Ask Google

Results for mungkin dia jarang di belai se... translation from Indonesian to English

Human contributions

From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories.

Add a translation

Indonesian

English

Info

Indonesian

Saya kuatir, mungkin dia mendapatkan luka.

English

I am concerned, maybe he will receive an injury.

Last Update: 2014-02-01
Usage Frequency: 1
Quality:

Indonesian

Keesokan paginya aku,adikku dan sepupuku bermain ke sawah yang dekat dengan rumah sepupuku.pada saat perjalanan menuju ke sawah,kami melewati kebun karet.sesampainya di sawah kami pun merasa senang karena dapat melihat pemandangan yang indah dan dapat menghirup udara segar yang jarang di temui di palembang.pada pagi itu banyak petani yang menanam padi.sebelum pulang ke rumah sepupuku kami pun berfoto lalu kami pulang kerumah sepupuku.

English

The next morning me, my sister and my cousin played to the rice fields close to my cousin's house. On the way to the paddy fields, we passed the rubber plantation.the arrival in the rice fields we were happy to see beautiful scenery and can breathe fresh air rarely encountered in palembang.pada that morning many farmers who planted rice.sebelum back to my cousin's house we took pictures then we went home to my cousin.

Last Update: 2018-04-05
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

contoh report text about tractTraktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Ada juga yang mengatakan traktor merupakan gabungan dari kata traction motor, yaitu motor yang menarik. Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah "mesin penarik" (traction engine). Di Inggris, Irlandia, Australia, India, Spanyol, Argentina, dan Jerman, kata "traktor" umumnya berarti "traktor pertanian", dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan lain sangat jarang. Di Kanada dan Amerika Serikat, kata "traktor" juga berarti truk semi-trailer.or

English

contoh report text about tractTraktor adalah kendaraan yang didesain secara spesifik untuk keperluan traksi tinggi pada kecepatan rendah, atau untuk menarik trailer atau implemen yang digunakan dalam pertanian atau konstruksi. Istilah ini umum digunakan untuk mendefinisikan suatu jenis kendaraan untuk pertanian. Instrumen pertanian umumnya digerakkan dengan menggunakan kendaraan ini, ditarik ataupun didorong, dan menjadi sumber utama mekanisasi pertanian. Istilah umum lainnya, "unit traktor", yang mendefinisikan kendaraan truk semi-trailer. Kata traktor diambil dari bahasa Latin, trahere yang berarti "menarik". Ada juga yang mengatakan traktor merupakan gabungan dari kata traction motor, yaitu motor yang menarik. Awalnya dipakai untuk mempersingkat penjelasan "suatu mesin atau kendaraan yang menarik gerbong atau bajak, untuk menggantikan istilah "mesin penarik" (traction engine). Di Inggris, Irlandia, Australia, India, Spanyol, Argentina, dan Jerman, kata "traktor" umumnya berarti "traktor pertanian", dan penggunaan kata traktor yang merujuk pada jenis kendaraan lain sangat jarang. Di Kanada dan Amerika Serikat, kata "traktor" juga berarti truk semi-trailer.or

Last Update: 2016-01-13
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Anonymous
Warning: Contains invisible HTML formatting

Indonesian

Beberapa saat setelah Pandawa berhasil memukul mundur penyerbu Wiratha, dari Astina maupun bala pasukan Prabu Susarman maka Pandawa telah menyelesaikan janji memenuhi hutang. Hukum pembuangan ke tengah hutan 12 tahun dan penyamaran satu lamanya dengan segala coba derita maupun hikmahnya telah mereka jalani. Bukan hanya mereka berlima yang harus menempuh segala penderitaan dan siksa, namun juga Drupadi istri mereka. Karena janji kaulnya, Drupadi telah hampir 13 tahun tidak pernah menggelung apalagi menyanggul rambutnya. Janjinya akan kembali mengenakan gelung rambut jika telah terlaksana mandi keramas menggunakan darah segar Dursasana, satria tanpa tata krama dan selalu berlaku durhaka itu. Meski demikian tidak sedikitpun kecantikan Drupadi luntur. Sekarang sudah tiba waktunya untuk menagih janji pada Kurawa. Perjanjian yang telah bersama – sama disepakati kala itu, segera setelah Pandawa kalah bermain dadu. Bahwa Pandawa akan kembali menerima hak nya atas Astina dan Indraprasta yang memang hasil keringat mereka sendiri, jika Pandawa lolos dari hukum buang dan penyamaran. Demi menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi, maka Pandawa berniat menagih janji itu. Pandawa telah melunasi hutangnya maka Kurawa pun harus menepati janjinya. Dengan perundingan dan persetujuan dari Raja Wiratha Prabu Matswapati, Pandawa mengirim utusan ke Astina untuk meminta kembali hak mereka Indra Prasta dan cukup separo saja Negara Astina. Meski itu semua adalah hak mereka sendiri, namun bukan watak Pandawa jika mereka bertindak hanya atas kemauan sendiri. Maka mereka memutuskan untuk meminta nasehat dan pandangan para pinisepuh. Raja Matswapati yang jika dari silsilah adalah eyang mereka, Raja Pancala Prabu Drupadi mertua Pandawa, dan Ibu mereka Dewi Kunthi diundang ke persidangan kecil di Istana Wiratha. Mereka akhirnya menyepakati Drupada akan menjadi utusan wakil Pandawa meminta haknya dari Kurawa. Raja Pancala itupun pergi ke Astina mengemban misi Pandawa menghadap Duryudono. Setelah tahu misi apa yang diemban oleh Drupada Duryudono murka. Jangankan separo Astina, seperempat tanah Astina, seperdelapan, seperenambelas, bahkan seujung duri pun Duryodono tidak akan melepas Astina dan Indraprastha. Raja Pancala itu pun diperlakukan layaknya kaum sudra di hadapan Duryudono. Dengan menanggung malu dan sakit hati yang ditahan akibat perlakuan Duryodono itu, Drupada kembali ke Wiratha dengan tangan hampa. Sudah jelas baginya, watak angkara murka dan kurang tata krama yang bersemayam di diri Kurawa tidak mungkin dihilangkan dengan cara apapun, kecuali dengan bersama hilangnya nyawa yang menyandang watak itu. Drupada sudah merasa, Barata yuda memperebutkan hak dan mengukuhi tanah kerajaan antara darah Kuru akan pecah tidak lama lagi. Drupada tidak kembali ke Wiratha, karena dendam dan sakit hatinya tak kuasa dibendung. Dia khawatir tidak akan mampu menahan rasa itu, dia was – was apa yang akan diutarakan kepada Pandawa dan Raja Matswapati mengenai kekurangajaran Kurawa akan terbumbui oleh rasa serik dan sakit hatinya pada Kurawa. Maka Drupada kembali ke Pancala, mengutus anaknya Trustajumena ke Wiratha untuk meminta maaf dan mengabarkan kegagalan misi yang diembannya. Para agung Wiratha hatta mendengar kabar itu, Matswapati dan ketiga putranya Seto, Utara, dan Wrahatsangka marah bukan kepalang. Tidak selayaknya seorang duta diperlakukan seperti itu, dipermalukan sedemikian. Seto mengusulkan perang harus segera dimulai. Bukan waktunya lagi berunding. Sebab menurutnya Duryodono dan para Kurawa sama sekali tidak mengerti tata krama perundingan antar negera. Seto merasa, Wiratha sudah pernah mengalami kekurangajaran Kurawa. Beberapa waktu yang lalu, tanpa mengirimkan surat tantangan dan aba – aba pun, Kurawa berkongsi dengan Prabu Susarman menyerbu Wiratha. Maka wajar kalau pertimbangan Seto dibumbui dendam. Bukan hanya Seto, Utara, Wrahatsangka yang sudah dipenuh nafsu amarah dan dendam kesumat, Bima pun sudah meminta persetujuan untuk menggunakan cara – cara keras dalam mengupayakan kembalinya hak – hak mereka. Tetapi Puntadewa masih sabar. Sudah sifat Puntadewa akan selalu menjauhi kekerasan. Baginya lebih baik pribadinya mengalah daripada harus berselisih apalagi bertemu di medan perang. Lebih – lebih ini dengan saudara sendiri yang sama – sama keturunan Resi Abiyasa. Selama hidup Puntadewa tidak pernah punya musuh, dan apapun taruhanya jika mungkin, dia memilih tidak pernah punya musuh selamanya. Puntadewa hatinya bersih, orang jahat disayangi olehnya lebih – lebih orang yang baik. Itulah sifatnya dari lahir. Dalam melihat perkara inipun, jika bukan karena desakan saudara – saudara yang lain, dia memilih tidak memiliki Astina dan Indraprastha daripada harus berhadapan dengan Kurawa. Maka dicobanya sekali lagi untuk mengutus duta yang kedua. Dipilihnya Ibunda Dewi Kunthi untuk menemui Duryudono. Barangkali jika menghadapi Kunthi, seorang wanita yang sudah sepuh, seorang ibu yang lembut budi dan hatinya, seorang putri raja dan mantan permaisuri yang prasaja, Duryudono luluh hatinya

English

Translate

Last Update: 2013-12-11
Usage Frequency: 3
Quality:

Reference: Wikipedia

Indonesian

Beberapa saat setelah Pandawa berhasil memukul mundur penyerbu Wiratha, dari Astina maupun bala pasukan Prabu Susarman maka Pandawa telah menyelesaikan janji memenuhi hutang. Hukum pembuangan ke tengah hutan 12 tahun dan penyamaran satu lamanya dengan segala coba derita maupun hikmahnya telah mereka jalani. Bukan hanya mereka berlima yang harus menempuh segala penderitaan dan siksa, namun juga Drupadi istri mereka. Karena janji kaulnya, Drupadi telah hampir 13 tahun tidak pernah menggelung apalagi menyanggul rambutnya. Janjinya akan kembali mengenakan gelung rambut jika telah terlaksana mandi keramas menggunakan darah segar Dursasana, satria tanpa tata krama dan selalu berlaku durhaka itu. Meski demikian tidak sedikitpun kecantikan Drupadi luntur. Sekarang sudah tiba waktunya untuk menagih janji pada Kurawa. Perjanjian yang telah bersama – sama disepakati kala itu, segera setelah Pandawa kalah bermain dadu. Bahwa Pandawa akan kembali menerima hak nya atas Astina dan Indraprasta yang memang hasil keringat mereka sendiri, jika Pandawa lolos dari hukum buang dan penyamaran. Demi menegakkan kebenaran dan keadilan di muka bumi, maka Pandawa berniat menagih janji itu. Pandawa telah melunasi hutangnya maka Kurawa pun harus menepati janjinya. Dengan perundingan dan persetujuan dari Raja Wiratha Prabu Matswapati, Pandawa mengirim utusan ke Astina untuk meminta kembali hak mereka Indra Prasta dan cukup separo saja Negara Astina. Meski itu semua adalah hak mereka sendiri, namun bukan watak Pandawa jika mereka bertindak hanya atas kemauan sendiri. Maka mereka memutuskan untuk meminta nasehat dan pandangan para pinisepuh. Raja Matswapati yang jika dari silsilah adalah eyang mereka, Raja Pancala Prabu Drupadi mertua Pandawa, dan Ibu mereka Dewi Kunthi diundang ke persidangan kecil di Istana Wiratha. Mereka akhirnya menyepakati Drupada akan menjadi utusan wakil Pandawa meminta haknya dari Kurawa. Raja Pancala itupun pergi ke Astina mengemban misi Pandawa menghadap Duryudono. Setelah tahu misi apa yang diemban oleh Drupada Duryudono murka. Jangankan separo Astina, seperempat tanah Astina, seperdelapan, seperenambelas, bahkan seujung duri pun Duryodono tidak akan melepas Astina dan Indraprastha. Raja Pancala itu pun diperlakukan layaknya kaum sudra di hadapan Duryudono. Dengan menanggung malu dan sakit hati yang ditahan akibat perlakuan Duryodono itu, Drupada kembali ke Wiratha dengan tangan hampa. Sudah jelas baginya, watak angkara murka dan kurang tata krama yang bersemayam di diri Kurawa tidak mungkin dihilangkan dengan cara apapun, kecuali dengan bersama hilangnya nyawa yang menyandang watak itu. Drupada sudah merasa, Barata yuda memperebutkan hak dan mengukuhi tanah kerajaan antara darah Kuru akan pecah tidak lama lagi. Drupada tidak kembali ke Wiratha, karena dendam dan sakit hatinya tak kuasa dibendung. Dia khawatir tidak akan mampu menahan rasa itu, dia was – was apa yang akan diutarakan kepada Pandawa dan Raja Matswapati mengenai kekurangajaran Kurawa akan terbumbui oleh rasa serik dan sakit hatinya pada Kurawa. Maka Drupada kembali ke Pancala, mengutus anaknya Trustajumena ke Wiratha untuk meminta maaf dan mengabarkan kegagalan misi yang diembannya. Para agung Wiratha hatta mendengar kabar itu, Matswapati dan ketiga putranya Seto, Utara, dan Wrahatsangka marah bukan kepalang. Tidak selayaknya seorang duta diperlakukan seperti itu, dipermalukan sedemikian. Seto mengusulkan perang harus segera dimulai. Bukan waktunya lagi berunding. Sebab menurutnya Duryodono dan para Kurawa sama sekali tidak mengerti tata krama perundingan antar negera. Seto merasa, Wiratha sudah pernah mengalami kekurangajaran Kurawa. Beberapa waktu yang lalu, tanpa mengirimkan surat tantangan dan aba – aba pun, Kurawa berkongsi dengan Prabu Susarman menyerbu Wiratha. Maka wajar kalau pertimbangan Seto dibumbui dendam. Bukan hanya Seto, Utara, Wrahatsangka yang sudah dipenuh nafsu amarah dan dendam kesumat, Bima pun sudah meminta persetujuan untuk menggunakan cara – cara keras dalam mengupayakan kembalinya hak – hak mereka. Tetapi Puntadewa masih sabar. Sudah sifat Puntadewa akan selalu menjauhi kekerasan. Baginya lebih baik pribadinya mengalah daripada harus berselisih apalagi bertemu di medan perang. Lebih – lebih ini dengan saudara sendiri yang sama – sama keturunan Resi Abiyasa. Selama hidup Puntadewa tidak pernah punya musuh, dan apapun taruhanya jika mungkin, dia memilih tidak pernah punya musuh selamanya. Puntadewa hatinya bersih, orang jahat disayangi olehnya lebih – lebih orang yang baik. Itulah sifatnya dari lahir. Dalam melihat perkara inipun, jika bukan karena desakan saudara – saudara yang lain, dia memilih tidak memiliki Astina dan Indraprastha daripada harus berhadapan dengan Kurawa. Maka dicobanya sekali lagi untuk mengutus duta yang kedua. Dipilihnya Ibunda Dewi Kunthi untuk menemui Duryudono. Barangkali jika menghadapi Kunthi, seorang wanita yang sudah sepuh, seorang ibu yang lembut budi dan hatinya, seorang putri raja dan mantan permaisuri yang prasaja, Duryudono luluh hatinya

English

Language

Last Update: 2013-12-11
Usage Frequency: 1
Quality:

Reference: Wikipedia

Some human translations with low relevance have been hidden.
Show low-relevance results.

Get a better translation with
4,401,923,520 human contributions

Users are now asking for help:



We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK