Preguntar a Google

Usted buscó: menghasilkan (Indonesio - Javanés)

Contribuciones humanas

De traductores profesionales, empresas, páginas web y repositorios de traducción de libre uso.

Añadir una traducción

Indonesio

Javanés

Información

Indonesio

Biografi Merry Riana - Motivator Wanita Tersukses. Buku yang berjudul "Mimpi Sejuta Dolar" itulah sebuah judul buku inspiratif dan motivatif yang yang terinspirasi dari kisah Merry Riana seorang Entrepreneur wanita yang sukses di usia muda. Ia juga Seorang Speaker, Trainer dan menjadi Motivator Wanita No.1 di Asia. Merry Riana yang menjadi salah satu Enterpreneur dan Motivator wanita tersukses ini berasal dari Indonesia, Ia dilahirkan di pada tanggal 29 Mei 1980 di Jakarta, ayahnya bernama Ir. Suanto Sosrosaputro dan ibunya bernama Lynda Sanian. Merry Riana lahir dan tumbuh di Jakarta dalam sebuah keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Orangtua Merry adalah seorang pebisnis dan ibu rumah tangga. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara. Adiknya bernama Aris dan juga Erick. Sebagai anak tertua dalam keluarga, ia harus menjadi panutan dalam keluarganya agar adik-adiknya dapat mencontohnya. Merry Riana memulai pendidikannya di Sekolah Dasar (SD) Don Bosco Pulomas, tamat dari sana ia kemudian masuk di SMP Santa Ursula dan juga SMA ia lanjutkan di sekolah yang sama yaitu SMA Santa Ursula yang merupakan sekolah katolik khusus perempuan yang berada di Jakarta Pusat. Setelah lulus dari SMA, Merry Riana ingin melanjutkan kuliahnya di Universitas Trisakti. Namun, cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kerusuhan besar di tahun 1998. Hal inilah yang kemudian akan merubah takdirnya. Karena kondisi yang tidak aman akibat kerusahan tersebut, Merry Riana kemudian memilih kuliah di Singapura untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Ayah Merry yaitu Suanto Sosrosaputro memutuskan untuk mengirim anaknya belajar di luar negeri. Dan Singapura kala itu merupakan sebuah pilihan yang paling masuk akal karena jaraknya yang relatif dekat, lingkungan yang aman dan sistem pendidikannya yang bagus. Mulai Kuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapura Merry mulai belajar di bangku kuliah di jurusan Electrical and Electronics Engineering (EEE) di Nanyang Technological University (NTU) pada tahun 1998. Merry mengaku jurusan ini menjadi jurusan paling masuk akal baginya saat itu. Merry bercita-cita menjadi seorang insinyur. Cita-citanya tersebut mungkin karena ingin membantu sang ayah dalam menjalankan bisnis. Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Ia meminjam dana beasiswa dari Bank Pemerintah Singapura sebesar $40.000 dan harus dilunasi setelah ia lulus kuliah dan bekerja. Dana tersebut sangatlah minim, karena setelah dihitung-hitung ia hanya mangantungi $10 selama seminggu.Untuk berhemat, Merry menyiasatinya dengan hanya makan mie instant di pagi hari,makan siang dengan 2 lembar roti tanpa selai, ikut seminar dan perkumpulan di malam hari demi makan gratis, bahkan untuk minumpun ia mengambil dari air keran/tap water di kampusnya. Hal itu berangsur hampir setiap hari di tahun pertamanya kuliah. Kehidupan yang sangat memprihatinkan tersebut mendorongnya untuk mencari penghasilan diluar. Dari mulai membagikan pamflet/brosur di jalan,menjadi penjaga toko bunga,dan menjadi pelayan Banquet di hotel. Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ....Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut, - Merry Riana. Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Biografi Merry Riana Jatuh Bangun Dalam Berbisnis Tanpa pengalaman dan pengetahuan bisnis yang memadai, Merry terjun ke dalam dunia bisnis. Itu ia lakukan karena ia mengetahui bahwa memiliki pekerjaan biasa tidak cukup untuk memenuhi impiannya untuk sukses di usia 30 tahun. Ia mencoba berbagai peluang bisnis. Diapun mencoba peruntungan dengan bisnis pembuatan skripsi,bisnis MLM,mencoba bermain saham,yg semuanya berakhir dengan kegagalan. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar. Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah Sayang, Merry kehilangan semua investasinya dan terpuruk. Meski begitu, Merry kembali bangkit dan berusaha keras untuk menjadi entrepreneur. Merry mulai berusaha dari awal dengan belajar secara sungguh-sungguh tentang seluk beluk pasar. Setelah merasa siap, ia pun memutuskan untuk menekuni industri perencanaan keuangan. Merry berpikir itulah hal yang akan membuatnya mampu mewujudkan impiannya dalam waktu yang relatif singkat. Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Bersama Alva Tjenderasa yang merupakan temannya ketika kuliah dulu dan kini menjadi suaminya, Berdua mereka mulai menjalankan usaha bersama, Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses. Merry Riana kemudian memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Saat Merry memulai karier sebagai seorang penasihat keuangan, ia harus bergulat dengan sejumlah tantangan dan hambatan. Orang tuanya, dosen serta teman-temannya kurang setuju dengan keputusan Merry tersebut. Merry saat itu belum memiliki kemampuan berbahasa Mandarin padahal lebih dari separuh penduduk Singapura ialah etnis China. Sebagai seorang pendatang asing di sana, pengalaman dan relasi Merry sangat terbatas. Namun, satu alasan yang membuat Merry pantang menyerah ialah usianya yang masih muda dan masih lajang sehingga ia merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil risiko. Tanpa merasa terlalu terbebani dengan kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, Merry lebih Advertisement memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal kariernya. Tapi Merry sudah membulatkan tekad. Ia bekerja 14 JAM DALAM SEHARI, berdiri di dekat stasiun MRT & halte bus untuk menawarkan asuransi, bahkan ia bekerja sampe tengah malam dan baru pulang jam 2 dini hari, belum lagi pendapatan yang tidak pasti membuatnya terpaksa kembali berhemat untuk mengatur kebutuhan sehari-hari. Sukses Sebagai Konsultan Keuangan Sampai akhirnya ia sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi,kartu kredit.deposito,tabungan,dll. Dalam enam bulan pertama karirnya di Prudential, Merry berhasil melunasi utangnya sebesar 40 ribu dolar Singapura. Tepat satu tahun pertamanya ia berhasil mendapatkan penghasilan sebesar 200 Ribu Dollar Singapura atau sektar 1,5 Milyar Rupiah. Merry Riana kemudian dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas yang diidam-idamkan banyak orang yang menekuni profesi penasihat keuangan pada tahun 2003. Kemudian di tahun 2004, prestasi Merry yang cemerlang membuatnya dipromosikan sebagai manajer. Merry lalu memulai bisnisnya sendiri setelah diangkat menjadi manajer dengan menyewa kantor dan memiliki karyawan sendiri kemudian ia mendirikan MRO (Merry Riana Organization) sebuah perusahaan jasa keuangan selain itu ia juga mendirikan MRO Consultancy yang bergerak di bidang pelatihan, motvasi serta percetakan buku yang berbasis di Singapura. Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya. Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia. Tahun 2005, Merry menerima penghargaan sebagai penghargaan Top Agency of the Year dan penghargaan Top Rookie Agency. Hingga kini Merry telah memotivasi dan melatih ribuan profesional dan eksekutif dalam bidang penjualan, motivasi dan pemasaran. Dalam perusahaannya, Merry menaungi 40 penasihat keuangan, yang uniknya memiliki usia yang masih belia (antara 21- 30 tahun). Media-mediapun berbondong-bondong memberitakan kisah suksesnya dan dengan segera Merry Riana dikenal sebagai seorang entrepreneur wanita yang sukses dan menjadi Motivator untuk membagikan ilmu dan kiat-kiat suksesnya agar setiap orang menjadi pribadi-pribadi yang sukses. Kini,Merry Riana mempunyai mimpi untuk memberikan dampak positif bagi 1 juta orang di Asia,terutama di Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan buku "Mimpi Sejuta Dolar" yang sangat inspiratif dan akan diangkat ke layar lebar. Merry menyatakan bahwa motivasinya tidak hanya berasal dari keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik pada kedua orangtuanya tetapi juga dari ambisinya untuk membantu generasi muda lainnya untuk melakukan hal serupa. Ia berharap para pemuda mampu memberikan kehidupan yang lebih baik, tak hanya bagi diri mereka sendiri tetapi juga orang tua mereka dan anggota keluarga mereka yang lain. Buku " Mimpi Sejuta Dolar " sendiri sudah menjadi National Bestseller hanya dalam waktu 1 bulan setelah peluncurannya. Buku ini menarik perhatian publik Singapura dan Asia Tenggara karena menuliskan tentang prestasi Merry Riana menghasilkan S$ 1.000.000 pada usia 26 tahun yang Awalnya, Merry Riana adalah mahasiswi Nanyang Technological University yang berhutang sebanyak S$ 40.000. Profil kesuksesan Merry Riana mulai dikenal setelah muncul di artikel The Strait Times pada tanggal 26 Januari 2007 yang berjudul "She's made her first million at just age 26" ("Ia mencapai satu juta dolar pertamanya di usia 26 tahun"). Merry Riana aktif sebagai pembicara di berbagai seminar, perusahaan, sekolah dan media massa di Singapura dan beberapa negara di Asia Tenggara. Ia dikenal giat dalam memanfaatkan jejaring sosial Twitter melalui akun twitternya di @MerryRiana Biodata Merry Riana Nama lahir : Merry Riana Tempat/Tanggal lahir : Jakarta, 29 Mei 1980 Orang tua : Ir. Suanto Sosrosaputro (Ayah), Lynda Sanian (Ibu) Suami : Alva Christopher Tjenderasa Anak : Alvernia Mary Liu, Alvian Mark Liu Pekerjaan : Motivator, Penulis, Pengusaha, Aktris Agama : Katolik Almamater : Nanyang Technological University, Singapura Kata-kata Motivasi dari Merry Riana Berpikir positif adalah pekerjaan yang mudah, yang Anda perlukan hanyalah ‘jangan berpikir negatif’. Hidup ini seperti mengendarai sepeda. Kita akan melaju terus, selama kita masih mengayuh pedalnya. Berubahlah sebelum perubahan itu yang akan memaksa Anda. Hidup mungkin penuh dengan masalah. Tapi selama kamu memberikan yang terbaik & terus berdoa, segalanya akan indah pada waktunya. Berikan senyuman termanismu walau saat terpedih di hatimu, setidaknya kamu masih bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu. Lakukan kebaikan dan kebaikan-Nya pun akan semakin terasa. Jangan hanya puas jadi penonton dan komentator. Jadilah sutradara dan pemain. KESEMPATAN sudah menunggu lama di depan kita. Cepat bergerak, sebelum orang lain datang menjemputnya. Kenikmatan & penderitaan hanya sementara. Jangan terhanyut oleh kenikmatan sementara jangan menyerah karena penderitaan sementara. Jika kita menunggu sampai semua keadaan sudah sempurna baru kita mengambil tindakan, mungkin kesempatannya sudah hilang. Jika kita bersalah pada orang lain akui kesalahan dan minta maaf. Jika orang lain bersalah pada kita: dengar dan maafkan. Jangan meremehkan hal-hal kecil. Hal-hal besar hanya bisa tercapai dengan mencapai hal-hal kecil itu terlebih dahulu. Itulah sekelumit kisah perjuangan hidup seorang merry Riana yang terangk

Javanés

translation google Indonesia Jawa

Última actualización: 2016-07-28
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Penebangan hutan secara liar saat ini sedang marak terjadi di beberapa wilayah di indonesia , terutama di daerah Kalimantan . Karena di daerah itulah terdapat banyaknya hutan hutan . Penebangan hutan secara liar juga bisa membuat mereka sendiri celaka karena ulah mereka . Sebenarnnya penebangan hutan secara liar itu sama sekali tidak baik untuk lingkungan kita , karena bisa membuat pohon pohon di hutan menjadi gundul . Tetapi mengapa masih saja banyak warga yang tidak peduli pada pohon pohon di hutan , padahal mereka sudah mengetahui akibat nya tetapi itu semua di karenakan karena ke serakahan dan keegoisan manusia , karena manusia mempunyai sifat egois. Sebab dari penebangan hutan secara liar salah satunya karena , ekonomi warga sekitar yang kurang , dan akhirnya mereka menebang pohon secara liar untuk di jual dan dijual hasilnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka . Tetapi itu semua karena mereka menebang pohon selalu dengan jumlah yang banyak , apabila saja mereka bisa merubah diri . Bukan berarti tidak boleh menebang pohon , tapi marilah apabila menebang pohon janganlah terlalu banyak karena bisa merugikan warga warga yang ada di sekitar itu . Tapi tetap , apabila kalian telah menebang pohon marilah kita menanam lagi dari mulai bibit dan kita rawat untuk menggantikan pohon yang kita tebang lagi . Apa susahnya yakan kalau hanya untuk memotong dan menanam lagi . Dan di samping sebab juga ada akibat yang bisa di sebabkan oleh penebangan hutan secara liar antara lain , banjir , tanah longsor dan lain lain . Banjir bisa terjadi apabila misalnya ada hujan yang besar air itu langsung turun ke pemukiman warga tanpa di serap oleh pohon , karena pohon pohon itu sudah di tebang . Apabila pohon tidak ada maka air tidak akan meresap ke dalam pohon . Kesimpulannya adalah marilah kita jaga pohon yang ada di sekitar cara, terutama untuk daerah yang pemukiman rendah dan teruslah merawat pohon karena pohon juga berguna untuk kita yaitu dari Oksigennnya .Copy the BEST Traders and Make Money : http://ow.ly/KNICZ

Javanés

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Última actualización: 2016-03-21
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Sayembara Putri Pancala Kerajaan Pancala terletak disebelah timur Kurusetra. Keduanya dipisahkan oleh hutan Naimisha. Sebuah hutan lebat yang tak terjamah oleh manusia, selain ditumbuhi kayu-kayu besar dan rapat hutan itu juga dihuni oleh binatang buas dan perampok-perampok ganas sakti mandraguna. Selain itu didalam hutan juga terdapat sungai deras berbatu yang dihuni puluhan buaya. Dari keadaan alam saja sudah bisa diterka dua kerajaan bertetangga itu akan sulit berhubungan. Kerajaan Pancala dipimpin seorang raja bijaksana bernama Prabu Drupada. Ia memiliki seorang putri cantik bernama Drupadi. Kecantikan Putri Drupadi terkenal sampai ke negeri-negeri tetangga. Banyak Pangeran yang datang melamar Putri Drupadi, namun baik Prabu Drupada maupun Putri Drupadi belum juga memutuskan untuk menerima lamaran dari salah satu Pangeran-pangeran yang datang. Hal ini tentu menimbulkan masalah tersendiri bagi kerajaan. Jika Prabu Dropada ataupun Putri Drupadi menolak lamaran, salah salah bisa menimbulkan peperangan. Oleh karenanya Raja harus membuat sebuah kebijakan. Sore itu Putri Drupadi tengah menikmati aura kuning emas matahari. Pantulan sinar keemasannya membuat hamparan hutan dan istana menguning. Sungai ditengah hutan yang meliuk keemasan. Melihat dan menikmati pemandangan dan suasana seperti itu sungguh menenangkan jiwa. Sejenak semua beban dan masalah akan sirna oleh keindahan Panorama alam perbatasan itu. Putri Drupadi duduk didepan jendela kamarnya yang dihias kain sutra dan bunga-bunga beraneka ragam tepat di sotoh Istana kamarnya. Ia mengenakan gaun putih ringkas yang memperlihatkan kemulusan kulit sang putri. Diterpa sinar keemasan matahari, menambah kecantikannya. Rambutnya yang panjang digulung keatas yang ditahan dengan tusuk konde emas. Sedang kaki jenjangnya yang bagus saling tumpang tindih diatas sebuah bantal yang disulam benang emas. Mata Putri terpejam, napasnya teratur membuat dadanya yang membusung bagus bergerak naik turun perlahan. Sebuah senyum tipis menghias bibir tipisnya. Kecantikannya sungguh pantas disejajarkan dengan para Dewi atau bidadari. Pantaslah jika kecantikannya mengundang para pangeran datang. “Drupadi….”. Suara besar dan penuh wibawa datang dari pintu kamar. “Ayah…”. Sahut Drupadi segera merapikan pakaian dan cepat cepat berlutut didepan Ayahnya. “Berdirilah, anakku”. Kembali suara yang penuh wibawa itu mengiang ditelinga Drupadi. Putri itupun berdiri, menundukkan kepala. Tak sanggup ia menatap wajah Ayah dan rajanya. “Apakah ada yang penting, Ayah. Sehingga Ayah sampai datang ke kamar hamba.” Tutur Drupadi penuh hormat. “Ini soal pangeran pangeran yang datang melamarmu. Sampai sekarang mereka belum kita berikan jawaban.” Sejenak Raja menarik nafas. Sang Putri terdiam menunggu kata-kata Raja selanjutnya. “Jika kita tidak segera menjawab lamaran mereka, Ayah khawatir mereka akan marah dan memerangi kita.” Raja Dropada kembali menarik nafas berat. “Ayah mendapat petunjuk dari Sang Hyang Widhi, untuk mengatasi masalah ini.” Putri Drupadi mengangkat kepalanya, memandang wajah Ayahnya sejenak. Memastikan kesungguhan Ayahnya. “Kita akan membuat Sayembara kekuatan dan ketangkasan. Para pangeran yang ingin mempersuntingmu harus mengikuti sayembara ini. Siapa yang keluar sebagai pemenang, ia yang berhak menjadi suamimu.” “Sayembara semacam apa yang Ayah ingin rencanakan?” Tanya Drupadi. “Sayembara memanah patung ikan berjalan memutar ditengah kolam dengan menggunakan busur pusaka Kerajaan.” Jawab Prabu Drupada seolah bergumam. “Namun Ayah, kita tahu Pangeran-pangeran itu memiliki Ilmu yang tinggi. Belum lagi jika mereka mengandalkan Panglima perang atau orang andalannya. Bagaimana jika banyak Pangeran mampu mengangkat busur pusaka Kerajaan?” Kata Putri Drupadi. Mimik wajahnya memperlihatkan kekuatiran yang mendalam. Ini bukan saja menyangkut masa depannya. Ini menyangkut keselamatan kerajaan dan rakyatnya. Jika dalam sayembara inipun ada hal yang dirasakan tidak adil bagi salah satu Peserta, tentu ia akan menuntut. Salah-salah akan pecah peperangan. Dan tentu akan mengorbankan rakyatnya. Dan ia tidak mau hal itu terjadi. Prabu Drupada terdiam sejenak. Keningnya berkerut dan matanya terpejam. Ia menghela nafas sejenak. Kemudian melangkah ke pagar sotoh Istana kamar Putrinya. Matanya menyapu pemandangan indah nan eksotik jauh di hadapannya. “Anakku, jika begitu peserta sayembara itu harus adu tanding terlebih dahulu. Barang siapa yang tidak sanggup melanjutkan adu tanding, ia kalah. Namun barang siapa yang masih kuat ia berhak untuk menggunakan busur pusaka kerajaan. Itupun jika ia masih memiliki simpanan tenaga. Bagaimana, Putriku?” Raja balik bertanya. Sang putri tampak terdiam. Kemudian tampak senyum tipis dibibirnya yang kemerahan. Ia mengangguk pelan tanda setuju. Sang Rajapun tersenyum melihat Putrinya setuju dengan idenya. Ia melangkah mendekati Putrinya membelai rambutnya. “Kamu cantik sekali Putriku, pantas saja para pangeran negeri-negeri tetangga itu tergila-gila padamu.” Kata Drupada memuji kecantikan Putrinya. “Ayah bisa saja.” Sahut Drupadi pelan dan menundukkan kepala. Mendadak pipinya berwarna kemerahan. Jarang sekali Ayah memuji. Pikirnya dalam hati. Putri Drupadi mendekatkan dirinya ke tubuh Ayahnya. Prabu Drupada pun memeluk erat putrinya. “Satu hal yang perlu kamu ingat Nak. Siapapun nanti yang keluar menjadi pemenang sayembara ini, betapapun digdayanya kemampuannya, ia belum tentu orang yang baik untuk menjadi suami dan pemimpin keluargamu. Berhati-hatilah. Bersemedi, tanyalah pada Sang Hyang Widhi.” Bisik Prabu Drupada di telinga kiri putrinya. Sang Putri hanya mengangguk pelan dan mempererat pelukannya pada tubuh Ayah sekaligus Rajanya. Hari mulai gelap. Sinar keemasan yang tadi merajai rimba belantara dan sungai-sungai dibawah sana mulai sirna. Kegelapan dimana-mana mulai datang dan merajai alam. Seolah tidak ada yang sanggup mencegah pemandangan yang serba gelap itu. Terlihat hanya sungai berwarna putih meliuk-liuk dan hilang dikegelapan hutan. Segera berita tentang Sayembara Kerajaan Pancala tersebar luas ke seluruh negeri. Para Duta-duta kerajaan segera diutus ke Negara-negara tetangga untuk mengantarkan surat resmi dari Prabu Drupada tentang Sayembara itu. Di tempat-tempat keramaian diseluruh negeri, pasar, sekolah, istana kerajaan terpasang pengumuman tentang Sayembara itu. “Sayembara. Karena begitu banyaknya pangeran yang datang hendak mempersunting Putri Kerajaan Pancala Raya, maka Prabu Drupada, Raja Agung Pancala Raya pada hari ke sepuluh bulan kesepuluh tahun ini mengadakan Sayembara. Barang siapa mampu bertarung sampai tidak ada lawan lagi ia boleh mengangkat busur panah pusaka Kerajaan Pancala Raya, lalu tanpa melihat ia harus mampu memanak patung ikan ditengah kolam halaman Istana yang berjalan berputar. Bagi siapa yang mampu melakukannya, ia berhak mempersunting Putri Drupadi. Setiap Pangeran boleh menyertakan wakilnya atau dirinya sendiri namun wakil tersebut haruslah dari golongan Satria” Demikianlah bunyi tulisan-tulisan yang tulis diatas kulit kayu yang sudah diolah sedemikian rupa menyerupai kain dan ditempel ditempat-tempat umum. Setiap orang yang melihat pengumuman itu tampak menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub. Sebentar lagi di Pancala akan berkumpul orang-orang sakti mandraguna yang akan memperebutkan perempuan tercantik diseluruh negeri. Bagi orang biasa tentulah hal ini tidak terlalu menarik hati mereka. Namun bagi golongan Satria tentu ini merupakan hal istimewa, selain memperebutkan seorang Putri yang cantik merekapun mendapat kesempatan untuk menjajal kemampuannya. Hal ini pun membuat tantangan tersendiri bagi pangeran-pangeran yang sudah menyampaikan lamarannya pada Prabu Drupada. Sayembara ini merupakan jawaban atas lamaran mereka. Dan merekapun sadar, bahwa mereka harus bersaing untuk mendapatkan wanita itu. Segala cara mereka tempuh. Segala hal mereka lakukan demi untuk memenangkan sayembara. Pagi itu dipinggiran hutan Naimisha tampak seekor kuda hitam besar berlari cepat seperti anak panah yang meluncur dari busurnya. Diatas kuda itu tampak seorang laki-laki gagah yang masih muda. Ia mengenakan ikat kepala berukir keemasan berlambang bintang dibagian depannya. Sementara dadanya yang bidang dan kemerahan dibiarkan terbuka. Seperti logam kulit orang itu saat sinar matahari menerpa keringat-keringat yang keluar dari pori-pori nya. Sementara bagian pinggang kebawah ia mengenakan celana khas orang-orang kerajaan. Dilapisi kain yang terlilit sedemikian rupa menambah kegagahannya. Orang itu terus memacu kudanya tanpa henti. Menjelang tengah hari orang muda itu menghentikan lari kudanya tepat di antara dua pohon besar yang tumbuhnya agak berjauhan. Kedua pohon ini hampir menyerupai pintu gerbang hutan itu. Perlahan orang muda itu mulai memacu kudanya masuk ke dalam hutan. Tak seberapa lama kembali ia menggebrak laju tunggangannya itu. Kuda besar itu kembali melesat ditengah tengah hutan diantara pohon-pohon rindang dan rapat. Namun tampaknya kerapatan pohon dan seluk beluk hutan ini sudah tidak asing bagi orang ini. Terbukti ia terus memacu kudanya tanpa mengurangi kecepatan meskipun melalui tikungan, tanjakan atau turunan. Matahari sudah tepat diatas kepala. Namun didalam hutan lebat seperti ini, hal itu tidak berarti apa-apa. Di dalam hutan masih terasa sejuk dan tidak terlalu terang. Tak terbayang bagaimana jika ini malam. Tentu kegelapannya bisa masuk sampai ke sumsum tulang. Penunggang kuda itu menghentikan lari kudanya tepat sepuluh meter di depan sebuah pohon besar. Pohon itu sepertinya satu-satunya pohon yang paling besar dengan akar-akar gantung sebesar lengan tangan dan bahkan ada yang sebesar paha orang dewasa. Besar pohon itupun luar biasa, butuh kira-kira sepuluh orang yang merentangkan tangan untuk mengelilingi pohon itu. Menjulang tinggi tertutup oleh dedaunan yang rimbun membuat pandangan kita tak bisa mengetahui sampai dimana batas ujung Pohon raksasa ini. Orang muda itu cekatan turun dari punggung kudanya. Kebesaran pohon itu sama sekali tidak membuatnya heran. Perlahan ia mendekat sambil melihat lekat-lekat pada bagian atas pohon yang tertutup rimbunnya dedaunan. Matanya tajam mengawasi keadaan. Perlana kakinya memasang sebuah kuda-kuda. Sepertinya Orang muda itu tahu kedatangannya sudah sejak tadi diketahui penghuni hutan Naimisha. Entah apa yang membuat hati orang muda itu sedemikian berani dan santainya, sejenak tersungging senyum di bibirnya. Sraakk!!! Terdengar suara dedaunan yang diterpa sesuatu. Orang muda itu segera menengadahkan wajahnya melihat apa yang jatuh dari atas. Serangkum angin padat menghempas tepat dikepalanya. Tinggal bebrapa centi lagi akan mengenai kepala, dengan cekatan Orang muda itu melesat mundur kearah pohon besar dibelakangnya tanpa melihat, dan ia berjongkok miring searah dengan tegaknya pohon. Bumm!!! Angin padat itu hanya menimpa tanah kosong dan menimbulkan lubang berdiameter satu meter dan menerbangkan dedaunan dan tanah basah. Orang muda itu tersenyum. Namun belum habis senyumnya tiba-tiba dari antara daun-daun diatas melesat cepat ribuan anak panah berwarna hitam. Tepat menderu ke tubuhnya yang sedang berjongkok dibatang pohon. Melihat serangan yang cepat dan brutal ini sepertinya tidak mungkin baginya untuk menghindar. Maka ia memejamkan mata, bibirnya bergerak-gerak cepat. Dan sedetik lagi ribuan anak panah itu sampai dikulitnya yang polos, ia membuka matanya dan dengan tiba-tiba ribuan anak panah itu berhenti tepat beberapa centi di depan hidungnya. Tidak berhenti disitu saja, perlahan anak-anak panah itu berputar berbalik arah. Dan hanya dengan sebuah kedipan anak panah itu kembali melesat ketempat asalnya secepat kilat. Sraakkk!!! Bum…! Bum…! Terdengar bunyi berdebuman ditanah menandai jatuhnya orang-orang dari atas pohon. Semuanya jatuh tanpa nyawa dengan anak panah yang menancap di dada, di kepala dan dileher. Orang muda itu kembali berkelebat ke arah atas pohon yang tertutup dedaunan lebat. Namun belum sampai Orang muda itu menembus rimbunnya daun, tiba-tiba ia tercekat. Ia merasa tubuhnya terdorong oleh angin yang berhawa panas memapas diwajahnya. Dan benar saja, sebuah anak panah sebesar lengan menghunjam wajahnya. Namun anak panah itu juga tertahan beberapa centi di depan wajahnya. Sambil terus melayang Orang muda itu mencoba melawan arus datangnya anak panah raksasa. Namun sepertinya anak panah itu berhasil menekan Orang muda. Sialan. Maki Orang itu dalam hati. Tubuhnya perlahan-lahan bergerak turun tidak mampu melawan arus tekanan anak panah raksasa. Sementara anak panah itu mengeluarkan getaran hebat yang menimbulkan bunyi mengaung lirih namun memekakkan telinga. Orang muda it uterus terdesak kebawah hingga kakinya menjejakkan tanah. Barangkali jika kakinya menjejakkan tanah, ia akan memiliki kekuatan yang lebih besar daripada saat ia melayang. Namun dugaannya salah. Kakinya terus amblas ditanah basah! Keringat dingin mulai mengucur dari lehernya. Ia mencoba menggerakkan tangannya meraih anak panah raksasa itu, namun itupun tak sanggup ia lakukan. Ada sejenis dinding kokoh tak kasat mata yang mengitari anak panah raksasa. Mati aku! Bisiknya dalam hati. Sementara kakinya sudah amblas ke dalam tanah basah sebatas lutut. Tentu ia tidak bisa bergerak leluasa sekarang. Ia tidak punya pilihan. Kedua tangannya dibentangkan kesamping, bibirnya bergerak cepat sementara matanya masih terus melotot menahan laju gerak anak panah raksasa. Sepasang mata Orang muda itu mulai semerah darah! Dari sepasang tangan yang dibentangkan keluar sinar putih yang tipis. Dari sinar tipis itupun keluar asap tipis juga berwarna putih. Tiba-tiba udara sedingin es! Dan membuat dedaunan dan semak belukar disekitar Orang muda itu berubah bersalju! Haaaaaaaaaa…..!!! Dengan berteriak lantang anak muda itu mendorongkan tangan kanannya keatas dan tangan kirinya kebawah. Dua energy bergesekan diudara. Antara energy tangan Orang muda itu dan energy anak panah raksasa. Gesekan itu menimbulkan percikan-percikan kilat yang menyambar-yambar ke sekeliling. Ranting, daun atau pohon yang tersambar percikan kilat itu langsung terlihat gosong dan membeku. Orang muda itu berhasil melepaskan kakinya dari dalam tanah. Dengan kuda-kuda yang kokoh iapun mendorongkan tangan kirinya keatas. Percikan kilat bertambah besar. Haaaaaaaaa….!!!! Dengan teriakan yang keras ia melepaskan energy dalam dirinya melalui kedua tangannya. Dan … BUMMM..!!!! Ledakan dahyat terdengar. Lepasan energy menimbulkan ledakan yang luar biasa diudara. Dekat dengan lengan Orang muda itu. Daun-daun banyak berguguran, radius lima meter tempat itu menjadi berantakan dengan berseraknya daun dan tanah yang tergusur dari tempatnya. Kulit pohon besar itupun tampak menghitam dan beku. Dibawah pohon yang tidak terlalu besar Orang muda itu bersandar. Dari mulut dan hidungnya keluar darah segar membuat dada dan perutnya berwarna merah. Tak jauh dari tempatnya bersandar, tampak anak panah raksasa patah jadi dua! Tak lama kemudian terdengar suara daun-daun tersibak. Dan dalam sekejap, lima orang bertelanjang dada, bercelana hitam dan berikat kepala hitam sudah tegak berdiri mengepung Orang muda. Orang muda itupun menghela nafas dan memejamkan mata. “Sambutan kalian keterlaluan…!” bergumam si Orang muda. Kelima orang itu hanya tersenyum. “Tenaga dalammu bertambah pesar, Rekha!” Sahut salah seorang yang ditengah. “Mana Kakang Rakhsa?” Jawab Orang muda yang dipanggil Rekha itu. “Aku disini, Rekha.” Suara besar berwibawa terdengar dari samping kanan Rekha. Terkejut, cepat-cepat ia membuka mata dan memalingkan mukanya ke arah datangnya suara. Entah kapan hadirnya orang itu. Tiba-tiba seorang yang bertubuh tinggi penuh otot dan tegap dengan raut wajah yang tampan berjongkok disamping Rekha. Kelima orang yang dari tadi berdiri mendadak berlutut didepan orang yang baru datang. “Pimpinan Naimisha. Salam hormat kami!” Serentak kelima orang itu menyembah. Yang disembah hanya menganggukan kepala dan memberi isyarat agar kelima orang itu berdiri. Mereka berdiri dan melangkah mundur, tak berani mendekat. “Kakang, sambutan yang kau bikin keterlaluan!” Kata Rekha sambil mengernyitkan kening tanda tak suka. Yang dipanggil kakang hanya tersenyum manis. “Aku tadi melihat kepesatan ilmu mu. Tenagamu luar biasa. Kamu tahu sendiri, Lima panglimaku itu berilmu tinggi. Tapi kami mampu mengimbangi tenaga mereka. Walau…. Harus terluka parah seperti ini. Hahahaha…!” “Sialan” Rekha memaki. Ia mencoba berdiri dan bersandar pada pohon dibelakangnya. Ia memandang kelima orang yang ternyata merekalah yang menggerakkan anak panah raksasa tadi. Dipandang seperti itu mereka hanya tersenyum cengengesan. “Tapi tetap saja kamu memetik kemenangan adikku, dari pihakku gugur 10 anggotaku.” Kata Rakhsa lagi. “Itu salah mereka menyerangku secara sembunyi-sembunyi.” Jawab Rekha. “Mereka itu orang baru, mereka tidak mengenalmu. Mereka hanya menjalankan tugas.” “Ya sudah kalo begitu beri saja mereka penghargaan karena gugur di medan tugas.” “Ha..ha..ha.. Rekha, rekha. Mereka tanggung jawabmu. Sebagai penghargaan atas gugurnya ke-sepuluh anggotaku, kamu harus menyerahkan sebuah jarimu.” Kata Rakhsa pelan namun tegas. Rekha tidak terkejut. Rupanya ia tahu resiko yang harus ia tanggung. Namun tentu ia tidak akan memberikan jarinya dengan begitu saja. “Boleh.” Jawab Rekha disambut senyuman tipis Rakhsa yang adalah Kakaknya sendiri. “Namun kalau salah satu dari panglimamu itu mampu mengalahkan aku.” Tantang Rekha. Rakhsa hanya mengernyitkan keningnya. Ia tahu saudaranya sendang terluka. Menolak tantangannya juga merupakan perbuatan pengecut. Bagaimanapun posisinya sekarang berada dipihak yang dirugikan. Jika salah satu panglimanya menang, tetap saja itu memalukan. Apalagi sampai kalah. Namun Rakhsa tidak dapat berbuat apa-apa. Ia memandang ke salah satu panglimanya dan menganggukkan kepala. Orang itupun bergerak maju dan bersiap, sementara yang lain mundur sampai ke Pohon raksasa di belakang mereka. “Rekha, aku terima tantangan keras kepalamu. Ingat kamu masih terluka dalam yang cukup parah. Jangan paksakan menggunakan tenaga dalammu. Jika ‘Panglima Tiga’ ini mampu merobek kulitmu sedikit saja, terima kekalahanmu. Bagaimana?” Rakhsa memberikan tantangan yang menurutnya lebih adil. Yang diberi tantangan hanya mengangguk dan menyeringai. Ia segera memasang kuda-kuda. Matanya tajam menatap kearah orang yang disebut Panglima Tiga. Yang ditatap hanya senyum-senyum dan memasang kuda-kuda. Tangannya mengembang, menandakan siap untuk diserang. Maka sedetik kemudian kaki kanan Rekha menjejak ke pohon besar dibelakangnya menimbulkan gemuruh karena getaran pohon. Sekejap kemudian tubuh Rekha melesat bak anak panah kearah Panglima Tiga. Tapak tangannya terbuka kearah muka Panglima Tiga, melihat telapan tangan yang datang sedemikian cepatnya Panglima Tiga segera mengirimkan pukulan untuk menangkis datangnya serangan, namun belum lagi pukulannya dan tapak tangan Rekha bertumbukan, entah bagaimana tahu-tahu Rekha merubah serangannya, kaki kirinya sebentar lagi akan menghantam dadanya, sontak Panglima Tiga menggerakkan siku kanannya untuk menangkis tapak kaki lawan, namun kembali serangan Rekha berubah, kini tinju kirinya yang sebentar lagi akan menghantam pelipisnya. Tak sempat menangkis, Panglima Tiga memiringkan kepalanya ke kanan hingga pukulan Rekha hanya lewat diatas kepalanya. Pukulan dan tendangan Rekha yang tidak tentu dan serangan yang selalu berubah-ubah membuat Panglima Tiga kewalahan. Tak lama ia mulai terdesak. Rupanya anak ini punya jurus yang diandalkannya. Pantas saja ia merani menantang. Berkata dalam hati Panglima Tiga. Pertempuran itu terus berlangsung lama. Tubuh mereka hanya terlihat seperti bayang-bayang saja. Bayangan tubuh Rekha tak beraturan sedangkan tubuh Panglima Tiga melesat kian

Javanés

terjemahan google basa Jawa Indonesia

Última actualización: 2016-01-28
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Dipicu Tabrakan Ringan, Pelajar Tawuran di Depan Pemkab 2 Februari 2013 PAMEKASAN-Kaum pelajar gampang sekali terlibat tawuran. Sekitar pukul 10.30 kemarin (1/2) misalnya. Hanya karena tabrakan ringan sepeda motor menyebabkan terjadinya tawuran antarpelajar di depan Kantor Pemkab Pamekasan di Jalan Kabupaten. Informasi yang dihimpun, tabrakan antarpelajar ini terjadi saat salah seorang pelajar hendak menambal ban sepeda motornya di depan kantor pemkab. Nah, saat itulah pelajar yang menambal ban itu ditabrak oleh siswa lain dari arah belakang. Siswa yang menabrak ini lalu melarikan diri dan dikejar oleh sejumlah siswa lain. ”Pemilik sepeda motor yang ditabrak ini mau meminta pertanggungjawaban, tapi yang menabrak justru lari dan melawan dengan mengundang temanteman lainnya,” kata Ahmad, 25, tukang tambal ban di depan pemkab. Akibat tawuran ini arus lalu lintas di daerah tersebut menjadi macet. Tidak terlihat adanya petugas di lokasi kejadian, baik dari Polres Pamekasan maupun petugas satpol PP pemkab se tempat. Padahal, lokasi tawuran persis berada di depan kantor pemkab. Sejumlah warga mulai dari tukang becak, penjual makanan dan minuman yang berada di sepanjang Jalan Kabupaten berusaha melerai tawuran tersebut. Tawuran antarpelajar di Pamekasan ini merupakan kali kedua dalam sebulan terakhir. Sebelumnya, tawuran juga pernah terjadi di lokasi yang sama, namun saat itu berhasil digagalkan warga. (radar)

Javanés

terjemahan google Jawa Indonesia

Última actualización: 2015-10-19
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Angklung adalah alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari bambu, yang dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog. Sejarah Angklung Dalam rumpun kesenian yang menggunakan alat musik dari bambu dikenal jenis kesenian yang disebut angklung. Adapun jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah awi wulung (bambu berwarna hitam) dan awi temen (bambu berwarna putih). Purwa rupa alat musik angklung; tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk wilahan (batangan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar. Angklung merupakan alat musik yang berasal dari Jawa Barat. Angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke Bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur. Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu. Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Perenungan masyarakat Sunda dahulu dalam mengolah pertanian (tatanen) terutama di sawah dan huma telah melahirkan penciptaan syair dan lagu sebagai penghormatan dan persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar cocok tanam mereka tidak mengundang malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya. Syair lagu buhun untuk menghormati Nyi Sri Pohaci tersebut misalnya. Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Perkembangan selanjutnya dalam permainan Angklung tradisi disertai pula dengan unsur gerak dan ibing (tari) yang ritmis (ber-wirahma) dengan pola dan aturan=aturan tertentu sesuai dengan kebutuhan upacara penghormatan padi pada waktu mengarak padi ke lumbung (ngampih pare, nginebkeun), juga pada saat-saat mitembeyan, mengawali menanam padi yang di sebagian tempat di Jawa Barat disebut ngaseuk. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya. Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana. Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena — tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Javanés

Jawa artikel basa bab angklung ing

Última actualización: 2015-09-21
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

[PROLOG: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama Malin. Mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.] Ibu: "Malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. " Malin: "Ya ibu, tunggu sebentar." (Malin membantu ibunya) Malin: "Ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? Saya ingin ada perubahan dalam hidup kita." Ibu: "Entahlah, Ibu tidak tahu Malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada Allah. " Malin: "Ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? Siapa tahu aku akan menjadi orang kaya." Ibu: ... [Malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. Setelah mereka tiba di rumah.] Malin: "Bu, bagaimana dengan ide saya?" Ibu: "Saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. Karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini." Malin: "Tapi Ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? Saya berjanji Ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. Tenang saja Ibu, saya akan berbicara dengan Dayat, supaya menengok Ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah." [Ibu Malin tidak bisa melarang apa Malin inginkan. Akhirnya, dia setuju dengan ide Malin.] Ibu: "Baiklah, jika itu memang keinginanmu, Malin! Tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini." [Malin pergi ke rumah Dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. Dayat merupakan sahabat Malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.] Dayat: "Kamu mau ke mana, Malin?" Malin: "Besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib." Dayat: "Apa? Jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga Ibumu di sini?" Malin: "Karena itu, aku mendatangimu. Aku ingin menjaga Ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.” Dayat: "Oh, baiklah kalau begitu. Ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, Malin." [Keesokan harinya, Ibu Malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.] Ibu: "Jaga dirimu baik-baik, Nak. Cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.” Malin: "Ya Ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.” Malin: “Dayat, tolong kamu jaga Ibu saya baik-baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat tinggal.” Dayat: "Jangan khawatirkan soal itu, Malin. Saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. Jaga dirimu baik-baik. " Ibu: "Selamat jalan, Anakku." Dayat: "Selamat jalan, Malin." [Akhirnya, Malin memulai peruntungannya di perantauan. Ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. Di kapal, Kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. Kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. Nama anak gadis Kapten adalah Ningrum. Ketika Malin melihatnya, ia jatuh hati. Hal ini memberikan semangat kepada Malin untuk bekerja lebih giat lagi.] Malin: (Berkata di dalam hati, saat melihat Ningrum mendatanginya) "Ningrum sangat cantik. Aku menyukainya, dan harus menikahinya. Dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.” Ningrum: "Apakah kamu melihat ayahku?” Malin: "Hmm, saya tidak melihatnya. Mungkin ia pergi ke dapur. Cobalah ke sana untuk melihatnya." Ningrum: "Oh, baiklah. Saya akan ke sana menemuinya." Malin: [Tersenyum] "Ya, silakan Nona. Apakah perlu kuantar?” Ningrum: [Hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan Malin.] [Sementara itu, di kampung halaman Malin, Ibu Malin sangat gelisah. Ia resah bagaimana Malin menjalani kehidupannya di perantauan. Apakah Malin sehat? Apakah Malin bisa menjaga dirinya baik-baik? Semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran Ibu Malin. Sementara itu, ia juga khawatir Malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.] Ibu: "Dayat, saya rindu sekali dengan Malin. Kira-kira, kapankah ia kembali? Apakah ia baik-baik saja saat ini? Dayat: "Jangan takut, Ibu. Malin akan pulang. Ia telah berjanji. Sementara itu, biarkan saya menjaga Ibu.” Ibu: "Ya, terima kasih, Dayat. Entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu." Dayat: “Jangan terlalu dipikirkan, Ibu.” [Suatu hari, kapten memanggil Malin, karena ia akan menaikkan jabatan Malin atas prestasi kerjanya selama ini. Dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat Malin menjadi orang kaya.] Malin: "Sekarang, saya kaya raya. Saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. Karena itu, Ningrum harus menikah dengan saya.” [Semakin hari, Ibu Malin semakin merindukan anaknya. Ketuaannya membuat ia lelah menunggu Malin. Namun, Dayat selalu memberikan dukungan untuk Ibu Malin, bahwa Malin yang akan datang kembali dan orang kaya.] Dayat: "Jangan sedih, Ibu." Ibu: "Saya lelah, Dayat. Saya lelah menunggu Malin. Kita tidak pernah mendapatkan berita dari Malin sedikit pun.” Dayat: "Saya percaya Ibu, bahwa Malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.” Ibu: "Apakah kamu yakin, Dayat?" Dayat: "Ya, Ibu. Jangan sedih lagi ibu." [Setelah Malin telah menjadi orang kaya, Malin menikahi Ningrum. Mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.] Malin: “Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” Ningrum: “Malin suamiku, kita kan sudah menikah. Bagaimana kalau kita berbulan madu?” Malin: “Sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita Pulau Dua Angsa?” Ningrum: “Wah, pulau itu sangat bagus. Saya setuju.” Malin: “Oke! Kalau begitu, kita ke sana besok.” [Keesokan harinya, Malin serta istrinya berlayar ke Pulau Dua Angsa. Dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman Malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. Tapi, Malin tidak menemui Ibunya seperti yang telah dijanjikan. Ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. Ketika itu, Dayat – sahabat Malin – melihatnya.] Dayat: "Malin? Apakah dia Malin? Ya, seperti dia adalah Malin. Saya harus mengatakan itu kepada Ibunya." [Dayat pergi ke rumah Ibu Malin untuk mengabarkan kedatangan Malin. Ia sangat senang mengetahui Malin datang ke kampung halamannya. Jika, Ibu Malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.] Dayat: "Ibu... Ibu ..." Ibu: "Ya, saya di sini, Dayat." Dayat: "Ibu, Malin pulang. Ia ada di pelabuhan sekarang. Tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!" Ibu: "Apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah Malin?" Dayat: "Ya, saya yakin Bu. Saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. Saya masih ingat wajah Malin." Ibu: "Jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana." [Dayat mendampingi Ibu Malin untuk menemui anaknya. Sesampainya di pelabuhan, Ibu Malin memang melihat anaknya. Saking harunya, air mata keluar dari matanya. Ia memanggil Malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.] Ibu: "Malin, Malin, anakku! Malin …" Ningrum: "Siapa itu wanita tua, Suamiku?" [Malin tidak menjawab pertanyaan Ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.] Ningrum: "Siapa dia, Suamiku?" Ibu: “Malin, siapa ia? Apakah ia Istrimu? Ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [Ibu Malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.] Ningrum: [Tapi, Ningrum menepis pelukan itu.] "Issh, jangan sentuh aku!" Malin: "Jangan kamu menyentuhnya! Dasar wanita kotor! Kulitmu bisa mengotori kulitnya!" Ningrum: "Siapa wanita tua ini, Malin? Benarkah ia Ibumu? Uh, ia benar-benar sangat kotor." Malin: "Saya tidak tahu. Saya tidak mengenal wanita ini. " Ibu: "Malin, anakku. Kenapa kamu ini, Nak? Apa salah Ibu? Aku ini Ibumu. Ibumu. Kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. Sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?” Malin: "Cih, Ibuku? Mengaku-ngaku saja kamu sebagai Ibu? Saya tidak mengenal kamu. Jika saya kaya, tentu Ibu saya juga kaya. Tidak sepertimu, kotor dan bau!” Ibu: "MALIN!!!” [Ibu Malin berkata keras.] Ibu: “Saya Ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! Saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu." Ningrum: "Pergi saja kamu, wanita tua." Ibu: "Malin ... Malin ..." Malin: "Pergi. Pergilah sekarang, kamu!" Dayat: "MALIN! Lupakah kamu terhadap Ibumu? Lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? Ini Ibumu, Malin. Ibumu." Malin: "Tidak, saya tidak lupa. Saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. Seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu." Dayat: "Jahat, kamu! Celakalah kamu, Malin." Ibu: "Ingat saya, Nak? Saya adalah ibumu." Dayat: "Tolong, ingat ibumu, Malin. Ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. Ingatlah janjimu, Malin." [Malin tidak peduli. Ia menyeret Ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.] Malin: Jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! Ayo, Ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita." Ningrum: "Ya, Suamiku." [Setelah mendorong paksa Ibunya pergi, Malin kembali ke kapalnya. Sementara Ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.] Ibu: “Malin ... Malin ... Jangan biarkan Ibumu Malin!!!“ [Hilang sudah kesabaran Ibu Malin melihat tingkah anaknya. Lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. Kata-kata seorang Ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh Tuhan.] Ibu: “Ya Tuhan, kenapa anakku seperti itu? Apa salahku? Apa dosaku? Ia sama sekali melupakanku. Saya tidak terima perlakuan itu darinya. Sekarang hilang sudah kesabaranku. Aku mengutuknya: Jadilah batu!!!” [Setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan Kapal Malin, petir menyambar tubuhnya. Dan ...] Malin: “Apa yang terjadi? Tubuh saya tidak bisa digerakkan! Maafkan saya, Ibu. Maafkan saya ...!” Ningrum: “Apa yang terjadi? Apa yang terjadimu, Malin? Kamu kenapa?” [EPILOG: Malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada Ibunya. Kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. Itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]

Javanés

Basa Jawa drama maling kundang

Última actualización: 2015-08-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Maaf, halaman ini isn't tersedia Link yang Anda ikuti mungkin rusak, atau halaman mungkin telah dihapus.'; /* Months */ $lang['january'] = 'Januari'; $lang['february'] = 'Februari'; $lang['march'] = 'Maret'; $lang['april'] = 'April'; $lang['may'] = 'May'; $lang['june'] = 'Juni'; $lang['july'] = 'Juli'; $lang['august'] = 'Agustus'; $lang['september'] = 'September'; $lang['october'] = 'Oktober'; $lang['november'] = 'November'; $lang['december'] = 'Desember';

Javanés

terima kasih

Última actualización: 2015-03-23
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Bapak, Ibu guru dan karyawan, para orang tua siswa kelas IX, serta para undangan, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan semua dukungannya sehingga dalam waktu yang relatif singkat acara pelepasan siswa Kelas IX Angkatan 59 tahun 2012-2013 ini dapat dilaksanakan. Untuk para siswa yang Bapak sayangi, Lewat perjalanan waktu telah kita lalui bersama dalam suka dan duka hingga akhirnya pada hari ini kami melepas kalian untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Kalian adalah anak-anak yang baik. Kebersamaan kalian membuat sekolah kita menjadi kuat dan berprestasi dalam membangun nama baik sekolah yang kita cintai ini. Jagalah nama baik sekolah kita di manapun kalian menginjakkan kaki. Tetapkanlah hati dan pikiran kalian dalam kejujuran dan kebenaran. Dengan kejujuran dan kebenaran niscaya kalian akan menjadi orang orang sukses dan berhasil di masa depan. Dalam sebuah penelitian di Amerika, terdapat beberapa faktor mengapa seseorang dapat meraih sukses. Namun hebatnya faktor kejujuran ditempatkan sebagai peringkat pertama , baru sesudah itu faktor-faktor yang lain, termasuk pandai di kelas, mudah bergaul dll. Gapailah terus mimpi dan cita-cita kalian sehingga kelak kalian menjadi sosok yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggaan bagi kedua orang tua kalian. Anak-anakku yang Bapak cintai, Seperti halnya lomba lari penghalang, agar kita sukses dalam perjuangan, kita harus mampu dan berani melewati setiap penghalang yang menghadang. Tegakkan disiplin diri dengan tegas. Jangan malas, manja dan mudah bosan ! Kalau kita tunduk oleh rasa malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita tidak akan berubah. Pastikanlah bahwa kalian bisa meraih sekolah yang kalian impikan, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita. Kepada Bapak Ibu Orang tua siswa kelas IX, Bersamaan dengan acara pelepasan ini, kami serahkan kembali putra-putri Bapak Ibu. Selesai sudah tugas kami membimbing dan mendidik putra putri Bapak Ibu selama berada di sekolah ini. Harapan kami Bapak/Ibu tetap mendampingi putra putrinya dalam menempuh pendidikan di tingkat yang lebih tinggi. Sehingga dengan adanya hubungan baik antara orang tua dan anak akan bisa menciptakan sebuah kenyamanan dan ketenangan dalam menempuh pendidikan, dan hal ini akan mendorong anak untuk tetap berprestasi. Kami sudah berusaha untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun ibarat “tak ada gading yang tak retak”, kami mohon maaf jika selama ini ada yang kurang berkenan di hati para orang tua dan juga kepada para siswa. Selamat berjuang, selamat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mempertemukan kita pada masa-masa yang akan datang Wassalamu'alaikum wr. wb

Javanés

google translation Javanese Indonesian

Última actualización: 2015-03-04
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

google terjemahan bahasa palembangPuji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas keberhasilan penulis menyelasaikan tugas “Ilmu Budaya Dasar” Softskill yang diberikan ibu dosen kepada penulis, semoga isi pembahasan dapat menambah ilmu pengetahuan pembaca sekalian, amin. Kebudayaan daerah merupakan kumpulan dari ciri khas berbagai daerah di indonesia. Penyatuan dari unsur - unsur budaya daerah tercermin menjadi satu – kesatuan budaya nasional yang utuh. Budaya nasional adalah cerminan dari budaya daerah – daerah yang beragam. Indonesia memiliki aneka macam kebudyaan daerah, mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya tradisi, tari – tarian daerah, dan kebudayaan lainnya.

Javanés

google agensi palembang

Última actualización: 2015-01-29
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

google Cerita Rakyat Sumatera Utara Di wilayah Sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. Ia hidup sendiri sebatang kara. Setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. Hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. Dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. Setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. Sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“Ya Alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. Beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. Setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. Ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak!! Biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. Tanpa banyak Tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. Setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “Jangan takut Pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “Siapakah kamu ini? Bukankah kamu seekor ikan?, Tanya petani itu. “Aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “Terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. Petani itupun setuju. Maka jadilah mereka sebagai suami istri. Namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul Puteri dari seekor ikan. Jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. Setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan Petani dan istrinya bertambah, karena istri Petani melahirkan seorang bayi laki-laki. Anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. Anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. Semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. Hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. Tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. Semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. Pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. Karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. Petani tersebut langsung membangunkannya. “Hey, bangun!, teriak petani itu. Setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “Mana makanan buat ayah?”, Tanya petani. “Sudah habis kumakan”, jawab si anak. Dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "Anak tidak tau diuntung ! Tak tahu diri! Dasar anak ikan!," umpat si Petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. Setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. Dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. Air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. Dan akhirnya membentuk sebuah danau. Danau itu akhirnya dikenal dengan nama Danau Toba. Terimakasih telah membaca Cerita Rakyat Danau Toba dan semoga bermanfaat Cerita Rakyatnya dan Kunjungi Kumpulan Cerita Rakyat yang lainnya... terjemahan bahasa indonesia bahasa jawa

Javanés

google translation Javanese Indonesian

Última actualización: 2015-01-27
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Pertemanan Itu Adalah Segalanya Teman adalah segalanya karena teman kita bisa meminta pertolongan dan kita adalah manusia biasa yang tidak bisa hidup tanpa orang lain kita itu hidup berdampingan, walaupun ada cacian ada fitnahan dan ada kesalah pahaman tetapi jika kita menjalani itu semua dengan hati sabar, ikhlas dan dengan senyuman kita pasti akan menjadi pribadi yang baik. Seperti lagunya JKT48 yang berjudul Yuuhi wo miteruka (apakah kau melihat mentari senja?) Namaku cindy yuvia aku adalah orang yang miskin/kurang mampu dan di waktu dilahirkan aku pun dalam keadaan keluarga yang miskin/kurang mampu, aku sekolah di SMAN 48 jakarta dan di sekolah aku adalah anak yang pendiam karena aku malas berbicara apalagi berbicara yang kurang baik. Sejak kecil aku selalu diajarkan oleh orangtuaku untuk berbuat baik dan selalu sabar dalam menjalankan hidup ini dan selalu memaafkan kepada orang lain dan kepada orang yang telah menyakiti kita sekalipun. Pagi hari jam 6 pagi aku sudah berangkat ke sekolah, karena letak sekolahku yang agak jauh yaitu sekitar 6 km, aku memakai sepeda disaat berangkat sekolah, aku sengaja berangkat pagi-pagi kerana aku tidak mau terlambat di sekolah Bel pun berbunyi tanda masuk sekolah aku dan kawan-kawan masuk ke kelas dengan antusias dan rapih. Ibu guru memasuki ruang kelas dan tidak lupa mengucapkan salam "assalamualaikum anak-anak" ucap ibu guru disaat masuk kelas "walaikumsalam" ucap serentak siswa-siswi. Di hari itu juga di sekolah sedang mengadakan UAS (Ujian Akhir Semester) aku dan kawan-kawan berharap semoga saja ujian saat itu mudah dikerjakan. "Woy nomor 14 apa jawabanya" ucap temanku yang bernama dessi" karena mencontek itu tidak boleh aku pun tidak memberikan jawabanya ke dessi, lalu dessi pun ngambek karena tidak diberi jawabanya. Singkat cerita waktu ujian pun telah selesai siswa-siswi mengumpulkan hasil ujianya, ternyata dessi pun memandang wajahku dengan tajam dan penuh amarah, aku pun menanggapi itu dengan senyuman. Disaat pulang sekolah desi dan teman-temanya merencanakan sesuatu, dan ternyata sepedahku dikempesin pada akhirnya aku pun pulang sekolah dan mendorong sepedaku sampai rumah, capek juga sih tapi aku tidak merasa dendam sama sekali pada dessi dan teman-temanya. Waktu pun berlalu dengan begitu cepatnya yang tadinya siang ke malam sekarang tidak terasa sudah pagi lagi. Seperti biasa di pagi hari saya beranggkat sekolah dengan menggunakan sepeda karena sepedahku sudah aku kompa. Setiba di sekolah aku diledekin sama semua teman karena kemarin saya pulang sekolahnya mendorong sepedaku. Hati ini sakit tetapi aku hanya menyimpanya di dalam hati saja. dan bel pun berbunyi semua siswa-siswi masuk ke kelas, ternyata di kelas ada yang kehiilangan handphone yaitu sisil, dan guru pun menggeledah satu persatu siswa-siwi ternyata hal yang tak kuduga pun terjadi ternyata handphone sisil ada di tasku entah siapa yang memasukanya atau ada yang sengaja akhirnya aku pun menjadi tersangka dan aku pun dibawa oleh ibu guru ke kantor untuk menjelaskan semua ini, setiba di kantor saya menjelaskan semuanya tapi ibu guru tidak percaya pada semua penjelasanku akhirnya aku pun dikeluarkan dari sekolahan itu. Aku sangat sedih dan aku pun takut untuk bicara pada ayahku. Tanpa pikir panjang aku pun pulang dengan hati yang sangat berat dan setiba di rumah aku pun menjelaskan semua ini pada ayah dan ibuku. "Sudah, yang sabar ya pasti semua ini ada hikmahnya, ayah akan menjelaskan semua ini ke ibu guru" ucap ayahku. "terimakasih ayah" ucapku. Keesokan harinya ayah pun menjelaskan kejadiaan ini ke pihak sekolah setelah menjelaskan semuanya akhirnya aku pun tidak jadi dikeluarkan dari SMAN 48 jakarta. Hati ini senang sekali saat aku mendengar kabar itu dan sekarang aku pun bisa bersekolah lagi. Singkat cerita aku pun sudah di sekolah dan berkumpul dengan teman di sekolah dan aku pun menjelaskan kejadian ini kepada sisil yang kehilangan handphonenya. "Sil sebenarnya yang ngambil dompetku itu bukan aku. aku difitnah ada yang sengaja memasukanya ke dalam tasku" ucapku "oh ya aku minta maaf ya karena aku sudah menilaimu yang tidak-tidak dan seharusnya hal ini tidak terjadi" ucap sisil. Di kejauhan ada dessi dan teman-temanya sepertinya dia tidak suka dengan kembalinya aku di sekolahan. Aku pun menghampiri desi dan teman-temanya untuk berteman lagi tetapi mereka tidak mau dan mereka pun pergi meninggalkan ku dengan wajah yang cuek. "Aku tidak akan menyerah untuk bisa kembali berteman dengan dessi seperti dulu lagi" ucapku di dalam hati. Dengan tidak disangka ibu guru dan lainya menyelidiki siapa yang memasukan handphone ke dalam tasku, ternyata pelakunya ketemu yaitu dessi dan teman-temanya karena mereka tidak suka denganku. Akhirnya mereka pun dikeluarkan dari sekolahan, tetapi aku tidak tinggal diam aku kan sudah berjanji kepada diriku sendiri bahwa aku akan mengembalikan pertemanan ini seperti dulu lagi, mungkin inilah saat yang tepat untuk mengembalikan pertemanan kita seperti dulu lagi, lalu aku pun menghampiri ibu guru dan meminta untuk tidak mengeluarkan dessi dan teman-temanya. "ibu guru kenapa dessi dan teman-temanya dikeluarkan?" ucapku "karena mereka sudah memfitnahmu" ucap ibu guru "tidak bu mereka harus tetap bersekolah disini kan sebentar lagi akan UN dan aku tidak mau kalau mereka tidak lulus" ucapku "bukanya kamu hampir saja tidak bisa bersekolah lagi kerena ulah mereka" ucap ibu guru "bu aku sudah memaafkan perbuatan mereka kok dan aku ingin mengembalikan persahabatan kita seperti dulu lagi" ucapku "ya udah ibu tidak jadi mengeluarkan mereka dari sekolahan ini. Dan aku pun merasa bahagia karena mereka tidak jadi dikeluarkan dari sekolahan. "yuv aku minta maaf ya atas perbuatan semua ini yang telah berbuat tidak baik dan memfitnahmu" ucap dessi "iya yuv aku juga minta maaf" ucap teman-teman dessi. "Ya aku memaafkan kalian kok asalkan kita bisa berteman seperti dulu lagi" akhirnya kami pun berteman dan bersahabat seperti dulu lagi. Singkat cerita aku dan sisil, dessi dan teman-teman pun belajar dengan sungguh-sungguh kami belajar bersama dengan giat karena sebentar lagi akan tiba UN. Waktupun tiba kami semua mengerjakan UN dengan sangat hati-hati dan sungguh-sungguh karena kami ingin nilai yang bagus. Tidak terasa UN sudah berakhir dan tinggal menunggu hasilnya ternyata kami pun mendapat nilai yang bagus dan kami dinyatakan LULUS dari sekolahan. Pertemanan kita tidak sia-sia walupun banyak perpecahan dan sering kali menggoreskan rasa sakit di hatiku tetapi semua itu sudah kulalui dengan penuh keikhlasan dan berbuah menjadi pertemanan yang tidak terlupakan.

Javanés

cirebon basa

Última actualización: 2015-01-20
Frecuencia de uso: 3
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Drama Tari Wayang Topeng Berkembang di daerah malang tepatnya didaerah Jabung, Jatiguri, Banjarsari, Kedungmonggo. Drama tari wayang topeng pada umumnya menggelar cerita tentang Panji. Didaerah Madura terdapat wayang topeng yang disebut dengan Topeng Dalang dengan cerita Mahabarata. Didaerah Situbondo tepatnya di Kraksaan dan Panarukan dikenal dengan nama wayang Kerteh, nama ini disesuaikan dengan nama dalang wayang topeng sekitar tahun 1930 yaitu Kartosuwignyo. b. Tari gandrung Banyuwangi Tarian ini merupakan jenis tari pergaulan sejenis tayub. Gerak dasar tari gandrung ini merupakan perkembangan dari tari sakral yang disebut Seblang. Tari gandrung ini terdiri dari 3 bagian, diantaranya : 1. Jejer, berisi ucapan selamat datang untuk para tamu. 2. Gandrung, Secara bergantian tukang gedog atau tukang mengatur giliran menari, mempersilahkan para tamu untuk menari dengan penari gandrung. 3. Seblang, Ucapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa c. Tari Jaranan Buto Tari ini berkembang didaerah Banyuwangi dan Blitar, Tari jaranan buto ini dipertunjukkan pada Upacara iring-iringan pengantin dan khitanan. Tarian ini serupa dengan tari Jaranan Kepang tetapi kuda-kudanya menggambarkan binatang yang berkepala Raksasa. d. Tari Reog Kendang Tari ini disebut juga dengan Reog Tulungagung, Karen berkembang didaerah Tuliunggagung dan sekitarnya. Konon tarian ini melukiskan tentang iringan – iringan prajurit kediri ketika hendak menjebak raksasan di kawah gunung Kemput, Kisah tarian ini erat hubungannya dengan legenda terjadinya kota Kediri. Versi lain menyebutkan bahwa tarian ini diilhami oleh permainan gendang prajurit bugis dalam salah satu kesatuan laskar trunojoyo, Alat yang digunakan adalah Tam-Tam (kendang kecil yang digendong) e. Tari Reog Ponorogo Merupakan tarian khas kota Ponorogo, Pada tarian ini terdiri dari pemain kuda kepang, Penari dhadak merak, bujang ganong, klana sewandono, thetek melek, penthul dan tembem serta celengan. Tarian ini diangkat dari cerita panji yangberkisah tentang perjalanan Raden Klana Sewandono meminang putri kediri yang dalam perjalanannya harus berperang dengan singobarong dengan burung merak diatasnya. f. Tari Glipang Tari ini berkembang dikalangan masyarakat Mandalungan, Gerak Tarinya kebanyakan mengambil unsur-unsur silat dengan gerakan keras tetapi penuh humor, Penggambaran tarian ini yaitu tentang pemuda-pemuda yang sedang berlatih olah keprajuritan g. Tari Gembu /Gambuh Tarian ini menggambarkan prajurit yang berlatih perang dengan berbekal senjata keris dan perisai kecil. Tarian ini digunakan untuk menyambut tamu agung dan para raja di daerah Sumenep. h. Tari Remo Tari ini dipertunjukkan sebagai tarian untuk mengawali pertunjukan ludruk. Jenis tarinya ada 2 yaitu remo gaya putra dan remo gaya putri. Disaat menari, penarinya sambil menari juga diselingi dengan nyanyi ( ngidung) yang berisi pantun dengan iringan gendhing jula-juli surabayang diteruskan dengan tropongan, ada juga yang dilanjutkan dengan Krucilan atau bahkan ditambah dengan nyanyi gendhing-gendhing kreasi baru. Dalam perkembangannya tari remo dapat berdiri sendiri sebagai tari lepas. Tokoh-tokoh peanri Remo yang masih terkenal hingga saat ini adalah : Munalifattah dari Sidoarjo, Bollet dari Jombang, Markaban dari Surabaya. i. Tari Beskalan Suatu bentuk tari gaya putri yang dipertunjukkan sebagai acara kedua setelah tarian pembukaan. Dasar tari terdiri dari rangkaian ragam gerak yang disebut Solah disusun dengan gerak penghubung tertentu yang disebut Sendi. Didalam menari tari beskalan ini kadang-kadang penarinya juga menyanyikan lagu-lagu daerah setempat. Tari putri yang bercorak demikian ternyata masih merata diseluruh jawatimur, dimana tarian ini berfungsi sebagai tari penghormatan kepada para tamu. PERKEMBANGAN TARIAN JAWA TIMUR Secara garis besar seni tari dijawa timur masih termasuk dalam lingkungan kebudayaan jawa atau kultur jawa hal ini terbukti bahwa jawa timur pernah memegang peranan besar dalam salah satu periode pertumbuhan tari yang ada di jawa, yaitu disaat perpindahan pusat pemerintahan pulau jawa yang berlangsung pada abad XI sampai XIV membawa dampak pergeseran peranan jawa tengah kedalam kehidupan kebudayaan kewilayah jawa timur.Perkembangan tari tradisional jawa timur dapat dibedakan berdasarkan latar belakang historis kultur dan geografisnya, yang mana menurut data kesenian jawa timur terbagi menjadi 2 etnis yang dominan dan beberapa sub etnis yang masing-masing sub etnis ini memiliki ciri tersendiri yang mempengaruhi gerak tari. a. Sub Etnis Jawa Kulonan - Derahnya dekat dengan kebudayaan jawa yang berakar dari jawa tengah - Sifat kebudayaannya disebut Solo oriented arinya berorientasi dari solo - Seni tari yang berkembang tidak berbeda dengan seni tari yang berkembang di jawa tengah geraknya mengacu pada gerak jawa tengahan. b. Sub Etnis jawa pesisir utara Tarinya bernafaskan keagamaan khususnya agama islam (bersifat/bernafas islami) c. Sub Etnis jawa wetanan - Derahnya memiliki dialek bahasa tertentu - Dalam tarinya memiliki gerak yang dinamis - Kesenian tradisinya memiliki corak tersendiri seperti wayang, topeng, ludruk, remo, berkalan. d. Sub Etnis Jawa Tengger - Letak dilereng gunung wilis - Memiliki kebudayaan jawa dengan kepercayaan hindu - Kesenian tradisi yang dimiliki yaitu sodoran karo e. Sub etnis mandalungan - Derah yang meliputi yaitu sepanjang pantai utara selat madura, masuk pedalaman sekitar jember dan lumajang. Bagian timur panarukan ke bondowoso. Perkawinan kultur madura dengan jawa menghasilkan corak khusus yang disebut mandalungan. - Seni pertunjukan yang berkembang kuda kencak, glipang, terbang gending, topeng dalang, kenong telok. f. Sub etnis madura Kebudayaan Masyarakat madura banyak memperoleh pengaruh kebudayaan islam, contohnya Pojian, Ajing, Rhodat, Hadrah, Disamping itu juga masih memiliki sisa-sisa kesenian Indonesia Hindu. Contoh : Topeng Dalang, Tari Gembu (gambuh), Pangkak, Pantil. g. Sub etnis osing Daerah banyuwangi terletak diujung timur jawa timur, Seni tradisi yang berkembang antara lain : Tari barong, tari sanyang, tari seblang, tari gandrung dll. Di wilayah ini tidak luput dari pengaruh budaya islam, pengaruhnya terlihat pada seni pertunjukan hadrah, kuntul, pencak silat dsb. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa seni tari jawa timur tidak berorintasi pada pusat pemerintahan, melainkan tumbuh dan berkembang dikalangan rakyat dan lingkungan masyarakat.

Javanés

Javanese language

Última actualización: 2015-01-18
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

googleStrategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra jawa di Sekolah & Peran Guru dalam Menyikapi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Model Pembelajaran Bahasa Daerah Dalam kaitan dengan model pembelajaran dalam bentuk ceramah yang dianggap membosankan siswa, model pembelajaran yang sifatnya nonceramah tentu menjadi menarik. Sehubungan dengan itu, pada tahun 2010 Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan Balai Bahasa Yogyakarta menyusun Buku Pedoman Pengajaran Bahasa Jawa untuk Siswa SMA. Buku itu mengajarkan model pembelajaran bahasa Jawa yang didasarkan pada pendekatan komunikatif. Strategi pembelajarannya berciri (1) semipermainan untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa, (2) didominasi bentuk praktik untuk mengaktifkan siswa, dan (3) menempatkan siswa sebagai pusat.Model pembelajaran itu diakronimkan dengan basjam, yaitu bahasa Jawa yang menyenangkan. Strategi basjam terangkum dalam empat model, yaitu (1) bermain kata, (2) bermain peran, (3) kuis bahasa, dan (4) olah (uthak-athik) aksara Jawa. Berikut gambaran ringkas setiap model. Model pertama ialah model bermain kata. Model itu diterapkan untuk tujuan meningkatkan penguasaan kosakata siswa, baik ngoko maupun krama. Basjam model bermain kata terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) teka-teki silang (TTS) dan (2) skrebel. Peranti yang diperlukan ialah lembar TTS atau lembar skrebel. Model kedua ialah basjam model bermain peran. Model itu diterapkan untuk meningkatkan penguasaan kosakata, penguasaan gramatika, kemampuan bicara, dan kemampuan mengapresiasi sastra. Basjam model bermain peran terwujud dalam dua strategi, yaitu (1) bermain sandiwara dan (2) berbicara monolog dalam forum resmi dan tidak resmi. Peranti yang diperlukan ialah (penggalan) naskah sandiwara atau teks monolog. Basjam model bermain peran sangat cocok untuk melatih kemampuan aksen berbahasa daerah sebagai salah satu kekhasan sebuah bahasa. Pelatihan aksen itu menjadi penting mengingat banyak generasi muda yang sudah kehilangan aksen bahasa ibu. Pada generasi muda Jawa misalnya, kerancuan aksen terlihat pada ketakpekaan untuk, setidaknya, membedakan lafal [ṭ] dan [t], seperti pada kata sotho ‘pukul’ dan soto ‘soto’; [ḍ] dan [d], seperti pada kata wedhi ‘pasir’ dan wedi ‘takut’; [a] dan [ɔ], seperti pada kata piala ‘piala’ dan piala ’perbuatan buruk’. Model ketiga ialah basjam kuis bahasa. Model kuis bahasa diterapkan untuk meningkatkan kemampuan menyimak sumber tulis dan lisan dalam bahasa daerah. Basjam model kuis bahasa terwujud dalam tiga strategi, yaitu (1) kuis berita, (2) mengubah lagu, dan (3) cerdas tangkas (wastra basa). Peranti yang diperlukan berupa (a) fotokopi teks berita atau CD berita jika strategi yang dipilih ialah kuis berita; (b) lagu yang akan dijawakan jika yang dipilih ialah strategi mengubah lagu; dan (c) papan skor, pengatur waktu, lembar pertanyaan, dan kertas padalarang jika yang dipilih ialah strategi cerdas tangkas. Model keempat ialah basjam olah aksara. Basjam model olah aksara diterapkan untuk tujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis dan membaca aksara Jawa. Basjam model olah aksara, secara mendasar, terwujud dalam tiga strategi secara berurutan, yaitu (1) kartu aksara, (2) sanding aksara, dan (3) aksara ubahan. Peranti yang diperlukan ialah kartu kertas padalarang ukuran sedang, misalnya 10 cm x 10 cm. Satu kartu berisi satu aksara. Kartu aksara berfungsi mengenalkan jenis aksara bahasa Jawa. Strategi kedua, sanding aksara, diwujudkan dengan menyandingkan aksara Latin dan Jawa dari sekelompok kata sederhana dengan ciri (a) bersuku terbuka dan (b) merupakan pasangan minimal. Penyandingan dilakukan secara lurus dari atas ke bawah. Penyandingan dimaksudkan untuk lebih mengenalkan kekontrasan bentuk aksara Latin dan Jawa. Strategi terakhir, yaitu aksara ubahan. Strategi aksara ubahan dilakukan untuk mengenalkan adanya perubahan bentuk aksara Jawa yang disebabkan oleh (a) kekhasan distribusi; (b) hadirnya fonem asing (aksara rekan), misal /f atau q/; dan (c) adanya huruf kapital (aksara murda). Model basjam tersebut tergolong mudah untuk diterapkan. Lebih dari itu, model tersebut menjadikan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai akhir pelaksanaan, yaitu evaluasi. Untuk sekadar contoh, berikut gambaran pelaksanaan model kuis bahasa dengan strategi cerdas tangkas atau cerdas cermat. Peranti yang diperlukan meliputi (1) fotokopi teks berita sebagai sumber soal dan (2) kertas padalarang sebagai media soal aksara Jawa. Secara lengkap, pelaksanaan itu menerapkan langkah sebagai berikut. 1) Guru mengumumkan rencana cerdas tangkas setidaknya seminggu sebelum pelaksanaan. 2) Guru membagi siswa dalam kelompok. Kelompok itu beranggotakan tiga sampai lima siswa. Jumlah seluruh kelompok harus dapat dibagi tiga. 3) Pembentukan gugus (cluster); setiap gugus beranggotakan tiga kelompok. 4) Guru menyerahkan fotokopi teks berita yang berbeda kepada setiap gugus. 5) Guru menjelaskan kewajiban setiap gugus. a) Setiap gugus menentukan teman yang akan bertugas sebagai (a) pembaca berita, (b) pencatat nilai, dan (c) pengatur waktu. b) Setiap gugus menyusun 35 soal beserta jawabannya dengan perincian a. 30 soal berkenaan dengan isi berita: - 18 soal berbentuk ngoko; 12 soal berbentuk krama; - 15 soal kategori wajib dengan perincian 5 soal untuk setiap kelompok, 9 soal untuk lemparan, 6 soal untuk rebutan; b. 5 soal berkenaan dengan penulisan huruf Jawa. 6) Guru menjelaskan aturan perlombaan. - Soal yang dibuat oleh salah satu gugus dikerjakan oleh gugus lain secara acak. - Perlombaan terjadi pada kelompok yang menjadi anggota sebuah gugus. - Setiap kelompok memperoleh lima soal wajib. Soal tidak dialihkan kepada kelompok lain meskipun tidak terjawab. - Setiap kelompok memperoleh tiga soal lemparan. Soal yang tidak terjawab dialihkan ke kelompok lain. - Soal rebutan diberikan kepada kelompok yang terlebih dahulu mengangkat tangan. - Soal dalam bentuk huruf Jawa masuk kategori soal rebutan. Nilai jawaban berjenjang dari 0—15 bergantung pada tingkat kebenaran jawaban. Jawaban ditulis di papan sekaligus dibacakan. 7) Guru menjelaskan dasar penilaian. - Jawaban benar untuk kategori soal wajib dan lemparan bernilai 10. - Jawaban benar untuk kategori soal rebutan bernilai 15. Jika jawaban salah, nilai didenda 5. 8) Guru menjelaskan tugas dan wewenang setiap petugas. - Guru bertugas sebagai juri. - Pembacaan teks berita, pembacaan soal, pencatatan nilai, dan pengaturan waktu dilakukan oleh petugas yang ditunjuk oleh gugus. 9) Prapelaksanaan dan saat pelaksanaan cerdas cermat. - Dua hari sebelum pelaksanaan, guru mengumpulkan soal yang sudah dibuat setiap gugus. - Guru mencermati dan membuat catatan atas soal yang sudah dibuat jika dirasa perlu. 10) Guru memandu evaluasi setiap pelaksanaan cerdas cermat. Berdasarkan gambaran tersebut, diketahui bahwa strategi cerdas cermat mudah untuk dilaksanakan karena tidak memerlukan media dan peranti yang sulit. Selain itu, model cerdas cermat akan membiasakan siswa terlibat aktif sejak persiapan sampai dengan akhir pelaksanaan. Selebihnya, model cerdas cermat juga mengaktifkan potensi verbal siswa, terutama pada saat evaluasi. Evaluasi biasanya akan memunculkan diskusi, baik tentang (a) cara pembacaan teks yang mungkin terlalu cepat atau tidak jelas, (b) waktu yang terlalu singkat, (c) jawaban yang kurang tepat, maupun (d) penulisan aksara Jawa yang terlalu kecil. Pada tahap evaluasi, selain sebagai fasilitator, guru berfungsi sebagai mediator. Tidak kalah menarik dengan model basjam ialah model pembelajaran bahasa Bugis berbasis siri na pesse yang ditawarkan oleh Saleh (2012). Model itu bertujuan menanamkan empat pilar nilai luhur siri na pesse yang disandingkan dengan tujuh komponen utama pembelajaran kontekstual. Empat pilar siri na pesse itu meliputi lempu ‘jujur’, acca ‘cerdas’, warani ‘berani’, dan mappesona ri Dewata seuwa ’tawakal’. Adapun tujuh komponen pembelajaran kontekstual itu ialah constructivism, inqury, questioning, modelling, learning community, reflection, dan authentic assessment. Penyandingan nilai luhur siri na pesse dengan tujuh komponen pembelajaran kontekstual diwujudkan dalam bentuk permainan tradisional. Tujuannya agar pembelajaran menyenangkan dan siswa kembali akrab dengan permainan tradisional. Dalam pelaksanaannya, nilai siri na pesse yang akan ditanamkan dan komponen pembelajaran kontekstual yang akan diterapkan harus disesuaikan dengan jenis permainan yang dipilih, misalnya tentang penanaman sikap warani ’berani’ dan acca ‘cerdas’. Untuk menyesuaikan karakter warani dan acca, pilar pendekatan kontekstual yang cocok digunakan ialah cooperative learning. Jenis permainannya dipilih tudang sipulung yang memang memeluangi terjadinya diskusi. Dengan strategi itu, nilai warani dan acca tecermin melalui keberanian dan kemampuan siswa untuk menanggapi topik yang sudah disepakatkan. Prinsip kooperatif terlatihkan melalui kebijakan siswa dalam memanfaatkan kartu sebagai jatah untuk berbicara. Seperti halnya model basjam, model pembelajaran berbasis siri na pesse juga mengaktifkan siswa di samping mengaktivasi otak kanan. Aktivasi terjadi sesuai dengan terciptanya suasana yang menyenangkan dan kesadaran untuk bersyukur. Bersyukur karena memiliki kartu hak bicara berarti juga sebagai pembatasan untuk berbicara. Dalam kaitan dengan pemelajaran aksara daerah, perlu disosialisasikan pula metode baru, metode yang telah dilakukan oleh Baso (2012) patut dijadikan contoh. Keberhasilan Baso membuat prototipe true type fonts lontara yang dinamai Lontara Yusring serta mengintegrasikannya ke program multimedia interaktif merupakan sebuah lompatan yang panjang. Keberhasilan itu jelas merupakan penyederhanaan atas kerumitan pembelajaran aksara lontara karena keasingan siswa akan bentuk hurufnya. Dengan aplikasi Lontara Yusring, pengguna tidak perlu lagi menghafal dan menggoreskan setiap aksara, tetapi cukup dengan menekan tuts keyboard. Oleh sebab itu, menulis dalam aksara lontara tidak lagi berbeda dengan menulis dalam aksara Latin. Selain itu, Lontara Yusring juga dapat diintegrasikan pada program interaktif apa pun sejauh berbasis http. Dengan demikian, masyarakat Bugis dapat berinteraksi melalui internet dengan aksara lontara, baik melalui facebook, twitter, maupun model interaktif yang lain. Media tersebut merupakan media yang sangat diakrabi generasi muda. “Kedekatan” yang seperti itu diharapkan akan mengakrabkan dan mengembalikan kebanggaan generasi muda akan aksara daerah. PENDEKATAN Pendekatan adalah suatiu ancangan atau kebijaksanaan dalam memulai pengajaran suatu bidang studi yang memberi arah dan corak kepada metode pengajarannya dan didasarkan kepada asumsi yang berkaitan. 1. Pendekatan komunikatif Pendekatan komunikatif mengarahkan pengajaran bahasa pada tujuan pengajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi (Syafi’ie, 1993: 17, Hymes dalam Brumfit, 1987: 2, dan Djiwandono, 1996: 13). Pendekatan komunikatif memfokuskan pada keterampilan siswa mengimplementasikan fungsi bahasa (untuk berkomunikasi) dalam pembelajaran. Berdasarkan prinsip pendekatan komunikatf, pengajaran menulis harus diarahkan pada penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pembelajaran menulis surat. 2. Pendekatan Integratif Pembelajaran bahasa harus dilakukan secara utuh. Para siswa dituntut untuk terampil berbahasa, yaitu terampil menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut harus dilakukan secara terpadu dalam satu proses pembelajaran dengan fokus satu keterampilan. Misalnya, para siswa sedang belajar keterampilan menulis maka ketiga keterampilan yang lainnya harus dilatihkan juga, tetapi kegiatan tersebut tetap difokuskan untuk mencapai peningkatan kualitas menulis. 3. Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif Pendekatan cara belajar siswa aktif diartikan sebagai kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa. Artinya, siswa secara aktif terlibat dalam proses pengajaran. 4. Pendekatan Belajar Kooperatif Belajar kooperatif merupakan suatu metode yang mengelompokkan siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Siswa bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan tugas. 5. Pendekatan Tujuan Pendekatan tujuan ini dilandasi oleh pemikiran bahwa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, yang harus dipikirkan dan ditetapkan terlebih dahulu ialah tujuan yang hendak dicapai. Dengan memperhatikan tujuan yang telah ditetapkan itu dapat ditentukan metode mana yang akan digunakan dan teknik pengajaran yang bagaimana yang diterapkan agar tujuan pembelajaran tersebut dapat dicapai. 6. Pendekatan Struktural Pendekatan struktural merupakan salah satu pendekatan dalam pembelajaran bahasa, yang dilandasi oleh asumsi yang menganggap bahasa sebagai seperangkat kaidah. Atas dasar anggapan tersebut timbul pemikiran bahwa pembelajaran bahasa harus diutamakan penguasaan kaidah-kaidah bahasa atau tata bahasa. Dalam hal ini pengetahuan tentang pola-pola kalimat, pola kata, dan suku kata menjadi sangat penting, jelas, bahwa aspek kognitif bahasa diutamakan. Dengan pendekatan struktural siswa akan menjadi cermat dalam menyusun kalimat, karena mereka memahami kaidah-kaidahnya. 7. Pendekatan Kontekstual Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pendekatan ini mempunyai konsep, guru menggunakan objek di sekitar siswa sebagai media pembelajaran di kelas. Misalnya peristiwa kebakaran di Pasar Juwana dapat dijadikan bahan atau materi menulis artikel. METODE Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Terdapat metode-metode pembelajaran dari metode yang berpusat pada guru (ekspositori), seperti ceramah, tanya jawab, demonstrasi, sampai dengan metode yang berpusat pada siswa (discovery/ inquiry), seperti eksperimen. 1. Metode ceramah merupakan penuturan secara lisan oleh guru terhadap kelas. 2. Metode tanya jawab merupakan metode mengajar dimana guru menanyakan hal-hal yang sifatnya faktual. 3. Metode diskusi, guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya menggunakan informasi yang telah dipelajari untuk memecahkan suatu masalah. 4. Metode kerja kelompok, dengan metode ini siswa dalam suatu kelas dipandang sebagai suatu kelompok atau dibagi atas kelompok-kelompok kecil untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 5. Metode demonstrasi dan eksperimen, dengan demonstrasi guru atau narasumber atau siswa mengadakan suatu percobaan. 6. Metode sosiodrama dan bermain peran merupakan metode mengajar dengan cara mendramatisasikan masalah-masalah hubungan sosial. Merupakan suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. 7. Metode pemberian tugas belajar dan resitasi, dengan metode ini guru memberikan tugas, siswa mempelajari kemudian melaporkan hasilnya. 8. Metode karyawisata, merupakan suatu metode mengajar di mana guru mengajak siswa ke suatu objek tertentu dalam kaitannya dengan mata pelajaran di sekolah. 9. Drill atau pemberian latihan merupakan cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang dipelajari. 10. Metode debat, merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. 11. Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving) adalah penggunaan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah baik itu masalah pribadi atau perorangan maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. Memusatkan pada masalah kehidupannya yang bermakna bagi siswa, peran guru menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan dan memfasilitasi penyelidikan dan dialog. 12. Cooperative Script, adalah metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari. 13. Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/ diurutkan menjadi urutan logis. 14. Metode Jigsaw, dalam metode ini guru membagi satuan informasi yang besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa ke dalam kelompok belajar kooperatif yang terdiri dari empat orang siswa sehingga setiap anggota bertanggungjawab terhadap penguasaan setiap komponen/ subtopik yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Selain metode-metode di atas, dikemukakan juga metode pembelajaran bahasa yang lainnya, yaitu: 1. Metode langsung Metode pengajaran langsung dirancang secara khusus untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari selangkah demi selangkah. Di dalam metode langsung terdapat 5 fase yaitu demonstrasi, pembimbingan,pengecekan, dan pelatihan. Di dalam metode ini terdapat teknik dalam pembelajaran menulis yaitu teknik gambar atau menulis langsung. 2. Metode Komunikatif Desain yang bermuatan metode komunikatif harus mencakup semua keterampilan berbahasa. Metode komunikatif dapat dilakukan dengan teknik menulis dialog. Siswa menulis dialog tentang yang mereka lakukan dalam sebuah aktivitas. Kegiatan ini dapat dilaksanakan perseorangan maupun kelompok 3. Metode Integratif Integratif berarti menyatukan beberap aspek ke dalam satu proses. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi. Interbidang studi artinya beberapa aspek dalam satu bidang studi diintegrasikan. Misalnya, menyimak diintegrasikan dengan berbicara dan menulis. Metode inregratif dapat dilaksanakan dalam pembelajaran mambaca dengan memberi catatan bacaan. Siswa dapat membuat catatan yang diangap penting atau kalimat kunci sebuah bacaan. Dalam melakukan kegiatan membaca sekaligus siswa menulis. 4. Metode Tematik Dalam metode tematik, semua komponen materi pembelajaran diintegrasikan ke dalam tema yang sama dalam satu unit pertemuan. Yang perlu dipahami adalah tema bukanlah tujuan tetapi alat yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tema tersebut harus diolah dan disajikan secara kontekstualitas, kontemporer, kongkret, dan konseptual. Tema yang telah ditentukan harus diolah sesuai dengan perkembangan dan lingkungan siswa. Semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan logika yang dipunyainya. Siswa berangkat dari konsep ke analisis atau dari analisis ke konsep kebahasaan, penggunaan, dan pemahaman. 5. Metode Konstruktivitas Asumsi sentral metode konstruktivistik adalah belajar itu menemukan. Artinya, meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi itu agar informasi tersebut masuk ke dalam pemahaman mereka. Metode konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran generatif strategi bertanya, inkuiri, atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). 6. Metode Kontekstual Pembelajaran kontekstual adalah konsepsi pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan pembelajaran yang memotivasi siswa agar menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari. Adapun metode ini dapat diterapkan dal

Javanés

google translation Javanese Indonesian

Última actualización: 2015-01-03
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

TUGAS MANDIRI KE CANDI PRAMBANAN Disusun oleh : NAMA : ISTIGHFARIN EKAWATI No. Absen : 16 KELAS : VIII A MAPEL : BAHASA INDONESIA SMP NEGERI 1 KLATEN T.P. 2014 /2015 Kata Pengantar Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya diberi kesempatan dan kemudahan dalam menyelesaikan karya tulis ini tepat pada waktunya. Karya tulis ini saya tulis sebagai pertanggungjawaban karena tidak mengikuti Study Tour ke Bali pada tanggal 14-18 Desember 2014. Dalam karya tulis ini termuat sejarah mengenai keberadaan Candi Prambanan yang erat kaitannya dengan kerajaan Hindu di Pulau Jawa. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya yang telah mendukung tersusunnya karya tulis ini. Dan saya berharap semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita. Dan saya menyadari bahwa karya tulis yang saya susun ini belum sempurna. Maka dari itu, kritik dan saran sangat saya harapkan agar karya tulis ini lebih sempurna lagi. Klaten, 21 Desember 2014 Penulis Istighfarin Ekawati   Daftar Isi Halaman Judul i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Penulisan 1 B. Tujuan Penulisan 1 BAB II Pembahasan A. Candi Prambanan 2 BAB III Penutup A. Kesimpulan 7 B. Saran 7 Daftar Pusaka 7   BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Penulisan Dalam melakukan penulisan karya tulis ini dilatar belakangi oleh : Sebagai bentuk pertanggungjawaban karena saya tidak mengikuti Study Tour ke Bali B. Tujuan Penulisan Karya tulis ini saya tulis dengan tujuan sebagai berikut : Sebagai bentuk pertanggungjawaban karena saya tidak mengikuti Study Tour ke Bali Untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan  BAB II Pembahasan A. CANDI RORO JONGGRANG ( CANDI PRAMBANAN ) Candi Roro Jonggrang atau biasa kita sebut dengan Candi Prambanan terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provisi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan kemudian diselesaikan oleh raja Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M “Prasasti Siwargrha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukan sebagai raja yang besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan Mataram ke Jawa Timur berkaitan tidak terawatnya candi di daerah ini di tambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali letusan gunung merapi menjadikan candi prambanan runtuh tinggal puing-puing batu yang berserakan. Apalagi ditambah dengan gempa pada tahun 2006. Usaha pemugaran yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lambat dan akhirnya pekerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran Candi induk Roro Jonggrang secara resmi dinyatakan selesai oleh Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia Pertama. Komplek percandian prambanan terdiri atas latar bawah, latar tengah dan latar atas (Latar Pusat). Latar bawah tak berisi apapun. Didalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi perwara. Latar pusat adalah latar terpenting diatas berdiri 6 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang paling berhadapan. Deret pertama yaitu candi Siwa, candi Wisnu, dan candi Brahma. Deret kedua yaitu candi Nandi, candi Angsa dan candi Garuda. Pada ujung lorong yang memisah kedua deretan candi tersebut terdapat candi apit secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi. 1. Candi Siwa Candi Siwa dikenal juga dengan nama Candi Rara Jonggrang, karena dalam salah satu ruangannya terdapat Arca Durga Mahisasuramardani, yang sering disebut sebagai Arca Rara Jonggrang. Candi ini merupakan candi yang terbesar dan terpenting dengan luas dasar 34 m2 dan tinggi 47 m2.didalam candi Siwa terdapat arca Siwa Mahadewa. Bangunan ini terdiri atas 3 bagian secara vertikal kaki candi yang menggambarkan “Dunia Bawah” tempat manusia yang masih diliputi hawa nafsu, tubuh candi yang menggambarkan “Dunia Tengah” tempat manusia telah meninggalkan keduniawian, dan kepala/atap yang melukiskan “Dunia Atas” tempat para dewa. Gambar kosmos nampak pula dengan adanya arca dewa-dewa dan makhluk surgawi yang menggambarkan Gunung Mahameru (Gunung Everest di India) tempat para dewa. Percandian Prambanan merupakan replika gunung itu dan terbukti dengan adanya arca-arca dewa Lokapala yang terpahat pada kaki candi Siwa. Pintu masuk ke ruangan-ruangan dalam tubuh candi terdapat di teras yang lebih tinggi lagi. Untuk mencapai teras atas, terdapat tangga di depan masing-masing pintu ruangan. Dalam tubuh candi terdapat empat ruangan yang mengelilingi ruangan utama yang terletak di tengah tubuh candi. Jalan masuk ke ruangan utama adalah melalui ruang yang menghadap ke timur yang merupakan ruangan kosong tanpa arca atau hiasan apapun. Pintu masuk ke ruang utama letaknya segaris dengan pintu masuk ke ruang timur. Ruang utama ini disebut Ruang Siwa karena di tengah ruangan terdapat Arca Siwa Mahadewa, yaitu Siwa dalam posisi berdiri di atas teratai dengan satu tangan terangkat di depan dada dan tangan lain mendatar di depan perut. Konon Arca Syiwa ini menggambarkan Raja Balitung dari Mataram Hindu (898 - 910 M) yang dipuja sebagai Siwa. Tidak terdapat pintu penghubung antara Ruang Syiwa dengan ketiga ruang di sisi lain. Ruang utara, barat, dan selatan memiliki pintu sendiri-sendiri yang terletak tepat di depan tangga naik ke teras atas. Dalam ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini, yaitu Durga sebagai dewi kematian, yang menggambarkan permaisuri Raja Balitung. Durga digambarkan sebagai dewi bertangan delapan dalam posisi berdiri di atas Lembu Nandi menghadap ke Candi Wisnu. Satu tangan kanannya dalam posisi bertelekan pada sebuah gada, sedangkan ketiga tangan lainnya masing-masing memegang anak panah, pedang dan cakram. Satu tangan kirinya memegang kepala Asura, raksasa kerdil yang berdiri di atas kepala mahisa (lembu), sedangkan ketiga tangan lainnya memegang busur, perisai dan bunga. Arca Durga ini oleh masyarakat sekitar disebut juga Arca Rara Jonggrang, karena arca ini diyakini sebagai penjelmaan Rara Jonggrang. Rara Jonggrang adalah putri raja dalam legenda setempat, yang dikutuk menjadi arca oleh Bandung Bandawasa. Dalam ruang barat terdapat Arca Ganesha dalam posisi bersila di atas padmasana (singgasana bunga teratai) dengan kedua telapak kaki saling bertemu. Kedua telapak tangan menumpang di lutut dalam posisi tengadah, sementara belalainya tertumpang dilengan kiri. Arca Ganesha ini menggambarkan putra mahkota Raja Balitung. selempang di bahu menunjukkan bahwa ia juga seorang panglima perang. Dalam ruang selatan terdapat Arca Agastya atau Siwa Mahaguru. Arca ini meliliki postur tubuh agak gemuk dan berjenggot. Siwa Mahaguru digambarkan dalam posisi berdiri menghadap ke Candi Brahma di selatan dengan tangan kanan memegang tasbih dan tangan kiri memegang sebuah kendi. Di belakangnya, di sebelah kiri terdapat pengusir lalat dan di sebelah kanan terdapat trisula. Konon Arca Siwa Mahaguru ini menggambarkan seorang pendeta penasihat kerajaan. Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Dasar kaki candi dikelilingi selasar yang dibatasi oleh pagar langkan. Pada dinding langkan sebelah dalam relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan cara “pradaksina” (berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hiasan-hiasan pada dinding sebelah luar berupa “kinari-kinari” (makhluk bertubuh burung berkepala manusia), “kalamakara’ (kepala raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitolog) dan makhluk surgawi lainnya. Atap candi bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat komplek dan masing-masing dihiasi sejumlah “ratna” dan puncaknya terdapat “ratna” terbesar. 2. Candi Brahma Candi Brahma terletak disebelah selatan Candi Siwa. Luas dasarnya 20 m2 dan tingginya 37 m2. Didalam satu-satunya ruangan berdiri arca Brahma berkepala 4 dan berlengan 4. Sebenarnya arca ini sangat indah namun sekarang sudah rusak.pada arca ini, salah satu tangannya memegang tasbih yang menggambarkan waktu dan yang satunya memegang “kamandalu” tempat air. Dewa Brahma sebagai pencipta alam, oleh karena itu pada arca Brahma ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci weda dan masing-masing menghadap keempat arah mata angin. Dasar kaki candi dikelilingi oleh selasar yang dibatasi pagar langkan yang dinding sebelah dalamnya terpahat relief lanjutan cerita Ramayana dan relief yang pada candi Siwa. 3. Candi Wisnu Candi Wisnu terdapat di sebelah utara Candi Siwa. Tubuh candi berdiri di atas batur yang membentuk selasar berlangkan. Tangga untuk naik ke permukaan batur terletak di sisi timur. Di sepanjang dinding tubuh candi berderet panil dengan pahatan yang menggambarkan Lokapala. Sepanjang dinding dalam langkan dihiasi seretan panil yang memuat relief Krisnayana. Krisnayana adalah kisah kehidupan Krisna sejak ia dilahirkan sampai ia berhasil menduduki tahta Kerajaaan Dwaraka. Di atas dinding langkan berderet hiasan ratna. Di bawah ratna, pada sisi luar dinding langkan, terdapat relung kecil dengan hiasan Kalamakara di atasnya. Dalam relung terdapat pahatan yang menggambarkan Wisnu sebagai pendeta yang sedang duduk dengan berbagai posisi tangan. Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara. Candi Wisnu hanya mempunyai 1 ruangan dengan satu pintu yang menghadap ke timur. Dalam ruangan tersebut, terdapat Arca Wisnu dalam posisi berdiri di atas 'umpak' berbentuk yoni. Wisnu digambarkan sebagai dewa bertangan 4. Tangan kanan belakang memegang Cakra (senjata Wisnu) sedangkan tangan kiri memegang tiram. Tangan kanan depan memegang gada dan tangan kiri memegang setangkai bunga teratai. 4. Candi Nandi Candi ini mempunyai satu tangga masuk yang menghadap ke barat, yaitu ke Candi Syiwa. Nandi adalah lembu suci tunggangan Dewa Syiwa. Jika dibandingkan dengan Candi Garuda dan Candi Angsa yang berada di sebelah kanan dan kirinya, Candi Nandi mempunyai bentuk yang sama, hanya ukurannya sedikit lebih besar dan lebih tinggi. Tubuh candi berdiri di atas batur setinggi sekitar 2 meter. Seperti yang terdapat di Candi Siwa, pada dinding kaki terdapat dua motif pahatan yang letaknya berselang-seling. Yang pertama merupakan gambar singa yang berdiri di antara dua pohon kalpataru dan yang kedua merupakan gambar sepasang binatang yang berteduh di bawah pohon kalpataru. Di atas pohon bertengger dua ekor burung. Candi Nandi memiliki satu ruangan dalam tubuhnya. Tangga dan pintu masuk ke ruangan terletak di sisi barat. Dalam ruangan terdapat Arca Lembu Nandi (kendaraan Syiwa) dalam posisi berbaring menghadap ke barat. Dalam ruangan tersebut terdapat juga dua arca, yaitu Arca Surya (dewa matahari) yang sedang berdiri di atas kereta yang ditarik oleh tujuh ekor kuda dan Arca Candra (dewa bulan) yang sedang berdiri di atas kereta yang ditarik oleh sepuluh ekor kuda. Dinding ruangan tidak dihias dan terdapat sebuah batu yang menonjol pada tiap sisi dinding yang berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu minyak. Dinding lorong di sekeliling tubuhcandi juga polos tanpa hiasan pahatan. 5. Candi Angsa Candi ini mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasarnya 13 m2 dan tingginya 22 m2. Mungkin ruangan ini hanya dipakai untuk kandang angsa (hewan yang biasa dikendarai oleh Brahma). 6. Candi Garuda Bentuk, ukuran, serta hiasan dindingnya sama dengan candi Angsa. Didalam satu-satunya ruangan yang ada terdapat arca kecil yang berwujud seekor Garuda diatas seekor naga. Garuda adalah kendaraan Wisnu. 7. Candi Apit Candi Apit merupakan sepasang candi yang saling berhadapan. Masing-masing terletak di ujung selatan dan ujung utara lorong di antara kedua barisan candi besar. Kedua candi ini berdenah bujur sangkar dengan luas dasar 6 m2 dengan tinggi 16 m. Masing-masing mempunyai satu tangga menuju satu-satunya ruangan dalam tubuhnya. Ruangannya kosong. Mungkin candi ini dipergunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi-candi induk. Karena keindahannya ia mungkin digunakan untuk menanamkan estetika dalam komplek percandian Prambanan. 8. Candi Kelir Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 m. Candi ini tidak mempunyai tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak bala. 9. Candi Sudut Ukuran candi-candi ini sama dengan candi Kelir yaitu dengan luas dasar 1,55 m2 dan tinggi 4,10 m.   BAB III Penutup A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah : Candi prambanan memiliki keistimewaan dan pesona keindahan baik dari bentuk bangunan, tata ruang, maupun sejarahnya. Candi Prambanan memiliki banyak sejarah sehingga banyak wisatawan/turis yang datang untuk melihat secara langsung kemegahannya baik turis lokal maupun turis mancanegara. Candi Prambanan merupakan peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Asia Tenggara dan warisan bernilai tinggi dari abad ke-9 . Candi Prambanan sebagai situs Warisan Dunia adalah suatu karya agung dari hasil kreativitas dan kejeniusan manusia serta merupakan contoh dari warisan religi Hindu dan Budha dari masa abad ke-10 Masehi. B. Saran Setelah saya berkunjung ke objek wisata Candi Prambanan ini, saya memiliki sedikit saran, antara lain : Kunjungilah tempat-tempat bersejarah yang ada di daerahmu untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Patuhilah peraturan yang ada di objek wisata Candi Prambanan Apabila kita bertemu dengan turis, baik turis lokal maupun turis mancanegara, sapalah mereka walau hanya dengan senyuman saja. Kepada pemerintah, khususnya pengelola objek wisata, saya menyarankan untuk menjaga kelestarian objek wisata Candi Prambanan dan meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan agar lebih banyak wisatawan yang datang mengunjungi objek wisata ini karena ini dapat menambah devisa negara.   DAFTAR PUSTAKA Buku Panduan “ Kompleks Percandian Prambanan (Roro Jonggrang) “ www.candiprambanan.com www.kompleks-candi-prambanan.com www.wikipedia.org google terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2015-01-01
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Laksmana adalah salah satu tokoh protagonist dalam wiracarita Ramayana. Ia merupakan putera ketiga Prabu Dasarata dan merupakan adik tiri Sri Rama, pangeran kerajaan Kosala.Laksmana merupakan adik yang paling dekat dengan Rama bila dibanding dengan saudara-saudaranya yang lain. Menurut kitab Purana, Laksmana merupakan penitisan Sesa. Sesha adalah ular yang mengabdi kepada Wisnu dan menjadi ranjang ketika Wisnu beristirahat di lautan susu. Sesha selalu menitis kepada setiap awatara Wisnu dan menjadi pendamping setianya. Dalam hal ini, Sesha menitis kepada Laksmana, yang kemudian menjadi pendamping awatara Wisnu, yaitu Rama. Laksmana merupakan putera ketiga Prabu Dasarata, raja Kerajaan Kosala. Kakak pertamanya adalah Rama, kakak keduanya bernama Bharata, dan kembarannya sekaligus adiknya bernama Satrugna. Laksmana menikah dengan adik Dewi Sita yang bernama Urmila Keempat putera Dasarata memang memiliki ikatan persaudaraan yang kuat meskipun mereka berbeda ibu. Mereka saling menyayangi satu sama lain. Namun Satrugna lebih dekat dengan Bharata, sedangkan Laksmana lebih dekat dengan Rama. Saat Resi Wiswamitra meminta bantuan Rama untuk mengusir para Raksasa di hutan Dandaka, Laksmana juga turut serta. Mereka berdua berhasil membunuh banyak raksasa dan melindungi para resi. Laksmana selalu ikut kemanapun Rama pergi, ia selalu berbakti kepada kakaknya tersebut. Saat Kekayi ibu Bharata ,menagih janjinya kepada Dasarata yang meminta agar Bharata dijadikan pewaris takhta, dan membuang Rama selama 14 tahun. Laksmana juga mengikuti Rama bersama Sita, istri Rama. Ketika Bharata datang menyusul Rama ke dalam hutan ,Laksmana mencurigai kedatangan kakak keduanya itu dan bersiap-siap untuk menyerang. Namun Rama yang sudah mengetahui maksud kedatangan Bharata mencegah dan meminta Laksmana untuk menahan hawa nafsunya. Rama kemudian menjelaskan bahwa sebenarnya kedatangan Bharata adalah untuk meminta dirinya kembali ke Ayodhya. Selama masa pembuangan, Laksmana membuat pondok untuk Rama dan Sita. Saat seorang rekshasi bernama Surpanaka mengganggu mereka dan hendak melukai Sita, Laksmana segera bertindak dan pedangnya melukai hidung Surpanaka.Dengan penuh rasa malu, Surpanaka lari dan mengadu kepada kakak-kakaknya.

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-11-25
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Biarkan saya tetap masuk Lupa kata sandi Anda? Mendaftar SEJARAH HIDUP PRESIDEN SOEKARNO 16 Agustus 2013 pukul 16:48 Ir Soekarno dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia dan juga sebagai Pahlawan Proklamasi, Soekarnoyang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta. Saat ia lahir dinamakan Koesno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibunya Ida Ayu Nyoman Rai. Semasa hidupnya, beliau mempunyai tiga istri dan dikaruniai delapan anak. Dari istri Fatmawati mempunyai anak Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati dan Guruh. Dari istri Hartini mempunyai Taufan dan Bayu, sedangkan dari istri Ratna Sari Dewi, wanita turunan Jepang bernama asli Naoko Nemoto mempunyai anak Kartika. Masa kecil Soekarno hanya beberapa tahun hidup bersama orang tuanya di Blitar. Semasa SD hingga tamat, beliau tinggal di Surabaya, indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto, politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. Kemudian melanjutkan sekolah di HBS (Hoogere Burger School). Saat belajar di HBS itu, Soekarno telah menggembleng jiwa nasionalismenya. Selepas lulus HBS tahun 1920, pindah ke Bandung dan melanjut ke THS (Technische Hoogeschool atau sekolah Tekhnik Tinggi yang sekarang menjadi IT. Ia berhasil meraih gelar “Ir” pada 25 Mei 1926. Kemudian, beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan PNI (Partai Nasional lndonesia) pada 4 Juli 1927, dengan tujuan Indonesia Merdeka. Akibatnya, Belanda memasukkannya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada 29 Desember 1929. Saat dipenjara, Soekarno mengandalkan hidupnya dari sang istri. Seluruh kebutuhan hidup dipasok oleh Inggit yang dibantu oleh kakak kandung Soekarno, Sukarmini atau yang lebih dikenal sebagai Ibu Wardoyo. Saat dipindahkan ke penjara Sukamiskin, pengawasan terhadap Soekarno semakin keras dan ketat. Dia dikategorikan sebagai tahanan yang berbahaya. Bahkan untuk mengisolasi Soekarno agar tidak mendapat informasi dari luar, dia digabungkan dengan para tahanan 'elite'. Kelompok tahanan ini sebagian besar terdiri dari orang Belanda yang terlibat korupsi, penyelewengan, atau penggelapan. Tentu saja, obrolan dengan mereka tidak nyambung dengan Bung Karno muda yang sedang bersemangat membahas perjuangan kemerdekaan. Paling banter yang dibicarakan adalah soal makanan, cuaca, dan hal-hal yang tidak penting. Beberapa bulan pertama menjadi tahanan di Sukamiskin, komunikasi Bung Karno dengan rekan-rekan seperjuangannya nyaris putus sama sekali. Tapi sebenarnya, ada berbagai cara dan akal yang dilakukan Soekarno untuk tetap mendapat informasi dari luar. Hal itu terjadi saat pihak penjara membolehkan Soekarno menerima kiriman makanan dan telur dari luar. Telur yang merupakan barang dagangan Inggit itu selalu diperiksa ketat oleh sipir sebelum diterima Bung Karno. Seperti yang dituturkan Ibu Wardoyo yang dikutip dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antarkota tahun 1978, telur menjadi alat komunikasi untuk mengabarkan keadaan di luar penjara. Caranya, bila Inggit mengirim telur asin, artinya di luar ada kabar buruk yang menimpa rekan-rekan Bung Karno. Namun dia hanya bisa menduga-duga saja kabar buruk tersebut, karena Inggit tidak bisa menjelaskan secara detail. Seiring berjalannya waktu, Soekarno dan Inggit kemudian menemukan cara yang lebih canggih untuk mengelabui Belanda. Medianya masih sama, telur. Namun, telur tersebut telah ditusuk-tusuk dengan jarum halus dan pesan lebih detail mengenai kabar buruk itu dapat dipahami Bung Karno. Satu tusukan di telur berarti semua kabar baik, dua tusukan artinya seorang teman ditangkap, dan tiga tusukan berarti ada penyergapan besar-besaran terhadap para aktivis pergerakan kemerdekaan. Selama menjalani masa hukuman dari Desember 1929 hingga dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931, Soekarno tidak pernah dijenguk oleh kedua orangtuanya yang berada Blitar. Menurut Ibu Wardoyo, orang tua mereka Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tidak sanggup melihat anak yang mereka banggakan itu berada di tempat hina yakni penjara dan dalam posisi yang tidak berdaya. Apalagi, saat di Sukamiskin, menurut Ibu Wardoyo, kondisi Soekarno demikian kurus dan hitam. Namun Bung Karno beralasan, dia sengaja membuat kulitnya menjadi hitam dengan bekerja dan bergerak di bawah terik matahari untuk memanaskan tulang-tulangnya. Sebab di dalam sel tidak ada sinar matahari, lembab, gelap, dan dingin. Delapan bulan kemudian baru disidangkan. Dalam pembelaannya berjudul Indonesia Menggugat, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda, bangsa yang mengaku lebih maju itu. Pembelaannya itu membuat Belanda makin marah. Sehingga pada Juli 1930, PNI pun dibubarkan. Setelah bebas pada tahun 1931, Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus memimpinnya. Akibatnya, beliau kembali ditangkap Belanda dan dibuang ke Ende, Flores, tahun 1933. Empat tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang, Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. Sebelumnya, beliau juga berhasil merumuskan Pancasila yang kemudian menjadi dasar (ideologi) Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau berupaya mempersatukan nusantara. Bahkan Soekarno berusaha menghimpun bangsa-bangsa di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai “Pahlawan Proklamasi”. Presiden Soekarno dan Ibu fatmawati Presiden Soekarno semasa hidupnya dikenal memiliki pesona, sehingga dengan mudah menaklukkan wanita-wanita cantik yang diinginkannya. Sejarah mencatat Bung Karno sembilan kali menikah. Namun banyak yang tidak tahu wanita seperti apa yang dicintai Sang Putra Fajar itu. Untuk urusan kriteria ternyata Bung Karno bukanlah sosok pria neko-neko. Perhatian Bung Karno akan mudah tersedot jika melihat wanita sederhana yang berpakaian sopan. Lalu, bagaimana Bung Karno memandang wanita berpenampilan seksi? Pernah di satu kesempatan ketika sedang jalan berdua dengan Fatmawati, Bung Karno bercerita mengenai penilaiannya terhadap wanita. Kala itu Bung Karno benar-benar sedang jatuh hati pada Fatmawati. "Pada suatu sore ketika kami sedang berjalan-jalan berdua, Fatmawati bertanya padaku tentang jenis perempuan yang kusukai," ujar Soekaro dalam buku 'Bung Karno Masa Muda' terbitan Pustaka Antar Kota. Sesaat Bung Karno memandang sosok Fatmawati yang saat itu berpakaian sederhana dan sopan. Perasaan Bung Karno benar-benar bergejolak, dia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. "Aku memandang kepada gadis desa ini yang berpakaian baju kurung merah dan berkerudung kuning diselubungkan dengan sopan. Kukatakan padanya, aku menyukai perempuan dengan keasliannya, bukan wanita modern yang pakai rok pendek, baju ketat dan gincu bibir yang menyilaukan," kata Soekarno. "Saya lebih menyukai wanita kolot yang setia menjaga suaminya dan senatiasa mengambilkan alas kakinya. Saya tidak menyukai wanita Amerika dari generasi baru, yang saya dengar menyuruh suaminya mencuci piring," tambahnya. Mungkin saat itu Fatmawati begitu terpesona mendengar jawaban Soekarno yang lugas. Sampai pada akhirnya jodoh mempertemukan keduanya. Soekarno menikah dengan Fatmawati pada tahun 1943, dan dikarunia 5 anak yakni Guntur, Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. "Saya menyukai perempuan yang merasa bahagia dengan anak banyak. Saya sangat mencintai anak-anak," katanya. Menurut pengakuan Ibu Fatmawati, dia dan Bung Karno tidak pernah merayakan ulang tahun perkawinan, Jangankan kawin perak atau kawin emas, ulang tahun pernikahan ke-1, ke-2 atau ke-3 saja tidak pernah. Sebabnya tak lain karena keduanya tidak pernah ingat kapan menikah. Ini bisa dimaklumi karena saat berlangsungnya pernikahan, zaman sedang dibalut perang. Saat itu Perang Dunia II sedang berkecamuk dan Jepang baru datang untuk menjajah Indonesia. "Kami tidak pernah merayakan kawin perak atau kawin emas. Sebab kami anggap itu soal remeh, sedangkan kami selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan besar yang hebat dan dahsyat," begitu cerita Ibu Fatmawati di buku Bung Karno Masa Muda, terbitan Pustaka Antar Kota, 1978. Kehidupan pernikahan Bung Karno dan Fatmawati memang penuh dengan gejolak perjuangan. Dua tahun setelah keduanya menikah, Indonesia mencapai kemerdekaan. Tetapi ini belum selesai, justru saat itu perjuangan fisik mencapai puncaknya. Bung Karno pastinya terlibat dalam setiap momen-momen penting perjuangan bangsa. Pasangan ini melahirkan putra pertamanya yaitu Guntur Soekarnoputra. Guntur lahir pada saat Bung Karno sudah berusia 42 tahun. Berikutnya lahir Megawati, Rachmawati, Sukmawati, dan Guruh. Putra-putri Bung Karno dikenal memiliki bakat kesenian tinggi. Hal itu tak aneh mengingat Bung Karno adalah sosok pengagum karya seni, sementara Ibu Fatmawati sangat pandai menari. Sejak kecil, Soekarno sangat menyukai cerita wayang. Dia hapal banyak cerita wayang sejak kecil. Saat masih bersekolah di Surabaya, Soekarno rela begadang jika ada pertunjukan wayang semalam suntuk. Dia pun senang menggambar wayang di batu tulisnya. Saat ditahan dalam penjara Banceuy pun kisah-kisah wayanglah yang memberi kekuatan pada Soekarno. Terinspirasi dari Gatot Kaca, Soekarno yakin kebenaran akan menang, walau harus kalah dulu berkali-kali. Dia yakin suatu saat penjajah Belanda akan kalah oleh perjuangan rakyat Indonesia. "Pertunjukan wayang di dalam sel itu tidak hanya menyenangkan dan menghiburku. Dia juga menenangkan perasaan dan memberi kekuatan pada diriku. Bayangan-bayangan hitam di kepalaku menguap bagai kabut dan aku bisa tidur nyenyak dengan penegasan atas keyakinanku. Bahwa yang baik akan menang atas yang jahat," ujar Soekarno dalam biografinya yang ditulis Cindy Adams "Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang diterbitkan Yayasan Bung Karno tahun 2007. Soekarno tidak hanya mencintai budaya Jawa. Dia juga mengagumi tari-tarian dari seantero negeri. Soekarno juga begitu takjub akan tarian selamat datang yang dilakukan oleh penduduk Papua. Karena kecintaan Soekarno pada seni dan budaya, Istana Negara penuh dengan aneka lukisan, patung dan benda-benda seni lainnya. Setiap pergi ke daerah, Soekarno selalu mencari sesuatu yang unik dari daerah tersebut. Dia menghargai setiap seniman, budayawan hingga penabuh gamelan. Soekarno akan meluangkan waktunya untuk berbincang-bincang soal seni dan budaya setiap pagi, di samping bicara politik. Pemberontakan G-30-S/PKI melahirkan krisis politik hebat yang menyebabkan penolakan MPR atas pertanggungjawabannya. Sebaliknya MPR mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden. Saat-saat diasingkan di Istana Bogor selepas G-30S/PKI, Soekarno membunuh waktunya dengan mengiventarisir musik-musik keroncong yang dulu populer tahun 1930an dan kemudian menghilang. Atas kerja kerasnya dan beberapa seniman keroncong, Soekarno berhasil menyelamatkan beberapa karya keroncong. Setlah itu Kesehatannya terus memburuk, yang pada hari Minggu, 21 Juni 1970 ia meninggal dunia di RSPAD. Ia disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan dimakamkan di Blitar, Jatim di dekat makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi". Detik Detik Kematian Sang Presiden Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir. Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer. Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya. Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus. Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini. “Pak, Pak, ini Ega…” Senyap. Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi. Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar. Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata. Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya. Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah. “Hatta.., kau di sini..?” Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur. “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?” Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini. Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu? Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno. Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis. Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani. “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang. Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus. Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya. Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis. Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya. Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi. Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya. Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan. Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada. Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal. Isu di bunuh secara perlahan Banyak Keyakinan orang banyak bahwa Bung Karno dibunuh secara perlahan mungkin bisa dilihat dari cara pengobatan proklamator RI ini yang segalanya diatur secara ketat dan represif oleh Presiden Soeharto. Bung Karno ketika sakit ditahan di Wisma Yasso (Yasso adalah nama saudara laki-laki Dewi Soekarno) di Jl. Gatot Subroto. Penahanan ini membuatnya amat menderit

Javanés

google translation Javanese Indonesian

Última actualización: 2014-11-21
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo
Advertencia: contiene formato HTML invisible

Indonesio

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain. Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan. Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu. Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya. Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu. Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya. Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya. Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak. Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-11-20
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

AUTOBIOGRAFI ROHAYATI Nama saya Rohayati, biasa dipanggil roha. Tetapi kedua orang tua saya memanggil saya dengan panggilan yanti. Karena dulu waktu saya kecil saya diberikan nama Rohayanti oleh ayah saya. Tapi pada saat saya pembuatan akta kelahiran, nama yang tertulis ROHAYATI. Jadi dari saya SD sampai dengan sekarang orang-orang memanggil saya dengan nama roha, sedangkan orang rumah sendiri memanggil saya dengan nama panggilan yanti. Itu sekilas tentang nama saya. Saya lahir di indramayu pada hari senin jam 21.00 WIB tanggal 28 mei 1999. Nama ayah saya Rindam dan nama ibu saya Watini. Kakek saya bernama Kandeg dan Darus, nenek saya bernama Damini dan Witem. Ayah saya mempunyai dua orang adik satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka adalah paman dan bibi saya yang bernama Sarkim dan Tarunah. Itu sekilas dari keluarga saya. Ayah saya bekerja sebagai petani dan seoang supir. Sedangkan ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga. Saya merupakan anak pertama dari ayah dan ibu. Saya mempunyai satu adik laki-laki bernama Wahyuda. Adik saya masih duduk dibangku SD kelas 6 sekarang. Umur saya 15 tahun sekarang , selisih 4 tahun dengan adik saya. Hobby saya menulis, menggambar, mendengarkan lagu dan bermain volley. Nama sahabat yang selalu ada buat saya dari SMP sampai sekarang adalah Nur wulandari. Dia satu-satunya sahabat yang selalu ada disisi saya, walaupun sekarang kita beda sekolah tapi kita masih sering komunikasi. Saya alergi susu putih(bila terlalu banyak meminumnya) , alergi panas matahari, alergi debu. Makanan kesukaan saya tumis sawi kecap dan tumis kangkung. Minuman kesukaan juice melon. Warna kesukaan biru. Angka kesukaan 8 dan saya paling benci dengan angka 17. Binantang yang saya suka kelinci dan heamster. Riwayat sekolah, dulu saya sekolah di SD yang cukup dekat dengan rumah saya. saya langsung masuk ke SD tanpa TK terlebih dahulu. Karena saya sudah bisa membaca dan menghitung sendiri, jadi saya langsung masuk ke SD. SD saya di SDN JATISURA II, ketika masih SD saya sering diejek dan dibuli oleh teman-teman saya, karena badan saya kurus kecil dan pendek gara-gara sering diejek seperti itu saya sering makan biar saya nggak diejek kurus kecil dan pendek lagi. Dulu waktu saya kelas 1, saya pernah ikut lomba cerdas cermat tingkat kec. Cikedung dan mendapat juara II , kemudian mengikuti lomba lagi lomba Calistung (membaca , menulis, dan menghitung) di SDN CIKEDUNG LOR II, mendapat juara III. Ketika saya kelas 2 dan kelas 3 saya mengikuti lomba yang sama di SDN CIKEDUNG I tetapi saya cuma mendapat juara III, kemudian ada lagi lomba MIPA (matematika dan ipa) tingkat kec.cikedung pada saat saya kelas 4 tetapi pada lomba itu saya kalah. Waktu itu saya menangis, saya merasa sudah mengecewakan ayah dan ibu dan terutama guru saya. Rasa yang saya rasakan pada saat itu adalah sedih, kesal, dan menyesal. Kemudian selang beberapa bulan ada perlombaan kaligrafi, cerdas cermat, pidato, hafalan juz’ama, dll. Saya mengikuti 2 perlombaan karena tidak bentrok waktunya jam 07.00-09.00 WIB kaligrafi dan 09.30-10.10 lomba cerdas cermat lomba tersebut diadakan di SDN JAMBAK I. Saya cuma mendapat juara III, sedangkan cerdas cermat juara II. Itupun berkat bantuan adik kelas saya namanya sudur. Pada saat kelas 5 SD, ada perlombaan olahraga antara lain : lempar lembing, lempar cakram, lompat jauh, lari, bulu tangkis, tenis meja, catur dan volley (PA/PI). Siapa yang mengikuti lomba? Semua sudah ditentukan oleh guru olahraga. Erwanto mengikuti lomba catur, teguh saiful hamzah mengikuti tenis meja, iman lempar lembing, eka lempar cakram, castirah lari, team volley (PA) agus, rasadi, supri, solikin dan ahmad, team volley (PI) rasiti, rohayati, arwati, arlinah, devi, bulu tangkis iqbal sama safitri. Semuanya sudah ditentukan berhari-hari kami latihan, setiap sore kami pasti ke sekolah untuk latihan hingga pada saat waktu lomba tinggal menghitung hari saya dipindah oleh siti untuk mengikuti lomba bulu tangkis putri tunggal, saya merasa kaget dan terkejut. Saya berfikir kenapa saya dipindah mendadak begini? Sedangkan waktu untuk berlatih pun nggak ada hanya tinggal 3 hari saya harus siap menghadapi lomba. Saya bingung harus apa selain menerima kenyataan bahwa saya harus dipindah ke bulu tangkis cabang olahraga yang belum terlalu saya kusai, karena besik saya sudah divolley. Tapi saya bisa apa?? Ya udahlah bismillah ajah semoga saya bisa menjadi yang terbaik dan menjadi juara agar bisa mengharumkan nama baik sekolah. Saat yang sudah ditunggu-tunggu kini telah tiba. Kami serombongan berangkat ke cikedung. Kemudian karena tempat lomba terpisah jadi kami dipecah dan berpencar, yang ikut lomba volley, lempar cakram, lempar lembing, tenis meja, dan catur diSDN CIKEDUNG LOR II, sedangkan bulu tangkis di KUD cikedung. Dalam hati saya, saya berkata:”semangat teman-teman mari kita buktikan kepada mereka, bahwa kitalah yang akan juara. Bawa semua piala teman-teman, jangan lupa walau kita terpisah tapi semangat kita sama. Yaitu ingin mengharumkan nama SD kita. Teman-teman semangat jangat takut ok!!!” saya berharap akan menang meski saya mengikuti lomba ini tanpa persiapan. Selang beberapa menit kemudian tibalah giliran saya untuk bermain, ya allah bantu saya mengalahkan lawan-lawan saya Bismillah. Babak pertama saya menang tapi kemudian saya kalah dibabak kedua. Saya sedih, merasa kecewa.. tapi tak apa yang penting saya bisa dapat teman baru dan pengalaman baru. Teman saya itu berasal dari SDN JAMBAK I namanya sisi dan rio. Kata dia permainanku cukup baik, saya bilang alhamdulillah karena berarti saya juga ada bakat dipermainan ini. Kemudian saya pergi ke SDN CIKEDUNG LOR II untuk melihat teman-teman yang sudah menyelesaikan lombanya, kemudian kami berkumpul saling bertanya gimana lombanya menang nggak. Saya bilang nggak tau hasilnya akan dibagikan nanti. Singkat waktu kami pulang dan kembali kerumah masing-masing. Kemudian keesokan harinya kami berangkat sekolah, dan mendengar kabar bahwa yang menang dan mendapat hanya catur (juara III), lempar lembing (juara III), lempar cakram (juara III), lari (juara II), dan tenis meja (juara I). Alhamdulillah masih ada yang juara, setidaknya SDN JATISURA II bisa membawa pulang piala walau nggak semuanya. Semasa saya SD, saya selalu mendapat rangking 1. Bahkan pada saat hasil UN keluar nilai saya merupakan nilai yang terbaik di kelas. Selang beberapa waktu saya menerima surat kelulusan, saya begitu sedih saat melihat isi surat tersebut, kenapa? Karena saya lulus, dan berarti sayapun takan lagi bertemu dengan mereka. Takan bersama-sama dengan mereka lagi, takan bisa lagi bercanda dan tertawa bareng mereka. Tapi saya bersyukur serta berterimakasih kepada ibu/bapak guru yang telah membimbing dan mengajari saya. kemudian saya melanjutkan sekolah lagi ke SMPN 2 LELEA, salah satu SMP terfavorit didesa saya. saya berangkat dari rumah jam 5, kenapa? Karena rumah saya dengan SMP cukup jauh, sedangkan kendaraan yang saya gunakan hanya sepeda. Jadi saya berangkat harus pagi-pagi sekali mengingat rumah saya yang jauh dari sekolah. Kemudian sesampainya disana, saya mengikuti psikotest kemudian lulus, 2 hari mengikuti MOS sangat seru!!! Kemudian setelah mendapat pengumuman bahwa saya diterima di SMPN 2 LELEA, saya berhasil masuk ke kelas 7G, yang diwali kelasi oleh ibu Riche Rias Rustiah. Ibu riche adalah seorang guru bhs. Inggris orangnya sangat sabar, baik, dan penyayang. Saat saya kelas 7, saya mengikuti ekskul pramuka dan paskibra. Kemudian setelah dua bulan mengikuti ekskul paskibra, diadakan pelantikan dan seleksi calon dewan paskibra. Yang syaratnya harus meminum 3 botol susu putih, sedangkan saya alergi pada susu putih. Jadi saya memutuskan untuk tidak mengikutinya, dan kemudian berhenti dan keluar dari ekskul tersebut. Saat kelas 7 saya mendapat rangking 1 pada semester 1 dan 2, kemudian saat kenaikan kelas saya masuk 8A kelas yang siswa-siswinya terkenal pintar-pintar dan aktif semua. Selain pramuka saya juga mengikuti organisasi osis, dan menjabat sebagai seksi humas. Pernah mengikuti lomba pramuka diSMAN 1 LOHBENER mendapat juara harapan 1. Kemudian lomba pramuka di SMAN 1 SINDANG , lomba LKBB dan haking rally mendapat juara II LKBB. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMKN 2 INDRAMAYU yang berupa haking rally mendapat juara umum 1. Kemudian mengikuti lomba lagi di SMPN 1 SUMEDANG berupa haking rally mendapat juara umum 1, juara harapan 1 putra, juara harapan 3 putri, dan mendapat juara terfavorit. Kemudian saya naik kekelas 9A karena saya merupakan salah satu anak-anak yang tergolong aktif dikegiatan organisasi baik dipramuka dan diOSIS. Nama angkatan pramuka saya ken arok dan kendedes sedangkan nama ambalanya adalah WIRAPANAWU atau lebih lengkapnya adalah Ki Wirapati dan Nyi mas Nawang Wulan. Kemudian selang beberapa minggu setelah menghadapi UN. Saya mendapat surat kelulusan dari sekolah dan setelah dibuka isinya bertuliskan LULUS. Alhamdulillah dan kemudian melanjutkan sekolah lagi di SMAN 1 INDRAMAYUdan diterima di Sayoe, setelah melewati psikotest kemudian diadakan MOS, ketika mos aku masuk gugus 8 dimentori sama mba lilis dan mba riris. Dan setelah beberapa hari ada pengumuman, ternyata aku masuk kelas X MIA 1 yang diwali kelasi oleh bapak sutjita. Saya juga ikut ekskul volley. Saya di Indramayu ngekost, sama mba lilis dan mba sumini. Kost saya dipekandang di Gang kesatuan. Saya berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Saya suka dengan puisi, kata-kata bijak, kata-kata motivasi, kritik, nasehat serta saran karena itu bisa membangun karakter saya. membuat saya bisa selangkah lebih maju dari sebelumnya. Pengalaman saya cukup berkesan dan memberikan pelajaran. Saya berasal dari keluarga yang tak mampu, ayah saya seorang petani dan supir. Sedangkan ibu seorang ibu rumah tangga biasa. Tapi saya dan tekad saya akan membuktikan bahwa bukan hanya mereka yang diatas yang bisa sukses, tapi orang-orang kecil pun bisa!. Dan saya bisa sampai sekarang itu berkat ayah, ibu, serta guru-guru saya untuk itu saya ucapkan terima kasih untuk bimbangan serta ajakannya. Tanpa kalian saya bukanlah apa-apa, mungkin tanpa ibu/bapak guru saya tidak bisa baca tulis. Pengalaman yang selalu saya ingat dalam hidup adalah ketika ayah saya mengalami kecelakaan karena ditabrak oleh sepeda motor, akhirnya ayah saya mengalami patah tulang pada tulang pahanya dan mengalami retakan pada tulang lututnya. Betapa sedihnya saya hari itu, kemudian ayah dibawa kerumah sakit oleh keluarga saya dan di obati disana. Kemudian setelah itu ayah pulang kerumah sambil dipapah oleh paman saya, saya nggak tega melihat orang yang selama ini berjuang banting tulang menghidupi saya hanya bisa terbaring lemas ditempat tidurnya. Untuk pertama kalinya ayah menangis didepan saya, ayah bilang pada kakek saya tolong jaga anak-anakku jika esok umurku sudah tiada. Saya menangis didepan ayah, dalam hati “saya berjanji akan selalu patuh dengan apapun perintah ayah, karena ayah segalanya bagi saya”. 4 bulan ayah bertahan dan ibu mencari uang, dia berhutang sana sini untuk mengobati ayah. Akhirnya terkumpulah uang untuk pengobatan ayah, ayah di bawa kerumah sakit yang ada disolo namanya rumah sakit KUSTATI untuk melakukan operasi, agar ayah bisa berjalan dengan normal kaki ayah diPen. Selama 3 hari ayah disolo, setelah itu ayah pulang kerumah. Saya senang ayah akhirnya pulang , ayah keluar dari mobil dengan memakai tongkat saya tau sebenarnya ayah capek dan lelah, tapi dengan melihat saya dan adik saya yang masih sangat membutuhkan ayah. Ayah mulai bangkit dan bersemangat lagi, hingga pada suatu malam gara-gara ayah terlalu capek, jadi tabung penampung darah kotor yg bentuknya kaya infusan itu copot dan darahnya kemana-mana. Difikiran saya cuma mikir ya allah betapa sakitnya itu, jangan sampai ayah kenapa-napa ya allah. Saya takut, sangat takut.. kemudian ibu memanggil mantri untuk mengobati ayah, tapi ayah malah berfikir “aku sangat menyusahkan banyak orang”. Setelah berminggu-minggu akhirnya ayah bisa berjalan tanpa menggunakan tongkat, namun sekarang kaki ayah tidaklah sama kakinya pendek sebelah. Meskipun begitu bagi saya yang penting ayah bisa kembali normal walaupun sekarang ayah tidak boleh bekerja terlalu berat. Sudah 4 tahun ayah saya dipen bahkan sampai sekarang pen itu belum dicopot, ayah takut tulangnya masih belum menyatu. Jadi sampai sekarang ayah memakai pen. Dan aku ingin mencontoh ayah, sifat ayah yang nggak gampang menyerah. Tekad ayah meembuat saya lebih semangat untuk mengejar cita-cita saya . sungguh Ayah adalah moodbooster yang paling hebat dan kuat, karena dia mampu menguatkan saya. Ayah ibu Do’akan aku suatu saat akan mengangkat nama dan derajatmu amiiin .

Javanés

google agensi Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-11-16
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Korawa mengangkat Adipati karna sebagai senopati perang setelah Burisrawa gugur. Hari itu sudah gelap, dan menurut aturan perang, perang dihentikan sementara. Namun tidak tahu mengapa Korawa melanggar aturan itu dan mengirim senopati perangnya malam itu. Adipati Karna menerabas dan menghancurkan pasukan Pandawa di garda depan. Para penjaga perkemahan tidak mampu menandingi krida sanga Adipati. Berita itu cepat terdengar hingga perkemahan Pandawa Mandalayuda. Sri Kresna kemudian memanggil Raden Haryo Gatotkaca, raja Pringgodani, putera Raden Bratasena dan Dewi Arimbi. Di sampan Sri kresna, Raden Bratasena (Bimasena) berdiri layaknya gunung memperhatikan dengan seksama apa yang dibicarakan antara Sri kresna dan puteranya. Kresna : ”Anakku tersayang Gatotkaca….Saat ini Kurawa mengirimkan senopati nya di tengah malam seperti ini. Rasanya hanya kamu ngger yang bisa menandingi senopati Hastina di malam gelap gulita seperti ini” Gatotkaca : ”Waduh, wo prabu…..terimakasih Wo. Yang saya tunggu – tunggu akhirnya sampai juga kali ini. Wo prabu, sejak hari pertama perang Baratayuda saya menunggu perintah wo prabu untuk maju ke medan perang. Wo prabu Kresna, hamba mohon do’a restu pamit perang. Wo hamba titipkan istri dan anak kami Danurwindo. Hamba berangkat wo, Rama Wrekudara mohon pamit….” Setelah mendapat perintah dari Sri Kresna, Gatotkaca dalam sekejap tidak terlihat. Sebenarnya, Sri Kresna merasakan bahwa inilah saatnya Gatotkaca mati sebagai pahlawan Pandawa. Namundi atidak mau merusak hati adik-adiknya Pandawa. Namun ia harus mempersiapkan hati Werkudara untuk menerima kenyataan yang mungkin akan memilukannya nanti. Kresna : “Wrekudoro…“ Werkudara : “Injih, kakang Kresna“ (Injih = iya) Kresna : “Aku kok agak merasa aneh dengan cara pamitan Gatotkaca, mengapa harus menitipkan istri dan anaknya ??“ Werkudara : “Wah…Kakang seperti anak kecil. Orang berperang itu kalau nggak hidup ya mati. Ya sudah itulah anakku Gatotkaca, dia mengerti tugas dan akibatnya selaku satria.“ Kresna : “Oo..begitu ya, ya sudah kalau begitu. Kita sama – sama doakan mudah-mudahan yang terbaik yang akan diperoleh anakmu Gatotkaca.“ (Sebenarnya Kresna hanya mengukur kedalaman hati dan kesiapan Werkudara). Malam semakin larut, namun di angkasa ladang Kurukhsetra kilatan ribuan nyala obor menerangi bawana. Nayal obor ribuan prajurit kedua belah pihak yang saling hantam gada, sabet pedang, lempar tombak dan kelebat kelewang dan juga hujan anak panah. Gatotkaca mengerahkan semua kemampuannya, dikenakannya Kutang Antakusuma, terompah Basunanda dan dikeluarkannya seluruh tenaga yang dimilikinya. Ia tebang mengangkasa dan sesekali menukik turun menyambar mangsanya. Sekali sambar, puluhan prajurit Hastina tergelepar tanpa daya dengan terpisahnya kepala-kepala mereka dari gembungnya. Sejak ia lahir, Gatotkaca memang sudah menunjukkan tanda-tand kedigdayaannya. Ari-arinya tidak bisa diputus dengan senjata apapun. Kuku Pancanaka Bimasena mental, keris Pulanggeni Arjuna tiada arti, dan semua senjata di Amarta sudah dicoba namun tidak ada yang mamou memutuskan tali pusarnya. Para sesepuh Amarta termasuk Sri Kresna sudah kehabisan akal bagaimana menolong Sang jabang bayi Dewi Arimbi. Raden Arjuna, sang paman kemudian menyingkir sejenak , dan atas saran Sri Kresna, ia menepi untuk meminta petunjuk kepada Yang Maha Esa untuk mengatasi masalah itu. Di kahyangan Suralaya, permintaan Arjuna didengar oleh para Dewa. Bathara Guru kemudian mengutus Bathara Narada untuk memberikan senjata berupa keris Kunta Wijayandanu untuk memotong ari-ari bayi Dewi Arimbi itu. Bathara Narada turun dengan membawa senjata Kunta untuk diserahkan kepada Arjuna yang saat itu ditemani oleh para punokawan, abdi tersayang. Namun, di tempat lain Adipati Karna juga sedang mengadu kepada ayahnya, Bethara Surya, memohon welas asih agar diberi sebjayta andalan guna menghadapi perang besar nanti. Dewa Surya kemudian menyarankan anaknya untuk merampas senjata Kunta dari Bethara Narada. Karna dan Arjuna adalah saudara seibu yang wajah dan perawakannya sangat mirip, hanya suaranya saja yang membedakannya. Maka ketika Adipati Karna dirias oleh Dewa Surya menyerupai Arjuna, Bethara Narada tidak bisa lagi membedakan mana Arjuna dan Adipati Karna. Demi membantu sang putera, Dewa Surya juga mengubah siang yang terik dan terng benderang, tiba-tiba meredup seolah menjelang malam, dan dengan upaya dan rekayasanya, terjadilah gerhana surya. Bethara narada yang sudah tua dengan wajah yang selalu mendongak ke atas itu semakin rabun karena gerhana ini. Adipati karna kemudian mencegat Bethara Narada dan tanpa rasa curiga, ia memberikan senjata Kunta kepada Arjuna palsu. Karena tugasnya sudah selesai, maka ia berniat untuk kembali ke kahyangan, namun ditemuinya Arjuna lagi yang diiringi para Punokawan. Sadar bahwa dirinya tertipu, ia lalu memerintahkan Arjuna untuk merebut senjata Kunta dari angan Adipati Karna. Perang tanding antara Arjuna dan Karna pun tidak bisa dihindarkan. Namun, Raden Arjuna hanya berhasil merebut warangka senjata Kunta dari Adipati Karna. Ia kemudian kembali ke Amarta, dan ari-ari jabang bayi Arimbi yang kelak bernama Gatotkaca itu bisa diputus dengan warangka itu. Keanehan pun terjadi ketika sesaat setelah ari-ari jabang bayi diputus, seketika wearangka itu hilang dan menyatu ke dalam perut si jabang bayi. Sekarang saat perang besar Baratayuda terjadi, sudah takdirnya Senjata Kunta mencari warangkanya di tubuh Raden Gatotkaca. Tidak berarti sesakti apapun Gatotkaca, yang konon berotot kawat, tulang besi dan kesaktiannya kuga ditempa di kawah Candradimuka, namun garis tangan Gatotkaca hanyalah sampai disini. Di gerbang yang memisahkan antara alam fana dengan alam baka, sukma Kalabendana, paman Gatotkaca yang sangat menyayangi Gatotkaca sudah menunggu untuk sowan ke pengayunan yang Maka Pemberi Hidup. Bahkan, karena begitu sayangnya, Kalabendana tidak akan kembali ke asal kehidupannya jika tidak bersama keponakannya itu. Di ladang Pertempuran, Karna sudah siap dengan busur panahnya dengan anak panah Kunta Wjayandanu. Dalam hatinya berbisik, “ Anakku cah bagus, belum pupus bekas ari-arimu, berani-beraninya kamu menghdapi awakmu ini. Bukan kamu yang aku tunggu ngger..Arjuna mana? Ya..ya..sma-sama menjalani darma satria, ayo aku antarkan kepergian syahidmu dengan Kunta wijayandanu ini”. Sementara Gatotkaca, mata elangnya sangat tajam tahu semua gerak-gerik Sang Adipat Karna. Dia tahu riwayatnya, dia tahu bahwa warangka senjata Kunta ada dalam tubuhnya yang selama ini menyokong kekuatannya. Dicobanya untuk mengulur takdir, ia lalu terbang diantara awan-awan gelap yang menggantung tinggi di langit, mencoba menyembunyikan tubuhnya diantara gelapnya awan. Namun takdir memang tidak bisa dipercepat atau ditunda. Kunta Wijayandanu terlepas dari busur adipati Karna, yang ketepatan dalam mengolah dan mengarahkan panah hamper mendekati sempurana dan hanya Arjuna yang mampu menandinginya. Secepat kilat, Kunta Wiajayndanu melesat ke angkasa. Di angkasa, Kalabendana sudah siaga menunggu tunggangan, dan dengan sigap ia menumpang ke senjata Kunta. Senjata Kunta dan Kalabendana, menghujam ke dada gatotkaca membelah jantung putera kinasih Bratasena itu. Dalam sekaratnya, Gatotkaca berucap,” Aku mau mati kalau dengan musuh ku…”. Tubuh Gatotkaca jatuh mengarah ke kereta Basukarna. Namun Basukarna bukanlah ksatria biasa, ia secepat kilat melompat dari keretanya. Jasad Gatotkaca menimpa kereta, keretanya hancur lebur, pun dengan delapan kuda dan kusirnya tewas dengan jasad yang tak terbentuk. Gugurnya Gatotkaca menjadi berita gembira bagi kubu Korawa. Para prajurit bersorak-sorai mengeluk-elukan sang Senopati. Kepercayaan diri mereka berlipat, semangat perang mereke meningkat dan keyakinan diri bertambah akan memenangi perang akbar ini. Sebaliknya, kesedihan mendalam meliputi pihak Pandawa. Werkudara hamper tidak bisa menguasai dirinya, melihat kematian Gatotkaca. Werkudara : ”Gatot…, jangan kamu yang mati biar aku saja bapakmu…Hmmm Karno…..!!! beranimu hanya dengan anak kemarin sore..Ayo lawanlah Bapaknya ini kalau kamu memang lelaki sejati…!”. Sementara sang ibu, Arimbi juga tidak kuat menahan emosi. Arimbi menceburkan dirinya ke perapian membara yang telah disiapkannya. Sudah menjadi tekatnya, jika nanti anak kesayangannya mati sebelum kepergiannya kea lam kelanggengan, dia akan nglayu membakar diri. Dengan demikian, Pandawa kehilangan dua keluarga sekaligus. Werkudara kehilangan anak tersayang dan istri tercintanya. Namun keturunan tidaklah terputus, baik Antareja maupun Gatotkaca telah mempunyai anak laki-laki sebagai penerus Werkudara. Fajar menjelang, jenazah Gatotkaca dan abu Arimbi selesai diupakarti sesuai dengan ageman dan keyakinan mereka. Sri Kresna sudah bisa menenangkan Werkudara dan para Pandawa yang lain. Namun tugas harus dilanjutkan, saatny amengatur strategi dan menuntaskan perang.

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-11-16
Frecuencia de uso: 1
Calidad:

Referencia: Anónimo

Indonesio

Perkenalkan nama saya Hilda Adina Rahmi. Saya lahir pada tanggal 24 mei 1998, di RS AL Surabaya. Saya memiliki satu kakak perempuan, saya tinggal bersama kedua orang tua saya. Saya tinggal di jalan Medokan Ayu kampong gang 3 nomer 11, rungkut, Surabaya. Saya dulu TK di Tunas Mandiri, dan mengalami dua kali TK, karena pada saat usia saya waktu itu, saya masih belum bisa membaca dan berhitung dengan baik dan benar, sehingga orang tua saya mengembalikan saya ke TK lagi. Pada saat saya kembali ke TK lagi saya merasa minder, tapi saya ingat sekali orang tua saya tidak henti-hentinya memberi saya semangat, hingga akhirnya saya bisa melalui masa-masa itu. Kemudian saya masuk ke sebuah SD Negeri yang bernama SD Negeri Medokan Ayu 2 yang disingkat menjadi MA2, pada saat masuk saya tidak lagi merasa minder ataupun canggung dengan temen-teman saya, walaupun ada rasa yang agak aneh yang saya sendiri tidak dapat ungkapkan tetapi saya bisa menghadapinya, saat saya SD saya dari tahun ke tahun prestasi saya terus meningkat, saya selalu dapat masuk peringkat ke lima besar. Hingga saat saya mulai mengenal apa itu rasanya menyukai lawan jenis pada saat SD kelas 6, saya suka dengan kakak kelas saya yang baru lulus, dan pada saat itu juga nilai-nilai saya agak menurun semangat pebalajr sayapun berangsur-angsur mengalami kemunduran, hingga saya merasakan apa itu rasanya sakit hati. Dan itu yang membangkitkan saya dan sadar akan apa saja yang telah saya tinggalkan. Hingga saya mengalami cobaan, yaitu hasil nilai UN saya sangat merosot dan sangat tidak sesui dengan harapan, dan hingga beberapa teman saya mulai memandang saya dengan sebelah mata. Pada saat itu saya masuk ke pemenuhan pagu di SMP Negeri 19 surabaya, ada seseorang yang selama ini saya anggap sebagai sahabat dekat saya, dia tampaknya iri dengan saya, hingga dia melakukan pemfintahan yang tidak – tidak terhadap saya, hingga saat acara perpisahan beberapa banyak teman saya mengucilkan saya dan melihat saya sebelah mata. Pada saat itu saya sangat sedih dan kecewa terhadap sikap seseorang yang selama ini saya anggap sahabat saya sejak kecil, ternyata hanya dengan takdir yang seperti itu dia marah kepada saya hingga seperti itu. Dan karena kejadian itu saya tidak lagi percaya terhadap orang lain, sehingga saya sering bercerita dengan diri saya sendiri ( didepan cermin ) kadang saya, merasa ada yang menanggapi omongan ataupun cerita saya, dan saya terkadang juga ada yang membisikkan sebuah solusi atas masalah-masalah yang saya hadapi. Kejadian itu membuat saya trauma akan kata sahabat maupun persahabatan. Karena menurut saya itu semua hanyalah omong kosong belaka yang tidak berdasar, setiap orang baik saat dia butuh pada saat dia tidak butuh, kita dianggurin gitu aja seperti barang bekas. Menurut saya menjadi seorang sahabat tidak hanya senang saja disisinya, tapi juga harus saat susah. Seorang sahabat adalah seseorang yang dating saat kita susah, maupun sedih, ataupun juga saat kita tertawa bahagia, tanpa kita minta dia selalu ada disisi kita, selalu dukung apapun keinginan kita selama itu dalam batas-batas yang sesui dengan norma. Sahabat nggak akan ngomongin sahabatnya dibelakangnya atau kepada orang lain, seorang sahabat selalu inginkan yang terbaik untuk sahabatnya, dan selalu menomor satukan sebuah persahabatan ketimbang sebuah permusuhan. Hingga tiba saatnya masa-masa SMP saya dimulai, pada saat ini saya mencoba untuk mengunci diri sendir, saya merasakan perubahan yang saya buat sangatlah derastis, dari seseorang yang selalu cerewet, yang banyak ngomong, kadang suka seenaknya sendiri, seseorang yang selalu banyak tingkah dan berisik, menjadi sosok seseorang yang pemalu, pendiam, tidak banyak bicara, dan sangat cuek terhadap seseorang. Tindakan itu saya ambil karena menurut saya pada saat itu semua orang sama saja, semuanya penuh dengan sandiwara dan kemunafikan, dan saya bosan melihat hal-hal seperti itu, saya sangat tidak suka saat teman-teman sebaya saya, berkata “ they are my best friends “, saya merasa sangat rishi mendengar kata-kata seperti itu, bagi saya kata-kata seperti itu hanya bohong belaka, hingga akhirnya saya diolok-olokkan sebagai cewek cupu yang sangat kutu buku. Saya tidak marah ataupun jengkel atas olok-olokkan seperti itu, saya senang malahan. Prestasi saya menurut guru dan orang tua saya selalu meninggkat, hingga saya masuk ke dalam kelas yang istimewa dalam SMP Negeri 19 surabaya, dikelas unggulan. Kelas dimana hanya berisi anak-anak yang kelas 7nya rangking 1-3 saja. Saya senang dan bersyukur saya dapat membuktikan kepada teman-teman SD yang yang dulu memfitnah saya, bahwa saya tidak pantas masuk ke SMP itu gara-gara nilai UN SD saya yang buruk, saya senang karena setidaknya saya sudah membalas rasa kesal saya terhadap mereka walaupun belum sama. Tapi, saya meraskan seperti kembali lagi kemasa lalu saya, saya bertemu teman-teman yang mengaggap saya sebagai sahabat mereka tapi saya sama sekali tidak membalas rasa saying mereka, saya masih truma atas kejadian waktu SD, hingga saya mendengar teman-teman yang mengganggap saya sebagai sahabatnya itu mengata-ngatain saya dibelakang saya tanpa mereka tau saya mendengakan semua pembicaraan mereka yang melihat saya selalu dari kerurangan saya dan itu membuat saya sedih dan kecewa kembali. Saya iri dengan kakak saya yang memiliki sahabat yang setia mulai dari SD hingga kuliah pada saat ini, saya iri. Saya juga ingin mendapatkan teman-teman yang baik luar dan dalam. Yang namya sahabta itu nggak ada yang namanya sahabat masa SD, sahabat masa SMP, sahabat masa SMA. Yang namanya sahabat itu abadi selama-lamanya. Itupun juga berlangsung pada saat saya kelas 9 SMP saya dikecewakan untuk sekali lagi. Hingga saya merasakan kesendirian, yang sering membuat saya menyendiri. Saya tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana atas perasaan ini, salahkah saya atas sakit hati yang saya rasakan hingga saat ini saya memasuki masa-masa SMA, masih sering perasaan kekecewaan itu sering muncul, saya hingga saat ini tidak percaya kepada teman-teman saya untuk bercerita ataupu sekedar menceritakan hal-hal yang mengganggu hidup saya. Sayapun kembali kecewa dengan teman – teman sekelas saya yang berkata ingin kompak tapi tetap saja ada pembuat “gep “ antara satu dengan yang lain dan itu ada. Mereka semua menurut saya hanya sedang melakukan sebuah sendratari drama. Sungguh ironis, jika mereka tau teman-teman yang selama ini mereka bangga-banggakan ternyata yang paling membenci kamu, dan ternyata dia juga yang membikin kamu seperti terus dalam dongeng hingga waktu membangunkan kamu dengan paksa untuk melihat dan mendengar kenyataan pahit yang sebenar-benarnya. Aku masih sering sekali melihat teman-temanku yang sekarang masih hidup dalam sebuah dongeng yang ingin mereka ciptakan sendiri, mereka masih berada dalam awan-awan mimpi. Aku kasihan dengan mereka, jika mereka terbangun saat sebuah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan mimpi-mimpi mereka. Aku ingin sekali membantu mereka untuk bangun dan melihat sebuah kenyataan bahwa dunia ini tak semudah yang mereka bayangkan, mereka masih lebih memilih untuk bersenang-senang yang menurutku berlebihan. Aku kasihan jika saat mereka dewasa mereka baru tersadar bahwa mereka harus memulai segala sesuatu dari nol. Aku ingin bilang ke mereka bahwa ini bukan saatnya untuk bermimpi lagi, tapi kalian harus sudah mulai membanggun bangunan impian kalian, aku ingin berkata seperti itu, dan pernah aku coba hasilnya sama saja mereka masih berada dalam kabut-kabut awan mimpi. Merunut saya haya ini yang ingin saya ceritakan. Terimakasih.

Javanés

google agensi nganti Jawa Indonesia

Última actualización: 2014-11-15
Frecuencia de uso: 3
Calidad:

Referencia: Anónimo

Obtenga una traducción de calidad con
4,401,923,520 contribuciones humanas

Usuarios que están solicitando ayuda en este momento:



Utilizamos cookies para mejorar nuestros servicios. Al continuar navegando está aceptando su uso. Más información. De acuerdo