Pergunte ao Google

Você procurou por: tapi apakah mungkin,,?? (Indonésio - Inglês)

Contribuições humanas

A partir de tradutores profissionais, empresas, páginas da web e repositórios de traduções disponíveis gratuitamente

Adicionar uma tradução

Indonésio

Inglês

Informações

Indonésio

Aku bisa berubah seperti maumu Tapi apakah itu yang terbaik buat kita

Inglês

I will change for you

Última atualização: 2019-01-18
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Kita kan baru kenal tapi mengapa kamu langsung cinta saya?

Inglês

We new right know but why are you instantly love me?

Última atualização: 2016-01-23
Frequência de uso: 3
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Mûsâ membantah anggapan mereka, dan berkata, "Patutkah kalian menganggap kebenaran yang kusampaikan dari Allah ini sebagai suatu bentuk sihir? Apakah mungkin kebenaran yang kalian saksikan ini dapat disebut sebagai sihir?

Inglês

Moses said, “Is this what you say of the truth when it has come to you?

Última atualização: 2014-07-03
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

Heyyo guys! Welcome back yo my youtube video! Today I wanna tell you about story "keselek tulang ayam." Okay, kejadian ini terjadi pada tanggal 23 oktober 2020. Saat itu ketika makan siang, aku yang biasanya cerita sambil makan. Kala itu justru tidak mood untuk bercerita. Aku juga tidak tau kenapa. Makan siang berlangsung lancar sampai ketika aku berteriak kesakitan. " Aaaaa.... sakitt " . Dan semua penghuni kantin langsung balik kearahku. Itu memalukan guys, tapi apa yg harus kulakukan? . In

Inglês

Heyyo guys! Welcome back to my youtube video! Today I want to tell you about the story "chicken bones." Okay, this incident occurred on October 23, 2020. At that time during lunch, I usually tell stories while eating. At that time it was not in the mood to tell stories. I don't know why either. Lunch went on smoothly until when I screamed in pain. "Aaaaa .... sakitt". And all the occupants of the canteen immediately returned to me. That's a shame guys, but what should I do? . I

Última atualização: 2020-04-22
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

Dalam subjek apa mungkin siswa menikmati menyanyikan lagu-lagu? A. kewiraan B. agama C. seni musik D. seni gambar

Inglês

In what subject might the students enjoy singing songs? A. Civics B. Religion C. Art music D. Arts drawing

Última atualização: 2016-12-06
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Narator : 25 Oktober 1945, walaupun Indonesia sudah merdeka tetapi luka hati diantara rakyat Surabaya masih belum tersembuhkan… Adegan 1 Narator : Pagi yang cerah kini menjadi kelam saat pasukan sekutu secara tiba-tiba mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak…. *Setting : di Pelabuhan, Brigjen AWS Malaby sedang turun dari kapal bersama sang istri dan pasukan sekutu* Brigjen AWS Mallaby : ( dengan rasa senang ) HAHA! Akhirnya sampai juga di Surabaya ! Kini aku bisa merampas kekayaan rakyat Surabya ! Nyonya Malaby : ( Dengan gaya yang nge-sok ) Tuan, benarkah kita akan menjadi orang yang lebih kaya di negeri kita nanti? Brigjen AWS Mallaby : Tentu nyoya, kita akan membawa pulang harta kekayaan disini. Jangan diragukan lagi, kita memang sudah kaya mungkin bisa menjadi juragan kekayaan di Inggris nanti. Nyonya Mallaby : ( sambil ngipas-ngipas ) Kalau begitu, apa rencana tuan agar mendapatkan harta disini? Brigjen AWS Mallaby : Kita akan menduduki Pangkalan Udara Tanjung Perak dan gedung Internatio…, itu adalah hal yang mudah nyonya.. Nyonya Mallaby : Okelah tuan, saya akan tetap menemani tuan dimanapun tuan berada.. Adegan 2 Narator : Pada saat itu pula, rakyat Surabaya sedang bekerja di lahan pertanian. Mereka kebanyakan adalah seorang petani, menanam padi demi mendapatkan sesuap nasi atau lebih… *Setting : di lahan pertanian, semua rakyat sedang menanam padi* Rakyat 1 : Andaaaiiikaaan arek arek Suroboyo bisa makmur ! Indonesia bakal seneng ini ! ( agak medok ) Rakyat 2 : tenang, pasti bisa kok ! Istri Bung Tomo : tapi apakah benar kita tidak akan ada lagi penjajah disini? Rakyat 1 : Mungkin… Bung Tomo : ( datang dengan tergesa-gesa ) Bu, ibu dan semua rakyat Surabaya sebaiknya kita berhati-hati karena sekutu dari inggris datang ke daerah kita… Semua rakyat : Apaaa? ( kaget ) Bung Tomo : ( tegas )untuk itu kita harus mengusir mereka ! Istri Bung Tomo : Dengan cara apa pak? Kita ini kan rakyat jelata yang tidak mungkin menyerang orang asing..? Bung Tomo : tenang saja bu, disini rakyat Surabaya pasti bisa untuk mengusir penjajah.. Rakyat 1 : Benar benar keterlaluan sekutu datang lagi !! Mereka tidak punya hati nurani ! Adegan 3 Narrator : Sore hari menjelang malam, Bung Tomo sedang beristirahat di ruang tamu sambil mendengar berita dari radio.. Suara radio : Ayo arek-arek Suroboyo, bersabarlah dan mari bersama-sama kita mengusir sekutu dari kota kita tercinta. Karena saat ini sekut sudah menduduki Pangkalan Udara tanjung Perak dan gedung internatio…… *radio dimatikan oleh Bung Tomo* Bung Tomo : ( teriaaak ) KETERLALUAAAAAAN ! Istri Bung Tomo : Ada apa paaak? Kok teriak teriak? Bung Tomo : Ini bu, sekutu sekarang sudah menduduki Pangkalan Udara Tanjung perak dan gedung Internatio.. Istri Bung Tomo : yang benarkah? Yasudah bapak sekarang siap-siap dulu saja… Bung Tomo : iya bu, tolong ibu jaga diri baik baik ya.. jangan keluar rumah.. bapak mmau mengumpulkan arek-arek suroboyo di alun alun.. Istri : ( membawakan peci ) iya pak, ibu akan dirumah saja….. hati-hati ya pak… (salim) Bung Tomo : Iya bu, pergi dulu yaa… Istri : Iya pak… Adegan 4 Narator : setelah mengumpulkan arek-arek Surabaya dan merencanakan strategi di alun-alun untuk perlawanan ditengah malam nanti, Bung Tomo menyiapkan perlengkapan tempur dirumah Ktut Tantri. Ktut Tantri ialah wanita Amerika, yang berjuang membantu rakyat Surabaya. *setting : dirumah ktut tantric jam 7 malam* Ktut tantri : bung, perlengkapan sudah selesai, sekarang waktunya kita memberikan woro-woro kepada seluruh arek-arek suroboyo… Bung Tomo : benar tantri, perlawanan akan dimulai jam sebelas malam… Narator : Setelah menyiapkan perlengkapan, Bung Tomo dan Ktut Tantri segera kembali ke alun-alun untuk mengusir sekutu bersama semangat arek-arek suroboyo..Sebelum dimulai, Bung Tomo berpidato terlebih dahulu agar memberikan semangat keseluruk arek-arek suroboyo. Bung Tomo : Teman seperjuanganku sekalian, kita semua harus bisa mengusir penjajah menginjak kota tercinta kita. Lawan genjatan senjata dari sekutu, kita pasti bisa !! Dan ayo setelah ini kita ke gedug internatio ! Semua rakyat : ( bersorak ) YAAA!! Narator : Tepat pukul 11 malam, perlawanan sengit dimulai. Terdengar suara tembakan menghiasi malam kelam menyeramkan di Gedung Internatio.. #ngambil penonton untuk nambah lawan buat tempur Narrator : Perlawanan yang sangat sengit ini, membuat Brigadir AWS Mallabi dan tentara sekutunya menambah dendam terhadap rakyat Surabaya. Pada saat itu juga Bung Tomo diancam oleh istri AWS Mallaby yang sangat kejam. Nyonya Mallaby : Kamu Sutomo? *masih berlangsung perlawanan* Bung Tomo : Iya benar ada apa? Nyonya Mallaby : Awaas ! kamu keluargamu serta rakyat Surabaya akan mati ! ( KEJAM ) Bung Tomo : tidak mungkin !!! Narrator : Tiba-tiba terdengar suara teriakan rakyat Surabaya yang sangat mengagetkan. Rakyat 1 : Haha sekarang Brigadir AWS mallaby sudah mati !! Nyonya Mallaby : APAAA? SUAMI KU? OH TIDAK !! JAHAT KAU RAKYAT SURABAYA! Narrator : Terlihat istri AWS Mallaby menangis deras, dan mayat AWS Mallaby akan dipulangkan ke Inggris. Sedangkan Bung Tomo hanya diam tak bersuara. Adegan 5 Narrator : Beberapa hari kemudian…, sekutu masih menetap di Surabaya tetapi tidak melanjutkan perlawanan karena masih sedih ditinggal oleh AWS Mallaby. Kini pengganti Mallaby adalah Mansergh yang sangat dendam terhadap rakyat Surabaya. Mansergh pun datang kerumah Bung Tomo dengan muka yang sangat kejam menakutkan. Mansergh : ( mendobrak pintu rumah Bung tomo ) Istri Bung Tomo : Sabaarr sabarr, siapkah yang diluar? Mansergh : CEPAAT ! tidak basa basi ! buka pintunya sekarang ! Istri bung tomo : ( kaget ) ada apa anda kesini? Mansergh : MANA BUNG TOMO? Bung Tomo : ( datang ) Ada apa ini? Mansergh : Saya sangat kesal dengan rakyat Surabaya yang sudah menewaskan pemimpin kami, AWS Mallaby . Bung Tomo : bisa saja nukan kami yang menewaskan ! bisa saja dari tentara sekutu sendiri! Mansergh : saya gak mau tau pokoknya kalian rakyat Surabaya harus menyerah paling lambat pukul 06.00 tanggal 10 november ! Bung Tomo : Okee, siapa takut Mansergh : Awas kau ya !! Adegan 6 Narrator : detik demi detik, hari demi hari.. Tak terasa kurang dari dua minggu lagi pertempuran besar akan dimulai. Bung Tomo : Ktut Tantri ! Siapkan peralataan tempur kita dan kumpulkan arek-arek Surabaya sekarang ! Ktut Tantri : Siap bung ! kita berkumpul dimana? Bung Tomo : seperti biasa di alun-alun lalu kita ke gedung internatio lagi, mereka maasih menempati tempat tersebut. Ktut : Okelah bung ! Narrator : sinar matahari menyengat tanggal 1 november, ketika semua rakyat berkumpul dan merencanakan ulang strategi untuk perlawanan besar beberapa hari kedepan. Bung Tomo : ( pidato ) Kita sebagai rakyat Surabaya harus mampu ! harus bisa ! demi rakyat dan bangsa kita ! Semua rakyat : (bersorak sorai ) iyaa IYA ! Bung Tomo : Setelah ini strategi kita harus dipersiapkan dengan baik, kita hanya dikasih waktu kurang lebih dua minggu untuk perlawanan terakhir kita sebelum tanggal 10 November pukul 06:00 Narrator : Setelah bung tomo menyelesaikan masalah startegi dan semua rakyat kembali ke rumah masing-masing untuk menyiapkan peralatan tempur mereka. Adegan 7 Narrator : Hari dimana pertempuran dimulai, sorak sorai rakyat Surabaya membakar semangat melawan sekutu yang kini dipimpin oleh Mansergh. Dalam waktu yang tidak lama sekitar 2 minggu bung tomo sering berpidato didepan arek-arek suroboyo agar mereka semua semangat membela tanah lahir mereka. Bung Tomo : ayo rek arek suroboyo, maju terus pantang mundur. Demi tuhan dan membela bumi kelahiran kita. Semua Rakyat : Benaar !! Naarator : Di pertempuran ini istri bung tomo juga terlibat, yang paling mengesankan adalah Ktut tantri yang tak henti-henti membela Surabaya dari kekuatan asing. *setting : perlawanan sedang berlanjut * Bung Tomo : Ktut Tantri terimakasih atas perjuangan mu, atas keringat dan tenaga mu. Saya bangga dengan mu ! Ktut Tantri : Sama-sama bung, ini demi tempat kelahiran orangtua saya tercinta… Bung Tomo : kalau beitu teruskan perjuangan mu ! Ktut Tantri : siap bung ! Adegan 8 Narrator : tak terasa kurang lebih dua minggu, perlawanan mulai mereda. Walaupun banyak korban jatuh dimana-mana, akhirnya sekutu mulai meninggalkan Surabaya. Bung Tomo : Rek Arek Surabaya ! saya bangga atas tenaga, cucuran keringat serta darah kalian demi membela kota Surabaya, membela tanah air kita. Semoga apa yang kalian perbuat demi kebenaran dibalas oleh tuhan. Serta untuk para pejuang yang gugur disaat perlawanan, semoga amal ibadahna diterima disisi-NYA. Amiin…. Semua rakyat : Hiduuup Surabaya ! Hidup !!!! Narrator : Akhirnya rakyat Surabaya kembali merasakan surga dunia, terbebas dari kekuatan asing.

Inglês

mymemory.translated.net

Última atualização: 2016-02-29
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

Inglês

the origin of the drama texts mountain Tangkuban boat

Última atualização: 2015-03-14
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

Seringkali kita mendengar slogan-slogan di berbagai tempat terutama di sekolah, yang isinya mengajak kita untuk menjaga kebersihan lingkungan. Akan tetapi slogan tadi tidak kita pedulikan, slogan tadi fungsinya hanya seperti hiasan belaka tanpa ada isinya, padahal isi dari sebuah slogan sangat penting bagi kita. Banyak slogan yang mengajak kita untuk menjaga kebersihan, tapi apa kenyataannya? Siswa masih membuang sampah sembarangan, selain ini siswa juga merobek-robek kertas dalam kelas dan bila memakan jajan di tempat A bungkusnya dibuangnya juga di tempat A, padahal di tempat-tempat tersebut telah disediakan tempat sampah. Tentu kita tidak mau sekolah kita menjadi kotor, kumuh dan penuh dengan sampah. Disamping itu sampah yang kita buang sembarangan tadi juga dapat mencemari lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas dan juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman. Demi tercapainya lingkungan yang ASRI perlu diadakan tindakan-tindakan yang bersifat mencegah dan mengatasi masalah yang ada. Tindakan-tindakan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut : Guru selalu memberi contoh bila membuang sampah selalu di tempatnya. Guru wajib menegur dan menasehati siswa yang membuang sampah sembarangan terutama pada saat siswa-siswi makan dan minum dalam kelas, bungkusnya ditaruh dalam glodok bangku. Mencatat siswa-siswi yang membuang sampah sembarangan pada buku saku/ buku pelanggaran. Membuat tata tertib baru yang isinya tentang pemberian denda terhadap siswa sebesar Rp 2.000 setiap melanggar 1 tata tertib sekolah. Dengan tindakan-tindakan ini maka kebersihan sekaligus kedisiplinan akan tercapai, terutama tindakan nomor 4 yang paling bagus, karena siswa mau melakukan pelanggaran ini tidak berani dan mau melakukan pelanggaran itu juga tidak berani, karena kalau melakukan pelanggaran tersebut akan didenda, pada akhirnya kebersihan dan kedisiplinan, kepatuhan siswa terhadap tata tertibpun akan terjaga, selain itu juga dapat mengharumkan nama baik sekolah, karena diakui oleh masyarakat sekitar sekolah bahwa anak disekolah kita disiplin-disiplin dan patuh terhadap peraturan. Seringkali kita melihat murid-murid yang membuang sampah sembarangan. Beberapa kali bapak ibu guru menasehati kepada murid-murid agar membuang sampah pada tempatnya, akan tetapi apa kenyataannya? murid-murid tidak mematuhinya. Tentu kita sebagai warga sekolah tidak mau melihat sampah berserakan dimana-mana. Sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan sekolah baik di dalam kelas maupun diluar kelas selain itu juga dapat menjadikan suasana belajar kita tidak nyaman. Demi tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman untuk belajar kita, perlu sekali dilakukan tindakan yang bersifat mengajak kesadaran kita untuk menjaga kebersihan dan bersifat mengatasi masalah di atas. Tindakan-tindakan tersebut antara lain: 1. siswa diharapkan mempunyai kesadaran dari hati nuraninya sendiri untuk menjaga kebersihan. 2. petugas piket harus membersihkan kelas serta lingkungan sekitar. 3. guru wajib menegur siswa yang membuang sampah sembarangan. 4. mencatat pada buku pelanggaran. 5. memberi sanksi tersendiri bagi siswa yang melakukan pelanggaran terutama membuang sampah sembarangan. Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan. Kebersihan berpengaruh besar tehadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga. Acapkali kita menjumpai slogan-slogan yang berhubungan dengan kebersihan lingkungan. Slogan-slogan tersebut mengajak kita untuk hidup bersih dan sehat, biasanya kita menjumpai slogan-slogan tersebut di berbagai tempat terutama di sekolah diantaranya “bersih pangkal sehat”, “kebersihan adalah sebagian dari iman”, “jagalah kebersihan”. Akan tetapi slogan tersebut tidak kita pedulikan seperti hiasan belaka tanpa kita laksanakan, contohnya masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan, merobek-robek kertas di kelas, kalau buang air kecil tidak disiram dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu juga masih ada lagi contoh-contoh lain yang mencerminkan siswa tidak menjaga kebersihan. Kita tidak maukan sekolah kita menjadi kotor,kumuh dan penuh dengan sampah. Sampah-sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, selain itu juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman akhirnya kita tidak konsentrasi dengan pelajaran yang diberikan bapak/ibu guru. Demi tercapainya lingkungan yang indah, sehat dan bersih kita sebaiknya melakukan tindakan yang bersifat mengatasi masalah tersebut, tindakan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: melarang siswa membuang sampah sembarangan. guru selalu memberi contoh membuang sampah pada tempatnya guru wajib menasehati siswa yang membuang sampah sembarangan. mencatat pada buku pelanggaran memberi sanksi tersendiri terhadap siswa yang membuang sampah sembarangan. petugas piket pada hari itu juga membersihkan kelas dan lingkungan sekitar.

Inglês

google translation Javanese Indonesian

Última atualização: 2014-10-26
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Assalamualaikum Wr.Wb Yth. Bapak/Ibu Guru yang kami hormati Serta teman-temanku semua yang saya cintai Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karuniaNYA sehingga kita semua dapat berkumpul bersama di tempat ini dalam keadaan sehat wal’afiat. Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Sebelum saya memulai pidato ini, saya akan mengingatkan tentang slogan-slogan yang menempel di hampir setiap koridor sekolah kita, diantaranya “bersih pangkal sehat”, “kebersihan adalah sebagian dari iman”, “jagalah kebersihan”. Tapi apakah slogan-slogan tersebut telah menggugah kita untuk mengamalkannya? Seringkali kita melihat murid-murid yang membuang sampah sembarangan, baik itu berupa kertas-kertas bekas maupun bungkus-bungkus bekas makanan jajanan mereka… Tentu kita sebagai warga sekolah tidak mau melihat sampah tersebut berserakan dimana-mana. Sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan sekolah kita, baik di dalam kelas maupun diluar kelas, selain itu kotornya lingkungan sekolah juga dapat menjadikan suasana belajar kita menjadi tidak nyaman. Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Demi tercapainya lingkungan yang bersih dan nyaman di tempat kita belajar, perlu sekali dilakukan tindakan yang bersifat mengajak kesadaran kepada setiap siswa untuk menjaga kebersihan yang bersifat mengatasi masalah di atas. Agar tindakan tersebut menjadi contoh kepada siswa-siswa yang masih belum sadar tentang betapa pentingnya kebersihan di lingkungan sekolah. Dengan tindakan-tindakan tersebut diharapkan para pendidik mampu menyadarkan siswa untuk menjaga kebersihan di lingkungan sekolahnya Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Janganlah slogan-slogan yang tadi saya contohkan tersebut tidak kita pedulikan seperti hiasan belaka tanpa kita laksanakan, contohnya masih banyak siswa yang membuang sampah sembarangan, merobek-robek kertas di kelas, kalau buang air kecil tidak disiram dan menimbulkan bau yang tidak sedap, selain itu juga masih ada lagi contoh-contoh lain yang mencerminkan siswa tidak menyadari betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di sekolah mereka. Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Kita tidak maukan sekolah kita menjadi kotor,kumuh dan penuh dengan sampah. Sampah-sampah tadi juga dapat mencemari lingkungan baik di dalam kelas maupun di luar kelas, selain itu juga dapat menyebabkan suasana belajar kita tidak nyaman akhirnya kita tidak konsentrasi dengan pelajaran yang diberikan bapak/ibu guru. Bapak/Ibu guru dan teman-teman yang saya cintai. Saya berharap dengan adanya tindakan-tindakan tersebut, diharapkan mampu menyadarkan para siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolahnya. Kebersihan berpengaruh besar terhadap kesehatan maka dari itu kebersihan perlu dijaga oleh kita dan untuk kita juga. Sebagai penutup saya ingin mengajak semua teman-teman untuk saling bahu membahu menjaga lingkungan sekolah yang kita cintai ini agar menjadi sebuah sarana belajar yang kondusif dan nyaman dengan mengawalinya dari kebersihan…. Demikian pidato dari saya ini, kurang lebihnya saya mohon maaf… Silahkan mengeditnya kembali menjadi sebuah pidato yang lebih baik lagi sesuai dengan kebutuhan kalian. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Inglês

mula wantag

Última atualização: 2014-10-21
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

Inglês

TEKS drama asal mula gunung Tangkuban Perahu

Última atualização: 2014-09-25
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

a: hay kawan bagaimana kabar mub: alhamdulilah baik, dan kamu..a: aku juga baik.. liburan ini kamu mau kamana..b: bagaimana kalau kita membuat sebuah rencana yang baik..a: saya pikir itu adalah ide yang bagus... tapi rencana apa yang akan kita buat...?b: bagaimana kalau kita berlibur..a: setuju.., tapi kita akan berlibur kemana..?b: kita akan berlibur ke pantai sambil berjemur dan berenang..,a: ya benar...rencana yang sangat baik.... tapi apa kita hanya berdua saja...b: tentu saja tidak.., kita akan mengajak teman- teman..a: apa mungkin mereka mau berlibur bersama kita...?b: ya, aku yakin pasti mereka mau.. inikan liburan yang panjang sudah pasti mereka akan tertarik pada rencana kita.a: ya semoga saja mereka mau.. tapi kapan kita akan berangkat.?b: secepatnya..a: bagaimana kalau kita berangkat besok.?b: boleh..a: lalu barang apa yang akan kamu bawa..?b: ya... pastinya bekal makanan dan peralatan renang..kamu sendiri..?a: sama dengan kamu..b: bagaimana kalau kita sekarang bersiap-siap..a: ok, jangan lupa kasih tau sama temen-temen yang lainyab: itu sudah pasti,, sampai bertemu besok ya...

Inglês

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Última atualização: 2014-04-01
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

Sejak pertemuan itu, aku dan Devan mulai bersahabat. Kami bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan menjalani hari-hari penuh makna. Pesahabatan dengan jarak yang begitu dekat itu membuat kami semakin mengenal pentingnya hubungan ini. Tak lama kemudian, aku harus pergi meninggalkannya. Sesungguhnya hatiku sangat berat untuk ini, tapi apa boleh buat. Pertemuan terakhirku berlangsung sangat haru, tatapan penuh canda itu mulai sirna dibalut dengan duka mendalam. “Van maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat ia berdiri pas di depanku. “kamu gak pernah salah Citra, semua yang udah kamu lakukan buat aku itu lebih dari cukup.” “pleace, tolong jangan lupain aku, Van” “ok, kamu nggak usah khawatir.” Sesaat kemudian mobilku melaju perlahan meninggalkan sesosok makhluk manis itu. Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa rinduku padanya. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir yang memberi aku harapan. Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar, walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya tentang sahabat baruku itu. “siapa gerangan makhluk yang membuatmu begitu bahagia, Citra?” tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan Devan. “ini, ma. Namanya Devan. Kami berkenalan saat liburan panjang kemarin.” “seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak gini?” “gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi nggak papah kan, Ma aku berteman sama dia.?” “Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?” “kami berbeda agama, Ma” “hah??,” sesaat mama terkejut mendengar cerita ku. Tapi beliau mencoba menutupi rasa resahnya. Aku tahu betul apa yang ada di fikiran mama, pasti dia sangat tidak menyetujui jalinan ini. Tapi aku mencoba memberi alasan yang jelas terhadapnya. Sehari setelah percakapan itu, tak ku temui lagi kabar dari Devan, aku sempat berfikir apa dia tahu masalah ini,,? Ku coba awali perbincangan lewat SMS.. “sudah lama ya nggak bertemu? Gimana kabarnya nech,,? “ Pesan itu tertuju kepadanya, aku masih ingat banget saat laporan penerimaan itu. Berjam-jam ku tunggu balasan darinya. Tapi tak ku lihat Hp ku berdering hingga aku tertidur di buatnya. Tak kusangka dia tak membalas SMS ku lagi. Tak kusangka ternyata mama selalu melihat penampilan ku yang semakin hari semakin layu. “citra, maafkan mama ya, tapi ini perlu kamu ketahui. Jauhi anak itu, tak usah kamu ladeni lagi.” Suara mama sungguh mengagetkan ku saat itu. Ku coba tangkap maknanya. Tapi sungguh pahit ku rasa. “apa maksud mama?” “kamu boleh kok berteman dengan dia, tapi kamu harus ingat pesan mama. Jaga jarak ya, jangan terlalu dekat. Mama takut kamu akan kecewa.” “mama ngomong paan sih,? Aku semakin gak mengerti.” “suatu saat kamu pasti bisa mengerti ucapan mama” mamapun pergi meninggalkan ku sendiri.. Aku coba berfikir tenteng ucapan itu. Saat ku tahu jiwa ini langsung kaget di buatnya.. tak terasa tangispun semakin menjadi-jadi dan mengalir deras di kedua pipiku. Mama benar kami berbeda agama dan nggak selayaknya bersatu kayak gini. tapi aku semakin ingat kenangan saat kita masih bersama. Satu tahun telaj berlalu, bayangan tentangnya masih teikat jelas di haitku. Aku belum bisa melupakannya. Mungkin suatu saat nanti dia kan sadar betapa berharganya aku nutuknya. Satu harapan dari hatiku yang paling dalam adalah bertemu dengannya dan memohon alasannya mengapa ia pergi dari hidupku secepat itu tanpa memberi tahu kesalahanku hingga membuat aku terluka. Pernah aku menyesali pertemuan itu. Tapi aku menyadari betapa berartinya ia di hidupku. Canda tawa yang tinggal sejarah itu masih terlihat jelas di benakku dan akan selalu ku kenang menjadi bumbu dalam kisah hidupku. Devan, kau adalah sahabat yang paling ku banggakan. Aku menunggu cerita-ceritamu lagi. Sampai kapanpun aku akan setia menunggu. Hingga kau kembali lagi menjalani kisah-kisah kita berdua.

Inglês

Javanese language

Última atualização: 2013-04-13
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Wikipedia

Indonésio

madiun, 20 maret 2013 untuk dina di bogor jl. wanata subo no. 45 hy dina, kamu masih sehat bukan ? kalo kmu sehat ya syukur alhamdullillah. dina hari minggu aku mau berlibur ke rumah kamu, tapi apakah kmu bisa bilang kepada orang tua mu bahwa aku mw berlibur ke rumah mu ! ya sudah, nanti kamu kirim balik surat ini ya ? aku tunggu kabar mu. daaaaaa...... dari fajar

Inglês

Indonesian translation google english

Última atualização: 2013-03-19
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Algumas traduções humanas com pouca relevância foram ocultadas.
Mostrar resultados de pouca relevância.

Consiga uma tradução melhor através
4,401,923,520 de colaborações humanas

Usuários estão solicitando auxílio neste momento:



Utilizamos cookies para aprimorar sua experiência. Se avançar no acesso a este site, você estará concordando com o uso dos nossos cookies. Saiba mais. OK