:22:18,304 --> 00:22:21,441 But, are you pleased about that? 174 00:22:25,445 --> 00:22:30,250 When you say "bad things," you have to use "ga," don't you? (Translator's Note: She's correcting his Japanese from a few lines ago.) 175 00:22:30,250 --> 00:22:33,286 Really? Ah, yes you do, don't you. 176 00:22:37,090 --> 00:22:39,826 I'm terrible, aren't I! 177 00:22:44,030 --> 00:22:46,533 Hey! Look! 178 00:22:54,541 --> 00:22:56,843 Over there! 179 00:22:58,778 --> 00:23:02,148 Don't you think it looks like a flower? 180 00:23:09,789 --> 00:23:11,891 It's my gift to you. 181 00:23:14,461 --> 00:23:16,663 Thank you. 182 00:23:25,572 --> 00:23:32,245 Wow! Amazing! It's amazing! Amazing! Amazing! 183 00:23:32,379 --> 00:23:34,881 This program is brought to you by KDDI... 184 00:23:36,282 --> 00:23:37,717 Suzuki... 185 00:23:39,185 --> 00:23:40,987 Kobayashi Seiyaku... 186 00:23:43,356 --> 00:23:46,092 And Windows XP... 187 00:23:57,304 --> 00:23:59,740 Hey! Don't run! 188 00:23:59,773 --> 00:24:01,775 Sorry. 189 00:24:06,479 --> 00:24:08,948 You're here! 190 00:24:28,368 --> 00:24:30,103 Tada!! 191 00:24:30,103 --> 00:24:32,906 Wow, that's brilliant! 192 00:24:34,774 --> 00:24:36,876 Tada!! 193 00:24:37,377 --> 00:24:39,213 All of them? 194 00:24:39,246 --> 00:24:41,548 Go on. 195 00:24:39,713 --> 00:24:41,949 No way!! 196 00:24:41,948 --> 00:24:43,951 Go on! 197 00:24:42,850 --> 00:24:44,618 I'll die! 198 00:24:44,284 --> 00:24:46,619 You won't, it's alright. 199 00:24:48,088 --> 00:24:50,156 Just once. 200 00:24:50,156 --> 00:24:51,992 Go on! 201 00:24:51,291 --> 00:24:53,593 No! 202 00:24:58,631 --> 00:25:01,267 I... I won't die! 203 00:25:03,503 --> 00:25:05,972 Do you want to die?! 204 00:25:14,247 --> 00:25:16,249 That's mean... 205 00:25:18,284 --> 00:25:19,853 Thank you very much. 206 00:25:19,853 --> 00:25:24,124 Gone With the Wind... A melodrama - Book 1? 207 00:25:24,124 --> 00:25:26,893 It's fine, just lend it to me please. 208 00:25:35,669 --> 00:25:38,538 It must be good to be young. 209 00:25:53,953 --> 00:25:59,059 An old man and woman who love each other, it's nice isn't it? 210 00:26:02,595 --> 00:26:04,898 Hey, um... 211 00:26:05,398 --> 00:26:10,337 Yu... Yu... Yuki, 212 00:26:10,670 --> 00:26:15,175 Out of Midaifuku and Joudaifuku, which do you like best? (Translator's Note: Types of rice and bean jam sweets.) 213 00:26:23,483 --> 00:26:26,319 Just normal Daifuku are nice. 214 00:26:29,856 --> 00:26:32,625 S... so, you mean neither then, right? 215 00:26:38,598 --> 00:26:40,100 Ryou-kun... 216 00:26:40,100 --> 00:26:42,135 Y... yes? 217 00:26:42,469 --> 00:26:44,871 You have really sweaty hands! 218 00:26:44,871 --> 00:26:48,008 Huh? I'm so sorry! Really, I'm sorry! 219 00:26:58,251 --> 00:27:01,454 Ryouji! What are you doing? 220 00:27:04,924 --> 00:27:06,426 What are you doing, Dad? 221 00:27:06,426 --> 00:27:09,096 I'm going to look at an article that someone wants to pawn. 222 00:27:12,899 --> 00:27:15,502 I'm going home. 223 00:27:33,554 --> 00:27:35,022 Kirihara Pawn Shop 224 00:27:38,258 --> 00:27:42,696 Ryouji, the girl I saw you with before, you're to never see her again.

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Jajan pasar dan bubur merah putih yang harus ada dalam upacara tedak siten. Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.Tedhak Siten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Jawa Tengah . Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Secara keseluruhan, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.Upacara Tedhak Siten selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan kerabat keluarga Jawa karena dari upacara ini mereka dapat memperkirakan minat dan bakat adik kita yang baru bisa berjalan.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, tetapi ia tidak mengikuti perintah yang membuat Sangkuriang mengusir Tumang dan tidak mengijikannya pulang. Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang membuat ibunya sangat marah, lalu memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi. Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya karena kekesalannya tersebut. Dayang Sumbi sangat menyesali kepergian Sangkuriang dan berharap ia kembali. Dari ketulusannya, Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Keesokan harinya, ternyata Sangkuriang menyanggupinya dan Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sanskerta: Hanumān) atau Hanumat (Sanskerta: Hanumat), juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya. Anjani adalah puteri sulung Resi Gotama yang terkena kutukan sehingga berwajah kera. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di telaga Madirda. Suatu ketika, Batara Guru dan Batara Narada terbang melintasi angkasa. Saat melihat Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan air mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya dengan daun asam (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke telaga. Daun sinom itu jatuh di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para bidadari kiriman Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi kera berbulu putih, sedangkan dirinya sendiri kembali berwajah cantik dan dibawa ke kahyangan sebagai bidadari. Bayi berwujud kera putih yang merupakan putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Hanoman kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, yaitu Sugriwa, raja kera Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, yaitu Subali, paman Hanoman lainnya. Hanoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa untuk mengalahkan Subali, dan bersama menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama yang diculik Rahwana murid Subali. Pertama-tama Hanoman menyusup ke istana Alengka untuk menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia membuat kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Hanoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa tersebut terkenal dengan sebutan Hanoman Obong. Setelah Hanoman kembali ke tempat Rama, pasukan kera pun berangkat menyerbu Alengka. Hanoman tampil sebagai pahlawan yang banyak membunuh pasukan Alengka, misalnya Surpanaka (Sarpakenaka) adik Rahwana. Dalam pertempuran terakhir antara Rama kewalahan menandingi Rahwana yang memiliki Aji Pancasunya, yaitu kemampuan untuk hidup abadi. Setiap kali senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu pula Rahwana bangkit kembali. Wibisana, adik Rahwana yang memihak Rama segera meminta Hanoman untuk membantu. Hanoman pun mengangkat Gunung Ungrungan untuk ditimpakan di atas mayat Rahwana ketika Rahwana baru saja tewas di tangan Rama untuk kesekian kalinya. Melihat kelancangan Hanoman, Rama pun menghukumnya agar menjaga kuburan Rahwana. Rama yakin kalau Rahwana masih hidup di bawah gencetan gunung tersebut, dan setiap saat bisa melepaskan roh untuk membuat kekacauan di dunia. Beberapa tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa untuk mencari reinkarnasi Sita, yaitu Subadra adik Kresna. Kresna sendiri adalah reinkarnasi Rama. Hanoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama putera angkat Bayu. Hanoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia juga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Hanoman bertindak sebagai pertapa. Berbeda dengan versi aslinya, Hanoman dalam pewayangan memiliki dua orang anak. Yang pertama bernama Trigangga yang berwujud kera putih mirip dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Hanoman terbayang-bayang wajah Trijata, puteri Wibisana yang menjaga Sita. Di atas lautan, air mani Hanoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana namun dikejar oleh Hanoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera kedua Hanoman bernama Purwaganti, yang baru muncul pada zaman Pandawa. Ia berjasa menemukan kembali pusaka Yudistira yang hilang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang puteri pendeta yang dinikahi Hanoman, bernama Purwati. Hanoman berusia sangat panjang sampai bosan hidup. Narada turun mengabulkan permohonannya, yaitu "ingin mati", asalkan ia bisa menyelesaikan tugas terakhir, yaitu merukunkan keturunan keenam Arjuna yang sedang terlibat perang saudara. Hanoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana, dengan Pramesti, puteri Jayabaya. Antara keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian meskipun mereka sama-sama keturunan Arjuna. Hanoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Dalam perang itu, Hanoman gugur, moksa bersama raganya, sedangkan Yaksadewa kembali ke wujud asalnya, yaitu Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa hanoman tidak mati dalam dalam berperang namun dia moksa setelah bertemu sunan kali jaga dan menanyakan arti yang terkandung dari jimat kalimasada karena dulu hanoman berjanji tidak akan mau mati sebelum mengetahui arti dari tulisan yang terkandung di dalam jimat kalimasada.

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation