구글 검색

검색어: aku sayang kamu tapi apa kamu mau jadi pacar aku (인도네시아어 - 영어)

인적 기여

전문 번역가, 번역 회사, 웹 페이지 및 자유롭게 사용할 수 있는 번역 저장소 등을 활용합니다.

번역 추가

인도네시아어

영어

정보

인도네시아어

Kamu mau gak jadi pacar aku

영어

Will you be my lover

마지막 업데이트: 2016-02-28
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

aku suka sama kamu kamu suka gak sama aku .kamu mau gak jadi pacar aku

영어

I love you the same you like not same me. you would not so a girlfriend I

마지막 업데이트: 2015-12-07
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

bahasa inggris kamu mau gak jadi pacar aku

영어

english you wanna not be my girlfriend

마지막 업데이트: 2018-04-16
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

aku cinta kamu, tapi apa kamu juga cinta aku

영어

not dya but I

마지막 업데이트: 2016-02-14
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

aku meninggalkan mu karna aku sayang kamu,aku kangen sikap kamu,tapi sekarang kamu sudah ada yang lain,kamu berubah

영어

I'm leaving you because I love

마지막 업데이트: 2015-03-07
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

Hai umat Israel, dengarkan kata-kata-Ku ini. Pernahkah Aku seperti padang gurun bagimu atau seperti tanah yang gelap gulita? Tapi mengapa kamu berkata bahwa kamu mau bebas, dan tak mau lagi kembali kepada-Ku

영어

O generation, see ye the word of the LORD. Have I been a wilderness unto Israel? a land of darkness? wherefore say my people, We are lords; we will come no more unto thee?

마지막 업데이트: 2012-05-06
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

영어

the origin of the drama texts mountain Tangkuban boat

마지막 업데이트: 2015-03-14
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명
경고: 보이지 않는 HTML 형식이 포함되어 있습니다

인도네시아어

1 00:00:00,000 --> 00:00:29,000 Translate by risman re-Translate by re3 2 00:02:39,425 --> 00:02:41,985 Pengumuman 3 00:03:36,049 --> 00:03:38,210 kahuruan! 4 00:04:04,911 --> 00:04:07,812 Sex Is Zero 5 00:04:19,392 --> 00:04:21,690 Ah! muter balik. itumah lain Christi! 6 00:04:21,761 --> 00:04:23,820 Aaugh! Keparat! 7 00:04:23,896 --> 00:04:25,921 Timana sih Darwhan menang CD ieu? 8 00:04:25,999 --> 00:04:27,364 Saha anu Christi? 9 00:04:27,433 --> 00:04:29,401 Chansu, Ah! ngajedog wae, lamun teu nyaho mah! 10 00:04:31,037 --> 00:04:33,597 Waw, sieta... Sieta kawas kuda! 11 00:04:37,243 --> 00:04:38,175 Aah, teu bisa dipercaya! Ugh. 12 00:04:38,244 --> 00:04:40,576 - Itu Ereunkeun! - ulah! 13 00:04:41,881 --> 00:04:44,315 Hei! Hei! Hei! Hei! Kamana sieta nempelken kanjutna? 14 00:04:44,384 --> 00:04:46,181 Aah! Dasar! 15 00:04:49,122 --> 00:04:50,316 Berit! Berit! Berit! 16 00:05:01,367 --> 00:05:02,129 Keun ku urang ditewak. 17 00:05:16,349 --> 00:05:20,376 non anu dipikasieun kumaraneh, jadi lalaki sajati atuh 18 00:05:24,357 --> 00:05:26,257 Urang mah monster! 19 00:05:27,560 --> 00:05:29,619 Uing Datang! 20 00:05:32,398 --> 00:05:33,660 Aya naun? 21 00:05:43,976 --> 00:05:45,443 Can didahar ku uing naoge. 22 00:05:53,720 --> 00:05:55,745 Timana berit eta kaluarna? 23 00:05:55,822 --> 00:05:58,586 - Ah! Yuck! ngajeudog wae! - Tai, Tong diungkit-ungkit deui 24 00:06:01,094 --> 00:06:03,722 Hei! Timana Maranehna Menang Daharen Sangenah kitu? 25 00:06:31,090 --> 00:06:32,455 Hei, Eunhyo! 26 00:06:33,760 --> 00:06:39,198 Ke urang bakal latihan jeung si Sungjin, pastikeun tempatna kosong? 27 00:06:46,539 --> 00:06:50,532 Si jablai eta osok nitah nitah urang, Emang pikir manehna,manehna platih urang! 28 00:06:50,610 --> 00:06:54,137 Apa pedah Sisungjin jadi kabogohna? 29 00:06:54,213 --> 00:06:58,479 weureun boga maksud tertentu. 30 00:06:58,551 --> 00:07:00,143 Naon maksudna? 31 00:07:00,219 --> 00:07:01,880 geus..., beakeun wae dahareun nana 32 00:07:03,790 --> 00:07:06,725 Tapi sijiwon geus gableug kabogoh. 33 00:07:06,793 --> 00:07:10,923 - Jiwon gableug kabogoh? - Sia teu nyaho? kabogohna Sisangok. 34 00:07:11,731 --> 00:07:13,392 - Sisangok? - heueuh beuleugug. 35 00:07:13,466 --> 00:07:15,832 Lalaki pangkasepna di kelas bisnis? Lalaki eta anjing...? 36 00:07:18,638 --> 00:07:20,401 Goblooog! 37 00:07:21,140 --> 00:07:24,769 - Teumpo ku sia susuna siJiwon? - Jeungeun naon? 38 00:07:24,844 --> 00:07:27,904 Kateumpona mani alus! 39 00:07:27,980 --> 00:07:31,746 Mani badag! B cup... atawa C cup... meureun. 40 00:07:31,818 --> 00:07:34,753 Aing teupaduli Arek B cup, C cup atauwa Z cup. 41 00:07:34,821 --> 00:07:36,880 Aing geus najis ka awewe eta. 42 00:07:36,956 --> 00:07:40,050 Jeung aing geus teupaduli kamanehna! 43 00:07:40,126 --> 00:07:44,358 Tapi geulis neng jeung bodina ... 44 00:07:44,430 --> 00:07:46,022 Naon alusnan awewe eta? 45 00:07:46,098 --> 00:07:49,295 Manehna boga mata kawas alien! Neumponage uing hayang utah! 46 00:07:49,368 --> 00:07:52,496 Hanteu, matana geude jeng endah! Jauh ka alien mah! 47 00:07:52,572 --> 00:07:54,938 Sia ngomong Kamana Wae! Ngajeudog geus nyatu wae! 48 00:07:55,875 --> 00:07:58,537 Kunaon ari sia beut sensitif kamanehhanana? 49 00:08:22,068 --> 00:08:22,796 - Oh! Yoonkyoung. - Ah. 50 00:08:22,869 --> 00:08:24,302 - Sia geus lolodok? - Geus euy. 51 00:08:24,370 --> 00:08:26,361 - Nya geus. ke ku uing di telepon. - OK. 52 00:08:26,439 --> 00:08:27,736 Hayu! 53 00:08:30,810 --> 00:08:34,177 - Chansu, Maneh apal ka barudak eta? - Nya apal atuh euy. 54 00:08:34,247 --> 00:08:36,772 Anumake baju biru, Saha euy? 55 00:08:36,849 --> 00:08:40,410 Sia teu nyaho? Eunhyo - manehanana kembang kampus. 56 00:08:40,486 --> 00:08:43,080 - Euno! - Lain, zing Eunhyo. 57 00:08:43,155 --> 00:08:45,783 Manehna anggota tim aerobik nasional. Maneh teu nyaho eta oge? 58 00:08:52,632 --> 00:08:54,896 Uh. 59 00:09:22,828 --> 00:09:23,760 Lapor! 60 00:09:26,399 --> 00:09:28,799 Pertemuan berikutnya, test kriminal. 61 00:09:33,005 --> 00:09:35,337 - kriminal? - Ya. 62 00:09:37,643 --> 00:09:38,871 Ayo. 63 00:09:46,919 --> 00:09:48,011 Ayo! 64 00:09:48,654 --> 00:09:50,087 Hei, Kau mau kemana? 65 00:09:51,757 --> 00:09:54,988 Kakiku kaku. Aku tidak bisa menggerakkannya! 66 00:09:57,229 --> 00:09:59,424 Dia terlalu berlebihan! 67 00:09:59,498 --> 00:10:01,398 Dia pikir dia itu siapa? Terlalu tua untuk berlaku seperti itu. 68 00:10:01,467 --> 00:10:02,695 Hei, jangan, jangan pergi. 69 00:10:02,768 --> 00:10:04,235 kenapa dia tidak pergi saja! 70 00:10:04,303 --> 00:10:06,066 benar. 71 00:10:10,042 --> 00:10:13,011 - Siapa pria itu? - Sangok. 72 00:10:13,079 --> 00:10:16,071 Sangok? Oh, Tuhan. 73 00:10:16,148 --> 00:10:18,241 - Tampan sekali. - Sangat sempurna. 74 00:10:18,317 --> 00:10:21,411 Lihat tubuhnya. 75 00:10:21,487 --> 00:10:27,983 Mereka pasangan yang serasi 76 00:10:28,060 --> 00:10:29,391 Hei, Apa ini? 77 00:10:29,462 --> 00:10:31,089 Kembalikan itu! 78 00:10:31,163 --> 00:10:32,255 Spon. 79 00:10:33,032 --> 00:10:34,761 Diam! Banyak yang lebih kecil dariku. 80 00:10:34,834 --> 00:10:35,994 Jangan tertawa! 81 00:10:36,802 --> 00:10:39,828 Tidak, Jika kau memakainya sepasang 82 00:10:39,905 --> 00:10:45,537 Tidak akan ada yang tahu yang mana dadamu. Aku yakin jadi pusing! 83 00:10:45,611 --> 00:10:47,238 Apa yang kau katakan? 84 00:10:47,313 --> 00:10:48,905 Payudaramu yang terlalu besar! 85 00:10:48,981 --> 00:10:50,972 Semua wanita berdada besar harus mati. 86 00:12:33,753 --> 00:12:37,416 Lihat itu. 87 00:12:37,490 --> 00:12:40,459 - Sangat indah! 88 00:12:40,526 --> 00:12:41,754 Ya, sangat indah! 89 00:12:41,827 --> 00:12:43,727 Tapi harganya mahal sekali! 90 00:12:43,796 --> 00:12:46,788 Bicaramu kasar seperti pelacur? 91 00:12:46,866 --> 00:12:50,632 Waktu kau bercinta, Kau selalu mengerang fuck, fuck, fuck, fuck bitch? 92 00:12:50,703 --> 00:12:53,570 Jangan kau bilang kata-kata kotor itu ke perawan seperti aku! 93 00:12:53,639 --> 00:12:56,233 Kau, perawan!? Dan aku biarawati! 94 00:12:56,308 --> 00:12:57,707 Jika kau maka aku adalah santo! 95 00:12:57,777 --> 00:13:01,543 Satu, dua, tiga! 96 00:13:15,928 --> 00:13:17,361 Gut ini yang kau perlukan. 97 00:13:17,429 --> 00:13:20,762 - Itukan darah! - Hah?! Darah! tidak! 98 00:13:21,734 --> 00:13:25,363 Sudah kubilang jangan berisik. 99 00:13:27,273 --> 00:13:28,740 Hei, telurnya habis? 100 00:13:29,642 --> 00:13:31,940 Kemarin Tehak menghabiskannya 101 00:13:32,011 --> 00:13:33,911 Orang tolol itu. 102 00:13:33,979 --> 00:13:37,506 - bertelur? - Kau pikir aku ayam betina? 103 00:13:38,517 --> 00:13:42,613 Ah, lupakan. Hei, kau pikir itu mungkin? 104 00:13:43,455 --> 00:13:45,980 Ah. Keparat, menjijikan. brengsek. 105 00:13:46,692 --> 00:13:49,456 Aaah! Keparat! Kelihatannya sama! 106 00:13:49,528 --> 00:13:55,592 Betulkan! Profesor bilang itu sama saja protein hewani. 107 00:13:57,469 --> 00:13:59,596 - Keluarnya sangat banyak. - Aku jadi lelah. 108 00:14:00,372 --> 00:14:02,533 Hei, Aku sudah membeli racun tikus! 109 00:14:02,608 --> 00:14:04,269 Campur yang banyak! 110 00:14:04,343 --> 00:14:06,743 Bahkan terlalu banyak menciumya bisa membunuh tikus itu. 111 00:14:06,812 --> 00:14:10,145 Toran, jangan makan itu ya. Itu racun 112 00:14:11,483 --> 00:14:12,347 Ya! 113 00:14:13,018 --> 00:14:15,043 - Apa... - Apa kita harus mencampurnya? 114 00:14:15,120 --> 00:14:16,280 baik 115 00:14:22,027 --> 00:14:24,325 Itu kan tidak ada kuning telurnya? 116 00:15:28,894 --> 00:15:31,362 Kali ini aku akan menang banyak. Cepatlah. Oh? 117 00:15:31,430 --> 00:15:32,556 Aku tak percaya ini. 118 00:15:32,631 --> 00:15:35,464 Diam. Cepat dan mainkan! 119 00:15:35,534 --> 00:15:39,334 Diam dan mainkan! 120 00:15:45,177 --> 00:15:47,771 Cepat!Berilah aku kemenangan! Aku menang dan kalian kalah! 121 00:15:47,846 --> 00:15:49,473 - Siapa yang menang? - Sembilan... sembilan! 122 00:15:50,182 --> 00:15:52,013 Yahoo! 123 00:15:52,084 --> 00:15:53,073 Kau menang... 124 00:15:53,152 --> 00:15:53,618 Tentu saja... 125 00:15:53,686 --> 00:15:54,482 Ambil itu, Ambil itu, Ambil itu. 126 00:15:54,553 --> 00:15:55,747 Aku akan menang... Tunggu sebentar... tunggu! 127 00:15:55,821 --> 00:15:57,846 Jika aku dapat kartu... 128 00:16:03,095 --> 00:16:05,393 Apa ini! Bolehkah kumakan? 129 00:16:05,464 --> 00:16:07,261 Jangan! Jangan! Itu racun tikus! 130 00:16:07,333 --> 00:16:09,494 Mana mungkin. 131 00:16:10,636 --> 00:16:12,297 Itu anakku juga! 132 00:16:14,173 --> 00:16:17,870 Masa? Ada telur goreng lagi! 133 00:16:25,150 --> 00:16:27,710 Enak. Sangat lezat. 134 00:16:28,654 --> 00:16:30,053 Kenapa harus kuberitahu semuanya. 135 00:16:32,191 --> 00:16:33,488 Oh, Bunda Maria! 136 00:16:33,559 --> 00:16:36,323 - Ada apa? - Oh, Tuhan! 137 00:16:43,535 --> 00:16:44,399 Tangkap aku jika bisa! 138 00:16:44,470 --> 00:16:47,268 Hei! tangkap dia! 139 00:17:01,687 --> 00:17:03,211 Enak! 140 00:17:10,529 --> 00:17:11,689 Pengecut! 141 00:17:12,698 --> 00:17:14,029 Enak. 142 00:17:29,081 --> 00:17:30,013 Buka pintu! buka! 143 00:17:30,082 --> 00:17:31,640 Buka pintunya! 144 00:17:32,918 --> 00:17:35,182 Buka pintunya! Roti itu mengandung racun tikus! 145 00:17:35,254 --> 00:17:37,381 Satu, dua, tiga! 146 00:17:38,257 --> 00:17:42,751 Hei! Bodoh kau! Muntahkan itu! Muntahkan! 147 00:17:49,868 --> 00:17:51,927 - Masih ada. - Jangan bergerak. 148 00:17:52,538 --> 00:17:55,530 - Coba lebih keras. - Sedikit lagi. 149 00:17:59,611 --> 00:18:01,772 - Kau dengar itu? - Apa? 150 00:18:01,847 --> 00:18:04,247 - Dia mencoba bunuh diri dengan minum racun. - Siapa? 151 00:18:04,316 --> 00:18:08,946 Temannya Chansu, Yang waktu itu lompat dari jendela! 152 00:18:09,021 --> 00:18:11,012 Bagaimana dia bisa sebodoh itu? 153 00:18:11,090 --> 00:18:14,184 Yang aku dengar Dia juga memakan sperma! 154 00:18:14,259 --> 00:18:17,092 - Apa?! Sperma? - Kenapa? 155 00:18:17,162 --> 00:18:19,357 Dasar orang bodoh. 156 00:18:19,431 --> 00:18:21,729 Oh! 157 00:18:53,599 --> 00:18:54,964 Kau menikmatinya? 158 00:18:57,803 --> 00:18:59,634 Mau yang lebih nikmat? 159 00:19:10,682 --> 00:19:14,174 Gambar di kiri keadaan normal. Sedangkan yang kanan punya pasien. 160 00:19:14,253 --> 00:19:16,483 Buah zakarnya seperi buah zakar kerbau. 161 00:19:16,555 --> 00:19:21,390 Bengkak belum mereda selama 38 jam. Tapi kami belum menemukan alasannya. 162 00:19:21,460 --> 00:19:23,087 Apa berbahaya? 163 00:19:23,162 --> 00:19:27,496 Jika keadaanya masih sama Terpaksa kita harus memotongnya. 164 00:19:34,740 --> 00:19:37,300 I.V. nya kosong. Bisa berikan yang satu lagi. 165 00:19:38,076 --> 00:19:39,373 Maafkan aku. 166 00:19:39,444 --> 00:19:40,240 Sudahlah, aku baik-baik saja. 167 00:19:40,312 --> 00:19:43,577 - Apa kau anak hukum kelas satu? - Ya. 168 00:19:44,516 --> 00:19:46,279 Pindahan? 169 00:19:46,351 --> 00:19:51,789 Tidak, Kuliahku tertunda karena wajib militer, Dan aku harus mengulangnya. 170 00:19:52,658 --> 00:19:55,650 Makanya aku masih di tingkat satu. Umurku 28 - Kau pasti 22? 171 00:19:55,727 --> 00:19:57,251 Memangnya kenapa? 172 00:20:02,434 --> 00:20:10,773 Hei bukannya kau pernah bilang mau membantuku? 173 00:20:10,842 --> 00:20:11,809 Ya! 174 00:20:23,121 --> 00:20:25,646 Gunakan tempat ini sampai kalian punya tempat sendiri. 175 00:20:25,724 --> 00:20:30,991 Jika ketahuan pelatih... Habis aku. mengerti? 176 00:20:31,063 --> 00:20:32,155 Jangan khawatir. 177 00:20:32,231 --> 00:20:33,220 Kami akan membersihkannya. 178 00:20:33,298 --> 00:20:36,131 - Aku pandai bersih-bersih. - Ini kuncinya. 179 00:20:38,303 --> 00:20:39,793 Jika kalian pergi, Pastikan kunci pintunya. 180 00:20:39,871 --> 00:20:41,805 - Baiklah! - Terima kasih banyak. 181 00:20:41,873 --> 00:20:46,503 Ruangan ini sangat besar? Hei! nona! 182 00:20:48,513 --> 00:20:49,844 Eunsik. 183 00:20:55,287 --> 00:20:56,845 Hei... Maafkan aku! 184 00:21:02,394 --> 00:21:03,861 Terima kasih! Aku mau berterima kasih. 185 00:21:28,954 --> 00:21:31,479 Brengsek! Ini sudah pertengahan semester! 186 00:21:31,556 --> 00:21:33,114 Kenapa tidak ada yang bisa merekrut anggota? 187 00:21:34,026 --> 00:21:39,054 Minggu depan, kalian harus membawa sepuluh anggota baru! 188 00:21:39,131 --> 00:21:41,622 Aku tidak peduli meskipun kalian harus menculiknya! 189 00:21:41,700 --> 00:21:44,601 Seharusnya aku tidak diobati Kau melacur begitu baik! 190 00:21:44,670 --> 00:21:48,299 Kau berani menatap? 191 00:21:49,141 --> 00:21:53,669 Dia pikir kita pelacur? Apa dia hostes Lekong atau sesuatu? 192 00:21:53,745 --> 00:21:56,646 1, 2, 3, 4 193 00:21:56,715 --> 00:21:59,809 1, 2, 3, 4 194 00:21:59,885 --> 00:22:03,150 1, 2, 3, 4 195 00:22:03,221 --> 00:22:09,558 Mengepalkan tinju mu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 196 00:22:09,628 --> 00:22:15,863 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 Hei, Hips! 197 00:22:17,969 --> 00:22:23,930 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 198 00:22:24,009 --> 00:22:27,445 Kiri, kiri! 199 00:22:28,013 --> 00:22:29,480 Ganti! 200 00:22:54,406 --> 00:22:56,465 Apa yg kau lakukan sekarang? 201 00:23:17,262 --> 00:23:20,026 - Apa kau mahasiswa hukum? - Ya. 202 00:23:20,098 --> 00:23:24,694 - Kalau begitu, aku mau tanya sesuatu. - Tanya apa saja yg kau mau. 203 00:23:24,770 --> 00:23:28,501 Aku kenal seorang mahasiswa hukum! Yoon Chong Shin 204 00:23:28,573 --> 00:23:31,406 - Ahh, Yoon Chong Shin! - Kau kenal dia? 205 00:23:31,476 --> 00:23:34,411 Tentu saja. Dia penyanyi terkenal. 206 00:23:34,479 --> 00:23:44,150 Aku tahu kau lebih baik dari siapa pun di dunia yang suci 207 00:23:49,161 --> 00:23:50,321 Ap itu bukan dia? 208 00:23:50,395 --> 00:23:51,794 Bukan dia... 209 00:23:52,798 --> 00:23:58,532 Bdw! Dia ditangkap karena melakukan kekerasan, 210 00:23:58,603 --> 00:24:02,300 tapi ia lega karena hakimnya junior dia di universitas. 211 00:24:02,374 --> 00:24:03,773 Bagus itu. 212 00:24:03,842 --> 00:24:09,576 Ya, dan ketika dia muncul di pengadilan hakim berbicara sama dia. 213 00:24:09,648 --> 00:24:10,910 Apa yang hakim bilang... 214 00:24:10,982 --> 00:24:19,321 Dia bilang, "penjara akan jadi rumah mu, tolol." Apa itu benar? 215 00:24:25,897 --> 00:24:34,430 Lutut diatas! Tendang tinggi! Lakukan 10 kali. Siap? 5, 6, 7, 8! 1, 2! 216 00:24:34,506 --> 00:24:39,273 Sesuatu pasti masuk ke dia! Aku hampir muntah! 217 00:24:39,845 --> 00:24:41,779 Bagus, bagus sekali! 218 00:24:45,517 --> 00:24:48,486 Itu bagus, pinggang, pinggang. Bagus, sangat bagus! Ya, baik, sangat baik 219 00:24:48,553 --> 00:24:54,082 Jaga punggungmu lurus dan jari-jari kaki menunjuk! 220 00:24:54,926 --> 00:24:59,260 OK ... OK - tetap begitu kerja yang baik! 221 00:26:10,802 --> 00:26:13,430 Mari kita pergi ke klub hari ini. 222 00:26:13,505 --> 00:26:17,703 Klub? Jam berapa? 223 00:26:58,917 --> 00:27:01,442 Yang pertama. Kedua. Ketiga. 224 00:27:01,519 --> 00:27:02,884 Keempat. 225 00:27:06,791 --> 00:27:10,192 Wortel wortel wortel wortel, bani bani bani bani 226 00:27:12,597 --> 00:27:14,827 Baiklah. Baiklah. Semuanya OK. Minum! 227 00:27:14,899 --> 00:27:15,957 Seseorang minum ini untukku! 228 00:28:42,087 --> 00:28:43,850 Kapan kau datang? 229 00:28:43,922 --> 00:28:45,446 Barusan tadi. 230 00:28:45,523 --> 00:28:47,787 Hei, dimana Jiwon? 231 00:28:48,893 --> 00:28:52,829 Aku tidak tahu. Aku kesini dengan temanku. 232 00:28:52,897 --> 00:28:57,596 Hei! Ini Sangok! Mari minum! 233 00:28:57,669 --> 00:29:00,763 - Mainkan pestanya! - Bersulang! 234 00:29:00,839 --> 00:29:01,999 Senang bertemu kamu! 235 00:29:04,809 --> 00:29:06,504 Hei, kau terlihat baik! 236 00:29:09,881 --> 00:29:11,746 Kalian sangat menyedihkan! 237 00:29:11,816 --> 00:29:13,477 Kau cari cewek baik-baik? 238 00:29:13,551 --> 00:29:16,850 Hanya penampilan hal kepada mu? Hei, Hyunhee. 239 00:30:30,795 --> 00:30:33,923 - Maksudmu pacar? - Bukan. Kekasih. 240 00:30:33,998 --> 00:30:36,592 Kekasih? Nggak. 241 00:30:36,668 --> 00:30:37,794 Oh, ya? 242 00:30:37,869 --> 00:30:38,858 Kenapa? 243 00:30:38,937 --> 00:30:41,963 Apa kau mau pergi keluar denganku? 244 00:30:42,040 --> 00:30:44,770 - Apa kau selalu begini? - Apa? 245 00:30:44,843 --> 00:30:46,538 Kau selalu bicara dgn gadis manis? 246 00:30:47,946 --> 00:30:49,277 Bicara apa sih? 247 00:30:49,347 --> 00:30:53,545 Bagaiman dengan, Jiwon! Bukankah kalian masih bersama? 248 00:30:54,819 --> 00:30:57,982 Kami sudah putus. Sekarang! 249 00:30:58,923 --> 00:31:00,584 Kapan aku minta minum? Aku tidak pernah meminta! 250 00:31:00,658 --> 00:31:01,818 Berikan saja padaku. 251 00:31:01,893 --> 00:31:03,087 Kau sudah meminumnya. 252 00:31:03,161 --> 00:31:05,994 - Ya, Aku meminumnya. - Kau minum, kau bayar! Ngerti? 253 00:31:06,064 --> 00:31:08,328 AKu sudah bilang tidak pesan minum. 254 00:31:09,100 --> 00:31:11,000 Kau minum, kau bayar! Keparat! 255 00:31:11,069 --> 00:31:12,366 Aku sudah bilang untuk tidak pernah membiarkan orang berpakaian seperti ini. 256 00:31:12,437 --> 00:31:14,405 Keparat? Keparat? 257 00:31:14,472 --> 00:31:17,805 Ya! Keparat! Keparat betul! 258 00:31:17,876 --> 00:31:21,073 Bagaimana mungkin kau... Ayo, aku akan membawa kalian semua! 259 00:31:21,145 --> 00:31:24,114 Kapan aku pesan minuman ini? 260 00:31:24,949 --> 00:31:27,440 Bajingan tengik... 261 00:31:32,857 --> 00:31:34,791 Taehak... Taehak... 262 00:31:34,859 --> 00:31:37,987 - Hei, kalian, kami mau pergi. - Kemana? 263 00:31:38,062 --> 00:31:39,290 Diam. 264 00:31:42,166 --> 00:31:46,626 Kau yang pertama mulai mendorong ku, keparat kau! 265 00:31:58,049 --> 00:31:59,414 Oke. 266 00:32:06,958 --> 00:32:12,260 Eunsik! Bagun! Kau harus pulang! Kumpulkan sendiri! Pulang! 267 00:32:13,398 --> 00:32:14,387 Eunhyo. 268 00:32:14,999 --> 00:32:16,990 - Astaga! - Apa yg bisa ku perbuat? 269 00:32:17,135 --> 00:32:20,195 Buat apa? Bagun! 270 00:32:20,672 --> 00:32:22,606 Eunhyo... 271 00:32:27,278 --> 00:32:28,677 - Aku sayang kamu. - Aku pergi. 272 00:32:39,590 --> 00:32:41,717 Kepala ku sakit! 273 00:32:41,793 --> 00:32:44,091 - Sakit kepala? - Ya. 274 00:32:44,162 --> 00:32:47,131 Kalau begitu istirahatlah. 275 00:32:49,567 --> 00:32:52,161 Istirahat? Dimana? 276 00:32:52,236 --> 00:32:56,502 Oh! Tempat yang dekat. 277 00:33:00,979 --> 00:33:02,446 Chansu! 278 00:33:02,513 --> 00:33:06,449 Yoonkyoung, kau tak percaya aku? 279 00:33:07,185 --> 00:33:09,244 Kau pikir aku semacam orang brengsek atau apa? 280 00:33:10,254 --> 00:33:12,722 AKu hanya mau memegang tanganmu. 281 00:33:14,959 --> 00:33:18,554 Aku janji! Ditandatangani dan disegel! 282 00:33:18,629 --> 00:33:21,826 Oh! Kepalaku kayak mau pecah! 283 00:33:21,899 --> 00:33:24,459 Sakit kepala? Kau mau obat penghilang rasa sakit? 284 00:33:24,535 --> 00:33:31,134 Tidak! Aku hanya mau... bersantai di suatu tempat. 285 00:33:31,909 --> 00:33:34,070 Nyantai? Dimana? 286 00:33:34,145 --> 00:33:36,670 Ehm! tempat tang dekat... 287 00:33:40,918 --> 00:33:42,977 Hmm! Kau ingin pergi di sini? 288 00:33:43,054 --> 00:33:44,783 Oh! Kepalaku... 289 00:33:57,301 --> 00:33:59,531 Kau minum berlebihan. 290 00:34:12,250 --> 00:34:13,080 T-tunggu! 291 00:34:23,394 --> 00:34:25,726 Aku tidak mau pulang malam ini. 292 00:35:47,178 --> 00:35:49,908 Oh! Kau keparat! Menjauh dariku! 293 00:35:53,317 --> 00:35:55,012 Kau bilang hanya memegang tangan ku! 294 00:35:55,586 --> 00:35:56,484 Yoonkyoung... 295 00:35:56,554 --> 00:35:58,044 Kau bilang hanya pegang tangan! Ya betul! 296 00:35:58,122 --> 00:36:00,022 - Apa kau pegang tangan? - Ia. 297 00:36:01,526 --> 00:36:07,522 Lalu kau raba payudara ku? Ini payudaraku bukan tangan ku? 298 00:36:07,598 --> 00:36:09,657 Kau meraba-raba payudaraku dengan sedikit bualanmu? 299 00:36:09,734 --> 00:36:14,797 Bualan? Buset! Kau ini umur 3 tahun, apa? Atau kau orang bego? 300 00:36:14,872 --> 00:36:20,003 Kalau ku datang ketempat ini! Apa ini tidak mengatakan sesuatu?

영어

Sunda

마지막 업데이트: 2014-11-18
사용 빈도: 1
품질:

추천인: Wikipedia
경고: 보이지 않는 HTML 형식이 포함되어 있습니다

인도네시아어

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

영어

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb TEKS drama asal mula gunung Tangkuban Perahu Last Update:2014-09-25 Subject: all Quality: Excellent Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb TEKS drama asal mula gunung Tangkuban Perahu Last Update:2014-09-25 Subject: all Quality: Excellent Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkur

마지막 업데이트: 2014-09-25
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명
경고: 보이지 않는 HTML 형식이 포함되어 있습니다

인도네시아어

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

영어

TEKS drama asal mula gunung Tangkuban Perahu

마지막 업데이트: 2014-09-25
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명
경고: 보이지 않는 HTML 형식이 포함되어 있습니다

인적 기여로
4,401,923,520 더 나은 번역을 얻을 수 있습니다

사용자가 도움을 필요로 합니다:



당사는 사용자 경험을 향상시키기 위해 쿠키를 사용합니다. 귀하께서 본 사이트를 계속 방문하시는 것은 당사의 쿠키 사용에 동의하시는 것으로 간주됩니다. 자세히 보기. 확인