Google fragen

Sie suchten nach: sabung (Indonesisch - Englisch)

Menschliche Beiträge

Von professionellen Übersetzern, Unternehmen, Websites und kostenlos verfügbaren Übersetzungsdatenbanken.

Übersetzung hinzufügen

Indonesisch

Englisch

Info

Indonesisch

Sabung ayam

Englisch

Cockfights

Letzte Aktualisierung: 2012-10-31
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Wikipedia

Indonesisch

Kemudian malaikat itu mengambil pedupaan itu, dan mengisinya dengan api dari mezbah, lalu melemparkannya ke atas bumi. Maka guntur pun bergemuruh dan kilat sabung-menyabung, dan terjadi gempa bumi

Englisch

And the angel took the censer, and filled it with fire of the altar, and cast it into the earth: and there were voices, and thunderings, and lightnings, and an earthquake.

Letzte Aktualisierung: 2012-05-06
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Wikipedia

Indonesisch

Maka terbukalah Rumah Allah di surga, dan kelihatanlah Peti Perjanjian di dalamnya. Lalu terjadilah kilat sabung-menyabung dan suara guntur bergemuruh dan bergelegar, serta gempa bumi dan hujan es yang lebat

Englisch

And the temple of God was opened in heaven, and there was seen in his temple the ark of his testament: and there were lightnings, and voices, and thunderings, and an earthquake, and great hail.

Letzte Aktualisierung: 2012-05-06
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Wikipedia

Indonesisch

1.1. Latar Belakang Masalah Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukur an panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di P rovinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di In donesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan dom estik maupun mancanegara (Amnte, 2012). Danau Toba yang mempunya i luas permukaan lebih 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukur an panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di P rovinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di In donesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan dom estik maupun mancanegara (Amnte, 2012). Danau Toba yang mempunya i luas permukaan lebih kurang 1.100 km 2 , dengan total volume air sekitar 1.258 km 3 . Kondisi oligotrofik Danau Toba menyebabkan daya dukung danau untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan bentos sangat terbatas. Pada aspek hidrologis , Danau Toba merup akan sebuah kawasan Daerah Tangkapan Air-DTA (Catchment Area) raksasa dan sang at vital bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Siklus pergantian air 110 -280 tahun merupakan salah satu keunikan Danau Toba karena siklus perputaran a ir danau-danau sedunia rata- rata hanya 17 tahun. Danau Toba merupakan sumber daya air yang mempunyai nilai yang sangat penting ditinjau dari fungsi ekologi, hidrol ogi, serta fungsi ekonomi. Hal ini berkaitan dengan fungsi Danau Toba sebagai habi tat berbagai jenis organisme air, sebagai sumber air minum bagi masyarakat sekit arnya, sebagai sumber air untuk kegiatan pertanian dan budidaya perikanan ser ta untuk menunjang berbagai jenis industri, seperti kebutuhan air untuk industr i pembangkit listrik Sigura-gura dan Asahan. Selain itu, fungsi Danau Toba sebagai k awasan wisata yang sudah terkenal ke mancanegara dan sangat potensial untuk pengembangan kepariwisataan di Provinsi Sumatera Utara Danau Toba juga merupakan suatu perairan yang banya k dimanfaatkan oleh beberapa sector seperti pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan dan 2 juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Adanya berbagai aktivitas di sekitar Danau Toba aka n memberikan dampak negatif terhadap ekosistem danau tersebut, sehingga danau Toba akan mengalami perubahan-perubahan ekologis dimana kondisinya suda h berbeda dengan kondisi alami yang semula (Barus, 2007). Ekosistem Kawasan Danau Toba terletak di Pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara. Menurut wilayah administra si pemerintahan Ekosistem Kawasan Danau Toba meliputi tujuh kabupaten yaitu : Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabup aten Tapanuli Utara Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan K abupaten Karo (Simanjuntak, 2008). Berbagai penelitian di Danau T oba memberikan indikasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas air dan peru bahan ekologis, khususnya pada lokasi-lokasi yang banyak terkena dampak dari kegiatan masyarakat (Siagian, 2009). Pada perairan Danau Toba ini tempo dulu masih dijum pai ikan asli yaitu ikan batak dan pora-pora. Tetapi saat ini sudah jar ang bahkan mungkin sudah hilang dan tidak jelas apa penyebabnya. Pada tahun 1996 usaha perikanan di perairan Danau Toba mulai berkembang dalam bentuk K eramba Jaring Apung (KJA) dan hingga saat ini mencapai luas ± 440 ha. W alaupun luas perairan yang digarap baru mencapai 0,4% dari ambang luas dan yan g diizinkan sebesar 1% dari luas perairan Danau Toba. 2 juga merupakan sumber air minum bagi masyarakat di kawasan Danau Toba. Adanya berbagai aktivitas di sekitar Danau Toba aka n memberikan dampak negatif terhadap ekosistem danau tersebut, sehingga danau Toba akan mengalami perubahan-perubahan ekologis dimana kondisinya suda h berbeda dengan kondisi alami yang semula (Barus, 2007). Ekosistem Kawasan Danau Toba terletak di Pegunungan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Utara. Menurut wilayah administra si pemerintahan Ekosistem Kawasan Danau Toba meliputi tujuh kabupaten yaitu : Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Simalungun, Kabup aten Tapanuli Utara Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi dan K abupaten Karo (Simanjuntak, 2008). Berbagai penelitian di Danau T oba memberikan indikasi bahwa telah terjadi penurunan kualitas air dan peru bahan ekologis, khususnya pada lokasi-lokasi yang banyak terkena dampak dari kegiatan masyarakat (Siagian, 2009). Pada perairan Danau Toba ini tempo dulu masih dijum pai ikan asli yaitu ikan batak dan pora-pora. Tetapi saat ini sudah jar ang bahkan mungkin sudah hilang dan tidak jelas apa penyebabnya. Pada tahun 1996 usaha perikanan di perairan Danau Toba mulai berkembang dalam bentuk K eramba Jaring Apung (KJA) dan hingga saat ini mencapai luas ± 440 ha. W alaupun luas perairan yang digarap baru mencapai 0,4% dari ambang luas dan yan g diizinkan sebesar 1% dari luas perairan Danau Toba. Dalam Hidayati (2010), mengatakan bahwa dari bebera pa hasil penelitian di Danau Toba, dijumpai 14 spesies ikan. Informasi yang diperoleh dari nelayan setempat bahwa ikan yang akhir-akhir ini sering ada lah ikan mujahir ( Tilapia mossambica ), ikan kepala timah ( Aplocheilus panchax ), ikan seribu ( Lebistes reticulates ),ikan gurami,( Osphronemus goramy ), ika sepat ( Trichogaster trichopterus ),ikan gabus ( Channa striata ), ikan lele ( Clarias batrachus ), ikan ( Cyprinus carpio ), dan ikan nila.selain itu terdapat satu jenis ika n endemik yaitu yaitu ikan yang hanya terdapat di Danau Toba yang d isebut sebagai ikan batak atau “ihan” ( Neolisssochillus thienemannni ). Ikan ini berdasarkan kriteria IUCN ( International Union for the Conservation of Nature ) sudah diklasifikasikan sebagai terancam punah ( endangered ). Jenis ikan ini dahulu sering dihidangkan 3 sebagai sajian istimewa untuk berbagai acara pesta adat bagi masyarakat setempat, tetapi kini masyarakat yang tinggal di sekitar Dana u Toba sudah sangat sulit untuk menemukan ikan tersebut. Ikan pora pora atau ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) merupakan ikan endemik dari Danau Singkarak diintroduksi di D anau Toba pada tahun 2003. Dimana tujuan dari introduksi tersebut adalah untuk meningkatkan produksi dan menyelamatkan populasi ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) di habitatnya yang baru yaitu di Danau Toba (Kartamihardja dan Ku nto purnomo , 2006). Ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) merupakan ikan khas Danau Singkarak. Ikan pemakan plankton sepanjang 6-12 sen timeter ini hasil dari evolusi selama berjuta-juta tahun di lingkungan dan au itu. Ikatan antara ikan ini dengan danaunya sangat erat bahkan sampai belum bis a dibudi dayakan di kolam buatan. Suatu kali pernah ada serombongan peneliti dari Amerika Serikat yang terpikat akan kelezatannya dan mencoba membudidayak an ikan tersebut menggunakan kolam buatan. Kondisi lingkungan kolam tersebut dibuat semirip mungkin dengan Danau Singkarak. Tetapi hasilnya nol besar. Untuk itulah Badan Riset Kelautan dan Perikanan Jakarta membawa ikan b ilih ini untuk dibudidayakan di Danau Toba (Sumatera Selatan) seja k enam tahun lalu. Habitat baru ini ternyata cocok bagi ikan bilih untuk berke mbang biak dengan baik. Bahkan ukurannya menjadi lebih besar dari pada yang hidup di Danau Singkarak, orang Sumatera Selatan lebih mengenalnya dengan seb utan ikan pora-pora. Dan ikan bilih Danau Toba inilah yang saat ini menjadi komoditi perdagangan. Bukan hanya di ekspor ke luar negeri, atau dijual di Jaka rta, bahkan yang dijajakan di pinggiran Danau Singkarak sekarang ini tak lain dan tak bukan adalah ikan bilih budidaya Danau Toba (Tiara, 2009). Menurut Kartamihardja dan Kunto purnomo, (2006), ik an pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) yang diintroduksikan ke Danau Toba dapat tunbuh lebih cepat dan berkembangbiak serta mempunyai feku nditas yang lebih tinggi dari ikan bilih ( Mystacoleucus padangensis ) yang ada di Danau Singkarak. Makanan utama ikan pora pora di Danau Toba hampir s ama dengan makanan ikan bilih di Danau Singkarak, yaitu detritus dan fitopl ankton sebagai makanan utamanya. 4 Sehubungan dengan pentingnya peranan dari ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ) bagi ekoistem di sekitar perairan Danau Toba khususnya di Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Da iri Danau Toba, yang telah diuraikan diatas maka penulis ingin melakukan penelitan dengan judul Studi Kelimpahan Ikan Pora Pora ( Mystacoleucus padangensis ) di Kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi Danau Toba. 1.2. Batasan Masalah Dalam penelitian ini ruang lingkup permasalahan di batasi pada pengamatan ikan pora pora yang dilihat dari kelimpa hannya pada perairan Danau Toba di kecamatan Silahi Sabungan Kabupaten Dairi D anau Toba dengan beberapa sifat fisika-kimia yang berpengaruh terhad ap ekologi ikan pora pora ( Mystacoleucus padangensis ). Faktor-faktor yang terkait dalam analisis tidak mempertimbangkan cuaca, angin, curah hujan, dan kon disi alamiah lainnya karena dianggap konstan.

Englisch

translit google language to indonesi

Letzte Aktualisierung: 2015-02-20
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Eine bessere Übersetzung mit
4,401,923,520 menschlichen Beiträgen

Benutzer bitten jetzt um Hilfe:



Wir verwenden Cookies zur Verbesserung Ihrer Erfahrung. Wenn Sie den Besuch dieser Website fortsetzen, erklären Sie sich mit der Verwendung von Cookies einverstanden. Erfahren Sie mehr. OK