MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: pidato jawa- pemilihan ketua osis    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

upacara pernikahan adat jawa tengah

Jawa Tengah tradisional wedding ceremony

Last Update: 2014-10-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

saya sangat senang dilahirkan dan hidup di jawa

jjjjj

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahRaden Puntadewa adalah putra sulung dari Prabu Pandudewanata dan Dewi Kuntinalibrata. Sesungguhnya Puntadewa merupakan putra kedua dari Dewi Kuntinalibrata. Akibat Ajian Adityaredhaya ajaran Resi Druwasa, Kunti sempat hamil, sesaat sebelum terjadinya sayembara pilih. Lalu putranya yang di keluarkan dari telingga yang dinamai Karna dibuang dan kemudian diasuh oleh seorang sais kereta bernama Adirata. an bahasa indonesia bahasa jawa

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-10-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Saat Rahwana dan Kumbakrana mengadakan tapa, Dewa Brahma muncul karena berkenan dengan pemujaan yang mereka lakukan. Brahma memberi kesempatan bagi mereka untuk mengajukan permohonan. Saat tiba giliran Kumbakarna untuk mengajukan permohonan, Dewi Saraswati masuk ke dalam mulutnya untuk membengkokkan lidahnya, maka saat ia memohon "Indraasan" (Indrāsan – tahta Dewa Indra), ia mengucapkan "Neendrasan" (Nīndrasan – tidur abadi). Brahma mengabulkan permohonannya. Karena merasa sayang terhadap adiknya, Rahwana meminta Brahma agar membatalkan anugerah tersebut. Brahma tidak berkenan untuk membatalkan anugrahnya, namun ia meringankan anugrah tersebut agar Kumbakarna tidur selama enam bulan dan bangun selama enam bulan. Pada saat ia menjalani masa tidur, ia tidak akan mampu mengerahkan seluruh kekuatannya.google terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-10-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Saat sedang berlibur mungkin orang akan mengatakan lupakan sejenak dietmu, nikmati liburan dan makanannya. Akibatnya banyak orang setelah pulang berlibur, berat badannya naik lebih dari sebelum berlibur walaupun liburan hanya dilakukan beberapa hari saja sehingga diet yang anda lakukan selama ini sia-sia. Seharusnya yang dilakukan adalah tetap melakukan diet namun bukan secara ketat. Berikut 5 tips diet saat berlibur yang bisa anda lakukan dan tentunya anda tetap bisa menikmati liburan anda. Jadilah Intuitif Tidak diragukan lagi liburan adalah waktu untuk menikmati makanan yang berbeda. Sebagian besar lebih memanjakan daripada Anda biasanya makan. Tapi ada yang tidak perlu untuk dikonsumsi berlebihan di setiap kali makan. Makanlah sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang. Tetap Aktif Liburan adalah waktu yang tepat untuk mendapatkan dalam latihan. Hal ini tidak hanya membantu Anda merasa lebih baik, itu membuat Anda bergerak lebih. Tidak harus latihan ke gym. Menari di malam hari, pergi untuk berjalan-jalan, dan hanya menemukan cara untuk menggerakkan tubuh Anda lebih banyak dari biasanya. Pilihlah Snack yang Sehat Carilah kesempatan untuk makan lebih banyak buah dan sayuran, apakah itu di kamar hotel atau makan prasmanan atau restoran. Sebagai contoh, kita mengunyah apel atau pisang di antara waktu makan dan bukannya memilih makanan ringan yang tidak sehat dan menganggu selera makan siang dan makan malam. Makanlah dengan Bermacam Variasi Semakin beragam pilihan makanan, semakin banyak peluang yang ada untuk meningkatkan nutrisi dan menemukan sesuatu yang baru. Nikmati Makanan Jadi ketika datang untuk liburan, luangkan waktu untuk makan makanan berkualitas, bersosialisasi, dan fokus makanan yang disiapkan. Hal ini bukan tentang makan terlalu banyak tetapi tentang melambatkan makan dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi Berlibur bukan lagi menjadi alasan untuk tidak berdiet. Dengan melakukan 5 tips diet saat berlibur ini maka berat badan akan lebih terkontrol dan liburan pun tetap bisa dinikmati tanpa ada rasa khawatir timbangan badan akan melonjak saat anda kembali dari liburan.

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-10-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Judul pidato : Gerakan Pramuka Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa Assalammualaikum Wr.wb Salam Pramuka Selamat sore Adik-adik! Sebelumnya, marilah kita selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya. Karena rahmat-Nya, sore hari ini kita masih dipertemukan. Setelah melewati satu hari perkemahan, bagaimana kondisi kalian? Sehat? Masih siap melanjutkan kemah? Pada kesempatan ini, saya beritahukan bahwa besok pagi akan diadakan Lomba Mencari Jejak. Setiap regu harus mewakilkan lima anggota sebagai peserta lomba. Silakan kalian memilih wakil kalian yang baik dan siap menjalankan tugas. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Kakak akan memberikan beberapa petunjuk kepada kalian. Kalian harus percaya diri. Di dalam perkemahan, kalian harus mempunyai rasa percaya diri. Namun, hal tersebut jangan sampai menimbulkan rasa sombong dan meremehkan lawan. Jangan pernah menganggap lawan kalian di bawah kemampuan kalian! Kalian juga tidak boleh minder atau rendah diri sebab kemampuan kalian juga belum tentu lebih rendah daripada lawan. Siapkan mental, artinya dalam pertandingan kita harus dapat berpikir jernih, konsekuen, dan sportif. Jangan suka melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat dan dapat merugikan tim! Jangan terlalu bernafsu! Jika nafsu telah menguasai kalian, pikiran kalian akan kotor dan kurang perhitungan sehingga dapat menyebabkan kekalahan. Siapkan fisik kalian. Pada pertandingan nanti diperlukan tenaga dan pikiran yang cukup banyak. Juara I, II, dan III akan menjadi wakil kabupaten untuk mengikuti jambore di tingkat provinsi. Oleh karena itu, jaga kesehatan! Jangan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dan melelahkan! Jangan tidur larut malam! Makanlah makanan yang bergizi dan banyak beristirahat! Jaga kekompakan tim! Pelajari teknik dan strategi yang telah kalian pelajari! Gunakan waktu luang untuk belajar, baik secara individu maupun tim. Pada pertandingan yang akan datang, Kakak mengharapkan bukan hanya kemenangan, tetapi lebih dari itu. Kalian harus dapat menunjukkan kualitas dan penampilan yang baik. Kemenangan merupakan tujuan, tetapi bukan hal utama dalam kegiatan ini. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Jagalah nama baik sekolah kalian masing-masing! Itulah sedikit yang Kakak sampaikan. Ada pertanyaan? Kalau tidak ada, pertemuan ini kita akhiri dan sampai jumpa besok pagi. Selamat sore! wabiillahi taufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb

Judul pidato : Gerakan Pramuka Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa Assalammualaikum Wr.wb Salam Pramuka Selamat sore Adik-adik! Sebelumnya, marilah kita selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya. Karena rahmat-Nya, sore hari ini kita masih dipertemukan. Setelah melewati satu hari perkemahan, bagaimana kondisi kalian? Sehat? Masih siap melanjutkan kemah? Pada kesempatan ini, saya beritahukan bahwa besok pagi akan diadakan Lomba Mencari Jejak. Setiap regu harus mewakilkan lima anggota sebagai peserta lomba. Silakan kalian memilih wakil kalian yang baik dan siap menjalankan tugas. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, Kakak akan memberikan beberapa petunjuk kepada kalian. Kalian harus percaya diri. Di dalam perkemahan, kalian harus mempunyai rasa percaya diri. Namun, hal tersebut jangan sampai menimbulkan rasa sombong dan meremehkan lawan. Jangan pernah menganggap lawan kalian di bawah kemampuan kalian! Kalian juga tidak boleh minder atau rendah diri sebab kemampuan kalian juga belum tentu lebih rendah daripada lawan. Siapkan mental, artinya dalam pertandingan kita harus dapat berpikir jernih, konsekuen, dan sportif. Jangan suka melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat dan dapat merugikan tim! Jangan terlalu bernafsu! Jika nafsu telah menguasai kalian, pikiran kalian akan kotor dan kurang perhitungan sehingga dapat menyebabkan kekalahan. Siapkan fisik kalian. Pada pertandingan nanti diperlukan tenaga dan pikiran yang cukup banyak. Juara I, II, dan III akan menjadi wakil kabupaten untuk mengikuti jambore di tingkat provinsi. Oleh karena itu, jaga kesehatan! Jangan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat dan melelahkan! Jangan tidur larut malam! Makanlah makanan yang bergizi dan banyak beristirahat! Jaga kekompakan tim! Pelajari teknik dan strategi yang telah kalian pelajari! Gunakan waktu luang untuk belajar, baik secara individu maupun tim. Pada pertandingan yang akan datang, Kakak mengharapkan bukan hanya kemenangan, tetapi lebih dari itu. Kalian harus dapat menunjukkan kualitas dan penampilan yang baik. Kemenangan merupakan tujuan, tetapi bukan hal utama dalam kegiatan ini. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa. Jagalah nama baik sekolah kalian masing-masing! Itulah sedikit yang Kakak sampaikan. Ada pertanyaan? Kalau tidak ada, pertemuan ini kita akhiri dan sampai jumpa besok pagi. Selamat sore! wabiillahi taufik walhidayah wassalamualaikum wr.wb

Last Update: 2014-10-14
Subject: Archeology
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Dalam mitologi Hindu, Rahwana', Prabhu Dasa, Prabhu Dasamuka (Devanagari: रावण, IAST Rāvaṇa; kadangkala dialihaksarakan sebagai Raavana dan Ravan atau Revana) adalah tokoh utama yang bertentangan terhadap Rama dalam Sastra Hindu, Ramayana. Dalam kisah, ia merupakan Raja Alengka, sekaligus Rakshasa atau iblis, ribuan tahun yang lalu. Rawana dilukiskan dalam kesenian dengan sepuluh kepala, menunjukkan bahwa ia memiliki pengetahuan dalam Weda dan sastra. Karena punya sepuluh kepala ia diberi nama "Dasamukha" (दशमुख, bermuka sepuluh), "Dasagriva" (दशग्रीव, berleher sepuluh) dan "Dasakanta" (दशकण्ठ, berkerongkongan sepuluh). Ia juga memiliki dua puluh tangan, menunjukkan kesombongan dan kemauan yang tak terbatas. Ia juga dikatakan sebagai ksatria besar. Asal-usul Ibu Rahwana bernama Kaikesi, seorang puteri Raja Detya bernama Sumali. Sumali memperoleh anugerah dari Brahma sehingga ia mampu menaklukkan para raja dunia. Sumali berpesan kepada Kekasi agar ia menikah dengan orang yang istimewa di dunia. Di antara para resi, Kekasi memilih Wisrawa sebagai pasangannya. Wisrawa memperingati Kekasi bahwa bercinta di waktu yang tak tepat akan membuat anak mereka menjadi jahat, namun Kekasi menerimanya meskipun diperingatkan demikian. Akhirnya, Rahwana lahir dengan kepribadian setengah brahmana, setengah rakshasa. Saat lahir, Rahwana diberi nama "Dasanana" atau "Dasagriwa", dan konon ia memiliki sepuluh kepala. Beberapa alasan menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah pantulan dari permata pada kalung yang diberikan ayahnya sewaktu lahir, atau ada yang menjelaskan bahwa sepuluh kepala tersebut adalah simbol bahwa Rahwana memiliki kekuatan sepuluh

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

sekolahku .. tempat ku bertemu menuntut ilmu tempatku bertemu kawan-kawanku tempat ku bersama orang tua ke-2 ku

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-10-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

sebelumnya marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat allah SWT, atas rahmat dan karunianya kita semua dapat berkumpul di pagi yang cerah ini dalam keadaan sehat wal'afiat. shalawat serta salam semoga tercurahkan pada nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga kepada kita sebagai pengikutnya. kali ini saya akan menyampaikan pidato tentang "kebersihan lingkungan sekolah" teman teman, ketahui bahwa lingkungan merupakan tempat hidup bagi semua makhluk hidup. oleh karena itu marilah kita bersama-sama melestarikan lingkungan. salah satu cara melastarikan lingkungan adalah menjaga kebersihannya. menjaga kebersihan lingkungan dapat kita mulai dari hal hal kecil, tetapi terkadang sangat sulit kita lakukan yaitu membuang sampah pada tempat nya. pada saat ini rasa peduli pada lingkungan di kalangan kita sebagai murid sangatlah kurang. terbukti di setiap tempat masih terdapat sampah berserakan. padahal tempah sampah yang disediakan sekolah telah memadahi. di setiap sudut sekolah terdapat tempat sampah, dan didalam kelas pun terdapat tempat sampah. namun kurangnya kesadaran dari kita, membuat sekolahan kita menjadi kotor. sebagai penutup, saya hanya ingin menyampaikan pesan dari pidato saya dengan menyampaikan sebuah pepatah, kebersihan adalah sebagian dari iman.dengan ini saya berharap teman teman peduli dan sadar dengan penting nya kebersihan lingkungan. demikian yang dapat saya sampaikan kurang lebih nya mohon maaf wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum Wr. Wb

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-25
Subject: Computer Science
Usage Frequency: 3
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Wayang adalah seni wayang yang muncull dan berkembang di Jawa pada masa pra Islam dan masih berkembang di daerah daerah tertentu di Pulau Jawa. Dinamakan wayang beber karena berupa lembaran lembaran (beberan) yang dibentuk menjadi tokoh tokoh dalam cerita wayang baik Mahabharata maupunRamayana.Wayang beber muncul dan berkembang di Pulau Jawa pada masa kerajaan Majapahit. Gambar-gambar tokoh pewayangan dilukiskan pada selembar kain atau kertas, kemudian disusun adegan demi adegan berurutan sesuai dengan urutan cerita. Gambar-gambar ini dimainkan dengan cara dibeber.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-23
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

“Wong jawa ilang jawane “ merupakan sebuah pepatah jawa . Pepatah tersebut berarti orang jawa yang sudah tidak memiliki jati diri sebagai orang jawa. Halus dan sopan adalah suatu sikap yang melekat di diri orang jawa.Halus dan sopan tercermin ketika orang berbicara dan bersikap. Orang jawa zaman dahulu jika berbicara halus dan penuh tata krama. Mereka berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa jawa yang sesuai dengan unggah-ungguhnya. Bahasa jawa adalah bahasa ibu suku jawa.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemah اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى فَضَّلَ بَنِيْ أَدَمَ بِا لْعِلْمِ وَالْعَمَلِ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَلَى كُلِّ حَالٍ. وَ عَلَى اَلِهِ وَاَصْحَا بِهِ اَصْحَابِ الْكَرَامَةِ وَالْكَمَلْ أمّا بعد Jumateng poro Bpk, poro ibu, hadirin sekalian ingkang kulo hormati... Minangkani awalipun atur kulo ing mriki kulo muji syukur Alhamdulillah dateng alloh swt ingkang sampun paring pinten-pinten rohmat, ni’mat, dumateng kulo, lan panjenengan sedoyo, sehinggo kulo lan panjenengan saged karoyo-royo bucal thempo ninggalno griyo, ninggal bondho lan rojo koyo sami saget rawo wonten ing majlis puniko boten ategas prawan golek joko, utawi dudo golek rondho. nanging leres-leres golek pengetahuan agomo. pengetahuan sing keno kangge sangu dateng griyane moro tuwo. shoho pengetahuan sing keno kangge sangune ngadep datang kang moho kuoso. Poro rawuh ingkang kaulo hormati lan kaulo cintai... sebagai pengajak kulo monggo iang waktu meniko kulo lan panjenengan samiho kemauan ngaji. kemauan ibadah dateng ngarsanipun Allah SWT. keranten pancen dados tiyang islam lho pak ? ! bu ? ! ngaji niku harus tumrap kito sedoyo. kanjeng Nabi Muhammad SAW. nate dawoh : ط ;َ ;ل ;َ ;ب ;ُ ; ا ;ل ;ْ ;ع ;َ ;ل ;ْ ;م ;ِ ; ف ;َ ;ر ;ِ ;ي ;ْ ;ض ;َ ;ة ;ٌ ; ع ;َ ;ل ;َ ;ى ; ك ;ُ ;ل ;ِ ;ّ ; م ;ُ ;س ;ِ ;ل ;ِ ;م ;ٍ ; و ;َ ;م ;ُ ;س ;ْ ;ل ;ِ ;م ;َ ;ة ;ٍ ; ( ر ;و ;ا ;ه ; ا ;ب ;ن ; ع ;ب ;د ; ا ;ل ;ب ;ر ; ) Artosipun inggih meniko: “Bilih pados pengetahuan meniko dipun fardhuaken tumrap saben-saben tiyang Islam jaler lan istri“ soho kanti hadist meniko kito sampun jelas bilih pados pengetahuan meniko adalah sistem ingkang serba terus tanpa wonten bates waktu baik kapanpun, dimanapun serta didalam situasi bagaimanapun. dados senajan tiyangnipun sampun tuwek, elek, ngrowek, untune entek, ora tedas peyek, meniko tetep keharusan pados pengetahuan. Poro rawuh ingkang kulo hormati... Amergi tiyang niku menawi boten gadah pengetahuan senajan toh ibadah sampek jungkir balik, utawi ibadah mempeng, namun boten dipun ilmuni meniko tiwas bal gedual. و ;ُ ; ك ;ُ ;ل ;ُ ;ّ ; م ;َ ;ن ;ْ ; ب ;ِ ;غ ;َ ;ي ;ْ ;ر ;ِ ; ع ;ِ ;ل ;ْ ;م ; ي ;َ ;ع ;ْ ;م ;َ ;ل ;ُ ; ا ;َ ;ع ;ْ ;م ;َ ;ا ;ل ;ُ ;ه ;ُ ; م ;َ ;ر ;ْ ; د ;ُ ;و ;ْ ; د ;َ ;ة ;ٌ ; ل ;ا ;َ ; ت ;ُ ;ق ;ْ ;ب ;َ ;ل ;ُ ; Tiyang niku menawi boten gadah pengetahuan, ngamalipun boten dipun terimo dening alloh. mardudatun laa tugbalu. Pramilo sangkeng meniko, monggo poro rawoh sedoyo terlebih adik-adik lan generasi muda-mudi remaja Islam. kito tingkataken anggen kito studi. supados benjang angsal pengetahuan ingkang katah lan manfaat soho pengetahuan ingkang saget beto bahagia lan wilujeng donyo lan akherat. perihal meniko pas kalian dawohipun alloh wonten al-qur’an, surat al-mujadalah ayat 11 ي ;َ ;ر ;ْ ;ف ;َ ;ع ;ِ ; ا ;ل ;ل ;ه ; ُ ; ا ;ل ;َ ;ّ ;ذ ;ِ ; ي ;ْ ;ن ;َ ; آ ;م ;َ ;ن ;ُ ;و ;ْ ;ا ; م ;ِ ;ن ;ْ ;ك ;ُ ;م ;ْ ; و ;َ ;ا ;ل ;َ ;ّ ;ذ ;ِ ; ي ;ْ ;ن ;َ ; أ ;ُ ;و ;ْ ;ت ;ُ ;و ;ْ ;ا ; ا ;ل ;ْ ;ع ;ِ ;ل ;ْ ;م ;َ ; د ;َ ;ر ;َ ;ج ;َ ;ا ;ت ;ٍ ; Artosipun Ayat meniko : “Allah SWT. bade ngangkat derajatipun tiyang-tiyang ingkang beriman lan tiyang-tiyang ingkang nggadahi pengetahuan dateng pinten-pinten derajat“ Namun sa’wangsulipun menawi kito boten anggadahi pengetahuan boten saget ngaji lan boten purun studi lan boten sekolah, tengriyo namung kluyur-kluyur jogrok klimprak-klimprik kados sarung goyor, niku nggih boten pantas, sampun ketinggalan masa. amargi, niki sampun masa merdeka boten kados masa penjajah. sa’niki sampun kathah sekolahan sampun kathah tempat-tempat pendidikan. pramilo monggo kito tingkataken anggen kito studi, pados ilmu dan pengetahuan ingkang kathah. soho dumateng poro Bpk, ibu sampun ngantos ketinggalan, ojo sampek gadah putro sing lolak-lolok, boten purun sekolah, boten purun ngaji, boten purun datang masjid, datang langgar, lan sanes-sanesipun. keranten lare niku menawi boten kenal pendidikan, nopo maleh pendidikan pengetahuan agama. niku nggeh nyusahaken tiyang sepuh nipun. menawi kentandang gaweh boten purun. sa’bendino ngente’no sego, jaluki uang, di papari boten manut, karo ibu nesu, karo Bpk galak, karo embah mbantah, karo kakang mbangkang, karo paklek mendelik, karo pakdhe gumedhe, karo dulur ngladur, karo tonggo ora duwe dugho. diajar nangis, kon minggat boten budal, di guwak moleh bendino ngentekno sego, didhol ora payu akheripun tiyang sepuhipun namung sulit, gelisah pikiran jibek napas sesek, dodo ampek, awak dredek, kuping gemrebek weteng muneg-muneg, irung pilek, awak sak kujur rasane dredek, bendino kur telek-telek mergo duwe anak ndablek kon mergawe ora untek menengahe jadi mbegegek lek ngeteniki tiyang sepuh sulit menopo boten ? poro Bpk poro ibu ? mulane monggo putro-putrine dipun didik ingkang saestu supados leres-leres saget kados lare ingkang bermanfaat untuk agama, bangsa lan negoro, soho ingkang saget menjunjung tinggih harkat lan martabat tiyang sepuhipun kaleh. ingkang pas dawohipun kanjeng Nabi Muhammad SAW. خ ;َ ;ي ;ْ ;ر ;ُ ; ا ;ل ;ن ;َ ;ّ ;ا ;س ;ِ ; أ ;َ ;ن ;ْ ;ف ;َ ;ع ;ُ ;ه ;ُ ;م ;ْ ; ل ;ِ ;ل ;ن ;َ ;ّ ;آ ;س ;ِ ; Artosipun inggih meniko : “Sa’bagus-baguse tiyang yoiku sing manfaat marang, tiyang liyane“ Poro rawo ingkang kaulo hormati lan kaulo cintai... Mekaten, cekap semanten atur kulo, mugi-mugi saget bermanfaat kangge kito sedoyo. Kirang langkungipun kulo nyuwun pangapunten ingkang katah و بالله التو فيق و الهداية والسلا م عليكم ورحمة الله وبر كا ته. Read more: http://www.teksdrama.com/2013/03/contoh-naskah-pidato-bahasa-jawa-tema.html#ixzz3E2ApOhhg an bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Menurut babat, Syeikh Mursyahadatillah yang nama ali ketika mudanya Pangeran Walangsungsang adalah putra Raja Pajajaran IX, lengkapnya Pangeran Walangsungsang bin Prabu Siliwangi bin Raja Mundingkawati bin Angga Larang bin Banyak Wangi bin Banyak Larang bin Susuk Tunggal bin Wastu Kencana bin Lingga bin Linggahiang bin Ratu Sari Purba bin Raja Ciung Wanara. Disamping itu masih ada beberapa julukan lain, diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Gagak Lumayung, Nama julukan ketika menjadi Pendekar 2. Pangeran Cakrabuana, Nama julukan setelah berhasil menyempurnakan ilmu cakrabirawa warisan dari MBAH KUWU SANGKAN dan babat tanah Cirebon 3. Somadullah, Nama julukan karena mampu menyelesaikan pendidikannya di Samodra Pasai dan Jazirah Arab 4. Abdullah Iman, Nama julukan yang diberikan sang Guru sekembalinya ia menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci Mekkah 5. Sri Mangara, Nama julukan ketika ia di anggkat menjadi kuwu Cirebon menggantikan sang mertua Ki Gde Alang alang 6. Syeikh Mursyahadatillah, Nama julukan setelah menghabiskan hari-hari tuanya untuk kerja da’wah

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

(Suara Gendhing Jawa) Alkisah pada suatu hari, Rama diutus oleh Prabu Desarata untuk bertapa di hutan Dandaka. Ia ditemani oleh istrinya yaitu Shinta dan adiknya Laksmana. Mereka bersama-sama pergi ke hutan Dandaka untuk melaksanakan amanah dari Prabu Desarata. Siang itu, setelah berjalan begitu jauh dari Ayodya, akhirnya mereka sampai di hutan Dandaka. Rama : “Dinda, sepertinya kita sudah sampai, apa dinda capek?” Shinta : “Tidak kakanda, selama aku ada disampingmu aku tidak akan pernah merasa capek” Rama : “Ah…! Dinda ini bisa aja! Aku jadi tersandung...” Shinta : “Lho… Kok tersandung Kakanda?” Rama : “Eh… tersanjung maksudku, Dinda!” Shinta : “Oh… Tersanjung! Aku kira kakanda tersinggung dengan perkataanku...” Rama : “Ya tidaklah istriku, kata-katamu itu…! Hem… Begitu indah dan sangat menyejukkan jiwaku.” Shinta : “Ah…Kanda !” (memukul Rama lembut) Rama : “Aduh, Dinda…! Dari tadi kok kita asyik menyanjung – nyanjung diri sendiri, sampai–sampai kita lupa kalau kita ditemani adik kita tercinta.” (menengok Laksmana yang ada di dekat mereka) Shinta : “Oh iya! Sini adikku, kenapa masih disitu?” (menghampiri Laksmana) “Maaf ya Dik Laksmana, bukan maksud kami anu... Anu...”(belum selesai ngomong kemudian dipotong oleh Laksmana) Laksmana : “Sudahlah Kak Shinta, tidak apa–apa! Lagi pula aku juga senang melihat keakraban Kak Rama dan Kak Shinta.” Shinta : “Kamu memang adik yang baik laksmana. Kanda sangat beruntung punya adik sebaik dik Laksmana!” (menengok ke arah Rama) Rama : “Betul Dinda! Laksmana memang adik yang sangat baik.”(menepuk pundak Laksmana) Laksmana : “Sudahlah, Kak Shinta dan Kak Rama tidak usah memuji aku terus. Nanti keterusan sampai malam dan akhirnya kita tidak punya tempat untuk istirahat. Ehm … !! Kak, bagaimana kalau kita mendirikan tenda disini saja. Sepertinya disini tempatnya sangat teduh dan lapang.” Rama : “Ya!” (mengangguk–anggukkan kepalanya) “Bagaimana menurut Dinda?” Shinta : “Iya Kanda, lebih baik kita mendirikan tenda disini saja.” Rama : “Baik! kalau begitu kita mendirikan tenda disini! Dik Laksmana, tolong ambilkan tendanya di tas !” (lalu mendirikan tenda bersama Laksmana dan Shinta membuatkan minum untuk Rama dan Laksmana) Shinta : “Kakanda, Kakanda pasti capek. Ini diminum dulu airnya, supaya capeknya hilang.” (mengusap dahi Rama dengan selendang)“Adik Laksmana juga, istirahat dulu! Nanti diteruskan lagi, ini diminum airnya.” Laksmana : “Iya .. Kak shinta! Sebentar lagi, nanggung … !”(masih sibuk membenarkan tenda) Rama : “Sudahlah, Dik! Benar apa yang dikatakan kakakmu Shinta, istirahat dulu nanti diteruskan!” Laksmana : “Ya sudaaah… Aku istirahat...” (menghentikan pekerjaannya lalu duduk di dekat Rama dan meminum minumannya) Di saat yang sama tetapi di tempat yang berbeda, Sarpakenaka, Rahwana, dan Mak Lemper sedang mengamati keromantisan Rama Shinta dari bola kristal. Mereka mengamati dengan penuh rasa sakit. Sakit teramat sakit melihat kemesraan pasangan suami istri itu. Sarpakenaka : "Huh... Ini tidak adil!! Mengapa hal itu harus terjadi padaku? Aku tidak suka melihat mereka bahagia. Karena Rama harus suamiku... Huhuhu... Simbok!!" (menangis) MakLemper : "Keep silent, sayang... Tenang..." Sarpakenaka : "Ya Tuhan .. Simbok, lihatlah mereka, mereka terlihat begitu dekat, aku tidak tahan melihatnya. Hatiku merasa seperti diiris pisau tajam, huhuhu ... Ini perih!" (masih menangis) MakLemper : "Tarik nafas... Hembuskan... Jangan khawatir... Simbok akan membantu..." Sarpakenaka : (meratap menangis) "Kanda Rahwana! Apa yang harus kita lakukan? Mengapa Kanda tidak mengatakan apa-apa? Bukankah Kanda juga mencintai Shinta? Mengapa Kanda membiarkan mereka, ha? Mengapaaa!?" (dramatis bin alay) Rahwana : "Kau begitu berisik!! Aku diam bukan berarti akutak peduli!Aku sedang berpikir! Aku tak sepertimu yang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu!!Dasar bocah Alay!!" Sarpakenaka : "Sungguh, teganya dirimu padaku. Bagaimana bisa kau menghinaku seperti ini." MakLemper : "Hey! Hey! Hey! Jangan bertengkar!! Dengarkan aku, Sarpakenaka, Kandamu benar. Kita perlu strategi untuk memisahkan Rama dan Shinta, jadi tenanglah dahululalu berpikirlah apa yang harus kita lakukan..." Sarpakenaka : "Oke, mbok..." (terdiam sejenak untuk berpikir) MakLemper : " Yeeiiii... Aku mendapatkan ide!!" Sarpakenaka+Rahwana : "Opo idene?" Mak lemper : "Ok, sini aku kasih tau. Shinta itu salah satu gadis yang mudah tertarik dengan hal-hal menarik. Seperti kijang emas. Jadi, Rahwana... Panggil abdimu dan bawa ke sini biar ia ku jadikan kijang untuk menarik perhatian Shinta. Dan Shinta akan menyuruh Rama untuk memburunya..." Rahwana : “Wah benar juga. Lalu, Rama dan Laksmana akan meninggalkan Shinta kan, simbok? Dan aku bisa menculik Shinta dan memboyongnya ke Alengka...” MakLemper : “Tumben elo pinter.” Sarpakenaka : "Bagaimana denganku, mbok?Apakah kau hanya memikirkan nasib Kanda Rahwana?" (memelas kepada MakLemper) MakLemper : "Gadis Bodoh . Aku sedang berpikir tentang kau!!” (terdiam sejenak) “Nah jadi begini saja...” Sarpakenaka : "Pripun mbok? Apakah kau akan mengubahku menjadi Shinta atau apa?” MakLemper : "Pandai. Setelah Shinta diambil oleh Rahwana, aku akan mengubahmu menjadi Shinta dan kamu akan hidup selamanya dengan Rama..." Sarpakenaka : "Benarkah?? Terima kasih banyak simbokku tercinta... (Sarpakenaka mencium pipi ibunya) Rahwana : "Baguslah... Kalau begitu aku akan segera memanggil abdi kepercayaanku." (mengambil HP, mencoba menelpon, SMS) “Ehm, simbok,ada sedikit masalah... Aku sudah menghubunginya lewat SMS, BBM, facebook, twitter. Tapi, dia tak menjawab...” MakLemper : "Apakah kau sudah memanggilnya melalui telepon?" Rahwana : "Belum. Ini karena aku tak punya pulsa, hehe... Aku kan raja yang kere..." Sarpakenaka : "Ckkk .... Bilang saja kau ingin ku kirimi pulsa. Memalukan!! Bagaimana bisa seorang raja Alengka, pulsa saja tidak punya. Bagaimana kau menghidupi rakyatmu kelak?" Rahwana : "Itu bukan memalukan. Itu namanya hemat uang, Nduk.” (mengelus kepala Sarpakenaka) Sarpakenaka : “Ya sudah, aku mau manicure pedicure bersama artis Hollywood di Los Angeles. Nanti setelah Rahwana menculik Shinta, panggil aku agar aku ke sini...” (Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper) Seusai Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper, mereka masih menunggu datangnya abdi Rahwana hingga lumutan. Akhirnya, setelah lima jam menunggu, tiga abdi Rahwana datang, mereka bernama Maricha, Bharata, dan Angkara. Rahwana : “Beraninya kau membuat kita menunggu untuk waktu yang lama.Kau ingin dikutuk menjadi batu?? Heh?" (menempeleng kepala abdinya) Maricha : "Maafkan kelancangan kami, Yang Mulia. Ini salahku. Internetnya tidak terhubung, sehingga hamba tidak bisa berselancar di Facebook dan Twitter. Rahwana : "Ah , kau bicara terlalu banyak. By the way, aku punya tugas besar untukmu, datang ke sini..." (Rahwana membisikkan sesuatu pada abdi-abdinya) Bharata : "Hamba siap untuk melakukan perintah Anda, Yang Mulia. Hamba tidak akan membuat Anda kecewa.” MakLemper : "Baik. Sekarang, berdiri di sana dan pegang tongkat kayu ini, aku akan mengubahmu menjadi kijang emas, Maricha. Dan kau, Bharata dan Angkara, ku ubah kau menjadi kijang hitam sebaga pengiring Maricha. Apakah kau siap?" (bersiap memantrai abdi) Angkara : “Lha kata Yang Mulia Rahwana tadi, kami disuruh menarik perhatian Shinta. Kok malah jadi kijang? Maksudnya bagaimana?” MakLemper : “Begini, setelah kalian nanti aku ubah menjadi kijang, aku perintahkan kalian untuk menarik perhatian Shinta dengan tarian kijang!” Maricha : “Terus setelah hamba menari, apa yang harus hamba lakukan Baginda?” Rahwana : “Aduh…! Begok banget sih. Katrok–katrok! Setelah kamu menari dan kamu melihat mereka sudah tertarik untuk memburu kamu. Kamu langsung lari saja supaya Rama dan Laksmana lari mengejar kamu dan akhirnya Shinta ditinggal sendirian. Nah… Setelah itu aku bisa membawa lari Shinta! Paham?” Angkara : “Kami paham, Baginda...” Bharata : “Ibunda Ratu Mak Lemper... Kami sudah siap untuk kau ubah...” MakLemper : "Hopla. Beri aku A , Beri aku B , Beri aku C , ABC .... Ambil perubahan!” Mak Lemper mengucap mantranya dan mulai mengubah ketiga abdi itu. Dalam sekejap, Angkara,Bharata, dan Maricha berubah menjadi tiga ekor kijang. Usai itu, ketiga kijang tadi segera berlarin menuju peristirahatan Rama Shinta di hutan Dandaka dan segera menjalankan misinya. Mereka menaritarian kijang dengan lincah dan menarik perhatian Shinta. Shinta : “Kanda, dik Laksmana, lihat! Kijang-kijang itu cantik sekali!!” (menunjuk kijang-kijang yang menari) Rama : “Iya Dinda, betapa indahnya gerakan mereka!” Laksmana : “Iya Kak, kijang-kijang itu lucu sekali!” Shinta : “Kanda, lihat! Ada kijang yang bertanduk emas, aku ingin sekali kijang emas itu, Kanda! Kanda mau kan menangkap kijang itu untukku?” Rama : “Apa kamu sangat menginginkannya, istriku ?” Shinta : “Iya kanda ! kanda mau kan menangkapnya untukku?” (sangat berharap ) Rama : “Baiklah, demi kau istriku yang sangat aku sayangi dan aku cintai, aku akan memburu kijang emas itu untukmu” (menyiapkan perlengkapan untuk memburu) “Dan kamu adikku, tolong jaga kakakmu, Shinta, selama kakak pergi memburu kijang itu. Karena aku takut nanti Rahwana tiba-tiba datang dan membawa pergi Shinta.” Laksmana : “Iya kak! Saya mengerti , tenang saja kak aku akan menjaga kak shinta sampai titik darah penghabisan.” ( sambil mengepalkan tangan keatas ) Rama : “Baiklah adikku, aku percaya kepadamu, pokoknya jangan kemana-mana sampai nanti aku kembali.” Shinta : “Hati-hati ya kanda .. ! aku yakin kanda pasti akan segera kembali dengan membawa kijang emas itu untukku” ( sambil mencium tangan rama ) “Kanda, aku sangat mencintaimu” ( sambil memegangi tangan Rama ) Rama : “Aku juga sangat mencintaimu dinda !”( mengusap rambut sinta ) “Ya sudah , aku berangkat sekarang, nanti keburu kijangnya kabur .” “Jaga kakakmu yah!” (menepuk pundak Laksmana lalu pergi) Laksmana : “Iya kak, percaya sama saya. TiTi DJ kak !”( sambil melambaikan tangan) Setelah Rama pergi, Shinta dan Laksmana membereskan barang-barang ke dalam tenda. Di balik pohon beringin, Rahwana tetap mengintai dengan bola kristal hasil ngutang dari Mak Lemper. Ia bingung memikirkan Laksmana yang tidak ikut memburu kijang emas itu. Rahwana : “Aduhhh…. ! bagaimana ini Durya, kenapa Laksmana tidak ikut memburu kijang. Padahal bayanganku Laksmana ikut mengejar kijang emas itu. Nah … ! Sekarang bagaimana supaya Laksmana terpisah dengan Shinta ? (menengok Durya yang diam saja) Durya … ! kamu kok diam saja, bantu aku mikir donk !” Durya : “Hamba diam ini juga lagi mikir baginda! Sambil searching, mumpung ada wi-fi” Rahwana :“Oo..! ya sudah sekarang kita pikirkan bersama.” Lima, sepuluh, lima belas, bahkan dua puluh menit lamanya mereka memikirkan cara untuk menyingkirkan Laksmana dari sisi Shinta. Ide-ide bodoh muncul di pikiran mereka, tetapi Laksmana pasti bisa mengatasi ide-ide itu. Mereka terus berpikir keras dan memeras otak untuk menemukan cara terjitu untuk menjalankan misi ini. Durya : “Nah! Ketemu!” Rahwana : “Hus … ! jangan teriak-teriak, nanti mereka dengar!” Durya : “Maaf baginda ! kelepasan baginda , hamba sudah menemukan caranya.” Rahwana : “Iya , bagaimana ?” Durya : “Begini baginda” ( sambil berbisik ) Rahwana : “Bagus ! ide kamu bagus sekali, ternyata kamu pintar juga Durya ?” Durya : “Iya dong baginda! Hamba kan lulusan S2 SMP N 1 Godean! Di sana muridnya pinter-pinter! Gurunya asik lagi! Makanya, sekolah di Negsago!” Rahwana : “Ciyus? sama dong kaya’ aku !” Durya : “wah … sama dong kita baginda ?” Rahwana : “Heh , enak aja lho mau nyamakan aku dengan kamu, sudah sudah kok malah bercanda ( serunya dengan keras ) sekarang aku akan merubah suaraku menjadi suara rama. Hem … Shinta ! kau pasti akan jadi milikku!”(serunya dengan yakin) Setelah Shinta dan Laksamana selesai membereskan barang-barang mereka yang ada di dalam tenda, mereka mulai beristirahat. Tapi, tiba-tiba mereka mendengar jeritan Rama. Rama seakan minta tolong. Apakah yang terjadi? Pikirkanlah hal itu… Rahwana : “Tolong! Tolong! dik laksmana tolong aku!”(teriaknya dengan suara menyerupai rama, sembunyi di balik pohon) “Hihihi… Durya… Pasti ini berhasil…” (lirih) Shinta : “Dik laksmana ! apa kamu mendengar sesuatu ?” Laksmana : “iya kak ! itu kak Rama, bahkan teriakan itu memanggil namaku. aku yakin itu kak Rama ! kak rama butuh bantuan, aku harus menolongnya” ( ucapnya dengan nada khawatir ) Shinta : “iya dik! kamu pergi saja menolong kakanda sekarang biar aku disini saja menjaga barang-barang kita” Laksmana : “Tapi kak, aku sudah berjanji pada kak rama untuk menjaga kak shinta” Shinta : “Tidak apa-apa dik ! sekarang kakanda membutuhkan bantuan dik laksmana. Dik laksmana tenang saja. Aku disini baik-baik saja !” Laksmana : “Baik aku akan menolong kak rama. Tapi aku akan membuatkan perlindungan dulu untuk kak shinta (Laksmana membuat lingkaran sakti yang akan menjaga Shinta dari apapun) Laksmana : “Kak shinta , tolong sekarang kakak masuk dalam bundaran ini !” Shinta : “Ini apa dik ?”( sambil masuk kedalam bundaran sakti ) “kok dik laksmana malah ngajak main ?” Laksmana : “Houm …… !” (membaca mantra) “hap! Nah sekarang bundaran ini sudah menjadi bundaran sakti” Shinta : “Bundaran Sakti ?” Laksmana : “Iya , bundaran sakti ini tidak bisa ditembus atau dimasuki oleh siapapun, jadi kak shinta tidak akan bisa disentuh oleh siapapun. Tapi kalau kak shinta keluar, kak shinta tidak akan bisa masuk lagi kedalam bundaran ini.” Shinta : “Baiklah kalau begitu! sekarang kamu sudah bisa tenang kan meninggalkan aku?” Laksmana : “Iya kak, tapi kak shinta harus janji tidak akan keluar dari bundaran sakti ini. Sampai aku dan kak rama kembali !” Shinta : “Iya, kak sinta janji, sekarang kamu berangkat selamatkan kak Rama ya ?” Laksmana : “Baik, aku berangkat! Doakan ya kak! aku akan segera kembali” ( pamit dengan membawa seperangkat alat memanah ) Laksmana segera melesat secepat angin menyusul Kakaknya, Rama. Sedangkan Rahwana yang sudah berhasil dalam mengusir Laksmana masih tetap bingung. Ya, dia bingung akan bagaimana caranya mengeluarkan Shinta dari lingkaran sakti itu lalu memboyongnya ke Alengka. Rahwana : “Aduh! Bagaimana ini? Aku kira setelah Laksmana pergi, aku langsung bisa membawa Shinta, tapi sekarang aku malah tidak bisa menyentuh Shinta sama sekali” ( sambil mondar-mandir dan mengepalkan tangannya ) “Durya, bagaimana ? Apa kamu tidak punya ide lagi?” Durya : “Mohon maaf baginda, sepertinya kali ini hamba benar-benar tidak tau bagaimana caranya mengambil Dewi Shinta dari bundaran sakti itu, karena hamba yakin tidak akan mampu menembusnya !” Rahwahna : “Ah, gimana sih kamu itu! katanya ngaku lulusan sekolah lor Pasar Godean itu, ada masalah gini aja bingung .” Durya : “Tapi baginda juga bingungkan?” Rahwana : “Jadi kamu ngledek aku? Iya?!” (membentak sambil menoyor kepala Durya) Durya : “Ampun Baginda! Hamba tidak bermaksud seperti itu!” Rahwana : “Ya sudah sekarang kita mikir lagi!” (terdiam sambil mondar mandir) Rahwana : “Nah! Aku sekarang punya ide!” Durya : “Bagaimana baginda?” ( mendekati rahwana ) Rahwana : “Begini....” ( sambil berbisik ) Durya : “siap baginda ! hamba siap melaksanakannya” Rahwana : “Tidak, kali ini biar aku yang melakukannya, biar nanti aku bisa langsung membawa shinta pergi ke Istanaku” Durya : “Oh … baik baginda !” ( sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ) Rahwana : “Tapi kamu tetap disini mengawasi, siapa tau Rama dan Laksmana nanti kembali. Dan kamu harus menghadangnya, apapun caranya !” Durya : “Siap baginda !” Rahwana : “Bagus. sekarang aku akan merubah wujudku menjadi seorang lelaki yang tua renta. Houm!” (membaca mantra, sementara itu Durya memasangkan aksesoris ke Rahwana) “Hap!” Kakek : “Bagus kan?? Baik, aku akan kesana dan kamu jaga disini, Durya !” Durya : “Keren, Baginda… Good luck baginda! Cemungutt eeaakk! Go Bagind

muter Jawa Ramayana

Last Update: 2014-09-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja… Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…) seorang debby akhirnya dilahirkan pada tanggal 1-8-1993, hari minggu, pukul 12.30 , diatas rumah tradisional di desa sumberame, tepatnya di Jalan wringinanom… Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain… Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis… Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja ) Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau…. Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu main kartu,… Ada tambahan nih yang saya ingat…yaitu volly dan bilyard… Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan… Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah: 1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu… 2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali… Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah… tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. Masa Taman Kanak-Kanak Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu. Khusus ibu akan saya tulis tersendiri… Karena ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan saya sekolah di TK selama setahun. Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…). Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…) , saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali pulang lagi… TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah… satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta anak pantura , yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban… Masa Sekolah Dasar Usia sudah cukup 6 tahun rupanya untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang dekat dari rumah, saya jalan kaki terkadang juga memakai sepeda ungklik. , Pada masa MI ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi. Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung MI.SUNAN GIRI (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena mulai terasa mengeluarkan biaya yang cukup banyak Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak DASAR), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit. Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau… Pada masa MI ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota anak pantura Akhirnya sukses dengan tampil di mana mana …mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan… Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 1 krian . Berhubung standar NEM di SMP Negeri 1 krian lumayan tinggi, yaitu 33,35 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 1 wringinanom,. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini… Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai mencari pekerjaan Masih teringat jelas bagaimana saat waktu ibu bekerja kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki. Ngomong-ngomong soal hobi, hobi mmenyanyi & membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur dari waktu kcil hingga menuju puberitas, Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba nyanyi sekecamatan pada tahun 2007 Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya… Masa Sekolah Menengah Atas rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA ini, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya ingin menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan orang tua sebagaimana ia telah merawat ku dari kecil hingga dewasa.” Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan SMA Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)… Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di MA.Raden aku wringinanom. Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri…. 1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “2 tahun jadi milyader.” Akhir masa sekolah menengah keatas adalah sebuah masa menuju keperguruan tinggi dimana hari hari yang menegangkan saat mengikuti test lewat jalur umum yang kurang lebih 2 mingguan pengumuman akan dimunculkan lewat alat informasi yaitu internet Dan saat saya melihat akhirnya saya ditrima di jenjang perguruan tinggi di Stikes Yarsis yang sekarang diganti dengan nama UNUSA Surabaya, dalam hatiku berkata alhamdulillah sujud syukur ku padamu ya allah . pada saat itu aku mulai masuk hari pertama tetesan air mata mulai keluar karena sangking senangnya bisa melanjutkan kejenjang tinggi, hari ke 2 sampai 3 mingguan aku masih terasa nyaman dan mulain banyak teman dan setelah kebahagiaan yang sekilas kini mulai sangat mnyedihkan, karena dimana saya terkena virus GBS , dengan pengetahuan ini saya mulai terasa lemas nggak ada tenaga sama sekali dan akhirnya saya dirawat drumah sakit tepatnya di RS.SOETOMO selama 4 bulan setengan ,pulang dari RS aku pun masih belum bisa ngapa-ngapain masih butuh bantuan, perlu dibantu ,akhirnya pada tahun 2014 sembuhlah serang debby yang kini sudah duduk di fakultas eknomi, meski dengan keadaan seperti ini aku tidak peduli orang berkata apa tentang diriku dan aku selalu semangat dalam meraih cita cita meski ini bukan keinginan aku , setelah lulus ini rencana aku , aku ingin bekerja dan aku akan membalas kebaikan orang tua dengan cara memberangkatkan mreka ke tanah suci tempat dan akan aku tunjukan pada mreka meski dengan keadaan ku seperti ini tapi aku sukses dalam kemandirianku.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Jajan pasar dan bubur merah putih yang harus ada dalam upacara tedak siten. Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.Tedhak Siten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Jawa Tengah . Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Secara keseluruhan, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.Upacara Tedhak Siten selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan kerabat keluarga Jawa karena dari upacara ini mereka dapat memperkirakan minat dan bakat adik kita yang baru bisa berjalan.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang. Beliau mendapatkan pendidikan agama dan rumah tangga yang baik dari kedua orang tua dan para guru agama. Semua ini membentuk kepribadian beliau yang memiliki sifat tabah, teguh pendirian, dan tawakal. Seperti umumnya di masa itu, beliau menikah di usia sangat muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Ketika Perang Aceh meletus tahun 1873, Teuku Ibrahim turut aktif di garis depan. Cut Nyak Dien selalu memberikan dukungan dan dorongan semangat. Semangat juang dan perlawanan Cut Nyak Dien bertambah kuat saat Belanda membakar Masjid Besar Aceh. Dengan semangat menyala, beliau mengajak seluruh rakyat Aceh untuk terus berjuang. Saat Teuku Ibrahim gugur, di tengah kesedihan, beliau bertekad meneruskan perjuangan. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar. Seperti Teuku Ibrahim, Teuku Umar adalah pejuang kemerdekaan yang hebat. Bersama Cut Nyak Dien, perlawananyang dipimpin Teuku Umar bertambah hebat. Sebagai pemimpin yang cerdik, Teuku Umar pernah mengecoh Belanda dengan pura-pura bekerja sama pada tahun 1893, sebelum kemudian kembali memeranginya dengan membawa Iari senjata dan perlengkapan peranglain. Namun, dalam pertempuran di Meulaboh tanggal 11 Februari 1899 ,Teuku Umar gugur. Sejak meninggalnya Teuku Umar, selama 6 tahun Cut Nyak Dien mengatur serangan besar- besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Seluruh barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk biaya perang. Meski tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut. Perlawanan yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu, bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya. Namun, kehidupan yang berat dihutan dan usia yang menua membuat kesehatan perempuan pemberani ini mulal menurun. Ditambah lagi, jumlah pasukannya terus berkurang akibat serangan Belanda. Meski demikian,ketika Pang Laot Ali, tangan kanan sekaligus panglimanya, menawarkan untuk menyerah, beliau sangat marah. Akhirnya, Pang Laot Ali yang tak sampai hati melihat penderitaan Cut Nyak Dien terpaksa berkhianat. la melaporkan persembunyian Cut Nyak Dien dengan beberapa syarat, di antaranya jangan melakukan kekerasan dan harus menghormatinya. Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien, bahkan ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap dalam kondisi rabun pun masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Beliau marah luar biasa kepada Pang LaotAli. Namun,walau pun di dalam tawanan, Cut Nyak Dien masih terus melakukan kontak dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga beliau akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, pada 11 Desember 1906. Cut Nyak Dien yang tiba dalam kondisi lusuh dengan tangan tak lepas memegang tasbih ini tidak dikenal sebagian besar penduduk Sumedang. Beliau dititipkan kepada Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja, bersama dua tawanan lain, salah seorang bekas panglima perangnya yang berusia sekitar 50 tahun dan kemenakan beliau yang baru berusia 15 tahun. Belanda sama sekali tidak memberitahu siapa para tawanan itu. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Masjid Besar Sumedang. Perilaku beliau yang taat beragama dan menolak semua pemberian Belanda menimbulkan rasa hormat dan simpati banyak orang yang kemudian datang mengunjungi membawakan pakaian atau makanan. Cut Nyak Dien, perempuan pejuang pemberani ini meninggal pada 6 November 1908. Beliau dimakamkan secara hormat di Gunung Puyuh, sebuah komplek pemakaman para bangsawan Sumedang, tak jauh dan pusat kota. Sampai wafatnya, masyarakat Sumedang belum tahu siapa beliau, bahkan hingga Indonesia merdeka. Makam beliau dapat dikenali setelah dilakukan penelitian berdasarkan data dari pemerintah Belanda. Tempat/Tgl. Lahir : Aceh, 1848 (tanggal dan bulan tidak diketahui) Tempat/Tgl. Wafat : Sumedang, 6 November 1908 SK Presiden : Keppres No.106 Tahun 1964, Tgl. 2 Mei 1964 Gelar : Pahlawan Nasional google terjemahan bahasa jawa - bebasan

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation