Google fragen

Sie suchten nach: saya sadar,perasaan kamu sudah tidak s... (Indonesisch - Englisch)

Menschliche Beiträge

Von professionellen Übersetzern, Unternehmen, Websites und kostenlos verfügbaren Übersetzungsdatenbanken.

Übersetzung hinzufügen

Indonesisch

Englisch

Info

Indonesisch

saya punya seorang sahabat. sayang tidak cinta padakuberlibur ke rumah oma liburan kali ini saya berlibur ke rumak oma saya saya sangat merindukannya dan ingin bertemu dengannya setibanya saya di rumah oma saya saya mendapatinya sedang sakit dan om saya menyuru saya untuk menemaninya membawa oma saya kedokter setibanya kami di dokter oma saya langsung di periksa dokter memberitahukan penyakit oma saya disebabkan karena terlalu kecapean dan dokter menyuru agar oma saya jangan terlalu mengerjakan pekerjaan rumah berlebihan karna kondisi fisik oma saya tidak seperti dulu. lalu kami menebus obat-obatan dan langsung pulang sekian cerita dari saya.

Englisch

Indonesian translation google english

Letzte Aktualisierung: 2013-11-06
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Indonesisch

saat sudah sampai di pantai gemah,saya dan teman teman masih males untuk bermain karena sudah capek dengan kunjungan ke tempat tempat sebelumnya dan yang terakhir adalah pantai gemah. saat disana saya dan teman teman bermain dengan senang ria, karena sudah beradaptasi dengan tempatnya. karena sudah capek bermain air kami langsung menyewa sepeda trail yang disewakan disana. pertama saya menaikki dengan santai tapi saat beberapa waktu kemudian tiba tiba trailnya macet di tengah tengah kerumunan orang, disitu saya bingung ini kenapa kok tidak bisa jalan,ternyata nyala dengan saya gas tiba tiba meloncat, akhirnya saya berhentikan dan mematikannya ternyata disitu saya ditertawai oleh banyak orang, setelah saya sadar kalau saya ditertawai saya langsung menyalakannya kembali. tiba tiba ban trailnya sudah menancap di pasir saya kebingungan sendiri karena tidak bisa jalan, saya ditertawai lebih kencang oleh orang orang sekitar saya sangat malu dan hampir menangis. Akhirnya saya melihat dibelakang dan ada teman saya yang berjalan ke arah saya dan dia mulai membantu saya,dia tidak bisa sendiri dan dia langsung meminta bantuan kepada orang lain. setelah selesai,saya sudah tidak mau menaikkinya karena rasa malu dan dilihatin orang banyak. akhirnya saya lari dan meninggalkan tempat itu dia langsung membawa trailnya kembali dan saya dibonceng dengan rasa malu. .

Englisch

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 1000 chart

Letzte Aktualisierung: 2019-01-09
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

saat sudah sampai di pantai gemah,saya dan teman teman masih males untuk bermain karena sudah capek dengan kunjungan ke tempat tempat sebelumnya dan yang terakhir adalah pantai gemah. saat disana saya dan teman teman bermain dengan senang ria, karena sudah beradaptasi dengan tempatnya. karena sudah capek bermain air kami langsung menyewa sepeda trail yang disewakan disana. pertama saya menaikki dengan santai tapi saat beberapa waktu kemudian tiba tiba trailnya macet di tengah tengah kerumunan orang, disitu saya bingung ini kenapa kok tidak bisa jalan,ternyata nyala dengan saya gas tiba tiba meloncat, akhirnya saya berhentikan dan mematikannya ternyata disitu saya ditertawai oleh banyak orang, setelah saya sadar kalau saya ditertawai saya langsung menyalakannya kembali. tiba tiba ban trailnya sudah menancap di pasir saya kebingungan sendiri karena tidak bisa jalan, saya ditertawai lebih kencang oleh orang orang sekitar saya sangat malu dan hampir menangis. Akhirnya saya melihat dibelakang dan ada teman saya yang berjalan ke arah saya dan dia mulai membantu saya,dia tidak bisa sendiri dan dia langsung meminta bantuan kepada orang lain. setelah selesai,saya sudah tidak mau menaikkinya karena rasa malu dan dilihatin orang banyak. akhirnya saya lari dan meninggalkan tempat itu dia langsung membawa trailnya kembali dan saya dibonceng dengan rasa malu. .

Englisch

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500

Letzte Aktualisierung: 2019-01-09
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Sejak tadi pagi, setelah sholat id, Rahman hanya berdiam dirumah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya biasanya ia membantu remaja masjid menyembelih hewan qurban di masjid dekat rumahnya. Ia merasa sepi menjalani hari raya Idul Adha tahun ini. Tetangga di sekitar rumahnya juga banyak yang hanya berdiam dirumah, entah kenapa semangat Idul Adha tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang begitu semarak bahu membahu membantu menyembelih dan mengurus hewan qurban yang dikelola oleh remaja masjid. Tiba-tiba lamunannya dikejutkan oleh suara seorang gadis kecil "Kambing milik Marwah apa sudah disembelih, Pah? sapa Marwah sambil menggenggam sebuah pisau dari dapur. "Biar Marwah yang menyembelih kambingnya ya Pah..."lanjut Marwah, memperlihatkan pisau dapur di tangannya kepada Rahman, ayahnya. Rahman berfikir di usianya yang baru 5 tahun Marwah sang buah hati begitu bersemangat ingin menyembelih hewan qurban miliknya, sedangkan tetangga-tetangga dan sejawat-sejawat tak lagi bergairah. Rahman lalu mendekati Marwah "Pisau Marwah, biar Papah yang pegang ya...nanti kita sama-sama ke masjid melihat orang-orang menyembelih hewan qurban, oke ". Bujuknya. "Tidak Pah, biar Marwah aja yang sembelih." Marwah tak ingin memberikan pisau dapur di tangannya dan mencoba lari dari bujukan ayahnya. Sebenarnya, Rahman sangat bangga dengan anak perempuannya itu, melihat kondisi orang-orang di kampungnya yang sudah tidak lagi bergairah menghadapi Idul Adha. Sementara Marwah memberikan spirit dan inspirasi baru terhadapnya bahwa kadang angan-angan anak lebih bernilai dari orang-orang dewasa. "Aku bangga padamu, nak". Gumam Rahman terharu. Memang nilai-nilai yang dibawa secara spontan oleh anak-anak dapat mengajarkan orang dewasa untuk lebih dewasa dari sebelumnya, sayangnya saat ini banyak yang sudah melupakan nilai-nilai islami sehingga hilang begitu saja di tengah derasnya arus informasi dan budaya yang merubah pola hidup masyarakat. Bagaikan dihembus angin topan yang tak menyisakan sepercik embun pun, semuanya bersih dan hilang. Pikir Rahman. “Besok sholat id dimana, Pah?” tanya istri Rahman yang menghentikan sejenak setrikaannya. Sontak membuat Rahman kaget dari lamunannya “Di lapangan dekat kampung” jawab Rahman Spontan. “Potong qurbannya besok? sambung istri Rahman. “Terserah panitianya, Mah. Kita ikut aja mereka.” Istri Rahman lalu melanjutkan setrikaannya. Ia menyetrika baju Rahman yang akan dipakai pada sholat id besok. Saat itu, Rahman sedang menonton pertandingan sepak bola di ruang keluarga yang sebentar lagi akan usai. Ia kemudian mengambil remote tv lalu mematikannya. "Papa ingat Marwah, Mah..." "Jangan di bicarakan lagi Pah. Insya Allah Marwah sudah tenang di alam sana" Istri Rahman melanjutkan pekerjaannya. Raut muka Rahman terlihat sedih, hatinya galau, mencoba mengingat masa lalu yang sangat indah bagi hidupnya bersama Marwah. Marwah anaknya, yang begitu bersemagat jika waktu idul qurban datang karena ia sangat senang dan bahagia melihat hewan-hewan qurban yang akan disembelih bahkan Marwah sendiri yang ingin menyembelihnya. Pernah Marwah bertanya “Pah, apakah tidak kesakitan mereka dipotong? Marwah kasihan, Pah!” “Marwah tidak perlu sedih karena hewan-hewan itu sebenarnya senang. Mereka akan bertemu dengan Allah dan mendapatkan surga, Marwah kenal surga kan!” Kini Marwah hanya menjadi kenangan bagi Rahman. Sebulan setelah Idul Adha tahun lalu Marwah tertabrak motor di jalan depan rumah. Saat itu ia bersama teman-temannya sedang bermain dan tidak melihat motor berwarna hitam melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak Marwah. Marwah terlempar beberapa meter dan bersimbah darah akibat benturan keras di kepalanya dan Marwah dipanggil Allah saat perjalanan ke rumah sakit, sementara pengendara motor berkecepatan tinggi itu melarikan diri tanpa bertanggung jawab atas perbuatannya. Rahman sangat terpukul menghadapi kejadian ini, dan istrinya pun sempat pingsan melihat Marwah yang bersimbah darah. Sesekali Rahman mengingat anaknya, ia tampak sedih. Tak ada lagi yang menemaninya melihat orang-orang menyembelih hewan qurban dan bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya kagum terhadap Marwah. Tak ada lagi yang membuatnya semangat melirik masa depan dengan kecerdasan Marwah lewat ucapan-ucapan ringan khas anak-anak yang sangat bermanfaat bagi orang-orang dewasa yang membuat inspirasinya tidak pernah mati memahami hidup dan kehidupan. Sempat juga ia berpikir bahwa ia akan menyekolahkan Marwah setinggi mungkin. Rahman optimis kelak Marwah bisa menjadi pemimpin bangsa yang dapat menyadarkan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Rahman sudah berusaha mencari tahu siapa yang menabrak Marwah tapi tak kunjung ia temui. Menghubungi aparat kepolisian pun sudah tak dipikirkannya lagi karena tidak akan menyelesaikan masalah, berlarut-larut dan tak juga akan ditemukan. Sejak saat itu, Rahman hanya bisa berdoa dan berharap agar anaknya diterima di sisi Allah SWT dan setiap Idul Adha Rahman selalu mengingat Marwah. "Selamat Idul Adha Marwah, semoga kamu menemukan kambing-kambingmu yang gemuk di Syurga" harap Rahman lirih...

Englisch

impact of green marketing on purchase intention

Letzte Aktualisierung: 2014-10-12
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Einige menschliche Übersetzungen mit geringer Relevanz wurden ausgeblendet.
Ergebnisse mit niedriger Relevanz anzeigen.

Eine bessere Übersetzung mit
4,401,923,520 menschlichen Beiträgen

Benutzer bitten jetzt um Hilfe:



Wir verwenden Cookies zur Verbesserung Ihrer Erfahrung. Wenn Sie den Besuch dieser Website fortsetzen, erklären Sie sich mit der Verwendung von Cookies einverstanden. Erfahren Sie mehr. OK