Vous avez cherché: bukan yang itu, ah di depan yang berwarn... (Indonésien - Anglais)

Contributions humaines

Réalisées par des traducteurs professionnels, des entreprises, des pages web ou traductions disponibles gratuitement.

Ajouter une traduction

Indonésien

Anglais

Infos

Indonésien

kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit halus, kayu akasia

Anglais

and rams' skins dyed red, and badgers' skins, and shittim wood,

Dernière mise à jour : 2012-05-06
Fréquence d'utilisation : 2
Qualité :

Indonésien

kelinci memiliki empat kaki, dua kaki didepan dan dua kaki dibelakang. memiliki sepasang mata berwarna merah dan memiliki bulu berwarna putih. selain itu ada juga yang berwarna hitam atau coklat. memiliki telinga panjang dan dia berjalan dengan cara melompat. makanan yang ia sukai adalah sayuran dan semacamnya.

Anglais

animal

Dernière mise à jour : 2014-09-07
Fréquence d'utilisation : 1
Qualité :

Référence: Wikipedia

Indonésien

(keluarlah) dapat dibaca yakhruju. dan yukhraju (daripada keduanya) dari pertemuan di antara keduanya, yakni dari bagian yang airnya asin (mutiara dan marjan) marjan artinya batu yang berwarna merah atau yang dimaksud adalah mutiara yang kecil.

Anglais

out of them come pearls and coral.

Dernière mise à jour : 2014-07-03
Fréquence d'utilisation : 2
Qualité :

Référence: Wikipedia

Indonésien

saya punya kucing yang berwarna oranye. kucing itu kucing liar, tapi dia biasanya ada di depan rumah saya dan saya sering makan. kucing saya adalah persilangan antara kucing angora dan kucing domestik. dia sangat manja dan selalu mengajak saya bermain. bulunya sangat lembut seperti cat angora tetapi lebih pendek. saya memberinya makan secara teratur, dia menyukai semua jenis ikan, terkadang saya juga memberinya makan tulang. saya akan merawatnya dan mencintainya

Anglais

i have a cat that is orange. the cat is a stray cat, but he is usually in front of my house and i often feed. my cat is a cross between angora cat and domestic cat. he is very spoiled and always invites me to play. fur is very soft like the angora paint but shorter. i feed him regularly he likes all kinds of fish, sometimes i also feed him bones. i will take care of him and love him

Dernière mise à jour : 2021-04-06
Fréquence d'utilisation : 1
Qualité :

Référence: Anonyme

Indonésien

konon, topeng dikatakan sebagai bentuk kesenian yang paling tua, karena topeng pada masa lalu dipergunakan oleh penganut animesme dan hinduisme ketika mengalami sesuatu yang mengkhawatirkan, seperti ; bencana alam ataupun penyakit. pada masa itu topeng digunakan sebagai media untuk berhubungan dengan alam ghaib, dengan para penguasa alam lain, dengan roh-roh nenek moyang. pementasan topeng pada jaman itu dimaksudkan agar mampu berdamai sekaligus mengusir roh-roh jahat yang mengganggu kehidupan mereka. selain ludruk, topeng merupakan bentuk teater rakyat yang paling populer di dataran pulau madura. menurut babad madura yang ditulis pada abad 19, topeng dalang pertama kali dikembangkan pada abad ke-15 di desa proppo, kerajaan jambwaringin, pamekasan pada masa pemerintahan prabu menak senaya. menurut cerita bahwa prabu menak senaya inilah, yang pertama kali menumbuhkan topeng di wilayah madura, karena bukti-bukti keberadaan topeng di daerah proppo banyak diketemukan. yang dijadikan model pembuatan topeng (tatopong – bahasa madura) adalah figur tokoh-tokoh pewayangan. mengingat hubungan madura dengan kerajaan majapahit dan singosari yang mesra, tak dapat dipungkiri bahwa topeng dalang madura merupakan kelanjutan dari teater topeng di kedua kerajaan jawa timur tersebut. namun dalam perkembangannya, topeng di madura menempuh jalan sendiri, lebih-lebih ketika agama islam mulai masuk ke pulau madura. unsur-unsur cerita yang dipentaskan, banyak menyelipkan penjabaran nilai-nilai spiritual dan nilai-nilai moral, nilai filosofi yang berlandaskan ajaran islam. bentuk-bentuk penggarapan topeng pun mulai dihubungkan dengan hasil modifikasi topeng yang dirancang pada era para wali, terutama dalam hal kesederhanannya. pada abad ke-18 topeng dalang yang semula merupakan teater rakyat, kemudian diangkat menjadi kesenian istana. di dalam lingkungan istana, ragam hias topeng yang sederhana dimodifikasi kembali. bentuk dan kehalusan ukirannya diperindah, begitu pula dengan seni karawitannya, seni pedalangan sekaligus pemanggungan/pementasan. sehingga pada masa itu, merupakan masa berkembangnya sastra madura. apalagi hubungan antara raja madura dengan kerajaan mataram semakin erat, sehingga pengaruh mataram tak dapat dielakkan lagi. perkawinan antara seorang keluarga kerajaan mataram dengan keluarga madura, yaitu pangeran buwono vii (1830-1850) dengan salah satu putri raja madura (bangkalan), semakin mengokohkan jalinan kekeluargaan. karena mertuanya senang dengan topeng dalang, paku buwono vii memberikan hadiah seperangkat topeng lengkap dengan busana dan perlengkapannya. kehadiran topeng hadiah dari solo ini sedikit banyak berpengaruh pada seni topeng madura, terutama kehalusan ukiran-ukirannya. pada abad ke-20, setelah kerajaan-kerajaan mulai hilang dari bumi madura, topeng dalang kembali menjadi kesenian rakyat dan mencapai puncak kesuburannya sampai tahun 1960. hal itu dapat dilihat dari banyaknya group kesenian, banyaknya dalang dan banyaknya pengrajin topeng di berbagai pelosok. memasuki dekade 1960-an, topeng dalang mengalami masa surut. hal ini disebabkan banyaknya tokoh-tokoh topeng yang meninggal dunia, sedangkan tokoh-tokoh muda belum muncul dan menguasai seni topeng dalang. pada tahun 1970-an topeng dalang kembali bangkit dan itu tidak terlepas dari jasa dalang tua sabidin (dari sumenep), yang tetap bertahan dan eksis dalam menggeluti topeng dalang sekaligus mendidik kader-kader muda yang berasal dari beberapa daerah di wilayah sumenep. pengkaderan diprioritaskan pada penguasaan materi pedalangan maupun mendidik penari-penari topeng. kerja keras dalang sabidin membuahkan hasil, murid-murid hasil didikannya mampu menguasai dan melestarikan kembali seni topeng dalang. karakteristik topeng madura adapun bentuk topeng yang dikembangkan di madura, berbeda dengan topeng yang ada di jawa, sunda dan bali. topeng madura pada umumnya lebih kecil bentuknya. kecuali semar, hampir semua topeng itu diukir pada bagian atas kepala dengan berbagai ragam hias. ragam hias yang paling populer ialah hiasan bunga melati. sedangkan untuk tokoh-tokoh penguasa zalim, digunakan ragam hias badge, yaitu lambang yang dipakai para penguasa kolonial belanda. selain itu topeng madura ada dua jenis, satu berukuran seluas telapak tangan, satu lebih besar. bentuk topeng ini tidak sepenuhnya bisa menutup wajah penari, terutama dagu, maka gerak dagu dalam setiap pementasan tidak dapat disembunyikan, dan ini memberikan nilai estetik tersendiri. . adapun penggambaran karakter pada topeng dalang selain nampak pada bentuk muka juga tampak pada pemilihan warna. untuk tokoh yang berjiwa bersih dan suka berterus terang digunakan warna putih. sedangkan warna merah, digunakan untuk tokoh-tokoh tenang dan penuh kasih sayang (tokoh yudistira), hitam untuk tokoh yang arif bijaksana, bersih dari nafsu duniawi (tokoh wayang krisna). untuk penggambaran tokoh anggun dan berwibawa, digunakan warna kuning emas (tokoh wayang subadra). sedangkan penggambaran tokoh yang pemarah, licik dan sombong memakai warna kuning. begitu pula konsep karakter tokoh topeng, setelah menyebar ke berbagai wilayah para dalang memodifikasi sesuai dengan karakter daerah dimana topeng itu tumbuh dan berkembang. sehingga tidak mengherankan kalau konsep karakter tokoh-tokoh wayang madura dengan konsep karakter topeng jawa tengah agak berbeda. salah satu contoh adalah, di lingkungan astina, suyudana sang raja, ternyata oleh orang madura dicitrakan sebagai raja yang lemah lembut, dan topeng nya diberi warna hijau sahdu. di jawa tengah dan solo, suyudana adalah raja yang citranya keras dan cenderung kasar. ciri khas yang paling spesifik dan unik dari topeng dalang madura adalah dipakainya ghungseng (giring-giring) dipergelangan kaki penari. pemakaian gungseng (giring-giring) tersebut bukan hanya sekedar hiasan, bunyi giring-giring yang selalu terdengar setiap kaki penari bergerak menjadi alat bantu yang ekspresif sekaligus menjadi media komunikasi para penari, karena para penari sepatah pun tak boleh berdialog (dialog dilakukan sang dalang, dan tokoh semar). di samping itu, ghungseng dipergunakan sebagai kode perubahan gerakan dalam cerita, misalnya bunyi sreng (panjang) berarti aserek, dan bunyi kroncang-kroncang berarti para pemain sedang berjalan. ghungseng biasanya dikenakan oleh para pemain yang berperan sebagai tokoh antagonis. topeng dalang madura yang dikenakan para pemain, terkesan cukup sederhana, bersahaya dan agak kaku ukirannya, inilah salah satu hal yang membedakan dengan topeng yogjakarta, solo, bali ataupun daerah jawa lainnya. barangkali karakteristik topeng madura, diidentikkan dengan pembawaan dan karakter orang madura yang terkenal keras, kaku tetapi polos dan jujur. adapun dalam setiap pementasan seluruh pemain topeng dalang serta para penari didominasi pemain laki-laki. setiap pementasan dibutuhkan penari sebanyak 15 sampai 25 orang dalam setiap lakon, yang dipentaskan semalam suntuk. adapun aksesoris yang dibutuhkan para pemain meliputi, ; taropong, sapiturung, ghungseng, kalong (kalung) rambut dan badung ; sedangkan untuk pemeran wanita, aksesoris tambahan berupa, sampur, kalung ular, gelang dan jamang. topeng sebagai media dakwah topeng merupakan bentuk kesenian teater rakyat tradisional yang paling kompleks dan utuh. hal tersebut disebabkan dalam kesenian topeng mengandung unsur cerita, unsur tari, unsur musik, unsur pedalangan dan unsur kerajinan. sehingga bentuk kesenian ini, dianggap paling pas untuk digunakan sebagai media dakwah. oleh para sunan dan dalang yang inovatif dan kreatif, tokoh-tokoh baru diciptakan dan alur cerita mengalami perubahan, dari cerita yang syarat dengan bobot filsafat dan filosofi hindu, diganti dengan tokoh-tokoh dan alur cerita yang mengandung bobot nilai-nilai moral dan nilai-nilai filosofi islami. tanpa mengubah tema cerita, yaitu pertentangan dan konflik antara tokoh antagonis dan protagonis. bahwa kebajikan akan selalu menang melawan kebatilan, kebenaran selalu menang melawan kejahatan. sebagai media dakwah, kesenian topeng telah menjelajahi hampir semua wilayah nusantara, dan telah mengalami perubahan. oleh sutradara-sutradara yang kreatif dan inovatif, cerita-cerita baru, tokoh-tokoh baru diciptakan sesuai dengan karakter daerah dimana topeng itu dipentaskan. sehingga tidak mengherankan, apabila alur cerita dalam pementasan topeng tidak murni lagi menjalankan alur cerita yang bersumber dari kisah ramayana dan mahabarata. melalui tokoh-tokoh yang dimainkan, nilai-nilai keagamaan, nilai-nilai moral ditanamkan kepada para penganutnya. hal itu dilakukan dengan jalan menciptakan bait-bait, gending-gending maupun jalinan kisah (cerita), yang mengandung nilai-nilai moral, nilai-nilai filosofi islami. sebagai seni pertunjukan rakyat, teater topeng dalang dipentaskan untuk memeriahkan berbagai acara, misalnya upacara perkawinan, selamatan desa dan laut, khaul (peringatan yang berhubungan dengan meninggalnya seseorang/tokoh), serta ritual rokat. adapun kisah-kisah yang dimainkan disesuaikan dengan suasana hajatan. misalnya ruwatan untuk anak bungsu, mengambil kisah pandawa bungsu. prosesi pertunjukan seperti hal nya ludruk, salah satu jenis kesenian di jawa timur, yang mengawali setiap pementasannya dengan “ngremo”, topeng dalang juga membuka pagelaran dengan penampilan tarian. dalam setiap pementasan, biasanya yang ditampilkan adalah jenis tarian sakral. setelah tari pembukaan, dalang membuka dengan pemaparan prolog/panorama. kemudian disusul tembang-tembang suluk, alunan tembang ini mengantarkan para penonton untuk memasuki inti cerita yang akan dipentaskan. suluk dan dialog dalam topeng dalang madura memakai bahasa madura halus. untuk suluk pembukaan menggunakan bahasa jawa kuno, hal ini membuktikan bahwa topeng awalnya berasal dari satu sumber. dalam setiap pertunjukan, tokoh utama yang menggerakkan semua pemeran adalah dalang. ki dalang sebagai pemimpin orkestra gamelan, menyajikan suluk, narasi dan mengucapkan dialog. dengan suaranya yang lembut, kadang menghentak keras ki dalang memimpin penari-penari yang bergerak di belakang topeng. semua pemeran lakon/penari tidak berbicara, kecuali semar. karena dialog dan nyanyian seluruhnya diucapkan oleh dalang yang duduk di belakang layar. pada layar tersebut dibuat lubang kecil, dari lubang berbentuk segi empat inilah dalang mengisahkan lakon sesuai dengan cerita. di depan layar, para pemain lakon menyesuaikan dengan gerakan-gerakan tari setiap alur cerita yang dikisahkan dalang. setiap lakon yang dibawakan, selalu sarat dengan gaung cinta, adegan heroik ataupun beragam petuah bermakna filosofis kehidupan yang kental. ditambah dengan gerak tarian, terangkai dalam gerak yang kompleks. kadang-kadang gerakan tarinya halus, lemah lembut dan melankonis, lalu berubah kasar, kaku dan sedikit naif, namun dibawakan dengan penuh emosi yang ekspresif. dalam setiap pementasan, penampilan para penari sangat sederhana, tetapi ekspresif. sekalipun setiap gerak tari agak naif dan sedikit kaku, tetapi mengandung nilai spiritual yang tinggi. dan itu merupakan salah satu nilai plus, karena nilai-nilai yang terkandung dalam setiap gerakan masih brilian, bersih dan otentik. adapun gerakan/gaya tarian yang dipakai dalam pertunjukan topeng dalang ada beberapa macam, diantaranya: tandhang alos (tari halus), tandhang baranyak (tari sedang), tandhang ghalak (tari kasar) dan putri ( gerak penari perempuan). masing-masing tandhang ini diiringi oleh gending-gending tersendiri. tandhang alos diiringi gending-gending puspawarna, tallang, rarari, dan lain-lainnya. tandhang baranyak diiringi gending-gending, calilit, pedat dan lembik. sedangkan tandhang ghalak diiringi gending-gending gagak, pucung, kwatang serang dan gunungsari. alat-alat musik yang dipakai adalah gamelan, ditambah crek-crek yang dipakai oleh dalang. nilai plus pada topeng dalang madura adalah suasana dengan nuansa magis yang dibangun oleh bunyi gemerincing gongseng.. seolah-olah getaran gongseng menyebar ke seluruh arena membentuk suasana yang diperlukan, baik suasana sedih, gembira ataupun tegang. apalagi ketika penari menghentak-hentakkan kaki, sepanjang pertunjukan tak sepi dari suara ghungseng, apabila disimak memang suara satu dan lainnya memberikan ekspresi tersendiri. pada masa lalu, lakon yang dimainkan dalam topeng dalang banyak mengambil kisah panji atau kisah-kisah seperti damar wulan. namun dalam perkembangannya, kisah-kisah yang dipentaskan saat ini banyak mengambil cerita dari epik ramayana dan mahabharata, dengan ditambah cerita-cerita carangan yang tokoh-tokohnya tetap merupakan tokoh-tokoh ramayana atau mahabharata. dalam setiap pementasan kisah mahabharata lebih sering ditampilkan. karena kisah-kisah dalam mahabharata terdapat lebih banyak pertentangan, perseteruan dan konflik. konflik multi dimensi, dari masalah cinta, perang saudara, perebutan tahta, ideologi maupun pertentangan antara anak dengan orang tua, murid dengan guru, saudara dengan saudara. konflik-konflik tersebut dibumbui dengan adu kedigdayaan, baik berupa senjata mustika maupun kesaktian yang dimiliki oleh para ksatria. sebagai media dakwah, ceritera dalam epik mahabharata telah dimodifikasi demikian rupa. tokoh-tokoh dan alur cerita tetap sama. namun isi maupun filosofinya diubah menjadi cerita yang bernuansa dan bernafaskan nilai-nilai islam. hal ini dapat dibuktikan dalam cerita mustakaweni atau hilangnya jimat kalimosodo. jimat kalimosodo adalah sebuah senjata pusaka yang berkekuatan istimewa yang dapat digunakan untuk maksud apa saja sesuai dengan kehendak pemiliknya. cerita jimat kalimosodo adalah asli buatan demak. maksudnya ‘ azimah = jimat (sesuatu yang bertuah/sakti). sada = syahadat (persaksian, bukti diri), jimat kalimosodo berarti azimah kalimat syahadah, mempunyai kesaktian luar biasa dan dimiliki oleh keluarga-keluarga yang baik seperti pandawa. sedangkan pandawa lima, ada yang mengartikan rukun islam yang lima, atau lima waktu sholat dan lain-lain. teater tradisional masyarakat pinggiran teater topeng dalang madura, satu-satunya teater tradisional yang mampu menaikkan pamor seni tradisi. di era tahun 80 sampai 90-an, topeng dalang sumenep (madura) melanglang buana ke belahan benua, amerika, asia dan eropa. kota-kota besar dunia yang disinggahi pada waktu itu adalah, kota london, amsterdam, belgia, perancis, jepang dan new york. penampilan seni tradisional tersebut ternyata mampu memikat, memukau, meng-hipnotis dan menimbulkan decak kagum para penonton. begitu hangat sambutan masyarakat internasional terhadap teater tradisional ini. sangatlah disayangkan ! kekaguman yang pernah dibangun oleh para dalang di masa itu, saat ini mulai pudar. hal itu disebabkan karena teater topeng dalang telah dijauhi oleh para penikmatnya. kesenian ini lambat laun mulai berkurang, terutama di kalangan masyarakat kota. hal ini berdasarkan anggapan bahwa teater tradisional ini sudah ketinggalan jaman. saat ini pementasan topeng dalang masih sering diundang oleh masyarakat pinggiran, yang masih peduli dan mencintai teater topeng dalang. saat ini masih ada beberapa kelompok komunitas teater topeng dalang, kelompok-kelompok ini masih eksis melestarikan topeng dalang. baik sebagai komunitas tetap ataupun hanya kelompok insidentil. kelompok ini menyebar di beberapa wilayah kecamatan, diantaranya desa slopeng, dasuk, desa leggung, batang-batang, kecamatan gapura, kecamatan kalianget dan kecamatan kota sumenepindonesia ke madura

Anglais

indonesia to madura

Dernière mise à jour : 2014-11-06
Fréquence d'utilisation : 2
Qualité :

Référence: Anonyme

Indonésien

cerita(prolog ) pada jaman dahulu, ketika kerajaan majapahit diperintah oleh seorang ratu, di sebuah dusun yang bernama palu ombo, hiduplah seorang pemuda yang bernama damar wulan, dia tinggal bersama kakeknya yang bernama kakek lokoyanti, ditemani abdi pengasuhnya yang bernama sabdo palon dan noyo genggong, di sana dia giat berlatih olah kanuragan, suatu hari ketika selesai berlatih, damau wulan berkata kepada kakeknya : (mereka duduk di latar rumah mereka, kakek lokoyanti duduk di kursi sedangkan damar wulan dan kedua pengasuhnya duduk di bawah ) damar wulan : “ kakek, dulu kakek pernah berkata bahwa ayahku ada di majapahit, sekarang saya ingin menyusul beliau, karena saya sangat rindu sekali ingin bertemu dengan romo” lokoyanti : “hmm... baiklah cucuku, mungkin ini saatnya kau menyusul ramandamu ke majapahit, dan kurasa juga.... ilmu kenuraganmu juga sudah cukup, karena itu... aku ijinkan kau untuk menyusul ramandamu ke majapahit, pergilah ger.....! restuku selalu menyertaimu” damar wulan : “terima kasih kek, .. (damar wulan lalu menoleh ke 2 orang pengasuhnya) “paman sabdo palon dan noyo genggong, mari paman... kita berangkat!” sabdo palon dan noyo genggong : “ mari gusti... ngestoaken dawuh.... “ (damar wulan lalu berangkat ke majapahit diiringi oleh 2 orang abdi dalem pengasuhnya yaitu sabdo palon dan noyo genggong). prolog adegan selanjutnya : sementara itu di kerajaaan majapahit , tepatnya di kediaman patih logender nampak sang patih sedang bercengkerama dengan anak beliau yaitu anjasmoro, sedangkan di luar nampak para penjaga sedang bediri di pintu gerbang) penjaga :”hai ki sanak, siapa dirimu, dan apa maumu?” damar wulan :”namaku damar wulan, dan aku sedang mencari ayahku, yaitu patih udara, apa tuan tahu di mana kediaman beliau?” penjaga :”oh, patih udara.... sudah agak lama tidak ada di majapahit, beliau sedang pergi bertapa, sekarang yang menggantikan sementara adalah patih logender, dan ini rumah beliau” (mendengar hal itu damar wulan nampak bingung, ia menoleh kepada kedua pengasuhnya dan berkata): damar wulan :”paman sabdo palon dan noyo genggong, bagaimana ini paman, ternyata ramanda tidak ada di sini, apa yang harus kita lakukan, apa kita kembali ke palu ombo?” sabdo palon :”gusti... kita sudah jauh-jauh dari paluombo datang ke sini, menurut hamba, lebih baik gusti melamar pekerjaan di sini, sambil belajar ilmu kenegaraan, mungkin suatu saat nanti ayah gusti datang” damar wulan :” baiklah paman” (maka damar wulan kembali menemui penjaga tadi, dan berkata) : damar wulan :”tuan.. sampaikan kepada patih logender saya ingin melamar pekerjaan di sini” penjaga :”baiklah, tunggu di sini, saya akan melapor” (maka penjaga itu kemudian melapor kepada patih logender, saat itu patih logender datang bersama putri beliau anjasmoro didampingi dua orang emban.) patih logender :”bocah bagus,.... siapa namamu dan apa maumu?” damar wulan :”nama hamba,.... damar wulan... gusti! hamba datang dari paluombo, hamba ingin mengabdi di istana kepatihan ini” patih logender :”tapi... di sini sudah tidak ada lowongan lagi, semua sudah cukup di sini” anjasmoro :”tapi romo,... kasihan dia kalau ditolak,... berilah pekerjaan apa saja” patih logender :”pekerjaan apa lagi putriku,.. semua sudah ada yang mengerjakan di sini” anjasmoro :”terimalah dia sebagai penjaga gerbang istana, biar penjaga yang ada bisa bergantian” patih logender :”baiklah,.. damar wulan,.. kau kuterima jadi penjaga istanaku, setiap orang..... siapa saja tidak boleh masuk rumahku, kecuali setelah mendapat ijin dariku, ingat itu damar wulan ! “ damar wulan :” baik gusti! “ patih logender :”anjasmoro mari kita masuk kembali ke istana” anjasmoro :” mari romo...” (mereka lalu masuk sementara pengawal lama memberikan senjata dan tameng kepada damar wulan dan berjaga bersama ) prolog : saat itu damar wulan langsung bekerja sebagai penjaga istana kepatihan. setelah setengah hari, penjaga yang lama berpamitan untuk suatu keperluan : penjaga :”damar wulan, aku akan pergi sebentar, kau jaga instana ini dengan baik ya, jangan ada yang boleh masuk tanpa ada ijin tuan patih!” damar wulan :”baiklah teman,.. silakan” ( musik... ) setelah beberapa saat datang dua orang pemuda, keduanya langsung mau masuk ke rumah patih logender, maka dicegah oleh damar wulan, damar wulan :”maaf tuan, anda tidak boleh masuk sebelum mendapat ijin patih logender” layang seto :”apa?.... siapa kau ini? berani-beraninya menghalangi aku masuk!” damar wulan :”hamba damar wulan, dan hamba diberi pesan bahwa siapa pun yang mau masuk ke istana ini harus mendapat ijin dari gusti patih terlebih dahulu” layang kumitir :” he.. damar wulan, rupanya kau belum tahu siapa kami, lebih baik kau minggir dan biarkan kami masuk sebelum aku marah” damar wulan :”maaf gusti sesuai perintah, siapa pun tidak boleh masuk sebelum ada ijin dari gusti patih” layang seto :”rupanya kau butuh dihajar ya? rasakan ini ! hiyat .... ( layang seto memukul damar wulan tapi damar wulan dengan gesit menghindar, maka terjadilah pertarungan antara layang seto dibantu layang kumitir dengan damar wulan, yang berakhir dengan kalahnya kakak beradik itu, keduanya diringkus oleh damar wulan. tak lama kemudian datang patih logender, betapa terkejutnya patih itu, serta merta dia berkata: patih logender :” damar wulan, apa-apaan kau ini, kau apakan kedua anakku? lepaskan mereka!” (damar wulan kemudian melepaskan kedua orang itu) damar wulan :” jadi.... kedua orang ini putra paduka? maafkan saya gusti, saya tidak tahu” patih logender :”kurang ajar kau damar wulan, baru bekerja di sini kau sudah berbuat salah, mulai saat ini kau kupecat!, pergi dari sini!” damar wulan :” maafkan saya gusti, saya benar-benar tidak tahu” anjasmoro :”romo... maafkanlah dia, dia kan tidak tahu,........ jangan dipecat, tolong romo... kasihanilah dia” layang kumitir :” dinda anjasmoro... mengapa kau membelanya, dia sudah berani kurang ajar kepada kakakmu!” patih logender :”iya anakku... mengapa kau membelanya? anjasmoro :” dia kan tidak tahu kalau kakang layang seto dan kakang layang kumitir adalah putra romo, kalau dia tahu, dia tidak akan melakukan itu” patih logender :” hmmmmmm ..... baiklah, tapi damar wulan tidak aku tugaskan jadi penjaga lagi, mulai sekarang dia harus bekerja mengurus kuda istana, menyabit rumput dan memandikan kuda” patih logender kemudian masuk ke dalam istana diiringi kedua putranya, sementara anjasmoro mendekati damar wulan dan berkata: anjasmoro :”sabar ya damar wulan, mari ikut aku, akan aku tunjukkan tempat kuda milik istana kepatihan” damar wulan :”baiklah gusti ayu” ( mereka kemudian berjalan menuju lokasi ) prolog adegan selanjutnya : (maka sejak saat itu damar wulan bekerja menjadi pengurus kuda istana kepatihan, didampingi oleh sabdo palon dan noyo genggong,....... seiring waktu berjalan,.. hubungan antara dawar wulan dan anjasmoro semakin dekat, anjasmoro sering membawakan makanan untuk diberikan kepada dawar wulan ) suatu hari ketika dawar wulan sedang menyabit rumput, anjasmoro bertanya : anjasmoro :” dawar wulan,.. boleh aku bertanya sesuatu padamu?” dawar wulan :” silakan tuan putri, tuan putri mau bertanya apa?” amjasmoro :”sebenarnya kamu siapa?, keturunan siapa? mengapa sejak pertama kali aku melhat kamu, aku melihat kamu ini bukan laki-laki biasa, kamu juga punya ilmu kanuragan yang cukup tinggi” dawar wulan :”sebenarnya saya adalah putra dari patih udara, dari istri selir beliau yang ada di padepokan paluombo, dan saya datang ke majapahit sebenarnya ingin bertemu dengan kanjeng romo, tapi ternyata beliau sedang bertapa dan sudah cukup lama meninggalkan majapahit” anjasmoro :”oh... jadi kamu putra dari paman patih udara!, patih udara adalah kakak dari romo patih logender, berarti sebenarnya kamu adalah sepupuku, dan berarti kamu masih berdarah biru, mmmmmmm... kalau begitu mulai saat ini aku akan memanggil ”kang mas” saja, dan kamu bisa memanggilku “diajeng” gimana kang mas dawar wulan? setuju?” dawar wulan :” hmmm.... baiklah, tapi bagaimana jika kakakmu marah?” anjasmoro :”ah... biarkan saja, biar aku yang menjelaskan pada mereka” dawar wulan :” begitu ya.. baiklah, .... oh ya diajeng... hari sudah sore, ayo kita pulang” anjasmoro :”mari kang mas....” (musik tradsional...........keduanya lalu pulang ke istana kepatihan) prolog adegan selanjutnya : (sementara itu di pendopo keraton majapahit saat itu sedang berlangsung sidang para punggawa kerajaan dipimpin oleh kanjeng ratu kencana wungu, nampak di sana patih logender, dan kedua anaknya yaitu layang seto dan layang kumitir, serta para pejabat kerajaan. wajah ratu kencana wungu nampak muram, kesedian rupanya sedang melanda hatinya) kencana wungu :” kakang patih logender,.. bagaimana keadaan kerajaan majapahit paman? aku minta laporanmu” patih logender :” ampun gusti ratu,.. kerajaan sekarang dalam kedaan bahaya gusti! “ kencana wungu :” apa masalah pemberontakan minakjinggo, adipati blambangan itu belum tuntas paman? patih logender ;”benar gusti, minakjinggo menuntut agar gusti mau kawin dengan dia dan menyerahkan kursi kerajaan kepada dia sesuai dengan bunyi sayembara dulu, dan para panglima kerajaan majapahit yang dikirim ke blambangan untuk memadamkan pemberontakan semua kalah oleh kesaktian minakjinggo” kencana wungu :” minakjinggo memang sakti paman, dulu ketika ada pemberontakan oleh kebo mercuet, hanya minakjinggo yang bisa mengalahkan dia” patih logender :”benar gusti, dulu gusti pernah mengadakan sayembara bahwa barangsiapa yang bisa mengalahkan kebo mercuet, dia akan diangkat sebagai raja dan menjadi suami kanjeng ratu kencana wungu, mengapa gusti tidak memenuhi isi sayembara itu saja” kencana wungu :”bukannya aku mau ingkar janji paman, tapi aku kasihan rakyat majapahit, jika punya raja pincang dan rupanya buruk, dulu minakjinggo ketika bernama jaka umbaran, wajahnya sangat tampan, tapi setelah bertarung dengan kebo mercuet, wajahnya rusak dan kakinya pincang, .. jika dia menjadi raja majapahit maka kerajaan lain akan mentertawakan kita paman” patih logender :”tapi... minakjinggo sangat sakti gusti, tidak ada satria majapahit yang bisa menandingi kesaktiannya, dia kebal, tidak mempan sanjata, dan pemberontakan itu sudah mencapai wilayah probolinggo, sebentar lagi akan sampai di majapahit” kencana wungu :”coba buatkan sayembara lagi paman, barangsiapa yang bisa mengalahkan minakjinggo, maka dia akan aku jadikan suami dan raja di majapahit” patih logender :”baiklah gusti” kencana wungu :” sementara itu aku akan semedi untuk meminta petunjuk sang hyang widi untuk mengatasi masalah ini paman” (musik:.. setelah itu kencana wungu, berdiri dan pergi meninggalkan pendopo istana diiringi oleh para punggawa kerajaan) prolog adegan selanjutnya : (sementara itu di dalam kamar istana, ratu kencana wungu mengadakan semedi, matanya terpejam, hati dan pikirannya terpusat pada satu tujuan, dia meminta petunjuk kepada yang maha kuasa untuk mengatasi masalah kerajaannya. berhari-hari dia bersemedi, berpuasa, tidak keluar kamar, akhirnya pada suatu hari terdengar suara. suara ghaib :”hai kencana wungu ...... apa yang kau inginkan? mengapa kau bertapa berhari-hari?” kencana wungu :”duh gusti ..... hamba ingin meminta petunjuk, bagaimana cara mengatasi kekacauan di kerajaan majapahit ini?, minakjinggo sangat sakti, tidak ada punggawa majapahit yang bisa mengalahkannya, apa yang harus hamba lakukan?” suara ghaib :”yang bisa mengalahkan minakjinggo adalah seorang laki-laki yang bernama “damar sasongko, alias damar wulan” carilah dia, dan utuslah dia ke blambangan” kencana wungu :”trimakasih gusti” (kencana wungu kemudian berdiri dari semedinya dan keluar kamar, sampai di luar kamar para pengawal memberi hormat, kemudian kencana wungu berkata kencana wungu :”pengawal panggil semua punggawa kerajaan aku ingin bermusyawarah dengan mereka” pengawal :”baik gusti” (kencana wungu kemudian menuju bangsal instana untuk mengadakan sidang kerajaan) (musik .... ) ( di pendopo kerajaan telah berkumpul semua punggawa, ratu kencana wungu duduk di singgasana ) patih logender :”ampun gusti ratu, ada apakah sehingga gusti mengumpulkan kami semua di sini?, apa gusti sudah mendapat petunjuk untuk mengatasi masalah kerajaan ini?” kencana wungu :” benar patih logender,... dalam semediku aku mendapat petunjuk bahwa, yang bisa mengalahkan minakjinggo adalah damar sasongko alias damar wulan” apa paman patih tahu siapa orang ini?” patih logender :”damar wulan?... (patih logender nampak tidak percaya) apa saya tidak salah dengar gusti? kencana wungu :”tidak paman patih, aku jelas sekali mendengar suara ghaib itu, bahwa yang bisa mengalahkan minakjinggo adalah dia, kenapa paman? apa paman tahu siapa dia?” patih logender :”iya gusti ratu, dia sekarang ada di rumah hamba bekerja sebagai pengurus kuda istana kepatihan” kencana wungu :” panggil dia paman patih! aku ingin bicara langsung dengan dia” patih logender :” baik gusti” (patih logender kemudian pergi pamit sambil memberikan sembah) (beberapa saat kemudian patih logender datang bersama damar wulan dan anjasmoro, mereka memberikan penghormatan kepada ratu kencana wungu ) damar wulan :”ampun gusti,.. hamba datang menghadap, ada apa gerangan sehingga gusti ratu memanggil hamba” kencana wungu : (nampak kagum melihat ketampanan damar wulan) “damar wulan,... kerajaan majapahit sekarang sedang membutuhkan tenagamu, ada pemberontak dari blambangan yang sangat sakti mandraguna, namanya minak jinggo, sudah banyak utusan majapahit yang gugur di tangannya, aku mendapat wangsit bahwa yang bisa mengalahkan dia adalah kamu, maukah kau menerima tugas ini?” damar wulan :” sendiko dawuh gusti,... hamba bersedia mengobankan jiwa raga hamba, jika memang hamba dibutuhkan oleh mapajahit” kencana wungu :”terima kasih damar wulan” (kencana wungu kemudian menoleh kepada patih logender) dan berkata lagi: kencana wungu :”paman patih,.. meskipun damar wulan sudah resmi diangkat menjadi panglima mapajahit untuk melawan minakjinggo, sayembara kerajaan tetap berlaku, bahwa barang siapa yang bisa membunuh minakjinggo maka dia akan kuangkat menjadi raja majapahit, dan kujadikan suamiku” patih logender :” iya gusti “ kencana wungu :” sekarang siapkan upacara pengangkatan damar wulan, untuk menjadi panglima majapahit” (kemudian patih logender memberikan pakaian baru kepada damar wulan dan ratu kencana wungu melilitkan ikat kepala kepada damar wulan” setelah itu mereka bubar dan kembali ke tempat masing-masing) prolog adegan selanjutnya : sementara itu di suatu tempat yang sepi nampak anjasmoro begitu sedih, ....... setelah pengangkatan damar wulan menjadi panglima majapahit ia sangat terpukul,...ia khawatir memikirkan kekasihnya damar wulan,... butir-butir air mata tak terasa mengalir di pipinya) (jeda musik ....2 menit ) setelah beberapa saat datangah damar wulan mendekati anjasmoro damar wulan :”diajeng anjasmoro, ada apa, kenapa diajeng sedih? “ anjasmoro :” kang mas.... aku sedih karena memikirkan tugas yang diberikan oleh kanjeng ratu kencana wungu, yang aku pikirkan dua hal kang mas, dan dua-duanya tidak enak, pertama, jika kang mas berhasil menjalankan tugas, maka kang mas akan menjadi raja di majapahit dan menjadi suami ratu kenca wungu, jika begitu bukankah aku akan kehilangan kang mas?, yang kedua, jika kang mas gagal, dan gugur di tangan minakjinggo maka aku juga kehilangan kang mas,” damar wulan :” diajeng..... kamu harus sabar, aku menerima tugas itu bukan karena aku ingin kerajaan dan ingin menikah dengan ratu kencana wungu, tapi aku terpanggil sebagai rakyat majapahit, maka kewajiban aku untuk membela negaraku, bukankah kita harus mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi?” anjasmoro :”benar kang mas, tapi.... aku takut kehilangan kang mas, jika tekad kang mas sudah bulat untuk berangkat ke blambangan, maka aku ada satu permintaan” damar wulan ;” apa diajeng? katakanlah, kakang akan memenuhi permintaanmu meskipun nyawa taruhannya” anjasmoro :” jika kang mas memang mencintai aku, maka aku minta sebelum kang mas berangkat kita menikah dulu, setelah itu baru aku rela kang mas pergi ke blambangan” damar wulan : (menghela nafas, diam sejenak, kemudian berkata) ”baiklah diajeng, aku akan melamarmu dan secepatnya kita menikah setelah itu aku akan berangkat ke blambangan” mendengar itu anjasmoro tersenyum, dan memegang tangan damar wulan kemudian keduanya pergi menuju istana kepatihan. damar wulan :” sekarang ayo kita pulang diajeng,.... “ anjasmoro : “ mari kang mas...” prolog : singkat cerita kemudian damar wulan melamar anjasmoro, patih logender beserta istrinya menerima lamaran itu, dan persiapan pernikahan pun dimulai. (musik gending lelucon... goro-goro: nampak dua orang pengawal sedang memasuki halaman istana kepatihan sambil berjoget... ) pengawal1 :”suf... sebentar lagi gusti ayu anjasmoro akan menikah dengan raden damar wulan” dst (dialog lawak ada di bagian lain) ( beberapa saat kemudian persiapan temu manten telah siap, gending kebo giro mulai berkumandang, nampak... anjasmoro di dampingi oleh patih logender dan istrinya, beserta kakaknya yaitu layang seto dan layang kumitir, berjalan pelan menuju kursi pelaminan, beberapa saat kemudian datang damar wulan, di dampingi sabdo palon dan noyo genggong, setelah dekat, anjasmoro sungkem di depan damar wulan, kemudian mereka berdua berjalan pelan menuju ayah bundanya, kemudian sungkem kepada mereka lalu sungkem kepada kakaknya, setelah itu patih logender berkata: ) patih logender :” anakku anjasmoro, dan damar wulan, kalian telah resmi menjadi suami istri, ayah harap kalian berbahagia” anjasmoro+damar w :”trimakasih romo “ patih logender :” damar wulan,.. sesuai perintah kangjen ratu kencana wungu, setelah kalian menikah maka tugas negara menunggumu untuk memadamkan pemberontakan minakjinggo, siapkan dirimu ger.. “ damar wulan :” sendiko dawuh kanjeng romo,.. hamba siap untuk melanjalankan tugas “ (kemudian mereka semua berjalan menuju rumah masing-masing ) prolog : (sementara itu di istana kadipaten blambangan nampak minakjinggo sedang mengadakanpertemuan dengan para punggawa kadipaten. dia duduk di kursi gading kencana didampingi oleh abdi setianya yaitu gayun, kemudian kedua istrinya yaitu dewi wahito dan puyengan, diikuti oleh para punggawa kadipaten dan para pengawal dan prajurit ) minakjinggo :”gayun,.. bagaimana keadaan kadipaten blambangan?” gayun ;”kadipaten dalam keadaan aman gusti,.. rakyat hidup makmur, tentram” minakjinggo :”syukurlah.. sebentar lagi kadipaten kita yang kec

Anglais

screenplay damarwulan

Dernière mise à jour : 2016-08-19
Fréquence d'utilisation : 1
Qualité :

Référence: Anonyme

Certaines traductions humaines peu pertinentes ont été masquées.
Affichez les résultats peu pertinents.

Obtenez une traduction de meilleure qualité grâce aux
4,401,923,520 contributions humaines

Les utilisateurs demandent maintenant de l'aide :



Nous utilisons des cookies pour améliorer votre expérience utilisateur sur notre site. En poursuivant votre navigation, vous déclarez accepter leur utilisation. En savoir plus. OK