Спросить у Google

Вы искали: perayu ulung (Индонезийский - Английский)

Переводы пользователей

Добавлены профессиональными переводчиками и компаниями и на основе веб-страниц и открытых баз переводов.

Добавить перевод

Индонезийский

Английский

Информация

Индонезийский

Jaman dahulu, ada seorang raja. Kerajaannya besar, banyak kerajaan lainnya yang tunduk di bawah kekuasannya. Raja tersebut mempunyai seorang putri yang cantik jelita. Tak ada bandingan kecantikannya di seluruh negeri. Putri cantik jelita ini dinamakan Putri Roro Ayu.

Английский

Последнее обновление: 2021-04-08
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Ayu minum

Английский

Ayu minum

Последнее обновление: 2021-02-13
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Ayu minum

Английский

Последнее обновление: 2021-02-13
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Setelah neneknya kembali ke Belanda Dewi Ayu ditangkap oleh para tentara Jepang. dia harus meninggalkan rumahnya dan beberapa pelayannya. dia dibawa ke Blondenkam sebuah penjara bekas untuk para kriminal seperti pembunuh dan pemerkosa. di dalam penjara hanya dia yang tak memiliki keluarga, tapi itu bukan masalah baginya karena Dewi Ayu adalah anak yang mandiri. dia memperhatikan beberapa tahanan, dan menemukan seorang temannya yaitu Ola.

Английский

Последнее обновление: 2021-02-13
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

novel ini mengangkat sisi kehidupan di zaman penjajahan yang menceritakan tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang tertintas. yang menjadika Dewi Ayu adalah tokoh utamanya. dia adalah keturunan indo belanda.

Английский

this novel elevates the side of life in the colonial era that tells about the lives of indonesian people who were hatched. Dewi Ayu is the main character. he is of Dutch indo descent.

Последнее обновление: 2021-02-13
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Bf ayu ashari

Английский

Bf ayu ashari

Последнее обновление: 2021-01-26
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

vidio ayu ting ting sek bugil

Английский

ayu ting ting's videos are nude

Последнее обновление: 2020-11-24
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

video blue full ayu asari

Английский

video full blue ayu asari

Последнее обновление: 2020-08-06
Частота использования: 2
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Video ayu azhari

Английский

Ayu azhari video

Последнее обновление: 2020-06-10
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Isi dulu pulsa ayu

Английский

R u call girl

Последнее обновление: 2020-02-16
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

ayu tenan

Английский

Jan ayu tenan km mbak

Последнее обновление: 2017-09-16
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

terjemahan english ke indonesian Hi , ayu .can you help me with my computre

Английский

translation english to indonesian ayu. Hi, can you help me with my computre

Последнее обновление: 2017-08-24
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Pengalaman Kerja Tanggal 26 september 2016 merupakan hari pertama saya masuk PKL di Polimedi (Politeknik Negeri Media Kreatif). Pada hari itu kami sudah diberitahukan tentang apa-apa saja yg perlu kami bawa juga jam masuk kantor. Maka dari itu sebelum jam masuk kantor tiba, kami semua sudah sampai disana. oh iya saya hampir lupa mengenalkan teman pkl saya. Yang pertama Ayu Lestari atau yang biasa dipanggil ayu. Lalu ada juga Linda teman saya yang satu ini memang memiliki nama yang sangat singkat. Ada juga Basman, Dedy, dan Muh Pendi Ramadhan. Kami hanya ber6 saja. Kami ber6 berkumpul di ruangan umum. Setelah Pembiming dari sekolah datang berbicara dengan koordinar PKL mereka pun pulang setelah itu koordinar PKL kami bernama ......... atau yang biasa di panggil pak faisal beliau memberikan beberapa pengarahan dan membagi kami menjadi 3 kelompok kami bertukar tempat setiap 2 minggu. Kebetulan hari pertama saya satu kelompok dengan basman di bidang desain grafis. sedangkan ayu dan pendi berada bidang multimedia dan linda dan dedy berada di bidang teknik grafika. Awalnya saya takut, karena ini hari pertama dan pertama kalinya saya melaksanakan PKL. Kami dibawa pak paisal ke ruangan kami, disana kami diperkenalkan dengan pembimbing kami selama pkl yang pertama bernama pak ridwan yang berada diruang desain grafis, yang kedua pak endang yang berada di ruang multimedia dan yang ketiga adalah pak nasruddin. Seru, mengasikkan, lucu, dan mendapat pengalaman baru itulah yang saya rasakan selama pkl. Kami juga diajarkan beberapa hal yang sebelumnya belum pernah aku kerjakan, seperti membuat daftar pembayaran honor dosen, membuat absen mahasiswa, kami juga membantu dosen untuk membuat soal-soal uts mahasiswa. Hari demi hari terlewati. Banyak kejadian-kejadian yang tidak bisa say lupakan selama pkl. Salah satunya ialah waktu hari pertama akan diadakannya uts, mahasiswa melakukan demo dan tidak ada yang ikut uts pada saat demo berlangsung saya dan teman pkl saya berkumpul di ruang kaprodi desain grafis tempat dimana ayu saat itu bertugas. Kami menyaksikan secara langsung mahasisswa demo. Saat itu kami sangat ketakutan karena saat itu semua mahasiswa berkumpul di suatu tempat dan teriak-teriak saat itu kami gak tau mau ngapain. Sejak itu kami tau makna dari demo yang sesungguhnya. Sekian Cerita saya mengenai pengalaman PKL saya. Mudah-mudahan cerita saya dapat bermanfaat. Dan untuk kalian-kalian yang baru melaksanakan PKL, jangan takut PKL karena itu mengisahkan kita punya suasana baru juga banyak mendapatkan pengalaman. See you next time guys, By : Hasmiah

Английский

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Последнее обновление: 2016-11-11
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно
Предупреждение: Содержит скрытое HTML-форматирование

Индонезийский

Cerita(Prolog ) Pada Jaman dahulu, ketika Kerajaan Majapahit diperintah oleh seorang Ratu, di sebuah dusun yang bernama Palu Ombo, hiduplah seorang pemuda yang bernama Damar Wulan, dia tinggal bersama kakeknya yang bernama Kakek Lokoyanti, ditemani abdi pengasuhnya yang bernama Sabdo Palon dan Noyo Genggong, Di sana dia giat berlatih olah kanuragan, suatu hari ketika selesai berlatih, Damau Wulan berkata kepada kakeknya : (mereka duduk di latar rumah mereka, kakek Lokoyanti duduk di kursi sedangkan Damar Wulan dan kedua pengasuhnya duduk di bawah ) Damar Wulan : “ Kakek, dulu kakek pernah berkata bahwa ayahku ada di Majapahit, sekarang saya ingin menyusul beliau, karena saya sangat rindu sekali ingin bertemu dengan Romo” Lokoyanti : “Hmm... baiklah cucuku, mungkin ini saatnya kau menyusul ramandamu ke Majapahit, dan kurasa juga.... ilmu kenuraganmu juga sudah cukup, karena itu... aku ijinkan kau untuk menyusul ramandamu ke Majapahit, pergilah Ger.....! restuku selalu menyertaimu” Damar Wulan : “Terima kasih kek, .. (Damar Wulan lalu menoleh ke 2 orang pengasuhnya) “Paman Sabdo Palon dan Noyo Genggong, mari Paman... kita berangkat!” Sabdo Palon dan Noyo Genggong : “ Mari Gusti... ngestoaken dawuh.... “ (Damar Wulan lalu berangkat ke Majapahit diiringi oleh 2 orang abdi dalem pengasuhnya yaitu Sabdo Palon dan Noyo Genggong). Prolog adegan selanjutnya : Sementara itu di Kerajaaan Majapahit , tepatnya di kediaman Patih Logender nampak sang Patih sedang bercengkerama dengan anak beliau yaitu Anjasmoro, sedangkan di luar nampak para penjaga sedang bediri di pintu gerbang) Penjaga :”Hai ki sanak, siapa dirimu, dan apa maumu?” Damar Wulan :”Namaku Damar Wulan, dan aku sedang mencari ayahku, yaitu Patih Udara, apa tuan tahu di mana kediaman beliau?” Penjaga :”Oh, Patih Udara.... sudah agak lama tidak ada di Majapahit, beliau sedang pergi bertapa, sekarang yang menggantikan sementara adalah Patih Logender, dan ini rumah beliau” (Mendengar hal itu Damar Wulan nampak bingung, Ia menoleh kepada kedua pengasuhnya dan berkata): Damar Wulan :”Paman Sabdo Palon dan Noyo Genggong, bagaimana ini Paman, ternyata ramanda tidak ada di sini, apa yang harus kita lakukan, apa kita kembali ke Palu Ombo?” Sabdo Palon :”Gusti... kita sudah jauh-jauh dari Paluombo datang ke sini, menurut hamba, lebih baik gusti melamar pekerjaan di sini, sambil belajar ilmu kenegaraan, mungkin suatu saat nanti ayah gusti datang” Damar Wulan :” Baiklah Paman” (Maka Damar Wulan kembali menemui penjaga tadi, dan berkata) : Damar Wulan :”Tuan.. sampaikan kepada Patih Logender saya ingin melamar pekerjaan di sini” Penjaga :”Baiklah, tunggu di sini, saya akan melapor” (Maka penjaga itu kemudian melapor kepada Patih Logender, saat itu Patih Logender datang bersama putri beliau Anjasmoro didampingi dua orang emban.) Patih Logender :”Bocah bagus,.... siapa namamu dan apa maumu?” Damar Wulan :”Nama hamba,.... Damar Wulan... Gusti! hamba datang dari Paluombo, hamba ingin mengabdi di istana kepatihan ini” Patih Logender :”tapi... di sini sudah tidak ada lowongan lagi, semua sudah cukup di sini” Anjasmoro :”Tapi Romo,... kasihan dia kalau ditolak,... berilah pekerjaan apa saja” Patih Logender :”Pekerjaan apa lagi putriku,.. semua sudah ada yang mengerjakan di sini” Anjasmoro :”Terimalah dia sebagai penjaga gerbang istana, biar penjaga yang ada bisa bergantian” Patih Logender :”baiklah,.. Damar Wulan,.. kau kuterima jadi penjaga istanaku, setiap orang..... siapa saja tidak boleh masuk rumahku, kecuali setelah mendapat ijin dariku, ingat itu Damar Wulan ! “ Damar Wulan :” Baik Gusti! “ Patih Logender :”Anjasmoro mari kita masuk kembali ke istana” Anjasmoro :” Mari Romo...” (Mereka lalu masuk sementara Pengawal lama memberikan senjata dan tameng kepada Damar Wulan dan berjaga bersama ) Prolog : Saat itu Damar Wulan langsung bekerja sebagai penjaga istana kepatihan. Setelah setengah hari, penjaga yang lama berpamitan untuk suatu keperluan : Penjaga :”Damar Wulan, aku akan pergi sebentar, kau jaga instana ini dengan baik ya, jangan ada yang boleh masuk tanpa ada ijin Tuan Patih!” Damar Wulan :”Baiklah teman,.. silakan” ( Musik... ) Setelah beberapa saat datang dua orang pemuda, keduanya langsung mau masuk ke rumah Patih Logender, maka dicegah oleh Damar Wulan, Damar Wulan :”Maaf tuan, Anda tidak boleh masuk sebelum mendapat ijin Patih Logender” Layang Seto :”Apa?.... siapa kau ini? Berani-beraninya menghalangi aku masuk!” Damar Wulan :”Hamba Damar Wulan, dan hamba diberi pesan bahwa siapa pun yang mau masuk ke istana ini harus mendapat ijin dari Gusti Patih terlebih dahulu” Layang Kumitir :” He.. Damar Wulan, rupanya kau belum tahu siapa kami, lebih baik kau minggir dan biarkan kami masuk sebelum aku marah” Damar Wulan :”Maaf gusti sesuai perintah, siapa pun tidak boleh masuk sebelum ada ijin dari Gusti Patih” Layang Seto :”Rupanya kau butuh dihajar ya? Rasakan ini ! Hiyat .... ( Layang seto memukul Damar Wulan tapi Damar Wulan dengan gesit menghindar, maka terjadilah pertarungan antara Layang Seto dibantu Layang Kumitir dengan Damar Wulan, yang berakhir dengan kalahnya kakak beradik itu, keduanya diringkus oleh Damar Wulan. Tak lama kemudian datang Patih Logender, betapa terkejutnya Patih itu, serta merta dia berkata: Patih Logender :” Damar Wulan, apa-apaan kau ini, kau apakan kedua anakku? Lepaskan mereka!” (Damar Wulan kemudian melepaskan kedua orang itu) Damar Wulan :” Jadi.... kedua orang ini putra paduka? Maafkan saya Gusti, saya tidak tahu” Patih Logender :”Kurang ajar kau Damar Wulan, baru bekerja di sini kau sudah berbuat salah, mulai saat ini kau kupecat!, pergi dari sini!” Damar Wulan :” Maafkan saya Gusti, saya benar-benar tidak tahu” Anjasmoro :”Romo... maafkanlah dia, dia kan tidak tahu,........ jangan dipecat, tolong Romo... kasihanilah dia” Layang Kumitir :” Dinda Anjasmoro... mengapa kau membelanya, dia sudah berani kurang ajar kepada kakakmu!” Patih Logender :”Iya anakku... mengapa kau membelanya? Anjasmoro :” Dia kan tidak tahu kalau kakang Layang Seto dan kakang Layang Kumitir adalah putra Romo, kalau dia tahu, dia tidak akan melakukan itu” Patih Logender :” Hmmmmmm ..... baiklah, tapi Damar Wulan tidak aku tugaskan jadi penjaga lagi, mulai sekarang dia harus bekerja mengurus kuda istana, menyabit rumput dan memandikan kuda” Patih Logender kemudian masuk ke dalam istana diiringi kedua putranya, sementara Anjasmoro mendekati Damar Wulan dan berkata: Anjasmoro :”Sabar ya Damar Wulan, mari ikut aku, akan aku tunjukkan tempat kuda milik istana kepatihan” Damar Wulan :”Baiklah Gusti Ayu” ( mereka kemudian berjalan menuju lokasi ) Prolog adegan selanjutnya : (Maka sejak saat itu Damar Wulan bekerja menjadi pengurus kuda istana kepatihan, didampingi oleh Sabdo Palon dan Noyo Genggong,....... seiring waktu berjalan,.. hubungan antara Dawar Wulan dan Anjasmoro semakin dekat, Anjasmoro sering membawakan makanan untuk diberikan kepada Dawar Wulan ) Suatu hari ketika Dawar Wulan sedang menyabit rumput, Anjasmoro bertanya : Anjasmoro :” Dawar Wulan,.. boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Dawar Wulan :” Silakan tuan putri, tuan putri mau bertanya apa?” Amjasmoro :”Sebenarnya kamu siapa?, keturunan siapa? Mengapa sejak pertama kali aku melhat kamu, aku melihat kamu ini bukan laki-laki biasa, kamu juga punya ilmu kanuragan yang cukup tinggi” Dawar Wulan :”sebenarnya saya adalah putra dari Patih Udara, dari istri selir beliau yang ada di padepokan Paluombo, dan saya datang ke Majapahit sebenarnya ingin bertemu dengan kanjeng Romo, tapi ternyata beliau sedang bertapa dan sudah cukup lama meninggalkan Majapahit” Anjasmoro :”Oh... jadi kamu putra dari Paman Patih Udara!, Patih Udara adalah kakak dari Romo Patih Logender, berarti sebenarnya kamu adalah sepupuku, dan berarti kamu masih berdarah biru, mmmmmmm... kalau begitu mulai saat ini aku akan memanggil ”Kang Mas” saja, dan kamu bisa memanggilku “diajeng” gimana kang mas Dawar Wulan? Setuju?” Dawar Wulan :” Hmmm.... baiklah, tapi bagaimana jika kakakmu marah?” Anjasmoro :”Ah... biarkan saja, biar aku yang menjelaskan pada mereka” Dawar Wulan :” begitu ya.. baiklah, .... oh ya Diajeng... hari sudah sore, ayo kita pulang” Anjasmoro :”Mari Kang Mas....” (Musik Tradsional...........keduanya lalu pulang ke istana kepatihan) Prolog adegan selanjutnya : (Sementara itu di pendopo keraton Majapahit saat itu sedang berlangsung sidang para punggawa kerajaan dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kencana Wungu, nampak di sana Patih Logender, dan kedua anaknya yaitu Layang Seto dan Layang Kumitir, serta para pejabat kerajaan. Wajah Ratu Kencana Wungu nampak muram, kesedian rupanya sedang melanda hatinya) Kencana Wungu :” Kakang Patih Logender,.. bagaimana keadaan kerajaan Majapahit Paman? Aku minta laporanmu” Patih Logender :” Ampun Gusti Ratu,.. kerajaan sekarang dalam kedaan bahaya Gusti! “ Kencana Wungu :” Apa masalah pemberontakan Minakjinggo, Adipati Blambangan itu belum tuntas Paman? Patih Logender ;”Benar Gusti, Minakjinggo menuntut agar Gusti mau kawin dengan dia dan menyerahkan kursi kerajaan kepada dia sesuai dengan bunyi sayembara dulu, dan para panglima kerajaan Majapahit yang dikirim ke Blambangan untuk memadamkan pemberontakan semua kalah oleh kesaktian Minakjinggo” Kencana Wungu :” Minakjinggo memang sakti paman, dulu ketika ada pemberontakan oleh Kebo Mercuet, hanya Minakjinggo yang bisa mengalahkan dia” Patih Logender :”Benar Gusti, dulu Gusti pernah mengadakan sayembara bahwa barangsiapa yang bisa mengalahkan Kebo Mercuet, dia akan diangkat sebagai raja dan menjadi suami Kanjeng Ratu Kencana Wungu, Mengapa Gusti tidak memenuhi isi sayembara itu saja” Kencana Wungu :”Bukannya aku mau ingkar janji Paman, tapi aku kasihan rakyat Majapahit, jika punya raja pincang dan rupanya buruk, dulu Minakjinggo ketika bernama Jaka Umbaran, wajahnya sangat tampan, tapi setelah bertarung dengan Kebo Mercuet, wajahnya rusak dan kakinya pincang, .. Jika dia menjadi raja Majapahit maka kerajaan lain akan mentertawakan kita Paman” Patih Logender :”Tapi... Minakjinggo sangat sakti Gusti, tidak ada satria Majapahit yang bisa menandingi kesaktiannya, dia kebal, tidak mempan sanjata, dan pemberontakan itu sudah mencapai wilayah Probolinggo, sebentar lagi akan sampai di Majapahit” Kencana Wungu :”Coba buatkan sayembara lagi Paman, barangsiapa yang bisa mengalahkan Minakjinggo, maka dia akan aku jadikan suami dan raja di Majapahit” Patih Logender :”Baiklah Gusti” Kencana Wungu :” Sementara itu aku akan semedi untuk meminta petunjuk Sang Hyang Widi untuk mengatasi masalah ini Paman” (musik:.. setelah itu Kencana Wungu, berdiri dan pergi meninggalkan pendopo Istana diiringi oleh para punggawa kerajaan) Prolog adegan selanjutnya : (sementara itu di dalam kamar istana, Ratu Kencana Wungu mengadakan semedi, matanya terpejam, hati dan pikirannya terpusat pada satu tujuan, dia meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa untuk mengatasi masalah kerajaannya. Berhari-hari dia bersemedi, berpuasa, tidak keluar kamar, akhirnya pada suatu hari terdengar suara. Suara Ghaib :”Hai Kencana wungu ...... apa yang kau inginkan? Mengapa kau bertapa berhari-hari?” Kencana Wungu :”Duh Gusti ..... hamba ingin meminta petunjuk, bagaimana cara mengatasi kekacauan di kerajaan Majapahit ini?, Minakjinggo sangat sakti, tidak ada punggawa Majapahit yang bisa mengalahkannya, apa yang harus hamba lakukan?” Suara Ghaib :”Yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah seorang laki-laki yang bernama “Damar Sasongko, alias Damar Wulan” carilah dia, dan utuslah dia ke Blambangan” Kencana Wungu :”Trimakasih Gusti” (Kencana Wungu kemudian berdiri dari semedinya dan keluar kamar, sampai di luar kamar para pengawal memberi hormat, kemudian Kencana Wungu berkata Kencana Wungu :”Pengawal panggil semua punggawa kerajaan aku ingin bermusyawarah dengan mereka” Pengawal :”Baik Gusti” (Kencana Wungu kemudian menuju bangsal instana untuk mengadakan sidang kerajaan) (musik .... ) ( Di pendopo kerajaan telah berkumpul semua punggawa, Ratu Kencana Wungu duduk di singgasana ) Patih Logender :”Ampun gusti ratu, ada apakah sehingga Gusti mengumpulkan kami semua di sini?, apa Gusti sudah mendapat petunjuk untuk mengatasi masalah kerajaan ini?” Kencana Wungu :” Benar Patih Logender,... dalam semediku aku mendapat petunjuk bahwa, yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah Damar Sasongko alias Damar Wulan” apa Paman Patih tahu siapa orang ini?” Patih Logender :”Damar Wulan?... (Patih Logender nampak tidak percaya) apa saya tidak salah dengar Gusti? Kencana Wungu :”Tidak Paman Patih, aku jelas sekali mendengar suara ghaib itu, bahwa yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah dia, kenapa Paman? Apa Paman tahu siapa dia?” Patih Logender :”iya Gusti Ratu, dia sekarang ada di rumah hamba bekerja sebagai pengurus kuda istana kepatihan” Kencana Wungu :” Panggil dia Paman Patih! Aku ingin bicara langsung dengan dia” Patih Logender :” Baik Gusti” (Patih Logender kemudian pergi pamit sambil memberikan sembah) (beberapa saat kemudian Patih Logender datang bersama Damar Wulan dan Anjasmoro, mereka memberikan penghormatan kepada Ratu Kencana Wungu ) Damar Wulan :”Ampun Gusti,.. hamba datang menghadap, ada apa gerangan sehingga Gusti Ratu memanggil hamba” Kencana Wungu : (Nampak kagum melihat ketampanan Damar Wulan) “Damar Wulan,... kerajaan Majapahit sekarang sedang membutuhkan tenagamu, ada pemberontak dari Blambangan yang sangat sakti mandraguna, namanya Minak jinggo, sudah banyak utusan Majapahit yang gugur di tangannya, aku mendapat wangsit bahwa yang bisa mengalahkan dia adalah kamu, maukah kau menerima tugas ini?” Damar Wulan :” Sendiko dawuh Gusti,... hamba bersedia mengobankan jiwa raga hamba, jika memang hamba dibutuhkan oleh Mapajahit” Kencana Wungu :”Terima kasih Damar Wulan” (kencana wungu kemudian menoleh kepada Patih Logender) dan berkata lagi: Kencana Wungu :”Paman patih,.. meskipun Damar Wulan sudah resmi diangkat menjadi panglima Mapajahit untuk melawan Minakjinggo, sayembara kerajaan tetap berlaku, bahwa barang siapa yang bisa membunuh Minakjinggo maka dia akan kuangkat menjadi Raja Majapahit, dan kujadikan suamiku” Patih Logender :” Iya Gusti “ Kencana Wungu :” Sekarang siapkan upacara pengangkatan Damar Wulan, untuk menjadi panglima Majapahit” (kemudian Patih Logender memberikan pakaian baru kepada Damar Wulan dan Ratu Kencana Wungu melilitkan ikat kepala kepada Damar Wulan” setelah itu mereka bubar dan kembali ke tempat masing-masing) Prolog adegan selanjutnya : Sementara itu di suatu tempat yang sepi nampak Anjasmoro begitu sedih, ....... setelah pengangkatan Damar Wulan menjadi panglima Majapahit ia sangat terpukul,...ia khawatir memikirkan kekasihnya Damar Wulan,... butir-butir air mata tak terasa mengalir di pipinya) (jeda Musik ....2 menit ) setelah beberapa saat datangah Damar Wulan mendekati Anjasmoro Damar Wulan :”Diajeng Anjasmoro, ada apa, kenapa Diajeng sedih? “ Anjasmoro :” Kang Mas.... aku sedih karena memikirkan tugas yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Kencana Wungu, yang aku pikirkan dua hal Kang Mas, dan dua-duanya tidak enak, pertama, jika Kang Mas berhasil menjalankan tugas, maka Kang Mas akan menjadi raja di Majapahit dan menjadi suami Ratu Kenca Wungu, jika begitu bukankah aku akan kehilangan Kang Mas?, yang kedua, jika Kang Mas gagal, dan gugur di tangan Minakjinggo maka aku juga kehilangan Kang Mas,” Damar Wulan :” Diajeng..... kamu harus sabar, aku menerima tugas itu bukan karena aku ingin kerajaan dan ingin menikah dengan Ratu Kencana Wungu, tapi aku terpanggil sebagai rakyat Majapahit, maka kewajiban aku untuk membela negaraku, bukankah kita harus mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi?” Anjasmoro :”Benar Kang Mas, tapi.... aku takut kehilangan Kang Mas, jika tekad Kang Mas sudah bulat untuk berangkat ke Blambangan, maka aku ada satu permintaan” Damar Wulan ;” Apa Diajeng? Katakanlah, Kakang akan memenuhi permintaanmu meskipun nyawa taruhannya” Anjasmoro :” Jika Kang Mas memang mencintai aku, maka aku minta sebelum Kang Mas berangkat kita menikah dulu, setelah itu baru aku rela Kang Mas pergi ke Blambangan” Damar Wulan : (menghela nafas, diam sejenak, kemudian berkata) ”Baiklah Diajeng, aku akan melamarmu dan secepatnya kita menikah setelah itu aku akan berangkat ke Blambangan” Mendengar itu Anjasmoro tersenyum, dan memegang tangan Damar Wulan kemudian keduanya pergi menuju istana kepatihan. Damar Wulan :” Sekarang ayo kita pulang diajeng,.... “ Anjasmoro : “ Mari Kang Mas...” Prolog : Singkat cerita kemudian Damar Wulan melamar Anjasmoro, Patih Logender beserta istrinya menerima lamaran itu, dan persiapan pernikahan pun dimulai. (musik gending lelucon... goro-goro: nampak dua orang pengawal sedang memasuki halaman istana kepatihan sambil berjoget... ) Pengawal1 :”Suf... sebentar lagi Gusti Ayu Anjasmoro akan menikah dengan Raden Damar Wulan” dst (dialog lawak ada di bagian lain) ( beberapa saat kemudian persiapan temu manten telah siap, gending kebo giro mulai berkumandang, nampak... Anjasmoro di dampingi oleh Patih Logender dan istrinya, beserta kakaknya yaitu Layang seto dan layang kumitir, berjalan pelan menuju kursi pelaminan, beberapa saat kemudian datang Damar Wulan, di dampingi Sabdo palon dan Noyo Genggong, setelah dekat, Anjasmoro sungkem di depan Damar Wulan, kemudian mereka berdua berjalan pelan menuju ayah bundanya, kemudian sungkem kepada mereka lalu sungkem kepada kakaknya, setelah itu Patih Logender berkata: ) Patih Logender :” Anakku Anjasmoro, dan Damar Wulan, kalian telah resmi menjadi suami istri, ayah harap kalian berbahagia” Anjasmoro+Damar W :”Trimakasih Romo “ Patih Logender :” Damar Wulan,.. sesuai perintah Kangjen Ratu Kencana Wungu, setelah kalian menikah maka tugas negara menunggumu untuk memadamkan pemberontakan Minakjinggo, siapkan dirimu Ger.. “ Damar Wulan :” Sendiko dawuh kanjeng romo,.. hamba siap untuk melanjalankan tugas “ (kemudian mereka semua berjalan menuju rumah masing-masing ) Prolog : (sementara itu di istana kadipaten Blambangan nampak Minakjinggo sedang mengadakanpertemuan dengan para punggawa kadipaten. Dia duduk di kursi Gading Kencana didampingi oleh abdi setianya yaitu Gayun, kemudian kedua istrinya yaitu Dewi Wahito dan Puyengan, diikuti oleh para punggawa kadipaten dan para pengawal dan prajurit ) Minakjinggo :”Gayun,.. bagaimana keadaan kadipaten Blambangan?” Gayun ;”Kadipaten dalam keadaan aman gusti,.. rakyat hidup makmur, tentram” Minakjinggo :”syukurlah.. sebentar lagi kadipaten kita yang kec

Английский

screenplay damarwulan

Последнее обновление: 2016-08-19
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Komposisi Dawet Ayu Banjarnegara yang harus disiapkan adalah: Tepung Sagu Aren sebanyak 125 gram Tepung beras sebanyak 25 gram Air 400 ml Air daun saji 100 ml (tuangkan 30 lbr daun saji dan 150 ml air ke dalam blender lalu saring) Pewarna Makanan 3 tetes saja (sesuaikan dengan warna kesukaan anda atau biasanya hijau) Campuran dawet ayu berupa: Santan Air santan sebanyak 750 ml (dari parutan kelapa) Garam sebanyak ½ sendok teh Daun pandan sebanyak 2 lbr Potongan daging nangka Saus Iris tipis gula merah sebanyak 250 gr Air sebanyak 300 ml Daun panda 1 lbr Selanjutnya adalah langkah-langkah pembuatan Dawet Ayu dengan cara: Bahan-bahan dawet dicampurkan lalu dimasak sampai mendidih. Siapkan cetakan cendol, tuangkan bahan yang sudah dimasak tadi dalam keadaan mendidih, lalu tekan-tekan dalam cetakan cendol. Tuangkan cendol dalam satu wadah berisi air dingin. Selanjutnya masak bahan-bahan untuk membuat saus gula merah dengan cara mambahkan es batu ke dalam dawet ayu untuk menambah kesegarannya.

Английский

transletion

Последнее обновление: 2016-05-01
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

ayu azari bugil

Английский

ayu Azari nude

Последнее обновление: 2016-03-03
Частота использования: 2
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Ciri artis ayu ting ting

Английский

ciri artis ayu ting ting

Последнее обновление: 2016-03-03
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

ciri artis ayu ting ting

Английский

characteristic of the artist ayu ting ting

Последнее обновление: 2016-01-19
Частота использования: 2
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

biodata artis ayu ting ting

Английский

artist bio ayu ting ting

Последнее обновление: 2015-11-29
Частота использования: 1
Качество:

Источник: Анонимно

Индонезийский

Isi Singkat Babad Ksatria Taman Bali. Tersebut bahwa Bhatara Subali bersaudara dengan Dalem Bhatara Sekar Angsana, Bhatara Subali berasrama di Tolangkir. Bhatara Sekar Angsana berasrama di Pura Dasar Gelgel, Ada lagi saudaranya, bernama Sang Hyang Aji Rembat (penawing) berasrama di Kentelgumi, Sang Hyang Aji Rembat berputra Ida Mas Kuning berasrama di Guliang, berasrama di bukit Pangelengan. Tersebut seorang pendeta Sang Pandia Wawu Rawuh, bertemu dengan Bhatara Subali di Tolangkir, Sang Pandia Wawu Rawuh hilir mudik menyusur tepi sungai Melangit. Tetapi, tidak menemukan mata air. Lalu beliau menancapkan tongkat pada-batu padas hingga keluar air yang jernih mengalir. Bersama dengan keluarnya air itu, muncul pula seorang wanita. Sang Pandia Wawu Rawuh menanyai wanita itu, dan memberi nama Ni Dewi Njung Asti. Air itu diberi nama Tirta Harum. Ni Dewi Njung Asti disuruh menunggui air itu dan Sang Pandia Wawu Rawuh kembali pulang. Bau harum itu sampai ke udara. Tercium oleh Hyang Wisnu dan segera bercengkrama di Tirta Harum. Di sana di sebuah gua tampak oleh Bhatara Wisnu seorang gadis, tetapi sang gadis tidak melihat. Bhatara Wisnu mandi dan keluar air mani, karena tak tahan melihat gadis itu. Bhatara Wisnu kembali ke Wisnuloka. Ni Dewi Njung Asti keluar dari gua, melihat air mani Bhatara Wisnu di atas batu, lalu diambil dan dimakannya. Dewi Njung Asti, akhirnya hamil . Dalam keadaan hamil Ni Dewi Njung Asti berkunjung pula Hyang Wisnu, serta bertanya asal usul dirinya. Setelah diceriterakan dengan jelas, maka Ni Dewi Njung Asti, diajak ke Wisnu Bhuana. Bhatara Subali memaklumi air suci (Tirta Harum)itu. Disuruhnya Sang Hyang Aji Rembat menjaganya dan membersihkan pancuran setiap hari. Bhatara Subali membuat telaga meniru di Majapahit, maka diberi nama Taman Bali. Lama kelamaan mereka masing- masing mempunyai putra, Sang Hyang Aji Jayarembat berputra Sira Dukuh Suladri. Ida Mas Kuning berputra dua orang, Ida Tapadhana dan Ida Nagapuspa. Bhatara Dalem Sekar Angsana berputra Ni Dewi Ayu Mas. Bhatara Subali memohon kepada Hyang Wisnu. Permohonannya terkabul, yaitu putra yang lahir dari Dewi Njung Asti bernama Sang Gangga Tirta. Anak itu dibawa oleh Bhatara Subali ke Tirta Harum. Bhatara Subali kembali ke Tolangkir . Keesokan harinya, Sang Hyang Aji Jayarembat mendapatkan bayi itu pada pancuran di Tirta Harum. Segera datang Bhatara Subali menegaskan bahwa anak itu adalah putranya yang diperoleh dari Bhatara Wisnu. Berkat Restu Bhatara Subali, anak itu diasuh oleh Sang Aji Rembat, semula bernama Sang Angga Tirta lalu diganti dengan nama Sang Anom, dalam waktu singkat, anak tersebut sangat rupawan dan telah remaja putra, kemudian pindah ke Rewataka Singasara. Tersebut bahwa Ni Dewi Ayu Mas di Gelgel sakit keras, Dipindahkan ke Taman Bali . Diobati oleh Sang Hyang Aji Jayarembat. Dalam waktu singkat telah sembuh. Diajak kembali ke Gelgel, kemudian penyakitnya kambuh lagi. Demikian berulang-ulang akhirnya tinggal di Taman Bali sampai dewasa. Terjalinlah hubungan antara Sang Anom dengan Dewi Ayu Mas hingga hamil, Dalem Sekar Angsana amat marah, dan memerintahkan untuk membunuh Sang Anom, dan Sang Hyang Aji. Rembat agar diantarkan ke Gelgel, Namun Dalem mengirim utusan rahasia untuk menyuruh Sang Anom menyingkir , Maka Sang Anom tiba di Tianyar luput dari serangan musuh. Lama kelamaan Sang Anom melawat ke desanya kembali, sambil memikat burung di tengah hutan Jarak Bang. Sang Anom bertanya dijawab dengan kelakar berkali-kali. Sang Anom marah dan mengutuk tempat itu agar bernama Bangli, orang-orang dusun itu melaporkan ke Gelgel. Dalem memerintahkan untuk menangkap pemuda tersebut dan diantarkan ke istana Gelgel. Sang Anom tertangkap dan diantar ke Gelgel. Mereka yang melihat pada bersedih menyaksikannya. Setelah tiba di Gelgel, Dalem memerintahkan untuk menangkap Sang Hyang Aji Jayarembat, dalam waktu singkat telah berhasil diserahkan kepada Dalem. Bhatara Subali dari Tolangkir menghadap ke Gelgel melarang Dalem untuk membunuhnya serta menceriterakan riwayat kelahiran Sang Anom dan meminta agar Sang Anom bersuami istri dengan Dewi Ayu Mas serta kembali ke Taman Bali. Dalem dapat menyetujui dan kemudian sangat menyayangi sebagai menantu. Restu Bhatara Subali kepada Sang Anom sebagai cikal- bakal Ksatria Taman Bali lahir dari Tirta Harum. Juga upacara dan upakara pembakaran jenasah sesuai dengan seorang Ksatria. Tidak boleh lupa turun- temurun agar nyawi ke Tirta Harum. Sang Anom dan Ni Dewi Ayu Mas sedang hamil berada di Taman Bali, Sang Anom meninggalkan istrinya untuk bertapa, dengan pesan bila lahir anaknya nanti agar diberi nama I Dewa Garba Jata. Dan disediakan sebilah keris yang bernama Ki Lobar untuk senjatanya di kemudian hari, bila Dalem meminta jangan diberikan. Pada saatnya I Dewa Garba Jata pun lahir. Setelah dewasa menanyakan perihal ayahnya. Sang ibu menceriterakan tengah bersemadi di hutan Dawa, serta ciri-cirinya yang khas, Kemudian I Dewa Garba Java menjumpai ayahnya, tetapi tidak berkenan kembali pulang, Putranya disuruh kembali dan menjadi raja di Taman Bali. Dan tetap nyawi ke Tirta Harum serta Ki Lobar. Sang Anom pun wafat, I Dewa Garba Jata -kembali ke Taman Bali dan menceriterakan semuanya kepada ibunya. Dalem amat cinta kepada I Dewa Garba Jata dan menganugrahkan seorang putri beliau untuk menjadi istrinya. Langsung upacara wiwaha menurut tata cara Ksatria. I Dewa Garba Jata memperoleh seorang putra bernama Cokorda Den Bancingah, Setelah dewasa beristri putri Kyayi Jambe Pule. Melahirkan putra bernama Cokorda Pemecutan, Cokorda Pamecutan berputra I Dewa Gde Den Bancingah. I Dewa Gde Den Bancingah berputra I Dewa Kanea Den Bancingah. I Dewa Kanea Den Bancingah berputra I Dewa Gede Tangkeban. I Dewa Gede Tangkeban banyak putranya: 1. I Dewa Pering 2. I Dewa Pindi 3. I Dewa Prasi 4. I Dewa Kaler 5. I Dewa Batan Wani 6. I Dewa Pulesari 7. I Dewa Mundung 8. I Dewi Kliki 9. I Dewa Gde Anom Teka 10. Tak tercatat yang wanita. Perpindahan putra-putra I Dewa Gede Tangkeban 1. I Dewa Pering ke Brasika (Nyalian) 2. I Dewa Prasi ke Gaga 3. I Dewa Pindi ke Telagasura 4. I Dewa Kaler tetap di Taman Bali. Keris pusaka Ki Lobar dimohon oleh I Dewa Gde Pering kepada I Dewa Gde Tangkeban di Taman Bali. Keris dibawa ke Desa Nyalian. Tersebut seorang raja di Bangli bernama Kyayi Anglurah Prawupan (keturunan Arya Batan Jeruk). Raja Taman Bali mengutus dua orang pesakitan untuk membunuh raja Bangli. Namun gagal, Kemudian raja Bangli mengutus kembali dua pesakitan itu untuk membunuh raja Taman Bali dengan janji bila berhasil diberikan hadiah kekuasaan di daerah itu, Pesakitan itu berusaha membunuh I Dewa Taman. Bali, namun pesakitan itu dapat dibunuhnya. I Dewa Taman Bali hanya menderita luka berat dan lama belum pulih. Sedang dalam penderitaan luka parah, istri I Dewa Taman Bali digauli oleh putranya sendiri yang bernama I Dewa Kaler. I Dewa Kaler diusir dari Taman Bali kemudian bernama Pungakan Kedisan karena dalam perjalanannya disambar burung gagak, juga disebut Pungakan Don Yeh karena waktu berangkatnya mengarungi hujan lebat dan banjir. Setelah raja Taman Bali wafat, diganti oleh putranya bernama I Dewa Anom Teka hendak menuntut bela atas wafat ayahnya yang direncanakan oleh Anglurah Paraupan di Bangli. Hal itu didukung oleh sanak keluarga dan pejabat- pejabat bawahannya. Segera mereka menyerang Bangli di bawah pimpinan I Dewa Anom Teka. Terjadi peperangan sengit antara Taman Bali dengan Bangli yang dipimpin oleh Kyayi Paraupan dan putranya Kyayi Anglurah Dawuh Bahingin. Kyayi (Pamamoran) tewas, Kyayi Dawuh Bahingin tewas pula. Kyayi Paraupan tampil sebagai pimpinan perang. Beliau pun gugur pula. Akhirnya Bangli mengalami kekalahan. Setelah Bangli kalah para putra Taman Bali beralih tempat. I Dewa Gede Perasi di Bangli, I Dewa Gede Pindi di Gaga. Di Taman Bali bertahta I Dewa Anom Teka menggantikan ayahnya. Berdiri tiga kerajaan, Bangli, Taman Bali, Nyalian. I Dewa Gde Prasi Raja Bangli, mempunyai seorang putri bernama I Dewa Ayu Den Bancingah. Tanpa keturunan. I Dewa Kanea (ipar Dalem Linggarsapura) amat disayang oleh Dalem, diberi pangkat Kanea, diam di Utara Bancingah bergelar I Dewa Kanea Den Bancingah. Mempunyai seorang putra bernama I Dewa Gede Tangkeban, sebab pada waktu lahirnya tanpa sengaja ditutup kasur tempat duduk raja oleh Ki Arya Jambe Pule. Pada saat terjadi pemberontakan Kyayi Anglurah Agung di Gelgel, Dalem Dimade mengungsi ke Guliang. I Dewa Kanea Den Bancingah kembali ke Brasika membawa keris Ki Lobar. Taman Bali dikalahkan oleh Kyayi Anglurah Made dari Karangasem. Putra-putra raja Taman Bali diungsikan, ke Gianyar oleh I Dewa Manggis, Kemudian I Dewa Agung Gde diam di Taman Bali karena Taman Bali diserahkan oleh Kyayi Anglurah Made Karangasem. I Dewa Agung Gde menyerahkan desa-desa: Cegeng, Tembaga, Tohjiwa, Sangkan Aji, Margayu, Pamubugan, Sukahet, Lebu, kepada Anglurah Made Karangasem, I Dewa Agung Gde berputra dua orang di Taman Bali, pria-wanita. Yang pria bernama, I Dewa Agung Gde Taman Bali. I Dewa Gde Taman Bali menggempur Taman Bali atas bantuan I Dewa Manggis, Taman Bali dikuasai kembali. I Dewa Agung Gde mengungsi ke Puri Kanginan (Klungkung) I Dewa Manggis ingin melihat warna Ki Lobar. Tak diijinkan oleh Dalem. Namun niatnya tak kunjung padam. Lama kelamaan Dalem meminjamkan keris Ki Lobar. I Dewa Gede Tangkeban menjadi salah paham, I Dewa Taman Bali dan I Dewa di Bangli menyarankan ajar dipertahankan meskipun apa terjadi. Didukung oleh sanak keluarga dan rakyatnya. I Dewa Agung Putra mendengar hal itu maka baginda minta bantuan ke Karangasem dan Gianyar untuk menggempur Nyalian. Terjadi perang sengit, I Dewa Gede Tangkeban minta bantuan Taman Bali dan Bangli, namun belum diberikan. Ternyata I dewa Gede Tangkeban tetap mengadakan perlawanan bersama sanak keluarganya. Banyak jatuh korban. I Dewa Gede Tangkeban tampil ke depan dengan menghunus Ki Lobar, hingga musuh- musuhnya lari tunggang-langgang. Kemudian pasukan Dalem maju lagi. I Dewa Gede Tangkeban tertembak, namun tidak gugur. Terpikir olehnya, kekecewaan dirinya, sehingga timbul kemarahannya pada sanak keluarganya di Bangli dan Taman Bali, beliau pun mengutuk agar selalu cekcok sesama keluarganya. Lalu ujung Ki Lobar dipotongnya. I Dewa Gde Tangkeban gugur dalam peperangan, Nyalian dikuasai oleh Klungkung. I Dewa Gede Tangkeban meninggalkan seorang putra dilarikan ke Bangli oleh ibunya. Kemudian diasuh sebaik baiknya oleh I Dewa Ayu Den Bancingah, seperti putra kandung karena I Dewa Ayu Den Bancingah tidak berputra selama bersuami istri dengan I Dewa Anon Rai. I Dewa Anom Rai mempunyai seekor kuda bernama Gandawesi dan mempunyai keahlian dapat melihat apa yang terjadi. I Dewa Anom Rai kawin dengan seorang kasta sudra, sehingga I Dewa Den Bancingah tidak diperhatikan lagi, timbul sakit hatinya dan menyidangkan bawahannya. I Dewa Ayu Den Bancingah berkat bantuan seorang dukun Ida Waneng Pati berhasil membunuh I Dewa Anom Rai di tempat tidurnya. Kemudian I Dewa Ayu Den Bancingah menjadi Ratu. Keamanan pulih kembali. Putra I Dewa Gede Tangkeban yang diasuh di Puri Bangli telah dewasa. Belum beristri. Senang tari- tarian antara lain, gambuh, legong, mencari guru tari ke Sukawati. Kesenangannya itu sama dengan kesenangan raja Taman Bali. Sering saling sabot guru tari, timbul cekcok antara Bangli dan Taman Bali. Taman Bali hendak menyerang Bangli, maka minta bantuan pada Dalem di Klungkung. Dalem tak berkenan karena tak pernah cekcok dengan raja Bangli. I Dewa Taman Bali merasa kecewa. Kemudian I Dewa Gede Raka Taman Bali mengumpulkan sanak saudara antara lain; I Dewa Gede Mundung, I Dewa Pulesari, I Dewa Batan Wani, I Dewa Jelepung, I Dewa Pindi, I Dewa Rendang, I Dewa Guliangan, I Dewa Pasalakan. Semua setuju menggempur Bangli tetapi agar minta bantuan ke Gianyar. Hal itu disetujui oleh I Dewa Taman. Bali, lalu minta bantuan kepada I Dewa Manggis dengan catatan bila Bangli kalah agar dibagi dua. Pasukan Gianyar dipimpin oleh Cokorda Mas. Bangli kalah dikuasai oleh Taman Bali dan Gianyar. Raja Bangli bersembunyi di Kehen. Raja Taman Bali mengepung Kehen, dan raja Gianyar menunggu di Taman Bali. I Dewa Ayu Den Bancingah setelah memperoleh wahyu di Pura Kehen, hendak berhadapan dengan I Dewa Taman Bali. Namun bersimpang jalan, perjalanannya langsung ke selatan hingga ke Taman Bali, maka berhadapan dengan I Dewa Manggis, pasukan I Dewa Manggis kalah, mereka kembali ke Gianyar. I Dewa Taman Bali tiba di Kehen, tidak berjumpa dengan siapa pun juga. Melihat asap mengepul di arah selatan. Disangka raja Gianyar berbuat buruk. Segera beliau hendak menghadapi raja Gianyar. Tiba di Taman Bali, ternyata sunyi-senyap. Dugaannya semula semakin tebal dan kuat I Dewa Taman Bali menerima laporan dari Guliang, bahwasanya ada serangan pasukan Klungkung. Pasukan Klungkung dihadapinya, pasukan Klungkung ketakutan, sebab tujuannya bukan untuk berperang, melainkan Cokorda Dewagung Putra ingin bertemu dengan I Dewa Manggis. Karena serbuan pasukan Taman Bali, maka baginda kembali melalui jembatan darurat. Jembatan itu patah menimbulkan banyak korban, Dewagung Putra wafat di Blahpane. Bhatara Dalem Sakti (ayah Dewata di Blahpane) amat murka dan memerintahkan agar Gianyar dan Bangli menyerang Taman Bali, Terjadi pertempuran sengit sasih ke 5, rah 9, tenggek 3, titi tanggal 13 Isaka 1809. Taman Bali kalah, dibumihanguskan oleh Bangli. Dan kekayaan Taman Bali dibawa ke Bangli, Raja Bangli tetap I Dewa Ayu Den Bancingah.

Английский

google translate language bali

Последнее обновление: 2015-02-01
Частота использования: 2
Качество:

Источник: Анонимно

Несколько пользовательских переводов с низким соответствием были скрыты.
Показать результаты с низким соответствием.

Получите качественный перевод благодаря усилиям
4,401,923,520 пользователей

Сейчас пользователи ищут:



Для Вашего удобства мы используем файлы cookie. Факт перехода на данный сайт подтверждает Ваше согласие на использование cookies. Подробнее. OK