MyMemory, World's Largest Translation Memory
Click to expand

Language pair: Click to swap content  Subject   
Ask Google

You searched for: terjemahan    [ Turn off colors ]

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

terjemahan dPERATURAN PERUSAHAAN PT CENDERAWASIH AIR PENDAHULUAN Peraturan Perusahaan ini dibuat untuk menjadi pegangan bagi karyawan maupun perusahaan yang berisikan tentang hak-hak dan kewajiban masing-masing pihak dengan tujuan memelihara hubungan kerja yang baik dan harmonis antara karyawan dengan perusahaan dalam usaha bersama meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kelangsungan usaha perusahaan. Pasal 1 Hubungan Kerja dan Masa Percobaan 1. Karyawan mengakui sepenuhnya bahwa dalam hal penerimaan karyawan baru adalah hak dan wewenang Perusahaan. 2. Seorang calon karyawan harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Perusahaan. 3. Pada waktu akan memulai hubungan kerja, calon karyawan harus menyetujui / mengakui Peraturan Perusahaan yang berlaku. 4. Karyawan baru tersebut dengan masa percobaan 3 (tiga) bulan dihitung sejak tanggal ia diterima untuk bekerja. 5. Hubungan kerja selama masa percobaan dapat diputuskan oleh masing-masing pihak tanpa menyebutkan alasan-alasan dan berlaku seketika itu juga dan Perusahaan (PTCA) tidak berkewajiban membayar ganti rugi, pesangon dan lain-lain sebagainya. 6. Apabila karyawan tersebut setelah melalui masa percobaan 3(tiga) bulan dan dinilai baik oleh perusahaan (PTCA) , maka dapat diangkat menjadi Karyawan Tetap. Karyawan PTCA menurut status / kedudukannya terdiri atas: 1. KARYAWAN HARIAN : adalah semua karyawan PTCA yang dibayar gaji berdasarkan Daftar Absen / Hadir yang telah dibuat oleh PTCA dan status Karyawan Hariannya ditetapkan oleh Pimpinan PTCA dan mereka dipekerjakan bukan secara temporer / sementara tapi dengan tujuan untuk menjadi karyawan tetap. 2. KARYAWAN PERCOBAAN : adalah karyawan yang diterima bekerja oleh PTCA dengan tujuan untuk menjadi karyaran tetap dan menempuh masa kerja percobaan selama 3(tiga) bulan yang ditentukan oleh Pimpinan PTCA . Selama masa percobaan ini gajinya adalah serendah-rendahnya UMP atau 80% gaji bulanan atau lebih dari UMP. Setelah masa percobaan ini berakhir, ia setelah dievaluasi dan apabila memenuhi syarat, akan diangkat menjadi karyawan tetap. Apabila tidak memenuhi syarat, akan diberhentikan dengan tidak mendapat pesangon atau ganti rugi lainnya. 3. KARYAWAN TETAP : adalah seorang karyawan PTCA yang telah berhasil melampaui masa percobaan dengan hasil evaluasi memenuhi syarat dan diangkat sebagai Karyawan Tetap oleh Pimpinan PTCA dan atas rekomendasi Direktur Perusahaan (PTCA) dan ia dibayar dengan 100% gaji bulanan sesuai dengan jenjang karier yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku. 4. KARYAWAN KONTRAK : a. Karyawan Kontrak Khusus adalah mereka yang dipanggil khusus oleh Perusahaan tanpa surat lamaran untuk bekerja di Perusahaan karena keahlian / tenaganya sangat dibutuhkan oleh Perusahaan. Karyawan tersebut adalah merupakan karyawan kontrak yang masa kontraknya akan ditentukan oleh Pimpinan Perusahaan (PTCA) atas rekomendasi dari Direktur Perusahaan (PTCA) dan dengan persetujuan dari karyawan yang bersangkutan. Biaya perjalanan pergi pulang, perumahan dan biaya cuti kalau telah bertugas lebih dari 3(tiga) tahun, ditanggung oleh PTCA, ketempat ia dipanggil. b. Karyawan Kontrak Biasa adalah mereka yang melamar dan diterima sebagai Karyawan Kontrak, dimana masa kontraknya ditentukan oleh Pimpinan Perusahaan atas rekomendasi dari Direktur Perusahaan (PTCA) dan dengan persetujuan dari karyawan yang bersangkutan. Pada masa kontraknya berakhir, maka PTCA akan membiayai ongkos perjalanan pulang ke tempat asalnya (tempat dia melamar) kalau ia berasal dari luar kabupaten Jayapura. Biaya perjalanan yang dimaksud adalah ticket pesawat dengan berat bagasi maksimum 30(tiga puluh) kilogram per orang. Kalau menggunakan kapal laut, akan diberikan ticket kelas 2(dua). Pasal 2 Hari Kerja dan Waktu Kerja dan Istirahat 1. Jam kerja biasa adalah 8(delapan) jam sehari dan 40(empat puluh) jam seminggu dan 5(lima) hari seminggu. 2. Jam kerja mulai dan pulang biasanya mulai 07.00 s/d 16.00 dengan istirahat makan dari jam 12.00 s/d 13.00. 3. Bagi karyawan yang diminta masuk lebih cepat dari jam 07.00 atau penjaga malam akan diatur oleh Pimpinan Perusahaan dan Direktur Perusahaan bersama dengan karyawan yang bersangkutan, dimana jam kerjanya tidak lebih dari 8(delapan) jam sehari. 4. Setiap karyawan harus berada di tempat tugas selama jam kerja. Kalau tidak ada pekerjaan yg harus dikerjakan di bidang tugasnya, maka karyawan yg bersangkutan wajib bekerja pada bidang yg biasa dilakukannya sesuai petunjuk atasan atau kebijaksanaannya sendiri kalau atasannya tidak ada di tempat. 5. Bagi karyawan yg hendak menjalankan tugas perusahaan di luar lokasi perusahaan, harus melapor kepada Pimpinan Perusahaan dan Direktur Perusahaan, kecuali dalam keadaan mendesak. Pasal 3 Istirahat Mingguan dan Hari Libur Sesuai dengan ketentuan hari-hari libur resmi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, karyawan wajib diliburkan. Apabila ada karyawan yang diminta untuk bekerja pada hari libur tersebut dibawah ini maka karyawan akan menerima pembayaran lembur. Hari-hari Raya Libur Resmi: 1. TAHUN BARU MASEHI, 2. MAULUD NABI MUHAMAD S.A.W, 3. WAFAT YESUS KRISTUS, 4. PENTAKOSTA, 5. KENAIKKAN YESUS KRISTUS, 6. PENTAKOSTA I, 7. ISROK MIRAJ NABI MUHAMMAD S.A.W, 8. PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI, 9. IDUL FITRI I, 10. IDUL FITRI II, 11. IDUL ADHA, 12. NATAL, 13. TAHUN BARU HIJRIAH, 14. TAHUN BARU IMLEK 15. HARI RAYA NYEPI, 16. HARI RAYA WAISAK. FAKULTATIF (RESMI DI PAPUA) 1) Paskah II 2) PENTAKOSTA II 3) NATAL II 4) HARI MASUKNYA INJIL KE IRIAN JAYA. Hari raya resmi tersebut diatas dapat berubah berdasarkan surat keputusan Gubernur Provinsi Papua. Pasal 4 Istirahat Tahunan 1. Semua Karyawan Tetap yang sudah bekerja selama setahun penuh mempunyai hak untuk mendapat cuti Tahunan selama 12(duabelas) hari kerja dengan mendapat upah / gaji penuh. 2. Cuti tahunan ini harus diatur atau direncanakan bersama Pimpinan Perusahaan dan Direktur Perusahaan selambat-lambatnya 2(dua) bulan dimuka. 3. Cuti besar 1(satu) bulan setiap 3(tiga) tahun kerja secara terus menerus dengan ketentuan cuti tahunan ditiadakan. 4. Bila terjadi cuti tahunan atau cuti besar ditunda ke tahun berikutnya maka pimpinan harus membuat surat pengunduran cuti yang diketahui oleh Direktur. 5. Semua biaya cuti menjadi tanggungjawab karyawan sepenuhnya. Pasal 5 Istirahat Haid, Hamil, Melahirkan dan Gugur Kandungan 1. Cuti hamil / melahirkan diberikan 1 ½(satu setengah) bulan sebelum melahirkan dan 1 1/2(satu setengah) bulan sesudah melahirkan dengan gaji penuh. 2. Cuti gugur kandungan diberikan 1 ½(satu setengah) bulan setelah gugur kandungan. 3. Bagi karyawan wanita diberikan cuti haid selama 2(dua) hari, bila merasa tidak bisa bekerja dengan upah penuh. Pasal 6 Kerja Lembur Kerja Lembur adalah kerja yang dilakukan di luar kerja yang ditentukan dan atau bekerja pada hari istirahat mingguan / hari libur resmi. Perhitungan Upah Lembur: a. Pada Hari Kerja Biasa : 1. Jam Lembur pertama harus dibayarkan gaji lembur sebesar 1 1/2 (satu setengah) X gaji perjam. 2. Untuk jan kerja berikutnya harus dibayarkan gaji lembur sebesar 2(dua) X gaji perjam. 3. Jam lembur ketiga dan seterusnya dibayarkan gaji lembur sebesar 3(tiga) X gaji perjam. b. Pada Hari Sabtu / Minggu / Hari Raya Resmi: 1. Untuk jam kerja yang pertama sampai dengan jam kerja yang ketujuh dibayarkan gaji lembur 2(dua) X gaji perjam. 2. Untuk jam kerja yang kedelapan dibayarkan gaji lembur sebesar 3(tiga) X gaji perjam. 3. Untuk jam yang kesembilan dan seterusnya dibayarkan gaji lembur 4(empat) X gaji perjam. Dan sebagai pedoman untuk dipergunakan untuk menghitung gaji lembur perjam adalah sebagai berikut: HARI KERJA BIASA : JAM LEMBUR 1 : 1 ½ X GAJI PERJAM JAM LEMBUR 2 : 2 X GAJI PERJAM JAM LEMBUR 3 : 3 X GAJI PERJAM HARI SABTU / MINGGU / RAYA RESMI: LEMBUR JAM 1 S/D 7 : 2 X GAJI PERJAM LEMBUR JAM KE 8 : 3 X GAJI PERJAM LEMBUR JAM KE 9 : 4 X GAJI PERJAM Catatan: Cara menghitung gaji perjam adalah sebagai berikut: • GAJI PERJAM Karyawan Bulanan : 1 / 173 X Gaji Perbulan. Pasal 7 Pengupahan 1. System pengupahan diatur berdasarkan golongan I - IV dan untuk tiap golongan ditentukan kenaikkan gaji secara berkala. LIhat Lampiran I. 2. Hari pembayaran gaji : Karyawan Tetap dan Karyawan Harian akan menerima pembayaran gaji pada akhir bulan dengan pembayaran penuh selama periode 1(satu) bulan. 3. Kenaikkan gaji pokok : Karyawan Harian akan disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi yang berlaku, yang ditetapkan oleh Gubernur Provinsi Papua. Sedangkan untuk Karyawan Tetap akan disesuaikan dengan Golongan I s/d IV. Lihat Lampiran I. 4. Kenaikkan gaji berkala : Karyawan Tetap mendapat kesempatan “Naik Ruang” setiap 4(empat) tahun dan “Naik Berkala” setiap 2(dua) tahun, yang dihitung mulai dari bulan Januari sesudah mulai bekerja. Lihat Lampiran I. Pasal 8 Upah Selama Sakit Bilamana karyawan sakit dan oleh dokter yang ditunjuk oleh Yayasan dinyatakan tidak bisa bekerja, maka upahnya menurut ketentuan yang ada yaitu PP Nomor 8 tahun 1981 sebagai berikut: a) Tiga(3) bulan pertama dibayar : 100%. b) Tiga(3) bulan kedua dibayar : 75%. c) Tiga(3) bulan ketiga dibayar : 50%. d) Tiga(3) bulan keempat dibayar : 25%. Setelah 12(dua belas) bulan menurut keterangan dokter yang bersangkutan masih belum sehat dan tidak dapat bekerja , maka pertimbangan perusahaan diberhentikan dan dibayar pesangon sesuai dengan Undang-Undang No.13 Tahun 2003. Pasal 9 Ijin Meninggalkan Pekerjaan dengan Mendapat Upah Ijin untuk keperluan pribadi karyawan, dimana gaji yang harus dibayar oleh Yayasan Pelayanan Penerbangan Tariku berlaku ketentuan sebagai berikut: a) Karyawan yang bersangkutan sendiri menikah, diberi izin selama 5(lima) hari kerja dan dibayar gaji penuh. b) Kematian Ayah / Ibunya, saudara Ayah / Ibunya atau anaknya, diberikan ijin selama ijin 3(tiga) hari dan dibayar gaji penuh. c) Istri melahirkan, diberikan ijin selama 1(satu) hari dan dibayar gaji penuh. d) Pernikahan anaknya, diberikan ijin selama 2(dua) hari dan dibayar gaji penuh. e) Khitanan anaknya, diberikan ijin selama 1(satu) hari dan dibayar gaji penuh. Meninggalkan pekerjaan pada jam kerja tanpa ijin dari atasan langsung akan diperhitungkan sebagai hari tanpa upah untuk setiap harinya. Pasal 10 Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tunjangan Hari Raya Keagamaan: a) Setiap karyawan yang mempunyai masa kerja 3(tiga) bulan atau lebih dan telah melewati masa percobaan, akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). b) Pembayaran THR diberikan hanya untuk satu Hari Raya dalam 1(satu) tahun. c) Pembayaran THR dilaksanakan paling lambat 7(tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. d) Besarnya Tunjangan Hari Raya ditentukan sebagai berikut: i. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 12(duabelas) bulan secara terus menerus, diberikan THR sebesar 1(satu) bulan gaji. ii. Karyawan yang telah mempunyai masa kerja 3(tiga) bulan keatas secara terus menerus tetapi kurang dari 12(duabelas) bulan, diberikan secara Proposional, dengan masa kerja, perhitungan sebagai berikut: Masa Kerja X 1 Bulan Gaji. 12 Pasal 11 Tunjangan Untuk Tanggungan Pekerja Atau Buruh Yang Ditahan Yang Berwajib Bukan Atas Pengaduan Pengusaha Dalam hal ini karyawan ditahan oleh pihak yang berwajib, PT Cenderawasih Air tidak wajib membayar upah tetapi akan memberikan bantuan kepada keluarga yang menjadi tanggungan, dengan ketentuan sebagai berikut: a) Untuk 1(satu) orang tanggungan : 25% b) Untuk 2(dua) orang tanggungan : 35% c) Untuk 3(tiga) orang tanggungan : 45% d) Untuk 4(empat) orang tanggungan : 50%. Bantuan tersebut hanya berlaku paling lama 6(enam) bulan takwin sejak hari pertama pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib. Pasal 12 Koperasi karyawan Untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan perusahaan akan memberikan dorongan kepada karyawan untuk terbentuknya koperasi karyawan di perusahaan. Pasal 13 Fasilitas Kesejahteraan 1) Tunjangan Keluarga : Isteri 10% gaji pokok, Anak 2% gaji pokok (maksimum 3 Anak), sampai batas umur 18(delapan belas) tahun atau sudah menikah. 2) Tunjangan Jabatan : Sesuai dengan Lampiran (Struktur Organisasi PTCA), 3) Tunjangan Perumahan : a) Besarnya Tunjangan Perumahan adalah 20% dari gaji pokok dan Tunjangan Keluarga; b) Bila PT Cenderawasih Air menyediakan perumahan maka karyawan tersebut tidak mendapat tunjangan perumahan. 4) Tunjangan Beras : Kepada karyawan termasuk Isteri dan anak-anak (maksimum 3 anak) atau sesuai dengan jumlah anggota keluarga dalam daftar gaji, diberikan jatah beras sebesar 10 Kg per orang atau uang pengganti beras. 5) Untuk setiap karyawan yang melakukan tugas keluar Basenya , diberikan uang jalan / allowance per hari , diluar dari transportasi (laut, darat, udara) , akomodasi dan konsumsi perhari. Pasal 14 Pengobatan dan Perawatan 1. Tunjangan Pengobatan / Perawatan : a) Tunjangan ini akan diberikan kepada semua Karyawan Tetap, Isteri dan anak-anaknya. Karyawan Tetap akan diberikan penggantiannya 80% dari biaya pengobatan dan pemeriksaan dokter yaitu dengan menunjukkan bukti kwitansi apotek dan kwitansi dokter / rumah sakait, dengan maksimum Rp. 25.000.000,- per tahun. 2. Tunjangan Perawatan/ Pengobatan pilot dan Engineer Berlicense . Mengingat kesehatan Pilot/Enginner harus prima didalam menjalankan tugasnya, maka tunjangan perawatan pilot/engineer dikecualikan dari karyawan yang lain dengan ketentuan sebagai berikut : i. Biaya pengobatan pilot dibayar sepenuhnya sesuai dengan bukti pemeriksaan dokter dan kwitansi Apotek / Rumah sakit. ii. Sedangkan bagi isteri dan anak-anaknya, berlaku ketentuan yang sama dengan karyawan tetap lainnya. Pasal 15 Kecelakaan Kerja Kecelakaan kerja adalah kecelakaan yang terjadi berhubung dengan hubungan kerja, termasuk penyakit yang timbul karena hubungan kerja, demikian pula kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan berangkat dari rumah menuju tempat kerja, dan pulang kerumah melalui jalan yang biasa atau wajar dilalui. Pasal 16 Tunjangan Kecelakaan Kerja 1. Karyawan yang tertimpa kecelakaan kerja berhak menerima Jaminan / Tunjangan Kecelakaan Kerja berupa penggantian biaya dan pemberian santunan berupa uang. 2. Besarnya jaminan kecelakaan kerja diperhitungkan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1993. Pasal 17 Jaminan Sosial Tenaga Kerja Sebagai jaminan sosial para karyawan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 14 tahun 1993 , maka PT Cenderawasih Air mengikutsertakan semua karyawannya dalam kepesertaan program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek). Pasal 18 Tunjangan Kematian bukan Karena Kecelakaan Bila karyawan meninggal dunia biasa / bukan karena kecelakaan maka PT Cenderawasih Air akan membayar uang santunan / pesangon kepada ahli warisnya yang sah 2(dua) kali ketentuan pasal 165 ayat (2) dan uang penggantian hak sesuai pasal 156 ayat (2) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003. Pasal 19 Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1. Perusahaan akan tunduk dan taat kepada peraturan UU No. 1 tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja. 2. Setiap karyawan wajib menjaga keselamatan dirinya dan karyawan lainnya serta wajib memakai alat-alat keselamatan kerja yang telah disediakan oleh perusahaan serta mematuhi ketentuan-ketentuan mengenai keselamatan kerja dan perlindungan yang berlaku. 3. Apabila karyawan menemui hal-hal yang dapat membahayakan terhadap karyawan dan perusahaan, maka harus segera melaporkan hal tersebut kepada pimpinan perusahaan. Pasal 20 Pemutusan Hubungan Kerja Dalam melakukan Pemutusan Hubungan Kerja, pihak PT Cenderawasih Air akan melakukannya dengan penilaian sebagai berikut : 1. Kesalahan / Pelanggaran Berat : a. Penipuan, pencurian dan penggelapan barang / uang milik perusahaan atau milik teman sekerja atau milik teman pengusaha. b. Penganiayaan terhadap pimpinan / anggota PT Cenderawasih Air, keluarga atau teman sekerja. PT Cenderawasih Air c. Mengajak teman sekerja untuk melanggar atau tidak mentaati Peraturan Perusahaan yang berlaku. d. Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohan milik milik PT Cenderawasih Air. e. Memberi keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga merugikan perusahaan atau kepentingan Negara. f. Mabuk, minum minuman kerasyang memabukkan, madat, memakai obat bius, atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau perangsang lainnya yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan , baik selama jam kerja / dilingkungan PT Cenderawasih Air, maupun ditempat lain. g. Menghina secara kasar atau mengancam pimpinan / anggota PT Cenderawasih Air, keluarganya atau teman sekerja. h. Membongkar rahasia rumah tangga anggota PT Cenderawasih Air. i. Melakukan perbuatan asusila, atau melakukan perjudian di tempat kerja. j. Meminta/ menerima uang ataupun barang dari pihak ketiga selama dalam rangka tugas yang bersifat merugikan perusahaan dan atau pengguna jasa penerbangan itu sendiri. Pemutusan Hubungan Kerja dengan alasan-alasan tersebut akan dilaksanakan tanpa peringatan dan tanpa mendapat uang pesangon dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang No 13 tahun 2003. 2. Pengunduran Diri Karyawan Bilamana Karyawan Tetap mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dari jabatan/ kekaryawanannya dan memutuskan hubungan kerja dengan PT Cenderawasih Air maka ia harus memberitahukan hal ini secara tertulis kepada Pimpinan Yayasan dan Program Manager selambat-lambatnya 1(satu) bulan sebelum hari terakhirnya. Bila yang bersangkutan tidak memberitahukan, maka ia tidak dapat mendapat surat keterangan apapun yang diperlukan dari perusahaan, baik pada saat itu maupun dikemudian hari. 3. PT Cenderawasih Air dalam memutuskan hubungan kerja terhadap karyawan maka PTCA akan membayar uang pesangon atau uang jasa dan lain-lainnya , apabila: a. Pengurangan Tenaga Kerja, b. Perusahaan (PTCA) tutup, c. Karyawan sudah mencapai umur 55(lima puluh lima ) tahun. 4. Besar uang pesangon Besarnya uang pesangonn dan sekurang-kurangnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang No 13 tahun 2003 Pasal 156 ayat (2). Ditetapkan sekurang-kurangnya sebagai berikut: a. Masa Kerja kurang dari 1(satu) tahun, mendapat 1(satu) bulan gaji. b. Masa Kerja 1(satu) tahun atau lebih tetapi kurang dari 2(dua) tahun, mendapat 2(dua) bulan gaji. c. Masa Kerja 2(dua) tahun atau lebih tetapi kurang dari 3(tiga) tahun, mendapat 3(tiga) bulan gaji. d. Masa Kerja 3(tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 4(empat) tahun, mendapat 4(empat) bulan gaji. e. Masa Kerja 4(empat) tahun atau lebih tetapi kurang dari 5(lima) tahun, mendapat 5(lima) bulan gaji. f. Masa Kerja 5(lima) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6(enam) tahun, mendapat 6(enam) bulan gaji. g. Masa Kerja 6(enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7(tujuh) tahun, mendapat 7(tujuh) bulan gaji. h. Masa Kerja 7(tujuh) tahun atau lebih tetapi kurang dari 8(delapan) tahun, mendapat 8(delapan) bulan gaji. i. Masa Kerja 8(delapan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9(sembilan) tahun, mendapat 9(sembilan) bulan gaji. 5. Besarnya uang jasa Besarnya uang jasa (penghargaan) ditetapkan berdasarkan Undang-Undang No 13 tahun 2013 ayat (3) adalah sebagai berikut: a. Masa Kerja 3(tiga) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 6(enam) tahun, mendapat 2(dua) bulan gaji. b. Masa Kerja 6(enam) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 9(Sembilan) tahun, mendapat 3(tiga) bulan gaji. c. Masa Kerja 9(sembilan) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 12(dua belas) tahun, mendapat 4(empat) bulan gaji. d. Masa Kerja 12(dua belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 15(lima belas) tahun, mendapat 5(lima) bulan gaji. e. Masa Kerja 15(lima belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 18(delapan belas) tahun, mendapat 6(enam) bulan gaji. f. Masa Kerja 18(delapan belas) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 21(dua puluh satu) tahun, mendapat 7(tujuh) bulan gaji. g. Masa Kerja 21(dua puluh satu) tahun atau lebih, tetapi kurang dari 24(dua puluh empat) tahun, mendapat 8(delapan) bulan gaji. h. Masa Kerja 24(dua puluh empat) tahun atau lebih, mendapat 10(dua) bulan gaji. Pasal 21 Pelanggaran Tata Tertib Yang Dapat Mengakibatkan PHK Karyawan yang melakukan pelanggaran ketentuan yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan diberikan Surat Peringatan Pertama, Kedua dan Ketiga secara berturut-turut, maka perusahaan dapat melakukan pemutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur pasal 161 Undang-Undang Nomor 13 tahun 2013. Pasal 22 Larangan – Larangan Bagi Karyawan 1. Karyawan dilarang mengambil barang milik yayasan / perusahaan dalam arti untuk dimiliki tanpa izin pimpinan Perusahaan. 2. Karyawan dilarang melakukan pekerjaan yang bukan tugasnya kecuali atas perintah pimpinan Perusahaan. 3. Karyawan dilarang minum minuman keras , mabuk, menyalahgunakan narkotika, berkelahi dan berjudi didalam tempat kerja pada waktu jam kerja. 4. Karyawan dilarang membawa senjata tajam / senjata api pada waktu kerja. 5. Karyawan dilarang melakukan perbuatan asusila di tempat kerja. 6. Karyawan dilarang menakut-nakuti , mengancam, menghina pimpinan Perusahaan dan keluarganya demikian pula kepada sesama karyawan sekerjanya. 7. Karyawan dilarang membocorkan rahasia Perusahaan. 8. Karyawan dilarang memberikan keterangan palsu. 9. Karyawan dilarang menolak perintah yang tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku atau tugas yang diberikan Pimpinan Perusahaan secara layak. 10. Karyawan dilarang melakukan pekerjaan untuk orang lain atau perusahaan lain selama menjalankan tugas, baik secara cuma-cuma maupun mendapat imbalan dari orang atau perusahaan lain. 11. Karyawan dilarang menghasut teman sekerja untuk membuat pelanggaran. 12. Karyawan dilarang menggunakan kesempatan untuk kepentingan pribadi dalam menjalankan tugas. 13. Karyawan dilarang menggunakan barang-barang milik Perusahaan untuk kepentingan siapapun tanpa ijin dari pimpinan yayasan. 14. Karyawan dilarang mengambil atau menghilangkan program / data perusahaan yang menjadi tugasnya selama menjadi karyawan Tariku dengan sengaja sehingga operasional perusahaan terganggu. 15. Karyawan dilarang ikut membantu melewatkan barang-barang yang dilarang oleh Pemerintah dengan menaikkannya kedalam pesawat. Pasal 23 Penerbitan Surat Peringatan 1. Karyawan dapat diberikan surat peringatan tertulis dari perusahaan paling banyak memberi 2(dua) kali menyangkut hal-hal sebagai berikut: a. Menolak perintah yang layak walaupun telah diperintahkan secara lisan. b. Melalaikan kewajiban secara serampangan / sembrono atau dengan sengaja. c. Tidak cakap melakukan tugas sebagai karyawan walaupun telah dicoba dimana- mana di bagian lain. d. Banyak absen tanpa ijin dari Atasan Langsung Karyawan. 2. Surat peringatan tidak perlu diberikan menurut urutannya tapi dapat dinilai dari berat ringannya kesalahan / pelanggaran yang dilakukan karyawan. 3. Surat peringatan mempunyai masa berlaku selama 6(enam) bulan dan apabila ternyata setelah peringatan terakhir karyawan yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran maka perusahaan dapat melakukan pemutuskan hubungan kerja dan dilaksanakan sesuai prosedur UU Nomor 13 tahun 2003. Pasal 24 Mangkir Karyawan yang mangkir (tidak masuk kerja) tanpa ijin selama 5(lima) hari berturut-turut, dianggap mengundurkan diri dari perusahaan, dalam hal ini akan diputuskan hubungan kerjanya tanpa kewajiban perusahaan untuk membayar pesangon dan penghargaan masa kerja, dan hanya dapat dibayarkan penggantian hak sesuai pasal 156 ayat (4). Pasal 25 Schorsing 1. Schorsing dapat dikenakan setiap karyawan yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib kerja / tidak menjalankan kewajiban sebagaimana mestinya / tindakan yang merugikan perusahaan. 2. Jangka waktu schorsing paling lama 1(satu) bulan dan selama schorsing gajinya dibayar 75%. 3. Kecuali schorsing 6(enam) bulan sambil menunggu keputusan / penetapan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial pada Pengadilan Negri setempat dan selama schorsing gajinya dibayar 75%? Pasal 26 Tata Tertib Kerja Perusahaan dan Kewajiban Perusahaan Hak dan Kewajiban masing-masing, antara lain adalah sebagai berikut: 1. Kedua belah pihak telah mengakui/ menyetujui bersama bahwa untuk memimpin dan mengurus jalannya Perusahaan beserta karyawannya adalah tugas dan kewajiban Perusahaan. 2. Bahwa di dalam melaksanakan tugasnya, Perusahaan dan Karyawan bertanggungjawab untuk menaati ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama di dalam Peraturan Perusahaan ini serta menaati peraturan perUndang-Undangan yang berlaku di Indonesia. 3. Direktur Perusahaan senantiasa akan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap karyawan untuk memperoleh peningkatan karier dalam kekaryawanan dan diberikan imbalan yang layak / tunjangan atas pertimbangan jasa dan kemajuan yang dicapai karyawan. 4. Diharapkan kepada karyawan untuk dapat memperlihatkan prestasi kerjanya dan mengakui bahwa hal pengelolaan dan segala unit-unit dan pengangkatan serta penempatan seorang karyawan untuk jabatan tertentu adalah menjadi wewenang Direktur Perusahaan berdasarkan Daftar Penilaian Prestasi Kerja dari karyawan yang bersangkutan. 5. Masing-masing pihak wajib saling menghormati, merasa saling membutuhkan, mengerti peranan dan hak untuk melaksanakan kewajiban masing-masing dalam keseluruhan proses produksi. 6. Karyawan wajib memiliki kesadaran dan rasa tanggungjawab atas kelangsungan hidup Yayasan yang dilandasi prinsip Tri Dharma kerja yaitu: a. Melu Handarbeni (merasa ikut memiliki), b. Melu Hangrungkebi (merasa ikut bertanggungjawab), c. Mulat Sariro Hangrosowani (terus menerus mawas diri ). Pasal 27 Penyelesaian Keluh Kesah 1. Bilamana ada keluh kesah atau hari berikutnya keresahan karyawan dalam perusahaan akan diselesaikan dengan jalan musyawarah melalui atasannya atau Bipartit. 2. Apabila dalam tempo 7(tujuh) hari belum dapat diselesaikan, maka dapat dirundingkan dalam waktu yang sama dengan pimpinan perusahaan. 3. Apabila dalam tempo 7(tujuh) hari berikutnya belum dapat diselesaikan, maka salah satu pihak dapat meminta jasa baik penyelesaian melalui konsiliator dan arbitrase. 4. Apabila penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial / Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat diselesaikan melalui Konsiliator dan Arbitrase maka penyelesaiannya dapat diteruskan ke Mediator Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura. 5. Apabila penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial / Pemutusan Hubungan Kerja tidak dapat diselesaikan pada tingkat Mediator, maka penyelesaiannya dapat diteruskan ke Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negri. Pasal 28 Penutup 1. Hal-hal yang belum tercantum dalam Peraturan ini, akan diatur sesuai dengan perundang-undangan. 2. Dalam melaksanakan Peraturan Perusahaan ini, bilamana dianggap perlu akan dikeluarkan Surat Keputusan Direktur PTCA yang diketahui oleh Pejabat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jayapura. 3. Perubahan terhadap Peraturan Perusahaan harus mendapat persetujuan dari Badan Pengurus PT Cenderawasih Air dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Jayapura. 4. Peraturan Perusahaan ini berlaku setelah disahkan untuk masa waktu 2(dua) tahun. 5. Peraturan Perusahaan ini dibagikan kepada karyawan PT Cenderawasih Air untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. 6. Jika ada persyaratan kerja pada pasal-pasal Peraturan Perusahaan ini yang kurang atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka persyaratan tersebut batal demi hukum dan yang diberlakukan adalah ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku. DITETAPKAN DI : SENTANI PADA TANGGAL : 01 JULII 2014 PT CENDERAWASIH AIR MENYETUJUI: TIMMI GURIK DIREKTUR Disahkan di : Pada Tanggal : Nomor Pengesahan : ari bahasa indonesia ke inggris

translation from English to Indonesian

Last Update: 2014-07-13
Subject: General
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Anonymous

(١) بسم الله الرحم الرحمن الرحيم الحمد لله الذى مدّ الظل بمقتض الوهيته وربيته وهو يريد الظهورثم قبضه قبضا يسيرا وبمشيته وجلاله وهويبعث من فى القبور احمده سبحانه واشكره على سوابغ نعمه ومزيد فضله وهو يحب العكور واشهد ان لااله الا الله الواحد الجامع الحيط بكل باد ومستور القابض الباسط المبدئ المعيد وهو العزيز الغفور واشحد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله المفتتح بنوره ديوان الانشاء والظهور المختتم بظهوره داترة النبوة والرسالة المهيمن كتابه على كل كتاب منزل مستور صلى الله عليه وسلم وعلى اۤله وصحبه صلاة وسلاما دائمين مستمرين عدد (٢) خلق الله بدوام الله المرجو عفوه يوم البعث والنشور.Google Terjemahan

Google Translate

Last Update: 2014-07-06
Usage Frequency: 1
Quality:
Reference: Wikipedia

Add a translation