Usted buscó: hamil (Indonesio - Javanés)

Contribuciones humanas

De traductores profesionales, empresas, páginas web y repositorios de traducción de libre uso.

Añadir una traducción

Indonesio

Javanés

Información

Indonesio

hamil

Javanés

ngandhut

Última actualización: 2015-04-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

poto memek ibu hamil

Javanés

pus wanita ngandhut

Última actualización: 2017-05-31
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

foto memek ibu hamil

Javanés

pus wanita ngandhut

Última actualización: 2017-02-22
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

gambar memek ibu hamil

Javanés

pus gambar wanita ngandhut

Última actualización: 2015-09-04
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

video memek ibu hamil

Javanés

pus wanita ngandhut

Última actualización: 2018-02-12
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

google terjemahan bahakenduri dalam kamus besar bahasa indonesia (kbbi) berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah,dan sebagainya.[1] kenduri atau yang lebih dikenal dengan sebuatan selamatan atau kenduren (sebutan kenduri bagi masyarakat jawa) telah ada sejak dahulu sebelum masuknya agama ke nusantara.[1] dalam praktikya, kenduri merupakan sebuah acara berkumpul, yang umumnya dilakukan oleh laki-laki, dengan tujuan meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dari sang penyelenggara yang mengundang orang-orang sekitar untuk datang yang dipimpin oleh orang yang dituakan atau orang yang memiliki keahlian dibidang tersebut.[2] [3] seperti : kiyai.[2] [3] pada umumnya, kenduri dilakukan setelah ba'da isya, dan disajikan sebuah nasi tumpeng dan besek (tempat yg terbuat darr anyaman bambu bertutup bentuknya segi empat yang dibawa pulang oleh seseorang dari acara selametan atau kenduri) untuk tamu undangan.[2] [3] sedangkan bagi kaum perempuan , kenduri memberikan ruang privasi untuk kaum wanita dalam berbagi informasi baik tentang keluarga sendiri maupun tetangga yang lain.[1] di sinilah wanita bisa saling bertukar cerita dengan bebas tanpa gangguan dari kaum [laki-laki|lelaki]] selama mereka menyiapkan makanan, karena wanita akan bekerja mempersiapkan kenduri dalam waktu yang relatif lama, yaitu sekitar 4-7 hari pada masa perayaan.[1] pada zaman sekarang, kenduri masih banyak dilakukan oleh segala lingkup masyarakat baik masyarakat perkotaan maupun masyarakat pedesaan.[4] [3] karena kenduri merupakan sebuah mekanisme sosial untuk merawat keutuhan, dengan cara untuk memulihkan keretakan, dan meneguhkan kembali cita-cita bersama, sekaligus melakukan kontrol sosial atas penyimpangan dari cita-cita bersama. kenduri sebagai suatu institusi sosial menampung dan merepresentasikan banyak kepentingan.[3] [4] macam[sunting sumber] kenduri selapanan tujuan kenduri selapanan adalah untuk mendoakan anak tersebut (yang didoakan) terhindar dari penyakit, menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, terhindar dari bencana, dan menjadi anak yang bermanfaat dalam bermasyarakat.[3] biasanya kenduri ini diadakan setelah anak berumur 35 hari atau selapan.[3] kenduri suronan tujuan diadakan kenduri suronan adalah untuk memperingati tahun jawa.[3] biasanya tanggal 10 suro dan laksanakan oleh semua warga desa dengan membawa berkat sendiri-sendiri.[3] kenduri mitoni tujuan kenduri mitoni adalah untuk memperingati kehamilan anak pertama yang masih dalam kandungan dan berumur kurang lebih tujuh bulan.[3] kenduri puputan tujuan diadakan kenduri puputan adalah untuk memperingati terlepasnya tali pusar anak.[3] biasanya dilakukan sebelum anak berumur selapan atau kalau tali pusarnya terlepas.[3] kenduri syukuran tujuan diadakan kenduri syukuran adalah untuk mengucapkan rasa syukur karena yang sebuah hal yang diinginkan sudah tercapai dan orang yang mengadakan kenduri syukuran ini bersedekah dengan masyarakat sekitar.[3] kenduri munggahan kenduri ini menurut cerita tujuannya untuk menaikkan para leluhur ke surga (beberapa tempat menyebutnya dengan selamaten pati).[5] kenduri ini ditujukan sebagai do’a untuk ahli kubur dari keluarga yang menggelar kenduri tersebut.[5] [3] dan, kenduri ini dapat dibagi menjadi beberapa macam, yakni: kenduren/selamatan ke-3(kenduri telongdinanan), ke-7 (kenduri pitungdinanan), ke-40 (kenduri patangpuluhan), ke-100 (kenduri nyatusan), dan ke-1000 (kenduri nyewu) hari wafatnya seseorang.[5] [3] kenduri badan (lebaran/mudunan) kenduri ini dilaksanakan pada hari raya idul fitri, pada tanggal 1 syawal (aboge).[5] kenduri ini sama seperti kenduri likuran, konon hanya tujuannya yang berbeda yaitu untuk menurunkan leluhur agar dapat bertemu dan bertegur sapa.[5] yang membedakan hanya, sebelum kenduri badan, biasanya didahului dengan nyekar ke makam leluhur dari masing-masing keluarga.[5] kenduri weton kenduri ini dinamakan wetonan karena tujuannya untuk selametan pada hari lahir (weton, jawa) seseorang.[5] di beberapa tempat, kenduri jenis ini dilakukan oleh hampir setiap warga, biasanya satu keluarga satu weton yang dirayakan, yaitu yang paling tua atau dituakan dalam keluarga tersebut.[5] kenduri ini di lakukan secara rutinitas setiap selapan hari (1 bulan).[5] kenduri sko kenduri ini merupakan kendurian terbesar dalam masyarakat kerinici.[6] kenduri ini biasanya dilaksanakan setelah panen hasil sawah yang pada awalnya dilakukan untuk tujuan meningkatkan rasa kebersamaan antar sesama masyarakat yang memanen.[6] kenduri selikuran tujuan diadakan kenduri selikuran adalah untuk memperingati puasa sudah 21 hari.[3] biasanya dilaksanakan oleh semua warga desa dengan membawa berkat sendiri-sendiri.[3] kenduri angsumdahar tujuan diadakan kenduri ini adalah untuk memperingati calon pengantin sebelum resmi menikah dan biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum calon pengantin tersebut menikah.[3] tujuan diadakan kenduri ini adalah untuk memperingati calon pengantin sebelum resmi menikah dan biasanya dilaksanakan 2 hari sebelum calon pengantin tersebut menikah.[3] sa indonesia ke bahasa jawa

Javanés

google agensi nganti jawa indonesia

Última actualización: 2014-08-31
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

mengapa? karena aku tidak seperti laki­laki pada umumnya. wajah  itu,  penampilan itu yang terpantul pada permukaan cermin, membuatku  enggan meninggalkan kamar, apalagi harus berada di luar rumah. maka,   kubiarkan   ayah   dan   ninda   berlama­lama   menungguku   di  mobil. aku tidak ingin ikut bersama mereka ke kampus, salah satu tempat  yang paling aku hindari. kemarin,  aku mengalami hal  buruk di tempat itu.  di hari pertama  kuliah,   aku   harus   bertemu   seseorang   yang   kuanggap   penjahat   semasa  sma. seseorang yang selalu memperolok keadaanku. kali   ini,   ia   membawa   teman­temannya   yang   baru   dan   kembali  mempermalukanku  dengan mengatakan  bahwa   aku  ini   banci.  laki­laki  yang   kejantanannya   telah   hilang,   laki­laki   yang   ingin   keluar   dari  kodratnya. hatiku panas. darahku terasa mendidih. tampaknya, sudah tiba saat  di mana orang yang telah lama kubenci mendapat sebuah pelajaran yang  begitu berharga. kepalan   tanganku   telah   siap   dan   mulutnya   telah   masuk   dalam  sasaran  tinjuku.  tapi  begitu hendak aku  luncurkan,   tanganku  terkunci.  ninda  menggenggam  kedua   lengan   tanganku   dengan   erat.  gadis   yang  menguasai  karate  dan  silat   tersebut   semakin memperparah keadaanku.  aku  semakin dipermalukan.  laki­laki   yang  berlindung  di  bawah ketiak  wanita katanya. “begitulah jika ibumu seorang yang tidak waras!” telunjuk riko tepat  ke   arah mukaku  yang  memerah,   panas  menahan marah  yang   semakin  memuncak. nyaris aku dapat melepaskan diri, tetapi ninda masih belum  mau melepaskan cengkeramannya di kedua lenganku. 1 “sebaiknya, kau tutup mulutmu! apa kau tidak tahu bahwa mulutmu  itu   bau   sekali?”   ninda   membalas.   suaranya   yang   lantang   menarik   perhatian sekitarnya. muka riko sontak merah padam. matanya mendelik. “berani...?” ninda  membalas   dengan   kepalan   tangan   teracung.  disambut   oleh  sorakan   teman­teman   riko   lengkap   dengan   tepuk   tangan.   sepertinya,  mereka senang mendapat ancaman itu. padahal, mereka belum tahu bahwa  kepalan   tangan  ninda   telah   tiga   kali  memakan   korban,   ketiga­tiganya  adalah wajah riko. “hajar, rik! hajar!” riko mengangkat tangan. teman­temannya berhenti berseru. ia lalu  berputar dan pergi. teman­temannya menjadi ekor. “mengapa tidak kau hajar saja gadis sok jago itu, rik?” “tidak usah.  jika aku menghajar yang perempuan,  aku  juga harus  menghajar yang laki­laki. dan itu akan membuat mereka semakin aneh.  yang perempuan nanti  malah bisa menghamili dan yang laki­laki malah  bisa dihamili.” tawa  mereka  meledak.  dan   di   sela­sela   tawa   itu,   aku  mendengar  ninda berkata, “aku rasa, ibunya yang tidak waras.” kata­kata  itu,  meskipun ditujukan kepada riko,   tetap  membuatku  sakit.  air mataku meleleh tanpa dapat kutahan.  tanpa banyak berkata,  aku   bergegas   pergi.   aku   tidak   menghiraukan   pesan   ayah   yang   akan  menjemput   jika   kami   menelepon.   yang   kupikirkan   hanya   pulang,  secepatnya pulang dan memperlihatkan air mataku kepada ibu. aku menaiki   sebuah  angkutan  umum.  penumpangnya   yang  nyaris  penuh bertambah olehku,   lalu ditambah ninda yang berhasil  menyusul.  napasnya turun naik tak karuan. ia telah berlari berpuluh­puluh meter. ia  sempat kehilangan jejak sebelum akhirnya menemukanku terlihat menaiki  angkutan umum. aku menangis. masih menangis. air mataku masih belum juga dapat  berhenti. “kenapa, dik?” tanya seorang ibu. aku bergegas mengesat air mata. namun, tetap saja terus mengalir.  melihatku kewalahan, ibu itu mengunjukkan selembar tisu. “pakai saja, dik. saya masih punya tiga kotak lagi. boleh minta jika  masih kurang.” 2 aku hanya tercenung, sementara pipiku semakin basah. ninda yang  melihatku  tidak berbuat  apa­apa,   segera mengambil  alih.   ia mengambil  tisu   itu   untuk   kemudian   memberikannya   kepadaku.   dan   aku  mengambilnya ragu­ragu. “masalah laki­laki, ya?” bisik ibu itu kepada ninda. kebetulan mereka  duduk bersebelahan. ninda   balas   mengangguk.   aku   menangis   sejadi­jadinya   di   balik  lembaran tisu yang telah basah. dalam hati, aku bertanya, “apakah aku  telah benar­benar seperti wanita?” ibu itu memberiku tisu, dan penumpang  lain tidak berbisik­bisik, seolah­olah menggunjing. mereka seperti melihat  sesuatu yang telah lumrah. seorang gadis yang menangis. *** “jika benci, mengapa harus kau tatap?” sebuah suara yang kukenal  membalikkan   tubuhku.   itu   ninda,   satu­satunya   teman   yang   kumiliki  hingga   sekarang.  hanya   ia   yang   tersisa   setelah  penampilanku   berubah  aneh seperti ini. ia ternyata menyusul ke kamar. “kau hanya akan semakin  membenci  dirimu  jika kau  terlalu suka menatap dirimu di   cermin.  apa  waktu   dua   tahun   tidak   cukup   untuk   membuatmu   terbiasa   dengan  penampilan itu?” dua   tahun....   seratus   tahun   pun   rasanya   tidak   akan   dapat  membuatku   terbiasa   dengan   penampilan   ini.  meskipun   penampilan   ini  sangat dekat dengan seseorang yang kukenal baik. aku   lalu   hanya  menggeleng   dan  menjawab,   “meskipun   aku   tidak  menatap diriku di cermin, aku masih bisa menatap diriku di mana­mana,  terutama dari mata orang­orang yang aku jumpai.” ninda diam  sekejap.   “sudahlah....  sekarang,   lebih baik kita  segera  berangkat   ke   kampus.  kasihan   ayahmu.  beliau   telah   lama  menunggu.  mesin  mobilnya   juga   telah   lama  menyala   dari   tadi.   ingat,  bbm  sudah  mahal.” “aku tidak ingin ke kampus. aku tidak ingin kuliah jika penampilanku  tetap seperti ini.” “aku tahu itu. kau telah sering mengatakannya padaku dan kau juga  telah sering mengatakannya pada ibumu.” 3 lalu, ninda menoleh ke belakang. aku baru sadar bahwa ibu ada di  sana, yang kini tengah menangis dalam pelukan ayah. ibu kemudian pergi.  pasti  memuaskan   hatinya   untuk  menangis   di   kamar.  ayah  menatapku  seakan meminta untuk menurut. aku tak berkutik. jika ibu sudah menangis, apa boleh buat. ini adalah  keinginannya dan  ia adalah orang yang paling  rapuh di  keluarga kami.  ialah   yang   paling  menginginkanku  melanjutkan   sekolah   ke   perguruan  tinggi, tanpa memperbolehkanku merubah penampilan. sementara ayah, ia  selalu dalam bimbang. kini, aku lagi­lagi harus menurut. sama seperti dua tahun lalu, ketika  aku harus menggantikan seseorang. “baiklah....” aku melangkah meninggalkan kamar diiringi oleh ninda.  kami menuju mobil dan duduk di kursi belakang. ayah menyusul setelah  memberitahukan kabar gembira ini kepada ibu. ia duduk di kursi depan  dan mulai  menjalankan mobil  yang mesinnya  telah begitu panas.  entah  sudah berapa liter menghabiskan bensin. dalam perjalanan,  aku hanya diam.  kepalaku bersandar pada kaca  jendela pintu mobil  sebelah kiri.  rambut  yang begitu panjang menutup  sebagian wajahku. kubiarkan ninda mengoceh  tanpa kugubris.  ia mencoba menghibur  dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki­laki  soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “pandang   ke   sini!”   ia   memutar   daguku.   ia   ternyata   telah  mempersiapkan   sebuah   cermin   bundar   yang   mungil   di   samping   kiri  wajahnya.  “lihat,  kau  lebih cantik dariku!  pasti  banyak wanita yang  iri  kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki­laki.” aku   segera   membuang   muka   dan   kembali   bersandar.   “itu   wajah  kakakku, bukan wajahku...,” ucapku dalam hati. kubiarkan   ninda   kecewa.   usahanya   untuk   menghiburku   kembali  gagal.   ya,   yang   baru   saja   menurutnya   adalah   cara   menghibur,   selalu  melihat dari sisi baiknya.  “lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam  angkutan umum. mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar  kalau menangis. hanya riko yang menganggapmu aneh, bersama teman­ temannya   yang   tidak   waras   itu.   jika   riko   yang   menangis,   lain   lagi  ceritanya.   riko   menangis   darah,   penumpang­penumpang   itu   mungkin  hanya tertawa. mereka baru simpati ketika riko pingsan karena kehabisan  darah.” 4 tetapi,   aku   tidak   pernah   sependapat   soal   itu.   penampilan   ini  mengungkungku.  semenjak  berpenampilan  seperti   ini,   aku harus  dapat  menjaga sikap. aku tidak bisa bertindak kasar sembarangan.  seperti yang pernah terjadi ketika aku duduk di kelas xii. jam pulang  sekolah,   aku   balas   dendam   dengan   seorang   teman   riko   yang   sering  mengolok   dan   mengatakan   bahwa   ibuku   bukanlah   orang   yang   waras.  pukulanku   tepat   mengenai   wajahnya   dan   tepat   di   depan   mata   ibu.  pulangnya,  aku  dinasehati  habis­habisan.   ibu  tidak  ingin melihat   anak  gadisnya ternodai oleh sifat kasarku. rasanya, aku telah menjadi tubuh orang lain, tubuh kakakku sendiri.  mungkin,   ini   adalah   balasan   karena   aku   sering   berbuat   tidak   baik  kepadanya.  aku   sering  membuatnya   kaget,  meskipun   tahu   ia  memiliki  jantung   yang   lemah.   oleh   karena   itu,   ia   menjadi   anak   yang   paling  dilindungi oleh ibu. ibu tidak ingin kak anita memiliki masalah dengan  jantungnya. hingga di  suatu hari  di   libur sekolah dua  tahun silam.  aku masih  ingat ketika sebuah truk meluncur ke arah mobil kami, di bawah terpaan   hujan   lebat.   truk   itu   tak   terkendali   dan   menghantam   mobil   kami.  selebihnya, aku sadar di rumah sakit dengan luka yang cukup parah, dan  mendengar   kabar   bahwa   kak   anita   tidak   tertolong.   itu  membuat   ibu  sangat terpukul. hampir   dua   bulan,   aku   baru   dapat   bersekolah.   namun   terlebih  dahulu, aku harus memotong rambutku yang terlampau panjang. mereka  ternyata tidak kehilangan kesuburan, meski selama ini aku terbaring sakit.  rambutku   justru   tumbuh   panjang,   hingga   cukup   membuat   ibu  menganggapku sebagai kak anita. aku dan ayah sontak tersadar. penampilanku kini lebih mirip dengan  saudara  kembarku  tersebut.  gawatnya,   itu membuat   ibu kembali   jatuh  dalam masa lalu. padahal, ia baru mulai mencoba menerima kepergian kak  anita dua pekan ini. ibu   tidak   setuju   dengan   rencanaku   untuk   memotong   rambut.  sementara   aku   berkeras.   tiap   siswa   tidak   diperkenankan   bersekolah  dengan rambut gondrong. “tapi....” mata ibu berkaca­kaca dan mendadak ia pergi meninggalkan  kami.  ia memuaskan hatinya menangis di  kamar.  ayah pergi  membujuk  dan rencanaku terpaksa ditunda. hari pertama di sekolah, rambutku menjuntai lurus hampir sebahu.  aku   hanya  mendapat   teguran  agar   aku  menjaga   sikap.  aku  mendapat  keringanan karena ayah telah berbicara dengan pihak sekolah. 5 pulangnya, aku singgah di tempat cukur rambut tepi jalan. rambutku  dipangkas. kedatanganku di rumah disambut ibu dengan kebingungan., “di mana anita...?” sekarang, ibu tambah parah. ia tidak mau makan dan akhirnya jatuh  sakit. ia sangat ingin anita kembali hadir di hadapannya, meski ia sendiri  sadar  bahwa putri   tercintanya  tersebut   telah  lama pulang ke pangkuan  sang   pencipta.  hanya   dengan  melihat  anita   berada   di   sampingnya,   ia  merasa masih dapat menjaga sang putri. karena keinginan ibu yang aneh, orang­orang bahkan keluarga kami  sendiri, berkata bahwa ibu telah gila. apakah karena kejadian naas itu?  mungkin saja. karena aku juga merasakan ada yang berubah pada diriku.  aku pendiam. gawatnya, itu adalah kepribadian kak anita. apakah otakku telah rusak? kian hari,  kondisi  ibu kian memburuk.  ayah sempat memberi  usul  untuk   mengenakan   rambut   palsu.   tapi   kutolak   mentah­mentah.   aku  merasa bodoh dengan benda tersebut. aku laki­laki. “kalau   begitu,   biarkan   saja   rambutmu   kembali   terurai   seperti  kemarin.  demi   ibumu.  ayah   akan  mencoba   untuk  meminta   pengertian  kepada pihak sekolah.” “tapi....” “kau laki­laki. meski sekarang penampilanmu seperti anita, lambat  laun kau akan tetap seperti laki­laki. kumismu bisa tumbuh dan suaramu  akan  membesar.  dengan   cara   ini,  ayah   harap   kau   dapat   sedikit   demi  sedikit menggiring ibumu untuk dapat menerima kepergian anita.” pada saat itu, aku percaya saja. aku menurut hingga aku benar­benar  merasa itu sebuah kebohongan yang besar. hingga sekarang, wajahku tetap  semulus dulu. bahkan pita suaraku, rasanya semakin mengencang. justru  inilah yang lebih mengukuhkanku lagi sebagai kak anita di mata ibu. *** terasa  sangat  berat  untuk menjejakkan kaki  di  kampus.  jika  saja  bukan  ninda   yang  menarikku,   aku  mungkin   akan   tetap  mematung   di  tempat di mana ayah menurunkan kami. 6 “bersikap wajar. tidak seisi kampus tahu tentang jati dirimu.” tapi, kami tampaknya memang harus bertemu dengan si penjahat itu  kembali. ia dan teman­teman barunya mencegat jalan kami. “tidak usah repot­repot untuk menyembunyikan jati dirimu. karena  dalam waktu dekat, seisi kampus akan tahu siapa dirimu. dan mulai saat  ini, kau tidak akan betah di sini. sebagai permulaan....” riko   menunjukkan   selembar   kertas   kepada   ninda.   ninda  merampasnya dan membaca apa yang tertulis. “dasar tidak punya hati! kau ingin mengekspose temanku?” “itu hanya untuk edisi minggu ini. untuk edisi minggu depan, akan  kumuat semuanya lebih gamblang. aku ingin orang­orang penasaran.” “kau takkan berhasil!” “selama ini, aku selalu berhasil membuat kalian menjadi pecundang.” ninda menyiapkan kepalannya. “ingin menghajarku? pikirkan lagi jika kau tidak ingin kami keroyok.” “pengecut!” “ninda...,  sebaiknya kita pergi.”  aku mencoba melerai.  orang­orang  sudah mulai  memperhatikan kami  dan aku  takut   rahasiaku akan bocor  lebih awal. “yap, pergi saja dengan setengah wanita itu!” deg!   jiwa   laki­lakiku   terpanggil.  aku  maju   ke   depan.   “kau   ingin  merasakan pukulanku?” “aku yakin, pukulanmu selembut belaian tangan bayi.” giliran ninda mencoba menarikku untuk menjauh.   ia sudah sadar  dengan situasi yang akan kami hadapi. “aku bisa membeberkan  rahasiamu  sekarang.  dan malumu  takkan  tertanggung. kau memiliki ibu yang....” “hentikan ucapanmu!” pekikanku berhasil menarik perhatian orang­ orang. semua berhenti dan menoleh.  saat itu, aku tersadar.  tampaknya,  semua akan tahu rahasiaku. tapi, aku terlanjur kesal dengan pemuda di  hadapanku. riko tersenyum melecehkan. dan  mendadak,   tanganku   bergerak  merangkul   pundak   riko.   aku  menciumnya. mata ninda seakan mau copot menyaksikan bibir kami yang  saling menyatu. 7 ** tamat ** http://www.dirgitadevina.web.id 8 tentang penulisgoogle terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Javanés

google agensi nganti jawa indonesia

Última actualización: 2014-09-04
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

kehamilan kuda oke

Javanés

mbelek jaran meteng

Última actualización: 2014-09-06
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

anak yang durhaka kepda orang ibunya dikisahkan di sebuah kota terdapat rumah sederhana yang dihuni oleh seorang janda yang mempunyai seorang gadis yang bernama naura.naura dulunya anak yang baik,cuma karena kurangnya kasih sayang semenjak ditinggal ayahnya,dia sekarang menjadi anak yang durhaka kepada ibunya.pada suatu hari ibunya menyuruh naura membeli sesuatu. ibu : (berjalan menuju kamar naura) ra,tolong belikan ibu bahan dapur ! naura : (naura sambil telfon telfonan) ibu ini ganggi saja,beli saja sendiri, tidak usah nyuruh nyuruh aku. ibu : iya wes, kalu ibu ganggu kamu,ibu minta maaf (berjalan keluar dari kamar naura) (( pada keesokan harinya,naura bersiap siap untuk pergi ke sekolah dan di jemput temannya)) nana : teman teman, bagaimana kalau nanti pulang sekolah kita jalan jalan (memberikan ide) lala : jangan, bagaimana kalau kita kerumah naura saja mengerjakan tugas kelompok. abdul : ide bagus itu (bersemangat) aku yang akn mengajak randy ((sedangkan naura, masih mikir mikir tentang ide teman temannya yang akan datang kerumah naura)) #tidak terasa mereka sudah sampai disekolah,( disekolah naura tidak bisa belajar dengan tenang)........bel pulang sekolah telah berbunyi (kkrrriiingg....),naura dan teman temanya bergegas untuk pulang dan bersiap akan kerumah naura# ~mereka sampai di rumah naura dan mengetuk pintu~ abdul : (mengetuk pintu) assalamualikum!! naura : waalikum salam,teman teman sudah datang ya ! pacarku mana ??? randy : ngapain cari aku,aku ada disini !! nana,lala : ciyee.....ada yang lagi kangen nih (sambil melirik naura dan randy) abdul : udah, udah kita sekarang belajar dulu tidak usah main main dulu. randy : iya iya abdul tidak usah terburu buru,santai saja !! ((nana,abdul dan lala sibuk mengerjakan tugas,sedangkan naura dan randy hanya asyik ngobrol dan bercanda)) #lalu ibunya naura datanag menyuguhkan minuman untuk teman teman naura# ibu : (berjlan keruang tamu sambil membawa minuman ) naura,kamu kenapa tidak ikut belajar kamu malah bergurau dengan teman laki laki kamu. randy : itu ibu kamu naura??? naura : bukan,itu cuma pembantu aku saja (sambil menahan malu,sementara teman teman naura memperhatikan naura) randy : oh,cuma pembantu,tapu kenapa seorang pembantu ngatur ngatur kamu!! (naura hanya diam saja) ((kemudian mereka sudah selesai mengerjakan tugas, lau bergegas untuk pulang)) #ketika teman teman naura sudah pulang,naura langsung menghampiri ibunya dan memarahinya# naura : (berjalan ke arah ibunya dengan perasaan marah) ibu..ibu..kenapa tadi ibu bilang begitu kepada aku di depan teman teman dan pacar aku,aku malu,aku capek diatur atur terus. ibu : (sambil merangkul dan mensehati naura) naura...ibu itu tidak mau kalau sampai kamu itu jadi orang yang pemalas,ibu ingin punya anak yang berhasil nantinya, dan ibu mohon kepada kamu jangan pacaran dulu karena kamu masih kecil. naura : ibu tidak usah nasehatin aku,aku capek dengernya. ((melepas rangkulan ibunya lalu pergi kekamar dan meninggalkan ibunya)) #sedangkan ibunya naura menangis ketika melihat kelakuan anaknya yang tidak bisa di nasehati dan menjadi anak yang pembangkang orang tua# #keesokan harinya,teman naura yang bernama nana dan lala sedang berbincang bincang# lala : kamu seperti aneh apa tidak dengan sikap naura kemarin? nana : iya sedikit sih !! ((disela sela mereka berbincan bincang abdul langsung menghampiri lala dan nana)) abdul : hayoo! lagi pada ngomongin siapa ? tidak boleh ngomongin orang, dosa tau! (menunjuk nana dan lala) nana : ngomongin nauara,emangnya kenapa ? tidak boleh tah? lala : pasti mau ceramah lagi itu na,biasa udah kalau mau jadi calon ustad begini ! ((semuanya tertawa,sementara abdul hanya tersenyum )) #setelah itu semuanya kembali tenang# #sementara itu naura sekarang ini lebih sering pulang malam, hingga ibunya khawatir dengan keadaan naura .tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah naura# (ibu naura membukakan pintunya) nana : permisi ibu, nauranya ada ? ibu : naura belum pulang! silahkan masuk dulu nak ! (mereka masuk kedalam rumah untuk berbincang bincang) lala : begini ibu, tadi naura tidak masuk sekolah,saya kira naura sakit ibu,makanya saya dan nana datang kesini. #di sela sela mereka bebincan bincang,nauara datang dengan muka sedih dan menangis tida henti hentinya# nana : kamu kenapa kok menangis nauara ? naura : (langsung memeluk ibunya dan meminta maaf kepada ibunya) bu, maafin naura yang tidak pernah dengarkan nasehat ibu,sekarang naura mengerti kenapa ibu melarang naura pacaran (masih menahan tangisan) sekarang naura menyesal,naura hamil ibu ! (sambil menangis tak henti henti) (lala dan nana langsung pulang dan meninggalkan naura bersama ibunya) ibu : astagfirullahhaladzim, ya allah coba’an apa lagi yang menimpa keluargaku. ((suasana menjadi berbalut sedih)) ((keesokan harinya ketika disekolah lala dan nana menyebarkan gosip tentang naura)) nana : eh..teman teman!! ada berita baru nih !! (berteriak) lala : ada teman kita yang bernama naura,akan menjadi seorang ibu. #tiba tiba randy dan abdul mengahampiri lala da nana# randy : maksud kamu apa la ? lala : masak kamu tidak tahu maksud aku, naura itu halim, eh alias hamil. abdul : la, kamu jangan asal bicara kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang !! nana : ini fakta,bukan opini abdul !! kalu tidak percaya tanya saja ke naura,tuh mumpung nauranya ada. (naura baru datang dan langsung di tanya oleh abdul) abdul : ra,apa benar kamu gini (menunjuk perut) (naura tidak menjawab pertanyaan dari abdul dan langsung meninggalkan abdul) randy : kamu ngomong apa ke naura abdul ? abdul : ohh.. tidak ngomong apa apa kok, cuma tanya saja lala : sekarang kalian percaya kan ? randy : percaya apa maksud kamu ? nana : jangan pura pura tidak tau kamu,kamu kan yang terlibat !! randy : jangan sok tahu deh !! (setalah beberapa hari disekolah banyak yang tahu gosip tentang naura,akhirnya naura memutuskan untuk tidak sekolah karena malu dengan keadaanya) naura : ibu, naura malu sama teman teman,naura tidak mau sekolah lagi,naura menyesal sudah tidak mendengarkan nasehat ibu. ibu : sudahlah nak, jangan terlalu di pikirkan.ini sudah terjadi, ambil hikmahnya saja. (ibu dan naura saling berpelukan.dengan penuh kasih sayang ibu mengelus rambut naura.) ((akhirnya naura memutuskan untuk tidak sekolah dan membantu ibunya dirumah untuk mengerjakan tugas bersama ibunya)) kelompok x tei 1 : 1.maulidatul jannah sebagai ibunya naura 2. dinda rizka sebagai naura 3.ela agustin sebagai lala 4. karina nur setyani sebagai nana 5.adji pangestu sebagai randy 6. bagas ferdianto sebagai abdul

Javanés

makan

Última actualización: 2014-11-07
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Obtenga una traducción de calidad con
4,401,923,520 contribuciones humanas

Usuarios que están solicitando ayuda en este momento:



Utilizamos cookies para mejorar nuestros servicios. Al continuar navegando está aceptando su uso. Más información. De acuerdo