Fråga Google

You searched for: tak terasa waktu begitu cepat berlalu (Indonesiska - Engelska)

Mänskliga bidrag

Från professionella översättare, företag, webbsidor och fritt tillgängliga översättningsdatabaser.

Lägg till en översättning

Indonesiska

Engelska

Info

Indonesiska

tak terasa waktu begitu cepat berlalu

Engelska

did not feel the time so quickly passed

Senast uppdaterad: 2021-02-19
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

waktu begitu cepat berlalu

Engelska

time flies so fast

Senast uppdaterad: 2020-09-19
Användningsfrekvens: 3
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

tak terasa waktu begitu cepat berlalu, sekarang sudah 2 tahun

Engelska

time flies so quickly, now it's been 2 years

Senast uppdaterad: 2020-10-01
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Christi usia 2 bln, Sekarang sudah 4 tahun, waktu cepat berlalu

Engelska

Now it's been 4 years, time flies by

Senast uppdaterad: 2020-07-18
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Usirlah khawatir dan susah dari hatimu, sebab masa mudamu cepat berlalu

Engelska

Therefore remove sorrow from thy heart, and put away evil from thy flesh: for childhood and youth are vanity.

Senast uppdaterad: 2012-05-06
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

sudah lebih dari tiga tahun saya belajar di Lia, tak terasa waktu begitu cepat. Waktu itu saya mengenal Lia dari tante ku yang dulu juga pernah belajar disini dan akhirnya saya tertarik untuk mencoba belajar disini.

Engelska

I've been studying at Lia for over three years, it doesn't feel like time is so fast. At that time I knew Lia from my aunt who had also studied here and finally I was interested in trying to study here.

Senast uppdaterad: 2020-09-18
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Tak terasa saya telah melakukanya sepanjang satu tahun terakhir ini

Engelska

We don't feel like we have been doing it for the past year

Senast uppdaterad: 2021-03-09
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Dengan begitu cepatnya kemajuan penelitian COVID-19, beberapa masalah penting masih harus diselesaikan, yaitu:

Engelska

Given such rapid progress in research on COVID-19, several critical issues remain to be solved, as follows:

Senast uppdaterad: 2020-08-25
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Pengguna Dashboard ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan Hasil dari penelitian ini adalah kiranya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dapat membuat dan menampilkan data Wisata Alam lebih mudah dan cepat melalui pembuatan Dashboard ini.

Engelska

Users of this Dashboard are the Office of Culture and Tourism District. South Minahasa The result of this research is that the Culture and Tourism Office can make and display Natural Tourism data easier and faster through the making of this Dashboard.

Senast uppdaterad: 2019-12-05
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Nama saya adalah dwyna nurul agustin saya tinggal dijalan pallangga bersama keluarga saya kemarin saya belajar bahasa inggris secara online pembelajaran daring telah berlangsung selama hampir setahun saya merasa bosan dengan pembelajaran daring karena harus melakukan semunya dengan online dan itu membutuhkan banyak kouta data untuk membuka you tube,google clasroom,whatsapp dan sebagainya untuk beberapa materi yang akan dipelajari saya berharap wabah covid-19 ini cepat berlalu agar kita bisa belajar kembali ke kelas dan melakukan rutinitas secara normal lagi itulah pengalaman saya belajar online

Engelska

Nama saya adalah dwyna nurul agustin saya tinggal dijalan pallangga bersama keluarga saya kemarin saya belajar bahasa inggris secara online pembelajaran daring telah berlangsung selama hampir setahun saya merasa bosan dengan pembelajaran daring karena harus melakukan semunya dengan online dan itu membutuhkan banyak kouta data untuk membuka you tube,google clasroom,whatsapp dan sebagainya untuk beberapa materi yang akan dipelajari saya berharap wabah covid 19 ini cepat berlalu agar kita bisa bela

Senast uppdaterad: 2021-02-18
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

pada tanggal 21 desember 2020 saya pergi berlibur ke surabaya , niat awal saya ke surabaya karena ingin melihat pemakaman terakhir tante saya . setelah itu saya langsung check in hotel dan beristirahat . ke esokan paginya saya menikmati segarnya udara pagi hari di surabaya . saya merasakan hidup sendiri di kota besar dan melakukan aktivitas tanpa orang orang terdekat . saya mendapatkan banyak pengalaman disana . hotel yang saya sewa merupakan hotel bintang 5 yang menjadi hotel favorite orang luar negeri jika berkunjung ke surabaya . tentu saya sangat senang , karena tetangga kamar saya berasal dari negara yang berbeda , kami berbincang-bincang mulai dari perkenalan dan menanyakan tujuan datang kesini. dan kami jalan jalan bersama . setelah lama kami bercakap-cakap saya mulai mengerti bahwa anne dan keluarga adalah keluarga yang berjuang dari nol untuk menjadi orang sukses yang nantinya bisa jalan-jalan ke berbagai negara . mereka adalah pedagang berlian. bermula dari mereka mempunyai berlian satu-satunya warisan dari bapak anne. dan dia gunakan untuk modal awal dia berdagang . karena cita-cita dia dari semasa dia kecil ingin menjadi seorang traveler dengan hasil jerih payahnya sendiri. sembari kami menikmati makanan di lantai 3 . tidak terasa hari pun mulai petang dan kami memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing. setelah maghrib saya pergi ke mall untuk mencari makan . di stand burger king saya berjumpa dengan seorang anak muda yang berasal dari palembang . dia adalah seorang mahasiswa stikom surabaya yang lagi menikmati surabaya tanpa seorang teman . kami berkenalan dan setelah kami makan kami , fardan memutuskan untuk mengajak saya ke museum kapal selam . dan kami banyak cerita-cerita disana mulai dari berbagi pengalaman tentang kampus, dan beruntungnya saya bertemu dengan orang yang satu pemikiran dengan saya di bidang musik. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 pm kami memutuskan untuk kembali pulang . setelah saya sampai di hotel saya mendapat informasi bahwa hari kamis ada jadwal dinas jaga di kampus. dengan berat hati saya meninggalkan surabaya. padahal niat awal saya ingin menikmati keindahan kota surabay selama satu minggu kedepan . dan ke esokan harinya saya check out hotel dan pergi ke terminal untuk kembali ke banyuwangi. tibanya di banyuwangi saya mendapat info bahwa dinas jaga di tunda karena pandemi dan banyuwangi berada pada zona hitam. antara sedih dan bingung. ingin kembali ke Surabaya tapi sudah terlanjur balik ke kampus juga. dari cerita ini yang bisa dapat saya petik . saya sangat bangga dan senang bisa menemukan teman baru dari berbagai daerah, negara dan mendapat ilmu dan pengalaman baru .

Engelska

on 21 December 2020 I went on vacation to Surabaya, my initial intention was to go to Surabaya because I wanted to see my aunt's last funeral. after that I immediately checked in the hotel and rested. the next morning I enjoy the fresh morning air in Surabaya. I feel that I live alone in a big city and do activities without people nearby.

Senast uppdaterad: 2020-12-29
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya Reza disini saya akan menceritakan tentang kenangan saya bersama teman-teman ketika perpisahan sekolah tahun lalu. Pada saat perpisahan sekolah saya memutuskan untuk pergi berlibur ke Bromo. Disana saya dan teman-teman menghabiskan waktu bersama, tak terasa hangatnya kebersamaan yang tanpa kita sadari bahwa kita sebentar lagi akan berpisah. Karena, 3 tahun lalu kita hanya saling menyapa, seiring dengan berjalanya waktu kita mengenal satu sama lain dengan perbedaan masing-masing, tapi perbedaan lah yang menyatukan kita agar kita bisa bersama menjaga hangatnya persahabatan yang kita ciptakan, semua masa pernah kita rasakan seperti suka, duka, canda dan tawa. Ini bukanlah sebuah perpisahan melainkan suatu awal perjalanan yang kita tuju nanti. Walaupun kini kita sudah berpisah, jangan pernah lupakan bahwa kita pernah bersama. Oke mungkin itu saja terimakasih atas perhatiannya.

Engelska

Senast uppdaterad: 2020-12-21
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Waktu pembacaan para juara disetiap kelas pun tiba,aku semakin gerogi dan cemas hingga kakiku bergetar,saat itu pembacaan dimulai dari kelas 10 dan tepat kelasku lah yang mendapat giliran pertama,perasaanku waktu itu semakin tidak karuan.Lalu dibacakanlah yang mendapat juara 1 ternyata yang mendapat juara 1 adalah temanku Seli,kemudian dibacakan yang mendapat juara 2, ternyata yang mendapat juara 2 adalah aku,aku sangat terkejut sekaligus bersyukur dan bahagia dapat memperoleh juara dua di SMA,h

Engelska

The reading time of the champions in every class arrived, I was getting awed and anxious until my feet trembled, at the time the readings started from grade 10 and exactly where my class got the first turn, my feelings of time were getting less karuan. Then read the champion who got the 1st place that got the champion 1 is my friend Seli, then recited who got the champion 2, apparently who got the champion 2 is me, I was very surprised and grateful and happy to be able to earn champions two in high school, H

Senast uppdaterad: 2020-05-08
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Winger muda Chelsea, Callum Hudson Odoi merupakan pemain pertama di Liga Inggris yang terpapar virus corona. Dia menceritakan, suhu tubuhnya sangat panas ketika di awal awal terjangkit wabah ini. "Pada hari Senin, tiga pekan lalu, saya merasa sangat panas, saya berpikit ini tidak biasa. Mengapa badan saya bisa sepanas ini, seperti terbakar," ucapnya. "Keesokan harinya, saya kembali nornal. Saya pikir itu masalah kecil, tapi ternyata tidak. Semuanya terjadi begitu cepat, saya tidak tahu virus i

Engelska

Chelsea's young winger Callum Hudson Odoi was the first player in the English League to be exposed to the corona virus. He said, his body temperature was very hot when at the beginning of this outbreak. "On Monday, three weeks ago, I felt very hot, I thought this was unusual. Why did my body get this hot, like burning," he said. "The next day, I came back again. I thought it was a small problem, but it didn't. Everything happened so fast, I didn't know about the virus.

Senast uppdaterad: 2020-04-02
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Pada pukul 4 saya bangun tidur lalu saya menyetrika baju untuk hari ini setelah itu saya mengerjakan tugas rumah yaitu menyapu setelah selesai menyapu saya langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi setelah itu saya ganti baju setelah itu saya di panghil ibu untuk sarapan pagi seteleh itu saya berangkat sekolah, sesampainya di sekolah saya bertemu dengan teman-teman bel masuk pun berbunyi saya langsung duduk di tempat duduk saya lalu saya melakukan pancasila lalu setelah itu melaksanakan pelajaran itu sampai bel istirahat pertama saya menuju kantin dan bel masuk berbunyi lalu saya melanjutkan pelajaran tak terasa istirahat kedua sudah berbunyi, waktu itu saya tidak mengerjakan sholat karena saya mendapatkan halangan untuk mengerjakannya setelah itu bel masuk berbunyi lagi dan meneruskan pelajaran lagi setelah pelajaran selesai saya langsung pulang, sampai di rumah ibu saya sudah menyiapkan makanan untuk makan sore setelah itu saya mandi lalu ganti baju setelah itu manonton tv sampai ketiduran lalu saat matahari sudah tengelam saya bangun tidur lalu saya makan setelah makan saya Menonton tv sampai jam 7 lalu setelah menonton tv saya belajar sampai jam 8 lalu saya langsung pergi ke kamar untuk tidur malam

Engelska

QUERY LENGTH LIMIT EXCEDEED. MAX ALLOWED QUERY : 500 CHARS

Senast uppdaterad: 2018-04-02
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Cerita(Prolog ) Pada Jaman dahulu, ketika Kerajaan Majapahit diperintah oleh seorang Ratu, di sebuah dusun yang bernama Palu Ombo, hiduplah seorang pemuda yang bernama Damar Wulan, dia tinggal bersama kakeknya yang bernama Kakek Lokoyanti, ditemani abdi pengasuhnya yang bernama Sabdo Palon dan Noyo Genggong, Di sana dia giat berlatih olah kanuragan, suatu hari ketika selesai berlatih, Damau Wulan berkata kepada kakeknya : (mereka duduk di latar rumah mereka, kakek Lokoyanti duduk di kursi sedangkan Damar Wulan dan kedua pengasuhnya duduk di bawah ) Damar Wulan : “ Kakek, dulu kakek pernah berkata bahwa ayahku ada di Majapahit, sekarang saya ingin menyusul beliau, karena saya sangat rindu sekali ingin bertemu dengan Romo” Lokoyanti : “Hmm... baiklah cucuku, mungkin ini saatnya kau menyusul ramandamu ke Majapahit, dan kurasa juga.... ilmu kenuraganmu juga sudah cukup, karena itu... aku ijinkan kau untuk menyusul ramandamu ke Majapahit, pergilah Ger.....! restuku selalu menyertaimu” Damar Wulan : “Terima kasih kek, .. (Damar Wulan lalu menoleh ke 2 orang pengasuhnya) “Paman Sabdo Palon dan Noyo Genggong, mari Paman... kita berangkat!” Sabdo Palon dan Noyo Genggong : “ Mari Gusti... ngestoaken dawuh.... “ (Damar Wulan lalu berangkat ke Majapahit diiringi oleh 2 orang abdi dalem pengasuhnya yaitu Sabdo Palon dan Noyo Genggong). Prolog adegan selanjutnya : Sementara itu di Kerajaaan Majapahit , tepatnya di kediaman Patih Logender nampak sang Patih sedang bercengkerama dengan anak beliau yaitu Anjasmoro, sedangkan di luar nampak para penjaga sedang bediri di pintu gerbang) Penjaga :”Hai ki sanak, siapa dirimu, dan apa maumu?” Damar Wulan :”Namaku Damar Wulan, dan aku sedang mencari ayahku, yaitu Patih Udara, apa tuan tahu di mana kediaman beliau?” Penjaga :”Oh, Patih Udara.... sudah agak lama tidak ada di Majapahit, beliau sedang pergi bertapa, sekarang yang menggantikan sementara adalah Patih Logender, dan ini rumah beliau” (Mendengar hal itu Damar Wulan nampak bingung, Ia menoleh kepada kedua pengasuhnya dan berkata): Damar Wulan :”Paman Sabdo Palon dan Noyo Genggong, bagaimana ini Paman, ternyata ramanda tidak ada di sini, apa yang harus kita lakukan, apa kita kembali ke Palu Ombo?” Sabdo Palon :”Gusti... kita sudah jauh-jauh dari Paluombo datang ke sini, menurut hamba, lebih baik gusti melamar pekerjaan di sini, sambil belajar ilmu kenegaraan, mungkin suatu saat nanti ayah gusti datang” Damar Wulan :” Baiklah Paman” (Maka Damar Wulan kembali menemui penjaga tadi, dan berkata) : Damar Wulan :”Tuan.. sampaikan kepada Patih Logender saya ingin melamar pekerjaan di sini” Penjaga :”Baiklah, tunggu di sini, saya akan melapor” (Maka penjaga itu kemudian melapor kepada Patih Logender, saat itu Patih Logender datang bersama putri beliau Anjasmoro didampingi dua orang emban.) Patih Logender :”Bocah bagus,.... siapa namamu dan apa maumu?” Damar Wulan :”Nama hamba,.... Damar Wulan... Gusti! hamba datang dari Paluombo, hamba ingin mengabdi di istana kepatihan ini” Patih Logender :”tapi... di sini sudah tidak ada lowongan lagi, semua sudah cukup di sini” Anjasmoro :”Tapi Romo,... kasihan dia kalau ditolak,... berilah pekerjaan apa saja” Patih Logender :”Pekerjaan apa lagi putriku,.. semua sudah ada yang mengerjakan di sini” Anjasmoro :”Terimalah dia sebagai penjaga gerbang istana, biar penjaga yang ada bisa bergantian” Patih Logender :”baiklah,.. Damar Wulan,.. kau kuterima jadi penjaga istanaku, setiap orang..... siapa saja tidak boleh masuk rumahku, kecuali setelah mendapat ijin dariku, ingat itu Damar Wulan ! “ Damar Wulan :” Baik Gusti! “ Patih Logender :”Anjasmoro mari kita masuk kembali ke istana” Anjasmoro :” Mari Romo...” (Mereka lalu masuk sementara Pengawal lama memberikan senjata dan tameng kepada Damar Wulan dan berjaga bersama ) Prolog : Saat itu Damar Wulan langsung bekerja sebagai penjaga istana kepatihan. Setelah setengah hari, penjaga yang lama berpamitan untuk suatu keperluan : Penjaga :”Damar Wulan, aku akan pergi sebentar, kau jaga instana ini dengan baik ya, jangan ada yang boleh masuk tanpa ada ijin Tuan Patih!” Damar Wulan :”Baiklah teman,.. silakan” ( Musik... ) Setelah beberapa saat datang dua orang pemuda, keduanya langsung mau masuk ke rumah Patih Logender, maka dicegah oleh Damar Wulan, Damar Wulan :”Maaf tuan, Anda tidak boleh masuk sebelum mendapat ijin Patih Logender” Layang Seto :”Apa?.... siapa kau ini? Berani-beraninya menghalangi aku masuk!” Damar Wulan :”Hamba Damar Wulan, dan hamba diberi pesan bahwa siapa pun yang mau masuk ke istana ini harus mendapat ijin dari Gusti Patih terlebih dahulu” Layang Kumitir :” He.. Damar Wulan, rupanya kau belum tahu siapa kami, lebih baik kau minggir dan biarkan kami masuk sebelum aku marah” Damar Wulan :”Maaf gusti sesuai perintah, siapa pun tidak boleh masuk sebelum ada ijin dari Gusti Patih” Layang Seto :”Rupanya kau butuh dihajar ya? Rasakan ini ! Hiyat .... ( Layang seto memukul Damar Wulan tapi Damar Wulan dengan gesit menghindar, maka terjadilah pertarungan antara Layang Seto dibantu Layang Kumitir dengan Damar Wulan, yang berakhir dengan kalahnya kakak beradik itu, keduanya diringkus oleh Damar Wulan. Tak lama kemudian datang Patih Logender, betapa terkejutnya Patih itu, serta merta dia berkata: Patih Logender :” Damar Wulan, apa-apaan kau ini, kau apakan kedua anakku? Lepaskan mereka!” (Damar Wulan kemudian melepaskan kedua orang itu) Damar Wulan :” Jadi.... kedua orang ini putra paduka? Maafkan saya Gusti, saya tidak tahu” Patih Logender :”Kurang ajar kau Damar Wulan, baru bekerja di sini kau sudah berbuat salah, mulai saat ini kau kupecat!, pergi dari sini!” Damar Wulan :” Maafkan saya Gusti, saya benar-benar tidak tahu” Anjasmoro :”Romo... maafkanlah dia, dia kan tidak tahu,........ jangan dipecat, tolong Romo... kasihanilah dia” Layang Kumitir :” Dinda Anjasmoro... mengapa kau membelanya, dia sudah berani kurang ajar kepada kakakmu!” Patih Logender :”Iya anakku... mengapa kau membelanya? Anjasmoro :” Dia kan tidak tahu kalau kakang Layang Seto dan kakang Layang Kumitir adalah putra Romo, kalau dia tahu, dia tidak akan melakukan itu” Patih Logender :” Hmmmmmm ..... baiklah, tapi Damar Wulan tidak aku tugaskan jadi penjaga lagi, mulai sekarang dia harus bekerja mengurus kuda istana, menyabit rumput dan memandikan kuda” Patih Logender kemudian masuk ke dalam istana diiringi kedua putranya, sementara Anjasmoro mendekati Damar Wulan dan berkata: Anjasmoro :”Sabar ya Damar Wulan, mari ikut aku, akan aku tunjukkan tempat kuda milik istana kepatihan” Damar Wulan :”Baiklah Gusti Ayu” ( mereka kemudian berjalan menuju lokasi ) Prolog adegan selanjutnya : (Maka sejak saat itu Damar Wulan bekerja menjadi pengurus kuda istana kepatihan, didampingi oleh Sabdo Palon dan Noyo Genggong,....... seiring waktu berjalan,.. hubungan antara Dawar Wulan dan Anjasmoro semakin dekat, Anjasmoro sering membawakan makanan untuk diberikan kepada Dawar Wulan ) Suatu hari ketika Dawar Wulan sedang menyabit rumput, Anjasmoro bertanya : Anjasmoro :” Dawar Wulan,.. boleh aku bertanya sesuatu padamu?” Dawar Wulan :” Silakan tuan putri, tuan putri mau bertanya apa?” Amjasmoro :”Sebenarnya kamu siapa?, keturunan siapa? Mengapa sejak pertama kali aku melhat kamu, aku melihat kamu ini bukan laki-laki biasa, kamu juga punya ilmu kanuragan yang cukup tinggi” Dawar Wulan :”sebenarnya saya adalah putra dari Patih Udara, dari istri selir beliau yang ada di padepokan Paluombo, dan saya datang ke Majapahit sebenarnya ingin bertemu dengan kanjeng Romo, tapi ternyata beliau sedang bertapa dan sudah cukup lama meninggalkan Majapahit” Anjasmoro :”Oh... jadi kamu putra dari Paman Patih Udara!, Patih Udara adalah kakak dari Romo Patih Logender, berarti sebenarnya kamu adalah sepupuku, dan berarti kamu masih berdarah biru, mmmmmmm... kalau begitu mulai saat ini aku akan memanggil ”Kang Mas” saja, dan kamu bisa memanggilku “diajeng” gimana kang mas Dawar Wulan? Setuju?” Dawar Wulan :” Hmmm.... baiklah, tapi bagaimana jika kakakmu marah?” Anjasmoro :”Ah... biarkan saja, biar aku yang menjelaskan pada mereka” Dawar Wulan :” begitu ya.. baiklah, .... oh ya Diajeng... hari sudah sore, ayo kita pulang” Anjasmoro :”Mari Kang Mas....” (Musik Tradsional...........keduanya lalu pulang ke istana kepatihan) Prolog adegan selanjutnya : (Sementara itu di pendopo keraton Majapahit saat itu sedang berlangsung sidang para punggawa kerajaan dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kencana Wungu, nampak di sana Patih Logender, dan kedua anaknya yaitu Layang Seto dan Layang Kumitir, serta para pejabat kerajaan. Wajah Ratu Kencana Wungu nampak muram, kesedian rupanya sedang melanda hatinya) Kencana Wungu :” Kakang Patih Logender,.. bagaimana keadaan kerajaan Majapahit Paman? Aku minta laporanmu” Patih Logender :” Ampun Gusti Ratu,.. kerajaan sekarang dalam kedaan bahaya Gusti! “ Kencana Wungu :” Apa masalah pemberontakan Minakjinggo, Adipati Blambangan itu belum tuntas Paman? Patih Logender ;”Benar Gusti, Minakjinggo menuntut agar Gusti mau kawin dengan dia dan menyerahkan kursi kerajaan kepada dia sesuai dengan bunyi sayembara dulu, dan para panglima kerajaan Majapahit yang dikirim ke Blambangan untuk memadamkan pemberontakan semua kalah oleh kesaktian Minakjinggo” Kencana Wungu :” Minakjinggo memang sakti paman, dulu ketika ada pemberontakan oleh Kebo Mercuet, hanya Minakjinggo yang bisa mengalahkan dia” Patih Logender :”Benar Gusti, dulu Gusti pernah mengadakan sayembara bahwa barangsiapa yang bisa mengalahkan Kebo Mercuet, dia akan diangkat sebagai raja dan menjadi suami Kanjeng Ratu Kencana Wungu, Mengapa Gusti tidak memenuhi isi sayembara itu saja” Kencana Wungu :”Bukannya aku mau ingkar janji Paman, tapi aku kasihan rakyat Majapahit, jika punya raja pincang dan rupanya buruk, dulu Minakjinggo ketika bernama Jaka Umbaran, wajahnya sangat tampan, tapi setelah bertarung dengan Kebo Mercuet, wajahnya rusak dan kakinya pincang, .. Jika dia menjadi raja Majapahit maka kerajaan lain akan mentertawakan kita Paman” Patih Logender :”Tapi... Minakjinggo sangat sakti Gusti, tidak ada satria Majapahit yang bisa menandingi kesaktiannya, dia kebal, tidak mempan sanjata, dan pemberontakan itu sudah mencapai wilayah Probolinggo, sebentar lagi akan sampai di Majapahit” Kencana Wungu :”Coba buatkan sayembara lagi Paman, barangsiapa yang bisa mengalahkan Minakjinggo, maka dia akan aku jadikan suami dan raja di Majapahit” Patih Logender :”Baiklah Gusti” Kencana Wungu :” Sementara itu aku akan semedi untuk meminta petunjuk Sang Hyang Widi untuk mengatasi masalah ini Paman” (musik:.. setelah itu Kencana Wungu, berdiri dan pergi meninggalkan pendopo Istana diiringi oleh para punggawa kerajaan) Prolog adegan selanjutnya : (sementara itu di dalam kamar istana, Ratu Kencana Wungu mengadakan semedi, matanya terpejam, hati dan pikirannya terpusat pada satu tujuan, dia meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa untuk mengatasi masalah kerajaannya. Berhari-hari dia bersemedi, berpuasa, tidak keluar kamar, akhirnya pada suatu hari terdengar suara. Suara Ghaib :”Hai Kencana wungu ...... apa yang kau inginkan? Mengapa kau bertapa berhari-hari?” Kencana Wungu :”Duh Gusti ..... hamba ingin meminta petunjuk, bagaimana cara mengatasi kekacauan di kerajaan Majapahit ini?, Minakjinggo sangat sakti, tidak ada punggawa Majapahit yang bisa mengalahkannya, apa yang harus hamba lakukan?” Suara Ghaib :”Yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah seorang laki-laki yang bernama “Damar Sasongko, alias Damar Wulan” carilah dia, dan utuslah dia ke Blambangan” Kencana Wungu :”Trimakasih Gusti” (Kencana Wungu kemudian berdiri dari semedinya dan keluar kamar, sampai di luar kamar para pengawal memberi hormat, kemudian Kencana Wungu berkata Kencana Wungu :”Pengawal panggil semua punggawa kerajaan aku ingin bermusyawarah dengan mereka” Pengawal :”Baik Gusti” (Kencana Wungu kemudian menuju bangsal instana untuk mengadakan sidang kerajaan) (musik .... ) ( Di pendopo kerajaan telah berkumpul semua punggawa, Ratu Kencana Wungu duduk di singgasana ) Patih Logender :”Ampun gusti ratu, ada apakah sehingga Gusti mengumpulkan kami semua di sini?, apa Gusti sudah mendapat petunjuk untuk mengatasi masalah kerajaan ini?” Kencana Wungu :” Benar Patih Logender,... dalam semediku aku mendapat petunjuk bahwa, yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah Damar Sasongko alias Damar Wulan” apa Paman Patih tahu siapa orang ini?” Patih Logender :”Damar Wulan?... (Patih Logender nampak tidak percaya) apa saya tidak salah dengar Gusti? Kencana Wungu :”Tidak Paman Patih, aku jelas sekali mendengar suara ghaib itu, bahwa yang bisa mengalahkan Minakjinggo adalah dia, kenapa Paman? Apa Paman tahu siapa dia?” Patih Logender :”iya Gusti Ratu, dia sekarang ada di rumah hamba bekerja sebagai pengurus kuda istana kepatihan” Kencana Wungu :” Panggil dia Paman Patih! Aku ingin bicara langsung dengan dia” Patih Logender :” Baik Gusti” (Patih Logender kemudian pergi pamit sambil memberikan sembah) (beberapa saat kemudian Patih Logender datang bersama Damar Wulan dan Anjasmoro, mereka memberikan penghormatan kepada Ratu Kencana Wungu ) Damar Wulan :”Ampun Gusti,.. hamba datang menghadap, ada apa gerangan sehingga Gusti Ratu memanggil hamba” Kencana Wungu : (Nampak kagum melihat ketampanan Damar Wulan) “Damar Wulan,... kerajaan Majapahit sekarang sedang membutuhkan tenagamu, ada pemberontak dari Blambangan yang sangat sakti mandraguna, namanya Minak jinggo, sudah banyak utusan Majapahit yang gugur di tangannya, aku mendapat wangsit bahwa yang bisa mengalahkan dia adalah kamu, maukah kau menerima tugas ini?” Damar Wulan :” Sendiko dawuh Gusti,... hamba bersedia mengobankan jiwa raga hamba, jika memang hamba dibutuhkan oleh Mapajahit” Kencana Wungu :”Terima kasih Damar Wulan” (kencana wungu kemudian menoleh kepada Patih Logender) dan berkata lagi: Kencana Wungu :”Paman patih,.. meskipun Damar Wulan sudah resmi diangkat menjadi panglima Mapajahit untuk melawan Minakjinggo, sayembara kerajaan tetap berlaku, bahwa barang siapa yang bisa membunuh Minakjinggo maka dia akan kuangkat menjadi Raja Majapahit, dan kujadikan suamiku” Patih Logender :” Iya Gusti “ Kencana Wungu :” Sekarang siapkan upacara pengangkatan Damar Wulan, untuk menjadi panglima Majapahit” (kemudian Patih Logender memberikan pakaian baru kepada Damar Wulan dan Ratu Kencana Wungu melilitkan ikat kepala kepada Damar Wulan” setelah itu mereka bubar dan kembali ke tempat masing-masing) Prolog adegan selanjutnya : Sementara itu di suatu tempat yang sepi nampak Anjasmoro begitu sedih, ....... setelah pengangkatan Damar Wulan menjadi panglima Majapahit ia sangat terpukul,...ia khawatir memikirkan kekasihnya Damar Wulan,... butir-butir air mata tak terasa mengalir di pipinya) (jeda Musik ....2 menit ) setelah beberapa saat datangah Damar Wulan mendekati Anjasmoro Damar Wulan :”Diajeng Anjasmoro, ada apa, kenapa Diajeng sedih? “ Anjasmoro :” Kang Mas.... aku sedih karena memikirkan tugas yang diberikan oleh Kanjeng Ratu Kencana Wungu, yang aku pikirkan dua hal Kang Mas, dan dua-duanya tidak enak, pertama, jika Kang Mas berhasil menjalankan tugas, maka Kang Mas akan menjadi raja di Majapahit dan menjadi suami Ratu Kenca Wungu, jika begitu bukankah aku akan kehilangan Kang Mas?, yang kedua, jika Kang Mas gagal, dan gugur di tangan Minakjinggo maka aku juga kehilangan Kang Mas,” Damar Wulan :” Diajeng..... kamu harus sabar, aku menerima tugas itu bukan karena aku ingin kerajaan dan ingin menikah dengan Ratu Kencana Wungu, tapi aku terpanggil sebagai rakyat Majapahit, maka kewajiban aku untuk membela negaraku, bukankah kita harus mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi?” Anjasmoro :”Benar Kang Mas, tapi.... aku takut kehilangan Kang Mas, jika tekad Kang Mas sudah bulat untuk berangkat ke Blambangan, maka aku ada satu permintaan” Damar Wulan ;” Apa Diajeng? Katakanlah, Kakang akan memenuhi permintaanmu meskipun nyawa taruhannya” Anjasmoro :” Jika Kang Mas memang mencintai aku, maka aku minta sebelum Kang Mas berangkat kita menikah dulu, setelah itu baru aku rela Kang Mas pergi ke Blambangan” Damar Wulan : (menghela nafas, diam sejenak, kemudian berkata) ”Baiklah Diajeng, aku akan melamarmu dan secepatnya kita menikah setelah itu aku akan berangkat ke Blambangan” Mendengar itu Anjasmoro tersenyum, dan memegang tangan Damar Wulan kemudian keduanya pergi menuju istana kepatihan. Damar Wulan :” Sekarang ayo kita pulang diajeng,.... “ Anjasmoro : “ Mari Kang Mas...” Prolog : Singkat cerita kemudian Damar Wulan melamar Anjasmoro, Patih Logender beserta istrinya menerima lamaran itu, dan persiapan pernikahan pun dimulai. (musik gending lelucon... goro-goro: nampak dua orang pengawal sedang memasuki halaman istana kepatihan sambil berjoget... ) Pengawal1 :”Suf... sebentar lagi Gusti Ayu Anjasmoro akan menikah dengan Raden Damar Wulan” dst (dialog lawak ada di bagian lain) ( beberapa saat kemudian persiapan temu manten telah siap, gending kebo giro mulai berkumandang, nampak... Anjasmoro di dampingi oleh Patih Logender dan istrinya, beserta kakaknya yaitu Layang seto dan layang kumitir, berjalan pelan menuju kursi pelaminan, beberapa saat kemudian datang Damar Wulan, di dampingi Sabdo palon dan Noyo Genggong, setelah dekat, Anjasmoro sungkem di depan Damar Wulan, kemudian mereka berdua berjalan pelan menuju ayah bundanya, kemudian sungkem kepada mereka lalu sungkem kepada kakaknya, setelah itu Patih Logender berkata: ) Patih Logender :” Anakku Anjasmoro, dan Damar Wulan, kalian telah resmi menjadi suami istri, ayah harap kalian berbahagia” Anjasmoro+Damar W :”Trimakasih Romo “ Patih Logender :” Damar Wulan,.. sesuai perintah Kangjen Ratu Kencana Wungu, setelah kalian menikah maka tugas negara menunggumu untuk memadamkan pemberontakan Minakjinggo, siapkan dirimu Ger.. “ Damar Wulan :” Sendiko dawuh kanjeng romo,.. hamba siap untuk melanjalankan tugas “ (kemudian mereka semua berjalan menuju rumah masing-masing ) Prolog : (sementara itu di istana kadipaten Blambangan nampak Minakjinggo sedang mengadakanpertemuan dengan para punggawa kadipaten. Dia duduk di kursi Gading Kencana didampingi oleh abdi setianya yaitu Gayun, kemudian kedua istrinya yaitu Dewi Wahito dan Puyengan, diikuti oleh para punggawa kadipaten dan para pengawal dan prajurit ) Minakjinggo :”Gayun,.. bagaimana keadaan kadipaten Blambangan?” Gayun ;”Kadipaten dalam keadaan aman gusti,.. rakyat hidup makmur, tentram” Minakjinggo :”syukurlah.. sebentar lagi kadipaten kita yang kec

Engelska

screenplay damarwulan

Senast uppdaterad: 2016-08-19
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Narator : 25 Oktober 1945, walaupun Indonesia sudah merdeka tetapi luka hati diantara rakyat Surabaya masih belum tersembuhkan… Adegan 1 Narator : Pagi yang cerah kini menjadi kelam saat pasukan sekutu secara tiba-tiba mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak…. *Setting : di Pelabuhan, Brigjen AWS Malaby sedang turun dari kapal bersama sang istri dan pasukan sekutu* Brigjen AWS Mallaby : ( dengan rasa senang ) HAHA! Akhirnya sampai juga di Surabaya ! Kini aku bisa merampas kekayaan rakyat Surabya ! Nyonya Malaby : ( Dengan gaya yang nge-sok ) Tuan, benarkah kita akan menjadi orang yang lebih kaya di negeri kita nanti? Brigjen AWS Mallaby : Tentu nyoya, kita akan membawa pulang harta kekayaan disini. Jangan diragukan lagi, kita memang sudah kaya mungkin bisa menjadi juragan kekayaan di Inggris nanti. Nyonya Mallaby : ( sambil ngipas-ngipas ) Kalau begitu, apa rencana tuan agar mendapatkan harta disini? Brigjen AWS Mallaby : Kita akan menduduki Pangkalan Udara Tanjung Perak dan gedung Internatio…, itu adalah hal yang mudah nyonya.. Nyonya Mallaby : Okelah tuan, saya akan tetap menemani tuan dimanapun tuan berada.. Adegan 2 Narator : Pada saat itu pula, rakyat Surabaya sedang bekerja di lahan pertanian. Mereka kebanyakan adalah seorang petani, menanam padi demi mendapatkan sesuap nasi atau lebih… *Setting : di lahan pertanian, semua rakyat sedang menanam padi* Rakyat 1 : Andaaaiiikaaan arek arek Suroboyo bisa makmur ! Indonesia bakal seneng ini ! ( agak medok ) Rakyat 2 : tenang, pasti bisa kok ! Istri Bung Tomo : tapi apakah benar kita tidak akan ada lagi penjajah disini? Rakyat 1 : Mungkin… Bung Tomo : ( datang dengan tergesa-gesa ) Bu, ibu dan semua rakyat Surabaya sebaiknya kita berhati-hati karena sekutu dari inggris datang ke daerah kita… Semua rakyat : Apaaa? ( kaget ) Bung Tomo : ( tegas )untuk itu kita harus mengusir mereka ! Istri Bung Tomo : Dengan cara apa pak? Kita ini kan rakyat jelata yang tidak mungkin menyerang orang asing..? Bung Tomo : tenang saja bu, disini rakyat Surabaya pasti bisa untuk mengusir penjajah.. Rakyat 1 : Benar benar keterlaluan sekutu datang lagi !! Mereka tidak punya hati nurani ! Adegan 3 Narrator : Sore hari menjelang malam, Bung Tomo sedang beristirahat di ruang tamu sambil mendengar berita dari radio.. Suara radio : Ayo arek-arek Suroboyo, bersabarlah dan mari bersama-sama kita mengusir sekutu dari kota kita tercinta. Karena saat ini sekut sudah menduduki Pangkalan Udara tanjung Perak dan gedung internatio…… *radio dimatikan oleh Bung Tomo* Bung Tomo : ( teriaaak ) KETERLALUAAAAAAN ! Istri Bung Tomo : Ada apa paaak? Kok teriak teriak? Bung Tomo : Ini bu, sekutu sekarang sudah menduduki Pangkalan Udara Tanjung perak dan gedung Internatio.. Istri Bung Tomo : yang benarkah? Yasudah bapak sekarang siap-siap dulu saja… Bung Tomo : iya bu, tolong ibu jaga diri baik baik ya.. jangan keluar rumah.. bapak mmau mengumpulkan arek-arek suroboyo di alun alun.. Istri : ( membawakan peci ) iya pak, ibu akan dirumah saja….. hati-hati ya pak… (salim) Bung Tomo : Iya bu, pergi dulu yaa… Istri : Iya pak… Adegan 4 Narator : setelah mengumpulkan arek-arek Surabaya dan merencanakan strategi di alun-alun untuk perlawanan ditengah malam nanti, Bung Tomo menyiapkan perlengkapan tempur dirumah Ktut Tantri. Ktut Tantri ialah wanita Amerika, yang berjuang membantu rakyat Surabaya. *setting : dirumah ktut tantric jam 7 malam* Ktut tantri : bung, perlengkapan sudah selesai, sekarang waktunya kita memberikan woro-woro kepada seluruh arek-arek suroboyo… Bung Tomo : benar tantri, perlawanan akan dimulai jam sebelas malam… Narator : Setelah menyiapkan perlengkapan, Bung Tomo dan Ktut Tantri segera kembali ke alun-alun untuk mengusir sekutu bersama semangat arek-arek suroboyo..Sebelum dimulai, Bung Tomo berpidato terlebih dahulu agar memberikan semangat keseluruk arek-arek suroboyo. Bung Tomo : Teman seperjuanganku sekalian, kita semua harus bisa mengusir penjajah menginjak kota tercinta kita. Lawan genjatan senjata dari sekutu, kita pasti bisa !! Dan ayo setelah ini kita ke gedug internatio ! Semua rakyat : ( bersorak ) YAAA!! Narator : Tepat pukul 11 malam, perlawanan sengit dimulai. Terdengar suara tembakan menghiasi malam kelam menyeramkan di Gedung Internatio.. #ngambil penonton untuk nambah lawan buat tempur Narrator : Perlawanan yang sangat sengit ini, membuat Brigadir AWS Mallabi dan tentara sekutunya menambah dendam terhadap rakyat Surabaya. Pada saat itu juga Bung Tomo diancam oleh istri AWS Mallaby yang sangat kejam. Nyonya Mallaby : Kamu Sutomo? *masih berlangsung perlawanan* Bung Tomo : Iya benar ada apa? Nyonya Mallaby : Awaas ! kamu keluargamu serta rakyat Surabaya akan mati ! ( KEJAM ) Bung Tomo : tidak mungkin !!! Narrator : Tiba-tiba terdengar suara teriakan rakyat Surabaya yang sangat mengagetkan. Rakyat 1 : Haha sekarang Brigadir AWS mallaby sudah mati !! Nyonya Mallaby : APAAA? SUAMI KU? OH TIDAK !! JAHAT KAU RAKYAT SURABAYA! Narrator : Terlihat istri AWS Mallaby menangis deras, dan mayat AWS Mallaby akan dipulangkan ke Inggris. Sedangkan Bung Tomo hanya diam tak bersuara. Adegan 5 Narrator : Beberapa hari kemudian…, sekutu masih menetap di Surabaya tetapi tidak melanjutkan perlawanan karena masih sedih ditinggal oleh AWS Mallaby. Kini pengganti Mallaby adalah Mansergh yang sangat dendam terhadap rakyat Surabaya. Mansergh pun datang kerumah Bung Tomo dengan muka yang sangat kejam menakutkan. Mansergh : ( mendobrak pintu rumah Bung tomo ) Istri Bung Tomo : Sabaarr sabarr, siapkah yang diluar? Mansergh : CEPAAT ! tidak basa basi ! buka pintunya sekarang ! Istri bung tomo : ( kaget ) ada apa anda kesini? Mansergh : MANA BUNG TOMO? Bung Tomo : ( datang ) Ada apa ini? Mansergh : Saya sangat kesal dengan rakyat Surabaya yang sudah menewaskan pemimpin kami, AWS Mallaby . Bung Tomo : bisa saja nukan kami yang menewaskan ! bisa saja dari tentara sekutu sendiri! Mansergh : saya gak mau tau pokoknya kalian rakyat Surabaya harus menyerah paling lambat pukul 06.00 tanggal 10 november ! Bung Tomo : Okee, siapa takut Mansergh : Awas kau ya !! Adegan 6 Narrator : detik demi detik, hari demi hari.. Tak terasa kurang dari dua minggu lagi pertempuran besar akan dimulai. Bung Tomo : Ktut Tantri ! Siapkan peralataan tempur kita dan kumpulkan arek-arek Surabaya sekarang ! Ktut Tantri : Siap bung ! kita berkumpul dimana? Bung Tomo : seperti biasa di alun-alun lalu kita ke gedung internatio lagi, mereka maasih menempati tempat tersebut. Ktut : Okelah bung ! Narrator : sinar matahari menyengat tanggal 1 november, ketika semua rakyat berkumpul dan merencanakan ulang strategi untuk perlawanan besar beberapa hari kedepan. Bung Tomo : ( pidato ) Kita sebagai rakyat Surabaya harus mampu ! harus bisa ! demi rakyat dan bangsa kita ! Semua rakyat : (bersorak sorai ) iyaa IYA ! Bung Tomo : Setelah ini strategi kita harus dipersiapkan dengan baik, kita hanya dikasih waktu kurang lebih dua minggu untuk perlawanan terakhir kita sebelum tanggal 10 November pukul 06:00 Narrator : Setelah bung tomo menyelesaikan masalah startegi dan semua rakyat kembali ke rumah masing-masing untuk menyiapkan peralatan tempur mereka. Adegan 7 Narrator : Hari dimana pertempuran dimulai, sorak sorai rakyat Surabaya membakar semangat melawan sekutu yang kini dipimpin oleh Mansergh. Dalam waktu yang tidak lama sekitar 2 minggu bung tomo sering berpidato didepan arek-arek suroboyo agar mereka semua semangat membela tanah lahir mereka. Bung Tomo : ayo rek arek suroboyo, maju terus pantang mundur. Demi tuhan dan membela bumi kelahiran kita. Semua Rakyat : Benaar !! Naarator : Di pertempuran ini istri bung tomo juga terlibat, yang paling mengesankan adalah Ktut tantri yang tak henti-henti membela Surabaya dari kekuatan asing. *setting : perlawanan sedang berlanjut * Bung Tomo : Ktut Tantri terimakasih atas perjuangan mu, atas keringat dan tenaga mu. Saya bangga dengan mu ! Ktut Tantri : Sama-sama bung, ini demi tempat kelahiran orangtua saya tercinta… Bung Tomo : kalau beitu teruskan perjuangan mu ! Ktut Tantri : siap bung ! Adegan 8 Narrator : tak terasa kurang lebih dua minggu, perlawanan mulai mereda. Walaupun banyak korban jatuh dimana-mana, akhirnya sekutu mulai meninggalkan Surabaya. Bung Tomo : Rek Arek Surabaya ! saya bangga atas tenaga, cucuran keringat serta darah kalian demi membela kota Surabaya, membela tanah air kita. Semoga apa yang kalian perbuat demi kebenaran dibalas oleh tuhan. Serta untuk para pejuang yang gugur disaat perlawanan, semoga amal ibadahna diterima disisi-NYA. Amiin…. Semua rakyat : Hiduuup Surabaya ! Hidup !!!! Narrator : Akhirnya rakyat Surabaya kembali merasakan surga dunia, terbebas dari kekuatan asing.

Engelska

mymemory.translated.net

Senast uppdaterad: 2016-02-29
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

Engelska

the origin of the drama texts mountain Tangkuban boat

Senast uppdaterad: 2015-03-14
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Naskah Drama Asal mula Tangkuban Perahu Pada zaman dahulu kala, di daerah Parahiyangan Jawa Barat ada sebauh kerajaan yang diperintah oleh Prabu Galuga. Ia seorang raja yang gagah perkasa. Umurnya sudah 40 tahun namun ia tidak mempunyai permaisuri, memang dia tidak ingin beristri. Namun iya mempunyai seorang anak bernama Dayang sumbi, anak tersebut ia temukan ketika iya sedang berburu. Dayang sumbi iyalah seorang anak yang diturunkan dari daerah kayangan. Sebab Prabu Galuga telah melanggar perintah ayahnya dahulu yang menyuruh Prabu Galuga untuk menikah, namun Prabu Galuga membantah. Prabu Galuga : “Apakah ini sebuah karma bagiku?” (berkata dalam hati) Dayang Sumbi : “ Ada apa ayah ?” Prabu Galuga : “Kau harus segera menikah Sumbi!” Dayang Sumbi : “Ampun ayahanda. Hamba belum berminat untuk berumah tangga.” Prabu Galuga : “Sumbi, hanya ada dua pilihan bagimu. Mau menikah atau kau kuasingkan di tepi hutan. Hanya ditemani seekor anjing dan jangan pernah kembali ke istana, kecuali aku sendiri yang memerintahmu!” Dayang Sumbi : “Baiklah aku akan memilih tinggal di tepi hutan.” Sesampainya ditepi hutan Tumang : “Sumbi kau tidak usah bersedih saya akan setia menemanimu sampai kau diperintahkan untuk kembali ke kerajaan lagi.” Dayang Sumbi : “(kaget dan heran) benarkah itu suaramu tumang? Apa kau bisa bicara? Oh tumang akhirnya aku punya teman di tengah-tengah kesepian ini.” Tumang : “Benar Sumbi aku bisa bicara. Aku akan menjadi temanmu selama kamu kesepian. Tapi apa kamu mau berteman dengan seekor anjing sepertiku?” Dayang Sumbi : “Aku tak peduli meskipun kau seekor anjing. Yang penting aku punya teman sekarang.” Suatu hari ketika sedang menenun, salah satu tongkatnya jatuh ke Danau. Ia merasa malas menggambil tongkat tersebut. Dayang Sumbi : “Siapa yang mau mengambilkan tongkatku ia akan aku jadikan suami.” Tumang : “Ini tongkatmu Sumbi.” Dayang Sumbi : “Tumang bukan engkau yang kumaksud.” Dewi : “Dayang Sumbi kau adalah bidadari. Bidadari pantang menjilat ludahnya sendiri, lagi pula si Tumang memang jodohmu. Sesunggnya anjing itu adalah jelmaan dewa.” Dayang sumbi pun akhirnya menikah dengan si Tumang. Waktu pun terus berlalu. Dayang sumbi pun di karuniai anak laki-laki yang tampan. ia di berinama Sangkuriang. Tak terasa Sangkuriang tumbuh besar dan pandai berburu. suatu hari sangkuriang hendak berburu Dayang Sumbi : “Nak, bawakan ibu daging Rusa yah?” Sangkuriang : “Ya bu.” Lewatlah seekor Rusa Rusa : “tumang, apakah itu anak mu ?” Tumang : “ Benar bu dia adalah sangkuriang.” Rusa : “Oh tuhan, aku ingin memeluk dan berbicara dengan cucuk tapi apalah daya ini dia tak mungkin percaya terhadap ucapanku.” Sangkuriang : “Tumang! Cepat gigit babi itu!” “Hei Tumang apa kau tidak dengar kataku! Cepat gigit rusa itu!” Tumang hanya terdiam Kako Sangkuriang: " Ayo Tumag serang dia ! Tumang mengapa kau jadi Gebleg begini. Sangkuriang memanah rusa tersebut. Namun anak panah mengarah pada si tumang. Kemudian ia menyembeli situmang. Sesampainya dirumah daging itupun di masak, dan di makan Bareng-bareng. Dayang sumbi: " Sangkuriang, kemana Si tumang ?? Sangkuriang: " (-_-') Bu anjing itu sudah berani melawan perintahku. Tadi aku menyuruh dia menyerang Rusa, namun dia malah terdiam kako. Anak panahku malah mengarah ke arah dia bu (-_-') Dayang sumbi: " Apaaaaa.. si tumang kau bunuh !! 3:) Sangkuriang: " Kenapa bu (-_-') (Terkejutt) PROOOKKK, PRAAAK, PREEEK. Dayang sumbi memukili kepalang situmang dengan Batu. Dayang Sumbi : “Pergi kau dar hadapanku! Dasar anak durhaka!”(bentak dayang sumbi) Sangkuriang : “Baik aku akan pergi bu dan tidak akan kembali lagi !! Ia tak tahu kemana ia akan pergi, perlahan-lahan menyusuri hutan. Tiba-tiba ia pingsan, lalu datanglah seorang petapa yang sakti. Guru : “Siapa namamu nak? Mengapa kau tergeletak ditengah- tengah hutan?”(membangunkan sangkuriang) Sangkuriang : “Emm..aku tak tahu siapa namaku. Dan kau juga tak tahu tentang diriku sendiri.” Guru : “Wah. Sepertinya kau hilang ingatan. Maukah kau menjadi salah satu muridku?” Sangkuriang : “Baik bapak guru.” Guru : “Dan sekarang aku akan memberimu nama Jaka Galih.” 12 tahun berlalu. Guru : “Sudah saatnya kau mengamalkan ilmu kepada masyarakat yang telah ku ajarkan!” Sangkuriang : “Baik bapak. Saya akan berpetualang untuk membantu masyarakat.” Guru : “Pesanku janganlah kau berjalan ke arah selatan.” Sangkuriang : “Kenapa saya tidak boleh berjalan ke arah selatan bapak guru?” Guru : “Sudahlah turuti saja nasihatku. Supaya kau tidak ditimpa nasib yang sial.” Sangkuriang : “Saya akan mengingat pesan bapak guru.” Ia segera meninggalkan gurunya, dan pergi mengembara. Suatu ketika ia berkelahi dengan raja jin dan ia berhasil mengalahkan jin tersebut, sehingga jin tunduk kepadanya. Seperti yang di katakan gurunya, bahwa harus berjalan ke arah utara namun sangkuriang berjalan ke arah selatan. Ia lupa dengan perkataan gurunya. Dan ia melihat seorang Gadis, langsung deh kenalan. Sangkuriang : “Siapa namamu nona?” Dayang Sumbi : “Nama saya dayang sumbi tuan. Dan siapa nama Tuan?” Sangkuriang : “Nama saya Jaka Galih. Bolehkah saya mengantarkan nona pulang?” Dayang Sumbi : “Tentu saja tuan.” Sangkuriang : “Apakah itu rumahmu?” Dayang Sumbi : “Ia tuan. Itu ramah saya.” Sangkuriang : “Kalau begitu saya mohon pamit nona.” Dayang Sumbi : “Tapi hari sudah gelap. Apa tidak sebaiknya kamu menginap di rumah ku aja?” Sangkuriang : “Baiklah. Jika itu pintamu. Suatu hari mereka sedang bercengkrama, tiba-tiba... Dayang sumbi : “Aku rasa ada bekas luka di kepalamu ?” Sangkuriang : “Benarkah?” Dayang Sumbi : “Benar. Bisakah kau ceritakan sebab luka mu tu?? Tiba-tiba Sangkuriang sedikit teringat masa lalunya. Dayang Sumbi : “Memangnya apa penyebab luka itu?” Sangkuriang : “Itu bekas dipukul entong oleh ibuku sendiri.” Dayang Sumbi : “Hah? Dipukul entong?” Sangkuriang : “Iya. Ketika aku berusia tujuh tahun, memangnya kenapa?” Dayang Sumbi : “Kalau begitu kau adalah anakku. Kau adalah anakku sangkuriang.” Sangkuriang : “Tidak mungkin! Jangan cari-cari alasan! Meskipun namamu dengan nama ibuku sama, tapi kau tidak mungkin ibuku.” Dayang Sumbi : “Tapi aku ini ibumu nak.” Sangkuriang : “Tidak mungkin kau ibuku. Ibuku pastilah sudah berusia lanjut dan tidak secantik dirimu.” Dayang Sumbi : “Aku adalah keturunan bidadari, dan aku tidak akan tua.” Sangkuriang : “Aku tidak percaya dengan ucapanmu itu.” Dayang Sumbi : “Oh dewi bagaimana ini? Tolonglah aku. Dia adalah anakku dewi.” Sangkuriang : “Bagaimanapun kau harus menjadi istriku!” Dayang Sumbi : “Tidak mungkin aku menikah dengan kau nak.” Sangkuriang : “Kau bukan ibuku, dan aku bukan anakmu.” (dengan nada tinggi) Dayang Sumbi : “Baiklah aku mau menikah denganmu, tapi kau harus membuatkanku sebuah telaga di pucuk gunung.” Sangkuriang : “Cuma telaga? Jangan kuatir akan kubuatkan.” (jawabnya dengan mantap) Dayang Sumbi : “Bukan hanya itu tapi dengan sebuah perahu besar. Dan semua itu harus kau kerjakan dalam tempo semalam saja. Sebelum ayam berkokok semua harus sudah selesai.” Sangkuriang : “jangan kuatir. Apapun permintaanmu akan kuturuti.” Sangkuriang segera memanggil raja jin. Raja Jin : “Ada apa tuanku?” Sangkuriang : “Cepat kau bantu aku membuat telaga dan perahu besar.” Raja Jin : “Baik tuan.” Dayang Sumbi : “Oh dewi gagalkanlah kerja jin dan sangkuriang. Tolong cepatkanlah matahari terbit.” Dewi : “Baik Sumbi.” Ayam jantan pun berkokok. Sangkuriang : “Hei raja jin ayo lanjutkan kerjamu!” Raja Jin : “Maaf tuan hamba harus pergi karena hari telah pagi.” Sangkuriang menghampiri dayang sumbi. Sangkuriang : “Kau curang! Pasti kau menggunakan kekuatan dewi untuk menggagalkan ini.”(sambil menendang perahu) Seketika perahu itu berubah menjadi gunung. Yang diberi nama gunung Tangkuban Perahu. Namun dalam sekejap sangkuriang memegang tangan dayang sumbi. “BBLLAARR” tiba-tiba terdengar ledakan dahsyat. Tubuh dayang sumbi menghilang.dia diselamatkan oleh dewi kekayangan. Begitulah cerita Asal muasal Dari sebuah Gunung Tangkuban Perahu. Lebih dan kurang mohon di maafkan. Assalamu'alaikum Wr.Wb

Engelska

TEKS drama asal mula gunung Tangkuban Perahu

Senast uppdaterad: 2014-09-25
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

Sejak pertemuan itu, aku dan Devan mulai bersahabat. Kami bertemu tanpa sengaja mencoba akrab satu sama lain, saling mengerti dan menjalani hari-hari penuh makna. Pesahabatan dengan jarak yang begitu dekat itu membuat kami semakin mengenal pentingnya hubungan ini. Tak lama kemudian, aku harus pergi meninggalkannya. Sesungguhnya hatiku sangat berat untuk ini, tapi apa boleh buat. Pertemuan terakhirku berlangsung sangat haru, tatapan penuh canda itu mulai sirna dibalut dengan duka mendalam. “Van maafkan aku atas semua kesalahan yang pernah ku lakukan, ya.” Kataku saat ia berdiri pas di depanku. “kamu gak pernah salah Citra, semua yang udah kamu lakukan buat aku itu lebih dari cukup.” “pleace, tolong jangan lupain aku, Van” “ok, kamu nggak usah khawatir.” Sesaat kemudian mobilku melaju perlahan meninggalkan sesosok makhluk manis itu. Ku lihat dari dalam tempatku duduk terasa pedih sangat kehilangan. Jika nanti kami dipertemukan kembali ingin ku curahkan semua rasa rinduku padanya. Itu janji yang akan selalu ku ingat. Suara manis terakhir yang memberi aku harapan. Awalnya persahabatan kami berjalan dengan lancar, walau kami telah berjauh tempat tinggal. Pada suatu ketika, ibu bertanya tentang sahabat baruku itu. “siapa gerangan makhluk yang membuatmu begitu bahagia, Citra?” tanya ibu saat aku sedang asyik chatingan dengan Devan. “ini, ma. Namanya Devan. Kami berkenalan saat liburan panjang kemarin.” “seganteng apa sich sampai buat anak mama jadi kayak gini?” “gak tahu juga sih ma, pastinya keren banget deh, tapi nggak papah kan, Ma aku berteman sama dia.?” “Apa maksud kamu ngomong kayak gitu?” “kami berbeda agama, Ma” “hah??,” sesaat mama terkejut mendengar cerita ku. Tapi beliau mencoba menutupi rasa resahnya. Aku tahu betul apa yang ada di fikiran mama, pasti dia sangat tidak menyetujui jalinan ini. Tapi aku mencoba memberi alasan yang jelas terhadapnya. Sehari setelah percakapan itu, tak ku temui lagi kabar dari Devan, aku sempat berfikir apa dia tahu masalah ini,,? Ku coba awali perbincangan lewat SMS.. “sudah lama ya nggak bertemu? Gimana kabarnya nech,,? “ Pesan itu tertuju kepadanya, aku masih ingat banget saat laporan penerimaan itu. Berjam-jam ku tunggu balasan darinya. Tapi tak ku lihat Hp ku berdering hingga aku tertidur di buatnya. Tak kusangka dia tak membalas SMS ku lagi. Tak kusangka ternyata mama selalu melihat penampilan ku yang semakin hari semakin layu. “citra, maafkan mama ya, tapi ini perlu kamu ketahui. Jauhi anak itu, tak usah kamu ladeni lagi.” Suara mama sungguh mengagetkan ku saat itu. Ku coba tangkap maknanya. Tapi sungguh pahit ku rasa. “apa maksud mama?” “kamu boleh kok berteman dengan dia, tapi kamu harus ingat pesan mama. Jaga jarak ya, jangan terlalu dekat. Mama takut kamu akan kecewa.” “mama ngomong paan sih,? Aku semakin gak mengerti.” “suatu saat kamu pasti bisa mengerti ucapan mama” mamapun pergi meninggalkan ku sendiri.. Aku coba berfikir tenteng ucapan itu. Saat ku tahu jiwa ini langsung kaget di buatnya.. tak terasa tangispun semakin menjadi-jadi dan mengalir deras di kedua pipiku. Mama benar kami berbeda agama dan nggak selayaknya bersatu kayak gini. tapi aku semakin ingat kenangan saat kita masih bersama. Satu tahun telaj berlalu, bayangan tentangnya masih teikat jelas di haitku. Aku belum bisa melupakannya. Mungkin suatu saat nanti dia kan sadar betapa berharganya aku nutuknya. Satu harapan dari hatiku yang paling dalam adalah bertemu dengannya dan memohon alasannya mengapa ia pergi dari hidupku secepat itu tanpa memberi tahu kesalahanku hingga membuat aku terluka. Pernah aku menyesali pertemuan itu. Tapi aku menyadari betapa berartinya ia di hidupku. Canda tawa yang tinggal sejarah itu masih terlihat jelas di benakku dan akan selalu ku kenang menjadi bumbu dalam kisah hidupku. Devan, kau adalah sahabat yang paling ku banggakan. Aku menunggu cerita-ceritamu lagi. Sampai kapanpun aku akan setia menunggu. Hingga kau kembali lagi menjalani kisah-kisah kita berdua.

Engelska

Javanese language

Senast uppdaterad: 2013-04-13
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Wikipedia

Få en bättre översättning med
4,401,923,520 mänskliga bidrag

Användare ber nu om hjälp:



Vi använder cookies för att förbättra din upplevelse. Genom att fortsätta besöka den här webbplatsen godkänner du vår användning av cookies. Läs mer. OK