구글 검색

검색어: pemberian nama (인도네시아어 - 테툼어)

인적 기여

전문 번역가, 번역 회사, 웹 페이지 및 자유롭게 사용할 수 있는 번역 저장소 등을 활용합니다.

번역 추가

인도네시아어

테툼어

정보

인도네시아어

Tanpa nama

테툼어

La iha naran

마지막 업데이트: 2014-08-15
사용 빈도: 1
품질:

인도네시아어

Berkas ini belum diberi nama

테툼어

Laiha naran file nian atu rai ba

마지막 업데이트: 2014-08-15
사용 빈도: 1
품질:

인도네시아어

. IMUNISASI 10. Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit tidak menjadi parah Mengapa An

테툼어

. IMUNISASI 10. Imunisasi adalah memberikan kekebalan pada bayi dan balita dengan suntikan atau tetesan untuk mencegah agar anak tidak sakit atau walaupun sakit munisasi 1.

마지막 업데이트: 2019-12-04
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

Puja da puji syukur saya haturkan kepada allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan banyak nikmat, taufik dan hidayah.dehingga saya dapat menyelesaikan tugas dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.

테툼어

Puja da puji syukur saya haturkan kepada allah subhanahu wata’ala yang telah memberikan banyak nikmat, taufik dan hidayah.dehingga saya dapat menyelesaikan tugas dengan baik tanpa ada halangan yang berarti.

마지막 업데이트: 2019-06-28
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

IDefinisi  Sosiology Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekatpada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah- Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Berdasarkan beberapa rumusan. Berdasarkan beberapa rumusan pengertian HAM tersebut,diperoleh suatu kesimpulan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus Dimensi dan Dinamika Hak Asasi Manusia dalam Hukum.  Pengertian Sosiology Hak Asasi Manusia Hak asasi (fundamental Untuk memahami hakikat Hak Asasi Manusia, terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian dasar tentang hak. Secara definitif “hak”merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. 1 Hak sendiri mempunyai unsure- unsur sebagai berikut: a.Pemilik hak; b.Ruang lingkup penerapan hak; c.Pihak yang bersedia dalam penerapan hak. Ketiga unsur tersebut menyatu dalam pengertian dasar tentang hak. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Dalam kaitannya dengan pemerolehan hak ada dua teori yaitu teori McCloskey dan teori Joel Feinberg. Menurut teori McCloskey dinyatakan bahwa pemberian hak adalah untuk 1. Tim ICCE UIN Jakarta. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, (JakartaPrenada Media,2003) hal. 199. 2. Tim ICCE UIN Jakarta. Loc., cit.Hal 199.7 dilakukan, dimiliki, atau sudah dilakukan.

테툼어

IDefinisi  Sosiology Hak Asasi Manusia Hak Asasi Manusia (HAM) adalah seperangkat hak yang melekatpada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah- Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Berdasarkan beberapa rumusan. Berdasarkan beberapa rumusan pengertian HAM tersebut,diperoleh suatu kesimpulan bahwa HAM merupakan hak yang melekat pada diri manusia yang bersifat kodrati dan fundamental sebagai suatu anugerah Tuhan yang harus Dimensi dan Dinamika Hak Asasi Manusia dalam Hukum.  Pengertian Sosiology Hak Asasi Manusia Hak asasi (fundamental Untuk memahami hakikat Hak Asasi Manusia, terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian dasar tentang hak. Secara definitif “hak”merupakan unsur normatif yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku, melindungi kebebasan, kekebalan serta menjamin adanya peluang bagi manusia dalam menjaga harkat dan martabatnya. 1 Hak sendiri mempunyai unsure- unsur sebagai berikut: a.Pemilik hak; b.Ruang lingkup penerapan hak; c.Pihak yang bersedia dalam penerapan hak. Ketiga unsur tersebut menyatu dalam pengertian dasar tentang hak. Dengan demikian hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Dalam kaitannya dengan pemerolehan hak ada dua teori yaitu teori McCloskey dan teori Joel Feinberg. Menurut teori McCloskey dinyatakan bahwa pemberian hak adalah untuk 1. Tim ICCE UIN Jakarta. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, (Jakarta Prenada Media,2003) hal. 199. 2. Tim ICCE UIN Jakarta. Loc., cit.Hal 199.7 dilakukan, dimiliki, atau sudah dilakukan.

마지막 업데이트: 2017-08-02
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

Anselmus merupakan seorang filosof dan teolog yang terkenal pada abad kesebelas. Ia juga merupakan seorang ahli Kristen yang mencoba memasukkan logika dalam pelayanan iman. Bagi Anselmus, iman selalu merupakan titik tolak pemikiran dari setiap isi ajarannya. Karena, iman itu tidak dapat disangkal oleh alasan-alasan rasional, seperti halnya untuk memahami iman Kristen, yang selalu dianggap sebuah aliran yang sering disangsikan kebenarannya. Anselmus juga seorang yang memiliki pendirian kuat untuk melawan aliran anti-filsafat di jamannya. Karena Ia meyakini filsafat mampu memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia.

테툼어

Anselmus merupakan seorang filosof dan teolog yang terkenal pada abad kesebelas. Ia juga merupakan seorang ahli Kristen yang mencoba memasukkan logika dalam pelayanan iman. Bagi Anselmus, iman selalu merupakan titik tolak pemikiran dari setiap isi ajarannya. Karena, iman itu tidak dapat disangkal oleh alasan-alasan rasional, seperti halnya untuk memahami iman Kristen, yang selalu dianggap sebuah aliran yang sering disangsikan kebenarannya. Anselmus juga seorang yang memiliki pendirian kuat untuk melawan aliran anti-filsafat di jamannya. Karena Ia meyakini filsafat mampu memberikan dasar-dasar yang terdalam mengenai hakikat manusia dan dunia.

마지막 업데이트: 2017-06-06
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesiaBAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cairan dan elektrolit sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan atau homeostasis tubuh. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh. Sebab, cairan tubuh kita terdiri atas air yang mengandung partikel-partikel bahan organik dan anorganik yang vital untuk hidup.Elektrolit tubuh mengandung komponen-komponen kimiawi. Elektrolit tubuh ada yang bermuatan positif (kation) dan bermuatan negatif (anion). Elektrolit sangat penting pada banyak fungsi tubuh, termasuk fungsi neuromuscular dan keseimbangan asam-basa.Pada fungsi neuromuscular, elektrolit memegang peranan penting terkait dengan transmisi impuls saraf. 1.2 Rumusan Masalah 1.Apadefinisi dan fungsi dari kebutuhan cairan dan elektrolit? 2.Sistem tubuh apa saja yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit? 3.Seperti apa cara perpindahan cairan tubuh, kebutuhan cairan tubuh bagi manusia, pengaturan volume cairan tubuh dan jenis cairan? 4.Apa yang dimaksud kebutuhan dan pengaturan elektolit, jenis cairan elektrolit, keseimbangan asam-basa dan jenis asam basa? 5.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit? 6.Apa saja masalah-masalah pada kebutuhan cairan dan elektrolit? 7.Bagaimana proses dan tindakan keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit? 1.3 Maksud dan Tujuan • Untuk mengetahui hal yang berhubungan dengan kebutuhan cairan dan elektrolit • Untuk mengetahui actor dan masalah-masalah pada kebutuhan cairan dan elektrolit • Untuk mengetahui proses keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit. 1.4 Manfaat BAB II PEMBAHASAN 2.1 PengertianKebutuhan Cairan dan Elektrolit Kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Cairan dan elektrolit saling berhubungan, ketidakseimbangan yang berdiri sendiri jarang terjadi dalam bentuk kelebihan atau kekurangan. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari unsur dan zat-zat yang terlarut di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel yang bermuatan listrik yang disebut ion.Cairan tubuh sebagian berada diluar sel (ekstraseluler) dan sebagian lagi di dalam sel (intra seluler). a) Cairan Intra Seluler Merupakan 40 % dari berat badan total pria rata-rata (28 liter). Cairan masing-masing sel mengandung campuran tersendiri, tapi konsentrasi zatnya cukup mirip antara sel satu dengan sel lain dengan alasan ini cairan intra seluler dari seluruh sel yang berbeda dianggap sebagai satu kompartemen cairan yang besar. b) Cairan Ekstra Seluler Seluruh cairan diluar sel disebut cairan ekstra seluler, terdiri dari cairan intertisial dan plasma. Cairan ekstra seluler merupakan 20 % dari berat badan atau sekitar 4liter pada orang dewasa normal. Cairan intersial merupakan ¾ dari cairan ekstra seluler, dan plasma (intravaskuler) ¼ dari cairan ekstr seluler (3 liter). Cairan ekstra seluler secara konstan terus bercampur, sehingga plasma dan cairan intertisial mempunyau komposisi yang sama. Asupan cairan harian, ada 2 sumber utama, yaitu: 1. Berasal dari larutan atau cairan makanan yang dimakan yang normalnya menambah cairan tubuh sekitar 200 ml / hari. 2. Berasal dari sintesis dalam tubuh sebagai hasil oksidasi karbohidrat menambah sekitar 200 ml / hari. Elektrolit dalam tubuh adalah substansi yang membawa muatan positif (kation) atau muatan negative (anion). Fungsi dari elektrolit bermuatan positif (kation) dan negative (anion) adalah untuk mentronsmisi implus saraf keotot dan kontraksi otot-otot. Fungsi dari elektrolit bermuatan positif (kation) yang sangat penting : a. Kalium: • Suatu kation yang penting 20 x lebih banyak terdapat di sel • Penting untuk trasmisi dn konduksi implus-implus saraf dan untuk kontraksi rangka, jantung dan otot polos • Penting untuk trasmisi dn konduksi implus-implus saraf dan untuk kontraksi rangka, jantung dan otot polos • Diperlukan untuk kerja enzim dalam mengubah karbohidrat menjadi energi, dan asam amino menjadi protein. • Meningkatkan penyimpanan glikogen (energi) dalam sel-sel hati • Mengatur osmolaritas (konsentrasi solut) dari cairan seluler b. Natrium • Berperan penting dalam osmosis c. Kalsium • Membantu aktivitas saraf dan otot normal • Meningktkan kontraksi otot jantung (miokordium) • Mempertahankan permeabilitas seluler normal dn membantu pembekuan darah dengaan mengubah protrombin menjadi trombin • Pembentukan tulang dan gigi d. Magnesium • Berguna untuk kerja enzim Fungsi Cairan dan Elektrolit Bagi Tubuh: 1. Mempertahankan panas tubuh dan pengaturan temperatur tubuh 2. Transport nutrien ke sel 3. Transport hasil sisa metabolism 4. Transport hormone 5. Pelumas antar organ 6. Mempertahankan tekanan hidrostatik dalam sistem kardiovaskuler 2.1.1 Proporsi Cairan Tubuh Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. Umur b. Kondisi lemak tubuh c. Sex Perhatikan uraian berikut ini: 1) Bayi (baru lahir) 75 % 2) Dewasa : a) Pria (20-40 tahun) 60 % b) Wanita (20-40 tahun) 50 % 3) Usia Lanjut 45-50 % Pada orang dewasa kira-kira 40 % berat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler. 2.1.2 Komposisi cairan tubuh • Elektrolit Merupakan sebuah unsur atau senyawa, yang jika larut di dalam air atau pelarut lain akan pecah menjadi ion dan mampu membawa muatan listrik. Elektrolit yang memiliki muatan positif (Kation). Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na+) Kation intraseluler utama adalah kalium (K+) Elektrolit yang memiliki muatan negative (Anion) Anion ekstraseluler utama : klorida (Cl-) Anion intraseluler utama : fosfat (PO43-) Ukuran : miliekuivalen per liter (mEq/L) • Mineral Mineral merupakan unsur semua jaringan dan cairan tubuh serta penting dalam mempertahankan proses fisiologis. Mineral juga bekerja sebagai katalis dalam respon saraf, kontraksi otot, dan metabolisme gizi yang terdapat dalam makanan.Mineral juga mengatur keseimbangan elektrolit dan produksi hormon serta menguatkan struktur tulang.Contoh zat besi dan zink. • Sel Merupakan unit fungsional dasar dari semua jaringan hidup.Contoh sel darah merah dan sel darah putih. 2.1.3 Pergerakan Cairan Tubuh • Difusi Merupakan perpindahan molekul suatu substansi dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah. • Osmosis Osmosis adalah perpindahan pelarut murni melalui membrane semipermiabel yang berpindah dari larutan yang memiliki konsentrasi solute rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi solute tinggi.Kecepatan osmosis tergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu larutan, muatan listrik solute, dan perbedaan antara tekanan osmosis yang dikeluarkan oleh larutan. Tekanan osmotic merupakan tekanan dengan kekuatan untuk menarik air dan kekuatan ini bergantung pada jumlah molekul di dalam larutan.Tekanan osmotic larutan disebut juga osmolalitas (mOsm/Kg).nilai normal osmolalitas serum 280 – 295 mOsm/Kg. Tekanan osmotic darah dipengaruhi oleh protein plasma, khususnya albumin. Albumin menghasilkan osmotic koloid atau tekanan onkotik, yang cenderung menjaga cairan tetap berada di dalam intravaskuler. • Filtrasi Filtrasi adalah suatu proses perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai respon terhadap adanya tekanan cairan. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang dihasilkan oleh suatu likuid di dalam sebuah ruangan. Darah dan cairan arteri akan memasuki kapiler jika tekanan hidrostatik lebih tinggi dari tekanan interstitial, sehingga cairan akan berpindah dari kapiler menuju sel. • Transport Aktif Transport aktif memerlukan aktivitas metabolic dan pengeluaran energi untuk menggerakkan berabgai materi guna menmbus membrane sel. Hal ini memungkinkan sel menerima molekul yang lebih besar dari sel tersebut, selain itu sel dapat menerima atau memindahkan molekul dari daerah berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. 2.1.4 Pengaturan Cairan Tubuh a. Asupan (intake) cairan Asupan cairan diatur melalui mekanisme rasa haus. Pusat pengendalian rasa haus terdapat di hipotalamusdi otak. Stimulus fisiologis terhadap rasa haus adalah peningkatan konsentrasi plasma dan penurunan volume darah. Factor lain yang mempengaruhi pusat rasa haus yaitu keringnya membrane mukosa faring dan mulut, angiotensin II, kehilangan kalum, dan factor-faktor psikologis (Potter dan Perry, 1995). Kebutuhan cairan harian orang dewasa: 1500 – 3000 ml atau 30 – 40 ml air/Kg BB Intake cairan di dapat dari: • Metabolisme oksidatif : 200 ml • Cairan oral : 1500 – 2500 ml • Makanan padat : 750 ml b. Haluaran (output) cairan • Ginjal : 1500 ml • Kulit Kehilangan tak kasat mata (IWL) : 600 – 900 ml Kehilangan kasat mata (SWL) : 600 ml • Paru – paru : 400 ml • Saluran pencernaan : 100 ml Jumlah total : 3200 3500 ml Output cairan melalui urin: Dewasa : 40 – 80 ml/jam Anak : 0.5 ml / Kg / jam Output cairan melalui IWL: Dewasa : 6 ml/Kg/jam atau 15 cc/KgBB/hari Anak : (30 – usia (tahun)) cc/KgBB/hari c. Hormone • Antidiuretik hormone (ADH) Kekurangan air akan meningkatkan osmolalitas darah dan keadaan ini akan diresponoleh kelenjar hipofisis dengan melepaskan ADH. ADH akan menurunkan produksi urin dengan cara meningkatkan reabsorpsi air oleh tubulus ginjal. • Aldosteron Mengatur keseimbangan natrium dan kalium dengan menyebabkan tubulus ginjal mengekskresikan kalium dan mengabsorpsi natrium. Akibatnya air juga akan direabsorpsi dan dikembalikan ke volume darah. • Glukokortikoid Sekresi hormone glukokortikoid secara normal tidak menyebabkan ketidakseimbangan cairan utama, namun kelebihan hormone di dalam sirkulasi dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan air. Organ yang Berperan Dalam Pengaturan Cairan dan Elektrolit: a. Ginjal Merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam mengatur kebutuhan cairan dan elektrolit.Terlihat pada fungsi ginjal, yaitu sebagai pengatur air, pengatur konsentrasi garam dalam darah, pengatur keseimbangan asam-basa darah dan ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam. Proses pengaturan kebutuhan keseimbangan air ini diawali oleh kemampuan bagian ginjal, seperti glomerulus dalam menyaring cairan. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500 cc plasma yang mengalir melalui glomerulus, 10% nya disaring keluar. Cairan yang tersaring (filtrate glomerulus), kemudian mengalir melalui tubuli renalis yang sel-selnya menyerap semua bahan yang dibutuhkan. Jumlah urine yang diproduksi ginjal dapat dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata – rata 1ml/kg/bb/jam. b. Kulit Merupakan bagian penting pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuan mengendalikan arteriol kutan dengan cara vasodilatasi dan vasokontriksi. Proses pelepasan panas dapat dilakukan dengan cara penguapan. Jumlah keringat yang dikeluarkan tergantung banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit. Proses pelepasan panas lainnya dapat dilakukan melalui cara pemancaran panas ke udara sekitar, konduksi (pengalihan panas ke benda yang disentuh), dan konveksi (pengaliran udara panas ke permukaan yang lebih dingin). Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf simpatis.Melalui kelenjar keringat suhu dapat diturunkan dengan jumlah air yang dapat dilepaskan, kurang lebih setengah liter sehari.Perangsangan kelenjar keringat yang dihasilkan dapat diperoleh melalui aktivitas otot, suhu lingkungan dan kondisi suhu tubuh yang panas. c. Paru-Paru Organ paru berperan mengeluarkan cairan dengan menghasilkan insensible water loss kurang lebih 400 ml/hari. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respons akibat perubahan upaya kemampuan bernapas. 4. Gastrointestinal Merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam kondisi normal, cairan hilang dalam system ini sekitar 100-200 ml/hari. 5. Sistem Endokrin • ADH. Memiliki peran meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Hormone ini dibentuk oleh hipotalamus di hipofisis posterior, yang mensekresi ADH dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel. • Aldosteron. Berfungsi sebagai absorpsi natrium yang disekresi oleh kelenjar adrenal di tubulus ginjal. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan konsentrasi kalium, natrium dan system angiotensin renin. • Prostaglandin. Merupakan asam lemak yang terdapat pada jaringan yang berfunsi merespons radang, mengendalikan tekanan darah dan konsentrasi uterus, serta mengatur pergerakan gastrointestul. Pada ginjal, asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi ginjal. • Glukokortikoid. Berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium. • Mekanisme rasa haus. Diatur dalam rangka memenuhi kebutuhan cairan dengan cara merangsang pelepasan rennin yang dapat menimbulkan produksi angiostensin II sehingga merangsang hipotalamus untuk rasa haus. 2.2 Faktor yang MempengaruhiKebutuhanCairandanElektrolit Kebutuhancairanelektrolitdalamtubuhdipengaruhiolehfaktor-faktor berikut: 1. Usiaperbedaanusia menentukanluaspermukaantubuhsertaaktivitas organ, sehinggadapat mempengaruhi jumlahkebutuhancairandanelektrolit. 2. Temperatur yang tinggimenyebabkan proses pengeluaran cairan melaluikeringatcukupbanyak, sehinggatubuhakanbanyakkehilangancairan. 3. Diet apabilatubuhkekuranganzatgizi, makatubuhakan memecah cadangan makanan yang tersimpandalamtubuhsehinggaterjadipergeerakan cairandariinterstisialkeinterseluler, yang dapatberpengaruh pada jumlah pemenuhan kebutuhancairan. 4. Stresdapatmemengaruhipemenuhan kebutuhan cairan danektrolit, melalui proses peningkatanproduksi ADI-I, karenapada proses inidapatmeningkatkan metabolisme hinggamengakibatkanterjadinyaglikolisisotot yang dapatmenimbulkanretensinatriumdan air. 5. Sakitpadakeadaansakitterdapatbanyaksel yang rusak, sehinggauntuk memperbaikinyaselmembutuhkan proses pemenuhankebutuhancairan yang cukup. Keadaansakitmenimbulkanketidak seimbangan system dalamtubuhsepertiketidakseimbangan hormonal yang dapatmengganggukeseimbangankebutuhancairan. 2.3 Keseimbangan Asam Basa Konsentrasi ion hydrogen di dalam cairan tubuh dinyatakan pH. pH merupakan skala untuk mengukur tingkat keasaman atau alkalinitas suatu cairan. Peningkatan jumlah ion hydrogen di dalam aliran darah akan meningkatkan komponen asam, sehingga nilai pH menurun. Nilai normal: 7.35 – 7.45. Buffer adalah suatu substansi atau sekelompok substansi yang dapat mengabsorpsi atau melepaskan ion-ion hydrogen untuk memperbaiki adanya ketidakseimbangan asam basa. Sistem buffer terdiri dari: a. Bufer kimiawi Bufer kimia adalah system buffer asam karbonat – bikarbonat.system ini berespon cepat untuk mengubah pH. System ini disajikan dalam bentuk persamaan: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3_ Ekskresi CO2 dikendalikan oleh paru-paru dan ekskresi H+ dan HCO3- dikendalikan oleh ginjal System buffer kimia kedua melibatkan protein plasma (albumin, fibrinogen, dan protrombin) dan gamaglobulin. Protein akan berikatan dengan ion hydrogen untuk memperbaiki asidosis atau alkalosis. b. Bufer biologis Buffer biologis terjadi jikaion hydrogen diabsorpsi atau dilepaskan oleh sel-sel tubuh. Ion hydrogen memiliki muatan positif dan harus ditukar dengan ion lain yang bermuatan positif yang sering digunakan kalium. Pada kondisi kelebihan asam,ion hydrogen memasuki sel dan ion kalium meninggalkan sel dan masuk ke cairan ekstrasel.Ion hydrogen berkurang menyebabkan cairan ekstrasel kurang asam. Setelah asidosis diperbaiki kalium akan kembali ke sel dan kembali normal. Buffer biologis terjadi setelah buffer kimiawi dan berlangsung 2 – 4 jam. Tipe buffer biologis kedua: hemoglobin – oksihemoglobin. Karbondioksida berdifusi ke dalam SDM dan membentuk asam karbonat dan asam karbonat dibelah menjadi ion hydrogen dan bikarbonat.ion hydrogen terikat pada hemoglobin dan bikarbonat melakukan buffer dengan cara menukar dengan Klorida di ekstrasel. c. Buffer fisiologis  Paru – paru Paru-paru beradaptasi dengan cepat terhadap keseimbangan asam basa sebelum buffer biologis. Paru-paru bereaksi dengan cara mengubah frekuensi dan kedalaman pernapasan. Alkalosis frekuensi pernapasan Asidosis frekuensi pernapasan  Ginjal Ginjal untuk mengatur gangguan asam basa dalam beberapa jam sampai beberapa hari. a. Tiga mekanisme untuk mengatur ion hydrogen oleh ginjal : Kelebihan asam bicarbonate diabsorpsi Kekurangan asam bikarbonat diekskresi b. Ion fosfat membawa ion hydrogen dengan cara mengekskresikan asam fosfat dan membentuk asam basa c. Amonia diubah menjadi ammonium dengan mengikatkannya ke sebuah ion hydrogen. 2.4 Asuhan Keperawatan Pada Masalah Kebutuhan Cairan dan Elektrolit A. Pengkajian Keperawatan • Riwayat Keperawatan. Pengakajian keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi jumlah asupan cairan yang dapat diukur melalui jumlah pemasukan secara oral, parenteral atau enteral.Jumlah pengeluaran dapat diukur melalui jumlah produksi urine, feses, muntah atau pengeluaran lainnya, status kehilangan/kelebihan cairan dan perubahan berat badan yang dapat menentukan tingkat dehidrasi. • Faktor yang Berhubungan. Meliputi factor-faktor yang memepengaruhi masalah kenutuhan cairan seperti sakit, diet, lingkungan, usia perkembangan dan penggunaan obat. • Pengkajian Fisik. Meliputi system yang berhubungan dengan masalah cairan dan elektrolit seperti system integument (status turgor kulit dan edema), system kardiovaskular (adanya distensi vena jugularis, tekanan darah dan bunyi jantung), system penglihatan (kondisi dan cairan mata), system neurologi (gangguan sensorik/motorik, status kesadaran dan adanya refleksi) dan system gastrointestinal (keadaan mukosa mulut, lidah dan bising usus). • Pemeriksaan laboratorium atau diagnostik lainnya. Dapat berupa pemeriksaan kadar elektrolit (natrium, kalium, klorida, berat jenis urine, analisis gas darah dan lain-lain). B. Diagnosis Keperawatan 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan: Pengeluraran urine secara berlebihan akibat penyakit diabetes mellitus atau lainnya; peningkatan permeabilitas kapiler dan hilangnya evaporasi pada pasien luka bakar atau meningkatnya kecepatan metabolism; pengeluaran cairan secara berlebihan; asupan cairan yang tidak adekuat serta pendarahan. 2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan: Penurunan mekanisme regulator akibat kelaianan pada ginjal; penurunan curah jantung akibat penyakit jantung; gangguan aliran balik vena akibat penyakit vascular perifer atau thrombus; retensi natrium dan air akibat terapi kostikosteroid serta tekanan osmotic koloid yang rendah. C. Perencanaan Keperawatan  Tujuan: mempertahankan volume cairan dalam keadaan seimbang.  Rencana tindakan: 1.Monitor jumlah asupan dan pengeluaran cairan serta perubahan status keseimbangan cairan. 2.Pertahankan keseimbangan cairan bila kekurangan volume cairan lakukan:  Rehidrasi oral atau parenteral sesuia dengan kebutuhan  Monitor kadar elektrolit darah seperti urea nitrogen darah, urine, serum, osmolaritas, kreatinin, hematokrit dan Hb.  Hilangkan factor penyebab kekurangan volume cairan, seperti muntah, dengan cara memberikan minum secara sedikit-sedikit tapi sering atau dengan memberikan teh. Bila kelebihan

테툼어

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Cairan dan elektrolit sangat penting untuk mempertahankan keseimbangan atau homeostasis tubuh. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat mempengaruhi fungsi fisiologis tubuh. Sebab, cairan tubuh kita terdiri atas air yang mengandung partikel-partikel bahan organik dan anorganik yang vital untuk hidup.Elektrolit tubuh mengandung komponen-komponen kimiawi. Elektrolit tubuh ada yang bermuatan positif (kation) dan bermuatan negatif (anion). Elektrolit sangat penting pada banyak fungsi tubuh, termasuk fungsi neuromuscular dan keseimbangan asam-basa.Pada fungsi neuromuscular, elektrolit memegang peranan penting terkait dengan transmisi impuls saraf. 1.2 Rumusan Masalah 1.Apadefinisi dan fungsi dari kebutuhan cairan dan elektrolit? 2.Sistem tubuh apa saja yang berperan dalam kebutuhan cairan dan elektrolit? 3.Seperti apa cara perpindahan cairan tubuh, kebutuhan cairan tubuh bagi manusia, pengaturan volume cairan tubuh dan jenis cairan? 4.Apa yang dimaksud kebutuhan dan pengaturan elektolit, jenis cairan elektrolit, keseimbangan asam-basa dan jenis asam basa? 5.Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan cairan dan elektrolit? 6.Apa saja masalah-masalah pada kebutuhan cairan dan elektrolit? 7.Bagaimana proses dan tindakan keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit? 1.3 Maksud dan Tujuan • Untuk mengetahui hal yang berhubungan dengan kebutuhan cairan dan elektrolit • Untuk mengetahui actor dan masalah-masalah pada kebutuhan cairan dan elektrolit • Untuk mengetahui proses keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit. 1.4 Manfaat BAB II PEMBAHASAN 2.1 PengertianKebutuhan Cairan dan Elektrolit Kebutuhan cairan dan elektrolit merupakan suatu proses dinamik karena metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap dalam berespon terhadap stressor fisiologis dan lingkungan. Cairan dan elektrolit saling berhubungan, ketidakseimbangan yang berdiri sendiri jarang terjadi dalam bentuk kelebihan atau kekurangan. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari unsur dan zat-zat yang terlarut di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel yang bermuatan listrik yang disebut ion.Cairan tubuh sebagian berada diluar sel (ekstraseluler) dan sebagian lagi di dalam sel (intra seluler). a) Cairan Intra Seluler Merupakan 40 % dari berat badan total pria rata-rata (28 liter). Cairan masing-masing sel mengandung campuran tersendiri, tapi konsentrasi zatnya cukup mirip antara sel satu dengan sel lain dengan alasan ini cairan intra seluler dari seluruh sel yang berbeda dianggap sebagai satu kompartemen cairan yang besar. b) Cairan Ekstra Seluler Seluruh cairan diluar sel disebut cairan ekstra seluler, terdiri dari cairan intertisial dan plasma. Cairan ekstra seluler merupakan 20 % dari berat badan atau sekitar 4liter pada orang dewasa normal. Cairan intersial merupakan ¾ dari cairan ekstra seluler, dan plasma (intravaskuler) ¼ dari cairan ekstr seluler (3 liter). Cairan ekstra seluler secara konstan terus bercampur, sehingga plasma dan cairan intertisial mempunyau komposisi yang sama. Asupan cairan harian, ada 2 sumber utama, yaitu: 1. Berasal dari larutan atau cairan makanan yang dimakan yang normalnya menambah cairan tubuh sekitar 200 ml / hari. 2. Berasal dari sintesis dalam tubuh sebagai hasil oksidasi karbohidrat menambah sekitar 200 ml / hari. Elektrolit dalam tubuh adalah substansi yang membawa muatan positif (kation) atau muatan negative (anion). Fungsi dari elektrolit bermuatan positif (kation) dan negative (anion) adalah untuk mentronsmisi implus saraf keotot dan kontraksi otot-otot. Fungsi dari elektrolit bermuatan positif (kation) yang sangat penting : a. Kalium: • Suatu kation yang penting 20 x lebih banyak terdapat di sel • Penting untuk trasmisi dn konduksi implus-implus saraf dan untuk kontraksi rangka, jantung dan otot polos • Penting untuk trasmisi dn konduksi implus-implus saraf dan untuk kontraksi rangka, jantung dan otot polos • Diperlukan untuk kerja enzim dalam mengubah karbohidrat menjadi energi, dan asam amino menjadi protein. • Meningkatkan penyimpanan glikogen (energi) dalam sel-sel hati • Mengatur osmolaritas (konsentrasi solut) dari cairan seluler b. Natrium • Berperan penting dalam osmosis c. Kalsium • Membantu aktivitas saraf dan otot normal • Meningktkan kontraksi otot jantung (miokordium) • Mempertahankan permeabilitas seluler normal dn membantu pembekuan darah dengaan mengubah protrombin menjadi trombin • Pembentukan tulang dan gigi d. Magnesium • Berguna untuk kerja enzim Fungsi Cairan dan Elektrolit Bagi Tubuh: 1. Mempertahankan panas tubuh dan pengaturan temperatur tubuh 2. Transport nutrien ke sel 3. Transport hasil sisa metabolism 4. Transport hormone 5. Pelumas antar organ 6. Mempertahankan tekanan hidrostatik dalam sistem kardiovaskuler 2.1.1 Proporsi Cairan Tubuh Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. Umur b. Kondisi lemak tubuh c. Sex Perhatikan uraian berikut ini: 1) Bayi (baru lahir) 75 % 2) Dewasa : a) Pria (20-40 tahun) 60 % b) Wanita (20-40 tahun) 50 % 3) Usia Lanjut 45-50 % Pada orang dewasa kira-kira 40 % berat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler. 2.1.2 Komposisi cairan tubuh • Elektrolit Merupakan sebuah unsur atau senyawa, yang jika larut di dalam air atau pelarut lain akan pecah menjadi ion dan mampu membawa muatan listrik. Elektrolit yang memiliki muatan positif (Kation). Kation ekstraseluler utama adalah natrium (Na+) Kation intraseluler utama adalah kalium (K+) Elektrolit yang memiliki muatan negative (Anion) Anion ekstraseluler utama : klorida (Cl-) Anion intraseluler utama : fosfat (PO43-) Ukuran : miliekuivalen per liter (mEq/L) • Mineral Mineral merupakan unsur semua jaringan dan cairan tubuh serta penting dalam mempertahankan proses fisiologis. Mineral juga bekerja sebagai katalis dalam respon saraf, kontraksi otot, dan metabolisme gizi yang terdapat dalam makanan.Mineral juga mengatur keseimbangan elektrolit dan produksi hormon serta menguatkan struktur tulang.Contoh zat besi dan zink. • Sel Merupakan unit fungsional dasar dari semua jaringan hidup.Contoh sel darah merah dan sel darah putih. 2.1.3 Pergerakan Cairan Tubuh • Difusi Merupakan perpindahan molekul suatu substansi dari daerah yang berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah. • Osmosis Osmosis adalah perpindahan pelarut murni melalui membrane semipermiabel yang berpindah dari larutan yang memiliki konsentrasi solute rendah ke larutan yang memiliki konsentrasi solute tinggi.Kecepatan osmosis tergantung pada konsentrasi solute di dalam larutan, suhu larutan, muatan listrik solute, dan perbedaan antara tekanan osmosis yang dikeluarkan oleh larutan. Tekanan osmotic merupakan tekanan dengan kekuatan untuk menarik air dan kekuatan ini bergantung pada jumlah molekul di dalam larutan.Tekanan osmotic larutan disebut juga osmolalitas (mOsm/Kg).nilai normal osmolalitas serum 280 – 295 mOsm/Kg. Tekanan osmotic darah dipengaruhi oleh protein plasma, khususnya albumin. Albumin menghasilkan osmotic koloid atau tekanan onkotik, yang cenderung menjaga cairan tetap berada di dalam intravaskuler. • Filtrasi Filtrasi adalah suatu proses perpindahan air dan substansi yang dapat larut secara bersamaan sebagai respon terhadap adanya tekanan cairan. Tekanan hidrostatik adalah tekanan yang dihasilkan oleh suatu likuid di dalam sebuah ruangan. Darah dan cairan arteri akan memasuki kapiler jika tekanan hidrostatik lebih tinggi dari tekanan interstitial, sehingga cairan akan berpindah dari kapiler menuju sel. • Transport Aktif Transport aktif memerlukan aktivitas metabolic dan pengeluaran energi untuk menggerakkan berabgai materi guna menmbus membrane sel. Hal ini memungkinkan sel menerima molekul yang lebih besar dari sel tersebut, selain itu sel dapat menerima atau memindahkan molekul dari daerah berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi. 2.1.4 Pengaturan Cairan Tubuh a. Asupan (intake) cairan Asupan cairan diatur melalui mekanisme rasa haus. Pusat pengendalian rasa haus terdapat di hipotalamusdi otak. Stimulus fisiologis terhadap rasa haus adalah peningkatan konsentrasi plasma dan penurunan volume darah. Factor lain yang mempengaruhi pusat rasa haus yaitu keringnya membrane mukosa faring dan mulut, angiotensin II, kehilangan kalum, dan factor-faktor psikologis (Potter dan Perry, 1995). Kebutuhan cairan harian orang dewasa: 1500 – 3000 ml atau 30 – 40 ml air/Kg BB Intake cairan di dapat dari: • Metabolisme oksidatif : 200 ml • Cairan oral : 1500 – 2500 ml • Makanan padat : 750 ml b. Haluaran (output) cairan • Ginjal : 1500 ml • Kulit Kehilangan tak kasat mata (IWL) : 600 – 900 ml Kehilangan kasat mata (SWL) : 600 ml • Paru – paru : 400 ml • Saluran pencernaan : 100 ml Jumlah total : 3200 3500 ml Output cairan melalui urin: Dewasa : 40 – 80 ml/jam Anak : 0.5 ml / Kg / jam Output cairan melalui IWL: Dewasa : 6 ml/Kg/jam atau 15 cc/KgBB/hari Anak : (30 – usia (tahun)) cc/KgBB/hari c. Hormone • Antidiuretik hormone (ADH) Kekurangan air akan meningkatkan osmolalitas darah dan keadaan ini akan diresponoleh kelenjar hipofisis dengan melepaskan ADH. ADH akan menurunkan produksi urin dengan cara meningkatkan reabsorpsi air oleh tubulus ginjal. • Aldosteron Mengatur keseimbangan natrium dan kalium dengan menyebabkan tubulus ginjal mengekskresikan kalium dan mengabsorpsi natrium. Akibatnya air juga akan direabsorpsi dan dikembalikan ke volume darah. • Glukokortikoid Sekresi hormone glukokortikoid secara normal tidak menyebabkan ketidakseimbangan cairan utama, namun kelebihan hormone di dalam sirkulasi dapat menyebabkan tubuh menahan natrium dan air. Organ yang Berperan Dalam Pengaturan Cairan dan Elektrolit: a. Ginjal Merupakan organ yang memiliki peran cukup besar dalam mengatur kebutuhan cairan dan elektrolit.Terlihat pada fungsi ginjal, yaitu sebagai pengatur air, pengatur konsentrasi garam dalam darah, pengatur keseimbangan asam-basa darah dan ekskresi bahan buangan atau kelebihan garam. Proses pengaturan kebutuhan keseimbangan air ini diawali oleh kemampuan bagian ginjal, seperti glomerulus dalam menyaring cairan. Rata-rata setiap satu liter darah mengandung 500 cc plasma yang mengalir melalui glomerulus, 10% nya disaring keluar. Cairan yang tersaring (filtrate glomerulus), kemudian mengalir melalui tubuli renalis yang sel-selnya menyerap semua bahan yang dibutuhkan. Jumlah urine yang diproduksi ginjal dapat dipengaruhi oleh ADH dan aldosteron dengan rata – rata 1ml/kg/bb/jam. b. Kulit Merupakan bagian penting pengaturan cairan yang terkait dengan proses pengaturan panas. Proses ini diatur oleh pusat pengatur panas yang disarafi oleh vasomotorik dengan kemampuan mengendalikan arteriol kutan dengan cara vasodilatasi dan vasokontriksi. Proses pelepasan panas dapat dilakukan dengan cara penguapan. Jumlah keringat yang dikeluarkan tergantung banyaknya darah yang mengalir melalui pembuluh darah dalam kulit. Proses pelepasan panas lainnya dapat dilakukan melalui cara pemancaran panas ke udara sekitar, konduksi (pengalihan panas ke benda yang disentuh), dan konveksi (pengaliran udara panas ke permukaan yang lebih dingin). Keringat merupakan sekresi aktif dari kelenjar keringat di bawah pengendalian saraf simpatis.Melalui kelenjar keringat suhu dapat diturunkan dengan jumlah air yang dapat dilepaskan, kurang lebih setengah liter sehari.Perangsangan kelenjar keringat yang dihasilkan dapat diperoleh melalui aktivitas otot, suhu lingkungan dan kondisi suhu tubuh yang panas. c. Paru-Paru Organ paru berperan mengeluarkan cairan dengan menghasilkan insensible water loss kurang lebih 400 ml/hari. Proses pengeluaran cairan terkait dengan respons akibat perubahan upaya kemampuan bernapas. 4. Gastrointestinal Merupakan organ saluran pencernaan yang berperan dalam mengeluarkan cairan melalui proses penyerapan dan pengeluaran air. Dalam kondisi normal, cairan hilang dalam system ini sekitar 100-200 ml/hari. 5. Sistem Endokrin • ADH. Memiliki peran meningkatkan reabsorpsi air sehingga dapat mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh. Hormone ini dibentuk oleh hipotalamus di hipofisis posterior, yang mensekresi ADH dengan meningkatkan osmolaritas dan menurunkan cairan ekstrasel. • Aldosteron. Berfungsi sebagai absorpsi natrium yang disekresi oleh kelenjar adrenal di tubulus ginjal. Proses pengeluaran aldosteron ini diatur oleh adanya perubahan konsentrasi kalium, natrium dan system angiotensin renin. • Prostaglandin. Merupakan asam lemak yang terdapat pada jaringan yang berfunsi merespons radang, mengendalikan tekanan darah dan konsentrasi uterus, serta mengatur pergerakan gastrointestul. Pada ginjal, asam lemak ini berperan dalam mengatur sirkulasi ginjal. • Glukokortikoid. Berfungsi mengatur peningkatan reabsorpsi natrium dan air yang menyebabkan volume darah meningkat sehingga terjadi retensi natrium. • Mekanisme rasa haus. Diatur dalam rangka memenuhi kebutuhan cairan dengan cara merangsang pelepasan rennin yang dapat menimbulkan produksi angiostensin II sehingga merangsang hipotalamus untuk rasa haus. 2.2 Faktor yang MempengaruhiKebutuhanCairandanElektrolit Kebutuhancairanelektrolitdalamtubuhdipengaruhiolehfaktor-faktor berikut: 1. Usiaperbedaanusia menentukanluaspermukaantubuhsertaaktivitas organ, sehinggadapat mempengaruhi jumlahkebutuhancairandanelektrolit. 2. Temperatur yang tinggimenyebabkan proses pengeluaran cairan melaluikeringatcukupbanyak, sehinggatubuhakanbanyakkehilangancairan. 3. Diet apabilatubuhkekuranganzatgizi, makatubuhakan memecah cadangan makanan yang tersimpandalamtubuhsehinggaterjadipergeerakan cairandariinterstisialkeinterseluler, yang dapatberpengaruh pada jumlah pemenuhan kebutuhancairan. 4. Stresdapatmemengaruhipemenuhan kebutuhan cairan danektrolit, melalui proses peningkatanproduksi ADI-I, karenapada proses inidapatmeningkatkan metabolisme hinggamengakibatkanterjadinyaglikolisisotot yang dapatmenimbulkanretensinatriumdan air. 5. Sakitpadakeadaansakitterdapatbanyaksel yang rusak, sehinggauntuk memperbaikinyaselmembutuhkan proses pemenuhankebutuhancairan yang cukup. Keadaansakitmenimbulkanketidak seimbangan system dalamtubuhsepertiketidakseimbangan hormonal yang dapatmengganggukeseimbangankebutuhancairan. 2.3 Keseimbangan Asam Basa Konsentrasi ion hydrogen di dalam cairan tubuh dinyatakan pH. pH merupakan skala untuk mengukur tingkat keasaman atau alkalinitas suatu cairan. Peningkatan jumlah ion hydrogen di dalam aliran darah akan meningkatkan komponen asam, sehingga nilai pH menurun. Nilai normal: 7.35 – 7.45. Buffer adalah suatu substansi atau sekelompok substansi yang dapat mengabsorpsi atau melepaskan ion-ion hydrogen untuk memperbaiki adanya ketidakseimbangan asam basa. Sistem buffer terdiri dari: a. Bufer kimiawi Bufer kimia adalah system buffer asam karbonat – bikarbonat.system ini berespon cepat untuk mengubah pH. System ini disajikan dalam bentuk persamaan: CO2 + H2O H2CO3 H+ + HCO3_ Ekskresi CO2 dikendalikan oleh paru-paru dan ekskresi H+ dan HCO3- dikendalikan oleh ginjal System buffer kimia kedua melibatkan protein plasma (albumin, fibrinogen, dan protrombin) dan gamaglobulin. Protein akan berikatan dengan ion hydrogen untuk memperbaiki asidosis atau alkalosis. b. Bufer biologis Buffer biologis terjadi jikaion hydrogen diabsorpsi atau dilepaskan oleh sel-sel tubuh. Ion hydrogen memiliki muatan positif dan harus ditukar dengan ion lain yang bermuatan positif yang sering digunakan kalium. Pada kondisi kelebihan asam,ion hydrogen memasuki sel dan ion kalium meninggalkan sel dan masuk ke cairan ekstrasel.Ion hydrogen berkurang menyebabkan cairan ekstrasel kurang asam. Setelah asidosis diperbaiki kalium akan kembali ke sel dan kembali normal. Buffer biologis terjadi setelah buffer kimiawi dan berlangsung 2 – 4 jam. Tipe buffer biologis kedua: hemoglobin – oksihemoglobin. Karbondioksida berdifusi ke dalam SDM dan membentuk asam karbonat dan asam karbonat dibelah menjadi ion hydrogen dan bikarbonat.ion hydrogen terikat pada hemoglobin dan bikarbonat melakukan buffer dengan cara menukar dengan Klorida di ekstrasel. c. Buffer fisiologis  Paru – paru Paru-paru beradaptasi dengan cepat terhadap keseimbangan asam basa sebelum buffer biologis. Paru-paru bereaksi dengan cara mengubah frekuensi dan kedalaman pernapasan. Alkalosis frekuensi pernapasan Asidosis frekuensi pernapasan  Ginjal Ginjal untuk mengatur gangguan asam basa dalam beberapa jam sampai beberapa hari. a. Tiga mekanisme untuk mengatur ion hydrogen oleh ginjal : Kelebihan asam bicarbonate diabsorpsi Kekurangan asam bikarbonat diekskresi b. Ion fosfat membawa ion hydrogen dengan cara mengekskresikan asam fosfat dan membentuk asam basa c. Amonia diubah menjadi ammonium dengan mengikatkannya ke sebuah ion hydrogen. 2.4 Asuhan Keperawatan Pada Masalah Kebutuhan Cairan dan Elektrolit A. Pengkajian Keperawatan • Riwayat Keperawatan. Pengakajian keperawatan pada masalah kebutuhan cairan dan elektrolit meliputi jumlah asupan cairan yang dapat diukur melalui jumlah pemasukan secara oral, parenteral atau enteral.Jumlah pengeluaran dapat diukur melalui jumlah produksi urine, feses, muntah atau pengeluaran lainnya, status kehilangan/kelebihan cairan dan perubahan berat badan yang dapat menentukan tingkat dehidrasi. • Faktor yang Berhubungan. Meliputi factor-faktor yang memepengaruhi masalah kenutuhan cairan seperti sakit, diet, lingkungan, usia perkembangan dan penggunaan obat. • Pengkajian Fisik. Meliputi system yang berhubungan dengan masalah cairan dan elektrolit seperti system integument (status turgor kulit dan edema), system kardiovaskular (adanya distensi vena jugularis, tekanan darah dan bunyi jantung), system penglihatan (kondisi dan cairan mata), system neurologi (gangguan sensorik/motorik, status kesadaran dan adanya refleksi) dan system gastrointestinal (keadaan mukosa mulut, lidah dan bising usus). • Pemeriksaan laboratorium atau diagnostik lainnya. Dapat berupa pemeriksaan kadar elektrolit (natrium, kalium, klorida, berat jenis urine, analisis gas darah dan lain-lain). B. Diagnosis Keperawatan 1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan: Pengeluraran urine secara berlebihan akibat penyakit diabetes mellitus atau lainnya; peningkatan permeabilitas kapiler dan hilangnya evaporasi pada pasien luka bakar atau meningkatnya kecepatan metabolism; pengeluaran cairan secara berlebihan; asupan cairan yang tidak adekuat serta pendarahan. 2. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan: Penurunan mekanisme regulator akibat kelaianan pada ginjal; penurunan curah jantung akibat penyakit jantung; gangguan aliran balik vena akibat penyakit vascular perifer atau thrombus; retensi natrium dan air akibat terapi kostikosteroid serta tekanan osmotic koloid yang rendah. C. Perencanaan Keperawatan  Tujuan: mempertahankan volume cairan dalam keadaan seimbang.  Rencana tindakan: 1.Monitor jumlah asupan dan pengeluaran cairan serta perubahan status keseimbangan cairan. 2.Pertahankan keseimbangan cairan bila kekurangan volume cairan lakukan:  Rehidrasi oral atau parenteral sesuia dengan kebutuhan  Monitor kadar elektrolit darah seperti urea nitrogen darah, urine, serum, osmolaritas, kreatinin, hematokrit dan Hb.  Hilangkan factor penyebab kekurangan volume cairan, seperti muntah, dengan cara memberikan minum secara sedikit-sedikit tapi sering atau dengan memberikan teh. Bila kelebihan volume cairan, lakukan:  Pengurangan asupan g

마지막 업데이트: 2016-09-10
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

tUSUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP dari Penata Muda (Gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1999 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (Gol. III/a) sejak 1-8-2000 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 42,1 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 18 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 22,1 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 41,1 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 42,1 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Vita Yanti Anggraeni, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi & Kedokteran Vaskuler terhitung mulai tanggal 1-1-2012 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2012 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2008 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (gol. III/b) sejak 1-7-2010 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,5 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 4 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,5 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,5 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 7-11-2011 dan Rapat Komperjakat tanggal -12-2011 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP Last Update:2016-07-22 Subject: all Quality: Excellent terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia kinerja pemasaran Last Update: 2016-07-15 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Policia Maritima iha responsabilidade hodi kontrola kosteira tasi Timor-Leste tomak ne’ebe ho luan iha mais ou menus 19.000 NM ( Noutcal Mill) komesa husi tasi ibun to’o iha distánsia 12 NM (UNTAET 2002) tuir lei Unclos. Unidade Policia Maritima iha responsabilidade tuir Konstituisaun ne’ebe iha ona, tuir artigu ne’ebe esklarese tiha ona, tuir aktividade ne’ebe kontra lei nebe halo iha kosteira tasi Timor-Leste, Policia Maritima halo serviso hamutuk ho instituisan ne’ebe relevante hanesan F-FDTL Componente Naval (Marinir angkatan laut), Harbour Master, Departamento Alfandegas, Karantina, Departamento Pescas, Departamento Imigrasaun, Distrital, no Departamento Investigasi Nasional. Last Update: 2016-07-02 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Not sure Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia LISTA KONTRIBUISAUN Last Update: 2016-06-21 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia TERIMAH KASIH Last Update: 2016-06-12 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia saya belajar bahasa indonesia Last Update: 2016-06-01 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia hau ba uma ona Last Update: 2016-05-25 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia berdasarkan beberapa definisi di atas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa insentif sebagai perangsang karyawan minat bekerja Last Update: 2016-05-14 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia pegangan menuju keputusan yang baik dan benar Last Update: 2016-05-07 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia kerahiman Last Update: 2016-03-28 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia hau nia naran Last Update: 2016-03-03 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Latar belakang Last Update: 2015-10-26 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Manfaat dari komunikasi dan pelayanan jasa dlm prnerbangan Last Update: 2015-10-23 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia database Last Update: 2015-08-25 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa tetum menjadi bahasa indonesia Saya makan Last Update: 2015-09-10 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous bahasa indonesia tetun Last Update: 2016-03-11 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous Indonesia Indonézia Last Update: 2014-12-17 Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Wikipedia indonesia Eskola Colégio São Miguel Arcanjo (CSMA)- Dili Timor Leste estabelese iha tinan 2002 husi Armindo Crisna caetano, Antigu Alunu DOM BOSCO, CSMA tutur nia misaun, visaun, no funsaun hodi implementa iha Fundasaun São Miguel (FSM) nia okos.A. NIVEL ENSINOENSINO PRE-PRIMARIA 2002ENSINO PRIMARIA 2004ENSINO PRE-SEKUNDARIU 2006ENSINO SEKUNDARIU (ETV) 2008Objektivus principal CSMA : mak hanorin. eduka, forma no transforma ema atu sai kristaun diak no sidadaun honestu. Liu liu valoriza valor moris nian mak iha matenek (good knowledge) iha etika no moral ( good value) no iha abilidade (good ability) Last Update: 2015-11-04 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous Warning: Contains invisible HTML formatting Bahasa Tetun Lia-tetun Last Update: 2015-05-29 Usage Frequency: 7 Quality: Good in specific context Reference: Wikipedia - 0 - FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Oleh I GUSTI BAGUS RAI UTAMA, MA UNIVERSITAS DHYANA PURA BADUNG EDISI 2013 - 1 - DAFTAR ISI CHAPTER 1. ............................................................................................................... 4 PROSES LAHIRNYA ILMU........................................................................................... 4 1.1. Manusia Mencari Kebenaran ................................................................... 4 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam ....................................................... 4 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran ......................................................... 4 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan ........................................................................ 6 1.5. Sumber Pengetahuan ..............................................

테툼어

USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP dari Penata Muda (Gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1999 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (Gol. III/a) sejak 1-8-2000 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 42,1 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 18 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 22,1 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 41,1 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 42,1 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Vita Yanti Anggraeni, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi & Kedokteran Vaskuler terhitung mulai tanggal 1-1-2012 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2012 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2008 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (gol. III/b) sejak 1-7-2010 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,5 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 4 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,5 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,5 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 7-11-2011 dan Rapat Komperjakat tanggal -12-2011 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP

마지막 업데이트: 2016-07-22
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명
경고: 보이지 않는 HTML 형식이 포함되어 있습니다

인도네시아어

- 0 - FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Oleh I GUSTI BAGUS RAI UTAMA, MA UNIVERSITAS DHYANA PURA BADUNG EDISI 2013 - 1 - DAFTAR ISI CHAPTER 1. ............................................................................................................... 4 PROSES LAHIRNYA ILMU........................................................................................... 4 1.1. Manusia Mencari Kebenaran ................................................................... 4 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam ....................................................... 4 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran ......................................................... 4 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan ........................................................................ 6 1.5. Sumber Pengetahuan ............................................................................... 6 1.6. Kriteria Kebenaran .................................................................................... 7 1.7. Ontologi (apa yang dikaji) .......................................................................... 7 1.8 Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran) ............................................ 8 1.9. Beberapa Pengertian Dasar ..................................................................... 8 1.10. Kerangka Ilmiah ....................................................................................... 10 1.11. Sarana Berpikir Ilmiah ............................................................................ 11 1.12. Aksiologi (nilai Guna Ilmu) ........................................................................ 11 CHAPTER 2. ............................................................................................................. 13 SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU ........................................................... 13 2.1 Pendahuluan ................................................................................................. 13 2.2 Perkembangan Filsafat Ilmu ......................................................................... 13 2.4 Filsafat Ilmu Zaman Kuno ............................................................................. 14 2.5 Filsafat Ilmu Era Renaisance ......................................................................... 15 2.6 Filsafat Ilmu Era Positivisme ......................................................................... 18 CHAPTER 3. ............................................................................................................. 22 SARANA BERPIKIR ILMIAH ...................................................................................... 22 3.1 Pendahuluan ................................................................................................. 22 3.2 Pembagian Berpikir ....................................................................................... 23 3.3 Sarana Berpikir Ilmiah ................................................................................... 24 3.4 Fungsi Sarana Berpikir Ilmiah ....................................................................... 25 CHAPTER 4. ............................................................................................................. 29 ILMU DAN NILAI ...................................................................................................... 29 4.1 Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Filsafat Ilmu ................................................ 29 - 2 - 4.2 Ilmu dan Nilai ................................................................................................ 30 4.3 Kajian Filsafat ................................................................................................ 30 CHAPTER 5. ............................................................................................................. 32 ILMU, TEKNOLOGI, DAN KEBUDAYAN .................................................................... 32 5.1 Pendahuluan ................................................................................................. 32 5.2 Pembahasan Hubungan Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ......................... 32 Hubungan Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ..................................................... 35 5.3 Posisi Pendidikan dalam Perubahan Sosial (Kebudayaan) ........................... 38 5.4 Penutup ......................................................................................................... 40 CHAPTER 6. ............................................................................................................. 42 FILSAFAT ILMU (HUBUNGAN IPTEK, AGAMA, BUDAYA ......................................... 42 6.1 Latar Belakang............................................................................................... 42 6.2 Pentingnya Agama bagi Manusia.................................................................. 46 6.3 Pentingnya Peran Manusia Terhadap Agama............................................... 47 6.4 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ................................................................. 48 6.5 Kebudayaan .................................................................................................. 50 6.6 Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan .................................. 57 6.7 Pembahasan Agama Dan Manusia ............................................................... 61 6.8 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ................................................................. 62 6.9 Definisi dan Batasan Kebudayaan................................................................. 63 6.10 Peran manusia Terhadap Kebudayaan ....................................................... 65 6.11. Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ............................... 66 6.12 Kesimpulan Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, Dan Kebudayaan............ 67 CHAPTER 7. ............................................................................................................. 68 BERFIKIR ILMIAH ..................................................................................................... 68 7.1 Bahasa ........................................................................................................... 68 7.2 Logika ............................................................................................................ 69 7.3 Kesalahan-Kesalahan Berfikir....................................................................... 70 CHAPTER 8. ............................................................................................................. 72 FILSAFAT DAN ILMU ............................................................................................... 72 8.1 Definisi .......................................................................................................... 72 - 3 - 8.2 Prinsif Logiko-Hipotetiko-Verikatif ............................................................... 74 CHAPTER 9. ............................................................................................................. 75 FILSAFAT DAN PERADABAN MANUSIA ................................................................... 75 9.1 Arti Sejarah Filsafat ....................................................................................... 75 9.1.1 Filsafat zaman purba .................................................................................. 75 9.1.6 Filasafat India ............................................................................................. 77 9.2 Filsafat Manusia ............................................................................................ 78 CHAPTER 10. ........................................................................................................... 82 RANCANGAN SEBUAH ILMU ................................................................................... 82 10.1 Rasionale ..................................................................................................... 82 10.2 Terminologi ................................................................................................. 82 10.3 Kajian Tentang Ilmu Pariwisata sebagai sebuah Ilmu yang Mandiri .......... 84 10.4 Obyek Material dan Formal Ilmu Pariwisata .............................................. 86 CHAPTER 11. ........................................................................................................... 89 PENELITIAN DAN ILMU ........................................................................................... 89 11.1 Pengertian yang salah tentang Penelitian .................................................. 89 11.2 Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian ............................................................................................................ 91 11.3 Macam Tujuan Penelitian ........................................................................... 92 11.4 Hubungan Penelitian dengan Perancangan ............................................... 94 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 95 - 4 - CHAPTER 1. PROSES LAHIRNYA ILMU 1.1. Manusia Mencari Kebenaran Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Ada lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-stuktur teori, dan diuji konsistensi internalnya. Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan tes ataupun pengujian secara empiris/faktual. Sedang penggunaan akal sehat biasanya tidak. Yang kedua, dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Yang ketiga, adanya pengertian kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam. Yang keempat, ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asalasalan. Yang kelima, perbedaan terletak pada cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena. Dalam menerangkan hubungan antar fenomena, ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan. Dalam perkembangannya sebagaimana telah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam). Hukum didefinisikan sebagai kaitan-kaitan yang tetap dan harus ada diantara gejalagejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukum-hukum normative. Disini pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati. Menuju abad ke-16 manusia mulai meninggalkan pengertian hukum normative tersebut. Sebagai gantinya muncullah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam. Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanan tersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris. Para ilmuwan saat itu berpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal. Alam telah kehilangan kesakralannya sebagai ganti muncullah gambaran dunia yang sesuai dengan ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-rahasia alam. 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan berbagai cara seperti : - 5 - 1.3.1 Secara kebetulan Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya bisa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan di kolam tersebut. Penemuan pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secara kebetulan saja. 1.3.2. Trial And Error Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode “trial and error” yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untunguntungan. Salah satu contoh ialah model percobaan “problem box” oleh Thorndike. Percobaan tersebut adalah seperti berikut: seekor kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan yang hanya dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung tali dengan membuka pintu. Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak tersebut dengan berbagai cara. Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasil menyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar. Percobaan tersebut mendasarkan pada hal yang belum pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah. 1.3.3 Melalui Otoritas Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan, seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya. Dalam filsafat Jawa dikenal dengan istilah ‘Sabda pendita ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalu benar dan tidak boleh dibantah lagi. 1.3.4. Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman. Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif. Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles. 1.3.5. Melalui Penyelidikan Ilmiah Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif. Catatan : Selanjutnya Bacon merumuskan ilmu adalah kekuasaan. Dalam rangka melaksanakan kekuasaan, manusia selanjutnya terlebih dahulu harus memperoleh pengetahuan mengenai alam dengan cara menghubungkan metoda yang khas, sebab pengamatan dengan indera saja, akan menghasilkan hal yang tidak dapat dipercaya. Pengamatan menurut Bacon, dicampuri dengan gambaran-gambaran palsu (idola): Gambaran-gambaran palsu (idola) - 6 - harus dihilangkan, dan dengan cara mengumpulkan fakta-fakta secara telilti, maka didapat pengetahuan tentang alam yang dapat dipercaya. Sekalipun demikian pengamatan harus dilakukan secara sistematis, artinya dilakukan dalam keadaan yang dapat dikendalikan dan diuji secara eksperimantal sehingga tersusunlah dalil-dalil umum. Metode berpikir induktif yang dicetuskan oleh F. Bacon selanjutnya dilengkapi dengan pengertian adanya pentingnya asumsi teoritis dalam melakukan pengamatan serta dengan menggabungkan peranan matematika semakin memacu tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yang menghasilkan penemuan-penemuan baru, seperti pada tahun 1609 Galileo menemukan hukum-hukum tentang planet, tahun 1618 Snelius menemukan pemecahan cahaya dan penemuan-penemuan penting lainnya oleh Boyle dengan hukum gasnya, Hygens dengan teori gelombang cahaya, Harvey dengan penemuan peredaran darah, Leuwenhock menemukan spermatozoide, dan lain-lain. 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut : 1.4.1. Penalaran Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu, menurut logika tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan penegtahuan. Berpikir logis mempunyai konotasi jamak, bersifat analitis. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yang menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme. 1.4.2. Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid). Dalam logika ada dua macam yaitu logika induktif dan deduktif. Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisma, seperti contoh dibawah ini : Silogisma  Premis mayor : semua manusia akhirnya mati  Premis minor : Amir manusia  Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati 1.5. Sumber Pengetahuan Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descarte pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria untuk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagai kriteria kebenaran. - 7 - 1.6. Kriteria Kebenaran Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar. Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini 3 + 5 = 8 4 + 4 = 8 6 + 2 = 8 Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataan berikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah 1.6.1. Teori Koherensi (Konsisten) Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataanpernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren. 1.6.2.Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan) Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta. 1.6.3. Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan) Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi. 1.7. Ontologi (apa yang dikaji) Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialisme mengatakan sebagai berikut : Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera. - 8 - Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapat terlepas dari gejala-gejala yang berada didalamnya. Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam mememecahkan masalah tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-hal yang paling hakiki dari kehidupan ini. Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertianpun akan muncul pula. Contoh : Si

테툼어

tetun dili

마지막 업데이트: 2016-06-08
사용 빈도: 3
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

INI TUHAN PASTI MENGPUNYAI RENCANA LAIN. DI SAAT AKU MAU BERUSAHA KERAS UNTU MANDIRI DAN MELAKUKAN HAL YANG POSITIF DALAM KEHIDUPAN INI KARNA PERJUANGANKU BUTUH WAKTU YANG PANJAN UNTUK MEMBUKTIKAN PADA KELUARGA KU BAHWA KEHIDUPAN KU TIDAK TERGANTUN PADA ORANG TUA,ATAU KAKAQ YANG SLALU ADA BUAT AKU WALAU PUN DALAM KEADAAN SUSAH MAU PUN SENANG KADANG TAK SENGAJA AKU MEMBUAT MEREKA MARAH DAN KESAL PADAKU SEBETULNYA AKU SAYANG SAMA KALIAN SEMUA MELEBIH DARI APAPUN DI DUNIA INI KARNA KITA TERLAHIR DARI KELUARGA YANG HIDUPNYA SEDERHANA PENUH DENGAN KEKURANGAN DIBANDINKAK DENGAN ORANG LAIN. DAN 1 HAL YANG PALING UTAMA DALAM HIDUPKU ADALAH INGIN MEMBUKTIKAN PADA IBUNDA DAN AYANDAKU BAHWA AKU BISA MENYELESAIKAN KULIAKU AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN MEREKA BERDUA TAPIH APA BOLEH BUAT TUHAN MEMPUNYAI RENCANA LAIN SUDAH MEMANGIL IBUNDAKU DISISINYA HAMBA HANYA MEMOHON KEPADAMU LINDUNGINLAH IBUNDAKU DAN BERILAH TEMPAT YANG LAYAK DISISIMU.DAN HAMBA MEMOHON KE PADAMU JAGALAH AYANDAKU, DAN JUGA KAKAQ,YANG TINGAL JAUH DI NEGERI ORANG AKU MOHON LINDUNGILAH MEREKA DIMANA PUN DAN KEMANA PUN KAKI MEREKA MELANGKA AMIN.

테툼어

INI TUHAN PASTI MENGPUNYAI RENCANA LAIN. DI SAAT AKU MAU BERUSAHA KERAS UNTU MANDIRI DAN MELAKUKAN HAL YANG POSITIF DALAM KEHIDUPAN INI KARNA PERJUANGANKU BUTUH WAKTU YANG PANJAN UNTUK MEMBUKTIKAN PADA KELUARGA KU BAHWA KEHIDUPAN KU TIDAK TERGANTUN PADA ORANG TUA,ATAU KAKAQ YANG SLALU ADA BUAT AKU WALAU PUN DALAM KEADAAN SUSAH MAU PUN SENANG KADANG TAK SENGAJA AKU MEMBUAT MEREKA MARAH DAN KESAL PADAKU SEBETULNYA AKU SAYANG SAMA KALIAN SEMUA MELEBIH DARI APAPUN DI DUNIA INI KARNA KITA TERLAHIR DARI KELUARGA YANG HIDUPNYA SEDERHANA PENUH DENGAN KEKURANGAN DIBANDINKAK DENGAN ORANG LAIN. DAN 1 HAL YANG PALING UTAMA DALAM HIDUPKU ADALAH INGIN MEMBUKTIKAN PADA IBUNDA DAN AYANDAKU BAHWA AKU BISA MENYELESAIKAN KULIAKU AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN MEREKA BERDUA TAPIH APA BOLEH BUAT TUHAN MEMPUNYAI RENCANA LAIN SUDAH MEMANGIL IBUNDAKU DISISINYA HAMBA HANYA MEMOHON KEPADAMU LINDUNGINLAH IBUNDAKU DAN BERILAH TEMPAT YANG LAYAK DISISIMU.DAN HAMBA MEMOHON KE PADAMU JAGALAH AYANDAKU, DAN JUGA KAKAQ,YANG TINGAL JAUH DI NEGERI ORANG AKU MOHON LINDUNGILAH MEREKA DIMANA PUN DAN KEMANA PUN KAKI MEREKA MELANGKA AMIN.

마지막 업데이트: 2016-06-07
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

AAN INI TUHAN PASTI MENGPUNYAI RENCANA LAIN. DI SAAT AKU MAU BERUSAHA KERAS UNTU MANDIRI DAN MELAKUKAN HAL YANG POSITIF DALAM KEHIDUPAN INI KARNA PERJUANGANKU BUTUH WAKTU YANG PANJAN UNTUK MEMBUKTIKAN PADA KELUARGA KU BAHWA KEHIDUPAN KU TIDAK TERGANTUN PADA ORANG TUA,ATAU KAKAQ YANG SLALU ADA BUAT AKU WALAU PUN DALAM KEADAAN SUSAH MAU PUN SENANG KADANG TAK SENGAJA AKU MEMBUAT MEREKA MARAH DAN KESAL PADAKU SEBETULNYA AKU SAYANG SAMA KALIAN SEMUA MELEBIH DARI APAPUN DI DUNIA INI KARNA KITA TERLAHIR DARI KELUARGA YANG HIDUPNYA SEDERHANA PENUH DENGAN KEKURANGAN DIBANDINKAK DENGAN ORANG LAIN. DAN 1 HAL YANG PALING UTAMA DALAM HIDUPKU ADALAH INGIN MEMBUKTIKAN PADA IBUNDA DAN AYANDAKU BAHWA AKU BISA MENYELESAIKAN KULIAKU AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN MEREKA BERDUA TAPIH APA BOLEH BUAT TUHAN MEMPUNYAI RENCANA LAIN SUDAH MEMANGIL IBUNDAKU DISISINYA HAMBA HANYA MEMOHON KEPADAMU LINDUNGINLAH IBUNDAKU DAN BERILAH TEMPAT YANG LAYAK DISISIMU.DAN HAMBA MEMOHON KE PADAMU JAGALAH AYANDAKU, DAN JUGA KAKAQ,YANG TINGAL JAUH DI NEGERI ORANG AKU MOHON LINDUNGILAH MEREKA DIMANA PUN DAN KEMANA PUN KAKI MEREKA MELANGKA AMIN.

테툼어

AAN INI TUHAN PASTI MENGPUNYAI RENCANA LAIN. DI SAAT AKU MAU BERUSAHA KERAS UNTU MANDIRI DAN MELAKUKAN HAL YANG POSITIF DALAM KEHIDUPAN INI KARNA PERJUANGANKU BUTUH WAKTU YANG PANJAN UNTUK MEMBUKTIKAN PADA KELUARGA KU BAHWA KEHIDUPAN KU TIDAK TERGANTUN PADA ORANG TUA,ATAU KAKAQ YANG SLALU ADA BUAT AKU WALAU PUN DALAM KEADAAN SUSAH MAU PUN SENANG KADANG TAK SENGAJA AKU MEMBUAT MEREKA MARAH DAN KESAL PADAKU SEBETULNYA AKU SAYANG SAMA KALIAN SEMUA MELEBIH DARI APAPUN DI DUNIA INI KARNA KITA TERLAHIR DARI KELUARGA YANG HIDUPNYA SEDERHANA PENUH DENGAN KEKURANGAN DIBANDINKAK DENGAN ORANG LAIN. DAN 1 HAL YANG PALING UTAMA DALAM HIDUPKU ADALAH INGIN MEMBUKTIKAN PADA IBUNDA DAN AYANDAKU BAHWA AKU BISA MENYELESAIKAN KULIAKU AGAR BISA MEMBAHAGIAKAN MEREKA BERDUA TAPIH APA BOLEH BUAT TUHAN MEMPUNYAI RENCANA LAIN SUDAH MEMANGIL IBUNDAKU DISISINYA HAMBA HANYA MEMOHON KEPADAMU LINDUNGINLAH IBUNDAKU DAN BERILAH TEMPAT YANG LAYAK DISISIMU.DAN HAMBA MEMOHON KE PADAMU JAGALAH AYANDAKU, DAN JUGA KAKAQ,YANG TINGAL JAUH DI NEGERI ORANG AKU MOHON LINDUNGILAH MEREKA DIMANA PUN DAN KEMANA PUN KAKI MEREKA MELANGKA AMIN.

마지막 업데이트: 2016-06-07
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인도네시아어

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Sebagaimana yang diamanatkan dalam Konstitusi RDTL Pasal 1 Ayat (1) yang menegaskan bahwa Negara Timor-Leste adalah Negara hukum. Hal itu menunjukan betapa pentingnya fungsi lembaga peradilan di Timor-Leste. Suatu Negara dapat dikatakan sebagai Negara hukum dapat diukur dari perlakukan hukum dan sistem peradilan yang baik dengan tidak memihak pada pengadilannya dalam menjalankan fungsi peradilan. Mahkamah Agung (MA) sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman serta peradilan negara tertinggi mempunyai posisi dan peran strategis di bidang kekuasaan kehakiman. Dalam Negara Hukum Negara Republik Demokratika Timor-Leste yang berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 2002, keadilan, ketertiban, kebenaran dan kepastian hukum dalam sistem dan penyelenggaraan hukum merupakan hal pokok yang sangat penting dalam usaha mewujudkan suasana perikehidupan yang aman, tentram dan tertib seperti yang diamanatkan dalam prinsip Negara hukum. Oleh karena itu, untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan hukum demi terciptanya suasana berkehidupan yang aman, tertib, dan tentram. Maka dibutuhkan adanya lembaga yang bertugas untuk menyelenggarakan kekuasaan kehakiman guna menegakan hukum dan keadilan dengan baik. Salah satu lembaga untuk menegakan hukum dalam mencapai keadilan, kebenaran, ketertiban dan kepastian hukum adalah badan-badan peradilan sebagaimana yang dimaksud dalam Regulasi Untaet nomor 11Tahun 2000 bagian 1 ketentuan umum tentang Kekuasaan Kehakiman. Yang masing-masing mempunyai lingkup kewenangan mengadili perkara atas sengketa dibidang tertentu dan salah satunya adalah Badan Peradilan Tinggi. Peradilan Tinggi adalah salah satu dari empat lingkungan peradilan Negara yang dijamin kemerdekaannya dalam menjalankan tugasnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang kekuasaan kehakiman. Peradilan Tinggi yang kewenangannya mengadili perkara-perkara tertentu. Maka sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman serta peradilan negara tertinggi mempunyai posisi dan peran strategis di bidang kekuasaan kehakiman. Karena Pengadilan Mahkamah Agung dituntut untuk menunjukan kemampuannya mewujudkan organisasi lembaga yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Berdasarkan Konstitusi RDTL Pasal 124 ayat 1 dan 2 yang berbunyi tentang Makamah Agung adalah lembaga yudikatif tertinggi dalam hirarki pengadilan, penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Merupakan wewenang Mahkamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materi-materi yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. VISI DAN MISI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG Pengadilan mahkamah agung saat ini beleum mendifinisikan visi dan misinya secara jelas karena belum adanya undan-undang yang mengantur tentang hal tersebut Karena, Visi Terwujudnya peradilan yang mandiri dan berwibawa, menuju negara hukum yang adil Untuk mencapai peradilan yang baik adil dan makmur berdasarkan: Undang-undanag dasar pasal 124 ayat 1 mengenai Makamah Agung dalam penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Misi Misi dari pada pengadilan mahkamah agung sebagai berikut: a) Memberikan pelayanan hukum sebaik baiknya dengan, cepat dan akurat terhadap masyarakat pencari keadilan dalam wilayah hukum. b) Menciptakan pelayanan keadilan yang cepat, jujur, bersih dan berwibawa, akses layanan hukum dan peradilan, aparat peradilan yang bermartabat, berintegritas, dapat dipercaya dan transparan. c) Mewujudkan peradilan yang mandiri dan independen dari campur tangan pihak luar, peradilan yang efisien, efektif, dan berkualitas. Pengadilan mahkamah agung menjalankan misinya berdasarkan: a) Konstitusi RDTL pasal 124 ayat 2 tentang Makamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materimateri yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. b) Hukum acara pidana pasal 12 tentang kewenangan mahkamah agung. c) Undang-undang No. 34/2012 tentang dukungan terhadap pekerjaan di pengadilan. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana proses mengadili dan memutuskan perkara di Pengadilan? 2. Bagaimana hambatan dan dorongan yang di alami para peserta magang, selama magang berlangsung? 3. Bagaimana sistem peradilan di Timor-Leste saat ini? 1.3.Tujuan Dan Manfaat Magang Di Pengadilan Tinggi Dalam magang mahasiswa yang diharapkan agar mampu menerapkan ilmu yang di dapat dibangku kuliah dalam dunia kerja dan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru dalam dunia kerja, umum, dan khususnya pada bidang hukum. Selain itu, pelaksanaan magang di Pengadilan Tinggi maupun di Pengadilan Distrik Dili bertujuan antara lain : 1. Untuk mengetahui proses perkara yang sedang berjalan di Pengadilan Distrik Dili maupun Pengadilan Tinggi (banding) sesuai kejahatan-kejahatan yang ada. 2. Untuk mengetahui sejaumana hambatan-hambatan serta dorongan yang selama peserta magang hadapi di Pengadilan Tinggi. 3. Untuk mengetahui sistem peradilan di Timor-Leste saat ini. 1.4. Manfaat magang di Pengadilan Tinggi. Magang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa/i Untuk merealisasikan ilmu yang dibelajar dibangku kuliah, Bertambahnya wawasan dan pengetahuan tentang system kerja dalam dunia hukum, Melatih rasa tanggung jawab dan mentalitas mahasiswa dalam bekerja, Sebagai pembanding antara Ilmu yang dimiliki Mahasiswa dengan kebutuhan dalam dunia kerja, Memperdalam pengetahuan khususnya di bidang hukum yang diterapkan dalam dunia peradilan. Maka adapun manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan magang ini antara lain: 1. Mahasiswa/i dapat mengetahui tentang proses penyelesaian perkara dalam persidangan di Pengadilan. 2. Mahasiswa/i dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam pengadilan serta mendapatkan dorongan dari para staf dalam pendagilan mengenai materi maupun dorongan secara praktek persidangan di pengadilan. 3. Mahasiswa/i dapat mengetahui berbagai macam sistem peradilan di Timor-Leste saat ini. BAB II KERANKA TEORITIS 2.1. Dalam bab ini penulis akan menganbil beberapa teori berdasarkan hasil magan di pengadilan mahkamah agung sebagai beriku: Menurut undang-undang No.34/2012 tentang Sejarah berdirinya pengadilan di Timor-Leste menurut Regulasi Untaet No. 11/2000 tentang susunan pengadilan di Timor-Leste, pada saat itu berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada Administrator Transisi sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor-Leste, pada saat itu juga berdirilah pengadilan di Timor-Leste. Pengadilan merupakan lembaga keadilam yang berperan mengenai hak dan kewajiban setiap orang untuk menujukan arah yang benar dan adil. Rawls (2006) mengenai keadilan, meskipun lebih menunjukan suatu kondisi yang bersifat hipotetik, imperatif etis yang dapat dipetik dalam kaitannya dengan penegakan hukum yang adil, bahwa setiap orang harus diasumsikan sama di depan hukum. Kesamaan di depan hukum harus berangkat dari asumsi hipotetik tersebut. Ini berarti bahwa demi keadilan dapaat di patokan dari segi factor-faktor yang bersifat komplementer seperti ekonomi, sosial, ras, etnis, jender, politik, dan lainnya sebagainya harus disangkal. Ketika faktor-faktor tersebut yang di patokan sesuai dengan hukum tersebut yang disangkal maka akan Nampak bahwa semua manusia sama, sederajat, dan setara. Menurut Hart (2010), prinsip umum keadilan dalam kaitannya dengan hukum menuntut bahwa para individu di hadapan yang lainnya berhak atas kedudukan relatif berupa kesetaraan atau ketidaksetaraan tertentu. Kaidah pokok yang berkaitan dengan prinsip tersebut di atas adalah “perlakukan hal-hal serupa dengan cara yang serupa”; kendatipun kita perlu menambahkan padanya‘dan perlakukanlah hal-hal yang berbeda dengan cara yang berbeda’. BAB III PENBAHASAN 3.1 Proses mengadili dan memutuskan perkara di pengadilan. Pengadilan merupakan lembaga kedaulatan Negara yang berperang untuk mengatasi semua perkara yang di ajukan berdasarkan undang-undan yang belaku pada khususnya maupun konstitusi pada umumya. Dalam Konstitusi RDTL pasal 118 ayat 1 yang berbunyi tentang Fungsi Yurisdisional Pengadilan adalah badan kedaulatan dengan wewenang untuk menjalankan hukum, atas nama rakyat. Makamah Agung sebagai pengadilan tingkat akhir yang diterapkan dalam konstitusi RDTL Pasal 124 ayat 1 dan 2 tentang Mahkamah Agung; Mahkamah Agung adalah lembaga yudikatif tertinggi dalam hirarki pengadilan, penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Merupakan wewenang Mahkamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materi-materi yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. Mahkamah Agung merupakan pengadilan yang tingkat terakhir untuk memutuskan suatu perkara yang baik dengan prinsip Independensi Peradilan merupakan salah satu prinsip penting dalam negara demokrasi. Prinsip tersebut menghendaki agar lembaga peradilan-termasuk Mahkamah Agung terbebar dari campur tangan, tekanan atau paksaan, baik langsung maupun tidak langsung dari kekuasaan lembaga lain, teman sejawat atau atasan, serta pihak-pihak lain di luar peradilan. Sehingga Hakim dalam memutus perkara hanya demi keadilan berdasarkan hukum dan hati nurani. Pengadilan Mahkamah Agung hanya menerima perakara yang di ajukan sebagai bandin terhadap keputusan pengadilan tingkat distrital yang di ajukan kepada pengadilan Mahkmah Agung utunk malakukan peninjaua kembali terhadap keputusan tersebuat. Proses peneriman perkara di pengadilan ini melalui beberapa tahap yang sebagainya, masuknya prekara harus melalui departemen sentral untuk di daftar pada buku daftar masuk kemudian di distribusi ke pihak proses perkara untuk dicek sebelum merankup kesinpulan dan di ajukan ke sekretaris judicial untuk di beri tandatanggan, kemudia di distribusikan ke hakim presiden untuk melakukan undia para hakin mana yang akan menangani perkara atau kasus tersebut. Setelah melakukan undian harus di kenbalikan ke sekretaris judicial untuk mendaftarkan nama hakim yang akan menangani perkara berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan oleh hakim presiden. Setelah mendaftarkan nama hakim yang ada di distribusikan ke pada hakim tersebu untuk melakukan proses selanjutnya, dalam peninjauan kembali keputusan tersebut ada yang juga di sidang ulang maupun hanya melakukan cek pada sebua fakta yang ada dengan analisis dan langsung dapat diputuskan. Perkara banding yang di dapat di lakukan sidang ulang merupakan perkara yang dokumenya kurang jelas baik barang bukti maupun argumentasi yang di sanpaikan oleh saksi kurang jelas maka hakim akan memangil kebali saksi untuk melakkukan sidang ulang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas lagi. Sedankan bagi yang tidak membutukna sidang ulang bila semua domumenya di yatakan jelas maka hakim hanya membandingkan barang bukti yang talah dilanpirkan pada perkara tersebut untuk memutuskan lansung. Putusan ini bisa di lakukan dengan menahan atau menperkuat keputusan pengadilang tingkat pertama maupun bisah ditambah atau dikurangi berdasarkan hasil analisis pada semua barang bukti yang di lanpirkan para perkara tersebut. Bila ada perkara yang di sidang ulang maka harus membuat suatu surat pangilan untuk memagil pihak yang akan di sidang, dan surat ini akan di antar oleh staf pengadilang yang di kenal dengan panitra, surat ini harus di antarkan kepada pihak pelaku, korban, jaksa maupun pengacara yang mendanpingi agar berpartisipasi langsunya proses sidang berikutnya pada hari yang telash di tentukan. Demikian juga pada perkara yang tidak membutuhkan sidang ulang bila diputuska banding melalui istudi barang bukti, setelah memutuskan para panitra harus mengantarkan surat penberitahuan kepada pihak bersankutan agar adanya pengetahuan dari mereka, dan setelah di putuskan penyadilan memberikan peluan untuk mengajukan lagi rekomendasi kepada pengadilan bila keputusan ini tidak memuaskan mereka dalam janka waktu lima belas hari berdasarkan hukum acara pidana atau kodigu prosesu pena pasal 300 ayat (1). Demikian juga di pengadilan distrik atau pengadilan tingkat pertama yang telah di jabarkan dalam Pengadilan distric sebagai pengadilan tingkat pertama, berdasarkan regulasi Untaet No. 11/2000 yang diuraikam dalam pasal 6 tentang Yurisdiksi Pengadilan Distrik, maupun Serta konstitusi RDTL pasal 123 ayat 1 huruf b tentang pengadian tingkat partama. 3.1. Hambatan dan dorongan yang di alami para peserta magang, selama magang di Pengadilan Tinggi. Hambatan yang dialami atau di hadapi para peserta magan di pengadilan yaitu: 1. Para peserta kadan kalah selalu menhadapi masalah seperti pada saat peserta di harus bertemu hakim untuk mengetahui wewenan daripada hakim sesuai jadwal yang diterapkan tetapi selalu gagal. 2. Para peserta diwajibkan untuk mengetahui segalah sesuatu tentang wewenan pengadilan dan tahu segalah hal-hal mengenai perkara dalam persidangan namun tetapi ada perkara-perkara serta rahasia pengadilan yang tidak diharuskan untuk peserta mengetahuinya. 3. Pengadilan pun menegaskan kepada peserta untuk mengikuti semua aturan yang berlaku namun serinkali para kami peserta selalu melakukan aktifitas kami tidak sesuai aturan yang berlaku. Adapun dorongan bagi para peserta yaitu: 1. Para staf dalam pengadilan selalu memberikan bimbingan sesuai jadwal peserta yang ada. 2. Para staf juga memberikan motifasi mengenai materi yang bertentangan dengan persidangan dalam perkara. 3. Para staf juga menevakuasi kami peserta ke pengadilan distrik untuk mengikuti persidangan yang berlangsun di pengadilan Distrik Dili mengena perkara-perkara pidana maupun perkara-perkara perdata yang sedang terjadi. 3.3. sistem peradilan saat ini di Timor-Leste. Sistem peradilan di Timor Lorosae sekarang hanya peradilan umum. Regulasi UNTAET No. 11/2000 pasal 4 menyebutkan bahwa Badan Peradilan di Timor Leste terdiri atas Pengadilan Distrik dan Pengadilan Banding. Pengadilan Distrik adalah pengadilan tingkat pertama yang dengan wewenang mengadili semua perkara, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Di seluruh Timor Lorosae ada empat pengadilin distrik, yaitu: 1. Pengadilan Distrik Baucau beryurisdiksi atas Distrik Baucau, Lautem, Viqueque, dan Manatuto 2. Pengadilan Distrik Suai dengan yurisdiksi atas Distrik Covalima, Bobonaro, Ainaro, dan Manufahi. 3. Pengadilan Distrik Oe-Cusse dengan yurisdiksi atas Distrik Oe-Cusse. 4. Pengadilan Distrik Dili dengan yurisdiksi atas Distrik Dili, Liquiça, Ermera, dan Aileu. Pengadilan Distrik Dili juga punya wewenang khusus mengadili apa yang disebut “kejahatan berat” (serious crime). Yang tergolong “kejahatan berat” adalah: genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, kejahatan seksual/perkosaan dan penyiksaan, yang terjadi pada awal Januari 1999 sampai dengan 25 Oktober 1999. Untuk mengadili “kejahatan berat” ini dibentuk panel hakim kejahatan berat, yang terdiri dari satu orang Timor Lorosae dan dua orang pakar internasional. Pengadilan Banding adalah pengadilan tingkat terakhir yang berkedudukan di Dili. Pengadilan Banding berwenang memeriksa kasus naik banding atas keputusan Pengadilan Distrik serta hal lain sebagaimana ditetapkan dalam regulasi UNTAET lainnya. Dalam institusi pengadilan, baik pengadilan distrik maupun pengadilan banding, selain ada hakim ada pula panitera dan juru sita dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Panitera tugasnya antara lain menerima berkas perkara yang masuk ke pengadilan, mengarsipkan, menyimpan barang bukti serta menjamin keamannya, juga membuat notulen selama proses pengadilan. Sementara juru sita bertugas menjalankan keputusan pengadilan tentang penyitaan barang bukti. Secara garis besar, dalam memproses sebuah kasus pidana, pihak-pihak yang terlibat antara lain: 1. Polisi 2. Jaksa 3. Tersangka/terdakwa (dengan pengacaranya) 4. Hakim investigasi 5. Hakim panel (zaman Indonesia: majelis hakim) Sebagai contoh kalau terjadi suatu kasus pidana dan tersangkanya tertangkap tangan, maka polisi bisa secara langsung melakukan penangkapan untuk kemudian menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU selanjutnya mengajukan permohonan kepada hakim investigasi guna mengeluarkan surat perintah penangkapan. Jika JPU menilai bahwa kasus tersebut perlu dilanjutkan, dalam arti cukup bukti, JPU bisa mengajukan permohonan kepada hakim investigasi untuk mengeluarkan surat perintah penahanan. Tetapi dalam kasus pidana yang berdasarkan pengaduan atau laporan, polisi sebelum melakukan penangkapan tersangka harus meminta surat perintah penangkapan dari hakim investigasi. Jika semua proses sudah dilalui dan bukti sudah lengkap, JPU bisa mengajukan surat dakwaan kepada pengadilan yang berkompetensi guna mengadili kasus tersebut. Selama proses, dari tahap investigasi sampai sidang pengadilan tersangka atau terdakwa berhak untuk didampingi oleh penasehat hukum atau pengacara. Namun tidak ditutup kemungkinan tersangka atau terdakwa membela dirinya sendiri tanpa pengacara. Sedangkan dalam hukum acara perdata, selain perkara gugatan (ada sengketa yang perlu diselesaikan dan diputus oleh hakim) ada juga perkara-perkara yang disebut permohonan yang diajukan oleh seorang pemohon atau lebih secara bersama-sama. Jadi dalam permohonan tidak ada sengketa, tetapi ada pihak pemohon yang menghadap ke pengadilan untuk mendapat suatu penetapan. Di sini hakim hanya memberi jasa-jasanya sebagai seorang tenaga Tata Usaha Negara. Sebagai contoh seluruh ahli waris seseorang yang sudah meninggal secara bersama-sama menghadap ke pengadilan untuk mendapat suatu penetapan perihal bagian masing-masing dari warisan almarhum berdasarkan ketentuan undang-undang. Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Timor Lorosae, anggota ANMEFTIL (Asosiasaun Nasional Makaer Fukun Timor Lorosae, Persatuan Nasional Sarjana Hukum Timor Lorosae). BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan. Dari pembahasan di atas maka kami penulis dapat menimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pengadilan merupakan lembaga kedaulatan Negara yang berperang untuk mengaTimor-Lorosae semua perkara yang di ajukan berdasarkan undang-undan yang belaku pada khususnya maupun konstitusi pada umumya. Ia Konstitusi RDTL pasal 118 ayat 1 yang berbunyi tentang Fungsi Yurisdisional Pengadilan adalah badan kedaulatan dengan wewenang untuk menjalankan hukum, atas nama rakyat. 2. Makameh agun merupakan pengadilan yang tingkat terahir untuk memutuskan suatu perkara yang baik dengan prinsip Independensi Peradilan merupakan salah satu prinsip penting dalam negara demokrasi 3. Sistem peradilan di Timor Lorosae sekarang hanya peradilan umum. Regulasi UNTAET No. 11/2000 pasal 4 menyebutkan bahwa Badan Peradilan di Timor Leste terdiri atas Pengadilan Distrik dan Pengadilan Banding. 4. Pengadilan Distrik adalah pengadilan tingkat pertama yang dengan wewenang mengadili semua perkara, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Pengadilan Distrik Dili juga punya wewenang khusus mengadili apa yang disebut “kejahatan berat” (serious crime). Yang tergolong “kejahatan berat” adalah: genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, kejahatan seksual/perkosaan dan penyiksaan, yang terjadi pada awal Januari 1999 sampai dengan 25 Oktober 1999. Untuk mengadili “kejahatan berat” ini dibentuk panel hakim kejahatan berat, yang terdiri dari satu orang Timor Lorosae dan dua orang pakar internasional. Sedangkan, 5. Pengadilan Tinggi adalah pengadilan tingkat kedua yang dengan wewenannya mengadili semua perkara bading, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Pengadilan Banding adalah pengadilan tingkat terakhir yang berkedudukan di Dili. Pengadilan Banding berwenang memeriksa kasus naik banding atas keputusan Pengadilan Distrik serta hal lain sebagaimana ditetapkan dalam regulasi UNTAET lainnya. Di seluruh Timor-Leste juga ada empat pengadilin distrik, yaitu: 1. Pengadilan Distrik Baucau beryurisdiksi atas Distrik

테툼어

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Sebagaimana yang diamanatkan dalam Konstitusi RDTL Pasal 1 Ayat (1) yang menegaskan bahwa Negara Timor-Leste adalah Negara hukum. Hal itu menunjukan betapa pentingnya fungsi lembaga peradilan di Timor-Leste. Suatu Negara dapat dikatakan sebagai Negara hukum dapat diukur dari perlakukan hukum dan sistem peradilan yang baik dengan tidak memihak pada pengadilannya dalam menjalankan fungsi peradilan. Mahkamah Agung (MA) sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman serta peradilan negara tertinggi mempunyai posisi dan peran strategis di bidang kekuasaan kehakiman. Dalam Negara Hukum Negara Republik Demokratika Timor-Leste yang berdasarkan Undang-Undang Dasar Tahun 2002, keadilan, ketertiban, kebenaran dan kepastian hukum dalam sistem dan penyelenggaraan hukum merupakan hal pokok yang sangat penting dalam usaha mewujudkan suasana perikehidupan yang aman, tentram dan tertib seperti yang diamanatkan dalam prinsip Negara hukum. Oleh karena itu, untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan hukum demi terciptanya suasana berkehidupan yang aman, tertib, dan tentram. Maka dibutuhkan adanya lembaga yang bertugas untuk menyelenggarakan kekuasaan kehakiman guna menegakan hukum dan keadilan dengan baik. Salah satu lembaga untuk menegakan hukum dalam mencapai keadilan, kebenaran, ketertiban dan kepastian hukum adalah badan-badan peradilan sebagaimana yang dimaksud dalam Regulasi Untaet nomor 11Tahun 2000 bagian 1 ketentuan umum tentang Kekuasaan Kehakiman. Yang masing-masing mempunyai lingkup kewenangan mengadili perkara atas sengketa dibidang tertentu dan salah satunya adalah Badan Peradilan Tinggi. Peradilan Tinggi adalah salah satu dari empat lingkungan peradilan Negara yang dijamin kemerdekaannya dalam menjalankan tugasnya sebagaimana diatur dalam Undang-undang tentang kekuasaan kehakiman. Peradilan Tinggi yang kewenangannya mengadili perkara-perkara tertentu. Maka sebagai salah satu puncak kekuasaan kehakiman serta peradilan negara tertinggi mempunyai posisi dan peran strategis di bidang kekuasaan kehakiman. Karena Pengadilan Mahkamah Agung dituntut untuk menunjukan kemampuannya mewujudkan organisasi lembaga yang profesional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Berdasarkan Konstitusi RDTL Pasal 124 ayat 1 dan 2 yang berbunyi tentang Makamah Agung adalah lembaga yudikatif tertinggi dalam hirarki pengadilan, penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Merupakan wewenang Mahkamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materi-materi yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. VISI DAN MISI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG Pengadilan mahkamah agung saat ini beleum mendifinisikan visi dan misinya secara jelas karena belum adanya undan-undang yang mengantur tentang hal tersebut Karena, Visi Terwujudnya peradilan yang mandiri dan berwibawa, menuju negara hukum yang adil Untuk mencapai peradilan yang baik adil dan makmur berdasarkan: Undang-undanag dasar pasal 124 ayat 1 mengenai Makamah Agung dalam penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Misi Misi dari pada pengadilan mahkamah agung sebagai berikut: a) Memberikan pelayanan hukum sebaik baiknya dengan, cepat dan akurat terhadap masyarakat pencari keadilan dalam wilayah hukum. b) Menciptakan pelayanan keadilan yang cepat, jujur, bersih dan berwibawa, akses layanan hukum dan peradilan, aparat peradilan yang bermartabat, berintegritas, dapat dipercaya dan transparan. c) Mewujudkan peradilan yang mandiri dan independen dari campur tangan pihak luar, peradilan yang efisien, efektif, dan berkualitas. Pengadilan mahkamah agung menjalankan misinya berdasarkan: a) Konstitusi RDTL pasal 124 ayat 2 tentang Makamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materimateri yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. b) Hukum acara pidana pasal 12 tentang kewenangan mahkamah agung. c) Undang-undang No. 34/2012 tentang dukungan terhadap pekerjaan di pengadilan. 1.2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana proses mengadili dan memutuskan perkara di Pengadilan? 2. Bagaimana hambatan dan dorongan yang di alami para peserta magang, selama magang berlangsung? 3. Bagaimana sistem peradilan di Timor-Leste saat ini? 1.3.Tujuan Dan Manfaat Magang Di Pengadilan Tinggi Dalam magang mahasiswa yang diharapkan agar mampu menerapkan ilmu yang di dapat dibangku kuliah dalam dunia kerja dan mendapatkan ilmu serta pengalaman baru dalam dunia kerja, umum, dan khususnya pada bidang hukum. Selain itu, pelaksanaan magang di Pengadilan Tinggi maupun di Pengadilan Distrik Dili bertujuan antara lain : 1. Untuk mengetahui proses perkara yang sedang berjalan di Pengadilan Distrik Dili maupun Pengadilan Tinggi (banding) sesuai kejahatan-kejahatan yang ada. 2. Untuk mengetahui sejaumana hambatan-hambatan serta dorongan yang selama peserta magang hadapi di Pengadilan Tinggi. 3. Untuk mengetahui sistem peradilan di Timor-Leste saat ini. 1.4. Manfaat magang di Pengadilan Tinggi. Magang mempunyai manfaat yang sangat besar bagi mahasiswa/i Untuk merealisasikan ilmu yang dibelajar dibangku kuliah, Bertambahnya wawasan dan pengetahuan tentang system kerja dalam dunia hukum, Melatih rasa tanggung jawab dan mentalitas mahasiswa dalam bekerja, Sebagai pembanding antara Ilmu yang dimiliki Mahasiswa dengan kebutuhan dalam dunia kerja, Memperdalam pengetahuan khususnya di bidang hukum yang diterapkan dalam dunia peradilan. Maka adapun manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan magang ini antara lain: 1. Mahasiswa/i dapat mengetahui tentang proses penyelesaian perkara dalam persidangan di Pengadilan. 2. Mahasiswa/i dapat mengetahui hambatan-hambatan dalam pengadilan serta mendapatkan dorongan dari para staf dalam pendagilan mengenai materi maupun dorongan secara praktek persidangan di pengadilan. 3. Mahasiswa/i dapat mengetahui berbagai macam sistem peradilan di Timor-Leste saat ini. BAB II KERANKA TEORITIS 2.1. Dalam bab ini penulis akan menganbil beberapa teori berdasarkan hasil magan di pengadilan mahkamah agung sebagai beriku: Menurut undang-undang No.34/2012 tentang Sejarah berdirinya pengadilan di Timor-Leste menurut Regulasi Untaet No. 11/2000 tentang susunan pengadilan di Timor-Leste, pada saat itu berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada Administrator Transisi sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor-Leste, pada saat itu juga berdirilah pengadilan di Timor-Leste. Pengadilan merupakan lembaga keadilam yang berperan mengenai hak dan kewajiban setiap orang untuk menujukan arah yang benar dan adil. Rawls (2006) mengenai keadilan, meskipun lebih menunjukan suatu kondisi yang bersifat hipotetik, imperatif etis yang dapat dipetik dalam kaitannya dengan penegakan hukum yang adil, bahwa setiap orang harus diasumsikan sama di depan hukum. Kesamaan di depan hukum harus berangkat dari asumsi hipotetik tersebut. Ini berarti bahwa demi keadilan dapaat di patokan dari segi factor-faktor yang bersifat komplementer seperti ekonomi, sosial, ras, etnis, jender, politik, dan lainnya sebagainya harus disangkal. Ketika faktor-faktor tersebut yang di patokan sesuai dengan hukum tersebut yang disangkal maka akan Nampak bahwa semua manusia sama, sederajat, dan setara. Menurut Hart (2010), prinsip umum keadilan dalam kaitannya dengan hukum menuntut bahwa para individu di hadapan yang lainnya berhak atas kedudukan relatif berupa kesetaraan atau ketidaksetaraan tertentu. Kaidah pokok yang berkaitan dengan prinsip tersebut di atas adalah “perlakukan hal-hal serupa dengan cara yang serupa”; kendatipun kita perlu menambahkan padanya‘dan perlakukanlah hal-hal yang berbeda dengan cara yang berbeda’. BAB III PENBAHASAN 3.1 Proses mengadili dan memutuskan perkara di pengadilan. Pengadilan merupakan lembaga kedaulatan Negara yang berperang untuk mengatasi semua perkara yang di ajukan berdasarkan undang-undan yang belaku pada khususnya maupun konstitusi pada umumya. Dalam Konstitusi RDTL pasal 118 ayat 1 yang berbunyi tentang Fungsi Yurisdisional Pengadilan adalah badan kedaulatan dengan wewenang untuk menjalankan hukum, atas nama rakyat. Makamah Agung sebagai pengadilan tingkat akhir yang diterapkan dalam konstitusi RDTL Pasal 124 ayat 1 dan 2 tentang Mahkamah Agung; Mahkamah Agung adalah lembaga yudikatif tertinggi dalam hirarki pengadilan, penjamin keseragaman penggunaan undang-undang dan memiliki yurisdiksi di seluruh wilayah nasional. Merupakan wewenang Mahkamah Agung, menyelenggarakan peradilan terhadap materi-materi yang bersifat yuridis-konstitusional dan elektoral. Mahkamah Agung merupakan pengadilan yang tingkat terakhir untuk memutuskan suatu perkara yang baik dengan prinsip Independensi Peradilan merupakan salah satu prinsip penting dalam negara demokrasi. Prinsip tersebut menghendaki agar lembaga peradilan-termasuk Mahkamah Agung terbebar dari campur tangan, tekanan atau paksaan, baik langsung maupun tidak langsung dari kekuasaan lembaga lain, teman sejawat atau atasan, serta pihak-pihak lain di luar peradilan. Sehingga Hakim dalam memutus perkara hanya demi keadilan berdasarkan hukum dan hati nurani. Pengadilan Mahkamah Agung hanya menerima perakara yang di ajukan sebagai bandin terhadap keputusan pengadilan tingkat distrital yang di ajukan kepada pengadilan Mahkmah Agung utunk malakukan peninjaua kembali terhadap keputusan tersebuat. Proses peneriman perkara di pengadilan ini melalui beberapa tahap yang sebagainya, masuknya prekara harus melalui departemen sentral untuk di daftar pada buku daftar masuk kemudian di distribusi ke pihak proses perkara untuk dicek sebelum merankup kesinpulan dan di ajukan ke sekretaris judicial untuk di beri tandatanggan, kemudia di distribusikan ke hakim presiden untuk melakukan undia para hakin mana yang akan menangani perkara atau kasus tersebut. Setelah melakukan undian harus di kenbalikan ke sekretaris judicial untuk mendaftarkan nama hakim yang akan menangani perkara berdasarkan hasil undian yang telah dilakukan oleh hakim presiden. Setelah mendaftarkan nama hakim yang ada di distribusikan ke pada hakim tersebu untuk melakukan proses selanjutnya, dalam peninjauan kembali keputusan tersebut ada yang juga di sidang ulang maupun hanya melakukan cek pada sebua fakta yang ada dengan analisis dan langsung dapat diputuskan. Perkara banding yang di dapat di lakukan sidang ulang merupakan perkara yang dokumenya kurang jelas baik barang bukti maupun argumentasi yang di sanpaikan oleh saksi kurang jelas maka hakim akan memangil kebali saksi untuk melakkukan sidang ulang untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas lagi. Sedankan bagi yang tidak membutukna sidang ulang bila semua domumenya di yatakan jelas maka hakim hanya membandingkan barang bukti yang talah dilanpirkan pada perkara tersebut untuk memutuskan lansung. Putusan ini bisa di lakukan dengan menahan atau menperkuat keputusan pengadilang tingkat pertama maupun bisah ditambah atau dikurangi berdasarkan hasil analisis pada semua barang bukti yang di lanpirkan para perkara tersebut. Bila ada perkara yang di sidang ulang maka harus membuat suatu surat pangilan untuk memagil pihak yang akan di sidang, dan surat ini akan di antar oleh staf pengadilang yang di kenal dengan panitra, surat ini harus di antarkan kepada pihak pelaku, korban, jaksa maupun pengacara yang mendanpingi agar berpartisipasi langsunya proses sidang berikutnya pada hari yang telash di tentukan. Demikian juga pada perkara yang tidak membutuhkan sidang ulang bila diputuska banding melalui istudi barang bukti, setelah memutuskan para panitra harus mengantarkan surat penberitahuan kepada pihak bersankutan agar adanya pengetahuan dari mereka, dan setelah di putuskan penyadilan memberikan peluan untuk mengajukan lagi rekomendasi kepada pengadilan bila keputusan ini tidak memuaskan mereka dalam janka waktu lima belas hari berdasarkan hukum acara pidana atau kodigu prosesu pena pasal 300 ayat (1). Demikian juga di pengadilan distrik atau pengadilan tingkat pertama yang telah di jabarkan dalam Pengadilan distric sebagai pengadilan tingkat pertama, berdasarkan regulasi Untaet No. 11/2000 yang diuraikam dalam pasal 6 tentang Yurisdiksi Pengadilan Distrik, maupun Serta konstitusi RDTL pasal 123 ayat 1 huruf b tentang pengadian tingkat partama. 3.1. Hambatan dan dorongan yang di alami para peserta magang, selama magang di Pengadilan Tinggi. Hambatan yang dialami atau di hadapi para peserta magan di pengadilan yaitu: 1. Para peserta kadan kalah selalu menhadapi masalah seperti pada saat peserta di harus bertemu hakim untuk mengetahui wewenan daripada hakim sesuai jadwal yang diterapkan tetapi selalu gagal. 2. Para peserta diwajibkan untuk mengetahui segalah sesuatu tentang wewenan pengadilan dan tahu segalah hal-hal mengenai perkara dalam persidangan namun tetapi ada perkara-perkara serta rahasia pengadilan yang tidak diharuskan untuk peserta mengetahuinya. 3. Pengadilan pun menegaskan kepada peserta untuk mengikuti semua aturan yang berlaku namun serinkali para kami peserta selalu melakukan aktifitas kami tidak sesuai aturan yang berlaku. Adapun dorongan bagi para peserta yaitu: 1. Para staf dalam pengadilan selalu memberikan bimbingan sesuai jadwal peserta yang ada. 2. Para staf juga memberikan motifasi mengenai materi yang bertentangan dengan persidangan dalam perkara. 3. Para staf juga menevakuasi kami peserta ke pengadilan distrik untuk mengikuti persidangan yang berlangsun di pengadilan Distrik Dili mengena perkara-perkara pidana maupun perkara-perkara perdata yang sedang terjadi. 3.3. sistem peradilan saat ini di Timor-Leste. Sistem peradilan di Timor Lorosae sekarang hanya peradilan umum. Regulasi UNTAET No. 11/2000 pasal 4 menyebutkan bahwa Badan Peradilan di Timor Leste terdiri atas Pengadilan Distrik dan Pengadilan Banding. Pengadilan Distrik adalah pengadilan tingkat pertama yang dengan wewenang mengadili semua perkara, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Di seluruh Timor Lorosae ada empat pengadilin distrik, yaitu: 1. Pengadilan Distrik Baucau beryurisdiksi atas Distrik Baucau, Lautem, Viqueque, dan Manatuto 2. Pengadilan Distrik Suai dengan yurisdiksi atas Distrik Covalima, Bobonaro, Ainaro, dan Manufahi. 3. Pengadilan Distrik Oe-Cusse dengan yurisdiksi atas Distrik Oe-Cusse. 4. Pengadilan Distrik Dili dengan yurisdiksi atas Distrik Dili, Liquiça, Ermera, dan Aileu. Pengadilan Distrik Dili juga punya wewenang khusus mengadili apa yang disebut “kejahatan berat” (serious crime). Yang tergolong “kejahatan berat” adalah: genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, kejahatan seksual/perkosaan dan penyiksaan, yang terjadi pada awal Januari 1999 sampai dengan 25 Oktober 1999. Untuk mengadili “kejahatan berat” ini dibentuk panel hakim kejahatan berat, yang terdiri dari satu orang Timor Lorosae dan dua orang pakar internasional. Pengadilan Banding adalah pengadilan tingkat terakhir yang berkedudukan di Dili. Pengadilan Banding berwenang memeriksa kasus naik banding atas keputusan Pengadilan Distrik serta hal lain sebagaimana ditetapkan dalam regulasi UNTAET lainnya. Dalam institusi pengadilan, baik pengadilan distrik maupun pengadilan banding, selain ada hakim ada pula panitera dan juru sita dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Panitera tugasnya antara lain menerima berkas perkara yang masuk ke pengadilan, mengarsipkan, menyimpan barang bukti serta menjamin keamannya, juga membuat notulen selama proses pengadilan. Sementara juru sita bertugas menjalankan keputusan pengadilan tentang penyitaan barang bukti. Secara garis besar, dalam memproses sebuah kasus pidana, pihak-pihak yang terlibat antara lain: 1. Polisi 2. Jaksa 3. Tersangka/terdakwa (dengan pengacaranya) 4. Hakim investigasi 5. Hakim panel (zaman Indonesia: majelis hakim) Sebagai contoh kalau terjadi suatu kasus pidana dan tersangkanya tertangkap tangan, maka polisi bisa secara langsung melakukan penangkapan untuk kemudian menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). JPU selanjutnya mengajukan permohonan kepada hakim investigasi guna mengeluarkan surat perintah penangkapan. Jika JPU menilai bahwa kasus tersebut perlu dilanjutkan, dalam arti cukup bukti, JPU bisa mengajukan permohonan kepada hakim investigasi untuk mengeluarkan surat perintah penahanan. Tetapi dalam kasus pidana yang berdasarkan pengaduan atau laporan, polisi sebelum melakukan penangkapan tersangka harus meminta surat perintah penangkapan dari hakim investigasi. Jika semua proses sudah dilalui dan bukti sudah lengkap, JPU bisa mengajukan surat dakwaan kepada pengadilan yang berkompetensi guna mengadili kasus tersebut. Selama proses, dari tahap investigasi sampai sidang pengadilan tersangka atau terdakwa berhak untuk didampingi oleh penasehat hukum atau pengacara. Namun tidak ditutup kemungkinan tersangka atau terdakwa membela dirinya sendiri tanpa pengacara. Sedangkan dalam hukum acara perdata, selain perkara gugatan (ada sengketa yang perlu diselesaikan dan diputus oleh hakim) ada juga perkara-perkara yang disebut permohonan yang diajukan oleh seorang pemohon atau lebih secara bersama-sama. Jadi dalam permohonan tidak ada sengketa, tetapi ada pihak pemohon yang menghadap ke pengadilan untuk mendapat suatu penetapan. Di sini hakim hanya memberi jasa-jasanya sebagai seorang tenaga Tata Usaha Negara. Sebagai contoh seluruh ahli waris seseorang yang sudah meninggal secara bersama-sama menghadap ke pengadilan untuk mendapat suatu penetapan perihal bagian masing-masing dari warisan almarhum berdasarkan ketentuan undang-undang. Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Timor Lorosae, anggota ANMEFTIL (Asosiasaun Nasional Makaer Fukun Timor Lorosae, Persatuan Nasional Sarjana Hukum Timor Lorosae). BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan. Dari pembahasan di atas maka kami penulis dapat menimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pengadilan merupakan lembaga kedaulatan Negara yang berperang untuk mengaTimor-Lorosae semua perkara yang di ajukan berdasarkan undang-undan yang belaku pada khususnya maupun konstitusi pada umumya. Ia Konstitusi RDTL pasal 118 ayat 1 yang berbunyi tentang Fungsi Yurisdisional Pengadilan adalah badan kedaulatan dengan wewenang untuk menjalankan hukum, atas nama rakyat. 2. Makameh agun merupakan pengadilan yang tingkat terahir untuk memutuskan suatu perkara yang baik dengan prinsip Independensi Peradilan merupakan salah satu prinsip penting dalam negara demokrasi 3. Sistem peradilan di Timor Lorosae sekarang hanya peradilan umum. Regulasi UNTAET No. 11/2000 pasal 4 menyebutkan bahwa Badan Peradilan di Timor Leste terdiri atas Pengadilan Distrik dan Pengadilan Banding. 4. Pengadilan Distrik adalah pengadilan tingkat pertama yang dengan wewenang mengadili semua perkara, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Pengadilan Distrik Dili juga punya wewenang khusus mengadili apa yang disebut “kejahatan berat” (serious crime). Yang tergolong “kejahatan berat” adalah: genosida, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, pembunuhan, kejahatan seksual/perkosaan dan penyiksaan, yang terjadi pada awal Januari 1999 sampai dengan 25 Oktober 1999. Untuk mengadili “kejahatan berat” ini dibentuk panel hakim kejahatan berat, yang terdiri dari satu orang Timor Lorosae dan dua orang pakar internasional. Sedangkan, 5. Pengadilan Tinggi adalah pengadilan tingkat kedua yang dengan wewenannya mengadili semua perkara bading, baik perkara pidana maupun perkara perdata di wilayah yurisdiksinya. Pengadilan Banding adalah pengadilan tingkat terakhir yang berkedudukan di Dili. Pengadilan Banding berwenang memeriksa kasus naik banding atas keputusan Pengadilan Distrik serta hal lain sebagaimana ditetapkan dalam regulasi UNTAET lainnya. Di seluruh Timor-Leste juga ada empat pengadilin distrik, yaitu: 1. Pengadilan Distrik Baucau beryurisdiksi atas Distrik Baucau, Lautem, Viqueque, dan Manatuto 2. Pengadilan Distrik Suai dengan yurisdiksi atas Distrik Covalima, Bobonaro, Ainaro, dan Ma

마지막 업데이트: 2016-05-31
사용 빈도: 1
품질:

추천인: 익명

인적 기여로
4,401,923,520 더 나은 번역을 얻을 수 있습니다

사용자가 도움을 필요로 합니다:



당사는 사용자 경험을 향상시키기 위해 쿠키를 사용합니다. 귀하께서 본 사이트를 계속 방문하시는 것은 당사의 쿠키 사용에 동의하시는 것으로 간주됩니다. 자세히 보기. 확인