MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: pidato jawa- pemilihan ketua osis    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

Mobil Esemka Ciptakan Lapangan Kerja Dukungan politis diberikan Komisi VI DPR terhadap kehadiran mobil Esemka, yang merupakan produk siswa-siswa SMK bekerja sama dengan usaha kecil menengah (UKM), awal akhir Januari 2012. Mobil ini telah diperkenalkan oleh Walikota Solo Joko Widodo pada awal Januari lalu. Selain menunjukkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, produk ini juga mampu menekan “uang menguap” ke luar negeri sekitar Rp 700 triliun/tahun, hasil keuntungan penjualan mobil produk asing sekitar 1 juta unit/tahun di Indonesia. Justru kalau berhitung dengan konsep industri, banyak keuntungan. Jadi tidak ada kendala pada pembuatan mobil Esemka. Seperti pasar, sudah ada. Kalau dalam record business, yang pesan sudah di atas 4.000 unit, baik yang applied formal, on call, atau lewat internet. Ini baru di Jawa saja. Melihat ini, mestinya kita bahu-membahu untuk mewujudkan permintaan itu. Jadi, jangan takut kita tidak ada niatan untuk membikin pabrik tapi memaksimalkan kapasitas SMK, yang punya tempat praktik cukup baik, dan bermitra dengan industri-industri lokal. Sudah membuat komponen dan 70% komponen produk lokal. Sisanya memang beli, seperti control automatic, meter, electro control lock. Komponen sudah diproduksi di beberapa tempat, seperti Sidoarjo, Pasuruan, Tulungagung, Purwokerto, Tegal, Bekasi, Tangerang, dan Sukabumi. Dengan pemenuhan 70% komponen lokal, itu sudah cukup. Pabrikan-pabrikan juga tidak ada 100% komponen sendiri.Tidak ada 100% Jepang atau Jerman. Oleh karena itu, semua komponen bangsa ini perlu membantu. Produk mobil Esemka memiliki tiga kelebihan. Selain kualitasnya tidak kalah dengan produk asing, juga bisa menekan “uang menguap” keluar negeri yang diperkirakan mencapai Rp 700 triliun/tahun, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Mobil Esemka ini dapat dukungan dari departemen terkait responnya bagus. BUMN, Kemenko Kesra, Koperasi dan UKM memberikan dukungan positif dan mendorong untuk terus maju. Kalau Perindustrian belum ada statement untuk mendorong kita. Meski begitu, kita akan terus melakukan komunikasi di panja. Dengan perizinan tidak ada kendala. Perindustrian sudah menyatakan vehicle identification number dan pendaftaran protipe oke. Tinggal masalah gas buang. Tetapi, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan membantu menerjunkan para ahlinya guna mengatasi masalah emisi ini. Sedang sertifikasi registrasi uji tipe maupun penerbitan BPKB dan STNK akan lancar saja. Unsur 5W 1H pada berita : What → Apa yg diberitakan? Mobil Esemka Ciptakan Lapangan Kerja. Where → Dimana diperkenalkan mobil Esemka tersebut? di Solo, Jawa Tengah. When → Kapan kehadiran mobil Esemka? Awal akhir Januari 2012. Why → Kenapa produk mobil Esemka di ciptakan? Produk mobil Esemka memiliki tiga kelebihan. Selain kualitasnya tidak kalah dengan produk asing, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. Who → Siapa yang membuat mobil Esemka tersebuut? Siswa-siswa SMK yang bekerja sama dengan usaha kecil menengan (UKM) How → Bagaimana dukungan dari departemen terkait? Mobil Esemka ini dapat dukungan dari departemen terkait responnya bagus. . BUMN, Kemenko Kesra, Koperasi dan UKM memberikan dukungan positif dan mendorong untuk terus maju. Kalau Perindustrian belum ada statement untuk mendorong kita.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman sekarang, mungkin tidak banyak remaja yang menggunakan bahasa jawa yang baik dan benar. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor diantarany

google agensi nganti Indonesia ke jawa

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawaPudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Pudarnya Tata Krama Bahasa Jawa Masyarakat Jawa memiliki bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya, telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa Jawa telah menjadi pengikat kebudayaan. Akan tetapi, agaknya pengikat tersebut telah terabaikan dan menjadi hal yang sulit untuk dicari. Masyarakat Jawa telah kehilangan identitasnya sebagai penyandang bahasa ibu, yaitu bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki tata krama bahasa, atau istilah dalam bahasa Jawanya adalah unggah-ungguh bahasa. Tata krama bahasa Jawa ini dibagi menjadi tiga jenis yaitu krama alus atau inggil, krama lugu, dan ngoko. Bahasa Jawa alus biasanya digunakan dalam percakapan berikut: antara orang yang lebih muda dengan yang lebih tua dan atau seusia, ditujukan kepada seseorang yang berkedudukan lebih tinggi, serta digunakan dalam acara-acara formal. Bahasa Jawa lugu dipergunakan dalam percakapan masyarakat awam. Kedudukan bahasa Jawa lugu lebih rendah dari bahasa Jawa alus. Bahasa Jawa ngoko adalah bahasa dengan tingkatan tata krama paling rendah. Biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, percakapan sesama teman, dan sebagainya. Masyarakat Jawa yang identik dengan budaya saling menghormati dan kesantunan yang tinggi, mempergunakan tata krama bahasa sebagai salah satu bentuk penghormatan. Mereka menggunakan bahasa sebagai bentuk rasa hormat kepada lawan bicaranya. Akan tetapi, berkat adanya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional menjadikan pudarnya nilai-nilai tata krama bahasa Jawa. Penutur asli bahasa Jawa beralih bahasa menggunakan bahasa Indonesia. Peminat bahasa Jawa semakin sedikit. Tata krama bahasa Jawa telah lenyap digantikan bahasa ngoko dan bahasa Indonesia (ditekankan, bahwa bahasa Jawa ngoko tidak dapat dipakai sebagai bahasa penghormatan). Tata krama bahasa ini pun telah jarang kita temui dalam masyarakat Jawa. Beberapa alasan yang menyebabkan hal ini adalah sulitnya sosialisasi, karena semakin minimnya pengguna bahasa Jawa alus. Seharusnya, yang menjadi pensosialisasi bahasa Jawa alus pertama kali adalah orang tua. Orang tua yang harusnya mengenalkan bahasa Jawa alus. Karena dengan begitu, seorang anak akan terbiasa dengan memakai bahasa tersebut. Kemudian, sekolah. Sekolah mengajarkan bahasa Jawa alus kepada murid-muridnya. Sekolah dasar biasanya mengadakan mata pelajaran muatan lokal (mulok). Akan tetapi, sekarang ini tidak banyak orang tua yang mengajarkan bahasa alus tersebut. Orang tua cenderung lebih senang mengajarkan bahasa Indonesia ketimbang bahasa Jawa. Begitu juga dengan sekolah. Sekolah-sekolah lebih banyak memprioritaskan bahasa Indoesia ketimbang bahasa Jawaalus. Dampak negatif dari tidak dipakainya tata krama ini adalah tidak terjalin komunikasi yang selaras. Misalnya pembicaraan seorang anak dengan Ibunya. Ketika seorang anak berbicara dengan menggunakan bahasa Jawa ngoko kepada Ibunya, akan terlihat saru atau tidak sopan. Contoh: si Anak bertanya, “arep lungo endi, Bu?” akan berbeda suasana bila si Anak itu bertanya dengan bahasa Jawa alus, “badhe tindak pundi, Bu?”. Pemakaian bahasa Jawa sesuai dengan tata kramanya lebih banyak memiliki dampak positif. Di antaranya, timbul rasa hormat kepada lawan bicara sehingga perbincangan pun akan terjalin dengan baik dan pembicaraan akan terkesan harmonis karena penutur dan lawan tuturnya mempergunakan bahasa yang halus. Oleh karena itulah, penting adanya sosialisasi dan peninjauan kembali fungsi dan kedudukan tata krama bahasa Jawa agar lebih diperhatikan oleh masyarakat Jawa serta pemerintah. Pemerintah hendaknya diikutsertakan supaya membantu pelestarian budaya Indonesia yaitu bahasa daerah. Share this:

Last Update: 2014-09-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada suatu hari di kerajaan mataram, sedang berlangsung suatu pertemuan tertutup yang hanya dihadiri oleh para petinggi kerajaan Mataram. Mereka sedang membahas masalah ramalan yang menyebutkan bahwa akan ada seorang anak selir yang akan dapat menggoyangkan tahta Sultan Agung jika ia dibesarkan di wilayah kerajaan. Setelah mempertimbangkan dengan matang, akhirnya diputuskan untuk menitipkan anak tersebut kepada Ki Gede Cempaluk. Beberapa bulan kemudian, lahirlah seorang putra yang lucu dan tampan. Anak laki-laki tersebut adalah putra Sultan Agung yang dikandung oleh selirnya. Sesuai dengan kesepakatan, maka sesaat setelah bayi tersebut lahir langsung dibawa oleh Ki Gede Cempaluk untuk diasuh. Sultan Agung memberikan sebidang tanah di daerah Gambiran, Kesesi kepada Ki Gede Cempaluk sebagai tempat untuk mendirikan padepokan sekaligus kediamannya. Oleh Ki Gede Cempaluk, bayi laki-laki tersebut kemudian diberi nama Jaka Bau. Jaka Bau memiliki beberapa sahabat yang sangat akrab. Mereka sudah seperti saudara. Mereka sudah kenal dan berteman akrab sejak mereka masih kanak-kanak. Mereka senang sekali merpura-pura menjadi panglima perang tentara Mataram setiap kali bermain perang-perangan. Bahkan mereka sering bertengkar karena memperebutkan kedudukan. Mereka memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin menjadi panglima perang kerajaan Mataram. Seiring dengan berjalannya waktu, Jaka Bau tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, kuat, baik hati, dan memiliki ilmu kanuragan yang sangat tinggi sehingga disegani oleh rekan-rekan sepadepokannya. Kesaktiannya sudah sangat terkenal dan namanya cukup disegani di daerah Pantura. Beberapa tahun kemudian, Ki Gede Cempaluk memutuskan bahwa Jaka sudah cukup dewasa dan harus mengabdikan tenaga dan pikirannya kepada kerajaan Mataram. Beliau kemudian mengutus Jaka Bau untuk berangkat ke Mataram dengan disertai surat pengantar tentang jati diri Jaka Bau yang sebenarnya yang ditujukan langsung kepada Sultan Agung. Sesampainya di Mataram, Jaka Bau langsung pergi menemui Sultan Agung dan menyerahkan surat yang dititipkan oleh Ki Gede Cempaluk. Setelah Sultan Agung membaca surat dari Ki Gede Cempaluk tentang identitas diri Jaka Bau yang sebenarnya, beliau menjadi sangat terkejut sekaligus bahagia karena melihat putranya telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang gagah, rupawan, pemberani, dan baik hati. Selama menjadi prajurit Mataram, karir Jaka Bau sangat cemerlang. Pada suatu hari, Jaka Bau kemudian diutus untuk memimpin pasukan mataram menyerang raja Uling di daerah Sigawok oleh Sultan Agung. Tugas tersebut berhasil dijalankan dengan baik oleh Jaka Bau. Atas prestasinya tersebut, Jaka Bau kemudian diberikan gelar Tumenggung Bahurekso oleh Sultan Agung. Tumenggung Bahurekso kemudian diperbolehkan untuk kembali ke Pekalongan dengan diberikan tugas untuk menanam dua batang pohon beringin di kulon kali dan wetan kali pekalongan. Dua batang pohon beringin itulah yang sampai sekarang tumbuh di tengah alun-alun Pekalongan dan Alun-alun Batang. Seusai menunaikan tugasnya tersebut, tumenggung bahurekso dilantik menjadi adipati (bupati) Kendal. Pada suatu hari, Jaka Bau memutuskan untuk bertapa di hutan gambiran. Pertapaan yang dilakukannya ini bukan sembarang semedi, tetapi tapa ngalong, yaitu bertapa dengan posisi terbalik seperti kelelawar. Sejak saat itulah daerah gambiran dan sekitarnya dinamakan daerah ”PEKALONGAN”. Dalam melakukan semedinya, Jaka Bau mengalami banyak sekali godaan, termasuk dari Dewi Lanjar, ratu penguasa para makhluk halus di pantai utara Jawa. Namun karena kesaktiannya, Jaka Bau tidak terpengaruh sama sekali. Justru akhirnya Dewi Lanjar yang takluk kepada Jaka Bau dan menjadi istrinya. Mereka hidup dengan bahagia dan harmonis. Dengan Dewi Lanjar sebagai istrinya, kesaktian Jaka Bau dan namanyapun semakin terkenal. Beberapa bulan kemudian, Sultan Agung mengirim seorang utusan untuk memanggil Tumenggung Bahurekso ke Mataram guna memimpin pasukan Koloduto yang akan menyerang Batavia. Utusan tersebut juga memanggil Tan Kwie Djan (Djaningrat), Bupati Pekalongan saat itu yang juga sahabat dan teman seperjuangan Tumenggung Bahurekso. Mereka kemudian segera berangkat ke Mataram bersama-sama untuk menghadap kepada Sultan Agung. Setelah sampai di Mataram, mereka langsung mempersiapkan segala keperluan untuk berperang. Seminggu kemudian, persiapan telah selesai dan merekapun segera berangkat menuju Batavia setelah berpamitan kepada Sultan Agung dan Ki Gede Cempaluk. Sesampainya di Batavia, pasukan Koloduto tidak langsung menyerang masuk. Mereka mengirim para agen yang menyamar menjadi pedagang dan seniman. Mereka ditugaskan untuk melihat situasi dan kondisi dalam kota. Beberapa hari kemudian, para prajurit yang menyamar menjadi pedagang dan seniman tersebut menyerang pasukan Belanda di Batavia secara serempak pada tengah malam. Namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh Belanda karena keterbatasan jumlah dan persenjataan. Dengan hasil tersebut, belanda merasa senang dan menjadi lengah. Tidak lama kemudian, pasukan utama Koloduto menyerang dari darat dan laut dari arah selatan dan utara. Pasukan Belanda menjadi panik dan sempat kocar-kacir karena terkejut, namun serangan tersebut kembali gagal karena serangan dari darat dan laut tidak secara bersamaan. Meskipun demikian, namun pasukan Belanda juga mengalami kerugian yang sangat besar dan banyak pasukannya yang tewas akibat serangan tersebut. Pasukan Koloduto mundur dan menyusun rencana. Keesokan harinya, pasukan Koloduto yang dipimpin Tumenggung Bahurekso Kembali menyerang pasukan Belanda dengan menggali parit-parit. Untuk menangkis serangan tersebut, Belanda menggunakan budak-budak mereka dengan janji akan diberikan kemerdekaan. Pasukan Koloduto berkali-kali berhasil menembus garis pertahanan pasukan Belanda, dan Djaningrat gugur dalam serangan tersebut. Namun hal itu tidak mempengaruhi semangat juang pasukan Koloduto. Hal ini malah menambah semangat juang mereka. Pada keesokan harinya, tepatnya tanggal 21 September 1628 Tumenggung Bahurekso dan kedua putranya gugur dalam pertempuran. Hal ini membuat kacau pasukan Koloduto karena kehilangan figur seorang pemimpin. Akhirnya keadaan berbalik, dan pasukan Koloduto mundur dengan membawa para pimpinan mereka yang telah gugur.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

CERITA RAKYAT TENTANG BAGUS RANGIN Diceritakan oleh informan bahwa ada seorang dalang dari Beber yang bernama Sabdani, yang mendalang dengan lakon cerita Bagus Rangin. Informan itu mendengar pada saat mereka menonton wayang ketika waktu kecil di klenteng-klenteng di daerah Jatiwangi. Tokoh Bagus Rangin muncul dalam cerita wayang Babad Bantar Jati, yang menceritakan Pangeran Kornel yang membantu ...Belanda dalam memberantas kaum pemberontak yang dikepalai Bagus Rangin. Bagus Rangin adalah pemberontak yang memihak kepada rakyat. Bagus Rangin memusatkan strateginya di Jati Tujuh di Bantar Jati yang sekarang sudah menjadi kecamatan. Desa itu dinamakan Jati Tujuh karena memang disana ada pohon jati berjumlah tujuh. Karena memihak rakyat inilah Bagus Rangin dianggap sebagai pemberontak. Pangeran Kornel memihak kepada Belanda berhadapan dengan Bagus Rangin. Karena terdesak, Bagus Rangin mundur dari Bantar Jati menuju Panongan, Wanasalam, Salawana, Cibogo dan sebagainya. Karena terdesak, ada salah satu pengikut Bagus Rangin yang tertangkap dan dipenggal kepalanya oleh pasukan Pangeran Kornel. Namun, yang terjadi adalah kepala pengikut Bagus Rangin berubah menjadi kepala ikan Odong (ikan gabus). Bagus Rangin terus mundur tetapi tidak pernah tertangkap dan tidak pernah menyerah. Bagus Rangin selalu mendapat dukungan dari masyarakat yang dilaluinya. Bahkan masyarakat dengan sukarela menyembunyikannya apabila terjadi bahaya. Perlindungan yang diberikan Bagus Rangin bahkan sampai ke Indramayu. Akan tetapi atas perintah dari Belanda, Sultan-Sultan Cirebon beserta Pangeran Kornel mencari dan melawan Bagus Rangin, bahkan sempat dikepung. Namun karena saktinya Bagus Rangin selalu bisa mengelak dan luput dari pengejarannya. Pertempuran besar pernah pula terjadi di daerah Kadongdong, di daerah Indramayu. Alasan Bagus Rangin memberontak terhadap pemerintahan Hindia Belanda karena rakyat kelaparan dan pemerintah Hindia Belanda bertindak sewenang-wenang. Rakyat marah dan berontak. Bagus Rangin dianggap pemimpinnya. Jadi sebenarnya yang memberontak bukan Bagus Rangin, tetapi rakyat Cirebonlah yang memberontak. Pada saat timbul paceklik dan tidak ada yang membela rakyat inilah muncul seorang pemimpin yang mendapat dukungan dari rakyat. Dimana pun Bagus Rangin berada selalu mendapat dukungan dari rakyat. Bahkan rakyat pun melindunginya ketika dilakukan pengejaran untuk menangkapnya. Wajarlah bila Bagus Rangin ini tidak dapat ditangkap dan tidak mau menyerah. Menurut dongeng orang-orang Bantar Jati, Bagus Rangin wafat dan dimakamkan di makam di desa Depok di Jatiwangi. ( DAENDELS DALAM NASKAH DAN CERITA RAKYAT : Cerita yang berkaitan dengan Daendels di Pantai Utara Jawa )

google agensi Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga pada hari ini kita semua bisa berkumpul di sini dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa halangan dan kekurangan suatu apapun. Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkan saya selaku ketua acara, memberikan beberapa patah kata untuk membuka acara Sedekah Bumi Desa Bantal, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, tahun 2014. Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada: 1. Bpk. Alwarno selaku kepala wilayah Trawas beserta staf2nya yang kami hormati, yang telah berkenan hadir meluangkan waktunya, 2. Bpk. Sukarni selaku kepala Polisi Sektor trawas beserta perangkat keamanan yang kami hormati. 3. Kepada yang terhormat Bapak Juri, selaku Kepala Desa Bantal 4. Sekretaris Desa dan juga segenap perangkat desa beserta warga desa bantal dan sekitarnya yang telah bersedia mengorbankan waktu dan tenaganya demi terselenggaranya acara ini Seperti waktu-waktu sebelumnya, setiap tahun di desa kita tercinta ini selalu menyelenggarakan acara sedekah bumi yang secara serentak dilakukan oleh semua warga Desa Bantal. Sedekah bumi atau biasa disebut dengan acara bersih desa adalah salah satu warisan tradisi dan kebudayaan daerah khas Trawas yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Sedekah bumi merupakan wujud ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rejekinya kepada kita semua, terutama warga Desa Duyung dan sekitarnya. Pada kesempatan tahun ini merupakan acara sedekah bumi yang istimewa dibandingkan sedekah bumi tahun-tahun yang lalu, karena semangat kerjasama dan kekeluargaan dari semual elemen warga desa Bantal acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan suasana yang kondusif, hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh lapisan masyarakat Desa Bantal dan juga segenap instansi desa yang senantiasa saling bahu-membahu dalam mewujudkan desa yang kondusif. Untuk mengawali acara sedekah bumi tahun ini marilah kita bersama-sama memulainya dengan membaca Basmalah. Bismillahirohmanirrohim semoga acara sedekah Bumi ini berjalan lancer dari awal sampai akhir, amien amien ya robal alamin. Untuk mengisi acara sedekah bumi kali ini akan ada rangkaian acara dan hiburan-hiburan yang telah dijadwalkan oleh panitia penyelenggara. Semoga dengan diadakannya acara tahunan ini, dapat membawa berkah bagi kita semua dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan, serta memajukan perkembangan desa Bantal terutama dalam hal pertanian, tekhnologi dan pendidikan. Selain itu, untuk ke depannya peran generasi muda desa ini sangat kami harapkan untuk ikut menyumbangkan aspirasi dan kemampuannya untuk membangun desa Bantal menjadi desa teladan bagi desa-desa yang lainnya. Demikianlah sambutan yang bisa saya sampaikan selaku ketua acara. Bila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jawa wicara sedhekahé bumi

Last Update: 2014-09-16
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Anoman Anoman (Sanskerta: हनुमान्; Hanuman) atau Hanumat (Sanskerta: हनुमत्; Hanumat), Uga disebut sebagai Raden, adalah salah satu dewa Huma kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis Huma wiracarita Ramayana YANG PALING terkenal. Ia adalah seekor Kéra putih dan merupakan Putera Batara Bayu dan Anjani, Saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut Jaket Kulit Serat Pedhalangan, tokoh Anoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, Nanging Huma pengembangannya tokoh ini Uga kadangkala PLACES Huma serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh Antar Zaman. Di India, HANOMAN dipuja sebagai dewa cewek dan beberapa Kuil didedikasikan Dompet memuja dirinya. daftar ISI 1 Kelahiran 2 Masa kapten 3 Pertemuan dengan Rama 4 Petualangan mencari Sita 4.1 Pergi ke Alengka 4.2 Terbakarnya Alengka 5 ketakutan ngan 6 Kehidupan selanjutnya 7 doel dan pemujaan 8 Anoman Huma pewayangan Jawa 8.1 Kelahiran 8,2 Mengabdi pada Sugriwa 8,3 Melawan Alengka 8,4 pengertian Dompet Anoman 8,5 Anggota Keluarga 8,6 Kematian 9 Lihat Pula 10 pasangan bathari Luar Kelahiran Anoman lahir pada masa Tretayuga sebagai Putera Anjani, seekor Wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan widadari, bernama Punjikastala. Nanging ndamel heboh amargi suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai Wanara wanita. Kutukan Ditapi ujan berakhir apabila ia melahirkan seorang Putera Yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor Wanara perkasa. Bersama benteng singers..alias dengan Kesari, Anjani melakukan Tapa ke hadapan Siwa godher Siwa bersedia menjelma sebagi Putera gapura. Ndamel heboh amargi Siwa terkesan dengan pemujaan Yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan gapura dengan turun ke dunia sebagai Anoman. Salah satu versi menceritakan bahwa anak kampung Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya Dompet memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa Makanan Dompet dibagikan kepada tiga istrinya, Yang di kemudian Hari melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Atas kehendak dewatà, seekor burung merenggut Ustad Makanan Ditapi, dan menjatuhkannya di atas puwuh rindu Anjani sedang bertapa. Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan Makanan Ditapi godher Panggung Sandiwara di tangan Anjani. Anjani memakan Makanan Ditapi, lalu lahirlah Anoman. Tumenggung lukisan India. Huma gambar tampak Anoman menghadap Rama bersama benteng singers..alias istrinya Sita, dan Laksmana (paling kanan). Salah satu versi mengatakan bahwa Anoman lahir secara Kenapa sengaja ndamel heboh amargi hubungan Antara Bayu dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu Hari, Dewa Bayu banyakin Kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani Marah ndamel heboh amargi merasa dilecehkan. Nanging Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani Kenapa Margo ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani Bukan di badannya, Nanging di Huma hatinya. Bayu Uga berkata bahwa kelak Anjani Margo melahirkan seorang Putera Yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling Singapura di Antara para Wanara. Sebagai Putera Anjani, Anoman dipanggil Anjaneya (diucapkan "Aanjanèya"), Yang secara harfiah berarti "lahir dari Anjani" atau "Putera Anjani". masa kapten Pada saat Anoman Masih kapten, ia mengira matahari adalah Pulau Manis Yang ujan dimakan, kemudian Terbang ke arahnya dan hendak memakannya. Dewa Indra banyakin bolte itu dan menjadi cemas dengan Safety matahari. Untuk mengantisipasinya, ia melemparkan petirnya ke purba Anoman sehingga Kéra kapten itu Panggung Sandiwara dan menabrak gunung. Ganti bolte itu, Dewa Bayu menjadi Marah dan berdiam diri. Akibat tindakannya, Statistik Makhluk di bumi menjadi lemas. Para Dewa pun memohon kepada Bayu godher menyingkirkan kemarahannya. Dewa Bayu menghentikan kemarahannya dan Anoman diberi hadiah melimpah ruah. Dewa Brahma dan Dewa Indra memberi Anugerah bahwa Anoman Margo kebal dari segala Senjata, Serta kematian Margo datang Wonderful dengan kehendaknya Lengganglenggung Badai Lautku. Developme dari itu, Anoman menjadi Makhluk Yang abadi atau Ciranjiwin. Pertemuan dengan Rama Patung Anoman Yang dibuat pada masa Dinasti Chola, Abad ke-11. Pada saat ganti Rama dan Laksmana datang ke Kiskenda, Sugriwa merasa cemas. Ia berpikir bahwa gapura adalah utusan Subali Yang dikirim Dompet membunuh Sugriwa. Kemudian Sugriwa memanggil prajurit andalannya, Anoman, Dompet menyelidiki maksud kedatangan Dua orang Ditapi. Anoman menerima pengertian Ditapi kemudian ia menyamar menjadi brahmana dan mendekati Rama dan Laksmana. Saat bertemu dengan Rama dan Laksmana, Anoman merasakan ketenangan. Ia Kenapa ganti adanya Tanda-Tanda permusuhan dari Kedua Pulang itu. Rama dan Laksmana Uga terkesan dengan Etika Anoman. Kemudian gapura bercakap-cakap dengan Sangka. Tibake menceritakan riwayat hidupnya masing-masing. Rama Uga menceritakan keinginannya Dompet menemui Sugriwa. Ndamel heboh amargi Kenapa Curiga di lagi kepada Rama dan Laksmana, Anoman Kembali ke wujud asalnya dan mengantar Rama dan Laksmana menemui Sugriwa. Petualangan mencari Sita Huma misi membantu Rama mencari Sita, Sugriwa mengutus Burung Wanara-nya godher pergi ke seluruh pelosok bumi Dompet mencari Tanda-Tanda keberadaan Sita, dan membawanya ke hadapan Rama kalau mampu. Burung Wanara Yang dikerahkan Sugriwa dipimpin oleh Anoman, Sarana Indah, Nila, jembawan, dan Lain-lain. Tibake menempuh Perjalanan berhari-Hari dan menelusuri Tumenggung gua, kemudian Sagita dan menemukan kota Yang berdiri Megah di dalamnya. Atas keterangan Swayampraba Yang Tinggal di sana, kota Ditapi dibangun oleh Arsitek Mayasura dan sekarang Sepi ndamel heboh amargi Maya pergi ke alam para Dewa. Lalu Anoman menceritakan maksud perjalanannya dengan panjang lebar kepada Swayampraba. Atas bantuan Swayampraba Yang sakti, Anoman dan Wanara lainnya lenyap dari gua dan berada di Tumenggung pantai Huma sekejap. Di pantai Ditapi, Anoman dan Wanara lainnya bertemu dengan Sempati, burung tangga humor singkat YANG NGGAK bersayap. Ia Karanggawing sendirian di pantai Ditapi sambil Jaipongan Kembang Gadung Si bangkai hewan Dompet dimakan. Ndamel heboh amargi ia mendengar percakapan para Wanara mengenai Sita dan kematian Jatayu, Sempati menjadi sedih dan meminta godher para Wanara menceritakan Kejadian Yang sebenarnya terjadi. Sarana Indah menceritakan dengan panjang lebar kemudian meminta bantuan Sempati. Atas keterangan Sempati, para Wanara tahu bahwa Sita ditawan di Tumenggung Istana Yang teretak di Kerajaan Alengka. Kerajaan Ditapi dipréntah oleh raja tangga humor singkat bernama Rahwana. Para Wanara berterima kasih setelah menerima keterangan Sempati, kemudian gapura memikirkan cara godher sampai di Alengka. Pergi ke Alengka Ukiran tanah Liat Yang menggambarkan Anoman sedang mengangkat Gunung Dronagiri. Ndamel heboh amargi bujukan para Wanara, Anoman teringat Margo kekuatannya dan Terbang menyeberangi lautan godher sampai di Alengka. Setelah ia menginjakkan kakinya di sana, ia menyamar menjadi monyet kapten dan mencari-cari Sita. Ia ganti Alengka sebagai Benteng pertahanan Yang Kuat sekaligus kota Yang dijaga dengan ketat. Ia ganti penduduknya menyanyikan mantra-mantra Weda dan lagu pujian kemenangan kepada Rahwana. Nanging tak jarang ada orang-orang bermuka kejam dan buruk dengan Senjata lengkap. Kemudian ia datang ke Istana Rahwana dan mengamati wanita-wanita cantik Yang tak terhitung jumlahnya, Nanging ia Kenapa ganti Sita Yang sedang Om. Setelah mengamati ke sana-kemari, ia memasuki Tumenggung taman Yang Masih rajztanulá diselidikinya. Di sana ia ganti wanita Yang tampak sedih dan Murung Yang diyakininya sebagai Sita. Kemudian Anoman banyakin Rahwana merayu Sita. Setelah Rahwana Sulit dengan rayuannya dan pergi meninggalkan Sita, Anoman menghampiri Sita dan menceritakan maksud kedatangannya. Mulanya Sita Curiga di, Nanging kecurigaan Sita petang saat Anoman menyerahkan Cincin milik Rama. Anoman Uga menjanjikan bantuan bwat segera tiba. Anoman menyarankan godher Sita Terbang bersamanya ke hadapan Rama, Sita Nanging menolak. Ia mengharapkan Rama datang sebagai ksatria sejati dan datang ke Alengka Dompet menyelamatkan dirinya. Kemudian Anoman TANYA Restu dan pamit dari hadapan Sita. Sebelum pulang ia memporak-porandakan taman Asoka di Istana Rahwana. Ia membunuh ribuan Tentara termasuk prajurit Pilihan Rahwana penggabungan Jambumali dan baana. Akhirnya ia dapat ditangkap Indrajit putra Penghulu Rahwana sekaligus putra Mahkota Kerajaan Alengka dengan Senjata Brahma Astra. Senjata itu memilit tubuh HANOMAN. Nanging kesaktian Brahma Astra lenyap saat Tentara tangga humor singkat menambahkan Tali jerami. Indrajit Marah bercampur Kecewa ndamel heboh amargi Brahma Astra ujan dilepaskan Anoman kapan saja, Nanging Anoman Masih bereaksi ndamel heboh amargi Jaipongan Kembang Gadung Si saat Yang tepat. Terbakarnya Alengka Ketika Rahwana hendak memberikan hukuman mati kepada Anoman, Wibisana palo Kandung Rahwana membela Anoman godher hukumannya diringankan, mengingat Anoman adalah seorang utusan. Kemudian Rahwana menjatuhkan hukuman godher Ekor Anoman dibakar. Ganti bolte itu, Sita berdo'a godher api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Ndamel heboh amargi do'a Sita kepada Dewa Agni terkabul, api Yang membakar Ekor Anoman menjadi sejuk. Lalu ia memberontak dan melepaskan Brahma Astra Yang mengikat dirinya. Dengan Ekor menyala-Nyala penggabungan obor, ia membakar kota Alengka. Alengka kota pun menjadi lautan api. Setelah menimbulkan kebakaran ngan, ia menceburkan diri ke laut godher api di ekornya Mo Weed. Penghuni Surga memuji keberanian Anoman dan berkata bahwa CHATING kediaman Sita, kota Alengka dilalap api. Dengan membawa kabar Gembira, Anoman menghadap Rama dan menceritakan keadaan Sita. Setelah itu, Rama menyiapkan Burung Wanara Dompet menggempur Alengka ketakutan ngan Anoman diperankan Huma Yakshagana, drama nggak dari Karnataka. Huma ketakutan ngan Antara Rama dan Rahwana, Anoman membasmi kaos Tentara para raksasa. Saat Rama, Laksmana, dan Bala tentaranya Yang lain terjerat oleh Senjata Nagapasa Yang sakti, Anoman pergi ke Himalaya atas Saran jembawan Dompet menemukan Anime & Cartoon obat. Ndamel heboh amargi Tidak tahu Persis bagaimana Lokasi-Lokasi POHON Yang dimaksud, Anoman memotong gunung Ditapi dan membawa potongannya ke hadapan Rama. Setelah Rama dan prajuritnya pulih Kembali, Anoman melanjutkan pertarungan dan membasmi kaos Burung para raksasa. Kehidupan selanjutnya Setelah ketakutan ngan melawan Rahwana berakhir, Rama hendak memberikan hadiah Dompet Anoman. Nanging Anoman menolak ndamel heboh amargi ia Wonderful ingin godher Sri Rama bersemayam di Huma hatinya. Rama mengerti maksud Anoman dan bersemayam secara rohaniah Huma jasmaninya. Akhirnya Anoman pergi bermeditasi di puncak gunung mendo'akan Safety dunia. Pada Zaman pratapan punika, Anoman bertemu dengan Bima dan Arjuna dari Lingkungan keraton pakèwêd. Dari pertemuannya dengan Anoman, Arjuna menggunakan Lambang Anoman sebagai panji keretanya pada saat Bharatayuddha. Doel dan pemujaan Di negara India Yang didominasi oleh agama Hindu, terdapat kaos Kuil Dompet memuja Anoman, dan rindu pun ada gambar awatara Wisnu, pestamu ada gambar Anoman. Kuil Anoman ujan ditemukan di kaos pulut di India dan konon Banten di sekeliling Kuil itu terbebas dari tangga humor singkat atau kejahatan. Beberapa Kuil Anoman Yang terkenal adalah: Kuil Anoman di Nerul Navi, Mumbai, India. Puncak monyet, Himachal Pradesh, India. Kuil Jhaku, Himachal Pradesh, India. Kuil Sri Suchindram, India, India. Sri Hanuman Vatika, Orissa, India. Kuil Saakshi Hanuman, India, India. Shri Krishna Matha (Kuil Krishna), Keeramangalam. Krishnapura Matha, Krishnapura dekat Marina Surathkal. Kuil Ragigudda Anjaneya, Jayanagar, Bangalore. Hanumangarhi, Ayodhya. Kuil Sankat Mochan, Benares. Kuil Hanuman, dekat Marina Nuwara Eliya, Sri Lanka. Salasar Balaji, Kabupaten Churu, Rajasthan. Kuil Mehandipur Balaji, Rajasthan. Ada Balaji, di puwuh Suaka Sariska, Alwar, Rajasthan. Wisata Kerajinan Kuil Maruthi di Maharashtra. Kuil Shri Hanuman di Endah Place, New Delhi. Shri Baal Hanumaan, Tughlak Road, New Delhi. Kuil Prasanna Veeranjaneya swami, di Mahalakshmi letak, Bangalore, Karnataka. Sri Nettikanti Anjaneya Swami Devasthanam, Kasapuram, Andhra Pradesh. Yellala Anjaneya Swami, Yellala, Andhra Pradesh. Pura Sri Mahavir, Patna, Bihar. Kuil Sri Vishwaroopa Anchaneya, India, India. Anoman Huma pewayangan Jawa Wayang Raden versi Yogyakarta. Wayang Raden versi Surakarta. Anoman Huma pewayangan Jawa merupakan Putera Bhatara Guru Yang menjadi murid dan anak angkat telpon Bathara Bayu. Anoman Lengganglenggung Badai Lautku merupakan tokoh lintas Generasi sejak Zaman Rama sampai Zaman Jayabaya. Kelahiran Anjani adalah Puteri Penghulu Resi Gotama Yang terkena kutukan sehingga berwajah Kéra. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di Telaga Madirda. Suatu Ketika, Batara Guru dan Batara Narada Terbang melintasi angkasa. Saat banyakin Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan online mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya asam dengan daun (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke Telaga. Daun Sinom itu Panggung Sandiwara di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para Un widadari Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi Kéra berbulu putih, sedangkan dirinya Lengganglenggung Badai Lautku Kembali berwajah cantik dan dibawa ke Kahyangan sebagai widadari. Mengabdi pada Sugriwa Bayi berwujud Kéra putih Yang merupakan Putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Anoman Kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, panerus Sugriwa, raja Kéra Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, panerus Subali, paman Anoman lainnya. Anoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya Yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa Dompet mengalahkan Subali, dan bersama benteng singers..alias menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama Yang diculik Rahwana murid Subali. Melawan Alengka Anoman sebagai maskot SEA Games di Jakarta Tahun 1997. Pertama-Tama Anoman menyusup ke Istana Alengka Dompet menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia kering kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Anoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa Ditapi terkenal dengan sebutan Anoman Obong. Setelah Anoman Kembali ke tempat Rama, Burung Kéra pun berangkat menyerbu Alengka. Anoman tampil sebagai Pahlawan Yang kaos membunuh Burung Alengka, misalnya Surpanaka (Sang bagaskara) palo Rahwana. Pengertian Dompet Anoman Huma ketakutan Terakhir Antara Rama kewalahan menandingi Rahwana Yang memiliki Aji Pancasunya, panerus kemampuan Dompet karma abadi. Plaza kali Senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu Pula Rahwana bangkit Kembali. Wibisana, palo Rahwana Yang memihak Rama segera meminta Anoman Dompet membantu. Anoman pun mengangkat Gunung Ungrungan Dompet ditimpakan di atas mayat Rahwana anak kampung Rahwana baru saja tewas di tangan Rama Dompet kesekian kalinya. Ganti kelancangan Anoman, Rama pun menghukumnya godher menjaga Kuburan Rahwana. Rama Yakin kalau Rahwana Masih karma di Bawah gencetan gunung Ditapi, dan Plaza saat ujan melepaskan roh Dompet kering kekacauan di dunia. Beberapa Tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa Dompet mencari reinkarnasi Sita, panerus Reza Mohammadnia palo Kresna. Kresna Lengganglenggung Badai Lautku adalah reinkarnasi Rama. Anoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama Putera angkat telpon Bayu. Anoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia Uga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Anoman bertindak sebagai pertapa. Anggota Keluarga Lukisan Anoman versi Thailand. Diambil di Wat Phra Kaeo, Bangkok. Berbeda dengan versi aslinya, Anoman Huma pewayangan memiliki Dua orang anak. Yang Pertama bernama Trigangga Yang berwujud Kéra putih KAYAK dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Anoman terbayang-Bayang siksa neraka Trijata, Puteri Wibisana Yang menjaga Sita. Di atas lautan, online mani Anoman Panggung Sandiwara dan menyebabkan online laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih Ditapi menjadi Trigangga. Trigangga langsung indonesia dan berjumpa dengan Bukbis, Putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Huma perang Ditapi Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana Nanging dikejar oleh Anoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di Antara Kedua Kéra putih Ditapi. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera Kedua Anoman bernama Purwaganti, Yang baru PLACES pada Zaman Pandawa. Ia menemukan berjasa Kembali Pusaka Yudistira Yang petang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang Puteri pendeta Yang dinikahi Anoman, bernama Purwati. Kematian Anoman berusia SANGAT panjang sampai bosan karma. Narada turun mengabulkan permohonannya, panerus "ingin mati", asalkan ia ujan menyelesaikan pengertian Terakhir, panerus merukunkan keturunan keenam Arjuna Yang sedang terlibat perang Saudara. Anoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana Putera, dengan Pramesti, Puteri Jayabaya. Antara Keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian Sanadyan gapura sama-sama keturunan Arjuna. Anoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya Yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Huma perang itu, Anoman Gugur, moksa bersama benteng singers..alias raganya, sedangkan Yaksadewa Kembali ke wujud asalnya, panerus Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa HANOMAN Kenapa mati Huma Huma berperang Nanging dia moksa setelah bertemu Sunan kali Jaga dan menanyakan bobotoh Yang terkandung dari jimat Kalimasada ndamel heboh amargi Dulu HANOMAN berjanji Kenapa Margo mau mati sebelum mengetahui bobotoh dari TULISAN DI Yang terkandung di Huma jimat Kalimasada.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-15
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

(Suara Gendhing Jawa) Alkisah pada suatu hari, Rama diutus oleh Prabu Desarata untuk bertapa di hutan Dandaka. Ia ditemani oleh istrinya yaitu Shinta dan adiknya Laksmana. Mereka bersama-sama pergi ke hutan Dandaka untuk melaksanakan amanah dari Prabu Desarata. Siang itu, setelah berjalan begitu jauh dari Ayodya, akhirnya mereka sampai di hutan Dandaka. Rama : “Dinda, sepertinya kita sudah sampai, apa dinda capek?” Shinta : “Tidak kakanda, selama aku ada disampingmu aku tidak akan pernah merasa capek” Rama : “Ah…! Dinda ini bisa aja! Aku jadi tersandung...” Shinta : “Lho… Kok tersandung Kakanda?” Rama : “Eh… tersanjung maksudku, Dinda!” Shinta : “Oh… Tersanjung! Aku kira kakanda tersinggung dengan perkataanku...” Rama : “Ya tidaklah istriku, kata-katamu itu…! Hem… Begitu indah dan sangat menyejukkan jiwaku.” Shinta : “Ah…Kanda !” (memukul Rama lembut) Rama : “Aduh, Dinda…! Dari tadi kok kita asyik menyanjung – nyanjung diri sendiri, sampai–sampai kita lupa kalau kita ditemani adik kita tercinta.” (menengok Laksmana yang ada di dekat mereka) Shinta : “Oh iya! Sini adikku, kenapa masih disitu?” (menghampiri Laksmana) “Maaf ya Dik Laksmana, bukan maksud kami anu... Anu...”(belum selesai ngomong kemudian dipotong oleh Laksmana) Laksmana : “Sudahlah Kak Shinta, tidak apa–apa! Lagi pula aku juga senang melihat keakraban Kak Rama dan Kak Shinta.” Shinta : “Kamu memang adik yang baik laksmana. Kanda sangat beruntung punya adik sebaik dik Laksmana!” (menengok ke arah Rama) Rama : “Betul Dinda! Laksmana memang adik yang sangat baik.”(menepuk pundak Laksmana) Laksmana : “Sudahlah, Kak Shinta dan Kak Rama tidak usah memuji aku terus. Nanti keterusan sampai malam dan akhirnya kita tidak punya tempat untuk istirahat. Ehm … !! Kak, bagaimana kalau kita mendirikan tenda disini saja. Sepertinya disini tempatnya sangat teduh dan lapang.” Rama : “Ya!” (mengangguk–anggukkan kepalanya) “Bagaimana menurut Dinda?” Shinta : “Iya Kanda, lebih baik kita mendirikan tenda disini saja.” Rama : “Baik! kalau begitu kita mendirikan tenda disini! Dik Laksmana, tolong ambilkan tendanya di tas !” (lalu mendirikan tenda bersama Laksmana dan Shinta membuatkan minum untuk Rama dan Laksmana) Shinta : “Kakanda, Kakanda pasti capek. Ini diminum dulu airnya, supaya capeknya hilang.” (mengusap dahi Rama dengan selendang)“Adik Laksmana juga, istirahat dulu! Nanti diteruskan lagi, ini diminum airnya.” Laksmana : “Iya .. Kak shinta! Sebentar lagi, nanggung … !”(masih sibuk membenarkan tenda) Rama : “Sudahlah, Dik! Benar apa yang dikatakan kakakmu Shinta, istirahat dulu nanti diteruskan!” Laksmana : “Ya sudaaah… Aku istirahat...” (menghentikan pekerjaannya lalu duduk di dekat Rama dan meminum minumannya) Di saat yang sama tetapi di tempat yang berbeda, Sarpakenaka, Rahwana, dan Mak Lemper sedang mengamati keromantisan Rama Shinta dari bola kristal. Mereka mengamati dengan penuh rasa sakit. Sakit teramat sakit melihat kemesraan pasangan suami istri itu. Sarpakenaka : "Huh... Ini tidak adil!! Mengapa hal itu harus terjadi padaku? Aku tidak suka melihat mereka bahagia. Karena Rama harus suamiku... Huhuhu... Simbok!!" (menangis) MakLemper : "Keep silent, sayang... Tenang..." Sarpakenaka : "Ya Tuhan .. Simbok, lihatlah mereka, mereka terlihat begitu dekat, aku tidak tahan melihatnya. Hatiku merasa seperti diiris pisau tajam, huhuhu ... Ini perih!" (masih menangis) MakLemper : "Tarik nafas... Hembuskan... Jangan khawatir... Simbok akan membantu..." Sarpakenaka : (meratap menangis) "Kanda Rahwana! Apa yang harus kita lakukan? Mengapa Kanda tidak mengatakan apa-apa? Bukankah Kanda juga mencintai Shinta? Mengapa Kanda membiarkan mereka, ha? Mengapaaa!?" (dramatis bin alay) Rahwana : "Kau begitu berisik!! Aku diam bukan berarti akutak peduli!Aku sedang berpikir! Aku tak sepertimu yang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu!!Dasar bocah Alay!!" Sarpakenaka : "Sungguh, teganya dirimu padaku. Bagaimana bisa kau menghinaku seperti ini." MakLemper : "Hey! Hey! Hey! Jangan bertengkar!! Dengarkan aku, Sarpakenaka, Kandamu benar. Kita perlu strategi untuk memisahkan Rama dan Shinta, jadi tenanglah dahululalu berpikirlah apa yang harus kita lakukan..." Sarpakenaka : "Oke, mbok..." (terdiam sejenak untuk berpikir) MakLemper : " Yeeiiii... Aku mendapatkan ide!!" Sarpakenaka+Rahwana : "Opo idene?" Mak lemper : "Ok, sini aku kasih tau. Shinta itu salah satu gadis yang mudah tertarik dengan hal-hal menarik. Seperti kijang emas. Jadi, Rahwana... Panggil abdimu dan bawa ke sini biar ia ku jadikan kijang untuk menarik perhatian Shinta. Dan Shinta akan menyuruh Rama untuk memburunya..." Rahwana : “Wah benar juga. Lalu, Rama dan Laksmana akan meninggalkan Shinta kan, simbok? Dan aku bisa menculik Shinta dan memboyongnya ke Alengka...” MakLemper : “Tumben elo pinter.” Sarpakenaka : "Bagaimana denganku, mbok?Apakah kau hanya memikirkan nasib Kanda Rahwana?" (memelas kepada MakLemper) MakLemper : "Gadis Bodoh . Aku sedang berpikir tentang kau!!” (terdiam sejenak) “Nah jadi begini saja...” Sarpakenaka : "Pripun mbok? Apakah kau akan mengubahku menjadi Shinta atau apa?” MakLemper : "Pandai. Setelah Shinta diambil oleh Rahwana, aku akan mengubahmu menjadi Shinta dan kamu akan hidup selamanya dengan Rama..." Sarpakenaka : "Benarkah?? Terima kasih banyak simbokku tercinta... (Sarpakenaka mencium pipi ibunya) Rahwana : "Baguslah... Kalau begitu aku akan segera memanggil abdi kepercayaanku." (mengambil HP, mencoba menelpon, SMS) “Ehm, simbok,ada sedikit masalah... Aku sudah menghubunginya lewat SMS, BBM, facebook, twitter. Tapi, dia tak menjawab...” MakLemper : "Apakah kau sudah memanggilnya melalui telepon?" Rahwana : "Belum. Ini karena aku tak punya pulsa, hehe... Aku kan raja yang kere..." Sarpakenaka : "Ckkk .... Bilang saja kau ingin ku kirimi pulsa. Memalukan!! Bagaimana bisa seorang raja Alengka, pulsa saja tidak punya. Bagaimana kau menghidupi rakyatmu kelak?" Rahwana : "Itu bukan memalukan. Itu namanya hemat uang, Nduk.” (mengelus kepala Sarpakenaka) Sarpakenaka : “Ya sudah, aku mau manicure pedicure bersama artis Hollywood di Los Angeles. Nanti setelah Rahwana menculik Shinta, panggil aku agar aku ke sini...” (Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper) Seusai Sarpakenaka meninggalkan Rahwana dan Mak Lemper, mereka masih menunggu datangnya abdi Rahwana hingga lumutan. Akhirnya, setelah lima jam menunggu, tiga abdi Rahwana datang, mereka bernama Maricha, Bharata, dan Angkara. Rahwana : “Beraninya kau membuat kita menunggu untuk waktu yang lama.Kau ingin dikutuk menjadi batu?? Heh?" (menempeleng kepala abdinya) Maricha : "Maafkan kelancangan kami, Yang Mulia. Ini salahku. Internetnya tidak terhubung, sehingga hamba tidak bisa berselancar di Facebook dan Twitter. Rahwana : "Ah , kau bicara terlalu banyak. By the way, aku punya tugas besar untukmu, datang ke sini..." (Rahwana membisikkan sesuatu pada abdi-abdinya) Bharata : "Hamba siap untuk melakukan perintah Anda, Yang Mulia. Hamba tidak akan membuat Anda kecewa.” MakLemper : "Baik. Sekarang, berdiri di sana dan pegang tongkat kayu ini, aku akan mengubahmu menjadi kijang emas, Maricha. Dan kau, Bharata dan Angkara, ku ubah kau menjadi kijang hitam sebaga pengiring Maricha. Apakah kau siap?" (bersiap memantrai abdi) Angkara : “Lha kata Yang Mulia Rahwana tadi, kami disuruh menarik perhatian Shinta. Kok malah jadi kijang? Maksudnya bagaimana?” MakLemper : “Begini, setelah kalian nanti aku ubah menjadi kijang, aku perintahkan kalian untuk menarik perhatian Shinta dengan tarian kijang!” Maricha : “Terus setelah hamba menari, apa yang harus hamba lakukan Baginda?” Rahwana : “Aduh…! Begok banget sih. Katrok–katrok! Setelah kamu menari dan kamu melihat mereka sudah tertarik untuk memburu kamu. Kamu langsung lari saja supaya Rama dan Laksmana lari mengejar kamu dan akhirnya Shinta ditinggal sendirian. Nah… Setelah itu aku bisa membawa lari Shinta! Paham?” Angkara : “Kami paham, Baginda...” Bharata : “Ibunda Ratu Mak Lemper... Kami sudah siap untuk kau ubah...” MakLemper : "Hopla. Beri aku A , Beri aku B , Beri aku C , ABC .... Ambil perubahan!” Mak Lemper mengucap mantranya dan mulai mengubah ketiga abdi itu. Dalam sekejap, Angkara,Bharata, dan Maricha berubah menjadi tiga ekor kijang. Usai itu, ketiga kijang tadi segera berlarin menuju peristirahatan Rama Shinta di hutan Dandaka dan segera menjalankan misinya. Mereka menaritarian kijang dengan lincah dan menarik perhatian Shinta. Shinta : “Kanda, dik Laksmana, lihat! Kijang-kijang itu cantik sekali!!” (menunjuk kijang-kijang yang menari) Rama : “Iya Dinda, betapa indahnya gerakan mereka!” Laksmana : “Iya Kak, kijang-kijang itu lucu sekali!” Shinta : “Kanda, lihat! Ada kijang yang bertanduk emas, aku ingin sekali kijang emas itu, Kanda! Kanda mau kan menangkap kijang itu untukku?” Rama : “Apa kamu sangat menginginkannya, istriku ?” Shinta : “Iya kanda ! kanda mau kan menangkapnya untukku?” (sangat berharap ) Rama : “Baiklah, demi kau istriku yang sangat aku sayangi dan aku cintai, aku akan memburu kijang emas itu untukmu” (menyiapkan perlengkapan untuk memburu) “Dan kamu adikku, tolong jaga kakakmu, Shinta, selama kakak pergi memburu kijang itu. Karena aku takut nanti Rahwana tiba-tiba datang dan membawa pergi Shinta.” Laksmana : “Iya kak! Saya mengerti , tenang saja kak aku akan menjaga kak shinta sampai titik darah penghabisan.” ( sambil mengepalkan tangan keatas ) Rama : “Baiklah adikku, aku percaya kepadamu, pokoknya jangan kemana-mana sampai nanti aku kembali.” Shinta : “Hati-hati ya kanda .. ! aku yakin kanda pasti akan segera kembali dengan membawa kijang emas itu untukku” ( sambil mencium tangan rama ) “Kanda, aku sangat mencintaimu” ( sambil memegangi tangan Rama ) Rama : “Aku juga sangat mencintaimu dinda !”( mengusap rambut sinta ) “Ya sudah , aku berangkat sekarang, nanti keburu kijangnya kabur .” “Jaga kakakmu yah!” (menepuk pundak Laksmana lalu pergi) Laksmana : “Iya kak, percaya sama saya. TiTi DJ kak !”( sambil melambaikan tangan) Setelah Rama pergi, Shinta dan Laksmana membereskan barang-barang ke dalam tenda. Di balik pohon beringin, Rahwana tetap mengintai dengan bola kristal hasil ngutang dari Mak Lemper. Ia bingung memikirkan Laksmana yang tidak ikut memburu kijang emas itu. Rahwana : “Aduhhh…. ! bagaimana ini Durya, kenapa Laksmana tidak ikut memburu kijang. Padahal bayanganku Laksmana ikut mengejar kijang emas itu. Nah … ! Sekarang bagaimana supaya Laksmana terpisah dengan Shinta ? (menengok Durya yang diam saja) Durya … ! kamu kok diam saja, bantu aku mikir donk !” Durya : “Hamba diam ini juga lagi mikir baginda! Sambil searching, mumpung ada wi-fi” Rahwana :“Oo..! ya sudah sekarang kita pikirkan bersama.” Lima, sepuluh, lima belas, bahkan dua puluh menit lamanya mereka memikirkan cara untuk menyingkirkan Laksmana dari sisi Shinta. Ide-ide bodoh muncul di pikiran mereka, tetapi Laksmana pasti bisa mengatasi ide-ide itu. Mereka terus berpikir keras dan memeras otak untuk menemukan cara terjitu untuk menjalankan misi ini. Durya : “Nah! Ketemu!” Rahwana : “Hus … ! jangan teriak-teriak, nanti mereka dengar!” Durya : “Maaf baginda ! kelepasan baginda , hamba sudah menemukan caranya.” Rahwana : “Iya , bagaimana ?” Durya : “Begini baginda” ( sambil berbisik ) Rahwana : “Bagus ! ide kamu bagus sekali, ternyata kamu pintar juga Durya ?” Durya : “Iya dong baginda! Hamba kan lulusan S2 SMP N 1 Godean! Di sana muridnya pinter-pinter! Gurunya asik lagi! Makanya, sekolah di Negsago!” Rahwana : “Ciyus? sama dong kaya’ aku !” Durya : “wah … sama dong kita baginda ?” Rahwana : “Heh , enak aja lho mau nyamakan aku dengan kamu, sudah sudah kok malah bercanda ( serunya dengan keras ) sekarang aku akan merubah suaraku menjadi suara rama. Hem … Shinta ! kau pasti akan jadi milikku!”(serunya dengan yakin) Setelah Shinta dan Laksamana selesai membereskan barang-barang mereka yang ada di dalam tenda, mereka mulai beristirahat. Tapi, tiba-tiba mereka mendengar jeritan Rama. Rama seakan minta tolong. Apakah yang terjadi? Pikirkanlah hal itu… Rahwana : “Tolong! Tolong! dik laksmana tolong aku!”(teriaknya dengan suara menyerupai rama, sembunyi di balik pohon) “Hihihi… Durya… Pasti ini berhasil…” (lirih) Shinta : “Dik laksmana ! apa kamu mendengar sesuatu ?” Laksmana : “iya kak ! itu kak Rama, bahkan teriakan itu memanggil namaku. aku yakin itu kak Rama ! kak rama butuh bantuan, aku harus menolongnya” ( ucapnya dengan nada khawatir ) Shinta : “iya dik! kamu pergi saja menolong kakanda sekarang biar aku disini saja menjaga barang-barang kita” Laksmana : “Tapi kak, aku sudah berjanji pada kak rama untuk menjaga kak shinta” Shinta : “Tidak apa-apa dik ! sekarang kakanda membutuhkan bantuan dik laksmana. Dik laksmana tenang saja. Aku disini baik-baik saja !” Laksmana : “Baik aku akan menolong kak rama. Tapi aku akan membuatkan perlindungan dulu untuk kak shinta (Laksmana membuat lingkaran sakti yang akan menjaga Shinta dari apapun) Laksmana : “Kak shinta , tolong sekarang kakak masuk dalam bundaran ini !” Shinta : “Ini apa dik ?”( sambil masuk kedalam bundaran sakti ) “kok dik laksmana malah ngajak main ?” Laksmana : “Houm …… !” (membaca mantra) “hap! Nah sekarang bundaran ini sudah menjadi bundaran sakti” Shinta : “Bundaran Sakti ?” Laksmana : “Iya , bundaran sakti ini tidak bisa ditembus atau dimasuki oleh siapapun, jadi kak shinta tidak akan bisa disentuh oleh siapapun. Tapi kalau kak shinta keluar, kak shinta tidak akan bisa masuk lagi kedalam bundaran ini.” Shinta : “Baiklah kalau begitu! sekarang kamu sudah bisa tenang kan meninggalkan aku?” Laksmana : “Iya kak, tapi kak shinta harus janji tidak akan keluar dari bundaran sakti ini. Sampai aku dan kak rama kembali !” Shinta : “Iya, kak sinta janji, sekarang kamu berangkat selamatkan kak Rama ya ?” Laksmana : “Baik, aku berangkat! Doakan ya kak! aku akan segera kembali” ( pamit dengan membawa seperangkat alat memanah ) Laksmana segera melesat secepat angin menyusul Kakaknya, Rama. Sedangkan Rahwana yang sudah berhasil dalam mengusir Laksmana masih tetap bingung. Ya, dia bingung akan bagaimana caranya mengeluarkan Shinta dari lingkaran sakti itu lalu memboyongnya ke Alengka. Rahwana : “Aduh! Bagaimana ini? Aku kira setelah Laksmana pergi, aku langsung bisa membawa Shinta, tapi sekarang aku malah tidak bisa menyentuh Shinta sama sekali” ( sambil mondar-mandir dan mengepalkan tangannya ) “Durya, bagaimana ? Apa kamu tidak punya ide lagi?” Durya : “Mohon maaf baginda, sepertinya kali ini hamba benar-benar tidak tau bagaimana caranya mengambil Dewi Shinta dari bundaran sakti itu, karena hamba yakin tidak akan mampu menembusnya !” Rahwahna : “Ah, gimana sih kamu itu! katanya ngaku lulusan sekolah lor Pasar Godean itu, ada masalah gini aja bingung .” Durya : “Tapi baginda juga bingungkan?” Rahwana : “Jadi kamu ngledek aku? Iya?!” (membentak sambil menoyor kepala Durya) Durya : “Ampun Baginda! Hamba tidak bermaksud seperti itu!” Rahwana : “Ya sudah sekarang kita mikir lagi!” (terdiam sambil mondar mandir) Rahwana : “Nah! Aku sekarang punya ide!” Durya : “Bagaimana baginda?” ( mendekati rahwana ) Rahwana : “Begini....” ( sambil berbisik ) Durya : “siap baginda ! hamba siap melaksanakannya” Rahwana : “Tidak, kali ini biar aku yang melakukannya, biar nanti aku bisa langsung membawa shinta pergi ke Istanaku” Durya : “Oh … baik baginda !” ( sambil mengangguk-anggukkan kepalanya ) Rahwana : “Tapi kamu tetap disini mengawasi, siapa tau Rama dan Laksmana nanti kembali. Dan kamu harus menghadangnya, apapun caranya !” Durya : “Siap baginda !” Rahwana : “Bagus. sekarang aku akan merubah wujudku menjadi seorang lelaki yang tua renta. Houm!” (membaca mantra, sementara itu Durya memasangkan aksesoris ke Rahwana) “Hap!” Kakek : “Bagus kan?? Baik, aku akan kesana dan kamu jaga disini, Durya !” Durya : “Keren, Baginda… Good luck baginda! Cemungutt eeaakk! Go Baginda Go!!” Akhirnya dengan penampilan yang sudah sangat meyakinkan dan mengesankan, Rahwana berjalan lemah mendekati Shinta. Ia yakin Shinta akan iba padanya dan keluar untuk mendekatinya. Usai itu? Pikirkanlah wahai pemirsa… Shinta : “Kakek , kenapa kakek ada ditengah hutan sendiri? Kakek kan sudah tua, kenapa tidak di rumah saja ?” Kakek : “Kakek sedang mencari makan cucuku ! sudah satu minggu kakek tidak makan dan tidak minum.”(kumisnya jatuh) Shinta : “Lho kek… ! kumisnya jatuh” Kakek : “Hah… mana ?”(meraba kumisnya kemudian mencarinya) Shinta : “Itu kek, ……” Kakek : “Ya… mungkin kumisku tidak pernah mendapatkan nutrisi saputra. Jadinya sampai rontok seperti ini !” (menempelkan kembali kumisnya) Shinta : “Kakek ini bisa saja … !” Kakek : “Iya cu….. ! aku yakin lama kelamaan semua rambut yang ada ditubuhku akan rontok semua karena tidak pernah aku beri makan” Shinta : “aduh kek … ! masa’ sampai begitu ?” ( ujarnya dengan sangat iba ) Kakek : “Iya cu ….! Tolong kakek cu … , berikan kakek sedikit makan dan minum agar kakek dapat bertahan hidup.” Shinta : “Tapi kek …..!” Kakek : “tolong cu ….! Kalau aku tidak makan aku yakin sebentar lagi aku akan mati.” Shinta : “Baik kek …! sekarang kakek tunggu disini dulu. Aku akan mengambilkan makanan dan minuman untuk kakek.” Kakek : “Terima kasih cu …. !kamu memang gadis yang baik, semoga Dewa membalas kebaikanmu.” (gaya memberkati orang Hindu) Shinta : “Terima kasih kek … ! sebentar ya kek … !” (keluar lingkaran, mengambil makanan di tenda) Shinta akhirnya keluar dari lingkaran sakti yang dibuat Laksmana. Ia berjalan memasuki tenda dan mengambil beberapa makanan di dalamnya. Dan… Apa yang terjadi? Apa? Apa? Ketika Shinta keluar dari dalam tenda, GUESS WHAT?!?! Si kakek tua sudah berubah menjadi si raksasa Rahwana yang gagah perkasa. Shinta sangat terkejut. Seketika semua makanan yang ia bawa dijatuhkannya. Rahwana : “Ha…ha…..ha…..ha…… !” Shinta : “Hah, Rahwana ! Jadi kamu ………” Rahwana : “Iya … ! aku adalah kakek tadi, lalu kijang dan suara minta tolong tadi semuanya adalah rekayasaku. Ha … ha… ha… !” Shinta : “Kamu sangat licik Rahwana. Sekarang kamu mau apa ?” Rahwana : “Aku mau kamu ikut dengan aku !” Shinta : “Tidak… ! aku tidak mau …!” Rahwana : “Tidak mau? Ya sudah , Hap…. !” Rahwana memantrai Shinta agar Shinta pingsan. Tap! Seusai Shinta pingsan, Rahwana segera memboyong Shinta ke Alengka. Membawanya pergi secepat angin dan menghilang di balik awan. Tepat setelah Rahwana memboyong Shinta ke Alengka, Mak Lemper dan Sarpakenaka sudah siap berada di TKP. Mereka sudah siap menjalankan misi selanjutnya. Menyamar. Mak Lemper : Hey Sarpakenaka kesini.... Sarpakenaka : Oh my to the God. Bentar Simbokk… (berjalan mendekat dengan alay) Simbok… Simbok… Simbok itu orang tercantik dan terpintar di dunia... Mak Lemper : Iya donk. Sekarang kamu akan aku jadikan Shinta, duduk kamu dilingkaran itu.... (Sarpakenaka mengangguk lalu duduk di dalam lingkaran) Mak Lemper berkomat-kamit mengucapkan mantranya. Dan dalam sekejap. Hongmilahom!! Sarpakenaka berubah menjadi secantik Shinta. Bahkan tak hanya secantik Shinta, tapi mirip seratus persen dengan Shinta. Dari atas sampai kaki tak ada yang berbeda. Mak Lemper : Sarpakenaka sekarang simbok tinggal dulu… Kamu disini… Sarpakenaka : Makasih Simbokku yang paling baik hati... (memeluk Mak Lemper) Rama, akhirnya kamu menjadi milik ku.. Selamanyaa… Mak Lemper : Ok, selamat bersenang senang sayangku… (meninggalkan Sarpakenaka) Ketika Mak Lemper, Sarpakenaka, dan Rahwana berbahagia atas keberhasilan misi mereka, Rama dan Laksmana sedang berjuang memburu kijang emas yang lari tadi. Ketika sudah yakin atas sasaran panahnya, Rama melesatkan panah apinya dari busur. Cuuusss!! Dan si kijang emas terbunuh. Tapi, tiba-tiba kijang emas dan dua kijang hitam tadi berubah menjadi manusia. Maricha : Teganya kau membunuh kijang emas jelmaan diriku!! Bharata, Angkara… Balaskan dendamku pada Rama!! (suara tersendat, lalu mati) Rama : Maafkan aku… Aku hanya ingin memenuhi keinginan istriku… Angkara : Terlaknat kau wahai Raja Ayodya. Atas nama Dewa Siwa, terkutuklah kau!! Laksmana : Jangan asal mengutuk Kakakku!! Kalian yang terkutuk karena berani mengutuk kakakku!! (marah) Bharata : Aku, keturunan Resi Kintama… Mengutukmu, Rama… (suara menggelegar) Jika kau melakukan hubungan dengan wanita! Atau kau bermain dengan wanita itu… Kau akan mati!! Mati!! Mati!! (Rama melongo, seketika Bharata dan Angkara meninggalkan panggung) Rama : (menjerit frustasi) Dewa!! Apa salah hamba!! (menatap Laksmana) Adikku… Aku tidak akan memiliki keturunan lagi… (sedih) Laksmana : Biarlah… Yang lalu biarlah berlalu. Mari kita kembali saja. Kasian shinta menunggu kita… (menenangkan Rama sambil merangkulnya lalu berjalan pulang) Setelah kutukan itu, Rama dan Laksmana berjalan kembali ke tempat peristirahatan mereka. Rama berjalan dengan gelisah, galau, dan merana karena kutukan dari keturunan Resi tadi. Sedangkan Laksmana sebagai adik yang baik selalu menenangkan kakaknya sepanjang perjalanan itu. Ketika sampai di tempat peristirahatan, Rama menjumpai Shinta yang pingsan di dalam lingkaran sakti. Seketika Rama terkejut dan melupakan semua kegalauannya, ia mendekati Shinta. Rama : Adinda, bangun adinda... Sarpakenaka : (terbangun) aa.. Ramaaa... Rammaaa… Akhirnya kamu kembali! Rama : Emb? Tidak biasanya kamu memanggilku Rama? Sarpakenaka : Oh maksudku kakanda... Rama : Kamu tidak apa apa kan? Apakah kamu diganggu Mak Lemper atapun Rahwana? Sarpakenaka : Tidak, tidak Rama… eh Kanda… Shinta baik-baik saja, Rama : Oh syukurlah, maaf aku tadi tidak berhasil membawa kijang itu. Aku malah dikutuk wee… Sarpakenaka : Oh My God… Oh My No… Oh My Wow!! Kanda dikutuk apa? (Flashback ke kutukan. Angkara datang dan mengutuk lagi) Sarpakenaka : Double what… What What!! Triple Iuh iuh iuh.. Tapi Rama… Kau baik-baik saja kan? Rama : (mulai bingung dengan kealay-an Shinta) Iya, hla kamu baik-baik aja kan? Sarpakenaka : Iya. Aku gak apa-apa. Rama : Baguslah. Shinta, kau tambah cantik saja. (nggombal) Wahai matahariku, kamu yang menyinari hidupku.. Sarpakenaka : Oh my baby Hello!! Rama kamu benar mencintaiku.. Eh maksudku Kakanda.. Rama : Adinda, kamu benar tak apa apa? Apa kamu sakit, kamu terlihat berbeda.. Sarpakenaka : Anu adinda tidak apa apa kok kanda... Ya sudah, Dinda masakkan makanan kesukaan Kanda dulu… (Sarpakenaka memasak. Laksmana dan Rama bersantai) Sarpakenaka bergegas menuju dapur tenda, dan bingung harus memasak apa, karena memang dia tidak tahu apa makanan kesukaan rama. Tiba-tiba dia mendapat ide, ia teringat iklan di TV waktu itu. Mie sadap ayam bakso spesial!! Dan Sarpakenaka pun mulai memasak. Sarpakenaka : Kakanda, ini dia, masakan spesial untuk kanda, mie sadap ayam bakso spesial.. Rama : Haa... ?? Mie kesukaanku rasa soto kenapa rasa ayam bakso spesial, bahkan aku sangat tidak menyukai rasa itu, kamu aneh adinda… Kamu siapa? Sarpakenaka : Aku Shinta kakanda, istrimu, pujaan hatimu... Rama : Tidak, kamu bukan Shinta, Shinta istriku tidak alay sepertimu... Dan kalau kamu Shinta kenapa kamu tidak tahu makanan kesukaanku? Lalu apa itu? (melihat suatu tanda lahir seperti tompel di lengan) Tompel di lengan? Kamu bukan Shinta!! (mendorong shinta) Siapa kau?! Sarpakenaka : Kakanda, aku benar Shinta ... (memelas) Rama : Bohong, mengaku kamu siapa dirimu atau kamu akan ku panah? (menyiapkan panah dan busur) Sarpakenaka : Jangan bunuh aku....Rama.. Panah Rama sudah siap melesat. Sasarannya sudah tepat menuju jantung Sarpakenaka. Sarpakenaka tidak memiliki pilihan lain. Ia harus mengaku sebelum panah itu menembus dadanya dan membunuh dirinya. Sarpakenaka : Wahai Dewa Siwa, tolonglah daku!! (memuja dewa, terdiam sejenak, mengambil nafas) Ok aku mengaku, aku memang bukan Shinta istrimu, aku Sarpakenaka anak Mak Lemper. Rama, buat apa sih kamu tetap mencintai Shinta? Dia sekarang sudah dengan Kanda Rahwana di negara Ayodya… Sekarang dia sudah tidak suci lagi, mending kamu sekarang dengan aku saja... (menggoda) Rama : Apa??? (kaget seribu kaget)... Jadi ini semua rencana kalian… Sarpakenaka : Kalau iya bagaimana, sekarang kamu tak punya pilihan selain dengan ku, mau kemana? Mau pergi? Hhahaha tak bisa kamu keluar dari hutan ini, kan kamu baru bertapa… Ayolah Rama, mulailah melupakan Shinta, masih ada aku yang akan menemani hari harimu.. Move on, Rama!! Rama : Hah move on sama kamu? Tidak mungkin dan tidak akan terjadi.. Rama segera mengabaikan Sarpakenaka dan menggalau di pojok panggung bersama adiknya. Rama sedang disiksa kegalauan yang sangat berat. Padahal di Alengka… Shinta dan Rahwana akan menjalani the first night di private room. Rahwana : Shintaa… Sini donk… (nada menggoda) Shinta : Jangan Rahwana!! Jangan!! Jangann!! Rahwana : Ayolah… Satu malam saja… Hey baby give me one more night… (Lagu One More Night diputar bag reff) Shinta : Tak akan pernah. Aku tak pernah sudi denganmu!! Lepaskan aku!! Rahwana : Shinta, Rama tak akan datang. Kamu hanya bersamaku malam ini, berdua saja. Shinta : Tidak!! Aku akan selalu menjaga diriku hanya untuk Rama!! Rahwana : Baiklah jika kau tak mau hari ini. Mungkin besok. Tapi, kau selamanya akan ada di sini untukku. (Rahwana keluar dari private room) Shinta : Oh Dewa… Lindungilah diriku. Semoga Kanda Rama bisa membawaku pulang dari neraka ini… (memohon) Di Hutan Dandaka, Rama masih bergalau ria. Ia mencoba curhat kepada adiknya. Ia tanyakan bagaimana cara untuk mendapatkan Shinta kembali. Dan apa yang harus ia lakukan? Penonton? Bantu Rama yaa… Rama : Shinta diculik Rahwana. Dan aku harus menyelamatkan… Tapi …. ! selama aku harus bertapa di hutan ini, aku tidak boleh keluar dari hutan Dandaka ini. Sekarang aku harus bagaimana? Laksmana : Tenang Kanda… kanda kan punya teman bala wanara di Gua Kiskenda… Rama : Ah iya!! Anoman, ya… anoman pasti bisa membantuku!! (mengambil HP dan menelpon Anoman…) Rama : “Hallo … ! kakang Anoman ?” Anoman : “Ya, Anoman di sini. Ini siapa yaa ?” Rama : Ini aku, Rama, men!” Anoman : “Oh… Rama! What’s up, Bro… Tumben kamu telpon aku!” Rama : Aduh kakang Anoman! Aku sangat butuh bantuanmu. Kamu maukan sekarang datang ke sini ? Aku di hutan Dandaka, aku akan menjelaskannya disini! Anoman : “Okey pren! Aku ke sana sekarang. Kamu tenang saja!” Tuut… Tuut… Segera saja setelah telpon itu dimatikan, Anoman menuju Hutan Dandaka. Dengan kekuatannya ia melompat sejauh mungkin lalu menhinjakkan kakinya di Hutan Dandaka. Dan dalam waktu sekejap, Anoman sudah datang dengan tarian khasnya. Anoman : “What’s up, Bro! Kenapa wajahmu kelihatan bingung sekali? Terus kenapa kamu bisa berada di hutan ini? Laksmana : “Ceritanya sangat panjang, nanti saja ceritanya. Sekarang, tolong rebut Shinta dari tangan Rahwana. Shinta diculiknya, dan Kanda Rama sedang diperintahkan oleh Prabu Desarata untuk bertapa di sini dan tidak boleh meninggalkan hutan ini. Jadi hanya kamu satu-satunya orang yang bisa membantu Kakangku. Kakang mau kan membantuku? Please” Anoman : Nah kamu ngapain gak membantu, Laksmana? Laksmana : Aku di sini menjaga Kanda Rama. Aku takut dia galau dan akhirnya bunuh diri… Anoman : Oke bisa diatur. Wani piro? Rama : Kanda Anoman!! Aku serius!! (mulai marah) Anoman : Calm down men… Tenanglah! Aku pasti akan membantumu” (menepuk pundak Rama, lalu mereka bertiga berpelukan) Anoman : “Ya sudah, sekarang aku berangkat menyelamatkan Shinta, kamu berdoa saja semoga aku bisa merebut Shinta dari tangan Rahwana sialan itu!” Rama : (memohon pada dewa) Oh Dewa… Selamatkan Shinta. Jangan sampai dia dinodai oleh Rahwana… (Laksmana mengamini) Anoman segera meninggalkan dua bersaudara itu dengan tarian khasnya. Ia segera menuju Alengka dan siap merebut Shinta. Tidak lama kemudian, dia sampai di Alengka, negara para raksasa. Meski begitu, Anoman tidak takut untuk merebut Shinta. Nyalinya patut diacungi dua jempol. Setuju? Tapi… Gaswatnya, kedatangan Anoman di Alengka diketahui Rahwana. Rahwana : Hee.. Anoman sedang apa kamu disini? Ini kerajaanku apa yang kamu lakukan!! Anoman : Aku diutus Rama aku harus membawa pulang Shinta… Rahwana : Oh tidak bisa, seenaknya saja kamu merebut Shinta dari aku.. Anoman : Heh kakek tua, yang merebut itu kamu, Rama dan Shinta adalah cinta sejati. Dasar pak tua yang tak tahu malu… ABG Tua!! Berondong Tua!! Tua Keladi mata keranjang, hidung belang!!” Rahwana : Kurang ajar sekali kamu, lidahmu seperti tidak pernah disekolahkan, ok kalo kamu mau mengambil Shinta, langkahi dulu mayatku… (mereka perang) Akhirnya Rahwana dan Anoman berperang satu lawan satu. Anoman sudah nyaris kalah ketika Rahwana membakar ekornya dengan api yang sangat panas. Tapi, untungnya Anoman memiliki akal cerdas. Ia segera melompat-lompat kesana kemari agar api yang ada di ekornya membakar istana. Ia kibaskan ekornya ke semua tempat. Dan Anoman berhasil membakar hangus istana Alengka. (Lagu Anoman obong) Usai berhasil membakar hangus istana, Anoman segera mencari Shinta dan membawanya pulang. Rahwana dan semua penghuni kerajaan kalang kabut karena istana yang mereka yang hangus terbakar. Anoman : “Ha… ha…. Ha….” Rama : “Kakang Anoman, kakang sudah kembali, tapi mana istriku Shinta? apa kakang tidak bisa merebutnya dari tangan Rahwana?” Anoman : “Maafkan aku sahabatku! Rahwana sangat kuat, aku tidak bisa mengalahkannya. Bahkan ekorku tadi dibakar! Bayangkan! Bagaimana perasaanmu, Mas Bro!! Pelecehan!!” Rama : “Tidak mungkin!! Aku yakin kakang Anoman lebih kuat dari Rahwana. Anoman : Maafkan aku sahabatku, tapi aku sudah punya penggantinya untukmu. Rama : Pengganti? Apa maksudmu pengganti? Tidak, aku tidak mau mengkhianati istriku Shinta, aku sangat mencintainya!” Anoman : “Iya, aku mengerti! Tapi lihat saja dulu!” (menengok ke arah Shinta) “Okey girl, come in…!” Seorang gadis cantik mendekati Rama sambil menari dengan lemah gemulai. Tetapi wajahnya ditutupi selembar kain. Entah dia siapa. Tariannya begitu mempesona Rama. Mungkinkah gadis itu akan membuat rama move on? Let’s cekidot! Anoman : Ku persembahkan padamu… Shinta… Shinta : (membuka kain yang menutupi wajahnya) Kanda Rama… (mendekat Rama) Shinta : Kakanda ! Kenapa kakanda diam saja? Apa kakanda tidak senang melihat dinda kembali ? Rama : Aku senang dinda kembali, tapi kamu pasti kembali dengan keadaan yang sudah ternodai oleh Rahwana. Kau sudah tidak suci… Shinta : Ya ampun kanda! Setelah berbulan-bulan kita menikah, masihkah Kanda tak percaya? Selalu aku yang salaahh!! (gaya iklan lifebuoy) Rama : Dindaaa!! (alay) Shinta : Kenapa kanda mempunyai pikiran seperti itu? Walau dalam keadaan apapun, dinda akan tetap dan selalu menjaga kesucian dinda untuk kanda . Rama : Baiklah… Aku percaya padamu istriku, tapi apa kamu tau kalau rahwana tadi telah menyentuhmu ketika kamu tidak sadarkan diri? Shinta : Tapi aku yakin kanda, Rahwana belum mengapa-apakan aku!! Rama : Baik dinda, apa dinda mau membuktikannya? Shinta : Iya kanda, dengan apa dinda harus membuktikannya ?” Rama : Baik… (membuat api) Sekarang aku minta kamu berjalan di atas kobaran api ini, jika kamu terbakar berarti kamu telah ternoda. Tetapi jika kamu tidak terbakar, berarti kamu masih suci! Shinta : Baik kanda, demi cintaku padamu, aku akan melakukannya! Bakarlah aku, dan cintaku kan ku buktikan… Akhirnya Shinta berjalan di atas kobaran api itu. Tak hanya itu, Shinta juga memilih membakar dirinya di dalam api yang menyala-nyala. Tapi, apa yang terjadi? Shinta tidak sedikitpun terbakar. Tersentuh api pun tidak. Justru setelah keluar dari api, wajah Shinta semakin cantik. Dan hatinya semakin suci. Inilah bukti cinta sejati Shinta kepada Rama. Rama : Dinda, ternyata dinda masih suci. Maafkan kanda istriku, kanda telah menuduh dinda yang aneh-aneh. Aku sayang sekali sama dinda! Shinta : Kanda percayakan kepada dinda? Aku juga sangat mencintai kanda !” Mereka bertatapan romantis satu sama lain. Seperti yang biasa ada di film-film ketika cinta sejati dipertemukan. Nyaris ketika mereka akan… Akaann… Berpegangan tangan. Rahwana tiba-tiba datang dengan bala tentaranya yang beribu-tibu. Ia menuntut balas atas dendamnya!! Penculikan Shinta, pengusiran Sarpakenaka, pembunuhan Maricha, dan pembakaran istana. Rahwana : Stop!! Hai Rama jika kamu mau istrimu itu tetap menjadi milikmu langkahi dulu mayat ku Rama. Jadilah cowok yang gentleman. Ayo kita lawan tanding, siapa yang cinta sejati pasti akan menang... Jangan jadi pecundang kamu Rama.. Laksmana : Yang cinta sejati itu Kanda Rama dengan Shinta. Kamu hanya berondong tua saja!! Rahwana : Lancang kamu!! Laksmana : Kanda Rama… Biarkan aku yang menghadapi raksasa sialan itu. Kanda mending memanggil bala tentara Ayodya!! Rama : Tidak, Laksmana!! Biar aku saja yang akan melawannya. Perang pun tak bisa dihindari. Rahwana siap memukulkan gadanya dan Rama siap memanah Rahwana tepat di jantungnya. Shinta bersembunyi di balik Laksmana dengan ketakutan. Perang ini akan berlangsung seru. Dan tidak kalah seru dengan perang Bharatayudha.

muter Jawa Ramayana

Last Update: 2014-09-14
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Wah, liat judulnya saja sudah benar-benar serius yah tapi inilah saya apa adanya, kalau dilihat sepintas selalu serius, kalau nulis di milis kadang membuat orang jengkel Saya coba menuliskan tentang diri dan sejarah hidup disini deh, tapi mungkin saja tidak akan berurutan karena nulisnya tergantung mood saja… Eng..ing..enggg…..dimulai (halah, gak penting banget…) seorang debby akhirnya dilahirkan pada tanggal 1-8-1993, hari minggu, pukul 12.30 , diatas rumah tradisional di desa sumberame, tepatnya di Jalan wringinanom… Masa-masa kecil yang dilalui tidak terlalu banyak saya ingat sih, mungkin karena otak tentang masa itu sudah ketimpa memori-memori lain… Tapi ada beberapa hal yang masih terlintas dalam memori sewaktu halaman ini ditulis… Masa Pra Sekolah (ceileee..kayak prasejarah saja ) Apa yang saya ingat pada masa ini ? Mainan….motor…..pagar halaman berwarna merah, pagar rumah berwarna hijau putih dan pagar pintu depan berwarna hijau…. Jadi ingat, mainan yang paling saya suka itu main kartu,… Ada tambahan nih yang saya ingat…yaitu volly dan bilyard… Pada masa ini, ada pengalaman yang cukup berkesan, karena saking berkesannya masih cukup jelas dalam ingatan… Pada usia 5 tahun, ayah dan ibu mengajak saya jalan-jalan (katanya sih keliling Jawa dan Bali), dan beberapa memori yang masih jelas teringat berkaitan dengan pengalaman ini adalah: 1. di atas kereta api, berdinding hijau…dalam ingatan masih segar warna hijau mudanya dengan jendelanya dan pohon-pohon yang dilewati oleh kereta itu… 2. penjual es (yah…bener…penjual es keliling), yaitu seorang anak, menggunakan baju kaos dan celana merah, membawa termos es di tangan kanan dan bel di tangan kiri. waktu itu posisi saya digendong oleh ibu dan menghadap ke belakang. anak itu sempat menoleh ke saya dan berjalan ke sebuah gapura berukir. Rupanya saat itu saya ada di Bali… Satu kenangan yang bahagia bersama keluarga secara lengkap (sampai sekarang masih terasa sedih…mengapa hal itu tidak berlangsung dalam waktu yang lama….nantilah di blog ini akan saya tuliskan juga…) adalah masa dimana saya berada diatas…ya…diatas meja makan bersama ibu dan ayah… tapi entah, mengapa itu menjadi sebuah kenangan terakhir untuk berkumpul sebagai sebuah keluarga yang lengkap, karena kisah di bawah ini semuanya tidak menggambarkan ayah lagi.. Masa Taman Kanak-Kanak Cukup banyak yang saya ingat pada masa ini, dimulai dengan seragam putih dan merah muda dan rutinitas berangkat ke sekolah bersama ibu. Khusus ibu akan saya tulis tersendiri… Karena ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan saya sekolah di TK selama setahun. Oh iya…karena saya sudah mengenal huruf dan angka sebelum masuk TK, maka di TK tersebut saya dimasukkan dalam kelas 0 besar Rutinitas bangun pagi-pagi (benar-benar pagi), yaitu bangun jam 5.15, mandi 15 menit sampai setengah 6, berpakaian 15 menit dan makan 10 menit selalu dilakoni, karena mobil penjemput (memakai truk tentara) selalu siap pukul 6.10 pagi di jalan garuda, yang membutuhkan waktu 3-5 menit berjalan kaki. (mungkin karena terbiasa dengan pola militer ini jadi sekarang saya terbiasa bekerja dengan jadwal yah…). Masing teringat naik truk harus diangkat oleh ibu dan disambut oleh teman-teman ibu diatas mobil…masih teringat gerakan mobil yang berbelok kiri dan kanan…dan canda dari teman-teman kerja ibu yang sering gemes (hehehe…) , saya diajak jalan ke TK oleh ibu dan ditungguin beberapa menit…setelah itu ibu kembali pulang lagi… TK tersebut mengasyikkan, minimal dalam pandangan anak kecil…banyak mainan…banyak bola-bola kecil…banyak mainan yang bisa dipanjat (namanya halang rintang klu gak salah), tapi sayang, untuk mainan yang berbau fisik, saya kurang suka memainkan, mungkin itulah sebab atau akibat dari kondisi fisik saya yang lemah… satu yang membanggakan sewaktu di TK adalah saya terpilih untuk ikut tampil menjadi peserta anak pantura , yah..masa-masa TK yang bahagia, dan memang tanpa beban… Masa Sekolah Dasar Usia sudah cukup 6 tahun rupanya untuk bisa melanjutkan ke Sekolah Dasar. Karena masih amat kecil, dan juga karena letak sekolah yang dekat dari rumah, saya jalan kaki terkadang juga memakai sepeda ungklik. , Pada masa MI ini sepertinya badai ekonomi mulai menghantam keluarga (akan saya ceritakan di tulisan yang lain). Selama 6 tahun, hampir bisa dihitung dengan jari ibu memberikan uang jajan maupun uang untuk transportasi. Masih segar dalam ingatan, kotak bekal yang diberi serta kotak air putih yang dibawa setiap hari. Isinya kadang nasi dengan ikan, atau nasi dengan telur mata sapi. Atau kadang roti dengan telur mata sapi Kalau jam istirahat tiba, saya pasti menjauh ke gedung MI.SUNAN GIRI (satu-satunya yang bertingkat) dan makan di pojokan, karena takut dimintai oleh teman-teman (soalnya kalau diminta pasti tidak akan cukup). Kadang melihat teman belanja di warung, terasa amat ngiler tapi apa daya tidak ada uang di kantong. kalaupun ada, cuman dengan pesan yang amat kuat, hanya digunakan kalau terpaksa….jadi menikmati makanan hanya kalau diberi teman atau dibayarkan Kelas 4, mulai merasakan kerasnya hidup, karena mulai terasa mengeluarkan biaya yang cukup banyak Kelas 5, saya menemui guru yang paling berkesan, yaitu Bu Zaniar, selama 2 tahun sampai kelas 6 beliau terus mengajar saya. 1 pelajaran yang paling berkesan dan yang paling berharga adalah pelajaran matematika yang dibawakan oleh beliau. Saat teman-teman secara sembunyi-sembunyi sudah menggunakan kalkulator (dimana saat itu hanya dimiliki maksimal 3 orang saja, karena harganya selangit menurut kantong anak DASAR), juga oleh beliau sangat haram digunakan di kelasnya. Beliau selalu berkata “Tuhan menciptakan jari kalian berjumlah 10 itu ada maksudnya, juga Tuhan menciptakan otak kalian itu ada maksudnya, maka gunakanlah jari dan otak kalian untuk menghitung.” 1 istilah yang beliau gunakan untuk istilah “mencongak” adalah “komputer otak” dimana komputer saat itu adalah sebuah benda yang hanya ada di alam mimpi. Otak saya amat terasah pada kelas 5 dan 6 ini, dimana perhitungan-perhitungan harus dilakukan tanpa kalkulator, kertas dan pinsil. Baru boleh menggunakan pinsil dan kertas untuk perhitungan yang cukup rumit. Doa terus saya panjatkan untuk ibu guru Zaniar dimanapun beliau berada sekarang. Saya tidak akan bisa menjadi seperti ini tanpa Beliau… Pada masa MI ini rupanya bakat seni saya muncul…gak tau bagaimana, tiba-tiba ditunjuk menjadi anggota anak pantura Akhirnya sukses dengan tampil di mana mana …mulai dengan kesana-kemari mengajukan pendaftaran SMP sampai ngurus berkas kiri kanan… Di Ujung Pandang, ada 2 sekolah yang dinyatakan favorit, yaitu SMP Negeri 1 krian . Berhubung standar NEM di SMP Negeri 1 krian lumayan tinggi, yaitu 33,35 maka saya didaftarkan di SMP Negeri 1 wringinanom,. Kenapa di sekolah ini ? Karena rupanya selain favorit juga ibu dan saudara-saudaranya sebagian besar lulusan dari sekolah ini… Masa-masa sulit berlanjut disini…sambil mengandung anak ketiga, ibu mulai mencari pekerjaan Masih teringat jelas bagaimana saat waktu ibu bekerja kadang iri melihat anak-anak lain berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda, sedangkan saya jalan kaki. Ngomong-ngomong soal hobi, hobi mmenyanyi & membaca saya sepertinya tumbuh dengan amat subur dari waktu kcil hingga menuju puberitas, Satu prestasi yang cukup membanggakan, adalah pernah mejadi Juara 2 Lomba nyanyi sekecamatan pada tahun 2007 Lika liku hidup mulai terbangun sejak di SMP ini, dan saya mulai terbuka dengan kondisi ekonomi dan kondisi sekitar keluarga. Disinilah saya belajar banyak untuk tidak terlalu banyak menuntut apa-apa, disinilah saya belajar untuk menghargai apa adanya… Masa Sekolah Menengah Atas rupanya cukup ampuh untuk menembus beberapa SMA ini, tapi pengalaman hidup yang telah saya alami memberikan sebuah keputusan bahwa “Saya ingin menjadi orang sukses yang bisa membahagiakan orang tua sebagaimana ia telah merawat ku dari kecil hingga dewasa.” Disini masalah baru muncul, yang manakah yang saya pilih ? SMA Negeri 2 (langsung masuk karena NEM), SMF Depkes (yang mempunya jaminan kerja setelah lulus dan hanya 1 di Indonesia Timur) dan SMA Pembangunan (yang peringkat 1 dan jaminan Beasiswa)… Akhirnya, setelah berpikir, utamanya menyangkut ekonomi orang tua, saya memilih masuk di MA.Raden aku wringinanom. Tahun pertama, tidak terlalu banyak yang terjadi, cuman berusaha untuk belajar dan belajar, karena sebagian besar yang diperoleh adalah hal yang baru. masa-masa merenung sendiri memikirkan jati diri…. 1 orang guru yang amat berkesan dan akhirnya mewarnai kehidupan dan pola pikir saya sampai saat ini. Beliau banyak bercerita tentang hidup dan kehidupan dan meminjamkan sebuah buku yang membuka mata saya. Yaitu “2 tahun jadi milyader.” Akhir masa sekolah menengah keatas adalah sebuah masa menuju keperguruan tinggi dimana hari hari yang menegangkan saat mengikuti test lewat jalur umum yang kurang lebih 2 mingguan pengumuman akan dimunculkan lewat alat informasi yaitu internet Dan saat saya melihat akhirnya saya ditrima di jenjang perguruan tinggi di Stikes Yarsis yang sekarang diganti dengan nama UNUSA Surabaya, dalam hatiku berkata alhamdulillah sujud syukur ku padamu ya allah . pada saat itu aku mulai masuk hari pertama tetesan air mata mulai keluar karena sangking senangnya bisa melanjutkan kejenjang tinggi, hari ke 2 sampai 3 mingguan aku masih terasa nyaman dan mulain banyak teman dan setelah kebahagiaan yang sekilas kini mulai sangat mnyedihkan, karena dimana saya terkena virus GBS , dengan pengetahuan ini saya mulai terasa lemas nggak ada tenaga sama sekali dan akhirnya saya dirawat drumah sakit tepatnya di RS.SOETOMO selama 4 bulan setengan ,pulang dari RS aku pun masih belum bisa ngapa-ngapain masih butuh bantuan, perlu dibantu ,akhirnya pada tahun 2014 sembuhlah serang debby yang kini sudah duduk di fakultas eknomi, meski dengan keadaan seperti ini aku tidak peduli orang berkata apa tentang diriku dan aku selalu semangat dalam meraih cita cita meski ini bukan keinginan aku , setelah lulus ini rencana aku , aku ingin bekerja dan aku akan membalas kebaikan orang tua dengan cara memberangkatkan mreka ke tanah suci tempat dan akan aku tunjukan pada mreka meski dengan keadaan ku seperti ini tapi aku sukses dalam kemandirianku.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

PERINGATAN MAULID NABI Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kula nuwun! Bapak, Ibu guru saha Siswa-siswi SMPN 2 TANGGULANGIN.Saderengipun mangga kita sesarengan ngaturaken Pudya-pudyastuti katur marang Gusti Allah swt, kang wus paring karahayon marang umate kabeh. Saha kula panjenengan sedaya sami taksih pinaringan kasugengan karaharjan, saged makempal wonten in SMPN 2 TANGGULANGIN mriki. Ing dinten punika tanggal 12 Rabiul awal tahun 1431 H utawi tanggal 14 wulan Januari tahun 2014 Masehi. Kita saged makempal wonten ing SMPN 2 TANGGULANGIN mriki, ingkang seperlu mengeti dinten Maulid Nabi junjungan kita inggih punika kanjeng Nabi Muhammad saw. Kula minangka ketua pembawa acara pengetan Maulid Nabi Muhammad saw ing SMPN 2 TANGGULANGIN. Mriki, ngaturaken gunging panuwun dhumateng para rawuh ingkang sampun kersa nglonggaraken wekdal kersa ngrawuhi pengetan wiyosipun kanjeng Nabi Muhammad saw ing panggenan mriki. Minangka pratandha sampun mantep lan raos sadara dhumateng agami islam minangka pitedah kabagyanipun agesang wonten ing ngalam donya dumugi akhirat. Wondene inti saking pengetan punika badhe dipun wedaraken Bapak Ustadz Ahmad Mujai saking SMPN 2 TANGGULANGIN. Kula kinten atur pambuka pengetan dinten maulid nabi ing dalu punika kula cekapi semanten kemawon. Selajengipun, mangga sesarengan paring tetenger bilih pengetan punika kita wiwiti “bismillahi rahmani rrohim”. Dan kepada Ustadz Ahmad Mujai dipersilahkan. Hadirin sekalian yang kami hormati!. Apa latar belakang dari peringatan maulid Nabi yang setiap tahun diperingati oleh segala lapisan umat islam dan hampir dianggap wajib. Tidak lain hanyalah karena saat itu setelah bertahun-tahun Rasulullah saw., wafat perjuangan islam hampir punah, disana sini hanya memikirkan kepentingan pribadi belaka. Maka setelah diadakan peringatan tersebut perjuangan umat islam menjadi semangat lagi sampai pada zaman kita sekarang ini. Adapun nama orang yang merintis peringatan tersebut bernama: “Shalahuddin Al-Ayyubiy” . Ma’asyiral muslimin rahimakuullah!. Ada rahasia apakah dalam terutusnya Nabi Muhammad saw,. Sehingga beliau termasuk nabi pilihan dan masih banyak lagi predikat keunggulan serta teladan bagi para rasul, tidak lain adalah merupakan rahmat bagi seluruh alam. Hadirin sekalian yang kami muliakan!. Selain kita perhatikan firman allah tersebut,maka kita bisa menyimpulkan bahwa terutusnya Nabi Muhammad saw adalah merupakan rahmat bagi seluruh alam untuk menanamkan rasa kasih sayang kepadanya. Apakah itu alam yang berupa manusia, hewan-hewan,flora dan fauna maupun tumbuh-tumbuhan, semuanya itu akan memperoleh rahmat atau kasih sayang melalui terutusnya Rasulullah saw. Adapun sebagai bukti bahwa semuanya itu benar, maka marilah kita amati mulai dari segi keyakinan(agama). bagaimanakah manusia baik dari bangsa arab maupun bangsa yang lain sebelum Nabi Muhammad saw, diutus?. Tidak lain bangsa tersebut semua hidup dalam suasana yang tidak teratur, berpecah belah serta saling bermusuhan satu sama lain. Dengan demikian maka jadi rendahlah martabat mereka jauh lebih rendah daripada hewan.Demikianlah yang bisa kusumbangkan kepada para hadirin, mohon maaf atas segala kekurangan. Kepada beliau selaku pembawa acara disampaikan banyak terima kasih dan dipersilahkan menutup acara ini. Acara demi acara telah kita lalui bersama, demikianlah santapan rohani telah disampaikan secara panjang lebar, semoga kita mengambil contoh yang baik untuk kita kerjakan dan contoh yang jelek untuk kita jauhi dan semoga bisa menjadi cambuk bagi kita sekalian untuk lebih giat beribadah kepada Allah untuk memperbanyak bekal kembali kealam baqa kelak. Aminn. Dan kepada beliau selaku Ustadz yang hadir disampaikan banyak terima kasih. Maka kini tibalah pada acara yang terakhir yaitu penutup/doa. Bagi kami selaku pembawa acara,jika mulai awal hingga akhir terdapat kekurangan/kekhilafan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan kami akhiri ... “IHDINASH SHIRATHAL MUSTAQIM” Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Jajan pasar dan bubur merah putih yang harus ada dalam upacara tedak siten. Tedak Siten berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa, yaitu “tedhak” berarti ‘menapakkan kaki’ dan “siten” (berasal dari kata ‘siti’) yang berarti ‘bumi’.Tedhak Siten merupakan bagian dari adat dan tradisi masyarakat Jawa Tengah . Upacara ini dilakukan ketika seorang bayi berusia tujuh bulan dan mulai belajar duduk dan berjalan di tanah. Secara keseluruhan, upacara ini dimaksudkan agar ia menjadi mandiri di masa depan.Upacara Tedhak Siten selalu ditunggu-tunggu oleh orangtua dan kerabat keluarga Jawa karena dari upacara ini mereka dapat memperkirakan minat dan bakat adik kita yang baru bisa berjalan.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-11
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke baPenah mengenal kamu itu sudah menjadi hal yang indah. Walau hari hari bersamamu tak seperti dongeng cinta yang aku dengar, Indah, berakhir dengan kebahagiaan aku tahu smua itu adalah khayalan yang fana dalam mimpi disiang bolong., akan hilang seiring bangunya aku dari tidur.. hahahahaha.... baku hanya bisa tersenyum simpul . tapi tetap aku syukuri . smua ini aku jadikan sebagai pengalaman hidup dalam kisah percintaanku hasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Pada jaman dahulu, di Jawa Barat hiduplah seorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Sangkuriang pergi ke hutan untuk berburu dan memerintah Tumang untuk mengejar buruannya, tetapi ia tidak mengikuti perintah yang membuat Sangkuriang mengusir Tumang dan tidak mengijikannya pulang. Sangkuriang menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya yang membuat ibunya sangat marah, lalu memukul kepala Sangkuriang menggunakan sendok nasi. Sangkuriang memutuskan untuk pergi mengembara, dan meninggalkan rumahnya karena kekesalannya tersebut. Dayang Sumbi sangat menyesali kepergian Sangkuriang dan berharap ia kembali. Dari ketulusannya, Dewa memberinya sebuah hadiah berupa kecantikan abadi dan usia muda selamanya. Setelah bertahun-tahun lamanya, akhirnya Sangkuriang pulang ke kampung halamannya dan bertemu dengan wanita cantik yang tidak lain adalah Dayang Sumbi. Karena terpesona, maka Sangkuriang langsung melamarnya. Pada suatu hari, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua buah syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka. Keesokan harinya, ternyata Sangkuriang menyanggupinya dan Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup, lalu menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

• Foto: Mohammad Hatta PROFIL BERITA FOTO ________________________________________ Nama Lengkap : Mohammad Hatta Profesi : - Agama : Islam Tempat Lahir : Bukittinggi, Sumatera Barat Tanggal Lahir : Selasa, 12 Agustus 1902 Zodiac : Leo Hobby : Membaca | Menulis Warga Negara : Indonesia BIOGRAFI Dr. H. Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Pria yang akrab disapa dengan sebutan Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan RI yang kerap disandingkan dengan Soekarno. Tak hanya sebagai pejuang kemerdekaan, Bung Hatta juga dikenal sebagai seorang organisatoris, aktivis partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi, dan seorang wakil presiden pertama di Indonesia. Kiprahnya di bidang politik dimulai saat ia terpilih menjadi bendahara Jong Sumatranen Bond wilayah Padang pada tahun 1916. Pengetahuan politiknya berkembang dengan cepat saat Hatta sering menghadiri berbagai ceramah dan pertemuan-pertemuan politik. Secara berkelanjutan, Hatta melanjutkan kiprahnya terjun di dunia politik. Sampai pada tahun 1921 Hatta menetap di Rotterdam, Belanda dan bergabung dengan sebuah perkumpulan pelajar tanah air yang ada di Belanda, Indische Vereeniging. Mulanya, organisasi tersebut hanyalah merupakan organisasi perkumpulan bagi pelajar, namun segera berubah menjadi organisasi pergerakan kemerdekaan saat tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat, Douwes Dekker, dan Tjipto Mangunkusumu) bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia (PI).Di Perhimpunan Indonesia, Hatta mulai meniti karir di jenjang politiknya sebagai bendahara pada tahun 1922 dan menjadi ketua pada tahun 1925. Saat terpilih menjadi ketua PI, Hatta mengumandangkan pidato inagurasi yang berjudul "Struktur Ekonomi Dunia dan Pertentangan Kekuasaan".Dalam pidatonya, ia mencoba menganalisa struktur ekonomi dunia yang ada pada saat itu berdasarkan landasan kebijakan non-kooperatif. Hatta berturut-turut terpilih menjadi ketua PI sampai tahun 1930 dengan perkembangan yang sangat signifikan dibuktikan dengan berkembangnya jalan pikiran politik rakyat Indonesia. Sebagai ketua PI saat itu, Hatta memimpin delegasi Kongres Demokrasi Internasional untuk perdamaian di Berville, Perancis, pada tahun 1926. Ia mulai memperkenalkan nama Indonesia dan sejak saat itu nama Indonesia dikenal di kalangan organisasi-organisasi internasional. Pada tahun 1927, Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda dan berkenalan dengan aktivis nasionalis India, Jawaharhal Nehru.Aktivitas politik Hatta pada organisasi ini menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda bersama dengan Nazir St. Pamontjak, Ali Sastroamidjojo, dan Abdul madjid Djojodiningrat sebelum akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free. Selanjutnya pada tahun 1932, Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia dengan adanya pelatihan-pelatihan.Pada tahun 1933, Soekarno diasingkan ke Ende, Flores. Aksi ini menuai reaksi keras oleh Hatta. Ia mulai menulis mengenai pengasingan Soekarno pada berbagai media. Akibat aksi Hatta inilah pemerintah kolonial Belanda mulai memusatkan perhatian pada Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan menangkap pimpinan para pimpinan partai yang selanjutnya diasingkan ke Digul, Papua.Pada masa pengasingan di Digul, Hatta aktif menulis di berbagai surat kabar. Ia juga rajin membaca buku yang ia bawa dari Jakarta untuk kemudian diajarkan kepada teman-temannya. Selanjutnya, pada tahun 1935 saat pemerintahan kolonial Belanda berganti, Hatta dan Sjahrir dipindahlokasikan ke Bandaneira. Di sanalah, Hatta dan Sjahrir mulai memberi pelajaran kepada anak-anak setempat dalam bidang sejarah, politik, dan lainnya.Setelah delapan tahun diasingkan, Hatta dan Sjahrir dibawa kembali ke Sukabumi pada tahun 1942. Selang satu bulan, pemerintah kolonial Belanda menyerah pada Jepang. Pada saat itulah Hatta dan Sjahrir dibawa ke Jakarta. Pada awal Agustus 1945, nama Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketua.Sehari sebelum hari kemerdekaan dikumandangkan, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan rapat di rumah Admiral Maeda. Panitia yang hanya terdiri dari Soekarno, Hatta, Soebardjo, Soekarni, dan Sayuti tersebut merumuskan teks proklamasi yang akan dibacakan keesokan harinya dengan tanda tangan Soekarno dan Hatta atas usul Soekarni.Pada tanggal 17 Agustus 1945 di jalan Pagesangan Timur 56 tepatnya pukul 10.00 kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Keesokan harinya, pada tanggal 18 Agustus 1945 Soekarno diangkat sebagai Presiden Republik Indonesia dan Hatta sebagai Wakil Presiden.Berita kemerdekaan Republik Indonesia telah tersohor sampai Belanda. Sehingga, Belanda berkeinginan kembali untuk menjajah Indonesia. Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, pemerintahan Republik Indonesia dipindah ke Jogjakarta. Ada dua kali perundingan dengan Belanda yang menghasilkan perjanjian linggarjati dan perjanjian Reville. Namun, kedua perjanjian tersebut berakhir kegagalan karena kecurangan Belanda.Pada Juli 1947, Hatta mencari bantuan ke India dengan menemui Jawaharhal Nehru dan Mahatma Gandhi. Nehru berjanji, India dapat membantu Indonesia dengan melakukan protes terhadap tindakan Belanda dan agar dihukum pada PBB. Banyaknya kesulitan yang dialami oleh rakkyat Indonesia memunculkan aksi pemberontakan oleh PKI sedangkan Soekarno dan Hatta ditawan ke Bangka. Selanjutnya kepemimpinan perjuangan dipimpin oleh Jenderal Soedirman.Perjuangan rakyat Indonesia tidak sia-sia. Pada tanggal 27 desembar 1949, Ratu Juliana memberikan pengakuan atas kedaulatan Indonesia kepada Hatta.Setelah kemerdekaan mutlak Republik Indonesia, Hatta tetap aktif memberikan ceramah-ceramah di berbagai lembaga pendidikan. Dia juga masih aktif menulis berbagai macam karangan dan membimbing gerakan koperasi sesuai apa yang dicita-citakannya. Tanggal 12 Juli 1951, Hatta mengucapkan pidato di radio mengenai hari jadi Koperasi dan selang hari lima hari kemudian dia diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Hatta menikah dengan Rachim Rahmi pada tanggal 18 November 1945 di desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida.Pada tanggal 14 Maret 1980 Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo. Karena perjuangannya bagi Republik Indonesia sangat besar, Hatta mendapatkan anugerah tanda kehormatan tertinggi "Bintang Republik Indonesia Kelas I" yang diberikan oleh Presiden Soeharto. PENDIDIKAN • Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932) • Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School, Batavia (1921) • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO), Padang (1919) • Europeesche Lagere School (ELS), Padang, 1916 • Sekolah Dasar Melayu Fort de kock, Minangkabau (1913-1916) KARIR • Ketua Panitia Lima (1975) • Penasihat Presiden dan Penasehat Komisi IV (1969) • Dosen Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1954-1959) • Dosen Sesko Angkatan darat, Bandung (1951-1961) • Wakil Presiden, Perdana menteri, dan Menteri Luar Negeri NKRIS (1949-1950) • Ketua delegasi Indonesia Konferensi Meja Bundar, Den Haag (1949) • Wakil Presiden, Perdana Menteri, dan Menteri Pertahanan (1948-1949) • Wakil Presiden RI pertama (1945) • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (1945) • Wakil Ketua Panitia Persiapan kemerdekaan Indonesia (1945) • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (1945) • Kepala Kantor Penasehat Bala Tentara Jepang (1942) • Ketua Panitia Pendidikan Nasional Indonesia (1934-193] • Wakil Delegasi Indonesia Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931) • Ketua Perhimpunan Indonesia, Belanda (1925-1930) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921) • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919) • Partai Nasional Indonesia Organisasi: • Club pendidikan Nasional Indonesia • Liga menentang Imperialisme • Perhimpunan Hindia • Jong Sumatranen Bond PENGHARGAAN • Pahlawan Nasional • Bapak koperasi Indonesia • Doctor Honoris Causa, Universitas Gadjah Mada, 1965 • Proklamator Indonesia • The Founding Father's of Indonesia google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-10
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Sanskerta: Hanumān) atau Hanumat (Sanskerta: Hanumat), juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putera Batara Bayu dan Anjani, saudara dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, namun dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antar zaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya. Anjani adalah puteri sulung Resi Gotama yang terkena kutukan sehingga berwajah kera. Atas perintah ayahnya, ia pun bertapa telanjang di telaga Madirda. Suatu ketika, Batara Guru dan Batara Narada terbang melintasi angkasa. Saat melihat Anjani, Batara Guru terkesima sampai mengeluarkan air mani. Raja para dewa pewayangan itu pun mengusapnya dengan daun asam (Bahasa Jawa: Sinom) lalu dibuangnya ke telaga. Daun sinom itu jatuh di pangkuan Anjani. Ia pun memungut dan memakannya sehingga mengandung. Ketika tiba saatnya melahirkan, Anjani dibantu para bidadari kiriman Batara Guru. Ia melahirkan seekor bayi kera berbulu putih, sedangkan dirinya sendiri kembali berwajah cantik dan dibawa ke kahyangan sebagai bidadari. Bayi berwujud kera putih yang merupakan putera Anjani diambil oleh Batara Bayu lalu diangkat sebagai anak. Setelah pendidikannya selesai, Hanoman kembali ke dunia dan mengabdi pada pamannya, yaitu Sugriwa, raja kera Gua Kiskenda. Saat itu, Sugriwa baru saja dikalahkan oleh kakaknya, yaitu Subali, paman Hanoman lainnya. Hanoman berhasil bertemu Rama dan Laksmana, sepasang pangeran dari Ayodhya yang sedang menjalani pembuangan. Keduanya kemudian bekerja sama dengan Sugriwa untuk mengalahkan Subali, dan bersama menyerang negeri Alengka membebaskan Sita, istri Rama yang diculik Rahwana murid Subali. Pertama-tama Hanoman menyusup ke istana Alengka untuk menyelidiki kekuatan Rahwana dan menyaksikan keadaan Sita. Di sana ia membuat kekacauan sehingga tertangkap dan dihukum bakar. Sebaliknya, Hanoman justru berhasil membakar sebagian ibu kota Alengka. Peristiwa tersebut terkenal dengan sebutan Hanoman Obong. Setelah Hanoman kembali ke tempat Rama, pasukan kera pun berangkat menyerbu Alengka. Hanoman tampil sebagai pahlawan yang banyak membunuh pasukan Alengka, misalnya Surpanaka (Sarpakenaka) adik Rahwana. Dalam pertempuran terakhir antara Rama kewalahan menandingi Rahwana yang memiliki Aji Pancasunya, yaitu kemampuan untuk hidup abadi. Setiap kali senjata Rama menewaskan Rahwana, seketika itu pula Rahwana bangkit kembali. Wibisana, adik Rahwana yang memihak Rama segera meminta Hanoman untuk membantu. Hanoman pun mengangkat Gunung Ungrungan untuk ditimpakan di atas mayat Rahwana ketika Rahwana baru saja tewas di tangan Rama untuk kesekian kalinya. Melihat kelancangan Hanoman, Rama pun menghukumnya agar menjaga kuburan Rahwana. Rama yakin kalau Rahwana masih hidup di bawah gencetan gunung tersebut, dan setiap saat bisa melepaskan roh untuk membuat kekacauan di dunia. Beberapa tahun kemudian setelah Rama meninggal, roh Rahwana meloloskan diri dari Gunung Ungrungan lalu pergi ke Pulau Jawa untuk mencari reinkarnasi Sita, yaitu Subadra adik Kresna. Kresna sendiri adalah reinkarnasi Rama. Hanoman mengejar dan bertemu Bima, adiknya sesama putera angkat Bayu. Hanoman kemudian mengabdi kepada Kresna. Ia juga berhasil menangkap roh Rahwana dan mengurungnya di Gunung Kendalisada. Di gunung itu Hanoman bertindak sebagai pertapa. Berbeda dengan versi aslinya, Hanoman dalam pewayangan memiliki dua orang anak. Yang pertama bernama Trigangga yang berwujud kera putih mirip dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Hanoman terbayang-bayang wajah Trijata, puteri Wibisana yang menjaga Sita. Di atas lautan, air mani Hanoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana namun dikejar oleh Hanoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana. Putera kedua Hanoman bernama Purwaganti, yang baru muncul pada zaman Pandawa. Ia berjasa menemukan kembali pusaka Yudistira yang hilang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang puteri pendeta yang dinikahi Hanoman, bernama Purwati. Hanoman berusia sangat panjang sampai bosan hidup. Narada turun mengabulkan permohonannya, yaitu "ingin mati", asalkan ia bisa menyelesaikan tugas terakhir, yaitu merukunkan keturunan keenam Arjuna yang sedang terlibat perang saudara. Hanoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana, dengan Pramesti, puteri Jayabaya. Antara keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian meskipun mereka sama-sama keturunan Arjuna. Hanoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Dalam perang itu, Hanoman gugur, moksa bersama raganya, sedangkan Yaksadewa kembali ke wujud asalnya, yaitu Batara Kala, sang dewa kematian. ada versi lain khususnya di jawa bahwa hanoman tidak mati dalam dalam berperang namun dia moksa setelah bertemu sunan kali jaga dan menanyakan arti yang terkandung dari jimat kalimasada karena dulu hanoman berjanji tidak akan mau mati sebelum mengetahui arti dari tulisan yang terkandung di dalam jimat kalimasada.

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Cut Nyak Dien lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, seorang uleebalang. Beliau mendapatkan pendidikan agama dan rumah tangga yang baik dari kedua orang tua dan para guru agama. Semua ini membentuk kepribadian beliau yang memiliki sifat tabah, teguh pendirian, dan tawakal. Seperti umumnya di masa itu, beliau menikah di usia sangat muda dengan Teuku Ibrahim Lamnga. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Ketika Perang Aceh meletus tahun 1873, Teuku Ibrahim turut aktif di garis depan. Cut Nyak Dien selalu memberikan dukungan dan dorongan semangat. Semangat juang dan perlawanan Cut Nyak Dien bertambah kuat saat Belanda membakar Masjid Besar Aceh. Dengan semangat menyala, beliau mengajak seluruh rakyat Aceh untuk terus berjuang. Saat Teuku Ibrahim gugur, di tengah kesedihan, beliau bertekad meneruskan perjuangan. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar. Seperti Teuku Ibrahim, Teuku Umar adalah pejuang kemerdekaan yang hebat. Bersama Cut Nyak Dien, perlawananyang dipimpin Teuku Umar bertambah hebat. Sebagai pemimpin yang cerdik, Teuku Umar pernah mengecoh Belanda dengan pura-pura bekerja sama pada tahun 1893, sebelum kemudian kembali memeranginya dengan membawa Iari senjata dan perlengkapan peranglain. Namun, dalam pertempuran di Meulaboh tanggal 11 Februari 1899 ,Teuku Umar gugur. Sejak meninggalnya Teuku Umar, selama 6 tahun Cut Nyak Dien mengatur serangan besar- besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Seluruh barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk biaya perang. Meski tanpa dukungan dari seorang suami, perjuangannya tidak pernah surut. Perlawanan yang dilakukan secara bergerilya itu dirasakan Belanda sangat mengganggu, bahkan membahayakan pendudukan mereka di tanah Aceh sehingga pasukan Belanda selalu berusaha menangkapnya. Namun, kehidupan yang berat dihutan dan usia yang menua membuat kesehatan perempuan pemberani ini mulal menurun. Ditambah lagi, jumlah pasukannya terus berkurang akibat serangan Belanda. Meski demikian,ketika Pang Laot Ali, tangan kanan sekaligus panglimanya, menawarkan untuk menyerah, beliau sangat marah. Akhirnya, Pang Laot Ali yang tak sampai hati melihat penderitaan Cut Nyak Dien terpaksa berkhianat. la melaporkan persembunyian Cut Nyak Dien dengan beberapa syarat, di antaranya jangan melakukan kekerasan dan harus menghormatinya. Begitu teguhnya pendirian Cut Nyak Dien, bahkan ketika sudah terkepung dan hendak ditangkap dalam kondisi rabun pun masih sempat mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda. Pasukan Belanda yang begitu banyak akhirnya berhasil menangkap tangannya. Beliau marah luar biasa kepada Pang LaotAli. Namun,walau pun di dalam tawanan, Cut Nyak Dien masih terus melakukan kontak dengan para pejuang yang belum tunduk. Tindakannya itu kembali membuat pihak Belanda berang sehingga beliau akhirnya dibuang ke Sumedang, Jawa Barat, pada 11 Desember 1906. Cut Nyak Dien yang tiba dalam kondisi lusuh dengan tangan tak lepas memegang tasbih ini tidak dikenal sebagian besar penduduk Sumedang. Beliau dititipkan kepada Bupati Sumedang, Pangeran Aria Suriaatmaja, bersama dua tawanan lain, salah seorang bekas panglima perangnya yang berusia sekitar 50 tahun dan kemenakan beliau yang baru berusia 15 tahun. Belanda sama sekali tidak memberitahu siapa para tawanan itu. Melihat perempuan yang amat taat beragama itu, Pangeran Aria tidak menempatkannya di penjara, tetapi di rumah H. Ilyas, seorang tokoh agama, di belakang Masjid Besar Sumedang. Perilaku beliau yang taat beragama dan menolak semua pemberian Belanda menimbulkan rasa hormat dan simpati banyak orang yang kemudian datang mengunjungi membawakan pakaian atau makanan. Cut Nyak Dien, perempuan pejuang pemberani ini meninggal pada 6 November 1908. Beliau dimakamkan secara hormat di Gunung Puyuh, sebuah komplek pemakaman para bangsawan Sumedang, tak jauh dan pusat kota. Sampai wafatnya, masyarakat Sumedang belum tahu siapa beliau, bahkan hingga Indonesia merdeka. Makam beliau dapat dikenali setelah dilakukan penelitian berdasarkan data dari pemerintah Belanda. Tempat/Tgl. Lahir : Aceh, 1848 (tanggal dan bulan tidak diketahui) Tempat/Tgl. Wafat : Sumedang, 6 November 1908 SK Presiden : Keppres No.106 Tahun 1964, Tgl. 2 Mei 1964 Gelar : Pahlawan Nasional google terjemahan bahasa jawa - bebasan

google agensi saka basa Jawa - kamardikan

Last Update: 2014-09-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Perang Bharatayudha Tentu saja kata-kata ini tidaklah asing bagi kita, apa yang ada di benak kita saat memikirkan kata “Perang Bharatayudha” ? Wayang, sejarah, sebuah perang hebat? Kisah peperangan ini adalah kisah perang terhebat dalam cerita pewayangan, perang ini adalah perang antar saudara yaitu Pandhawa(melambangkan kekuatan baik) dan sepupu mereka Kurawa(melambangkan kekuatan jahat) akibat perebutan takhta kerajaan yang seharusnya jatuh ke tangan Puntadewa, malah diberikan pamannya(Destrarestra) ke anaknya yaitu Duryudana, anak sulung dari para Kurawa. Padahal Destraresta berjanji akan mengembalikan takhta ke tangan Puntadewa saat mereka sudah cukup dewasa. Di saat mereka sudah mulai berkuasa, datanglah Kurawa dan Sengkuni yang mencurangi mereka dalam permainan judi sehingga para Pandawa pun harus pergi ke hutan sebagai akibat dari kekalahan mereka. Balatentara Korawa menyerang laksana gelombang lautan yang menggulung-gulung, sedang pasukan Pandawa yang dipimpin Resi Seta menyerang dengan dahsyat seperti senjata yang menusuk langsung ke pusat kematian. Bisma dapat menewaskan Resi Seta. Bharatayuddha babak pertama diakhiri dengan sukacita pihak Korawa karena kematian pimpinan perang Pandawa. Setelah Resi Seta gugur, Pandawa kemudian mengangkat Drestadyumna (Trustajumena) sebagai pimpinan perangnya dalam perang Bharatayuddha. Sedangkan Bisma tetap menjadi pimpinan perang Korawa. Dalam babak ini kedua kubu berperang dengan siasat yang sama yaitu Garudanglayang (Garuda terbang). Dalam pertempuran ini dua anggota Korawa, Wikataboma dan kembarannya, Bomawikata, terbunuh setelah kepala keduanya diadu oleh Bima. Sementara itu beberapa raja sekutu Korawa juga terbunuh dalam babak ini. Diantaranya Prabu Sumarma, raja Trigartapura tewas oleh Bima, Prabu Dirgantara terbunuh oleh Arya Satyaki, Prabu Dirgandana tewas di tangan Arya Sangasanga (anak Setyaki), Prabu Dirgasara dan Surasudirga tewas di tangan Gatotkaca, dan Prabu Malawapati, raja Malawa tewas terkena panah Hrudadali milik Arjuna. Bisma setelah melihat komandan pasukannya berguguran kemudian maju ke medan pertempuran, mendesak maju menggempur lawan. Atas petunjuk Kresna, Pandawa kemudian mengirim Dewi Wara Srikandi untuk maju menghadapi Bisma. Dengan tampilnya prajurit wanita tersebut di medan pertempuran menghadapi Bisma. Bisma merasa bahwa tiba waktunya maut menjemputnya, sesuai dengan kutukan Dewi Amba yang tewas di tangan Bisma. Bisma gugur dengan perantaraan panah Hrudadali milik Arjuna yang dilepaskan oleh istrinya, Srikandi. Asal Usul Perang Bharatayudha Istilah Baratayuda berasal dari kata Kisah peperangan ini merupakan bagian dari kitab Mahabarata yang berasal dari India, beberapa hal dalam peperangan agak berbeda versi antara Jawa dengan India. Konon, sebelum Pandawa dan Korawa dilahirkan, perang ini sudah ditetapkan akan terjadi. Selain itu, Padang Kurusetra sebagai medan pertempuran menurut pewayangan bukan berlokasi di India, melainkan berada di Jawa, tepatnya di dataran tinggi Dieng. Dengan kata lain, kisah Mahabharata menurut tradisi Jawa dianggap terjadi di Pulau Jawa, Dalam pewayangan Jawa dikenal adanya sebuah kitab yang tidak terdapat dalam versi Mahabharata. Kitab tersebut bernama Jitabsara berisi tentang urutan siapa saja yang akan menjadi korban dalam perang Baratayuda. kitab ini ditulis oleh Batara Penyarikan, atas perintah Batara Guru, raja kahyangan. Menurut beberapa sumber, 695 tahun sebelum masehi, muncul banyak pujangga-pujangga kerajaan yang menulis banyak karya sastra dan menerjemahkan cerita-cerita yang berkembang, di masa ini, terdapat banyak biksu, nah kitab Mahabharata ini sendiri dikatakan berasal dari kerajaan Sriwijaya, sebab di sini terdapat biksu-biksu yang lebih banyak dari di kerajaan lain dan kerajaan Sriwijaya sudah mulai mengelola perpustakaan. uga muncul dua kitab keagamaan yaitu Brahmandapurana dan Agastyaparwa. Kitab lain yang terkenal adalah Arjuna Wiwaha yang digubah oleh Mpu Kanwa. Dari uraian tersebut nyatabahwa sudah ada naskah yang ditulis tangan dalam media daun lontar yang diperuntukkan bagi pembaca kalangan sangat khusus yaitu kerajaan. Jaman Kerajaan Kediri dikenal beberapa pujangga dengan karya sastranya. Mereka itu adalah Mpu Sedah dan Mpu Panuluh yang bersama-sama menggubah kitab Bharatayudha. Bharatayuddha (Perang Bharata), yaitu judul sebuah naskah kakawin berbahasa Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 1157 oleh Mpu Sedah atas perintah Maharaja Jayabhaya, raja Kerajaan Kadiri. Sebenarnya kitab baratayuda yang ditulis pada masa Kediri itu untuk simbolisme keadaan perang saudara antara Kerajaan Kediri dan Jenggala yang sama sama keturunan Raja Erlangga . Di Yogyakarta, cerita Baratayuda ditulis ulang dengan judul Serat Purwakandha pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwana V. Penulisannya dimulai pada 29 Oktober 1847 hingga 30 Juli 1848. Babak dalam Perang Bharatayudha • Babak 1: Seta Gugur • Babak 2: Tawur (Bisma Gugur) • Babak 3: Paluhan (Bogadenta Gugur) • Babak 4: Ranjapan (Abimanyu Gugur) • Babak 5: Timpalan (Burisrawa Gugur atau Dursasana Gugur) • Babak 6: Suluhan (Gatotkaca Gugur) • Babak 7: Karna Tanding • Babak 8: Rubuhan (Duryudana Gugur) • Babak 9: Lahirnya Parikesit

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-09-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Add a translation