MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jepang    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

Javanese

Info

terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jepang

Indonesian translation into Jepang basa

Last Update: 2014-11-23
Subject: Religion
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

pergi pagi pulang pagi

Last Update: 2015-01-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

tolong dipantau untuk kabinawa kamar 310 jam 6 pagi besok

Last Update: 2015-01-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan bhs indonesia ke sunda

bhs terjemahan Indonesia Sunda

Last Update: 2015-01-07
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Di tengah hutan, hiduplah seekor semut yang sangat rajin

Last Update: 2014-12-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google terjemahan bahasa dayak

google translation Dayak

Last Update: 2014-11-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

translate bahasa medan ke bahasa indonesia

nerjemahake lapangan menyang basa Indonesia

Last Update: 2014-12-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

gambar memek abg indonesia

Gambar pus abg Indonesia

Last Update: 2015-01-08
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Indonesian translation into Jepang basa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2014-11-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

DFA-INDONESIA MFA ksatria

satriyo ngemlu

Last Update: 2014-11-27
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

naskah drama bahasa jawa legenda

main Jawa legenda

Last Update: 2014-11-20
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

naskah drama bahasa jawa tentang pewayangan

sing muter bab basa Jawa wayang

Last Update: 2015-01-09
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

artikel bahasa jawa tentang wayang kulit

Basa Jawa artikel bab wayang kulit

Last Update: 2014-12-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

kliping bahasa jawa tentang wara-wara

clippings bab basa Jawa wara-wara

Last Update: 2014-11-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan google untuk bebas waktu Java

kejobo

Last Update: 2014-12-29
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

terjemahan google untuk bebas waktu Java

hanyupeketaken pasadherekan, sarana angwontenaken papanggihan malem tanggal kaping 2 wulan sapar

Last Update: 2014-12-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

google agensi nganti Jawa Indonesia

BEKEL

Last Update: 2014-11-25
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

kagawa berhasil mencetak gol berkelas saat laga persahabatan jepang melawan kosta rika di tampa florida amerika serikat. persahabatan

Kagawa damel gaya wayahe Jepang friendlies marang Costa Rica ing tampa florida usa. Persahabatan

Last Update: 2014-08-26
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

googleStrategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra jawa di Sekolah & Peran Guru dalam Menyikapi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Model Pembelajaran Bahasa Daerah Dalam kaitan dengan model pembelajaran dalam bentuk ceramah yang dianggap membosankan siswa, model pembelajaran yang sifatnya nonceramah tentu menjadi menarik. Sehubungan dengan itu, pada tahun 2010 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Balai Bahasa Yogyakarta menyusun Buku Pedoman Pengajaran Bahasa Jawa untuk Siswa SMA. Buku itu mengajarkan model pembelajaran bahasa Jawa yang didasarkan pada pendekatan komunikatif. Strategi pembelajarannya berciri (1) semipermainan untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa, (2) didominasi bentuk praktik untuk mengaktifkan siswa, dan (3) menempatkan siswa sebagai pusat.Model pembelajaran itu diakronimkan dengan basjam, yaitu bahasa Jawa yang menyenangkan. Strategi basjam terangkum dalam empat model, yaitu (1) bermain kata, (2) bermain peran, (3) kuis bahasa, dan (4) olah (uthak-athik) aksara Jawa. Berikut gambaran ringkas setiap model. Model pertama ialah model bermain kata. Model itu diterapkan untuk tujuan meningkatkan penguasaan kosakata siswa, baik ngoko maupun krama. Basjam model bermain kata terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) teka-teki silang (TTS) dan (2) skrebel. Peranti yang diperlukan ialah lembar TTS atau lembar skrebel. Model kedua ialah basjam model bermain peran. Model itu diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosakata, penguasaan gramatika, kemampuan bicara, dan kemampuan mengapresiasi sastra. Basjam model bermain peran terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) bermain sandiwara dan (2) berbicara monolog dalam forum resmi dan tidak resmi. Peranti yang diperlukan ialah (penggalan) naskah sandiwara atau teks monolog. Basjam model bermain peran sangat cocok untuk melatih kemampuan aksen berbahasa daerah sebagai salah satu kekhasan sebuah bahasa. Pelatihan aksen itu menjadi penting mengingat banyak generasi muda yang sudah kehilangan aksen bahasa ibu. Pada generasi muda Jawa misalnya, kerancuan aksen terlihat pada ketakpekaan untuk, setidaknya, membedakan lafal [ṭ] dan [t], seperti pada kata sotho ‘pukul’ dan soto ‘soto’; [ḍ] dan [d], seperti pada kata wedhi ‘pasir’ dan wedi ‘takut’; [a] dan [ɔ], seperti pada kata piala ‘piala’ dan piala ’perbuatan buruk’. Model ketiga ialah basjam kuis bahasa. Model kuis bahasa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menyimak sumber tulis dan lisan dalam bahasa daerah. Basjam model kuis bahasa terwujud dalam tiga strategi, yaitu (1) kuis berita, (2) mengubah lagu, dan (3) cerdas tangkas (wastra basa). Peranti yang diperlukan berupa (a) fotokopi teks berita atau CD berita jika strategi yang dipilih ialah kuis berita; (b) lagu yang akan dijawakan jika yang dipilih ialah strategi mengubah lagu; dan (c) papan skor, pengatur waktu, lembar pertanyaan, dan kertas padalarang jika yang dipilih ialah strategi cerdas tangkas. Model keempat ialah basjam olah aksara. Basjam model olah aksara diterapkan untuk tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis dan membaca aksara Jawa. Basjam model olah aksara, secara mendasar, terwujud dalam tiga strategi secara berurutan, yaitu (1) kartu aksara, (2) sanding aksara, dan (3) aksara ubahan. Peranti yang diperlukan ialah kartu kertas padalarang ukuran sedang, misalnya 10 cm x 10 cm. Satu kartu berisi satu aksara. Kartu aksara berfungsi mengenalkan jenis aksara bahasa Jawa. Strategi kedua, sanding aksara, diwujudkan dengan menyandingkan aksara Latin dan Jawa dari sekelompok kata sederhana dengan ciri (a) bersuku terbuka dan (b) merupakan pasangan minimal. Penyandingan dilakukan secara lurus dari atas ke bawah. Penyandingan dimaksudkan untuk lebih mengenalkan kekontrasan bentuk aksara Latin dan Jawa. Strategi terakhir, yaitu aksara ubahan. Strategi aksara ubahan dilakukan untuk mengenalkan adanya perubahan bentuk aksara Jawa yang disebabkan oleh (a) kekhasan distribusi; (b) hadirnya fonem asing (aksara rekan), misal /f atau q/; dan (c) adanya huruf kapital (aksara murda). Model basjam tersebut tergolong mudah untuk diterapkan. Lebih dari itu, model tersebut menjadikan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai akhir pelaksanaan, yaitu evaluasi. Untuk sekadar contoh, berikut gambaran pelaksanaan model kuis bahasa dengan strategi cerdas tangkas atau cerdas cermat. Peranti yang diperlukan meliputi (1) fotokopi teks berita sebagai sumber soal dan (2) kertas padalarang sebagai media soal aksara Jawa. Secara lengkap, pelaksanaan itu menerapkan langkah sebagai berikut. 1) Guru mengumumkan rencana cerdas tangkas setidaknya seminggu sebelum pelaksanaan. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok. Kelompok itu beranggotakan tiga sampai lima siswa. Jumlah seluruh kelompok harus dapat dibagi tiga. 3) Pembentukan gugus (cluster); setiap gugus beranggotakan tiga kelompok. 4) Guru menyerahkan fotokopi teks berita yang berbeda kepada setiap gugus. 5) Guru menjelaskan kewajiban setiap gugus. a) Setiap gugus menentukan teman yang akan bertugas sebagai (a) pembaca berita, (b) pencatat nilai, dan (c) pengatur waktu. b) Setiap gugus menyusun 35 soal beserta jawabannya dengan perincian a. 30 soal berkenaan dengan isi berita: - 18 soal berbentuk ngoko; 12 soal berbentuk krama; - 15 soal kategori wajib dengan perincian 5 soal untuk setiap kelompok, 9 soal untuk lemparan, 6 soal untuk rebutan; b. 5 soal berkenaan dengan penulisan huruf Jawa. 6) Guru menjelaskan aturan perlombaan. - Soal yang dibuat oleh salah satu gugus dikerjakan oleh gugus lain secara acak. - Perlombaan terjadi pada kelompok yang menjadi anggota sebuah gugus. - Setiap kelompok memperoleh lima soal wajib. Soal tidak dialihkan kepada kelompok lain meskipun tidak terjawab. - Setiap kelompok memperoleh tiga soal lemparan. Soal yang tidak terjawab dialihkan ke kelompok lain. - Soal rebutan diberikan kepada kelompok yang terlebih dahulu mengangkat tangan. - Soal dalam bentuk huruf Jawa masuk kategori soal rebutan. Nilai jawaban berjenjang dari 0—15 bergantung pada tingkat kebenaran jawaban. Jawaban ditulis di papan sekaligus dibacakan. 7) Guru menjelaskan dasar penilaian. - Jawaban benar untuk kategori soal wajib dan lemparan bernilai 10. - Jawaban benar untuk kategori soal rebutan bernilai 15. Jika jawaban salah, nilai didenda 5. 8) Guru menjelaskan tugas dan wewenang setiap petugas. - Guru bertugas sebagai juri. - Pembacaan teks berita, pembacaan soal, pencatatan nilai, dan pengaturan waktu dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh gugus. 9) Prapelaksanaan dan saat pelaksanaan cerdas cermat. - Dua hari sebelum pelaksanaan, guru mengumpulkan soal yang sudah dibuat setiap gugus. - Guru mencermati dan membuat catatan atas soal yang sudah dibuat jika dirasa perlu. 10) Guru memandu evaluasi setiap pelaksanaan cerdas cermat. Berdasarkan gambaran tersebut, diketahui bahwa strategi cerdas cermat mudah untuk dilaksanakan karena tidak memerlukan media dan peranti yang sulit. Selain itu, model cerdas cermat akan membiasakan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai dengan akhir pelaksanaan. Selebihnya, model cerdas cermat juga mengaktifkan potensi verbal siswa, terutama pada saat evaluasi. Evaluasi biasanya akan memunculkan diskusi, baik tentang (a) cara pembacaan teks yang mungkin terlalu cepat atau tidak jelas, (b) waktu yang terlalu singkat, (c) jawaban yang kurang tepat, maupun (d) penulisan aksara Jawa yang terlalu kecil. Pada tahap evaluasi, selain sebagai fasilitator, guru berfungsi sebagai mediator. Tidak kalah menarik dengan model basjam ialah model pembelajaran bahasa Bugis berbasis siri na pesse yang ditawarkan oleh Saleh (2012). Model itu bertujuan menanamkan empat pilar nilai luhur siri na pesse yang disandingkan dengan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. Empat pilar siri na pesse itu meliputi lempu ‘jujur’, acca ‘cerdas’, warani ‘berani’, dan mappesona ri Dewata seuwa ’tawakal’. Adapun tujuh komponen pembelajaran kontekstual itu ialah constructivism, inqury, questioning, modelling, learning community, reflection, dan authentic assessment. Penyandingan nilai luhur siri na pesse dengan tujuh komponen pembelajaran kontekstual diwujudkan dalam bentuk permainan tradisional. Tujuannya agar pembelajaran menyenangkan dan siswa kembali akrab dengan permainan tradisional. Dalam pelaksanaannya, nilai siri na pesse yang akan ditanamkan dan komponen pembelajaran kontekstual yang akan diterapkan harus disesuaikan dengan jenis permainan yang dipilih, misalnya tentang penanaman sikap warani ’berani’ dan acca ‘cerdas’. Untuk menyesuaikan karakter warani dan acca, pilar pendekatan kontekstual yang cocok digunakan ialah cooperative learning. Jenis permainannya dipilih tudang sipulung yang memang memeluangi terjadinya diskusi. Dengan strategi itu, nilai warani dan acca tecermin melalui keberanian dan kemampuan siswa untuk menanggapi topik yang sudah disepakatkan. Prinsip kooperatif terlatihkan melalui kebijakan siswa dalam memanfaatkan kartu sebagai jatah untuk berbicara. Seperti halnya model basjam, model pembelajaran berbasis siri na pesse juga mengaktifkan siswa di samping mengaktivasi otak kanan. Aktivasi terjadi sesuai dengan terciptanya suasana yang menyenangkan dan kesadaran untuk bersyukur. Bersyukur karena memiliki kartu hak bicara berarti juga sebagai pembatasan untuk berbicara. Dalam kaitan dengan pemelajaran aksara daerah, perlu disosialisasikan pula metode baru, metode yang telah dilakukan oleh Baso (2012) patut dijadikan contoh. Keberhasilan Baso membuat prototipe true type fonts lontara yang dinamai Lontara Yusring serta mengintegrasikannya ke program multimedia interaktif merupakan sebuah lompatan yang panjang. Keberhasilan itu jelas merupakan penyederhanaan atas kerumitan pembelajaran aksara lontara karena keasingan siswa akan bentuk hurufnya. Dengan aplikasi Lontara Yusring, pengguna tidak perlu lagi menghafal dan menggoreskan setiap aksara, tetapi cukup dengan menekan tuts keyboard. Oleh sebab itu, menulis dalam aksara lontara tidak lagi berbeda dengan menulis dalam aksara Latin. Selain itu, Lontara Yusring juga dapat diintegrasikan pada program interaktif apa pun sejauh berbasis http. Dengan demikian, masyarakat Bugis dapat berinteraksi melalui internet dengan aksara lontara, baik melalui facebook, twitter, maupun model interaktif yang lain. Media tersebut merupakan media yang sangat diakrabi generasi muda. “Kedekatan” yang seperti itu diharapkan akan mengakrabkan dan mengembalikan kebanggaan generasi muda akan aksara daerah. PENDEKATAN Pendekatan adalah suatiu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai pengajaran suatu bidang studi yang memberi arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan kepada asumsi yang berkaitan. 1. Pendekatan komunikatif Pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi (Syafi’ie, 1993: 17, Hymes dalam Brumfit, 1987: 2, dan Djiwandono, 1996: 13). Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Berdasarkan prinsip pendekatan komunikatf, pengajaran menulis harus diarahkan pada penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pembelajaran menulis surat. 2. Pendekatan Integratif Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus satu keterampilan. Misalnya, para siswa sedang belajar keterampilan menulis maka ketiga keterampilan yang lainnya harus dilatihkan juga, tetapi kegiatan tersebut tetap difokuskan untuk mencapai peningkatan kualitas menulis. 3. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif Pendekatan cara belajar siswa aktif diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa. Artinya, siswa secara aktif terlibat dalam proses pengajaran. 4. Pendekatan Belajar Kooperatif Belajar kooperatif merupakan suatu metode yang mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Siswa bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas. 5. Pendekatan Tujuan Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. 6. Pendekatan Struktural Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan. Dengan pendekatan struktural siswa akan menjadi cermat dalam menyusun kalimat, karena mereka memahami kaidah-kaidahnya. 7. Pendekatan Kontekstual Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mempunyai konsep, guru menggunakan objek di sekitar siswa sebagai media pembelajaran di kelas. Misalnya peristiwa kebakaran di Pasar Juwana dapat dijadikan bahan atau materi menulis artikel. METODE Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Terdapat metode-metode pembelajaran dari metode yang berpusat pada guru (ekspositori), seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, sampai dengan metode yang berpusat pada siswa (discovery/ inquiry), seperti eksperimen. 1. Metode ceramah merupakan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. 2. Metode tanya jawab merupakan metode mengajar dimana guru menanyakan hal-hal yang sifatnya faktual. 3. Metode diskusi, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menggunakan informasi yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. 4. Metode kerja kelompok, dengan metode ini siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 5. Metode demonstrasi dan eksperimen, dengan demonstrasi guru atau narasumber atau siswa mengadakan suatu percobaan. 6. Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan metode mengajar dengan cara mendramatisasikan masalah-masalah hubungan sosial. Merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 7. Metode pemberian tugas belajar dan resitasi, dengan metode ini guru memberikan tugas, siswa mempelajari kemudian melaporkan hasilnya. 8. Metode karyawisata, merupakan suatu metode mengajar di mana guru mengajak siswa ke suatu objek tertentu dalam kaitannya dengan mata pelajaran di sekolah. 9. Drill atau pemberian latihan merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang dipelajari. 10. Metode debat, merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. 11. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 12. Cooperative Script, adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 13. Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/ diurutkan menjadi urutan logis. 14. Metode Jigsaw, dalam metode ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/ subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Selain metode-metode di atas, dikemukakan juga metode pembelajaran bahasa yang lainnya, yaitu: 1. Metode langsung Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Di dalam metode langsung terdapat 5 fase yaitu demonstrasi, pembimbingan,pengecekan, dan pelatihan. Di dalam metode ini terdapat teknik dalam pembelajaran menulis yaitu teknik gambar atau menulis langsung. 2. Metode Komunikatif Desain yang bermuatan metode komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Metode komunikatif dapat dilakukan dengan teknik menulis dialog. Siswa menulis dialog tentang yang mereka lakukan dalam sebuah aktivitas. Kegiatan ini dapat dilaksanakan perseorangan maupun kelompok 3. Metode Integratif Integratif berarti menyatukan beberap aspek ke dalam satu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Metode inregratif dapat dilaksanakan dalam pembelajaran mambaca dengan memberi catatan bacaan. Siswa dapat membuat catatan yang diangap penting atau kalimat kunci sebuah bacaan. Dalam melakukan kegiatan membaca sekaligus siswa menulis. 4. Metode Tematik Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Yang perlu dipahami adalah tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas, kontemporer, kongkret, dan konseptual. Tema yang telah ditentukan harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman. 5. Metode Konstruktivitas Asumsi sentral metode konstruktivistik adalah belajar itu menemukan. Artinya, meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam pemahaman mereka. Metode konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran generatif strategi bertanya, inkuiri, atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). 6. Metode Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun metode ini dapat diterapkan dal

google translation Javanese Indonesian

Last Update: 2015-01-03
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

TUGAS MANDIRI KE CANDI PRAMBANAN Disusun oleh : NAMA : ISTIGHFARIN EKAWATI No. Absen : 16 KELAS : VIII A MAPEL : BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 1 KLATEN T.P. 2014 /2015 Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya diberi kesempatan dan kemudahan dalam menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Karya tulis ini saya tulis sebagai pertanggungjawaban karena tidak mengikuti Study Tour ke Bali pada tanggal 14-18 Desember 2014. Dalam karya tulis ini termuat sejarah mengenai keberadaan Candi Prambanan yang erat kaitannya dengan kerajaan Hindu di Pulau Jawa. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya yang telah mendukung tersusunnya karya tulis ini. Dan saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita. Dan saya menyadari bahwa karya tulis yang saya susun ini belum sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran sangat saya harapkan agar karya tulis ini lebih sempurna lagi. Klaten, 21 Desember 2014 Penulis Istighfarin Ekawati   Daftar Isi Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Penulisan 1 B. Tujuan Penulisan 1 BAB II Pembahasan A. Candi Prambanan 2 BAB III Penutup A. Kesimpulan 7 B. Saran 7 Daftar Pusaka 7   BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Penulisan Dalam melakukan penulisan karya tulis ini dilatar belakangi oleh : Sebagai bentuk pertanggungjawaban karena saya tidak mengikuti Study Tour ke Bali B. Tujuan Penulisan Karya tulis ini saya tulis dengan tujuan sebagai berikut : Sebagai bentuk pertanggungjawaban karena saya tidak mengikuti Study Tour ke Bali Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan  BAB II Pembahasan A. CANDI RORO JONGGRANG ( CANDI PRAMBANAN ) Candi Roro Jonggrang atau biasa kita sebut dengan Candi Prambanan terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan kemudian diselesaikan oleh raja Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargrha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukan sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur berkaitan tidak terawatnya candi di daerah ini di tambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali letusan gunung merapi menjadikan candi prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang berserakan. Apalagi ditambah dengan gempa pada tahun 2006. Usaha pemugaran yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lambat dan akhirnya pekerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran Candi induk Roro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Pertama. Komplek percandian prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (Latar Pusat). Latar bawah tak berisi apapun. Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi perwara. Latar pusat adalah latar terpenting diatas berdiri 6 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang paling berhadapan. Deret pertama yaitu candi Siwa, candi Wisnu, dan candi Brahma. Deret kedua yaitu candi Nandi, candi Angsa dan candi Garuda. Pada ujung lorong yang memisah kedua deretan candi tersebut terdapat candi apit secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi. 1. Candi Siwa Candi Siwa dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang, karena dalam salah satu ruangannya terdapat Arca Durga Mahisasuramardani, yang sering disebut sebagai Arca Rara Jonggrang. Candi ini merupakan candi yang terbesar dan terpenting dengan luas dasar 34 m2 dan tinggi 47 m2.didalam candi Siwa terdapat arca Siwa Mahadewa. Bangunan ini terdiri atas 3 bagian secara vertikal kaki candi yang menggambarkan “Dunia Bawah” tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu, tubuh candi yang menggambarkan “Dunia Tengah” tempat manusia telah meninggalkan keduniawian, dan kepala/atap yang melukiskan “Dunia Atas” tempat para dewa. Gambar kosmos nampak pula dengan adanya arca dewa-dewa dan makhluk surgawi yang menggambarkan Gunung Mahameru (Gunung Everest di India) tempat para dewa. Percandian Prambanan merupakan replika gunung itu dan terbukti dengan adanya arca-arca dewa Lokapala yang terpahat pada kaki candi Siwa. Pintu masuk ke ruangan-ruangan dalam tubuh candi terdapat di teras yang lebih tinggi lagi. Untuk mencapai teras atas, terdapat tangga di depan masing-masing pintu ruangan. Dalam tubuh candi terdapat empat ruangan yang mengelilingi ruangan utama yang terletak di tengah tubuh candi. Jalan masuk ke ruangan utama adalah melalui ruang yang menghadap ke timur yang merupakan ruangan kosong tanpa arca atau hiasan apapun. Pintu masuk ke ruang utama letaknya segaris dengan pintu masuk ke ruang timur. Ruang utama ini disebut Ruang Siwa karena di tengah ruangan terdapat Arca Siwa Mahadewa, yaitu Siwa dalam posisi berdiri di atas teratai dengan satu tangan terangkat di depan dada dan tangan lain mendatar di depan perut. Konon Arca Syiwa ini menggambarkan Raja Balitung dari Mataram Hindu (898 - 910 M) yang dipuja sebagai Siwa. Tidak terdapat pintu penghubung antara Ruang Syiwa dengan ketiga ruang di sisi lain. Ruang utara, barat, dan selatan memiliki pintu sendiri-sendiri yang terletak tepat di depan tangga naik ke teras atas. Dalam ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini, yaitu Durga sebagai dewi kematian, yang menggambarkan permaisuri Raja Balitung. Durga digambarkan sebagai dewi bertangan delapan dalam posisi berdiri di atas Lembu Nandi menghadap ke Candi Wisnu. Satu tangan kanannya dalam posisi bertelekan pada sebuah gada, sedangkan ketiga tangan lainnya masing-masing memegang anak panah, pedang dan cakram. Satu tangan kirinya memegang kepala Asura, raksasa kerdil yang berdiri di atas kepala mahisa (lembu), sedangkan ketiga tangan lainnya memegang busur, perisai dan bunga. Arca Durga ini oleh masyarakat sekitar disebut juga Arca Rara Jonggrang, karena arca ini diyakini sebagai penjelmaan Rara Jonggrang. Rara Jonggrang adalah putri raja dalam legenda setempat, yang dikutuk menjadi arca oleh Bandung Bandawasa. Dalam ruang barat terdapat Arca Ganesha dalam posisi bersila di atas padmasana (singgasana bunga teratai) dengan kedua telapak kaki saling bertemu. Kedua telapak tangan menumpang di lutut dalam posisi tengadah, sementara belalainya tertumpang dilengan kiri. Arca Ganesha ini menggambarkan putra mahkota Raja Balitung. selempang di bahu menunjukkan bahwa ia juga seorang panglima perang. Dalam ruang selatan terdapat Arca Agastya atau Siwa Mahaguru. Arca ini meliliki postur tubuh agak gemuk dan berjenggot. Siwa Mahaguru digambarkan dalam posisi berdiri menghadap ke Candi Brahma di selatan dengan tangan kanan memegang tasbih dan tangan kiri memegang sebuah kendi. Di belakangnya, di sebelah kiri terdapat pengusir lalat dan di sebelah kanan terdapat trisula. Konon Arca Siwa Mahaguru ini menggambarkan seorang pendeta penasihat kerajaan. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Dasar kaki candi dikelilingi selasar yang dibatasi oleh pagar langkan. Pada dinding langkan sebelah dalam relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan cara “pradaksina” (berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hiasan-hiasan pada dinding sebelah luar berupa “kinari-kinari” (makhluk bertubuh burung berkepala manusia), “kalamakara’ (kepala raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitolog) dan makhluk surgawi lainnya. Atap candi bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat komplek dan masing-masing dihiasi sejumlah “ratna” dan puncaknya terdapat “ratna” terbesar. 2. Candi Brahma Candi Brahma terletak disebelah selatan Candi Siwa. Luas dasarnya 20 m2 dan tingginya 37 m2. Didalam satu-satunya ruangan berdiri arca Brahma berkepala 4 dan berlengan 4. Sebenarnya arca ini sangat indah namun sekarang sudah rusak.pada arca ini, salah satu tangannya memegang tasbih yang menggambarkan waktu dan yang satunya memegang “kamandalu” tempat air. Dewa Brahma sebagai pencipta alam, oleh karena itu pada arca Brahma ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci weda dan masing-masing menghadap keempat arah mata angin. Dasar kaki candi dikelilingi oleh selasar yang dibatasi pagar langkan yang dinding sebelah dalamnya terpahat relief lanjutan cerita Ramayana dan relief yang pada candi Siwa. 3. Candi Wisnu Candi Wisnu terdapat di sebelah utara Candi Siwa. Tubuh candi berdiri di atas batur yang membentuk selasar berlangkan. Tangga untuk naik ke permukaan batur terletak di sisi timur. Di sepanjang dinding tubuh candi berderet panil dengan pahatan yang menggambarkan Lokapala. Sepanjang dinding dalam langkan dihiasi seretan panil yang memuat relief Krisnayana. Krisnayana adalah kisah kehidupan Krisna sejak ia dilahirkan sampai ia berhasil menduduki tahta Kerajaaan Dwaraka. Di atas dinding langkan berderet hiasan ratna. Di bawah ratna, pada sisi luar dinding langkan, terdapat relung kecil dengan hiasan Kalamakara di atasnya. Dalam relung terdapat pahatan yang menggambarkan Wisnu sebagai pendeta yang sedang duduk dengan berbagai posisi tangan. Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara. Candi Wisnu hanya mempunyai 1 ruangan dengan satu pintu yang menghadap ke timur. Dalam ruangan tersebut, terdapat Arca Wisnu dalam posisi berdiri di atas 'umpak' berbentuk yoni. Wisnu digambarkan sebagai dewa bertangan 4. Tangan kanan belakang memegang Cakra (senjata Wisnu) sedangkan tangan kiri memegang tiram. Tangan kanan depan memegang gada dan tangan kiri memegang setangkai bunga teratai. 4. Candi Nandi Candi ini mempunyai satu tangga masuk yang menghadap ke barat, yaitu ke Candi Syiwa. Nandi adalah lembu suci tunggangan Dewa Syiwa. Jika dibandingkan dengan Candi Garuda dan Candi Angsa yang berada di sebelah kanan dan kirinya, Candi Nandi mempunyai bentuk yang sama, hanya ukurannya sedikit lebih besar dan lebih tinggi. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 meter. Seperti yang terdapat di Candi Siwa, pada dinding kaki terdapat dua motif pahatan yang letaknya berselang-seling. Yang pertama merupakan gambar singa yang berdiri di antara dua pohon kalpataru dan yang kedua merupakan gambar sepasang binatang yang berteduh di bawah pohon kalpataru. Di atas pohon bertengger dua ekor burung. Candi Nandi memiliki satu ruangan dalam tubuhnya. Tangga dan pintu masuk ke ruangan terletak di sisi barat. Dalam ruangan terdapat Arca Lembu Nandi (kendaraan Syiwa) dalam posisi berbaring menghadap ke barat. Dalam ruangan tersebut terdapat juga dua arca, yaitu Arca Surya (dewa matahari) yang sedang berdiri di atas kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda dan Arca Candra (dewa bulan) yang sedang berdiri di atas kereta yang ditarik oleh sepuluh ekor kuda. Dinding ruangan tidak dihias dan terdapat sebuah batu yang menonjol pada tiap sisi dinding yang berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu minyak. Dinding lorong di sekeliling tubuhcandi juga polos tanpa hiasan pahatan. 5. Candi Angsa Candi ini mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasarnya 13 m2 dan tingginya 22 m2. Mungkin ruangan ini hanya dipakai untuk kandang angsa (hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma). 6. Candi Garuda Bentuk, ukuran, serta hiasan dindingnya sama dengan candi Angsa. Didalam satu-satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor Garuda diatas seekor naga. Garuda adalah kendaraan Wisnu. 7. Candi Apit Candi Apit merupakan sepasang candi yang saling berhadapan. Masing-masing terletak di ujung selatan dan ujung utara lorong di antara kedua barisan candi besar. Kedua candi ini berdenah bujur sangkar dengan luas dasar 6 m2 dengan tinggi 16 m. Masing-masing mempunyai satu tangga menuju satu-satunya ruangan dalam tubuhnya. Ruangannya kosong. Mungkin candi ini dipergunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi-candi induk. Karena keindahannya ia mungkin digunakan untuk menanamkan estetika dalam komplek percandian Prambanan. 8. Candi Kelir Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 m. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak bala. 9. Candi Sudut Ukuran candi-candi ini sama dengan candi Kelir yaitu dengan luas dasar 1,55 m2 dan tinggi 4,10 m.   BAB III Penutup A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah : Candi prambanan memiliki keistimewaan dan pesona keindahan baik dari bentuk bangunan, tata ruang, maupun sejarahnya. Candi Prambanan memiliki banyak sejarah sehingga banyak wisatawan/turis yang datang untuk melihat secara langsung kemegahannya baik turis lokal maupun turis mancanegara. Candi Prambanan merupakan peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Asia Tenggara dan warisan bernilai tinggi dari abad ke-9 . Candi Prambanan sebagai situs Warisan Dunia adalah suatu karya agung dari hasil kreativitas dan kejeniusan manusia serta merupakan contoh dari warisan religi Hindu dan Budha dari masa abad ke-10 Masehi. B. Saran Setelah saya berkunjung ke objek wisata Candi Prambanan ini, saya memiliki sedikit saran, antara lain : Kunjungilah tempat-tempat bersejarah yang ada di daerahmu untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Patuhilah peraturan yang ada di objek wisata Candi Prambanan Apabila kita bertemu dengan turis, baik turis lokal maupun turis mancanegara, sapalah mereka walau hanya dengan senyuman saja. Kepada pemerintah, khususnya pengelola objek wisata, saya menyarankan untuk menjaga kelestarian objek wisata Candi Prambanan dan meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan agar lebih banyak wisatawan yang datang mengunjungi objek wisata ini karena ini dapat menambah devisa negara.   DAFTAR PUSTAKA Buku Panduan “ Kompleks Percandian Prambanan (Roro Jonggrang) “ www.candiprambanan.com www.kompleks-candi-prambanan.com www.wikipedia.org google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

google agensi nganti Jawa Indonesia

Last Update: 2015-01-01
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Add a translation