Você procurou por: apa yang kamu lakukan (Indonésio - Javanês)

Contribuições humanas

A partir de tradutores profissionais, empresas, páginas da web e repositórios de traduções disponíveis gratuitamente

Adicionar uma tradução

Indonésio

Javanês

Informações

Indonésio

apa yg kamu lakukan

Javanês

indonesian translation into jepang basa

Última atualização: 2014-06-03
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

apa yang dilakukan

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-10-02
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

apa yang dimaksu

Javanês

google translation indonesian javanese

Última atualização: 2013-11-07
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

apa yang kalian bicarakan

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-10-16
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

apa yang dibahas dalam berita diatas

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-10-29
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

aku tersadar apa yang kujalani aku tersadar apa yang telah kuperbuat kini hanyalah tinggal kenangan entahlah aku pun tidak ingin memikirkanya

Javanês

google agensi saka basa jawa - kamardikan

Última atualização: 2014-09-21
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

cemburu melihat kamu akrab dengan teman wanitamu, ingin rasanya saya yang ada di samping mu bukan dia. seandainya kamu tahu apa yang ku rasa

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-11-20
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

gnome menyediakan hampir seluruh apa yang bisa anda lihat di komputer ini, termasuk manajer berkas, peramban web, deretan menu, dan aplikasi-aplikasi lainnya.

Javanês

gnome duwe akeh sing sampeyan tonton nang komputer, misale pengatur file, penjelajah web, menu dan akeh aplikasi liyane

Última atualização: 2014-08-15
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

pengertian teks deskripsi adalah suatu paragraf yang berisi kalimat untuk menggambarkan sesuatu, bisa objek, keadaan, tempat dan peristiwa kepada orang lain secara rinci. dengan teks deskripsi maka pembaca dapat merasakan apa yang dialami oleh penulis.

Javanês

Última atualização: 2020-11-28
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

indahnya perbedaan kita hidup di tanah sejarah, tanahnya para sultan dan raja, masa lalu milik pendahulu, masa depan milik generasi baru. wahai para pembawa berita, telah berkabar pada cakrawala, atas apa yang telah tercipta, di bumi pertiwi yang tercinta. berbeda golongan dan agama, islam, hidu, kristen dan budha, bersatu dalam nusantara, untuk negeri makmur nan sentosa. berbeda suku dan budaya, minang, batak, dayak, toraja, membahu asa ke seberang sana, demi bangsa yang sejahtera. ~ antara

Javanês

kaendahaning beda kita manggon ing tanah sejarah, negara sultan lan raja, jaman biyen duweke para leluhur, masa depan dadi generasi anyar. dhuh para pawarta, kacarita ing awang-awang, kang tinitah, ing tanah pertiwi kang kinasih. beda golongan lan agama, islam, hindu, nasrani lan budha, manunggal ing nuswantara, kanggo negara sing makmur lan tentrem. beda suku lan budaya, minang, batak, dayak, toraja, gandeng tangan, demi bangsa sing makmur. ~ antarane

Última atualização: 2022-08-16
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

aku akan membicarakan rencanaku kepada kalian. rencananya kita akan pergi berlibur ke pulau bali selama satu minggu. tapi kita liburan ala backpacker saja. lebih hemat dan tidak perlu yang mewah. bagaimana? ming : aku ikut kamu saja pha, apapun rencana yang kamu buat pasti seru soalnya. kit : iya, kita ikut kamu saja. phana : baiklah, nanti aku atur semuanya, kalau sudah siap kalian akan aku kabari lagi. wayo, ming, kit : oke, kita tunggu kabar baiknya.

Javanês

aku bakal ngrembug rencanaku karo kowe. rencanane arep preinan menyang pulau bali suwene seminggu. nanging kita mung arep ing vacation gaya backpacker. luwih irit lan ora perlu mewah. kepriye? ming : aku melu kowe wae pha, apa wae sing direncanakake, mesthi bakal nyenengake. kit : iya, kita ikut. phana : wis, mengko tak aturake kabeh, yen wis siyap tak kabarake maneh. wayo, ming, kit : oke, ayo ngenteni kabar apik.

Última atualização: 2022-03-21
Frequência de uso: 2
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

contoh naskah drama 5 orang narator :aaron dan julio merupakansahabatbaik. merekatelahbersahabatsejakkecil, tapisuatahariketikakeluarga julio jatuhmiskin, aaron pun takinginlagibersahabatdengan julio. suatusiangketika julio, aaron, nuii, geritdanromariosedangberada di kelasuntukbersih-bersihsebelumpulangsekolah, julio denganberathatimengatakankepada aaron untukmembantunya.karenamenurutnya aaron lah yang bisamenolongnyadan aaron merupakansahabatnya, malah yang terjadiadalah aaron balikmenghina julio. julio : aaron, bisakahkaumenolongkusedikitsaja? aaron :apa? menolongmu?kaupikirkauitusiapa yang harusakutolong? julio :kenapadengan mu aaron? bukankahkitasahabat?masakausudahlupadenganitu? aaron :sahabat? maafyaakutidakpunyasahabatseperti mu yang miskin.akuhanyamaubersahabatdengan orang yang kaya. nuii :kenapadengan kalian berdua? sepertinyasedangbermasalahgitu. julio :tidakadaapa-apakok. kita berduabaik-baiksaja.yakan aaron? aaron :baik-baiksaja? giniya nui, tadisimiskininimemintabantuankeaku.tapisayangnyaakutakinginmembantu orang seperti dia. manadiangaku-ngakusahabatakulagi?ogahdeh. ..........( julio pun pergikarenamendengarperkataan aaron sepertiitu )………. nuii :janganbegitu aaron. bukannyakaudan julio memangbersahabatdarikecil?masakarnasekarang julio dankeluarganyajatuhmiskin, kautidakmaulagibersahabatdengannya.bukannyasaat-saatsepertiinikaubisatunjukankedia, kalaukaumemangsahabatnya.bukanmalahmeninggalkannya. romario :betulitu kata nui. seharusnyakausekarangmenyuportdia, bukanmenghinadiasepertiitu.kasiankan dia. gerit :betulitu. sahabatsepertiapakauini? aaron : kalian pikirsiapa kalian yang berani-beranimenasehatiku? sokbaik! terserahaku dong mauberbuatapa. urussajadiri kalian masing-masing. romario : kita bukannyabermaksudmenasehatikamuatausokbaik. tapikitatidakmaupersahabatankamudan julio berakhirsepertiini. aaron :halahitubukanurusankudanjuga kalian. ( aaron pun langsungpulang ) gerit :setanapa yang merasukianakitu? bisa-bisanyadiaberbuatbegitukepada julio.bukankahselamainidia yang selalusajamembela-bela julio ketikaadamasalah? nuii :yaituhanyadia yang tahu. tapisatuhal yang akhirnyakitatahu, aaron hanyamaubertemandengan orang yang kaya. romario :pantassaja. gerit :pantasapanya? romario :sudahlahjangandibahaslagi, mending kitapulangsaja. nuii :betulitu. narator :keesokanharinyamerekakembalimasukkesekolahsepertibiasa, tetapitidakdengan julio. hal ini pun terjadiselama 2 mingguberturut-turut.padaakhirnyaketikamerekaberempatsedangdalamperjalanankesekolah, dengantidaksengajamerekabertemudengan julio di pinggirjalan yang sedangmencaribarangbekas. nuii : hey bukannyaitu julio? romario :iabenaritu julio. sedangngapaindia?bukannyamasuksekolahmalahkeliuransepertiitu. nuii :iabenar. (nuii pun langsungmenarik aaron yang jalan di belakangnyadansedangasyikdenganiphone-nya) liatitu?apa yang sahabatmulakukan? aaron :haha… pastisedangmengais-ngaissampah.namanyajuga orang miskin. gerit :apaansih. ayo kitasamperinsaja dia. nuii : julio, apa yang sedangkaulakukan? kenapakautidakmasuk 2 mingguini? julio : (dengankaget) aku? yaseperti yang kalian liat. aaron :akubilangjugaapa. pastidiasedangmengais-ngaissampah.sepertitidaktahusaja kalian kerjaan orang miskin. romario :sudahlah aaron, begitu-begitu julio itusahabatmu. nuii :apa-apaansih. kenapakautidakmasuksekolahlagi julio? julio :begini, orang tuakutidakpunyauanguntukmembiayaiakudanadikkuuntuksekolah. sedangkanadikkumasihmausekolah, jadiakumengalahsajauntukadikku.biaradikku yang sekolahdanakumembantu orang tuakuuntukmenyambunghidup. gerit :muliabetulhati mu sobat. aaron :haha. muliaapanya?diacumamaucarimukatahu?kalianinigampangsekali dibodohisama dia. julio :tegasekalikauberkatabegitupadaku. akumemangsekarangsudahmiskin, tapiakumasihpunyaperasaan.kalaukamutidakmaubersahabatlagidengankuyasudahitutidakjadimasalahbuatku, tapijangankauhinaakudengan kata-katamuitu.satulagi, akutidakpernahmenyesalpernahberkenalandengan mu.tapiitumerupakanpembelajaranbagiku.terimakasih aaron. (julio pun larisecepatmungkinmeninggalkanmerekaberempatdenganperasaan yang bercampuraduk) nuii :sudahpuaskaumenyakitidia? ingat aaron, suatuharinantikaujugaakanmerasaapa yang julio rasakansekarang. geritdanromario :betulitu. aaron :haha. itutidakmungkin.keluargakutidakmungkinjatuhmiskinseperti dia. tohkeluargakumemilikibanyakusaha yang menghasilkanbanyakuang. dan tidakakanhabisuntuk 5 generasi. haha( sambiltertawa aaron pun jalanmeninggalkanmerekabertiga) gerit :sombongsekaliituanak. semogahidupnyabaik-baiksaja. nuii :yasemogasaja. memangterkadangkitaharusmenyadaribahwaada orang tertentuyang bisatinggaldihatikita, namuntidakdalamkehidupankita romario :yabetulitu. dan semogasuatuharinantikitabisabertemulagidengan julio. ……….(merekabertigaakhrinyamelanjutkanperjalankesekolah )………. tidakterimadenganhidupnya yang miskin, daniaberanggapanbahwasemuainisalah julio. narator :hariitumerupakanhariterakhirmerekabertemu julio. dan ketikasemuanyatelahterjadi, aaron pun merasakanapa yang dulu julio rasakan. keluarganyabangkrutkarenaditipuoleh orang lain. tapisayangnya aaron

Javanês

google translation javanese indonesian

Última atualização: 2014-08-10
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

contoh naskah drama 5 orang narator :aaron dan julio merupakansahabatbaik. merekatelahbersahabatsejakkecil, tapisuatahariketikakeluarga julio jatuhmiskin, aaron pun takinginlagibersahabatdengan julio. suatusiangketika julio, aaron, nuii, geritdanromariosedangberada di kelasuntukbersih-bersihsebelumpulangsekolah, julio denganberathatimengatakankepada aaron untukmembantunya.karenamenurutnya aaron lah yang bisamenolongnyadan aaron merupakansahabatnya, malah yang terjadiadalah aaron balikmenghina julio. julio : aaron, bisakahkaumenolongkusedikitsaja? aaron :apa? menolongmu?kaupikirkauitusiapa yang harusakutolong? julio :kenapadengan mu aaron? bukankahkitasahabat?masakausudahlupadenganitu? aaron :sahabat? maafyaakutidakpunyasahabatseperti mu yang miskin.akuhanyamaubersahabatdengan orang yang kaya. nuii :kenapadengan kalian berdua? sepertinyasedangbermasalahgitu. julio :tidakadaapa-apakok. kita berduabaik-baiksaja.yakan aaron? aaron :baik-baiksaja? giniya nui, tadisimiskininimemintabantuankeaku.tapisayangnyaakutakinginmembantu orang seperti dia. manadiangaku-ngakusahabatakulagi?ogahdeh. ..........( julio pun pergikarenamendengarperkataan aaron sepertiitu )………. nuii :janganbegitu aaron. bukannyakaudan julio memangbersahabatdarikecil?masakarnasekarang julio dankeluarganyajatuhmiskin, kautidakmaulagibersahabatdengannya.bukannyasaat-saatsepertiinikaubisatunjukankedia, kalaukaumemangsahabatnya.bukanmalahmeninggalkannya. romario :betulitu kata nui. seharusnyakausekarangmenyuportdia, bukanmenghinadiasepertiitu.kasiankan dia. gerit :betulitu. sahabatsepertiapakauini? aaron : kalian pikirsiapa kalian yang berani-beranimenasehatiku? sokbaik! terserahaku dong mauberbuatapa. urussajadiri kalian masing-masing. romario : kita bukannyabermaksudmenasehatikamuatausokbaik. tapikitatidakmaupersahabatankamudan julio berakhirsepertiini. aaron :halahitubukanurusankudanjuga kalian. ( aaron pun langsungpulang ) gerit :setanapa yang merasukianakitu? bisa-bisanyadiaberbuatbegitukepada julio.bukankahselamainidia yang selalusajamembela-bela julio ketikaadamasalah? nuii :yaituhanyadia yang tahu. tapisatuhal yang akhirnyakitatahu, aaron hanyamaubertemandengan orang yang kaya. romario :pantassaja. gerit :pantasapanya? romario :sudahlahjangandibahaslagi, mending kitapulangsaja. nuii :betulitu. narator :keesokanharinyamerekakembalimasukkesekolahsepertibiasa, tetapitidakdengan julio. hal ini pun terjadiselama 2 mingguberturut-turut.padaakhirnyaketikamerekaberempatsedangdalamperjalanankesekolah, dengantidaksengajamerekabertemudengan julio di pinggirjalan yang sedangmencaribarangbekas. nuii : hey bukannyaitu julio? romario :iabenaritu julio. sedangngapaindia?bukannyamasuksekolahmalahkeliuransepertiitu. nuii :iabenar. (nuii pun langsungmenarik aaron yang jalan di belakangnyadansedangasyikdenganiphone-nya) liatitu?apa yang sahabatmulakukan? aaron :haha… pastisedangmengais-ngaissampah.namanyajuga orang miskin. gerit :apaansih. ayo kitasamperinsaja dia. nuii : julio, apa yang sedangkaulakukan? kenapakautidakmasuk 2 mingguini? julio : (dengankaget) aku? yaseperti yang kalian liat. aaron :akubilangjugaapa. pastidiasedangmengais-ngaissampah.sepertitidaktahusaja kalian kerjaan orang miskin. romario :sudahlah aaron, begitu-begitu julio itusahabatmu. nuii :apa-apaansih. kenapakautidakmasuksekolahlagi julio? julio :begini, orang tuakutidakpunyauanguntukmembiayaiakudanadikkuuntuksekolah. sedangkanadikkumasihmausekolah, jadiakumengalahsajauntukadikku.biaradikku yang sekolahdanakumembantu orang tuakuuntukmenyambunghidup. gerit :muliabetulhati mu sobat. aaron :haha. muliaapanya?diacumamaucarimukatahu?kalianinigampangsekali dibodohisama dia. julio :tegasekalikauberkatabegitupadaku. akumemangsekarangsudahmiskin, tapiakumasihpunyaperasaan.kalaukamutidakmaubersahabatlagidengankuyasudahitutidakjadimasalahbuatku, tapijangankauhinaakudengan kata-katamuitu.satulagi, akutidakpernahmenyesalpernahberkenalandengan mu.tapiitumerupakanpembelajaranbagiku.terimakasih aaron. (julio pun larisecepatmungkinmeninggalkanmerekaberempatdenganperasaan yang bercampuraduk) nuii :sudahpuaskaumenyakitidia? ingat aaron, suatuharinantikaujugaakanmerasaapa yang julio rasakansekarang. geritdanromario :betulitu. aaron :haha. itutidakmungkin.keluargakutidakmungkinjatuhmiskinseperti dia. tohkeluargakumemilikibanyakusaha yang menghasilkanbanyakuang. dan tidakakanhabisuntuk 5 generasi. haha( sambiltertawa aaron pun jalanmeninggalkanmerekabertiga) gerit :sombongsekaliituanak. semogahidupnyabaik-baiksaja. nuii :yasemogasaja. memangterkadangkitaharusmenyadaribahwaada orang tertentuyang bisatinggaldihatikita, namuntidakdalamkehidupankita romario :yabetulitu. dan semogasuatuharinantikitabisabertemulagidengan julio. ……….(merekabertigaakhrinyamelanjutkanperjalankesekolah )………. tidakterimadenganhidupnya yang miskin, daniaberanggapanbahwasemuainisalah julio. narator :hariitumerupakanhariterakhirmerekabertemu julio. dan ketikasemuanyatelahterjadi, aaron pun merasakanapa yang dulu julio rasakan. keluarganyabangkrutkarenaditipuoleh orang lain. tapisayangnya aaron

Javanês

para sesepuh/pinisepuh ingkang satuhu kinurmat bpk ketua rt 03 lan para hadirin sedoyo ingkang kawula hormati para rencang pemuda/pemudi kweni ingkang bahagia langkung rumiyen manga kita sedaya tangsah ngunjukkaken puji syukur wonten ngarsanipun gusti allah swt, dene wonten ing ndalu punika kita pinaringan kawilujengan, karaharjan, ing sahengga saged ngrawuhi wontenipun acara malam tirakatan pengetan 17 agustus 2014 saklajengipun kula minangka salah satunggaling wakil saking pemuda-pemudi kweni lan ketua panitia • ingkang sepisan, ngaturaken sugeng rawuh, saha sugeng lenggah, dateng bapak-bapak/ibu-ibu, awit saking rawuhipun kula lan panitia ngaturaken agunging panitia ngaturaken angungin panuwun. • ingkang saklajengipun kula lan panitia nyuwun pangapunten ingkang kathah mbok bilih anggenipun nanggepi bapak-bapak/ibu-ibu, pinanggih mapinten-pinten kekirangan. • ingkag saklajengipun, kita panitia ngaturaken agunging panuwun dumateng bapak-bapak/ibu-ibu, ingkang sampun ambiatu awujud menapa kemawon, bondho lan iguh pratikel, ing sahengga saged mbiantu kaleksananipun ndalu tirakatan wonten saat menika • kita saking panitia anggadahi pangajab, mugi-mugi kanthi pengetan/utawi malam tirakatan ing ndalu menika, kita sedaya saged nambahi raos rela berkorban, saha raos kekeluargaan ing sahengga wonten kita gesang menika tangsah guyup rukun lan saged nerusaken cita-citanipun para pahlawan ingkang gugur wonten madyanipun peperangan • kita saking para pemuda lan pemudi kweni ugi tangsah nyuwun tambahing donga pangestu, mugi-mugi anggen kita ngisi kamardikan, kanthi nindaaken sinau wonten ing sekolahan saged pikantuk hasil ingkang saestu memuaskan ing, saengga saged nerusaken perjuanganipun para pahlawan. • wonten ing tahun menika pemuda-pemudi kweni, nggadahi program kangge mengeti dina kamardikan inggih menika o sepisan : lomba anak-anak, ingkang sampun kaleksanan dinten minggu kapengker o ndalu tirakatan: wonten ndalu punika o ingkang saklajengipun mbok bilih kula pribadi agen kita matur katahh tumpang suhing atur, sasar-susur nyuwun agunging pangapunten, cekap semanten atur kula, awit saking kawigatosanipun kula lan panitia ngaturaken angunging panuwun.

Última atualização: 2014-08-12
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

hari kamis yang menyedihkan,saat itu akan diadakan upacara pramuka dan kelas viic yang akan bertugas. saat itu,aku merasa gugup,karena baru pertama kalinya aku bertugas di depan seluruh anak kelas vii smpn 1 temanggung dan berberapa kakak kelas. karena sebelumnya pada hari kamis lalu,ada acara yaitu karnaval yang tepat pada hari kamis,maka upacara di tunda 1 minggu dan selama 1 minggu tidak ada latihan untuk upacara. jadi pada hari kamis, upacara pramuka gagal total,tidak seperti apa yang aku bayangkan. aku sedih,aku merasa kelasku menjadi jelek pada saat itu. setelah semua kelas vii berkumpul,viic mencoba upacaranya,walaupun itu memaka n waktu,tapi setidaknya bisa lebih semangat upacaranya. walaupun ada kesalahan tapi bisa ditutupi dan semoga upacara selanjutnya akan lebih bagus dan jangan lupa teruslah berusaha.

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-11-03
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

ia dilahirkan dalam kekurangsempurnaan. dari rahim seorang istri wicitrawirya, dewi ambika, destarata dilahirkan. namun sejatinya ia bukan anak biologis wicitrawirya yang wafat karena sakit paru dan tanpa berketurunan, ia adalah anak pujan dari begawan abiyasa. setelah wicitrawirya mangkat, setyawati, ibunda wicitrawirya, mengutus dewi ambika dan ambalika – yang kedua-duanya adalah istri wicitrawirya – untuk menemui begawan abiyasa di gunung sapta arga dengan maksud memohon keberkahan akan keturunan. di dalam kamar semedi begawan abiyasa, dengan wajah yang teramat dahsyat dengan mata yang menyala-nyala, begawan abiyasa menyelenggarakan upacara pujan untuk memohon keturunan bagi ambika dan ambalika. ambika menutup matanya atas hal tersebut, sehingga lahirlah dari rahim dirinya seorang anak yang buta yang kelak dinamakan destarata. sementara ambalika berupaya untuk tidak menutup matanya atas apa yang ada dihadapannya. dengan segala dayanya yang walaupun harus dilaluinya dengan kepucatan, ambalika akhirnya memperoleh keturunan yang di kemudian hari anaknya tersebut dinamakan pandu, yang berarti kulit yang pucat. destarata dan pandu tumbuh dan besar di istana hastinapura. sampai ketika mereka telah dewasa, saatnyalah bagi mereka untuk naik ke tampuk singgasana kerajaan yang telah lama vakum. semestinyalah destarata yang menggantikan ayahnya untuk memerintah hastinapura. namun karena keterbatasan yang ia miliki maka pandu, adiknya, yang dikukuhkan sebagai raja hastinapura selanjutnya. pandu tidak memerintah terlalu lama atas hastinapura. pandu gugur dalam perang tanding antara dirinya dengan muridnya sendiri, tremboko, raja raksasa dari pringgondani. keris kalanadah telah merobek paha pandu yang berujung pada ajalnya, sementara anak panah yang dilesatkan pandu memenggal leher tremboko. perang tanding yang semestinya tidak terjadi andai saja tremboko tidak termakan hasutan sengkuni. sebelum ajal menjemputnya, pesan terakhir yang sempat disampaikan pandu bahwa singgasana hastinapura yang ia tinggalkan untuk dititipkan kepada destarata sampai anak-anak pandu tumbuh dewasa dan dapat melanjutkan dinastinya. suatu pesan terakhir, wasiat adalah suatu pendulum yang tidak dapat ditarik kembali ujungnya. disampaikan dengan keikhlasan dan penuh harap akan apa-apa yang dikehendakinya. pesan terakhir, wasiat merupakan suatu kepercayaan bahwa bagi pemangkunya hal tersebut adalah suatu keniscayaan. keniscayaan untuk dan atas nama seorang patron dan keniscayaan akan keberlangsungan harapannya. harapan sebagai mana anak panah yang melesat secara pasti pada titik ujungnya sekaligus yang tak mungkin untuk kembali lagi ke gendewanya. destarata, sang pemangku wasiat tersebut mengemban tidak sepenuh hati apa yang telah dipesankan adiknya. dalam keterbatasan, destarata menyadari sepenuhnya bahwa hastinapura sebagai suatu kerajaan yang telah diperjuangkan oleh para pendiri wangsa kuru harus tetap dijaga keberlangsungannya. ia bersinggsana di hastinapura dengan didampingi para pinesepuh wangsa kuru, yakni bisma, widura, durna dan krepa. namun di sisi lain, bukan demikian halnya akan keberlanjutan singgasana yang telah ia duduki tersebut. para pandawa, kelima anak pandu, telah beranjak dewasa dalam bimbingan kunti, ibundanya dan para eyangnya. di istana hastinapura mereka dibesarkan. begitupun dengan kurawa, seratus anak destarata dari istrinya, gendari, telah berangkat dewasa dalam pengasuhan yang sama di istana megah pinggir telaga tersebut. kurawa dan pandawa, bukan sebagai saudara – walaupun hanya sepupu – mereka tumbuh remaja dan dewasa secara bersama-sama dan dalam pengasuhan yang sama di tempat yang sama pula. kurawa secara laten menanamkan semangat kebencian dan iri dengki mereka atas pandawa dalam diri mereka. singgasana hastinapura yang sekarang diduduki ayah mereka sebagai pemantiknya. tampaknya destarata mulai lupa akan pesan terakhir pandu kepadanya sebelum pandu menghembuskan nafas. destarata yang telah uzur, gendari dengan sinar matanya yang silau, menjadikan para kurawa leluasa berdiri tegak dengan kepongahannya atas pandawa. destarata semakin tak berdaya ketika kurawa mengadakan permainan dadu dengan mengundang pandawa di bale sigala-gala. permainan dadu yang telah menihilkan hak-hak pandawa sekaligus yang telah meruntuhkan kehormatan pandawa. tidak terkecuali drupadi. permainan dadu pula yang menjadikan pandawa harus mengasingkan diri selama tiga belas tahun di hutan kamiaka. di taman istana hastinapura, di tepian kolam dengan air keperakan tersapu cahaya bulan, sebatang ranting cemara jatuh, terapung, beriak air berjalan lambat ke tepi. destarata duduk terpaku ditemani gendari yang telah menutup kedua matanya dengan kain hitam. destarata membayangkan perang yang akan terjadi antara anak-anaknya dengan para pandawa di kurusetra esok hari. perang yang akan menghapus satu garis keturunan dari wangsa kuru. perang yang seharusnya tidak terjadi jika saja ia dapat membesarkan anak-anaknya secara baik. perang yang juga seharusnya tidak terjadi jika saja sinar mata yang silau dari gendari tidak menggodanya. kalaupun sekarang gendari telah menutup kedua matanya, semuanya telah terlambat. orang tua yang akan memberikan segala warna bagi anak-anaknya. anak adalah cerminan dari kedua orang tuanya. ketika anak telah berjalan di luar dari hak-hak yang ia punya dan seorang istri yang telah bertindak melebihi batas-batasnya, destarata tidak berdaya atas semuanya. destarata, ternyata tidak hanya buta matanya, namun juga buta hatinya. hingga akhirnya wasiat itu ia langgarnya dengan segala akibat yang harus ia tanggung.

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-09-23
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

judul drama : prilaku buruk seorang pelajar pemain drama : 1. ali 2. dika 3. yoga siang itu ali tidak masuk sekolah karena sedang sakit. setelah ditelisik lebih lanjut ternyata ali tidak sakit, melainkan hanya pura-pura. dika mencoba menegur ali karena kebohongan yang dilakukannya. yoga sebagai kakak kelas ali dan dika mencoba memberikan pengarahan kepada ali. dika: al, katanya kamu sakit? bener nggak sih soalnya kamu nggak kliatan kayak lagi sakit. ali: aku emang nggak sakit kok, cuma malas masuk kelas hari ini makanya aku alasan sakit. dika: wah, kok bisa-bisanya sih kamu bohongin dewan guru? terus surat ijin sakit itu kamu dapat darimana? ali: aku buat sendiri. ya, bukannya mau ngeboongin guru sih, tapi tadi pagi aku memang malas banget mau pergi skul. dika: wah, kelewatan al apa yang kamu lakuin. masak kamu buat surat ijin boongan. jangan lakuin lagi al! ali: mau gimana lagi orang aku malas banget, lagian juga anggak tiap hari aku bolos. dika: iya, tapi itu kan tindakan tidak terpuji namanya. kalau kamu nggak mau janji untuk tidak ngebuat surat ijin boongan lagi besok aku laporin kamu ke dewan guru. ali: gila amat lo dik. tega amat lo mau ngelaporin temen sendiri. dika: ya, makanya kamu janji jangan ngebuat surat ijin boongan lagi. lagian lambat laun pihak guru jika akan tahu. yoga: ada apa sih kok ribut-ribut? dika: ini si ali, masak dia nggak masuk sekolah terus buat surat ijin sakit boongan. yoga: yang bener al? ali: iya mas. yoga: waduhh.. nggak boleh gitu al, kamu jangan membiasakan diri dengan berbohong. dika: iya mas, bilangin si ali itu. ali: oke deh mas, aku usahain nggak pake surat ijin sakit boongan lagi. yoga: jangan bilang diusahain. kamu harus bener-bener promise nggak bakalan ngelakuinnya lagi. ali: iya iya yoga: janji ya! ali: yup dika: nah gitu dong al! yoga: oke, sekarang mending kalian pulang. gunakan waktu luang kalian untuk belajar. ali: ok mas dika: baik mas, makasih read more: http://www.teksdrama.com/2012/09/contoh-teks-drama-3-orang.html#ixzz3gjiielu3

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-10-16
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

mengapa? karena aku tidak seperti laki­laki pada umumnya. wajah  itu,  penampilan itu yang terpantul pada permukaan cermin, membuatku  enggan meninggalkan kamar, apalagi harus berada di luar rumah. maka,   kubiarkan   ayah   dan   ninda   berlama­lama   menungguku   di  mobil. aku tidak ingin ikut bersama mereka ke kampus, salah satu tempat  yang paling aku hindari. kemarin,  aku mengalami hal  buruk di tempat itu.  di hari pertama  kuliah,   aku   harus   bertemu   seseorang   yang   kuanggap   penjahat   semasa  sma. seseorang yang selalu memperolok keadaanku. kali   ini,   ia   membawa   teman­temannya   yang   baru   dan   kembali  mempermalukanku  dengan mengatakan  bahwa   aku  ini   banci.  laki­laki  yang   kejantanannya   telah   hilang,   laki­laki   yang   ingin   keluar   dari  kodratnya. hatiku panas. darahku terasa mendidih. tampaknya, sudah tiba saat  di mana orang yang telah lama kubenci mendapat sebuah pelajaran yang  begitu berharga. kepalan   tanganku   telah   siap   dan   mulutnya   telah   masuk   dalam  sasaran  tinjuku.  tapi  begitu hendak aku  luncurkan,   tanganku  terkunci.  ninda  menggenggam  kedua   lengan   tanganku   dengan   erat.  gadis   yang  menguasai  karate  dan  silat   tersebut   semakin memperparah keadaanku.  aku  semakin dipermalukan.  laki­laki   yang  berlindung  di  bawah ketiak  wanita katanya. “begitulah jika ibumu seorang yang tidak waras!” telunjuk riko tepat  ke   arah mukaku  yang  memerah,   panas  menahan marah  yang   semakin  memuncak. nyaris aku dapat melepaskan diri, tetapi ninda masih belum  mau melepaskan cengkeramannya di kedua lenganku. 1 “sebaiknya, kau tutup mulutmu! apa kau tidak tahu bahwa mulutmu  itu   bau   sekali?”   ninda   membalas.   suaranya   yang   lantang   menarik   perhatian sekitarnya. muka riko sontak merah padam. matanya mendelik. “berani...?” ninda  membalas   dengan   kepalan   tangan   teracung.  disambut   oleh  sorakan   teman­teman   riko   lengkap   dengan   tepuk   tangan.   sepertinya,  mereka senang mendapat ancaman itu. padahal, mereka belum tahu bahwa  kepalan   tangan  ninda   telah   tiga   kali  memakan   korban,   ketiga­tiganya  adalah wajah riko. “hajar, rik! hajar!” riko mengangkat tangan. teman­temannya berhenti berseru. ia lalu  berputar dan pergi. teman­temannya menjadi ekor. “mengapa tidak kau hajar saja gadis sok jago itu, rik?” “tidak usah.  jika aku menghajar yang perempuan,  aku  juga harus  menghajar yang laki­laki. dan itu akan membuat mereka semakin aneh.  yang perempuan nanti  malah bisa menghamili dan yang laki­laki malah  bisa dihamili.” tawa  mereka  meledak.  dan   di   sela­sela   tawa   itu,   aku  mendengar  ninda berkata, “aku rasa, ibunya yang tidak waras.” kata­kata  itu,  meskipun ditujukan kepada riko,   tetap  membuatku  sakit.  air mataku meleleh tanpa dapat kutahan.  tanpa banyak berkata,  aku   bergegas   pergi.   aku   tidak   menghiraukan   pesan   ayah   yang   akan  menjemput   jika   kami   menelepon.   yang   kupikirkan   hanya   pulang,  secepatnya pulang dan memperlihatkan air mataku kepada ibu. aku menaiki   sebuah  angkutan  umum.  penumpangnya   yang  nyaris  penuh bertambah olehku,   lalu ditambah ninda yang berhasil  menyusul.  napasnya turun naik tak karuan. ia telah berlari berpuluh­puluh meter. ia  sempat kehilangan jejak sebelum akhirnya menemukanku terlihat menaiki  angkutan umum. aku menangis. masih menangis. air mataku masih belum juga dapat  berhenti. “kenapa, dik?” tanya seorang ibu. aku bergegas mengesat air mata. namun, tetap saja terus mengalir.  melihatku kewalahan, ibu itu mengunjukkan selembar tisu. “pakai saja, dik. saya masih punya tiga kotak lagi. boleh minta jika  masih kurang.” 2 aku hanya tercenung, sementara pipiku semakin basah. ninda yang  melihatku  tidak berbuat  apa­apa,   segera mengambil  alih.   ia mengambil  tisu   itu   untuk   kemudian   memberikannya   kepadaku.   dan   aku  mengambilnya ragu­ragu. “masalah laki­laki, ya?” bisik ibu itu kepada ninda. kebetulan mereka  duduk bersebelahan. ninda   balas   mengangguk.   aku   menangis   sejadi­jadinya   di   balik  lembaran tisu yang telah basah. dalam hati, aku bertanya, “apakah aku  telah benar­benar seperti wanita?” ibu itu memberiku tisu, dan penumpang  lain tidak berbisik­bisik, seolah­olah menggunjing. mereka seperti melihat  sesuatu yang telah lumrah. seorang gadis yang menangis. *** “jika benci, mengapa harus kau tatap?” sebuah suara yang kukenal  membalikkan   tubuhku.   itu   ninda,   satu­satunya   teman   yang   kumiliki  hingga   sekarang.  hanya   ia   yang   tersisa   setelah  penampilanku   berubah  aneh seperti ini. ia ternyata menyusul ke kamar. “kau hanya akan semakin  membenci  dirimu  jika kau  terlalu suka menatap dirimu di   cermin.  apa  waktu   dua   tahun   tidak   cukup   untuk   membuatmu   terbiasa   dengan  penampilan itu?” dua   tahun....   seratus   tahun   pun   rasanya   tidak   akan   dapat  membuatku   terbiasa   dengan   penampilan   ini.  meskipun   penampilan   ini  sangat dekat dengan seseorang yang kukenal baik. aku   lalu   hanya  menggeleng   dan  menjawab,   “meskipun   aku   tidak  menatap diriku di cermin, aku masih bisa menatap diriku di mana­mana,  terutama dari mata orang­orang yang aku jumpai.” ninda diam  sekejap.   “sudahlah....  sekarang,   lebih baik kita  segera  berangkat   ke   kampus.  kasihan   ayahmu.  beliau   telah   lama  menunggu.  mesin  mobilnya   juga   telah   lama  menyala   dari   tadi.   ingat,  bbm  sudah  mahal.” “aku tidak ingin ke kampus. aku tidak ingin kuliah jika penampilanku  tetap seperti ini.” “aku tahu itu. kau telah sering mengatakannya padaku dan kau juga  telah sering mengatakannya pada ibumu.” 3 lalu, ninda menoleh ke belakang. aku baru sadar bahwa ibu ada di  sana, yang kini tengah menangis dalam pelukan ayah. ibu kemudian pergi.  pasti  memuaskan   hatinya   untuk  menangis   di   kamar.  ayah  menatapku  seakan meminta untuk menurut. aku tak berkutik. jika ibu sudah menangis, apa boleh buat. ini adalah  keinginannya dan  ia adalah orang yang paling  rapuh di  keluarga kami.  ialah   yang   paling  menginginkanku  melanjutkan   sekolah   ke   perguruan  tinggi, tanpa memperbolehkanku merubah penampilan. sementara ayah, ia  selalu dalam bimbang. kini, aku lagi­lagi harus menurut. sama seperti dua tahun lalu, ketika  aku harus menggantikan seseorang. “baiklah....” aku melangkah meninggalkan kamar diiringi oleh ninda.  kami menuju mobil dan duduk di kursi belakang. ayah menyusul setelah  memberitahukan kabar gembira ini kepada ibu. ia duduk di kursi depan  dan mulai  menjalankan mobil  yang mesinnya  telah begitu panas.  entah  sudah berapa liter menghabiskan bensin. dalam perjalanan,  aku hanya diam.  kepalaku bersandar pada kaca  jendela pintu mobil  sebelah kiri.  rambut  yang begitu panjang menutup  sebagian wajahku. kubiarkan ninda mengoceh  tanpa kugubris.  ia mencoba menghibur  dengan mengatakan bahwa jika aku tidak dapat bersaing dengan laki­laki  soal kekuatan fisik, aku bisa bersaing dengan wanita soal kecantikan. “pandang   ke   sini!”   ia   memutar   daguku.   ia   ternyata   telah  mempersiapkan   sebuah   cermin   bundar   yang   mungil   di   samping   kiri  wajahnya.  “lihat,  kau  lebih cantik dariku!  pasti  banyak wanita yang  iri  kepadamu, karena mereka kalah cantik oleh seorang laki­laki.” aku   segera   membuang   muka   dan   kembali   bersandar.   “itu   wajah  kakakku, bukan wajahku...,” ucapku dalam hati. kubiarkan   ninda   kecewa.   usahanya   untuk   menghiburku   kembali  gagal.   ya,   yang   baru   saja   menurutnya   adalah   cara   menghibur,   selalu  melihat dari sisi baiknya.  “lihat kemarin, kau tidak dianggap aneh oleh orang banyak di dalam  angkutan umum. mereka hanya menganggapmu seorang gadis yang wajar  kalau menangis. hanya riko yang menganggapmu aneh, bersama teman­ temannya   yang   tidak   waras   itu.   jika   riko   yang   menangis,   lain   lagi  ceritanya.   riko   menangis   darah,   penumpang­penumpang   itu   mungkin  hanya tertawa. mereka baru simpati ketika riko pingsan karena kehabisan  darah.” 4 tetapi,   aku   tidak   pernah   sependapat   soal   itu.   penampilan   ini  mengungkungku.  semenjak  berpenampilan  seperti   ini,   aku harus  dapat  menjaga sikap. aku tidak bisa bertindak kasar sembarangan.  seperti yang pernah terjadi ketika aku duduk di kelas xii. jam pulang  sekolah,   aku   balas   dendam   dengan   seorang   teman   riko   yang   sering  mengolok   dan   mengatakan   bahwa   ibuku   bukanlah   orang   yang   waras.  pukulanku   tepat   mengenai   wajahnya   dan   tepat   di   depan   mata   ibu.  pulangnya,  aku  dinasehati  habis­habisan.   ibu  tidak  ingin melihat   anak  gadisnya ternodai oleh sifat kasarku. rasanya, aku telah menjadi tubuh orang lain, tubuh kakakku sendiri.  mungkin,   ini   adalah   balasan   karena   aku   sering   berbuat   tidak   baik  kepadanya.  aku   sering  membuatnya   kaget,  meskipun   tahu   ia  memiliki  jantung   yang   lemah.   oleh   karena   itu,   ia   menjadi   anak   yang   paling  dilindungi oleh ibu. ibu tidak ingin kak anita memiliki masalah dengan  jantungnya. hingga di  suatu hari  di   libur sekolah dua  tahun silam.  aku masih  ingat ketika sebuah truk meluncur ke arah mobil kami, di bawah terpaan   hujan   lebat.   truk   itu   tak   terkendali   dan   menghantam   mobil   kami.  selebihnya, aku sadar di rumah sakit dengan luka yang cukup parah, dan  mendengar   kabar   bahwa   kak   anita   tidak   tertolong.   itu  membuat   ibu  sangat terpukul. hampir   dua   bulan,   aku   baru   dapat   bersekolah.   namun   terlebih  dahulu, aku harus memotong rambutku yang terlampau panjang. mereka  ternyata tidak kehilangan kesuburan, meski selama ini aku terbaring sakit.  rambutku   justru   tumbuh   panjang,   hingga   cukup   membuat   ibu  menganggapku sebagai kak anita. aku dan ayah sontak tersadar. penampilanku kini lebih mirip dengan  saudara  kembarku  tersebut.  gawatnya,   itu membuat   ibu kembali   jatuh  dalam masa lalu. padahal, ia baru mulai mencoba menerima kepergian kak  anita dua pekan ini. ibu   tidak   setuju   dengan   rencanaku   untuk   memotong   rambut.  sementara   aku   berkeras.   tiap   siswa   tidak   diperkenankan   bersekolah  dengan rambut gondrong. “tapi....” mata ibu berkaca­kaca dan mendadak ia pergi meninggalkan  kami.  ia memuaskan hatinya menangis di  kamar.  ayah pergi  membujuk  dan rencanaku terpaksa ditunda. hari pertama di sekolah, rambutku menjuntai lurus hampir sebahu.  aku   hanya  mendapat   teguran  agar   aku  menjaga   sikap.  aku  mendapat  keringanan karena ayah telah berbicara dengan pihak sekolah. 5 pulangnya, aku singgah di tempat cukur rambut tepi jalan. rambutku  dipangkas. kedatanganku di rumah disambut ibu dengan kebingungan., “di mana anita...?” sekarang, ibu tambah parah. ia tidak mau makan dan akhirnya jatuh  sakit. ia sangat ingin anita kembali hadir di hadapannya, meski ia sendiri  sadar  bahwa putri   tercintanya  tersebut   telah  lama pulang ke pangkuan  sang   pencipta.  hanya   dengan  melihat  anita   berada   di   sampingnya,   ia  merasa masih dapat menjaga sang putri. karena keinginan ibu yang aneh, orang­orang bahkan keluarga kami  sendiri, berkata bahwa ibu telah gila. apakah karena kejadian naas itu?  mungkin saja. karena aku juga merasakan ada yang berubah pada diriku.  aku pendiam. gawatnya, itu adalah kepribadian kak anita. apakah otakku telah rusak? kian hari,  kondisi  ibu kian memburuk.  ayah sempat memberi  usul  untuk   mengenakan   rambut   palsu.   tapi   kutolak   mentah­mentah.   aku  merasa bodoh dengan benda tersebut. aku laki­laki. “kalau   begitu,   biarkan   saja   rambutmu   kembali   terurai   seperti  kemarin.  demi   ibumu.  ayah   akan  mencoba   untuk  meminta   pengertian  kepada pihak sekolah.” “tapi....” “kau laki­laki. meski sekarang penampilanmu seperti anita, lambat  laun kau akan tetap seperti laki­laki. kumismu bisa tumbuh dan suaramu  akan  membesar.  dengan   cara   ini,  ayah   harap   kau   dapat   sedikit   demi  sedikit menggiring ibumu untuk dapat menerima kepergian anita.” pada saat itu, aku percaya saja. aku menurut hingga aku benar­benar  merasa itu sebuah kebohongan yang besar. hingga sekarang, wajahku tetap  semulus dulu. bahkan pita suaraku, rasanya semakin mengencang. justru  inilah yang lebih mengukuhkanku lagi sebagai kak anita di mata ibu. *** terasa  sangat  berat  untuk menjejakkan kaki  di  kampus.  jika  saja  bukan  ninda   yang  menarikku,   aku  mungkin   akan   tetap  mematung   di  tempat di mana ayah menurunkan kami. 6 “bersikap wajar. tidak seisi kampus tahu tentang jati dirimu.” tapi, kami tampaknya memang harus bertemu dengan si penjahat itu  kembali. ia dan teman­teman barunya mencegat jalan kami. “tidak usah repot­repot untuk menyembunyikan jati dirimu. karena  dalam waktu dekat, seisi kampus akan tahu siapa dirimu. dan mulai saat  ini, kau tidak akan betah di sini. sebagai permulaan....” riko   menunjukkan   selembar   kertas   kepada   ninda.   ninda  merampasnya dan membaca apa yang tertulis. “dasar tidak punya hati! kau ingin mengekspose temanku?” “itu hanya untuk edisi minggu ini. untuk edisi minggu depan, akan  kumuat semuanya lebih gamblang. aku ingin orang­orang penasaran.” “kau takkan berhasil!” “selama ini, aku selalu berhasil membuat kalian menjadi pecundang.” ninda menyiapkan kepalannya. “ingin menghajarku? pikirkan lagi jika kau tidak ingin kami keroyok.” “pengecut!” “ninda...,  sebaiknya kita pergi.”  aku mencoba melerai.  orang­orang  sudah mulai  memperhatikan kami  dan aku  takut   rahasiaku akan bocor  lebih awal. “yap, pergi saja dengan setengah wanita itu!” deg!   jiwa   laki­lakiku   terpanggil.  aku  maju   ke   depan.   “kau   ingin  merasakan pukulanku?” “aku yakin, pukulanmu selembut belaian tangan bayi.” giliran ninda mencoba menarikku untuk menjauh.   ia sudah sadar  dengan situasi yang akan kami hadapi. “aku bisa membeberkan  rahasiamu  sekarang.  dan malumu  takkan  tertanggung. kau memiliki ibu yang....” “hentikan ucapanmu!” pekikanku berhasil menarik perhatian orang­ orang. semua berhenti dan menoleh.  saat itu, aku tersadar.  tampaknya,  semua akan tahu rahasiaku. tapi, aku terlanjur kesal dengan pemuda di  hadapanku. riko tersenyum melecehkan. dan  mendadak,   tanganku   bergerak  merangkul   pundak   riko.   aku  menciumnya. mata ninda seakan mau copot menyaksikan bibir kami yang  saling menyatu. 7 ** tamat ** http://www.dirgitadevina.web.id 8 tentang penulisgoogle terjemahan bahasa indonesia ke bahasa jawa

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-09-04
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

otobiografi namaku hafid alfan bayu rahman aku adalah anak pertama dari pasangan gojali rahman dan elok tri puji astutik papaku adalah seorang tni al dinas di pangkalan marinir surabaya mamaku tidak bekerja hanya sebagai ibu rumah tangga aku lahir pada tanggal 25 oktober 2000 pada pukul 00.45 dirumah sakit adi husada kapasari surabaya dengan berat badan lahir 3,5 kg dan panjang badan ku lahir 50 cm dan aku diberi nama hafid alfan bayu rahman pada saat aku pulang dari rumah sakit aku tinggal di rumah jl gembong gg 5/1 surabaya kata mamaku saat aku masih kecil aku selalu bangun di tengah malam dan nangis papaku selalu membuatkan susu formula untukku.papa dan mamaku selalu kerja sama dan saling membantu. ketika diusiaku yang menginjak 2 tahun aku memiliki seorang adik yang bernama rivaldo farid ardana yang lahir pada tanggal 1 maret 2002 pada pukul 15.00 wib di rumah sakit angkatan laut “rsal ramelan surabaya”dengan berat badan lahir 3,8 kg dan panjang adikku waktu lahir 52 cm waktu menjelang kelahiran adikku mamaku sempat ada masalah dengan kondisi adikku yang posisi bayinya melintang kepala disamping dan mamaku mendapatkan pengawasan dari dokter sampe di infus dan disuntik injeksi agar posisi bayi bisa normal kepala dibawa sungguh merupakan suatu perjuangan buat mamaku ketika melahirkan adikku. masa kecilku aku lalui dengan bahagia pada usiaku yang 4 th aku mulai bersekolah di tk tunas jl gembong gg 3 dekat dengan rumah ku saat aku masih tk aku selalu mengikuti lomba mewarnai dan karnaval yg diadakan di tingkat kecamatan simokerto pada waktu ikut karnaval aku berpakaian tradisional mengenakan baju cak dan ning surabaya dan tk tunas tempat ku sekolah mendapatkan juara 2 karena dinilai dengan pakaian yang serasi serta barisannya yang kompak dan lurus rapi itulah pengalamanku waktu aku sekolah di tk tunas. di saat saat yang paling aku ingat saat masih tk adalah hari ulang tahunku yang ke 5 th kedua orang tuaku merayakannya dengan mengundang teman teman tk dan teman rumahku dan aku mendapatkan banyak kado dari teman teman ku dan guru tk di usia yang ke 6 th aku mulai masuk sd kelas 1 dan aku mempunyai teman baru bahkan ada teman dari tkyang juga satu kelas denganku. sampe dengan kelas 4 sd aku naik kelas 5 sd dan pindah kesekolah lain di sdn babatan iv sampe aku kelas 6 sd dan hingga lulus karena aku ikut kakek dan nenekku di perumahan babatan indah setelah aku smp aku masuk di smp trisila surabaya aku memutuskan pulang lagi kerumah gembong gg 5/1 jarak kesekolahku smp dengan rumah sangat dekat 3 km aku kesekolah naik bemo lyn m kadang kadang diantar sama papaku sekalian bersama’an dengan papaku dinas. waktu aku menjadi siswa baru pertama kali masuk smp sama halnya dengan mos aku disuruh membawa apa yang diperintahkan kakak osis. hari senin disuruh bawa 4 botol air mineral 600 ml aqua, hari selasa bawa mie instan 5 bungkus campur campur hari rabu penutupan mos disuruh bawa sarden kaleng kecil 2 kaleng. itulah pengalamanku waktu ikut mos di smp trisila untuk menjadi siswa kelas vii.dan aku menjalni hari hari ku bersekolah di smp trisila hingga aku naik kelas viii. setelah aku duduk di kelas viii aku selalu mengikuti kegiatan di smp trisila. akhir nya aku naik kelas ke kelas ix disinilah aku harus berjuang keras untuk nasibku di kelas ix aku benar belajar yang tekun karena orang tuaku menginkan aku harus bisa masuk negeri jika aku sma nanti papaku selalu menyuruhku belajar karena kelas ix sudah tidak waktunya main main lagi. setiap pulang sekolah aku ikut bimbel di sekolah smp trisila setiap pukul 19.00 wib sampai 20.30 wib aku les di donokerto rumah kak nona untuk tambahan pelajaran. aku tidak ingin kedua orang tua ku kecewa insya allah kalau aku bisa akan aku tunjukkan kerja keras ku dengan belajar dan berdo’a bisa mendapatkan hasilnya waktu begitu cepat berlalu tiada terasa aku sudah menghadapi unas (ujian nasional)yang mana menentukan lulus tidaknya hanya ditempuh 3 hari saja. selama aku menempuh 3 tahun belajar di smp hanya ditentukan nasib 3 hari saja pada waktu saat unas. itulah yang membuatku tegang dan rasa takut yang luar biasa. apalagi sekarang sistim unas dengan 20 paket , aku harus bisa dan yakin dengan kemampuanku dalam mengerjakan soal soal unas. unas telah usai dilaksanakan inilah saatnya menunggu kelulusan. di samping menunggu tanggal pengumuman kelulusan. smp trisila mengadakan kegiatan tour yang mana kegiatan tersebut oleh kepala sekolah di serahkan ke wali murid kelas ix dengan kerja sama yang baik antara orang wali murid dan guru kita bisa mengadakan tour ke yogya anak anak kelas ix banyak yang ikut ke yogya dan mereka sangat senang sekali. disinilah rasa persaudaraan itu semakin dekat dan kita tidak membedakan itu kelas a b dan c semua sama atas nama smp trisila “ the grade nine” let’s go to yogya kita bisa merasakan suka dan duka keakraban bersama teman. saling berbagai makanan dan bercerita dan bercanda bersama hanya rasa kekeluargaan yang bikin kita semakin dekat. hubungan orang tua wali murid dan guru pun juga semakin dekat seperti saudara. begitu juga dengan anak anak nya dan orang tua. kebetulan mamaku di tunjuk sebagai panitia dan mamaku ikut ke yogya, banyak teman teman ku yang cerita dan berbagi pengalaman. teman teman banyak yang senang dengan mamaku karena mamaku orangnya bisa diajak bicara dan bisa jadi teman yang baik. itulah cerita kegiatan waktu di yogya dan kini kita kembali ke sekolah menunggu hasil pengumuman dan kelulusan dari sekolah. detik detik kelulusan inilah yang bikin aku tidak bisa tidur karena penetuan nasib. setelah aku melihat hasil pengumuman dari internet bahwa aku dinyatakan lulus allhamdullilah ya allah dan aku lulus dengan nilai un 34.15. dengan nilai un 34.15 aku memberanikan diri untuk ikut online mendaftarkan ke sman 4 untuk pilihan yang pertama dan untuk pilihan yang ke 2 aku memilih sman 8 kenapa aku memilih dua sekolah ini alasannya yang pertama sman 4 benar – benar bagus karena mamaku kenal dengan anak dokter gigi unair yang pernah sekolah sman 4. dan alasanku yang kedua dekat dari rumah karena jarak nya kurang dari 8 km bisa ditempuh lyn/bemo dengan satu kali naik. allhamdulillah aku diterima di sman 4 dan namaku ada diurutan 178 setelah menjalani pengumuman jalur reguler cukup melelahkan selama 3 hari aku harus bersaing dengan teman- teman dari lain sekolah untuk mendapatkan satu kursi di sman 4 dan sekarang aku masuk di sman 4 dan menjadi siswa baru, insyaallah aku akan tekun belajar dan berjuang untuk mencapai cita-cita aku ingin membahagiakan kedua orang tua ku terutama papaku yang sudah mencari nafkah untuk keluarga karena papaku berharap aku menjadi orang yang dibanggakan tetapi apabila hasilnya nanti tidak sesuai dengan apa yang di inginkan aku akan tetap menerimanya karena mungkin inilah jalan yang terbaik yang diberikan oleh allah kepadaku semoga tiga tahun kedepan aku diberikan yang terbaik oleh allah swt amiiin..............

Javanês

google agensi nganti jawa indonesia

Última atualização: 2014-10-29
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo

Indonésio

maaf, halaman ini isn't tersedia link yang anda ikuti mungkin rusak, atau halaman mungkin telah dihapus.'; /* months */ $lang['january'] = 'januari'; $lang['february'] = 'februari'; $lang['march'] = 'maret'; $lang['april'] = 'april'; $lang['may'] = 'may'; $lang['june'] = 'juni'; $lang['july'] = 'juli'; $lang['august'] = 'agustus'; $lang['september'] = 'september'; $lang['october'] = 'oktober'; $lang['november'] = 'november'; $lang['december'] = 'desember';

Javanês

terima kasih

Última atualização: 2015-03-23
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Indonésio

[prolog: dulu, hiduplah seorang wanita tua dengan anaknya yang bernama malin. mereka hidup menderita dan bergantung pada hasil hutan.] ibu: "malin, datang ke sini anak, membantu saya untuk membawa kayu bakar ini. " malin: "ya ibu, tunggu sebentar." (malin membantu ibunya) malin: "ibu, berapa lama kita akan bertahan dengan kondisi ini? saya ingin ada perubahan dalam hidup kita." ibu: "entahlah, ibu tidak tahu malin, kita harus bersabar dan jangan berhenti berdoa kepada allah. " malin: "ibu, aku punya ide, biarkan aku pergi untuk mengubah keberuntungan saya? siapa tahu aku akan menjadi orang kaya." ibu: ... [malin dan ibunya kembali ke rumah, tapi ibunya hanya diam tentang ide. setelah mereka tiba di rumah.] malin: "bu, bagaimana dengan ide saya?" ibu: "saya pikir itu bukan ide yang baik anakku. karena, jika kamu pergi, siapa yang akan menjagaku di sini." malin: "tapi ibu, jika saya tidak mengubah peruntungan, bagaimana kita bisa bertahan? saya berjanji ibu, jika bisa menjadi orang kaya, saya akan kembali. tenang saja ibu, saya akan berbicara dengan dayat, supaya menengok ibu setiap hari hingga saya kembali ke rumah." [ibu malin tidak bisa melarang apa malin inginkan. akhirnya, dia setuju dengan ide malin.] ibu: "baiklah, jika itu memang keinginanmu, malin! tapi, kamu harus pegang janjimu untuk kembali ke kampung ini." [malin pergi ke rumah dayat untuk memintanya menjaga ibunya, hingga ia kembali dari perantauan membawa uang yang banyak. dayat merupakan sahabat malin, yang selalu ke mana-mana suka maupun duka.] dayat: "kamu mau ke mana, malin?" malin: "besok, aku akan merantau untuk mengubah nasib." dayat: "apa? jika kamu pergi merantau, siapa yang akan menjaga ibumu di sini?" malin: "karena itu, aku mendatangimu. aku ingin menjaga ibuku—tengoklah ia setiap hari itu sudah cukup baginya—hingga aku kembali.” dayat: "oh, baiklah kalau begitu. ingat pesanku untukmu, jangan lupakan kita yang ada di sini, malin." [keesokan harinya, ibu malin mengantarkan anaknya ke pelabuhan.] ibu: "jaga dirimu baik-baik, nak. cepatlah pulang, setelah kamu sukses di rantau.” malin: "ya ibu, doakan saya supaya saya cepat mendapat rezeki yang banyak.” malin: “dayat, tolong kamu jaga ibu saya baik-baik. terima kasih sebelumnya. selamat tinggal.” dayat: "jangan khawatirkan soal itu, malin. saya berjanji akan merawat ibumu sepenuh jiwa raga saya. jaga dirimu baik-baik. " ibu: "selamat jalan, anakku." dayat: "selamat jalan, malin." [akhirnya, malin memulai peruntungannya di perantauan. ia pergi berlayar dengan saudagar kaya. di kapal, kapten memberinya pekerjaan sebagai kru. kapten memiliki putri semata wayang, yang telah menjadi seorang anak gadis cantik. nama anak gadis kapten adalah ningrum. ketika malin melihatnya, ia jatuh hati. hal ini memberikan semangat kepada malin untuk bekerja lebih giat lagi.] malin: (berkata di dalam hati, saat melihat ningrum mendatanginya) "ningrum sangat cantik. aku menyukainya, dan harus menikahinya. dengan begitu, jika sesuatu terjadi pada ayahnya, warisannya akan jatuh ke tanganku, sehingga aku akan menjadi orang kaya.” ningrum: "apakah kamu melihat ayahku?” malin: "hmm, saya tidak melihatnya. mungkin ia pergi ke dapur. cobalah ke sana untuk melihatnya." ningrum: "oh, baiklah. saya akan ke sana menemuinya." malin: [tersenyum] "ya, silakan nona. apakah perlu kuantar?” ningrum: [hanya tersenyum, sambil berjalan meninggalkan malin.] [sementara itu, di kampung halaman malin, ibu malin sangat gelisah. ia resah bagaimana malin menjalani kehidupannya di perantauan. apakah malin sehat? apakah malin bisa menjaga dirinya baik-baik? semua pertanyaan-pertanyaan khas orang tua yang khawatir akan anaknya menggelayut menjadi beban pikiran ibu malin. sementara itu, ia juga khawatir malin tidak pulang kembali ke kampung halamannya, dan melupakan dirinya.] ibu: "dayat, saya rindu sekali dengan malin. kira-kira, kapankah ia kembali? apakah ia baik-baik saja saat ini? dayat: "jangan takut, ibu. malin akan pulang. ia telah berjanji. sementara itu, biarkan saya menjaga ibu.” ibu: "ya, terima kasih, dayat. entah, apa jadinya saya tanpa bantuanmu." dayat: “jangan terlalu dipikirkan, ibu.” [suatu hari, kapten memanggil malin, karena ia akan menaikkan jabatan malin atas prestasi kerjanya selama ini. dengan jabatan ini, dalam beberapa tahun, membuat malin menjadi orang kaya.] malin: "sekarang, saya kaya raya. saya dapat membeli semuanya dengan uang saya. karena itu, ningrum harus menikah dengan saya.” [semakin hari, ibu malin semakin merindukan anaknya. ketuaannya membuat ia lelah menunggu malin. namun, dayat selalu memberikan dukungan untuk ibu malin, bahwa malin yang akan datang kembali dan orang kaya.] dayat: "jangan sedih, ibu." ibu: "saya lelah, dayat. saya lelah menunggu malin. kita tidak pernah mendapatkan berita dari malin sedikit pun.” dayat: "saya percaya ibu, bahwa malin akan datang kembali dan menjadi orang kaya.” ibu: "apakah kamu yakin, dayat?" dayat: "ya, ibu. jangan sedih lagi ibu." [setelah malin telah menjadi orang kaya, malin menikahi ningrum. mereka hidup bahagia dan menjadi pasangan yang romantis.] malin: “sayang, apa yang sedang kamu pikirkan?” ningrum: “malin suamiku, kita kan sudah menikah. bagaimana kalau kita berbulan madu?” malin: “sepertinya, itu ide bagus, bagaimana kalau kita pulau dua angsa?” ningrum: “wah, pulau itu sangat bagus. saya setuju.” malin: “oke! kalau begitu, kita ke sana besok.” [keesokan harinya, malin serta istrinya berlayar ke pulau dua angsa. dalam perjalanannya, mereka singgah ke kampung halaman malin, untuk mengisi berbagai perbekalan. tapi, malin tidak menemui ibunya seperti yang telah dijanjikan. ia hanya berjalan-jalan di sekitar dermaga saja. ketika itu, dayat – sahabat malin – melihatnya.] dayat: "malin? apakah dia malin? ya, seperti dia adalah malin. saya harus mengatakan itu kepada ibunya." [dayat pergi ke rumah ibu malin untuk mengabarkan kedatangan malin. ia sangat senang mengetahui malin datang ke kampung halamannya. jika, ibu malin mengetahui berita ini, tentu hatinya bahagia.] dayat: "ibu... ibu ..." ibu: "ya, saya di sini, dayat." dayat: "ibu, malin pulang. ia ada di pelabuhan sekarang. tampaknya, ia telah menjadi orang kaya sekarang!" ibu: "apa kamu yakin kalau yang kamu lihat adalah malin?" dayat: "ya, saya yakin bu. saya tidak mungkin bisa melupakan wajahnya. saya masih ingat wajah malin." ibu: "jika apa yang kamu lihat benar, ayo temani saya pergi ke sana." [dayat mendampingi ibu malin untuk menemui anaknya. sesampainya di pelabuhan, ibu malin memang melihat anaknya. saking harunya, air mata keluar dari matanya. ia memanggil malin dari kejauhan untuk kemudian mendekatinya.] ibu: "malin, malin, anakku! malin …" ningrum: "siapa itu wanita tua, suamiku?" [malin tidak menjawab pertanyaan ningrum, karena tenggorokannya tercekat tidak bisa menjawab pertanyaannya dari istrinya.] ningrum: "siapa dia, suamiku?" ibu: “malin, siapa ia? apakah ia istrimu? ia sungguh wanita yang sangat cantik.“ [ibu malin membuka tangannya untuk memeluk menantunya.] ningrum: [tapi, ningrum menepis pelukan itu.] "issh, jangan sentuh aku!" malin: "jangan kamu menyentuhnya! dasar wanita kotor! kulitmu bisa mengotori kulitnya!" ningrum: "siapa wanita tua ini, malin? benarkah ia ibumu? uh, ia benar-benar sangat kotor." malin: "saya tidak tahu. saya tidak mengenal wanita ini. " ibu: "malin, anakku. kenapa kamu ini, nak? apa salah ibu? aku ini ibumu. ibumu. kamu telah berjanji untuk kembali ke kampung ini untuk menemuiku, jika kamu sudah kaya. sekarang kamu sudah kaya, dan bukankah kedatanganmu ke sini untuk menemuiku?” malin: "cih, ibuku? mengaku-ngaku saja kamu sebagai ibu? saya tidak mengenal kamu. jika saya kaya, tentu ibu saya juga kaya. tidak sepertimu, kotor dan bau!” ibu: "malin!!!” [ibu malin berkata keras.] ibu: “saya ibumu—ibu yang telah melahirkanmu! saya bisa mengatakan fakta tentang dirimu." ningrum: "pergi saja kamu, wanita tua." ibu: "malin ... malin ..." malin: "pergi. pergilah sekarang, kamu!" dayat: "malin! lupakah kamu terhadap ibumu? lupakah kamu terhadap saya—sahabat baikmu? ini ibumu, malin. ibumu." malin: "tidak, saya tidak lupa. saya benar-benar tidak mengenal kamu dan wanita tua itu. seingat saya, saya tidak pernah memiliki sahabat sepertimu." dayat: "jahat, kamu! celakalah kamu, malin." ibu: "ingat saya, nak? saya adalah ibumu." dayat: "tolong, ingat ibumu, malin. ia selalu menunggumu kembali ke kampung halamanmu. ingatlah janjimu, malin." [malin tidak peduli. ia menyeret ibunya dengan kasar, hingga wanita tua itu jatuh tersungkur.] malin: jangan panggil aku sebagai anakmu, wanita kotor! ayo, ningrum, kita harus pergi secepatnya dari tempat ini sebelum wanita ini mengotori wajah kita." ningrum: "ya, suamiku." [setelah mendorong paksa ibunya pergi, malin kembali ke kapalnya. sementara ibunya, masih berteriak memanggil-manggil namanya.] ibu: “malin ... malin ... jangan biarkan ibumu malin!!!“ [hilang sudah kesabaran ibu malin melihat tingkah anaknya. lalu, dengan kesal ia mengucap asal kalimat “jadilah batu!”. kata-kata seorang ibu yang sedang marah menjadi doa yang didengar oleh tuhan.] ibu: “ya tuhan, kenapa anakku seperti itu? apa salahku? apa dosaku? ia sama sekali melupakanku. saya tidak terima perlakuan itu darinya. sekarang hilang sudah kesabaranku. aku mengutuknya: jadilah batu!!!” [setelah itu, tiba-tiba datanglah badai menghancurkan kapal malin, petir menyambar tubuhnya. dan ...] malin: “apa yang terjadi? tubuh saya tidak bisa digerakkan! maafkan saya, ibu. maafkan saya ...!” ningrum: “apa yang terjadi? apa yang terjadimu, malin? kamu kenapa?” [epilog: malin pun berubah menjadi batu, ketika ia meminta ampun kepada ibunya. kapal, kru serta istrinya tenggelam ke dasar laut. itulah hasil jika kita memberontak kepada orang tua kami terutama untuk ibu kita.]

Javanês

basa jawa drama maling kundang

Última atualização: 2015-08-27
Frequência de uso: 1
Qualidade:

Referência: Anônimo
Aviso: contém formatação HTML invisível

Consiga uma tradução melhor através
4,401,923,520 de colaborações humanas

Usuários estão solicitando auxílio neste momento:



Utilizamos cookies para aprimorar sua experiência. Se avançar no acesso a este site, você estará concordando com o uso dos nossos cookies. Saiba mais. OK