Fråga Google

You searched for: translate bahasa indonesia ke tetun (Indonesiska - Tetum)

Mänskliga bidrag

Från professionella översättare, företag, webbsidor och fritt tillgängliga översättningsdatabaser.

Lägg till en översättning

Indonesiska

Tetum

Info

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

tentara

Senast uppdaterad: 2017-01-20
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

karik

Senast uppdaterad: 2016-12-24
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

hau hakarak

Senast uppdaterad: 2016-12-15
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

bainhira

Senast uppdaterad: 2016-10-08
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

dampak kebakaran hutan

Senast uppdaterad: 2016-09-21
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

Lia-tetun

Senast uppdaterad: 2016-09-17
Användningsfrekvens: 6
Kvalitet:

Referens: Wikipedia

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Senast uppdaterad: 2016-09-17
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Demo

Indonesiska

terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

Manfaat dari komunikasi dan pelayanan jasa dlm prnerbangan

Senast uppdaterad: 2015-10-23
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

terjemahan bahasa tetum menjadi bahasa indonesia

Tetum

Saya makan

Senast uppdaterad: 2015-09-10
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

TUGAS INDIVIDUAL PENGGANTI TAS MATA KULIAH SOCILOGIA RELIJIAUN TRADUS HUSI BAHASA INDONESIA BA FALI LINGUA TETUM TUGAS DIKUMPULKAN PADA  HARI SABTU,19 DESEMBER 2020 SANTIAGO   DA COSTA

Tetum

Senast uppdaterad: 2020-12-13
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Agama dalam bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “a” yang berarti “tidak” dan “gama” yang berarti “kacau

Tetum

Senast uppdaterad: 2020-12-13
Användningsfrekvens: 3
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Dalam bahasa Indonesia, perkawinan berasal dari kata kawin yang menurut bahasa artinya membentuk keluarga dengan lawan jenis, melakukan hubungan kelamin atau bersetubuh. Pernikahan disebut juga perkawinan, berasal dari kata nikah yang menurut bahasa artinya mengumpulkan, saling memasukkan, dan digunakan untuk bersetubuh (wathi’). Kata nikah sendiri sering dipergunakan untuk arti persetubuhan (coitus), juga untuk arti akad nikah.

Tetum

Senast uppdaterad: 2020-08-15
Användningsfrekvens: 2
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Menurut Kamus Praktis Bahasa Indonesia, mahasiswa adalah mereka  yang sedang belajar di perguruan tinggi (Taufik, 2010). Salim dan Salim(dalam  Spica, 2008)mengatakan bahwa mahasiswa adalah orang yang terdaftar dan  menjalani pendidikan padaperguruantinggi. Susantoro (dalam Siregar, 2006)  menyatakan bahwa sosok mahasiswa juga kental dengan nuansa kedinamisan dan  sikap  keilmuwannya yang dalam melihat sesuatu berdasarkan kenyataan objektif,  sistematis dan rasional.

Tetum

Senast uppdaterad: 2020-08-03
Användningsfrekvens: 6
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

. Pengertian Kompetensi Kepala Sekolah Menurut pemahaman umum seorang kepala sekolah atau pemimpin sekolah merupakan seseorang yang mempunyai posisi kepemimpinan yang signifikan dalam sebuah organisasi pendidikan. Kepemimpinan pendidikan ialah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan orang lain untuk mencapai tujuan pendidikan secara bebas dan sukarela.1 Kepala sekolah dalam hal ini mengarahkan dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia sangat menentukan dan mempunyai posisi yang signifikan dalam menentukan keberhasilan proses belajar di sekolah. Penulis terlebih dahulu akan menjelaskan arti kata kompetensi. Kompetensi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “competence” atau “competency” yang berarti kecakapan, kemampuan dan kewenangan Dalam kamus besar bahasa indonesia dijelaskan bahwa kompetensi adalah kewenangan untuk menentukan sesuatu. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan bahwa pengertian kompetensi adalah kecakapan, mengetahui, berwenang, dan berkuasa memutuskan atau menentukan atas sesuatu.

Tetum

Senast uppdaterad: 2020-06-30
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, peranan adalah sesuatu yangmenjadi bagian atau memegang pimpinan terutama dalam terjadinya suatu halatau peristiwa.Menurut Soejono Soekanto dalam buku yang berjudul sosiologi suatupengantar (2012:212), menjelaskan pengertian peranan merupakan aspek dinamiskedudukan (status). Apabila seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuaidengan kedudukannya, dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antarakedudukan dan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya tak dapat dipisah pisahkan karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya. Tak ada peranan tanpa kedudukan atau kedudukan tanpa peranan. Sebagaimana dengan kedudukan, peranan juga mempunyai dua arti. Setiap orang mempunyai macam macam peranan

Tetum

Berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, peranan adalah sesuatu yangmenjadi bagian atau memegang pimpinan terutama dalam terjadinya suatu halatau peristiwa.Menurut Soejono Soekanto dalam buku yang berjudul sosiologi suatupengantar (2012:212), menjelaskan pengertian peranan merupakan aspek dinamiskedudukan (status). Apabila seseorang melakukan hak dan kewajibannya sesuaidengan kedudukannya, dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antarakedudukan dan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Keduanya tak dapat dipisah-pisahkan karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya. Tak ada peranan tanpa kedudukan atau kedudukan tanpa peranan. Sebagaimana dengan kedudukan, peranan juga mempunyai dua arti. Setiap orang mempunyai macam-macam peranan

Senast uppdaterad: 2018-07-14
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

BAB IPENDAHULUANEvaluasi kinerja merupakan evaluasi formal terhadap prestasi karyawan. Evaluasi tersebut dapat dilakukan secara informal, misalnya manajer menegur kesalahan karyawan atau meguji karyawan apabila berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik. Informasi informal seperti ini mempunyai keuntungan karena karyawan dapat memperoleh umpan balik dengan cepat, langsung setelah karyawan melakukan kesalahan atau berhasil menjalankan tugas.Evaluasi perstasi ini secara formal mempunyai beberapa fungsi. Pertama, evaluasi prestasi dapat digunakan untuk menilai efektivitas seleksi karyawan. Jika promosi, atau pelatihan terjemahan bahasa indonesia ke tetum

Tetum

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendugaan dan Penafsiran umur ini dapat dilihat menggunakan metode pengamatan pada pergantian dan keterasahan gigi seri, wawancara dengan pemillik ternak, recording, mengamati saat jatuhnya tali pusar, dan munculnya cincin tanduk serta melihat pertumbuhan bulu dan tingkah lakunya. Penampilan ternak saat hidup mencerminkan produksi dan kualitas karkasnya. Ketepatan penaksir dalam menaksir nilai ternak tergantung pada pengetahuan penaksir dan kemampuan menterjemahkan keadaan dari ternak itu. Keadaan ternak yang perlu mendapat perhatian pada saat menaksir pro-duktivitas ternak adalah umur dan berat, pengaruh kelamin, perdagingan, derajat kegemukan dan persentase karkas. Pada dasarnya penilaian ternak dilaksanakan berdasarkan atas apa yang terlihat dari segi penampilannya saja dan kadang-kadang terdapat hal-hal yang oleh peternak dianggap sangat penting, akan tetapi ahli genetika berpendapat bahwa hal tersebut sebenarnya tidak ada pengaruhnya terhada

Senast uppdaterad: 2017-07-11
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

terjemMarxisme–Leninisme ideologi politik yang dimiliki Partai Komunis Uni Soviet dan Komintern,[1] dan para pendukungnya menganggap ideologi ini berakar dari Marxisme dan Leninisme. Istilah ini dimunculkan oleh Josef Stalin[2] dan beredar luas di Uni Soviet setelah bukunya yang ditulis pada tahun 1938 Sejarah VKP(b). Kursus Singkat,[3] yang menjadi buku pelajaran resmi. Tujuan dari Marxisme–Leninisme adalah pengembangan negara ke dalam apa yang dianggap sebagai negara sosialis melalui kepemimpinan pelopor revolusioner terdiri dari revolusioner "profesional", yang merupakan kelompok-kelompok kecil terpenting dari para kelas pekerja yang datang ke kesadaran sosialis sebagai akibat dari dialektika perjuangan kelas. Negara sosialis, yang menurut Marxisme–Leninisme merupakan "kediktatoran proletariat", terutama atau secara eksklusif diatur oleh partai pelopor revolusioner melalui proses sentralisme demokrasi, yang digambarkan Lenin sebagai "keragaman dalam diskusi, kesatuan dalam aksi".[4] Melalui kebijakan ini, partai komunis (atau yang setara) adalah lembaga politik tertinggi dalam kekuatan negara dan organisasi utama kemasyarakatan. Marxisme–Leninisme melihat adanya persaingan antara pihak, sebagai langkah yang tidak efektif dari demokrasi sejati dan agak menegaskan bahwa, dalam sebuah masyarakat sosialis, pluralisme hanya mengukur perpecahan dan disfungsi dalam masyarakat.[5] Komunis dan Marxis lain memiliki kencederungan lain dan pandangan yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa negara Marxis-Leninis tidak membangun sosialisme melainkan kapitalisme negara.[6] Kediktatoran proletariat, menurut Marxisme, merupakan aturan mayoritas (demokrasi) bukan dari satu pihak, sampai-sampai salah satu pendiri Marxisme Friedrich Engels menggambarkan "bentuk khusus" sebagai republik demokratis.[7] Selain itu, menurut Engels, milik negara dengan sendirinya adalah milik pribadi dari alam kapitalis[8] kecuali kaum proletar memiliki kendali kekuasaan politik, dalam hal ini memiliki barang umum.[9]ahan bahasa indonesia menjadi tetun dili

Tetum

Marxisme–Leninisme ideologi politik yang dimiliki Partai Komunis Uni Soviet dan Komintern,[1] dan para pendukungnya menganggap ideologi ini berakar dari Marxisme dan Leninisme. Istilah ini dimunculkan oleh Josef Stalin[2] dan beredar luas di Uni Soviet setelah bukunya yang ditulis pada tahun 1938 Sejarah VKP(b). Kursus Singkat,[3] yang menjadi buku pelajaran resmi. Tujuan dari Marxisme–Leninisme adalah pengembangan negara ke dalam apa yang dianggap sebagai negara sosialis melalui kepemimpinan pelopor revolusioner terdiri dari revolusioner "profesional", yang merupakan kelompok-kelompok kecil terpenting dari para kelas pekerja yang datang ke kesadaran sosialis sebagai akibat dari dialektika perjuangan kelas. Negara sosialis, yang menurut Marxisme–Leninisme merupakan "kediktatoran proletariat", terutama atau secara eksklusif diatur oleh partai pelopor revolusioner melalui proses sentralisme demokrasi, yang digambarkan Lenin sebagai "keragaman dalam diskusi, kesatuan dalam aksi".[4] Melalui kebijakan ini, partai komunis (atau yang setara) adalah lembaga politik tertinggi dalam kekuatan negara dan organisasi utama kemasyarakatan. Marxisme–Leninisme melihat adanya persaingan antara pihak, sebagai langkah yang tidak efektif dari demokrasi sejati dan agak menegaskan bahwa, dalam sebuah masyarakat sosialis, pluralisme hanya mengukur perpecahan dan disfungsi dalam masyarakat.[5] Komunis dan Marxis lain memiliki kencederungan lain dan pandangan yang berbeda. Mereka berpendapat bahwa negara Marxis-Leninis tidak membangun sosialisme melainkan kapitalisme negara.[6] Kediktatoran proletariat, menurut Marxisme, merupakan aturan mayoritas (demokrasi) bukan dari satu pihak, sampai-sampai salah satu pendiri Marxisme Friedrich Engels menggambarkan "bentuk khusus" sebagai republik demokratis.[7] Selain itu, menurut Engels, milik negara dengan sendirinya adalah milik pribadi dari alam kapitalis[8] kecuali kaum proletar memiliki kendali kekuasaan politik, dalam hal ini memiliki barang umum.[9]

Senast uppdaterad: 2017-04-23
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

APLIKASI TEORI KOGNITIF DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu: 1. Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. 2. Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar 3. Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per kembangan. 4. Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksiterjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia

Tetum

APLIKASI TEORI KOGNITIF DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Implikasi teori kognitif pada pendidikan yaitu: 1. Memusatkan perhatian kepada cara berpikir atau proses mental anak, tidak sekedar kepada hasilnya. 2. Mengutamakan peran siswa dalam berinisiatif sendiri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan belajar 3. Memaklumi akan adanya perbedaan individual dalam hal kemajuan per kembangan. 4. Mengutamakan peran siswa untuk saling berinteraksi

Senast uppdaterad: 2016-10-05
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym

Indonesiska

tUSUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP dari Penata Muda (Gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1999 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (Gol. III/a) sejak 1-8-2000 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 42,1 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 18 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 22,1 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 41,1 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 42,1 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Vita Yanti Anggraeni, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi & Kedokteran Vaskuler terhitung mulai tanggal 1-1-2012 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2012 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2008 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (gol. III/b) sejak 1-7-2010 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,5 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 4 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,5 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,5 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 7-11-2011 dan Rapat Komperjakat tanggal -12-2011 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP Last Update:2016-07-22 Subject: all Quality: Excellent terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia kinerja pemasaran Last Update: 2016-07-15 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Policia Maritima iha responsabilidade hodi kontrola kosteira tasi Timor-Leste tomak ne’ebe ho luan iha mais ou menus 19.000 NM ( Noutcal Mill) komesa husi tasi ibun to’o iha distánsia 12 NM (UNTAET 2002) tuir lei Unclos. Unidade Policia Maritima iha responsabilidade tuir Konstituisaun ne’ebe iha ona, tuir artigu ne’ebe esklarese tiha ona, tuir aktividade ne’ebe kontra lei nebe halo iha kosteira tasi Timor-Leste, Policia Maritima halo serviso hamutuk ho instituisan ne’ebe relevante hanesan F-FDTL Componente Naval (Marinir angkatan laut), Harbour Master, Departamento Alfandegas, Karantina, Departamento Pescas, Departamento Imigrasaun, Distrital, no Departamento Investigasi Nasional. Last Update: 2016-07-02 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Not sure Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia LISTA KONTRIBUISAUN Last Update: 2016-06-21 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia TERIMAH KASIH Last Update: 2016-06-12 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia saya belajar bahasa indonesia Last Update: 2016-06-01 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia hau ba uma ona Last Update: 2016-05-25 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia berdasarkan beberapa definisi di atas maka penulis mengambil kesimpulan bahwa insentif sebagai perangsang karyawan minat bekerja Last Update: 2016-05-14 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia pegangan menuju keputusan yang baik dan benar Last Update: 2016-05-07 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia kerahiman Last Update: 2016-03-28 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia hau nia naran Last Update: 2016-03-03 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Latar belakang Last Update: 2015-10-26 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia Manfaat dari komunikasi dan pelayanan jasa dlm prnerbangan Last Update: 2015-10-23 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Anonymous terjemahan bahasa turky menjadi bahasa indonesia database Last Update: 2015-08-25 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous terjemahan bahasa tetum menjadi bahasa indonesia Saya makan Last Update: 2015-09-10 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous bahasa indonesia tetun Last Update: 2016-03-11 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Excellent Reference: Anonymous Indonesia Indonézia Last Update: 2014-12-17 Usage Frequency: 1 Quality: Translation with error Reference: Wikipedia indonesia Eskola Colégio São Miguel Arcanjo (CSMA)- Dili Timor Leste estabelese iha tinan 2002 husi Armindo Crisna caetano, Antigu Alunu DOM BOSCO, CSMA tutur nia misaun, visaun, no funsaun hodi implementa iha Fundasaun São Miguel (FSM) nia okos.A. NIVEL ENSINOENSINO PRE-PRIMARIA 2002ENSINO PRIMARIA 2004ENSINO PRE-SEKUNDARIU 2006ENSINO SEKUNDARIU (ETV) 2008Objektivus principal CSMA : mak hanorin. eduka, forma no transforma ema atu sai kristaun diak no sidadaun honestu. Liu liu valoriza valor moris nian mak iha matenek (good knowledge) iha etika no moral ( good value) no iha abilidade (good ability) Last Update: 2015-11-04 Subject: General Usage Frequency: 1 Quality: Good in specific context Reference: Anonymous Warning: Contains invisible HTML formatting Bahasa Tetun Lia-tetun Last Update: 2015-05-29 Usage Frequency: 7 Quality: Good in specific context Reference: Wikipedia - 0 - FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Oleh I GUSTI BAGUS RAI UTAMA, MA UNIVERSITAS DHYANA PURA BADUNG EDISI 2013 - 1 - DAFTAR ISI CHAPTER 1. ............................................................................................................... 4 PROSES LAHIRNYA ILMU........................................................................................... 4 1.1. Manusia Mencari Kebenaran ................................................................... 4 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam ....................................................... 4 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran ......................................................... 4 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan ........................................................................ 6 1.5. Sumber Pengetahuan ..............................................

Tetum

USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Dyah Samti Mayasari, Ph.D dari Tenaga Pengajar/Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor Tidak Tetap dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-7-2015 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-10-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Tenaga Pengajar dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-1-2013 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 25 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 38 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 16 (minimal 45% x 25 = 11,25 ) - Bidang B : Penelitian = 20 (minimal 35% x 25 = 8,75 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah Bidang A + B + C = 37 (minimal 90% x 25 = 22,5 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 25 = 2,5 ) Jumlah A + B + C + D = 38 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 27-4-2015 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr. Med. dr. Putrika Prastuti Ratna Gharini, Sp.JP dari Penata Muda (Gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1999 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (Gol. III/a) sejak 1-8-2000 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 42,1 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 18 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 22,1 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 41,1 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 42,1 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc, Sp.PD, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi dan Kedokteran Vaskular terhitung mulai tanggal 1-11-2014 dan Penata (Gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2015 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2010 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (Gol. III/b) sejak 1-3-2014 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 90,7 terdiri dari : - Bidang A : Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 45% x 10 = 4,5 ) - Bidang B : Penelitian = 80,7 (minimal 35% x 10 = 3,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah Bidang A + B + C = 89,7 (minimal 90% x 10 = 9 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 1 (maksimal 10% x 10 = 1 ) Jumlah A + B + C + D = 90,7 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 15-9-2014 dan Rapat TPJAD tanggal f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (Gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Vita Yanti Anggraeni, Ph.D dari Penata Muda Tk. I (gol. III/b) menjadi Lektor dalam bidang Kardiologi & Kedokteran Vaskuler terhitung mulai tanggal 1-1-2012 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2012 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-12-2008 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda Tk. I (gol. III/b) sejak 1-7-2010 b. ijazah Ph.D (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,5 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 4 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,5 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,5 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 7-11-2011 dan Rapat Komperjakat tanggal -12-2011 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Dr.rer.nat. dr. BJ. Istiti Kandarina dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-12-2009 dan Penata (gol. III/c) terhitung mulai tanggal 1-4-2010 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1988 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-1-1991 b. ijazah Doktor (S3) diberi angka kredit : 200 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 19,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 9 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 6,9 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1,5 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 17,4 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 19,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 29-10-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -11-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata (gol. III/c) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan Khudazi Aulawi, S.Kp, M.Kes dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Lektor (loncat jabatan) dalam bidang Ilmu Keperawatan terhitung mulai tanggal 1-10-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-3-1989 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-7-1990 b. ijazah M.Kes diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 200 – 150 = 50 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 120,4 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 80 (minimal 30% x 50 = 15 ) - Bidang B : Penelitian = 23,4 (minimal 25% x 50 = 12,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 7 (maksimal 15% x 50 = 7,5 ) Jumlah A + B + C = 110,4 (minimal 80% x 50 = 40 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 10 (maksimal 20% x 50 = 10 ) Jumlah A + B + C + D = 120,4 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 4-6-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -9-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP USUL-USUL MUTASI TENAGA DOSEN PENGANGKATAN PERTAMA DENGAN PENYESUAIAN KENAIKAN PANGKAT Fakultas Kedokteran Usul pengangkatan dr. Riris Andono Ahmad dari Penata Muda (gol. III/a) menjadi Asisten Ahli dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat terhitung mulai tanggal 1-7-2009 dan Penata Muda Tk. I (gol. III/b) terhitung mulai tanggal 1-10-2009 Keterangan ringkas : a. diangkat Calon Pegawai Negeri Sipil sejak 1-1-2005 dan Pegawai Negeri Sipil dengan pangkat Penata Muda (gol. III/a) sejak 1-2-2006 b. ijazah dokter diberi angka kredit : 150 c. angka kredit minimal yang disyaratkan untuk pengangkatan pertama sebesar : 10 d. telah mengumpulkan angka kredit sebesar 16,2 terdiri dari : Bidang A : - Pendidikan dan pengajaran = 8 (minimal 30% x 10 = 3 ) - Bidang B : Penelitian = 5,2 (minimal 25% x 10 = 2,5 ) - Bidang C : Pengabdian kpd. Masyarakat = 1 (maksimal 15% x 10 = 1,5 ) Jumlah A + B + C = 14,2 (minimal 80% x 10 = 8 ) - Bidang D : Unsur Penunjang = 2 (maksimal 20% x 10 = 2 ) Jumlah A + B + C + D = 16,2 e. telah disetujui Rapat Senat Fakultas Kedokteran tanggal 2-4-2009 dan Rapat Komperjakat tanggal -7-2009 f. telah memenuhi syarat umum kenaikan pangkat menjadi Penata Muda Tk. I (gol. III/b) P-1/KP

Senast uppdaterad: 2016-07-22
Användningsfrekvens: 1
Kvalitet:

Referens: Anonym
Varning: Innehåller osynlig HTML-formatering

Indonesiska

- 0 - FILSAFAT ILMU DAN LOGIKA Oleh I GUSTI BAGUS RAI UTAMA, MA UNIVERSITAS DHYANA PURA BADUNG EDISI 2013 - 1 - DAFTAR ISI CHAPTER 1. ............................................................................................................... 4 PROSES LAHIRNYA ILMU........................................................................................... 4 1.1. Manusia Mencari Kebenaran ................................................................... 4 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam ....................................................... 4 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran ......................................................... 4 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan ........................................................................ 6 1.5. Sumber Pengetahuan ............................................................................... 6 1.6. Kriteria Kebenaran .................................................................................... 7 1.7. Ontologi (apa yang dikaji) .......................................................................... 7 1.8 Epistimologi (Cara mendapatkan kebenaran) ............................................ 8 1.9. Beberapa Pengertian Dasar ..................................................................... 8 1.10. Kerangka Ilmiah ....................................................................................... 10 1.11. Sarana Berpikir Ilmiah ............................................................................ 11 1.12. Aksiologi (nilai Guna Ilmu) ........................................................................ 11 CHAPTER 2. ............................................................................................................. 13 SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU ........................................................... 13 2.1 Pendahuluan ................................................................................................. 13 2.2 Perkembangan Filsafat Ilmu ......................................................................... 13 2.4 Filsafat Ilmu Zaman Kuno ............................................................................. 14 2.5 Filsafat Ilmu Era Renaisance ......................................................................... 15 2.6 Filsafat Ilmu Era Positivisme ......................................................................... 18 CHAPTER 3. ............................................................................................................. 22 SARANA BERPIKIR ILMIAH ...................................................................................... 22 3.1 Pendahuluan ................................................................................................. 22 3.2 Pembagian Berpikir ....................................................................................... 23 3.3 Sarana Berpikir Ilmiah ................................................................................... 24 3.4 Fungsi Sarana Berpikir Ilmiah ....................................................................... 25 CHAPTER 4. ............................................................................................................. 29 ILMU DAN NILAI ...................................................................................................... 29 4.1 Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Filsafat Ilmu ................................................ 29 - 2 - 4.2 Ilmu dan Nilai ................................................................................................ 30 4.3 Kajian Filsafat ................................................................................................ 30 CHAPTER 5. ............................................................................................................. 32 ILMU, TEKNOLOGI, DAN KEBUDAYAN .................................................................... 32 5.1 Pendahuluan ................................................................................................. 32 5.2 Pembahasan Hubungan Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ......................... 32 Hubungan Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ..................................................... 35 5.3 Posisi Pendidikan dalam Perubahan Sosial (Kebudayaan) ........................... 38 5.4 Penutup ......................................................................................................... 40 CHAPTER 6. ............................................................................................................. 42 FILSAFAT ILMU (HUBUNGAN IPTEK, AGAMA, BUDAYA ......................................... 42 6.1 Latar Belakang............................................................................................... 42 6.2 Pentingnya Agama bagi Manusia.................................................................. 46 6.3 Pentingnya Peran Manusia Terhadap Agama............................................... 47 6.4 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ................................................................. 48 6.5 Kebudayaan .................................................................................................. 50 6.6 Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan .................................. 57 6.7 Pembahasan Agama Dan Manusia ............................................................... 61 6.8 Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ................................................................. 62 6.9 Definisi dan Batasan Kebudayaan................................................................. 63 6.10 Peran manusia Terhadap Kebudayaan ....................................................... 65 6.11. Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, dan Kebudayaan ............................... 66 6.12 Kesimpulan Hubungan Agama, Ilmu, Teknologi, Dan Kebudayaan............ 67 CHAPTER 7. ............................................................................................................. 68 BERFIKIR ILMIAH ..................................................................................................... 68 7.1 Bahasa ........................................................................................................... 68 7.2 Logika ............................................................................................................ 69 7.3 Kesalahan-Kesalahan Berfikir....................................................................... 70 CHAPTER 8. ............................................................................................................. 72 FILSAFAT DAN ILMU ............................................................................................... 72 8.1 Definisi .......................................................................................................... 72 - 3 - 8.2 Prinsif Logiko-Hipotetiko-Verikatif ............................................................... 74 CHAPTER 9. ............................................................................................................. 75 FILSAFAT DAN PERADABAN MANUSIA ................................................................... 75 9.1 Arti Sejarah Filsafat ....................................................................................... 75 9.1.1 Filsafat zaman purba .................................................................................. 75 9.1.6 Filasafat India ............................................................................................. 77 9.2 Filsafat Manusia ............................................................................................ 78 CHAPTER 10. ........................................................................................................... 82 RANCANGAN SEBUAH ILMU ................................................................................... 82 10.1 Rasionale ..................................................................................................... 82 10.2 Terminologi ................................................................................................. 82 10.3 Kajian Tentang Ilmu Pariwisata sebagai sebuah Ilmu yang Mandiri .......... 84 10.4 Obyek Material dan Formal Ilmu Pariwisata .............................................. 86 CHAPTER 11. ........................................................................................................... 89 PENELITIAN DAN ILMU ........................................................................................... 89 11.1 Pengertian yang salah tentang Penelitian .................................................. 89 11.2 Pengertian yang benar tentang Penelitian dan Karakteristik Proses Penelitian ............................................................................................................ 91 11.3 Macam Tujuan Penelitian ........................................................................... 92 11.4 Hubungan Penelitian dengan Perancangan ............................................... 94 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 95 - 4 - CHAPTER 1. PROSES LAHIRNYA ILMU 1.1. Manusia Mencari Kebenaran Manusia mencari kebenaran dengan menggunakan akal sehat (common sense) dan dengan ilmu pengetahuan. Letak perbedaan yang mendasar antara keduanya ialah berkisar pada kata “sistematik” dan “terkendali”. Ada lima hal pokok yang membedakan antara ilmu dan akal sehat. Yang pertama, ilmu pengetahuan dikembangkan melalui struktur-stuktur teori, dan diuji konsistensi internalnya. Dalam mengembangkan strukturnya, hal itu dilakukan dengan tes ataupun pengujian secara empiris/faktual. Sedang penggunaan akal sehat biasanya tidak. Yang kedua, dalam ilmu pengetahuan, teori dan hipotesis selalu diuji secara empiris/faktual. Halnya dengan orang yang bukan ilmuwan dengan cara “selektif”. Yang ketiga, adanya pengertian kendali (kontrol) yang dalam penelitian ilmiah dapat mempunyai pengertian yang bermacam-macam. Yang keempat, ilmu pengetahuan menekankan adanya hubungan antara fenomena secara sadar dan sistematis. Pola penghubungnya tidak dilakukan secara asalasalan. Yang kelima, perbedaan terletak pada cara memberi penjelasan yang berlainan dalam mengamati suatu fenomena. Dalam menerangkan hubungan antar fenomena, ilmuwan melakukan dengan hati-hati dan menghindari penafsiran yang bersifat metafisis. Proposisi yang dihasilkan selalu terbuka untuk pengamatan dan pengujian secara ilmiah. 1.2 . Terjadinya Proses Sekularisasi Alam Pada mulanya manusia menganggap alam suatu yang sakral, sehingga antara subyek dan obyek tidak ada batasan. Dalam perkembangannya sebagaimana telah disinggung diatas terjadi pergeseran konsep hukum (alam). Hukum didefinisikan sebagai kaitan-kaitan yang tetap dan harus ada diantara gejalagejala. Kaitan-kaitan yang teratur didalam alam sejak dulu diinterpretasikan ke dalam hukum-hukum normative. Disini pengertian tersebut dikaitkan dengan Tuhan atau para dewa sebagai pencipta hukum yang harus ditaati. Menuju abad ke-16 manusia mulai meninggalkan pengertian hukum normative tersebut. Sebagai gantinya muncullah pengertian hukum sesuai dengan hukum alam. Pengertian tersebut berimplikasi bahwa terdapat tatanan di alam dan tatanan tersebut dapat disimpulkan melalui penelitian empiris. Para ilmuwan saat itu berpendapat bahwa Tuhan sebagai pencipta hukum alam secara berangsur-angsur memperoleh sifat abstrak dan impersonal. Alam telah kehilangan kesakralannya sebagai ganti muncullah gambaran dunia yang sesuai dengan ilmu pengetahuan alam bagi manusia modern dengan kemampuan ilmiah manusia mulai membuka rahasia-rahasia alam. 1.3. Berbagai Cara Mencari Kebenaran Dalam sejarah manusia, usaha-usaha untuk mencari kebenaran telah dilakukan dengan berbagai cara seperti : - 5 - 1.3.1 Secara kebetulan Ada cerita yang kebenarannya sukar dilacak mengenai kasus penemuan obat malaria yang terjadi secara kebetulan. Ketika seorang Indian yang sakit dan minum air dikolam dan akhirnya mendapatkan kesembuhan. Dan itu terjadi berulang kali pada beberapa orang. Akhirnya diketahui bahwa disekitar kolam tersebut tumbuh sejenis pohon yang kulitnya bisa dijadikan sebagai obat malaria yang kemudian berjatuhan di kolam tersebut. Penemuan pohon yang kelak dikemudian hari dikenal sebagai pohon kina tersebut adalah terjadi secara kebetulan saja. 1.3.2. Trial And Error Cara lain untuk mendapatkan kebenaran ialah dengan menggunakan metode “trial and error” yang artinya coba-coba. Metode ini bersifat untunguntungan. Salah satu contoh ialah model percobaan “problem box” oleh Thorndike. Percobaan tersebut adalah seperti berikut: seekor kucing yang kelaparan dimasukkan kedalam “problem box”—suatu ruangan yang hanya dapat dibuka apabila kucing berhasil menarik ujung tali dengan membuka pintu. Karena rasa lapar dan melihat makanan di luar maka kucing berusaha keluar dari kotak tersebut dengan berbagai cara. Akhirnya dengan tidak sengaja si kucing berhasil menyentuh simpul tali yang membuat pintu jadi terbuka dan dia berhasil keluar. Percobaan tersebut mendasarkan pada hal yang belum pasti yaitu kemampuan kucing tersebut untuk membuka pintu kotak masalah. 1.3.3 Melalui Otoritas Kebenaran bisa didapat melalui otoritas seseorang yang memegang kekuasaan, seperti seorang raja atau pejabat pemerintah yang setiap keputusan dan kebijaksanaannya dianggap benar oleh bawahannya. Dalam filsafat Jawa dikenal dengan istilah ‘Sabda pendita ratu” artinya ucapan raja atau pendeta selalu benar dan tidak boleh dibantah lagi. 1.3.4. Berpikir Kritis/Berdasarkan Pengalaman Metode lain ialah berpikir kritis dan berdasarkan pengalaman. Contoh dari metode ini ialah berpikir secara deduktif dan induktif. Secara deduktif artinya berpikir dari yang umum ke khusus; sedang induktif dari yang khusus ke yang umum. Metode deduktif sudah dipakai selama ratusan tahun semenjak jamannya Aristoteles. 1.3.5. Melalui Penyelidikan Ilmiah Menurut Francis Bacon Kebenaran baru bisa didapat dengan menggunakan penyelidikan ilmiah, berpikir kritis dan induktif. Catatan : Selanjutnya Bacon merumuskan ilmu adalah kekuasaan. Dalam rangka melaksanakan kekuasaan, manusia selanjutnya terlebih dahulu harus memperoleh pengetahuan mengenai alam dengan cara menghubungkan metoda yang khas, sebab pengamatan dengan indera saja, akan menghasilkan hal yang tidak dapat dipercaya. Pengamatan menurut Bacon, dicampuri dengan gambaran-gambaran palsu (idola): Gambaran-gambaran palsu (idola) - 6 - harus dihilangkan, dan dengan cara mengumpulkan fakta-fakta secara telilti, maka didapat pengetahuan tentang alam yang dapat dipercaya. Sekalipun demikian pengamatan harus dilakukan secara sistematis, artinya dilakukan dalam keadaan yang dapat dikendalikan dan diuji secara eksperimantal sehingga tersusunlah dalil-dalil umum. Metode berpikir induktif yang dicetuskan oleh F. Bacon selanjutnya dilengkapi dengan pengertian adanya pentingnya asumsi teoritis dalam melakukan pengamatan serta dengan menggabungkan peranan matematika semakin memacu tumbuhnya ilmu pengetahuan modern yang menghasilkan penemuan-penemuan baru, seperti pada tahun 1609 Galileo menemukan hukum-hukum tentang planet, tahun 1618 Snelius menemukan pemecahan cahaya dan penemuan-penemuan penting lainnya oleh Boyle dengan hukum gasnya, Hygens dengan teori gelombang cahaya, Harvey dengan penemuan peredaran darah, Leuwenhock menemukan spermatozoide, dan lain-lain. 1.4. Dasar-Dasar Pengetahuan Dalam bagian ini akan dibicarakan dasar-dasar pengetahuan yang menjadi ujung tombak berpikir ilmiah. Dasar-dasar pengetahuan itu ialah sebagai berikut : 1.4.1. Penalaran Yang dimaksud dengan penalaran ialah Kegiatan berpikir menurut pola tertentu, menurut logika tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan penegtahuan. Berpikir logis mempunyai konotasi jamak, bersifat analitis. Aliran yang menggunakan penalaran sebagai sumber kebenaran ini disebut aliran rasionalisme dan yang menganggap fakta dapat tertangkap melalui pengalaman sebagai kebenaran disebut aliran empirisme. 1.4.2. Logika (Cara Penarikan Kesimpulan) Ciri kedua ialah logika atau cara penarikan kesimpulan. Yang dimaksud dengan logika sebagaimana didefinisikan oleh William S.S ialah “pengkajian untuk berpikir secara sahih (valid). Dalam logika ada dua macam yaitu logika induktif dan deduktif. Contoh menggunakan logika ini ialah model berpikir dengan silogisma, seperti contoh dibawah ini : Silogisma  Premis mayor : semua manusia akhirnya mati  Premis minor : Amir manusia  Kesimpulan : Amir akhirnya akan mati 1.5. Sumber Pengetahuan Sumber pengetahuan dalam dunia ini berawal dari sikap manusia yang meragukan setiap gejala yang ada di alam semesta ini. Manusia tidak mau menerima saja hal-hal yang ada termasuk nasib dirinya sendiri. Rene Descarte pernah berkata “DE OMNIBUS DUBITANDUM” yang mempunyai arti bahwa segala sesuatu harus diragukan. Persoalan mengenai kriteria untuk menetapkan kebenaran itu sulit dipercaya. Dari berbagai aliran maka muncullah pula berbagai kriteria kebenaran. - 7 - 1.6. Kriteria Kebenaran Salah satu kriteria kebenaran adalah adanya konsistensi dengan pernyataan terdahulu yang dianggap benar. Sebagai contoh ialah kasus penjumlahan angka-angka tersebut dibawah ini 3 + 5 = 8 4 + 4 = 8 6 + 2 = 8 Semua orang akan menganggap benar bahwa 3 + 5 = 8, maka pernyataan berikutnya bahwa 4 + 4 = 8 juga benar, karena konsisten dengan pernyataan sebelumnya. Beberapa kriteria kebenaran diantaranya ialah 1.6.1. Teori Koherensi (Konsisten) Yang dimaksud dengan teori koherensi ialah bahwa suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren dan konsisten dengan pernyataanpernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Contohnya ialah matematika yang bentuk penyusunannya, pembuktiannya berdasarkan teori koheren. 1.6.2.Teori Korespondensi (Pernyataan sesuai kenyataan) Teori korespondensi dipelopori oleh Bertrand Russel. Dalam teori ini suatu pernyataan dianggap benar apabila materi pengetahuan yang dikandung berkorespondensi dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contohnya ialah apabila ada seorang yang mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah London, maka pernyataan itu benar. Sedang apabila dia mengatakan bahwa ibukota Inggris adalah Jakarta, maka pernyataan itu salah; karena secara kenyataan ibukota Inggris adalah London bukan Jakarta. 1.6.3. Teori Pragmatis (Kegunaan di lapangan) Tokoh utama dalam teori ini ialah Charles S Pierce. Teori pragmatis mengatakan bahwa kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis. Kriteria kebenaran didasarkan atas kegunaan teori tersebut. Disamping itu aliran ini percaya bahwa suatu teori tidak akan abadi, dalam jangka waktu tertentu itu dapat diubah dengan mengadakan revisi. 1.7. Ontologi (apa yang dikaji) Ontologi ialah hakikat apa yang dikaji atau ilmunya itu sendiri. Seorang filosof yang bernama Democritus menerangkan prinsip-prinsip materialisme mengatakan sebagai berikut : Hanya berdasarkan kebiasaan saja maka manis itu manis, panas itu panas, dingin itu dingin, warna itu warna. Artinya, objek penginderaan sering kita anggap nyata, padahal tidak demikian. Hanya atom dan kehampaan itulah yang bersifat nyata. Jadi istilah “manis, panas dan dingin” itu hanyalah merupakan terminology yang kita berikan kepada gejala yang ditangkap dengan pancaindera. - 8 - Ilmu merupakan pengetahuan yang mencoba menafsirkan alam semesta ini seperti adanya, oleh karena itu manusia dalam menggali ilmu tidak dapat terlepas dari gejala-gejala yang berada didalamnya. Dan sifat ilmu pengetahuan yang berfungsi membantu manusia dalam mememecahkan masalah tidak perlu memiliki kemutlakan seperti agama yang memberikan pedoman terhadap hal-hal yang paling hakiki dari kehidupan ini. Sekalipun demikian sampai tahap tertentu ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi. Sebagai contoh, bagaimana kita mendefinisikan manusia, maka berbagai penegertianpun akan muncul pula. Contoh : Si

Tetum

tetun dili

Senast uppdaterad: 2016-06-08
Användningsfrekvens: 3
Kvalitet:

Referens: Anonym

Få en bättre översättning med
4,401,923,520 mänskliga bidrag

Användare ber nu om hjälp:



Vi använder cookies för att förbättra din upplevelse. Genom att fortsätta besöka den här webbplatsen godkänner du vår användning av cookies. Läs mer. OK