Hai cercato la traduzione di dongeng asal usul danau kelimutu da Indonesiano a Inglese

Contributi umani

Da traduttori professionisti, imprese, pagine web e archivi di traduzione disponibili gratuitamente al pubblico.

Aggiungi una traduzione

Indonesiano

Inglese

Informazioni

Indonesiano

dongeng asal usul putri duyung

Inglese

mermaid fairy tale origins

Ultimo aggiornamento 2014-09-28
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

dongeng asal usul putri duyung

Inglese

mermaid fairy tale origins

Ultimo aggiornamento 2014-09-28
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

asal usul desa gandarum

Inglese

the origin of the village of gandarum

Ultimo aggiornamento 2018-10-29
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

fakultas kesehatan masyarakat saya akan menceritakan asal usul desa saya

Inglese

simple past tense

Ultimo aggiornamento 2014-09-28
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

ada beberapa pendapat yang dikemukakan mengenai asal usul orang orang aborigin. beberapa telah menegaskan bahwa mereka adalah campuran dari dua ras, yaitu ras negro melayu dan papua atau austral.

Inglese

there are some opinions expressed about the origin of aboriginal people. some have asserted that they are a mixture of two races, namely the malay negro and papuan or austral races.

Ultimo aggiornamento 2021-02-24
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

cerita rakyat sumatera utara di wilayah sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. ia hidup sendiri sebatang kara. setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“ya alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. ia segera menarik kailnya. petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “tolong aku jangan dimakan pak!! biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. tanpa banyak tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “jangan takut pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “siapakah kamu ini? bukankah kamu seekor ikan?, tanya petani itu. “aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. petani itupun setuju. maka jadilah mereka sebagai suami istri. namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul puteri dari seekor ikan. jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan petani dan istrinya bertambah, karena istri petani melahirkan seorang bayi laki-laki. anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. petani tersebut langsung membangunkannya. “hey, bangun!, teriak petani itu. setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “mana makanan buat ayah?”, tanya petani. “sudah habis kumakan”, jawab si anak. dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "anak tidak tau diuntung ! tak tahu diri! dasar anak ikan!," umpat si petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. dan akhirnya membentuk sebuah danau. danau itu akhirnya dikenal dengan nama danau toba

Inglese

narrative text of lake toba

Ultimo aggiornamento 2019-04-23
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo
Attenzione: contiene formattazione HTML nascosta

Indonesiano

cerita rakyat sumatera utara di wilayah sumatera hiduplah seorang petani yang sangat rajin bekerja. ia hidup sendiri sebatang kara. setiap hari ia bekerja menggarap lading dan mencari ikan dengan tidak mengenal lelah. hal ini dilakukannya untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. pada suatu hari petani tersebut pergi ke sungai di dekat tempat tinggalnya, ia bermaksud mencari ikan untuk lauknya hari ini. dengan hanya berbekal sebuah kail, umpan dan tempat ikan, ia pun langsung menuju ke sungai. setelah sesampainya di sungai, petani tersebut langsung melemparkan kailnya. sambil menunggu kailnya dimakan ikan, petani tersebut berdoa,“ya alloh, semoga aku dapat ikan banyak hari ini”. beberapa saat setelah berdoa, kail yang dilemparkannya tadi nampak bergoyang-goyang. ia segera menarik kailnya. petani tersebut sangat senang sekali, karena ikan yang didapatkannya sangat besar dan cantik sekali. setelah beberapa saat memandangi ikan hasil tangkapannya, petani itu sangat terkejut. ternyata ikan yang ditangkapnya itu bisa berbicara. “tolong aku jangan dimakan pak!! biarkan aku hidup”, teriak ikan itu. tanpa banyak tanya, ikan tangkapannya itu langsung dikembalikan ke dalam air lagi. setelah mengembalikan ikan ke dalam air, petani itu bertambah terkejut, karena tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik. “jangan takut pak, aku tidak akan menyakiti kamu”, kata si ikan. “siapakah kamu ini? bukankah kamu seekor ikan?, tanya petani itu. “aku adalah seorang putri yang dikutuk, karena melanggar aturan kerajaan”, jawab wanita itu. “terimakasih engkau sudah membebaskan aku dari kutukan itu, dan sebagai imbalannya aku bersedia kau jadikan istri”, kata wanita itu. petani itupun setuju. maka jadilah mereka sebagai suami istri. namun, ada satu janji yang telah disepakati, yaitu mereka tidak boleh menceritakan bahwa asal-usul puteri dari seekor ikan. jika janji itu dilanggar maka akan terjadi petaka dahsyat. setelah beberapa lama mereka menikah, akhirnya kebahagiaan petani dan istrinya bertambah, karena istri petani melahirkan seorang bayi laki-laki. anak mereka tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan kuat, tetapi ada kebiasaan yang membuat heran semua orang. anak tersebut selalu merasa lapar, dan tidak pernah merasa kenyang. semua jatah makanan dilahapnya tanpa sisa. hingga suatu hari anak petani tersebut mendapat tugas dari ibunya untuk mengantarkan makanan dan minuman ke sawah di mana ayahnya sedang bekerja. tetapi tugasnya tidak dipenuhinya. semua makanan yang seharusnya untuk ayahnya dilahap habis, dan setelah itu dia tertidur di sebuah gubug. pak tani menunggu kedatangan anaknya, sambil menahan haus dan lapar. karena tidak tahan menahan lapar, maka ia langsung pulang ke rumah. di tengah perjalanan pulang, pak tani melihat anaknya sedang tidur di gubug. petani tersebut langsung membangunkannya. “hey, bangun!, teriak petani itu. setelah anaknya terbangun, petani itu langsung menanyakan makanannya. “mana makanan buat ayah?”, tanya petani. “sudah habis kumakan”, jawab si anak. dengan nada tinggi petani itu langsung memarahi anaknya. "anak tidak tau diuntung ! tak tahu diri! dasar anak ikan!," umpat si petani tanpa sadar telah mengucapkan kata pantangan dari istrinya. setelah petani mengucapkan kata-kata tersebut, seketika itu juga anak dan istrinya hilang lenyap tanpa bekas dan jejak. dari bekas injakan kakinya, tiba-tiba menyemburlah air yang sangat deras. air meluap sangat tinggi dan luas sehingga membentuk sebuah telaga. dan akhirnya membentuk sebuah danau. danau itu akhirnya dikenal dengan nama danau toba.

Inglese

narrative text of lake toba

Ultimo aggiornamento 2019-04-23
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo
Attenzione: contiene formattazione HTML nascosta

Indonesiano

teori fungsionalisme mendominasi hukum organisasi internasional, menjelaskan mengapa organisasi memiliki kekuatan yang mereka miliki, mengapa mereka dapat mengklaim hak istimewa dan kekebalan, dan seringkali juga bagaimana mereka dirancang. namun, teori fungsionalisme jarang dijabarkan secara rinci, dan asal-usulnya tetap dieksplorasi. tujuan artikel ini adalah untuk menguraikan bagaimana fungsionalisme muncul dengan berfokus pada 'pra sejarah' hukum institusional internasional. untuk itu

Inglese

the theory of functionalism dominates the law of international organizations, explaining why organizations have the powers they possess, why they can claim privileges and immunities, and often how they are designed as well. yet, the theory of functionalism is rarely spelt out in any detail, and its origins have remained under explored. the purpose of the present article is to outline how functionalism came about by focusing on the ‘pre history’ of international institutional law. to that end

Ultimo aggiornamento 2021-09-28
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

teori fungsionalisme mendominasi hukum organisasi internasional, menjelaskan mengapa organisasi memiliki kekuatan yang mereka miliki, mengapa mereka dapat mengklaim hak istimewa dan kekebalan, dan seringkali juga bagaimana mereka dirancang. namun, teori fungsionalisme jarang dijabarkan secara rinci, dan asal-usulnya tetap dieksplorasi. tujuan artikel ini adalah untuk menguraikan bagaimana fungsionalisme muncul dengan berfokus pada 'pra sejarah' hukum institusional internasional. untuk itu

Inglese

the theory of functionalism dominates the law of international organizations, explaining why organizations have the powers they possess, why they can claim privileges and immunities, and often how they are designed as well. yet, the theory of functionalism is rarely spelt out in any detail, and its origins have remained under explored. the purpose of the present article is to outline how functionalism came about by focusing on the ‘pre history’ of international institutional law. to that end

Ultimo aggiornamento 2021-09-28
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

isi singkat babad ksatria taman bali. tersebut bahwa bhatara subali bersaudara dengan dalem bhatara sekar angsana, bhatara subali berasrama di tolangkir. bhatara sekar angsana berasrama di pura dasar gelgel, ada lagi saudaranya, bernama sang hyang aji rembat (penawing) berasrama di kentelgumi, sang hyang aji rembat berputra ida mas kuning berasrama di guliang, berasrama di bukit pangelengan. tersebut seorang pendeta sang pandia wawu rawuh, bertemu dengan bhatara subali di tolangkir, sang pandia wawu rawuh hilir mudik menyusur tepi sungai melangit. tetapi, tidak menemukan mata air. lalu beliau menancapkan tongkat pada-batu padas hingga keluar air yang jernih mengalir. bersama dengan keluarnya air itu, muncul pula seorang wanita. sang pandia wawu rawuh menanyai wanita itu, dan memberi nama ni dewi njung asti. air itu diberi nama tirta harum. ni dewi njung asti disuruh menunggui air itu dan sang pandia wawu rawuh kembali pulang. bau harum itu sampai ke udara. tercium oleh hyang wisnu dan segera bercengkrama di tirta harum. di sana di sebuah gua tampak oleh bhatara wisnu seorang gadis, tetapi sang gadis tidak melihat. bhatara wisnu mandi dan keluar air mani, karena tak tahan melihat gadis itu. bhatara wisnu kembali ke wisnuloka. ni dewi njung asti keluar dari gua, melihat air mani bhatara wisnu di atas batu, lalu diambil dan dimakannya. dewi njung asti, akhirnya hamil . dalam keadaan hamil ni dewi njung asti berkunjung pula hyang wisnu, serta bertanya asal usul dirinya. setelah diceriterakan dengan jelas, maka ni dewi njung asti, diajak ke wisnu bhuana. bhatara subali memaklumi air suci (tirta harum)itu. disuruhnya sang hyang aji rembat menjaganya dan membersihkan pancuran setiap hari. bhatara subali membuat telaga meniru di majapahit, maka diberi nama taman bali. lama kelamaan mereka masing- masing mempunyai putra, sang hyang aji jayarembat berputra sira dukuh suladri. ida mas kuning berputra dua orang, ida tapadhana dan ida nagapuspa. bhatara dalem sekar angsana berputra ni dewi ayu mas. bhatara subali memohon kepada hyang wisnu. permohonannya terkabul, yaitu putra yang lahir dari dewi njung asti bernama sang gangga tirta. anak itu dibawa oleh bhatara subali ke tirta harum. bhatara subali kembali ke tolangkir . keesokan harinya, sang hyang aji jayarembat mendapatkan bayi itu pada pancuran di tirta harum. segera datang bhatara subali menegaskan bahwa anak itu adalah putranya yang diperoleh dari bhatara wisnu. berkat restu bhatara subali, anak itu diasuh oleh sang aji rembat, semula bernama sang angga tirta lalu diganti dengan nama sang anom, dalam waktu singkat, anak tersebut sangat rupawan dan telah remaja putra, kemudian pindah ke rewataka singasara. tersebut bahwa ni dewi ayu mas di gelgel sakit keras, dipindahkan ke taman bali . diobati oleh sang hyang aji jayarembat. dalam waktu singkat telah sembuh. diajak kembali ke gelgel, kemudian penyakitnya kambuh lagi. demikian berulang-ulang akhirnya tinggal di taman bali sampai dewasa. terjalinlah hubungan antara sang anom dengan dewi ayu mas hingga hamil, dalem sekar angsana amat marah, dan memerintahkan untuk membunuh sang anom, dan sang hyang aji. rembat agar diantarkan ke gelgel, namun dalem mengirim utusan rahasia untuk menyuruh sang anom menyingkir , maka sang anom tiba di tianyar luput dari serangan musuh. lama kelamaan sang anom melawat ke desanya kembali, sambil memikat burung di tengah hutan jarak bang. sang anom bertanya dijawab dengan kelakar berkali-kali. sang anom marah dan mengutuk tempat itu agar bernama bangli, orang-orang dusun itu melaporkan ke gelgel. dalem memerintahkan untuk menangkap pemuda tersebut dan diantarkan ke istana gelgel. sang anom tertangkap dan diantar ke gelgel. mereka yang melihat pada bersedih menyaksikannya. setelah tiba di gelgel, dalem memerintahkan untuk menangkap sang hyang aji jayarembat, dalam waktu singkat telah berhasil diserahkan kepada dalem. bhatara subali dari tolangkir menghadap ke gelgel melarang dalem untuk membunuhnya serta menceriterakan riwayat kelahiran sang anom dan meminta agar sang anom bersuami istri dengan dewi ayu mas serta kembali ke taman bali. dalem dapat menyetujui dan kemudian sangat menyayangi sebagai menantu. restu bhatara subali kepada sang anom sebagai cikal- bakal ksatria taman bali lahir dari tirta harum. juga upacara dan upakara pembakaran jenasah sesuai dengan seorang ksatria. tidak boleh lupa turun- temurun agar nyawi ke tirta harum. sang anom dan ni dewi ayu mas sedang hamil berada di taman bali, sang anom meninggalkan istrinya untuk bertapa, dengan pesan bila lahir anaknya nanti agar diberi nama i dewa garba jata. dan disediakan sebilah keris yang bernama ki lobar untuk senjatanya di kemudian hari, bila dalem meminta jangan diberikan. pada saatnya i dewa garba jata pun lahir. setelah dewasa menanyakan perihal ayahnya. sang ibu menceriterakan tengah bersemadi di hutan dawa, serta ciri-cirinya yang khas, kemudian i dewa garba java menjumpai ayahnya, tetapi tidak berkenan kembali pulang, putranya disuruh kembali dan menjadi raja di taman bali. dan tetap nyawi ke tirta harum serta ki lobar. sang anom pun wafat, i dewa garba jata -kembali ke taman bali dan menceriterakan semuanya kepada ibunya. dalem amat cinta kepada i dewa garba jata dan menganugrahkan seorang putri beliau untuk menjadi istrinya. langsung upacara wiwaha menurut tata cara ksatria. i dewa garba jata memperoleh seorang putra bernama cokorda den bancingah, setelah dewasa beristri putri kyayi jambe pule. melahirkan putra bernama cokorda pemecutan, cokorda pamecutan berputra i dewa gde den bancingah. i dewa gde den bancingah berputra i dewa kanea den bancingah. i dewa kanea den bancingah berputra i dewa gede tangkeban. i dewa gede tangkeban banyak putranya: 1. i dewa pering 2. i dewa pindi 3. i dewa prasi 4. i dewa kaler 5. i dewa batan wani 6. i dewa pulesari 7. i dewa mundung 8. i dewi kliki 9. i dewa gde anom teka 10. tak tercatat yang wanita. perpindahan putra-putra i dewa gede tangkeban 1. i dewa pering ke brasika (nyalian) 2. i dewa prasi ke gaga 3. i dewa pindi ke telagasura 4. i dewa kaler tetap di taman bali. keris pusaka ki lobar dimohon oleh i dewa gde pering kepada i dewa gde tangkeban di taman bali. keris dibawa ke desa nyalian. tersebut seorang raja di bangli bernama kyayi anglurah prawupan (keturunan arya batan jeruk). raja taman bali mengutus dua orang pesakitan untuk membunuh raja bangli. namun gagal, kemudian raja bangli mengutus kembali dua pesakitan itu untuk membunuh raja taman bali dengan janji bila berhasil diberikan hadiah kekuasaan di daerah itu, pesakitan itu berusaha membunuh i dewa taman. bali, namun pesakitan itu dapat dibunuhnya. i dewa taman bali hanya menderita luka berat dan lama belum pulih. sedang dalam penderitaan luka parah, istri i dewa taman bali digauli oleh putranya sendiri yang bernama i dewa kaler. i dewa kaler diusir dari taman bali kemudian bernama pungakan kedisan karena dalam perjalanannya disambar burung gagak, juga disebut pungakan don yeh karena waktu berangkatnya mengarungi hujan lebat dan banjir. setelah raja taman bali wafat, diganti oleh putranya bernama i dewa anom teka hendak menuntut bela atas wafat ayahnya yang direncanakan oleh anglurah paraupan di bangli. hal itu didukung oleh sanak keluarga dan pejabat- pejabat bawahannya. segera mereka menyerang bangli di bawah pimpinan i dewa anom teka. terjadi peperangan sengit antara taman bali dengan bangli yang dipimpin oleh kyayi paraupan dan putranya kyayi anglurah dawuh bahingin. kyayi (pamamoran) tewas, kyayi dawuh bahingin tewas pula. kyayi paraupan tampil sebagai pimpinan perang. beliau pun gugur pula. akhirnya bangli mengalami kekalahan. setelah bangli kalah para putra taman bali beralih tempat. i dewa gede perasi di bangli, i dewa gede pindi di gaga. di taman bali bertahta i dewa anom teka menggantikan ayahnya. berdiri tiga kerajaan, bangli, taman bali, nyalian. i dewa gde prasi raja bangli, mempunyai seorang putri bernama i dewa ayu den bancingah. tanpa keturunan. i dewa kanea (ipar dalem linggarsapura) amat disayang oleh dalem, diberi pangkat kanea, diam di utara bancingah bergelar i dewa kanea den bancingah. mempunyai seorang putra bernama i dewa gede tangkeban, sebab pada waktu lahirnya tanpa sengaja ditutup kasur tempat duduk raja oleh ki arya jambe pule. pada saat terjadi pemberontakan kyayi anglurah agung di gelgel, dalem dimade mengungsi ke guliang. i dewa kanea den bancingah kembali ke brasika membawa keris ki lobar. taman bali dikalahkan oleh kyayi anglurah made dari karangasem. putra-putra raja taman bali diungsikan, ke gianyar oleh i dewa manggis, kemudian i dewa agung gde diam di taman bali karena taman bali diserahkan oleh kyayi anglurah made karangasem. i dewa agung gde menyerahkan desa-desa: cegeng, tembaga, tohjiwa, sangkan aji, margayu, pamubugan, sukahet, lebu, kepada anglurah made karangasem, i dewa agung gde berputra dua orang di taman bali, pria-wanita. yang pria bernama, i dewa agung gde taman bali. i dewa gde taman bali menggempur taman bali atas bantuan i dewa manggis, taman bali dikuasai kembali. i dewa agung gde mengungsi ke puri kanginan (klungkung) i dewa manggis ingin melihat warna ki lobar. tak diijinkan oleh dalem. namun niatnya tak kunjung padam. lama kelamaan dalem meminjamkan keris ki lobar. i dewa gede tangkeban menjadi salah paham, i dewa taman bali dan i dewa di bangli menyarankan ajar dipertahankan meskipun apa terjadi. didukung oleh sanak keluarga dan rakyatnya. i dewa agung putra mendengar hal itu maka baginda minta bantuan ke karangasem dan gianyar untuk menggempur nyalian. terjadi perang sengit, i dewa gede tangkeban minta bantuan taman bali dan bangli, namun belum diberikan. ternyata i dewa gede tangkeban tetap mengadakan perlawanan bersama sanak keluarganya. banyak jatuh korban. i dewa gede tangkeban tampil ke depan dengan menghunus ki lobar, hingga musuh- musuhnya lari tunggang-langgang. kemudian pasukan dalem maju lagi. i dewa gede tangkeban tertembak, namun tidak gugur. terpikir olehnya, kekecewaan dirinya, sehingga timbul kemarahannya pada sanak keluarganya di bangli dan taman bali, beliau pun mengutuk agar selalu cekcok sesama keluarganya. lalu ujung ki lobar dipotongnya. i dewa gde tangkeban gugur dalam peperangan, nyalian dikuasai oleh klungkung. i dewa gede tangkeban meninggalkan seorang putra dilarikan ke bangli oleh ibunya. kemudian diasuh sebaik baiknya oleh i dewa ayu den bancingah, seperti putra kandung karena i dewa ayu den bancingah tidak berputra selama bersuami istri dengan i dewa anon rai. i dewa anom rai mempunyai seekor kuda bernama gandawesi dan mempunyai keahlian dapat melihat apa yang terjadi. i dewa anom rai kawin dengan seorang kasta sudra, sehingga i dewa den bancingah tidak diperhatikan lagi, timbul sakit hatinya dan menyidangkan bawahannya. i dewa ayu den bancingah berkat bantuan seorang dukun ida waneng pati berhasil membunuh i dewa anom rai di tempat tidurnya. kemudian i dewa ayu den bancingah menjadi ratu. keamanan pulih kembali. putra i dewa gede tangkeban yang diasuh di puri bangli telah dewasa. belum beristri. senang tari- tarian antara lain, gambuh, legong, mencari guru tari ke sukawati. kesenangannya itu sama dengan kesenangan raja taman bali. sering saling sabot guru tari, timbul cekcok antara bangli dan taman bali. taman bali hendak menyerang bangli, maka minta bantuan pada dalem di klungkung. dalem tak berkenan karena tak pernah cekcok dengan raja bangli. i dewa taman bali merasa kecewa. kemudian i dewa gede raka taman bali mengumpulkan sanak saudara antara lain; i dewa gede mundung, i dewa pulesari, i dewa batan wani, i dewa jelepung, i dewa pindi, i dewa rendang, i dewa guliangan, i dewa pasalakan. semua setuju menggempur bangli tetapi agar minta bantuan ke gianyar. hal itu disetujui oleh i dewa taman. bali, lalu minta bantuan kepada i dewa manggis dengan catatan bila bangli kalah agar dibagi dua. pasukan gianyar dipimpin oleh cokorda mas. bangli kalah dikuasai oleh taman bali dan gianyar. raja bangli bersembunyi di kehen. raja taman bali mengepung kehen, dan raja gianyar menunggu di taman bali. i dewa ayu den bancingah setelah memperoleh wahyu di pura kehen, hendak berhadapan dengan i dewa taman bali. namun bersimpang jalan, perjalanannya langsung ke selatan hingga ke taman bali, maka berhadapan dengan i dewa manggis, pasukan i dewa manggis kalah, mereka kembali ke gianyar. i dewa taman bali tiba di kehen, tidak berjumpa dengan siapa pun juga. melihat asap mengepul di arah selatan. disangka raja gianyar berbuat buruk. segera beliau hendak menghadapi raja gianyar. tiba di taman bali, ternyata sunyi-senyap. dugaannya semula semakin tebal dan kuat i dewa taman bali menerima laporan dari guliang, bahwasanya ada serangan pasukan klungkung. pasukan klungkung dihadapinya, pasukan klungkung ketakutan, sebab tujuannya bukan untuk berperang, melainkan cokorda dewagung putra ingin bertemu dengan i dewa manggis. karena serbuan pasukan taman bali, maka baginda kembali melalui jembatan darurat. jembatan itu patah menimbulkan banyak korban, dewagung putra wafat di blahpane. bhatara dalem sakti (ayah dewata di blahpane) amat murka dan memerintahkan agar gianyar dan bangli menyerang taman bali, terjadi pertempuran sengit sasih ke 5, rah 9, tenggek 3, titi tanggal 13 isaka 1809. taman bali kalah, dibumihanguskan oleh bangli. dan kekayaan taman bali dibawa ke bangli, raja bangli tetap i dewa ayu den bancingah.

Inglese

google translate language bali

Ultimo aggiornamento 2015-02-01
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

isi singkat babad ksatria taman bali. tersebut bahwa bhatara subali bersaudara dengan dalem bhatara sekar angsana, bhatara subali berasrama di tolangkir. bhatara sekar angsana berasrama di pura dasar gelgel, ada lagi saudaranya, bernama sang hyang aji rembat (penawing) berasrama di kentelgumi, sang hyang aji rembat berputra ida mas kuning berasrama di guliang, berasrama di bukit pangelengan. tersebut seorang pendeta sang pandia wawu rawuh, bertemu dengan bhatara subali di tolangkir, sang pandia wawu rawuh hilir mudik menyusur tepi sungai melangit. tetapi, tidak menemukan mata air. lalu beliau menancapkan tongkat pada-batu padas hingga keluar air yang jernih mengalir. bersama dengan keluarnya air itu, muncul pula seorang wanita. sang pandia wawu rawuh menanyai wanita itu, dan memberi nama ni dewi njung asti. air itu diberi nama tirta harum. ni dewi njung asti disuruh menunggui air itu dan sang pandia wawu rawuh kembali pulang. bau harum itu sampai ke udara. tercium oleh hyang wisnu dan segera bercengkrama di tirta harum. di sana di sebuah gua tampak oleh bhatara wisnu seorang gadis, tetapi sang gadis tidak melihat. bhatara wisnu mandi dan keluar air mani, karena tak tahan melihat gadis itu. bhatara wisnu kembali ke wisnuloka. ni dewi njung asti keluar dari gua, melihat air mani bhatara wisnu di atas batu, lalu diambil dan dimakannya. dewi njung asti, akhirnya hamil . dalam keadaan hamil ni dewi njung asti berkunjung pula hyang wisnu, serta bertanya asal usul dirinya. setelah diceriterakan dengan jelas, maka ni dewi njung asti, diajak ke wisnu bhuana. bhatara subali memaklumi air suci (tirta harum)itu. disuruhnya sang hyang aji rembat menjaganya dan membersihkan pancuran setiap hari. bhatara subali membuat telaga meniru di majapahit, maka diberi nama taman bali. lama kelamaan mereka masing- masing mempunyai putra, sang hyang aji jayarembat berputra sira dukuh suladri. ida mas kuning berputra dua orang, ida tapadhana dan ida nagapuspa. bhatara dalem sekar angsana berputra ni dewi ayu mas. bhatara subali memohon kepada hyang wisnu. permohonannya terkabul, yaitu putra yang lahir dari dewi njung asti bernama sang gangga tirta. anak itu dibawa oleh bhatara subali ke tirta harum. bhatara subali kembali ke tolangkir . keesokan harinya, sang hyang aji jayarembat mendapatkan bayi itu pada pancuran di tirta harum. segera datang bhatara subali menegaskan bahwa anak itu adalah putranya yang diperoleh dari bhatara wisnu. berkat restu bhatara subali, anak itu diasuh oleh sang aji rembat, semula bernama sang angga tirta lalu diganti dengan nama sang anom, dalam waktu singkat, anak tersebut sangat rupawan dan telah remaja putra, kemudian pindah ke rewataka singasara. tersebut bahwa ni dewi ayu mas di gelgel sakit keras, dipindahkan ke taman bali . diobati oleh sang hyang aji jayarembat. dalam waktu singkat telah sembuh. diajak kembali ke gelgel, kemudian penyakitnya kambuh lagi. demikian berulang-ulang akhirnya tinggal di taman bali sampai dewasa. terjalinlah hubungan antara sang anom dengan dewi ayu mas hingga hamil, dalem sekar angsana amat marah, dan memerintahkan untuk membunuh sang anom, dan sang hyang aji. rembat agar diantarkan ke gelgel, namun dalem mengirim utusan rahasia untuk menyuruh sang anom menyingkir , maka sang anom tiba di tianyar luput dari serangan musuh. lama kelamaan sang anom melawat ke desanya kembali, sambil memikat burung di tengah hutan jarak bang. sang anom bertanya dijawab dengan kelakar berkali-kali. sang anom marah dan mengutuk tempat itu agar bernama bangli, orang-orang dusun itu melaporkan ke gelgel. dalem memerintahkan untuk menangkap pemuda tersebut dan diantarkan ke istana gelgel. sang anom tertangkap dan diantar ke gelgel. mereka yang melihat pada bersedih menyaksikannya. setelah tiba di gelgel, dalem memerintahkan untuk menangkap sang hyang aji jayarembat, dalam waktu singkat telah berhasil diserahkan kepada dalem. bhatara subali dari tolangkir menghadap ke gelgel melarang dalem untuk membunuhnya serta menceriterakan riwayat kelahiran sang anom dan meminta agar sang anom bersuami istri dengan dewi ayu mas serta kembali ke taman bali. dalem dapat menyetujui dan kemudian sangat menyayangi sebagai menantu. restu bhatara subali kepada sang anom sebagai cikal- bakal ksatria taman bali lahir dari tirta harum. juga upacara dan upakara pembakaran jenasah sesuai dengan seorang ksatria. tidak boleh lupa turun- temurun agar nyawi ke tirta harum. sang anom dan ni dewi ayu mas sedang hamil berada di taman bali, sang anom meninggalkan istrinya untuk bertapa, dengan pesan bila lahir anaknya nanti agar diberi nama i dewa garba jata. dan disediakan sebilah keris yang bernama ki lobar untuk senjatanya di kemudian hari, bila dalem meminta jangan diberikan. pada saatnya i dewa garba jata pun lahir. setelah dewasa menanyakan perihal ayahnya. sang ibu menceriterakan tengah bersemadi di hutan dawa, serta ciri-cirinya yang khas, kemudian i dewa garba java menjumpai ayahnya, tetapi tidak berkenan kembali pulang, putranya disuruh kembali dan menjadi raja di taman bali. dan tetap nyawi ke tirta harum serta ki lobar. sang anom pun wafat, i dewa garba jata -kembali ke taman bali dan menceriterakan semuanya kepada ibunya. dalem amat cinta kepada i dewa garba jata dan menganugrahkan seorang putri beliau untuk menjadi istrinya. langsung upacara wiwaha menurut tata cara ksatria. i dewa garba jata memperoleh seorang putra bernama cokorda den bancingah, setelah dewasa beristri putri kyayi jambe pule. melahirkan putra bernama cokorda pemecutan, cokorda pamecutan berputra i dewa gde den bancingah. i dewa gde den bancingah berputra i dewa kanea den bancingah. i dewa kanea den bancingah berputra i dewa gede tangkeban. i dewa gede tangkeban banyak putranya: 1. i dewa pering 2. i dewa pindi 3. i dewa prasi 4. i dewa kaler 5. i dewa batan wani 6. i dewa pulesari 7. i dewa mundung 8. i dewi kliki 9. i dewa gde anom teka 10. tak tercatat yang wanita. perpindahan putra-putra i dewa gede tangkeban 1. i dewa pering ke brasika (nyalian) 2. i dewa prasi ke gaga 3. i dewa pindi ke telagasura 4. i dewa kaler tetap di taman bali. keris pusaka ki lobar dimohon oleh i dewa gde pering kepada i dewa gde tangkeban di taman bali. keris dibawa ke desa nyalian. tersebut seorang raja di bangli bernama kyayi anglurah prawupan (keturunan arya batan jeruk). raja taman bali mengutus dua orang pesakitan untuk membunuh raja bangli. namun gagal, kemudian raja bangli mengutus kembali dua pesakitan itu untuk membunuh raja taman bali dengan janji bila berhasil diberikan hadiah kekuasaan di daerah itu, pesakitan itu berusaha membunuh i dewa taman. bali, namun pesakitan itu dapat dibunuhnya. i dewa taman bali hanya menderita luka berat dan lama belum pulih. sedang dalam penderitaan luka parah, istri i dewa taman bali digauli oleh putranya sendiri yang bernama i dewa kaler. i dewa kaler diusir dari taman bali kemudian bernama pungakan kedisan karena dalam perjalanannya disambar burung gagak, juga disebut pungakan don yeh karena waktu berangkatnya mengarungi hujan lebat dan banjir. setelah raja taman bali wafat, diganti oleh putranya bernama i dewa anom teka hendak menuntut bela atas wafat ayahnya yang direncanakan oleh anglurah paraupan di bangli. hal itu didukung oleh sanak keluarga dan pejabat- pejabat bawahannya. segera mereka menyerang bangli di bawah pimpinan i dewa anom teka. terjadi peperangan sengit antara taman bali dengan bangli yang dipimpin oleh kyayi paraupan dan putranya kyayi anglurah dawuh bahingin. kyayi (pamamoran) tewas, kyayi dawuh bahingin tewas pula. kyayi paraupan tampil sebagai pimpinan perang. beliau pun gugur pula. akhirnya bangli mengalami kekalahan. setelah bangli kalah para putra taman bali beralih tempat. i dewa gede perasi di bangli, i dewa gede pindi di gaga. di taman bali bertahta i dewa anom teka menggantikan ayahnya. berdiri tiga kerajaan, bangli, taman bali, nyalian. i dewa gde prasi raja bangli, mempunyai seorang putri bernama i dewa ayu den bancingah. tanpa keturunan. i dewa kanea (ipar dalem linggarsapura) amat disayang oleh dalem, diberi pangkat kanea, diam di utara bancingah bergelar i dewa kanea den bancingah. mempunyai seorang putra bernama i dewa gede tangkeban, sebab pada waktu lahirnya tanpa sengaja ditutup kasur tempat duduk raja oleh ki arya jambe pule. pada saat terjadi pemberontakan kyayi anglurah agung di gelgel, dalem dimade mengungsi ke guliang. i dewa kanea den bancingah kembali ke brasika membawa keris ki lobar. taman bali dikalahkan oleh kyayi anglurah made dari karangasem. putra-putra raja taman bali diungsikan, ke gianyar oleh i dewa manggis, kemudian i dewa agung gde diam di taman bali karena taman bali diserahkan oleh kyayi anglurah made karangasem. i dewa agung gde menyerahkan desa-desa: cegeng, tembaga, tohjiwa, sangkan aji, margayu, pamubugan, sukahet, lebu, kepada anglurah made karangasem, i dewa agung gde berputra dua orang di taman bali, pria-wanita. yang pria bernama, i dewa agung gde taman bali. i dewa gde taman bali menggempur taman bali atas bantuan i dewa manggis, taman bali dikuasai kembali. i dewa agung gde mengungsi ke puri kanginan (klungkung) i dewa manggis ingin melihat warna ki lobar. tak diijinkan oleh dalem. namun niatnya tak kunjung padam. lama kelamaan dalem meminjamkan keris ki lobar. i dewa gede tangkeban menjadi salah paham, i dewa taman bali dan i dewa di bangli menyarankan ajar dipertahankan meskipun apa terjadi. didukung oleh sanak keluarga dan rakyatnya. i dewa agung putra mendengar hal itu maka baginda minta bantuan ke karangasem dan gianyar untuk menggempur nyalian. terjadi perang sengit, i dewa gede tangkeban minta bantuan taman bali dan bangli, namun belum diberikan. ternyata i dewa gede tangkeban tetap mengadakan perlawanan bersama sanak keluarganya. banyak jatuh korban. i dewa gede tangkeban tampil ke depan dengan menghunus ki lobar, hingga musuh- musuhnya lari tunggang-langgang. kemudian pasukan dalem maju lagi. i dewa gede tangkeban tertembak, namun tidak gugur. terpikir olehnya, kekecewaan dirinya, sehingga timbul kemarahannya pada sanak keluarganya di bangli dan taman bali, beliau pun mengutuk agar selalu cekcok sesama keluarganya. lalu ujung ki lobar dipotongnya. i dewa gde tangkeban gugur dalam peperangan, nyalian dikuasai oleh klungkung. i dewa gede tangkeban meninggalkan seorang putra dilarikan ke bangli oleh ibunya. kemudian diasuh sebaik baiknya oleh i dewa ayu den bancingah, seperti putra kandung karena i dewa ayu den bancingah tidak berputra selama bersuami istri dengan i dewa anon rai. i dewa anom rai mempunyai seekor kuda bernama gandawesi dan mempunyai keahlian dapat melihat apa yang terjadi. i dewa anom rai kawin dengan seorang kasta sudra, sehingga i dewa den bancingah tidak diperhatikan lagi, timbul sakit hatinya dan menyidangkan bawahannya. i dewa ayu den bancingah berkat bantuan seorang dukun ida waneng pati berhasil membunuh i dewa anom rai di tempat tidurnya. kemudian i dewa ayu den bancingah menjadi ratu. keamanan pulih kembali. putra i dewa gede tangkeban yang diasuh di puri bangli telah dewasa. belum beristri. senang tari- tarian antara lain, gambuh, legong, mencari guru tari ke sukawati. kesenangannya itu sama dengan kesenangan raja taman bali. sering saling sabot guru tari, timbul cekcok antara bangli dan taman bali. taman bali hendak menyerang bangli, maka minta bantuan pada dalem di klungkung. dalem tak berkenan karena tak pernah cekcok dengan raja bangli. i dewa taman bali merasa kecewa. kemudian i dewa gede raka taman bali mengumpulkan sanak saudara antara lain; i dewa gede mundung, i dewa pulesari, i dewa batan wani, i dewa jelepung, i dewa pindi, i dewa rendang, i dewa guliangan, i dewa pasalakan. semua setuju menggempur bangli tetapi agar minta bantuan ke gianyar. hal itu disetujui oleh i dewa taman. bali, lalu minta bantuan kepada i dewa manggis dengan catatan bila bangli kalah agar dibagi dua. pasukan gianyar dipimpin oleh cokorda mas. bangli kalah dikuasai oleh taman bali dan gianyar. raja bangli bersembunyi di kehen. raja taman bali mengepung kehen, dan raja gianyar menunggu di taman bali. i dewa ayu den bancingah setelah memperoleh wahyu di pura kehen, hendak berhadapan dengan i dewa taman bali. namun bersimpang jalan, perjalanannya langsung ke selatan hingga ke taman bali, maka berhadapan dengan i dewa manggis, pasukan i dewa manggis kalah, mereka kembali ke gianyar. i dewa taman bali tiba di kehen, tidak berjumpa dengan siapa pun juga. melihat asap mengepul di arah selatan. disangka raja gianyar berbuat buruk. segera beliau hendak menghadapi raja gianyar. tiba di taman bali, ternyata sunyi-senyap. dugaannya semula semakin tebal dan kuat i dewa taman bali menerima laporan dari guliang, bahwasanya ada serangan pasukan klungkung. pasukan klungkung dihadapinya, pasukan klungkung ketakutan, sebab tujuannya bukan untuk berperang, melainkan cokorda dewagung putra ingin bertemu dengan i dewa manggis. karena serbuan pasukan taman bali, maka baginda kembali melalui jembatan darurat. jembatan itu patah menimbulkan banyak korban, dewagung putra wafat di blahpane. bhatara dalem sakti (ayah dewata di blahpane) amat murka dan memerintahkan agar gianyar dan bangli menyerang taman bali, terjadi pertempuran sengit sasih ke 5, rah 9, tenggek 3, titi tanggal 13 isaka 1809. taman bali kalah, dibumihanguskan oleh bangli. dan kekayaan taman bali dibawa ke bangli, raja bangli tetap i dewa ayu den bancingah.

Inglese

google translate language bali

Ultimo aggiornamento 2015-02-01
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Indonesiano

buttu kabobong adalah nama sebuah gunung unik yang terletak di kabupaten enrekang. tepatnya di poros jalan dari arah rappang, kabupaten sidrap. dikatakan unik karena bentuk gunung ini menyerupai alat reproduksi wanita dan dipastikan hanya satu-satunya di dunia. selain unik dan penuh daya tarik, gunung ini juga ternyata punya legenda yang secara turun temurun menyisakan berbagai versi, namun pada prinsipnya mengandung makna yang sama, yakni pesan moral dari para leluhur setempat tentang pantangan keras untuk melakukan hubungan suami istri di luar nikah. kisah di bawah ini adalah salah satu versi yang dihimpun dari berbagai sumber sebagaimana berikut : pada zaman dahulu kala, di kaki gunung bambapuang terdapat suatu kerajaan tua yang bernama kerajaan tindalaun. sementara di dalam kerajaan itu sendiri terdapat sebuah perkampungan kecil yang juga dinamai tindalun. konon pada suatu ketika, datanglah seorang yang disebut to mellaorilangi’ (orang yang turun dair langit) atau yang dalam istilah lainnya disebut to manurung di kampung tindalun yang terletak di sebelah selatan gunung bambapuang tersebut. to manurung ini juga menurut riwayatnya konon datang dari tangsa, yaitu sebuah daerah di kabupaten tana toraja. mulanya, di tangsa ada seorang ibu muda cantik bernama masoang yang mempunai lima orang anak. entah karena apa, kelima anak masoang itu terbagi-bagi. yakni dua orang ke tana toraja barat, dua lainnya tinggal di tangsa, kemudian yang satu orang lagi dianggap menghilang karena kepergiaannya tidak diketahui. beberapa hari kemudian tak jauh dari sebuah perkampungan, pada suatu malam, masyarakat tindalun melihat ada seonggok api yang menyala seolah tak ada padamnya. karena didorong rasa keingitahuan, masyarakat lalu mencoba mendekati sumber nyala api tersebut. dan ternyata, tak jauh dari situ ada anak laki-laki yang rupawan, ganteng serta kulitnya putih bersih. bahkan menurut penilaian masyarakat tindalun ketika itu, selain ganteng , anak itu juga memiliki ciri sebagia anak to malabbi’. karenanya, si anak yang tidak diketahui asal usulnya itu lalu diambil dan dibawa ke kampung tindalun. boleh jadi anak inilah yang disebut sebagai to manurung. ringkas cerita, ketika si anak lelaki tersebut menginjak dewasa, ia lalu dikawinkan dengan salah seorang putri raja kerajaan tindalun yang sangat cantik. di mana setelah pesta perkawinan yang semarak dan yang dilaksanakn secara adat istiadat setempat itu, masyarakat pun secara spontan lalu membuatkan sebuah istana baru bagi pasangan ini. karena menganggap perkawinan itu adalah penyatuan dari anak seorang raja dengan to mellaorilangi’ atau to manurung. selanjutnya dari perkawinan itu, lahirlah putra mereka yang diberi nama kalando palapana, kemudian dinobatkan sebagai raja tindalun. dia memerintah beberapa perkampuangan di situ. seperti diketahui, tindalun ini merupakan wilayah yang ketika itu amat kaya dengan sumber daya alamnya. setiap musim panen, masyarakat sangat bersuka ria karena hasil pertanian mereka selalu melimpah ruah. itu sebabnya kehidupan masyarakat tindalun rata-rata makmur dan sejahtera. cuma sayangnya, kondisi inilah yang membuat mereka lantas lupa diri. suasana hura-hura nyaris tak terlewatkan setiap saat. bukan hanya itu, konon karena kekayaan yang dimiliki, perangai masyarakatpun banyak yang mulai berubah. tatanan perilaku yang selama ini sangat menjunjung tinggi budaya dan adat istiadat leluhur, mulai bergeser. kehidupan pergaulan bebas pun kabarnya sempat mewarnai hari-hari mereka. dengan kata lain, perubahan strata ekonomi yang begitu pesat ketika itu, menjadikan masyarakat tindalun seolah lupa dengan jati dirinya. lalu bagaimana dengan raja kalando palapana atas kejadian itu?, tentu saja sangat gusar. raja muda ini kemudian memanggil para tetua adat untuk dimintai pertanggung jawabannya, sekaligus memerintahkan agar segera mengatasinya. raja sangat kuatir jika perbuatan menyimpang yang dilakukan masyarakatnya itu dibiarkan, maka akan mendapat azab dari tuhan sang pencipta alam. memang menurut kisahnya, para tetua adat tersebut telah melaksanakan titah sang raja untuk menghentikan perilaku menyimpang masyarakat itu. namun jangankan berhenti, malah sebaliknya perbuatan masyarakat itu semakin menjadi-jadi. hubungan intim di luar nikah seakan menjadi hal yang rutin tanpa bisa dicegah. larangan berdasarkan agama dan adat istiadat, bagai tak digubris, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sebelah timur ibukota kerajaan. karena sulit dicegah, maka suatu hari raja tindalun mengundang para pejabat kerajaan dan tetua adat untuk melakukan pembahasan secara khusus. di mana kesimpulan dari hasil pembahasan yang digelar di atas bukti sekitar. tindalun itu, antara lain menyebutkan akan memberi sanksi dan hukuman seberat-beratnya bagi siapa saja tanpa kecuali yang kedapatan melakukan hubungan suami istri diluar nikah. namun apa lacur?, lagi-lagi masyarakat tidak peduli. hubungan bebaspun bukan hanya pada malam hari dilakukan, tapi disiang bolong pun perbuatan itu dilakukan. ibaratnya, masyarakat seperti sudah kehilangan akhlak dan moralnya. celakanya lagi, penyakit masyarakat ini bahkan sempat mewabah di kalangan kerabat kerajaan menyusul terlibatnya salah seorang anak raja tindalun. kabarnya, pasangan selingkuh anak raja tindalun dimaksud adalah anak gadis dari salah seorang tetua adat setempat. yang akhirnya, pada malam kejadian itu, ketika kedua anak manusia ini sedang hanyut dalam kenikmatan hubungan intim di luar nikah, sekonyong-konyong datang bencana yang memporakporandakan wilayah kerajaan tindalun. rupanya tuhan telah menunjukkan murkanya. mereka yang selama ini tak mau lagi mendengar titah rajanya, dan gemar melakukan hubungan intim di luar nikah, semua dilaknat menjadi bukit-bukit. di antaranya ada yang menyerupai kelamin wanita. gunung yang menghadap ke barat dan terletak di sebelah timur gunung bambapuang inilah yang kemudian dikenal dengan sebutan buttu kabobong. sedangkan pada sebelah barat buttu kabobong, terdapat pula gunung yang menjorok ke seberang menghampiri pusat buttu kabobong. gunung ini bentuknya menyerupai “maaf” alat kelamin laki-laki. antara kedua gunung ini dibatasi oleh sebuah anak sungai. demikian sekelumit legenda tentang buttu kabobong, yang jika ditelaah, sesungguhnya mempunyai pesan moral agar umat manusia di mana pun, tidak melakukan hubungan suami istri di luar nikah. karena hal itu merupakan perbuatan zinah yang sangat dilarang oleh agama. hukumnya adalah dosa besar.

Inglese

translation from indonesian to toraja

Ultimo aggiornamento 2014-09-23
Frequenza di utilizzo: 1
Qualità:

Riferimento: Anonimo

Ottieni una traduzione migliore grazie a
4,401,923,520 contributi umani

Ci sono utenti che chiedono aiuto:



I cookie ci aiutano a fornire i nostri servizi. Utilizzando tali servizi, accetti l'utilizzo dei cookie da parte nostra. Maggiori informazioni. OK