MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: keterampilan    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

keterampilan

ketika hidup itu indah

Last Update: 2013-09-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Keterampilan

Skill

Last Update: 2013-08-22
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Fiksi mini memiliki gaya tulis khas yang agak berbeda dengan bentuk tulisan novel atau cerpen karena pembatasan penggunaan karakter sehingga penulis harus menggunakannya seefisien dan seefektif mungkin. Ada beberapa teknik dasar yang harus dikuasai penulis, tapi yang paling utama adalah keterampilan penulis untuk MELIARKAN dan MEMBEBASKAN IMAJINASI Sunda

meuni Sunda

Last Update: 2014-09-29
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Abstract Bahasa Arab dalam proses perkembangannya sebagai bahan ajar siswa non Arab membutuhkan strategi pengajaran yang tidak lepas dari peran dan eksistensinya sebagai salah satu bahasa tertua peradaban manusia. Sehingga dalam menyampaikan empat keterampilan; berbicara, menulis, mendengar dan membaca (kalam, kitabah, sima’ah, qiroah), pengajar dengan dukungan amanah ilmiyahnya dituntut untuk memberikan metode sarat nilai dan pendekatan yang mampu diserap dan dikuasai siswa sebagai bagian dari proses pendidikannya menuju perubahan kualitatif individu, sumber efektifitas dan potensi hidup yang dimiliki. Makalah ini berisi tentang metode pembelajaran bahasa Arab dan peran serta komponen pembelajaran dalam mendukung keberhasilan belajar mengajar.

Indonesian translation google english

Last Update: 2014-11-21
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

Susana Gita STKIP St. Paulus PSKGJ Department- ABSTRAK Gita Susana, 2014 “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pkn Tentang Menghargai Dan Mentaati Keputusan Bersama Melalui Motode diskusi Di Kelas V SDK Wancang Tahun Ajaran 2013/2014”. Pendidikan guru dalam jabatan STKIP St.Paulus Ruteng. Pembimbing: (1) Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, M.A; (2) Laurentius Ni,S.H., M.H. Kata kunci : Pembelajaran PKn, Metode diskusi, Hasil Belajar PKn merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan pembentukan sikap dan keterampilan siswa agar berperilaku sesuai dengan nilai dan moral Pancasila dalam menghadapi arus globalisasi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran PKn harus mencakup aspek kognitif, afektif serta psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa kelas V SDK Wancang belum mencapai hasil belajar yang diharapakan. Hal ini dilihat dari sebagian besar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yakni 75%. Penerapan metode diskusi sangat tepat dijadikan alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa/siswi kelas V tentang menaati dan menghargai keputusan bersama pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan metode diskusi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Setiap siklus melewati empat rangkaian kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika subyek penelitian telah mencapai ketuntasan belajar klasikal 75% dan ketuntasan belajar individualnya yaitu 65%. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Wancang dengan jumlah 22 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi dalam pengumpulan data dan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar tes (pilihan ganda dan uraian) dan lembar observasi proses pembelajaran. Aktifitas siswa pada siklus I mendapat presentase 63,63% menjadi 86,36% pada siklus II. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari pra tindakan dengan ketuntasan belajar klasikal 40,190% menjadi 63,63% pada siklus I dan mengalami peningkatan yang signifikan pada menjadi 86,36% pada siklus II. Selanjutnya, peneliti menyarankan kepada siswa supaya semakin antusias dalam kegiatan pembelajaran serta berusaha untuk memperoleh pengetahuan dari hasil kerjasama dengan teman, dan bagi guru agar menggunakan metode diskusi sebagai salah satu alternatif pembelajaran di kelas untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PKn. Sedangkan, bagi kepala sekolah Diharapkan dapat menentukan kebijakan - kebijakan sekolah yang mendukung terlaksananya pembelajaran PKn yang efektif sehingga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan aktifitas siswa dalam pembelajaran.

on the subject, enabling students to understand and solve problems pertaining to the combined theories of relativity and quantum mechanics. Observations were collected by the researcher as an observer-participant immersed in lectures as a student. Th e researcher is a recent graduate of engineering physics from a Canadian university. Th e “student perspective,” as it appears in this paper, is a construct of the researcher based on conversations with students, observations of the class as a whole, and personal experience. Relevant works on the student perspectives of learning in higher education include Prosser & Trigwell (1999) and McInnis et al. (2000). Lectures were broken down into segments of teaching time, subjectively determined by topic or teaching method changes, ranging in length from one to twenty-fi ve minutes. Fletcher (2004) has identifi ed areas of diffi culty for students and teachers by accumulating and thematically coding interviews with students and lecturers. He identifi ed specifi c topics of interest: • wave-particle duality • the uncertainty principle • tunnelling and the teaching styles in which topics are presented: • demos or visuals • analogies • real world examples • mathematics • discussions • predictions • history • lecturer explanations. A six point rating scale was initially used to give a rough measure of the signifi cance of the above items in each segment. Th e criteria evolved over the course of the study and are shown in Figure 2. Score Criteria Student Perspective 0 Item was not associated with the segment explicitly or implicitly over the entire duration No correlation between the item and segment 1 Item was implicitly associated with part of the segment Only the keenest of students would recognize the relevance of the item 2 Item was implicitly or explicitly associated with part of the segment but was not presented in a meaningful way Advanced students may see the relevance of the item in the segment and gain something from it 3 Item was implicitly or more likely explicitly associated with part or all of the segment and was suffi cient in its presentation Th e majority of the class would see the relevance of the item in the segment and may gain something from it. 4 Item was explicitly associated with most if not all of the segment and was well presented Almost all of the students would see the relevance of the item in the segment and should learn something from it. 5 Item was explicitly associated with all of the segment and was presented in a way that inspired interest Even those students not paying attention would be attracted to the segment and therefore see the relevance of the item and engage with the content Figure 2. Overall teaching segment rating scheme.

Last Update: 2014-10-18
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Susana Gita STKIP St. Paulus PSKGJ Department- ABSTRAK Gita Susana, 2014 “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Bidang Studi Pkn Tentang Menghargai Dan Mentaati Keputusan Bersama Melalui Motode diskusi Di Kelas V SDK Wancang Tahun Ajaran 2013/2014”. Pendidikan guru dalam jabatan STKIP St.Paulus Ruteng. Pembimbing: (1) Dr. Yohanes Servatius Boy Lon, M.A; (2) Laurentius Ni,S.H., M.H. Kata kunci : Pembelajaran PKn, Metode diskusi, Hasil Belajar PKn merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting karena berhubungan dengan pembentukan sikap dan keterampilan siswa agar berperilaku sesuai dengan nilai dan moral Pancasila dalam menghadapi arus globalisasi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran PKn harus mencakup aspek kognitif, afektif serta psikomotor. Hasil observasi awal ditemukan bahwa siswa kelas V SDK Wancang belum mencapai hasil belajar yang diharapakan. Hal ini dilihat dari sebagian besar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal yakni 75%. Penerapan metode diskusi sangat tepat dijadikan alternatif dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa/siswi kelas V tentang menaati dan menghargai keputusan bersama pada mata pelajaran PKn dengan menggunakan metode diskusi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus. Setiap siklus melewati empat rangkaian kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Siklus tindakan pembelajaran dihentikan jika subyek penelitian telah mencapai ketuntasan belajar klasikal 75% dan ketuntasan belajar individualnya yaitu 65%. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDK Wancang dengan jumlah 22 siswa. Penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi dalam pengumpulan data dan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah lembar tes (pilihan ganda dan uraian) dan lembar observasi proses pembelajaran. Aktifitas siswa pada siklus I mendapat presentase 63,63% menjadi 86,36% pada siklus II. Penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa dari pra tindakan dengan ketuntasan belajar klasikal 40,190% menjadi 63,63% pada siklus I dan mengalami peningkatan yang signifikan pada menjadi 86,36% pada siklus II. Selanjutnya, peneliti menyarankan kepada siswa supaya semakin antusias dalam kegiatan pembelajaran serta berusaha untuk memperoleh pengetahuan dari hasil kerjasama dengan teman, dan bagi guru agar menggunakan metode diskusi sebagai salah satu alternatif pembelajaran di kelas untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran PKn. Sedangkan, bagi kepala sekolah Diharapkan dapat menentukan kebijakan - kebijakan sekolah yang mendukung terlaksananya pembelajaran PKn yang efektif sehingga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Dari hasil analisis data disimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan aktifitas siswa dalam pembelajaran.

dapat

Last Update: 2014-10-17
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

4. Echoes: contoh state-of-the-art TEL intervensi Pada bagian ini kita membahas tantangan utama yang muncul dalam mengembangkan contoh state-of-the-art sistem TEL. Proyek Echoes merupakan upaya multi-disiplin yang melibatkan kolaborasi dari psikologi, pendidikan, kecerdasan buatan, visi komputer, dan desain. Ini bertujuan untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikasi sosial pada anak autis serta biasanya mengembangkan anak-anak (usia 5-7 tahun).

4. ECHOES: an example state-of-the-art TEL interventionIn this section we discuss the key challenges that emerged in developing an examplestate-of-the-art TEL system. The ECHOES project was a multi-disciplinary effort thatinvolved collaboration from psychology, education, artificial intelligence, computervision, and design. It aimed to support development of social communication skills inchildren with autism as well as typically developing children (aged 5-7 years).

Last Update: 2013-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

2.3. Keterlibatan para siswa dalam proses desain Rancangan sistem TEL untuk mendukung pengembangan keterampilan komunikasi sosial pada anak autis telah didominasi telah dibentuk oleh yayasan pedagogis dan pengembangan teknologi baru. Individu dengan autisme memiliki kurang berperan dalam membentuk desain.

2.3. Learner involvement in the design processThe design of TEL systems to support development of social communication skills inchildren with autism has predominantly been shaped by pedagogical foundations andthe development of new technologies. Individuals with autism have had less of a rolein shaping the design.

Last Update: 2013-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Pidato pengakuan dan sintesis: Jika tujuannya adalah untuk memungkinkan anak autis untuk belajar keterampilan yang pada akhirnya akan ditransfer ke skenario sosial dunia nyata, hal ini berguna untuk memungkinkan mereka untuk berinteraksi dalam lingkungan yang dekat dengan percakapan tatap muka mungkin

Speech recognition and synthesis: If the goal is to enable children with autism to learnskills which will eventually transfer to real-world social scenarios, it is useful to allowthem to interact in a setting as close to face-to-face conversation as possible

Last Update: 2013-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

2. 1. Yayasan Pedagogical Kita bisa mengkategorikan sistem TEL berdasarkan empat pendekatan pedagogis. Yang pertama melibatkan keterampilan komponen pelatihan komunikasi sosial (a), seperti pengenalan ekspresi wajah, dalam isolasi dari konteks sehari-hari di mana mereka digunakan (misalnya, Golan et al., 2010).

2. 1. Pedagogical foundationsWe can categorise TEL systems based on four pedagogical approaches. The firstinvolves training component skills of social communication (a), such as facialexpression recognition, in isolation of the everyday context in which they are used (forexample, Golan et al., 2010).

Last Update: 2013-10-22
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Add a translation