Google fragen

Sie suchten nach: kehilangan (Indonesisch - Javanisch)

Menschliche Beiträge

Von professionellen Übersetzern, Unternehmen, Websites und kostenlos verfügbaren Übersetzungsdatenbanken.

Übersetzung hinzufügen

Indonesisch

Javanisch

Info

Indonesisch

Kehilangan perintah untuk dijalankan.

Javanisch

Perintah kang dilakokke ilang

Letzte Aktualisierung: 2014-08-15
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Indonesisch

Biografi Merry Riana - Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adiknya bernama Aris dan juga Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya. Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas, tamat dari sana ia kemudian masuk di SMP Santa Ursula dan juga SMA ia lanjutkan di sekolah yang sama yaitu SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMA, Merry Riana ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar di tahun 1998. Hal inilah yang kemudian akan merubah takdirnya. Karena kondisi yang tidak aman akibat kerusahan tersebut, Merry Riana kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ayah Merry yaitu Suanto Sosrosaputro memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus. Mulai Kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja. Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya. Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel. Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ....Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut, - Merry Riana. Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Biografi Merry Riana Jatuh Bangun Dalam Berbisnis Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temannya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya, Berdua mereka mulai menjalankan usaha bersama, Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses. Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih Advertisement memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari. Sukses Sebagai Konsultan Keuangan Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Tepat satu tahun pertamanya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003. Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motvasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura. Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya. Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun). Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses. Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar. Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain. Buku " Mimpi Sejuta Dolar " sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age 26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun"). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana Biodata Merry Riana Nama lahir : Merry Riana Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 29 Mei 1980 Orang tua : Ir. Suanto Sosrosaputro (Ayah), Lynda Sanian (Ibu) Suami : Alva Christopher Tjenderasa Anak : Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu Pekerjaan : Motivator, Penulis, Pengusaha, Aktris Agama : Katolik Almamater : Nanyang Technological University, Singapura Kata-kata Motivasi dari Merry Riana Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’. Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya. Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda. Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya. Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa. Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain. KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya. Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara. Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang. Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan. Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu. Itulah sekelumit kisah perjuangan hidup seorang merry Riana yang terangk

Javanisch

translation google Indonesia Jawa

Letzte Aktualisierung: 2016-07-28
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Sayembara Putri Pancala Kerajaan Pancala terletak disebelah timur Kurusetra. Keduanya dipisahkan oleh hutan Naimisha. Sebuah hutan lebat yang tak terjamah oleh manusia, selain ditumbuhi kayu-kayu besar dan rapat hutan itu juga dihuni oleh binatang buas dan perampok-perampok ganas sakti mandraguna. Selain itu didalam hutan juga terdapat sungai deras berbatu yang dihuni puluhan buaya. Dari keadaan alam saja sudah bisa diterka dua kerajaan bertetangga itu akan sulit berhubungan. Kerajaan Pancala dipimpin seorang raja bijaksana bernama Prabu Drupada. Ia memiliki seorang putri cantik bernama Drupadi. Kecantikan Putri Drupadi terkenal sampai ke negeri-negeri tetangga. Banyak Pangeran yang datang melamar Putri Drupadi, namun baik Prabu Drupada maupun Putri Drupadi belum juga memutuskan untuk menerima lamaran dari salah satu Pangeran-pangeran yang datang. Hal ini tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi kerajaan. Jika Prabu Dropada ataupun Putri Drupadi menolak lamaran, salah salah bisa menimbulkan peperangan. Oleh karenanya Raja harus membuat sebuah kebijakan. Sore itu Putri Drupadi tengah menikmati aura kuning emas matahari. Pantulan sinar keemasannya membuat hamparan hutan dan istana menguning. Sungai ditengah hutan yang meliuk keemasan. Melihat dan menikmati pemandangan dan suasana seperti itu sungguh menenangkan jiwa. Sejenak semua beban dan masalah akan sirna oleh keindahan Panorama alam perbatasan itu. Putri Drupadi duduk didepan jendela kamarnya yang dihias kain sutra dan bunga-bunga beraneka ragam tepat di sotoh Istana kamarnya. Ia mengenakan gaun putih ringkas yang memperlihatkan kemulusan kulit sang putri. Diterpa sinar keemasan matahari, menambah kecantikannya. Rambutnya yang panjang digulung keatas yang ditahan dengan tusuk konde emas. Sedang kaki jenjangnya yang bagus saling tumpang tindih diatas sebuah bantal yang disulam benang emas. Mata Putri terpejam, napasnya teratur membuat dadanya yang membusung bagus bergerak naik turun perlahan. Sebuah senyum tipis menghias bibir tipisnya. Kecantikannya sungguh pantas disejajarkan dengan para Dewi atau bidadari. Pantaslah jika kecantikannya mengundang para pangeran datang. “Drupadi….”. Suara besar dan penuh wibawa datang dari pintu kamar. “Ayah…”. Sahut Drupadi segera merapikan pakaian dan cepat cepat berlutut didepan Ayahnya. “Berdirilah, anakku”. Kembali suara yang penuh wibawa itu mengiang ditelinga Drupadi. Putri itupun berdiri, menundukkan kepala. Tak sanggup ia menatap wajah Ayah dan rajanya. “Apakah ada yang penting, Ayah. Sehingga Ayah sampai datang ke kamar hamba.” Tutur Drupadi penuh hormat. “Ini soal pangeran pangeran yang datang melamarmu. Sampai sekarang mereka belum kita berikan jawaban.” Sejenak Raja menarik nafas. Sang Putri terdiam menunggu kata-kata Raja selanjutnya. “Jika kita tidak segera menjawab lamaran mereka, Ayah khawatir mereka akan marah dan memerangi kita.” Raja Dropada kembali menarik nafas berat. “Ayah mendapat petunjuk dari Sang Hyang Widhi, untuk mengatasi masalah ini.” Putri Drupadi mengangkat kepalanya, memandang wajah Ayahnya sejenak. Memastikan kesungguhan Ayahnya. “Kita akan membuat Sayembara kekuatan dan ketangkasan. Para pangeran yang ingin mempersuntingmu harus mengikuti sayembara ini. Siapa yang keluar sebagai pemenang, ia yang berhak menjadi suamimu.” “Sayembara semacam apa yang Ayah ingin rencanakan?” Tanya Drupadi. “Sayembara memanah patung ikan berjalan memutar ditengah kolam dengan menggunakan busur pusaka Kerajaan.” Jawab Prabu Drupada seolah bergumam. “Namun Ayah, kita tahu Pangeran-pangeran itu memiliki Ilmu yang tinggi. Belum lagi jika mereka mengandalkan Panglima perang atau orang andalannya. Bagaimana jika banyak Pangeran mampu mengangkat busur pusaka Kerajaan?” Kata Putri Drupadi. Mimik wajahnya memperlihatkan kekuatiran yang mendalam. Ini bukan saja menyangkut masa depannya. Ini menyangkut keselamatan kerajaan dan rakyatnya. Jika dalam sayembara inipun ada hal yang dirasakan tidak adil bagi salah satu Peserta, tentu ia akan menuntut. Salah-salah akan pecah peperangan. Dan tentu akan mengorbankan rakyatnya. Dan ia tidak mau hal itu terjadi. Prabu Drupada terdiam sejenak. Keningnya berkerut dan matanya terpejam. Ia menghela nafas sejenak. Kemudian melangkah ke pagar sotoh Istana kamar Putrinya. Matanya menyapu pemandangan indah nan eksotik jauh di hadapannya. “Anakku, jika begitu peserta sayembara itu harus adu tanding terlebih dahulu. Barang siapa yang tidak sanggup melanjutkan adu tanding, ia kalah. Namun barang siapa yang masih kuat ia berhak untuk menggunakan busur pusaka kerajaan. Itupun jika ia masih memiliki simpanan tenaga. Bagaimana, Putriku?” Raja balik bertanya. Sang putri tampak terdiam. Kemudian tampak senyum tipis dibibirnya yang kemerahan. Ia mengangguk pelan tanda setuju. Sang Rajapun tersenyum melihat Putrinya setuju dengan idenya. Ia melangkah mendekati Putrinya membelai rambutnya. “Kamu cantik sekali Putriku, pantas saja para pangeran negeri-negeri tetangga itu tergila-gila padamu.” Kata Drupada memuji kecantikan Putrinya. “Ayah bisa saja.” Sahut Drupadi pelan dan menundukkan kepala. Mendadak pipinya berwarna kemerahan. Jarang sekali Ayah memuji. Pikirnya dalam hati. Putri Drupadi mendekatkan dirinya ke tubuh Ayahnya. Prabu Drupada pun memeluk erat putrinya. “Satu hal yang perlu kamu ingat Nak. Siapapun nanti yang keluar menjadi pemenang sayembara ini, betapapun digdayanya kemampuannya, ia belum tentu orang yang baik untuk menjadi suami dan pemimpin keluargamu. Berhati-hatilah. Bersemedi, tanyalah pada Sang Hyang Widhi.” Bisik Prabu Drupada di telinga kiri putrinya. Sang Putri hanya mengangguk pelan dan mempererat pelukannya pada tubuh Ayah sekaligus Rajanya. Hari mulai gelap. Sinar keemasan yang tadi merajai rimba belantara dan sungai-sungai dibawah sana mulai sirna. Kegelapan dimana-mana mulai datang dan merajai alam. Seolah tidak ada yang sanggup mencegah pemandangan yang serba gelap itu. Terlihat hanya sungai berwarna putih meliuk-liuk dan hilang dikegelapan hutan. Segera berita tentang Sayembara Kerajaan Pancala tersebar luas ke seluruh negeri. Para Duta-duta kerajaan segera diutus ke Negara-negara tetangga untuk mengantarkan surat resmi dari Prabu Drupada tentang Sayembara itu. Di tempat-tempat keramaian diseluruh negeri, pasar, sekolah, istana kerajaan terpasang pengumuman tentang Sayembara itu. “Sayembara. Karena begitu banyaknya pangeran yang datang hendak mempersunting Putri Kerajaan Pancala Raya, maka Prabu Drupada, Raja Agung Pancala Raya pada hari ke sepuluh bulan kesepuluh tahun ini mengadakan Sayembara. Barang siapa mampu bertarung sampai tidak ada lawan lagi ia boleh mengangkat busur panah pusaka Kerajaan Pancala Raya, lalu tanpa melihat ia harus mampu memanak patung ikan ditengah kolam halaman Istana yang berjalan berputar. Bagi siapa yang mampu melakukannya, ia berhak mempersunting Putri Drupadi. Setiap Pangeran boleh menyertakan wakilnya atau dirinya sendiri namun wakil tersebut haruslah dari golongan Satria” Demikianlah bunyi tulisan-tulisan yang tulis diatas kulit kayu yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai kain dan ditempel ditempat-tempat umum. Setiap orang yang melihat pengumuman itu tampak menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub. Sebentar lagi di Pancala akan berkumpul orang-orang sakti mandraguna yang akan memperebutkan perempuan tercantik diseluruh negeri. Bagi orang biasa tentulah hal ini tidak terlalu menarik hati mereka. Namun bagi golongan Satria tentu ini merupakan hal istimewa, selain memperebutkan seorang Putri yang cantik merekapun mendapat kesempatan untuk menjajal kemampuannya. Hal ini pun membuat tantangan tersendiri bagi pangeran-pangeran yang sudah menyampaikan lamarannya pada Prabu Drupada. Sayembara ini merupakan jawaban atas lamaran mereka. Dan merekapun sadar, bahwa mereka harus bersaing untuk mendapatkan wanita itu. Segala cara mereka tempuh. Segala hal mereka lakukan demi untuk memenangkan sayembara. Pagi itu dipinggiran hutan Naimisha tampak seekor kuda hitam besar berlari cepat seperti anak panah yang meluncur dari busurnya. Diatas kuda itu tampak seorang laki-laki gagah yang masih muda. Ia mengenakan ikat kepala berukir keemasan berlambang bintang dibagian depannya. Sementara dadanya yang bidang dan kemerahan dibiarkan terbuka. Seperti logam kulit orang itu saat sinar matahari menerpa keringat-keringat yang keluar dari pori-pori nya. Sementara bagian pinggang kebawah ia mengenakan celana khas orang-orang kerajaan. Dilapisi kain yang terlilit sedemikian rupa menambah kegagahannya. Orang itu terus memacu kudanya tanpa henti. Menjelang tengah hari orang muda itu menghentikan lari kudanya tepat di antara dua pohon besar yang tumbuhnya agak berjauhan. Kedua pohon ini hampir menyerupai pintu gerbang hutan itu. Perlahan orang muda itu mulai memacu kudanya masuk ke dalam hutan. Tak seberapa lama kembali ia menggebrak laju tunggangannya itu. Kuda besar itu kembali melesat ditengah tengah hutan diantara pohon-pohon rindang dan rapat. Namun tampaknya kerapatan pohon dan seluk beluk hutan ini sudah tidak asing bagi orang ini. Terbukti ia terus memacu kudanya tanpa mengurangi kecepatan meskipun melalui tikungan, tanjakan atau turunan. Matahari sudah tepat diatas kepala. Namun didalam hutan lebat seperti ini, hal itu tidak berarti apa-apa. Di dalam hutan masih terasa sejuk dan tidak terlalu terang. Tak terbayang bagaimana jika ini malam. Tentu kegelapannya bisa masuk sampai ke sumsum tulang. Penunggang kuda itu menghentikan lari kudanya tepat sepuluh meter di depan sebuah pohon besar. Pohon itu sepertinya satu-satunya pohon yang paling besar dengan akar-akar gantung sebesar lengan tangan dan bahkan ada yang sebesar paha orang dewasa. Besar pohon itupun luar biasa, butuh kira-kira sepuluh orang yang merentangkan tangan untuk mengelilingi pohon itu. Menjulang tinggi tertutup oleh dedaunan yang rimbun membuat pandangan kita tak bisa mengetahui sampai dimana batas ujung Pohon raksasa ini. Orang muda itu cekatan turun dari punggung kudanya. Kebesaran pohon itu sama sekali tidak membuatnya heran. Perlahan ia mendekat sambil melihat lekat-lekat pada bagian atas pohon yang tertutup rimbunnya dedaunan. Matanya tajam mengawasi keadaan. Perlana kakinya memasang sebuah kuda-kuda. Sepertinya Orang muda itu tahu kedatangannya sudah sejak tadi diketahui penghuni hutan Naimisha. Entah apa yang membuat hati orang muda itu sedemikian berani dan santainya, sejenak tersungging senyum di bibirnya. Sraakk!!! Terdengar suara dedaunan yang diterpa sesuatu. Orang muda itu segera menengadahkan wajahnya melihat apa yang jatuh dari atas. Serangkum angin padat menghempas tepat dikepalanya. Tinggal bebrapa centi lagi akan mengenai kepala, dengan cekatan Orang muda itu melesat mundur kearah pohon besar dibelakangnya tanpa melihat, dan ia berjongkok miring searah dengan tegaknya pohon. Bumm!!! Angin padat itu hanya menimpa tanah kosong dan menimbulkan lubang berdiameter satu meter dan menerbangkan dedaunan dan tanah basah. Orang muda itu tersenyum. Namun belum habis senyumnya tiba-tiba dari antara daun-daun diatas melesat cepat ribuan anak panah berwarna hitam. Tepat menderu ke tubuhnya yang sedang berjongkok dibatang pohon. Melihat serangan yang cepat dan brutal ini sepertinya tidak mungkin baginya untuk menghindar. Maka ia memejamkan mata, bibirnya bergerak-gerak cepat. Dan sedetik lagi ribuan anak panah itu sampai dikulitnya yang polos, ia membuka matanya dan dengan tiba-tiba ribuan anak panah itu berhenti tepat beberapa centi di depan hidungnya. Tidak berhenti disitu saja, perlahan anak-anak panah itu berputar berbalik arah. Dan hanya dengan sebuah kedipan anak panah itu kembali melesat ketempat asalnya secepat kilat. Sraakkk!!! Bum…! Bum…! Terdengar bunyi berdebuman ditanah menandai jatuhnya orang-orang dari atas pohon. Semuanya jatuh tanpa nyawa dengan anak panah yang menancap di dada, di kepala dan dileher. Orang muda itu kembali berkelebat ke arah atas pohon yang tertutup dedaunan lebat. Namun belum sampai Orang muda itu menembus rimbunnya daun, tiba-tiba ia tercekat. Ia merasa tubuhnya terdorong oleh angin yang berhawa panas memapas diwajahnya. Dan benar saja, sebuah anak panah sebesar lengan menghunjam wajahnya. Namun anak panah itu juga tertahan beberapa centi di depan wajahnya. Sambil terus melayang Orang muda itu mencoba melawan arus datangnya anak panah raksasa. Namun sepertinya anak panah itu berhasil menekan Orang muda. Sialan. Maki Orang itu dalam hati. Tubuhnya perlahan-lahan bergerak turun tidak mampu melawan arus tekanan anak panah raksasa. Sementara anak panah itu mengeluarkan getaran hebat yang menimbulkan bunyi mengaung lirih namun memekakkan telinga. Orang muda it uterus terdesak kebawah hingga kakinya menjejakkan tanah. Barangkali jika kakinya menjejakkan tanah, ia akan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada saat ia melayang. Namun dugaannya salah. Kakinya terus amblas ditanah basah! Keringat dingin mulai mengucur dari lehernya. Ia mencoba menggerakkan tangannya meraih anak panah raksasa itu, namun itupun tak sanggup ia lakukan. Ada sejenis dinding kokoh tak kasat mata yang mengitari anak panah raksasa. Mati aku! Bisiknya dalam hati. Sementara kakinya sudah amblas ke dalam tanah basah sebatas lutut. Tentu ia tidak bisa bergerak leluasa sekarang. Ia tidak punya pilihan. Kedua tangannya dibentangkan kesamping, bibirnya bergerak cepat sementara matanya masih terus melotot menahan laju gerak anak panah raksasa. Sepasang mata Orang muda itu mulai semerah darah! Dari sepasang tangan yang dibentangkan keluar sinar putih yang tipis. Dari sinar tipis itupun keluar asap tipis juga berwarna putih. Tiba-tiba udara sedingin es! Dan membuat dedaunan dan semak belukar disekitar Orang muda itu berubah bersalju! Haaaaaaaaaa…..!!! Dengan berteriak lantang anak muda itu mendorongkan tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebawah. Dua energy bergesekan diudara. Antara energy tangan Orang muda itu dan energy anak panah raksasa. Gesekan itu menimbulkan percikan-percikan kilat yang menyambar-yambar ke sekeliling. Ranting, daun atau pohon yang tersambar percikan kilat itu langsung terlihat gosong dan membeku. Orang muda itu berhasil melepaskan kakinya dari dalam tanah. Dengan kuda-kuda yang kokoh iapun mendorongkan tangan kirinya keatas. Percikan kilat bertambah besar. Haaaaaaaaa….!!!! Dengan teriakan yang keras ia melepaskan energy dalam dirinya melalui kedua tangannya. Dan … BUMMM..!!!! Ledakan dahyat terdengar. Lepasan energy menimbulkan ledakan yang luar biasa diudara. Dekat dengan lengan Orang muda itu. Daun-daun banyak berguguran, radius lima meter tempat itu menjadi berantakan dengan berseraknya daun dan tanah yang tergusur dari tempatnya. Kulit pohon besar itupun tampak menghitam dan beku. Dibawah pohon yang tidak terlalu besar Orang muda itu bersandar. Dari mulut dan hidungnya keluar darah segar membuat dada dan perutnya berwarna merah. Tak jauh dari tempatnya bersandar, tampak anak panah raksasa patah jadi dua! Tak lama kemudian terdengar suara daun-daun tersibak. Dan dalam sekejap, lima orang bertelanjang dada, bercelana hitam dan berikat kepala hitam sudah tegak berdiri mengepung Orang muda. Orang muda itupun menghela nafas dan memejamkan mata. “Sambutan kalian keterlaluan…!” bergumam si Orang muda. Kelima orang itu hanya tersenyum. “Tenaga dalammu bertambah pesar, Rekha!” Sahut salah seorang yang ditengah. “Mana Kakang Rakhsa?” Jawab Orang muda yang dipanggil Rekha itu. “Aku disini, Rekha.” Suara besar berwibawa terdengar dari samping kanan Rekha. Terkejut, cepat-cepat ia membuka mata dan memalingkan mukanya ke arah datangnya suara. Entah kapan hadirnya orang itu. Tiba-tiba seorang yang bertubuh tinggi penuh otot dan tegap dengan raut wajah yang tampan berjongkok disamping Rekha. Kelima orang yang dari tadi berdiri mendadak berlutut didepan orang yang baru datang. “Pimpinan Naimisha. Salam hormat kami!” Serentak kelima orang itu menyembah. Yang disembah hanya menganggukan kepala dan memberi isyarat agar kelima orang itu berdiri. Mereka berdiri dan melangkah mundur, tak berani mendekat. “Kakang, sambutan yang kau bikin keterlaluan!” Kata Rekha sambil mengernyitkan kening tanda tak suka. Yang dipanggil kakang hanya tersenyum manis. “Aku tadi melihat kepesatan ilmu mu. Tenagamu luar biasa. Kamu tahu sendiri, Lima panglimaku itu berilmu tinggi. Tapi kami mampu mengimbangi tenaga mereka. Walau…. Harus terluka parah seperti ini. Hahahaha…!” “Sialan” Rekha memaki. Ia mencoba berdiri dan bersandar pada pohon dibelakangnya. Ia memandang kelima orang yang ternyata merekalah yang menggerakkan anak panah raksasa tadi. Dipandang seperti itu mereka hanya tersenyum cengengesan. “Tapi tetap saja kamu memetik kemenangan adikku, dari pihakku gugur 10 anggotaku.” Kata Rakhsa lagi. “Itu salah mereka menyerangku secara sembunyi-sembunyi.” Jawab Rekha. “Mereka itu orang baru, mereka tidak mengenalmu. Mereka hanya menjalankan tugas.” “Ya sudah kalo begitu beri saja mereka penghargaan karena gugur di medan tugas.” “Ha..ha..ha.. Rekha, rekha. Mereka tanggung jawabmu. Sebagai penghargaan atas gugurnya ke-sepuluh anggotaku, kamu harus menyerahkan sebuah jarimu.” Kata Rakhsa pelan namun tegas. Rekha tidak terkejut. Rupanya ia tahu resiko yang harus ia tanggung. Namun tentu ia tidak akan memberikan jarinya dengan begitu saja. “Boleh.” Jawab Rekha disambut senyuman tipis Rakhsa yang adalah Kakaknya sendiri. “Namun kalau salah satu dari panglimamu itu mampu mengalahkan aku.” Tantang Rekha. Rakhsa hanya mengernyitkan keningnya. Ia tahu saudaranya sendang terluka. Menolak tantangannya juga merupakan perbuatan pengecut. Bagaimanapun posisinya sekarang berada dipihak yang dirugikan. Jika salah satu panglimanya menang, tetap saja itu memalukan. Apalagi sampai kalah. Namun Rakhsa tidak dapat berbuat apa-apa. Ia memandang ke salah satu panglimanya dan menganggukkan kepala. Orang itupun bergerak maju dan bersiap, sementara yang lain mundur sampai ke Pohon raksasa di belakang mereka. “Rekha, aku terima tantangan keras kepalamu. Ingat kamu masih terluka dalam yang cukup parah. Jangan paksakan menggunakan tenaga dalammu. Jika ‘Panglima Tiga’ ini mampu merobek kulitmu sedikit saja, terima kekalahanmu. Bagaimana?” Rakhsa memberikan tantangan yang menurutnya lebih adil. Yang diberi tantangan hanya mengangguk dan menyeringai. Ia segera memasang kuda-kuda. Matanya tajam menatap kearah orang yang disebut Panglima Tiga. Yang ditatap hanya senyum-senyum dan memasang kuda-kuda. Tangannya mengembang, menandakan siap untuk diserang. Maka sedetik kemudian kaki kanan Rekha menjejak ke pohon besar dibelakangnya menimbulkan gemuruh karena getaran pohon. Sekejap kemudian tubuh Rekha melesat bak anak panah kearah Panglima Tiga. Tapak tangannya terbuka kearah muka Panglima Tiga, melihat telapan tangan yang datang sedemikian cepatnya Panglima Tiga segera mengirimkan pukulan untuk menangkis datangnya serangan, namun belum lagi pukulannya dan tapak tangan Rekha bertumbukan, entah bagaimana tahu-tahu Rekha merubah serangannya, kaki kirinya sebentar lagi akan menghantam dadanya, sontak Panglima Tiga menggerakkan siku kanannya untuk menangkis tapak kaki lawan, namun kembali serangan Rekha berubah, kini tinju kirinya yang sebentar lagi akan menghantam pelipisnya. Tak sempat menangkis, Panglima Tiga memiringkan kepalanya ke kanan hingga pukulan Rekha hanya lewat diatas kepalanya. Pukulan dan tendangan Rekha yang tidak tentu dan serangan yang selalu berubah-ubah membuat Panglima Tiga kewalahan. Tak lama ia mulai terdesak. Rupanya anak ini punya jurus yang diandalkannya. Pantas saja ia merani menantang. Berkata dalam hati Panglima Tiga. Pertempuran itu terus berlangsung lama. Tubuh mereka hanya terlihat seperti bayang-bayang saja. Bayangan tubuh Rekha tak beraturan sedangkan tubuh Panglima Tiga melesat kian

Javanisch

terjemahan google basa Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2016-01-28
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

[PROLOG: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama Malin. Mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.] Ibu: "Malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. " Malin: "Ya ibu, tunggu sebentar." (Malin membantu ibunya) Malin: "Ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? Saya ingin ada perubahan dalam hidup kita." Ibu: "Entahlah, Ibu tidak tahu Malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. " Malin: "Ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? Siapa tahu aku akan menjadi orang kaya." Ibu: ... [Malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. Setelah mereka tiba di rumah.] Malin: "Bu, bagaimana dengan ide saya?" Ibu: "Saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. Karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini." Malin: "Tapi Ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? Saya berjanji Ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. Tenang saja Ibu, saya akan berbicara dengan Dayat, supaya menengok Ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah." [Ibu Malin tidak bisa melarang apa Malin inginkan. Akhirnya, dia setuju dengan ide Malin.] Ibu: "Baiklah, jika itu memang keinginanmu, Malin! Tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini." [Malin pergi ke rumah Dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. Dayat merupakan sahabat Malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.] Dayat: "Kamu mau ke mana, Malin?" Malin: "Besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib." Dayat: "Apa? Jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga Ibumu di sini?" Malin: "Karena itu, aku mendatangimu. Aku ingin menjaga Ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.” Dayat: "Oh, baiklah kalau begitu. Ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, Malin." [Keesokan harinya, Ibu Malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.] Ibu: "Jaga dirimu baik-baik, Nak. Cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.” Malin: "Ya Ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.” Malin: “Dayat, tolong kamu jaga Ibu saya baik-baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat tinggal.” Dayat: "Jangan khawatirkan soal itu, Malin. Saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. Jaga dirimu baik-baik. " Ibu: "Selamat jalan, Anakku." Dayat: "Selamat jalan, Malin." [Akhirnya, Malin memulai peruntungannya di perantauan. Ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. Di kapal, Kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. Kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. Nama anak gadis Kapten adalah Ningrum. Ketika Malin melihatnya, ia jatuh hati. Hal ini memberikan semangat kepada Malin untuk bekerja lebih giat lagi.] Malin: (Berkata di dalam hati, saat melihat Ningrum mendatanginya) "Ningrum sangat cantik. Aku menyukainya, dan harus menikahinya. Dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.” Ningrum: "Apakah kamu melihat ayahku?” Malin: "Hmm, saya tidak melihatnya. Mungkin ia pergi ke dapur. Cobalah ke sana untuk melihatnya." Ningrum: "Oh, baiklah. Saya akan ke sana menemuinya." Malin: [Tersenyum] "Ya, silakan Nona. Apakah perlu kuantar?” Ningrum: [Hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan Malin.] [Sementara itu, di kampung halaman Malin, Ibu Malin sangat gelisah. Ia resah bagaimana Malin menjalani kehidupannya di perantauan. Apakah Malin sehat? Apakah Malin bisa menjaga dirinya baik-baik? Semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran Ibu Malin. Sementara itu, ia juga khawatir Malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.] Ibu: "Dayat, saya rindu sekali dengan Malin. Kira-kira, kapankah ia kembali? Apakah ia baik-baik saja saat ini? Dayat: "Jangan takut, Ibu. Malin akan pulang. Ia telah berjanji. Sementara itu, biarkan saya menjaga Ibu.” Ibu: "Ya, terima kasih, Dayat. Entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu." Dayat: “Jangan terlalu dipikirkan, Ibu.” [Suatu hari, kapten memanggil Malin, karena ia akan menaikkan jabatan Malin atas prestasi kerjanya selama ini. Dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat Malin menjadi orang kaya.] Malin: "Sekarang, saya kaya raya. Saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. Karena itu, Ningrum harus menikah dengan saya.” [Semakin hari, Ibu Malin semakin merindukan anaknya. Ketuaannya membuat ia lelah menunggu Malin. Namun, Dayat selalu memberikan dukungan untuk Ibu Malin, bahwa Malin yang akan datang kembali dan orang kaya.] Dayat: "Jangan sedih, Ibu." Ibu: "Saya lelah, Dayat. Saya lelah menunggu Malin. Kita tidak pernah mendapatkan berita dari Malin sedikit pun.” Dayat: "Saya percaya Ibu, bahwa Malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.” Ibu: "Apakah kamu yakin, Dayat?" Dayat: "Ya, Ibu. Jangan sedih lagi ibu." [Setelah Malin telah menjadi orang kaya, Malin menikahi Ningrum. Mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.] Malin: “Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ningrum: “Malin suamiku, kita kan sudah menikah. Bagaimana kalau kita berbulan madu?” Malin: “Sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita Pulau Dua Angsa?” Ningrum: “Wah, pulau itu sangat bagus. Saya setuju.” Malin: “Oke! Kalau begitu, kita ke sana besok.” [Keesokan harinya, Malin serta istrinya berlayar ke Pulau Dua Angsa. Dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman Malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. Tapi, Malin tidak menemui Ibunya seperti yang telah dijanjikan. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. Ketika itu, Dayat – sahabat Malin – melihatnya.] Dayat: "Malin? Apakah dia Malin? Ya, seperti dia adalah Malin. Saya harus mengatakan itu kepada Ibunya." [Dayat pergi ke rumah Ibu Malin untuk mengabarkan kedatangan Malin. Ia sangat senang mengetahui Malin datang ke kampung halamannya. Jika, Ibu Malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.] Dayat: "Ibu... Ibu ..." Ibu: "Ya, saya di sini, Dayat." Dayat: "Ibu, Malin pulang. Ia ada di pelabuhan sekarang. Tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!" Ibu: "Apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah Malin?" Dayat: "Ya, saya yakin Bu. Saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. Saya masih ingat wajah Malin." Ibu: "Jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana." [Dayat mendampingi Ibu Malin untuk menemui anaknya. Sesampainya di pelabuhan, Ibu Malin memang melihat anaknya. Saking harunya, air mata keluar dari matanya. Ia memanggil Malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.] Ibu: "Malin, Malin, anakku! Malin …" Ningrum: "Siapa itu wanita tua, Suamiku?" [Malin tidak menjawab pertanyaan Ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.] Ningrum: "Siapa dia, Suamiku?" Ibu: “Malin, siapa ia? Apakah ia Istrimu? Ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [Ibu Malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.] Ningrum: [Tapi, Ningrum menepis pelukan itu.] "Issh, jangan sentuh aku!" Malin: "Jangan kamu menyentuhnya! Dasar wanita kotor! Kulitmu bisa mengotori kulitnya!" Ningrum: "Siapa wanita tua ini, Malin? Benarkah ia Ibumu? Uh, ia benar-benar sangat kotor." Malin: "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal wanita ini. " Ibu: "Malin, anakku. Kenapa kamu ini, Nak? Apa salah Ibu? Aku ini Ibumu. Ibumu. Kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. Sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?” Malin: "Cih, Ibuku? Mengaku-ngaku saja kamu sebagai Ibu? Saya tidak mengenal kamu. Jika saya kaya, tentu Ibu saya juga kaya. Tidak sepertimu, kotor dan bau!” Ibu: "MALIN!!!” [Ibu Malin berkata keras.] Ibu: “Saya Ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! Saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu." Ningrum: "Pergi saja kamu, wanita tua." Ibu: "Malin ... Malin ..." Malin: "Pergi. Pergilah sekarang, kamu!" Dayat: "MALIN! Lupakah kamu terhadap Ibumu? Lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? Ini Ibumu, Malin. Ibumu." Malin: "Tidak, saya tidak lupa. Saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. Seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu." Dayat: "Jahat, kamu! Celakalah kamu, Malin." Ibu: "Ingat saya, Nak? Saya adalah ibumu." Dayat: "Tolong, ingat ibumu, Malin. Ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. Ingatlah janjimu, Malin." [Malin tidak peduli. Ia menyeret Ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.] Malin: Jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! Ayo, Ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita." Ningrum: "Ya, Suamiku." [Setelah mendorong paksa Ibunya pergi, Malin kembali ke kapalnya. Sementara Ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.] Ibu: “Malin ... Malin ... Jangan biarkan Ibumu Malin!!!“ [Hilang sudah kesabaran Ibu Malin melihat tingkah anaknya. Lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. Kata-kata seorang Ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh Tuhan.] Ibu: “Ya Tuhan, kenapa anakku seperti itu? Apa salahku? Apa dosaku? Ia sama sekali melupakanku. Saya tidak terima perlakuan itu darinya. Sekarang hilang sudah kesabaranku. Aku mengutuknya: Jadilah batu!!!” [Setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan Kapal Malin, petir menyambar tubuhnya. Dan ...] Malin: “Apa yang terjadi? Tubuh saya tidak bisa digerakkan! Maafkan saya, Ibu. Maafkan saya ...!” Ningrum: “Apa yang terjadi? Apa yang terjadimu, Malin? Kamu kenapa?” [EPILOG: Malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]

Javanisch

Basa Jawa drama maling kundang

Letzte Aktualisierung: 2015-08-27
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Naskah Drama "ASAL-USUL KOTA BANYUWANGI". Prolog : Pada zaman dahulu dikawasan ujung timur Provinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. Adegan 1 : Raden banterang : “Pagi ini aku akan berburu. Siapkan alat berburu” Pengawal 1 dan 2: “Baik Raden. Peralatan sudah kami siapkan”. Raden Banterang : “Menurutmu kemana kita ini akan berburu ?” Pengawal 1 dan 2: “Bagaimana kalau ke hutan saja, karena pasti di hutan banyak kijang melintas”. Raden Banterang : “Kalau begitu kita berangkat sekarang”. Pengawal 1 dan 2: “ Siap Raden”. Raden Banterang : “coba lihat ! ada seekor kijang besar dan bagus. Akan ku panah dia. Waahhhh…. Dia lolos! Akan ku kejar dia.” Pengawal 1 dan 2: “tunggu Raden. Tunggu kami Raden.” ( kedua pengawal tersebut mengejar Raden, tapi mereka kehilangan jejak Raden di tengah hutan) Pengawal 1 : “waduuuh!! Bagaimana ini….?? Kita kehilangan jejak Raden Pengawal 2 : “ya sudah kalau begitu kita tunggu saja di jalan keluar hutan ini” . Raden Banterang : “ akhirnya kau kena juga kijang…..!!” ( tersenyum senang dan bangga) “ lho…. Mana para pengawalku ya….?. ehm… pasti kami terpisah gara-gara aku tadi larinya cepat. Tapi, aku yakin mereka pasti menungguku di jalan keluar hutan ini. Karena mereka pasti sudah hafal kebiasaanku.” Raden Banterang : “Ehmmm…. Gerangan gadis cantik nan jelita itu ya…? Benarkah dia seorang manusia ? atau jangan-jangan “ “penunggu” hutan ini ?/“ kau ini manusia atau penuggu hutan ini ? “. Surati : “ saya manusia !! nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung” Raden Banterang : “lalu mengapa kau ada di sini ?”. Surati : “ hamba berada di tempat ini karena menyelatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam pertempuran mempertahankan Mahkota Kerajaan”. Raden Banterang : “ kalau begitu, apakah kau mau ikut bersamaku ke istana dan menjadi permaisuriku ? “. Surati : “ apakah saya ini pantas bersanding dengan Raden ?” Raden Banterang : “ tentu saja, kau adalah gadis tercantik yang pernak kutemui dan hanya kamulah yang aku inginkan menjadi permaisuriku”. Surati : “ dengan segala kerendahan hati, aku mau menerima lamaran ini. Dengan satu syarat yaitu Raden harus setia dan bisa menjagaku” Raden Banterang : “ tanpa kau minta pun, aku pasti akan melakukan itu. Karena itu adalah kewajiban seorang ksatria”. (Setelah itu Raden Banterang bersama dengan Surati menuju keluar hutan). Pengawal 1 : “nah itu Raden tapi dengan siapa ya ?. Raden, tidak apa-apa kan…? Kami tadi sangat cemas karena kehilangan jejak Raden di hutan.” Raden Banterang : “ ya.. tadi karena terlalu bersemangat berburu kijang itu sehingga aku lupa bahwa kalian ikut. Tapi, aku bersyukur sekali karena sekaligus menemuksn tambatan hati.” Pengawal 2 : “ syukurlah kalau Raden sudah mendapatkan tambatan hati.Kami juga ikut senang, kalau Raden senang.” Raden Banterang : “ ya sudah kalau begitu kita bergegas pulang ke istana dan merayakan pesta pernikahanku dengan Surati” Pengawal 1 dan 2: “ baik Raden” Adegan 2 : Pengawal 1 : “ mohon maaf permaisuri, hamba menghadap”. Permaisuri : “ dia siapa ? dan mengapa ia kesini ?” Pengawal 1 : “hamba tidak tahu Permaisuri,yang jelas dia sangat ingin bertemu dengan Permaisuri”. Permaisuri : “ baiklah, bawa dia ke sini !”. Pengawal 1 : “ baik Permaisuri”. Rupaksa : “ Surati ! Surati ! aku ini kakak kandungmu”. Permaisuri : “ apa benar kau kakakku ?”. Rupaksa : “ sungguh aku tidak berbohong bahwa aku ini kakakmu yang telah lama terpisah denganmu semenjak dihutan.” Permaisuri : “ maafkan aku yang sedikit melupakanmu’. ( berpelukan ) Rupaksa : “ sebenarnya selama ini aku mencarimu, lalu aku mendengar bahwa nama Permaisuri Kerajaan ini adalah Surati dan ternyata itu adalah adik kandungku sendiri”. Permaisuri : “ lalu, apa maksud kedatangan kakak kesini ?’. Rupaksa : " perlu kau ketahui bahwa yang menyebabkan orang tua kita meninggal adalah mertuamu sendiri”. Permaisuri : “ kakak tidak bercandakan ?”. ( karena terlalu syok tubuh Permaisuri jadi gemetar ) Rupaksa : “ apa aku kelihatan bercanda ?? dan aku kesini untuk menyerahkan sebuah keris dan gunakanlah untuk membunuh suamimu”. Permaisuri : “ aku tak mau kak. Walaupun dia anak dari pembunuh orang tua kita,tapi dia telah menyelamatkaku dan akupun mencintainya”. Rupaksa : “ terus terang bahwa kakakmu ini sangat kecewa sekali karena kau tidak mendukung rencana kakak. Kalau kau tidak mau membunuh suamimu, maka simpanlah keris itu sebagai tanda kenang-kenangan dariku”. ( lalu Rupaksa tersebut pergi karena dia tidak sudi berlama-lama berada di istana ) Adegan 3 : Rupaksa : “ sembah hamba paduka. Tuanku, keselamatan tuan terancam bahaya kerena Permaisuri punya rencana hendak membunuh Paduka”. Raden Banterang : “ hai, siapa engkau berani-beraninya memfitnah istriku ? !!” Rupaksa : “ itu tak penting paduka tahu siapa saya. Kalau Paduka tidak percaya dengan omongan hamba lihatlah sesuatu yang di simpan di bawah bantal Permaisuri”. Raden Banterang : “ awas saja kalau kau berbohong padaku. Akan kusuruh pengawalku mencarimu dan memberimu hukuman mati”. ( Raden pun pergi ke istana dan langsung menuju kamar pribadi mereka ). Raden Banterang : “ astaga…!! Ternyta ada keris di bawah bantal istriku”. ( kemudian, Permaisuri masuk ke kamarnya ). Permaisuri : “ ada apa kakanda…? Sepertinya kakanda sedang marah ?”. Raden Banterang : “apa benar dinda ingin membunuhku dengan keris ini ?’. Begitukah balasan dinda pada kanda ?”. Permaisuri : “ jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak punya maksud begitu. Raden Banterang : “lalu buat apa keris ini di bawah bantal dinda ?”. Permaisuri : “ keris ini adalah kenang-kenangan dari kakak adinda. Sungguh adinda tidak pernah berfikir untuk membunuh kakanda. Bahkan, adinda rela mati demi keselamatan kakanda”. Raden Banterang : “ kakanda sudah tidak percaya dengan omongan dinda lagi”. Permaisuri : “ lalu dengan cara apa kakanda percaya pada dinda ?” Raden Banterang : “ kalau begitu buktikan pada kanda dengan cara masuklah ke dalam sungai itu untuk membuktikan kebenarannya”. Permaisuri : “ baik, adinda akan melompat ke sungai itu. Apabila dinda telah masuk ke dalam sungai dan ternyata air sungai ini menjadi jernih serta wangi maka dinda tak bersalah dan sebaliknya apabila airnya keruh dan berbau busuk maka dinda bersalah”. Raden Banterang : “tercium bau wangi! Ohh…. Dinda maafkanlah kakanda ini yang sudah tidak percaya lagi denganmu. Dengan ini aku sebagai Raja memberi nama kota ini menjadi Banyuwangi.

Javanisch

banyuwangi asal ing basa Jawa

Letzte Aktualisierung: 2015-02-26
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Asal Usul Kota Banyuwangi Pada zaman dahulu di kawasan ujung timur Propinsi Jawa Timur terdapat sebuah kerajaan besar yang diperintah oleh seorang Raja yang adil dan bijaksana. Raja tersebut mempunyai seorang putra yang gagah bernama Raden Banterang. Kegemaran Raden Banterang adalah berburu. “Pagi hari ini aku akan berburu ke hutan. Siapkan alat berburu,” kata Raden Banterang kepada para abdinya. Setelah peralatan berburu siap, Raden Banterang disertai beberapa pengiringnya berangkat ke hutan. Ketika Raden Banterang berjalan sendirian, ia melihat seekor kijang melintas di depannya. Ia segera mengejar kijang itu hingga masuk jauh ke hutan. Ia terpisah dengan para pengiringnya. “Kemana seekor kijang tadi?”, kata Raden Banterang, ketika kehilangan jejak buruannya. “Akan ku cari terus sampai dapat,” tekadnya. Raden Banterang menerobos semak belukar dan pepohonan hutan. Namun, binatang buruan itu tidak ditemukan. Ia tiba di sebuah sungai yang sangat bening airnya. “Hem, segar nian air sungai ini,” Raden Banterang minum air sungai itu, sampai merasa hilang dahaganya. Setelah itu, ia meninggalkan sungai. Namun baru beberapa langkah berjalan, tiba-tiba dikejutkan kedatangan seorang gadis cantik jelita. “Ha? Seorang gadis cantik jelita? Benarkah ia seorang manusia? Jangan-jangan setan penunggu hutan,” gumam Raden Banterang bertanya-tanya. Raden Banterang memberanikan diri mendekati gadis cantik itu. “Kau manusia atau penunggu hutan?” sapa Raden Banterang. “Saya manusia,” jawab gadis itu sambil tersenyum. Raden Banterang pun memperkenalkan dirinya. Gadis cantik itu menyambutnya. “Nama saya Surati berasal dari kerajaan Klungkung”. “Saya berada di tempat ini karena menyelamatkan diri dari serangan musuh. Ayah saya telah gugur dalam mempertahankan mahkota kerajaan,” Jelasnya. Mendengar ucapan gadis itu, Raden Banterang terkejut bukan kepalang. Melihat penderitaan puteri Raja Klungkung itu, Raden Banterang segera menolong dan mengajaknya pulang ke istana. Tak lama kemudian mereka menikah membangun keluarga bahagia. Pada suatu hari, puteri Raja Klungkung berjalan-jalan sendirian ke luar istana. “Surati! Surati!”, panggil seorang laki-laki yang berpakaian compang-camping. Setelah mengamati wajah lelaki itu, ia baru sadar bahwa yang berada di depannya adalah kakak kandungnya bernama Rupaksa. Maksud kedatangan Rupaksa adalah untuk mengajak adiknya untuk membalas dendam, karena Raden Banterang telah membunuh ayahandanya. Surati menceritakan bahwa ia mau diperistri Raden Banterang karena telah berhutang budi. Dengan begitu, Surati tidak mau membantu ajakan kakak kandungnya. Rupaksa marah mendengar jawaban adiknya. Namun, ia sempat memberikan sebuah kenangan berupa ikat kepala kepada Surati. “Ikat kepala ini harus kau simpan di bawah tempat tidurmu,” pesan Rupaksa. Pertemuan Surati dengan kakak kandungnya tidak diketahui oleh Raden Banterang, dikarenakan Raden Banterang sedang berburu di hutan. Tatkala Raden Banterang berada di tengah hutan, tiba-tiba pandangan matanya dikejutkan oleh kedatangan seorang lelaki berpakaian compang-camping. “Tuangku, Raden Banterang. Keselamatan Tuan terancam bahaya yang direncanakan oleh istri tuan sendiri,” kata lelaki itu. “Tuan bisa melihat buktinya, dengan melihat sebuah ikat kepala yang diletakkan di bawah tempat peraduannya. Ikat kepala itu milik lelaki yang dimintai tolong untuk membunuh Tuan,” jelasnya. Setelah mengucapkan kata-kata itu, lelaki berpakaian compang-camping itu hilang secara misterius. Terkejutlah Raden Banterang mendengar laporan lelaki misterius itu. Ia pun segera pulang ke istana. Setelah tiba di istana, Raden Banterang langsung menuju ke peraaduan istrinya. Dicarinya ikat kepala yang telah diceritakan oleh lelaki berpakaian compang-camping yang telah menemui di hutan. “Ha! Benar kata lelaki itu! Ikat kepala ini sebagai bukti! Kau merencanakan mau membunuhku dengan minta tolong kepada pemilik ikat kepala ini!” tuduh Raden Banterang kepada istrinya. “ Begitukah balasanmu padaku?” tandas Raden Banterang.”Jangan asal tuduh. Adinda sama sekali tidak bermaksud membunuh Kakanda, apalagi minta tolong kepada seorang lelaki!” jawab Surati. Namun Raden Banterang tetap pada pendiriannya, bahwa istrinya yang pernah ditolong itu akan membahayakan hidupnya. Nah, sebelum nyawanya terancam, Raden Banterang lebih dahulu ingin mencelakakan istrinya. Raden Banterang berniat menenggelamkan istrinya di sebuah sungai. Setelah tiba di sungai, Raden Banterang menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki compang-camping ketika berburu di hutan. Sang istri pun menceritakan tentang pertemuan dengan seorang lelaki berpakaian compang-camping seperti yang dijelaskan suaminya. “Lelaki itu adalah kakak kandung Adinda. Dialah yang memberi sebuah ikat kepala kepada Adinda,” Surati menjelaskan kembali, agar Raden Banterang luluh hatinya. Namun, Raden Banterang tetap percaya bahwa istrinya akan mencelakakan dirinya. “Kakanda suamiku! Bukalah hati dan perasaan Kakanda! Adinda rela mati demi keselamatan Kakanda. Tetapi berilah kesempatan kepada Adinda untuk menceritakan perihal pertemuan Adinda dengan kakak kandung Adinda bernama Rupaksa,” ucap Surati mengingatkan. “Kakak Adindalah yang akan membunuh kakanda! Adinda diminati bantuan, tetapi Adinda tolah!”. Mendengar hal tersebut , hati Raden Banterang tidak cair bahkan menganggap istrinya berbohong.. “Kakanda ! Jika air sungai ini menjadi bening dan harum baunya, berarti Adinda tidak bersalah! Tetapi, jika tetap keruh dan bau busuk, berarti Adinda bersalah!” seru Surati. Raden Banterang menganggap ucapan istrinya itu mengada-ada. Maka, Raden Banterang segera menghunus keris yang terselip di pinggangnya. Bersamaan itu pula, Surati melompat ke tengah sungai lalu menghilang. Tidak berapa lama, terjadi sebuah keajaiban. Bau nan harum merebak di sekitar sungai. Melihat kejadian itu, Raden Banterang berseru dengan suara gemetar. “Istriku tidak berdosa! Air kali ini harum baunya!” Betapa menyesalnya Raden Banterang. Ia meratapi kematian istrinya, dan menyesali kebodohannya. Namun sudah terlambat. Sejak itu, sungai menjadi harum baunya. Dalam bahasa Jawa disebut Banyuwangi. Banyu artinya air dan wangi artinya harum. Nama Banyuwangi kemudian menjadi nama kota Banyuwangi.

Javanisch

translation google Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2015-02-02
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

google Cerita Rakyat Sumatera Utara Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu. Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Terimakasih telah membaca Cerita Rakyat Danau Toba dan semoga bermanfaat Cerita Rakyatnya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya... terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

Javanisch

google translation Javanese Indonesian

Letzte Aktualisierung: 2015-01-27
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Pertemanan Itu Adalah Segalanya Teman adalah segalanya karena teman kita bisa meminta pertolongan dan kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain kita itu hidup berdampingan, walaupun ada cacian ada fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul Yuuhi wo miteruka (apakah kau melihat mentari senja?) Namaku cindy yuvia aku adalah orang yang miskin/kurang mampu dan di waktu dilahirkan aku pun dalam keadaan keluarga yang miskin/kurang mampu, aku sekolah di SMAN 48 jakarta dan di sekolah aku adalah anak yang pendiam karena aku malas berbicara apalagi berbicara yang kurang baik. Sejak kecil aku selalu diajarkan oleh orangtuaku untuk berbuat baik dan selalu sabar dalam menjalankan hidup ini dan selalu memaafkan kepada orang lain dan kepada orang yang telah menyakiti kita sekalipun. Pagi hari jam 6 pagi aku sudah berangkat ke sekolah, karena letak sekolahku yang agak jauh yaitu sekitar 6 km, aku memakai sepeda disaat berangkat sekolah, aku sengaja berangkat pagi-pagi kerana aku tidak mau terlambat di sekolah Bel pun berbunyi tanda masuk sekolah aku dan kawan-kawan masuk ke kelas dengan antusias dan rapih. Ibu guru memasuki ruang kelas dan tidak lupa mengucapkan salam "assalamualaikum anak-anak" ucap ibu guru disaat masuk kelas "walaikumsalam" ucap serentak siswa-siswi. Di hari itu juga di sekolah sedang mengadakan UAS (Ujian Akhir Semester) aku dan kawan-kawan berharap semoga saja ujian saat itu mudah dikerjakan. "Woy nomor 14 apa jawabanya" ucap temanku yang bernama dessi" karena mencontek itu tidak boleh aku pun tidak memberikan jawabanya ke dessi, lalu dessi pun ngambek karena tidak diberi jawabanya. Singkat cerita waktu ujian pun telah selesai siswa-siswi mengumpulkan hasil ujianya, ternyata dessi pun memandang wajahku dengan tajam dan penuh amarah, aku pun menanggapi itu dengan senyuman. Disaat pulang sekolah desi dan teman-temanya merencanakan sesuatu, dan ternyata sepedahku dikempesin pada akhirnya aku pun pulang sekolah dan mendorong sepedaku sampai rumah, capek juga sih tapi aku tidak merasa dendam sama sekali pada dessi dan teman-temanya. Waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya yang tadinya siang ke malam sekarang tidak terasa sudah pagi lagi. Seperti biasa di pagi hari saya beranggkat sekolah dengan menggunakan sepeda karena sepedahku sudah aku kompa. Setiba di sekolah aku diledekin sama semua teman karena kemarin saya pulang sekolahnya mendorong sepedaku. Hati ini sakit tetapi aku hanya menyimpanya di dalam hati saja. dan bel pun berbunyi semua siswa-siswi masuk ke kelas, ternyata di kelas ada yang kehiilangan handphone yaitu sisil, dan guru pun menggeledah satu persatu siswa-siwi ternyata hal yang tak kuduga pun terjadi ternyata handphone sisil ada di tasku entah siapa yang memasukanya atau ada yang sengaja akhirnya aku pun menjadi tersangka dan aku pun dibawa oleh ibu guru ke kantor untuk menjelaskan semua ini, setiba di kantor saya menjelaskan semuanya tapi ibu guru tidak percaya pada semua penjelasanku akhirnya aku pun dikeluarkan dari sekolahan itu. Aku sangat sedih dan aku pun takut untuk bicara pada ayahku. Tanpa pikir panjang aku pun pulang dengan hati yang sangat berat dan setiba di rumah aku pun menjelaskan semua ini pada ayah dan ibuku. "Sudah, yang sabar ya pasti semua ini ada hikmahnya, ayah akan menjelaskan semua ini ke ibu guru" ucap ayahku. "terimakasih ayah" ucapku. Keesokan harinya ayah pun menjelaskan kejadiaan ini ke pihak sekolah setelah menjelaskan semuanya akhirnya aku pun tidak jadi dikeluarkan dari SMAN 48 jakarta. Hati ini senang sekali saat aku mendengar kabar itu dan sekarang aku pun bisa bersekolah lagi. Singkat cerita aku pun sudah di sekolah dan berkumpul dengan teman di sekolah dan aku pun menjelaskan kejadian ini kepada sisil yang kehilangan handphonenya. "Sil sebenarnya yang ngambil dompetku itu bukan aku. aku difitnah ada yang sengaja memasukanya ke dalam tasku" ucapku "oh ya aku minta maaf ya karena aku sudah menilaimu yang tidak-tidak dan seharusnya hal ini tidak terjadi" ucap sisil. Di kejauhan ada dessi dan teman-temanya sepertinya dia tidak suka dengan kembalinya aku di sekolahan. Aku pun menghampiri desi dan teman-temanya untuk berteman lagi tetapi mereka tidak mau dan mereka pun pergi meninggalkan ku dengan wajah yang cuek. "Aku tidak akan menyerah untuk bisa kembali berteman dengan dessi seperti dulu lagi" ucapku di dalam hati. Dengan tidak disangka ibu guru dan lainya menyelidiki siapa yang memasukan handphone ke dalam tasku, ternyata pelakunya ketemu yaitu dessi dan teman-temanya karena mereka tidak suka denganku. Akhirnya mereka pun dikeluarkan dari sekolahan, tetapi aku tidak tinggal diam aku kan sudah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan mengembalikan pertemanan ini seperti dulu lagi, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengembalikan pertemanan kita seperti dulu lagi, lalu aku pun menghampiri ibu guru dan meminta untuk tidak mengeluarkan dessi dan teman-temanya. "ibu guru kenapa dessi dan teman-temanya dikeluarkan?" ucapku "karena mereka sudah memfitnahmu" ucap ibu guru "tidak bu mereka harus tetap bersekolah disini kan sebentar lagi akan UN dan aku tidak mau kalau mereka tidak lulus" ucapku "bukanya kamu hampir saja tidak bisa bersekolah lagi kerena ulah mereka" ucap ibu guru "bu aku sudah memaafkan perbuatan mereka kok dan aku ingin mengembalikan persahabatan kita seperti dulu lagi" ucapku "ya udah ibu tidak jadi mengeluarkan mereka dari sekolahan ini. Dan aku pun merasa bahagia karena mereka tidak jadi dikeluarkan dari sekolahan. "yuv aku minta maaf ya atas perbuatan semua ini yang telah berbuat tidak baik dan memfitnahmu" ucap dessi "iya yuv aku juga minta maaf" ucap teman-teman dessi. "Ya aku memaafkan kalian kok asalkan kita bisa berteman seperti dulu lagi" akhirnya kami pun berteman dan bersahabat seperti dulu lagi. Singkat cerita aku dan sisil, dessi dan teman-teman pun belajar dengan sungguh-sungguh kami belajar bersama dengan giat karena sebentar lagi akan tiba UN. Waktupun tiba kami semua mengerjakan UN dengan sangat hati-hati dan sungguh-sungguh karena kami ingin nilai yang bagus. Tidak terasa UN sudah berakhir dan tinggal menunggu hasilnya ternyata kami pun mendapat nilai yang bagus dan kami dinyatakan LULUS dari sekolahan. Pertemanan kita tidak sia-sia walupun banyak perpecahan dan sering kali menggoreskan rasa sakit di hatiku tetapi semua itu sudah kulalui dengan penuh keikhlasan dan berbuah menjadi pertemanan yang tidak terlupakan.

Javanisch

cirebon basa

Letzte Aktualisierung: 2015-01-20
Nutzungshäufigkeit: 3
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Apa Pesawat Air Asia yang lepas landas dari bandara Juanda Surabaya menuju ke Singapura, pagi tadi (28/12/2014) sekitar pukul 06.17 WIB hilang kontak. Di mana Pesawat dengan nomor registrasi PK AXC dan muatan 155 penumpang dan 7 awak itu diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandang dan Pontianak. Kapan Pesawat berangkat Minggu pagi pukul 05.20 WIB dari Surabaya menuju Singapura menggunakan nomor penerbangan QZ 8501 dan sedianya dijadwalkan tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. Siapa Kementerian Perhubungan menegaskan mengenai hilangnya pesawat AirAsia AWQ8501 itu dalam jumpa pers di kantor Otoritas Bandara Wilayah II, Bandara Soekarno-Hatta. Dari data penumpang yang ikut dalam penerbangan AirAsia diketahui, sebanyak 68 orang merupakan wanita dan 70 laki-laki. Sedangkan 16 lainnya merupakan penumpang anak-anak dan 1 bayi. Dari 155 penumpang tersebut, total barang bawaan yang ikut diangkut AirAsia QZ8501 yakni sebanyak 1.305 kilogram. Penumpang pesawat didominasi warga negara Indonesia, lainnya 1 WN Singapura, 1 WN Inggris, 1 WN Malaysia, dan 3 WN Korea Selatan. Selain 155 penumpang tersebut, ada 7 awak pesawat. Total 162 orang. Mengapa Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murdjatmodjo menegaskan, pihaknya belum bisa menyimpulkan apapun penyebabnya selain pesawat hilang kontak dari menara pengawas pada pukul 06.17 WIB. Djoko berharap, pesawat bisa ditemukan dalam keadaan selamat di tempat lain. "Lokasi hilang kontak yakni antara Tanjung Panda dan Pontianak agak ke selatan. Basarnas masih mencari posisinya itu karena ELT yang biasa pesawat itu jatuh, akan ada transmisi, ini belum ada," kata Djoko. Bagaimana Pesawat yang berangkat Minggu pagi pukul 05.20 WIB dari Surabaya itu sedianya dijadwalkan tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. Namun menara pengawas Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur menyatakan hilang kontak dengan pesawat pada pukul 07.55 WIB setelah pilotnya meminta izin menambah ketinggian pesawat ke 35.000 kaki. Pesawat terakhir terlihat di radar pengawas lalu lintas udara, berada di perairan sekitar Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung.t/Javanese/Javanese/Jawa

Javanisch

Please, specify two different languages

Letzte Aktualisierung: 2015-01-14
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Prabu Rama akhirnya memerintahkan kepada Anoman untuk melakukan perjalanan kenegeri Alengka.  Hal ini dilakukan oleh Prabu Rama mengingat berita yang simpang siur tentang keberadaan Dewi Sinta.Pertimbangan itu diambil karena Anoman  memiliki kesaktian yang cukup tinggi. Sehingga apabila menghadapi musuh yang ditemuinya nanti dalam perjalanan, akan dapat diselesaikan dengan baik. Terlebih-lebih pula Anoman dapat terbang keangkasa, sehingga Prabu Rama dapat memperkirakan,  perjalanan Anoman akan lebih cepat dari pada para senapati lainnya. yang lewat daratan. Apalagi perjalanan ini akan melewati samudera, dan merupakan tugas pertama  menuju Alengka Anoman berpamitan kepada Prabu Rama,untuk segera melaksanakan tugas. Namun kemudian datanglah Anggada menghadap Prabu Rama. Anggada minta Prabu Rama untuk membatalkan niatnya untuk mengutus Anoman  ke Alengka. Akhirnya Anoman dan Anggada berkelahi memperebutkan tugas  ke Alangka. Prabu Rama melerai keduanya agar tidak berkelahi. Keduanya didudukkan bersama. Prabu Rama menguji kelebihan masing-masing. Prabu Rama menanyakan pada Anoman berapa lama waktu perjalanan yang ditempuh dalam melakukan tugas. Anoman menyangggupi 10 hari. Diperkirakan oleh Anoman, Kerajaan Alengka jauh letaknya, disamping itu ada kemungkinan  dalam perjalanan nanti akan menghadapi mata-mata Prabu Dasamuka, yang pasti akan menghambat perjalanan berikutnya. Sedangkan Anggada menyanggupi 7 hari. Kemudian keduanya tawar menawar. Anoman  menyanggupi 5 hari parjalanan menuju Alengka. Anggada tidak mau mengalah, ia menyanggupi 3 hari perjalanan menuju Alengka. Anoman akhirnya menyanggupi 1 hari. Kemudian Prabu Rama menunjuk Anoman untuk berangkat ke Alengka. Perjalanannya menuju Alengka  disertai Para Punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.. Untuk memudahkan perjalanan, para punakawan dimasukkan dalam kancing gelung Anoman. Dari penulis menginginkan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, mengikuti Anoman yang sedang terbang dalam perjalanannya ke Alengka, namun karena tidak lazim, ada Semar, Gareng, Petruk dan Bagong bisa terbang, maka mereka saya masukkan saja dalam kancing gelung Anoman. Mereka sebenarnya bisa terbang, karena Semar adalah jelmaan Dewa, Gareng dan Petruk adalah gandarwa sedangkan Bagong adalah bayangan Semar. Pada hari pertama perjalanannya, Anoman pergi ke kahyangan, menemui  Batara Surya . Dimintanya Batara Surya mau mengikat matahari supaya  tidak bergeser ke Barat. Batara Surya keberatan,dan tidak bisa menyanggupi kemauan Anoman. Anoman memaksa Batara Surya untuk memenuhi permintaannya.Maka terjadilah perkelahian antara keduanya.  Semar segera melerai perkelahian mereka. Akhirnya Semar sendiri yang minta agar  Batara Surya mau menuruti kehendak Anomann. Akhirnya.Batara Surya memenuhi keinginan Anoman, mengingat Semar adalah Sanghyang Ismaya adalah ayahanda Batara Surya sendiri,.Anoman meminta Batara Surya tidak melepaskan matahari sampai Anoman kembali ke Pancawati.. Batara Surya menuruti permintaan Anoman.  Batara Surya mengikat matahari yang posisinya masih diatas kepala, sehingga negeri Pancawati akan mengalami siang yang berke panjang an selama Anoman dalam perjalanan. Ditengah perjalanan di angkasa menuju Alengka, Anoman kehilangan arah. Anoman sudah berada diatas lautan Hindia. Laut luas membiru. Anoman terkejut merasa ada kekuatan besar yang menyedot tubuhnya, Tiba-tiba saja  tubuh Anoman tertarik kebawah dan masuk dalam perut raksasa.Raksasa itu Wil Kataksini, yang bertugas menjaga lautan Alengka. Tubuh Anoman tidak berdaya dan berusaha keluar dari mulut raksasa Wil Kataksini. Anoman dengan sekuat tenaga menendang-nendang dan mencakar-cakar dalam perut Wil Kataksini. Kataksini merasa dalam perutnya perih dan geli. Anoman yang ada dalam perut itu di muntahkan kembali keluar mulutnya. Setelah itu tubuh Wil Kataksini menjadi limbung, dan roboh, Wil Kataksini  tewas. Sementara itu tubuh Anoman bagaikan dibanting, Anoman jatuh terpelanting di daerah  pegunungan. Anoman memperkira kan daerah Suwelagiri, sangat cocok untuk menghimpun pasukan dan menyusun pertahanan Prabu Rama dalam penyerangan ke istana Alengka atau tempat unntuk memata-matai Prajurit Alengka. Anoman sudah tidak bisa terbang lagi. Ia melanjutkan perjalanan lewat daratan dengan tertatih-tatih.  Setelah berjalan begitu lama, Anoman  tidak kuat lagi. Ia jatuh pingsan. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, segera keluar dari kancing gelung Anoman. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong membawa Anoman ketempat  berlindung. Tidak jauh dari tempat itu, terdapat sebuah goa, yaitu Goa Windu tempat bersemayamnya seorang pertapa wanita bernama Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba adalah mantan istri Prabu Dasamuka. Ia seorang bidadari. Semar, Gareng, Petruk dan Bagong yang memapah Anoman sudah sampai dihadapan Dewi Sayempraba. Dewi Sayempraba   segera menyambut kedatangan para tamunya.  Setelah beberapa hari dirawat di dalam goa, Anoman sadar dari pingsannya. Ia terkejut ketika  mengetahui dirinya berada di dalam istana yang megah, Anoman kagum ternyata di  dalam goa terdapat istana yang megah dan indah. Ia pun melihat ada seorang dewi  cantik berada dihadapannya. Anoman tertarik kecantikan Dewi Sayempraba. Selama dalam perawatan Dewi Sayempraba Anoman tidak tahu apa yang dilakukan pada dirinya. Kelihatannya Anoman terpedaya dengan kecantikan dewi Sayempraba. Anoman dan para punakawan dijamu dengan makanan yang lezat dan minuman yang menyegarkan. Anoman dan para punakawan makan dengan lahapnya.Anoman memang lapar. Sudah lama ia pingsan jadi sudah beberapa hari tidak makan. Selesai makan minum, Anoman berpamitan mau melanjutkan perjalanan menuju Alengka. Dewi Sayempraba menghalangi Anoman, agar tidak meninggalkan Goa Windu. Sayempraba menghendaki agar Anoman bersedia memperistrinya. Anoman menolak ajakan dewi Sayempraba. Kemudian  Anoman segera mengajak para punakawan meninggalkan istana Sayempraba. Sepeninggal Anoman, Dewi Sayempraba gundah gulana. Ia kecewa Anoman tidak menanggapi cintanya. Padahal Dewi Sayempraba sangat mencintainya. Namun Dewi Sayempraba percaya, kalau Anoman akan kembali ke Goa Windu pada suatu saat. Setelah beberapa lama berjalan meninggalkn goa. Tiba-tiba  kedua mata Anoman seakan akan melihat seberkas cahaya yang sangat menyilaukan. Kemudian pandangan  menjadi gelap, Anoman menjadi buta Anoman menjadi sedih, Ia merasa gagal melak sanakan tugas dari Prabu Rama. Para panakawan memapah Anoman dan mencarikan orang yang dapat mengobati sakitnya. Anoman kelihatannya masih beruntung, agaknya tangisannya didengar oleh seekor burung garuda, yang bernama Sempati. Sempati mencoba mengobati Anoman. Sebelumnya Burung Sempati  memohon dewa agar dapat menyembuhkan mata Anoman. Sempati mengobati kedua mata Anoman dengan meneteskan air liur dari paruhnya. Permohonan burung Sempati kepada dewa, agaknya dikabulkan Dewa, Anoman sembuh. Anoman sudah tidak buta lagi. Burung Sempati menceriterakan saudaranya, Burung Jatayu, yang tewas ketika melawan Prabu Dasamuka. Burung Jatayu sebenarnya mau menyelamatkan Dewi Sinta yang diculik Prabu Dasamuka. Namun Jatayu gagal membawa Dewi Sinta ke Ayodya,  karena Prabu Dasamuka, membabat kedua sayapnya dan lehernya dari belakang, sehinga burung Jatayu  jatuh ke bumi.Sedangkan Dewi Sinta dapat direbut kembali oleh Prabu Dasamuka dan dibawa ke negerinya, Alengka. Beberapa saat kemudian, Jatayu pun tewas. Anoman mendengar cerita Burung Sempati menjadi semakin yakin, bahwa yang menculik Dewi Sinta adalah Prabu Dasamuka. Anoman dan para Punakawan mengucapkan terima kasih pada burung Sempati karena telah menyembuhkan Anoman dari kebutaannya. Anoman dan para Punakawan berpamitan kepada burung Sempati, untuk meneruskan perjalanannya ke negeri Alengka  Oleh Anoman para Punakawan dimasukkan kembali dalam kancing gelungnya. Kemudian Anoman  melesat jauh keangkasa menuju Istana Alengka. Perjalanan Anoman ke istana Alengka dirasa tidak terlalu lama lagi. Setelah beberapa saat kemudian sampailah Anoman ke Istana Alengka. Indrajid anak Prabu Dasamuka yang sedang berjaga di luar Istana melihat sekelebatan makhluk asing yang berlalu dihadapannya. Indrajid penasaran, ia segera mencari keseluruh penjuru Istana.  Anoman sekarang sudah berada di taman Asoka. Ia bersembunyi diatas pohon Nagasari yang rimbun daunnya. Sementara itu di Kaputren  taman Asoka, Prabu Dasamuka merasa kecewa, karena dewi Sinta belum mau diboyong ke dalam Istana. Prabu Dasamuka berniat memaksa dewi Sinta untuk melayani dirinya. Namun niat Prabu Dasamuka dapat diurungkan oleh Dewi Trijatha anak Wibisana, adik Prabu Dasamuka. Prabu Dasamuka meninggalkan taman Asoka dengan kecewa. Untuk menghilangkan gundah hati Dewi Sinta, Dewi Trijatha mengajak Dewi Sinta ke taman bunga yang letaknya dekat pohon Nagasari, dimana tempat  Anoman bersembunyi. Anoman segera meloncat dari pohon. Kedua wanita itu menjadi terkejut, ketika melihat makhluk asing didepannya. Anoman memperkenalkan diri bahwa ia utusan Prabu Rama. Anoman menyampaikan pesan Prabu Rama agar Dewi Sinta bersabar menunggu kedatangan Prabu Rama untuk menjemputnya.  Anoman menawarkan jasa, apabila Dewi Sinta menghendaki Anoman akan membawa pulang ketempat Prabu Rama. Anoman memberikan cincin dari Prabu Rama kepada Dewi Sinta. Dewi Sinta menerima pemberian cincin dari Prabu Rama, dan dipakai dijari manisnya. Namun sayang cincin itu menjadi  kebesaran, karena Dewi Sinta menjadi kurus kering, setelah tinggal di Alengka. Dewi Sinta menitipkan sebuah sisir yang sudah lama tak dipakai. Karena sejak di Alengka Dewi Sinta sudah tidak mau menyisir rambut dan merawat dirinya. Kelihatannya badan Dewi Sinta menjadi rusak. Dewi Sinta merasa tersiksa di negeri orang, jauh dari Prabu Rama. Dewi Sinta tidak bersedia dibawa Anoman pulang ke tempat Prabu Rama. Dewi Sinta menginginkan Prabu Rama sendiri yang menjemput pulang. Belum selesai mereka saling bicara, Indrajid dan pasukannya telah mengepung taman Asoka. Anoman sengaja tidak memberi perlawanan, agar mereka menangkap dirinya. Anoman bermaksud mengukur kekuatan pertahanan Alengka. Indrajid segera membawa Anoman ke tempat Prabu Dasamuka yang sedang mengadakan pertemuan agung, yang dihadiri Patih Prahasta, adik-adik Prabu Dasamuka, seperti Kumbakarna, Sarpakenaka, Wibisana, para putera Prabu Dasamuka serta raja-raja taklukan Kerajaan Alengka.  Setelah Anoman dibawa masuk ke dalam Istana, Indrajid menghadap Ayahandanya dan melaporkan semua kejadian yang baru terjadi. Mendengar itu muka  Prabu Dasamuka menjadi merah padam.Prabu Dasamuka marah bukan kepalang. Oleh Prabu Dasamuka, Indrajid disuruh mengikat Anoman di depan istana, dan dibakar hidup-hidup.Indrajid berangkat melaksanakan tugas. Anoman digelandang keluar istana dan di ikat di tiang depan istana. Anoman melihat beberapa orang perajurit membawa kayu bakar, dan menumpukkannya di sekeliling Anoman berdiri. Indrajid dan para perajuritnya masuk kembali ke istana, dan melaporkan kesiapannya untuk membakar Anoman . Sewaktu Indrajid dan perajurit-prajuritnya masuk istana, datanglah Togog, seorang Abdi Kerajaan Alengka jelmaan Sanghyang Antaga mendatangi Anoman. Dibawakannya Anoman sebuah kendi yang berisi air minum yang sejuk dan menyegarkan. Anoman memang sejak tadi merasakan kehausan, karena sejak kedatangannya di negeri Alengka belum minum sama sekali.Anoman segera menerima kendi itu dan meminumnya. Anoman merasakan tubuhnya menjadi segar kembali. Anoman berterima kasih kepada Togog dan berpesan, agar Togog memasang janur kuning diatap rumahnya. Tiada lama kemudian Indrajid bersama ayahandanya, Prabu Dasamuka beserta para adik dan putera-putera yang lainnya  mendekati Anoman. Wibisana, Adik Prabu Dasamuka meminta kakaknya bisa berbuat bijaksana. Dimintanya Prabu Dasamuka melepaskan Anoman dan menyuruhnya pulang ke Negara asalnya. Prabu Dasamuka tidak memperdulikan permintaan adiknya.  Prabu Dasamuka segera menyuruh Indrajid segera membakar Anoman. Dengan sekali sulut saja, terbakarlah seluruh tumpukan kayu disekeliling Anoman. Anoman kelihatan sudah terbakar dan sekarang yang nampak hanyalah nyala api yang membumbung tinggi. Api semakin  membesar dan menjilat-jilat sampai setinggi istana. Setelah ikatan Anoman terlepas, Anoman terbang dengan membawa api yang menyala ditubuhnya. Api tidak membakar Anoman. Anoman melemparkan api-api itu keseluruh bangunan istana. Istana Alengka terbakar.  Penghuninya lari pontang-panting.Seluruh bangunan istana habis terbakar. Untunglah masih ada satu tempat yang tidak terbakar, yaitu sebuah rumah gubug milik Tejamantri Togog. Prabu Dasamuka dan segenap keluarga dan perangkatnya mengungsi kerumah Togog. Selesai membakar istana Alengka, Anoman pun meninggalkan Alengka kembali ke negeri Pancawati.  Anoman  sekarang sudah kembali ke Negara Pancawati. Mataharipun mulai bergeser ke barat.Rupanya Bathara Surya telah mengetahui kepulangan Anoman ke Pancawati, sehingga tali pengikat matahari pun dilepas. Anoman  kemudian menceriterakan  semua kejadian yang dialami, khususnya pertemuan dengan Dewi Sinta.Kepada Rama, Anoman menyerahkan titipan Dewi Sinta berupa sisir yang sudah lama tidak dipakainya. Dewi Sinta tidak akan pergi dari Alengka kalau yang menjemput bukan Prabu Rama sendiri. Sehingga ajakan Anoman untuk memboyong Dewi Sintapun ditolak olehnya. Prabu Rama bersedih hati mendengar laporan Anoman, ia terharu mengetahui Dewi Sinta istrinya selalu setya padanya. Prabu Rama  berjanji akan segera menyusul Dewi Sinta ke Alengka, untuk memboyongnya pulang kenegeri Ayodya. Prabu Rama segera bersiap-siap menggelar perang melawan Prabu Dasamuka.Prabu Dasamuka nantinya hanya ada dua pilihan, memilih dengan cara damai yaitu Prabu Dasamuka mengembalikan  Dewi Sinta kepada Prabu Rama, ataukah dengan perang. Untuk  membawa pasukan ke negeri Alengka, Prabu Rama merenca nakan  membuat jembatan atau menambak air laut sehingga di laut ada jalan yang bisa dilewati   pasukan Prabu Rama, mulai dari Pantai Pancawati ke daratan Alengka.***

Javanisch

Basa Jawa nganti Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2015-01-11
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

googleStrategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra jawa di Sekolah & Peran Guru dalam Menyikapi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Model Pembelajaran Bahasa Daerah Dalam kaitan dengan model pembelajaran dalam bentuk ceramah yang dianggap membosankan siswa, model pembelajaran yang sifatnya nonceramah tentu menjadi menarik. Sehubungan dengan itu, pada tahun 2010 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Balai Bahasa Yogyakarta menyusun Buku Pedoman Pengajaran Bahasa Jawa untuk Siswa SMA. Buku itu mengajarkan model pembelajaran bahasa Jawa yang didasarkan pada pendekatan komunikatif. Strategi pembelajarannya berciri (1) semipermainan untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa, (2) didominasi bentuk praktik untuk mengaktifkan siswa, dan (3) menempatkan siswa sebagai pusat.Model pembelajaran itu diakronimkan dengan basjam, yaitu bahasa Jawa yang menyenangkan. Strategi basjam terangkum dalam empat model, yaitu (1) bermain kata, (2) bermain peran, (3) kuis bahasa, dan (4) olah (uthak-athik) aksara Jawa. Berikut gambaran ringkas setiap model. Model pertama ialah model bermain kata. Model itu diterapkan untuk tujuan meningkatkan penguasaan kosakata siswa, baik ngoko maupun krama. Basjam model bermain kata terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) teka-teki silang (TTS) dan (2) skrebel. Peranti yang diperlukan ialah lembar TTS atau lembar skrebel. Model kedua ialah basjam model bermain peran. Model itu diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosakata, penguasaan gramatika, kemampuan bicara, dan kemampuan mengapresiasi sastra. Basjam model bermain peran terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) bermain sandiwara dan (2) berbicara monolog dalam forum resmi dan tidak resmi. Peranti yang diperlukan ialah (penggalan) naskah sandiwara atau teks monolog. Basjam model bermain peran sangat cocok untuk melatih kemampuan aksen berbahasa daerah sebagai salah satu kekhasan sebuah bahasa. Pelatihan aksen itu menjadi penting mengingat banyak generasi muda yang sudah kehilangan aksen bahasa ibu. Pada generasi muda Jawa misalnya, kerancuan aksen terlihat pada ketakpekaan untuk, setidaknya, membedakan lafal [ṭ] dan [t], seperti pada kata sotho ‘pukul’ dan soto ‘soto’; [ḍ] dan [d], seperti pada kata wedhi ‘pasir’ dan wedi ‘takut’; [a] dan [ɔ], seperti pada kata piala ‘piala’ dan piala ’perbuatan buruk’. Model ketiga ialah basjam kuis bahasa. Model kuis bahasa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menyimak sumber tulis dan lisan dalam bahasa daerah. Basjam model kuis bahasa terwujud dalam tiga strategi, yaitu (1) kuis berita, (2) mengubah lagu, dan (3) cerdas tangkas (wastra basa). Peranti yang diperlukan berupa (a) fotokopi teks berita atau CD berita jika strategi yang dipilih ialah kuis berita; (b) lagu yang akan dijawakan jika yang dipilih ialah strategi mengubah lagu; dan (c) papan skor, pengatur waktu, lembar pertanyaan, dan kertas padalarang jika yang dipilih ialah strategi cerdas tangkas. Model keempat ialah basjam olah aksara. Basjam model olah aksara diterapkan untuk tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis dan membaca aksara Jawa. Basjam model olah aksara, secara mendasar, terwujud dalam tiga strategi secara berurutan, yaitu (1) kartu aksara, (2) sanding aksara, dan (3) aksara ubahan. Peranti yang diperlukan ialah kartu kertas padalarang ukuran sedang, misalnya 10 cm x 10 cm. Satu kartu berisi satu aksara. Kartu aksara berfungsi mengenalkan jenis aksara bahasa Jawa. Strategi kedua, sanding aksara, diwujudkan dengan menyandingkan aksara Latin dan Jawa dari sekelompok kata sederhana dengan ciri (a) bersuku terbuka dan (b) merupakan pasangan minimal. Penyandingan dilakukan secara lurus dari atas ke bawah. Penyandingan dimaksudkan untuk lebih mengenalkan kekontrasan bentuk aksara Latin dan Jawa. Strategi terakhir, yaitu aksara ubahan. Strategi aksara ubahan dilakukan untuk mengenalkan adanya perubahan bentuk aksara Jawa yang disebabkan oleh (a) kekhasan distribusi; (b) hadirnya fonem asing (aksara rekan), misal /f atau q/; dan (c) adanya huruf kapital (aksara murda). Model basjam tersebut tergolong mudah untuk diterapkan. Lebih dari itu, model tersebut menjadikan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai akhir pelaksanaan, yaitu evaluasi. Untuk sekadar contoh, berikut gambaran pelaksanaan model kuis bahasa dengan strategi cerdas tangkas atau cerdas cermat. Peranti yang diperlukan meliputi (1) fotokopi teks berita sebagai sumber soal dan (2) kertas padalarang sebagai media soal aksara Jawa. Secara lengkap, pelaksanaan itu menerapkan langkah sebagai berikut. 1) Guru mengumumkan rencana cerdas tangkas setidaknya seminggu sebelum pelaksanaan. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok. Kelompok itu beranggotakan tiga sampai lima siswa. Jumlah seluruh kelompok harus dapat dibagi tiga. 3) Pembentukan gugus (cluster); setiap gugus beranggotakan tiga kelompok. 4) Guru menyerahkan fotokopi teks berita yang berbeda kepada setiap gugus. 5) Guru menjelaskan kewajiban setiap gugus. a) Setiap gugus menentukan teman yang akan bertugas sebagai (a) pembaca berita, (b) pencatat nilai, dan (c) pengatur waktu. b) Setiap gugus menyusun 35 soal beserta jawabannya dengan perincian a. 30 soal berkenaan dengan isi berita: - 18 soal berbentuk ngoko; 12 soal berbentuk krama; - 15 soal kategori wajib dengan perincian 5 soal untuk setiap kelompok, 9 soal untuk lemparan, 6 soal untuk rebutan; b. 5 soal berkenaan dengan penulisan huruf Jawa. 6) Guru menjelaskan aturan perlombaan. - Soal yang dibuat oleh salah satu gugus dikerjakan oleh gugus lain secara acak. - Perlombaan terjadi pada kelompok yang menjadi anggota sebuah gugus. - Setiap kelompok memperoleh lima soal wajib. Soal tidak dialihkan kepada kelompok lain meskipun tidak terjawab. - Setiap kelompok memperoleh tiga soal lemparan. Soal yang tidak terjawab dialihkan ke kelompok lain. - Soal rebutan diberikan kepada kelompok yang terlebih dahulu mengangkat tangan. - Soal dalam bentuk huruf Jawa masuk kategori soal rebutan. Nilai jawaban berjenjang dari 0—15 bergantung pada tingkat kebenaran jawaban. Jawaban ditulis di papan sekaligus dibacakan. 7) Guru menjelaskan dasar penilaian. - Jawaban benar untuk kategori soal wajib dan lemparan bernilai 10. - Jawaban benar untuk kategori soal rebutan bernilai 15. Jika jawaban salah, nilai didenda 5. 8) Guru menjelaskan tugas dan wewenang setiap petugas. - Guru bertugas sebagai juri. - Pembacaan teks berita, pembacaan soal, pencatatan nilai, dan pengaturan waktu dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh gugus. 9) Prapelaksanaan dan saat pelaksanaan cerdas cermat. - Dua hari sebelum pelaksanaan, guru mengumpulkan soal yang sudah dibuat setiap gugus. - Guru mencermati dan membuat catatan atas soal yang sudah dibuat jika dirasa perlu. 10) Guru memandu evaluasi setiap pelaksanaan cerdas cermat. Berdasarkan gambaran tersebut, diketahui bahwa strategi cerdas cermat mudah untuk dilaksanakan karena tidak memerlukan media dan peranti yang sulit. Selain itu, model cerdas cermat akan membiasakan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai dengan akhir pelaksanaan. Selebihnya, model cerdas cermat juga mengaktifkan potensi verbal siswa, terutama pada saat evaluasi. Evaluasi biasanya akan memunculkan diskusi, baik tentang (a) cara pembacaan teks yang mungkin terlalu cepat atau tidak jelas, (b) waktu yang terlalu singkat, (c) jawaban yang kurang tepat, maupun (d) penulisan aksara Jawa yang terlalu kecil. Pada tahap evaluasi, selain sebagai fasilitator, guru berfungsi sebagai mediator. Tidak kalah menarik dengan model basjam ialah model pembelajaran bahasa Bugis berbasis siri na pesse yang ditawarkan oleh Saleh (2012). Model itu bertujuan menanamkan empat pilar nilai luhur siri na pesse yang disandingkan dengan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. Empat pilar siri na pesse itu meliputi lempu ‘jujur’, acca ‘cerdas’, warani ‘berani’, dan mappesona ri Dewata seuwa ’tawakal’. Adapun tujuh komponen pembelajaran kontekstual itu ialah constructivism, inqury, questioning, modelling, learning community, reflection, dan authentic assessment. Penyandingan nilai luhur siri na pesse dengan tujuh komponen pembelajaran kontekstual diwujudkan dalam bentuk permainan tradisional. Tujuannya agar pembelajaran menyenangkan dan siswa kembali akrab dengan permainan tradisional. Dalam pelaksanaannya, nilai siri na pesse yang akan ditanamkan dan komponen pembelajaran kontekstual yang akan diterapkan harus disesuaikan dengan jenis permainan yang dipilih, misalnya tentang penanaman sikap warani ’berani’ dan acca ‘cerdas’. Untuk menyesuaikan karakter warani dan acca, pilar pendekatan kontekstual yang cocok digunakan ialah cooperative learning. Jenis permainannya dipilih tudang sipulung yang memang memeluangi terjadinya diskusi. Dengan strategi itu, nilai warani dan acca tecermin melalui keberanian dan kemampuan siswa untuk menanggapi topik yang sudah disepakatkan. Prinsip kooperatif terlatihkan melalui kebijakan siswa dalam memanfaatkan kartu sebagai jatah untuk berbicara. Seperti halnya model basjam, model pembelajaran berbasis siri na pesse juga mengaktifkan siswa di samping mengaktivasi otak kanan. Aktivasi terjadi sesuai dengan terciptanya suasana yang menyenangkan dan kesadaran untuk bersyukur. Bersyukur karena memiliki kartu hak bicara berarti juga sebagai pembatasan untuk berbicara. Dalam kaitan dengan pemelajaran aksara daerah, perlu disosialisasikan pula metode baru, metode yang telah dilakukan oleh Baso (2012) patut dijadikan contoh. Keberhasilan Baso membuat prototipe true type fonts lontara yang dinamai Lontara Yusring serta mengintegrasikannya ke program multimedia interaktif merupakan sebuah lompatan yang panjang. Keberhasilan itu jelas merupakan penyederhanaan atas kerumitan pembelajaran aksara lontara karena keasingan siswa akan bentuk hurufnya. Dengan aplikasi Lontara Yusring, pengguna tidak perlu lagi menghafal dan menggoreskan setiap aksara, tetapi cukup dengan menekan tuts keyboard. Oleh sebab itu, menulis dalam aksara lontara tidak lagi berbeda dengan menulis dalam aksara Latin. Selain itu, Lontara Yusring juga dapat diintegrasikan pada program interaktif apa pun sejauh berbasis http. Dengan demikian, masyarakat Bugis dapat berinteraksi melalui internet dengan aksara lontara, baik melalui facebook, twitter, maupun model interaktif yang lain. Media tersebut merupakan media yang sangat diakrabi generasi muda. “Kedekatan” yang seperti itu diharapkan akan mengakrabkan dan mengembalikan kebanggaan generasi muda akan aksara daerah. PENDEKATAN Pendekatan adalah suatiu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai pengajaran suatu bidang studi yang memberi arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan kepada asumsi yang berkaitan. 1. Pendekatan komunikatif Pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi (Syafi’ie, 1993: 17, Hymes dalam Brumfit, 1987: 2, dan Djiwandono, 1996: 13). Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Berdasarkan prinsip pendekatan komunikatf, pengajaran menulis harus diarahkan pada penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pembelajaran menulis surat. 2. Pendekatan Integratif Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus satu keterampilan. Misalnya, para siswa sedang belajar keterampilan menulis maka ketiga keterampilan yang lainnya harus dilatihkan juga, tetapi kegiatan tersebut tetap difokuskan untuk mencapai peningkatan kualitas menulis. 3. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif Pendekatan cara belajar siswa aktif diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa. Artinya, siswa secara aktif terlibat dalam proses pengajaran. 4. Pendekatan Belajar Kooperatif Belajar kooperatif merupakan suatu metode yang mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Siswa bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas. 5. Pendekatan Tujuan Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. 6. Pendekatan Struktural Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan. Dengan pendekatan struktural siswa akan menjadi cermat dalam menyusun kalimat, karena mereka memahami kaidah-kaidahnya. 7. Pendekatan Kontekstual Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mempunyai konsep, guru menggunakan objek di sekitar siswa sebagai media pembelajaran di kelas. Misalnya peristiwa kebakaran di Pasar Juwana dapat dijadikan bahan atau materi menulis artikel. METODE Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Terdapat metode-metode pembelajaran dari metode yang berpusat pada guru (ekspositori), seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, sampai dengan metode yang berpusat pada siswa (discovery/ inquiry), seperti eksperimen. 1. Metode ceramah merupakan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. 2. Metode tanya jawab merupakan metode mengajar dimana guru menanyakan hal-hal yang sifatnya faktual. 3. Metode diskusi, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menggunakan informasi yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. 4. Metode kerja kelompok, dengan metode ini siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 5. Metode demonstrasi dan eksperimen, dengan demonstrasi guru atau narasumber atau siswa mengadakan suatu percobaan. 6. Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan metode mengajar dengan cara mendramatisasikan masalah-masalah hubungan sosial. Merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 7. Metode pemberian tugas belajar dan resitasi, dengan metode ini guru memberikan tugas, siswa mempelajari kemudian melaporkan hasilnya. 8. Metode karyawisata, merupakan suatu metode mengajar di mana guru mengajak siswa ke suatu objek tertentu dalam kaitannya dengan mata pelajaran di sekolah. 9. Drill atau pemberian latihan merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang dipelajari. 10. Metode debat, merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. 11. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 12. Cooperative Script, adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 13. Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/ diurutkan menjadi urutan logis. 14. Metode Jigsaw, dalam metode ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/ subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Selain metode-metode di atas, dikemukakan juga metode pembelajaran bahasa yang lainnya, yaitu: 1. Metode langsung Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Di dalam metode langsung terdapat 5 fase yaitu demonstrasi, pembimbingan,pengecekan, dan pelatihan. Di dalam metode ini terdapat teknik dalam pembelajaran menulis yaitu teknik gambar atau menulis langsung. 2. Metode Komunikatif Desain yang bermuatan metode komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Metode komunikatif dapat dilakukan dengan teknik menulis dialog. Siswa menulis dialog tentang yang mereka lakukan dalam sebuah aktivitas. Kegiatan ini dapat dilaksanakan perseorangan maupun kelompok 3. Metode Integratif Integratif berarti menyatukan beberap aspek ke dalam satu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Metode inregratif dapat dilaksanakan dalam pembelajaran mambaca dengan memberi catatan bacaan. Siswa dapat membuat catatan yang diangap penting atau kalimat kunci sebuah bacaan. Dalam melakukan kegiatan membaca sekaligus siswa menulis. 4. Metode Tematik Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Yang perlu dipahami adalah tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas, kontemporer, kongkret, dan konseptual. Tema yang telah ditentukan harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman. 5. Metode Konstruktivitas Asumsi sentral metode konstruktivistik adalah belajar itu menemukan. Artinya, meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam pemahaman mereka. Metode konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran generatif strategi bertanya, inkuiri, atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). 6. Metode Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun metode ini dapat diterapkan dal

Javanisch

google translation Javanese Indonesian

Letzte Aktualisierung: 2015-01-03
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Biarkan saya tetap masuk Lupa kata sandi Anda? Mendaftar SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO 16 Agustus 2013 pukul 16:48 Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarnoyang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar. Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan. Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah. Namun banyak yang tidak tahu wanita seperti apa yang dicintai Sang Putra Fajar itu. Untuk urusan kriteria ternyata Bung Karno bukanlah sosok pria neko-neko. Perhatian Bung Karno akan mudah tersedot jika melihat wanita sederhana yang berpakaian sopan. Lalu, bagaimana Bung Karno memandang wanita berpenampilan seksi? Pernah di satu kesempatan ketika sedang jalan berdua dengan Fatmawati, Bung Karno bercerita mengenai penilaiannya terhadap wanita. Kala itu Bung Karno benar-benar sedang jatuh hati pada Fatmawati. "Pada suatu sore ketika kami sedang berjalan-jalan berdua, Fatmawati bertanya padaku tentang jenis perempuan yang kusukai," ujar Soekaro dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antar Kota. Sesaat Bung Karno memandang sosok Fatmawati yang saat itu berpakaian sederhana dan sopan. Perasaan Bung Karno benar-benar bergejolak, dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku memandang kepada gadis desa ini yang berpakaian baju kurung merah dan berkerudung kuning diselubungkan dengan sopan. Kukatakan padanya, aku menyukai perempuan dengan keasliannya, bukan wanita modern yang pakai rok pendek, baju ketat dan gincu bibir yang menyilaukan," kata Soekarno. "Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring," tambahnya. Mungkin saat itu Fatmawati begitu terpesona mendengar jawaban Soekarno yang lugas. Sampai pada akhirnya jodoh mempertemukan keduanya. Soekarno menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943, dan dikarunia 5 anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. "Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak," katanya. Menurut pengakuan Ibu Fatmawati, dia dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia. "Kami tidak pernah merayakan kawin perak atau kawin emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978. Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari. Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. "Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007. Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua. Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong. Setlah itu Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". Detik Detik Kematian Sang Presiden Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Isu di bunuh secara perlahan Banyak Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderit

Javanisch

google translation Javanese Indonesian

Letzte Aktualisierung: 2014-11-21
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Indonesisch

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain. Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan. Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu. Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya. Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu. Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya. Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya. Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak. Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-11-20
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Korawa mengangkat Adipati karna sebagai senopati perang setelah Burisrawa gugur. Hari itu sudah gelap, dan menurut aturan perang, perang dihentikan sementara. Namun tidak tahu mengapa Korawa melanggar aturan itu dan mengirim senopati perangnya malam itu. Adipati Karna menerabas dan menghancurkan pasukan Pandawa di garda depan. Para penjaga perkemahan tidak mampu menandingi krida sanga Adipati. Berita itu cepat terdengar hingga perkemahan Pandawa Mandalayuda. Sri Kresna kemudian memanggil Raden Haryo Gatotkaca, raja Pringgodani, putera Raden Bratasena dan Dewi Arimbi. Di sampan Sri kresna, Raden Bratasena (Bimasena) berdiri layaknya gunung memperhatikan dengan seksama apa yang dibicarakan antara Sri kresna dan puteranya. Kresna : ”Anakku tersayang Gatotkaca….Saat ini Kurawa mengirimkan senopati nya di tengah malam seperti ini. Rasanya hanya kamu ngger yang bisa menandingi senopati Hastina di malam gelap gulita seperti ini” Gatotkaca : ”Waduh, wo prabu…..terimakasih Wo. Yang saya tunggu – tunggu akhirnya sampai juga kali ini. Wo prabu, sejak hari pertama perang Baratayuda saya menunggu perintah wo prabu untuk maju ke medan perang. Wo prabu Kresna, hamba mohon do’a restu pamit perang. Wo hamba titipkan istri dan anak kami Danurwindo. Hamba berangkat wo, Rama Wrekudara mohon pamit….” Setelah mendapat perintah dari Sri Kresna, Gatotkaca dalam sekejap tidak terlihat. Sebenarnya, Sri Kresna merasakan bahwa inilah saatnya Gatotkaca mati sebagai pahlawan Pandawa. Namundi atidak mau merusak hati adik-adiknya Pandawa. Namun ia harus mempersiapkan hati Werkudara untuk menerima kenyataan yang mungkin akan memilukannya nanti. Kresna : “Wrekudoro…“ Werkudara : “Injih, kakang Kresna“ (Injih = iya) Kresna : “Aku kok agak merasa aneh dengan cara pamitan Gatotkaca, mengapa harus menitipkan istri dan anaknya ??“ Werkudara : “Wah…Kakang seperti anak kecil. Orang berperang itu kalau nggak hidup ya mati. Ya sudah itulah anakku Gatotkaca, dia mengerti tugas dan akibatnya selaku satria.“ Kresna : “Oo..begitu ya, ya sudah kalau begitu. Kita sama – sama doakan mudah-mudahan yang terbaik yang akan diperoleh anakmu Gatotkaca.“ (Sebenarnya Kresna hanya mengukur kedalaman hati dan kesiapan Werkudara). Malam semakin larut, namun di angkasa ladang Kurukhsetra kilatan ribuan nyala obor menerangi bawana. Nayal obor ribuan prajurit kedua belah pihak yang saling hantam gada, sabet pedang, lempar tombak dan kelebat kelewang dan juga hujan anak panah. Gatotkaca mengerahkan semua kemampuannya, dikenakannya Kutang Antakusuma, terompah Basunanda dan dikeluarkannya seluruh tenaga yang dimilikinya. Ia tebang mengangkasa dan sesekali menukik turun menyambar mangsanya. Sekali sambar, puluhan prajurit Hastina tergelepar tanpa daya dengan terpisahnya kepala-kepala mereka dari gembungnya. Sejak ia lahir, Gatotkaca memang sudah menunjukkan tanda-tand kedigdayaannya. Ari-arinya tidak bisa diputus dengan senjata apapun. Kuku Pancanaka Bimasena mental, keris Pulanggeni Arjuna tiada arti, dan semua senjata di Amarta sudah dicoba namun tidak ada yang mamou memutuskan tali pusarnya. Para sesepuh Amarta termasuk Sri Kresna sudah kehabisan akal bagaimana menolong Sang jabang bayi Dewi Arimbi. Raden Arjuna, sang paman kemudian menyingkir sejenak , dan atas saran Sri Kresna, ia menepi untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Esa untuk mengatasi masalah itu. Di kahyangan Suralaya, permintaan Arjuna didengar oleh para Dewa. Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada untuk memberikan senjata berupa keris Kunta Wijayandanu untuk memotong ari-ari bayi Dewi Arimbi itu. Bathara Narada turun dengan membawa senjata Kunta untuk diserahkan kepada Arjuna yang saat itu ditemani oleh para punokawan, abdi tersayang. Namun, di tempat lain Adipati Karna juga sedang mengadu kepada ayahnya, Bethara Surya, memohon welas asih agar diberi sebjayta andalan guna menghadapi perang besar nanti. Dewa Surya kemudian menyarankan anaknya untuk merampas senjata Kunta dari Bethara Narada. Karna dan Arjuna adalah saudara seibu yang wajah dan perawakannya sangat mirip, hanya suaranya saja yang membedakannya. Maka ketika Adipati Karna dirias oleh Dewa Surya menyerupai Arjuna, Bethara Narada tidak bisa lagi membedakan mana Arjuna dan Adipati Karna. Demi membantu sang putera, Dewa Surya juga mengubah siang yang terik dan terng benderang, tiba-tiba meredup seolah menjelang malam, dan dengan upaya dan rekayasanya, terjadilah gerhana surya. Bethara narada yang sudah tua dengan wajah yang selalu mendongak ke atas itu semakin rabun karena gerhana ini. Adipati karna kemudian mencegat Bethara Narada dan tanpa rasa curiga, ia memberikan senjata Kunta kepada Arjuna palsu. Karena tugasnya sudah selesai, maka ia berniat untuk kembali ke kahyangan, namun ditemuinya Arjuna lagi yang diiringi para Punokawan. Sadar bahwa dirinya tertipu, ia lalu memerintahkan Arjuna untuk merebut senjata Kunta dari angan Adipati Karna. Perang tanding antara Arjuna dan Karna pun tidak bisa dihindarkan. Namun, Raden Arjuna hanya berhasil merebut warangka senjata Kunta dari Adipati Karna. Ia kemudian kembali ke Amarta, dan ari-ari jabang bayi Arimbi yang kelak bernama Gatotkaca itu bisa diputus dengan warangka itu. Keanehan pun terjadi ketika sesaat setelah ari-ari jabang bayi diputus, seketika wearangka itu hilang dan menyatu ke dalam perut si jabang bayi. Sekarang saat perang besar Baratayuda terjadi, sudah takdirnya Senjata Kunta mencari warangkanya di tubuh Raden Gatotkaca. Tidak berarti sesakti apapun Gatotkaca, yang konon berotot kawat, tulang besi dan kesaktiannya kuga ditempa di kawah Candradimuka, namun garis tangan Gatotkaca hanyalah sampai disini. Di gerbang yang memisahkan antara alam fana dengan alam baka, sukma Kalabendana, paman Gatotkaca yang sangat menyayangi Gatotkaca sudah menunggu untuk sowan ke pengayunan yang Maka Pemberi Hidup. Bahkan, karena begitu sayangnya, Kalabendana tidak akan kembali ke asal kehidupannya jika tidak bersama keponakannya itu. Di ladang Pertempuran, Karna sudah siap dengan busur panahnya dengan anak panah Kunta Wjayandanu. Dalam hatinya berbisik, “ Anakku cah bagus, belum pupus bekas ari-arimu, berani-beraninya kamu menghdapi awakmu ini. Bukan kamu yang aku tunggu ngger..Arjuna mana? Ya..ya..sma-sama menjalani darma satria, ayo aku antarkan kepergian syahidmu dengan Kunta wijayandanu ini”. Sementara Gatotkaca, mata elangnya sangat tajam tahu semua gerak-gerik Sang Adipat Karna. Dia tahu riwayatnya, dia tahu bahwa warangka senjata Kunta ada dalam tubuhnya yang selama ini menyokong kekuatannya. Dicobanya untuk mengulur takdir, ia lalu terbang diantara awan-awan gelap yang menggantung tinggi di langit, mencoba menyembunyikan tubuhnya diantara gelapnya awan. Namun takdir memang tidak bisa dipercepat atau ditunda. Kunta Wijayandanu terlepas dari busur adipati Karna, yang ketepatan dalam mengolah dan mengarahkan panah hamper mendekati sempurana dan hanya Arjuna yang mampu menandinginya. Secepat kilat, Kunta Wiajayndanu melesat ke angkasa. Di angkasa, Kalabendana sudah siaga menunggu tunggangan, dan dengan sigap ia menumpang ke senjata Kunta. Senjata Kunta dan Kalabendana, menghujam ke dada gatotkaca membelah jantung putera kinasih Bratasena itu. Dalam sekaratnya, Gatotkaca berucap,” Aku mau mati kalau dengan musuh ku…”. Tubuh Gatotkaca jatuh mengarah ke kereta Basukarna. Namun Basukarna bukanlah ksatria biasa, ia secepat kilat melompat dari keretanya. Jasad Gatotkaca menimpa kereta, keretanya hancur lebur, pun dengan delapan kuda dan kusirnya tewas dengan jasad yang tak terbentuk. Gugurnya Gatotkaca menjadi berita gembira bagi kubu Korawa. Para prajurit bersorak-sorai mengeluk-elukan sang Senopati. Kepercayaan diri mereka berlipat, semangat perang mereke meningkat dan keyakinan diri bertambah akan memenangi perang akbar ini. Sebaliknya, kesedihan mendalam meliputi pihak Pandawa. Werkudara hamper tidak bisa menguasai dirinya, melihat kematian Gatotkaca. Werkudara : ”Gatot…, jangan kamu yang mati biar aku saja bapakmu…Hmmm Karno…..!!! beranimu hanya dengan anak kemarin sore..Ayo lawanlah Bapaknya ini kalau kamu memang lelaki sejati…!”. Sementara sang ibu, Arimbi juga tidak kuat menahan emosi. Arimbi menceburkan dirinya ke perapian membara yang telah disiapkannya. Sudah menjadi tekatnya, jika nanti anak kesayangannya mati sebelum kepergiannya kea lam kelanggengan, dia akan nglayu membakar diri. Dengan demikian, Pandawa kehilangan dua keluarga sekaligus. Werkudara kehilangan anak tersayang dan istri tercintanya. Namun keturunan tidaklah terputus, baik Antareja maupun Gatotkaca telah mempunyai anak laki-laki sebagai penerus Werkudara. Fajar menjelang, jenazah Gatotkaca dan abu Arimbi selesai diupakarti sesuai dengan ageman dan keyakinan mereka. Sri Kresna sudah bisa menenangkan Werkudara dan para Pandawa yang lain. Namun tugas harus dilanjutkan, saatny amengatur strategi dan menuntaskan perang.

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-11-16
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Sebagai deodorant alami. Bau badan tentu menyiksa. Tapi jangan kesal sebab dengan daun jambu Anda bisa mengusirnya sesegera mungkin. Caranya mudah, cukup lumatkan daun jambu biji dan oleskan pada ketiak Anda. Bau badan akan hilang seketika. Hal ini terlah dianjurkan sejak dahulu kala oleh nenek moyang kita dan telah dibuktikan secara medis. Mengobati penyakit diare. Caranya cukup mudah, ambil daun jambu biji sebanyak 30 gram dan tambahkan dengan tepung berasa kurang lebih segenggam tangan Anda. Rebus dengan air sebanyak 1 sampai 2 gelas dan minum air rebusannya di pagi dan sore hari. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa langsung mengunyah daun jambu biji muda bersama sedikit garam dan langsung telan. Obat ini secara alami akan membantu mengusir diare Anda. Untuk mengobati penyakit sariawan, Caranya cukup mudah, ambil daun biji 1 genggam dan rebus bersama air sebanyak 1 liter dan tambahkan juga kulit batang jambu sebantak 1 jari anda. Minum air rebusannya secara teratur dua kali dalam sehari. Luka dan Borok. Untuk menanggulangi kedia hal ini, cukup lumatkan daun jambu dengan cara dikunyag. Lalu tempelkan pada kulit yang luka. Kombinasi air liur dan juga daun jambu akan mempercepat penyembuhannya. Ambeien. Jika Anda terkena penyakit ini, jangan panik. Cukup ambil beberapa helai daun jambu yang masih mudan dan tambah dengan pisang batu. Haluskan keduanya dengan cara ditumbuh dan kemudian airnya diambil dan diminum setiap harinya hingga penyakit Anda lenyap. Mengusir kembung. Caranya ambil daun jambu biji dan rebus dengan 2 gelas air. Tambahkan juga ½ jari kulit dari pulosari dan adas sebanyak 5 butir. Rebus sampai airnya susut menjadi 1 gelas. Minum teratur setiap hari 1 cangkir hingga sembuh.

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-11-16
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

KUNANTI HARI FITRI Lantunan doa mengalir sekujur darah Melekat sungguh lekat Pejamkan mata menyusup makna Resapi bagian terkecil kehidupan Teringat setitik hina dan seluas pandangan dosa Terkeruk pasrah sucikan diri Aduhai ringan tubuh ini Melayang lepas tinggalkan bait-bait pahit Malam hilang terbitlah sang fajar Mencerahkan gelap dengan dinginnya embun Kunanti hari fitri itu Penuh harap kan fitrah diri

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-11-12
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Jaka Tarub adalah seorang pemuda gagah yang memiliki kesaktian. Ia sering keluar masuk hutan untuk berburu di kawasan gunung keramat. Di gunung itu terdapat sebuah telaga. Tanpa sengaja, ia melihat dan kemudian mengamati tujuh bidadari sedang mandi di telaga tersebut. Karena terpikat, Jaka Tarub mengambil selendang yang tengah disampirkan milik salah seorang bidadari. Ketika para bidadari selesai mandi, mereka berdandan dan siap kembali ke kahyangan. Salah seorang bidadari, karena tidak menemukan selendangnya, tidak mampu kembali dan akhirnya ditinggal pergi oleh kawan-kawannya karena hari sudah beranjak senja. Jaka Tarub lalu muncul dan berpura-pura menolong. Bidadari yang bernama Nawangwulan itu bersedia ikut pulang ke rumah Jaka Tarub karena hari sudah senja. Singkat cerita, keduanya lalu menikah. Dari pernikahan ini lahirlah seorang putri yang dinamai Nawangsih. Sebelum menikah, Nawangwulan mengingatkan pada Jaka Tarub agar tidak sekali-kali menanyakan rahasia kebiasaan dirinya kelak setelah menjadi isteri. Rahasia tersebut adalah bahwa Nawangwulan selalu menanak nasi menggunakan hanya sebutir beras dalam penanak nasi namun menghasilkan nasi yang banyak. Jaka Tarub yang penasaran tidak menanyakan tetapi langsung membuka tutup penanak nasi. Akibat tindakan ini, kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa. Nawangwulan bergabung kembali bersama bidadari lain. Akibat hal ini, persediaan gabah di lumbung menjadi cepat habis. Ketika persediaan gabah tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendangnya, yang ternyata disembunyikan suaminya di dalam lumbung. Nawangwulan yang marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut mengancam meninggalkan Jaka Tarub. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya saja, pada waktu-waktu tertentu ia rela datang ke marcapada untuk menyusui bayi Nawangsih

Javanisch

google agensi Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-11-08
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Khrisna adalah anak ke delapan dari pasangan dari Prabu Basudewa (Vasudev) dan Puteri Dewaki. Sering juga dikisahkan beliau adalah anak ketiga dari pasangan tersebut. Tersebutlah Prabu Basudewa dan Dewaki harus menghabiskan masa di tahanan, karena diramalkan putera-nya akan membunuh pamannya sendiri, Prabu Kangsa (Raja Kamsa). Untuk menghindari ramalan tersebut, Prabu Kangsa pun mengurung Basudewa dan Dewaki dan membunuh setiap anak yang terlahir dari pasangan tersebut. Seketika sampai pada putera ke tujuhnya, putera ketujuh tersebut menghilang dan tidak sempat dibunuh. Begitu pula pada putera ke delapannya, Prabu Basudewa memilih untuk mengeluarkannya secara sembunyi-sembunyi. Kisah lain ada yang menyebutkan bahwa saat masih bayi, Khrisna keluar sendiri dari penjara bersama dua saudaranya. Kisah lain pun ada yang menyebut, bahwa 3 putera terakhir Prabu Basudewa dikirim secara ajaib ke rahim Yasoda di Vrindavana. Putera-putera Prabu Basudewa tersebut selanjutnya kita kenal dengan Balaram, Khrisna, dan Subadhra (Prabu Baladewa, Sri Kresna, dan Dewi Subadra).

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-10-28
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain. Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan. Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu. Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya. Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu. Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya. Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya. Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak. Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Javanisch

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Letzte Aktualisierung: 2014-09-30
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym

Indonesisch

Dahulu kala hiduplah seorang pemuda bernama Malin Kundang. Malin Kundang tinggal bersama ibunya, bapaknya sudah lama merantau dan belum kembali pulang.Pada suatu hari Malin Kundang ingin sekali merantau, karena ia melihat seseorang yg telah kembali merantau menjadi orang kaya.Teringat dengan masalah ekonomi yg diderita Malin Kundang dan ibunya, Malin Kundang ingin merubah kehidupan dirinya dan ibunya. Diapun meminta izin pada ibunya, " Ibu , bolehkah saya merantau ? "tanya Malin Kundang "Malin, cukup sudah ibu kehilangan bapakmu nak, sekarang ibu tidak mau kehilang kamu lagi nak "jawab sang ibu "Tetapi bu, aku ingin merubak kehidupan kita bu, dan siapa tahu aku betemu bapak ketika aku merantau "kata Malin Kundang "Yasudah, bila tekad mu sudah kuat, ibu akan mengizinkan mu merantau, asal kamu tidak boleh melupakan ibu " kata sang ibu "Trimakasih bu, aku janji tidak akan melupakan ibu, dan aku akan mengubah kehidupan kita bu, aku Janji !"kata Malin Kundang bertrimahkasih. Pagi hari Malin Kundang bersiap siap untuk berangkat merantau. " Ibu aku pamit bu... " pamit Malin Kundang " Nak.. hati hati nak, ibu akan selalu mendoakan mu nak, doa ibu bersama mu nak. Jangan lupakan ibumu ini nak "pesan sang ibu. kapal Malin Kundang pun berangkat.Dengan hati sedih sang ibu melepas kepergian anaknya. Diperantauan Malin Kundang bertemu dengan saudagar kaya. Malin Kundang jatuh cinta dengan anak gadis saudagar kaya tersebut. Akhirnya Malin Kundang pun menikahi gadis tersebut.Lama kelamaan ia lupa pada ibunya.Suatu hari Malin Kundang ditugaskan berdagang di kampung halamannya.Dia pun berangkat bersama istrinya.Kedatangan Malin Kundang dilihat oleh teman Malin Kundang dahulu sebelum merantau, taman Malin Kundang tersebut memberi tahu kepada ibu Malin Kundang bahwa malin Kundang sudah pulang dan bersama istrinya. Ibunya mendatangi Malin Kundang. " Oh anakku akhirnya kau kembali dan membawakan ibu seorang menantu"kata sang ibu " Siapa kamu, aku tidak mengenalimu ?"kata Malin Kundang " Aku ini ibumu nak, kau tak ingat. Ibu yg telah melahirkanmu."jawab sang ibu " Ibuku sudah meninggal, jadi aku tidak mempunyai ibu !"tukas Malin Kundang "Siapa ini Malin ?Apakah ini ibumu ?" tanya istri Malin Kundang " Bukan siapa siapa.Ini orang gila yg mengaku ngaku sebagai ibuku!" jelas Malin pada istrinya Malin Kundang dan istrinya pun meninggalkan sang ibu. Sang ibu pun berdoa. "Ya tuhan, anakku telah durhaka pada ku kutuklah dia menjadi batu !' Dan akhirnya Malin Kundang dan istrinya dikutuk menjadi batu.

Javanisch

google agensi nganti Jawa Indonesia

Letzte Aktualisierung: 2014-09-19
Nutzungshäufigkeit: 1
Qualität:

Referenz: Anonym
Warnung: Enthält unsichtbare HTML-Formatierung

Eine bessere Übersetzung mit
4,401,923,520 menschlichen Beiträgen

Benutzer bitten jetzt um Hilfe:



Wir verwenden Cookies zur Verbesserung Ihrer Erfahrung. Wenn Sie den Besuch dieser Website fortsetzen, erklären Sie sich mit der Verwendung von Cookies einverstanden. Erfahren Sie mehr. OK