MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: lengkap    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Nama lengkap

hiurty

Last Update: 2013-01-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

Solo putri adalah salah satu nama tata rias adat pengantin di jawa , solo putri merupakan corak khas pengantin dari surakarta atau disebut juga solo .... dilihat dari cara berpakaiannya solo putri memiliki ciri sebagai berikut : Kain batik yang digunakan oleh pengantin haruslah bertipe , sido mukti : yang artinya jaya, sidomulyo: yang artinya mulya, atau sido asih : yang berarti kasih sayang , motif kain batik pada gambar adalah sido mukti . kain batik haruslah diwiron , jumlah wiron pada kain batik ini biasanya berumlah ganjil antara 9,10 atau 11, lebarnya 2 jari Kebaya panjang : kebaya panjang dibuat dari bludru atau disebut juga blenggen warnanya bisa hitam, hijau,briu , ungu,coklat, dihiasi oleh sulaman bordir warna emas, disertai dengan bef atau kutu baru , disertai dengan sematan bros tiga sususn pada kutu baru lihat gambar diatas Selop : selop terbuat dari bahan yang sama dengan kebaya pengantin Setagen: stagen adalah ikata pinggang dari kain yang panjang berwarna umumnya hitam digunakan untuk mengikat pinggang dan perut dengan kuat dan rapi supaya terlihat singset Strepless/ long torso berwarna hitam , pilih yang resleting belakang , digunakan untuk membentuk tubuh pengantin wanita Angkin: kain yanng digunakan untuk menutupi stagen dan long torso, warnanya merah, hijau atau hitam, lihat gambar diatas nahhh... penjelasan diatas itu untuk busana pengantin wanita , mari kita mengulik busana pengantin pria ini adalah gaya busana pengantin pria untuk corak khas solo, khusus baju ini disebut dengan busana pangeran ( beskap kembar) , dilihat dari cara berpakaiannya memiliki cir sebagai berikut : SELOP terbuat dari kain beludru warna hitam, dihiasi bordir Kain batik yang dikenakan adalah kain batik sidomukti, sido mulyo, atau sido asih , tergantung dari kain batik yang dipakai mempelai wanita Sabuk : sabuk dan boro terbuat dari bahan cinde Epek dan timang : epek berwarna hitam sedangkan timang berwarna keemasan dengan permata Kemeja : kemeja dengan kerah dan mansyet Kalung disebut juga kalung ulur atau kalung karset Baju : menggunakab baju beskap kembar atau sama dengan motif baju yang dipakai oleh penganin putri Destar : destar disebut juga blangkon warna sesuai dengan motif kain batik yang digunakan oleh penganti wanita dilengkapi dengan bros dibagian tengah disebut dengan jepitan Keris : keris yang digunakan berbentuk ladrang pada ukiran keris dimasukkan bunga yang disebut dengan kolong keris Sumping dibuat dari bunga melati sengah mekar diletakkan pada bagian telinga kanan dan kiri

interpretasi cerpen adalah pemaknaan atau penafsiran makna yang terkandung dalam cerpen sebagai pesan dari pengarang

Last Update: 2014-09-30
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Nama Aliando Syarief mulai banyak diperbincangkan karena parasnya yang tampan. Saat ini, Aliando Syarief menjadi idola remaja putri terlebih lagi saat membintangi sinetron Ganteng-Ganteng Serigala. Hal ini terbukti di akun twiiter Aliando sendiri @alysyarief ia banyak menuai pujian dari para followernya. Pemeran Digo dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala itu sebenarnya sudah lama berkutat di dunia akting.s Dia lebih sering bermain di serial FTV seperti Petaka Homeschooling. Garuda Di Dadaku 2 adalah film yang ia bintangi. Pemilik nama lengkap Muhammad Ali Syarief ini masih berumur 17 tahun. Ia tidak hanya mengandalkan parasnya yang tampan saja, tetapi aktingnya tidak diragukan lagi. Cowok kelahiran 26 Oktober ini merupakan keturunan Arab-Indo dimana sang ayah adalah orang Arab asli. Sinetron yang ia bintangi sekarangpun menjadi trending topic di jejaring social twitter.

gawenen pengalaman pribadhi sing paling nengsemake

Last Update: 2014-09-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Nama lengkap Francesco Totti Tanggal lahir 27 September 1976 (umur 37) Tempat lahir Rome, Italia Tinggi 1,80 m (5.9 kaki) Posisi bermain Penyerang Informasi klub Klub saat ini Roma Nomor 10

Nama lengkap Francesco Totti Tanggal lahir 27 September 1976 (umur 37) Tempat lahir Rome, Italia Tinggi 1,80 m (5.9 kaki) Posisi bermain Penyerang Informasi klub Klub saat ini Roma Nomor 10google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Menurut babat, Syeikh Mursyahadatillah yang nama ali ketika mudanya Pangeran Walangsungsang adalah putra Raja Pajajaran IX, lengkapnya Pangeran Walangsungsang bin Prabu Siliwangi bin Raja Mundingkawati bin Angga Larang bin Banyak Wangi bin Banyak Larang bin Susuk Tunggal bin Wastu Kencana bin Lingga bin Linggahiang bin Ratu Sari Purba bin Raja Ciung Wanara. Disamping itu masih ada beberapa julukan lain, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Gagak Lumayung, Nama julukan ketika menjadi Pendekar 2. Pangeran Cakrabuana, Nama julukan setelah berhasil menyempurnakan ilmu cakrabirawa warisan dari MBAH KUWU SANGKAN dan babat tanah Cirebon 3. Somadullah, Nama julukan karena mampu menyelesaikan pendidikannya di Samodra Pasai dan Jazirah Arab 4. Abdullah Iman, Nama julukan yang diberikan sang Guru sekembalinya ia menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah 5. Sri Mangara, Nama julukan ketika ia di anggkat menjadi kuwu Cirebon menggantikan sang mertua Ki Gde Alang alang 6. Syeikh Mursyahadatillah, Nama julukan setelah menghabiskan hari-hari tuanya untuk kerja da’wah

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

(Suara Gendhing Jawa) Alkisah pada suatu hari, Rama diutus oleh Prabu Desarata untuk bertapa di hutan Dandaka. Ia ditemani oleh istrinya yaitu Shinta dan adiknya Laksmana. Mereka bersama-sama pergi ke hutan Dandaka untuk melaksanakan amanah dari Prabu Desarata. Siang itu, setelah berjalan begitu jauh dari Ayodya, akhirnya mereka sampai di hutan Dandaka. Rama : “Dinda, sepertinya kita sudah sampai, apa dinda capek?” Shinta : “Tidak kakanda, selama aku ada disampingmu aku tidak akan pernah merasa capek” Rama : “Ah…! Dinda ini bisa aja! Aku jadi tersandung...” Shinta : “Lho… Kok tersandung Kakanda?” Rama : “Eh… tersanjung maksudku, Dinda!” Shinta : “Oh… Tersanjung! Aku kira kakanda tersinggung dengan perkataanku...” Rama : “Ya tidaklah istriku, kata-katamu itu…! Hem… Begitu indah dan sangat menyejukkan jiwaku.” Shinta : “Ah…Kanda !” (memukul Rama lembut) Rama : “Aduh, Dinda…! Dari tadi kok kita asyik menyanjung – nyanjung diri sendiri, sampai–sampai kita lupa kalau kita ditemani adik kita tercinta.” (menengok Laksmana yang ada di dekat mereka) Shinta : “Oh iya! Sini adikku, kenapa masih disitu?” (menghampiri Laksmana) “Maaf ya Dik Laksmana, bukan maksud kami anu... Anu...”(belum selesai ngomong kemudian dipotong oleh Laksmana) Laksmana : “Sudahlah Kak Shinta, tidak apa–apa! Lagi pula aku juga senang melihat keakraban Kak Rama dan Kak Shinta.” Shinta : “Kamu memang adik yang baik laksmana. Kanda sangat beruntung punya adik sebaik dik Laksmana!” (menengok ke arah Rama) Rama : “Betul Dinda! Laksmana memang adik yang sangat baik.”(menepuk pundak Laksmana) Laksmana : “Sudahlah, Kak Shinta dan Kak Rama tidak usah memuji aku terus. Nanti keterusan sampai malam dan akhirnya kita tidak punya tempat untuk istirahat. Ehm … !! Kak, bagaimana kalau kita mendirikan tenda disini saja. Sepertinya disini tempatnya sangat teduh dan lapang.” Rama : “Ya!” (mengangguk–anggukkan kepalanya) “Bagaimana menurut Dinda?” Shinta : “Iya Kanda, lebih baik kita mendirikan tenda disini saja.” Rama : “Baik! kalau begitu kita mendirikan tenda disini! Dik Laksmana, tolong ambilkan tendanya di tas !” (lalu mendirikan tenda bersama Laksmana dan Shinta membuatkan minum untuk Rama dan Laksmana) Shinta : “Kakanda, Kakanda pasti capek. Ini diminum dulu airnya, supaya capeknya hilang.” (mengusap dahi Rama dengan selendang)“Adik Laksmana juga, istirahat dulu! Nanti diteruskan lagi, ini diminum airnya.” Laksmana : “Iya .. Kak shinta! Sebentar lagi, nanggung … !”(masih sibuk membenarkan tenda) Rama : “Sudahlah, Dik! Benar apa yang dikatakan kakakmu Shinta, istirahat dulu nanti diteruskan!” Laksmana : “Ya sudaaah… Aku istirahat...” (menghentikan pekerjaannya lalu duduk di dekat Rama dan meminum minumannya) Di saat yang sama tetapi di tempat yang berbeda, Sarpakenaka, Rahwana, dan Mak Lemper sedang mengamati keromantisan Rama Shinta dari bola kristal. Mereka mengamati dengan penuh rasa sakit. Sakit teramat sakit melihat kemesraan pasangan suami istri itu. Sarpakenaka : "Huh... Ini tidak adil!! Mengapa hal itu harus terjadi padaku? Aku tidak suka melihat mereka bahagia. Karena Rama harus suamiku... Huhuhu... Simbok!!" (menangis) MakLemper : "Keep silent, sayang... Tenang..." Sarpakenaka : "Ya Tuhan .. Simbok, lihatlah mereka, mereka terlihat begitu dekat, aku tidak tahan melihatnya. Hatiku merasa seperti diiris pisau tajam, huhuhu ... Ini perih!" (masih menangis) MakLemper : "Tarik nafas... Hembuskan... Jangan khawatir... Simbok akan membantu..." Sarpakenaka : (meratap menangis) "Kanda Rahwana! Apa yang harus kita lakukan? Mengapa Kanda tidak mengatakan apa-apa? Bukankah Kanda juga mencintai Shinta? Mengapa Kanda membiarkan mereka, ha? Mengapaaa!?" (dramatis bin alay) Rahwana : "Kau begitu berisik!! Aku diam bukan berarti akutak peduli!Aku sedang berpikir! Aku tak sepertimu yang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu!!Dasar bocah Alay!!" Sarpakenaka : "Sungguh, teganya dirimu padaku. Bagaimana bisa kau menghinaku seperti ini." MakLemper : "Hey! Hey! Hey! Jangan bertengkar!! Dengarkan aku, Sarpakenaka, Kandamu benar. Kita perlu strategi untuk memisahkan Rama dan Shinta, jadi tenanglah dahululalu berpikirlah apa yang harus kita lakukan..." Sarpakenaka : "Oke, mbok..." (terdiam sejenak untuk berpikir) MakLemper : " Yeeiiii... Aku mendapatkan ide!!" Sarpakenaka+Rahwana : "Opo idene?" Mak lemper : "Ok, sini aku kasih tau. Shinta itu salah satu gadis yang mudah tertarik dengan hal-hal menarik. Seperti kijang emas. Jadi, Rahwana... Panggil abdimu dan bawa ke sini biar ia ku jadikan kijang untuk menarik perhatian Shinta. Dan Shinta akan menyuruh Rama untuk memburunya..." Rahwana : “Wah benar juga. Lalu, Rama dan Laksmana akan meninggalkan Shinta kan, simbok? Dan aku bisa menculik Shinta dan memboyongnya ke Alengka...” MakLemper : “Tumben elo pinter.” Sarpakenaka : "Bagaimana denganku, mbok?Apakah kau hanya memikirkan nasib Kanda Rahwana?" (memelas kepada MakLemper) MakLemper : "Gadis Bodoh . Aku sedang berpikir tentang kau!!” (terdiam sejenak) “Nah jadi begini saja...” Sarpakenaka : "Pripun mbok? Apakah kau akan mengubahku menjadi Shinta atau apa?” MakLemper : "Pandai. Setelah Shinta diambil oleh Rahwana, aku akan mengubahmu menjadi Shinta dan kamu akan hidup selamanya dengan Rama..." Sarpakenaka : "Benarkah?? Terima kasih banyak simbokku tercinta... (Sarpakenaka mencium pipi ibunya) Rahwana : "Baguslah... Kalau begitu aku akan segera memanggil abdi kepercayaanku." (mengambil HP, mencoba menelpon, SMS) “Ehm, simbok,ada sedikit masalah... Aku sudah menghubunginya lewat SMS, BBM, facebook, twitter. Tapi, dia tak menjawab...” MakLemper : "Apakah kau sudah memanggilnya melalui telepon?" Rahwana : "Belum. Ini karena aku tak punya pulsa, hehe... Aku kan raja yang kere..." Sarpakenaka : "Ckkk .... Bilang saja kau ingin ku kirimi pulsa. Memalukan!! Bagaimana bisa seorang raja Alengka, pulsa saja tidak punya. Bagaimana kau menghidupi rakyatmu kelak?" Rahwana : "Itu bukan memalukan. Itu namanya hemat uang, Nduk.” (mengelus kepala Sarpakenaka) Sarpakenaka : “Ya sudah, aku mau manicure pedicure bersama artis Hollywood di Los Angeles. Nanti setelah Rahwana menculik Shinta, panggil aku agar aku ke sini...” (Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper) Seusai Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper, mereka masih menunggu datangnya abdi Rahwana hingga lumutan. Akhirnya, setelah lima jam menunggu, tiga abdi Rahwana datang, mereka bernama Maricha, Bharata, dan Angkara. Rahwana : “Beraninya kau membuat kita menunggu untuk waktu yang lama.Kau ingin dikutuk menjadi batu?? Heh?" (menempeleng kepala abdinya) Maricha : "Maafkan kelancangan kami, Yang Mulia. Ini salahku. Internetnya tidak terhubung, sehingga hamba tidak bisa berselancar di Facebook dan Twitter. Rahwana : "Ah , kau bicara terlalu banyak. By the way, aku punya tugas besar untukmu, datang ke sini..." (Rahwana membisikkan sesuatu pada abdi-abdinya) Bharata : "Hamba siap untuk melakukan perintah Anda, Yang Mulia. Hamba tidak akan membuat Anda kecewa.” MakLemper : "Baik. Sekarang, berdiri di sana dan pegang tongkat kayu ini, aku akan mengubahmu menjadi kijang emas, Maricha. Dan kau, Bharata dan Angkara, ku ubah kau menjadi kijang hitam sebaga pengiring Maricha. Apakah kau siap?" (bersiap memantrai abdi) Angkara : “Lha kata Yang Mulia Rahwana tadi, kami disuruh menarik perhatian Shinta. Kok malah jadi kijang? Maksudnya bagaimana?” MakLemper : “Begini, setelah kalian nanti aku ubah menjadi kijang, aku perintahkan kalian untuk menarik perhatian Shinta dengan tarian kijang!” Maricha : “Terus setelah hamba menari, apa yang harus hamba lakukan Baginda?” Rahwana : “Aduh…! Begok banget sih. Katrok–katrok! Setelah kamu menari dan kamu melihat mereka sudah tertarik untuk memburu kamu. Kamu langsung lari saja supaya Rama dan Laksmana lari mengejar kamu dan akhirnya Shinta ditinggal sendirian. Nah… Setelah itu aku bisa membawa lari Shinta! Paham?” Angkara : “Kami paham, Baginda...” Bharata : “Ibunda Ratu Mak Lemper... Kami sudah siap untuk kau ubah...” MakLemper : "Hopla. Beri aku A , Beri aku B , Beri aku C , ABC .... Ambil perubahan!” Mak Lemper mengucap mantranya dan mulai mengubah ketiga abdi itu. Dalam sekejap, Angkara,Bharata, dan Maricha berubah menjadi tiga ekor kijang. Usai itu, ketiga kijang tadi segera berlarin menuju peristirahatan Rama Shinta di hutan Dandaka dan segera menjalankan misinya. Mereka menaritarian kijang dengan lincah dan menarik perhatian Shinta. Shinta : “Kanda, dik Laksmana, lihat! Kijang-kijang itu cantik sekali!!” (menunjuk kijang-kijang yang menari) Rama : “Iya Dinda, betapa indahnya gerakan mereka!” Laksmana : “Iya Kak, kijang-kijang itu lucu sekali!” Shinta : “Kanda, lihat! Ada kijang yang bertanduk emas, aku ingin sekali kijang emas itu, Kanda! Kanda mau kan menangkap kijang itu untukku?” Rama : “Apa kamu sangat menginginkannya, istriku ?” Shinta : “Iya kanda ! kanda mau kan menangkapnya untukku?” (sangat berharap ) Rama : “Baiklah, demi kau istriku yang sangat aku sayangi dan aku cintai, aku akan memburu kijang emas itu untukmu” (menyiapkan perlengkapan untuk memburu) “Dan kamu adikku, tolong jaga kakakmu, Shinta, selama kakak pergi memburu kijang itu. Karena aku takut nanti Rahwana tiba-tiba datang dan membawa pergi Shinta.” Laksmana : “Iya kak! Saya mengerti , tenang saja kak aku akan menjaga kak shinta sampai titik darah penghabisan.” ( sambil mengepalkan tangan keatas ) Rama : “Baiklah adikku, aku percaya kepadamu, pokoknya jangan kemana-mana sampai nanti aku kembali.” Shinta : “Hati-hati ya kanda .. ! aku yakin kanda pasti akan segera kembali dengan membawa kijang emas itu untukku” ( sambil mencium tangan rama ) “Kanda, aku sangat mencintaimu” ( sambil memegangi tangan Rama ) Rama : “Aku juga sangat mencintaimu dinda !”( mengusap rambut sinta ) “Ya sudah , aku berangkat sekarang, nanti keburu kijangnya kabur .” “Jaga kakakmu yah!” (menepuk pundak Laksmana lalu pergi) Laksmana : “Iya kak, percaya sama saya. TiTi DJ kak !”( sambil melambaikan tangan) Setelah Rama pergi, Shinta dan Laksmana membereskan barang-barang ke dalam tenda. Di balik pohon beringin, Rahwana tetap mengintai dengan bola kristal hasil ngutang dari Mak Lemper. Ia bingung memikirkan Laksmana yang tidak ikut memburu kijang emas itu. Rahwana : “Aduhhh…. ! bagaimana ini Durya, kenapa Laksmana tidak ikut memburu kijang. Padahal bayanganku Laksmana ikut mengejar kijang emas itu. Nah … ! Sekarang bagaimana supaya Laksmana terpisah dengan Shinta ? (menengok Durya yang diam saja) Durya … ! kamu kok diam saja, bantu aku mikir donk !” Durya : “Hamba diam ini juga lagi mikir baginda! Sambil searching, mumpung ada wi-fi” Rahwana :“Oo..! ya sudah sekarang kita pikirkan bersama.” Lima, sepuluh, lima belas, bahkan dua puluh menit lamanya mereka memikirkan cara untuk menyingkirkan Laksmana dari sisi Shinta. Ide-ide bodoh muncul di pikiran mereka, tetapi Laksmana pasti bisa mengatasi ide-ide itu. Mereka terus berpikir keras dan memeras otak untuk menemukan cara terjitu untuk menjalankan misi ini. Durya : “Nah! Ketemu!” Rahwana : “Hus … ! jangan teriak-teriak, nanti mereka dengar!” Durya : “Maaf baginda ! kelepasan baginda , hamba sudah menemukan caranya.” Rahwana : “Iya , bagaimana ?” Durya : “Begini baginda” ( sambil berbisik ) Rahwana : “Bagus ! ide kamu bagus sekali, ternyata kamu pintar juga Durya ?” Durya : “Iya dong baginda! Hamba kan lulusan S2 SMP N 1 Godean! Di sana muridnya pinter-pinter! Gurunya asik lagi! Makanya, sekolah di Negsago!” Rahwana : “Ciyus? sama dong kaya’ aku !” Durya : “wah … sama dong kita baginda ?” Rahwana : “Heh , enak aja lho mau nyamakan aku dengan kamu, sudah sudah kok malah bercanda ( serunya dengan keras ) sekarang aku akan merubah suaraku menjadi suara rama. Hem … Shinta ! kau pasti akan jadi milikku!”(serunya dengan yakin) Setelah Shinta dan Laksamana selesai membereskan barang-barang mereka yang ada di dalam tenda, mereka mulai beristirahat. Tapi, tiba-tiba mereka mendengar jeritan Rama. Rama seakan minta tolong. Apakah yang terjadi? Pikirkanlah hal itu… Rahwana : “Tolong! Tolong! dik laksmana tolong aku!”(teriaknya dengan suara menyerupai rama, sembunyi di balik pohon) “Hihihi… Durya… Pasti ini berhasil…” (lirih) Shinta : “Dik laksmana ! apa kamu mendengar sesuatu ?” Laksmana : “iya kak ! itu kak Rama, bahkan teriakan itu memanggil namaku. aku yakin itu kak Rama ! kak rama butuh bantuan, aku harus menolongnya” ( ucapnya dengan nada khawatir ) Shinta : “iya dik! kamu pergi saja menolong kakanda sekarang biar aku disini saja menjaga barang-barang kita” Laksmana : “Tapi kak, aku sudah berjanji pada kak rama untuk menjaga kak shinta” Shinta : “Tidak apa-apa dik ! sekarang kakanda membutuhkan bantuan dik laksmana. Dik laksmana tenang saja. Aku disini baik-baik saja !” Laksmana : “Baik aku akan menolong kak rama. Tapi aku akan membuatkan perlindungan dulu untuk kak shinta (Laksmana membuat lingkaran sakti yang akan menjaga Shinta dari apapun) Laksmana : “Kak shinta , tolong sekarang kakak masuk dalam bundaran ini !” Shinta : “Ini apa dik ?”( sambil masuk kedalam bundaran sakti ) “kok dik laksmana malah ngajak main ?” Laksmana : “Houm …… !” (membaca mantra) “hap! Nah sekarang bundaran ini sudah menjadi bundaran sakti” Shinta : “Bundaran Sakti ?” Laksmana : “Iya , bundaran sakti ini tidak bisa ditembus atau dimasuki oleh siapapun, jadi kak shinta tidak akan bisa disentuh oleh siapapun. Tapi kalau kak shinta keluar, kak shinta tidak akan bisa masuk lagi kedalam bundaran ini.” Shinta : “Baiklah kalau begitu! sekarang kamu sudah bisa tenang kan meninggalkan aku?” Laksmana : “Iya kak, tapi kak shinta harus janji tidak akan keluar dari bundaran sakti ini. Sampai aku dan kak rama kembali !” Shinta : “Iya, kak sinta janji, sekarang kamu berangkat selamatkan kak Rama ya ?” Laksmana : “Baik, aku berangkat! Doakan ya kak! aku akan segera kembali” ( pamit dengan membawa seperangkat alat memanah ) Laksmana segera melesat secepat angin menyusul Kakaknya, Rama. Sedangkan Rahwana yang sudah berhasil dalam mengusir Laksmana masih tetap bingung. Ya, dia bingung akan bagaimana caranya mengeluarkan Shinta dari lingkaran sakti itu lalu memboyongnya ke Alengka. Rahwana : “Aduh! Bagaimana ini? Aku kira setelah Laksmana pergi, aku langsung bisa membawa Shinta, tapi sekarang aku malah tidak bisa menyentuh Shinta sama sekali” ( sambil mondar-mandir dan mengepalkan tangannya ) “Durya, bagaimana ? Apa kamu tidak punya ide lagi?” Durya : “Mohon maaf baginda, sepertinya kali ini hamba benar-benar tidak tau bagaimana caranya mengambil Dewi Shinta dari bundaran sakti itu, karena hamba yakin tidak akan mampu menembusnya !” Rahwahna : “Ah, gimana sih kamu itu! katanya ngaku lulusan sekolah lor Pasar Godean itu, ada masalah gini aja bingung .” Durya : “Tapi baginda juga bingungkan?” Rahwana : “Jadi kamu ngledek aku? Iya?!” (membentak sambil menoyor kepala Durya) Durya : “Ampun Baginda! Hamba tidak bermaksud seperti itu!” Rahwana : “Ya sudah sekarang kita mikir lagi!” (terdiam sambil mondar mandir) Rahwana : “Nah! Aku sekarang punya ide!” Durya : “Bagaimana baginda?” ( mendekati rahwana ) Rahwana : “Begini....” ( sambil berbisik ) Durya : “siap baginda ! hamba siap melaksanakannya” Rahwana : “Tidak, kali ini biar aku yang melakukannya, biar nanti aku bisa langsung membawa shinta pergi ke Istanaku” Durya : “Oh … baik baginda !” ( sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ) Rahwana : “Tapi kamu tetap disini mengawasi, siapa tau Rama dan Laksmana nanti kembali. Dan kamu harus menghadangnya, apapun caranya !” Durya : “Siap baginda !” Rahwana : “Bagus. sekarang aku akan merubah wujudku menjadi seorang lelaki yang tua renta. Houm!” (membaca mantra, sementara itu Durya memasangkan aksesoris ke Rahwana) “Hap!” Kakek : “Bagus kan?? Baik, aku akan kesana dan kamu jaga disini, Durya !” Durya : “Keren, Baginda… Good luck baginda! Cemungutt eeaakk! Go Bagind

muter Jawa Ramayana

Last Update: 2014-09-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Anoman Anoman (Sanskerta: हनुमान्; Hanuman) atau Hanumat (Sanskerta: हनुमत्; Hanumat), Uga disebut sebagai Raden, adalah salah satu dewa Huma kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis Huma wiracarita Ramayana YANG PALING terkenal. Ia adalah seekor Kéra putih dan merupakan Putera Batara Bayu dan Anjani, Saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut Jaket Kulit Serat Pedhalangan, tokoh Anoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, Nanging Huma pengembangannya tokoh ini Uga kadangkala PLACES Huma serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh Antar Zaman. Di India, HANOMAN dipuja sebagai dewa cewek dan beberapa Kuil didedikasikan Dompet memuja dirinya. daftar ISI 1 Kelahiran 2 Masa kapten 3 Pertemuan dengan Rama 4 Petualangan mencari Sita 4.1 Pergi ke Alengka 4.2 Terbakarnya Alengka 5 ketakutan ngan 6 Kehidupan selanjutnya 7 doel dan pemujaan 8 Anoman Huma pewayangan Jawa 8.1 Kelahiran 8,2 Mengabdi pada Sugriwa 8,3 Melawan Alengka 8,4 pengertian Dompet Anoman 8,5 Anggota Keluarga 8,6 Kematian 9 Lihat Pula 10 pasangan bathari Luar Kelahiran Anoman lahir pada masa Tretayuga sebagai Putera Anjani, seekor Wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan widadari, bernama Punjikastala. Nanging ndamel heboh amargi suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai Wanara wanita. Kutukan Ditapi ujan berakhir apabila ia melahirkan seorang Putera Yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor Wanara perkasa. Bersama benteng singers..alias dengan Kesari, Anjani melakukan Tapa ke hadapan Siwa godher Siwa bersedia menjelma sebagi Putera gapura. Ndamel heboh amargi Siwa terkesan dengan pemujaan Yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan gapura dengan turun ke dunia sebagai Anoman. Salah satu versi menceritakan bahwa anak kampung Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya Dompet memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa Makanan Dompet dibagikan kepada tiga istrinya, Yang di kemudian Hari melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Atas kehendak dewatà, seekor burung merenggut Ustad Makanan Ditapi, dan menjatuhkannya di atas puwuh rindu Anjani sedang bertapa. Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan Makanan Ditapi godher Panggung Sandiwara di tangan Anjani. Anjani memakan Makanan Ditapi, lalu lahirlah Anoman. Tumenggung lukisan India. Huma gambar tampak Anoman menghadap Rama bersama benteng singers..alias istrinya Sita, dan Laksmana (paling kanan). Salah satu versi mengatakan bahwa Anoman lahir secara Kenapa sengaja ndamel heboh amargi hubungan Antara Bayu dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu Hari, Dewa Bayu banyakin Kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani Marah ndamel heboh amargi merasa dilecehkan. Nanging Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani Kenapa Margo ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani Bukan di badannya, Nanging di Huma hatinya. Bayu Uga berkata bahwa kelak Anjani Margo melahirkan seorang Putera Yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling Singapura di Antara para Wanara. Sebagai Putera Anjani, Anoman dipanggil Anjaneya (diucapkan "Aanjanèya"), Yang secara harfiah berarti "lahir dari Anjani" atau "Putera Anjani". masa kapten Pada saat Anoman Masih kapten, ia mengira matahari adalah Pulau Manis Yang ujan dimakan, kemudian Terbang ke arahnya dan hendak memakannya. Dewa Indra banyakin bolte itu dan menjadi cemas dengan Safety matahari. Untuk mengantisipasinya, ia melemparkan petirnya ke purba Anoman sehingga Kéra kapten itu Panggung Sandiwara dan menabrak gunung. Ganti bolte itu, Dewa Bayu menjadi Marah dan berdiam diri. Akibat tindakannya, Statistik Makhluk di bumi menjadi lemas. Para Dewa pun memohon kepada Bayu godher menyingkirkan kemarahannya. Dewa Bayu menghentikan kemarahannya dan Anoman diberi hadiah melimpah ruah. Dewa Brahma dan Dewa Indra memberi Anugerah bahwa Anoman Margo kebal dari segala Senjata, Serta kematian Margo datang Wonderful dengan kehendaknya Lengganglenggung Badai Lautku. Developme dari itu, Anoman menjadi Makhluk Yang abadi atau Ciranjiwin. Pertemuan dengan Rama Patung Anoman Yang dibuat pada masa Dinasti Chola, Abad ke-11. Pada saat ganti Rama dan Laksmana datang ke Kiskenda, Sugriwa merasa cemas. Ia berpikir bahwa gapura adalah utusan Subali Yang dikirim Dompet membunuh Sugriwa. Kemudian Sugriwa memanggil prajurit andalannya, Anoman, Dompet menyelidiki maksud kedatangan Dua orang Ditapi. Anoman menerima pengertian Ditapi kemudian ia menyamar menjadi brahmana dan mendekati Rama dan Laksmana. Saat bertemu dengan Rama dan Laksmana, Anoman merasakan ketenangan. Ia Kenapa ganti adanya Tanda-Tanda permusuhan dari Kedua Pulang itu. Rama dan Laksmana Uga terkesan dengan Etika Anoman. Kemudian gapura bercakap-cakap dengan Sangka. Tibake menceritakan riwayat hidupnya masing-masing. Rama Uga menceritakan keinginannya Dompet menemui Sugriwa. Ndamel heboh amargi Kenapa Curiga di lagi kepada Rama dan Laksmana, Anoman Kembali ke wujud asalnya dan mengantar Rama dan Laksmana menemui Sugriwa. Petualangan mencari Sita Huma misi membantu Rama mencari Sita, Sugriwa mengutus Burung Wanara-nya godher pergi ke seluruh pelosok bumi Dompet mencari Tanda-Tanda keberadaan Sita, dan membawanya ke hadapan Rama kalau mampu. Burung Wanara Yang dikerahkan Sugriwa dipimpin oleh Anoman, Sarana Indah, Nila, jembawan, dan Lain-lain. Tibake menempuh Perjalanan berhari-Hari dan menelusuri Tumenggung gua, kemudian Sagita dan menemukan kota Yang berdiri Megah di dalamnya. Atas keterangan Swayampraba Yang Tinggal di sana, kota Ditapi dibangun oleh Arsitek Mayasura dan sekarang Sepi ndamel heboh amargi Maya pergi ke alam para Dewa. Lalu Anoman menceritakan maksud perjalanannya dengan panjang lebar kepada Swayampraba. Atas bantuan Swayampraba Yang sakti, Anoman dan Wanara lainnya lenyap dari gua dan berada di Tumenggung pantai Huma sekejap. Di pantai Ditapi, Anoman dan Wanara lainnya bertemu dengan Sempati, burung tangga humor singkat YANG NGGAK bersayap. Ia Karanggawing sendirian di pantai Ditapi sambil Jaipongan Kembang Gadung Si bangkai hewan Dompet dimakan. Ndamel heboh amargi ia mendengar percakapan para Wanara mengenai Sita dan kematian Jatayu, Sempati menjadi sedih dan meminta godher para Wanara menceritakan Kejadian Yang sebenarnya terjadi. Sarana Indah menceritakan dengan panjang lebar kemudian meminta bantuan Sempati. Atas keterangan Sempati, para Wanara tahu bahwa Sita ditawan di Tumenggung Istana Yang teretak di Kerajaan Alengka. Kerajaan Ditapi dipréntah oleh raja tangga humor singkat bernama Rahwana. Para Wanara berterima kasih setelah menerima keterangan Sempati, kemudian gapura memikirkan cara godher sampai di Alengka. Pergi ke Alengka Ukiran tanah Liat Yang menggambarkan Anoman sedang mengangkat Gunung Dronagiri. Ndamel heboh amargi bujukan para Wanara, Anoman teringat Margo kekuatannya dan Terbang menyeberangi lautan godher sampai di Alengka. Setelah ia menginjakkan kakinya di sana, ia menyamar menjadi monyet kapten dan mencari-cari Sita. Ia ganti Alengka sebagai Benteng pertahanan Yang Kuat sekaligus kota Yang dijaga dengan ketat. Ia ganti penduduknya menyanyikan mantra-mantra Weda dan lagu pujian kemenangan kepada Rahwana. Nanging tak jarang ada orang-orang bermuka kejam dan buruk dengan Senjata lengkap. Kemudian ia datang ke Istana Rahwana dan mengamati wanita-wanita cantik Yang tak terhitung jumlahnya, Nanging ia Kenapa ganti Sita Yang sedang Om. Setelah mengamati ke sana-kemari, ia memasuki Tumenggung taman Yang Masih rajztanulá diselidikinya. Di sana ia ganti wanita Yang tampak sedih dan Murung Yang diyakininya sebagai Sita. Kemudian Anoman banyakin Rahwana merayu Sita. Setelah Rahwana Sulit dengan rayuannya dan pergi meninggalkan Sita, Anoman menghampiri Sita dan menceritakan maksud kedatangannya. Mulanya Sita Curiga di, Nanging kecurigaan Sita petang saat Anoman menyerahkan Cincin milik Rama. Anoman Uga menjanjikan bantuan bwat segera tiba. Anoman menyarankan godher Sita Terbang bersamanya ke hadapan Rama, Sita Nanging menolak. Ia mengharapkan Rama datang sebagai ksatria sejati dan datang ke Alengka Dompet menyelamatkan dirinya. Kemudian Anoman TANYA Restu dan pamit dari hadapan Sita. Sebelum pulang ia memporak-porandakan taman Asoka di Istana Rahwana. Ia membunuh ribuan Tentara termasuk prajurit Pilihan Rahwana penggabungan Jambumali dan baana. Akhirnya ia dapat ditangkap Indrajit putra Penghulu Rahwana sekaligus putra Mahkota Kerajaan Alengka dengan Senjata Brahma Astra. Senjata itu memilit tubuh HANOMAN. Nanging kesaktian Brahma Astra lenyap saat Tentara tangga humor singkat menambahkan Tali jerami. Indrajit Marah bercampur Kecewa ndamel heboh amargi Brahma Astra ujan dilepaskan Anoman kapan saja, Nanging Anoman Masih bereaksi ndamel heboh amargi Jaipongan Kembang Gadung Si saat Yang tepat. Terbakarnya Alengka Ketika Rahwana hendak memberikan hukuman mati kepada Anoman, Wibisana palo Kandung Rahwana membela Anoman godher hukumannya diringankan, mengingat Anoman adalah seorang utusan. Kemudian Rahwana menjatuhkan hukuman godher Ekor Anoman dibakar. Ganti bolte itu, Sita berdo'a godher api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Ndamel heboh amargi do'a Sita kepada Dewa Agni terkabul, api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Lalu ia memberontak dan melepaskan Brahma Astra Yang mengikat dirinya. Dengan Ekor menyala-Nyala penggabungan obor, ia membakar kota Alengka. Alengka kota pun menjadi lautan api. Setelah menimbulkan kebakaran ngan, ia menceburkan diri ke laut godher api di ekornya Mo Weed. Penghuni Surga memuji keberanian Anoman dan berkata bahwa CHATING kediaman Sita, kota Alengka dilalap api. Dengan membawa kabar Gembira, Anoman menghadap Rama dan menceritakan keadaan Sita. Setelah itu, Rama menyiapkan Burung Wanara Dompet menggempur Alengka ketakutan ngan Anoman diperankan Huma Yakshagana, drama nggak dari Karnataka. Huma ketakutan ngan Antara Rama dan Rahwana, Anoman membasmi kaos Tentara para raksasa. Saat Rama, Laksmana, dan Bala tentaranya Yang lain terjerat oleh Senjata Nagapasa Yang sakti, Anoman pergi ke Himalaya atas Saran jembawan Dompet menemukan Anime & Cartoon obat. Ndamel heboh amargi Tidak tahu Persis bagaimana Lokasi-Lokasi POHON Yang dimaksud, Anoman memotong gunung Ditapi dan membawa potongannya ke hadapan Rama. Setelah Rama dan prajuritnya pulih Kembali, Anoman melanjutkan pertarungan dan membasmi kaos Burung para raksasa. Kehidupan selanjutnya Setelah ketakutan ngan melawan Rahwana berakhir, Rama hendak memberikan hadiah Dompet Anoman. Nanging Anoman menolak ndamel heboh amargi ia Wonderful ingin godher Sri Rama bersemayam di Huma hatinya. Rama mengerti maksud Anoman dan bersemayam secara rohaniah Huma jasmaninya. Akhirnya Anoman pergi bermeditasi di puncak gunung mendo'akan Safety dunia. Pada Zaman pratapan punika, Anoman bertemu dengan Bima dan Arjuna dari Lingkungan keraton pakèwêd. Dari pertemuannya dengan Anoman, Arjuna menggunakan Lambang Anoman sebagai panji keretanya pada saat Bharatayuddha. Doel dan pemujaan Di negara India Yang didominasi oleh agama Hindu, terdapat kaos Kuil Dompet memuja Anoman, dan rindu pun ada gambar awatara Wisnu, pestamu ada gambar Anoman. Kuil Anoman ujan ditemukan di kaos pulut di India dan konon Banten di sekeliling Kuil itu terbebas dari tangga humor singkat atau kejahatan. Beberapa Kuil Anoman Yang terkenal adalah: Kuil Anoman di Nerul Navi, Mumbai, India. Puncak monyet, Himachal Pradesh, India. Kuil Jhaku, Himachal Pradesh, India. Kuil Sri Suchindram, India, India. Sri Hanuman Vatika, Orissa, India. Kuil Saakshi Hanuman, India, India. Shri Krishna Matha (Kuil Krishna), Keeramangalam. Krishnapura Matha, Krishnapura dekat Marina Surathkal. Kuil Ragigudda Anjaneya, Jayanagar, Bangalore. Hanumangarhi, Ayodhya. Kuil Sankat Mochan, Benares. Kuil Hanuman, dekat Marina Nuwara Eliya, Sri Lanka. Salasar Balaji, Kabupaten Churu, Rajasthan. Kuil Mehandipur Balaji, Rajasthan. Ada Balaji, di puwuh Suaka Sariska, Alwar, Rajasthan. Wisata Kerajinan Kuil Maruthi di Maharashtra. Kuil Shri Hanuman di Endah Place, New Delhi. Shri Baal Hanumaan, Tughlak Road, New Delhi. Kuil Prasanna Veeranjaneya swami, di Mahalakshmi letak, Bangalore, Karnataka. Sri Nettikanti Anjaneya Swami Devasthanam, Kasapuram, Andhra Pradesh. Yellala Anjaneya Swami, Yellala, Andhra Pradesh. Pura Sri Mahavir, Patna, Bihar. Kuil Sri Vishwaroopa Anchaneya, India, India. Anoman Huma pewayangan Jawa Wayang Raden versi Yogyakarta. Wayang Raden versi Surakarta. Anoman Huma pewayangan Jawa merupakan Putera Bhatara Guru Yang menjadi murid dan anak angkat telpon Bathara Bayu. Anoman Lengganglenggung Badai Lautku merupakan tokoh lintas Generasi sejak Zaman Rama sampai Zaman Jayabaya. Kelahiran Anjani adalah Puteri Penghulu Resi Gotama Yang terkena kutukan sehingga berwajah Kéra. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di Telaga Madirda. Suatu Ketika, Batara Guru dan Batara Narada Terbang melintasi angkasa. Saat banyakin Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan online mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya asam dengan daun (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke Telaga. Daun Sinom itu Panggung Sandiwara di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para Un widadari Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi Kéra berbulu putih, sedangkan dirinya Lengganglenggung Badai Lautku Kembali berwajah cantik dan dibawa ke Kahyangan sebagai widadari. Mengabdi pada Sugriwa Bayi berwujud Kéra putih Yang merupakan Putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Anoman Kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, panerus Sugriwa, raja Kéra Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, panerus Subali, paman Anoman lainnya. Anoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya Yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa Dompet mengalahkan Subali, dan bersama benteng singers..alias menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama Yang diculik Rahwana murid Subali. Melawan Alengka Anoman sebagai maskot SEA Games di Jakarta Tahun 1997. Pertama-Tama Anoman menyusup ke Istana Alengka Dompet menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia kering kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Anoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa Ditapi terkenal dengan sebutan Anoman Obong. Setelah Anoman Kembali ke tempat Rama, Burung Kéra pun berangkat menyerbu Alengka. Anoman tampil sebagai Pahlawan Yang kaos membunuh Burung Alengka, misalnya Surpanaka (Sang bagaskara) palo Rahwana. Pengertian Dompet Anoman Huma ketakutan Terakhir Antara Rama kewalahan menandingi Rahwana Yang memiliki Aji Pancasunya, panerus kemampuan Dompet karma abadi. Plaza kali Senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu Pula Rahwana bangkit Kembali. Wibisana, palo Rahwana Yang memihak Rama segera meminta Anoman Dompet membantu. Anoman pun mengangkat Gunung Ungrungan Dompet ditimpakan di atas mayat Rahwana anak kampung Rahwana baru saja tewas di tangan Rama Dompet kesekian kalinya. Ganti kelancangan Anoman, Rama pun menghukumnya godher menjaga Kuburan Rahwana. Rama Yakin kalau Rahwana Masih karma di Bawah gencetan gunung Ditapi, dan Plaza saat ujan melepaskan roh Dompet kering kekacauan di dunia. Beberapa Tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa Dompet mencari reinkarnasi Sita, panerus Reza Mohammadnia palo Kresna. Kresna Lengganglenggung Badai Lautku adalah reinkarnasi Rama. Anoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama Putera angkat telpon Bayu. Anoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia Uga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Anoman bertindak sebagai pertapa. Anggota Keluarga Lukisan Anoman versi Thailand. Diambil di Wat Phra Kaeo, Bangkok. Berbeda dengan versi aslinya, Anoman Huma pewayangan memiliki Dua orang anak. Yang Pertama bernama Trigangga Yang berwujud Kéra putih KAYAK dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Anoman terbayang-Bayang siksa neraka Trijata, Puteri Wibisana Yang menjaga Sita. Di atas lautan, online mani Anoman Panggung Sandiwara dan menyebabkan online laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih Ditapi menjadi Trigangga. Trigangga langsung indonesia dan berjumpa dengan Bukbis, Putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Huma perang Ditapi Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana Nanging dikejar oleh Anoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di Antara Kedua Kéra putih Ditapi. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera Kedua Anoman bernama Purwaganti, Yang baru PLACES pada Zaman Pandawa. Ia menemukan berjasa Kembali Pusaka Yudistira Yang petang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang Puteri pendeta Yang dinikahi Anoman, bernama Purwati. Kematian Anoman berusia SANGAT panjang sampai bosan karma. Narada turun mengabulkan permohonannya, panerus "ingin mati", asalkan ia ujan menyelesaikan pengertian Terakhir, panerus merukunkan keturunan keenam Arjuna Yang sedang terlibat perang Saudara. Anoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana Putera, dengan Pramesti, Puteri Jayabaya. Antara Keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian Sanadyan gapura sama-sama keturunan Arjuna. Anoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya Yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Huma perang itu, Anoman Gugur, moksa bersama benteng singers..alias raganya, sedangkan Yaksadewa Kembali ke wujud asalnya, panerus Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa HANOMAN Kenapa mati Huma Huma berperang Nanging dia moksa setelah bertemu Sunan kali Jaga dan menanyakan bobotoh Yang terkandung dari jimat Kalimasada ndamel heboh amargi Dulu HANOMAN berjanji Kenapa Margo mau mati sebelum mengetahui bobotoh dari TULISAN DI Yang terkandung di Huma jimat Kalimasada.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja… Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…) seorang debby akhirnya dilahirkan pada tanggal 1-8-1993, hari minggu, pukul 12.30 , diatas rumah tradisional di desa sumberame, tepatnya di Jalan wringinanom… Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain… Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis… Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja ) Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau…. Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu main kartu,… Ada tambahan nih yang saya ingat…yaitu volly dan bilyard… Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan… Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah: 1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu… 2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali… Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah… tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. Masa Taman Kanak-Kanak Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu. Khusus ibu akan saya tulis tersendiri… Karena ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan saya sekolah di TK selama setahun. Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…). Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…) , saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali pulang lagi… TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah… satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta anak pantura , yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban… Masa Sekolah Dasar Usia sudah cukup 6 tahun rupanya untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang dekat dari rumah, saya jalan kaki terkadang juga memakai sepeda ungklik. , Pada masa MI ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi. Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung MI.SUNAN GIRI (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena mulai terasa mengeluarkan biaya yang cukup banyak Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak DASAR), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit. Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau… Pada masa MI ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota anak pantura Akhirnya sukses dengan tampil di mana mana …mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan… Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 1 krian . Berhubung standar NEM di SMP Negeri 1 krian lumayan tinggi, yaitu 33,35 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 1 wringinanom,. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini… Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai mencari pekerjaan Masih teringat jelas bagaimana saat waktu ibu bekerja kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki. Ngomong-ngomong soal hobi, hobi mmenyanyi & membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur dari waktu kcil hingga menuju puberitas, Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba nyanyi sekecamatan pada tahun 2007 Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya… Masa Sekolah Menengah Atas rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA ini, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya ingin menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan orang tua sebagaimana ia telah merawat ku dari kecil hingga dewasa.” Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan SMA Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)… Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di MA.Raden aku wringinanom. Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri…. 1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “2 tahun jadi milyader.” Akhir masa sekolah menengah keatas adalah sebuah masa menuju keperguruan tinggi dimana hari hari yang menegangkan saat mengikuti test lewat jalur umum yang kurang lebih 2 mingguan pengumuman akan dimunculkan lewat alat informasi yaitu internet Dan saat saya melihat akhirnya saya ditrima di jenjang perguruan tinggi di Stikes Yarsis yang sekarang diganti dengan nama UNUSA Surabaya, dalam hatiku berkata alhamdulillah sujud syukur ku padamu ya allah . pada saat itu aku mulai masuk hari pertama tetesan air mata mulai keluar karena sangking senangnya bisa melanjutkan kejenjang tinggi, hari ke 2 sampai 3 mingguan aku masih terasa nyaman dan mulain banyak teman dan setelah kebahagiaan yang sekilas kini mulai sangat mnyedihkan, karena dimana saya terkena virus GBS , dengan pengetahuan ini saya mulai terasa lemas nggak ada tenaga sama sekali dan akhirnya saya dirawat drumah sakit tepatnya di RS.SOETOMO selama 4 bulan setengan ,pulang dari RS aku pun masih belum bisa ngapa-ngapain masih butuh bantuan, perlu dibantu ,akhirnya pada tahun 2014 sembuhlah serang debby yang kini sudah duduk di fakultas eknomi, meski dengan keadaan seperti ini aku tidak peduli orang berkata apa tentang diriku dan aku selalu semangat dalam meraih cita cita meski ini bukan keinginan aku , setelah lulus ini rencana aku , aku ingin bekerja dan aku akan membalas kebaikan orang tua dengan cara memberangkatkan mreka ke tanah suci tempat dan akan aku tunjukan pada mreka meski dengan keadaan ku seperti ini tapi aku sukses dalam kemandirianku.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang. Beliau mendapatkan pendidikan agama dan rumah tangga yang baik dari kedua orang tua dan para guru agama. Semua ini membentuk kepribadian beliau yang memiliki sifat tabah, teguh pendirian, dan tawakal. Seperti umumnya di masa itu, beliau menikah di usia sangat muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Ketika Perang Aceh meletus tahun 1873, Teuku Ibrahim turut aktif di garis depan. Cut Nyak Dien selalu memberikan dukungan dan dorongan semangat. Semangat juang dan perlawanan Cut Nyak Dien bertambah kuat saat Belanda membakar Masjid Besar Aceh. Dengan semangat menyala, beliau mengajak seluruh rakyat Aceh untuk terus berjuang. Saat Teuku Ibrahim gugur, di tengah kesedihan, beliau bertekad meneruskan perjuangan. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar. Seperti Teuku Ibrahim, Teuku Umar adalah pejuang kemerdekaan yang hebat. Bersama Cut Nyak Dien, perlawananyang dipimpin Teuku Umar bertambah hebat. Sebagai pemimpin yang cerdik, Teuku Umar pernah mengecoh Belanda dengan pura-pura bekerja sama pada tahun 1893, sebelum kemudian kembali memeranginya dengan membawa Iari senjata dan perlengkapan peranglain. Namun, dalam pertempuran di Meulaboh tanggal 11 Februari 1899 ,Teuku Umar gugur. Sejak meninggalnya Teuku Umar, selama 6 tahun Cut Nyak Dien mengatur serangan besar- besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Seluruh barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk biaya perang. Meski tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut. Perlawanan yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu, bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya. Namun, kehidupan yang berat dihutan dan usia yang menua membuat kesehatan perempuan pemberani ini mulal menurun. Ditambah lagi, jumlah pasukannya terus berkurang akibat serangan Belanda. Meski demikian,ketika Pang Laot Ali, tangan kanan sekaligus panglimanya, menawarkan untuk menyerah, beliau sangat marah. Akhirnya, Pang Laot Ali yang tak sampai hati melihat penderitaan Cut Nyak Dien terpaksa berkhianat. la melaporkan persembunyian Cut Nyak Dien dengan beberapa syarat, di antaranya jangan melakukan kekerasan dan harus menghormatinya. Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien, bahkan ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap dalam kondisi rabun pun masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Beliau marah luar biasa kepada Pang LaotAli. Namun,walau pun di dalam tawanan, Cut Nyak Dien masih terus melakukan kontak dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga beliau akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, pada 11 Desember 1906. Cut Nyak Dien yang tiba dalam kondisi lusuh dengan tangan tak lepas memegang tasbih ini tidak dikenal sebagian besar penduduk Sumedang. Beliau dititipkan kepada Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja, bersama dua tawanan lain, salah seorang bekas panglima perangnya yang berusia sekitar 50 tahun dan kemenakan beliau yang baru berusia 15 tahun. Belanda sama sekali tidak memberitahu siapa para tawanan itu. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Masjid Besar Sumedang. Perilaku beliau yang taat beragama dan menolak semua pemberian Belanda menimbulkan rasa hormat dan simpati banyak orang yang kemudian datang mengunjungi membawakan pakaian atau makanan. Cut Nyak Dien, perempuan pejuang pemberani ini meninggal pada 6 November 1908. Beliau dimakamkan secara hormat di Gunung Puyuh, sebuah komplek pemakaman para bangsawan Sumedang, tak jauh dan pusat kota. Sampai wafatnya, masyarakat Sumedang belum tahu siapa beliau, bahkan hingga Indonesia merdeka. Makam beliau dapat dikenali setelah dilakukan penelitian berdasarkan data dari pemerintah Belanda. Tempat/Tgl. Lahir : Aceh, 1848 (tanggal dan bulan tidak diketahui) Tempat/Tgl. Wafat : Sumedang, 6 November 1908 SK Presiden : Keppres No.106 Tahun 1964, Tgl. 2 Mei 1964 Gelar : Pahlawan Nasional google terjemahan bahasa jawa - bebasan

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan Kita saling melengkapi satu sama lain Tapi berbeda Berbeda pada saat itu Pada saat waktu tak berpihak kepada kita Kau dan aku terpisah Dan akhirnya, Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan Seperti bukan lagi sahabatku

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Mengapa? Karena aku tidak seperti laki­laki pada umumnya. Wajah  itu,  penampilan itu yang terpantul pada permukaan cermin, membuatku  enggan meninggalkan kamar, apalagi harus berada di luar rumah. Maka,   kubiarkan   Ayah   dan   Ninda   berlama­lama   menungguku   di  mobil. Aku tidak ingin ikut bersama mereka ke kampus, salah satu tempat  yang paling aku hindari. Kemarin,  aku mengalami hal  buruk di tempat itu.  Di hari pertama  kuliah,   aku   harus   bertemu   seseorang   yang   kuanggap   penjahat   semasa  SMA. Seseorang yang selalu memperolok keadaanku. Kali   ini,   ia   membawa   teman­temannya   yang   baru   dan   kembali  mempermalukanku  dengan mengatakan  bahwa   aku  ini   banci.  Laki­laki  yang   kejantanannya   telah   hilang,   laki­laki   yang   ingin   keluar   dari  kodratnya. Hatiku panas. Darahku terasa mendidih. Tampaknya, sudah tiba saat  di mana orang yang telah lama kubenci mendapat sebuah pelajaran yang  begitu berharga. Kepalan   tanganku   telah   siap   dan   mulutnya   telah   masuk   dalam  sasaran  tinjuku.  Tapi  begitu hendak aku  luncurkan,   tanganku  terkunci.  Ninda  menggenggam  kedua   lengan   tanganku   dengan   erat.  Gadis   yang  menguasai  karate  dan  silat   tersebut   semakin memperparah keadaanku.  Aku  semakin dipermalukan.  Laki­laki   yang  berlindung  di  bawah ketiak  wanita katanya. “Begitulah jika ibumu seorang yang tidak waras!” Telunjuk Riko tepat  ke   arah mukaku  yang  memerah,   panas  menahan marah  yang   semakin  memuncak. Nyaris aku dapat melepaskan diri, tetapi Ninda masih belum  mau melepaskan cengkeramannya di kedua lenganku. 1 “Sebaiknya, kau tutup mulutmu! Apa kau tidak tahu bahwa mulutmu  itu   bau   sekali?”   Ninda   membalas.   Suaranya   yang   lantang   menarik   perhatian sekitarnya. Muka Riko sontak merah padam. Matanya mendelik. “Berani...?” Ninda  membalas   dengan   kepalan   tangan   teracung.  Disambut   oleh  sorakan   teman­teman   Riko   lengkap   dengan   tepuk   tangan.   Sepertinya,  mereka senang mendapat ancaman itu. Padahal, mereka belum tahu bahwa  kepalan   tangan  Ninda   telah   tiga   kali  memakan   korban,   ketiga­tiganya  adalah wajah Riko. “Hajar, Rik! Hajar!” Riko mengangkat tangan. Teman­temannya berhenti berseru. Ia lalu  berputar dan pergi. Teman­temannya menjadi ekor. “Mengapa tidak kau hajar saja gadis sok jago itu, Rik?” “Tidak usah.  Jika aku menghajar yang perempuan,  aku  juga harus  menghajar yang laki­laki. Dan itu akan membuat mereka semakin aneh.  Yang perempuan nanti  malah bisa menghamili dan yang laki­laki malah  bisa dihamili.” Tawa  mereka  meledak.  Dan   di   sela­sela   tawa   itu,   aku  mendengar  Ninda berkata, “Aku rasa, ibunya yang tidak waras.” Kata­kata  itu,  meskipun ditujukan kepada Riko,   tetap  membuatku  sakit.  Air mataku meleleh tanpa dapat kutahan.  Tanpa banyak berkata,  aku   bergegas   pergi.   Aku   tidak   menghiraukan   pesan   Ayah   yang   akan  menjemput   jika   kami   menelepon.   Yang   kupikirkan   hanya   pulang,  secepatnya pulang dan memperlihatkan air mataku kepada Ibu. Aku menaiki   sebuah  angkutan  umum.  Penumpangnya   yang  nyaris  penuh bertambah olehku,   lalu ditambah Ninda yang berhasil  menyusul.  Napasnya turun naik tak karuan. Ia telah berlari berpuluh­puluh meter. Ia  sempat kehilangan jejak sebelum akhirnya menemukanku terlihat menaiki  angkutan umum. Aku menangis. Masih menangis. Air mataku masih belum juga dapat  berhenti. “Kenapa, Dik?” tanya seorang ibu. Aku bergegas mengesat air mata. Namun, tetap saja terus mengalir.  Melihatku kewalahan, ibu itu mengunjukkan selembar tisu. “Pakai saja, Dik. Saya masih punya tiga kotak lagi. Boleh minta jika  masih kurang.” 2 Aku hanya tercenung, sementara pipiku semakin basah. Ninda yang  melihatku  tidak berbuat  apa­apa,   segera mengambil  alih.   Ia mengambil  tisu   itu   untuk   kemudian   memberikannya   kepadaku.   Dan   aku  mengambilnya ragu­ragu. “Masalah laki­laki, ya?” bisik ibu itu kepada Ninda. Kebetulan mereka  duduk bersebelahan. Ninda   balas   mengangguk.   Aku   menangis   sejadi­jadinya   di   balik  lembaran tisu yang telah basah. Dalam hati, aku bertanya, “Apakah aku  telah benar­benar seperti wanita?” Ibu itu memberiku tisu, dan penumpang  lain tidak berbisik­bisik, seolah­olah menggunjing. Mereka seperti melihat  sesuatu yang telah lumrah. Seorang gadis yang menangis. *** “Jika benci, mengapa harus kau tatap?” Sebuah suara yang kukenal  membalikkan   tubuhku.   Itu   Ninda,   satu­satunya   teman   yang   kumiliki  hingga   sekarang.  Hanya   ia   yang   tersisa   setelah  penampilanku   berubah  aneh seperti ini. Ia ternyata menyusul ke kamar. “Kau hanya akan semakin  membenci  dirimu  jika kau  terlalu suka menatap dirimu di   cermin.  Apa  waktu   dua   tahun   tidak   cukup   untuk   membuatmu   terbiasa   dengan  penampilan itu?” Dua   tahun....   Seratus   tahun   pun   rasanya   tidak   akan   dapat  membuatku   terbiasa   dengan   penampilan   ini.  Meskipun   penampilan   ini  sangat dekat dengan seseorang yang kukenal baik. Aku   lalu   hanya  menggeleng   dan  menjawab,   “Meskipun   aku   tidak  menatap diriku di cermin, aku masih bisa menatap diriku di mana­mana,  terutama dari mata orang­orang yang aku jumpai.” Ninda diam  sekejap.   “Sudahlah....  Sekarang,   lebih baik kita  segera  berangkat   ke   kampus.  Kasihan   ayahmu.  Beliau   telah   lama  menunggu.  Mesin  mobilnya   juga   telah   lama  menyala   dari   tadi.   Ingat,  BBM  sudah  mahal.” “Aku tidak ingin ke kampus. Aku tidak ingin kuliah jika penampilanku  tetap seperti ini.” “Aku tahu itu. Kau telah sering mengatakannya padaku dan kau juga  telah sering mengatakannya pada ibumu.” 3 Lalu, Ninda menoleh ke belakang. Aku baru sadar bahwa Ibu ada di  sana, yang kini tengah menangis dalam pelukan Ayah. Ibu kemudian pergi.  Pasti  memuaskan   hatinya   untuk  menangis   di   kamar.  Ayah  menatapku  seakan meminta untuk menurut. Aku tak berkutik. Jika Ibu sudah menangis, apa boleh buat. Ini adalah  keinginannya dan  ia adalah orang yang paling  rapuh di  keluarga kami.  Ialah   yang   paling  menginginkanku  melanjutkan   sekolah   ke   perguruan  tinggi, tanpa memperbolehkanku merubah penampilan. Sementara Ayah, ia  selalu dalam bimbang. Kini, aku lagi­lagi harus menurut. Sama seperti dua tahun lalu, ketika  aku harus menggantikan seseorang. “Baiklah....” Aku melangkah meninggalkan kamar diiringi oleh Ninda.  Kami menuju mobil dan duduk di kursi belakang. Ayah menyusul setelah  memberitahukan kabar gembira ini kepada Ibu. Ia duduk di kursi depan  dan mulai  menjalankan mobil  yang mesinnya  telah begitu panas.  Entah  sudah berapa liter menghabiskan bensin. Dalam perjalanan,  aku hanya diam.  Kepalaku bersandar pada kaca  jendela pintu mobil  sebelah kiri.  Rambut  yang begitu panjang menutup  sebagian wajahku. Kubiarkan Ninda mengoceh  tanpa kugubris.  Ia mencoba menghibur  dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki­laki  soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “Pandang   ke   sini!”   Ia   memutar   daguku.   Ia   ternyata   telah  mempersiapkan   sebuah   cermin   bundar   yang   mungil   di   samping   kiri  wajahnya.  “Lihat,  kau  lebih cantik dariku!  Pasti  banyak wanita yang  iri  kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki­laki.” Aku   segera   membuang   muka   dan   kembali   bersandar.   “Itu   wajah  kakakku, bukan wajahku...,” ucapku dalam hati. Kubiarkan   Ninda   kecewa.   Usahanya   untuk   menghiburku   kembali  gagal.   Ya,   yang   baru   saja   menurutnya   adalah   cara   menghibur,   selalu  melihat dari sisi baiknya.  “Lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam  angkutan umum. Mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar  kalau menangis. Hanya Riko yang menganggapmu aneh, bersama teman­ temannya   yang   tidak   waras   itu.   Jika   Riko   yang   menangis,   lain   lagi  ceritanya.   Riko   menangis   darah,   penumpang­penumpang   itu   mungkin  hanya tertawa. Mereka baru simpati ketika Riko pingsan karena kehabisan  darah.” 4 Tetapi,   aku   tidak   pernah   sependapat   soal   itu.   Penampilan   ini  mengungkungku.  Semenjak  berpenampilan  seperti   ini,   aku harus  dapat  menjaga sikap. Aku tidak bisa bertindak kasar sembarangan.  Seperti yang pernah terjadi ketika aku duduk di kelas XII. Jam pulang  sekolah,   aku   balas   dendam   dengan   seorang   teman   Riko   yang   sering  mengolok   dan   mengatakan   bahwa   ibuku   bukanlah   orang   yang   waras.  Pukulanku   tepat   mengenai   wajahnya   dan   tepat   di   depan   mata   Ibu.  Pulangnya,  aku  dinasehati  habis­habisan.   Ibu  tidak  ingin melihat   anak  gadisnya ternodai oleh sifat kasarku. Rasanya, aku telah menjadi tubuh orang lain, tubuh kakakku sendiri.  Mungkin,   ini   adalah   balasan   karena   aku   sering   berbuat   tidak   baik  kepadanya.  Aku   sering  membuatnya   kaget,  meskipun   tahu   ia  memiliki  jantung   yang   lemah.   Oleh   karena   itu,   ia   menjadi   anak   yang   paling  dilindungi oleh Ibu. Ibu tidak ingin Kak Anita memiliki masalah dengan  jantungnya. Hingga di  suatu hari  di   libur sekolah dua  tahun silam.  Aku masih  ingat ketika sebuah truk meluncur ke arah mobil kami, di bawah terpaan   hujan   lebat.   Truk   itu   tak   terkendali   dan   menghantam   mobil   kami.  Selebihnya, aku sadar di rumah sakit dengan luka yang cukup parah, dan  mendengar   kabar   bahwa   Kak   Anita   tidak   tertolong.   Itu  membuat   Ibu  sangat terpukul. Hampir   dua   bulan,   aku   baru   dapat   bersekolah.   Namun   terlebih  dahulu, aku harus memotong rambutku yang terlampau panjang. Mereka  ternyata tidak kehilangan kesuburan, meski selama ini aku terbaring sakit.  Rambutku   justru   tumbuh   panjang,   hingga   cukup   membuat   Ibu  menganggapku sebagai Kak Anita. Aku dan Ayah sontak tersadar. Penampilanku kini lebih mirip dengan  saudara  kembarku  tersebut.  Gawatnya,   itu membuat   Ibu kembali   jatuh  dalam masa lalu. Padahal, ia baru mulai mencoba menerima kepergian Kak  Anita dua pekan ini. Ibu   tidak   setuju   dengan   rencanaku   untuk   memotong   rambut.  Sementara   aku   berkeras.   Tiap   siswa   tidak   diperkenankan   bersekolah  dengan rambut gondrong. “Tapi....” Mata Ibu berkaca­kaca dan mendadak ia pergi meninggalkan  kami.  Ia memuaskan hatinya menangis di  kamar.  Ayah pergi  membujuk  dan rencanaku terpaksa ditunda. Hari pertama di sekolah, rambutku menjuntai lurus hampir sebahu.  Aku   hanya  mendapat   teguran  agar   aku  menjaga   sikap.  Aku  mendapat  keringanan karena Ayah telah berbicara dengan pihak sekolah. 5 Pulangnya, aku singgah di tempat cukur rambut tepi jalan. Rambutku  dipangkas. Kedatanganku di rumah disambut Ibu dengan kebingungan., “Di mana Anita...?” Sekarang, Ibu tambah parah. Ia tidak mau makan dan akhirnya jatuh  sakit. Ia sangat ingin Anita kembali hadir di hadapannya, meski ia sendiri  sadar  bahwa putri   tercintanya  tersebut   telah  lama pulang ke pangkuan  Sang   Pencipta.  Hanya   dengan  melihat  Anita   berada   di   sampingnya,   ia  merasa masih dapat menjaga sang putri. Karena keinginan Ibu yang aneh, orang­orang bahkan keluarga kami  sendiri, berkata bahwa Ibu telah gila. Apakah karena kejadian naas itu?  Mungkin saja. Karena aku juga merasakan ada yang berubah pada diriku.  Aku pendiam. Gawatnya, itu adalah kepribadian Kak Anita. Apakah otakku telah rusak? Kian hari,  kondisi  Ibu kian memburuk.  Ayah sempat memberi  usul  untu

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-04
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

Last Update: 2014-09-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung. Raden Dewi Sartika (lahir di Bandung, 4 Desember 1884 – meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun) adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum wanita, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966. Dewi Sartika adalah Pahlawan pendidikan kaum wanita Indonesia, pahlawan nasional, sekaligus tokoh panutan di kalangan masyarakat Sunda. Ia bersama Kartini adalah tokoh perempuan terkemuka Indonesia. Totalitasnya dalam memperjuangkan pendidikan terutama bagi kaum perempuan di akui dan diberikan apresiasi pemerintah dengan memberinya gelar pahlawan nasional sejak tahun 1966. Dewi Sartika adalah putri pasangan Raden Somanegara dan Raden Ayu Permas. Ayahnya seorang patih di Bandung. Kedua Orang tuanya adalah pejuang kemerdekaan yang pernah diasingkan di Ternate (maluku). Setelah kedua orang tuanya di asingkan, Dewi Sartika kemudian di asuh pamannya (Patih Aria) yang tinggal di Cicalengka. Biodata Dewi Sartika Nama : Raden Dewi Sartika Tanggal Lahir : Bandung, 4 Desember 1884 Wafat : Tasikmalaya, 11 September 1947 Penghargaan Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI no 152/1966 Biografi Dewi Sartika - Semasa hidupnya, Dewi Sartika amat gigih memperjuangkan nasib dan harkat kaum perempuan. Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di rumahnya, Dewi Sartika mengajar anggota keluarga dan kaum perempuan disekitarnya mengenai berbagai keterampilan seperti membaca, menulis, memasak, dan menjahit. Pada tanggal 16 Juli 1904 beliau mendirikan Sakola Istri atau sekolah perempuan di Kota Bandung. Sekolah ini menjadi lembaga pendidikan bagi perempuan yang pertama kali di dirikan di Hindia Belanda. Biografi Dewi Sartika - Tahun 1913 Sakola Istri kemudian diganti namanya menjadi Sakola Kautamaan Istri. Tahun 1913 mendirikan organisasi Kautamaan Istri di tasikmalaya yang menaungi sekolah-sekolah yang didirikan Dewi Sartika.Tahun 1929 Sakola Kautamaan Istri Berganti nama lagi menjadi Sekolah Raden Dewi dan oleh pemerintah Hindia Belanda dibangunkan gedung baru yang besar dan lengkap. Biografi Dewi Sartika - Sejak kecil Dewi Sartika memang telah memiliki jiwa pendidik. Beliau sering mengajarkan baca tulis dan berlatih berbahasa Belanda kepada anak-anak para pembantu di Kepatihan. Pola pembelajaran yang dilakukan dengan cara sambil bermain sehingga ia amat disenangi anak-anak didiknya. Langkah yang dilakukan Dewi Sartika sejak kecil ini berdampak luas sehingga nama Dewi Sartika di kenal luas oleh masyarakat sebagai seorang pendidik, terutama di kalangan perempuan.Dewi Sartika menikah tahun 1906, dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata yang juga berprofesi sebagai pendidik sehingga keduanya memiliki kesamaan visi dalam meajukan pendidikan di lingkungan masyarakatnya. Biografi Dewi Sartika - Setelah terjadi Agresi militer Belanda tahun 1947, Dewi Sartika ikut mengungsi bersama-sama para pejuang yang terus melakukan perlawanan untuk mempertahankan kemerdekaan. Saat mengungsi inilah, Dewi Sartika sudah lanjut usia dan Wafat tanggal 11 September 1947 di Cinean Jawa Barat. Makam Beliau kemudian di pindahkan ke Bandung.

google Tembung tegese Artine ngeklik Indonesia lan

Last Update: 2014-09-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Rawon atau nasi rawon (karena selalu disajikan dengan nasi) adalah menu berupa sup daging dengan bumbu khas karena mengandung kluwek. Rawon, meskipun dikenal sebagai masakan khas Jawa Timur (seperti Surabaya), dikenal pula oleh masyarakat Jawa Tengah sebelah timur (daerah Surakarta). Daging untuk rawon umumnya adalah daging sapi yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya sangat khas Indonesia, yaitu campuran bawang merah, bawang putih, lengkuas (laos), ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini (kecuali serai dan lengkuas) dihaluskan, lalu ditumis sampai harum. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Warna gelap khas rawon berasal dari kluwek. Rawon disajikan bersama nasi, dilengkapi dengan tauge kecil, daun bawang, kerupuk udang, daging sapi goreng (empal) dan sambal.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-08-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Nama lengkap : Mohammad Tria Ramadhani Nama panggilan : Tria Cangcut Jenis kelamin : Pria Tempat & tanggal lahir : Bandung, Juni 22, 1982 Zodiak : Cancer Pendidikan : -- Status perkawinan : Lajang

Nama lengkap : Mohammad Tria Ramadhani Nama panggilan : Tria Cangcut Jenis kelamin : Pria Tempat & tanggal lahir : Bandung, Juni 22, 1982 Zodiak : Cancer Pendidikan : -- Status perkawinan : Lajang

Last Update: 2014-01-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Lagi-lagi selebritis tanah air terlibat kasus penyalah-gunaan zat Psycotropica. Kali ini selebriti muda multi talenta Raffi Ahmad yang berurusan dengan barang haram tersebut. Kabar yang beredar, mantan pacar Yuni Shara tersebut kedapatan sedang berpesta narkoba di kediamannya yang terletak di kawasan Lebak Bulus. Menurut informasi yang dihimpun KapanLagi.com®, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tadi Raffi Ahmad bersama beberapa temannya diciduk oleh pihak kepolisian dan BNN. Deputy Penindakkan BNN, Irjen. Benny Mamoto membenarkan adanya penggrebekan di sebuah rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Memang ada," ucapnya di gedung BNN, Jakarta Timur, Minggu (27/1). Benny pun tidak membantah kalau salah satu orang yang ditangkapnya adalah Raffi Ahmad. "Iya benar," ujarnya singkat. Kejelasan berita mengejutkan ini bakal disampaikan pihak BNN secara resmi setelah informasi yang diperlukan telah terkumpul lengkap. "Tapi kasih saya waktu 15 menit untuk naik ke atas untuk informasi lengkapnya. Hasil tes semuanya termasuk tes urine," pungkasnya. (kpl/hen/dka)

google translation Indonesian Javanese

Last Update: 2013-02-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

RÉNGSÉ NGAGUNAKEUN PERLENGKAPAN DAHAR SARTA INUM GEURA-GIRU PIKEUN LANGSUNG DIBERSIHKEUN

becik ketitik olo ketoro

Last Update: 2012-10-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference:

Add a translation