Google で調べる

検索ワード: serupa tapi tak sama (インドネシア語 - 英語)

人による翻訳

プロの翻訳者、企業、ウェブページから自由に利用できる翻訳レポジトリまで。

翻訳の追加

インドネシア語

英語

情報

インドネシア語

dukungan KERBEROS v4 dikonfigurasi, tapi tak dikompilasi.

英語

KERBEROS v4 support is configured, but not compiled in.

最終更新: 2014-08-15
使用頻度: 2
品質:

インドネシア語

tapi tak lama kemudian, seekor kucing terjatuh dari atap yang ringan dan menimpa kami.

英語

shortly afterwards

最終更新: 2013-10-01
使用頻度: 1
品質:

参照: 匿名

インドネシア語

Paskibra banyak yang bilang kalau ekskul Paskibra itu melelahkan selaku,capek dan banyak lagi tapi tak ada salahnya kan kalau mencoba aku pun mengikuti latihan paskibra dari hari ke hari.tujuan kami latihan yaitu untuk mengibarkan bendera merah putih saat hari kemerdekaan tersebut.latihanya memenangkan berat sekali tiap hari kami pus up,sit up, lari keliling sekolah dan kadang kami d hukum kalau melakukan kesalahan.

英語

Many Paskibra say that the Paskibra extracurricular is tiring as I am, tired and many more but it doesn't hurt if I try to participate in Paskibra training from day to day. Our aim is to raise the red and white flag on independence day. every day we push up, sit up, run around the school and sometimes we are punished if we make a mistake.

最終更新: 2020-01-21
使用頻度: 1
品質:

参照: 匿名

インドネシア語

Sejak tadi pagi, setelah sholat id, Rahman hanya berdiam dirumah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya biasanya ia membantu remaja masjid menyembelih hewan qurban di masjid dekat rumahnya. Ia merasa sepi menjalani hari raya Idul Adha tahun ini. Tetangga di sekitar rumahnya juga banyak yang hanya berdiam dirumah, entah kenapa semangat Idul Adha tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang begitu semarak bahu membahu membantu menyembelih dan mengurus hewan qurban yang dikelola oleh remaja masjid. Tiba-tiba lamunannya dikejutkan oleh suara seorang gadis kecil "Kambing milik Marwah apa sudah disembelih, Pah? sapa Marwah sambil menggenggam sebuah pisau dari dapur. "Biar Marwah yang menyembelih kambingnya ya Pah..."lanjut Marwah, memperlihatkan pisau dapur di tangannya kepada Rahman, ayahnya. Rahman berfikir di usianya yang baru 5 tahun Marwah sang buah hati begitu bersemangat ingin menyembelih hewan qurban miliknya, sedangkan tetangga-tetangga dan sejawat-sejawat tak lagi bergairah. Rahman lalu mendekati Marwah "Pisau Marwah, biar Papah yang pegang ya...nanti kita sama-sama ke masjid melihat orang-orang menyembelih hewan qurban, oke ". Bujuknya. "Tidak Pah, biar Marwah aja yang sembelih." Marwah tak ingin memberikan pisau dapur di tangannya dan mencoba lari dari bujukan ayahnya. Sebenarnya, Rahman sangat bangga dengan anak perempuannya itu, melihat kondisi orang-orang di kampungnya yang sudah tidak lagi bergairah menghadapi Idul Adha. Sementara Marwah memberikan spirit dan inspirasi baru terhadapnya bahwa kadang angan-angan anak lebih bernilai dari orang-orang dewasa. "Aku bangga padamu, nak". Gumam Rahman terharu. Memang nilai-nilai yang dibawa secara spontan oleh anak-anak dapat mengajarkan orang dewasa untuk lebih dewasa dari sebelumnya, sayangnya saat ini banyak yang sudah melupakan nilai-nilai islami sehingga hilang begitu saja di tengah derasnya arus informasi dan budaya yang merubah pola hidup masyarakat. Bagaikan dihembus angin topan yang tak menyisakan sepercik embun pun, semuanya bersih dan hilang. Pikir Rahman. “Besok sholat id dimana, Pah?” tanya istri Rahman yang menghentikan sejenak setrikaannya. Sontak membuat Rahman kaget dari lamunannya “Di lapangan dekat kampung” jawab Rahman Spontan. “Potong qurbannya besok? sambung istri Rahman. “Terserah panitianya, Mah. Kita ikut aja mereka.” Istri Rahman lalu melanjutkan setrikaannya. Ia menyetrika baju Rahman yang akan dipakai pada sholat id besok. Saat itu, Rahman sedang menonton pertandingan sepak bola di ruang keluarga yang sebentar lagi akan usai. Ia kemudian mengambil remote tv lalu mematikannya. "Papa ingat Marwah, Mah..." "Jangan di bicarakan lagi Pah. Insya Allah Marwah sudah tenang di alam sana" Istri Rahman melanjutkan pekerjaannya. Raut muka Rahman terlihat sedih, hatinya galau, mencoba mengingat masa lalu yang sangat indah bagi hidupnya bersama Marwah. Marwah anaknya, yang begitu bersemagat jika waktu idul qurban datang karena ia sangat senang dan bahagia melihat hewan-hewan qurban yang akan disembelih bahkan Marwah sendiri yang ingin menyembelihnya. Pernah Marwah bertanya “Pah, apakah tidak kesakitan mereka dipotong? Marwah kasihan, Pah!” “Marwah tidak perlu sedih karena hewan-hewan itu sebenarnya senang. Mereka akan bertemu dengan Allah dan mendapatkan surga, Marwah kenal surga kan!” Kini Marwah hanya menjadi kenangan bagi Rahman. Sebulan setelah Idul Adha tahun lalu Marwah tertabrak motor di jalan depan rumah. Saat itu ia bersama teman-temannya sedang bermain dan tidak melihat motor berwarna hitam melintas dengan kecepatan tinggi dan menabrak Marwah. Marwah terlempar beberapa meter dan bersimbah darah akibat benturan keras di kepalanya dan Marwah dipanggil Allah saat perjalanan ke rumah sakit, sementara pengendara motor berkecepatan tinggi itu melarikan diri tanpa bertanggung jawab atas perbuatannya. Rahman sangat terpukul menghadapi kejadian ini, dan istrinya pun sempat pingsan melihat Marwah yang bersimbah darah. Sesekali Rahman mengingat anaknya, ia tampak sedih. Tak ada lagi yang menemaninya melihat orang-orang menyembelih hewan qurban dan bertanya dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya kagum terhadap Marwah. Tak ada lagi yang membuatnya semangat melirik masa depan dengan kecerdasan Marwah lewat ucapan-ucapan ringan khas anak-anak yang sangat bermanfaat bagi orang-orang dewasa yang membuat inspirasinya tidak pernah mati memahami hidup dan kehidupan. Sempat juga ia berpikir bahwa ia akan menyekolahkan Marwah setinggi mungkin. Rahman optimis kelak Marwah bisa menjadi pemimpin bangsa yang dapat menyadarkan dan memberikan pendidikan kepada masyarakat. Rahman sudah berusaha mencari tahu siapa yang menabrak Marwah tapi tak kunjung ia temui. Menghubungi aparat kepolisian pun sudah tak dipikirkannya lagi karena tidak akan menyelesaikan masalah, berlarut-larut dan tak juga akan ditemukan. Sejak saat itu, Rahman hanya bisa berdoa dan berharap agar anaknya diterima di sisi Allah SWT dan setiap Idul Adha Rahman selalu mengingat Marwah. "Selamat Idul Adha Marwah, semoga kamu menemukan kambing-kambingmu yang gemuk di Syurga" harap Rahman lirih...

英語

impact of green marketing on purchase intention

最終更新: 2014-10-12
使用頻度: 1
品質:

参照: 匿名
警告:見えない HTML フォーマットが含まれています

インドネシア語

Sejak pertemuan itu, aku dan Devan mulai bersahabat. Kami bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan menjalani hari-hari penuh makna. Pesahabatan dengan jarak yang begitu dekat itu membuat kami semakin mengenal pentingnya hubungan ini. Tak lama kemudian, aku harus pergi meninggalkannya. Sesungguhnya hatiku sangat berat untuk ini, tapi apa boleh buat. Pertemuan terakhirku berlangsung sangat haru, tatapan penuh canda itu mulai sirna dibalut dengan duka mendalam. “Van maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat ia berdiri pas di depanku. “kamu gak pernah salah Citra, semua yang udah kamu lakukan buat aku itu lebih dari cukup.” “pleace, tolong jangan lupain aku, Van” “ok, kamu nggak usah khawatir.” Sesaat kemudian mobilku melaju perlahan meninggalkan sesosok makhluk manis itu. Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa rinduku padanya. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir yang memberi aku harapan. Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar, walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya tentang sahabat baruku itu. “siapa gerangan makhluk yang membuatmu begitu bahagia, Citra?” tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan Devan. “ini, ma. Namanya Devan. Kami berkenalan saat liburan panjang kemarin.” “seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak gini?” “gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi nggak papah kan, Ma aku berteman sama dia.?” “Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?” “kami berbeda agama, Ma” “hah??,” sesaat mama terkejut mendengar cerita ku. Tapi beliau mencoba menutupi rasa resahnya. Aku tahu betul apa yang ada di fikiran mama, pasti dia sangat tidak menyetujui jalinan ini. Tapi aku mencoba memberi alasan yang jelas terhadapnya. Sehari setelah percakapan itu, tak ku temui lagi kabar dari Devan, aku sempat berfikir apa dia tahu masalah ini,,? Ku coba awali perbincangan lewat SMS.. “sudah lama ya nggak bertemu? Gimana kabarnya nech,,? “ Pesan itu tertuju kepadanya, aku masih ingat banget saat laporan penerimaan itu. Berjam-jam ku tunggu balasan darinya. Tapi tak ku lihat Hp ku berdering hingga aku tertidur di buatnya. Tak kusangka dia tak membalas SMS ku lagi. Tak kusangka ternyata mama selalu melihat penampilan ku yang semakin hari semakin layu. “citra, maafkan mama ya, tapi ini perlu kamu ketahui. Jauhi anak itu, tak usah kamu ladeni lagi.” Suara mama sungguh mengagetkan ku saat itu. Ku coba tangkap maknanya. Tapi sungguh pahit ku rasa. “apa maksud mama?” “kamu boleh kok berteman dengan dia, tapi kamu harus ingat pesan mama. Jaga jarak ya, jangan terlalu dekat. Mama takut kamu akan kecewa.” “mama ngomong paan sih,? Aku semakin gak mengerti.” “suatu saat kamu pasti bisa mengerti ucapan mama” mamapun pergi meninggalkan ku sendiri.. Aku coba berfikir tenteng ucapan itu. Saat ku tahu jiwa ini langsung kaget di buatnya.. tak terasa tangispun semakin menjadi-jadi dan mengalir deras di kedua pipiku. Mama benar kami berbeda agama dan nggak selayaknya bersatu kayak gini. tapi aku semakin ingat kenangan saat kita masih bersama. Satu tahun telaj berlalu, bayangan tentangnya masih teikat jelas di haitku. Aku belum bisa melupakannya. Mungkin suatu saat nanti dia kan sadar betapa berharganya aku nutuknya. Satu harapan dari hatiku yang paling dalam adalah bertemu dengannya dan memohon alasannya mengapa ia pergi dari hidupku secepat itu tanpa memberi tahu kesalahanku hingga membuat aku terluka. Pernah aku menyesali pertemuan itu. Tapi aku menyadari betapa berartinya ia di hidupku. Canda tawa yang tinggal sejarah itu masih terlihat jelas di benakku dan akan selalu ku kenang menjadi bumbu dalam kisah hidupku. Devan, kau adalah sahabat yang paling ku banggakan. Aku menunggu cerita-ceritamu lagi. Sampai kapanpun aku akan setia menunggu. Hingga kau kembali lagi menjalani kisah-kisah kita berdua.

英語

Javanese language

最終更新: 2013-04-13
使用頻度: 1
品質:

参照: Wikipedia

関係性の低い人による翻訳は非表示になります。
関係性の低い結果を表示します。

人による翻訳を得て
4,401,923,520 より良い訳文を手にいれましょう

ユーザーが協力を求めています。



ユーザー体験を向上させるために Cookie を使用しています。弊社サイトを引き続きご利用いただくことで、Cookie の使用に同意していただくことになります。 詳細。 OK