Ask Google

Results for terjemah subur translation from English to Indonesian

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

English

Indonesian

Info

English

traslite terjemah

Indonesian

What did it leave behind

Last Update: 2020-06-04
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

gogle terjemah

Indonesian

gogle Terjemah

Last Update: 2016-03-03
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

terjemah bahasa arab

Indonesian

syarif

Last Update: 2015-01-25
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

terjemah inggris keindonesia

Indonesian

Terjemah inggris keindonesia

Last Update: 2017-08-14
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

Experience terjemah english

Indonesian

Sahabatku

Last Update: 2014-05-07
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

gogle terjemah indonesia inggris

Indonesian

apakah kamu sudah makan sayang

Last Update: 2020-02-09
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

google terjemah ingris ke indonesia

Indonesian

We are not just a team

Last Update: 2020-02-08
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

google terjemah indonesia ke inggris

Indonesian

How r u ? Friend

Last Update: 2015-02-11
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

google terjemah indonesia ke inggris

Indonesian

Student Concept Understanding of Natural Products Chemistry in Primary and Secondary Metabolites Using the Data Collecting Technique of Modified CRI

Last Update: 2014-12-08
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

google terjemah indonesia ke inggris

Indonesian

THERE ARE OVER 300 ETHNIC GROUPS IN INDONESIA THE LARGEST ETHNIC GROUP IN INDONESIA IS THE JAVANESE WHO MAKE UP NEARLY 42% OF THE TOTAL POPULATION.

Last Update: 2014-11-15
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

ibu selalu menyiram pokok bunganya supaya subur dan sihat

Indonesian

Bunga kesayanganku kering ini semua gara gara adikku yang tidak pernah menyiramnya. Bagaimana ini?

Last Update: 2014-01-30
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

Terjemah kan bahasa inggris ke bahasa indonesia yes sure.that'sa good idea

Indonesian

Terjemah kan bahasa inggris ke bahasa indonesia ya sure.that'sa ide bagus

Last Update: 2017-04-19
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous

English

terjemah ejaan My I have another sih tik story book please erjemahan bhs inggris keindonesia

Indonesian

Terjemah Ejaan saya memiliki tik buku lain cerita sih silahkan erjemahan bhs inggris keindonesia

Last Update: 2016-03-17
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

English

This study aims to determine differences of production, the physical quality and chemical quality of dairy cattle mastitis patients before and after treatment with antibiotics penicillin-streptomycin. This research was conducted in farmer group (KTT) Subur Makmur, Banyuanyar Village, District Ampel, Boyolali. The material used is 15 cows PFH suffering from mastitis in lactation period 3rd trimester, aged 3 to 5 years. Combinations of antibiotics used is penicillin G 3 grams of mixed powder injection streptomycin sulfate injection of 1 gram powder is then dissolved with aquadestilata until volume of 15 ml. Antibiotics do 1 times a day for 5 days intramuscularly and intramammae. This research was carried out experimentally with two treatments and 15 replications. Data were analyzed by paired sample t-test (paired sample t-test). The analysis showed highly significant (P0,05) against density. The conclusion of this research is the treatment of penicillin-streptomycin antibiotic use in dairy cows mastitis patients effectively improve the production, chemical quality and physical qualities but can not improve the density of milk

Indonesian

simple present tense

Last Update: 2018-03-19
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

English

Cerita Rakyat Sumatera Barat Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan. Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Indonesian

write your messagenenglishphrastranslation

Last Update: 2014-09-22
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

English

Cerita Rakyat Sumatera Barat Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan. Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu. Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya. Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya. Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Indonesian

Subang,22 September 2014 Untuk temanku: Rista Maytasa Di Bandung Assalamu'alaikum.. Apa kabarmu disana Rista? Semoga selalu sehat ya. Alhamdulillah aku di Subang juga dalam keadaan sehat wal'afiat tidak kurang satu apapun. Bagaimana sekolahmu, lancar kan? Pasti senang ya bisa masuk ke Sekolah Negeri kota Bandung. Semoga selalu lancar sampai lulus nanti. Walaupun aku hanya bisa masuk di Sekolah Negeri Subang di Jalancagak ini, tapi aku juga tetep senang sekali karena bisa masuk jurusan yang aku mau. Kemarin MOPD-nya seru lho. Aku disuruh bawa aneka jajan pasar yang akhirnya dimakan bersama - sama dengan senior. Kalau di Bandung, kamu MOPD-nya disuruh bawa apa? Peyeum? hehehe. Oh iya, kemarin aku ditelepon Kak Tian, katanya angkatan kita belum ada yang daftar ke keluarga alumni SMPN 2 Jalancagak..hihihi...aku malah belum tau kalau ada ikatan keluarga alumni. Kamu mau daftar ngga Tha? daftar barengan yuuk..katanya sih untuk data kalau suatu saat nanti ada undangan reuni. Wah jadi panjang deh cerita - ceritanya. Oiya, kalo bales surat ini tolong dialamatkan ke Email ini saja ya. Aku ada rencana pindah kost bulan depan. Nanti kalau sudah pindah ke kost yang baru pasti aku kabarin alamatnya. Baik - baik disana ya..jaga diri dan jaga kesehatan..sukses selaluuu.. Wassalamu'alaikum.. Siska Nurniani Nurjanah

Last Update: 2014-09-22
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Get a better translation with
4,401,923,520 human contributions

Users are now asking for help:



We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK